Duri Bunga Ju

New Picture (1)s

Duri Bunga Ju

(Ju Hua Di Ci)

Karya : Gu Long

Convert edit oleh : Lavilla

Ebook : Dewi KZ

Source : Tiraikasih Website

BAB 1

Di jalan raya Chuan Shan Li Yuan-wai (Hartawan Li). Sebenarnya dia bukan seorang hartawan, dia hanya nama seorang lelaki. Laki-laki ini perawakannya persis seorang hartawan, tubuhnya gemuk bulat…. jika dilihat dari sebelah belakang, hartawan kebanyakan perawakannya memang seperti ini, pendek atau tinggi.

Tapi jika bersikukuh ingin melihat wajahnya, tentu orang akan sangat kecewa.

Wajahnya masih tetap bulat, alisnya yang melengkung,

mata yang bisa membuat tertawa, hidung yang kecil

munggil, sepasang kuping yang besar, dipadukan dengan

mulut yang sepanjang tahun tertawa terus dan tidak dapat

ditutup, tampak tidak tampak seperti hartawan, malah tidak

jauh berbeda seperti Budha Mi Le.

Orang ini usianya delapan-sembilan belas tahun, pakaian

yang dikenakan kelihatannya cukup berkwalitas, tidak

cocok dengan tubuhnya, karena dia tingginya hanya lima

che, jadi baju yang dipakai karena sedikit kepanjangan,

terpaksa lengan baju, celana semuanya digulungnya,

tampak kain lapis bagian dalam yang putih sudah menjadi

kusam. Kakinya mengenakan sepasang sepatu alas tinggi

dari kain katun bertuliskan huruf Fu, benar-benar harus

angkat tangan padanya, dandanan begini setiap orang yang

melihatnya tidak akan tahan untuk tidak tertawa, juga

semua orang akan tahu dia selain bukan hartawan, bajunya

entah mendapat pinjam dari mana, kalau tidak pasti baju itu

dibeli dengan murah ditukang loak dan asal memakainya

saja.

Jika mendengar ceritanya, ketika orang tuanya memberi

dia nama ini, adalah berharap suatu hari nanti dia benarbenar

bisa menjadi seorang hartawan, tidak ada keinginan

lain lagi. Termasuk dia sendiri, empat generasi sebelumnya

tidak pernah di dalam dadanya bisa menyimpan beberapa

liang perak yang bisa dipertahankan tiga sampai lima hari.

Mungkin karena takut miskin! Maka orang tuanya

semenjak dia masih di dalam perut ibunya, nama ini sudah

diberikan. Jika saja yang lahir seorang anak wanita tentu

akan dipanggil Li Duo-yin (Li yang banyak uang), pikiran

mistik ini benar-benar jarang diketemukan.

Sayang sampai sekarang usianya tidak sesuai dengan

pakaiannya, Li Yuan-wai kecuali wajahnya seperti

hartawan, rasanya seorang pelayan hartawan pun tidak

akan tampak seperti dia miskinnya.

0ooo(dw)ooo0

Wang Dai (Wang bodoh), sama usianya delapansembilan

belas tahun.

Namanya Dai, tapi romannya sedikitpun tidak terlihat

idiot, malah sebaliknya, sekali lihat orang akan tahu orang

ini lihainya melebihi orang yang sangat lihai.

Wajahnya sulit dilukiskan, mukanya kurus, matanya

tidak besar tapi bersemangat, dipadu dengan hidung, mulut,

keseluruhannya adalah bentuk orang yang nakal dan

banyak akal.

Dulu, karena orang kampung kurang berpengetahuan,

orang tuanya tidak tahu bagaimana memberi nama untuk

anaknya dan meminta orang memberinya nama, siapa yang

tahu orang yang memberi nama ini, berharap dia tampak

kelihatan bodoh tapi sebenarnya pintar!

Sebuah nama dengan orangnya sering saling berlawanan,

sangat tidak sepandan. Misalnya saja ada orang yang

namanya Wang Ying Jun (Wang Tampan), tapi

tampangnya sedikitpun tidak terlihat bagian mana

tampannya, ada yang namanya Guo Zhang Shou (Guo

Panjang umur), tapi malah sebelum dewasa orangnya sudah

mati. Apakah bisa dikatakan Tuan dilangit sedang nganggur

tidak ada kerjaan, menciptakan manusia untuk

dipermainkan?

Karena sudah terbiasa orang memanggil dia Wang Dai,

jadi dia sudah tidak merasa canggung lagi, di dalam hatinya

malah dia berharap paling bagus orang lain menganggap dia

idiot! Karena dengan menganggap sebagai babi, bisa

memakan macan yang pintar.

Wang Dai dan Li Yuan-wai adalah teman main sejak

masih ingusan, hubungan dua orang pada suatu saat pernah

kental seperti madu ditambah minyak, kentalnya sampai

tidak terpisahkan.

Tapi dalam segala sesuatu keduanya malah saling

berlawanan. Dikatakan berlawanan, tapi lebih pantas

dikatakan serasi, karena saat mereka berdua bertemu,

mereka saling mengalah.

Li Yuan-wai gendut pendek, kotor, uang satu sen pun

tidak punya, mulutnya selalu tertawa.

Wang Dai adalah tinggi kurus, hobi kebersihan,

kantongnya penuh uang, kata-katanya lucu.

Tidak tahu bagaimana jika mereka berdua bersama-sama

sedang menghadapi musuhnya? Yang aneh adalah ketika

mereka sedang tidak bersama, justru saling merindukan satu

dengan yang lainnya.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai pada usia sepuluh tahun telah diterima oleh

ketua perkumpulan pengemis, Raja Pengemis mengambil

murid padanya, juga merupakan murid satu-satunya.

Raja Pengemis tidak memaksa dia masuk menjadi

pengemis, tapi dia satu-satunya Kepala bagian hukum di

dalam Perkumpulan Pengemis.

Ketika menginjak usia tujuh belas tahun Raja Pengemis

sudah tidak punya lagi keahlian yang bisa diajarkan

padanya, yang harus dipelajari dia semua sudah bisa. Dua

tahun ini dia sendirian berkelana di daerah selatan sungai,

dimanapun dia tinggal dia sangat bebas menikmatinya.

Kecuali bajunya tidak ada tambalan, dipinggangnya

tidak ada ikatan, tapi Li Yuan-wai benar-benar seperti

anggota Perkumpulan Pengemis, ayam pengemis, godok

daging anjingnya malah sangat termasyur, sampai-sampai

pejabat tinggi pengawas utusan raja jika kebetulan pulang

ke Yang Zhou, begitu mendengar Li Yuan-wai dipinggir

jembatan Xi Hu mengadakan pesta daging anjing, segera

dia menyamar pergi untuk menikmati pestanya.

Sekarang, dia sedang duduk di atas batu besar yang ada

dipinggir kali, memandang riuh busa gelombang air yang

mengalir, dia sudah duduk beberapa jam lamanya.

Senyum diwajah sudah menghilang, digantikan dengan

tiga bagian kecewa, tujuh bagian gelisah, sikap yang ingin

mati tidak mau hidup ini, membuat orang yang melihat dan

yang mengenal padanya, pasti mulutnya menganga terkejut,

pasti mengira dia sakit karena kekenyangan, atau di sana

sedang melatih silat mengobati sakit.

Dia pernah berkata jika seseorang hidup didunia tapi

tidak bisa makan, itu adalah hal yang paling menyedihkan.

Jika bukan sakit perut kekenyangan, sulit menerka hal apa

lagi yang bisa membuat ekspresi wajahnya begitu sakit.

Di jalan raya Chuan Shan.

Seluruh baju sutranya Wang Dai sudah basah kuyup, dia

sedang memacu kudanya dengan cepat.

Dari Luo Yang melawan arus kali ke Feng Ling Du, lalu

dari Feng Ling Du menganti kuda ke Bao Ji, dalam

perjalanan ini dia telah mengganti kuda Monggol murni

lebih dari dua puluh ekor, siang malam tidak berhenti

melanjutkan perjalanan.

Orang yang tidak tahu, tentu mengira orang ini gila,

berjalan terus menguber waktu, kecuali mau pergi sangseng

tidak terpikirkan lagi alasan yang lebih baik, orang yang

mengenalnya, mengatakan bocah ini biasanya tenang,

didunia ini tidak ada lagi persoalan yang dapat membuat

dia melarikan kuda seperti ini cepatnya, kecuali dia

mendapat penyakit gila mendadak.

Tujuh hari tujuh malam penuh, sampai matanya juga

belum pernah ditutup, wajah yang tadinya kurus, sekarang

tampak lebih kumal, kumalnya sampai menakutkan orang.

Semua ini Wang Dai masih bisa menahannya. Ketika

mengikuti Hakim Setan Ni Da Hai berlatih silat demi

belajar Gui Xi Da Fa (Menahan nafas cara kura-kura)

dalam waktu tujuh kali tujuh empat puluh sembilan hari

penuh dia tidak makan, tidak bergerak, mengubur diri

dalam pasir, akhirnya semua dapat dilewatinya.

Di antara diam dan bergerak, tetap bergerak yang lebih

dapat diterima. Walau seluruh tubuhnya seperti akan

hancur, di dalam otaknya yang dipikirkan hanya satu,

bagaimana bisa secepatnya sampai ke kota Bao Cheng….

kota paling kecil di seluruh negeri.

Orang dulu bilang pak bupati memukul pantat, seluruh

kabupaten terkejut, yang dimaksud adalah tempat ini,

apalagi si cantik Bao Si juga lahirnya di tempat ini. Mmm,

melihat Wang Dai yang begitu gelisah dan terburu-buru,

semua tingkah lakunya seperti hendak merebut pengantin….

jika Bao Si kembali hidup.

0ooo(dw)ooo0

Kabupaten Ping Yang hanya berjarak setengah hari

perjalanan dari Bao Cheng.

Di dalam penjara besar kantor bupati, satu obor cemara

sedang terbakar, satu bayangan ditembok hijau yang begitu

panjangnya, dengan udara berbau busuk, membuat orang

ingin muntah, keadaan menyeramkan, membuat orang

tambah gemetar walau tidak kedinginan.

Dipojok tembok penjara besi, seorang tawanan duduk

bersandar, rambutnya acak-acakan, berpakaian baju

tahanan.

Rantai dikakinya yang berat, terkait satu bola besi besar,

dilehernya ada penjepit papan, sepasang tangannya

diborgol. Samar-samar wajahnya bisa terlihat jelas, alisnya

tebal panjang, hidung lurus, mulut persegi tertutup rapat,

mata hitam putih yang terbagi jelas malah sangat tenang

memandang kesuatu titik.

Orang muda yang begitu tampan, berusia sekitar dua

puluh empat-lima tahun, pembagian wajah yang jelas,

memberi kesan orang ini mudah untuk didekati. Walau

sedang duduk, atau berdiri gampang mengingat orang

seperti ini, kecuali itu tubuhnya agak sedikit kurus tapi

gagah.

Di dalam penjara, hanya ada dia seorang yang tinggal di

sana, sampai satu sipir pun tidak terlihat, yang tersisa hanya

itu dua ekor tikus kecil, sedang memutar empat mata

pencurinya, dengan tidak bersuara meluncur kepiring yang

terisi nasi putih dan buah asin yang belum disentuh, dia

menundukkan kepala dan makan.

Yuan Ling, namanya, berumur dua puluh lima tahun,

orang kantor Ji Nan.

Tinggi: tujuh che dua cun.

Ciri ciri: Tampan tegap, senang berpakaian putih,

dipergelangan tangan kanan ada tahi lalat merah sebesar

sebutir beras.

Tempat lahir: Tidak jelas, bisa bersilat, mahir

menggunakan segala senjata.

Perkara: Demi merebut warisan kakek, pertama meracun

mati keponakan yang berumur empat tahun Yuan Xing,

lalu gagal memperkosa kakak ipar yang bermarga Chao,

lalu ketika akan melakukan kejahatan ditangkap dan

diantarkan ke kantor pemerintah oleh tetangganya, Li Wei

San, He Zhao Liang, marga Dong, Ma Hai Cheng empat

orang. Setelah diperiksa oleh kantor setempat memang

terbukti, tiga kali persidangan dia mengaku semuanya, tidak

menyangkal kejahatannya.

Vonis: Dipenggal.

Tempat eksekusi: Kabupaten Ping Yang.

Pejabat algojo: Song Shi Ting.

Ini adalah catatan yang dikirimkan ke kabupaten Ping

Yang dari kantor Kai Ping, dipapan pengumuman di depan

kantor keamanan kabupaten sudah ditempel keputusannya,

kertasnya sudah tidak utuh ada yang robek. Dikejauhan

terdengar suara nyanyian entah dari rumah siapa?

“Bulan di Zhong Qiu terang Ye,

Bersih menggantung dilangit Na,

Sedikit kemarahan dan kesedihan timbul Ya,

Hanya karena tidak ada orang yang menemani,

….

Kamar kosong masih ditunggu sendirian Wa,

Takut melihat hari bagus bulan terang.”

0ooo(dw)ooo0

Bulan enam tanggal tujuh belas, negatif.

Li Yuan-wai, dari hari baru terang sampai tengah

malam, duduk menunggu tidak bergerak di rumah kecil

Diao Yu, wajahnya yang bulat seperti bulan purnama

dilangit, benar-benar mirip, hanya wajahnya tampak pahit,

wajah bulan sedih.

Mendadak….

Derap telapak kuda dari jauh terdengar, begitu terburuburu,

memukul perasaan orang.

Tertawalah Li Yuan-wai sambil bergumam, “Xiao Dai,

kau anak kura-kura akhirnya tiba juga, bagus, benar itu

adalah kau. Jika tidak, perduli siapa dia, aku akan

melemparkan ke dalam kali yang telah aku pandang

seharian, ikan mas kembang-kembang itu baru saja muncul

kepermukaan air melihat aku!”

Dia meloncat turun dari kuda, kudanya sudah lelah,

orangnya juga lebih kelelahan.

Sepasang matanya cekung ke dalam, tapi tetap bersinar,

Wang Dai melotot lama sepatah pun tidak berkata pada Li

Yuan-wai.

Sahabat sehidup semati kadang kala seperti sepasang

suami istri tua yang hidup bersatu seumur hidup, mereka

tidak perlu berkata-kata, sudah bisa mengerti perasaan

masing-masing.

Dari sorot matanya, dari ekspresi wajahnya, Li Yuan-wai

sudah dapat membaca apa yang ingin dia tanyakan, apa

yang dia ingin katakan, perlahan dia menganggukkan

kepala, tawanya menghilang lagi.

Li Yuan-wai sudah terbiasa melihat tawa yang memberi

keberuntungan dari langit, Wang Dai benar-benar tidak

pernah terpikir ketika dia tidak tertawa, wajahnya begitu

buruk. Dia tertawa, karena dapat melihat Li Yuan-wai tidak

tertawa, bagi Wang Dai justru ini ada suatu kepuasan….

seperti…. main Majiang, ‘di dasar laut meraih bulan kartu

tunggal’ mengambil sendiri kartu terakhir yang putih bersih

dan licin, itulah perasaannya.

“Buk.”

“Aduh.”

Suara yang pertama adalah suara tinju memukul perut

Wang Dai, suara kedua adalah suara dari mulut Wang Dai

yang kesakitan.

Dia menekan perutnya, melihat pada kawannya, Wang

Dai tidak berani lagi tertawa, karena dia tahu jika masih

tertawa, tinju berikutnya pasti akan mendarat dihidungnya.

Hidungnya akan bengkok, seluruh wajahnya pasti akan

membuat orang merasa lucu, walau mau pura-pura idiot,

juga tidak perlu mengorbankan perut sendiri, manusia juga

cuma punya satu hidung.

0ooo(dw)ooo0

Xu Jia-rong, perempuan, dua puluh lima tahun, putri

Setan Asmara.

Wajahnya seperti dewi, postur tubuhnya seperti setan ini

adalah kata kata yang paling bagus untuk melukiskan

dirinya.

Sekarang seluruh tubuhnya memakai baju putih, sedang

berdiri di atas tumpukan tanah kecil yang bisa memandang

sekitarnya, di bawahnya adalah jalan raya Chuan San….

seperti naga malas terbaring di sana.

Tidak tahu dia sudah datang berapa lama, juga tidak

tahu dia mau berdiri di sana berapa lama lagi.

Seperti sebuah patung, sebuah patung ukiran giok Guan

Yin. Jika bukan karena angin gunung meniup bajunya

sampai bersuara keras, dan rambut panjangnya melambai

lambai, siapapun tidak akan berpikir, itu manusia hidup

yang berdiri di sana.

Matanya sedikitpun tidak ada perasaan, dengan wajah

yang kaku tiba-tiba berjalan turun dari tumpukan tanah itu,

tubuhnya berjalan hanya karena dia mendengar suara derap

kaki kuda yang cepat dan kerap datang dari ujung jalan

sana.

0ooo(dw)ooo0

Memandang pada gadis berbaju putih yang menghadang

di jalan, Xiao Dai tidak mengerti.

Dia duduk di atas kuda, suaranya terdengar sedikit

terkejut.

“Kau sedang menunggu aku?”

“Benar, walau kau terlambat, tapi akhirnya datang juga.”

Suaranya begitu merdu, tapi begitu dingin. Seperti teh

rumput hijau yang sehari semalam telah didinginkan

dengan semangkok es, dingin sampai ke dalam hati, dan

juga sedikit pahit.

“Kau kenal aku?”

“Xiao Dai kah?”

Tidak salah, “Tangan Cepat Xiao Dai”, di dunia

persilatan orang yang pernah mendengar nama Wang Dai

tidak sedikit, tapi yang kenal tidak banyak. Kecuali

temannya, pasti musuh, kalau teman dirinya pasti kenal,

dan kalau musuh, semuanya tentu telah terbaring di dalam

peti mati.

“Aku tidak kenal denganmu, makanya kau tentu bukan

temanku, jika kau bukan temanku, tentu musuhku,

ditambah sepertinya kau sengaja menunggu aku di sini,

kalau begitu coba katakan apa alasannya menunggu aku.”

“Aku akan membunuhmu.”

“Aku tahu, tapi tentu ada alasannya.”

“Alasannya karena kau buru-buru datang, maka itulah

alasan aku ingin membunuhmu.”

Ini adalah kata-kata yang tidak berguna, tapi bagi telinga

Xiao Dai ini bukan kata-kata yang tidak berguna, bukan

saja kata-katanya berarti sekali, malah kata-kata yang

menakutkan orang. Karena alasan Wang Dai terburu-buru

boleh dikatakan tidak ada orang yang tahu, sewaktu

menerima surat yang dikirim merpati pos dari Li Yuan-wai,

dirinya tidak pernah menunda-nunda waktu, sampaisampai

suratpun belum habis dibaca, dia sudah keluar dari

rumah.

Siapa yang membocorkan beritanya? Dan siapa yang

tahu keberadaan dirinya?

Li Yuan-wai? Tidak mungkin, dia sedang gelisah seperti

semut di atas kuali panas, takut dirinya tidak keburu

datang.

Masalah ini kecuali Li Yuan-wai hanya dirinya yang

tahu, mengapa bisa ada orang ketiga yang tahu?

Hati “Tangan Cepat Xiao Dai” terkejut, dia tidak mau

bertarung jika tidak ada sebab yang pasti, itu juga sebabnya

dia bisa hidup sampai sekarang, ilmu silat sebagus apapun

sekali waktu akan terpeleset, terhadap musuh biasanya dia

menyelidiki dulu seluk beluk musuhnya, baru dia mencoba

mengalahkan musuhnya, makanya pada setiap musuhnya

dia selalu dengan sekuat tenaga menyelidiknya, mencari

tahu dengan segala cara. Dia bukan saja ingin tahu ilmu

silat dan aliran musuhnya, kebiasaan dalam kehidupan,

sampai-sampai cara berjalan sehari-hari, langkahnya

seberapa besar dia juga harus tahu, karena dengan demikian

dia dapat menghitung saat pertarungan hidup mati,

musuhnya bisa meloncat paling besar berapa jauh, supaya

dirinya bisa mendahului lawan menunggu di sana untuk

memberi satu pukulan yang mematikan.

Terhadap orang yang tidak tahu riwayatnya, yang

sampai namanya pun tidak tahu dia merasakan tidak

nyaman, dia membayangkan lawannya, selangkah demi

selangkah memaksa dirinya mundur kebibir jurang, jika dia

sampai jatuh ke jurang pasti tulang dan mayatnyapun tidak

akan tersisa.

“Boleh aku tahu namamu?” dia mencoba bertanya.

“Tidak bisa.”

“Kau sudah tahu namaku, kenapa tidak biarkan akupun

tahu namamu? Bukankah ini sedikit tidak adil?”

“Aku tahu dirimu karena aku mau membunuhmu, kau

menanyakan namaku, tentu mau menyelidiki dulu siapa

lawanmu. Aku tidak akan memberi tahu namaku, karena

aku tidak yakin dapat membunuhmu.”

Wanita ini begitu terus terang.

Tapi juga telah terkena tipu.

Kalau orang terlalu banyak berkata pasti salah satu katakatanya

akan salah. Tujuan Xiao Dai telah tercapai, karena

paling sedikit dia tahu satu hal, wanita ini sudah tidak yakin

dapat membunuh dirinya.

Tertawa bisa dibagi banyak macam, tidak diragukan lagi,

jika menemukan musuh yang memperlihatkan semacam

tawa yang percaya diri, kita harus waspada. Biasanya

tertawa menandakan mempunyai banyak kesempatan

untuk menang.

Tertawa bisa mengalahkan lawan, percaya tidak?

Melihat Xiao Dai tertawa dan begitu percaya diri, wanita

itu mengeluh, “Kau bukan saja seorang teman baik, juga

seorang musuh yang menakutkan, orang di dunia persilatan

juga mengatakannya demikian. Aku telah mencobanya, dan

aku tidak yakin bisa membunuhmu, mungkin di kemudian

hari aku akan mencoba menjadi temanmu.”

“Teman kadang-kadang jauh lebih menakutkan dari pada

musuh, karena musuh ada di tempat terang, teman sulit

diduga, kau sangat pintar, jika kau tetap ingin

membunuhku, jadilah temanku supaya lebih mudah

berhasil, aku berharap kau punya syarat untuk menjadi

temanku.”

“Kita masih akan bertemu lagi, sampai pada waktu itu

kau akan tahu namaku, bukan karena aku sengaja ingin

misterius, tapi kita sekarang tidak perlu saling memberitahu

nama dulu, dan lagi, aku sangat mungkin masih akan

meneruskan niatku, mencari kesempatan membunuhmu.”

“Apa aku sudah boleh pergi?”

“Tentu saja boleh, sekarang yang dapat aku lakukan juga

cuma melepaskanmu.”

“Tangan Cepat Xiao Dai” menunggang lagi kuda

Monggolnya yang telah dia ganti untuk kedua puluh lima

kalinya, pergi menjauh.

Xu Jia-rong melihat, dalam sekejap bayangannya tinggal

satu titik diujung jalan, mendadak dia menjejakkan kakinya

dengan marah berkata, “Xiao Dai yang Pintar.”

Sekarang terpikir olehnya, bahwa Tangan Cepat Xiao

Dai sebenarnya bukan lawannya. Seseorang yang

menunggang kuda berlari sepuluh hari lebih, tidak pernah

menutup mata, walau terbuat dari besi, mungkin juga sudah

seperti besi yang berkarat dan akan hancur.

Tapi kenapa dia masih bisa tertawa? Apa dia benar

begitu percaya diri?

Orang yang tertipu, biasanya hanya ada dua reaksi.

Satu macam adalah mencaci maki, memarahi lawan atau

diri sendiri, tapi orang macam ini lain kali masih ada

kemungkinan tertipu lagi.

Satu macam yang lain adalah menganalisa penyebab

mengapa dirinya tertipu, mencari alasan mengapa dirinya

tertipu, dan orang macam ini seumur hidupnya tidak akan

tertipu untuk kedua kalinya.

Xu Jia-rong adalah orang macam kedua, makanya dia

seperti angin mengejar terus. Supaya tahu apa benar dirinya

ditipu, bagaimanapun teman atau musuh, tetap yang

menentukan adalah dirinya sendiri, dia masih tetap

berharap menjadi musuhnya. Musuh setelah dibunuh

selamanya tidak akan bisa menjadi teman, tapi teman

menjadi musuh hanya ada dalam sekilas pikiran.

Dari teman kemudian menjadi musuh adalah yang

paling menakutkan, karena seorang teman akan mengenal

dirimu, sampai ketoilet dan memakai berapa lembar tisue,

dia bisa tahu.

Xiao Dai, bukan saja bisa tahu keadaan seseorang lebih

dari dia mengenal dirinya, ini adalah kepintarannya. Dia

telah menduga wanita berbaju putih itu setelah otaknya

berputar, pasti akan mengejarnya.

Tapi dia sudah tidak ada waktu untuk melayani lagi,

kecuali menghela kuda lebih cepat, dia sudah tidak mau

memikirkan wanita itu lagi. Sepasang kaki manusia jika

ingin bertanding dengan empat kaki kuda, pasti tidak akan

bisa menandinginya, apa lagi jika kuda telah lelah, bisa

diganti dengan kuda lain, orang jika sepasang kakinya

sudah lelah, tentu saja kakinya tidak bisa diganti kaki lain,

dia hanya bisa berhenti untuk istirahat. Keadaan ini semua

orang juga tahu, Xiao Dai sendiri mana mungkin tidak

tahu? Jika sampai ini dia tidak tahu, maka dia benar-benar

menjadi Wang Dai (Wang Idiot), bukan saja idiot tapi

sangat idiot, sangat idiot sekali.

Makanya dia tidak takut diikuti, hasil dari mengikutinya,

pasti adalah tidak berhasil.

0ooo(dw)ooo0

“Polisi Setan” Tie Cheng Gong, empat puluh tahun lebih

umurnya, tapi tuanya seperti orang tua enam puluh

tahunan. Sepanjang tahun otaknya berputar, tenaganya juga

bekerja, lari ketimur kejar ke barat, semua demi mengejar

dan menangkap para penjahat yang melanggar hukum, dia

banyak diterpa angin, dijemur matahari, semua membuat

dia sulit tidur nyenyak, tentu saja dia menjadi cepat tua?

Ilmu silatnya adalah “Cakar Elang Tenaga Besar”

keahliannya membuat dia menjadi ternama, berapa banyak

penjahat besar ketika melawan ditangkapnya, mati di

bawah telapak tangannya, tentu saja semua keahliannya

harus dipadukan dengan ketajaman matanya dalam hal

menyelidik, daya ingatan, daya berpikirnya, melihat

kepalanya yang telah botak, tidak salah lagi, kebanyakan

waktunya, dihabiskan dengan menggunakan otaknya.

Kalau bukan bagaimana bisa disebut “Polisi Setan”? sampai

setan yang melanggar hukum, dia juga mampu menangkap

dan mengadilinya!

Dia dengan Yuan Ershao (Tuan muda nomor dua Yan)

bisa dikatakan sahabat kentalnya.

Suatu kali dia pernah menyelidik satu perkara, dia

dihadang oleh enam penjahat yang paling sadis, enam

penjahat itu bersama-sama menyerangnya di jalan Jiang

Yin. Enam orang penjahat berniat membunuhnya di tempat

itu, sebenarnya dia tidak akan lolos dari jebakan yang telah

disiapkan sebelumnya, ketika dia sudah putus asa, Yuan

Ershao tepat waktunya datang menolong, bukan saja

menarik dia kembali dari pintu neraka, sekaligus

menangkap hidup-hidup sepasang penjahat, membunuh

dua pasang lainnya. Sejak saat itu, dua orang ini menjadi

teman, teman sehidup semati.

Teman ada banyak macamnya, tidak diragukan lagi

teman yang pernah menyelamatkan nyawanya adalah

teman yang paling tidak mungkin berubah sifatnya.

Ketika dia melihat surat vonis yang dikirim ke kantor

pusat dua provinsi Hu, dia mengetahui Yuan Ershao

dijatuhi hukuman dipenggal kepala, dia benar-benar sangat

terkejut, dia segera minta cuti tiga bulan, langsung

berangkat tidak berhenti menuju ke kota Ping Yang.

0ooo(dw)ooo0

Hubungan antara manusia semakin hari semakin

bertambah, perasaannya persis seperti sebotol arak bagus,

jika disimpan makin lama, akan semakin keras dan semakin

wangi.

Arak disimpan lama, jika tutupnya tidak ditutup dengan

rapat, tentu akan menguap habis.

Tapi perasaan orang juga bisa berubah, dengan

berlalunya waktu, jarak juga bisa mempengaruhinya.

Apa Polisi Setan Tie Cheng Gong akan menjadi orang

yang menutup cocok botol itu dengan rapat?

0ooo(dw)ooo0

Di dalam penjara besar.

Tie Cheng Gong membawa setumpuk besar arsip, dia

sedang jongkok di atas batang padi yang berjamur,

wajahnya pun berjamur seperti tembok yang rusak terkupas.

Yuan Ershao——Yuan Ling sepatahpun tidak keluar,

tetap memandang kosong dengan mata yang jernih.

“Ershao, kenapa kau begini terus, satu katapun tidak kau

ucapkan? Sebagai laki-laki mati harus seperti seorang

jantan, apa kau ingin mati dengan cara seperti ini?”

Jika seseorang sudah ingin mati, orang lain tentu saja

tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

“Aku hanya mohon padamu, mohon beritahu aku

kejadian yang sebenarnya, di sini ada aku, apa kau masih

tidak percaya, aku mampu untuk membereskannya?”

Tapi dia lupa lawannya juga mampu.

Tie Cheng Gong merasa gelisah sampai dia menarik

kuat-kuat rambutnya sendiri, rambut yang tinggal sedikit

itu.

Tie Cheng Gong bangkit berdiri, memandang pada

wajah yang tampan itu, dia sungguh tidak mengerti teman

lamanya kenapa berbuat begini, kedua orang itu masingmasing

tahu peristiwa ini adalah peristiwa yang bohong

besar dan lucu.

“Kalau kau tidak mau mengatakannya, aku sendiri akan

menyelidiknya, aku pergi.”

Mendengar Tie mau pergi, Yuan Ershao baru

membalikkan kepala, di dalam matanya terkilas rasa terima

kasih.

“Jangan putus asa, Lao Tie, jebakan ini terlalu sempurna,

sempurnanya sampai aku sendiri juga percaya masalah ini

aku sendiri yang melakukannya. Walau kau bisa menyelidik

sampai jelas, orang lain mana mau percaya?”

0ooo(dw)ooo0

Naga Giok Yuan Ling, adalah panggilan orang-orang di

dunia persilatan, teman dekatnya semua dengan hormat

memanggilnya Yuan Ershao. Yang dimaksud Tuan muda

kedua, tentu dia adalah anak nomor dua, di atasnya pasti

ada satu kakak. Mengenai cerita dirinya adalah begini:

‘Usia enam belas tahun dia pergi keluar rumah, dia

menghancurkan tiga puluh enam gerombolan penjahat

gunung Da Bie.

Usia tujuh belas tahun, dia membunuh penjahat yang

sudah merajalela diselatan sungai selama dua puluh tahun

lebih, penjahat yang suka memakan hati anak kecil yang

namanya Ku Dao Ren, dibunuhnya digunung Jiu You.

Usia delapan belas tahun, ketua iblis dunia persilatan

Tangis Tawa Dua Dewa, dipotong sebelah tangannya, dan

juga disuruh bersumpah selamanya tidak melangkah keluar

dari lembah Hei Feng.

Usia sembilan belas tahun, sendirian naik kegunung

Qing Cheng, bertarung dan dikeroyok Empat anggota Qing

Cheng, hasilnya tidak tahu, tapi julukan Naga Giok

semakin hari semakin terkenal, Empat anggota Qing Cheng

setelah kejadian itu, sudah tidak tampak pernah

meninggalkan gunung Qing Cheng.

Usia dua puluh tahun, menangkap hidup-hidup dua

orang di antara Enam Iblis Selatan Sungai, empat orang

lainnya satu persatu terbunuh di jalan raya Jiang Yin.

Usia dua puluh tiga tahun, bertarung dengan ketua Wu

Dang dipuncak Cui Hua, setelah lima hari empat malam,

ketua Wu Dang Xian Yun Dao Zhang memerintahkan

semua murid Wu Dang generasi kedua ke bawah tidak

terkecuali murid Dao, murid biasa, sejak hari itu jika

bertemu dengan Naga Giok Yuan Ling harus memberi

hormat seperti murid terhadap guru.

Usia dua puluh empat tahun, ketua Shao-lin menyambut

sendiri kedatangannya di depan jalan gunung Song Shan, di

belakang gunung Shao Shi Ming Yue Tai, mereka

menyeduh teh sambil berbincang bincang, berdiskusi

tentang keadaan dunia persilatan.

0ooo(dw)ooo0

Perumahan Hui Yan hartanya banyak, perumahannya

besar, di selatan kabupaten Ping Yang. Perumahan ini

ternama dengan adanya kedua tuan muda Yuan, tuan muda

besar Yuan Di, tuan muda kedua Yuan Ling.

Sekarang pintu yang besar itu sudah ditutup hampir satu

tahun, orang luar semuanya tidak tahu apa penyebabnya.

Orang ternama di dunia persilatan yang datang berkunjung

semuanya ditolak diluar oleh penjaga pintu, dan

mengatakan tuan muda besar dan tuan muda kedua sedang

ada urusan keluar, tanggal pulangnya belum ada kepastian.

Tapi berita yang keluar dari para pelayan adalah

begini….

Pada tahun lalu, tuan muda besar keluar mengunjungi

temannya, lewat tiga hari mayatnya diantar kembali oleh

orang, mayatnya tidak ada kepala, kusir gerobak kuda

mengatakan dia dititipkan mayat itu oleh seorang wanita

muda yang cantik.

Tuan muda kedua sangat sedih, dia segera keluar

mencari pembunuhnya, setelah lewat tiga bulan, dia baru

pulang ke rumah tapi sedikit pun tidak menemukan jejak

musuhnya. Sejak saat itu nyonya tuan muda besar

membawa putranya meninggalkan perumahan dan tinggal

dikabupaten Ping Yang, dia menyatakan sehari tidak

menemukan pembunuhnya maka sehari dia tidak akan

pulang ke perumahan Hui Yan.

Ershao tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga pindah keluar

dan tinggal bersama mereka, supaya mudah mengawasi

kakak ipar dan keponakannya yang masih kecil. Para

pelayan semuanya tidak dibawanya, makanya perumahan

yang begitu besar, yang tinggal hanya pengurus rumah

dengan para pelayan yang merawatnya.

Siapa tahu baru-baru ini tersebar berita, Ershao meracuni

keponakannya, ditambah dengan ancaman golok memaksa

ingin memperkosa nyonya tuan muda besar, tapi tidak

berhasil, dia ditangkap oleh para tetangga dan dibawa ke

kantor pemerintah, dalam tiga kali sidang, dia telah di

jatuhi hukuman, lewat musim gugur dia akan dipenggal

kepalanya. Membuat para pelayan perumahan benar-benar

tidak dapat menduga apa yang terjadi.

Pengurus rumah Qian Lao Die adalah segenerasi dengan

ayah dua tuan muda, saat tuan dan nyonya masih hidup,

dia sudah menjabat pengurus rumah sampai sekarang, tapi

beberapa kali dia menengok kepenjara, Ershao selalu tidak

mau mengatakan bagaimana kejadiannya, sampai terakhir

kali karena ditekan terus, sekalian saja dia menolak

menemui siapapun.

Kelihatannya perumahan ini akan hancur, siapapun

tidak mempunyai akal.

Inilah gambaran semua kejadiannya.

Yang didapat dari hasil penyelidikan Polisi Setan Tie

Cheng Gong juga sama demikian.

0ooo(dw)ooo0

“Hartawan Li, aku sedetikpun tidak berani menunda

perjalanan, akhirnya sampai juga, terlambatnya juga hanya

beberapa jam, walau kau ingin memukul aku, juga tidak

perlu memukul perutku! Itu adalah tempat untuk menaruh

nasi dan sayur. Kasihani aku sudah sepuluh hari lebih tidak

makan nasi dengan baik, dan lagi celana ku sudah robekrobek,

cobalah pandang aku, dengan pantat telanjang aku

menunggang kuda, maafkanlah keterlambatan ku!” dengan

menahan diri, wajah Wang Dai tertawa berkata pada Li

Yuan-wai.

“Aku memukulmu disebabkan oleh tawamu yang

menyebalkan itu.” Li Yuan-wai berkata dengan wajah tidak

berperasaan.

“Jadi, tertawa juga salah? Kalau begitu bukankah kau ini

Budha Mi Le sudah dipukul orang menjadi tuan tujuh tuan

delapan yang disembah dikuil?”

“Sudahlah, Xiao Dai, sebab aku menyuruhmu datang,

dalam surat sudah memberitahumu, sekarang tinggal lima

hari dari hari eksekusi, menurutmu persoalan ini harus

bagaimana? Walau bagaimanapun kau harus mengambil

keputusan.”

Mengingat masalah ini, Xiao Dai bukan saja tidak bisa

tertawa, malah sebaliknya ada perasaan ingin menangis.

“Kau pernah bertemu Ershao belum?”

“Di dalam penjara besar tidak seperti kau melihat-lihat

kebun bunga, mana bisa kita sembarangan masuk, aku telah

titip orang menanyakan, menurut sipir, Ershao tidak mau

bertemu dengan siapapun, setiap hari dia bengong di dalam

penjara.”

“Apa artinya ini?”

“Kau tanya aku, aku harus tanya siapa? Biar

bagaimanapun, perbuatan ini dia tidak mungkin

melakukannya, jika bukan dia yang melakukannya, kenapa

dia malah mengakuinya?” Li Yuan-wai berkata.

“Masih ada lima hari, sekarang aku sudah datang biar

aku yang menyelidiknya, jika waktunya tidak keburu,

paling banyak menculik di tempat eksekusi.”

“Omong kosong, jika bisa melakukan itu, untuk apa aku

mencarimu? Kau yang makan daging, apa aku harus makan

sayuran? Dengan melakukan ini apa Ershao apa bisa

menerima? Jika dia mau, dari semula siapa yang bisa

menahan dia?”

Dua orang itu jadi terdiam. Lewat beberapa saat….

“Yuan-wai, masalah ini apa di dunia persilatan banyak

orang yang tahu?”

“Masih belum banyak orang yang tahu, karena ini hanya

perkara biasa, walaupun namanya sama, teman-teman

dikalangan sama sekali tidak akan mengira itu adalah

Ershao.”

“Dia melakukan ini apa dasarnya? Apa benar demi harta

warisan? Tidak mungkin, dari analisa perbuatannya, jika

tidak mau mengutarakan, sepertinya mau mengorbankan

diri….” Yuan-wai bergumam.

“Betul, kita cari dari mulai tujuannya, pertama kita pikir

jika dia sudah mati, siapa yang mendapatkan keuntungan,

jika dia telah mati, siapa yang paling gembira? Jika dia telah

mati, menandakan arti apa? Dan juga memberi jalan pada

siapa?”

Xiao Dai adalah orang paling pintar, sepertinya dia telah

memegang pokok masalah.

Mendadak….

Xiao Dai teringat sesuatu.

“Yuan-wai, kau menggunakan merpati pos menyuruh

aku datang kesini, masalah ini apakah ada orang lain yang

tahu?”

“Seharusnya tidak ada orang yang tahu, apa ada yang

tidak benar?”

“Tidak apa-apa, aku hanya sekedar bertanya, jika tidak

ada orang yang tahu terhadap kita, bisa dibilang

mengerjakannya akan lebih mudah, aku selalu merasa

masalah ini tidak sederhana, mungkin aku dan kau juga

akan terlibat.”

Setiap orang punya rahasia, dia tidak mengatakannya,

tentu dia punya alasan untuk tidak mengatakanya, hanya

tidak tahu kenapa Xiao Dai tidak mengatakan pada Yuanwai,

diperjalanan dia telah dihadang oleh seorang wanita

berbaju putih, dan jelas wanita berbaju putih itu tahu jejak

Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0

Kabupaten Ping Yang di jalan kecil utara dalam satu hari

telah mati empat orang, tiga pria satu wanita.

Laboratorium yang mengotopsi mayat tidak dapat

menemukan penyebab kematian, terpaksa mengisinya

dengan mati mendadak.

Semua tetangga tidak ada yang percaya, empat orang

yang sehat walafiat, mana bisa dalam keadaan tidak ada

gejala sedikitpun, mendadak dalam satu malam mati

semua?

Polisi Setan Tie Cheng Gong lebih-lebih tidak percaya

dengan empat orang ini, karena empat orang ini adalah

saksi mata dalam perkara Ershao, kebetulan juga tidak akan

begini kebetulan.

Wang Dai juga sudah sampai di kabupaten Ping Yang,

tapi dia percaya, percaya empat orang ini pasti akan mati,

hanya tidak terpikir mereka matinya begitu cepat.

Li Yuan-wai adalah orang pertama yang menemukan

empat orang mati ini, karena ketika dia menemukan empat

orang yang dia cari sudah mati tiga orang, buru-buru dia

datang kepada orang keempat…. rumah Ma Hai Cheng,

waktunya padajam sembilan malam.

“Ayahku pergi ketempat judi Fu Ling di jalan depan.”

Seorang anak setengah besar mengatakan.

0ooo(dw)ooo0

Perjudian Fu Ling di jalan depan seperti juga perjudian

didunia adalah sama, di dalamnya penuh dengan asap, bau

kosmetik, bau keringat, ditambah teriakan, suara makian

dan tawa gembira. Hanya saja rumah perjudian ini lebih

besar sedikit, ada lima enam meja, semuanya penuh dengan

orang…. pria dan wanita, yang muda dan yang tua, sampai

sampai anak setengah besar tapi tidak kecil juga ada di

dalam sedang menonton keramaian.

Ada Pai Jiu, Da Xiao, Ya Bao.

Ekspresi wajah dikepala orang boleh dikatakan

semuanya bisa terlihat di sini, serakah, penipuan, egois,

menyesal, sedih, tentu saja masih ada gembira, bangga, dan

semangat.

Hampir sejak ada yang namanya manusia, judi sudah

ada, lempar batu bertaruh makanan, adu tenaga, bertaruh

wanita.

Setelah menciptakan uang, uanglah yang paling bagus

dipertaruhkan.

Tapi pertaruhan yang paling besar adalah pertaruhan

nyawa orang.

0ooo(dw)ooo0

Tidak dapat dimengerti kenapa Ma Hai Cheng bisa

punya begitu banyak uang perak, Li Yuan-wai berdiri

disisinya sesudah melihat beberapa saat, telah melihat dia

kalah sepuluh lembar lebih cek bernilai lima puluh liang

perak.

Di depan muka umum dan ruangan besar, dia tidak

berani memakai kekerasan, kelihatannya dia harus

menunggu lagi! Di dalam hatinya sudah memaki-maki

delapan belas generasi nenek moyang Ma Hai Cheng.

Disaat Li Yuan-wai mencari akal bagaimana membawa

Ma Hai Cheng keluar dan dengan mengompresnya.

Tampak sebuah sinar putih berkilat….

Ma Hai Cheng membelalakkan mata, jatuh di depan

mejanya.

Seketika itu juga terjadi kekacauan di dalam ruang

perjudian.

Li Yuan-wai, dengan cepat membalikkan kepala, terlihat

begitu banyak orang, ada laki-laki ada perempuan, sama

sekali tidak dapat membedakan siapa yang melempar

senjata gelap itu, dan juga senjata gelap yang bagaimana?

Kenapa sampai sedikit suara membelah angin pun tidak

ada?

Ma Hai Cheng mati begitu saja, mati di depan mata Li

Yuan-wai. Orang di dalam perjudian sudah bubar, siapa

pun takut terlibat.

Tentu saja Li Yuan-wai mengikuti orang-orang, keluar

dari Perjudian Fu Ling. Hanya tidak ada seorangpun yang

melihat dia dengan cepat mencabut sebuah jarum yang

sangat besar dari belakang kepala Ma Hai Cheng.

Hanya karena Ma Hai Cheng kepalanya botak, walau

hanya sebesar kacang wijen darah yang merembes keluar,

juga tidak bisa lolos dari tajamnya mata Li Yuan-wai.

Dia sudah kembali ke jalan kecil utara.

Sebuah jalan jika dalam satu malam telah mati tiga

orang, suara tangisnya bisa menggema keseluruh kota, tidak

bisa dibayangkan nanti jika ditambah satu lagi, keadaannya

akan bagaimana.

Orang mati biasanya ditaruh di dalam rumah, anggota

keluarga menangis diruang duka.

Persis seperti yang diduga Li Yuan-wai, dia juga dengan

lancar membuka genteng masuk ke dalam rumah. Persis

seperti yang diduga Li Yuan-wai, di tangannya sekarang

telah bertambah tiga batang jarum bordil.

0ooo(dw)ooo0

Tidak aneh jika laboratorium tidak dapat menemukan

sebab kematiannya, bukan saja empat orang ini luka

mematikannya ada di dalam rambut di belakang kepala,

juga senjata yang mematikannya sudah diambil oleh Li

Yuan-wai.

Juga sudah dalam dugaan Wang Dai yang pintarnya

sampai keluar minyak, juga orang yang ternama di seluruh

dunia Polisi Setan Tie Cheng Gong dua orang semuanya

tidak mendapatkan penyebab kematiannya.

0ooo(dw)ooo0

Cara membunuh orang ada lebih dari ratusan, bisa

memikirkan dengan cara mematikan yang tanda-tandanya

sulit diketahui orang, orang ini pasti sangat pintar, orang

yang sangat menakutkan.

Jarum bordil tidak menakutkan orang, tapi jika seluruh

jarum telah masuk ke dalam belakang kepala tentu bisa

mematikan seketika, jadi akan ketahuan jarum bordil bukan

hanya untuk membordil saja, tapi juga berguna sebagai

semacam senjata gelap yang mematikan.

Li Yuan-wai dengan teliti membungkus dan

menyembunyikan empat jarum itu.

Ketika bertemu dengan Xiao Dai, tidak tahu sebab apa

dia tidak mau memberitahu bahwa dia telah menemukan

senjata yang membunuh empat orang itu, sampai berpurapura

seperti baru saja mendengar beritanya, dan siap

berangkat untuk melihatnya.

Xiao Dai terus berkata bahwa pembunuh yang

bersembunyi ini sangat menakutkan, juga sudah

memberitahu Li Yuan-wai dan Polisi Setan Tie Cheng

Gong yang datang karena masalah Ershao, dia telah

berjanji dengannya pada waktu dan tempat akan bertemu

mereka.

Dua orang ini bukankah sahabatnya yang paling baik?

Kenapa dua orang ini masing-masing menyimpan rahasia?

Dan semua rahasia ini sebenarnya adalah rahasia yang

tidak perlu disembunyikan.

Jika hubungan teman sudah sampai tingkat demikian,

apakah tidak menjadi mengecewakan? Tapi kelakuan

mereka berdua sedikitpun tidak terlihat ada jurang pemisah,

atau ada timbul perasaan tidak senang.

0ooo(dw)ooo0

BAB 2

Kakak dan adik sama-sama baik.

Beberapa tahun lalu. Disatu senja hari.

Disatu kota kecil biasa, di jalan raya depan kota kecil

dipinggir sebuah kebun bambu.

Dua anak kecil yang baru berusia delapan-sembilan

tahun sedang berkelahi.

Yang satu sedikit gemuk, yang satu lagi tinggi kurus.

Keduanya berkelahi sampai lupa diri….

Seorang tua dengan sepasang tangan yang mantap

dengan kuat memisahkan mereka berdua, setelah

menanyakan alasan mereka berdua berkelahi, dijawab

bahwa alasannya hanya karena saling mengejek nama,

orang tua itupun tertawa.

Dengan satu tangan menuntun satu orang mereka duduk

di bawah. Orang tua itu mengutarakan kata-kata yang

masuk akal! Sehingga kedua anak itu menjadi malu dan

menundukkan kepala. Setelah melihat kedua anak saling

memeluk dan juga bersumpah selanjutnya tidak akan

berkelahi lagi, baru orang tua itu sambil tertawa, pergi

meninggalkan mereka.

Itulah cerita tentang Wang Dai, Li Yuan-wai dengan

Yuan Ling bertiga.

Di belakang hari, dua orang anak itu tumbuh besar dan

masing-masing mendapat seorang guru hebat, saat bertemu

lagi didunia persilatan, Yuan Ling sudah dipanggil orang

dengan hormat sebagai Yuan Ershao.

Kebetulan sekali dalam satu pertemuan Wang Dai dan

Li Yuan-wai bertemu dengan Yuan Ling, saat itu Yuan

Ling sudah tidak mengenal mereka lagi, tapi Wang Dai dan

Li Yuan-wai masih mengenalnya.

Setelah itu mereka bertiga menjadi sahabat lagi, sahabat

yang sungguh-sungguh, sahabat yang tidak mempersoalkan

untung rugi.

Walau Wang Dai di kemudian hari memperoleh julukan

Tangan Cepat Xiao Dai, Li Yuan-wai juga telah menjabat

sebagai Pengawas bagian hukum Gai-bang, tapi kecuali

famili terdekat, orang luar tidak tahu bagaimana

persahabatan di antara mereka bertiga.

0ooo(dw)ooo0

Setelah habis mendengar ceritanya, Polisi Setan Tie

Cheng Gong baru tahu bahwa Xiao Dai dan Li Yuan-wai

sama dengan dirinya, semua adalah temannya Yuan

Ershao, karena masalah Yuan Ershao mereka sekarang

datang.

Kepandaian dan ilmu silat ketiga orang ini semuanya

nomor satu didunia persilatan, tapi terhadap masalah

Ershao mereka tidak tahu apa-apa, empat hari lagi dari

jadwal eksekusi, mereka masih belum bisa berbuat apa apa.

Sehingga Xiao Dai sebentar-sebentar meloncat, Polisi Setan

geleng-geleng kepala, Li Yuan-wai berteriak-teriak gelisah.

0ooo(dw)ooo0

Rumah Yan letaknya di jalan kecil Utara.

Disebuah bangunan yang sederhana, kedua sampingnya

ada dua kamar.

Begitu duduk di dalam ruangan, menatap meja makan

ditengah ruangan, di atasnya ada bunga segar dan buahbuahan,

ada plat yang bertuliskan “Tempat arwah

almarhum suami Tuan Yuan Di”, Polisi Setan tampak

sedang merenung tidak bisa berbuat apa-apa.

Janda yang ditinggalkan Yuan Di bermarga Zhao, dia

berpakaian putih, dikepalanya ada bunga beludru putih, dia

keluar dari dapur sambil membawa baki dengan masakan di

atasnya.

Orang yang pekerjaannya menyelidiki perkara biasanya

mempunyai sepasang mata yang tajam, Polisi Setan juga

tidak terkecuali, dia sudah melihat sepasang mata janda

Zhao sedikit merah, rambutnya sedikit kacau, mungkin

sudah menangis habis-habisan.

Janda Zhao itu berumur kira-kira dua puluh tiga-empat,

wajahnya cantik seperti lukisan dibuku, tapi di mata Polisi

Setan selalu merasa ada yang tidak beres pada dirinya,

sepertinya wanita ini memberi kesan pada orang, dia sedang

berpura-pura.

“Aku belum tahu ada hubungan apa tuan dengan

almarhum suamiku! Sehingga merepotkan anda datang dan

banyak mengeluarkan biaya, aku sangat berterima kasih

sekali.” Habis berkata itu dia memberi salam.

“Nyonya ramah sekali, semua terjadi karena aku terlalu

sembrono. Dulu aku dengan Yan Dashao (Tuan muda

tertua) pernah berhubungan bisnis, jadi sudah lama kenal,

kami sering berhubungan, dua tiga tahun terakhir ini karena

sama-sama sibuk dan tidak tinggal disatu tempat, hubungan

kami jadi sedikit renggang, maaf, berita duka ini terlambat

aku dengar, beberapa bunga dan buah-buahan ini tidak

seberapa harganya, aku harap Nyonya dalam keadaan baik

sekali.”

“Boleh tahu siapa nama Tuan?”

“Aku Tie Cheng Gong.”

“Tuan Tie bagaimana bisa tahu aku tinggal di sini?”

“Ini…. aku mendengar seorang teman mengatakannya.”

“Siapa teman Tuan Tie?”

“Ini…. nyonya belum tentu kenal dirinya, dia hanya

seorang persilatan.”

Sepasang mata janda Zhao sepertinya ingin memandang

tembus diri Polisi Setan Tie Cheng Gong, membuat Tie

Cheng Gong jadi malu.

Jika orang berbohong, hatinya pasti kosong. Tie Cheng

Gong dengan jelas tahu teori ini, jadi dia tidak berani

bertatapan muka dengan nyonya besar yang bermulut tajam

ini.

“Tuan Tie, aku pikir jika Tuan ada masalah yang ingin

ditanyakan, silahkan katakan saja! Asalkan aku tahu, aku

pasti memberitahukan pada Tuan.”

Setelah berkata itu wajahnya seketika menjadi merah

hijau, Tie Cheng Gong sama sekali tidak bisa

membayangkan, bagaimana suatu hari dia bisa mendengar

kata-kata yang begitu tajam, dan lagi orangnya sudah

mengetahui kebohongan dirinya.

Kata-kata bohong seorang laki-laki jika terbongkar,

perasaannya sama seperti orang tidak memakai celana di

depan orang, apalagi lawan bicaranya adalah seorang

wanita, didunia ini rasanya tidak ada lagi hal yang lebih

dari ‘Bau beras kering’.

Ceritanya akan lain, jika orang punya kebiasaan bicara

secara terbuka.

Mungkin hanya Polisi Setan Tie Cheng Gong yang

mempunyai masalah seperti ini! “Sudah menjadi tugasku

penyelidikan perkara ini, dalam masalah pribadi, aku

dengan Yuan Ershao adalah teman lama, aku ingin sedikit

membantu dia.”

“Buktinya sudah jelas, perkaranya seberat gunung. Tuan

Tie jika kau menaruh curiga, kau bisa membuka berkas

dikantor pengadilan, atau bisa juga pergi menanyakan pada

binatang berwajah manusia yang hatinya baik itu, walau

aku seorang wanita lemah, Nama ‘Polisi Setan’ tidak akan

menakutkan aku, silahkan tanya saja!”

“Nyonya, kejadian sebenarnya kau yang paling tahu, aku

tidak mengerti apa alasanmu berbuat begini? Tapi ada satu

hal yang aku yakin, yaitu kau pasti bisa bersilat, juga tidak

lemah, kau bisa beritahukan padaku kapan kau mulai

belajarnya?”

“Aku tidak bisa bersilat, pelayan keluarga Yuan dan

orang yang kenal aku semuanya tahu, apa kau kira kau

telah melihat….?”

“Ini adalah perasaanku, tentu saja aku sekarang juga bisa

mencobanya, seperti yang kau katakan, sekarang perkara ini

buktinya seperti gunung, walau pun dapat membuktikan

kau bisa bersilat, juga tidak akan mempengaruhi apa apa,

tapi perkara ini tidak akan merubah Ershao menerima

hukuman lalu jadi selesai, aku tetap akan menyelidik dan

membuktikannya.”

“Betulkah? Aku harap gelar Polisi Setan jangan hancur di

kota kabupaten Ping Yang ini.”

“Aku ingin bertanya, seorang perempuan biasa

bagaimana bisa tahu aku adalah Polisi Setan?”

“Itu adalah rahasiaku, kau juga bisa menyelidiknya

bukan!”

“Nyonya, masih ada empat mayat lagi, permisi.”

“Baik, aku sudah lama keluarkan perintah mengusir

tamu, silahkan.”

“Menyesal sekali, aku telah terlalu lama mengganggu,

aku pasti akan kembali, dan lagi akan sangat cepat, harap

lain kali saat aku datang lagi, kau bisa ganti sepasang

sepatu, sepasang sepatu kecil kulit rusa ini, sepertinya

kurang cocok dengan dandananmu.”

Polisi Setan sedang duduk di dalam kedai teh, dia sedang

menunggu Xiao Dai dan Li Yuan-wai, dibenaknya terisi

bayangan janda Yuan Dashao.

Apa benar seorang wanita demi harta warisan jadi

mencelakai adik ipar sendiri?

Yuan Ershao tidak mungkin melakukan perbuatan

seperti itu, tapi kenapa dia tidak mau membela diri?

Apa seorang ibu tega meracun anaknya sendiri?

Bagaimana cara matinya Yuan Dashao?

Wanita ini diluaran tidak seperti berita yang terdengar

bahwa dia tidak bisa bersilat, masalah ini apakah Yuan

Ershao tahu?

Tadi saat pergi, dia menangis, untuk siapa dia menangis?

Semua masalah ini seperti benang kusut, untuk

mengurainya mungkin tidak akan selesai dalam waktu

singkat, dia hanya berharap Wang Dai dan Li Yuan-wai

bisa cepat datang, hingga mereka bisa bersama-sama

menyelidik masalah yang rumit ini.

0ooo(dw)ooo0

Tinggal tiga hari lagi.

Seorang yang ternama didunia persilatan, seorang

pendekar muda yang paling muda akan dipenggal

kepalanya dikota kabupaten Ping Yang ini, karena

tersangkut perkara.

Berita ini akhirnya tersebar juga, bagaimana bisa

tersebarnya? Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada

orang yang menyelidiknya, biar bagaimana pun beritanya

sudah tersiar kedunia persilatan.

Sehingga….

Dunia persilatan bergolak. Dunia persilatan menjadi

ramai.

Dalam satu malam kota kabupaten yang sangat kecil ini

menjadi ramai, setiap penginapan penuh dengan pelancong

dan tamu dari orang orang dunia persilatan.

Orang-orang yang terlambat mendapat berita ini, tetap

menyusul datang ke kota kecil ini, mereka seperti mengejar

kehidupan, begitu terburu-buru seperti takut ketinggalan.

Tapi orang-orang ini, kebanyakan adalah hanya ingin

melihat keramaian saja, tentu saja tidak sedikit pula, yang

punya tujuan lain, apa tujuan mereka, tidak ada seorangpun

yang tahu.

Manusia memang mempunyai satu penyakit yang sama

yaitu suka akan keramaian, seperti “Tinggal diseberang

melihat kebakaran”, “Menonton harimau berkelahi dari

belakang gunung”, semua menjelaskan penyakit setiap

manusia.

0ooo(dw)ooo0

Tempat yang banyak orang, pasti banyak orang

menggunakan kesempatan berjualan, tentu saja yang

berjualan makanan juga yang paling banyak.

Tapi pernahkah kau melihat orang berjualan makanan di

tempat orang mati? Jika ada, orang ini pasti seorang gila,

cara orang gila melakukan sesuatu pekerjaan, orang normal

tentu saja tidak bisa menduganya.

