Bag. 16 Daun Beruas Pusar (3)

Bag. 16 Daun Beruas Pusar (3)

Melihat empat sosok misterius yang tidak bersahabat, tidaklah membuat Tuan Muda Bendera Bintang menjadi gentar. Segenap perhatiannya ia fokuskan kepada 3 orang yang saat itu berdiri mengurungnya. Sekali-kali matanya melirik sosok lainnya yang sedang memeriksa si penyerang gelap. Baca lebih lanjut

Bag. 15 Daun Beruas Pusar (2)

Bag. 15 Daun Beruas Pusar (2)

Ketika malam hari telah masuk waktu pertengahan, terlihatlah 2 bayangan manusia melesat menuruni perbukitan Taman Gantung Seribu Bunga. Mereka adalah tuan muda bendera Bintang dan tuan muda bendera Petir dari Perkumpulan 5 Bendera. Keduanya akan menemui jaringan sandi dengan mengikuti jejak yang di tinggalkan oleh Cumanga dan Laksana. Baca lebih lanjut

Bag. 14 Daun Beruas Pusar

Bag. 14 Daun Beruas Pusar

Kelima tuan muda itu saling memandang dengan wajah melongo. Dugaan mereka ternyata berlainan dengan kenyataan. Isi sampul merah itu sangat berbeda dengan perkiraan mereka.

Sampul merah itu bukanlah berisi surat, bukanpula secarik kain seperti dugaan mereka. Sampul merah itu ternyata berisi selembar daun seukuran telapak tangan anak bayi. Bentuknya tipis dan warnanya hitam seperti arang. Baca lebih lanjut

Bag. 13 Sampul Surat Berwarna Merah

Bag. 13 Sampul Surat Berwarna Merah

“Tuan…tunggu sebentar, ada titipan buat tuan muda”..!! seorang pelayan dengan langkah tergesa menghampiri tuan muda Bendera Petir.

Tuan muda Bendera Petir terkejut mendengar panggilan dari pelayan itu. Refleks alisnya berkerut saat mengenali orang itu sebagai pelayan dalam restoran penginapan.

“Ada apa”…?

“Maaf tuan muda, saya hanya ingin menyerahkan surat ini”..kata si pelayan dengan lagak menghormat. Sebuah sampul surat berwarna merah terulur di tangannya. Baca lebih lanjut

Bag. 12 Taman Gantung Seribu Bunga (2)

Bag. 12 Taman Gantung Seribu Bunga (2)

Sambil menunggu hidangan mereka di sajikan, lima pendekar muda itu duduk santai di kursinya.

“Nampaknya kehadiran kita cukup menarik perhatian”..ujar tuan muda Bendera Bintang.

Tentunya empat pendekar muda lainnya paham betul maksud ucapan itu. Melihat tatapan mata dari beberapa pengunjung restoran, kelimanya menyadari jika keberadaan mereka menjadi pusat perhatian. Baca lebih lanjut

Bag.11 Taman Gantung Seribu Bunga

Bag.11 Taman Gantung Seribu Bunga

Taman Gantung Seribu Bunga. Nama unik yang selalu menimbulkan pertanyaan.

Orang yang belum mengenalnya akan selalu mengungkapkan keheranan,

“Tempat apakah itu”…?

“Apa benar tempat itu menggantung di udara”…?

“Benarkah taman itu di hiasi ribuan bunga yang selalu bermekaran”…? Baca lebih lanjut