Awal Mula Suku Bugis

Awal Mula Suku Bugis


Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Deutero Melayu. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan.

Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan “ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi. Baca lebih lanjut

Iklan

Mengenal Lebih Dekat Khas Rumah Adat Bugis

  Mengenal Lebih Dekat Rumah Khas Suku Bugis

Rumah bugis memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan rumah panggung dari suku yang lain ( Sumatera dan Kalimantan ). Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan tanbahan disamping bangunan utama dan bagian depan [ orang bugis menyebutnya lego – lego ] Baca lebih lanjut

Colliq Pujie, Perempuan Cerdas, Unik dan Perkasa dari Bugis

Colliq Pujie, Perempuan Cerdas, Unik dan Perkasa dari Bugis

Tidak banyak tokoh perempuan yang ”kebetulan” terkenal di Indonesia, terutama dari timur. Pencatatan sejarah Indonesia, disebabkan berbagai hal, telah menyebabkan peminggiran kiprah perempuan Indonesia. Salah satu tokoh dari timur yang telah melakukan hal-hal luar biasa, tapi banyak terlupakan adalah Colliq Pujie. Baca lebih lanjut

Motivasi (Reso Temmangingngi) Dalam Suku Bugis

Motivasi (Reso Temmangingngi) Dalam Suku Bugis

Dalam hal motivasi berprestasi, terungkap dalam ungkapan Bugis dengan istilah reso (usaha keras). Untuk mencapai prestasi reso merupakan syarat utama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perjuangan untuk mencapai suatu keberhasilan, seseorang haruslah pantang menyerah; ia harus tampil sebagai pemenang. Ungkapan Lontarak berikut mengisyaratkan betapa pentingnya melakukan gerak cepat agar orang lain tidak mendahului kita dalam bertindak: Baca lebih lanjut

Konsep Pemerintahan (good governance) Dalam Suku Bugis

Konsep Pemerintahan (good governance)  Dalam Suku Bugis

Istilah good governance tak bisa dilepaskan dari konteks perbincangan mengenai politik dan paradigma pembangunan yang berkembang di dunia. Bila dilacak agak teliti, penggunaan istilah ini belum lebih dari dua dekade. Diduga, good governance pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1991 dalam sebuah resolusi The Council of the European Community yang membahas Hak Asasi Manusia, Demokrasi, dan Pembangunan. Baca lebih lanjut

KEPEMIMPINAN BUGIS

 KEPEMIMPINAN BUGIS

Oleh Mashadi Said

Setiap kelompok masyarakat memerlukan seorang pemimpin. Pemimpin menjalankan kepemimpinannya berdasarkan amanah yang diberikan kepadanya, dengan suatu sistem yang disebut sistem kepemimpinan. Sistem kepemimpinan yang mengatur tata kehidupan masyarakat memberi pengaruh yang kuat dalam hal pembentukan pribadi dan perilaku anggota masyarakatnya. Sebaliknya, watak dan pola tingkah laku anggotanya mewarnai kehidupan masyarakat secara umum yang selanjutnya membentuk kepribadian umum. Baca lebih lanjut