Menggelar barang dagangan di depan rumah orang yang

sedang berduka cita, bukankah bisa dikatagorikan sebagai

orang gila?

Sebuah jalan kecil di utara, diseberang jalan agak

kepinggir dari pintu rumah Yuan, di bawah talang air, ada

sederetan rumah yang pendek bangunannya, ada seorang

pendek menggelar dagangannya, tidak ada meja, hanya di

depan dagangannya ditaruh lima enam kursi berkaki tinggi,

yang dijualnya adalah tahu bau.

Jika dilihat dengan lebih teliti, ternyata orang itu adalah

Li Yuan-wai.

Dia tidak perlu menyamar, karena tubuhnya sudah

seperti pedagang kecil, apalagi pakaiannya agak kotor.

Tanggungan barangnya adalah hasil dia berusaha sendiri

dengan meminjam lima liang perak pada Wang Dai, jika

dihitung lima liang perak ini, jumlah hutang dia pada Wang

Dai sudah ada tiga puluh delapan kali lima liang perak,

walau Wang Dai tidak pernah membuka mulut menagih,

namun Li Yuan-wai sendiri yang sering mengucapkannya,

karena dengan demikian baru dia dapat menyatakan dirinya

masih sering mengingat akan hutangnya.

Tidak perduli punya uang untuk bayar hutang atau tidak,

asal berniat membayar, walau hanya mengatakannya

dimulut, orang yang meminjamkan uang tentu akan tenang

dan gembira, biasanya jika sudah menerima uang yang

dipinjamkan, sudah seperti bapau daging dilempar ke

anjing, mati-matian tidak mau mengaku meminjam.

Mungkin dalam pikiran mereka, pasti pada suatu hari

anjing akan bosan makan bakpau daging!

Bisnis Li Yuan-wai lumayan juga, semua itu karena

berita yang tersebar bahwa nyonya besar keluarga Yuan

sudah meninggalkan Perumahan Hui Yuan dan pindah

kesini.

Seharian ini tidak tahu ada berapa banyak orang tidak

putus-putusnya datang untuk mengucapkan bela sungkawa

atas kematian Yuan Di Yuan Dashao, walau Dashao sudah

mati hampir satu tahun dan sudah lama dimakamkan,

beritanya malah baru-baru ini tersebar, di depan meja

sembahyang arwah menyatakan bela sungkawa adalah satu

niat.

Yuan Dashao sewaktu hidup namanya walau tidak

setenar Ershao, tapi sifat dia royal, suka membantu orang,

hingga dirinya mendapat julukan Wu Hui Yuan. Wu Hui

artinya adalah pasti tidak akan pulang dengan tangan

kosong.

Li Yuan-wai menggelar dagangan dan menjual tahu bau,

ini adalah hasil perundingan Polisi Setan dan Tangan Cepat

Xiao Dai, tujuannya adalah untuk mengawasi gerak-gerik

nyonya besar keluarga Yuan, karena setelah Polisi Setan

mengetahui dia bisa bersilat, selalu mengganggu pikirannya,

dalam ingatannya, juga hasil dari dia pergi menyelidik ke

perumahan Hui Yuan, semua orang tidak pernah

mendengar nyonya Yuan bisa bersilat.

Dari pagi sampai sore, janda Yuan Dashao selangkah

pun tidak pernah keluar dari pintu.

Tahu bau Li Yuan-wai malah telah terjual sampai lima,

enam liang perak.

Tidak ada orang yang dapat mengenal Li Yuan-wai,

tentu saja, siapa yang mau memperhatikan seorang penjual

jajanan? Jika ada orang yang tahu di sini Li Yuan-wai

menjual tahu bau, mungkin gelaran dagangannya sudah

hancur oleh desakan orang-orang, karena dia punya Jiao

Hua Ji dan Qing Dun Geu Rou sudah ternama, jadi tahu

baunya tidak akan terlalu jauh kwalitasnya.

Mengawasi orang juga adalah sebuah ilmu, bukan saja

harus tahu betul jejak semua orang yang diawasi, lebih-lebih

harus mengetahui juga siapa saja yang pernah dia ajak

bicara, dan juga kegiatannya.

Li Yuan-wai didaerah Choan Shia sudah berkelana lama,

setiap orang yang punya nama di dunia persilatan boleh

dikatakan dia pasti kenal, itu juga alasan mengapa dia

ditugaskan menjadi pengawas hukum di Gai-bang.

Malam sudah larut, orang yang datang menyatakan turut

bela sukawajuga sudah sedikit.

Disaat itulah….

Li Yuan-wai melihat kejadian menarik.

Seorang laki-laki bertopi lidah lebar tergesa-gesa masuk

ke dalam rumah Yuan.

Mata, hidung, dan wajahnya semua tertutup oleh lidah

topi, yang terlihat hanya dagunya saja, perawakannya

sedang. Melihat pakaian dan dandanannya sepertinya dia

seorang persilatan.

Dari luar terlihat dengan jelas orang itu maju ke depan

mengambil hio sembahyang, janda Yuan Dashao dipinggir

menghormat, yang aneh adalah seharusnya sembahyangnya

cepat selesai, tapi setelah menghabiskan waktu sampai

seperminuman satu cangkir teh, masih belum ada tandatanda

orang itu mau pergi, kenapa begitu?

Jawabannya hanya ada satu kemungkinan, yaitu orang

itu sedang berbicara secara pelan dengan janda Yuan

Dashao.

Setelah menunggu seharian dan melihat kejadian ini, Li

Yuan-wai jadi perhatian, walau tidak tahu apa yang

dibicarakan mereka, tapi melihat dandanan orang yang

misterius, di dalamnya pasti ada sesuatu yang aneh dan

mencurigakan.

Sekitar waktu habis makan nasi, orang itu lalu

melangkah keluar, janda Yuan Dashao juga segera

menutup pintu.

“Ta…. hu…. bau.”

“Tuan, ambillah sepiring! Tahu digoreng dadakan.”

Teriakan Li Yuan-wai sungguh sangat mirip, dia

menampilkan tawanya yang khas, berkata pada orang yang

datang bertopi itu.

“Hartawan Li, kau sungguh bersemangat, sesudah

berdagang seharian, sudah waktunya pulang beristirahat.”

Orang itu menjawab tidak memalingkan kepala, sambil

berjalan menjauh sambil bicara.

Mulut Li Yuan-wai menganga besar, tawa Li Yuan-wai

yang biasanya sangat lucu, sekarang malah memberi kesan

bahwa dia telah menemukan hal yang diluar dugaannya,

persis seperti dirinya tidak hati hati telah menginjak kotoran

anjing.

Li Yuan-wai sudah seharian berjualan tahu bau, tidak

ada satu orang pun yang mengenali dirinya, sekarang orang

yang tidak jelas wajahnya, begitu berkata telah

membongkar rahasia dirinya, dia merasa terkejut, sulit

dibayangkan.

Dia melihat orang itu sudah berjalan hampir sampai ke

ujung jalan, dan segera akan bergabung dengan orang-orang

yang ramai di jalan raya.

Li Yuan-wai berteriak lagi, suaranya sangat besar sekali.

“Tahu bau, lah…. tahu bau, lah….” Dua suara pendek,

hanya huruf “lah” di belakang suaranya berirama panjang.

0ooo(dw)ooo0

Menunggu adalah semacam siksaan, apa lagi menunggu

yang tidak tahu kapan selesainya.

Wang Dai sudah menunggu seharian, mulai dari Li

Yuan-wai memikul tanggungannya, mulai jualan tahu bau,

dia sudah duduk di dalam kedai makanan kecil ini.

Tempatnya diseberang tepat berhadapan dengan tempat

jualan Li Yuan-wai.

Uang adalah barang yang menjadi kesayangan semua

orang, dengan uang setan pun bisa mendorong gilingan, apa

lagi manusia.

Makanya saat Bos toko kecil melihat cek dari bank Da

Feng sebesar seratus liang perak berada di tangannya,

jangan kata hanya menyewa tiga hari toko kecilnya, walau

sepuluh hari atau setengah bulan, dia juga tidak akan

berkata dua kali, dengan senang hati dia

mempersilahkannya.

Teko arak di atas mejanya berserakan, satu di timur satu

di barat mungkin sudah ada lebih dari sepuluh teko, kulit

kacang juga bertaburan dimana-mana, disaat Xiao Dai

diserang kantuk, dia mendengar teriakan Li Yuan-wai yang

berbeda dengan yang pertama.

Dia melihat lewat jendela, tepat melihat orang yang

bertopi lebar itu dengan cepat bercampur dengan orangorang.

Sekejap saja matanya yang mengantuk menjadi segar,

dibandingkan orang biasa lebih segar lagi, dia segera

mengejarnya, tapi orang itu sudah menghilang

dikerumunan orang.

0ooo(dw)ooo0

Seseorang jika sudah sadar akan mati hidupnya, maka

terhadap segala sesuatu urusan dunia, dia sudah tidak akan

bersemangat lagi.

Orang yang bisa bunuh diri, tentunya seorang yang

sabar. Menghabisi nyawa orang mungkin tidak sulit, tapi

jika menggunakan tangan sendiri, untuk mengakhiri nyawa

sendiri, itu akan memerlukan keberanian yang cukup dan

tabah.

Jika ada orang bunuh diri sekali tidak berhasil, akan

dicoba kedua kalinya, ketiga kalinya, orang yang sudah

bertekat untuk mati, siapa pun tidak akan dapat

mencegahnya, juga tidak ada cara untuk mencegahnya,

kematian ada kalanya buat seseorang bukanlah suatu akhir,

tapi suatu permulaan.

0ooo(dw)ooo0

Yuan Ershao di dalam penjara telah mati bunuh diri….

Dia mati menabrakan diri pada tembok, keningnya

hancur berantakan, wajahnya juga hampir tidak bisa

dikenali lagi….

Matinya, jadi lebih meyakinkan kesalahannya….

Apakah dia takut akan dosanya jadi bunuh diri? Atau

malu bertemu orang? Semua sudah tidak penting, karena

orangnya sudah mati….

Seorang jantan tentu sulit dibunuh lawannya, meskipun

sudah bersujud menyodorkan leher menunggu orang

memenggalnya.

Dalam keadaan demikian, matinya seorang jantan,

hanya dia sendiri yang bisa melakukannya.

Orang-orang persilatan yang datang melihat keramaian

di kabupaten Ping Yang, merasa tidak menduga akhirnya

akan jadi begini, rasa menyesal dan menyayangkan

terdengar dimana mana, kebanyakan yang menyesal adalah

mereka yang tidak bisa melihat wajah Yuan Ershao yang

menggemparkan Jiang Nan, wajah yang tampan dan gagah

itu.

Kebanyakan yang merasa kecewa adalah karena tidak

dapat menyaksikan bagaimana hati dan ekspresi seorang

pahlawan muda sebelum dieksekusi.

Siapa bilang manusia bukan makhluk yang paling kejam?

Di hati yang paling dalam, pembunuhan dan bau amis

darah hampir setiap orang suka melihatnya.

Selesai mayatnya diotopsi, seluruh administrasi telah

diselesaikan.

Mayat Yuan Ershao diserahkan pada satu satunya tuan

rumah keluarga Yuan yang sekarang…. janda Yuan

Dashao.

Jalan kecil Utara segera menjadi makin ramai, dari pagi

sampai malam kelompok orang orang persilatan, tidak

pernah putus-putusnya datang ke rumah Yuan untuk

mengucapkan turut berbela sungkawa pada Yuan Dashao

dan Yuan Ershao.

Orang yang punya perhatian bisa melihat janda Yuan

Dashao sepertinya lebih sedih atas kematian Yuan Ershao

dibandingkan Yuan Dashao, orang lain mungkin tidak ada

perasaan ini, tapi perasaan pengurus rumah Yuan, orang

tua Qian lain lagi.

Orang tua Qian ingat saat mayat tuan muda besar

diantar ke rumah, nyonya besar malah tidak meneteskan air

mata, tapi ketika menerima mayat Ershao, setelah melihat

tahi lalat merah dipergelangan tangan kanannya Ershao,

nyonya besar malah menangis tersedu-sedu dan hampir

pingsan, keadaan yang tidak biasa ini, hanya bisa

bergumam di dalam hati saja.

0ooo(dw)ooo0

Jika anjing melihat mulut seekor anjing lainnya sedang

menggigit tulang, dia pasti akan menerkam merebutnya.

Seperti manusia, tidak bisa melihat janda kaya, melihat

orang lain menjadi kaya, pasti matanyajuga akan menjadi

merah.

Pagi-pagi sekali, saat Li Yuan-wai sedang memikul

tanggungannya dan bersiap-siap berjualan di depan rumah

Yuan, siapa tahu begitu tiba di tempat berjualannya, sudah

ada dua puluh satu gelaran dagangan mendahuluinya,

hampir semua jenis makanan ada, lebih-lebih lagi dia

menemukan ada juga orang yang berjualan tahu bau,

seluruh jalan kecil yang pendek itu hampir penuh dengan

orang yang berjualan.

Dia merasa sudah berjalan paling pagi, tapi ternyata ada

orang yang berjalan lebih pagi lagi. Li Yuan-wai menjadi

bengong, mungkin seluruh pedagang makanan kecil di

seluruh kabupaten semuanya datang berjualan di sini, tidak

bisa dibayangkan perasaannya dan dia tidak dapat berbuat

apa apa. Melihat tempat dia berjualan kemarin sudah di

tempati oleh orang yang berjualan teh, dia sama sekali tidak

punya akal, memangnya juga! Dirinya mengandalkan apa

marah pada orang itu?

Disaat susah menentukan mau mundur atau maju,

Tangan Cepat Xiao Dai” entah datang dari mana tiba-tiba

saja muncul, dengan tersenyum mendatangi salah seorang

penjual teh yang sedang berjualan, memberikan selembar

cek dan jempolnya menunjuk kearah luar. Tampak penjual

teh melihat keatas cek, sepasang matanya melotot, tidak

melihat mengatakan sepatah kata pun, dia memikul

dagangannya langsung melangkah keluar.

Li Yuan-wai buru-buru maju ke depan merebut kembali

tempatnya.

“Sungguh sangat berharga tempat ini.” Xiao Dai tertawa

pada Li Yuan-wai, sambil kembali ke toko makanan kecil

yang kemarin dia sewa.

0ooo(dw)ooo0

Saatnya menyalakan lampu.

Tidak ada rasa ragu-ragu dan tidak ada rasa bersalah,

kali ini Polisi Setan dengan leluasa mendatangi lagi rumah

Yuan Dashao di jalan kecil Utara.

Orang telah datang walau bagaimana pun itu adalah

tamu.

Orang tua Qian dan janda Yuan Dashao segera

mempersilahkan Polisi Setan mengambil hio untuk

sembahyang.

Polisi Setan mengusap dagunya, sedikit tidak sungkan

berkata, “Nyonya, aku ada satu permohonan.”

Penampilannya sedikit lusuh, janda Yuan Dashao

dengan perasaan sedih berkata, “Orangnya sudah mati, jadi

segala penghinaan dan nama buruknya sudah tidak ada

artinya lagi, aku tidak mau banyak bicara, jika kau ingin

menemuinya, dia ada di belakang meja sembahyang, orang

tua Qian bisa menemanimu.”

“Terima Kasih.”

“Tidak usah, aku tidak ada alasan menghalangimu, juga

tidak pantas mencegahmu, makanya kau tidak perlu terima

kasih padaku.”

“Bukan begitu, setelah Ershao meninggal, semuanya

masih harus mengandalkan mu mengurusnya, malahan

kami sebagai temannya tidak dapat membantu apa-apa.”

“Aku tidak mau mengatakan aku berjasa, di sini tetap

masih tanah warisan leluhur Yuan, semua urusan setelah

dia mati malah orang tua Qian yang harus tanggung jawab,

terus terang saja, sekarang orangnya sudah mati, sudah

seharusnya aku meninggalkan rumah Yuan, aku belum

pergi bukan untuk menunggumu, urusan pribadi atau

urusan umum kau pasti ingin bertanya, tapi tetap seperti

kata-kataku dulu, yang dapat aku katakan akan aku

katakan, yang tidak dapat kukatakan tidak akan kukatakan,

Polisi Setan harus menyelidik sendiri, kau curiga ada

alasannya sendiri, aku juga ada alasan tidak bisa

mengatakannya, kau adalah teman akrabnya, apa lagi aku

adalah kakak iparnya, masalah tidak berperasaan, kau juga

harus dapat maklum.”

Perasaan yang tidak dapat diucapkan adalah perasaan

yang paling tidak enak.

Polisi Setan mempunyai perasaan ini, tapi pertanyaan

yang terlalu banyak juga harus perempuan ini yang bisa

menjawabnya, sungguh dia tidak ingin bertanya, tapi tidak

dapat tidak harus bertanya.

“Apakah benar Yuan Dashao sudah mati?”

“Dikepala mu ada satu kutu.” Pertanyaannya mendadak,

jawabannya ngawur.

Pertanyaannya kurang hormat, jawabannya kurang ajar.

Orang yang lebih pintar, kadang kala makin bodoh.

Benar saja Polisi Setan menggaruk-garuk kepalanya.

Tentu saja dia tidak dapat menggaruk apa apa, karena

kepala dia hampir botak. Sehingga wajahnya jadi merah.

Orang yang mengatakan lelucon, harus dirinya tidak

tertawa baru leluconnya bagus.

Nyonya besar seperti tidak terjadi apa-apa, wajahnya

dingin menatap pemandangan ini.

0ooo(dw)ooo0

Memang, sudah jelas orang telah menjanda hampir satu

tahun, dengan tanpa pikir menanyakan dia, benarkah suami

mu sudah mati? Orang ini jika bukan idiot, pasti orang gila.

Mana ada seorang wanita ingin jadi janda?

Dimana lagi ada wanita yang tidak mengenal suami

sendiri?

Walau curiga, ini juga bukan pertanyaan yang dapat

sembarangan ditanyakan, ini hampir tidak berbeda jauh

dengah pertanyaan “Apa kau selingkuh dengan orang?”

Polisi Setan tidak idiot, lebih-lebih tidak gila.

Jadi tidak aneh, janda Yuan Dashao dengan tidak

kentara meledek dia.

0ooo(dw)ooo0

Akhirnya tetap saja satu jawaban.

Untung saja sinar lampu yang redup menutupi wajah

tuanya yang merah seperti pantat kera.

Sampai orang tua Qian juga mengagumi kesabarannya,

diam-diam dia mengeluh berkata, “Dua belah rusuknya

tertancap pisau.”

0ooo(dw)ooo0

“Anakmu Yuan Xing yang berumur empat tahun,

benarkah dia yang meracunnya sehingga mati?”

Polisi Setan mengajukan satu pertanyaan lagi.

“Bukan.”

Baru saja selesai bertanya, polisi Setan sudah sadar, dia

telah melakukan kesalahan yang sama lagi, dia kesal

sendiri, tidak tahu akan mendapat reaksi apa. Satu kata ini,

sungguh seperti dua halilintar disiang hari bolong

menyambar dirinya sampai matanya berkunang kunang.

Mulutnya menganga bengong.

Apakah kau pernah lihat seorang nenek tua di dalam

kerumunan orang banyak, bagaimana ekpresinya saat

pantatnya dicolok dan diraba oleh seorang sembrono dari

belakang?

Jika pernah melihatnya, itulah ekspresi Polisi Setan saat

ini.

Siapa pun tidak akan menyangka jawaban janda Yuan

Dashao adalah satu kata ini.

Orang tua Qian jugajadi bengong.

“Aku juga tidak tahu kenapa kematian Xing Er

dituduhkan pada dia? Ini jelas salah paham. Pagi itu Xing

Er mati, kejadiannya dia mati karena keracunan, tapi bukan

karena diracun orang, tapi karena keracunan makanan.”

Ini adalah salah paham? Salah paham yang sangat

menakutkan!

“Nyonya, bisakah menceritakannya lebih jelas lagi?”

Polisi Setan seperti menemukan pusaka, buru-buru

berkata, “Saat itu pengadilan dan pak Bupati tidak

menyelidik dengan teliti, mungkin pejabat pembukuan

mengira Xing Er diracun oleh dia, sampai aku juga mengira

begitu, bukti Xing Er keracunan makanan adalah kejadian

baru-baru ini.”

“Apakah kau tidak pergi menjelaskannya? bagaimana

kau bisa membuktikan bahwa Xing Er keracunan

makanan?” Polisi Setan bertanya lagi.

“Papan sudah menjadi perahu, hukuman mati telah

dijatuhkan, kurang satu hukuman juga tidak berpengaruh,

ketika Xing Er mati keracunan kebetulan saat itu aku

sedang mempelajari buku bagian kesehatan dan dasar

penting pengobatan tradisional, baru aku menemukan Xing

Er keracunan makanan.”

“Bagaimana ceritanya?” Polisi Setan tanya lagi.

“Aku ingat pagi itu dia membawa satu ples madu untuk

makanan kecil Xing Er, kemudian aku menyuruh Xing Er

ke dapur menbantu aku membersihkan bawang. Orang

rumah sangat suka makan bawang mentah rangkap kueh,

makanya Xing Er juga makan dua buah bawang mentah.

Tidak lama kemudian wajahnya menjadi hijau dan mati di

pekarangan belakang, keadaannya persis seperti mati

diracun orang, tapi penyebab utamanya adalah keracunan

akibat makan madu dengan bawang mentah.”

Cerita ini, membuat Polisi Setan dan orang tua Qian

berdua mendengarnya sampai matanya melotot mulut

menganga, tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Cerita ini entah dari mana asalnya, dan siapa yang bisa

mengerti madu lebah dimakan dengan bawang mentah bisa

mematikan orang?

Walau seorang tabib pun belum tentu bisa tahu.

0ooo(dw)ooo0

Jika bukan janda Yuan Dashao yang mengatakannya

sendiri, penyebab kematian Xing Er ini pasti diracun oleh

Ershao, tidak ada seorangpun yang dapat membela dirinya.

Walau Ershao sudah mati, paling sedikit sudah

dibuktikan dia bukanlah seorang yang sudah kehilangan

prikemanusiaan, membunuh keponakan sendiri dengan

meracunnya.

Tetapi, orangnya sudah mati, berarti masalahnya semua

juga hilang, yang akan datang bagaimana, tidak tahu.

Wajah janda Yuan Dashao penuh dengan ekspresi

misterius, sepertinya sedang mengenang sesuatu, juga

seperti menyesalkan sesuatu.

Hanya sorot mata Polisi Setan yang menatap tajam

wajah janda Yuan Dashao dengan penuh pertanyaan dan

tidak mengerti, seperti sedang melihat satu gambar sampai

terpesona.

0ooo(dw)ooo0

Tiba-tiba dia teringat sesuatu, janda Yuan Dashao juga

menyadari udara disekeliling seperti berhenti, di dalam

matanya terkilas suatu ketidak tenangan juga seperti

tertutup sesuatu, dengan ketakutan dan gelisah dia berkata,

“Jika kau ingin melihat dia terakhir kalinya, sekarang kau

sudah bisa pergi melihatnya, aku tidak akan mengatakan

apa-apa lagi, karena yang harus kau ketahui kau sudah tahu

sekarang, sisanya ada hubungan dengan masalah pribadi,

aku ada alasan untuk tidak memberitahumu.”

“Aku mengerti, yang terakhir izinkan aku bertanya,

apakah kau bisa menyulam?”

Kata kata ini lebih-lebih membuat orang bengong.

Orang tua Qian sungguh tidak mengerti apakah Polisi

Setan ini orang waras atau bukan, dia ingin mengulurkan

tangan mengusap keningnya, merasakan apakah dia sedang

demam.

Dua pertanyaan terdahulu sudah tidak sopan,

pertanyaan terakhir ini lebih lebih gila, apakah perkara

Ershao dengan nyonya besar menyulam apa ada

hubungannya?

0ooo(dw)ooo0

Sepertinya sulit menjawabnya, janda Yuan Dashao

berpikir lama sekali.

“Wanita kebanyakan bisa menyulam, aku adalah

wanita.”

“Benarkah ada juga wanita yang tidak bisa menyulam?”

“Seharusnya ada.”

“Terima kasih atas jawabanmu, aku pikir kita akan

bertemu lagi, bukan?”

“Aku sekarang mau pergi, aku juga akan menunggumu,

danau Dong Ting, Jun Shan. Orang tua, perumahan Hui

Yuan suruh para pelayan jangan ada yang merubahnya,

harus tetap seperti semula, nanti ada orang yang akan

kembali lagi.”

0ooo(dw)ooo0

Polisi Setan tidak jadi pergi kebelakang melihat Yuan

Ershao terakhir kalinya, saat setelah janda Yuan Dashao

keluar dari pintu, dia terus melihat keluar pintu memikirkan

banyak hal.

Siapa yang akan kembali lagi ke perumahan Hui Yuan?

Dia sendiri? bukankah dia kembali ke danau Dong Ting

Qun Shan?

Jika bukan dia, ada siapa lagi? Yuan Dashao? Yuan

Ershao?

Dia kenapa mau memberitahukan pada dirinya penyebab

kematian anaknya?

Apakah dia mempunyai kepentingan membantu Ershao

membersihkan kesalahan meracun keponakan?

Tadi dia sedang memikirkan apa? Dan menyesal tentang

apa?

0ooo(dw)ooo0

“Tahu bau yo, tahu bau yo….”

Melihat janda Yuan Dashao keluar pintu, Li Yuan-wai

juga berteriak lagi, suaranya sangat besar, juga dua suara

pendek.

Pas disaat suaranya berhenti, di depannya tercium bau

harum, janda Yuan Dashao sudah duduk dibangku.

“Hartawan Li, orang memanggilmu begitu bukan?

Tolong kau beri aku satu piring tahu bau, tehnya tidak

perlu, baunya terlalu menyengat sudah menyulitkan orang,

ditambah lagi dengan yang asam, sungguh aku tidak tahu

bagaimana menelannya.”

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai, dipanggil juga Hartawan Li, adalah temanteman

persilatan yang memanggil dia demikian.

Sekarang wajahnya yang bulat sudah hampir menjadi

panjang, sungguh menyesal dirinya menuruti ide bodohnya

Tangan Cepat Xiao Dai dan Polisi Setan, dia datang kesini

menyamar sebagai penjual tahu bau, tujuannya untuk

mengawasi orang, siapa tahu dirinya malah diketahui

orang, dia yang seharusnya barada di tempat gelap malah

ada di tempat terang. Bukankah ini sama dengan doger

monyet?

Kemarin, pria yang bertopi itu sudah tahu akan dirinya,

hari ini dia tadinya sudah tidak ingin menyamar lagi, justru

Xiao Dai dan Polisi Setan mengatakan telah menunggu

semalaman tidak melihat orang itu balik kembali, jadi tidak

akan ada orang yang melihat penyamarannya lagi, sekarang

pemeran utama wanitanya telah muncul, malah mau

makan tahu bau nya lagi, jual atau tidak jual?

0ooo(dw)ooo0

Sesudah tertawa, wajah Li Yuan-wai kembali jadi bulat

lagi, tawa khasnya tetap ada.

Karena sudah terpikirkan olehnya dirinya tidak pernah

melihat satu pagelaran sandiwara sampai setengah jalan

tidak diteruskan lagi.

Dan dia juga teringat ada seorang wanita pernah

mengatakan padanya, “Hartawan Li! apakah kau tahu

asalkan wanita, mereka semua akan terpesona sampai tidak

bisa berkata melihat tawamu?”

Maka dia tertawa.

“Nyonya muda besar, kau duduklah sebentar, tahunya

aku ambil yang sedikit lebih tua dan wangi, aku akan

menggorengkan lagi untukmu.”

Menampilkan tawa yang menurut dirinya paling

setimpal, mewakili Li Yuan-wai.

Tapi dia lupa satu hal, tidak ada seorang laki-laki pun

yang bisa ketika sedang menangis tiba-tiba menghentikan

tangisnya dan berubah menjadi tertawa, ‘dari menangis jadi

ke tawa’ kata kata itu hanya berlaku untuk para wanita.

Disaat dia melihat nyonya besar dalam sekejap sudah

duduk di depan dirinya, dia tidak bisa melihat ekspresi

wajahnya sendiri, yang tidak lebih bagus dibandingkan saat

menangis, sekarang mana bisa dia menampilkan tawanya

yang sangat memikat itu.

0ooo(dw)ooo0

Dua orang yang tidak pernah bertemu, apa lagi seorang

lelaki dan seorang perempuan, apa lagi dalam keadaan

begini, sepertinya tertawa adalah jembatan yang paling

bagus.

Nyonya muda besar tertawa, setelah melihat Hartawan

Li tertawa.

Apalah tertawa bisa mempesonakan seluruh kota?

Li Yuan-wai sekarang sudah melihatnya.

Lelaki dengan wanita bertanding tertawa, kira-kira tawa

siapa yang lebih memikat, bukankah ini pekerjaan yang

gila-gilaan?

Maka Li Yuan-wai kalah, kalah sampai matanya melotot

mulut menganga.

0ooo(dw)ooo0

“Tahu aku…. sudah matang.”

“Betulkah? matang sedikit supaya mudah dicerna!”

“Yang aku katakan adalah tahu di penggorenganmu.”

“Aku juga bilang tahu di penggorenganku.”

“Apakah kau bisa beritahu aku, apa alasan kau jualan

tahu?”

“Eee, karena ada orang yang suka makan tahuku.”

“Apa kau bisa, jika tidak berjualan tahu?”

“Tidak bisa, karena aku sendiri juga suka makan tahu.”

“Aku bisa mengeluarkan uang lima puluh kali lipatnya,

membeli tempat jualanmu ini.”

“Tidak, aku berharap bisajadi tersohor!”

“Mengapa kau begitu angkuh?”

“Benar, sebelum tercapai kehendakku, aku tidak akan

berhenti.”

Tanpa mencicipinya sedikitpun, janda Yuan Dashao

bangkit berdiri, tawanya sudah menghilang, dilanjutkan

dengan tawa dingin, sepasang tangan sedikit gemetar.

Li Yuan-wai malah tertawa, kali ini tawanya wajar,

mungkin kalau nyonya besar tidak tertawa lagi, tidak ada

yang bisa menandingi tawanya.

Ternyata tawa Li Yuan-wai sungguh “memikat”, juga

sangat seksi.

Tertawa ya tertawa, sepasang tangan Li Yuan-wai

ditaruh di atas tanggungan, matanya menatap tajam

sepasang mata nyonya besar.

Dua orang itu tegang berdiri di sana, udara pun menjadi

tegang.

Situasinya semakin membeku, satu hawa pertempuran

yang mematikan mengelilingi tempat jualan ini, lama

sekali….

Keringat dikepala janda Yuan Dashao, setetes demi

setetes turun ke bawah.

Li Yuan-wai lebih baik sedikit, keringat di wajah juga

hanya beberapa butir menempel dikedua sisi hidung yang

manis itu.

Siapa pun tidak berani mendahului bergerak, juga tidak

berani sembarangan bergerak.

Sebab tidak berani mendahului bergerak adalah karena

dua orang ini merasa tidak yakin mendahului bergerak bisa

melumpuhkan lawannya, dan lagi jika sekali pukul tidak

berhasil, dia akan mendapat serangan balik yang telah

dipersiapkan lawannya, serangan baliknya ada

kemungkinan satu serangan yang mematikan.

Keduanya tidak berani sembarangan bergerak, bergerak

satu gerakan kecil saja bisa memberi peluang pada lawan

untuk membalas. Pertarungan pesilat tinggi sering

ditentukan oleh satu gerakan salah yang amat kecil, malah

satu nafas yang tidak stabil, urat syaraf disembarang tempat

di seluruh tubuh yang mengalami kram, juga akan

menjadikan situasi yang sulit dipulihkan.

0ooo(dw)ooo0

Tidak tampak ada senjata kedua orang itu.

Ada kala senjata yang tidak tampak, adalah senjata yang

paling menakutkan.

Apa lagi pesilat tinggi, tidak memerlukan senjata untuk

mematikan lawan, hanya mengangkat telapak tangan,

menendang, sampai angin jari atau satu tiupan tenaga

dalam, jangan kata manusia, sepuluh sapi juga dalam

sekejap bisa menjadi bangkai yang kaku.

Inilah yang ditakuti dari seorang pesilat tinggi, karena

seorang pesilat tinggi seluruh tubuhnya dari atas sampai ke

bawah tidak ada satu pun yang bukan senjata, tidak ada

satu tempatpun yang tidak bisa mematikan lawan.

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai meloncat, setelah dia mendengar

dua kali teriakan Li Yuan-wai yang pendek itu.

Dia yang seperti kucing dengan lincah keluar dari dalam

toko, tapi dia hanya melihat janda Yuan Dashao, bukan

saja tidak melangkah menuju kearahnya, malah sepertinya

sedang asyik mengobrol dengan Li Yuan-wai.

Dia menyandar ketembok, tampaknya seperti sedang

menunggu seseorang.

Kali ini dia tidak berani sembrono lagi, kemarin dia tidak

bisa mengikuti orang bertopi misterius itu, saat malam

membicarakan hasil pertempuran, dia mendapat banyak

omelan dari Li Yuan-wai dan Polisi Setan. Hari ini jika

tidak dapat mengikuti lagi, dia pasti tidak akan lolos

mendapatkan cacian dari dua kura-kura itu, terpaksa dia

berlarian disepanjang jalan.

Para pedagang kecil di jalan kecil Utara tiba-tiba terjadi

sedikit keributan.

Dalam hati Tangan Cepat Xiao Dai berdebar-debar,

tidak tahu apakah dirinya harus menghampirinya dan

melihat apa yang terjadi.

Sebenarnya disudut tempat dia berdiri dapat melihat

dengan jelas tempat jualan tahu bau Li Yuan-wai, sekarang

para pedagang kecil itu sudah mengerubungi membentuk

satu tembok manusia, tepat menghalangi pandangannya,

melihat keributan mereka, mungkinkah orang berdua orang

itu sudah mulai bertarung?

Xiao Dai menyesal, menyesal kenapa tadi pagi tidak

mengambil lebih dua puluh lembar cek, mengusir pergi

semua para pedagang kecil yang berkerumun yang entah

dari mana datangnya, seperti si bopeng penjual teh itu.

0ooo(dw)ooo0

Sebuah busur yang ditarik penuh, jika waktunya terlalu

lama akhirnya akan terlepas juga.

Li Yuan-wai berhadapan dengan janda Yuan Dashao,

saat ini hawa pembunuhan di antara keduanya, persis

seperti busur yang ditarik penuh, busur yang hampir putus.

Keringat Janda Yuan Dashao bercucuran.

Tawa Li Yuan-wai sudah hampir membeku.

Seperti patung bocah mas dan gadis giok dikuil.

Orang-orang yang menonton disekeliling tampak sudah

terbawa oleh hawa pembunuhan yang menakutkan itu,

mereka juga telah terdesak mundur sekitar satu zhang lebih,

wajah setiap orang sudah tertempel selapis salju.

Tiba tiba….

“Ting” sebuah suara.

Suara sebuah uang tembaga yang jatuh ke tanah.

Suara ini tidak besar, tidak diragukan di dalam situasi

hening di “medan pertempuran” ini, seperti suara guntur.

Hawa pembunuhan menjadi buyar.

“Iii!” sambil menghembus nafas panjang, janda Yuan

Dashao pelan-pelan berkata, “Hartawan Li, kuakui

sekarang aku tidak dapat membunuhmu, mungkin nasibmu

sedang baik, tapi ini bukan satu kemenangan yang mutlak.

Lewat hari ini, kita pasti akan bertemu lagi, saat itu kau

pasti akan kalah, aku sekarang ingin pergi, apakah kau akan

menghalangi aku?”

Li Yuan-wai tidak menjawab, hanya menggeleng

gelengkan kepala.

Janda Yuan Dashao membalikkan tubuhnya.

Sesaat sebelum pergi dia menatap sekali pada uang

tembaga itu, tampak seorang laki-laki yang berpakaian

pelajar sedang memungutnya.

Li Yuan-wai juga melihat pada pelajar itu, saat sorot

mata keduanya bentrok, disudut mulut orang itu tampak

sedikit tersenyum.

Kerumunan orang telah bubar, Li Yuan-wai tetap berdiri

di sana bengong dengan keras berpikir.

0ooo(dw)ooo0

“Walau tidak ada hasilnya, tapi satu pertempuran yang

menegangkan telah berlangsung.”

Entah kapan Polisi Setan sudah datang disisi Li Yuanwai

berkata.

“Kau melihatnya?”

“Tentu, saat kalian berdua memulai aku sudah

melihatnya.”

“Yang aku katakan adalah tadi orang yang menjatuhkan

uang tembaga itu.”

“Tentu saja, seorang yang berpenampilan pelajar bukan?”

“Aku curiga dia itu sengaja.”

“Bagaimana penjelasannya?”

“Saat itu kau tentu sudah melihatnya, kau tentu mengerti

aku dengan janda Yuan Dashao seperti anak panah yang

sudah ditarik tali busurnya mau tidak mau harus

melepasnya. Hasil akhirnya aku juga tidak yakin bisa

menundukkannya, bisa juga dua-duanya kalah dan luka,

coba kau pikir sekali lagi, sampai kau sendiripun sudah

terpengaruh oleh situasi saat itu. Ada siapa lagi yang bisa

memisahkan kita? Walau orang itu tidak mau melihat salah

satu dari kami terluka, dan dengan tidak kentara melepas

situasi yang sekali sentuh langsung terjadi itu, kepintaran

dan ilmu silat orang ini sungguh mengagetkan orang,

siapakah dia? Kenapa aku selalu merasa hafal wajahnya,

apa lagi tawanya.”

Polisi Setan diam tidak bicara, juga jadi berpikir dengan

keras.

0ooo(dw)ooo0

BAB 3

Bunga Ju

Siapa bilang seorang pahlawan tidak boleh mengucurkan

air mata?

Karena seorang pahlawan tidak pernah meneteskan air

mata di depan orang.

Li Yuan-wai dan Polisi Setan dua orang saat melihat

jenazah Yuan Ershao walau tidak ada air mata, tapi malah

membuat orang merasa lebih sedih dari pada berair mata.

Li Yuan-wai juga tidak dapat menahan dirinya, hampir

seperti orang idiot bergumam sendiri.

“Ershao, aku tidak tahu kau berbuat demikian adalah

benar atau salah, tapi aku tahu kau tidak akan rela pergi

begitu saja. Kenapa? Kenapa tidak memberi kami satu

kesempatan? Apa kau tidak percaya pada kami? Sialan, kau

sungguh bodoh! Walau kau ingin mati juga harus tunjukan

satu jalan jelas pada kami, supaya kami dapat menangkap

orang yang diam-diam mencelakaimu! Xiao Dai sudah

pergi menguntit kakak iparmu, sekarang kuncinya ada di

atas dirinya, kami pasti akan menyelidik sampai berhasil

demi membersihkan dosa yang ditimpahkan padamu,

arwah pahlawan mu tidak jauh, bantu aku doakan aku….”

Air mata orang tua Qian bercucuran terus.

Bagaimana juga umur Polisi Setan lebih tua banyak dari

pada Li Yuan-wai, dia lebih dapat menahan diri, meski

wajahnya juga sedih.

Sedangkan perasaan orang muda lebih lepas, makanya

Li Yuan-wai dengan marah berkata sendiri.

Biasanya orang yang lebih tua lebih bisa menahan diri,

perasaannya tidak gampang ditampilkan diluar, tapi siapa

pun tahu kesedihan Polisi Setan tidak lebih kurang

dibanding dukanya Li Yuan-wai.

Ini juga perbedaan antara umur sembilan belas tahun

dengan empat puluh tahun.

0ooo(dw)ooo0

Di Chen Ju ada sebuah warung teh.

Polisi Setan dan Li Yuan-wai sudah menunggu di sini

selama tiga hari penuh.

Sudah tiga hari, Tangan Cepat Xiao Dai menguntit janda

Yuan Dashao sekali pergi dia tidak pernah kembali lagi.

Perasaan dua orang itu persis seperti Xiao Dai seperti

layang-layang putus tali, dengan susah payah

menerbangkannya keudara, tapi sekali terbang tidak

kembali lagi.

“Aku mau mencari dia.” Li Yuan-wai bangkit berdiri.

“Cari kemana? Ke Jun Shan? Walau janda Yuan Dashao

pernah berkata akan kembali ke Jun Shan, Xiao Dai tidak

idiot, jika menemukannya akan pergi jauh dia pasti akan

memberitahu kita.”

“Aku takut Xiao Dai terkena jebakan wanita itu.”

“Dia tidak tahu Xiao Dai adalah satu komplotan dengan

kita.”

“Betulkah? Kau orang tua jangan lupa dulu aku juga di

tempat gelap, tapi pria yang bertopi itu, dan juga dia

bukankah semuanya tahu?”

“Mungkin dia sudah tahu kau dengan Ershao

bersahabat.”

“Tidak mungkin, aku dengan Ershao jarang bertemu, dia

seharusnya tidak tahu, jika tahu pun hanya aku dan Xiao

Dai berdua, dia belum pernah bertemu dengan kita, juga

tidak kenal kami berdua, mana bisa hanya sekali pandang

langsung mengenal aku?”

“Sudahlah, Hartawan Li, sekali tampil merk emas

“wajah tawa memikat” mu, kecuali seorang buta, pasti

semua orang tahu yang ada di depan mata adalah asli

dirimu.”

“Jika benar demikian, orang yang tidak tampak itu

sangat mungkin tahu Xiao Dai bersama kita, justru tidak

tahu penguntitan Xiao Dai, mungkinkah telah terjadi

sesuatu?”

“Tentang ini kau tenang saja, Xiao Dai terkenal sebagai

‘belut’ yang sangat licin, dia menguntit orang jika bisa

diketahui orang, itu baru kejadian diluar dugaan.”

“Jika tidak terjadi hal diluar dugaan, kenapa sampai

sekarang sedikit berita juga tidak ada?”

Polisi Setan juga mulai khawatir.

0ooo(dw)ooo0

Orang mati telah kembali hidup.

Ini adalah hal yang sulit dipercaya orang.

Kecuali sebenarnya orang ini belum mati, jika tidak

setiap orang setelah mati bisa hidup kembali, tidak tahu

kacaunya akan bagaimana dunia.

Yuan Di, Yuan Dashao telah kembali ke perumahan Hui

Yuan.

Tidak perlu dikatakan lagi, perumahan yang punya nama

begitu besar, setiap orang juga sulit mempercayainya.

Beritanya sudah tersebar, orang-orang dunia persilatan

lebih-lebih sulit mempercayainya, apa lagi orang-orang

yang pernah datang menyatakan bela sungkawanya, tidak

bisa tertawa, menangis pun susah.

Orang yang paling gembira tentu saja orang tua Qian,

karena perumahan Hui Yuan mempunyai majikan lagi.

Menurut penuturan Yuan Dashao, tahun lalu saat dia

pergi mengunjungi teman, dia mengalami penghadangan

dan penyerangan oleh seorang yang pakai cadar, ilmu

silatnya sangat tinggi, didunia persilatan mungkin sulit

mencari seorang yang bisa menandinginya, ketika itu

dirinya ditawan dan dikurung dalam satu perumahan yang

tidak diketahui namanya selama satu tahun. Pakaian yang

dibawa seluruhnya dirampas oleh orang yang bercadar itu,

jadi terjadilah peristiwa mayat tidak berkepala yang diantar

ke rumahnya sendiri.

Yang lucu adalah setelah dirinya dianggap mati satu

tahun, orang yang bercadar itu melepaskan dirinya,

sedikitpun tidak terluka dan dia akhirnya kembali ke

rumah.

0ooo(dw)ooo0

Kejadian ini bagi Polisi Setan dan Li Yuan-wai terasa

sangat diluar dugaan.

Juga terkejut terbengong-bengong tidak dapat berkata.

Yuan Dashao menghindar tidak mau menerima tamu,

setiap tamu yang berkunjung semuanya kembali dengan

kecewa.

Beruntung Polisi Setan dan Li Yuan-wai mendapat berita

lebih banyak dari orang tua Qian dibanding orang lain.

0ooo(dw)ooo0

“Tuan muda besar jadi gila.”

Polisi Setan dan Li Yuan-wai tertegun.

“Tuan muda besar setelah kembali, mengetahui kejadian

Tuan muda kedua, dia jadi emosi terus, mendengar lagi

anak tunggalnya juga telah mati, dia akhirnya jadi gila,

Orang yang sehat sekarang syarafnya jadi terganggu,

semuanya tidak tahu, sungguh tidak tahu keluarga Yuan

telah berbuat dosa apa, di dalam perumahan kembali

dirundung kesedihan. Hai…. tidak tahu dari mana asalnya!”

“Ada kabar nyonya besar tidak?” Polisi Setan bertanya.

“Saat nyonya besar pergi, tuan Qian juga ada di tempat,

sampai sekarang sedikit kabarpun tidak ada yang sampai ke

rumah, aku pikir jika dia sudah tahu Tuan muda besar tidak

mati, seharusnya dia cepat kembali, sungguh tidak mengerti

semula kenapa bisa menganggap mayat itu adalah Tuan

muda besar, bukankah ini lelucon yang sangat besar.”

“Orang tua Qian, apakah kau tahu bahwa nyonya

besarmu bisa bersilat? Dan lagi akhir akhir ini apakah

kelakuannya ada yang tidak biasa?” Li Yuan-wai bertanya

lagi.

“Nyonya besar bisa bersilat dari dulu aku tidak pernah

mendengarnya, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa bersilat,

dulu urusan di rumah dia jarang mengurusnya, tapi dapat

dikatakan dia adalah wanita yang baik, kehidupan seharihari

Tuan muda besar dan Tuan muda kedua, dia yang

mengurusnya. Ketika dia melihat mayat Tuan muda besar

pulang, orangnya juga jadi berubah, perubahannya hampir

seperti berganti orang, seharian dia tidak berkata sepatah

katapun. Lalu dia membawa majikan kecil pindah kejalan

kecil Utara, kami sebagai pelayan berpikir mungkin dia

takut melihat barang-barang peninggalan suaminya, jadi

terpikir lagi mengenai hal lain, aku tidak melihat ada yang

tidak biasa.”

“Menurut pandanganmu, apa mungkin Tuan muda

kedua memperkosa kakak ipar?” Polisi Setan bertanya lagi.

“Dua orang Tuan muda itu semuanya aku marga Qian

yang melihat mereka tumbuh besar, Tuan muda kedua

tidak mungkin melakukan perbuatan begitu. Memang tidak

salah nyonya besar adalah seorang wanita yang sangat

cantik, tapi sikap Tuan muda kedua terhadap kakak ipar

seperti ibu menghormati dia, perbuatannya selamanya

terbuka, jika mengatakan Tuan muda kedua dengan

amcaman pisau memperkosa nyonya besar, dibunuhpun

aku tidak akan percaya.”

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai hampir gila.

Dia sudah empat hari penuh tersesat di dalam

pegunungan ini.

Luas pegunungan ini tidak besar, tapi sangat tinggi,

berada empat puluh li diluar kota kabupaten Ping Yang.

Di seluruh pegunungan bertebaran batu batu aneh,

dimana-mana terdapat jurang dalam dan tebing tinggi.

Penduduk setempat menyebutnya Hei Wu Shan

(Gunung kabut hitam).

Hanya karena di sini sepanjang tahun diselimuti kabut

yang hitam.

Orang yang tinggal disekitar semuanya tahu gunung ini,

tidak mudah masuk kegunung, karena sangat mudah

tersesat, kecuali orang yang hafal betul jalan-jalannya, baru

yakin bisa keluar dari gunung ini.

Xiao Dai sama sekali tidak terpikirkan oleh dirinya

bagaimana dia bisa ditipu masuk kegunung ini.

Menguntit ialah mengikuti jejak orang. Saat Xiao Dai

memastikan nyonya besar telah masuk kegunung ini, tentu

saja dengan tidak ragu-ragu dia mengikutinya masuk, dia

juga takut kehilangan jejak setelah pulang nanti tidak bisa

bertanggung jawab, setelah hari mulai gelap, baru dia sadar

orang yang jalan di depan sudah tidak tahu kemana

arahnya, ingin kembali sudah tidak tahu dari jalan mana

tadi dia masuk.

Sehingga dia seperti sibuta mendorong gilingan di dalam

kabut hitam ini berputar empat hari.

Untung digunung ini masih ada buah-buahan untuk

mengisi perut dan menghilangkan dahaga.

Dia sungguh tidak bisa membayangkan berapa lama lagi

dirinya akan terkurung digunung setan yang seperti kotak

umpet ini.

Dia juga tahu dirinya pasti bisa keluar dari sini, hanya

soal waktunya saja, cepat atau lambat.

Dia justru tidak bisa menahan kesabaran untuk perlahanlahan

mencari jalan keluar, karena dia tahu diluar sana

masih banyak pekerjaan menunggunya, dan juga Hartawan

Li dan Polisi Setan sekarang pasti sudah gemas ingin

menelan dirinya.

0ooo(dw)ooo0

Disatu malam lagi.

Memandang bulan yang purnama, Xiao Dai sudah

kelelahan, haus, dan lapar.

Sungguh tidak terpikirkan kenapa dirinya begitu sial,

sepuluh hari lebih menunggang kuda, walau tidak memakai

sepasang kakinya, tulang di seluruh tubuhnya juga rasanya

seperti akan berantakan. Sampai di tempat yang dituju,

tadinya dia ingin mendapatkan tugas yang ringan,

membiarkan Hartawan Li di bawah terik mata hari

berjualan tahu bau, sedang dirinya bersembunyi dengan

enteng menguntit dan mengawasi keadaan, hanya dua hari

dia bisa dengan santai minum arak tua, siapa tahu sekarang

dia malah dipermainkan oleh janda Yuan Dashao seperti

doger monyet, memancingnya masuk ke gunung setan yang

burungpun tidak bisa berak di sini, sekali putar sampai

berjalan empat hari penuh. Sepasang kaki terus mencari

jalan keluar, terasa seperti mau patah karena berlari, dipikir

pikir, jika tadinya tahu dirinya bakal begini, lebih baik dia

jualan tahu bau, bukankah tugas ‘mengawasi dan

menguntit’ ini akan jatuh pada Hartawan Li, dengan begitu

sekarang yang menikmati indahnya bulan dan pijat kaki

bukan jadi dia yang mengalami.

Sekali salah perhitungan, jadi kalah seluruhnya,

kekesalannya Xiao Dai jangan dikatakan lagi.

Memandang bulan yang sangat bulat, dengan sendirinya

terbayang wajah Hartawan Li yang bulat itu. Terbayang

wajah Hartawan Li selanjutnya jadi terbayang muka

tertawanya.

Sepertinya bulan juga sedang tertawa, sedang

mentertawakan dirinya.

Sepertinya bulan sedang memberitahu dirinya…. orang

idiot sampai namanya juga Dai (idiot), kenyataan ini

selamanya tidak bisa tidak harus diakui oleh dirinya sendiri.

0ooo(dw)ooo0

Bulan seperti kue yang besar, sungguh ingin sekali dia

menggigitnya. Jika orang sudah kelaparan, halusinasinya

pun sangat tidak masuk akal.

Itu pikiran Tangan Cepat Xiao Dai saat ini.

Bayangan gunung yang hitam, batu aneh dan cadas yang

hitam kelam.

Dengan kedua mata lapar dia memandangnya,

sepertinya semua jadi hitam.

Tidak! Bukan hitam kelam.

Karena Xiao Dao menemukan setitik terang api, tepat di

antara celah bebatuan aneh itu. Kakinya bergerak lagi,

secepat kilat.

0ooo(dw)ooo0

Ada titik terang pasti ada orang, tidak salah.

Di tempat dimana ada orang pasti ada makanan, tidak

salah.

Masalahnya bukan babi hutan di atas panggangan api,

kambing liar, tapi sepasang kaki…. sepasang kaki manusia.

Xiao Dai muntah, yang dimuntahkan semuanya air

asam.

Dua orang itu persis seperti ditumpahkan dari satu

cetakan, sama jelek rupanya, sama-sama menakutkan

orang, dua wajah yang sama-sama putih pucat, alisnya

jatuh ke bawah mata menonjol, gigi putih di dalam mulut

yang besar seperti gergaji.

“Kau sudah datang, tapi terlambat, yang enak sudah

habis dimakan, tinggal ini semua.” Orang yang dikiri

berkata sambil memandang dingin pada Xiao Dai.

Kata kata yang dikeluarkan aneh, nadanya datar,

didengar oleh telinga, membuat bulu kuduknya berdiri.

Xiao Dai tidak menjawab, dalam keadaan begini kau

ingin dia mengatakan apa?

Dia sungguh curiga terhadap dua orang ini apakah orang

hidup, di tempat seperti ini, keadaan yang seperti ini,

menampilkan situasi yang sangat tidak serasi.

“Kenapa kau tidak bicara? Apakah kau tahu aku dengan

dia sudah mencarimu digunung ini selama dua hari?” kata

seorang lagi dengan menyeramkan.

0ooo(dw)ooo0

“Kanibal Gigi Gergaji Bersaudara?” Xiao Dai ingat

sekarang, juga tidak terasa bertanya.

“Mata yang tajam, saudara kecil, walau aku dengan

temanku tidak tahu siapa kau, melihat kau sekali pandang

bisa menyebutkan nama kami, mmm, tidak salah…. he

he…. tidak salah, pasti tidak salah.”sambil bicara, sambil

sepasang mata yang seperti mata ikan mati dia

memperhatikan dari atas sampai bawah Xiao Dai, kek kek

tertawa aneh.

Berturut-turut mengatakan ‘tidak salah’ tidak tahu apakah

maksudnya benar-benar mata Xiao Dai tajam, atau ada

maksud lain.

“Karena apa? Kalian sepertinya sengaja menunggu aku

di sini.”

“Hanya untuk membawa kau keluar dari sini, tentu saja

membawa kau keluar dari sini sesudah ada di dalam perut

kami.” Gle…. k terdengar satu suara menelan liur.

Melihat gerakan lawan menelan, Xiao Dai merasa

dirinya seperti benar-benar sudah masuk keperutnya orang

itu.

“Bagaimana kalian bisa tahu aku ada di sini? Siapa orang

yang memberitahu kalian? Walau kalian ingin memakan

aku, paling sedikit juga harus mengatakan alasannya

bukan? Dibunuh sebelum dijelaskan dulu itu kan kurang

baik?”

“Tentu, tentu, pasti akan memberitahumu dulu, jika

tidak setelah kau dimakan dan masuk ke dalam perut, di

dalam sana matipun kau tidak bisa menutup mata dan di

dalam sana tentu melakukan perbuatan nakal, membuat

kami jadi sakit perut, tentu tidak menguntungkan!”

“Adik, cepat katakan, makin aku melihat Tuan muda ini

makin merasa hatiku tambah gemas sulit menahannya.”

“Kak, baik, sekarang aku segera mengatakannya, kau

jangan gelisah.”

Gigi Gergaji bersaudara ini sepuluh tahun yang lalu

adalah penjahat yang sudah ternama didaerah utara Huai,

mereka sangat suka makan daging manusia, perbuatannya

sangat keji diluar aturan persilatan, disaat orang-orang

golongan lurus dunia persilatan akan menumpasnya,

mereka berdua menghilang dan bersembunyi, tidak tahu

pergi kemana, tidak terduga Tangan Cepat Xiao Dai bisa

bertemu dengan mereka di gunung Kabut Hitam.

“Saudara kecil, lebih baik kami panggil dirimu Tuan

muda saja, Tuan muda, kami bersaudara, juga

melaksanakan tugas yang diperintahkan orang, yang

memerintah tentu saja pemimpin kami, jika bukan, mana

bisa menunggu di sini selama dua hari? Apa ceritanya

sudah cukup?”

“Siapa pemimpin kalian?”

“He! He he! Soal ini kau tidak perlu tahu, sebenarnya

kami sendiri juga tidak tahu, jadi bagaimana bisa

memberitahu padamu, pokoknya…. pokoknya setelah kau

sampai di raja akhirat sana katakan saja pemimpin kami

yang memerintahkan cukup! Sudah habis bicaranya, Tuan

muda kecil kau ingin cara apa matinya? Digoreng?

Dipanggang? Atau dimasak? Beritahu kami saja, kami pasti

akan menurut apa yang kau inginkan.”

Tumbuh sampai sebesar ini, Xiao Dai sama sekali tidak

pernah berpikir ada satu hari dia bisa dipermainkan orang

seperti ini, ada orang yang mau memakan dirinya.

“Aku rasa aku mohon pada kalian juga tidak ada

gunanya, benar bukan? Baiklah! Bagaimanapun juga aku

sudah lapar sekali sampai kepalaku jadi pusing, ‘Orang

makan orang’ mari kita lihat siapa yang memakan siapa….”

Perkataannya belum habis, tampak sebuah tenaga

telapak tangan secepat meteor meluncur sampai di depan

tenggorokan orang tertua Gigi Gergaji Bersaudara, begitu

cepatnya sehingga tenaga itu ingin mendarat ditenggorokan

lawannya.

Dengan berteriak aneh satu kali, reflek orang tertua

sangat cepat, dia mundur kebelakang jauh sekali baru

berhasil menghindarkan serangan telapak itu.

Tampak dia marah dan berteriak-teriak, “Adik, adik,

Tuan muda ini sangat keras, hati-hati!”

Disaat orang yang dipanggil adik tertegun, Tangan Cepat

Xiao Dai tidak terus mengejar orang pertama, malah

membalikkan tubuh, tenaga telapak yang seperti jaring

menyerang lagi pada si adik.

Dengan sekuat tenaga menangkis serangan musuh, si

adik Gigi Gergaji sudah mengeluarkan sebuah tongkat yang

terbuat dari tulang manusia, membuat lingkaran sinar,

menangkis serangan Xiao Dai.

Si abang yang baru saja didesak mundur, segera seperti

angin kencang menggulung kembali, sepasang tangannya

menggenggam dua tongkat Gigi srigala, paku panjang di

atas tongkat disorot sinar bulan mengeluarkan sinar biru

hijau, tidak perlu dikatakan lagi, asal menyentuh sedikit,

mungkin sudah akan merengut nyawa.

Sudut mulut Tangan Cepat Xiao Dai mengulum senyum,

tangannya berdiri seperti pisau, lurus dipotongkan ke

depan, kaki kirinya menendang kebelakang, jurusnya

sedikit aneh, ada sedikit mirip Ayam Mas Berdiri disatu

Kaki.

