Api di Bukit Menoreh (Buku 81-90)

New Picture

Api di Bukit Menoreh

(Buku 81-90)

Karya: SH. Mintardja

 BUKU 81

KIAI GRINGSING memandang Ki Sumangkar sejenak. Seolah-olah ia minta pertimbangannya. Tetapi Ki Sumangkar tidak memberikan tanggapan apa pun juga. Bahkan orang tua itu sedang menundukkan kepalanya sambil merenungi persoalan yang sedang berlaku itu. Baca lebih lanjut

Manggala Majapahit Gajah Kencana (Jilid 36-40)

New Picture

 

Manggala Majapahit Gajah Kencana (Jilid 36-40)

Oleh : S. Djatilaksana (SD. Liong)

Sumber DJVU : Koleksi Ismoyo

Convert, Edit & Ebook : MCH & Dewi KZ

Source : Tiraikasih Website

 

JILID 36

YASMIN JIVATI BAHAVO JIVANTI SA JIVATU.

Barangsiapa sementara ia Hidup menyebabkan banyak orang hidup juga, orang yang demikian itu betul2 patut hidup. Demikian ujar pandita Padapaduka, pandita yang menimbulkan kegemparan di candi Mahayana desa Kagenengan karena atas sabda pandita itu maka penjaga candi Kagenangan melihat bahwa arca Aksobya yang hilang, dilihatnya telah berada di tempat pemujaannya lagi. Baca lebih lanjut

Satria Gunung Kidul

 New Picturecc

Satria Gunung Kidul

Karya : Kho Ping Hoo

 

Raja wanita atau Ratu di Majapahit yang bernama Sri Gitarja atau Tribuwana Tungga Dewi, yang disebut juga Bhre Kahuripan (1328 – 1359), lebih dikenal dalam dongeng “Minakjinggo Damarwulan” sebagai Prabu Kenya (Raja Wanita) Diah Kencana Wungu. Baca lebih lanjut

Sayap-Sayap Yang Terkembang (Jilid 46 – 55)

New Picture (3s)

Sayap-Sayap Yang Terkembang

Jilid 46 – 55

Karya : S.H. Mintardja

Jilid 46

KI TUNGGULPUN kemudian telah menarik senjatanya pula. Sebuah luwuk yang panjang. Pada tangkainya terdapat ukiran yang dihias dengan rambut yang Kasadha mengira rambut itu tentu rambut manusia, sebagaimana sering dilihat sebelumnya, bahwa rambut manusia memberikan kebanggaan tersendiri kepada pemiliknya. Baca lebih lanjut

Sayap-Sayap Yang Terkembang (Jilid 41 – 50)

New Picture (3s)

Sayap-Sayap Yang Terkembang

Jilid 41 – 50

Karya : S.H. Mintardja

Jilid 41

MESKIPUN belum dikatakan, tetapi Risang telah dapat menangkap maksud Sumbaga. Sumbaga yang sakit hati itu ingin menunjukkan kepadanya, bahwa ia akan dapat mengalahkan Risang dalam olah kanuragan. Baca lebih lanjut

Api di Bukit Menoreh (Buku 71-80)

New Picture (3)njj

Api di Bukit Menoreh (Buku 71-80)

Karya : SH. Mintardja

BUKU 71

PANDAN WANGI yang juga mendengar rencana Rudita itu menjadi gelisah. Tetapi ia berterima kasih di dalam hati, bahwa anak-anak muda yang lain seakan-akan tidak berkeberatan atas keputusan yang telah diambil oleh Rudita itu, sehingga dengan demikian tidak timbul persoalan yang tegang di antara mereka. Baca lebih lanjut