Bag. 38 Memecahkan Barisan Gaib Cermin Hidup (2)

Bag. 38 Memecahkan Barisan Gaib Cermin Hidup (2).

Si Jangkung Berbudi mengangguk pelan. Dugaannya sangat beralasan. Bila saja Prahara terjerumus dalam jebakan Barisan Gaib Cermin Hidup, maka tumpukan semak di sisi tengah adalah perangkap yang tersembunyi di dalamnya. Dan siapa yang mengikuti jalur itu, bisa di pastikan akan mengikuti jejak Prahara.

“Bagaimana dengan tumpukan semak lainnya”…? desak ketua Narana.

“Itu adalah pilihan”…jawab Si Jangkung Berbudi ringkas. Baca lebih lanjut

Bag. 37 Memecahkan Barisan Gaib Cermin Hidup

Bag. 37 Memecahkan Barisan Gaib Cermin Hidup

Prahara menarik nafas panjang. Nanar pandangannya menatap Barisan Gaib Cermin Hidup di depan bukit. Ada rasa penasaran di dalam benaknya. Sesuatu yang menggelitik sanubarinya. Samar, kekuatan batinnya menangkap isyarat jika dalam barisan gaib itu tersembunyi sesuatu hal yang sangat mengejutkan. Baca lebih lanjut

Bag. 36 Dua Alur Jejak (2)

Bag. 36 Dua Alur Jejak (2)

Prahara tidak lama memandangi lereng ngarai itu. Ia kembali menyusup semakin dalam, menembus lebatnya hutan pegunungan Mesar. Bersama empat pendekar muda lainnya, mereka terus mengikuti dua alur jejak dengan kewaspadaan tinggi

Maklum saja, sudah menjadi kebiasaan bagi kalangan rimba, Pantang bagi seorang pesilat memasuki hutan yang menyimpan banyak marabahaya. Kondisi hutan yang belum mereka pahami, menyimpan banyak misteri yang setiap saat selalu mengancam. Rapatnya barisan pepohonan di kelilingi gerumbulan semak belukar, memudahkan pihak lawan melancarkan serangan gelap. Belum lagi, keberadaan binatang berbisa tersamar di balik rimbunnya dedaunan hijau. Baca lebih lanjut

Bag. 35 Dua Alur Jejak

Bag. 35 Dua Alur Jejak

Menggunakan Gerak Bayangan Cahaya, Prahara melesat ke arah selatan. Tubuhnya meluncur seperti gumpalan asap. Hanya hembusan angin mengiringi jejaknya.

Dalam waktu singkat, ia pun telah bergabung dengan Barisan Pelindung. Kedatangannya membuat para pendekar muda bernafas lega. Bahkan Tetua Jangkung Berbudi sengaja melejit di sampingnya.

“Kau melihat sosok misterius itu”…? tanyanya. Baca lebih lanjut

Bag 34. Gabungan Pendekar menerobos kepungan

Bag 34. Gabungan Pendekar menerobos kepungan

“Tetua…kita harus membobol barisan orang bertopeng ini sebelum fajar”…ujar Prahara yang terus memainkan ilmu Sentuhan Roh 8 Penjurunya menggempur kelompok bertopeng. Dengan bayangan telapak yang terus menderu dan mengandung kekuatan tenaga sakti yang menggiriskan, murid 3 tokoh Pelindung Tanah Tondong itu membuat orang bertopeng jatuh pontang panting. Tubuhnya terus melejit maju ke arah gabungan pendekar yang berada di sisi seberang dari barisan penghadang. Baca lebih lanjut

Bab.33 Membobol Barisan Penghadang

Bab.33 Membobol Barisan Penghadang

Memang benar bayangan putih yang melesat itu adalah Prahara yang diikuti oleh Si Putih bersama Tetua Jangkung Berbudi, Tetua Mulut Bisu, Tetua Bintang Perak dan Tetua Perguruan Langit Biru.

Sebelumnya, Prahara bersama 4 tetua, 9 pendekar muda dan 3 barisan perguruan membuat Formasi Satu Arah Penjuru untuk menghadang kelompok Utusan Api dan Tanah yang mengejar gabungan pendekar. Baca lebih lanjut