Si adik Gigi Gergaji baru saja melihat Xiao Dai

menyatukan tangannya seperti pisau, otaknya belum

berpikir, tongkat tengkorak yang terbuat dari besi di

tangannya, malah sudah patah menjadi dua, baru saja

terdengar suara patah, satu bayangan telapak sudah sampai

di depannya tidak sampai satu che, dia buru-buru mundur

kebelakang, hampir saja dadanya dibelah juga.

Tapi si abang tidak begitu beruntung, Xiao Dai

bersamaan menendangkan kaki kiri ke belakang, sulit

dipercaya, tangan lain Xiao Dai telah menyilang menyabet

kepalanya, walau tongkat Gigi Serigala sekuatnya diangkat

ke atas menangkis tangan itu, tapi tidak bisa menghindar

tendangan kaki lawannya.

Tubuhnya sempoyongan memuntahkan darah segar, si

abang Gigi Gergaji jatuh terduduk di bawah sejauh satu

zhang lebih.

Semua kejadiannya sangat cepat, berakhirnya juga cepat,

hanya dalam waktu beberapa kedipan mata.

“Kau…. kau…. kau siapa?” kata siabang Gigi Gergaji

sambil batuk.

Mengusap-usap belakang kepalanya, Tangan Cepat Xiao

Dai perlahan berkata, “Ternyata kalian bisa juga

mengucurkan darah! Aku kira aku telah bertemu setan,

hmmm, bisa mengucurkan darah, perkaranya jadi

gampang, bisa mengucurkan darah artinya kalian adalah

manusia hidup, jika manusia hidup jadi tidak begitu

menakutkan, manusia hidup bisa berubah jadi manusia

mati, manusia mati tidak bisa berubah jadi manusia hidup

betul kan? Aku siapa? Sekarang kalian baru terpikir untuk

menanyakan siapa aku? Aku Tuan muda, bukankah kalian

demikian memanggilku?”

Melihat ekspresi Xiao Dai yang sudah unggul masih

mempermainkan, siabang Gigi Gergaji muntah darah lagi,

nafas terengah engah, sampai tidak bisa bicara.

Tiba-tiba siadik dengan wajah aneh mundur, dengan

ketakutan berkata, “Xiao Dai! Kau adalah Tangan Cepat

Xiao Dai?”

“Jangan takut, jangan takut, tidak ada yang perlu

ditakutkan, yang makan daging manusia adalah kalian, aku

tidak bisa makan daging manusia, mari mari, jika kau

sudah tahu siapa aku, jadi harus tahu kebiasaanku, ‘sekali

telapak pisau keluar, tidak ada nyawa yang akan kembali’.

Sekarang aku yang harus tanya kalian ingin bagaimana cara

matinya, apa ingin aku yang mewakili? Atau kalian sendiri

yang melakukannya?”

“Tangan Cepat Xiao Dai’ ‘sekali telapak pisau keluar,

tidak ada nyawa, tidak akan kembali’….” si abang Gigi

Gergaji sambil batuk, sambil membaca dengan suara pelan.

Tiba-tiba, sesudah terpikir lagi, wajah yang tadinya

sudah putih pucat, sekarang sampai sedikit warna darahpun

tidak ada.

Gigi Gergaji sangat sadis, tapi hanya kepada orang yang

lebih lemah, setelah bertemu orang yang lebih kuat dari

dirinya malah tidak bisa bertindak sadis. Setiap orang

didunia persilatan semuanya tahu Tangan Cepat Xiao Dai

tidak punya musuh, hanya ada teman, artinya tidak punya

musuh karena orang yang jadi musuh Xiao Dai semuanya

sudah mati.

Kedua bersaudara ini sudah biasa membunuh orang,

ketika sampai waktunya ada orang ingin mengambil

nyawanya, perasaannya sangatlah berbeda sekali, yang lucu

adalah Gigi Gergaji Bersaudara ini tadinya tidak tahu

bahwa algojo telah ada di depan matanya, disebelah kiri

memanggil Tuan muda, disebelah kanan Tuan muda, terus

mempermainkan.

0ooo(dw)ooo0

“Aku pikir mungkin kalian sekarang sudah bisa ingat

siapa pemimpin kalian? Hmm, apa bisa beritahu aku?” Xiao

Dai melirik sepasang saudara kembar ini.

“Tangan Cepat Xiao Dai, apakah jika kami telah

memberitahu, kami dapat meninggalkan tempat ini dengan

selamat?” kata di mata siadik terkilas sorot mata sedikit

harapan.

“Permintaan kalian sedikit keterlaluan, dengan perbuatan

kalian dulu, dan kebiasan buruk suka makan daging

manusia, membunuh kalian tidaklah berlebihan, kalian

katakan saja! Nanti aku akan mempertimbangkan

keadaan….”

Tiba-tiba satu titik bintang dingin dengan membelah

udara langsung menyerang belakang kepala Tangan Cepat

Xiao Dai.

Dengan menundukkan kepala sambil membalikkan

tubuh, Xiao Dai seperti anak panah lepas dari busurnya

terbang menuju kearah tempat yang mengeluarkan senjata

gelap.

Disaat hampir mendekat dengan batu besar itu, satu

bayangan orang loncat terbang keatas udara, bersamaan itu

paling kurang sepuluh senjata gelap datang menyerang

kearah Xiao Dai.

Tubuh Ziao Dai yang terbang maju ke depan tetap maju

tidak mengurangi kecepatannya, sepasang tangan terus

dibolang-balingkan menghalau, bergumpal-gumpal tenaga

angin telah mementalkan bermacam-macam senjata gelap

itu entah kemana.

Xiao Dai selamanya merasa sangat percaya diri terhadap

kemampuannya mengejar lawan, tapi kali ini dia sudah

tidak yakin. Kerena dia melihat orang di depannya,

tubuhnya ringan seperti burung walet, dan juga gayanya

sangat indah, kecepatannya lebih-lebih sangat cepat, dalam

waktu sekejap mata sudah meninggalkan dirinya jauh

sekali.

0ooo(dw)ooo0

Pengejarannya gagal.

Dihitung dengan kali ini sudah ketiga kalinya, Xiao Dai

marah sampai ingin mati saja di tempat bebatuan ini

dengan membenturkan kepala.

Dia tidak berani membayangkan nanti setelah bertemu

dengan Li Yuan-wai, bagaimana menjelaskan hal ini,

jangan kata orang lain tidak akan percaya, sampai dirinya

sendiri juga tidak percaya ini adalah kenyataan, Tangan

Cepat Xiao Dai arti yang dikandung empat huruf ini bukan

hanya tangannya Xiao Dai cepat, kaki Xiao Dai juga cepat

dan sudah sangat ternama, hanya karena Kaki Cepat Xiao

Dai tidak lebih enak didengar dibanding Tangan Cepat

Xiao Dai, makanya semua orang baru memanggil dirinya

Tangan Cepat Xiao Dai, apa lagi Kaki Cepat Xiao Dai

didengar oleh orang yang tidak tahu alasannya, akan

mengira kaki cepat adalah melarikan dirinya sangat cepat.

Hal yang mudah ditebak, begitu Xiao Dai kembali

ketempat semula, sepasang Gigi Gergaji Bersaudara sudah

menghilang.

Saat matahari baru saja terbit, Xiao Dai sudah meloncat

turun dari batu besar itu.

Dia terus bolak balik di tempat ketika mendapat

serangan senjata gelap dengan teliti dia mencari-cari di

tanah, dia mencoba menemukan senjata rahasia itu, karena

dia selamanya tidak mau berada di tempat terbuka hingga

mendapat serangan lawan, sedang lawannya berada di

tempat gelap.

“Bisa lebih mengerti sedikit terhadap musuh, akan

menambah kesempatan bagi dirinya hidup terus.”

Ini adalah kata-kata pedoman hidup Tangan Cepat Xiao

Dai, orang juga banyak yang tahu kata-kata ini, sampaisampai

ada orang sengaja mentato kata-kata ini ditubuh

atau di anggota tubuh mereka!

0ooo(dw)ooo0

Senjata rahasia itu jumlahnya sebelas buah, kemarin

malam saat bentrok dengan tangan Xiao Dai, dia sudah

menghitungnya dengan jelas.

Sekarang sebelas senjata gelap sudah tampak di bawah

sorot sinar matahari yang baru terbit, senjata itu berjajar di

atas batu yang datar. Empat buah Jili besi (semacam buah

yang berduri), tiga buah Suo baja (bentuk yang kedua

ujungnya tajam), dua buah bintang, sebilah belati, masih

ada satu lagi bunga Ju.

Senjata rahasia bunga Ju ini sepertinya terbuat dari

lempengan baja, sangat tipis, disekelilingnya sangat tajam

sekali, berwarna putih perak.

Melihat bunga Ju ini, Xiao Daijadi tertegun.

Selama beberapa tahun berkelana didunia persilatan, dia

sudah bertemu dengan orang, tidak dapat dihitung, tapi

tidak pernah mendengar ada orang yang memakai senjata

rahasia berbentuk bunga Ju.

Beberapa senjata yang lain sudah umum, tidak susah

untuk dapat menduganya.

Untuk menebak siapa orang berbaju hitam yang kemarin

itu adalah hal yang membuatnya sakit kepala. Tapi Xiao

Dai kemudian tertawa, karena dia paling sedikit sudah

tahu.

Didunia persilatan orang yang dapat sekali gus melepas

sekian banyak senjata gelap tidaklah banyak.

Orang itu adalah seorang wanita, tapi pasti bukan janda

Yuan Dashao, karena perawakan dia sedikit lebih matang

dari pada janda Yuan Dashao.

Walau di malam hari, gerakannya juga sangat cepat, tapi

bagi seorang lelaki seperti dia seorang wanita adalah sangat

sensitif, walau kau pakai gentong kayu menutupi seluruh

badannya, dengan mengandalkan perasaan saja, dia sudah

dapat menerka di dalamnya adalah wanita atau laki laki.

Li Yuan-wai pernah mengolok-oloknya berkata, di

dalam gentong kayu walau diisi dengan seekor anjing kecil,

Xiao Dai juga dapat menebak anjing itu jantan atau betina!

Seseorang pintar atau tidak pintar tidak dapat ditentukan

oleh namanya.

Tangan Cepat Xiao Dai malah bernyanyi berdendang,

lagunya adalah lagu yang enak, hanya sajaknya diayang

mengarang sendiri.

Seorang wanita sangat seksi, larinya juga sangat cepat.

Serangan senjata rahasianya sangat hebat, lebih-lebih

dapat melepas bunga Ju.

Begitulah Xiao Dai, kepandaiannya tidak sedikit, di

dalam keadaan susah bisa membuat hiburan yang orang

lain tidak bisa melakukannya, makanya Xiao Dai adalah

Xiao Dai.

Dia sudah jalan lagi, berjalan mengikuti arah wanita

yang kemarin malam itu menghilang.

Karena dia sudah mengerti, arah pergi wanita itu adalah

arah keluar masuk, seseorang saat melarikan diri pasti lari

mengarah keluar pintu, bila dia hafal akan tempat ini.

0ooo(dw)ooo0

Hartawan Li dan Polisi Setan sudah kembali lagi ke

perumahan Hui Yuan.

Mereka ingin melihat Yuan Dashao yang sudah gila,

lebih-lebih ingin menemukan sesuatu pada dirinya.

Walau Ershao mati bunuh diri, tapi asal kejadiannya

karena hilangnya Yuan Dashao, dan menyebarnya berita

yang salah bahwa Yuan Dashao telah mati. Tentu saja ini

adalah dua hal, juga sama sekali tidak ada hubungannya,

tapi mereka berdua tetap saja merasakan ada sesuatu yang

tidak benar, semacam perasaan yang timbul begitu saja.

Orang yang berjalan di malam hari, sudah tahu di

belakang tidak ada apa-apa, tapi malah selalu saja tidak

tahan untuk menengok kebelakang beberapa kali, Hartawan

Li dan Polisi Setan persis berada dalam keadaan demikian,

mereka benar-benar berharap sesekali menengok

kebelakang, dapat melihat sesuatu, walau setan juga boleh.

0ooo(dw)ooo0

Orang tua Qian membawa mereka berdua, baru saja

masuk ke pekarangan belakang, langsung melihat Yuan

Dashao dengan rambut acak-acakkan lari keluar dari

kamarnya sendiri, melewati tembok benteng, terus lari

menuju kebelakang gunung, sambil tertawa dan berteriak,

mulutnya komat-kamit tidak tahu berkata apa.

Hartawan Li mau bergerak, tapi ditahan oleh Polisi

Setan.

“Tidak apa-apa, Tuan muda besar setelah gila sering jadi

begini, sebentar lari ketimur sebentar lari ke barat, setelah

beberapa saat dia baru pulang kembali,” kata orang tua

Qian sambil mengeluh.

“Meski orangnya telah hilang ingatan, tapi ilmu silatnya

tetap masih ada, polisi Tie, kau lihat gerakan Yuan Dashao

tadi sungguh sangat cepat, keluarga Yuan dua bersaudara

sungguh orang hebat yang jarang ada didunia persilatan,

hai! Satu meninggal, yang satu jadi gila….” wajah

Hartawan Li tadinya masih ada senyum, sekali menyebut

Ershao, walau ingin berpura-pura, juga tidak bisa

menampilkan senyumnya yang khas, dengan bengong

berkata pada Polisi Setan.

Polisi Setan tidak menjawab, dia hanya terus

memandang kearah perginya Yuan Dashao sambil

memikirkan sesuatu.

Beberapa hari mereka sudah hidup bersama, Hartawan

Li sedikit banyak sudah mengerti kepada polisi yang setan

pun bisa ditangkapnya, Li Yuan-wai mengangkat bahu

tidak merasa tersinggung.

0ooo(dw)ooo0

Ini adalah kamar baca yang luas, tapi berantakan.

Orang tua Qian menemani Hartawan Li dan Polisi Setan

dengan santai melihat-lihat dekorasi disekelilingnya.

Polisi Setan melihat di atas meja ada sebuah gambar

bunga Ju yang belum selesai digambar tapi jelas tintanya

sudah kering lama, pada orang tua Qian berkata, “Apakah

Yuan Dashao sangat suka bunga Ju?”

Li Yuan-wai sekarang baru menemukan pada dinding

kamar baca ini, tergantung gambar bunga Ju hingga tujuh

buah, yang kuncup, yang sedikit mengembang, yang

mengembang, yang putih, yang kuning, yang disembur

tinta, yang digambar dengan teliti.

Sesaat seperti berada dikebun bunga Ju.

“Betul Tuan muda besar sangat suka bunga Ju, juga suka

menggambar bunga Ju.”

Apa anehnya seseorang suka bunga Ju? Ini sama seperti

ada orang suka makan daging panggang, ada orang suka

makan ikan.

Seorang yang sedang menyelidik perkara terhadap apa

pun dia pasti merasa curiga, Li Yuan-wai merasa sedikit

geli, maka tertawalah dia.

Dengan memiringkan kepala, Polisi Setan melotot pada

Hartawan Li, dengan dingin berkata, “Apa ada yang lucu?

Hartawan besar?”

Hartawan Li terkejut, sedikit gagap berkata, “Tertawa….

tertawa tidak…. tidak melanggar hukum bukan? Aku hanya

membayangkan nadamu bicara, sepertinya orang suka

bunga Ju juga tidak boleh, aku ingin tertawajadi

tertawalah.”

“Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan jadi terus

menyelidiknya, seseorang, hal, tempat, benda yang khusus,

ini juga cerita pengalaman puluhan tahun aku menyelidiki

perkara, kau Hartawan miskin masih muda tidak tahu apa

apa, kau harus ingat perhatikan segala sesuatu yang ada

disekeliling, di kemudian hari baru tidak akan rugi terkena

tipu orang, tidak mendengar….”

“Tidak mendengar kata orang tua, rugi di depan mata

betul kan? Kepala polisi besar, kau ampunilah aku! Tadi

aku hanya tertawa sekali, anda tuan besar jadi di depan tiga

raja, di belakang lima kaisar mengajar orang, itu bukankah

menyiksa orang….” melanjutkan kata yang belum habis

dikatakan, Hartawan Li dengan wajah tersenyum-senyum,

seperti petasan berantai berkata-kata.

Menunggu adalah hal yang sangat melelahkan orang.

Sesudah menunggu sehari, masih belum melihat Yuan

Dashao kembali.

Hartawan Li dan Polisi Setan terpaksa dengan sedikit

kesal kembali ke kota kabupaten Ping Yang.

Juga disaat mereka meninggalkan perumahan Hui Yuan.

Yuang Dashao sudah kembali.

Kejadian didunia ini suka begitu, dengan sengaja

menunggu, sering menunggu tanpa hasil.

0ooo(dw)ooo0

Sepertinya disetiap kota, disetiap sudutnya pasti ada

pengemis.

Bukan setiap pengemis adalah anggota Gai-bang, tapi di

tempat yang ada pengemisnya kau pasti dapat

menghubungi orang Gai-bang.

Dikota kabupaten Ping Yang pengemis di dalam radius

tiga ratus li semuanya menerima Plat Bambu Perintah dari

Li Yuan-wai, begitu menemukan orang yang berpakaian

dan dandanannya seperti Tangan Cepat Xiao Dai, harus

segera melapor.

Hanya dengan perkataan saja, sungguh sulit

menggambarkan seseorang dengan persis.

Makanya, dikota kabupaten Ping Yang dalam radius tiga

ratus li setiap remaja yang berpakaian mewah asal berada di

jalanan, sehari paling sedikit bisa terjadi lima kali lebih….

ditanya orang, “Apakah kau Tangan Cepat Xiao Dai?”

Makanya semua orang tahu Tangan Cepat Xiao Dai

sudah datang disekitar kota kabupaten Ping Yang, ini

adalah kabar yang dikatakan kecil tidak besarpun tidak.

Didunia kalangan dunia persilatan, yang dipuja adalah

seorang pahlawan, yang dikagumi rata-rata pendekar muda,

nama besar Tangan Cepat Xiao Dai sudah cukup disebut

pahlawan, dia adalah pendekar muda, makanya semua

orang memperhatikan, takut tidak ada kesempatan bertemu

dengan orang terkenal didunia persilatan ini.

0ooo(dw)ooo0

BAB 4

Musibah bercadar

Xiao Dai akhirnya berhasil keluar dari pegunungan, tapi

bajunya yang mewah sudah kotor dan robek-robek.

Tempat dia keluar tepat kebalikan arah ke kota

kabupaten Ping Yang itulah kota Xiang Yang.

Melihat gerbang kota dia sangat gembira, hampir saja

berteriak, sepertinya dia sudah melihat semeja masakan

yang enak sedang menunggu dia, di dalam hatinya sedang

memikirkan bagaimana caranya menelan habis semua

masakan enak itu.

Tepat disaat dia menginjakkan kaki di atas jalan raya itu

dan bersiap-siap melangkah maju, di dalam hutan disisi

jalan keluar seorang gadis besar yang berpakaian pelayan,

gadis itu berjalan menghampirinya.

Kaki Xiao Dai tidak lagi bergerak setengah langkah pun,

karena dia tahu gadis besar itu pasti mengarah padanya,

sebab disekitar sini satu bayangan setan pun tidak ada.

“Tuan muda, apakah marga Wang? Orang menyebutnya

Tangan Cepat Xiao Dai?”

Melihat wanita yang cantik, setiap laki laki pasti akan

memperhatikannya dua kali.

Xiao Dai bukan saja melihat dua kali, malah sedang

menikmati dengan menatapnya.

Terhadap wanita cantik, Xiao Dai mempunyai satu

kebiasaan, mulutnya suka mengatakan kata-kata nakal,

sedikit menikmati tahu yang tidak merusak pemandangan,

terhadap wanita falsafahnya adalah ‘nakal tapi tidak bejad’.

Makanya makanan enak satu meja penuh itu, seketika

berubah jadi tahu satu meja penuh, yang merah, yang

didinginkan, yang pedas, sampai ada juga kembang tahu,

tahu otak….

Ini adalah tahu yang diantar ke depan pintu.

0ooo(dw)ooo0

“Benar aku marga Wang, juga disebut Tangan Cepat,

Xiao Dai, hanya teman aku yang menyebut begitu,

bagaimana nona bisa tahu?”

“Jika kau benar marga Wang dan juga disebut Tangan

Cepat Xiao Dai kalau begitu tidak salah lagi, nyonya aku

ingin mengundang mu, ada yang dibicarakan, mohon sudi

menerimanya.”

“Siapa nyonyamu? Kenapa dia bisa tahu aku ada di sini?

Dia ingin bertemu dengan aku ada masalah apa?” Xiao Dai

berturut-turut bertanya.

“Semua pertanyaan ini aku tidak bisa menjawabnya,

mohon maaf, aku pikir setelah kau sampai di tempat pasti

akan mengerti semuanya?

“Kau tidak katakan? Maaf, aku tidak biasa janji bertemu

dengan orang asing.” Xiao Dai lalu melangkah.

“Kau takut?”

“Tidak, perutku lapar, perut orang sekali lapar, maka

tidak ada gairah terhadap apa pun, apa lagi makan tahu

tidak akan kenyang.”

Gadis itu tidak mengerti arti kata-kata bodoh, dengan

gelisah berkata, “Perutmu lapar, majikanku sudah tahu dan

sudah menunggu dengan menyediakan makanan.”

Xiao Dai yang sudah pergi jauh, tertawa berkata,

“Didunia ini tidak ada makan siang gratis, aku lebih baik

mengeluarkan uang sendiri mengundang diri sendiri.”

0ooo(dw)ooo0

Orang yang pandai tahu aturan ini, makanya Xiao Dai

jarang membiarkan orang mengundangnya makan,

‘pertemuan tidak ada pertemuan yang baik, pesta tidak ada

pesta yang baik.’ Kata-kata orang dulu Xiao Dai selalu

mengingatnya dihati.

Makanya dia lebih senang mengeluarkan uang

mengundang dirinya sendiri, karena pertama uang dia

banyak, kedua tidak boleh melihat wajah orang, ketiga,

lebih-lebih bisa memilih makanan apa saja yang dirinya

suka. Walau kau suka makan tahu, juga boleh minta satu

meja bermacam-macam tahu, orang lain tidak bisa

melarangnya.

Gadis besar mengeluarkan satu cermin, menghadapkan

ke matahari menyorotkan kearah gerbang kota digoyanggoyangnya,

Xiao Dai karena membelakangi gadis besar

makanya tidak melihatnya.

Setelah masuk ke kota Xiang Yang, Xiao Dai melangkah

menuju ke restoran yang paling besar.

Baru saja sampai pintu, sudah dihadang oleh seorang

pria penyambut tamu yang berdiri di depan pintu.

Melihat dirinya sangat berantakan, mudah dibayangkan

beberapa hari tidak mandi, tidak pernah mengurut jenggot,

wajahnya siapapun tidak ada yang mau melihatnya.

Memang orang memandang rendah padanya, dianggapnya

dia ingin makan gratis.

Dia tidak berkata apa-apa, dia mengeluarkan dari

sakunya sebuah perak sekitar tiga puluh liang digoyanggoyangkan

di depan pria itu.

“Maaf, restoran kami sudah penuh, harap anda ke

restoran lain sajalah!”

Kata-katanya bukan saja ramah, juga masuk di akal.

Walau Xiao Dai sangat tidak senang, juga terpaksa

melangkah pindah ke tempat lain.

0ooo(dw)ooo0

Sungguh tidak terpikirkan bisa bertemu hal yang aneh

ini.

Didunia ini sungguh ada kota ada uang tapi tidak bisa

membeli makanan.

Dengan membawa uang perak Xiao Dai sudah lari ke

lima restoran dan rumah makan.

Semua jawabannya sama.

Dia sungguh sangat marah, juga lapar sekali, kakinya

lebih-lebih sudah sangat lelah.

Tiba tiba….

Xiao Dai melihat di dalam gang ada yang jualan mie

dipinggir jalan, dengan merk kain yang besar sekali, di

atasnya tertulis ‘Mie Daging Sapi Asli’.

Dia tertawa, uang peraknya dilempar lalu diterima oleh

tangannya dengan sangat mantap sekali, Xiao Dai

melangkah menuju penjual mie dipinggir jalan itu,

mulutnya berdendang lagi lagu.

0ooo(dw)ooo0

Bau wangi daging sapi menerpa hidung, sungguh

menggairahkan, hidungnya mencium¬cium, Xiao Dai

menunggu pedagang itu memasak mie, liurnya hampir saja

mengucur keluar.

“Ibu, aku tidak percaya ada uang tidak bisa membeli

makanan, restoran besar, rumah makan kecil semuanya

penuh tamu, bagus, aku Xiao Dai makan daging atau

makan sayuran tidak ada pantangan, mie daging sapi

dipinggir jalan sama bisa mengisi perut, kasihan kuil jeroan

ku ini, bukan saja sudah lama dan tidak pernah diperbaiki,

hampir saja roboh!” Xiao Dai sambil bergumam, sambil

menunggu semangkok super besar mie daging sapi itu

diantar ke depannya.

Xiao Dai di dalam hatinya sangat senang, karena setelah

lapar lima hari bisa makan satu mangkok mie daging sapi

yang panas, pedas, apa masih tidak bisa gembira?

0ooo(dw)ooo0

Satu derap kaki kuda, cepat laksana tambur, melabrak

masuk ke dalam gang ini.

Bersamaan terdengar teriakan seperti ayam, datang dari

mulut pria kurus penunggang kuda.

“Minggir minggir hei! Orang yang di depan minggir hei!

Kuda ini sudah gila, aku sudah tidak bisa

mengendalikannya ya!….” suara yang begitu sangat gelisah,

keadaan yang begitu membahayakan.

Di tempat jualan, dua tamu lain dan Xiao Dai sudah

meninggalkan kursi berdiri nempel ke tembok, pedagang itu

baru saja menaruh semangkok super besar mie daging sapi

itu di atas meja, dia juga ketakutan dan membalikkan tubuh

menempel ketembok, gayanya persis seperti huruf ‘X’ yang

besar sekali. (Jika kau mau berpikiran serong juga boleh.)

sesungguhnya itu hanya sabuk pedagang yang

menggantung ke bawah, sepertinya yang jadi pedagang

sabuknya selalu panjang, supaya mudah mengelap meja.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai jadi bengong, hal ini sungguh sangat tidak

masuk akal.

Lapar lima hari, telah lari keseluruh restoran di jalan

raya kota, membawa perak yang putih tidak bisa

mendapatkan makanan untuk dimakan, dengan susah

payah menemukan ‘Restoran besar terbuka’, melihat sudah

dapat makan semangkok super besar mie daging sapi.

Tapi justru bisa terjadi hal yang kebetulan ini, seekor

kuda gila, seorang pria yang gegabah, serentetan suara ‘si li

hua la’, selantai tumpahan kuah baso dan mie daging sapi,

satu keadaan yang kacau balau.

Tentu saja, Xiao Dai harus meneruskan laparnya.

Apa yang disebut menangis dan tertawa pun tidak bisa?

Apa yang disebut tangis dan tawa pun bukan?

Begitulah rupanya Xiao Dai sekarang.

Selesai itu artinya semuanya habis.

Tangis dan tawa tidak bisa bagaimanapun jauh lebih baik

dari pada ingin menangis tapi tidak ada air mata.

Makanya Xiao Dai menjejalkan uang perak di tangan ke

dalam dadanya penjual mie daging sapi, begitulah dia

orangnya, tidak dapat melihat orang sedih, walau sekarang

yang seharusnya sedih adalah dirinya sendiri.

Uang bukanlah segalanya, ada kalanya uang tidak bisa

dibelikan barang.

Xiao Dai menyesal sekarang, menyesal kenapa tadi tidak

membiarkan saja orang mengundang dirinya makan, bila

sudah tahu begini, dia lebih baik pergi saja makan, walau

pesta tidak ada pesta yang baiklah, paling sedikit bisa

makan kenyang dahulu.

Sambil jalan, sambil berpikir, Xiao Dai terpikir gadis

besar yang menghadang jalan tadi.

0ooo(dw)ooo0

“Apakah kau ingin makan mie? Ayo datang ke rumahku

saja, nanti aku masakan mie untukmu.”

Xiao Dai melihat gadis besar itu di jalan keluar gang, dan

pria kurus penunggang kuda gila tadi di belakang gadis

besar itu.

Kuda itu sekarang tidak terlihat gila sedikitpun, dan

wajah pria itu lebih-lebih tidak terlihat gusar seperti tadi.

Melihat dua orang seekor kuda diseberang, jika masih

belum mengerti, Xiao Dai benar benar idiot jadinya. Xiao

Dai tidak idiot, sebaliknya, dia sangat pintar dan juga

refleknya cepat, makanya dia tertawa, belajar cara

tertawanya Li Yuan-wai.

“Apakah rasa masakan mu bisa lebih enak dibanding

rasa mie daging sapi tadi?” Xiao Dai tertawa di dalam hati,

tapi berkata dengan serius.

“Tentu saja, aku juga bisa memasak sepuluh lipat lebih

besar dari pada yang kau tadi mau mentraktir, hanya tidak

tahu apakah kau mau makan atau tidak?”

“Mau, mau, aku sekarang sangat ingin makan mie

daging sapi yang kau buat, apakah sekarang kita pergi ke

rumahmu.”

0ooo(dw)ooo0

Ada orang mengatakan, walau induk ayam di rumahmu

hari ini telah bertelor berapa butir, orang Gai-bang pasti

bisa mengetahuinya.

Ini belum tentu benar, tapi membuktikan mata-matanya

Gai-bang sangat banyak, beritanya juga sangat cepat.

Saat Li Yuan-wai menerima laporan, mengatakan dikota

Xiang Yang ada seorang yang dandanannya kacau

wajahnya kotor, tidak dapat makan mie daging sapi, malah

menjejalkan tiga puluh liang perak diberikannya pada

penjual mie. Dia segera dengan cepat pergi ke kota Xiang

Yang.

Tiga puluh liang perak, jangan kata makan semangkok

mie daging sapi, membeli seekor sapi pun masih bisa.

Kebiasaan tidak bisa melihat orang lain susah, dan juga

dimana-mana suka menghambur-hamburkan uang, kecuali

Xiao Dai, ada siapa lagi?

Pertanyaannya adalah Xiao Dai biasanya suka bersih,

dan suka memakai pakaian mewah, masalah ini beda

dengan yang diberitakan.

Tapi bagaimanapun, ada harapan lebih baik dari pada

tidak ada harapan, di dalam situasi telah menunggu selama

lima hari penuh, tidak ada berita, Li Yuan-wai

memaksakan dirinya pergi, untuk membuktikan apakah

benar dia itu Xiao Dai atau bukan, dan lagi pulang pergi

dari kota Xiang Yang ke kota kabupaten Ping Yang cuma

butuh satu hari, tidak dapat dihitung jauh, dari pada

menunggu lebih baik mencoba mencarinya.

Li Yuan-wai sudah pergi, di dalam kota kabupaten Ping

Yang tinggal Polisi Setan sendiri.

0ooo(dw)ooo0

Setelah Li Yuan-wai pergi, di dalam penginapan Polisi

Setan minum arak sendirian.

Satu bayangan orang berkelebat, di dalam kamar telah

ada satu pemuda berbaju pelajar yang sangat tampan

berwajah putih.

Orang ini juga adalah orang yang waktu itu menjatuhkan

uang tembaga, karena suara uang tembaga jatuh ke tanah

jadi membuyarkan pertarungan di antara Li Yuan-wai

dengan janda Yuan Dashao.

Polisi Setan tidak terkejut, dia juga sepertinya sudah tahu

orang ini akan datang.

“Duduklah, Li Yuan-wai baru saja pergi.”

“Aku tahu, aku melihat dia keluar dari gerbang kota.”

“Apakah mau minum arak?”

“Tidak, aku tidak ada selera, kau minum saja sendiri.”

Siapa orang ini? Tampaknya dia temannya Polisi Setan

Tie Cheng Gong.

Ada rahasia apa di antara mereka?

Mengapa menunggu Li Yuan-wai pergi dulu, baru dia

datang?

Untuk apa dia membuyarkan pertarungan antara Li

Yuan-wai dengan janda Yuan Dashao?

Apa yang dibicarakan Pemuda berbaju pelajar dengan

Polisi Setan di dalam kamar? Tidak ada orang yang tahu,

karena pintu kamar juga terbuka.

Lama…. orang ini baru keluar dari kamar Polisi Setan,

katanya kepada Polisi Setan, “Kau juga sama, masalah ini

tidak bisa hanya ditujukan pada keluarga Yuan, aku curiga

masih ada siasat yang lebih besar di belakangnya, kau sudah

terlibat di dalam pergolakan ini, mungkin setiap saat akan

membahayakan nyawamu.”

“Aku tahu, aku sudah bertekad walau harus mati.”

Setelah pemuda berbaju pelajar itu pergi, wajah tua Polisi

Setan yang penuh dengan getir pahitnya kehidupan, berkilas

satu wajah yang rela mati demi kebenaran.

Apa yang ingin dikerjakannya? Apa dia telah

menduga….?

0ooo(dw)ooo0

Gadis besar itu benar-benar telah memasak mie untuk

Xiao Dai.

Bukan semangkuk mie daging sapi, tapi sekatel besar

penuh mie daging sapi.

Apakah bisa dibayangkan jika seseorang telah kelaparan

selama lima hari, barapa banyak dia dapat….?

Lima jin mie, enam jin daging sapi, ditambah satu katel

penuh kuah, sampai satu butir bawang kembang pun tidak

tersisa, semuanya telah masuk ke dalam perut Xiao Dai.

Sekarang, Xiao Dai sedang mengusap-usap perutnya

dengan dua tangannya, sampai berdiri juga susah. Tubuh

Xiao Dai sedikit kurus, tapi kepandaian dalam soal makan,

sungguh sulit mencari orang yang bisa menandinginya.

Dengan menghembuskan nafas puas, lalu mulutnya

berbunyi dua kali karena kekenyangan, dia memaksa

bangkit berdiri sambil menggeliatkan tubuhnya, Xiao Dai

mulai memperhatikan ke sekeliling kamar itu, hiasan dan

gadis besar diseberang sana berikut laki-laki yang

menunggang kuda tadi.

Laki-Laki kurus itu dan gadis besar juga dengan mata

yang aneh memandang Xiao Dai, tidak terpikir oleh

mereka, mie dan daging sapi yang begitu banyak, bisa

masuk ke dalam perut Xiao Dai yang bertubuh kurus.

Biasanya makanan sebanyak itu, walau lima pria besar

juga belum tentu bisa menghabiskannya.

“Wajah kalian berdua tampak kurang sopan, tapi aku

tidak marah pada kalian, bila ada kesempatan aku juga mau

membuat kalian kelaparan selama lima hari, mungkin

kalian makan tidak lebih sedikit dari pada aku, seumur

hidupku sungguh tidak pernah makan mie daging sapi

seenak ini, eee…. caramu memasak sungguh kwalitas kelas

satu….”

Seseorang makan tidak boleh terlalu kenyang, jika

makan terlalu kenyang maka penyakit lamanya akan

kambuh. Begitu juga dengan Xiao Dai, saat dia kelaparan

matanya terasa gelap tapi dia masih tidak lupa makan tahu,

apa lagi setelah kenyang makan.

“Betul, bukankah kau mengundang aku makan besar?

Kenapa malah memberi aku makan mie daging sapi?

Dimana majikan kalian?”

“Tunggulah sebentar, majikanku sebentar lagi juga akan

kembali, karena sayurnya sudah dingin jadi sudah diangkat

semua, siapa yang tahu kapan dia akan datang! Maka

terpaksa aku memasak mie,” jawab Gadis besar dengan

merdu.

“Bisakah beritahu aku, kenapa kalian bisa tahu aku akan

mengambil jalan yang mana, atau apakah kau sengaja

menunggu aku?”

“Jujur saja, kami juga tidak tahu kau keluar lewat jalan

mana, tapi setiap jalan keluar gunung Kabut Hitam,

majikan kami sudah menyuruh orang menjaga di sana, asal

kau keluar kami pasti dapat melihatmu,” kata Gadis besar

itu sambil tertawa.

“Siapakah majikan kalian? Apakah kau sampai sekarang

masih belum mau mengatakannya?”

“Maaf.”

“Kau menahan orang terus, tidak kau akan susah

melahirkan anak!”

Gadis besar tetap saja seorang wanita, wajahnya menjadi

merah.

“Kau…. kenapa kau bisa bicara begitu?”

“Aku tidak merasakan berkata salah, siapa suruh kalian

mempermainkan aku, coba jelaskan, kenapa semua restoran

dikota Xiang Yang bisa mendengarkan kalian, dan tidak

mau menerimaku.”

Begitu berkata dia sudah membongkar perbuatannya,

gadis besar itu sedikit malu berkata, “Delapan puluh persen

bisnis dikota ini adalah milik majikan kami, walau ada

beberapa bukan milik majikan kami, tapi semuanya ada

hubungan bisnis dengan kami, itulah sebabnya mereka mau

mendengar kata-kata kami. Kau jangan salah paham, kami

tidak ada maksud mempermainkanmu, tapi hanya ingin

mengundangmu datang kemari, jadi terpaksa kami

menggunakan siasat ini, harap dimaafkan….”

“Tidak aneh, ketika aku telah masuk ke rumah makan,

uang perak yang begitu putih juga tidak ada yang mau.

Melihat keadaan kamar ini, pajangannya, dekorasinya,

hmmm, majikan kalian memang punya kemampuan

tinggi.”

Walau kamar ini tidak begitu besar, tapi dekorasinya

sangat mewah, sangat teliti dan berseni, semua pajangannya

jika bukan emas tentu perak, lentera kristal, perabotan kayu

Tan, ini hanya salah satu kamar makan, kamar lainnya bisa

dibayangkan.

0ooo(dw)ooo0

“Saudara, siapakah marga anda? Tadi perananmu

sungguh hebat! Aku lihat pemeran utama dan juga pemilik

sandiwara Hai Tang Lian Shao Tang, rasanya dia juga tidak

sebagusmu!” Xiao Dai mengalihkan sasarannya, mulai

mempermainkan pria penunggang kuda tadi.

Pria itu wajahnya menjadi merah, tapi dengan terbuka

betkata, “Aku Zhao Ji, perbuatanku memalukan saja.”

Xiao Dai terkejut berkata, “Pecut Terbang Zhao Ji?”

“Benar.”

“Tidak diduga, sungguh tidak diduga pesilat nomor satu

Perguruan Bai Sheng bisa bertemu denganku di sini,

beruntung bisa bertemu, beruntung bisa bertemu.”

“Terima kasih.”

0ooo(dw)ooo0

Berendam di dalam baskom mandi, sebenarnya hal yang

menyenangkan, tapi jika di dalam hati banyak pertanyaan,

dan menjadi benang kusut di dalam hati, mana bisa dia

mandi dengan perasaan tenang dan merasakan

kenikmatannya?

Setelah tahu tuan rumah harus empat jam lagi baru bisa

pulang, Xiao Dai menuruti usulan gadis besar untuk mandi

dulu, ini juga persoalan yang paling diinginkannya, karena

dia suka bersih sudah hampir menjadi kebiasaan gila bersih.

Walau Xiao Dai berendam di dalam tong air, otaknya

terus memikirkan banyak masalah. Kejadian beberapa hari

ini, seperti terbayang kembali membentang di depan

matanya, satu persatu kejadian yang tidak dapat dipikirkan

itu dengan perlahan terpikirkan membuat dia jadi

bertambah pusing.

Tidak terpikirkan olehnya siapa tuan rumah perempuan

yang mengajaknya?

Juga tidak terpikirkan olehnya siapa wanita berbaju

hitam yang ingin membunuhnya itu?

Lebih-lebih tidak terpikirkan olehnya bagaimana janda

Yuan Dashao dapat memancing dia masuk kegunung

Kabut Hitam itu, yang setanpun tidak mudah bisa keluar

dari sana, mengapa dia mau mengikuti dia dari belakang?

Masih ada, siapa wanita yang menghadang dia di jalan

raya Chuan Shan itu?

Empat wanita ini apa ada hubungannya tidak di antara

mereka?

Terpikir wanita, dia tertawa, karena dia terpikir lagi gadis

besar, masih sangat lugu, bukan saja memasakan sekatel

besar mie daging sapi buat dirinya, masih ditambah sepiring

penuh tahu.

Xiao Dai memang orangnya begitu, peristiwa apapun

yang terjadi, dia selalu memulai dengan memikirkan dari

wanita.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai yang biasanya selalu pintar, kali ini ternyata

tolol, dan tololnya sampai keterlaluan.

Dia menyesal, menyesal tidak seharusnya menuruti

usulan gadis besar itu, untuk pergi mandi.

Dia juga benci pada diri sendiri kenapa begitu takut

kotor, kotor sedikit kan tidak akan mematikan orang, dia

bersumpah selanjutnya akan merubah kebiasaan gila

bersihnya, belajar seperti Li Yuan-wai yang tidak perduli

dengan kebersihan.

Jika Li Yuan-wai menggantikan dirinya tentu tidak akan

tertipu seperti ini.

Disaat Xiao Dai masih berendam digentong kayu bulat

mandi dan akan keluar, gadis besar mendorong pintu kamar

mandi, membukanya sampai mengeluarkan suara keras.

Matanya tidak melirik kesamping, disudut mulutnya

sedikit menyungging senyuman yang mentertawakan,

setelah masuk langsung dia keluar lagi.

Memang kejadiannya tidak begitu menakutkan, saat

tubuh Xiao Dai berada di dalam tong mandi, adalah saat

yang tepat bisa membunuhnya, tapi gadis besar itu malah

keluar begitu saja, yang membuat dia gemas adalah gadis

itu membawa pergi baju baru yang telah di siapkan, juga

baju bekas pakainya, semua dibawa satu pun tidak

disisakan.

Xiao Dai melihat setiap gerak geriknya, dia menjadi

bengong.

Tenggorokan sudah hampir tidak bisa bersuara lagi

karena berteriak-teriak, sepertinya orang di dalam rumah ini

semuanya sudah hilang, sedikit pun tidak ada sahutan.

Tapi Xiao Dai tahu mereka masih ada, semua sedang

menunggu kelucuan yang akan dibuat olehnya.

Sekarang dia baru tahu ternyata mandi adalah satu hal

yang sangat menyedihkan.

Xiao Dai sampai berkhayal mengapa manusia bukan

binatang, kalau binatang maka tidak perlu mandi!

Biasanya dia sangat yakin akan kepintaran dirinya,

sekarang dia baru sadar dia begitu bodoh, bodohnya sampai

satu akal pun tidak bisa dipikirkannya.

“Mengapa! mengapa! bagaimana pun kalian harus

mengatakan alasannya! Hei! Walau orang hukuman,

dipengadilan juga memakai celana mendengarkan pak

hakim menjatuhkan putusannya…. kalian dengar, jika

masih tidak mengembalikan bajuku, aku akan mencaci,

sekarang….”

Wajah gadis besar akhirnya muncul juga, wajah dengan

penuh tawa.

“Makilah! Jika kau ingin berendam sampai busuk di

dalam sana, maka kau makilah!”

Xiao Dai diam tidak berani bersuara, matanya penuh

berharap, tapi di dalam hatinya sudah mencaci maki gadis

besar dari ujung kepala sampai telapak kaki tidak kurang

dari delapan ratus kali.

“Kau ingin tahu mengapa aku melakukan semua ini

kan?”

Xiao Dai buru-buru menganggukkan kepala.

“Bukankah kau sangat pintar? Seharusnya dapat

menebaknya?”

Xiao Dai buru-buru menganggukkan kepala lagi, tapi

dilanjutkan menggeleng geleng kepala.

“Iii? Bukankah kau sangat pintar dengan tidak langsung

memaki orang? Dan juga mengatakan yang orang sama

sekali tidak mengerti? Kenapa kau tidak buka mulut lagi,

apa sudah gagu?”

Ternyata Xiao Dai yang yang sudah makan tahu orang

selama setengah hari, melihat mata gadis besar itu berputar

dia jadi mengerti, maka timbul niat membalasnya.

Diam-diam Xiao Dai bersumpah, bersumpah tidak akan

makan tahu wanita lagi dan berkata yang bukan-bukan.

“Nona besar, aku tidak bersungguh-sungguh, aku sudah

tahu salah, lain kali aku tidak berani lagi, setuju?”

Memanggil nona besar, sungguh satu perbuatan yang

sulit bagi Tangan Cepat Xiao Dai.

“Menyebalkan, jadi kau masih ingin berkata lain kali?”

gadis besar melotot dengan bulat.

“Ya, ya, aku memang menyebalkan, aku sekarang sudah

minta maaf, kau telah mempermainkan aku setengah

harian, sekarang kemarahan ku sudah mereda, tolong,

tolong, bajunya mohon bisa dikembalikan?” kata Xiao Dai

seperti ingin menangis saja.

“Tidak segampang itu.”

“Apa mungkin kau menganggap bajuku adalah barang

pusaka sehingga dipegang terus?”

Perkataannya baru habis, Xiao Dai bengong lagi, apa

yang dikatakan ‘Sungai dan gunung mudah dibentuk, sifat

asli manusia sulit dirubah’. Satu masalah belum beres,

penyakit lama Xiao Dai malah kambuh lagi.

Sungguh dia ingin sekali menggigit lidahnya sendiri,

Xiao Dai dengan bengong memperhatikan reaksi gadis

besar.

Benar saja, wajah gadis besar jadi berubah, dia merasa

marah sampai menjejakkan kakinya.

Gadis besar tidak menjawab segera bajunya xiao Dai

ditaruh sambil mengambil satu kursi duduk di depan pintu.

Xiao Dai juga tidak berani membuka mulut, dua orang

itu begitu saja bersitegang, terjadilah situasi yang

menggelikan, situasi yang aneh.

0ooo(dw)ooo0

Kulit lelaki pasti lebih tebal dari pada kulit wanita.

Xiao Dai tertawa lagi, tertawa mengejek.

Semacam tertawa yang tidak dapat ditahan, mencoba

menarik perhatian, tentu saja masih jauh tidak menarik

dibanding tertawanya Li Yuan-wai.

“Apakah kau suka melihat laki-laki mandi?” kata Xiao

Dai sambil tertawa.

“Tidak tahu malu!”

“Kalau begitu pasti suka melihat laki laki tidak memakai

baju?”

“Menyebalkan!”

“Kalau semuanya bukan, tolong beritahu aku, apa

maksudmu duduk di sini?” sedikit memiringkan kepala,

Xiao Dai nerkata sambil tertawa.

“Aku hanya ingin membuatmu malu saja, melihatmu

sampai kapan baru bisa sadar dan menyesali mulut sendiri

yang lancang itu.”

Dengan sedikit hati-hati, gadis besar itu tidak mengerti,

sudah sampai saat ini Xiao Dai yang menyebalkan ternyata

masih bisa tertawa.

“Sudahlah! Laki-laki keluar dari tempat mandi tidak ada

yang bagus dilihat, kenapa kau tidak pergi saja?” kata Xiao

Dai sambil mengeluh.

“Kau bisa begitu tidak tahu malu?”

“Aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh, aku

tidak merasa ini memalukan, karena aku sudah

memberitahu, aku mau keluar sekarang.”

“Kau berani? Kau berani di depan seorang wanita, se….

sehelai pun tidak memakai….?”

“Mengapa tidak, kalau begitu coba kau lihat apakah aku

berani tidak.”

Habis bicara Xiao Dai benar-benar berdiri.

Gadis itu tidak menyangka Xiao Dai benar-benar berani

berdiri, melihat setengah tubuh atas Xiao Dai muncul di

atas tong mandi, dia menjadi ketakutan sampai sepasang

tangannya menutup mata, dia lari keluar, sampai baju yang

ada di bawah juga lupa dibawa.

0ooo(dw)ooo0

Laki laki dan wanita sebenarnya sama, jika yang satu

masuk, yang satu akan keluar, yang satu keras, yang satu

akan lunak.

Pihak yang masuk biasanya laki laki, dan dipihak yang

mundur umumnya wanita.

Maka ketika Xiao Dai berdiri, gadis besar itu berlari

keluar.

Jadi Xiao Dai sudah menang di dalam adu kepintaran

antara laki laki dengan wanita ini.

Tentu saja kadar kemenangan ini kurang

membanggakan, tapi ini merupakan perbedaan antara laki

laki dan wanita.

Jika keadaannya dibalikkan, siapa pun laki-laki itu pasti

tidak akan lari, walau mau lari juga akan lari perlahan, dan

pasti akan menunggu orangnya sudah seluruhnya berdiri,

setelah dirinya melihat dengan jelas, baru lari dengan

merasa masih kurang puas.

0ooo(dw)ooo0

Ditengah perjalanan antara kota kabupaten Ping Yang

dengan kota Xiang Yang.

Di depan hutan campuran.

Li Yuan-wai memandang orang berbaju hitam yang

bercadar di depannya, sepatah pun tidak berkata, dia terus

melotot pada dirinya dengan tertegun dan merasa sedikit

kebingungan.

“Hartawan Li, jika kau ingin menikmati sisa hidupmu

yang enak, paling baik kau tinggalkan kabupaten Ping

Yang.”

“Tuan, dihari matahari terang benderang kau memakai

cadar menghadang jalanku, tidak ada alasan mengatakan

kata-kata ini, aku sungguh jadi terkejut! Aku tentu saja ingin

menikmati sisa hidupku, aku masih sangat muda, tapi

perkataanmu membuat aku bingung, bisakah kau beritahu

aku sebabnya?” Li Yuan-wai dengan Xiao Dai nada

perkataannya sama.

“Jangan sok pintar, nasihatku ini paling baik kau

mempercayainya.”

“Betulkah? Kau tidak mengatakan alasannya, aku

mungkin tidak bisa menurutinya.”

“Jangan kira karena kau adalah satu-satunya murid Raja

Pengemis, sehingga punya sandaran, aku mengatakan

demikian justru karena kau masih muda.” Dengan suara

kaku orang bercadar itu berkata.

“Apa kau temanku?”

“Bukan,” kata Orang berbaju hitam tertegun sebentar

baru.

“Kalau begitu kau musuhku?”

“Jika kau tidak mendengar kata-kata ku, aku akan

menjadi musuhmu.”

“Aku pasti mengenalmu, aku dapat merasakannya,

kenapa tidak lepaskan saja cadarmu? Kau takut apa?” tanya

Li Yuan-wai agak mendesak.

“Lucu, kenapa aku bisa takut padamu, aku bercadar

tentu ada alasannya, jangan banyak bicara yang tidak ada

gunanya, kau mau tidak meninggalkan kabupaten Ping

Yang?”

“Tiba-tiba saja aku menpunyai satu keinginan, apakah

kau mau mendengarnya? aku ingin sekali melihat wajah

aslimu, aku berani bertaruh, kau jangan menyangkal, aku

pasti pernah bertemu denganmu.”

“Sudah pernah bertemu” tiga kata masih menggelinding

dimulutnya, Li Yuan-wai sudah menyerang tujuh belas kali,

tongkat pemukul anjing di tangan kanannya telah digerakan

sampai anginpun tidak bisa tembus, lima jari tangan kirinya

dibuka, menyerang orang bercadar.

‘Mengalahkan lawan dengan bergerak lebih dulu’, Li

Yuan-wai selamanya tidak akan lupa dua kata ini, apa lagi

saat dia tahu pasti harus bertarung dengan lawan.

Makanya dia mendahului menyerang.

Orang yang bercadar tidak menduga saat orangnya

berkata ditengah jalan, tiba-tiba bisa menyerang, disaat

mendadak ini orang bercadar jadi kelabakan, hampir saja

dia tidak bisa lolos dari sergapan ini, tapi mantel depan,

lengan bajunya sudah robek ditiga tempat, semua ini akibat

serangan tongkat pemukul anjing itu.

Segera orang bercadar mencabut pedang panjang

dipunggung dan membalas menyerang, orang bercadar itu

sangat marah katanya, “Li Yuan-wai kau sangat licik, apa

kau ternama karena selalu mencuri menyerang?”

“Tuan bercadar, jangan menyalahkan aku? Kalau mau

menyalahkan salahkan dirimu yang tidak menyelidik

kebiasaan aku, jika Li Yuan-wai berkelahi dengan orang,

apa kau pernah dengar aku membiarkan orang menyerang

duluan?”

Tiga jurus lima gerakan sekaligus dilancarkan Li Yuanwai

sedikitpun tidak memberi peluang, sambil berkata

sambil menyerang terus.

Orang bercadar itu sungguh bisa dikatakan jago silat

kelas satu, mula-mula karena tidak ada persiapan dia sedikit

kelabakan, setelah beberapa jurus sedikit demi sedikit dia

bisa membalikkan keadaan buruknya, tangan kiri

mengunakan pedang, tangan kanan melakukan pukulan,

dengan gerakan yang aneh untuk sementara kedudukan

menjadi seimbang dengan Li Yuan-wai, tidak bisa

ditentukan siapa yang unggul siapa yang di bawah angin,

keduanya berkelahi dengan seru.

Li Yuan-wai semakin bertarung semakin terkejut, dia

menyadari lawannya bukan saja tenaga dalamnya tinggi

tapi jurus pedangnya juga aneh, tangan kanan sering tibatiba

menyerang, seperti keluar dari neraka membuat orang

sulit menghindarnya. Dia menguras semua ingatannya,

belum pernah dia mendengar ada orang dunia persilatan

yang tangan kirinya menggunakan pedang dan bersamaan

bisa menyerang dengan pukulan kanannya.

Untung saja ‘Delapan belas langkah mabok’ miliknya

masih bisa mengatasi, setiap berada dalam keadaan

berbahaya, langkahnya dapat menghindarkan serangan

aneh lawannya.

Pelapor dipukul jadi terdakwa, dengan berlalunya waktu,

Li Yuan-wai semakin merasakan desakan lawan pada

dirinya semakin berat. Mula-mula dia unggul karena

menyerang terlebih dulu, sekarang dia hanya bisa bertahan,

selama ini ‘Tujuh Puluh Dua Jurus Tongkat Pemukul

Anjing’ yang ternama dengan kelincahannya dan santai,

merasa sulit menangkis jurus pedang yang aneh itu, hatinya

makin terkejut menjadikan permainannya makin tidak bisa

berkembang. Sampai hari ini dia baru merasa tongkat

pemukul anjingnya menjadi begitu berat.

Sebaliknya orang bercadar itu tidak saja sudah

mengambil inisiatif penyerangan, juga sudah mempunyai

kesempatan sambil bertarung sambil berkata, “Li Yuan-wai,

kau dan aku tidak ada dendam, lagi tidak ada permusuhan,

aku sungguh tidak mau mengeluarkan jurus membunuh,

asalkan kau mau meninggalkan kabupaten Ping Yang,

mengapa kau tidak mau menyetujuinya?”

“Kau ingin aku meninggalkan kabupaten…. Ping Yang….

apa maksudnya?” Li Yuan-wai sambil menangkis, sambil

terengah-engah menjawab.

“Itu semua kau tidak perlu tahu, aku hanya

menasihatkan ‘Masalah timbul hanya karena memaksa

melibatkan diri’, dan hasil melibatkan diri akan

membahayakan diri sendiri.”

“Aku mengerti maksud…. mu, tapi masalah keluarga….

Yuan, apa hubungannya denganmu? Kau bukankah

anjing…. menangkap tikus, mengurusi yang bukan

urusanmu?!”

Dengan menambah tekanan menyerang, orang bercadar

sepertinya sudah tidak sabar bertarung lebih lama lagi.

“Kau mencari mati sendiri, jangan salahkan diriku.”

Bersamaan itu sorot matanya sudah mengandung sinar

pembunuhan, satu gerakan ingin membunuh mati Li Yuanwai.

Dalam pertarungan pesilat tinggi, tidak boleh lengah

sedikitpun, semuanya keras lawan keras, siapa yang tenaga

dalamnya lebih dalam, ilmu silatnya lebih tinggi, itulah

pemenangnya.

Tepat disaat Li Yuan-wai sudah kehabisan tenaga

menangkis, dia sudah tidak tahu harus bagaimana

menghadapi gulungan sinar pedang yang tidak ada

putusnya dari orang bercadar itu.

“Berhenti”

Dua orang yang sedang bertarung bersama-sama mundur

kebelakang, memandang pada seorang gadis berbaju putih

yang tiba-tiba datang.

Dialah Xu Jia-rong, yang waktu itu di jalan raya Chuan

Shan menghadang Tangan Cepat Xiao Dai, wanita itu

muncul tepat dengan wajahnya yang dingin.

Orang bercadar itu bergetar.

Li Yuan-wai malah tertegun.

Orang bercadar yang bergetar karena kedatangan gadis

ini, kelakuannya sangat mirip dengan seseorang yang sering

dia dengar.

Li Yuan-wai tertegun karena kecantikan wanita ini, dia

adalah seorang laki-laki, seorang ‘lelaki besar’ usia sembilan

belas tahun, lelaki besar semuanya suka melihat wanita

cantik, apa lagi wanita cantik ini kedatangannya sepertinya

bersahabat, juga menolong tepat waktunya.

0ooo(dw)ooo0

Polisi Setan Tie Cheng Gong datang lagi ke perumahan

Hui Yuan.

Dia sekarang duduk lagi di dalam kamar baca Tuan

muda besar Yuan, orang tua Qian tetap menemani di

sampingnya.

Hari ini dia tidak tahu apakah bisa berhasil bertemu

dengan Yuan Dashao atau tidak.

Karena orang tua Qian berkata Tuan muda besar sudah

keluar seharian dan masih belum pulang.

Apa gunanya menengok seorang gila?

Kenapa Polisi Setan berulang-ulang datang ke

perumahan Hui Yuan, sepertinya ingin bertemu dengan

Tuan muda besar Yuan yang sudah gila itu?

0ooo(dw)ooo0

Ini adalah sebuah jarum, sebuah jarum sulam.

Jarum ini terpaku di atas kusen jendela…. jendela kamar

baca Yuan Dashao.

Dan sepasang mata Polisi Setan menatap terus jarum ini,

sepertinya itu bukan jarum, tapi adalah sebuah buku yang

membuat orang kagum. Sebuah jarum, sebuah jarum sulam

yang biasa, apa anehnya?

Walau sebuah jarum emas! Juga tidak seharusnya bisa

membuat Polisi nomor satu di Jiang Nan ini lupa diri.

Tapi jika jarum ini muncul di kamar baca seorang laki

laki yang sudah gila, tentu ini suatu keanehan.

Karena ini adalah kamar baca bukan kamar sulam, dan

majikan wanitanya juga tidak ada, makanyajarum ini tidak

seharusnya ada di sini.

Lagi pula beradanya jarum ini tidak benar, bagaimana

jarumnya bisa terpaku miring di kusen?

Posisinya tepat berada sebatas leher keatas, jika orang

tepat berdiri dipinggir jendela memandang jauh keluar.

Yang paling penting lagi adalah saat dulu dia datang

kesini, dia tidak pernah menemukan jarum ini, daya ingat

Polisi Setan, dan daya penyelidikannya tentu saja tidak

diragukan.

Polisi Setan teringat kata-kata Li Yuan-wai.

…. Empat orang di jalan kecil Utara semuanya mati oleh

jarum sulam….

Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, kata-kata itu

sepertinya membuktikan mungkin Yuan Dashao telah

mengalami sesuatu, sampai katanya telah dibunuh orang

dan mayatnya dipindahkan ke tempat lain.

Di depan jendela dia menirukan berbagai gaya,

kesimpulan yang didapatkan adalah:

…. Jika Yuan Dashao berdiri di depan jendela sedang

memandang keluar, dan ada orang bersembunyi diluar

jendela di belakang gunung, jarum sulam yang dilepaskan

orang itu menembus pelipis Yuan dashao dan menancap

miring dikusen jendela, tentu saja tenaga orang ini sangat

kuat sekali.

Polisi Setan dengan hati-hati mencabut jarum itu dan

menyimpannya dengan baik, dengan cepat dia pulang, dia

perlu dengan cepat memberitahukan penemuan ini pada

seseorang.

0ooo(dw)ooo0

BAB 5

Air mata cinta

Xiao Dai dan Li Yuan-wai adalah teman sejak kecil,

mereka bersama-sama main tanah liat, memakai celana

pendek, tumbuh besar bersama.

Mereka berdua bersamaan waktu mendapat guru,

bersamaan waktunya belajar, tentu saja bukan dari seorang

guru.

Satu cinta segi tiga yang rumit.

Ada kalanya mereka bersama-sama mengerjakan satu hal

bukan hal yang tidak baik, ada kala bersama-sama

mengerjakan satu hal malah jadi tidak baik, dan yang tidak

baik ini sangat banyak.

Tidak baik dikatakan, tidak baik dijelaskan, tidak baik

mengurusnya, lebih-lebih tidak baik berpisah.

0ooo(dw)ooo0

Mimpipun tidak akan terpikirkan dirinya akan diundang

makan oleh Ouwyang Wu-shuang (Ouwyang yang tidak

ada duanya).

Xioa Dai kenal dengan Ouwyang Wu-shuang, Li Yuanwai

juga kenal Ouwyang Wu-shuang, karena Ouwyang

Wu-shuang adalah wanita yang dicintai Xiao Dai dan Li

Yuan-wai secara bersamaan.

Xiao Dai kembali menyesal lagi, menyesal tidak

seharusnya menerima undangan makan ini.

Menyesal tidak percaya dengan kata-kata orang dulu

bahwa ‘Tidak ada pesta yang baik’.

Menyesal tidak seharusnya dia makan tahu, makan tahu

pelayannya Ouwyang Wu-shuang.

Lebih-lebih tidak seharusnya dia mandi, karena pelayan

yang bernama Xiao Cui itu pasti akan mengabarkan bahwa

dirinya hampir saja tidak mempunyai celana untuk dipakai

menghadap majikannya.

Xiao Dai ingin setelah kejadian ini, mencari seorang

tukang ramal untuk meramalkan nasibnya setahun ini,

ditahun ini dia bertentangan dengan apa, kenapa sejak

dirinya menerima surat dari merpati pos Li Yuan-wai, dia

menjadi sial terus, dan juga nasib sialnya semakin lama

semakin banyak, dan semakin aneh.

0ooo(dw)ooo0

Kulit wajah Xiao Dai yang setebal tembok telah menjadi

merah, saat berhadapan dengan orang yang dicintai

bersama-sama Li Yuan-wai.

Ini juga satu berita baru, tidak lebih kecil dengan berita

Xiao Dai tidak bercelana, karena orang yang kenal Xiao

Dai, semuanya tahu Xiao Dai hanya bisa membuat orang

menjadi merah wajahnya, tapi orang lain tidak pernah

melihat wajah Xiao Dai menjadi merah.

“Xiao Dai, apa kabar,” kata Ouwyang Wu-shuang.

Xiao Dai tetap saja Xiao Dai, dia masih mempunyai satu

kelebihan yaitu pura-pura bodoh.

“Tidak baik.”

Tertawalah Ouwyang Wu-shuang yang sebenarnya tidak

cantik, tapi wajahnya mempunyai kesan yang sulit

dikatakan orang membuat orang sekali melihat dia merasa

dia sangat special, dan juga bisa menimbulkan perasaan

setelah melihat sekali ingin melihat kedua kali, ketiga kali….

tawanya, tawa dia seperti juga tawa Li Yuan-wai bisa

memikat orang, tawa yang bisa memikat tidak perduli

berbeda jenis atau sama jenis.

Beberapa tahun ini, Xiao Dai mati-matian ingin belajar

menirukan tawanya Li Yuan-wai, ternyata alasannya

adalah ini, ternyata tawanya Ouwyang Wu-shuang dan

tawanya Li Yuang Wai begitu menarik.

“Kenapa tidak baik?”

“Tadinya baik, tapi setelah melihat kau jadi tidak baik?”

“Apakah kau masih mencintai aku?” tanya Ouwyang

Wu-shuang sambil menatap tajam pada Xiao Dai.

Wanita yang begitu memikat, begitu polos, walau dia

dengan Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama berusia sembilan

belas tahun, paling banter hanya dipanggil wanita besar,

tapi wanita besar sekali menikah orang, begitu bertemu

dengan kekasih lama, tidak mengatakan “Apakah benci

padaku?” malah sebaliknya berkata, “Apakah masih

mencintai aku?” apakah tidak bisa dikatakan kepolosannya

sangat lucu.

Xiao Dai jadi merasa bodoh ditanya begitu, dia sungguh

tidak terpikirkan lawan bicaranya bisa bertanya dengan

pertanyaan yang begitu blak-blakan, dia tidak ingin berkata

bohong pada Ouwyang Wu-shuang.

Mau mengatakan tidak cinta, nyata kata-kata itu

berlawanan dengan hatinya.

Mau mengatakan cinta, mana bisa kata-kata itu keluar

dari mulutnya, dia adalah nyonya yang telah bersuami.

Makanya Xiao Dai tidak bisa menjawab pertanyaan ini,

dia diam tidak berkata.

“Cinta atau tidak cinta, satu, dua huruf yang pendek itu

apakah membuat kau sulit menjawabnya?” Ouwyang Wushuang

seperti memaksa Xiao Dai harus mengatakannya.

Xiao Dai terpikir lagi ‘tahu’.

Terpikir dulu kenapa bukan dirinya saja yang jualan tahu

bau, jualan tahu bau tidak perlu kemahiran yang memadai!

Jika yang jualan tahu bau adalah dirinya, maka sekarang,

semua kejadian ini akan terjadi pada diri Li Yuan-wai, dan

semua pertanyaan yang mendesak ini, biar giliran Li Yuanwai

yang menjawabnya.

Kalau sudah begini dia tidak bisa pura pura bodoh lagi,

Xiao Dai terpaksa memaksakan diri menjawabnya, “Dulu

cinta, sekarang tidak bisa cinta, juga tidak berani cinta.”

“Kau mengatakan demikian berarti di dalam hatimu

masih mencintai aku bukan?”

“Sepertinya begitu!”

“Kenapa tidak bisa mencintai juga tidak berani mencintai

aku? Apa hanya karena aku adalah wanita yang telah

menikah? mencintai itu tidak berdosa, walau kau masih

mencintai aku, itu juga hal yang sangat wajar, siapa pun

tidak bisa melakukan tindakan apa-apa padamu, kenapa

kau tidak berani mengatakannya? Apa lagi kau hanya

mencintai seseorang seperti apa adanya.

Laki-laki wanita sama saja, walau dirinya telah menikah,

masih juga berharap orang lain tetap mencintai dirinya,

inilah ego, juga berkhayal.

“Jika kau tetap masih mencintai aku, pasti kau akan

menurut kata-kataku, dan membantu aku bukan?” kata

Ouwyang Wu-shuang dengan penuh keyakinan.

Xiao Dai takut melihat Ouwyang Wu-shuang, takut lihat

tawanya yang memikat itu, juga takut melihat matanya

yang bisa bicara itu, tapi dia tidak bisa menahan dirinya

untuk tidak melihatnya, tidak melihat tawanya, tidak

melihat matanya yang bisa bicara itu.

Dia menganggukkan kepala, walau hanya sedikit.

Ouwyang Wu-shuang merasa puas, satu keyakinan yang

memuaskan, puas atas egonya sendiri dan khayalannya.

0ooo(dw)ooo0

Seorang wanita yang telah menikah, ketika dia merasa

masih bisa menyuruh lelaki lain melakukan perintahnya,

tentu saja akan merasa bangga, juga tentu saja cukup

bersyarat untuk tertawa, tawanya adalah tawa yang keluar

dari dalam hati.

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang tertawa dengan gembira.

Didunia ini siapapun yang mendapat kesulitan, asal

Tangan Cepat Xiao Dai menganggukkan kepala dan

menyanggupi akan membereskannya, maka kesulitan itu

segera bukan menjadi kesulitan lagi. Karena Tangan Cepat

Xiao Dai adalah pakarnya membereskan kesulitan, dan lagi

dia adalah pakarnya pakar!

Melihat Xiao Dai diam tidak bicara, Ouwyang Wushuang

tetap tertawa keras, tapi dia lupa tawanya sekarang

sudah sangat berbeda dengan tawanya yang dulu yang

memikat itu.

“Kenapa kau tidak bertanya padaku, apa masalahku

yang harus kau kerjakan, dan membereskan?”

“Cinta walaupun tanpa syarat, tapi ada harganya, harga

itu adalah pengorbanan, buat apa aku bertanya? Kau ingin

aku membantu, pasti kau akan memberi tahu aku, aku

sudah menerima permintaanmu, jadi semampuku akan

kulakukan, kau dan aku pernah berkenalan, aku tahu kau

tidak akan memaksaku melakukan hal yang tidak mau aku

lakukan, aku tahu kau juga tidak akan mengusulkan hal

yang tidak dapat aku lakukan, betul tidak?” kata Xiao Dai

dengan berat tapi juga tidak dapat berbuat apa-apa, jngin

menjelaskan atau menjawabnya.

“Bagus sekali, berpisah satu tahun kau masih tetap tidak

berubah, tetap seperti Xiao Dai yang aku kenal, tapi kenapa

setelah bertemu dengan aku, tertawamu sekarang bisa

begitu lain? Begitu tidak bergairah?”

“Wu-shuang, mohon jangan membicarakan ini lagi, apa

kau tidak merasa kata-katamu sekarang sudah berlebihan?

Katakan saja! kau ingin aku mengerjakan apa untukmu?”

Sejak berpisah dengan Wu-shuang, entah berapa ratus

berapa ribu kali nama ini diteriakan Xiao Dai di dalam hati,

dia mengira seumur hidupnya tidak lagi akan bertemu

dengan orang yang bernama ini, tapi dunia ini sepertinya

betul kecil sekali.

Setelah tawanya berhenti, Ouwyang Wu-shuang dengan

pandangan kosong berkata, “Aku hanya mempunyai dua

persoalan, Xiao Dai, kau tahu, aku selamanya tidak pernah

memohon pada orang, tapi hari ini aku minta kau

membantuku, jika kau benar masih mencintai aku, aku

tidak berharap kau menolakku. Hal pertama adalah aku

minta kau bunuh Li Yuan-wai. Hal kedua kau harus

kembali ketempat kau datang, melupakan semua masalah di

sini.

0ooo(dw)ooo0

Masalah apa ini? Mengapa Ouwyang Wu-shuang

menginginkan Xiao Dai membunuh Li Yuan-wai?

Seharusnya dia tahu Li Yuan-wai dan Xiao Dai adalah

sahabat karib, akrabnya sudah seperti saudara sekandung.

Permintaannya bukan saja lucu, dan juga keterlaluan, sekali

pun dia tidak mencintai Li Yuan-wai juga tidak perlu harus

minta nyawa Li Yuan-wai!

Siapa pun tahu meskipun sebilah golok sudah diancam

pada leher Xiao Dai, dia tetap tidak akan menghianati Li

Yuan-wai.

Kalau begitu mungkin Ouwyang Wu-shuang sudah jadi

gila, bagaimana bisa mengatakan kata-kata ini?

0ooo(dw)ooo0

Diluar dugaan, jawaban Xiao Dai ternyata lebih-lebih

membuat orang sulit membayangkan, “Aku sudah menduga

pekerjaan apa yang kau ingin aku lakukan. Membunuh Li

Yuan-wai, aku bisa menerima permintaanmu. Aku juga

sebenarnya harus kembali ketempat aku datang, di sini

sungguh tidak ada sesuatu yang bisa membuat aku

bertahan.”

Ouwyang Wu-shuang sangat puas, kepuasannya

terpampang jelas diwajahnya, tapi kali ini dia tidak tertawa,

tidak tersenyum, juga tidak ada tawa lupa diri, kenapa?

Padahal sekarang dia seharusnya bisa tertawa!

Mengapa Xiao Dai juga bisa menerima permintaan

Ouwyang Wu-shuang yang keterlaluan dan tidak masuk

akal ini? Apa mungkin Ouwyang Wu-shuang sudah gila,

atau apakah Xiao Dai juga sudah gila?

Apa betul Xiao Dai masih ingat kejadian diperjalanan

Chuan Shan, ketika dia dihadang oleh orang? Apa dia

sungguh mencurigai berita ini telah dibocorkan oleh Li

Yuan-wai?

Bagaimana dia bisa meninggalkan tempat ini? Disaat

semua masalah masih belum jelas?

Melihat wanita yang sangat dirindukannya, orang sangat

mudah menjadi tersesat, apakah Xiao Dai sudah tersesat?

“Setelah urusannya beres, aku akan mencarimu, aku

akan datang ketempat tinggalmu, kau juga tahu kata-kata

yang aku keluarkan pasti akan kulakukan, walau aku

seorang wanita.”

“Bagus sekali, tapi apa suamimu mengizinkan kau

pergi?”

“Dia tidak dapat mengekang aku, asal aku senang, aku

boleh pergi ketempat dimana saja aku ingin datang.”

“Kalau begitu sekarang aku akan berangkat, pergi

mengerjakan permintaanmu yang pertama.”

“Baik, sampai jumpa, sampai jumpa ini adalah

harapanku dapat dengan cepat ‘sampai’ ‘jumpa’,

mengatakan dengan sesungguhnya aku sedikit tidak sabar.”

“Aku tahu.”

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sudah pergi, meninggalkan rumah Ouwyang

Wu-shuang.

Kemana dia harus pergi? pergi membunuh Li Yuan-wai.

Kenapa dia tidak menanyakan siapa suami Ouwyang

Wu-shuang?

Dan juga kenapa dia tidak menanyakan pada Ouwyang

Wu-shuang, dengan cara apa dia bisa tahu dirinya tersesat

di gunung Kabut Hitam?

Apa benar pengaruh wanita begitu besar? Sampai

Tangan Cepat Xiao Dai juga bisa tersesat oleh tawa

Ouwyang Wu-shuang yang memikat?

Xiao Dai selalu mengira dirinya paling pintar, tapi

kenapa dia sekarang begitu bodoh sampai bisa menerima

permintaan Ouwyang Wu-shuang? Anak usia tiga tahun

pun juga seharusnya dapat melihat di dalam masalah ini

pasti ada yang tidak benar, tapi dia malah tidak dapat

melihatnya?

Xiao Dai baru saja meninggalkan pintu.

Wajah Ouwyang Wu-shuang segera menjadi sedih,

karena dia teringat pada Li Yuan-wai, yang tubuhnya

sedikit gemuk, wajahnya sedikit berantakan, dan juga

senyumnya yang menyebalkan.

Dia teringat tentang semuanya, semua yang tidak dapat

dilupakan, makanya di dalam matanya sedikit demi sedikit

timbul selapis kabut tipis, akhirnya dia meneteskan air

mata.

Tiba tiba….

Ouwyang Wu-shuang menghapus air matanya, air mata

rindu.

Saat ini sinar matanya berobah, seperti ada api

kemarahan yang menyala, semakin membakar semakin

membesar, sungguh membuat orang yang melihatnya

menjadi takut, sampai wajahnya pun menggigit-gigit gigi.

Dia bergumam, berkata, “Tidak ada orang yang boleh

memperlakukan aku begini, tidak ada orang yang boleh

memperlakukan aku begini….”

0ooo(dw)ooo0

Ilmu silat Li Yuan-wai tidak setinggi Tangan Cepat Xiao

Dai, tapi nasib Li Yuan-wai lebih baik dari pada Xiao Dai.

Karena setiap kali Li Yuan-wai dalam keadaan

berbahaya, saat nyawanya dalam bahaya, dia selalu dapat

luput dari bahaya itu dan selamat.

“Di dalam hidupnya dia banyak berhutang budi pada

orang” kata-kata ini adalah kata-kata Xiao Dai saat

mengolok-olok Li Yuan-wai.

Sekarang Li Yuan-wai telah berhutang budi lagi pada

orang, dan orang berjasa ini adalah seorang wanita cantik,

Li Yuan-wai sungguh berterima kasih pada ayah dan

ibunya yang telah memilih waktu yang bagus dan

melahirkan dirinya pada saat yang baik.

“Kebetulan.” Munculnya wanita ini juga sungguh sangat

kebetulan.

“Siapa kau?” tanya orang berbaju hitam bercadar sedikit

bingung.

“Orang yang lewat.”

“Bukan.”

“Apa kau adalah temannya Hartawan Li?”

“Bukan.”

“Apa kau bermusuhan dengan aku?”

“Tidak ada.”

“Kau bukan temannya Hartawan Li, dan juga tidak

bermusuhan dengan aku, lalu mengapa kau melibatkan diri,

apa maksudnya?”

Orang bercadar tampak marah, katanya, “Orang

persilatan tentu saja mengurus masalah dunia persilatan,

aku ingin tanya pada kalian sebenarnya apa yang menjadi

masalah?”

Jawaban yang beraturan ini sungguh hebat.

Li Yuan-wai seperti lupa keadaan dirinya sedang dalam

bahaya, dia tertawa.

Orang bercadar mendengar jawaban ini, dan melihat

kelakuan Li Yuan-wai, menjadi marah sekali.

“Apa kau mampu? Jika tidak mampu, kau harus tahu

diri, kau sudah melanggar larangan besar dunia persilatan,

hanya orang yang berkemampuan tinggi baru boleh

melibatkan diri pada masalah dunia persilatan yang tidak

ada sangkut pautnya dengan dirinya.”

“Aku tidak berani berkata aku mampu, tapi kalau untuk

menyelamatkan nyawaku saja tidak masalah.”

“Mungkin kali ini kau akan menyesal karena telah

mengurus hal yang tidak seharusnya diurus.”

“Aku tidak begitu memikirkannya, aku ingin tahu

mengapa kalian bertarung di sini? Mungkin aku bisa

menjadi penengah yang adil.”

“Kau kira kau ini siapa? mengandalkan apa kau ingin

menjadi wasit kami, dan kenapa kami harus memberitahu

masalah kami’?”

“Tuan bercadar sudah mengatakan kami’, maka aku

dengan senang hati memberitahukan masalah mu dengan

aku pada nona ini!”

Li Yuan-wai yang sudah lama berdiam diri, begitu ada

kesempatan segera dia menyela.

Tapi perkataannya ada tiga puluh persen menggelitik

orang, ini adalah penyakit lamanya, sama dengan Tangan

Cepat Xiao Dai, semuanya tidak bisa dirubah.

“Hartawan Li, apakah baru sebentar saja kau sudah lupa

tadi kau telah dipukul sampai hampir berteriak minta

tolong? Lebih baik kau jangan banyak mulut lagi.”

“Itu adalah keinginanmu, aku kan tidak pernah mencuri

adik perempuanmu, kenapa kau begitu marah?”

“Aku lihat kau sedang mencari mati!”

Perkataannya baru saja habis, orang bercadar sudah

tidak bisa menahan amarahnya, pedang di tangan kirinya

mendadak digetarkan membuat gambar bunga, langsung

memotong ke tubuh Li Yuan-wai.

Dengan memutar pinggang, memiringkan tubuh, Li

Yuan-wai kembali menggunakan ‘Delapan Belas Langkah

Gila’ melayang menghindar dari tusukan pedang yang tiba

tiba ini.

“Hei! Hei Hei! Tuan bercadar, gerakanmu sungguh

cepat! Kenapa jurusku seperti sudah berhasil kau ketahui

semua? Jika mau menusuk mohon beritahu dulu! Kan ada

orang ketiga di sini!”

“Tunggu dulu, jurus Pedang Kiri ini dari mana

belajarnya?”Xu Jia-rong tiba tiba dengan keras bertanya.

“Apa maksudnya?” jawab orang bercadar sedikit

tertegun.

“Yang aku tanyakan adalah jurus yang kau gunakan

“Jurus Pedang Tangan Kiri” ini dari mana kau

mempelajarinya?”

“Itu bukan urusanmu.”

“Bukan urusan aku? Bukankah kau adalah Qin Shao

Fei?”

“Siapa kau?” tanya orang bercadar merasa aneh dan

terkejut.

“Aku siapa? Aku datang untuk membersihkan

perguruan, orang yang akan menghukum murid yang

berkhianat ini,” kata Xu Jia-rong dengan santai tertawa.

“Aku tidak kenal kau, lebih baik kau jangan mengurus

yang bukan urusanmu.”

“Aku Xu Jia-rong, Jago Pedang Tangan Kiri’ adalah

kakek luarku, bagaimana kau bisa katakan ini bukan

urusanku?”

Sepasang mata orang bercadar itu tampak ada rasa

ketakutan.

“Aku sudah lama mencarimu, Qin Shao Fei, kau

binatang yang berhati serigala, berparu-paru anjing, tidak

diduga hari ini aku bisa menemukan kau di sini, itulah

kehendak yang di atas, kau menyerah saja atau aku harus

melakukannya sendiri?”

“Hanya mengandalkan dirimu?”

“Kau harus tahu Jurus Pedang Tangan Kiri yang kau

pelajari hanya setengahnya saja.”

Keadaan telah berobah, Li Yuan-wai tidak menyangka

situasinya bisa berubah jadi begini, walau dia tidak tahu Xu

Jia-rong yang berbaju putih ini apa benar dapat

melumpuhkan orang bercadar yang ilmu silatnya sangat

tinggi ini, tapi mendengar pembicaraan mereka berdua,

tidak sulit menduga orang bercadar ini sedikit banyak

merasa ketakutan.

Sekarang dirinya seperti sudah keluar dari lingkaran

kacau ini, dia mencari sebuah batu besar dan duduk, satu

sikap yang santai, duduk menatap wanita baju putih dan

orang bercadar.

Kedua belah pihak sudah mulai bertarung.

Orang berbaju hitam bercadar tetap menggunakan

tangan kiri memegang pedang tangan kanan melancarkan

pukulan.

Wanita berbaju putih Xu Jia-rong juga dengan tangan

kiri memegang pedang, tapi tangan kanan menggenggam

terbalik sebilah belati tajam.

Di lapangan dua bayangan orang satu hitam satu putih,

laksana dua ekor naga berjumpalitan dan berloncatan,

sebentar di atas sebentar di bawah, bergumul jadi satu,

hawa pedang angin tinju membuat pasir dan debu di tanah

terbang kemana mana.

Dua orang yang sedang bertarung seru tidak membuka

mulut, hanya terus-menerus melancarkan serangan silih

berganti.

Tidak disangka seorang wanita bisa mempunyai ilmu

silat yang begitu bagus, Li Yuan-wai yang melihat sampai

wajah berubah-rubah, dirinya baru saja bertarung dengan

orang bercadar itu, dia tahu kelihaian orang bercadar itu,

jujur saja dirinya bukan lawannya, tapi wanita ini bukan

saja bisa maju dan bisa mundur, sepertinya malah berada di

atas angin.

Terbayang olehnya jika seorang laki-laki besar, kalah

oleh wanita ini, wajah bulat Li Yuan-wai tidak tahan

menjadi merah, diam-diam dia bersumpah, selanjutnya dia

harus mengurangi makan daging anjing, harus lebih banyak

meluangkan waktu berlatih silat.

Orang bercadar juga merasa dia akan kalah, segera dia

merobah serangan, tapi tetap tidak ada kemajuan,

sepertinya setiap tusukan pedangnya selalu telah diketahui

oleh lawannya, seluruh gerakannya sudah dikendalikan

lawan, dan keadaan Xu Jia-rong sebaliknya semakin

bertarung dia semakin gagah, dia telah mengurung orang

bercadar itu di dalam lingkaran pedangnya, setiap

serangannya sedikit pun tidak memberi kesempatan pada

lawannya, tampaknya dia sangat membenci pada orang ini.

Ternyata orang bercadar yang bernama Qin Shao Fei

telah mengangkat Jago Pedang Tangan kiri untuk belajar

ilmu Pedang Tangan Kiri, dan Jago Pedang Tangan Kiri,

Bai Lian Shan tahu dia belajar ilmu pedang tangan kiri ada

udang dibalik batu, jadi tidak semua jurusnya diajarkan, dia

hanya mengajarkan setengah Jurus Pedangnya.

Melihat tidak dapat mewarisi semua pelajarannya, di

dalam hati Qin Shao Hei menjadi benci, dalam satu

kesempatan setelah dapat mencuri pusaka dunia persilatan

Jing Tian Gong, dia menghilang, dan Bai Lian Shan karena

saking marahnya hingga jatuh sakit.

Xu Jia-rong tahu peristiwa ini dia segera mencari

kemana-mana tapi tidak berhasil, sekarang begitu melihat

Qin Shao Fei berada dihadapannya, mana bisa dia tidak

melakukan tindakan?

Sebuah benda bisa menaklukan benda lain, Pedang

Tangan Kiri nya Xu Jia-rong sepertinya adalah penakluk

pedang orang bercadar ini, ternyata orang bercadar Qin

Shao Fei hanya belajar setengah Jurus Pedang, sedang

belati di tangan kanan Xu Jia-rong khusus menaklukan

jurus pukulan lawannya, setiap Qin Shao Fei mengira dapat

memukul dengan berhasil, selalu disabet oleh belati itu

dengan santainya, yang dituju bukan saja pukulannya tidak

bisa dilancarkan, sampai-sampai harus membalikkan

pedang menolong tangan kanannya dan menangkis belati.

Maka pertarungan ini segera tampak siapa menang siapa

kalah.

Dalam taktik militer bab ketiga puluh enam, “Lari”

adalah siasat paling bagus, juga siasat yang paling tepat

sekali.

Orang bercadar yang bernama Qin Shao Fei, melihat dia

tidak ada harapan bisa menang, bahkan segera akan kalah,

jadi dengan cepat dia mencari akal untuk melepaskan diri.

Tapi bukan saja Xu Jia-rong sudah tahu niatnya, Li

Yuan-wai yang menonton disampingnya juga sudah

mengetahui niatnya.

“Tuan bercadar, perlukah aku bantu berteriak minta

tolong? Jika kau tidak berteriak, kau akan hilang

kesempatan!”

Qin Shao Fei yang tampak kewalahan, ditambah Li

Yuan-wai disisi lapangan terus meledeknya, diajadi lebih

marah lagi, sekali kurang hati-hati lengan kanannya telah

tersayat belati sepanjang satu cun, darah segar segera

mengucur keluar.

“Aduh! Darah sudah keluar, hati-hati, Tuan bercadar

coba kau lihat kenapa kau begitu tidak waspada? Sedikit

lagi saja lengan itu akan buntung!”

Gembira saat orang lain mengalami nasib sial adalah

sifat manusia, Li Yuan-wai terus-terusan berteriak.

Dia sendiri lupa, tadi saat didesak oleh Qin Shao Fei dia

berputar-putar tidak karuan.

0ooo(dw)ooo0

Hal yang bukan tunggal pasti sepasang, didunia ini sering

terjadi begitu.

Li Yuan-wai bagaimanapun tidak dapat menduga bisa

terjadi hal yang begitu kebetulan.

Terdengar sebuah teriakan, “Berhenti.”

Suara itu juga keluar dari mulut seorang wanita.

Wanita ini bajunya hitam semua, wajahnya juga

memakai cadar, tidak dapat dilihat wajahnya apakah sama

cantiknya dengan Xu Jia-rong, atau sama dinginnya.

Jelas, sekarang Qin Shao Fei menjadi bersemangat lagi,

matanya sudah menunjukkan.

Xu Jia-rong menarik tangannya menghentikan serangan,

dengan tenang dia memperhatikan ‘tamu’ yang mengikuti

langkahnya dari belakang.

Li Yuan-wai sudah meloncat turun dari batu yang dia

duduki, dengan bengong melihat wanita baju hitam itu.

Tapi yang dipikirkan di dalam hatinya adalah bagaimana

mencari akal supaya bisa membuka kain hitam itu, tentu

saja dia ingin melihat wajah aslinya, yang paling penting

adalah dia paling benci pada orang yang tidak berani

berhadapan dengan wajah aslinya, apa lagi tadi dia hampir

saja dibunuh oleh nona bercadar sampai berlari tidak

karuan di jalan raya.

0ooo(dw)ooo0

Yang paling tidak bisa tenang tentu saja Li Yuan-wai.

Maka sebelum orang lain membuka mulut, dia sudah

membuka mulut dulu, “Dajie ini…. (Kakak perempuan

paling besar), aku pikir kau tentu seorang wanita! kenapa

menghentikan pertarungan? Bukankah ini merusak

keadaan?”

Siapa pun tidak mengira yang dia keluarkan adalah

perkataan ini, juga dikeluarkan dengan wajah yang serius

lagi.

Xu Jia-rong tertawa, walau hanya sekelebat, mata Li

Yuan-wai tajam sudah melihatnya, dia mengerti apa yang

disebut tawa yang menggegerkan seluruh kota.

Qin Shao Fei tidak bisa melihat wajahnya, tapi dari getar

cadarnya yang tidak ada angin bisa bergerak sendiri,

mungkin dia juga tertawa, hanya saja tidak ada suara.

Wanita berbaju hitam menatap pada Li Yuan-wai

dengan kaku dan keras berkata, “Hartawan Li, kau

mungkin sudah bosan hidup.”

“Kau juga kenal aku?”

Hartawan Li sungguh tidak mengira dirinya sejak kapan

telah menjadi ternama, sepertinya hari ini setiap orang yang

bertemu dengan dirinya semuanya mengenal dirinya, tapi

dia sendiri tidak tahu siapa nama atau marganya.

“Orang yang melihat tingkah lakumu, tentu tidak akan

susah menduga dirimu,” kata wanita berbaju hitam dengan

tajam sambil mengejek.

Orang yang bisa mengejek juga harus bisa menerima

ejekan, baru betul-betul hebat, sama seperti ilmu silat, bisa

memukul orang juga harus berani menerima pukulan, baru

ilmu silatnya disebut hebat. Perkataan ini Tangan Cepat

Xiao Dai sering mengatakannya pada Li Yuan-wai, dan Li

Yuan-wai selalu mengingatnya dengan kuat.

Wajah Li Yuan-wai tidak tampak perobahan, tapi di

dalam hati Li Yuan-wai, dia marah sampai usus pun seperti

menjadi simpul tali, walau bagaimana pun didunia ini tidak

ada orang yang berani berkata begini pada dirinya, apa lagi

setelah tahu siapa dirinya.

Li Yuan-wai ingin sekali bereaksi, tapi setelah dipikirpikir,

saat dirinya masih kecil memang karena nakalnya

sampai nenek luarnya tidak mau dekat, pamannya juga

tidak sayang, dia jadi tidak bisa berkata lagi, sekarang yang

paling penting dia masih bisa melihat tawa tadi.

“Siapa kau?”

“Kau siapa?”

Wanita berbaju hitam melihat Li Yuan-wai tidak

menjawab, matanya dibalik cadar dengan marah melotot

pada Li Yuan-wai lalu pada Xu Jia-rong bertanya.

Xu Jia-rong juga menjawab dengan acuh.

Dua orang wanita jika sudah bertempur, serunya pasti

tidak kalah dengan dua orang pria, udara dalam sekejap

seperti membeku.

Tampak dua wanita ini tidak mau mengalah, mereka

saling melotot.

0ooo(dw)ooo0

“Lihatlah cahaya kematian, kalian pasti sudah melihat

cahaya kematian.” Perkataan yang tidak perlu dikeluarkan,

tapi dikatakan, jika bukan Tangan Cepat Xiao Dai pasti Li

Yuan-wai yang mengatakan, karena hanya dua orang ini

yang baru bisa melakukan perbuatan semacam ini.

Tiga orang itu dibuat tertegun oleh kata-kata yang tibatiba

muncul, juga tidak dapat menangkap apa maksud katakata

ini.

Sambil menampilkan senyum yang memikat, Li Yuanwai

menjelaskan, “Dajie yang memakai cadar hitam, maaf,

aku yang seperti setengah pengemis ini, punya kebiasaan

yang buruk, tidak dapat menahan kata-kata…. ini…. betul,

seperti tulang ikan ditenggorokan, seperti tulang ikan

ditenggorokan, jika tidak dikeluarkan tidak terasa enak.”

“Hartawan Li, katakan, apa maksud kata katamu?”

“Hi…. hi…. hi…. begini, aku pikir kau pasti berparas

sangat buruk, maka memakai cadar menutupi wajah, kau

takut melihat sinar, maka….”

Sekali mengangkat tangan, enam butir bintang dingin

membentuk dua segi tiga terbang menyerang enam jalan

darah penting di tubuh Li Yuan-wai, rupanya wanita

berbaju hitam itu sangat marah hingga melepaskan senjata

rahasia.

Li Yuan-wai sudah mempersiapkan diri, melihat tangan

wanita baju hitam diangkat, dia segera memiringkan

tubuhnya melayang kesamping menghindar serangan

senjata gelap, sambil berteriak, “Kenapa kau menyerang

tanpa memberitahu!”

Wanita berbaju hitam yang sudah melepaskan senjata

rahasia, tubuhnya bergerak berjaga-jaga.

“Tunggu.”

Xu Jia-rong segera menghadang di depan wanita berbaju

hitam, “Apakah kau dengan Qin Shao Fei satu kelompok?”

“Kalau benar memang kenapa?”

“Kalau begitu tidak ada perkataan lagi, jaga seranganku!”

Xu Jia-rong maju menyerang dengan pedangnya, seluruh

langit penuh dengan bayangan pedang, dia menyerang pada

wanita berbaju hitam.

Wanita berbaju hitam itu tidak menggunakan senjatanya,

tapi sepuluh jarinya yang mulus, jika menjentik juga

menakutkan orang, sungguh sebuah senjata yang hebat.

Hari ini Li Yuan-wai merasa nasibnya sungguh buruk,

bertemu lawan, tidak peduli laki-laki, wanita, ilmu silat

orang-orang ini semuanya lebih tinggi dari dirinya dan lebih

kuat dari dirinya semuanya sekaligus bisa ada kesini.

Seharusnya ilmu silat Li Yuan-wai, didunia persilatan

sangat sedikit yang bisa menandinginya, tapi sekarang yang

dia temui malah satu pun tidak ada yang lemah, dia merasa

hatinya dingin, sambil menonton dua wanita bertarung,

sambil berjaga-jaga pada Qin Shao Fei. Khawatir

mendadak dia menyerang.

Melihat wanita berkelahi merupakan suatu kenikmatan.

Apa lagi dua orang pesilat top.

Qin Shao Fei dengan menggenggam pedang mendatangi

Li Yuan-wai.

“Hartawan Li, aku lihat kita juga jangan menganggur,

lihat saja, sebenarnya siapa yang akan berteriak minta

tolong.”

Walau sudah tahu kecuali ada kejadian yang aneh, yang

kalah pasti delapan puluh persen adalah dirinya, tapi

sebagai seorang laki-laki mau tidak mau dia tetap harus

menunjukkan. Li Yuan-wai melintangkan tongkat pemukul

anjingnya, berkata, “Baik, Tuan bercadar, aku akan

menemani kau bermain-main.”

Tapi terdengar suara berkata, “Qin Shao Fei, kau pulang

dulu dan tunggu di sana, biar aku membereskan urusan di

sini.” Wanita berbaju hitam sambil bertarung masih dapat

melihat dengan jelas gerak-gerik orang yang ada dipinggir

lapangan, makanya mengeluarkan perkataan.

Dengan menyahut sekali, orang bercadar yang bernama

Qin Shao Fei dengan garang berkata pada Li Yuan-wai,

“Hartawan Li, orang lain takut padamu pejabat dari

organisasi pengemis, tapi aku tidak takut, kau tunggu saja,

kita pasti akan bertemu lagi, sampai waktunya aku pasti

akan menghajar mu, sampai kau nanti akan mencari gigimu

yang berserakan di tanah.”

“Ampun, saudara bercadar, aku jadi takut.”

Orang bercadar tidak menyahut lagi, dia membalikkan

tubuhnya dengan cepat pergi.

0ooo(dw)ooo0

Sambil meloncat naik lagi keatas batu besar, Li Yuan-wai

menyilangkan kakinya, sepasang tangannya menahan dagu,

dengan asyik melihat pertarungan dua wanita itu. Sungguh

susah dijelaskan bagaimana masalahnya bisa berubah jadi

begini, dia sendiri tadinya adalah pemeran utama, sekarang

malah jadi penonton, melihat dua wanita ini bertarung

dengan sangat seru, orang yang tidak tahu alasannya,

mungkin bisa mengira bahwa dua wanita sedang berebut

suami!

Dia sedikit bangga, dirinya seperti mabuk, Li Yuan-wai

sungguh hampir saja tidak tahu siapa marganya.

0ooo(dw)ooo0

BAB 6

Orang berjalan

Dipenginapan itu. Disudut ruang besar.

Sebuah meja persegi, Polisi Setan dengan seorang

pemuda berbaju pelajar masing-masing duduk

berseberangan.

“Lao Tie, menurut pendapatmu, hilangnya dia apa benar

telah dibunuh orang?” kata orang berbaju pelajar dengan

hati khawatir.

“Seharusnya delapan sampai sembilan puluh persen

benar, jika tidak dibunuh orang, tentu juga ditangkap

orang.”

“Aneh, selama berada didunia persilatan, aku tidak

pernah mendengar ada orang yang menggunakan jarum

sulam sebagai senjata gelap.”

“Orang yang kehilangan ingatannya, refleknya juga akan

berkurang banyak, inilah yang aku khawatirkan, kalau tidak

dengan ilmu silat dan kepintaran Yuan Dashao,

bagaimanapun dia tidak akan terjebak,” kata Polisi Setan

sambil menatap orang berbaju pelajar dengan khawatir.

“Apa masih ada penemuan lainnya?”

“Tidak ada, di dalam kamar semuanya rapi, tidak ada

tanda-tanda kekacauan akibat pertarungan.”

“Jarum ini benar-benar menakutkan, tampak seperti duri

yang sukar terlihat yang setiap saat bisa menusuk. Sekarang

kita harus lebih banyak menaruh perhatian dan selidiki

siapa yang pandai menggunakan senjata rahasia jarum, atau

yang mirip jarum…. hai! Satu gelombang belum surut,

gelombang lain sudah menyusul, kulihat musuh yang

bersembunyi di tempat gelap, bukan saja mengetahui segala

sesuatu mengenai keluarga Yuan, juga berniat

menghancurkan rumah, dan menghabisi nyawa semua

anggota keluarga Yuan.” Polisi Setan terdiam.

Situasinya menjadi tambah berat, dua orang lainnya

sama-sama tidak berkata lagi. Lama sekali….

Orang berbaju pelajar berkata lagi, “Orang yang di

kabupaten Ping Yang ini apakah Tangan Cepat Xiao?”

“Sekarang masih belum tahu, Li Yuan-wai sudah

mengejar kesana.”

“Aku masih khawatir, didunia persilatan kecuali kau,

siapa lagi yang bisa menaklukkan dia? Nama Tangan Cepat

Xiao Dai mempunyai kedudukan yang bisa dijamin.”

“Kepintaran dan ilmu silat Xiao Dai memang lebih tinggi

dari pada siapapun, tapi yang ditakutkan adalah musuh di

tempat gelap, senjata yang tersembunyi, paling sulit

dihindarkan.”

“Bukan aku banyak usil, mengapa sudah banyak

peristiwa yang terjadi Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuanwai

masih tidak diberitahu?”

“Aku telah mengatakan, musuh yang bersembunyi di

tempat gelap sepertinya sangat faham terhadap segala

persoalan keluarga Yuan, tapi teman atau sanak keluarga

Yuan malah tidak seberapa tahu, aku jelas tahu Xiao Dai

dan Li Yuan-wai tidak mungkin adalah orang yang berbuat,

tapi aku tetap harus waspada, bagaimana pun masalah ini

terlalu berat dan besar, nanti perlahan aku akan

menjelaskan pada mereka.”

“Aku hanya merasa jika mereka berdua juga tidak dapat

dipercaya, didunia ini ‘teman’ dua huruf ini juga….”

Tentu saja orang berbaju pelajar mengerti maksud Polisi

Setan.

Sehingga orang berbaju pelajar berkata lagi, “Lao Tie,

hati-hati, kalian bertiga jauh ribuan li sengaja datang kesini,

membuat aku sangat terharu, mana mungkin aku tidak

percaya pada kalian? Sungguh aku sangat khawatir, jika kita

tidak hati-hati sedikit saja, bisa merusak segalanya, maka

aku merahasiakan semua ini pada mereka, membiarkan

mereka menyelidik, dan aku mengawasi diam-diam, dengan

demikian mungkin akan lebih mudah memancing dalang

masalah ini keluar.”

“Aku hanya merasa pekerjaan ini, terlalu mempersulit

dirimu.”

“Apa ada cara lain? Kalau ada, aku juga tidak mau

melakukannya, jika tidak melakukan pekerjaan ini, aku juga

tidak dapat memikirkan cara lain yang bisa memancing

orang di belakang layar ini keluar.”

“Aku tidak mengerti, apa maksudnya nyonya besar

membawa Tangan Cepat Xiao Dai masuk kegunung Kabut

Hitam?”

Dia ingin menjelaskannya, tapi setelah dipikir-pikir

orang berbaju pelajar tidak jadi membuka mulut.

“Benarkah semua seperti dalam pemberitaan, bahwa

semua adalah rencana nyonya besar?”

“Lao Tie, semua sama sekali bukan seperti itu, aku bisa

beritahu kenyataan sebenarnya, tapi untuk kau dan aku

tidak ada gunanya, kita bersandiwara harus mirip, aku

harap kau tetap berperan sebagai kau, dengan demikian

tidak akan membuat orang curiga, kau tenang saja, tidak

lama lagi persoalannya akan terbuka semua.”

“Bocah, kau sangat pintar mempermainkan orang,

bukankah semua akan membuat orang mendongkol dan

bisa membuat orang mati karena kheki? Kau tidak

memberitahu aku, apa aku tidak bisa menyelidik sendiri?

Apa kau kira sebutan Polisi Setan didapat dengan

mengeluarkan uang membelinya?”

Orang berbaju pelajar tertawa, hanya saja tawa itu dilihat

dari sudut mana pun tidak terlihat alami, mukanya seperti

sudah tertempel sesuatu.

“Lao Tie, maksudku, semakin dirimu berusaha keras

menyelidik perkara ini, maka bagi ku akan lebih

menguntungkan, karena perhatian lawan akan tertumpah

pada dirimu, jadi tidak ada kesempatan mengawasi dari

tempat tersembunyi, sebaliknya malah aku bisa

bersembunyi mengawasi dirinya, katakan benar, tidak?”

“Baik, baik, aku tidak bisa berdebat denganmu, kau

memang hebat, Polisi Setan mengaku tidak bisa

menandingimu, kau jadi pemimpinnya, kau mengatakan

apa semua mengikutimu, bukan begitu?”

Sambil mengepalkan tangan dan digoyang goyangkan,

orang berbaju pelajar berkata, “Terima kasih banyak! Lao

Tie, tunggu sampai masalahnya terbongkar, saat pelaku

utamanya sudah dihukum, aku pasti akan menemani kau

minum tiga hari tiga malam.”

“Sudahlah! Kekuatan minummu, bukan aku tidak tahu.”

0ooo(dw)ooo0

Dua orang laki laki secara bersamaan mencintai seorang

wanita, hasil akhirnya pasti akan sedih.

Mungkin kita sudah biasa mendengar dua orang wanita,

tiga orang wanita, atau empat orang wanita bersama-sama

menikah dengan seorang laki laki.

Tapi pasti tidak akan pernah mendengar dua orang laki

laki menikah dengan seorang wanita. Jika ada, maka di

antara dua orang laki-laki itu, pasti ada seorang tidak bisa

disebut sebagai laki-laki. Inilah bedanya laki-laki dengan

wanita. Juga bisa dibilang laki-laki lebih egois dibanding

wanita, dia tidak dapat menerima ada laki-laki lain

memiliki wanita miliknya.

Tangan Cepat Xiao Dai sambil berjalan, sambil

memikirkan masalah yang kelihatannya mudah tapi rumit,

memang rumit hubungan antara laki-laki dan wanita.

Dia sungguh tidak mengerti, mengapa dirinya bisa

menerima permintaan Ouwyang Wu-shuang untuk

membunuh sahabat terbaiknya sendiri…. Li Yuan-wai.

Seperti dia juga tidak mengerti, mengapa Ouwyang Wushuang

tidak dipanggil Ouwyang Cheng Shuang (Cheng

Shuang = menjadi sepasang), atau Ouwyang San Shuang

(tiga pasang), Si Shuang (empat pasang)….

Kalau begitu siapa pun yang menyukai dia, orang yang

mencintai dia, hanya seorang saja yang bisa bersama dia

selamanya. Tapi dia tidak memikirkan lagi karena hanya

ada dia seorang saja, makanya dia baru dipanggil Ouwyang

Wu-shuang.

Kalau tidak, kemanapun kau pergi begitu bertemu

dengan marga Ouwyang, maka akan terjadi hal yang

memusingkan kepala.

0ooo(dw)ooo0

Dia telah kembali ke kabupaten Ping Yang.

Karena dia menggunakan jalan lain, maka dia tidak

bertemu dengan Li Yuan-wai. Dia juga tidak tahu ada dua

orang wanita karena masalah Li Yuan-wai, telah bertarung

dengan unik. Jika tidak dia pasti akan mati mendongkol,

melihat wajah bangga yang diperlihatkan oleh Li Yuan-wai.

Dengan susah payah dia kembali ke penginapan, tapi dia

tidak melihat seorangpun.

Hatinya merasa aneh tapi dia malas keluar mencarinya,

pikirnya, asal tidak mati, orangnya pasti akan kembali.

Sehingga tidurlah dia di atas ranjang Polisi Setan.

Memang, hampir lima hari penuh dia belum pernah

tidur, saat ini jika dia tidak tidur mau kerja apa lagi? Duduk

menunggu, bukankah tidur juga menunggu?

0ooo(dw)ooo0

Jika orang akan kaya, pintu pun tidak bisa

menghalanginya. Tapi jika orang akan sial, benteng kota

pun sama tidak bisa menghalanginya.

Meski duduk di dalam rumah, ‘Tuan langit’ akan

mengambil sebuah batu, memecahkan genteng rumah,

jatuh di atas kepala hingga dikepala akan timbul benjolan

besar.

Tangan Cepat Xiao Dai walau kepalanya tidak timbul

benjolan besar, tapi sudah ada lima benjolan.

Malah jika melihat keadaannya, masih ada tambahan

lagi, sekarang dia digantung di sebuah kamar kayu bakar

entah rumah siapa.

Dihadapan dia, berdiri dua manusia yang rupanya sama,

yang khusus makan daging manusia, ‘Gigi Gergaji

Bersaudara’.

Sungguh dia tidak mengerti mengapa dia bisa

diperlakukan seperti ini, dan kepalanya juga penuh dengan

benjolan.

Disaat orang tertua Gigi Gergaji Bersaudara,

mengangkat tongkat kayu akan memukul kepala Xiao Dai

yang keenam kalinya, Xiao Dai sudah sadar, sadarnya juga

karena kesakitan.

“Aku katakan padamu, ‘orang makan orang’, sekali lagi

kau memukul, aku mungkin benar-benar tidak bisa bangun

lagi, kau berhentilah! Aku pikir kau juga sudah puas

memukul, batok kepalaku mana bisa menahan pukulanmu

yang cara memukulnya seperti memukul bedug.”

“Ooo, kau sudah sadar!” kata orang tertua merasa aneh,

dia menahan tongkatnya, suaranya membuat bulu kuduk

siapapun berdiri.

Sambil menahan sakit, Xiao Dai dengan suara serak

berkata, “Katakan padaku, bagaimana aku bisa ada di sini?”

Dengan menonjolkan gigi gergajinya orang kedua Gigi

Gergaji tertawa dan berkata, “Kami sudah

memperhitungkan kau pasti akan minum teh di teko itu.”

Tidak aneh setelah minum satu cangkir teh di atas meja

Xiao Dai jadi begitu saja ingin tidur.

Xiao Dai bersumpah bahwa selanjutnya dia tidak akan

minum teh lagi, lebih baik minum air putih saja.

“Mengapa kalian bisa tahu aku menginap di sana? Kalian

mengapa bisa mengetahui jejakku?”

“Sejak mulai kau datang ke kabupaten Ping Yang, semua

gerak gerikmu sudah di dalam pengawasan kami, tadinya

kami ingin mendapatkan sikaki anjing dari ‘pintu enam

daun’ itu, siapa tahu udang kecil tidak dapat, malah dapat

menangkap ikan besar ini.”

Xiao Dai mengeluh, kali ini dia benar-benar menyesal,

dia melihat tali yang mengikat sepasang tangan dan

kakinya, memakai tali super besar terbuat dari urat sapi

dicampur dengan serat baja, dan juga seluruh tubuhnya

tidak bertenaga sedikitpun.

“Apakah kalian berdua telah siap menyantapku?”

“Tentu, tentu, jika aku tidak makan dirimu, mana bisa

meredakan kebencian hatiku?” kata orang tertua Gigi

Gergaji dengan dingin.

“Kudengar dari orang, daging manusia rasanya asam,

aku berani jamin dagingku bukan saja asam, tapi juga pahit,

mungkin sulit menelannya.”

“Kau tenang saja, kami punya cara meramunya, aku

lihat kau seperti anak ayam! Daging semacam ini sangatlah

bertonik sekali” kata orang kedua Gigi Gergaji.

“Bebaskan aku, aku dapat menebus diriku dengan

sejumlah besar uang, dan uang tebusan ini besarnya kalian

tidak bisa membayangkan.”

“Kami mau uang itu, tapi kami tidak mau jadi

musuhmu, karena siapapun yang menjadi musuh Tangan

Cepat Xiao Dai, dia sudah hampir menjadi seorang yang

mati, dan orang mati tidak dapat menggunakan uang, benar

bukan?”

“Yang bisa menggunakan uang adalah diriku, maka dia

pasti temanku.”

“He…. he…. he Tangan Cepat Xiao Dai kau tidak usah

banyak bicara lagi, sahabat juga terdiri dari banyak macam,

seorang sahabat yang hampir mati, berapa banyak uang

yang bisa digunakan?”

Xiao Dai tidak menduga dua bersaudara yang seperti

mayat hidup ini, otaknya sedikit pun tidak bodoh, malah

licin seperti belut.

Sekarang selain menerima nasib, dia bisa apalagi?

Dua orang tbc yang sangat membutuhkan minuman

tonik ini, saat mereka menemukan seekor anak ayam, maka

anak ayam ini tidak lama lagi akan menjadi tim ayam kuah.

0ooo(dw)ooo0

Suten, biasanya adalah permainan untuk menentukan

siapa pemenangnya saat sedang minum arak, dan hasil

menangnya hanya mengharapkan lawannya lebih banyak

minum arak, sebaliknya dirinya lebih sedikit minum arak.

Saat ini Gigi Gergaji Bersaudara dua orang sedang suten

arak.

“Dua saudara baik!”

“Sepasang Pusaka.”

“Lima pemimpin!”

“Harta empat musim.”

Yang aneh adalah di depan mereka setetes arak pun tidak

ada.

Jadi taruhan apa yang mereka lakukan?

Otak Xiao Dai masih sadar, hanya saja kehilangan

kebebasan. Tapi dia malah berharap otaknya bisa

beristirahat, berharap dia bisa bebas.

Karena otak sedang istirahat, jadi tidak akan terpikir,

kaki kiri, lengan kanan, telinga kiri, sudah dimenangkan

oleh orang tertua dan mata kirinya, lengan kanan, hidung

dimenangkan oleh saudara lainnya.

Jika gerakannya bisa bebas, dia pasti dari tadi sudah

membelah hidup-hidup sepasang manusia keji di depan

matanya ini, bagaimanapun, di dalam mimpipun tidak

terpikir pada suatu hari dirinya bisa dijadikan taruhan

suten, apa lagi taruhannya adalah lima indra dan kaki

tangannya.

0ooo(dw)ooo0

Gumpalan asap hitam dan bara api, mendadak

membakar sekeliling kamar kayu bakar ini.

“Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran di kamar kayu

bakar….”

Dalam sekejap, sebuah teriakan ribut orang-orang

ketakutan, dan suara pukulan tambur tembaga menggema

dikegelapan malam.

Sederetan lima kamar kayu bakar di belakang

pekarangan hartawan Chen, sudah terbakar tidak bisa

dikendalikan lagi.

Dua bayangan hitam yang seperti setan menabrak keluar

dari tempat kebakaran.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai tertawa, tepat disaat terdengar suara teriakan,

“Kebakaran!”

Bagaimana dia tidak tertawa, akhirnya dia tidak

membiarkan mereka menentukan siapa pemenang dirinya,

sesudah melihat mereka bersaudara dengan tergesa gesa

menyelamatkan diri dari kamar kayu bakar ini.

Apa lagi sesudah itu dia mendengar suara Polisi Setan.

0ooo(dw)ooo0

Seorang diri Polisi Setan masuk dari lubang genteng ke

dalam kamar kayu bakar, saat keluar melalui jalan yang

sama, dipunggungnya sudah menggendong Tangan Cepat

Xiao Dai yang pingsan karena sesak nafas.

Dan baru saja Polisi Setan keluar menyelamatkan diri

dari tempat kebakaran, kamar kayu bakar itu sudah runtuh

seluruhnya.

Karena asal api dari sekeliling kamar kayu bakar,

ditambah hawa kering benda juga angin yang cukup besar,

semua menambah kekuatan api, juga ada minyak Tong

membantu pembakaran, makanya dalam waktu sekejap,

sederetan kamar kayu bakar telah menjadi abu.

Gigi Gergaji Bersaudara telah menyelamatkan diri dari

tempat kebakaran, tapi mereka tidak menduga Tangan

Cepat Xiao Dai juga telah ditolong orang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sudah bangun, bangun di sebuah lapangan di

luar kota.

Bintang bintang berkedip, malam dingin seperti air.

Tapi yang dia lihat adalah ada dua butir bintang yang

paling paling terang. Yang dia rasakan adalah kehangatan

seperti di dalam karpet bulu Persia.

Dia berbaring dipelukan Ouwyang Wu-shuang, dan

wajahnya dekat sekali dengan dia, saking dekatnya hampir

bisa dihitung dengan jelas ada berapa lembar bulu matanya.

Makanya ketika dia membuka mata, dia tidak dapat

melihat bintang-bintang yang bertaburan dilangit, dia hanya

melihat dua butir sinar hitam pekat dan terang sepasang

mata.

Dalam pelukannya, tentu saja lebih hangat dibanding

karpet bulu Persia.

Xiao Dai telah mabuk, bukan karena arak.

Dia pernah terbaring dipelukan wanita, dihari-hari

setelah meninggalkan Ouwyang Wu-shuang.

Tapi dia tidak pernah berbaring dipelukan Ouwyang Wushuang.

Maka bagaimana dia tidak mabuk? mungkin dia

berharap selamanya dia mau mabuk tidak sadar lagi.

“Kau sudah bangun, tapi jangan bicara dulu?”

Dengan membelalakkan matanya, Xiao Dai

menganggukkan kepala. Dia tahu dia bukan sedang mimpi,

karena hidungnya dapat mencium wangi seperti anggrek,

dan wangi itu adalah wangi yang tidak bisa ditangkap

dalam berkali-kali mimpinya.

Embun telah membasahi rambut dan baju mereka, tapi

dua sorot mata yang bersatu itu tidak terpengaruh.

Tatapan yang begitu kuat, begitu menggetarkan, begitu

memikat hati, seperti sejak jaman batu sudah begitu, dan

juga akan terus begitu.

0ooo(dw)ooo0

Orang boleh pacaran seratus kali, tapi dia tidak dapat

melupakan yang pertama kali.

Membaca sorot mata Xiao Dai yang penuh pertanyaan,

Ouwyang Wu-shuang tertawa, dengan senyum memikat.

“Buat apa banyak pikir? Kau tidak merasa sekarang ini

tidak bersuara lebih bagus dari pada bersuara?”

Tapi Tangan Cepat Xiao Dai tetap saja Tangan Cepat

Xiao Dai, dalam situasi bagaimana pun, dia tidak akan lupa

apa yang dia harus kerjakan.

Dia tidak akan lupa tujuan perjalanannya. Lebih lebih

tidak akan lupa Polisi Setan Tie Cheng Gong yang telah

menyelamatkan dirinya.

Makanya dia telah membuka mulut, berharap

masalahnya menjadi jelas.

Walau itu akan menjadikan seorang bodoh yang

merusak suasana, merusak pemandangan.

Tiba tiba wajah Xiao Dai berubah. Berubah jadi gelisah,

jadi ketakutan.

Karena tiba-tiba dia menyadari dia sudah tidak bisa

mengucapkan sepatah kata pun, walau kata yang paling

gampang.

Dia menggunakan seluruh tenaganya, membuka

mulutnya besar-besar, sebisanya ingin berteriak, tapi suara

yang keluar dari tenggorokannya hanya “Hek”, “Hek” suara

hembusan nafas.

Dia tidak tahu kenapa bisa jadi begini, juga tidak tahu

semua ini sejak kapan terjadinya.

Waktu itu dia merasa Polisi Setan menutup kepalanya

dengan handuk basah turun dari atap rumah, kemudian dia

pingsan karena nafasnya tersedak oleh asap tebal.

Sebenarnya dia bisa menggunakan ilmu silat Kura-kura

Istirahat, tapi saat itu seluruh tubuhnya tidak bertenaga,

sehingga Qi nya juga tidak bisa diangkat dan dikumpulkan.

Ouwyang Wu-shuang juga telah melihat wajah Xiao Dai

yang tidak benar, senyumannya jadi hilang, dan wajah

menjadi gelisah.

“Xiao Dai, kau…. kau jadi bisu?! Kau tidak bisa bicara?!”

Sambil menganggukkan kepala, Xiao Dai malah tertawa,

tidak diragukan lagi ini adalah semacam tawa yang paling

jelek didunia, karena tawanya lebih tidak enak dilihat

dibandingkan menangis.

Seorang pahlawan yang ternama didunia persilatan, di

dalam situasi apapun dia tidak boleh mengucurkan air

mata, tidak menangis.

Xiao Dai tidak dapat menangis, maka dia hanya bisa

tertawa.

Bagusnya didunia masih ada bahasa kedua…. huruf.

Juga bagusnya didunia masih ada bahasa ketiga….

isyarat tangan.

Terus sampai hari menjadi terang, akhirnya Xiao Dai

dengan isyarat tangan, ditambah dengan menulis, baru

dapat tahu apa sebabnya dirinya bisa berada di sini.

Menurut kata-kata Ouwyang Wu-shuang, saat senja hari

diluar kota dia melihat Polisi Setan diserang oleh dua

saudara kembar yang seperti mayat hidup, dan dalam

kekacauan itu dia menyelamatkan Xiao Dai yang sedang

pingsan di tanah.

0ooo(dw)ooo0

“Aku juga tidak terpikir orang tua botak itu adalah orang

yang menyelamatkan kau, jika aku tahu, seharusnya aku

membantu dia, menghadapi dulu saudara kembar yang

seperti mayat itu, kenyataannya, setelah aku melihat yang

pingsan di tanah itu adalah dirimu, aku juga tidak sempat

memikirkan yang lain, keinginanku hanya membawa kau

meninggalkan tempat itu dulu…. melihat keadaannya,

orang yang menolongmu walau ilmu silatnya tidak sebaik

lawannya, tapi menurut aku, jika dia ingin meloloskan diri

seharusnya tidak terlalu sulit….”

Perkataannya berhenti sejenak, Ouwyang Wu-shuang

memperhatikan Tangan Cepat Xiao Dai lalu melanjutkan

kata-katanya, “Sekarang kau jangan memikirkan semua itu,

aku lihat paling baik mencari dulu seorang tabib, atau

periksa dulu penyakitmu, kenapa kau tiba-tiba menjadi bisu,

asal sebabnya sudah diketahui, aku rasa pasti ada akal

menyembuhkanmu.”

Dengan menganggukkan kepala, Xiao Dai bangkit

berdiri meninggalkan ‘kampung lembut’nya, dia merasakan

ilmu silatnya telah pulih kembali, tapi masih ada satu lagi

persoalan yang tidak dapat dia jelaskan.

0ooo(dw)ooo0

Bos toko obat Hui Cun Tang, berwajah bulat, usianya

lima puluh tahun lebih, orangnya sangat ramah, pintar

berdagang.

Dia juga seorang tabib yang keahliannya paling baik di

kabupaten Ping Yang.

Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang berdua duduk di

ruangan.

“Tuan muda Wang, maaf sekali, penyakit mu aku

sungguh tidak mampu mengobati, aku hanya tahu

perbuatan ini dilakukan oleh orang yang telah

meracunimu.”

Hati Xiao Dai jadi dingin, hanya dalam waktu setengah

hari ini, dia sudah merasakan jika seseorang sudah menjadi

bisu, itu memang satu hal yang sangat menyakitkan.

“Mulut belum tentu hanya dipergunakan untuk bicara,

tapi mulut masih bisa digunakan untuk mengerjakan

banyak hal.”

Ouwyang Wu-shuang yang berada disamping

menghiburnya.

Benar, mulut tidak bisa bicara, tapi asal masih bisa

makan nasi, dan mengerjakan hal lain, masih bisa membuat

orang gembira, apalagi jika melihat mulut munggil merah

seperti cherry dari Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Sesudah tahu hasilnya, maka Xiao Dai mendahului

keluar dari toko obat.

Tapi dia tidak melihat Ouwyang Wu-shuang dan tabib

itu dengan cepat saling menukar isyarat mata yang begitu

hangat, sepertinya di antara mereka ada sesuatu….

“Aku kenal satu orang temanku, dia adalah pakarnya

racun, tentu saja terhadap obat-obatan lebih mengenalnya,

walau dia tidak pernah mengobati orang, tapi aku pikir

melihat wajahku, dia pasti mau mengobatimu, apakah kau

mau pergi mencobanya?”

Ouwyang Wu-shuang dengan nada lembut bertanya

pada Xiao Dai.

Karena penyakit sudah parah, berobat adalah keinginan

setiap orang sakit.

Maka Xiao Dai pergi mengikuti Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Sebuah perumahan yang sangat besar, mengelilingi

gunung.

Begitu masuk, di belakang pintunya tampak tanah luas

seperti lautan membentang.

Disebuah ruangan ada bunga yang munggil dan antik.

Seorang wanita, betul betul wanita.

Karena disetiap bagian tubuh wanita ini, orang yang

melihat bentuknya seperti seorang wanita, jika mau cari

wanita seperti ini, rasanya tidak akan gampang mencarinya.

Walau Xiao Dai sudah menjadi bisu, tapi dia sama sekali

tidak buta.

Dia dapat melihat wanita ini, yang dikatakan Ouwyang

Wu-shuang sebagai temannya.

Dia sungguh tidak bisa berpikir, didunia ini masih ada

wanita secantik ini, kata-kata apa yang bisa Xiao Dai

keluarkan, semuanya juga tidak bisa menggambarkan

kecantikannya, maka dia menghembus nafas memuji,

semacam hembusan nafas terkejut melihat bidadari.

Tentu saja suara hembusan nafasnya ini hanya bisa

disimpan di dalam hati, sekarang ini sedikit suarapun dia

tidak bisa mengeluarkan, jika tidak siapa pun tidak tahu dia

akan berkata apa.

Usia wanita ini juga membuat orang susah menduganya,

karena perawakannya seperti nyonya muda yang matang,

tapi wajahnya seperti gadis besar yang berusia delapan belas

tahun, di depan orang asing tampak masih ada rasa malumalu.

Dan kulitnya malah seperti kulit bayi, persis seperti

orangnya terbuat dari satu balok giok yang cantik.

Tapi ekspresinya seperti wanita yang sudah penuh

dengan pengalaman pahit getirnya kehidupan, sepertinya

terhadap segala sesuatu sudah tidak menimbulkan

kegairahan.

Meski hidup di dalam keadaan yang serba mewah,

wanita ini tetap tidak pernah meninggalkan keadaan

asalnya.

Dan yang aneh juga adalah Ouwyang Wu-shuang

sedikitpun tidak tampak merasa iri.

Mengapa begitu? wanita mana bisa menerima

kekasihnya dengan cara begitu melihat seorang wanita?

apalagi wanita ini lebih cantik dari dirinya.

“Kalau kau, kemungkinannya hanya satu, yaitu dia

sebenarnya tidak mencintai kekasihnya. Jika tidak walau

yang dia lihat adalah adik kandungnya sendiri, pasti dia

juga tidak bisa menerimanya.

Setelah lama sekali, akhirnya Xiao Dai bisa mengalihkan

pandangannya, wajahnya menjadi merah. Dengan sedikit

menyesal, dia memandang Ouwyang Wu-shuang,

sepertinya dia melihat tadi dirinya lupa diri.

Setiap orang pasti akan suka terhadap sebuah karya seni

yang indah.

Xiao Dai berpikir, terhadap wanita cantik, tidak perduli

laki laki atau wanita semuanya tidak akan tahan melihatnya

berkali kali.

Tapi kenapa dalam sorot mata Ouwyang Wu-shuang,

malah ada segumpal api? Semacam rasa antusias? Xiao Dai

tidak bisa menjelaskannya.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai bagaimana pun tidak dapat berpikir kecuali

dirinya, ternyata masih ada orang lain yang berbuat sama

seperti dirinya, duduk di atas batu tidak jauh di sana,

melihat dua wanita di depannya berkelahi.

Mungkin dirinya terlalu konsentrasi terhadap perubahan

yang ada di lapangan, hingga dia tidak tahu pemuda

berbaju pelajar itu datang.

Li Yuan-wai terpikir sekarang, orang berbaju pelajar itu

adalah orang yang membuyarkan ketegangan antara dia

dengan janda Yuan Dashao.

Orang berbaju pelajar dengan ramah menganggukkan

kepala pada Li Yuan-wai, sebagai tanda menyapa.

Li Yuan-wai juga menganggukkan kepala, lalu dia

melototkan matanya yang besar merasa kaget.

Karena terpikir olehnya di lapangan yang kosong

sekelilingnya dalam pengawasan matanya, orang berbaju

pelajar itu bisa duduk tidak jauh dari sisinya, pasti dia

datang dari belakangnya.

Dengan kepandaiannya, jika ada orang bisa

menghampiri dengan jarak begitu dekat, dia bisa tidak tahu,

gerakannya sungguh sangat menakutkan, jika dia adalah

musuh, mungkin dia mati juga tidak tahu siapa yang

melakukannya.

Dengan bengong dia memandang orang itu, tidak

terpikir oleh Li Yuan-wai siapa orang di dalam dunia

persilatan yang ilmu silatnya bisa sebegitu tinggi, melihat

usia orang itu dibandingkan dirinya hanya lebih besar

sedikit.

Orang berbaju pelajar melihat kearah pertarungan sambil

memonyongkan mulut, maksudnya adalah supaya Li Yuanwai

perhatikan dua orang wanita itu.

0ooo(dw)ooo0

Wanita yang bercadar hitam dan Xu Jia-rong sepertinya

berkelahi dengan penuh nafsu, mereka sama-sama tidak

bersuara, dengan sepenuh hati menyerang musuhnya. Jurus

yang dilancarkan lebih keras dari jurus berikutnya, sejurus

lebih tajam dari jurus berikutnya, dua orang wanita ini bisa

dibilang seperti bendera dan tambur bergerak bersahutan,

kekuatannya seimbang, sesudah bertarung lebih dari dua

jam, tetap tidak ada yang kelihatan akan kalah atau

menang.

Tapi masing-masing tidak berani lengah, dan tidak

berani mengendur.

Pertarungan yang perbedaan ilmu silatnya sangat sedikit,

menang atau kalah, hidup atau mati, biasanya ditentukan

dalam sekejap saja.

Jika lengah sedikit atau ragu ragu, bisa mengakibatkan

dirinya terluka atau mati.

Maka sepasang pedang panjang dan pendek digerakkan

lebih kerap lagi, lebih cepat lagi, setiap jurus menutup titiktitik

vital ditubuh wanita bercadar itu.

Sepuluh jari yang panjang itu, seperti sepuluh buah

senjata tajam naik turun bolak-balik, kiri kanan berputar,

setiap jurus juga arah yang harus dihindarkan oleh Xu Jiarong.

Orang yang bertarung memang harus memperhitungkan

setiap langkah, dan sekuat tenaga menyerang.

Orang yang menonton hatinya berdebar-debar menahan

nafas.

Waktu terus berjalan tidak terasa, pedang berkesiur juga

tidak terasa, matahari senja telah menjadikan langit merah,

lebih-lebih membuat merah dua pasang mata yang tadinya

jernih itu. Tiba tiba….

Dua bayangan tubuh yang indah itu mendadak berpisah,

dalam jarak satu zhang, wanita bercadar dengan Xu Jiarong

menahan nafas saling berhadapan, mata dua orang itu

sedikitpun tidak berkedip menatap tajam lawannya.

Xu Jia-rong dengan pedang panjang menunjuk miring,

sedang pedang pendeknya diangkat keatas.

Sepasang tangan yang putih wanita bercadar, disorot

matahari senja membentuk bayangan merah darah yang

aneh, disilangkan di depan dada. Tampaknya menang atau

kalah segera akan ditentukan.

Waktu juga seperti berhenti, rambut dipelipis kedua

orang tampak berkeringat sebutir demi sebutir menetes ke

bawah.

Diudara sepertinya sudah tercium bau anyir darah.

Hujan petir sebelum datang, selalu ada sebentar hening.

Sekarang ini dua orang yang diam saling berhadapan,

juga seperti hening di hujan berpetir sebelum datang.

Keadaan tegang, hawa pembunuhan terasa kental, sampai

hutan dan batu gunung juga tertular, membuat orang

merasa lebih tertekan.

Saat ini, walau suara batuk yang paling kecil juga bisa

membuat hati orang tergetar, apalagi terdengar suara tepuk

tangan yang mendadak.

Sambil meloncat turun dari batu, Li Yuan-wai melihat

pada sepasang tangannya sendiri, lalu mengangkat kepala

melihat pada orang berbaju pelajar disisinya. Ketegangan

yang menyesakkan nafas telah buyar seiring dengan

terdengarnya suara tepukan tangan itu.

Dua orang yang bertarung dilapangan secara bersamaan

seperti balon yang bocor, kempes menciut ke bawah, tidak

tampak tegang lagi, seperti pedang dihunus busur ditarik.

Tidak tahu apa harus berterima kasih, atau harus

menyalahkan, dua pasang mata yang elok bersamaan

memandang pada Li Yuan-wai, karena mereka berdua

sama-sama tahu, jika tidak ada suara tepukan tangan yang

menghentikan pertarungannya, sangat mungkin hasilnya

adalah kedua-duanya akan terluka, karena saat itu

keadaannya tidak bisa memperlihatkan siapa yang kalah

terlebih dulu.

Sepasang tangannya cepat digoyang-goyangkan, wajah

Li Yuan-wai hampir menjadi datar karena gelisah,

mulutnya hanya bisa mengatakan “Bukan”, “bukan”, sambil

menunjuk orang berbaju pelajar.

Memang tidak dapat disalahkan, orang mengira suara

tepukan tangan itu dilakukan oleh Li Yuan-wai.

Seseorang yang disebut raja kentut, sewaktu berada di

tempat orang banyak, jika tiba-tiba tercium bau kentut,

meski jelas kentut itu bukan dia yang melakukannya, tapi

semua orang yang mencium bau aneh itu yang pertama

dipikirkan adalah dia.

Melihat Li Yuan-wai dengan buru-buru menjelaskan

dirinya tidak bersalah, dua orang wanita baru melihat ada

seorang berbaju pelajar dengan tersenyum berdiri disisinya,

maksudnya tentu saja tidak sulit dimengerti, bahwa barusan

yang bertepuk tangan adalah dirinya, bukan Li Yuan-wai.

Bukan saja wanita berbaju hitam dan Xu Jia-rong

menjadi bengong, Li Yuan-wai juga tidak mengerti

mengapa orang itu bisa bertepuk tangan, dalam keadaan

yang menegangkan itu.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang pertama berebut bicara selamanya adalah Li

Yuan-wai.

“Hei! Apa kau juga ingin menjadi pemeran tamu?”

Sambil tertawa orang berbaju pelajar berkata, “Tidak,

aku adalah pemisah perkelahian.”

“Kau tahu apa maksud kata-kataku?”

“Tentu saja, kalau tidak aku mana bisa memberitahumu,

aku datang untuk melerai perkelahian.”

“Kau kenal aku?”

“Li Yuan-wai, orang-orang dunia persilatan malah

dengan hormat menyebut kau Hartawan Li, Kepala

Pengawas Honorarium Gai-bang, betul tidak?”

Sesudah melihat apa yang terjadi, dalam hati Li Yuanwai

bertanya-tanya, katanya, “Dalam perasaanku,

sepertinya kita pernah bertemu, apakah aku pernah kenal

denganmu?”

“Kita pernah bertemu, disamping tempat jualan tahu.”

“Yang aku maksudkan adalah sebelum itu.”

Melihat wanita berbaju hitam yang berada dipinggir,

orang berbaju pelajar berkata, “Sepertinya tidak pernah.”

“Kalau begitu, aneh, kenapa aku selalu merasa

terhadapmu, aku seperti hafal.”

“Mungkin wajahku rada pasaran!”

“Bukan, pasti bukan ini sebabnya, apakah kau sangat

suka melerai perkelahian?”

“Benar, aku mempunyai penyakit ini.”

“Kenapa?”

“Tidak kenapa-napa, aku hanya tidak suka melihat orang

berkelahi.”

“Apakah kau tahu, melerai perkelahian bisa

menimbulkan penyakit!”

“Terhadap ini aku malah belum pernah mengalaminya.”

“Sekarang kau sudah mengalaminya.”

Perkataannya belum habis, Li Yuan-wai sudah

melancarkan empat pukulan dan lima tendangan, seperti

angin kencang menyerangnya, kekuatan tenaganya dahsyat,

gerakannya sangat cepat seperti seekor harimau terluka.

Dan yang paling licik itulah dia tidak memberi tahu dulu

sudah menyerang, sungguh membuat orang sulit

menghindarinya.

0ooo(dw)ooo0

Hati Li Yuan-wai menjadi dingin, dia sungguh tidak

tahu, bagaimana dulu dia bisa berkelana didunia persilatan,

sebab dia sama sekali tidak menyangka lawannya ternyata

sudah siap sedia, bukan saja semua pukulan dan tendangan

tidak mengenai, juga saat dirinya siap mengambil tongkat

pemukul anjing dipunggungnya, tongkat itu sudah berada di

tangan lawannya.

“Mencari ini bukan?” katanya sambil mengembalikannya

tongkat pemukul anjingnya, orang berbaju pelajar tertawa.

Meski berkulit lebih tebal lagi juga, Li Yuan-wai juga

sedikit malu menerima tongkat pemukul anjing, mulutnya

dengan meringis berkata, “Maaf, maaf, aku hanya ingin

mencoba gerakanmu, hmmm! Tidak jelek, tidak jelek,

sungguh gerakan seorang termasyur, hebat, hebat, kagum,

kagum, sangat mengagumkan sekali!”

Tiba-tiba Li Yuan-wai merasa ingin menangis, dia

merasa dirinya lebih baik menabrakkan kepala dan mati

saja, walau bagaimana pun orang-orang yang ditemuinya

hari ini, tidak perduli laki-laki atau perempuan, satu

orangpun dirinya tidak bisa menandingi, sungguh tidak bisa

dibayangkan dan hal yang tidak mungkin.

Seseorang jika ingin menyamarkan dirinya, wajahnya

bisa operasi wajah, suara juga bisa makan obat perubah

suara.

Tapi aliran ilmu silatnya, sulit disembunyikan, apa lagi

disaat mendapat serangan mendadak, biasanya dengan

tidak sadar membocorkan ilmu silatnya.

Li Yuan-wai menyerang orang berbaju pelajar juga

maksudnya begitu. Tapi dia sungguh tidak percaya dia tetap

tidak tahu siapa orang dihadapannya ini. Maka dia telah

mencobanya, memakai cara yang dia anggap paling bisa

diandalkan.

Tapi dia telah gagal, karena lawannya sudah bersiap, dan

lagi dia sama sekali tidak bisa melihat gerakan lawannya,

bukan saja gagal, malah gagalnya sangat menyedihkan.

Orang luar mungkin tidak melihat gerakannya, tapi dia

sendiri tahu saat orang berbaju pelajar membalikkan tubuh

berputar miring dalam sekejap itu, pantatnya sudah

ditendang orang dengan perlahan, walau ringan seperti

seorang teman lama berkelakar, mengusap dirinya sekali.

Tapi perasaannya seperti terkena sabetan sebilah golok,

golok yang berat sekali. Dia juga tahu yang telah dia

katakan merupakan kentut anjing yang tidak ada

hubungannya, tapi kecuali mengatakan demikian, masih

bisa mengatakan apa lagi?

Apa lagi yang menyebalkan adalah wajah tersenyum

lawannya mengandung semacam pengertian dan membawa

tiga puluh persen mentertawakan, yang biasanya adalah

keahlian dirinya!

0ooo(dw)ooo0

Dua orang wanita itu menjadi tertegun, mereka tidak

mengerti mengapa Li Yuan-wai mendadak menyerang

orang berbaju pelajar itu.

“Apakah kalian akan meneruskan perkelahiannya?” katakata

orang berbaju pelajar ini ditujukan pada wanita baju

hitam dan Xu Jia-rong.

Tapi Li Yuan-wai menyela, “Siapa dirimu yang

sebenarnya? tidak mungkin kau seperti ‘tamu yang lewat’?”

begitu saja.

Sambil tertawa orang berbaju pelajar itu menjawab,

“Orang kebetulan lewat”.

Selama ini Li Yuan-wai tidak pernah mengalami nasib

sial seperti ini, baru ingin bertanya lagi, dikejauhan tampak

sebuah kembang api pecah di atas langit, persis seperti

sekuntum bunga Ju yang mekar, begitu indahnya.

Dua orang wanita itupun tidak ada yang berkata, tibatiba

saja semuanya pergi, lagi pula perginya cepat sekali,

dalam sekejap satu orang di timur satu orang di barat hilang

dikegelapan malam.

Orang berbaju pelajar sedikit ragu-ragu, lalu dengan

sangat cepat dia juga menghilang kearah timur, ke arah

kabupaten Ping Yang. Tinggal Li Yuan-wai seorang diri

sedang bingung.

Dia ingin sekali mengejarnya, tapi tidak tahu harus

kearah mana, sekalian saja dia meloncat ke atas batu itu

lagi.

Dia terus memikirkan kejadian seharian ini, Siapa pria

bercadar itu? Benarkah dia bercadar tujuannya hanya takut

dirinya mengenal dia, Dan lagi mengapa berharap dirinya

tidak ikut campur dalam masalah keluarga Yuan?

Masih ada lagi, siapa orang berbaju pelajar itu? Kenapa

dia selalu merasa dia mirip dengan seseorang, dan lagi

orang itu sepertinya orang yang sangat hafal dengan

dirinya.

Xu Jia-rong adalah nona yang sangat cantik, siapa

sebenarnya dia?

Di kabupaten Ping Yang yang kecil ini tiba-tiba ada

begitu banyak pesilat tinggi dunia persilatan yang muncul.

Apakah mereka mewakili seseorang?

Apa tujuan mereka?

Xiao Dai, Xiao Dai? Anak kelinci ini jika saja dia ada di

sini, aku tidak perlu capai lelah memutar otak, sungguh

menggelisahkan orang.

Terpikir Xiao Dai, Li Yuan-wai tidak bisa duduk lagi,

semua pertanyaan yang komplek dan memusingkan kepala

ini, lebih baik tinggalkan untuk Xiao Dai saja.

Sekarang semua orang telah pergi, buat apa aku masih di

sini?!

Li Yuan-wai pun pergi, dia menuju ke kota Xiang Yang.

0ooo(dw)ooo0

Tidak terpikirkan oleh dia saat ini Tangan Cepat Xiao

Dai juga sedang ditolong oleh Polisi Setan keluar dari

kebakaran.

0ooo(dw)ooo0

Penyelidikan yang di alami Polisi Setan cukup dituliskan

pada sebuah buku besar dan sangat tebal.

Maka saat sore dia kembali ke penginapan, dia segera

merasa ada orang yang pernah datang ke kamarnya, dan

juga pernah tidur di atas ranjangnya.

Li Yuan-wai baru saja pergi, belum keburu kembali.

Perkataan orang berbaju pelajar dan kelakuannya juga

sangat berhati-hati, tidak akan sembarangan tidur di atas

ranjang orang.

Orang yang tahu dirinya menginap di sini, dan juga

orang yang tidak perduli perbuatannya hanya Tangan Cepat

Xiao Dai.

Tangan Cepat Xiao Dai mungkin pernah datang, tapi

dimana orangnya?

Dia menemukan teh yang berada di atas meja ada

masalah. Dia juga mendapat berita, dua orang yang seperti

mayat hidup, menggotong seorang remaja berbaju mewah

keluar dari penginapan.

Sehingga dia tidak memerlukan banyak waktu, sesudah

menemukan kamar kayu bakar di belakang pekarangan

hartawan Chen.

Dia juga tahu dengan tenaganya sendiri pasti bukan

lawannya ‘orang makan orang’ ‘Gigi Gergaji Bersaudara’.

Makanya dia baru mendapatkan akal membakar kamar dan

menolong orang.

0ooo(dw)ooo0

Sebuah pecut panjang, sepanjang satu zhang tujuh che,

sulit melihat terbuat dari bahan apa pecut itu, ujungnya

dipasang kail terbalik, dikegelapan malam tampak bersinar

dingin.

Orang yang tahu barang sekali melihat sudah tahu, pecut

ini pasti bukan ‘pecut kuda’, atau sebuah ‘pecut sapi’, dia ini

pasti adalah sebuah pecut panjang yang haus nyawa.

Polisi Setan menggendong Tangan Cepat Xiao Dai yang

pingsan dia juga telah melihat pecut panjang ini, seperti ular

malas tertidur di tanah.

Diekor pecut panjang digenggam oleh dua tangan

seorang pria berperawakan kuat.

Sebuah pecut panjang, posisinya menghalangi jalannya,

seorang idiot pun tahu ini adalah masalah apa?

“Pecut Terbang Zhao Ji?”

“Betul, Polisi besar sungguh tajam matamu.”

“Terlalu memuji, kau bisa menggunakan pecut begitu

panjang, dan juga menggenggam dengan dua tangan di

antara orang orang dunia persilatan yang ternama, kecuali

Pecut Terbang Zhao Ji, masih ada siapa lagi?”

“Kalau begitu kau juga pasti tahu tujuanku?”

“Kupikir kau sedang ingin membunuh orang? Hanya

tidak tahu siapa yang akan dibunuh? Karena di depanmu

selain aku, tentu saja masih ada seorang dipunggungku ini.”

“Tidak salah, sebagai Polisi Setan, kau cepat bicaranya,

aku juga tidak enak menjadi orang pemarah, silahkan

turunkan orang di belakangmu, dan kau sendiri bunuh diri

saja.”

“Apakah kita ada permusuhan?”

“Tidak ada.”

“Kalau begitu apa kau bisa beritahu aku alasannya apa?”

“Atas perintah atasan aku.”

Polisi Setan melihat di tempat gelap di belakang Zhao Ji,

masih berdiri seorang, hanya tidak dapat melihat orangnya

bagaimana saja.

“Bisakah atasanmu datang untuk menjelaskan

sebabnya?”

“Jika bisa, bukankah sudah dari tadi tampil?”

“Kelihatannya aku tidak ada pilihan lagi?”

“Aku pikir mungkin memang demikian, Polisi besar.”

“Aku tahu aku tidak bisa melawan, tapi aku tetap akan

mencobanya, Zhao Ji, kau juga seharusnya tahu aku Polisi

Setan bukan besar karena ketakutan!”

“Tie Cheng Gong, kau harus tahu, mati ada banyak

caranya, dan di antaranya yang membedakan adalah

perjalanan matinya, ada sakit dan tidak sakit, dua macam,

apakah kau tidak tahu ‘ekor ular berbunyi’ milikku?”

“Aku pernah mendengarnya, juga tahu pecut panjang di

tanganmu itu telah dioles racun, asal sedikit terkena saja,

daging di seluruh tubuh akan mengerut dan kram sampai

akhirnya mati.”

“Apa kau masih mau mencobajalan ini?”

“Benar.”

Dengan menurunkan Tangan Cepat Xiao Dai, Polisi

Setari mencabut rantai baja murni dipinggangnya, bersiap

siap.

“Aku menghormati kau sebagai polisi ternama yang

sangat keras, Tie Cheng Gong, kau mulailah!”

Tidak ada basa basi lagi, juga bukan saat berbasa basi

lagi.

Polisi Setan mengerakkan rantai bajanya sampai

mengeluarkan suara, menyerang melintang ke arah

lawannya.

Mereka berdua sama-sama menggunakan dua buah

pecut, satu adalah rantai baja, satu lagi adalah pecut lentur.

Pecut lentur sangat panjang, bergerak jarak dekat

seharusnya sulit dikembangkan kehebatannya.

Tapi kenyataannya ternyata tidak.

Karena walau pecutnya panjang, dipegangan sepanjang

empat che di dalamnya terbungkus sebatang baja, dan

senjata semacam ini bisa panjang dan pendek dua macam

kegunaan, bisa bertarung jarak dekat atau menyerang dari

jarak jauh semuanya bisa dilakukan.

Dengan dua tangan menggenggam pecut, Zhao Ji telah

menangkis rantai baja Polisi Setan, bersamaan itu pecut

panjang ini tidak seperti ular malas lagi, tampak ujung pecut

tiba-tiba mrloncat keatas dari tanah, menusuk kearah

belakang Polisi Setan.

Dan dua tangan yang menggenggam pecut menusuk ke

dada depan Polisi Setan.

Bagaimana pun tidak terpikirkan ilmu pecut Zhao Ji bisa

begitu aneh, Polisi Setan dalam sekejap jadi seperti diserang

oleh dua orang dari depan dan belakang.

Cepat dia merubah posisinya, rantai bajanya memukul

balik, begitu dapat menghindar dari serangan menjepit ini,

Polisi Setan sudah kaget sampai mengeluarkan keringat

dingin.

“Polisi Tie, kau perhatikan ini!” kata Zhao Ji yang

jurusnya hampir berhasil, melanjutkan dengan serangan

cepat yang bertubi-tubi.

Pecut panjang berubah seperti seekor ular yang ekornya

berbunyi, diujungnya terus mengeluarkan suara ‘hua la’, itu

adalah suara kail terbalik saling beradu, terus-menerus

menusuk musuh, seperti kepala ular ekor berbunyi yang

menyeramkan.

Batang pecutnya sering tiba-tiba mencoba melilit ke

tubuh Polisi Setan yang sedang loncat, seperti tubuh ekor

ular berbunyi yang mengerikan itu.

Polisi Setan sekarang baru mengerti mengapa Zhao Ji

mengatakan pecutnya sebagai ekor ular berbunyi. Karena

pecut panjang ini seperti jelmaan dari ekor ular yang

berbunyi.

Bagaimana rasanya berada di dalam kepungan ekor ular

berbunyi ini?

Polisi Setan Tie Cheng Gong keringat dinginnya

mengucur, sekuat tenaga menahan serangan jurus Naga

Panjang Tiga Belas Gaya dari Pecut Terbang Zhao Ji,

rasanya dia sekarang seperti sedang bertempur dengan

seekor ular yang ekornya berbunyi, yang sangat besar,

sangat panjang.

Dia sudah mempunyai bayangan yang aneh, tubuh ular

seperti telah melilit kuat dirinya, nafasnya semakin tidak

lancar, dan rasa sesaknya semakin lama semakin berat.

“Zhao Ji, jangan berlama-lama, cepat habisi.”

Sebuah suara dingin perempuan terdengar dari kegelapan

disudut tembok.

“Ya.”

Pecut Terbang menyahut sekali, dia mempercepat

serangannya, dan pecut panjangnya juga semakin mirip

jelmaan setan jahat, beterbangan memenuhi langit, terus

mengepung Polisi Setan, berputar putar dengan kacaunya.

Rantai baja Polisi Setan sama sekali sudah tidak bisa

menyerang lagi, dia hanya bisa menghindar atau menangkis

kepala pecut, batang pecut, ekor pecut yang datang bertubitubi.

Pertempuran seekor ular kecil dengan seekor ular besar,

hasil akhirnya, setiap orang juga tentu tahu.

Tentu saja Polisi Setan telah kalah, dalam pertempuran

hidup atau mati yang ilmu silatnya berbedajauh.

0ooo(dw)ooo0

BAB 7

Keadaan yang membingungkan

Ouwyang Wu-shuang mengandeng Tangan CepatXiao

Dai pergi meninggalkan Zhao Ji.

Polisi Setan terbaring dalam kubangan darah, tidak

bergerak.

Pecut Terbang Zhao Ji sekali pun tidak memperhatikan

Polisi Setan, karena dia tahu Tie Cheng Gong telah patah

dua buah tulang iganya, punggungnya terkena tiga kali

sabetan batang pecut, dada depannya mengalami dua kali

tusukan kepala pecut, itulah sebabnya dia tidak hentihentinya

memuntahkan darah segar, dan yang paling fatal

adalah belakang pinggang Polisi Setan terkena dua kali

sapuan ujung pecut dirinya.

Sekarang Polisi Setan walau belum menghembuskan

nafas terakhir, tapi lewat satu jam lagi, racun yang berada di

kail terbalik diujung pecut mulai bereaksi, maka seluruh

tubuh Polisi Setan akan kram, dagingnya mengerut lalu

mati.

Pecut Terbang Zhao Ji tahu, Ouwyang Wu-shuang juga

tahu, Polisi Setan saat ini hanya punya satu kali nafas lebih

dibandingkan dengan orang mati, hanya satu kali nafas.

Jelas dia telah terkena serangan dari Pecut Terbang Zhao

Ji, dirinya terbaring di lapangan, karena ada orang yang

memerintahkan membunuhnya.

Kenapa Ouwyang Wu-shuang mau membohongi Xiao

Dai bahwa Polisi Setan adalah mendapat serangan dari Gigi

Gergaji Bersaudara?

Ada siasat apa? Wanita macam apa dirinya?

Pecut Terbang Zhao Ji telah berpisah dengan Ouwyang

Wu-shuang, saat dia pergi di matanya timbul api cemburu,

juga merasakan hal yang tidak adil.

Sama seperti seorang anak kecil yang telah direbut

mainan kesayangannya.

0ooo(dw)ooo0

Jalan yang panjang, gelap. Disaat tengah malam.

Pecut Terbang Zhao Ji seorang diri berjalan di jalan

panjang yang tenang dan gelap ini. Tapi jalan yang lebih

panjang juga akan ada habisnya. Disaat dia hampir sampai

diujung jalan, ada dua orang telah menghalangi jalannya.

Zhao Ji merandek sebentar, melihat dua bayangan orang

yang panjang di tanah, dengan kepalanya menunduk,

sedikitpun tidak menganggap, berkata, “Minggir!”

“Sobat, apa punya waktu? Bisakah berunding sebentar?”

Nada perkataannya walau ramah, tapi suara itu

terdengar ditelinga, seperti ada orang menjejalkan es batu ke

dalam baju, dingin sampai kehati.

Zhao Ji tidak peduli dengan nada suara lawannya seperti

tidak menganggap sebagai manusia, malah bisa dibilang

sebagai hawa setan.

Dia mengangkat kepala, tampak di bola mata Zhao Ji

ada dua orang yang sama serupa seperti mayat hidup.

Disaat ini, Zhao Ji menghirup hawa dingin. “Mau

berapa?”

“Apa maksudnya berapa? Kau kira kami adalah orang

yang mau minta uang?” jawab orang kedua Gigi Gergaji

Bersaudara.

“Tidak mau uang?! Kalau begitu kalian mau apa?”

“Mau mengambil kepalamu.”

“Kalian siapa?”

“Orang makan orang, apa pernah dengar?”

“Gigi Gergaji Bersaudara?!”

“Tidak salah, apa kau rela meminjamkan kepala?”

“Boleh, tapi jika bisa silahkan kalian ambil sendiri.”

Pecut Terbang Zhao Ji habis berkata, sudah membuka

kantong kain dipinggangnya, pecut panjang ekor ular

berbunyi yang panjangnya satu zhang tujuh che sudah

menggelar di atas tanah.

Gigi Gergaji Bersaudara setelah melihat pecut panjang

itu, mereka sama sama tertegun.

“He…. he…. kakak, kita dapat untung besar, orang ini

adalah Pecut Terbang Zhao Ji, ilmu silatnya tidak berbeda

jauh dibanding Tangan Cepat Xiao Dai, hmmm, dagingnya

juga pasti lezat, he…. he….”

Sepasang matanya tampak terkejut gembira, orang kedua

Gigi Gergaji berkata pada orang pertama.

“Aku tahu kalian sangat doyan makan daging manusia,

apa lagi terhadap orang persilatan yang ilmu silatnya tinggi,

kalian lebih suka, tapi kalian hari ini telah menemui batu

cadas, bukan hadiah besar.”

Karena Gigi Gergaji Bersaudara telah ketagihan makan

daging manusia, setiap tiga sampai lima hari pasti

memikirkan segala cara mencari seorang dunia persilatan

untuk memuaskan ketagihannya. Hari ini karena Tangan

Cepat Xiao Dai yang akan dimasak tiba-tiba menghilang,

membuat mereka ketagihan, sepasang saudara ini

pikirannya menjadi tidak bisa tenang.

Sehingga mereka mencari mangsa disepanjang jalan,

siapa tahu malah bertemu dengan Pecut Terbang Zhao Ji

yang sedang kesal tapi tidak ada tempat untuk

melampiaskannya.

Maka mulailah pertempuran dua lawan satu, satu

pertempuran yang bingung tapi nyata.

Mula-mula kedua belah pihak masih bisa seimbang, tapi

semakin lama Gigi Gergaji Bersaudara semakin berada di

bawah angin.

Tampak pecut panjang ekor ular berbunyi dengan ketat

mengepung dua orang Gigi Gergaji Bersaudara, tampaknya

kemarahan Zhao Ji semuanya dilampiaskan pada dua

bersaudara, sehingga dia memainkan pecutnya ditujukan

pada tempat-tempat yang berbahaya.

Manusia yang makan manusia adalah tetap manusia.

Jika manusia tentu ada keinginan hidup, apa lagi dalam

keadaan bahaya.

Orang pertama Gigi Gergaji Bersaudara, setelah

menghindar dari ujung pecut Zhao Ji, dia melayangkan

tangannya melepaskan sebuah kembang api tanda minta

bantuan.

Sebuah kembang api yang menyerupai bunga Ju meletus

di langit….

Akibatnya wanita berbaju hitam dan Xu Jia-rong

semuanya terpisahkan oleh kembang api ini. Tampak

wanita berbaju hitam lari mendatangi tempat Zhao Ji

bertarung.

Dan Xu Jia-rong lari kearah berlawanan.

0ooo(dw)ooo0

Sebuah kembang api berbentuk bunga Ju dan warnanya

kuning membuat perhatian begitu banyak orang, dan reaksi

setiap orang masing-masing berbeda, bukankah ini hal yang

aneh?

Zhao Ji setelah melihat dengan terkejut bertanya, “Siapa

sebenarnya kalian?”

Tentu saja yang dia tanyakan adalah identitas mereka

sesungguhnya, bukan nama mereka.

Orang gila di perumahan Hui Yuan…. Yuan Dashao

juga telah melihatnya, wajahnya terkejut tapi tidak

tubuhnya bergerak.

Apakah hanya karena kembang api yang indah itu,

membuat sekilas matanya muncul rasa gelisah?

Ouwyang Wu-shuang juga telah melihat, dia mendorong

Xiao Dai dari pelukannya, setelah beberapa kali

mempertimbangkan dalam hatinya, kembali dia memeluk

Xiao Dai, semua dianggap seperti tidak melihatnya saja.

Orang berbaju pelajar juga melihat kembang api itu, dia

mengejar wanita berbaju hitam.

Tapi dia telah gagal, karena dalam sekejap keraguraguan,

bayangan wanita berbaju hitam telah menghilang

dikegelapan malam.

Li Yuan-wai tentu saja juga ikut melihat, hanya dia tidak

bisa mengerti apa arti pancaran kembang api berbentuk

bunga Ju itu.

Tangan Cepat Xiao Dai tidak melihatnya, dia sedang

terlena dipelukan Ouwyang Wu-shuang, walaupun dia

sudah bangun, juga sudah melihatnya, mungkin juga

berpura-pura tidak melihatnya!

“Dengan gurauan membicarakan masalah dunia, dan

terlena dilutut wanita cantik”, bagaimana Xiao Dai bisa

bangun?

Sedangkan Polisi Setan tidak mempunyai nasib asmara

sebaik itu.

Disaat orang berbaju pelajar menyusuri arah kembang

api itu, dia mengejar ke kabupaten Ping Yang, dia

menemukan Polisi Setan yang tergeletak dikubangan darah.

Maka Polisi Setan terpaksa terbaring dipelukan orang

berbaju pelajar.

0ooo(dw)ooo0

Sepasang mata Orang berbaju pelajar mengeluarkan

sinar dingin.

Setelah memeriksa luka Polisi Setan, dia

membopongnya, terbang keluar kota.

Tampak dia bergumam, “Semoga ‘Langit tua’ melindungi

dia hidup, asalkan dia ada di perumahan, maka nyawamu

dapat dipungut kembali setengah, Lao Tie, Lao Tie kau

harus bertahan, bertahan….”

Wajah Polisi Setan berwarna hijau besi, sepasang tangan

dan sepasang kakinya sudah sedikit kram, sepasang

matanya terbalik jadi putih, didadanya juga hanya ada

sedikit denyut, nafasnya juga hanya tampak keluarnya

banyak, masuknya sedikit.

Siapa pun yang melihatnya, maka semua akan mengira

sebelah kaki orang ini telah melangkah masuk ke dalam peti

mati, dan kaki lainnya juga sedang mau melangkah masuk!

Rasanya hanya jika dewi Guan In melakukan kesaksian

baru bisa menolongnya.

Orang baju pelajar membopong dia, entah siapa yang

dicari?

Siapa yang dapat menolong polisi besar ini, yang setan

pun dapat ditangkapnya dan dibawa kepengadilan?

Seumur hidupnya Tangan Cepat Xiao Dai (walau dia

hanya baru berusia sembilan belas tahun) pernah melihat

seorang wanita yang paling cantik, yang sekarang berdiri di

depannya.

Terhadap wanita ini, dia selalu sangat tahu, juga bisa

menikmatinya.

Dia sungguh merasa beruntung dalam beberapa hari ini

dapat melihat beberapa wanita ini. Karena ada orang dalam

seumur hidupnya mungkin sampai satu orang pun dari

mereka, tidak bisa melihatnya.

Ouwyang Wu-shuang adalah cinta pertama dia, matanya

memikat, senyumnya juga memikat.

Xu Jia-rong, ‘wajahnya seperti dewi, tubuh seperti setan’,

dingin, cantik suci luar biasa.

Tapi dibandingkan orang yang di depannya, dua orang

yang cukup membuat orang tergila-gila, hanya kurang

sedikit, apakah….?

Seluruh tubuhnya memakai baju panjang berwarna

kuning sampai ke tanah, rambut panjangnya terurai, wajah

yang seperti giok, ukuran tubuh yang pas, penampilan

seluruh tubuhnya sepertinya mengeluarkan semacam yang

tidak makan makanan didunia, persis seperti sekuntum

bunga Ju kuning yang segar.

Wanita yang cantik, lelaki siapa yang tidak mau melihat

lebih banyak lagi.

Persoalannya adalah di dalam matamu, warna apa yang

terlihat?

‘Romantis tapi tidak hina’, ‘Mulutnya sedikit ambang,

hatinya lurus.”

Dua kalimat ini adalah cara Xiao Dai menhadapi wanita

selama ini.

Terhadap wanita di depan ini, Xiao Dai juga hanya

memandangnya saja.

Tentu saja dia ingin sekali berkata dua kalimat nakal.

Tapi wanita ini, tudak memberikan kesan pada orang untuk

mengatakan kata-kata nakal. Apa lagi sekarang ini dia

benar-benar tidak bisa bicara.

0ooo(dw)ooo0

“Ini adalah temanku, Xiao Dai.” Ouwyang Wu-shuang

memperkenalkan.

“Baik sekali, Xiao Dai, aku adalah Zhan Feng” kata

wanita cantik ini, sampai suaranyapun merdu.

Xiao Dai terpaksa menganggukkan kepala, tanda

menyapa.

“Kau tidak bisa bicara?”

Xiao Dai menggeleng-gelengkan kepala, lalu

mengangguk-anggukan kepala lagi.

Gerakan semacam ini, orang yang tidak tahu sebabnya

pasti tidak mengerti apa yang dimaksud Xiao Dai, tapi

Zhan Feng bisa mengerti maksudnya, dia adalah wanita

yang pandai.

“Kau bisa bicara, hanya sekarang tidak bisa bicara

betulkan?”

Xiao Dai menganggukkan kepala, matanya nampak

bersinar kagum.

Zhan Feng tertawa, sungguh cantik, apa lagi gigi cantik

yang seperti kerang berbaris itu begitu membuat mata orang

menjadi silau.

“Aku pikir kau biasanya pasti banyak bicara, bukan?”

Sedikit malu, Xiao Dai menganggukkan kepala ringan.

Seorang laki-laki, dikata-katai oleh seorang wanita, apa

lagi wanita asing yang cantik bahwa dia biasanya banyak

bicara, rasanya itu persis seperti dimarahi orang, seperti

suka melakukan kentut dengan melepas celana.

Makanya Xiao Dai walau menganggukkan kepala, tapi

di dalam hati seperti menumpahkan botol lima rasa,

sungguh tidak bisa mengatakan apa rasanya itu.

“Maaf, aku biasa berkata terus terang, harap kau tidak

menyalahkan.”

Walau dapat menyalahkan, Xiao Dai juga tidak berani

menyalahkan, karena dia datang untuk mengobati penyakit,

terpaksa dia harus banyak sabar.

Setelah Ouwyang Wu-shuang menjelaskan bagaimana

terjadinya Xiao Dai menjadi bisu, nona Zhan Feng

menyuruh Xiao Dai meleletkan lidah melihat kerak

lidahnya.

“Kau terkena semacam racun yang sifatnya lambat,

racun yang sifatnya lambat ini mematikan pita suaramu,

makanya kau tidak bisa mengeluarkan suara.”

“Apakah bisa disembuhkan?” tanya Ouwyang Wushuang

dari samping.

“Bisa, tapi memerlukan waktu.”

begitu mendengar bisa disembuhkan, Xiao Dai menjadi

lebih tenang. Karena dia mengira tidak makan nasi bisa

mati, tidak bicara juga sama, bisa mati.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang di tempatkan oleh

nona Zhan Feng di kamar yang pekarangannya sangat sepi.

Perumahan ini sangat besar sekali, Xiao Dai tidak tahu

dirinya sekarang berada dimana, dia hanya tahu dia berada

di dalam perumahan, itu saja.

Kecuali tak bisa bicara, masih mempunyai apalagi yang

tidak bisa dilepas?

Lingkaran bunga yang begitu indah, rumah yang begitu

megah, bisa bersama dengan Ouwyang Wu-shuang, lebihlebih

bisa melihat wanita yang begitu cantik, ditambah lagi

yang menjadi tuan rumah tidak pelit, makanan lezat, arak

enak satu persatu disuguhkan di atas meja, menikmati

makan minum sepuas-puasnya. Mengejar kenikmatan

hidup, Xiao Dai adalah pakarnya.

Dia suka tinggal di rumah mewah, suka memakai

pakaian yang dijahit oleh penjahit kelas tinggi.

Dia suka makanan lezat, arak enak. Dia suka bersih,

suka berkelakar. Dia punya uang, semua dia bisa

melakukan di rumahnya sendiri. Dia puas dengan semua

yang dia punya.

Tapi dia lebih puas di sini. Karena di sini ada wanita

cantik, dan dia melihat wanita cantik ini juga suka

berkelakar. Puas dan bedanya di sini lebih puas.

0ooo(dw)ooo0

Sama disatu perumahan. Tapi beda ruangannya.

Orang berbaju pelajar membopong Polisi Setan dengan

gelisah menunggu. Seorang pelayan yang sudah tua

menemaninya disisinya, berdiri dengan tangannya ke

bawah.

“Tuan muda sudah dating!” Kata Pelayan itu dengan

gembira.

Orang berbaju pelajar yang membopong Polisi Setan

disambut di depan pintu ruangan.

Seorang remaja tampan dengan langkah cepat berjalan

datang.

“Lao Tie, Lao Tie, Budha melindungi, kau tertolong,

Zhan Long kebetulan ada di rumah, ini sungguh Amitaba.”

Melihat pemuda itu datang, orang berbaju pelajar di dalam

hati membacanya.

Nafas Polisi Setan sekarang sangat lemah, tidak berbeda

jauh dengan orang mati, seluruh tubuhnya sudah ciut

seperti udang dibopong oleh orang berbaju pelajar.

“Zhan Long, cepat, cepat kau lihat temanku, sebenarnya

dia terkena racun apa? Begitu hebatnya, dan luka di seluruh

tubuhnya, harus secepatnya diobati, kau tolonglah, cepat

keluarkan peti obatmu!” orang berbaju pelajar tidak

menunggu orang itu mendekat, sudah berkata tidak

berhenti.

Zhan Long bersoja dengan wajah penuh pertanyaan

berkata, “Tuan adalah….”

“Tuan kentut, ini aku, Zhan Long, ini adalah aku, kau

cepat selamatkan dulu orang ini, bisa tidak?”

Orang berbaju pelajar biasanya bisa menjaga

perkataannya, sekarang bicaranya sudah sedikit tidak

karuan, malah membawa kata-kata anyir.

“Ooo!” bersuara sekali, wajah Zhan Long terkejut

katanya, “Kau! Kenapa kau….?”

“Sudah, sudah, ada perkataan apa nanti saja kita

bicarakan, menolong orang seperti menolong kebakaran,

saudara tua jangan berleha-leha lagi, Hayolah?”

Sesudah berteman banyak tahun, Zhan Long tidak

pernah melihat orang berbaju pelajar bersikap begitu

gelisah, dia merasa temannya dengan orang yang ada dalam

bopongannya mempunyai hubungan yang sangat dekat, bila

tidak, biasanya orang ternama seperti dia di dunia persilatan

sulit mengeluarkan emosinya.

Zhan Long segera menerima orang dari bopongan orang

berbaju pelajar, dibaringkannya di atas karpet di bawah,

Zhan Long mulai memeriksa, sambil menyuruh pelayan

mengambil peti obat dan peralatan.

Setelah beberapa saat, Zhan Long bangkit berdiri.

Dengan wajah sedih berkata, “Sekarang aku sudah

menahan dan menstabilkan lukanya, tapi kita harus

menunggu, masih harus melihat perubahan tiga hari ini,

mengenai racun ditubuhnya, masih harus merepotkan kau

secepatnya pergi ke Lan Ling mencari seorang temanku

meminjam satu Yu Chan Chu (Kodok giok) untuk

membantu membersihkan racunnya, dalam sepuluh hari

sampai setengah bulan tidak akan ada masalah, tapi selewat

itu kau harus sudah kembali.”

0ooo(dw)ooo0

Setelah meninggalkan Polisi Setan, orang berbaju pelajar

buru-buru berangkat pergi ke Lan Ling.

Sebelum pergi, dia dengan Zhan Long berbicara lama

sekali di kamar rahasia.

Apakah yang dibicarakan? Hanya mereka berdua yang

tahu.

Tapi, setelah keluar dari kamar rahasia perasaan Zhan

Long menjadi sangat berat.

Dan dia terus-terusan bergumam ‘kenapa masalahnya

bisa jadi begini?’

Orang berbaju pelajar telah bersahabat dengan Zhan

Long, sebatas teman ‘hubungan antar pria sejati, tawar

seperti air’.

Teman yang begitu dekat, sampai bisa mengorbankan

nyawa menghubungkan hati, walau mereka biasanya jarang

berkumpul.

Zhan Long dan Zhan Feng bersaudara, sejak kecil

meneruskan warisan nenek moyang mereka, ilmu

pengobatan dan ilmu silatnya sudah sampai pada taraf

paling top, tapi mereka jarang berkelana didunia persilatan,

jadi orang yang kenal mereka sangat sedikit, dan orang

berbaju pelajar adalah salah satu di antara yang sangat

sedikit itu.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai seperti seekor anjing gila dikota Xiang Yang

dia berlari kesana kemari.

Dia bukan saja gila, tapi juga marah, juga gelisah.

Karena dia sudah memastikan Tangan Cepat Xiao Dai

pernah muncul di sini. Hanya dia tidak tahu mengapa

disaat itu Xiao Dai bisa begitu berantakan.

Seorang yang jarang berantakan, tiba-tiba menjadi

berantakan, apa maksudnya?

Orang lain tidak tahu, tapi dia tahu Tangan Cepat Xiao

Dai pasti tidak mungkin dapat melakukannya hal itu.

Karena yang paling dibenci Xiao Dai adalah wajah Li

Yuan-wai yang berantakan, dan tidak mungkin dia mau

belajar pada Li Yuan-wai?

0ooo(dw)ooo0

Dia sudah menghancurkan lima restoran. Lima restoran

ini semuanya pernah menolak Xiao Dai. Dia juga meninju

gepeng wajah lima orang, lima orang pelayan yang menolak

Xiao Dai masuk ke dalam restoran.

Di belakang dia mengikuti lima puluh encim pengemis,

besar kecil, tua muda semuanya pengemis, masih ada tiga

pasukan petugas kantor pemerintah, petugas polisi.

Setiap restoran seperti menyambut dewa kekayaan

menerima dia masuk, menghancurkan kursi dan meja

membanting mangkuk dan piring, lalu seperti mengantar

nenek moyangnya mereka keluar pintu.

Pemilik restoran wajahnya muram, pelayan wajahnya

gepeng, tidak ada orangpun yang berani mengeluarkan

suara sekali pun.

Karena terhadap lima puluh enam pengemis itu, mereka

tidak berani mengusiknya, dan di belakangnya ada petugas

pemerintah mereka tidak berani berbuat salah pada mereka.

Para pengemis mengikuti dia, karena dia adalah

Pengawas Honorarium Gai-bang.

Para petugas pemerintah mengikuti dia, karena dia

memegang plat pinggang Polisi Setan, Tie Cheng Gong

sementara memberikan plat itu padanya, supaya dia bisa

bergerak leluasa bila dikota Xian Yang terjadi masalah

dengan kantor pemerintah.

Di Jiang Nan, daerah Chuan Shan para polisi dan

petugas pemerintahnya, hampir semua adalah murid Polisi

Setan Tie Cheng Gong.

Makanya para pejabat pemerintah dikota Xiang Yang

yang kecil ini, hanya bisa berdoa agar Li Yuan-wai

mengurangi sedikit kesalahannya, dan mengurangi dua

restoran yang dihancurkan.

Li Yuan-wai menemui Lao Sun sipenjual mie daging

sapi.

Tapi Lao Sun sudah tidak berjualan mie lagi, dia sudah

membuka satu restoran kecil, mempekerjakan seorang

pelayan kecil, dia sekarang sudah menjadi bos!

Li Yuan-wai duduk di dalam restoran kecil Lao Sun

sedang dengan gemasnya makan mie dingin dan mantou,

ditemani dengan satu mangkuk kuah daging sapi yang

diantar Lao Sun.

Dia berpikir mungkin sebentar lagi akan bertarung

dengan orang, dan sebelum bertarung perut harus kenyang

dulu, baru ada tenaga.

Makanya dia tidak perduli apakah sekarang sudah

waktunya makan atau bukan.

0ooo(dw)ooo0

Dengan mudah dia menulusuri jalan sampai ke rumah

Qian Ru Shan, orang terkaya di seluruh kota.

Dia tidak bertemu dengan Qian Ru Shan, tapi dia

bertemu dengan gadis besar itu.

Gadis besar itu adalah pelayan Ouwyang Wu-shuang….

yang bernama Xiao Cui.

Xiao Cui yang membuat Xiao Dai berendam ditong

mandi, hampir tidak mempunyai celana untuk dipakai.

“Tuan melancong ke Hang Zhou, nyonya tidak ada di

rumah,” kata Xiao Cui dengan acuh sambil melihat wajah

Li Yuan-wai.

“Nona kecil, aku tidak menanyakan tuan dan nyonyamu,

tapi aku mencari seorang teman, dia biasa dipanggil Wang

Dai, juga disebut Tangan Cepat Xiao Dai, ada orang

memberitahu aku bahwa dia pernah datang ke rumah

kalian.”

‘Wu Wang Zi Zhai’ artinya adalah mala petaka yang

diluar dugaan.

Li Yuan-wai mimpi pun tidak akan terpikirkan, hanya

bertanya satu kalimat, dia sudah melakukan dua kesalahan.

Pertama, dia tidak seharusnya menyebut dia Nona kecil,

karena dia sendiri tidak besar, dan lagi semakin kecil

seorang Nona, semakin tidak suka orang memanggilnya

Nona kecil, hal ini setiap laki laki seharusnya tahu, justru Li

Yuan-wai tidak tahu.

Kedua, dia tidak seharusnya menyebutkan nama Xiao

Dai, karena Xiao Dai belum lama ini telah mencuri makan

‘tahu’ orang, dan uang ‘tahu’ nya masih belum dibayar!

Dengan ada dua kesalahan ini, Wu Wang Zhi Zai nya Li

Yuan-wai sudah dipastikan.

“Siapa marga Tuan? Ada perlu apa mencari Xiao Dai?”

“Aku adalah Li Yuan-wai, kau kenal Xiao Dai?”

Mendengar nama Li Yuan-wai, segera Xiao Cui tertawa

berkata, “Jika kau adalah Li Yuan-wai, maka aku adalah

Wang Mu Niang Niang,” kata Xiao Cui lebih acuh lagi.

Li Yuan-wai tidak bisa menangis atau tertawa, dia

mengayunkan tongkat pemukul anjing di tangannya

berkata, “Aku pikir kau salah paham, aku sungguh Li Yuanwai,

buat apa aku menggunakan nama sembarangan.”

Li Yuan-wai kembali salah paham pada maksud Xiao

Cui, dia kira Xiao Cui takut dirinya adalah Li Yuan-wai

palsu, makanya mengatakan dirinya adalah Li Yuan-wai

asli jika palsu pasti diganti, maka dia mengayunkan tanda

dirinya…. tongkat pemukul anjing, sambil menampilkan

senyum yang menandakan keaslian dirinya.

Xiao Cui tertawa, tertawa karena penampilan Li Yuanwai.

“Tidak peduli, kau mau mengatakan bahwa kau adalah

Ji Tian Da Shen (Sun Go Kong) aku juga tidak ada

urusannya.”

Li Yuan-wai sekarang baru mengerti maksudnya Xiao

Cui, ternyata dia hanya salah paham terhadap namanya,

bukan terhadap orangnya.

Dari kecil sampai besar, Li Yuan-wai selalu mengira

namanya lain dari pada yang lain, dan juga enak didengar,

tapi sekarang dia malah berharap dirinya lebih baik

dipanggil Li Da Tou (Li kepala besar), atau Li Xiao Pang

(Li gemuk).

Karena untuk menjelaskan masalah ini sungguh tidak

gampang.

Dan juga tanpa alasan dia telah diledek dua kali.

Bersilat lidah Li Yuan-wai jauh lebih tinggi dibandingkan

dengan ilmu silatnya, apalagi dia tidak mau dirugikan, apa

lagi dirugikan oleh anak perempuan.

“Aku marga Li, namaku dipanggil Yuan-wai. Kata-kata

Wang Mu Niang Niang, yang dikatakan seharusnya kau

sudah mengerti! Aku bukan benar-benar Yuan-waihartawan,

juga tidak dipanggil Ji TianDaShen.”

Xiao Cui sungguh tidak terpikir masalahnya bisa jadi

begini macam, dan nama orang ini justru benar-benar Li

Yuan-wai.

Setelah dipikir pikir, dirinya juga merasa lucu, walau

jawaban Li Yuan-wai sedikit mempermainkan, tapi dirinya

yang salah paham duluan terhadap lawan bicaranya, maka

mana bisa menyalahkan siapa?

Mulut seorang wanita tentu saja tidak mau kalah

berkata, maka Xiao Cui tetap dengan pelan bergumam,

“Aku bilang juga! Didunia ini jika ada hartawan yang

semiskin kau ini, maka aku jadi nona terkaya.”

Li Yuan-wai ingin sekali berkata dua patah lagi, tapi

akhirnya ditahannya.

“Sekarang bisakah beritahu aku, temanku Xiao Dai

apakah pernah datang ke tempat kalian?”

Tidak menyebut Xiao Dai masih tidak ada masalah,

sekali menyebut Xiao Dai, wajah cantik Xiao Cui itu segera

berubah menjadi dingin.

“Xiao Dai?! Orang yang seperti dia, jika dia seorang

idiot, rasanya di sini tidak akan menemukan orang pandai

lagi. Apa hubungan dia denganmu? Teman macam apa

dia?”

Li Yuan-wai tidak tahu antara Xiao Dai dengan Xiao

Cui ada permasalahan. Makanya dia dengan bangga

berkata, “Kau mengatakan benar sekali, Xiao Dai memang

benar tidak idiot, bukan saja tidak idiot, tapi pintar sekali.

Eee! Dia adalah temanku yang paling baik, di antara kami

bisa dikatakan tidak ada perbedaan antara kami, dan kami

saling terbuka.”

“Betulkah?” tanya Xiao Cui, seperti ada sedikit ada

udang dibalik batu.

“Tentu saja benar.” Justru takut orang tidak percaya, Li

Yuan-wai dengan yakin menganggukkan kepala.

Jika Li Yuan-wai sudah tahu Xiao Dai telah makan

‘tahu’ orang dan tidak membayarnya, dipukul mati juga dia

tidak akan berani mengaku dirinya kenal dengan Xiao Dai.

Mungkin dia malah bisa berpura-pura, membantu Xiao

Cui memaki-maki Xiao Dai.

“Kalau begitu masalah Xiao Dai, juga adalah

masalahmu?”

“Hmm, bisa dikatakan demikian.”

Li Yuan-wai tetap belum merasakan perubahan nada

bicara Xiao Cui, malah dia membusungkan dada, satu sikap

demi teman kedua belah iga ditusuk pisaupun akan

diterimanya.

“Bagus sekali, maaf, aku harus jelas menanyakan, karena

Xiao Dai sekarang berada di rumah kami, dia diruang

belakang sedang menemani nyonya main catur!”

“Nyonya! Bukankah kau mengatakan nyonyamu tidak

ada di rumah?”

“Oooh! Yang aku maksud adalah Xiao Dai sedang

menemani nyonya kedua main catur.” sanggah Xiao Cui

sangat cepat, dia pintar segera merubah kata-katanya.

Orang yang kaya mempunyai tiga istri empat selir juga

memang tidak aneh.

Li Yuan-wai jadi tidak memikirkan urusan yang lain,

yang dipikirkan adalah Xiao Dai yang sungguh banyak

rezeki asmaranya, tidak salah, sekali terjungkal masuk

jaring asmara maka akan lupa pulang, dia harus baik-baik

mempermak dia baru bisa meredakan amarahnya.

Li Yuan-wai perlahan memarahi, “Orang ini lebih

mementingkan wanita dan menganggap enteng teman!”

Tapi di dalam hatinya dia ingin segera cepat-cepat

melihat bagaimana rupa nyonya kedua ini.

Karena wanita yang bisa mengikat Xiao Dai di atas

papan catur, pasti wanita yang luar biasa.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai tentu saja tidak melihat nyonya kedua.

Bukan saja tidak melihat nyonya kedua, sampai Xiao

Dai juga tidak dapat dilihatnya.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai dengan Ouwyang Wu-shuang sedang main

catur.

Hanya mereka bukan di rumahnya Qian Ru Shan, tapi di

Perumahan Zhan Bao rumahnya Zhan Long, Zhan Feng.

Sep asang kakak beradik sekandung bersama-sama

tinggal disatu perumahan yang melingkupi seluruh gunung,

tapi masing-masing mengurus dirinya, masing-masing

punya wilayah sendiri, tidak saling berhubungan.

Ini adalah sebuah hal yang orang luar sulit bisa mengerti.

Zhan Long dan Zhan Feng, kakak dan adik begitulah

keadaannya.

Tentu saja ini tidak dimulai dari sejak permulaan.

Kejadiannya dimulai dua tahun lalu, kakak dan adik

karena satu hal mengenai hubungan antar laki-laki dan

wanita tidak bisa saling menerima, maka terjadi gesekan

yang serius, ditambah sifat keduanya sama-sama keras, dan

sama-sama tinggi hatinya, siapa pun tidak merasa dirinya

salah.

Setelah terjadi pertengkaran besar, kedua orang ini jadi

benar-benar saling tidak berhubungan, juga belum pernah

saling berkata satu patahpun sampai sekarang.

Kakak punya teman sendiri, adik juga punya teman

sendiri, siapa pun tidak saling mengurus, siapa pun malas

mengurus.

Makanya Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang yang

tinggal di pekarangan Zhan Feng, Zhan Long juga tidak

tahu.

Sebaliknya, Polisi Setan juga berada di Perumahan Zhan

Bao mengobati lukanya, Zhan Feng yang menjadi adik juga

tidak tahu.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sudah tiga kali berturut-turut kalah main catur

oleh Ouwyang Wu-shuang.

Dan kali ini kelihatannya, juga hampir menyerah, karena

biji catur disebelah kanannya nampak sudah tidak bisa

melarikan diri.

Laki laki bermain catur dengan wanita, jarang sekali bisa

berkonsentrasi penuh.

Apa lagi yang dihadapi Xiao Dai adalah kekasihnya

sendiri, walau kekasih ini sekarang sudah menjadi istri

orang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sungguh tidak bisa memenangkan Ouwyang

Wu-shuang?

Seharusnya hal ini tidak mungkin terjadi, karena

kemahiran main catur Xiao Dai sampai raja main catur di

akademi sastra kerajaan, sastrawan Guo juga menyerah

kalah, apa lagi permainan catur Ouwyang Wu-shuang yang

hanya begitu saja.

Kalau begitu apa sebabnya, Xiao Dai bisa kalah?

Apakah benar dia tidak bisa konsentrasi? Atau dihatinya

ada masalah?

Apakah karena dia ingin supaya Ouwyang Wu-shuang

senang maka dia sengaja mengalah? Atau dia tersesat….

dalam senyumnya Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

“Xiao Dai, jika kau kalah lagi, aku akan pergi keibu kota

mencari raja main catur sastrawan Guo untuk

menantangnya!”

“Betulkah? Hati-hati situa itu menaksirmu, nanti kau

tidak bisa keluar lagi dari istana, aku mau lihat kau mencari

siapa untuk minta tolong.” Ini adalah kata-kata hati Xiao

Dai, yang tidak dapat mengatakannya keluar.

“Hem! Aku tidak membuatnya sial sudah terhitung dia

telah membakar hio tinggi-tinggi,” kata Ouwyang Wushuang

malah bisa membaca ekspresi wajah Xiao Dai.

Xiao Dai bukan saja bodoh, juga jadi idiot.

Dia sungguh tidak mengerti bagaimana Ouwyang Wushuang

bisa membaca pikirannya.

“Kenapa! Melihat aku dengan melotot begitu? Jangan

aneh, terhadap dirimu apa aku masih tidak mengerti? Di

dalam hati ada perasaan sekali sentuh dapat berhubungan,

tepat dugaanku seperti apa yang ingin kau katakan bukan?

Makanya! Kau harus hati-hati, kau tidak akan bisa

menyembunyikan apa pun dariku,” kata Ouwyang Wushuang

seperti sungguh sungguh seperti tidak, setengah

kelakar.

Xiao Dai sekarang baru mengerti, kepandaian Ouwyang

Wu-shuang yang begitu hebat.

Dia mana tahu, sebelum Ouwyang Wu-shuang

mengatakan ini, sudah memikirkan paling sedikit dua puluh

macam kemungkinan yang akan dijawab oleh Xiao Dai.

Juga sudah menyelidik dengan teliti, arah bicara dan

keadaan hati Xiao Dai, dia merasa kata kata ini adalah

jawaban yang paling bagus.

Karena kata-kata ‘dia’ tidak dijelaskannya, Xiao Dai

mana bisa tahu sastrawan Guo, atau siapa?

Makanya Xiao Dai jadi salah tangkap, ini juga hasil yang

sudah dia perkirakan.

Sehingga, Xiao Dai telah tertipu, Ouwyang Wu-shuang

telah tertawa.

Semacam tawa yang penuh gairah, tapi malah membuat

hati Xiao Dai merasa dingin.

0ooo(dw)ooo0

Betulkah Xiao Dai tertipu?

Tidak, Xiao Dai sama sekali tidak idiot, mana bisa dia

tertipu?

Lalu kenapa dia pura pura tertipu?

Kenapa juga dia mau bersandiwara?

Terhadap Ouwyang Wu-shuang yang sangat dia cintai

untuk apa menyembunyikannya?

Semua ini hanya dia sendiri yang tahu.

0ooo(dw)ooo0

“Xiao Dai, aku harap apa yang telah kau janjikan

padaku, jangan dilupakan, tunggu setelah suaramu sembuh,

apakah kau bisa segera melaksanakannya?”

Ouwyang Wu-shuang tiba-tiba menjadi serius, masalah

lama sudah diungkit lagi.

Xiao Dai mengerti apa yang dia maksud, dia

menganggukkan kepala.

Dengan puas dia tertawa lagi, Ouwyang Wu-shuang

menaruh satu biji putih, memutus jalan kembali biji hitam

Xiao Dai, melanjutkan perkataan, “Terima kasih kau tidak

lupa, aku juga tidak lupa sekarang yang aku taruh adalah

jalan mematikan biji hitammu? Jalan ini selamanya kau

tidak akan keburu memperbaikinya, aku tahu kau selalu

memikirkan bagaimana menyelamatkan permainan catur

ini, tapi yang mendahului selamanya aku, jadi kau tidak

ada kesempatan, betul tidak?”

Satu kata dua maksud, yang mengatakan punya maksud

tertentu.

Siapa yang tidak mengerti maksudnya?

Xiao Dai tetap menganggukkan kepala. Lama berpikir,

Xiao Dai mengacak-acak biji caturnya dipapan.

0ooo(dw)ooo0

Main catur kalah bisa mengacak-acak, juga bisa mulai

dari awal lagi.

Tapi bagaimana seorang teman? Kehilangan seorang

teman apa masih bisa mencarinya kembali?

Xiao Dai bisa mengacak-acak papan catur, tapi

bagaimana bisa mengacak-acak persahabatan yang sangat

kekal?

Mendorong menjauh papan caturnya, Xiao Dai bangkit

berdiri, dengan gelisah melangkah ke depan jendela,

melihat bermacam-macam bunga Ju di atas pot bunga yang

ditanam orang diluar jendela.

Kelompok bunga Ju itu mekar menantang angin,

menyilaukan mata, seperti seorang gadis dalam buaian

asmara, seperti sedang menceritakan apa-apa.

Xiao Dai yang melihatnya juga sampai terpikat,

pikirannya menerawang, bunga Ju diibaratkan orang

pertapa yang tidak bisa mengeluarkan perasaan emosi, tidak

ingin tinggal di sini lagi, tapi menjadi seorang pertapa yang

benar-benar tidak bisa bicara.

Ouwyang Wu-shuang berkata, “Menyesal?”

Xiao Dai tidak membalikkan tubuh, hanya

menggelengkan kepala.

“Kau seharusnya bisa menerka maksud hatiku,

membunuh Li Yuan-wai itu tidak bisa dihindarkan, saat

aku bertemu denganmu, aku sudah tidak peduli pada

banyak hal. Menikah dengan orang yang tidak aku cintai

sudah membuat aku sangat menyesal, maka aku mana bisa

melepas satu orang yang aku cintai? Kalian berdua adalah

pahlawan, dan sesama pahlawan tidak bisa berada

bersamaan, apa lagi wanita cantik hanya ada satu, aku pikir

kau juga pasti tahu ceritanya Chu Ba Wang Xiang Yu

dengan Liu Bang.”

Badan Xiao Dai bergetar sekali, dia tetap tidak

menjawab.

Sehingga dia juga tidak bisa melihat sepasang mata

Ouwyang Wu-shuang terdapat sinar kebencian yang sekilas

lewat, dan wajahnya yang tidak mengatakan sebenarnya

itu.

Kenapa bisa begitu?

Hanya Ouwyang Wu-shuang sendiri yang tahu.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng telah masuk. Seluruh ruangan rasanya

menjadi terang karenanya.

Wanita secantik dia, sebenarnya juga sama seperti sebutir

mutiara, jalan kemana, terang sampai dimana.

“Suami istri sedang bertengkar! Kenapa? tadi bukankah

sedang baik-baik main catur, Kenapa sekarang yang satu

membalikkan tubuh, yang satu lagi cemberut mulutnya?”

Setelah bergaul akrab, perkataannya menjadi ada sedikit

kenakalan.

Xiao Dai terpaksa membalikkan tubuh, tersenyum.

Setiap kali melihat Zhan Feng, Xiao Dai merasa wanita

ini bertambah cantik.

Di dalam hatinya sedang berpikir, sepertinya Tuhan saat

menciptakan dia, lebih menyayanginya, semua yang indahindah

didunia diberikan ditubuhnya.

Sepasang mata Ouwyang Wu-shuang menjadi terang.

Otomatis tertawa, berkata, “Bertengkar harus ada dua

orang baru bisa bertengkar, jika yang satu bisu, bagaimana

bisa terjadi pertengkaran?”

“Oww! Aku lupa, Xiao Dai, maaf, bagusnya kau bukan

benar-benar bisu, aku jamin lewat tiga sampai lima hari lagi

kau akan bisa bicara lagi, asal kau makan obatku tepat

waktu,” kata Zhan Feng sambil tertawa.

Tertawa centil semacam ini, asalkan seorang lelaki

mendengarnya pasti akan merasa nyaman.

Tapi Xiao Dai tidak berani menampilkannya, karena

Ouwyang Wu-shuang ada disampingnya.

Maka dia dengan kaku tertawa, sebagai jawaban,

sesungguhnya diajuga hanya bisa begitu.

Benar saja di mata Ouwyang Wu-shuang timbul rasa

cemburu, hanya macam cemburunya sepertinya salah

alamat. Begitu melihat pandangan mata Xiao Dai, lebihlebih

membuat dia tidak mengerti. Dia sungguh tidak

mengerti, wanita juga bisa timbul cemburu terhadap lakilaki.

Cemburunya malah begitu kuat dan jelas. “Shuang

Shuang, kau sungguh akan pergi meninggalkan rumah?

Suamimu mungkin sudah menyebarkan berita tentang

istrinya yang lari!”

“Dia berani?! Sebelum masuk ke rumah Qian, aku sudah

memberikan syarat padanya, aku boleh masuk ke rumah

keluarga Qian, di kemudian hari aku juga boleh setiap saat

meninggalkan pintu keluarga Qian, apa lagi aku dengan dia

tidak ada mak comblang resmi menikah, sehingga sampai

diistana langit dihadapan raja Yu Huang yang agung juga

tidak bisa memvonis aku salah, kau jangan sembarangan

meributkannya!”

“Betulkah? Ternyata setelah ada barang baru kau jadi

lupa barang lama betul tidak?”

“Apa barang baru barang lama? Aku hanya kembali ke

cinta lamaku, pikiranku sekarang telah terbuka cuma itu

saja.”

“Kau! Seorang wanita, kulit wajahnya malah lebih tebal

dari laki laki.”

“Oooh? Baik, baik, aku kalah bicara denganmu, jangan

lupa, pada suatu hari kau juga akan menikah dengan orang,

sampai pada waktunya, kau mau minta ampun, juga harus

melihat apakah aku akan melepaskanmu.”

Dua sahabat sekamar, mereka sudah biasa berkelakar.

Xiao Dai yang berada disamping walau kulit wajahnya

lebih tebal lagi, setelah menjadi olokan orang, rasanya itu

juga sangat tidak enak, dan lagi, walau punya alasan tepat

juga tidak bisa menjelaskan.

Dia juga tidak terpikirkan hubungan Ouwyang Wushuang

dengan suaminya bisa macam begitu.

Dia benar-benar menjadi sedih, yang keluar dari lubuk

hatinya. Karena dia selalu mengira Ouwyang Wu-shuang

telah menikah, dan juga sangat bahagia.

Dia sungguh benar-benar menyesal, menyesal yang sakit

hati. Jika tadinya tahu begini, waktu itu dia tidak akan

memutuskan keputusan yang sembrono itu. Lalu semua ini

bisa menyalahkan siapa?

Xiao Dai sekarang benar-benar ingin segera menemui Li

Yuan-wai. Dia ingin memberitakan semua hal ini pada dia,

hal mengenai Ouwyang Wu-shuang. Dia juga mungkin

benar-benar membunuh Li Yuan-wai. Karena keputusan

kentut anjing dia pada waktu itu.

Dua laki laki secara bersamaan mencintai seorang

wanita.

Seorang wanita juga mempunyai dua cinta.

Semua sebenarnya satu opera sedih. Jika opera sedih ini

semua ditimpakan pada seorang wanita untuk

menerimanya, sungguh sangat keji.

0ooo(dw)ooo0

Dua orang wanita sudah tertawa bergulung menjadi satu.

Hati Xiao Dai malah dag dig dug seperti tidak

meneteskan darah. Dia juga tahu dirinya akan mempunyai

banyak waktu tidak bisa tertawa.

0ooo(dw)ooo0

Mandi dipenjara air

Tidak ada tunggal ada sepasang artinya adalah hal atau

orang yang kebetulan mirip.

Li Yuan-wai juga mandi. Sama di rumahnya Qian Ru

Shan.

Kalau Xiao Dai berendam ditong mandi, karena

keinginannya sendiri. Sedangkan Li Yuan-wai malah

berendam di dalam penjara air, karena terpaksa.

Masih ada perbedaannya, Xiao Dai memang tadinya

juga suka mandi, dia bisa sehari mandi tiga kali. Tapi Li

Yuan-wai paling takut mandi, dia bisa tiga bulan tidak

mandi sama sekali. Karena Li Yuan-wai mengira mandi

adalah pekerjaan yang paling merusak hawa murni.

‘Senjata terang mudah ditahan, panah gelap sulit

menjaganya.’

Li Yuan-wai bukan tidak tahu aturan ini, perjalanan juga

telah bertambah satu macam hal yang demikian. Tapi dia

mimpi juga tidak terpikirkan hal semacam ini bisa terjadi

pada dirinya.

Seorang pelayan keluarga kaya yang tidak ada dendam

dan permusuhan bisa mencelakai dirinya, dari mana

mulainya?

Dia tidak tahu sudah berapa lama berendam di dalam

penjara air?

Tapi dia tahu perutnya sudah lama, lama sekali lapar,

dirinya mengira-ngira paling sedikit sudah tidak makan tiga

kali sarapan.

Perut lapar, buat Li Yuan-wai juga merupakan hal yang

paling susah menahannya. Sekarang kecuali perut lapar,

juga hanya perut lapar. Bagaimana pun air dipenjara air

tidak bisa membuat perutnya kenyang.

Disaat Li Yuan-wai duduk diruangan, menunggu Xiao

Cui pergi melapor pada nyonya keduanya dan Xiao Dai.

Tiba-tiba dia merasa lantai di bawah kursinya berbalik

dan menutup kembali, dia ingin meninggalkan kursi tapi

sudah tidak keburu, sehingga dia sama seperti seekor anjing

jatuh kecebur ke dalam penjara air.

Penjara air ini dibangun di bawah tanah, sekelilingnya

dilapis dengan batu marmer yang sangat keras. Ke dalaman

air penjara sampai sebatas dada, dan baunya tidak enak.

Kecuali tutup di atas kepala, Li Yuan-wai tidak dapat

mencari jalan kedua untuk keluar atau masuk ke penjara air

ini.

Makanya, selain berdiri di dalam air apa lagi yang bisa

dia kerjakan?

Dan di dalam air kecuali menggosok-gosok daki ditubuh

sendiri dan mandi, sungguh tidak terpikirkan masih ada hal

lain yang bisa dikerjakan. Li Yuan-wai tahu dipenjara air ini

pasti ada saluran udara. Karena sudah begitu lama berdiam

di sana, hidung dia yang bernafas, tetap saja merasakan

udara segar.

Segera dia menggunakan ilmu cecak merayap ditembok,

pelan-pelan merayap ke atas….

Akhirnya dia menemukan lubang saluran udara…. tapi

dia juga putus asa. Lubang udara ini hanya sebesar kepalan

tangan terbuat dari pipa baja, diselipkan di antara dua blok

batu marmer.

Memakai tongkat pemukul anjing dicolokkan ke dalam

lubang itu, tidak sampai satu che sudah tidak bisa maju lagi.

Dia tahu harapan satu satunya ini juga sudah tidak ada lagi,

karena pipa baja ini tidak saja kecil, sampai seekor kelinci

pun tidak bisa menerobos masuk, dan juga berbelok -belok.

Karena lapar matanya sampai berkunang kunang, tapi Li

Yuan-wai dengan sekuat tenaga menghadap pada lubang

hawa itu berteriak, “Yatou mati, yatou bau, tanpa alasan

kau memenjarakan aku di dalam penjara air ini, sebenarnya

apa maumu? Kau juga harus katakan! Jika kau tidak

muncul aku akan memaki, kau harus tahu kami para

pengemis kepandaian memaki orang adalah kelas wahid.”

Akal ini mujarab juga, disaat Li Yuan-wai kelelahan

turun kembali ke air, tutup ditengah-tengah di atas kepala

sudah dibuka.

Seorang yang dikurung lama di dalam kegelapan, tibatiba

melihat sinar, senangnya seperti dinegeri orang bertemu

dengan kenalan lama.

Akhirnya Li Yuan-wai melihat wajah Xiao Cui, setelah

dia kelaparan satu setengah hari.

“Apa kau sudah puas mandinya?”

“Puas, aku pikir aku seumur hidup mungkin tidak akan

mandi lagi.”

“Apa kau ingin naik ke atas?”

“Tentu, aku terlalu ingin naik ke atas.”

“Kalau begitu kenapa kau tidak naik keatas saja?”

“Kau tidak membantu, bagaimana aku bisa naik keatas?”

“Kau ingin aku membantu?”

“Wang Mu Niang Niang ku, kau jangan berteka-teki lagi

boleh tidak? Asal mengambil seutas tali, atau tangga, sudah

cukup.”

Suara Li Yuan-wai hampir seperti ingin menangis.

“Aku takut setelah naik kau akan memukul aku, apa kau

akan memukul aku?”

“Tidak akan, tidak akan, aku pasti tidak akan

memukulmu, wanita yang pintar dan manis seperti kau ini,

lelaki yang menyayangimu sudah takut tidak keburu, mana

bisa aku tega memukulmu?”

Xiao Cui si yatou itu tertawa. Tertawa sampai kulit

kepala Li Yuan-wai kesemutan. Dia sungguh takut Xiao

Cui bisa melihat maksud hatinya. Maka dia ingin berpurapura

tertawa, untuk membuyarkan perhatian Xiao Cui.

Tapi dia tidak dapat tertawa, karena Xiao Cui sudah

melayangkan tangan, terlihat dua gumpalan bayangan

hitam memukul keatas kepalanya.

Li Yuan-wai menjipratkan bunga-bunga kecil itu, lari

kesana-sini menghindar sambil berteriak, “Yatou mati, kau

tidak melemparkan tali juga jangan melempar batu,

pengawal, membunuh suami….”

Mendadak lemparannya berhenti.

Xiao Cui menjerit berkata, “Pengemis yang mau mati Li

Yuan-wai, jaga mulutmu, jika kau masih sembarangan

bicara, lihat aku Xiao Cui akan benar-benar mengambil

batu melemparimu, buka lebar lebar sepasang mata babi

bengkakmu itu, coba lihat itu batu atau mantou?”

Li Yuan-wai tidak bersuara lagi, karena memang sudah

menemukan yang dilempar ke bawah bukanlah batu tapi

mantou, tampak mantou masih mengambang di atas

permukaan air!

“Tadinya ingin membuatmu kelaparan dua hari lagi, tapi

aku juga takut kau mati kelaparan hingga tidak bisa

menemui nyonya, terpaksa memudahkan dirimu, beberapa

mantou itu cukup untukmu bertahan sampai nyonya

kembali,” kata Xiao Cui tampak masih gemas.

Sudah ada mantou maka tidak akan mati. Tidak akan

mati maka ada kesempatan untuk lolos.

Setelah tidak terasa pusing lagi, Li Yuan-wai jadi berkata

sembarangan lagi, “Xiao Cui, kau sungguh-sungguh Budha

hidup yang suka menolong kesulitan dan kesusahan,

kasihanilah aku laparnya sudah sampai kulit depan

menempel kekulit belakang, dua ‘mantou kecil’ kau ini

sungguh terasa sedikit kecil, apakah masih ada ‘batu’ yang

seperti ini? Kau bisa semuanya lempar ke bawah, kau

tenang saja, ‘kepala’ ku sangat keras, tidak akan apa apa.”

Sengaja menekankan nada suara pada beberapa kata-kata

itu, bicaranya belum habis, Li Yuan-wai sudah tidak tahan,

dengan perlahan tertawa.

Setelah kemarin Xiao Cui mendapat kerugian dari Xiao

Dai, jadi saat bicara dengan orang, dia sangat

memperhatikan kata-kata orang yang mengandung dua arti.

Sekarang dia sudah memastikan dan mendengar dengan

jelas kata-kata dua arti itu Li Yuan-wai, juga telah melihat

wajah tertawa dia itu.

Dengan tidak berubah wajahnya, Xiao Cui perlahan

bertanya, “Betulkah? Kau ingin makan yang besar? Tunggu

sebentar, aku segera mengambilnya.”

Sekali Xiao Cui pergi, Li Yuan-wai sudah dengan

bangga tertawa sampai membungkuk, mulutnya dengan

perlahan berkata pada diri sendiri, “Yatou busuk, sekarang

aku tidak bisa mengurus kau, mulutku bisa mengambil

sedikit keuntungan, sudah bagus.”

Dia mengambil dua mantou yang basah itu, saat akan

memasukannya ke dalam mulut, tapi terpikir nanti saja

makan mantou bersih yang ditangkap dengan tangan

bukankah lebih bagus.

Sambil menunggu dia merobek-robek dua mantou kecil

itu, merobeknya ke dalam air, masih bergumam, ‘belut

kecil, udang kecil, semuanya mari makan.’

Xiao Cui sudah kembali, cepat juga dia datang.

“Li Yuan-wai, Li Yuan-wai, apa kau masih di bawah?

Mantou besar yang kau inginkan telah aku ambilkan, kau

tenanglah, pasti kau bisa makan kenyang.”

Suaranya tiba-tiba menjadi akrab dan juga lebih hangat.

Li Yuan-wai masih berpikir, perempuan ini tampak

menjadi aneh, mengapa penampilannya jadi terbalik?

Sambil terburu-buru dia menjawab, “Xiao Cui, aku kan

tidak bisa terbang, tentu saja masih di sini menunggu

mantou ‘besar’ itu!”

Begitu satu persatu ‘mantou’nya di lempar ternyata

bukan ‘mantou’ yang datang tapi batu yang dilempar.

Menanti Li Yuan-wai mengetahui barang itu bukan

mantou, kepalanya sudah ada beberapa benjolan.

Li Yuan-wai terus berteriak-teriak aneh.

“Yatou, yatou busuk, yatou mati, kenapa kau berubah

hati lagi? Ini adalah batu, bukan mantou waw! Cukup,

cukup, aduh, kau jangan melempar lagi boleh tidak?

Nyonya besar ku, batu ini bisa membuat orang mati!”

Beberapa saat kemudian, batu besar kecil yang seperti

hujan itu akhirnya berhenti juga.

“Iri…. bukankah kau tidak suka ‘mantou’ kecil karena

tidak cukup kenyang? Kenapa sekarang yang besar sudah

datang kau malah tidak mau? Makanlah, jika masih kurang,

nanti aku ambil lagi, ‘mantou’nya masih banyak sekali!”

Karena di dalam penjara air ini sangat gelap, ketajaman

mata dan kecepatan gerakannya terganggu, dan orang yang

di dalam air sulit untuk menghindar, jadi dipermainkan

begitu Li Yuan-wai terpaksa berteriak kepayahan.

“Cukup, cukup, terima kasih atas ‘mantou’ kerasmu, aku

sudah tidak tahan lagi!”

“Hem! diberi mantou enak, kau tidak memakannya,

masih mau makan tahu, aku sudah tahu kau dengan Xiao

Dai sifatnya sama, jika tidak diberi sedikit kelihayan pada

kalian, mungkin lain kali orang akan dijual kalian, masih

membantu kalian membawakan perak! Sekarang kau sudah

tahu, bukan hanya kalian saja yang pintar, orang lain

semuanya bodoh.”

Li Yuan-wai tidak sempat menjawab.

Dia sedang menundukkan kepala meraba-raba, berharap

mendapatkan beberapa mantou yang tadi telah dipotongpotongnya.

Karena dia sudah tahu Xiao Cui tidak akan mengambil

mantou, melempari dirinya lagi.

Saat ini dia menyesal, sungguh ingin sekali menampar

muka sendiri, karena emosi dirinya.

Sekarang, dimana bayangan mantou itu?

Setelah mendapatkan mantou tadi Li Yuan-wai malah

melepasnya, baru terpikir kata-kata Xiao Cui.

Dengan sangat hati-hati, dia tidak berani bermain lidah

lagi, dia menengadah bertanya, “Nona Xiao Cui, kau tadi

bilang Xiao Dai kenapa?”

“Jangan menyebut dia lagi, kalian berdua tidak ada

satupun yang baik, semuanya betul dimulut anjing tidak

akan bisa tumbuh taring gajah!”

“Kalau begitu, aku bisa dikurung di sini, semuanya

karena kesalahan Xiao Dai?”

Li Yuan-wai sudah merasakan ada yang tidak beres, tapi

bertanya lagi untuk membuktikannya.

“Tidak salah, bukankah kau mengatakan kau dengan dia

adalah teman yang sangat dekat? Dan masalah dia adalah

masalahmu juga? oleh karena itu perbuatan salahnya, kau

ikut bertanggung jawab.”

0ooo(dw)ooo0

Akhirnya Li Yuan-dai mengerti juga alasannya.

Sekarang Li Yuan-wai ingin sekali membunuh Tangan

Cepat Xiao Dai.

Selamanya dia tidak pernah berpikir ada satu hari dirinya

harus menanggung beban yang demikian.

Setelah dia merasa puas sambil menepuk-nepuk pantat

dia pergi, tinggal dirinya berada di belakang harus

membereskan akibat perbuatannya, sungguh keterlaluan

sekali!

Semakin Li Yuan-wai memikirkan dirinya, dia semakin

merasa sial.

Hutang ‘tahu’ ini, di kemudian hari dengan Xiao Dai

harus membuat perhitungan kembali!

0ooo(dw)ooo0

“Xiao…. nona Xiao Cui, ini…. ini sedikit keterlaluan!

Hutangnya Xiao Dai mana bisa dicatat direkeningku? Dan

lagi, apakah kemarahanmu sekarang juga sudah reda?

Bolehkah…. eee, air di dalam ini cukup dingin,” kata Li

Yuan-wai dengan hati-hati.

“Apa airnya dingin? Apa ingin aku ambilkan minyak

untuk ditumpahkan ketempatmu, lalu ku nyalakan apinya?

Mungkin airnya tidak akan dingin lagi, atau ingin keluar?

Mimpi!” kata Xiao Cui di atas dengan marah memaki.

“Kau…. kau bagaimana pun tidak bisa mengurung aku

seumur hidup?”

“Tadinya aku sudah mau mengeluarkanmu,

bagaimanapun, masalah Xiao Dai tidak bisa seluruhnya

ditimpakan padamu, tapi setelah aku melihat, kau dengan

dia sama modelnya, maaf, mungkin kau harus menerima

nasibmu dua hari lagi.

0ooo(dw)ooo0

“Nona kecil Xiao Cui, (benar-benar pandai melihat

gelagat, bisa dari yatou mati, yatou busuk, berubah jadi

nona, sekarang naik satu kelas lagi jadi nona kecil) tadi kata

kata aku tidak pantas, aku mohon maaf, boleh kan? Eee!

Ini…. ini…. direndam terus begini, sungguh bisa membuat

orang jadi sakit, boleh tidak…. boleh dihapus saja dua hari

itu, biar aku sekarang keluar dari sini?”

Li Yuan-wai dengan susah payah, dengan terbata-bata

mengatakan maksudnya.

Dia tahu setiap wanita tidak ada yang hatinya keras, asal

bicara baik-baik, lebih banyak dua patah kata, sering

mendapatkan hasil yang tidak terduga.

Namun jurus Li Yuan-wai ini gagal total, karena….

Xiao Cui melihat rupa Li Yuan-wai yang

membungkukan tubuh memberi hormat, hatinya juga sudah

sedikit lemah, tapi dengan terpaksa berkata, “Sebenarnya

hukumanmu sudah cukup, dan aku sudah boleh

mengeluarkanmu, tapi aku sudah melaporkan

kedatanganmu ke rumah kami ini, nyonya kami mengutus

orang memberi tahu, tidak boleh mengeluarkan kau, sampai

dia kembali ke rumah. Maka…. maka aku sekarang tidak

bisa memutuskan.”

Li Yuan-wai hampir pingsan karena marah, dengan

suara sedikit serak berkata, “Apa?! Nyonya kalian tidak ada

di tempat? Kalau begitu bagaimana Xiao Dai? Kemana

Xiao Dai pergi?”

Xiao Cui dengan sedikit takut berkata, “Xiao Dai sudah

lama pergi, dan nyonya kami sekarang ada di ‘Perumahan

Zhan Bao” di rumah seorang sahabat karibnya, tapi kau

tenang saja, dia pernah mengatakan lewat dua tiga hari,

paling lama empat lima hari dia akan kembali ke rumah.”

Mendengar Xiao Cui mengatakan empat, lima hari lagi

nyonya dia baru akan kembali, hati Li Yuan-wai sudah

setengahnya dingin.

“Kau…. kau tadi mengatakan nyonyamu dua hari lagi

akan kembali ke rumah? Kenapa sekarang jadi empat, lima

hari lagi? aku lihat saat kau menunggu nyonyamu kembali

pulang, aku sudah menjadi asinan lobak!” kata Li Yuan-wai

dengan sebelah tangannya menepuk kening dengan sedih.

“Tidak akan terjadi begitu! Dulu ada orang dikurung di

penjara air ini satu bulan penuh, setelah keluar tetap masih

hidup. Aku bukan nyonya, dia ingin kapan kembalinya,

maka kapan kembalinya tidak ada bisa yang mencegahnya.”

“Kelihatannya hatimu sudah membeku, dan tidak ingin

mengeluarkan aku, Xiao Cui, sekarang aku sudah minta

maaf, apa kemarahanmu sudah reda?”

Xiao Cui ingin tertawa berkata, “Baiklah! Aku pikir kau

tentu sudah lapar sekali, tunggulah, aku akan kedapur

mengambil makanan untukmu, ingat, selanjutnya kau jaga

mulutmu baik-baik, jika orang lain, jangan harap aku bisa

diajak bicara seperti ini!”

Xiao Cui pergi mengambil mantou.

Memikirkan Tangan Cepat Xiao Dai, Li Yuan-dai jadi

kesal sampai gigi juga gatal.

Bagaimana pun, mala petaka yang tidak terduga ini,

semua dia yang mengakibatkannya.

Setelah buang air besar, dirinya masih harus

menggosokan pantatnya, sungguh sial!

0ooo(dw)ooo0

Kali ini yang dilempar benar-benar mantou, satu biji

mantou yang besar sekali.

Menerima mantou yang dilempar Xiao Cui, Li Yuan-wai

tidak berani berbuat macam-macam lagi, buru-buru sambil

makan mantou dia mengobrol dengan Xiao Cui.

“Sesungguhnya apa keinginan majikanmu, mengapa

tidak membiarkan aku menunggu diluar, mengapa aku

harus menerima hukuman ini? Aku kan sudah mengatakan

tidak akan melarikan diri, maka pasti tidak akan lari.”

“Aku juga tidak tahu ada masalah apa, nyonya sudah

memerintahkan demikian, jadi aku juga tidak berani

menentangnya.”

“Majikanmu sudah berusia berapa?”

“Kenapa kau tidak kenal dengan majikan kami?”

“Berani bertemu setan, aku pertama kali ini datang

kekota Xiang Yang, mana bisa aku kenal dengan

majikanmu?”

“Tapi nyonyaku kenal dengan Xiao Dai, bukankah Xiao

Dai temanmu yang paling baik? Kenapa kau bisa tidak

kenal dengan nyonyaku? menurut pikiranku, nyonyaku

sepertinya juga kenal dengan kau!”

“Hmm, kalau temannya Xiao Dai, aku pikir aku bisa

mengenalnya, nyonyamu itu siapa namanya? Maksudku

nama dia sebelum menikah, karena suaminya yang

bernama Qian Ru Shan aku tidak mengenalnya.”

“Nyonyaku bermarga Ouwyang, namanya Wu-shuang.”

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai hampir saja mati tersedak mantou.

Walau sekarang karena laparnya sampai bisa makan satu

ekor sapi, tapi disaat dia mendengar Ouwyang Wu-shuang

empat huruf ini, dia jadi tidak ada semangat makan mantou

yang didapat dengan susah payah itu.

Bukan hanya itu saja, mantou di tangan yang baru dua

gigitan itu, sepertinya tidak bisa digenggamnya jatuh

meluncur ke dalam air.

Melihat keadaannya tampaknya dia sudah ditakdirkan

lapar.

Kali ini malah tidak ada orang yang menginginkan dia

kelaparan, malah dia sendiri yang memaksanya makan.

0ooo(dw)ooo0

Seperti sudah kehilangan roh, Li Yuan-wai bergumam,

“Dia? Kenapa bisa dia? Tidak aneh dia dikenal Xiao Dai,

tidak aneh dia tidak membiarkan aku keluar….”

Benar, Li Yuan-wai akhirnya mengerti semuanya.

Tapi sudah terlambat.

Jika seseorang bisa tahu kejadian sebelumnya, walau

Tangan Cepat Xiao Dai mati di sini, mungkin Li Yuan-wai

juga tidak akan datang kesini mencarinya.

Sekarang nama Ouwyang Wu-shuang seperti guntur

disiang hari bolong menghantam lubuk hatinya dipaling

dalam.

Apakah dia sudah menikah? Apa hidupnya senang?

Sepasang matanya yang terang, senyumnya yang

memikat, kata-katanya yang perlahan, bayangannya,

sekejap seperti ada ratusan ribuan Ouwyang Wu-shuang

yang muncul dihadapannya.

Sangat dekat, sangat dekat, tapi lalu begitu jauh sekali.

‘Cintanya yang mendalam tidak ada penolakan.’

Masih bisa berkata apa lagi? Tadinya dia mengira

seumur hidupnya tidak akan mendengar nama ini lagi,

siapa tahu sekarang bukan saja telah mendengarnya, juga

Xiao Shuang tidak lama lagi akan pulang ke rumah.

Setelah dia kembali, dirinya pasti akan berhadapan muka

dengannya, lalu apa yang akan dilakukan setelah bertemu

muka?

Tidak, dia tidak bisa bertemu muka dengannya, sama

sekali tidak boleh bertemu muka dengannya.

Li Yuan-wai jadi gelisah, sekarang dia hanya

mempunyai satu pikiran.

Yaitu secepatnya melarikan diri dari penjara air ini,

meninggalkan rumah Qian Ru Shan, lebih cepat, lebih jauh,

lebih baik.

Di dalam penjara air Li Yuan-wai sudah menunggu

begitu lama, tidak pernah berpikir segera melarikan diri,

kenapa sekarang dia malah terburu-buru ingin melarikan

diri?

Jika mencintai seseorang mengapa malah mau

menghindar darinya?

Apa mungkin dia tahu Ouwyang Wu-shuang ingin

membunuh dirinya?

Rasanya ini kecil kemungkinannya. Lalu apa sebab

sebenarnya?

Kecuali dia sendiri, mungkin tidak ada orang yang dapat

menduganya.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Cui menutup penutup dengan rapat. Saat dia tahu

Li Yuan-wai berniat ingin melarikan diri. Karena dia

hanyalah seorang yatou, seorang pelayan.

Dia tidak punya keberanian mengambil resiko Li Yuanwai

melarikan diri.

Dia sangat mengerti, jika Li Yuan-wai melarikan diri,

akibat apa yang akan diterimanya.

Walau di dalam hatinya sedikit banyak ada rasa

simpatik, bagaimana pun dia dengan Li Yuan-wai tidak ada

hubungan famili, teman juga bukan, jadi dia tidak bisa

mengorbankan dirinya malah menolong Li Yuan-wai?

Makanya pupuslah sudah kesempatan Li Yuan-wai

melarikan diri.

Orang yang dikurung di dalam penjara air, jika tidak ada

bantuan dari luar, tidak ada kemungkinan bisa melarikan

diri.

Li Yuan-wai datang kesini tidak ada seorangpun yang

tahu, sehingga jika ingin minta bantuan dari hiar, adalah

hal yang tidak mungkin.

0ooo(dw)ooo0

Pecut Terbang Zhao Ji juga sudah sampai di Perumahan

Zhan Bao.

Malam itu, dia sebenarnya bisa membunuh sepasang

‘orang makan orang’ Gigi Gergaji Bersaudara.

Namun setelah melihat Gigi Gergaji Bersaudara melepas

kembang api tanda minta pertolongan, dia tidak jadi

melakukannya, karena dia sudah mengetahui ‘orang makan

orang’ sama dengan dirinya, berada dalam satu organisasi.

Kembang api tanda minta pertolongan yang sama, dia

sendiri juga mempunyai, makanya dia melepaskan mereka.

Walau perasaannya tidak enak, asal ada orang yang

mengusik dirinya, walau orang itu saudara kandungnya,

mungkin dia juga akan membunuhnya.

Tapi dia tidak berani membunuh mereka, karena setiap

orang di dalam organisasi ini, semuanya tahu hukuman apa

yang diterapkan oleh organisasi ini terhadap orang yang

mencelakakan sesama anggotanya.

Sekarang dia sedang berdiri di depan pintu, seperti

seorang penjaga pintu.

Tapi dia selalu memandang pada Ouwyang Wu-shuang

dan Tangan Cepat Xiao Dai, sorot matanya tampak begitu

kacau.

Sulit mengatakan sorot mata macam apa.

Terbentuk dari berbagai perasaan, sepertinya ada rasa

marah, dan ada rasa sayang, juga tampak lebih banyak

cemburu.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sedang minum arak, makan, dan mendengar

kecapi.

Ouwyang Wu-shuang menemaninya, tertawa, sambil

tangannya memetik kecapi.

Suasananya indah, juga damai.

Siapa pun dapat melihat, kalau dua orang ini bukan

sepasang kekasih, pasti sepasang suami istri yang saling

mencintai.

Suara kecapi disaat nada tinggi mendadak berhenti.

Xiao Dai menaruh gelas araknya, dengan keras bertepuk

tangan.

Petikan kecapi Ouwyang Wu-shuang sungguh sangat

bagus, memang semua orang tahu, dia ahli bermain kecapi,

hanya dia jarang memainkannya, apa lagi memainkan

untuk didengar oleh orang lain.

Pecut Terbang Zhao Ji juga ikut bertepuk tangan (tidak

menyangka orang kasar seperti dia, mengerti suara kecapi).

Dua orang itu bersama-sama bertepuk tangan, tapi reaksi

yang tampak ternyata berbeda.

Reaksi pada Zhao Ji adalah mata putih Ouwyang Wushuang.

Dan pada Xiao Dai adalah senyum yang penuh dengan

kasmaran.

Itu adalah senyum yang membuat setiap laki-laki

matipun tidak akan menyesal.

Tentu saja reaksi hati kedua orang laki-laki itu juga

sangat beda sekali.

0ooo(dw)ooo0

“Xiao Dai, menurutmu, petikan lagu ‘Bunga gugur

dimusim semi‘ ini bagaimana?”

Wanita, siapa yang tidak suka mendengar kekasihnya

memuji?

Xiao Dai tidak bodoh, dia tentu saja tahu disaat

bagaimana harus ada aksi.

Makanya Xiao Dai mengulurkan tangan mengangkat

jempol, terus mengangguk-anggukan kepala, sambil

menggunakan sepasang jari tangan lainnya menunjuk mulut

sendiri, sambil wajahnya menunjukan tidak bisa berbuat

apa apa.

Ouwyang Wu-shuang malah marah manja berkata,

“Sebel, melihat orang sepertimu yang tidak bisa bicara,

sungguh membuat aku merasa sia-sia, membuat aku merasa

seperti…. memetik kecapi di depan kerbau.”

Xiao Dai mengangkat bahunya, wajah penuh merasa

bersalah.

“Sudahlah! Melihat wajahmu, aku hanya bergurau saja,

aku tahu di dalam hatimu ingin mengatakan apa, jika kau

tidak bisa bicara, jangan bicara! wajahmu tampak gelisah

sekali sampai menjadi merah.”

Ouwyang Wu-shuang tertawa, berjalan menghampiri

Xiao Dai, duduk di atas pahanya, sepasang tangannya

merangkul leher Xiao Dai.

Xiao Dai terpaksa balik memeluk pinggangnya,

mengangkat gelas araknya, seperti menjilat membiarkan dia

mencoba seteguk, dianggap minta maaf atas tidak bisa

bicaranya.

0ooo(dw)ooo0

Arak murni, wanita cantik.

Setiap laki-laki tentu tidak bisa melepaskan arak dan

wanita cantik.

Itu harapan setiap laki laki.

Jika manusia, tentu tidak bisa terhindarkan perbedaan

antara tinggi rendah agung hina.

Namun bagaimana pun kedudukan dan derajat mereka,

keinginan di dalam hatinya semua sama.

Juga karena ada perbedaan manusia, jadi beda juga yang

mereka peroleh.

Jika mengerti tentu akan tahu, lautan begitu luas dan

langit tidak terbatas.

Jika tidak mengerti akan menimbulkan banyak masalah.

Pecut Terbang Zhao Ji, adalah laki laki yang tidak bisa

mengerti.

Dia sudah masuk ke dalam ruangan, melihat arak murni

di tangan Xiao Dai, wanita cantik di dalam pelukan.

Sepasang tangannya dikepal erat erat, kerena terlalu

memakai tenaga, buku jarinya sampai menjadi putih.

Tentu saja cemburunya memuncak.

Tidak hanya cemburu, malah sorot matanya

menunjukan perasaan ingin membunuh yang menakutkan.

Kenapa bisa terjadi begitu?

Apa karena dia diam-diam mencintai majikannya?

Jika betul demikian, maka dia adalah seorang yang

menakutkan.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai membelakangi pintu, dia tidak bisa melihat

wajah yang menakutkan itu.

Tapi Ouwyang Wu-shuang bisa melihatnya dengan jelas,

pelipisnya sampai berdenyut-denyut rasanya.

Dia sedikit takut, saat ini dia sepertinya bisa merasakan

ada sesuatu yang akan terjadi, bagaimana pun terhadap

Zhao Ji, dia pernah mengerti tentang Zhao Ji, dan sangat

mengerti.

Dia menggunakan sorot matanya supaya Zhao Ji sadar

kelakuannya yang tidak biasa itu.

Zhao Ji melihatnya, tapi dia tidak memperdulikan,

malah dia menampilkan harapan yang seperti rasa haus

yang liar.

Dengan gemas Ouwyang Wu-shuang melotot, sambil

menggeleng-gelengkan kepala.

Jawaban Zhao Ji juga menggeleng gelengkan kepala.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai juga tidak sadar, dia sendiri jadi bisu, makanya

tidak bisa bicara.

Namun masih ada dua orang yang tidak bisu, tapi juga

tidak dapat bicara.

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang melepaskan diri dari Xiao Dai, dia

bangkit berdiri.

Dengan sengaja dia meninggikan suaranya berkata pada

Xiao Dai, “Xiao Dai, apa kau tidak merasa disaat begini

seharusnya hanya ada kita berdua saja, bukankah lebih

bagus?”

Xiao Dai membelalakkan sepasang matanya, tidak

mengerti memandang pada Ouwyang Wu-shuang.

“Haya! Kenapa kau begitu idiot?” sambil melihat keluar

pintu, Ouwyang Wu-shuang dengan sedikit manja

menginjakan kaki kelantai.

Xiao Dai menyusur sorot matanya, memutar kepala,

melihat sekali pada Pecut Terbang Zhao Ji yang berdiri di

depan pintu. Dia mengerti maksud Ouwyang Wu-shuang,

tapi tidak bisa berbuat apa-apa dia tertawa.

Mulut Ouwyang Wu shang mendekat ketelinga Xiao

Dai, dengan perlahan berkata, “Apa kau mau usir dia?”

Xiao Dai sungguh tidak mengerti, bukankah Zhao Ji

adalah pengawalnya?

Kalau dia mau mengusir, kenapa harus tanya dulu pada

dirinya?

Jawaban masih keluar, Ouwyang Wu-shuang sudah

melambaikan tangan pada Pecut terbang Zhao Ji berkata,

“Pengawal Ji, sekarang kau segera pulang, awasi orang di

rumah, di sini ada Tangan Cepat Xiao Dai, diriku

seharusnya tidak akan ada masalah, lewat dua tiga hari lagi

aku akan pulang, jika Qian Ru Shan ada di rumah, kau

katakan padanya aku ada di Perumahan Zhan Bao.”

Wajah Zhao Ji berubah, dengan sangat tidak rela

berkata, “Tuan besar ingin aku setiap saat mengawal disisi

nyonya, nyonya ingin aku kembali, rasanya ini kurang

baik?”

“Kau berani tidak menuruti aku? di sini ada Tangan

Cepat Xiao Dai, siapa lagi yang bisa mengusik selembar

rambutku? Kau adalah orang dunia persilatan, apa kau

tidak tahu kemampuan dia? Sudahlah, kau pulang saja

segera,” kata Ouwyang Wu-shuang dengan tidak sabar.

“Baiklah.” Zhao Ji terpaksa menyahut.

Tapi sepasang matanya seperti akan mengeluarkan api,

menatap punggung Xiao Dai beberapa saat, lalu

membalikkan kepala pergi.

Ouwyang Wu-shuang tertawa, dia tertawa karena masih

bisa memperbudak seorang laki laki.

Xiao Dai juga tertawa, dia tertawa karena Ouwyang Wushuang

juga tertawa.

Apakah ini adalah kehebatan cinta?

Ada orang berkata ketika kau mencintai seseorang dan

tidak bisa mengutarakannya, maka begitu dia tertawa kau

temani dia tertawa, dia menangis, temani dia menangis, ini

adalah cara paling baik mengutarakannya.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai sungguh berharap suaranya untuk selamanya

jangan sembuh.

Sungguh hal yang gila, jika ada orang mengharapkan

dirinya selamanyajadi bisu?

Tapi kejadiannya memang betul ada, Xiao Dai sekarang

yang ada pikiran seperti ini.

Karena Ouwyang Wu-shuang telah memberi tahu, Li

Yuan-wai sekarang sudah ditahan dipenjara air, di dalam

rumah dia.

Asal suara Xiao Dai sembuh, mereka segera akan pulang

ke rumah.

Tujuan pulang ke rumah, tentu saja Ouwyang Wushuang

berharap dapat melihat Tangan Cepat Xiao Dai

membunuh Li Yuan-wai.

Jika kau adalah Xiao Dai, kau juga pasti berharap

suaramu selamanya tidak mau disembuhkan, paling sedikit

memperpanjang beberapa waktu lagi.

Maka, siapa tahu Li Yuan-wai mempunyai kesempatan

melarikan diri dari rumahnya Ouwyang Wu-shuang.

Namun penjara air di rumahnya Ouwyang Wu-shuang,

jika hanya mengandalkan kemampuan sendiri dan tidak ada

bantuan dari luar, mungkin selamanya tidak bisa melarikan

diri.

0ooo(dw)ooo0

Perasaan hati Xiao Dai dalam dua hari ini sungguh

buruk sekali, apa lagi jika memikirkan dirinya sebentar lagi

akan bisa bicara.

Dia juga dapat melihat perasaan gembira Ouwyang Wushuang,

semacam kegembiraan yang tidak bisa

disembunyikan.

Apa yang sedang dia harapkan?

Apakah setelah membunuh Li Yuan-wai, dia bisa hidup

berdampingan dengan Tangan Cepat Xiao Dai?

Jika benar demikian, apakah hidup berdampingan

dengan cara seperti ini akan ada artinya?

Xiao Dai terus berpikir antara sahabat dan cinta,

sebenarnya dia memilih yang mana?

Jika cinta yang dipilih maka dia harus membunuh

temannya, harus membunuh seorang teman, teman yang

paling baik.

Jika teman yang dipilih maka dia akan kehilangan cinta,

dan cintanya adalah cinta yang telah mengendap selama

satu tahun, sekarang telah kembali seperti meletusnya

gunung berapi, yang sekali meledak tidak bisa ditarik

kembali, sepertinya sudah tidak ada tenaga yang bisa

menghentikan letusannya.

Dia sedikit benci pada nasib yang mempermainkan

orang, mengapa membuat satu persoalan yang sulit pada

dirinya?

Dia sudah kehilangan tawa keras dan senyum seperti

dulu.

Tapi dia tidak bisa menghentikan tawanya Ouwyang

Wu-shuang, melihat tawanya, baru dia dapat merasakan

keberadaan dirinya.

Ouwyang Wu-shuang juga bisa melihat sikapnya Xiao

Dai yang aneh dua hari ini.

Makanya dia terus menunjukan, dia begitu sangat sangat

mencintainya, dan dia juga begitu sangat sangat mencintai

dirinya sendiri.

Jika dua orang saling mencintai mengapa tidak bisa

bersatu? malah harus mendapat susah?

Sebabnya adalah karena Li Yuan-wai telah menghalangi

ditengah-tengah, dan Li Yuan-wai adalah teman baiknya

Xiao Dai, demi sahabatnya yang seperti kentut anjing tidak

laku dijual, dia bisa bergerak bebas bila salah satunya dalam

keadaan sakit.

Sekarang jika dua orang yang tidak bisa lepas itu

akhirnya bisa berpisah, kenapa tidak melakukan saja

tindakan itu? hingga di kemudian hari dia tidak akan

mendapatkan lagi gangguan, Li Yuan-wai harus dibunuh.

Teori aneh yang seperti benar tapi salah ini dikatakan

terus oleh Ouwyang Wu-shuang pada Xiao Dai, dalam

keadaan tidak sadar Xiao Dai jadi terkena racun.

Benarkah Xiao Dai terkena racun?

Rasanya hanya saat Xiao Dai bertemu dengan Li Yuanwai

baru bisa terbukti, bisa atau tidak membunuh baru

ketahuan.

Jika mengatakan Xiao Dai hanya pura-pura, Mengapa

saat itu dia menerima permintaan Ouwyang Wu-shuang

untuk membunuh Li Yuan-wai?

…. Xiao Dai memang benar terkena racun semacam

racun yang tidak ada bayangan.

Dia tidak tahu kapan terkenanya, karena dia sekarang

sudah dapat merasakan pikirannya sepertinya tidak bisa

dikontrol oleh dirinya.

Dan lagi asal dia ingin konsentrasi memikirkan satu

pertanyaan, maka dia merasakan kepalanya pusing

matanya berkunang-kunang dan serasa ingin muntah.

Dia sudah mencurigai siapa yang meracunnya, hanya dia

tidak menyatakannya.

Dia merasa orang itu tidak ada alasan meracuni dirinya,

namun ini adalah kenyataan, maka dia ingin tahu sebabnya,

lebih-lebih ingin mengetahui siasat yang masih belum

terlihat itu.

Terpikir olehnya, ketika dia menerima surat pos merpati

dari Li Yuan-wai, sepertinya dirinya selangkah demi

selangkah masuk ke dalam satu perangkap yang teliti dan

tidak terlihat.

Siapa yang merencanakan perangkap ini?

Apa tujuannya?

Dia sangat ingin mengetahuinya.

Makanya dia mengikuti dengan wajar membiarkan orang

itu mengaturnya, karena dia tahu, hanya dengan demikian

orang itu baru ada kemungkinan muncul.

Tentu saja orang itu bukan Ouwyang Wu-shuang.

…. Pertama, Ouwyang Wu-shuang tidak ada

kemampuan bertindak serumit itu.

…. kedua, dalam seluruh kejadian, telah melibatkan

keluarga Yuan, dan keluarga Yuan dengan Ouwyang Wushuang

tidak ada hubungan sedikitpun.

0ooo(dw)ooo0

Setelah makan obat terakhir, Zhan Feng memberitahu

Xiao Dai untuk mencoba membuka mulut, berbicara.

Zhan Feng dan Ouwyang Wu-shuang mereka berdua

dengan empat mata cantik, melotot menunggu Xiao Dai

membuka mulut.

Xiao Dai juga tidak bisa menahan perasaannya, bibirnya

terbuka cukup lama tapi seperti tidak leluasa untuk

berbicara, dia sungguh takut jika sudah membuka mulut

tetap tidak bisa mengucapkan satu kata pun, hingga

kesulitannya akan bertambah besar.

Orang yang melihat dipinggirnya sudah gelisah, melihat

Xiao Dai yang begitu perlahan-lahan, Ouwyang Wu-shuang

sudah tidak sabar memakinya.

“Xiao Dai, hayo bicara, aku tidak mau menikah dengan

suami yang bisu?”

Zhan Feng juga sedikit tegang, karena takut jika dia

benar-benar tidak bisa menyembuhkan Xiao Dai, bukankah

itu akan merusak merknya?

“Aku ingin buang air besar.”

Ini adalah kata pertama yang diucapkan oleh Xiao Dai.

Juga kata pertama yang semua orang tidak menduganya.

Tapi kata-kata pertama yang Xiao Dai katakan ini tidak

terlalu menyimpang!

Setelah menyadari, Ouwyang Wu-shuang menjerit

kemudian tertawa sambil memaki katanya, “Xiao Dai, kau

ini idiot kelas sembilan, jika kau tidak bisa mengatakan

alasannya, lihat bagaimana aku akan mempermakmu!”

Zhan Feng merasa aneh, tapi dia tidak enak menanyakan

pada Xiao Dai, apa maksudnya mengatakan ini, dia ingin

tahu mengapa Xiao Dai bisa berkata ini?

Ke toilet adalah hal yang semua orang

membutuhkannya, hanya disaat begini…. kata-kata yang

tidak mungkin dikatakan, malah dikatakan mulut Xiao Dai,

tentu saja dia mempunyai alasan.

Ouwyang Wu Shang juga ingin tahu alasannya.

Karena siapa pun tidak ada yang mau menahan Xiao

Dai untuk pergi ketoilet?

Dengan tertawa nakal, Xiao Dai mengatakan, “Perutku

penuh dengan kotoran, kenapa tidak boleh ketoilet? Coba

kalian pikir, sejak aku digantung orang, tidak saja hampir

dibelek orang, juga hampir saja menjadi babi panggang,

dengan tidak ada alasan diracun lagi oleh entah siapa itu

telur kura-kura, lebih kejam lagi ingin aku menjadi seorang

bisu. Semua hal yang kacau balau ini, tertahan di dalam

perutku sudah tujuh delapan hari, mau mengatakan tidak

bisa, mau teriak tidak bisa, bukankah ini menjadikan

perutku penuh dengan kotoran? kalian bukan aku, tentu

saja tidak merasakan bagaimana aku tidak bisa berbuat apa

apa, gelisah, merasa bodoh…. semua tikus tikus yang kotor,

hina, tidak tahu malu, tunggu setelah aku menangkap

mereka, kalian lihat bisa tidak aku melempar mereka ke

lubang tahi, sialan….”

“Sudah! Sudah! Kau ini baru saja bisa bicara, sudah terus

menerus berkata tidak ada hentinya seperti aliran sungai

dibuka bendungan, si li hua la tidak ada habisnya, apa tidak

merasa cape?”

Xiao Dai masih ingin bicara, tapi dipotong perkataannya

oleh Ouwyang Wu-shuang.

Tapi dapatkah dia menghentikannya? Kata-kata Xiao

Dai yang daging yang vegetarian semuanya sudah naik di

atas meja, lebih-lebih membawa lagi ‘San Zi Jing’, jika

membiarkan dia terus bicara, mungkin kata-kata kotor lain

yang lebih tidak enak didengar juga akan keluar.

Itu hal yang dia tidak inginkan, juga tidak mau

mendengarnya.

Walau dia tidak menyebut nama, Ouwyang Wu-shuang

merasa Xiao Dai seperti memaki pada dirinya.

Jika dia bisa mengaku tentu bagus, tapi justru dirinya

tidak mau mengaku, juga tidak berani mengaku banyak hal

yang dia sendiri tahu bagaimana kejadiannya.

Karena paling sedikit Ouwyang Wu-shuang telah

membohonginya. Polisi Setan dibunuh oleh Pecut Terbang,

bukan oleh ‘orang makan orang’ Gigi Gergaji bersaudara.

“Xiao Shuang, kau tidak tahu seseorang jika bisa bicara

tapi tidak mengbiarkan untuk bicara, sungguh canggung

rasanya? Seperti masakan lezat satu meja penuh yang

menarik tapi beracun, melihatnya susah, memakannya

mati, juga seperti seorang wanita yang cantik sekali

mendapat penyakit kusta, tidak pakai baju….”

Kali ini Zhan Feng turut bicara, perkataannya ternyata

sangat mujarab.

Xiao Dai walau sudah pinjam empedu pada tuan besar

raja langit, juga tidak berani buka mulut lagi.

Karena yang dikatakan oleh Zhan Feng adalah….

“Xiao Dai jika kau masih tidak menutup mulut, aku

jamin mulutmu yang baru saja bisa bicara akan kembali

seperti semula.”

0ooo(dw)ooo0

BAB 9

Malam yang remang

Manusia memang selalu bertentangan.

Orang yang gemuk kagum pada yang kurus, dan orang

yang kurus kagum pada yang gemuk.

Orang yang kaya mengagumi orang yang miskin

kehidupannya bebas tidak ada beban.

Dan orang yang miskin malah mengagumi orang yang

kaya yang bisa mengeluarkan uang seperti membuang

kertas, dan menikmati kehidupan yang mewah.

Tapi kau hanya akan menemukan orang yang sakit iri

pada orang sehat, tapi pasti tidak ada orang yang sehat iri

pada orang sakit.

Jika memang ada orang yang begitu, orang itu pasti

mempunyai penyakit.

Dan penyakit itu pasti tidak ringan.

0ooo(dw)ooo0

Yang akan datang bagaimana pun akan datang.

Yang akan pergi juga pasti akan pergi.

Penyakitnya sudah sembuh, maka dia harus pergi.

Walau Xiao Dai berusaha tidak pergi, tapi dia terpaksa

pergi…. dengan Ouwyang Wu-shuang pergi bersama-sama,

karena dia telah menyanggupinya akan membunuh Li

Yuan-wai.

Xiao Dai sekarang sungguh iri pada orang yang sakit.

“Xiao Dai, kenapa?! Apajadi bisu lagi?!”

Sepanjang perjalanan, di dalam kereta kuda, tampak

Ouwyang Wu-shuang bicara terus, tapi tidak pernah

melihat Xiao Dai membuka mulut berbicara satu kata pun,

makanya Ouwyang Wu-shuang dengan heran bertanya.

Dengan aneh Ziao Dai melihat wanita dihadapannya, lalu

menggelengkan kepala.

Xiao Dai dalam hatinya berpikir:…. Benarkah Ouwyang

Wu-shuang begitu gembira?

…. Cinta yang sama, kenapa dirinya merasa tidak

bergairah?

…. Seumur hidup mungkin saat paling sedih adalah saat

sekarang ini.

“Xiao Dai, jika kau tidak menjawab lagi, aku akan

menendangmu turun dari kereta kuda,” kata Ouwyang Wushuang

dengan tidak senang.

“Betulkah?” Xiao Dai malas-malasan, terpaksa buka

mulut.

Xiao Dai tahu Ouwyang Wu-shuang pasti tidak akan

menendang dirinya turun dari kereta, karena mereka

sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah dia.

Melihat wajahnya, dia sepertinya ingin sekali berubah

jadi Sun Go Kong, satu kali salto diawan sudah sampai di

depan rumah.

Terpikir rumah, Xiao Dai jadi tertegun.

Teringat pada hari itu, disenja yang turun salju.

Li Yuan-wai, Ouwyang Wu-shuang dan dirinya

bersama-sama minum arak, menikmati salju, makan Ayam

Pengemis spesial yang sengaja dimasak oleh Li Yuan-wai,

masih ada lagi satu katel ‘Harum sedap tiga li’…. disebuah

kuil rusak.

(Harum sedap tiga li adalah nama masakan yang terdiri

dari anjing kampung murni, tahu, kulit jeruk, ngo hiang,

sayur segar)

Waktu itu semua orang suka berteriak, suka menari,

sedikit pun tidak ada masalah yang dipusingkan.

Waktu itu semua orang suka bernyanyi, suka tertawa,

tidak ada perbedaan.

Namun demi satu ‘rumah’…. wajah tawa ketiga orang

jadi hilang, sandiwara sedih pun terjadilah.

Ouwyang Wu-shuang berkata dengan perasaan, “Aku

sungguh ingin punya sebuah rumah, rumah milik sendiri.”

“Aku juga ingin punya sebuah rumah.”

…. jawaban yang sama, pasti pikirannya pun pasti sama.

Tidak terpikirkan olehnya dulu dia dengan Li Yuan-wai

juga bisa mengatakan kata-kata yang sama, waktu yang

sama, dengan tidak ada siapa yang lebih dulu siapa lebih

belakang.

Dua orang yang harus mati ini dulu juga sama

mengatakannya sambil memandang Ouwyang Wu-shuang.

Sebelum ini tiga orang ini seperti satu.

Setelah ada perasaan cinta, tiga orang ini mengerti satu

hal.

Satu hal rumit yang sulit dipecahkan.

Akhirnya….

Ouwyang Wu-shuang pergi, pergi sambil menangis.

Dia sendiri dengan Li Yuan-wai duduk berhadapan

semalaman, satu kata pun tidak dikeluarkan, mereka samasama

berpikir semalaman.

Keduanya bisa melihat dari sorot mata saingannya,

membuat keputusan yang sama.

Cinta adalah bisa berkorban.

Jika dirinya sudah tidak ada, seharusnya terjadi ending

yang bahagia.

Yang menyedihkan adalah setelah itu dirinya dengan Li

Yuan-wai tidak pernah lagi bertemu, tentu saja semua orang

pikirannya sama…. saingannya pasti bersatu dengan

Ouwyang Wu-shuang.

Sampai terakhir, mereka orang bertemu lagi, tapi tidak

ada satupun yang berani mengungkit nama Ouwyang Wushuang,

atau menanyakan kabar “Kekasih sendiri, istri

orang” masing-masing merasa sungkan.

Setelah dia bertemu dengan Ouwyang Wu-shuang, baru

tahu dulu keputusan dia orang ini tidak masuk akal, satu

hal yang tidak ada pekerjaan dan lucu.

Xiao Dai tidak bisa meneruskan lagi lamunannya,

sekarang kepalanya sudah terasa sakit sekali, dan juga

hampir muntah.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai dan Xiao Cui sudah saling kenal.

Dia juga terus berpikir bisa suatu hari nanti jika dia

mandi, dia harus membawa pergi celananya, melihat

rupanya yang gelisah, dia maju tidak bisa mau mundur juga

susah karena tidak ada celana yang bisa dipakai.

Dia sungguh tidak terpikir bisa begitu cepat bisa melihat

lagi Xiao Cui.

Padahal dia berharap selamanya tidak bisa melihatnya.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Cui tidak memakai kain selembar pun membentuk

huruf ^vmati disisi tong mandi.

Wajahnya adalah campuran ketakutan dan marah malu.

Sebilah pisau telinga sapi menancap didadanyayang

gempal.

Darah tergenang di lantai sudah membeku, jelas dia

sudah lama mati.

Enam pelayan keluarga Qian, tiga pelayan wanita

semuanya mati ditotok jalan darah kematiannya dari

belakang, tertelungkup di tempat yang berbeda-beda.

Tubuh Pecut Terbang Zhao Ji juga berdarah, duduk

disisi tembok ruangan itu, tangannya menggenggam pecut

yang panjangnya satu zhang tujuh che, dia juga telah

ditotok titik kematiannya, hanya saja tidak mati.

Tentu saja penjara air yang berada di bawah kursi itu

juga sudah kosong tidak ada satu orang pun.

0ooo(dw)ooo0

…. Li Yuan-wai sudah ditolong orang.

Ouwyang Wu-shuang dan Xiao Dai secara bersamaan

waktu berpikir.

Namun reaksi dua orang itu tidak sama, walau

kelihatannya sedikit sama, tapi di dalam hati pasti tidak

akan sama.

Ouwyang Wu-shuang marah, gelisah, membantingbantingkan

kakinya.

Xiao Dai dalam keadaan begini, tampak pura-pura

marah, di dalam hatinya malah tertawa, tawa ringan,

seperti terlepas beban berat.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai telah melarikan diri dari penjara air.

Sampai sekarang Li Yuan-wai masih tidak tahu apa yang

terjadi? Dan yang menolong tidak pernah terlihat wajahnya,

hanya melihat selembar kertas ditaruh disisi tambang.

“Cepat tinggalkan rumah Qian”

Hanya empat kata, maka diwaktu malam hari dia segera

pergi kekota Ping Yang.

Dia ingin segera tahu beberapa hari ini telah terjadi

perubahan apa saja.

Dia juga ingin segera menemui Xiao Dai, membicarakan

masalah keluarga Yuan.

Yang paling penting adalah ingin memukul gepeng

hidung Xiao Dai, karena dia selalu mengira Ouwyang Wushuang

sudah disembunyikan oleh Xiao Dai.

Selain itu dia terpaksa melarikan diri, dia benar-benar

takut sekali bertemu Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Jam dua belas tengah malam.

Di rumah Ouwyang Wu-shuang, di atas ranjang tampak

Pecut Terbang Zhao Ji.

Terdengar sebuah nafas yang tertahan, beberapa macam

campuran suara yang membuat denyut hati orang menjadi

cepat terdengar dikeheningan malam.

Lama, sudah berhenti.

“Apa sudah puas?”

“Nnn….”

“Kenapa begitu bodoh? Kau harus tahu aku sedang

bersandiwara, kenapa kau harus cemburu?”

“Aku…. aku tidak.”

“Masih mengatakan tidak? Bagusnya dia tidak tahu,

kalau tidak seorang idiot juga bisa melihat rasa cemburumu

yang sampai begitu tinggi, sampai ingin membunuh orang

itu.”

“Aku…. aku tidak bisa mengendalikannya.”

“Selanjutnya jangan begitu, iya tidak?. Aku kan tidak

mungkin dengan dia….”

“Kenapa?”

“Dia adalah seorang laki-laki sejati.”

“Laki-laki sejati? Laki-laki sejati berapa tail harganya?

Jika dia mau jadi laki-laki sejati akulah yang paling

gembira, aku malah berharap semua laki-laki yang kenal

denganmu, semuanya laki-laki sejati, sial! Didunia ini aku

tidak percaya ada orang seperti kayu itu? Aku lihat dia

mungkin tidak mampu, hi…. hi”

“Sudahlah, kau tadi masih tidak cukup sibuk, kau masih

dalam keadaan terluka, pelihara tenagamu!”

“Suaranya jangan terlalu keras!”

“Takut apa? orang di rumah ini semuanya sudah mati,

bukankah kau bilang dia sudah terkena racun, sekali naik

ranjang langsung tidur dan tidak mudah bangun?”

“Memang tidak salah, tapi berhati-hati kan lebih baik,

uuu…. nnn….” Terdengar lagi suara nafas terengahengah….

0ooo(dw)ooo0

Setengah dua tengah malam.

Ouwyang Wu-shuang kembali lagi ke kamarnya sendiri.

Lelah tapi puas, dia naik keranjang langsung tidur.

0ooo(dw)ooo0

Jam tiga tengah malam.

Xiao Dai sudah bangun, ringan seperti asap, melayang

keluar jendela.

Datang diluar jendela Zhao Ji.

Dengan telapaknya dia mematahkan ganjel kayu jendela,

sebelum ganjel kayu itu jatuh ke tanah, dia sudah seperti

setan berada di dalam kamar, dengan tepat waktu

mengulurkan tangan mengambilnya.

Bagaimana pun juga Pecut Terbang bukan orang biasa.

Walau dia tertidur lelap setelah sangat ‘senang’ sekali,

tapi suara ‘prak’ kayu patah yang pelan itu sudah

membangunkannya.

Tapi, baru saja membuka mata, dia tertidur kembali,

karena Xiao Dai telah menotok jalan darahnya.

0ooo(dw)ooo0

Pekarangan belakang rumah Qian.

Xiao Dai membangunkan Pecut Terbang Zhao Ji, tapi

menotok lagi jalan darah kaki tangannya.

“Zhao Ji, kau harus tahu sebelum kau sempat berteriak,

aku yakin pasti bisa membuat kau tidak bisa teriak, mmm,

selamanya.”

Sinar kemarahan jelas tampak diwajahnya, Zhao Ji tidak

bersuara. Karena cerita Tangan Cepat Xiao Dai dia sudah

banyak mendengarnya, jika dia sudah mengatakannya

begitu, maka dia pasti yakin bisa melakukannya.

Dengan puas menganggukkan kepala, Xiao Dai baru

dengan tersenyum pelan berkata, “Aku tidak ingin

membangunkan orang yang hanya ada satu-satunya di sini,

makanya kau juga paling bagus bicara pelan seperti aku,

heeem, apakah kau bisa beritahu aku ada apa sebenarnya?

tentu saja bukan yang kau katakan siang hari tadi, karena

aku tahu itu bukan kenyataannya.”

Zhao Ji membuka mulut, juga dengan pelan berkata,

“Aku tidak tahu apa yang ingin kau ketahui?”

“Betulkah? Aku berani bertaruh jika kau masih

mengatakan kau tidak tahu apa maksud aku, maka kau,

ekor ular berbunyi ini akan berubah menjadi ekor ular

berbunyi yang tidak berkepala, dan juga aku akan memasak

sekatel besar kuah ular, memberi makan pada anjing.”

Xiao Dai melirik Zhao Ji, melihat rupanya seperti benarbenar

telah melihat sekatel kuah ular di depannya.

“Kenapa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan

siang hari tadi?”

“Karena semua orang di dalam rumah ini sudah mati,

dan hanya kau yang masih hidup. Enam pelayan, tiga

pembantu wanita ditotok jalan darah kematiannya dengan

gerakan yang sangat cepat, sangat tepat, dan sangat keji,

kenapa saat giliranmu, tenaga dan ketepatan pelaku bisa

meleset? Hanya kau sendiri saja yang nasibnya baik? Setan

saja yang bisa percaya omonganmu, masih ada lagi di

tangan Xiao Cui ada satu kancing kain….”

Zhao Ji tidak berpikir lagi segera menundukkan kepala

memeriksa, lama tidak bisa mengangkat kepalanya.

Zhao Ji telah terkena tipu, ketika dia melihat dirinya

memakai baju dalam pendek, baju dalam yang tidak

memakai kancing kain.

Dan ketika dia terpikir baju yang biasa dia pakai

kancingnya semua adalah kancing tembaga, dan bukan

kancing kain, semua sudah terlambat.

Inilah kepintaran Xiao Dai, dia jelas tahu pakaian biasa

Zhao Ji kancingnya adalah kancing tembaga, dia tidak

mengatakan kancing tembaga, tapi mengatakan kancing

kain, juga takut lawan terpikir kancing tembaga begitu

besar, juga sangat jelas, jika terjatuh, mana bisa tidak

diketahuinya.

“Pengawal besar Zhao, apa yang kau temukan? Kenapa

tidak bisa mengangkat kepala? Baiklah, kita sekarang buka

hati kita bicara terus terang, tentu saja bicara terus terang ini

adalah kata-kata benar, kau ingin bicara hitam juga boleh,

silahkan kau pikir, kau ada berapa butir gigi, keahlian aku

adalah merontokan gigi orang, paling baik kau mengerti,

sekarang aku punya satu pertanyaan kau berilah jawaban.”

“Kau punya berapa gigi?”

Sungguh tidak disangka pertanyaan pertama Xiao Dai

menanyakan ada berapa gigi.

Orang biasanya tidak tahu dirinya punya berapa gigi.

Maka Zhao Ji menggunakan lidahnya pelan menghitung

di dalam mulut, dengan sangat hati hati, dia sungguh takut

jika pertanyaan yang sekecil ini salah menjawabnya, dengan

sia sia kehilangan satu gigi bukankah akan menyesal?

“Tiga puluh satu butir.”

“Buka mulut.”

Zhao Ji membuka mulutnya, Xiao Dai benar-benar di

bawah sorot sinar bulan menghitung giginya.

“Hmm, tadinya tiga puluh dua butir, sudah copot satu,

bagus, kau yang memperkosa Xiao Cui?” Mendadak Ziao

Dai bertanya lagi.

“Aku tidak.”

“Tidak?!” Xiao Dai melotot.

“Tadinya mau, tapi dia sampai matipun tidak menurut,

makanya tidak.”

Seorang laki laki walau dia bisa membuka seluruh baju

wanita, tapi jika wanitanya tidak mau, maka selamanya

tujuanmu tidak akan berhasil, teori ini Xiao Dai mengerti.

“Kalau begitu kau membunuh orang dulu? Atau

membebaskan orang dulu?”

Zhao Ji ingin sekali tidak mengaku bahwa Li Yuan-wai

adalah dia yang melepasnya, tapi setelah dipikir-pikir jika

sudah mengaku membunuh orang, kenapa tidak mau

mengaku telah melepas orang? Tangan Cepat Xiao Dai

dengan Li Yuan-wai adalah teman baik, siapa tahu setelah

dirinya mengaku, dia bisa mendapat kebaikan Xiao Dai,

dan terhindar dari siksaan penyelidikan.

0ooo(dw)ooo0

Zhao Ji tidak mengerti maksud pertanyaan Xiao Dai.

“Untuk menolong orang, aku tentu saja harus

membunuh orang dulu.”

“Kenapa kau mau menolong Li Yuan-wai?”

“Aku hutang budi pada dia.”

“Budi apa.”

“Eee, ada…. hutang nyawa.”

“Omong kosong, bukan nyawa, apakah bisa hutang

cinta? Yang aku tanya adalah bagaimana bisa hutang budi

pada dia.”

“Pokoknya hutang nyawa, apakah ini juga harus

menjelaskannya?”

Xiao Dai sedikit tidak senang berkata, “Zhao Ji, lebih

baik kau mengerti kedudukanmu dengan aku, aku yang

bertanya, tergantung aku mau bertanya apa, walau aku

tanya siapa baginda raja sekarang, kau juga harus

menjawabnya.”

0ooo(dw)ooo0

Apakah kau pernah melihat bencana wereng terbang

berpindah tempat yang menakutkan?

Jika belum, kau juga pasti pernah mendengarnya benar

tidak?

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai berhasil menghindar, karena dia adalah Xiao

Dai, Xiao Dai yang tangannya cepat kakinya pun cepat.

Tapi dia tidak mampu melindungi Pecut Terbang Zhao

Ji yang ada dihadapannya.

Karena senjata gelap yang seperti wereng terbang pindah

tempat, kebanyakan mengarah pada Pecut Terbang Zhao Ji,

apa lagi dia tidak bisa bergerak, tentu saja tidak bisa

menghindar.

Maka Zhao Ji pun mati, mati dengan cara yang sangat

menyedihkan.

Tapi juga cara mati yang paling tidak menyakitkan,

sampai jeritannya tidak sempat dikeluarkan.

Setelah semuanya tenang, Xiao Dai hanya dapat melihat

satu orang mati yang seluruh tubuhnya penuh dipaku

dengan bermacam-macam senjata gelap, membuat

tubuhnya seperti seekor musang berduri.

Bersamaan waktu Xiao Dai menghindar senjata gelap

yang seperti jala itu, dia dengan sudut mata melihat orang

itu, wanita bercadar yang berbaju hitam semua.

Dia seperti sinar kilat lewat, melayang keluar dari

pekarangan belakang rumah Qian.

0ooo(dw)ooo0

Siapakah orang yang bisa di depan mata Xiao Dai

membunuh orang, dan dengan tenangnya melarikan diri?

Dan didunia persilatan siapa yang mempunyai senjata

rahasia yang begitu menakutkan? Seperti sepuluh orang

pesilat tinggi secara bersamaan melepaskan senjata gelap,

jumlahnya begitu banyak, dan begitu tepat pada sasaran?

Orang ini juga seorang wanita, ini jadi sangat

menakutkan.

Xiao Dai tidak mau mencurigai orang itu.

Namun di tempat ini sekarang hanya tinggal dua orang

yang masih hidup, kebetulan orang yang satunya juga

seorang wanita.

Xiao Dai tidak keburu memeriksa Zhao Ji sebenarnya

dia terkena senjata apa saja, Xiao Dai telah berjalan ke

depan pintu Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai telah berbuat salah.

Ketika dia akan mengetuk pintu dan membuka kamar

Ouwyang Wu-shuang, dia menyadari dia telah salah.

Karena ditengah malam hari, seorang laki-laki mengetuk

pintu kamar seorang wanita, apa maksudnya?

Jika wanita ini sedang mengharapkan laki laki ini, maka

apa yang akan terjadi?

“Siapa?”

“Xiao Dai.”

Pintu dengan segera dibuka.

Xiao Dai telah melihat Ouwyang Wu-shuang, tubuhnya

hanya ditutupi dengan kain tipis sekali.

Kain tipis itu seperti transparan, memang transparan.

Tampak lekuk tubuhnya, dengan parit dan jurangnya

terlihat jelas.

Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama-sama suka berguyon

tentang wanita, tapi itu hanya berbatas mulut saja.

Dan yang dibicarakan itu semua orang lain, bukan

kekasih sendiri.

Tidak ada seorang laki-laki yang suka ‘makan tahu’

kekasih sendiri.

Jika ada laki-laki semacam ini, maka tidak diragukan lagi

laki-laki ini tidak sungguh-sungguh mencintai wanita ini.

Wajah Xiao Dai menjadi merah, malam gelap begini,

tetap masih bisa tampak sinar merah di wajahnya.

Orang yang wajahnya merah kebanyakan menundukkan

kepala, Xiao Dai tentu saja tidak terkecuali.

Dengan menundukkan kepala, malah akan melihat

tempat yang tidak seharusnya dilihat.

Dia kembali mengangkat kepala, matanya tertutup, malu

sekali.

“Kau sudah mengetuk pintu, aku juga sudah membuka

pintu, kenapa kau tidak masuk?”

Orang idiot pun mengerti arti kata ini.

Disaat ini, jika seorang laki-laki membalikkan kepala dan

pergi, tidak diragukan lagi, dia pasti sengaja datang

menghina wanita ini.

Xiao Dai adalah orang pintar, makanya dia juga tidak

melakukan hal yang bodoh itu.

Dia telah masuk tapi yang dia pikirkan adalah kenapa

Ouwyang Wu-shuang tidak segera memakai baju? Apakah

seorang wanita yang telah menikah, dibandingkan dengan

seorang gadis, perbedaannya bisa begitu jauh? Atau dia

memang disengaja.

“Silahkan duduk”.

“Tidak usah, aku lebih baik berdiri.”

“Kenapa? Dalam keadaan begini tidak ada seorang lakilaki

yang ingin berdiri.” Ouwyang Wu-shuang hampir

terang-terangan mengatakan, bersamaan sepasang matanya

melihat pada sesuatu tempat ditubuh Xiao Dai, wajahnya

tersirat sedikit putus harapan.

Sebenarnya siapa yang tahu, baru saja Xiao Dai sudah

terhindar dari bahaya, walau Xiao Dai bisa memikirkan

yang lain, juga pasti tidak bisa secepat itu.

Apa lagi daging dan otot manusia tidak seluruhnya bisa

digunakan sekehendak hati, pasti juga ada tempat yang

tidak bisa digunakan sekehendak hati.

Apa boleh buat, Ouwyang Wu-shuang terpaksa bertanya

lagi, pertanyaan yang tidak ingin ditanyakan.

“Benarkah aku telah salah perkiraan terhadap maksud

kedatanganmu?”

“Ow, tidak seluruhnya benar, disaat aku datang, aku

menemukan beberapa hal.”

Ini kata kata bohong yang paling jelek, tapi juga kata

kata bohong yang paling baik hati.

“Sudah dingin, aku tambah pakaian dulu, jika tidak

mungkin matamu juga akan kemasukan angin.”

Xiao Dai tertawa, ketawa tanda terima kasih, juga

ketawa tanda mengerti.

Ouwyang Wu-shuang adalah wanita pintar, dia tentu

saja tahu kapan harus pura-pura bodoh.

Sebuah kata bermakna ganda, juga sebuah kata lelucon,

dengan entengnya memisahkan kekakuan di antara dua

orang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai salah.

Dia tidak seharusnya mengetuk pintu kamar Ouwyang

Wu-shuang.

Jika dia tahu Ouwyang Wu-shuang bukan wanita

bercadar itu, maka dia seharusnya memeriksa Zhao Ji dulu.

Karena saat itu dia pasti bisa menemukan bahwa ditubuh

Zhao Ji, di antara semua senjata gelap itu, ada sebuah

senjata gelap kecil yang berbentuk bunga Ju.

Sekarang dia telah membuktikan Ouwyang Wu-shuang

tidak pernah meninggalkan kamarnya, tapi tidak bisa

membuktikan kata-kata yang dia katakan pada Ouwyang

Wu-shuang.

Dipekarangan belakang rumah Qian.

Xiao Dai seperti seekor anjing pemburu, mengacak-acak

seluruh tempat.

Tapi hasil apa pun tidak didapat, apalagi mayatnya Zhao

Ji.

Ouwyang Wu-shuang dengan aneh dipinggir melihat

setiap gerakannya, di dalam matanya tentu saja sorot mata

‘hidup ketemu setan’.

Xiao Dai putus harapan dan juga menyerah, dia berdiri.

“Apakah kau percaya kata-kataku?”

Tapi wajah Ouwyang Wu-shuang tidak percaya penuh.

“Sungguh, sungguh di sini aku melihat Zhao Ji dibunuh

oleh wanita bercadar, memakai jurus ‘Hujan Bunga

Memenuhi Langit’, dia dipaku mati di sini dengan tiga

empat puluh macam senjata gelap, dan saat aku datang

sudah tidak dapat mengejar wanita itu….”

“Betulkah? Aku belum pernah mendengar didunia

persilatan ada orang yang mampu secara bersamaan

melepas tiga empat puluh macam senjata gelap, juga masih

bisa lebih cepat dari Tangan Cepat Xiao Dai?” Ouwyang

Wu-shuang bukan saja wajahnya tidak percaya, sampai

kata-kata yang dikeluarkannya juga nada bicaranya sama

sekali tidak percaya.

“Aku…. aku sungguh….” tiba-tiba mata Xiao Dai

menjadi terang, dia menarik tangan Ouwyang Wu-shuang

langsung berlari.

“Sudah sampai, jika kau tidak percaya, silahkan buka

pintunya aku jamin Zhao Ji sudah tidak ada di dalam.”

Xiao Dai sangat yakin, dia membuat gerakan tangan

mempersilahkan.

Pintu terbuka, ada orang di dalam menarik pintu

membukanya.

Pecut Terbang Zhao Ji dengan wajah kantuk, mata

masih ingin tidur berdiri disisi pintu.

“Nyonya, sudah malam begini, apa ada masalah?”

Xiao Dai seperti melihat setan, mundur dua langkah.

“Kau tidak mati?”

“Jika bukan nyonya ada di sini, Tangan Cepat Xiao Dai

aku malah ingin melihat siapa yang ingin mati.”

Xiao Dai menggelengkan kepala, sungguh heran apa

dirinya sedang mimpi.

“Xiao Dai, aku pikir kau tadi malam terlalu banyak

minum, kalau tidak kau benar sedang bermimpi.”

Ouwyang Wu-shuang berkata pada Zhao Ji, “Tidak ada

apa apa” dia menarik Xiao Dai langsung pergi.

Karena jika tidak pergi, mungkin Xiao Dai dihadapan

Zhao Ji bisa mengatakan kata-kata yang lebih tidak enak

didengar.

0ooo(dw)ooo0

Jam empat.

Xiao Dai makan satu bungkus obat, obat untuk

membantu tidur.

“Kau baik-baik tidur, aku lihat syarafmu terlalu tegang,

obat ini bisa membuatmu tidur sampai besok tengah hari,

aku pikir setelah kau bangun maka akan melupakan semua

bayangan ini.”

Apakah bayangan? Xiao Dai tahu pasti bukan bayangan.

Jika bukan bayangan, Xiao Dai sungguh tidak bisa

memikirkan apa yang nyata.

Maka Xiao Dai berniat tidur, walau sedikit tidak mau,

juga tidak bisa mengatakan alasan untuk menolaknya.

0ooo(dw)ooo0

Jam lima.

Hari sudah terang.

Tetapi di atas ranjang Pecut Terbang Zhao Ji.

Terdengar suara nafas terengah-engah, diselip beberapa

suara kecil.

“Sungguh, tampaknya selamanya aku tidak bisa puas….”

“Aku juga sama denganmu….”

“Zhao Ji bagaimana?”

“Mati, dia tidak seharusnya melepaskan Li Yuan-wai

dan membunuh Xiao Cui, dan dia juga ingin menghianati

organisasi, semua ini kau harus perhatikan, sebab dia

berbuat begini karena hatinya iri, selanjutnya aku harap kau

perhatikan, terhadap pertentangan di antara Tangan Cepat

Xiao Dai dan Li Yuan-wai asal kau bisa gunakan ini sebaikbaiknya,

kau akan mudah mengendalikannya, asal dia bisa

dimanfaatkan, masih ada hal apa lagi yang tidak bisa

dilakukan?”

“Masalahnya Xiao Dai adalah seorang laki-laki sejati.”

“Laki-laki sejati juga manusia, asal dia mencintaimu, aku

percaya dengan keahlianmu pasti bisa merubah menjadi

orang hina.”

“Bagaimana Li Yuan-wai?”

“Kau ingin membunuhnya, aku tahu alasanmu, tentu

saja jika dia bisa kita gunakan itu paling baik, kalau tidak….

sudahlah, terserah kau saja, dipihak Xiao Dai kau harus

cepat meruntunkan kesadarannya, apakah obatnya masih

cukup?”

“Cukup, aku pikir satu bulan lagi, dia juga sudah lupa

sama sekali siapa dirinya.”

“Tetap harus hati-hati, bagaimana pun Xiao Dai, selain

Yuan Ling adalah penghalang yang bisa merusak rencana

kita.”

“Besok, jika dia menanyakan Zhao Ji bagaimana?”

“Yatou bodoh, bukankah kau bisa katakan Zhao Ji

disuruhmu keluar melaksanakan sesuatu? Asal

sembarangan karang satu alasan apa saja sudah cukup,

tentu saja jika diluar bisa bikin sedikit asap, akan membuat

dia lebih yakin, sudahlah, aku akan pergi.”

“Sungguh kau ingin bangun.”

“Kesempatan masih banyak sekali, buat apa buru-buru?

Diluar masih ada setumpuk besar masalah yang harus

diurus, apalagi orang berbaju pelajar yang ilmu silatnya

sangat tinggi, sampai sekarang masih tidak bisa diketahui

siapa dia, hay, aku lihat dia juga seorang musuh yang

menakutkan, dua hari ini dia seperti ditiup angin buyar,

jejaknya menghilang lagi.”

“Kalau begitu sekarang aku harus bagaimana?”

“Apapun tidak perlu kau kerjakan, asal awasi terus Xiao

Dai saja.”

0ooo(dw)ooo0

Hari kedua, tengah hari.

Xiao Dai sudah bangun, tapi tidak turun dari ranjang.

Dia sedang memikirkan masalah, beberapa masalah yang

rumit.

Kenapa Zhao Ji bisa tidak mati?

Dia tidak punya alasan untuk menolong orang, maka

memperkosa Xiao Cui dulu.

Kalau begitu apa maksud dia menolong Li Yuan-wai?

Wanita bercadar itu siapa dia sebenarnya?

Dia sudah bertemu dengannya dua kali, dan lagi dua kali

berhasil lolos dihadapan dirinya, sungguh tidak bisa

dibayangkan, dan sungguh tidak terpikirkan gerakan wanita

itu begitu cepat.

Dan juga wanita ini lebih-lebih seperti setan jahat yang

tidak terlihat, menempel di atas dirinya, tidak bisa

melepaskannya.

Li Yuan-wai telah melarikan diri, bocah bodoh ini

sungguh pandai, bisa mencari dirinya sampai mencari

kesini adalah hal yang sangat tidak mudah, hmmm,

memang otaknya cukup encer, tidak tahu apakah dia tahu

Wu-shuang tinggal di sini?

Kepalanya bertambah sakit lagi, Xiao Dai merasakan

racun ini sifatnya sungguh lihay, setiap dia saat

berkonsentrasi memikirkan masalah, kepala menjadi sakit.

Dia tidak bisa berpikir lagi, saat ini Ouwyang Wushuang

juga sudah masuk.

“Sudah bangun? Apa tidurnya enak?”

Dia melihat Ouwyang Wu-shuang begitu cantik, apa lagi

senyumnya itu, sungguh seperti membuat orang merasa

mandi angin dimusim semi.

“Aku sudah bangun, sekarang aku malah merasa aku

kemarin malam sedang bermimpi?”

“Betulkah? Jika kau setiap malam bermimpi yang begini

terus, aku pasti bakal mati kedinginan.”

Xiao Dai sedikit malu, dia tertawa.

“Terhadap diriku, kau ada kritik apa?” Ouwyang Wushuang

dengan serius bertanya.

“Apa?…. ow, sempurna, sempurna dan matang.”

“Benarkah kerena aku telah menikah, makanya kau

menjadi tidak bergairah.”

Xiao Dai dengan jujur berkata, “Kau tahu aku bukan

orang semacam itu, hanya aku merasa sekarang kau masih

tinggal bersama marga Qian, dan juga….”

“Kau tenang saja, Qian Ru Shan sudah mati, sekeluarga

besar kecil semuanya mati tenggelam, disungai Qian Dang

perahu mereka diterpa angin kencang dan tenggelam, pagipagi

sekali aku sudah mendapat kabar ini, maka aku

mengutus Zhao Ji pergi mengurusnya, sekarang aku orang

bebas, dan juga telah menjadi seorang janda kaya.”

Ouwyang Wu-shuang dengan gembira berkata.

Xiao Dai jadi bingung, apa didunia ini ada hal yang

terjadi begini kebetulan?

Qian Ru Shan yang sial, sekeluarga begitu saja musnah

semuanya.

Rencananya, hari ini dia ingin menyelidiki Pecut

Terbang Zhao Ji apakah benar sudah mati atau tidak, dia

malah pergi ke Hang Zhou mengurus kematian.

Ini cerita yang sangat sempurna.

Ouwyang Wu-shuang sendiri juga kagum atas

kepandaian berbohongnya sendiri, dia sekaligus bisa

menyelesaikan dua masalah besar yang sulit.

Kelihatannya Xiao Dai tidak akan bisa melaksanakan

keinginannya.

0ooo(dw)ooo0

BAB 10

Malam tidak berangin

Li Yuan-wai sudah kembali ke kabupaten Ping Yang.

Dia sendiri juga tidak tahu, sebenarnya dia masih bisa

berbuat apa?

Karena tidak ada satu orangpun yang ditemukan.

Xiao Dai tidak kembali.

Polisi Setan telah menghilang.

Yuan Dashao juga tidak tahu sesudah ‘gila’ entah pergi

kemana.

Semuajejak sepertinya sudah terputus.

Dia sama seperti seekor anjing liar, sepanjang jalanan

mencari-cari.

Disaat perasaannya tidak enak, dia jadi ingin memasak

satu katel ‘Sedap wangi tiga li’ untuk mengundang tamu.

Tapi satu ekor anjing liarpun tidak didapatkannya.

Bukan karena di jalanan tidak ada anjing liar, dikota

mana bisa tidak ada anjing liar? hanya mungkin dia sudah

terlalu banyak makan anjing liar, hingga tubuhnya jadi

berbau anjing, apa lagi ketika dia ingin makan daging

anjing, baunya juga akan semakin kental.

Makanya, jika ada anjing, tidak perduli anjing besar,

anjing kecil, anjing kembang, anjing kampung sampai

anjing kudisan asal dari kejauhan tercium bau Li Yuan-wai,

hidung anjing yang menciumnya akan seperti anjing di

rumah duka, menghimpit ekor melarikan diri tiga li.

(Ini adalah cerita kenyataan, ketika di Korea, aku

mempunyai teman orang Korea, jika sehari tidak makan

daging anjing dia susah tidur, orang Korea makan daging

anjing menyebutnya minum ‘Bu Shen Tang’ (Kuah

penguat nir), biasanya dimusim panas makannya, bisa

dibayangkan dia makan daging anjing sudah seberapa

banyaknya, anjing liar di Korea sangat banyak, di sana

aku sering dikejar mereka berlari-lari di jalanan, tapi jika

pergi bersama orang Korea ini, para anjing liar asal

mencium bau keringat ditubuhnya, segera anjing anjing

itu bersuara aneh, dan membalikkan kepala langsung

kabur, seperti bertemu dengan nenek moyang anjing saja,

karena anjing pasti tidak makan daging anjing.)

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai tidak mempunyai akal lagi, terpaksa

mundur memilih jalan lain, mencoba menangkap seekor

kelinci liar saja.

Jika orang sedang enteng jodoh, mengejar seekor kelinci

bisa jadi mengejar pertemuan indah.

Disaat Li Yuan-wai melihat kelinci itu, dia sudah lari

menyelusup masuk ke dalam benteng sebuah perumahan

besar.

Dia tentu saja tidak akan melepaskan begitu saja, apa

lagi setelah mencari sampai sore ini dia baru bisa

menemukannya.

Tapi kelinci bisa menyelusup masuk kelubang, sedang

orang tidak bisa menyelusup kelubang.

Terpaksa Li Yuan-wai meloncat melewati benteng.

Li Yuan-wai turun dikebun bunga yang penuh dengan

bonsai bunga Ju.

Kelinci telah menghilang, tapi dia melihat seorang.

Seorang wanita yang seluruh tubuhnya memakai baju

hitam.

Dia lupa akan kelinci, juga lupa ini adalah rumah orang.

Lebih-lebih lupa segalanya.

Karena dia telah terpikat oleh wanita di depan matanya

ini.

Dia sungguh tidak bisa menggambarkan wanita ini,

karena wajahnya seperti bidadari, kulitnya seperti es tulang

giok, tampilannya indah, cantik kelewatan dan lain lain,

kata-kata sifat juga sulit menggambarkan kecantikan wanita

ini.

Pokoknya, dia tidak pernah melihat wanita secantik ini.

Jtiga belum pernah terpikir didunia ini ada wanita

secantik ini.

0ooo(dw)ooo0

“Apa ada urusan, Li Yuan-wai?” Suara wanita ini seperti

burung Huang Ying keluar dari lembah, terdengar merdu.

Li Yuan-wai terkejut, bergetar hatinya., dengan terbata

bata berkata, “Kau…. kau…. nona kenal aku?”

“Didunia ini siapa lagi yang berpenampilan seperti kau

ini? Terhadapmu, pengetahuanku tidak lebih kurang

dibandingkan orang lain, jadi bagaimana pun kau adalah

Hartawan Li yang sangat terkenal itu betul kan?”

Begitu nona cantik ini tertawa manis, seperti ratusan

bunga mekar menjawabnya.

Mabuk, Li Yuan-wai mabuk oleh suara tertawa nona

cantik ini.

Juga mabuk olehnya karena bisa mengenal dirinya.

Wanita cantik yang tidak pernah bertemu, bisa dengan

ramahnya tertawa pada dirinya, dan juga dengan jujur

mengaku dia sedikit…. kagum padanya, apakah ini tidak

membuat orang menjadi mabuk, tidak membuat orang

meloncat-loncat?

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai tertawa, sedikit disengaja, sengaja

menampilkan senyumnya yang oleh banyak wanita

dianggap ‘memikat’.

Biasanya dalam keadaan begini, Li Yuan-wai pasti bisa

makan ‘tahu’, sekarang dia malah tidak tahu harus

bagaimana mengatakannya.

Karena semua kata-katanya merasa tidak pantas untuk

wanita ini, semuanya seperti semacam penghinaan,

semacam penyerangan yang harus masuk neraka.

Seorang yang biasanya berwajah tertawa, jika memaksa

berpura-pura berkata serius, wajahnya pasti akan terlihat

aneh dan lucu.

Li Yuan-wai sekarang juga seperti itu, senyumnya bukan

saja sudah kehilangan daya pikatnya, malah ada sedikit

cenderung menangis, dia sendiri tidak merasa, tetap dengan

terbata-bata berkata, “Mohon tanya…. siapa nama nona?

Tempat ini…. apakah tempat tinggal anda?”

Begitu selesai berkata, Li Yuan-wai ingin sekali

menabrakan kepalanya, mati saja.

Kerena di tempatnya berdiri, memangnya juga rumah

orang, apa lagi dirinya adalah tamu tidak diundang, juga

masuk lewat benteng.

Orang tidak membawa ke kantor polisi, juga sudah harus

membaca Amitaba, masih bertanya apa ini apa itu, katakata

kentut anjing yang tidak ada hubungannya.

Benar saja….

Nona cantik ini tertawa terpingkal pingkal, tapi

sedikitpun tidak marah.

“Jika ini bukan rumahku, kau kira rumahku dimana?”

Li Yuan-wai sungguh ingin mencari celah tanah supaya

bisa menyusup masuk.

“Kau belum memberitahu aku, kau ‘datang’ ke rumahku

ada urusan apa?”

Nona cantik ini dengan lembut bertanya lagi, tidak

menjawab pertanyaan Li Yuan-wai.

Selamanya Li Yuan-wai tidak pernah terpikir bisa

dikunci oleh orang dengan kata-kata begini, masih baik

orang memberi muka pakai kata ‘datang’, bukan kata

‘merayap’, jika tidak Li Yuan-wai tidak tahu akan

bagaimana rasa canggungnya.

“Oooh, aku sedang mengejar seekor kelinci, baru…. baru

masuk kesini.”

“Kelinci?! Untuk apakau mengejar kelinci?!”

“Aku…. aku melihat kelinci itu sangat…. sangat lucu, jadi

ingin menangkapnya untuk main-main, siapa tahu dia

menyusup masuk di bawah benteng itu, maka….”

Langit tentu tahu Li Yuan-wai mengejar kelinci itu untuk

apa, tapi dia bagaimana pun tidak bisa memberitahu, orang

mengejar kelinci itu untuk mengisi perut, dia telah

berbohong mengatakan ini.

“Ooo, ternyata begitu kejadiannya, aku kira….”

Kira apa? Orang tidak mengucapkannya, tapi siapa pun

tahu apa maksudnya.

0ooo(dw)ooo0

Yang satu mempunyai maksud, yang satu mintajuga

tidak dapat memperoleh.

Li Yuan-wai menjadi tamunya nona cantik.

Arak enak, telinga panas.

Sekarang dia gembira karena tidak dapat menangkap

kelinci itu.

Lebih gembira lagi bisa mengirit uang makan.

Yang aneh adalah Li Yuan-wai sering karena miskinnya

sehari tiga kali makan, kadang tidak bisa menyambung, tapi

justru dia bisa sering mengundang orang makan, dan

diundang orang makan.

Asal ada nasi untuk dimakan, maka tidak akan mati

kelaparan.

Pepatah mengatakan, jika kau ingin orang

mengundangmu makan, maka kau harus sering sering

mengundang orang makan, ini adalah ‘falsafah makan’ Li

Yuan-wai.

Tentu saja dia lebih sering mengundang orang makan

daging anjing, makan ayam pengemis, karena semua itu

tidak mengeluarkan uang.

0ooo(dw)ooo0

“Bisa beritahu aku, kau datang ke kabupaten ini ada

urusan apa?” nona cantik sambil minum sedikit arak dengan

wajah merah bertanya pada Li Yuan-wai.

Ada seorang wanita cantik seperti dewi menemani

seorang laki-laki minum arak, makan nasi, ngobrol, asal dia

ingin tahu, mungkin laki-laki ini sampai sejarah keluarga

nenek moyang delapan belas generasi juga bisa hafal.

Li Yuan-wai adalah laki laki, dan juga telah minum arak.

Laki laki yang telah minum arak lebih banyak bicara,

juga tidak bisa menyembunyikan rahasia.

“Yuan Ershao, Yuan Ling apa kau pernah dengar? Yuan

Ershao…. yang menyapu Qing Cheng, melabrak Wu Dang,

naik ke Shao-lin, dia…. dia dijerumuskan orang, sampai dia

di dalam penjara menabrakan kepala bunuh diri, ini…. ini

sungguh peristiwa yang membuat orang marah dan

menangis, tujuan aku datang adalah ingin…. ingin

menyelidik masalah ini…. eee, karena…. karenaaku adalah

teman terbaiknya.”

Li Yuan-wai jelas bukan saja bicaranya banyak, juga

tidak bisa menyembunyikan rahasianya.

Eee…. dia melanjutkan lagi, “Teman, apakah kau tahu

teman itu apa? Teman, eee…. adalah saat kau sangat

memerlukan sekali pertolongan, dia bisa membantu, yang

mengesalkan adalah…. adalah aku tidak mempunyai cara

membantu dia, sedikit bantuan pun tidak sempat kuberikan,

dia sudah…. sudah mati, kau…. aku bersumpah, aku pasti

akan menemukan orang yang menjerumuskan dia, aku

akan menelanjangi dia, biar dia jalan di jalanan…. jalan di

jalanan, lalu mengiris selapis selapis dagingnya….

dagingnya untuk makan anjing.”

Sambil mengerutkan alis, nona cantik bertanya lagi,

“Lihat, kau berkata begitu menakutkan, apa benar kau bisa

begitu kejam? Lalu apa kau sudah menemukan sesuatu?

Yang aku maksud apakah kau sudah menemukan sesuatu

yang aneh atau orang yang mencurigakan?”

“Tentu saja ada, aku sudah menemukan kakak…. kakak

ipar dia, bukan kakak ipar kandung dia, masih ada, masih

ada kematian keponakan dia juga bukan dia yang

meracunnya, tentu saja dia…. dia juga tidak akan

memperkosa kakak…. ipar dia, selain itu, kakak dia…. Yuan

Dashao, Yuan Di juga tidak mati, hanya dia jadi gila

sekarang, eee…. jadi gila, satu keluarga Yuan yang baik

baik…. begitu saja habis…. habis.”

Li Yuan-wai benar terlalu banyak minum, juga sedikit

mabuk.

Betul tidak kata-kata yang dikatakan oleh seorang yang

mabuk adalah kata-kata mabuk?

Benar tidak kata-kata orang mabuk, biasanya kata-kata

jujur?

Nona cantik itu tidak menyangka di dalam masalah

keluarga Yuan masih ada liku-liku itu.

“Bukankah kau masih mempunyai seorang teman baik

yang dipanggil Tangan Cepat Xiao Dai? Masih ada lagi satu

Polisi Setan Tie Cheng Gong, kalian semua bersatu, kenapa

sekarang hanya tinggal kau seorang diri?”

Siapa nona cantik ini?

Bagaimana dia bisa tahu Li Yuan-wai, Tangan Cepat

Xiao Dai juga Polisi Setan adalah satu grup.

Dia menanyakan masalah keluarga Yuan kenapa

menanyakannya begitu jelas?

Yang disayangkan adalah Li Yuan-wai sekarang benarbenar

telah mabuk, dia sudah tidak bisa perduli pertanyaan

ini.

Sebaliknya dia bukan saja mengatakan semua yang dia

tahu, sampai hal yang dia tidak tahu juga dikatakannya.

“Xiao Dai?! Xiao Dai telah menghilang, Polisi Setan juga

hilang, hanya tinggal aku seorang diri, aku sekarang ingin

sekali menemukan Xiao Dai, memberitahukan pada dia aku

tidak seharusnya membohongi dia, karena aku telah

menemukan pelaku pembunuh empat orang saksi itu, dia

adalah…. adalah…. eee…. adalah Tangan Bunga Anggrek

Ouwyang Wu-shuang, dia adalah seorang wanita, seorang

wanita yang aku dan Xiao Dai mencintainya bersamaan,

dia penyulam…. paling baik, seorang wanita yang bagus

menyulam, jarum sulamnya juga pasti paling baik

digunakannya, masalah ini Xiao Dai tidak tahu, dia

selamanya tidak tahu Ouwyang Wu-shuang bisa

menyulam, aku sungguh bodoh, aku malah mengira

Ouwyang Wu-shuang sudah menjadi istri dia? Hingga

masih belum…. belum berani memberitahu dia.”

Nona cantik sepasang matanya sudah membelalak besar

sekali, juga sangat terang.

Dia sedikit terkejut bertanya lagi, “Jadi yang mencelakai

Ershao adalah Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wushuang?”

“Bukan, bukan dia, hanya dia…. dia juga pasti ada

bagian, pelaku sebenarnya masih ada…. orang…. lain”

“Siapa? Siapa dia? cepat katakan?”

Nona cantik itu gelisah dan dengan kuat menggoyanggoyangkan

Li Yuan-wai.

Tapi Li Yuan-wai sudah tengkurap di atas meja, mabuk

sampai pingsan.

Apa yang dia ingin tahu?

Atau dia ingin tahu apa yang telah diketahui Li Yuanwai?

Dia tahu Li Yuan-wai sekali mabuk, paling sedikit harus

sehari baru bisa sadar.

Dia mengira orang seperti Li Yuan-wai, kekuatan

minum araknya pasti sangat bagus.

Maka tadi dia mengeluarkan arak simpanan yang sudah

puluhan tahun, dan juga di dalamnya dicampur sedikit obat

bius.

Dia telah terlalu tinggi memperhitungkan Li Yuan-wai,

terlalu tinggi memperhitungkan kekuatan araknya.

Orang seperti Li Yuan-wai seharusnya orang yang

mengerjakan masalah besar.

Dan orang yang mengerjakan masalah besar, sama sekali

tidak boleh membocorkan rahasia, walau saat dia mabuk.

Sekarang jika dia ingin tahu hal apa saja, tinggal

menunggu Li Yuan-wai sadar, kemudian menemani dia

minum arak lagi.

Lalu disaat dia hampir mabuk dia akan mengorek

keterangannya lagi.

Dia sungguh tidak sabar menunggu, tapi terpaksa harus

menunggu.

0ooo(dw)ooo0

Dia memanggil pembantu rumah, setelah mengatur Li

Yuan-wai, nona cantik itu meninggalkan kamar Li Yuanwai.

Tadi Li Yuan-wai masih mabuk hingga berkata

sembarangan, setelah pembantu rumah meninggalkan

kamar, Li Yuan-wai sudah menarik keluar tampolong yang

ada di bawah ranjang, dia mengempeskan perut dan

membuka mulutnya, satu pancuran arak segera

dimuntahkan.

Dia telah minum tiga puluh empat cangkir arak, dia bisa

meyakinkan sekarang arak yang ada di dalam tampolong

juga sama tiga puluh empat cangkir arak, setetespun tidak

kurang.

Sekarang bukan saja dia tidak mabuk sedikitpun,

mungkin diwaktu biasa juga tidak sadar seperti saat

sekarang.

Li Yuan-wai mempunyai satu rahasia kecil, yaitu seribu

cangkir tidak mabuk, dan rahasia ini hanya Tangan Cepat

Xiao Dai seorang yang tahu.

Makanya Xiao Dai selamanya jarang minum arak

bersama Li Yuan-wai, apa lagi saat hanya mereka berdua

saja.

Dengan seorang yang tidak bisa mabuk minum arak

mana ada gairah, karena setiap orang yang suka minum

arak, semuanya berharap orang lain mabuk duluan

dibanding dirinya, baru ada kelucuan yang dapat dilihat,

juga bisa memamerkan kekuatan minum araknya.

Selain itu Xiao Dai berpendapat daripada arak

disalurkan keperut Li Yuan-wai, lebih baik diberikan pada

kuda, atau pada babi.

Karena setelah diberikan pada kuda, kuda bisajadi

bersemangat, larinya akan lebih cepat.

Diberikan pada babi, bisa membuat dia tumbuh lebih

besar.

Menyalurkan arak ke dalam perut Li Yuan-wai tidak

akan sedikit reaksi pun, hal itu seperti membuang barang ke

langit, apa lagi arak yang bagus dan mahal.

0ooo(dw)ooo0

Malam ini.

Tidak ada angin, tidak ada bulan, lebih lebih tidak ada

bintang.

Karena awan di atas langit sangat tebal sekali, melihat

keadaannya seperti akan turun hujan.

Di atas ranjang Li Yuan-wai membuat satu orangorangan

dari selimut kapas.

Dia sudah seperti seekor kucing keluar dari kamar

melalui jendela.

Kucing berjalan sama sekali tidak ada suaranya, seperti

dia juga tidak mengganggu seorang pembantu yang duduk

diluar kamarnya.

Dimana dia? Dia ingin tahu.

Wanita itu tidak memberitahu namanya, padahal dia

ingin tahu.

Kenapa perumahan sebesar ini, sepertinya hanya ada

satu tuan rumah, dan tuan rumah ini juga seorang wanita

yang begitu cantik, dia lebih lebih ingin tahu seluk

beluknya.

Begitu banyak hal yang dia ingin ketahui, bagaimana dia

bisa tidur?

Jika tidak ada orang yang memberitahu, apa yang dia

ingin ketahui, dia harus mencari tahu jawabannya sendiri.

Li Yuan-wai telah tiba diluar rumah yang masih ada

sinar lampunya.

Di malam hari, di dalam rumah yang ada sinar

lampunya pasti ada orang.

Keputusannya tidak salah, hanya tidak terpikirkan

olehnya orang yang ada di dalam bisa dia.

…. Yuan Dashao, Yuan Di.

Melihat wajahnya, penyakit gilanya sepertinya masih

belum sembuh.

Karena dia duduk di sana, sedang merobek robek helai

bunga Ju yang masih kecil dan dipajang di atas meja.

Seorang yang normal tentu tidak akan melakukan

perbuatan yang tidak ada gunanya seperti ini.

Juga hanya seorang gila yang bisa melakuan ini.

Li Yuan-wai menemukan sorot matanya penuh dengan

kerumitan dan juga sulit dimengerti, yang aneh adalah

rambutnya tidak lagi tidak karuan, malah seperti telah

disisir dengan rapih.

Baru ingin mendekat lagi terdengar sebuah suara.

“Kau sudah waktunya makan obat.” Nona cantik itu

keluar dari dalam, di tangannya membawa semangkuk

obat, dengan pelan berkata pada Yuan Dashao.

“Apakah boleh tidak memakannya, ini bukan penyakit

yang luar biasa.” Jawaban Yuan Dashao membuat Li Yuanwai

terkejut.

Apakah perkataannya seperti orang gila?

Apakah dia tidak gila?

Jika tidak gila, kenapa dia harus makan obat?

Jika orang yang gila, kenapa dia bisa membuat satu pot

bunga Ju yang bagus, membuatnya jadi begitu hingga tidak

tega melihatnya?

Li Yuan-wai juga tidak tahu dia sebenarnya gila atau

tidak, maka dengan hati-hati dia melangkah, dan

bersembunyi di belakang bayangan pohon bunga sambil

mendekat sedikit.

Tiba tiba….

Nona cantik itu dan Yuan Dashao mengangkat mata

melihat keluar, tangan Yuan Dashao diayunkan, satu sinar

putih yang sangat kecil meluncur kearah tempat Li Yuanwai

berdiri.

Sambil menarik kepala, Li Yuan-wai sudah melihat

sebuah jarum sulam menembus di antara pepohonan di

depan dirinya, jarum yang tidak sampai satu cun berjarak

tidak sampai satu cun dari ujung hidungnya.

Li Yuan-wai menggunakan seluruh tenaganya lari ke

kamarnya, karena dia tahu hanya dengan secepatnya

kembali ke kamar baru ada kesempatan hidup, dan juga

bisa menggali sedikit rahasia di dalam rahasia.

Kaki Li Yuan-wai larinya juga tidak lambat, apa lagi jika

ada orang yang mengejarnya, seperti kemahirannya

pengemis bisa berlari lebih cepat dari orang lain.

Baru saja menyusup ke kamar sendiri, juga baru saja

menarik selimut berbaring di atas ranjang, dia sudah

mendengar ada dua suara derap langkah orang berhenti

diluar pintu.

Hatinya terkejut, kecepatannya sungguh hebat, orang

yang mempunyai kecepatan seperti ini, bisa dibayangkan

ilmu silatnya pasti tidak berbedajauh.

Orang yang masuk ke kamar hanya satu orang nona….

nona cantik.

Dengan sangat ringan dia sampai di depan ranjang,

sebuah wajah cantik yang jika ditiup saja bisa pecah sudah

hampir menempel dihidung Li Yuan-wai.

Lama…. dia baru keluar lagi, dan sekalian menutup

pintu.

0ooo(dw)ooo0

Seseorang bisa berpura-pura mabuk, pura-pura tidur ini

juga sebuah ilmu yang tinggi.

Kemampuan Li Yuan-wai dihidang ini sepertinya

lumayan.

Saat nona cantik itu berdiri di depannya, bukan saja bulu

matanya tidak bergerak, dan juga irama nafas dia dari awal

sampai akhir sama, tentu saja dia bisa kadang-kadang

mendengkur, supaya hasilnya lebih mirip.

Dia malah bisa merasakan dirinya sedang bermimpi,

maka nona cantik mana bisa melihat orang ini sedang purapura

tidur atau tidak?

0ooo(dw)ooo0

“Bukan dia.” Nona cantik berkata.

“Aneh, kalau bukan dia lalu siapa?” kata Yuan Dashao.

“Aku curiga mungkinkah orang berbaju pelajar yang

menakutkan itu?”

“Sekarang kita harus bagaimana?”

“Kau adalah orang gila, orang gila mengerjakan apa saja,

orang lain tidak akan merasa aneh, kau sendiri saja yang

menentukannya.”

“Betulkah? Betulkah aku seorang gila….?”

0ooo(dw)ooo0

Di dalam rumah.

Li Yuan-wai tetap memejamkan matanya, seperti benarbenar

sedang tidur, sebenarnya dia sama sekali tidak tidur,

karena dia tahu diluar jendela pasti ada sepasang mata

mengawasi dirinya.

Memang benar, pembantu rumah itu sudah

memindahkan kursinya dari luar pintu ke luarjendela.

Mengawasi orang ada banyak cara, tapi mata dapat

melihat tujuannya, tidak diragukan lagi adalah cara yang

paling sedikit melakukan kesalahan.

Seseorang jika tahu dirinya diawasi orang, tentu bukan

satu hal yang menyenangkan, namun Li Yuan-wai

sedikitpun tidak tampak tidak senang, dia hanya berpikir,

itu adalah mata kepala rusa yang digantung ditembok, tidak

berbeda dengan sepasang mata itu.

Mereka sama-sama melotot tapi tidak melihat, asal

dirinya senang, dia punya lima-enam cara, membuat

sepasang mata diluar menjadi mata di atas tembok.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang tidak bisa tidur, otaknya pasti sedang

berpikir.

Li Yuan-wai sekarang bertambah lagi beberapa

pertanyaan.

Dia sungguh tidak tahu seorang laki-laki yang sudah gila

kenapa bisa mempunyai gerakan melepas senjata gelap

yang begitu tinggi, dan senjata gelapnya justru jarum sulam.

Betulkah seseorang setelah menjadi gila, hobinya juga

bisa berubah? Mengapa Yuan Dashao sangat suka bunga

Ju? Di dalam kamarnya penuh digantung bermacammacam

gambar bunga Ju, bukankah baru saja dia

menghancurkan satu pot bunga Ju kecil?”

Tiba tiba….

Li Yuan-wai meloncat dari ranjangnya, lalu pura-pura

membalikkan tubuhnya.

Karena terpikir olehnya Yuan Dashao mempunyai

masalah, dan masalahnya amat besar.

Didunia ini tidak hanya wanita yang bisa menyulam,

makanya jarum sulam juga bukan senjata gelap khusus

untukwanita saja.

Seperti koki yang bagus, penjahit yang ternama hampir

semuanya laki-laki, maka dari itu laki-laki tentu sangat

mungkin lebih pintar menggunakan jarum sulam

dibandingkan wanita.

Namun, jika benar orang yang membunuh empat orang

saksi itu adalah Yuan Dashao, sepertinya ini tidak

mungkin, yang menjadi kakak tidak ada alasan dia

menjerumuskan adik kandungnya sendiri.

Semakin dia berpikir semakin tidak bisa

menyambungnya, tapi dia telah mendapatkan cara yang

paling berguna dan jitu, yaitu membuktikan Yuan Dashao

betul tidak gila.

0ooo(dw)ooo0

Hari kedua, disaat makan malam. Semeja besar

masakan, satu gentong arak tahunan.

Seorang wanita berusia dua puluh satu-dua yang cantik

sekali.

Seorang Li Yuan-wai yang sepertinya belum sadar dari

mabuk kemarin.

“Kau seperti masih belum sadar, bisakah kurangi minum

araknya?”

“Lucu, aku sudah tidur sehari semalam, sekarang

semangatku sudah bagus, kenapa tidak boleh minum arak?

Apa., .lagi ada kau menemani.”

Li Yuan-wai baru minum tiga cangkir arak, sudah sedikit

mabuk.

Jika seorang laki-laki minum arak ditemani wanita, tentu

lebih cepat mabuk, apa lagi wanita nya sangat cantik.

“Kemarin malam kau sudah mabuk, hingga telah

menghentikan pembicaraan kita, kau masih belum

memberitahu aku, sebenarnya apa kau telah menemukan

siapa pelaku yang menjerumuskan Yuan Ershao?”

“Pelakunya?Ha…. ha…. apa belum terpikirkan olehmu?

Tentu saja adalah…. kakak ipar dia yang palsu itu, hanya

sayang, kami masih belum mendapatlan bukti yang akurat,

kalau tidak sudah sejak dulu aku tidak akan

melepaskannya, temanku…. eee…. Xiao Dai, dia diamdiam

sudah mengejarnya, tapi dia belum kembali, aku pikir

dia sudah menemukan sesuatu, asal aku bertemu dengan

dia, kami…. jadi bisa menangkap wanita jahat ini, uuu….

tidak, masih ada Tangan Bunga Anggrek, wanita yang aku

dan Xiao Dai cintai…. Ouwyang Wu-shuang.”

Nona cantik tertawa, tapi tawanya sedikit licik, namun

tetap tawa yang cantik, dia melanjutkan pertanyaannya,

“Jika benar Ouwyang Wu-shuang mengambil bagian,

apakah kau dan Xiao Dai juga tega menelanjangi dia,

mengiris selembar-selembar dagingnya?”

Orang yang mabuk tetap ada pikiran, hanya pikirannya

susah berkonsentrasi saja.

Li Yuan-wai menampilkan wajah seperti memikirkan

masalah ini, setelah beberapa saat baru berkata, “Aku pikir

aku tidak akan melakukan itu, tapi Xiao Dai…. dia pasti

akan melakukan itu, dia…. dia bisa demi teman melakukan

hal yang tidak mungkin, karena dia sudah tidak ada musuh,

dia mana mau kehilangan teman?”

“Kenapa Xiao Dai bisa tidak mempunyai musuh?”

Membicarakan Xiao Dai, Li Yuan-wai sepertinya lebih

bergairah dibandingkan membicarakan Ouwyang Wushuang.

“Siapa pun tahu musuh Xiao…. Dai, semuanya sudah

mati di bawah Telapak Pisaunya, apakah kau…. tahu?

Walau Xiao Dai sekarang mempunyai musuh, dengan

cepat musuhnya akan menjadi mayat.”

Nona cantik itu berpikir sebentar, lalu bertanya lagi,

“Apakah kau masih mencintai Ouwyang Wu-shuang?”

Wajah Li Yuan-wai berubah. Ini pertanyaan yang

sungguh membuat dia tidak ingin memikirkannya, tapi dari

mata mabuknya melihat wanita di depan ini, di dalam

matanya itu ‘berharap dan ingin sekali’, Li Yuan-wai idiot pun

harus bisa merasakannya, apa lagi dia hanya pura-pura

mabuk.

“Aku…. aku…. jika aku dapat mencari seorang wanita

yang lebih…. lebih cantik, aku pikir…. aku pikir aku tidak

akan mencintai dia lagi.”

Habis bicara, wajah Li Yuan-wai menjadi merah.

Nona cantik itu sudah melihat, sebenarnya Li Yuan-wai

tidak terlalu mabuk, paling banyak juga cuma lima, enam

puluh persen mabuk.

Li Yuan-wai adalah seorang yang makin banyak minum

arak wajahnya makin putih, alkohol tidak akan membuat

wajahnya jadi merah, tapi sapatah kata itu bisa membuat

merah wajahnya, kalau dia bukan pura-pura mabuk lalu

apa?

Seorang wanita yang mampu menyatakan perasaan hati

melalui mata, dia pasti lebih mudah menangkap hati lakilaki.

Mata Li Yuan Wau juga tidak diragukan bisa bicara….

walau dia seorang laki-laki.

Dengan segera Li Luan Wai menampilkan senyum

memikatnya, karena dia telah membaca kata-kata indah di

dalam mata nona cantik itu.

“Kau lihat, apakah aku cantik? Apakah aku secantik

Ouwyang Wu-shuang?”

Kata-kata ini walau orang tidak mengatakannya,

perasaannya Li Yuan-wai seperti telah mendengar sendiri.

Waktu seperti berhenti.

Li Yuan-wai kali ini benar-benar mabuk, sedikit pun

tidak pura-pura.

Dia mabuk oleh sepasang mata yang cantik, dia

menundukkan kepala tapi tidak dapat menutup warna

merah pada wajahnya.

Wanita cantik itu juga sepertinya mabuk oleh senyum Li

Yuan-wai yang memikat itu.

Disaat begini walau langit roboh, mungkin juga tidak

akan bisa memisahkan dua pasang sorot mata yang

bergumul menjadi satu.

Nona cantik itu ‘bangun‘ dengan malu-malu, dengan

suara seperti nyamuk berkata, “Apakah kau belum cukup

melihatnya?”

Li Yuan-wai seperti tidak mendengarnya, tangannya

tetap mengangkat cangkir, matanya berkedip terus

memandang wajah orang yang seperti bunga itu.

Nona cantik itu melihat wajah idiotnya Li Yuan-wai,

lalu menutup mulut sambil tertawa berkata, “Hey, apa kau

tidak takut matamu tumbuh jarum.”

Benarkah seorang wanita setelah menemukan cinta,

sikapnya yang biasa dingin, serius, sekarang menjadi

terbuka dan genit.

Jika tidak mengapa nona cantik itu sekarang sepertinya

sudah berubah jadi orang yang berbeda, sampai nada

bicaranya juga santai dan nakal.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai yang sehari-hari biasanya tertawa terus,

sekarang sorot matanya sedikit pun sudah tidak bisa

berpisah dari tubuh Zhan Feng.

Sekarang dia sudah tahu wanita cantik ini dipanggil

Zhan Feng.

Dia juga sudah tahu di sini adalah Perumahan Zhan

Bao.

Tapi dia tidak tahu kenapa dia tidak diijinkan berjalan ke

depan, yang merupakan bagian lain dari perumahan.

Tentu saja dia tidak tahu, bahwa Polisi Setan ada di

sana.

Orang yang sedang kasmaran selalu lupa keadaan

sekelilingnya, karena di mata dia, yang terlihat hanya lawan

asmaranya, mana bisa dia memikirkan hai yang lainnya?

Makanya Li Yuan-wai seperti telah lupa banyak hal.

Dia telah lupa Yuan Ershao, lupa Xiao Dai, lebih-lebih

lupa Ouwyang Wu-shuang.

Dia lupa Polisi Setan, lupa Gai-bang, juga lupa pada

dirinya sendiri.

Yang paling penting lagi adalah dia telah lupa jarum

sulam, lupa mengapa Yuan Dashao bisa muncul di sini.

Sekarang walau ada sepuluh ekor kuda yang paling kuat,

juga tidak akan dapat menarik Li Yuan-wai keluar dari

sana.

Zhan Feng mengatakan apa, dia menuruti apa, dia

mengatakan tidak boleh pergi ke depan, Li Yuan-wai tidak

pergi ke depan.

Zhan Feng mengatakan dia pernah jadi teman baiknya

Ouwyang Wu-shuang, dan Li Yuan-wai percaya mereka

adalah teman baik, sedikitpun tidak bertanya sampai

seberapa baiknya mereka.

Zhan Feng tertawa berkata, “Aku ingin jadi ratu.”

Li Yuan-wai menjawabnya, “Mari, aku temani kau keibu

kota, akan ku turunkan orang tua kecil itu dari tahtanya, dia

sungguh sudah terlalu lama bertahta.”

Masalah sudah sampai begini, demi mendapatkan

senyum wanita cantik, jangan kata membunuh orang

membakar rumah, walau menginginkan jantungnya, dia

juga tidak akan mengerutkan alisnya, dia akan mengambil

sebilah pisau membelah dadanya dan mengeluarkan

jantungnya.

0ooo(dw)ooo0

Didunia persilatan dalam satu malam sudah tersebar satu

hal yang amat besar.

Yaitu Tangan Cepat Xiao Dai telah menantang Gaibang.

Yang dia tantang adalah Ketua Pengawas Honorer Li

Yuan-wai.

Tempatnya dikota Fu Rong, gedung Wang Jiang.

Waktunya bulan tujuh tanggal tujuh jam dua belas

malam.

0ooo(dw)ooo0

Surat tantangannya diterima oleh kepala cabang

Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan dari cabang Gai-bang

ke empat puluh dua, di Jiang Nan, dan orang yang

mengantar surat walau telah membawa kartu nama Xiao

Dai, tapi dia tidak mengenalnya, karena dia hanya preman

kelas tiga yang diupah untuk jasa mengirimkan surat saja.

Ini adalah hal yang besar, orang-orang di Gai-bang tidak

ada yang menunda, maka saat murid-murid Gai-bang akan

memberitahukan hal ini pada Li Yuan-wai, mereka satu

persatu jadi gelisah, juga jadi bengong.

Mereka menemukan tidak ada satu orang pun yang tahu

sekarang Li Yuan-wai ada dimana, Kepala Pengawas ini

tidak menentu jejaknya.

Maka seluruh murid Gai-bang seperti lalat tanpa kepala,

kemana-mana menanyakan dimana Li Yuan-wai yang

ternama didunia persilatan karena pesta daging anjingnya.

0ooo(dw)ooo0

Sebenarnya Li Yuan-wai suka berjalan-jalan, dalam

sepuluh hari atau setengah bulan dia bisa tidak muncul,

mencarinya di dalam lautan orang sungguh bukan satu hal

yang gampang.

Apa lagi dia sekarang sedang jatuh ke dalam lautan

asmara, tinggal di Perumahan Zhan Bao.

Karena para kepala bagian yang kedudukannya sedikit

tinggi di Gai-bang matanya sampai bocor mengharap,

murid-murid yang sedikit rendah kakinya sudah hampir

patah lari kesana kemari, mereka juga tidak menemukan Li

Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0

Bulan tujuh tanggal tujuh hanya tinggal sepuluh hari lagi

dari sekarang.

Li Yuan-wai walau tidak tahu kabar ini, tapi di jalan

raya, di gang kecil, restoran, warung teh, semua orang

sudah tahu akan hal ini, yang mereka bicarakan juga hal ini.

Hingga ada bandar judi, bank, pegadaian sudah mulai

menerima uang taruhan, bertaruh siapa pemenang dalam

pertarungan dari kedua pesilat tinggi didunia persilatan ini.

Tentu saja yang bertaruh untuk Tangan Cepat Xiao Dai

lebih banyak, bagaimana pun Tangan Cepat Xiao Dai

menjadi ternama karena ‘Tangan Cepat’nya. Dan

kemasyuran ‘Harum Sedap Tiga Li’ nya Li Yuan-wai lebih

besar dari Hartawan Li’.

0ooo(dw)ooo0

Tidak ada orang yang tahu kenapa Tangan Cepat Xiao

Dai menantang Li Yuan-wai.

Lebih lebih tidak ada orang yang tahu mereka ini

berteman, sepasang teman baik yang bisa menitipkan hati.

Orang orang suka melihat keramaian, asal ada

keramaian untuk dilihat, siapa yang memperdulikan

kedudukan mereka ini?

Makanya kota Fu Rong yang hanya berjarak satu hari

perjalanan kuda dari Perumahan Zhan Bao segera menjadi

kota yang tidak ada malam, ramai terus menerus, orangorang

dunia persilatan yang sempat datang semuanya telah

datang, walau ‘keramaian’ itu masih ada sepuluh hari lagi

baru bisa melihatnya.

“Bulan tujuh tanggal tujuh adalah hari ‘Pertemuan burung

gereja dijembatan’, yang dilihat seharusnya ‘gembala sapi’

dengan ‘penenun wanita’ (perayaan Kue Bulan), apa kalian

tidak salah?”

Jika bicara begini dengan orang, dijamin ada orang

menghadiahkan satu tamparan keras, dan orang akan

memberi tahu ‘kau yang tidak benar? ‘gembala sapi’ dengan

‘penenun perempuan’ setiap tahun juga bisa menontonnya,

pertarungan Tangan Cepat Xiao Dai dengan Hartawan Li

malah seumur hidup tidak akan dapat melihat kedua

kalinya.”

0ooo(dw)ooo0

Tengah malam, di Perumahan Zhan Bao di kamarnya

nona Zhan Feng.

Tampak ada dua bayangan langsing, bayangan itu

tercetak dikertas jendela disorot sinar lilin.

“Jauh-jauh datang kesini, apa tidak akan membuat dia

curiga?”

“Tidak, dia sekarang setiap malam selalu tidur sampai

tengah hari keesokan harinya.”

“Kenapa kau menggunakan nama Xiao Dai menantang

Li Yuan-wai?”

“Aku tidak bisa menemukan Li Yuan-wai, terpaksa

menggunakan cara yang jelek ini.”

“Aku merasa kebencianmu sangat menakutkan, apakah

tidak bisa sedikit sabar?”

“Sudah cukup lama aku menahannya, kau seharusnya

mengerti bagaimana keadaan hatiku, lagi pula aku takut

setelah lewat beberapa saat lagi aku sudah tidak bisa

mengendalikan Xiao Dai, kau sudah katakan, obat itu kalau

dipakai terlalu lama, maka dengan sendirinya hilang khasiat

obatnya.”

“Terserah kau saja, aku juga tahu tidak ada alasan

menasihatimu, juga tidak akan bisa menyadarkanmu.”

“Apa sudah ada kabar Li Yuan-wai?” Ouwyang Wushuang

memandang Zhan Feng berkata.

“Tidak ada.”

“Sejak aku melarikan diri, dia malah seperti angin

menghilang, sungguh aneh?” kata Ouwyang Wu-shuang

tidak mengerti.

“Tidak mungkin! Kau utus lebih banyak orang

mencarinya, tentu bisa menemukannya.”

“Sudahlah, asal dia tidak mati, dia pasti akan datang

menerima tantangan itu, aku tahu dia mau kehilangan

namamya, apa lagi masih terkait dengan nama Gai-bang.”

“Apa kau sudah tahu keadaan hatinya.”

“Apa gunanya, sudahlah, aku akan kembali.” Ouwyang

Wu-shuang dengan marah berkata, dia sepertinya benarbenar

membenci sekali Li Yuan-wai.

Sesosok bayangan orang keluar dari jendala nona Zhan

Feng, dengan cepat pergi jauh.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng memandang kegelapan malam, dia berpikir

lama.

Apa yang sedang dipikirkan? Bukankah dia dengan

Ouwyang Wu-shuang adalah teman yang sangat baik?

Kenapa dia tidak memberitahu Ouwyang Wu-shuang,

bahwa Li Yuan-wai ada di sini?

Apa dia benar sudah mencintai Li Yuan-wai?

Tidak ada orang yang tahu isi hatinya, hati wanita

memang seperti jarum di dasar laut.

Apa lagi wanita yang secantik dia.

0ooo(dw)ooo0

Ketika Ouwyang Wu-shuang sampai di rumah hari

sudah sedikit terang.

Tidak diduga olehnya Tangan Cepat Xiao Dai sudah

bangun, dan juga sedang menatapnya dengan sorot mata

yang aneh.

Dia terkejut, tapi dengan tersenyum berkata, “Kenapa

kau bangun? Kenapa tidak tidur lagi sebentar?”

Xiao Dai menggelengkan kepala berkata, “Seorang

pesilat mana boleh setiap hari tidur sampai tengah hari?

Aku sungguh tidak mengerti mengapa aku jadi begini, tidak

bisa bangun pagi, makanya aku kemarin malam malah

tidak tidur, begini pagi kau pergi kemana?”

“Tidak kemana-mana, hanya jalan-jalan di sekitar sini.”

“Betul?”

Ouwyang Wu-shuang sudah sedikit marah. “Lihat,

rupanya kau sepertinya tidak percaya pada ku, kau curiga

apa, boleh katakan!”

“Apa aku pernah mengatakan aku tidak percaya kau?”

Benar, tapi Xiao Dai tidak mengatakannya, Ouwyang

Wu-shuang diam-diam dia marah pada diri sendiri yang

kurang bisa tenang.

Seorang pencuri, selalu mempunyai perasaan salah.

Penjahat didunia biasanya semua menuduh duluan.

Karena mereka ingin dengan alasan yang bukan alasan,

membuyarkan perhatian orang, untuk menutupi maksud

sebenarnya.

Jika penjahat ini adalah seorang wanita, maka dia

dengan menambah beberapa tetes air mata, hasilnya akan

lebih bagus lagi.

Ouwyang Wu-shuang sangat mengerti ini, makanya dia

menangis, suara dan air mata bersama-sama turun.

“Xiao Dai, sekarang aku baru menyadari sebenarnya kau

tidak cinta padaku, kau semalaman tidak tidur, apakah aku

juga tidur? demi dirimu aku lari ke Perumahan Zhan Bao

mencari nona Zhan Feng meminta obat, kau malah dengan

tingkah begini menghadapi aku, aku tahu kau pasti sudah

menyesal, menyesal tidak seharusnya menantang Li Yuanwai,

betul tidak? Kau juga tidak mau aku lagi, betul tidak?

Jika kau tidak mau aku karena aku pernah menikah, kau

katakan saja! Kenapa harus memakai cara mengatakan aku?

Apakah kau tidak tahu aku paling tidak bisa menerima

begini?”

Hati Xiao Dai jadi sakit.

Laki laki yang menemui dengan keadaan yang begini apa

hatinya tidak sakit?

Kecuali dia tidak mencintai wanita ini, kalau tidak, mana

bisa dia menahan tangisan dan omelan yang seperti bunga

Li di bawah hujan.

Seperti ketakutan dia menyalahkan dirinya, Xiao Dai

buru-buru mendekat dengan hati-hati berkata, “Xiao

Shuang, Xioa Shuang kau jangan menangis! Aku tidak

benar, aku salah, boleh tidak? Hay, sekali kau menangis,

hatiku jadi hancur oleh tangismu…. sebenarnya aku hanya

sedikit sakit kepala saja, buat apa kau pergi jauh- jauh….

baik, baik, aku minta maaf, aku tidak seharusnya curiga,

bolehkah?”

0ooo(dw)ooo0

Orang yang tidak pernah jatuh cinta sama sekali tidak

akan terpikir laki-laki bisa dengan begitu mudahnya takluk

di bawah air mata wanita.

Juga sulit dibayangkan setinggi apapun kepahlawanan,

sama akan kalah oleh air mata kekasih.

Itu kenyataan, jika tidak ada kebenaran, pendakwajadi

terdakwa.

Kelihatannya Xiao Dai sudah masuk ke dalam

permainan cinta dengan Ouwyang Wu-shuang, selamanya

dia dipihak yang kalah.

Dan juga jika terus begini, mungkin pada suatu hari

celana juga akan habis karena kalah.

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tentu saja di dalam

tawanya mengandung banyak arti yang hanya dia sendiri

yang tahu.

Xiao Dai juga tertawa, hanya karena Ouwyang Wushuang

tertawa diajadi tertawa.

Dia sekarang jadi sering begini, sepertinya dia

mempunyai rasa gembira marah sedih suka semuanya

sudah dikendalikan olehnya.

Cinta macam apa ini?

Cinta yang sudah kehilangan aku, bisa bertahan berapa

lama cinta seperti ini?

Jika tidak ada orang yang memberitahu Xiao Dai, mana

dia bisa sadar?

Setelah memeluk bahunya, menemani dia masuk ke

kamarnya.

Dipojok jalan keluar seseorang, seorang berbaju pelajar

yang bekerja untuk Polisi Setan, pergi mencari obat.

Disaat Ouwyang Wu-shuang kembali dari Perumahan

Zhan Bao, orang berbaju pelajar ini sudah mengikutinya.

Dia tentu saja tidak tahu ada yang menguntitnya, dan

juga sama sekali tidak mungkin tahu dia sedang dikuntit.

Karena ilmu meringankan tubuhnya sudah mencapai

taraf menginjak salju tanpa jejak, mana bisa Ouwyang Wushuang

menyadarinya?

‘Sandiwara pagi’ sepasang kekasih muda ini, tentu saja

tidak lepas dari pandangannya.

Dipagi sekali, semuanya hening, sedikit suara saja sudah

bisa didengar dari kejauhan, makanya pembicaraan Xiao

Dai dan Ouwyang Wu-shuang, dia juga mendengarnya

dengan jelas sekali.

Wajah dia yang sedikit kaku itu, walau tidak terlihat ada

reaksi, tapi dalam kedipan sepasang matanya, ada banyak

rasa terkejut dan aneh, sampai-sampai ada sedikit sakit hati,

semacam sakit hati yang tidak akan dimengerti oleh orang

luar.

Dia perlahan bergumam, “Xiao Dai, kenapa kau bisa

berubah jadi begini? Kenapa kau berubah jadi begini?

bagaimana orang sepertimu bisa jadi begini? yang seharihari

berkata penuh dengan kelucuan, dengan bangganya

berkelana didunia persilatan, Hanya kerena wanita ini,

sampai temanmu yang paling baik, kau juga tidak dapat

melepasnya?”

Dia membalikkan tubuhnya pergi, dengan kecepatan

yang paling cepat, karena dia sungguh tidak ingin melihat

lagi Tangan Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai yang tidak dikenal lagi.

0ooo(dw)ooo0

BAB 11

Orang berbaju pelajar

Hari baru saja terang, seperti di jalanan antara kota

Xiang Yang dan Perumahan Zhan Bao.

Orang berbaju pelajar memperlambat larinya, karena

dari jauh dia sudah melihat sepasang manusia bersaudara

yang berwajah sangat buruk menghadang ditengah jalan

dengan jarak diluar sepuluh zhang.

Kegemaran ‘orang makan orang’ Gigi Gergaji Bersaudara

sedang kambuh, setelah susah payah mencari semalaman,

mereka belum menemukan pesilat tinggi dunia persilatan

yang cocok dengan seleranya, sekarang mendadak melihat

gerakan seperti elang besar dari orang berbaju pelajar,

mereka sangat gembira sampai hampir gila.

“Kak, coba lihat! Dari jauh aku sudah melihat orang ini,

hmmm, melihat wajahnya, pasti nikmat, pasti nikmat,”

kata Orang kedua Gigi Gergaji dengan gembira pada

kakaknya.

“Adik, kau hebat, matamu tampaknya lebih tajam, baik,

nanti kau akan mendapat lebih satu tangan, he…. he…. he

sungguh raja langit tidak mengecewakan orang yang

bersusah payah setelah melotot sia-sia semalaman, kau

lihat, bukankah raja langit telah menjatuhkan seekor

kambing gemuk? He…. he…. he,” kata Orang tertua Gigi

Gergaji juga bangga, dia sepertinya sudah kelaparan tiga

hari, tiba-tiba menemukan semeja besar masakan ‘Man Han

Quan Xi’ yang enak.

Orang berbaju pelajar menghentikan larinya, berdiri pada

jarak dua zhang dihadapan sepasang orang ini.

Melihat dua orang mayat hidup yang tujuh puluh persen

seperti setan, tiga puluh persen seperti manusia, orang

berbaju pelajar jadi terkejut juga.

Karena siapa pun, jika pertama kali melihat wajah dan

kelakuan manusia bersaudara, tentu akan terkejut. Apa lagi

jika bertemu di malam hari, orang yang kurang berani

walau tidak seketika pingsan, mungkin juga akan kencing

dicelana.

“Apakah kalian ada urusan?” Tanya orang berbaju

pelajar tawar.

Dua orang mayat hidup itu tertawa sebelum menjawab,

suaranya seperti mengerik katel, sungguh membuat kulit

tubuh jadi merinding seperti kulit ayam, orang tertua Gigi

Gergaji berkata, “He…. he…. he sobat, kau sendiri yang

menabrak masuk kepintu neraka, kami berdua sungguh sulit

sekali mencarimu, he…. he….”

“Mencari aku?!” kata Orang berbaju pelajar sedikit

terkejut.

Jika ada dua ‘orang hidup’ yang jika setan bertemu pun

akan sakit kepala, kemudian mereka mencarimu, mungkin

kau mimpi juga bisa jadi bangun karena terkejut kalau kau

melihat dia.

Orang berbaju pelajar ikut terkejut, sama sekali bukan

karena takut, tapi karena….

Pertama, dia berilmu tinggi, orangnya pemberani.

Kedua, didunia ini sudah tidak ada hal lagi yang dapat

membuatnya merasa takut.

Ketiga, dia menduga orang ini tidak menakutkan, tapi

seorang manusia ‘biasa’, sepertinya mereka berpura-pura

menjadi setan atau bermain-main menjadi dewa, jujur saja

dia sudah merasa tidak senang.

“Benar, mencarimu, kalau kami tidak mencarimu buat

apa menunggu di sini?” kata orang kedua Gigi Gergaji.

Suaranya walau sedikit lebih enak didengar tapi

dibandingkan dengan kakaknya, tetap masih ada perbedaan

dengan manusia biasa.

“Mencari aku?! Menunggu aku?! Aku pikir kalian

mungkin salah! sekarang sudah terpikir oleh ku, yang harus

mencari orang adalah aku, dan aku sudah lama mencari

kalian,” kata orang berbaju pelajar tiba-tiba.

Sekarang giliran Gigi Gergaji bersaudara yang terkejut,

kerena mereka sama sekali tidak mengerti kapan pernah

berhubungan dengan orang berbaju pelajar yang gagah dan

tampan ini, dan orang ini tidak seperti orang biasa yang

sekali melihat mereka sudah ketakutan setengah mati, orang

berbaju pelajar ini malah sikapnya meyakinkan sekali.

“Kau…. kau kenal kami?” Orang kedua Gigi Gergaji

berkata.

“Kenal? mana bisa aku mempunyai teman seperti kalian,

dengan wajah seperti kalian berdua, setan pun tidak berani

berhubungan dengan kalian, aku kan bukan raja neraka

mana bisa kenal kalian?” Orang berbaju pelajar semakin

tenang, malah mulai mengejek.

“Kau…. kau tidak kenal dengan kami kenapa mau

mencari kami?” kata orang kedua Gigi Gergaji sedikit aneh.

“Coba terka?” kata orang berbaju pelajar dengan santai,

sambil mengendong sepasang tangan kebelakang.

“Adik, jangan banyak bicara dengannya, cepat selesaikan

saja, kita harus pulang untuk menyalakan api menggodok

air,” kata Orang tertua Gigi Gergaji sedikit terburu-buru

pada adiknya.”

“Kak, tunggu sebentar, aku lihat orang ini ada sedikit

tidak benar, biar aku selidik dia dulu,” jawab Orang kedua

Gigi Gergaji.

Dari sepasang manusia kembar ini, orang kedua tampak

lebih kecil, lebih teliti dan lebih pintar, orang kedua Gigi

Gergaji lebih pintar dibanding orang pertama, makanya

setiap urusan diluar, juga kebanyakan orang kedua yang

mengurus.

“Kau jangan pura-pura misterius, cepat katakan kau ini

siapa sebenarnya? Dan kenapa bisa mencari kami?” kata

Orang kedua Gigi Gergaji.

“Oww? Kalian tidak bisa menduganya? Kalau begitu biar

aku kasih tahu kalian, walau aku tidak kenal dengan kalian,

tapi aku pernah mendengar kalian ‘orang makan orang’ Gigi

Gergaji Bersaudara, benar tidak? Mengenai tujuan aku

mencari kalian, juga sama dengan kalian,” kata Orang

berbaju pelajar malah masih bisa tertawa pada mereka

berdua.

0ooo(dw)ooo0

“Betul, betul sekali, walau aku tidak makan daging

orang, tapi suka membunuh setan, bukankah kalian suka

pura-pura menjadi setan?” tanya orang berbaju pelajar

tertawa.

“Kau…. kau masih hidup ingin bertemu setan, aku lihat

kau sudah bosan hidup, jangan menyalahkan kami

bersaudara, jika kau tidak ingin hidup lagi, kami terpaksa

mengabulkan kau.” Dengan sangat marah orang kedua Gigi

Gergaji berkata.

“Masih hidup ingin bertemu setan?! tentu saja selama

hidup aku tidak ingin bertemu setan, tapi persoalannya lain

jika setannya setan palsu atau setan pemakan orang, hari ini

kalian telah bertemu dengan aku, anggap saja kalian

bertemu setan sial, harap…. biar kita bertiga melakukan

setan menghajar setan, coba lihat siapa yang akan benarbenar

berubah menjadi setan betulan.”

Orang berbaju pelajar terus berkata setan, hampir saja

membuat ‘orang makan orang’ bersaudara marah

memuntahkan darah.

Gigi Gergaji Bersaudara didaerah Liang Huai sangat

menakutkan orang, sampai anak kecil waktu di malam hari

jika menangis asalkan mendengar nama mereka segera akan

berhenti menangis ketakutan. Kekejaman, kesadisan,

kekejian mereka bisa dibayangkan. Orang dunia persilatan

yang biasa-biasa jika bertemu dengan mereka menghindar

saja masih takut tidak keburu, mereka mana pernah

bertemu dengan orang seperti orang berbaju pelajar yang

bisa tertawa mengolok, kata-katanya tidak karuan lagi.

Makanya Gigi Gergaji Bersaudara setelah berteriak aneh,

‘tongkat gigi srigala’ dan ‘tongkat tengkorak’ bersamaan

waktunya dengan membawa angin amis dan langit penuh

dengan bayangan hitam, menutup kearah orang berbaju

pelajar.

Orang berbaju pelajar tubuhnya seperti daun Liu menari

melayang-layang di antara celah dua orang bersaudara,

mulutnya tetap tertawa mengejek berkata, “Yow, kenapa

ketika sedang berbicara setan sudah masuk ke tubuh!”

0ooo(dw)ooo0

‘Orang makan orang’ dua orang bersaudara ilmu silatnya

walau tidak terhitung paling top didunia persilatan, tapi

juga sedikit sekali orang yang bisa melawannya, sekarang

setelah bentrok dengan orang berbaju pelajar, dua orang ini

tidak tahan hatinya menjadi dingin bergetar.

Karena ilmu silat orang berbaju pelajar ini tarafnya tidak

bisa mereka bayangkan, bukan saja mereka berdua dengan

sekuat tenaga masih tidak dapat menyentuh baju orang,

lebih-lebih melihat orang tampak begitu santai, seperti

bangun pagi hati sedang olah raga melatih diri.

Apa lagi yang menakutkan adalah bukan saja dia tidak

memakai senjata juga masih menggendong tangan di

belakang tubuhnya, hanya menghindar saja, belum

mengeluarkan jurusnya.

“Pertarungan ini mungkin sulit diteruskan.” Orang kedua

Gigi Gergaji berpikir di dalam hati, tapi gerakan tangannya

tidak mengendur, tetap saja dengan kuat menyerang dan

sekuat tenaga memukul.

Dan orang pertama Gigi Gergaji otaknya tidak begitu

teliti, walau merasa gerakan lawan begitu ringan dan lincah,

dirinya berhasil menghindarnya adalah nasib orang itu

masih bagus, tidak terpikirkan jika disaat menghindar

lawannya mengeluarkan serangan balik, dirinya juga tidak

akan begitu gampang berkelit.

Karena lawan tidak mengadakan serangan, maka dirinya

tidak perlu bertahan.

Pertarungan yang tidak menjaga pertahanan dan hanya

mementingkan menyerang…. tidak perduli pertempuran

apa, semuanya akan mudah melakukannya.

Orang yang menyerang gerakannya sangat dahsyat, keji,

sedikitpun tidak memberi ampun, gulungan-gulungan

bayangan tongkat, tiba-tiba keatas tiba-tiba ke bawah,

sangat rapat sampai angin juga tidak bisa menembus,

semuanya mengarah pada tempat mematikan lawan.

Orang berbaju pelajar dengan santai, ringan, seperti

angin menggoyang pohon Liu, bayangannya bergerak di

timur tiba-tiba di barat, seperti setan, sampai ujung bajunya

juga tidak bisa disentuh lawannya.

“Berhenti…. berhenti!” teriak orang kedua Gigi Gergaji

keringat dinginnya bercucuran, tiba-tiba keluar dari

lingkaran pertarungan.

Orang tertua Gigi Gergaji mendadak mendengar orang

kedua berteriak, tangan sedikit melambat, dengan

sendirinya juga berhenti menyerang, dengan bengong

melihat orang kedua.

Orang berbaju pelajar dengan tenang tertawa katanya,

“Mengapa berhenti?! Apa kau tidak salah?! Aku sampai

sekarang masih belum menggerakkan tangan? Kau katakan,

bagaimana aku menghentikan tangan ini?”

Mayat hidup bersaudara wajahnya menjadi merah, Gigi

Gergaji Bersaudara biar bagaimanapun tetap adalah

manusia.

Tampak wajah putih pucat orang kedua Gigi Gergaji

juga menjadi merah.

“Kau…. siapa dirimu sebenarnya?!”

“Kenapa? Sampai sekarang kalian baru ingat

menanyakan aku siapa?”

“Seorang laki laki…. matanya tidak bisa kemasukan

pasir, jika seorang laki laki…. sebutkan namamu,” kata

orang kedua Gigi Gergaji sedikit takut dengan gagap.

“Kalian tidak usah tahu, aku jamin aku dengan kalian

pasti tidak ada pertalian famili, perkataan yang tidak

berguna tidak perlu diteruskan,” kata orang berbaju pelajar

dengan santai.

“Apa kau…. kau tidak ingin dikenali orang?”

“Mungkin betul, setelah aku bertanya beberapa hal pada

kalian, kalian pasti tahu siapa aku, sekarang kalian tidak

mau bertarung lagi, maka kalian harus menjawab

pertanyaanku, ada orang berkata kalian pernah tinggal di

penginapan Lian Shen meracun dan membawa pergi

Tangan Cepat Xiao Dai betul tidak?” Orang berbaju pelajar

saat ini sudah merubah sikap dan nada perkataannya.

Gigi Gergaji Bersaudara terkejut bersamaan waktu

berkata, “Kau…. kau bicara apa?!”

Orang berbaju pelajar membentak, “Kalian sekarang

lebih baik mendengar kata-kata aku, jika tidak….”

Seperti sinar kilat lewat, Gigi Gergaji Bersaudara

bersamaan merasa dingin lehernya, kemudian baju luar

orang berbaju pelajar menutup lagi.

Tidak perlu disangsikan lagi, barusan mereka berdua

sudah berkeliling dan kembali dari istana neraka, kerena

sinar kilat itu walau tidak terlihat dengan jelas, tapi mereka

tahu itu adalah sebilah pedang, sebilah pedang yang haus

darah.

Didunia ini mana ada pedang yang begitu cepat?

Sungguh hal yang sulit dibayangkan.

Gigi Gergaji bersaudara sekarang seperti benar-benar

bertemu setan, menatap orang berbaju pelajar, dan tampang

mereka sangat lucu.

Dua wajah yang menakutkan orang, bisa berubah jadi

wajah ketakutan karena orang, orang yang tidak pernah

melihatnya, pasti tidak bisa membayan gkannya.

“Tidak perlu kukatakan kalian juga tahu itu adalah

sebilah pedang, aku bisa beritahukan pada kalian, asal aku

senang, aku bisa sembarangan waktu melakukannya lagi,

tapi disaat melakukannya lagi aku bisa pastikan, pedang itu

tidak hanya menempel melewati leher kalian, tapi akan

memotong tenggorokan kalian.”

Perkataannya berhenti sejenak, orang berbaju pelajar

melanjutkan, “Sekarang beritahu aku benarkah ada kejadian

yang aku tanyakan? Tentu saja yang ingin aku dengar

adalah kata-kata yang benar, dan kalian jangan coba-coba

mempermainkan, kata benar atau kata bohong aku bisa

dengan mudah membedakannya.”

0ooo(dw)ooo0

Orang yang bisa makan orang, bisa dikatakan dia besar

nyalinya.

Orang yang bisa makan orang, belum tentu nyalinya

besar.

Besar nyali dengan nyali besar sepintas artinya sama, tapi

sebenarnya banyak perbedaan, apa lagi disaat nyawanya

terancam dan disaat nyawanya tidak terancam.

Makan orang bagaimana pun dirinya tidak akan mati.

Makanya Gigi Gergaji Bersaudara dapat dengan besar

nyali memakannya.

Sekarang jika mereka tidak mengatakan dengan benar

maka akan mati, disaat beginilah bisa melihat sebenarnya

nyali mereka cukup besar atau tidak.

0ooo(dw)ooo0

“A…. ada.” Lidah Gigi Gergaji Bersaudara hampir jadi

simpul.

“Aku tahu satu hal, yaitu sasaran yang tadinya kalian

tujukan bukanlah Tangan Cepat, siapa sasaran sebenarnya?

Katakan!” orang berbaju pelajar dengan keras berkata.

“Ialah…. ialah Polisi Setan…. dan Hartawan Li….”

“Alasannya?” Orang berbaju pelajar dengan dingin

mengucapkan satu kata.

Namun satu kata ini tidak diragukan seperti sebuah

godam, memukul hati Gigi Gergaji Bersaudara.

Karena mereka tahu setelah alasan ini diucapkan, asal

terdengar orang lain, maka kematian mereka akan datang.

“Kami…. kami hanya ingin memakan daging mereka….”

Orang kedua berusaha menyangkal.

“Betulkah?”

Ketika kata ‘kah’ belum berhenti, orang keduaGigi

Gergaji sudah menjerit berkata, “Ibu….!”

Sebuah telinga kanan sudah jatuh di atas tanah kuning,

meloncat dua kali baru berhenti.

Dalam sekejap setengah wajah orang kedua Gigi Gergaji,

di atas bajunya yang putih, di tanah, sudah menjadi merah.

Dan disaat orang kedua Gigi Gergaji melihat satu kilatan

sinar putih itu, baju luarnya orang berbaju pelajar sudah

menutup kembali.

0ooo(dw)ooo0

Gigi Gergaji ingin sekali membungkukan tubuh

memungut telinganya sendiri, tapi orang karena sakit

sampai berdiri juga hampir tidak bisa.

Sekarang matanya sudah hampir keluar, terus

memandangi telinga yang bentuknya aneh itu, sepasangan

tangannya dengan sekuat kuatnya menekan tempat yang

berdarah, tongkatnya juga sudah jatuh disisi dirinya.

Bagaimanapun dia seperti tidak percaya bahwa telinga

yang jatuh adalah barangnya sendiri, tapi perasaan dia

memberitahu itu pasti tidak salah, memang itu adalah

telinganya sendiri.

Orang hanya bisa melihat telinga orang lain, tidak akan

bisa melihat telinga diri sendiri.

Kalau suatu hari bisa melihat telinga sendiri jatuh,

keadaannya tentu sulit digambarkan.

“Itu memang telingamu, pasti tidak akan salah, di

kemudian hari kau tidak akan bisa tidak melihatnya lagi,

dan selanjutnya orang tidak lagi susah membedakan kalian

berdua, yang mana kakaknya, dan yang mana adiknya.”

Dua orang itu tampak marah, dengan pandangan benci

melihat pada orang berbaju pelajar.

Mereka sekarang sudah tahu lawannya tidak main-main,

walau nada bicaranya masih ada sedikit terasa main-main.

Bertarung atau melarikan diri? Mereka berdua hampir

bersamaan memikirkannya.

Orang berbaju pelajar saat ini berkata lagi, “Jangan

mengambil resiko, apa pun yang akan kalian lakukan, aku

jamin sebelum kalian melakukannya tidak akan lebih cepat

dari pada aku, sekarang mari kita lanjutkan

pembicaraannya, kau yang lebih tua! Kau yang jawab, ingat

telinga ini, aku tidak mengharapkan melihat telinga yang

lain, mmm, apa alasannya?”

Orang tertua Gigi Gergaji merasa gentar sampai mundur

dua langkah, dia sudah ketakutan sekali.

Suaranya seperti menangis berkata, “Aku…. aku….

kau…. me…. mereka….” malah tidak mengatakan apa apa.

Orang berbaju pelajar mengerti, terpaksa membalikkan

kepala pada orang kedua Gigi Gergaji berkata, “Kau saja

yang menjawabnya! Tapi akibatnya kau yang bertanggung

jawab.”

Kata ‘kau’ yang terakhir mengatakannya pada orang

pertama.

Orang pertama itu dengan sendirinya segera menutup

telinganya sendiri berkata, “A…. Adik, kau…. kau harus

mengatakan sejujurnya ya.”

“Atas perintah siapa?”

“Atas perintah pemimpin kita….”

“Siapa?”

“Kitajuga…. juga tidak tahu.” Orang berbaju pelajar

melototkan sepasang matanya.

Orang pertama Gigi Gergaji sudah menutup sepasang

telinganya mundur beberapa langkah.

“Be…. benar, kita dikendalikan oleh pengaruh obatnya,

terpaksa mendengar kata kata dia, dia setiap kali bertemu

dengan kami wajahnya selalu pakai cadar.”

“Lalu kenapa kalian tahu bahwa itu adalah dia?”

“Dia mempunyai satu senjata rahasia yang berupa bunga

Ju, asal dia memperlihatkannya, kami akan tahu itu adalah

dia.”

“Senjata rahasia Bunga Ju?”

“Benar, senjata rahasia seperti bunga Ju.”

Orang berbaju pelajar berpikir keras sambil memandang

matahari pagi dikaki langit, dia sungguh tidak pernah

mendengar ada senjata rahasia yang bentuknya seperti

bunga Ju, dan orang bercadar ini juga sangat misterius.

Kalau kesempatan tidak digunakan sebaik-baiknya maka

langsung hilang.

Bisa tidak menggunakan kesempatan itu adalah masalah

lain lagi.

Jika seseorang sedang dalam batas antara hidup dan

mati, jika tidak menggunakan kesempatan yang ada, akibat

yang ditimbulkan juga biasanya tidak bisa dibayangkan.

Dua puluh buah lebih senjata rahasia Paku seperti satu

sarang lebah melesat keluar, semua mengarah pada orang

berbaju pelajar, dilanjutkan dengan sabetan Tongkat

Tengkorak menyerang dari pinggir, dan sabetan Tongkat

Gigi Srigala yang ada dihadapan juga diayunkan

menyerang dari atas ke bawah.

Tepat disaat orang berbaju pelajar seperti sedang terlena

memikirkan sesuatu, Gigi Gergaji Bersaudara mengambil

kesempatan saling menukar pandangan mata, segera

menyerang dalam waktu bersamaan.

Mereka mengira ini adalah satu kesempatan menyerang

yang baik, satu kesempatan disaat lawan lengah.

Sebenarnya ini memang kesempatan baik, namun

mereka salah memperhitungkan lawan.

Sehingga, dimulainya juga cepat, diakhirinya juga cepat.

Dan akibat gerakannya, bagaimanapun mereka tidak

menyangka nyawanya mereka bisa melayang.

0ooo(dw)ooo0

“Aku sudah katakan kalian jangan coba-coba bergerak,

kenapa kalian tidak mau percaya? Dengan perbuatan kalian

sebenarnya mati juga sudah pantas, namun aku terus

mencari alasan supaya kalian bisa terus hidup, tapi kalian

sendiri telah melepaskan kesempatannya, mau

menyalahkan siapa?” kata orang berbaju pelajar

memandang Gigi Gergaji Bersaudara di atas tanah dengan

nada dingin.

Di atas tanah, orang tertua Gigi Gergaji sudah

menghembuskan nafas terakhir, sepasang matanya melotot

keluar, sepertinya masih tidak mengerti kenapa tenggorokan

sendiri seketika tidak bisa menghirup nafas lagi.

Sedang orang kedua Gigi Gergaji masih bisa sedikit

menghindar, walau tenggorokannya tidak putus semua, tapi

mungkin juga hidupnya tidak akan lama lagi.

Tampak dia sekarang sudah tidak ada waktu mengurus

telinganya, sepasang tangan memegang erat lehernya,

tergeletak di atas tanah, suaranya seperti pompa bocor

berkata, “Aku…. aku tahu…. siapa kau…. kenapa bisa….

bisa kau….?”

Sedikit menggoyangkan sudut bibirnya, orang berbaju

pelajar berkata, “Benarkah? seharusnya kalian sudah dari

tadi bisa berpikir, ketika aku kedua kalinya mengeluarkan

pedang, kalian sudah seharusnya tahu, sayang kalian tidak

bisa memikirkannya, jika tidak seharusnya tidak akan

berani menempuh bahaya ini.”

Orang kedua Gigi Gergaji benar-benar seperti telah

melihat ‘setan’, dia dengan kaku dan sedih berkata lagi,

“Pedangmu…. sungguh…. cepat sekali…. bisakah,…. aku….

aku…. melihat…. melihat…. sekali lagi….”

Orang berbaju pelajar melihat penjahat dunia persilatan

yang sekarat ini, hatinya tiba-tiba merasa tidak tega, tentu

saja dia mengerti maksud dia, bagaimana pun kesakitan dia

sekarang berlebihan juga.

Sehingga….

Sekali lagi sinar putih berkelebat lalu hilang.

Orang kedua Gigi Gergaji kali ini bisa melihatnya

dengan jelas, tapi juga selamanya tidak bisa melihatnya lagi,

karena didadanya sudah mengucurkan darah, dibagian

jantungnya.

Orang berbaju pelajar kali ini tidak segera menyimpan

pedang kebaju dalamnya.

Tentu saja supaya orang kedua Gigi Gergaji bisa

melihatnya lebih jelas lagi.

Sebilah pedang yang sangat kecil, lebarnya hanya satu

jari, panjangnya kira-kira dua che setengah.

Memakai pedang yang begitu pendek dan begitu kecil,

ilmu pedangnya pasti sangat mengejutkan orang, bukan saja

mengejutkan orang, mungkin sudah sampai tingkat ilmu

silat pedang yang paling tinggi.

Tidak dapat disangkal, ilmu pedang orang berbaju

pelajar sudah sampai pada puncaknya.

Yang mengherankan adalah ketika dia membuka baju

luarnya, tidak bisa melihat sarung pedangnya ada di dalam

bajunya.

Pedang yang tidak ada sarung pedangnya bukankah

gerakan pedangnya akan lebih cepat?

Tentu saja.

Orang yang mengeluarkan pedangnya sangat cepat

ketika bertarung dengan lawan juga lebih mudah mendapat

kesempatan pertama.

0ooo(dw)ooo0

Setelah menggantungkan pedangnya dibaju dalam, orang

berbaju pelajar melangkah pergi, mengarah ke matahari

pagi.

Didunia ini sudah tidak ada lagi orang ‘orang makan

orang’.

Tapi dia tahu malah ada banyak orang yang lebih

menakutkan dibanding ‘orang makan orang’.

Karena mereka memakan orang sampai selembar rambut

pun tidak disisakan.

Burung yang bangun pagi mencari serangga untuk

dimakan.

Orang berbaju pelajar semalaman tidak tidur, tidak tahu

apa yang telah dia temukan?

Serangga yang bangun pagi dimakan burung.

Dia semalaman tidak tidur, menganggap dirinya adalah

burung yang bangun pagi, siapa yang tahu malah dia

menjadi serangga yang bangun pagi.

Kejadian didunia ini, satu pun tidak ada yang bisa

menduganya?

Di kamar tamunya Zhan Long di Perumahan Zhan Bao.

Wajah Polisi Setan sudah banyak sembuh, akhirnya

nyawanya bisa dipungut kembali, tentu saja dia tahu siapa

yang menolong dirinya.

Ilmu silatnya Zhan Long tidak sebagus ilmu

pengobatannya, karena dia merasa menolong orang lebih

baik dibanding membunuh orang.

Makanya dia sejak kecil terus mempelajari ilmu

pengobatan, terhadap belajar silat dia tidak begitu

semangat, walau ayahnya adalah Ahli Silat Tabib Dewa

Zhan Tian Hoang yang termasyur di seluruh jagat.

Ahli Silat Tabib Dewa Zhan Tian Hong pada empat

puluh tahun yang lalu sudah memimpin para jago silat, dia

diangkat dengan hormat sebagai ketua dunia persilatan oleh

setiap aliran dan setiap perguruan.

Namun langit rupanya iri pada jenius ini, baru saja

istrinya melahirkan Zhan bersaudara dia segera meninggal

dunia, Tabib Dewa yang sudah tidak terhitung menolong

orang, tapi tidak dapat menolong istrinya, kasihan.

0ooo(dw)ooo0

“Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa obatnya sudah

dimakan?” kata Zhan Long dengan jujur sambil tertawa

bertanya pada Polisi Setan Tie Cheng Gong.

“Terima kasih, pendekar muda Zhan, kecuali di atas luka

masih terasa sedikit sakit, yang lainnya sudah baik, obatnya

tentu saja aku memakannya menurut aturan,” kata Polisi

Setan dengan tenaga yang masih lemah.

“Mmm, aku lihat setelah lewat sepuluh hari lagi, kau

sudah bisa keluar menangani perkara lagi!”

“Berkat tangan ajaibmu, seperti dewa” kata Polisi Setan

sambil tertawa.

“Bicara apa ini, kau terlalu sungkan,” wajah Zhan Long

sedikit malu.

“Dia pergi kemana? Kenapa seharian aku tidak melihat

dia?” tanya Polisi Setan seraya bangkit duduk, menyander

ke tiang ranjang.

“Biasa, dia keluar mencari Li Yuan-wai lagi, kau tidak

tahu dia begitu gelisah.”

“Hai, sayang aku tidak dapat membantunya, malah

merepotkan dia,” kata Polisi Setan mengeluh melanjutkan.

“Bicara apa ini?! Jika kau bicara demikian, bukankah aku

akan lebih malu lagi? Aku juga teman dia, asal ada niat itu

sudah cukup, apa lagi kau datang dari jauh, niatmu sudah

cukup membuat orang terharu.”

“Jangan sampai Li Yuan-wai terkena musibah apapun,

semua membuat aku jadi memikirkannya, coba kau pikir

kenapa Tangan Cepat Xiao Dai tiba-tiba mengirim surat

tantangan bertarung ke Gai-bang, apa dia gila?” kata Polisi

Setan merasa pusing.

“Aku juga tidak tahu, bukankah kau pernah berkata

mereka adalah teman sejak kecil dan tumbuh besar

bersama. Kenapa bisa timbul situasi begini? Sungguh

membuat orang bingung, apa sebabnya.” Jawab Zhan Long.

“Aku kenal dengan mereka juga secara terbatas, walau

sudah tinggal bersama beberapa hari aku hanya dapat

merasakan di antara mereka sepertinya ada semacam….

itu…. eee, perbedaan,” kata Polisi Setan sambil berpikir.

“Sungguh tidak disangka, masalah Ershao belum selesai,

sekarang timbul lagi masalah ini, sekarang semua orang

hampir tahu, pertemuan di Gedung Wang Jiang bulan tujuh

tanggal tujuh, sungguh satu hal yang membuat orang jadi

memeras otak, malah dua orang yang bersangkutan satu

pun tidak bisa dicari, sesungguhnya apa yang terjadi? Orang

mau menduga juga tidak tahu harus mulai dari mana,”

jawab Zhan Long.

“Aku berharap ‘dia’ bisa secepatnya bertemu mereka

berdua, siapa tahu masalahnya bisa dibereskan, jika tidak,

bagi orang luar ini hanyalah sebuah keramaian, bagi kita

yang mengerti ini tidak bedanya dengan sandiwara sedih,

hai…. dua orang ini….”

Polisi Setan terpikir dua orang ini hubungan mereka

seperti hubungan kaki dan tangan jadi dia tidak tahan

mengeluh.

“M asalahnya adalah walau ‘dia’ bisa menemukan

mereka berdua, bagaimana cara ‘dia’ menjelaskannya? Jika

tidak bisa menjelaskan, bagaimana bisa mendamaikan

pertarungan ini, kau juga tahu, sekarang ini bukan saja ‘dia’

tidak enak, tapi tidak bisa tampil terbuka,” kata Zhan Long

juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Polisi Setan terdiam.

Zhan Long juga terdiam. Karena mereka memang tidak

tahu harus bagaimana membereskan masalah ini.

Zhan Long dan Polisi Setan sepertinya tahu banyak hal.

‘Dia’ siapa? Kenapa tidak muncul?

Apakah orang berbaju pelajar adalah Ershao? Apakah

mungkin? Bukankah Ershao sudah mati?

Tapi….

Hanya orang yang sudah mati, baru tidak boleh muncul.

0ooo(dw)ooo0

Bab 12

Asmara, setia kawan? Sulit!

Persahabatan yang baik bagaimana pun, kalau di

dalamnya terdapat wanita, maka persahabatan ini juga akan

seperti arak bagus yang terbuka terlalu lama, perlahan-lahan

akan menjadi basi.

Jika wanita diibaratkan air, maka arak secangkir ini

bukan saja akan menjadi tidak bagus, mungkin menjadi

tawar, sampai orang tidak mau meminumnya.

Arak yang tidak enak diminum hanya tinggal dibuang.

Li Yuan-wai sungguh tidak mengerti, mengapa Xiao Dai

bisa melakukan hal yang selain dirinya tidak bisa mundur

lagi juga sangat tidak masuk akal.

Dia sungguh sangat marah, marah sampai ingin sekali

menemui dia dan merubah jadwal pertemuan pada bulan

tujuh tanggal tujuh dimajukan jadi besok, atau jadi

sekarang.

Orang yang kesabarannya bagus juga, tetap bisa marah.

Li Yuan-wai bukan orang yang sabar, juga bukan orang

persilatan kelas bawah, berani pada yang lemah takut pada

yang kuat, makanya saat mengetahui Xiao Dai

mengumumkan, mengajak bertarung dengan dirinya,

kemarahannya sudah seperti gunung berapi yang meletus,

tidak berbeda jauh.

Dia sekarang malahan sama sekali tidak memikirkan

kenapa Xiao Dai minta bertarung dengan dirinya?

Karena hal semacam ini tidak mungkin terjadi, jikalau

terjadi, maka itu menandakan Xiao Dai sudah tidak

memandang lagi hubungan persahabatan yang hampir sama

dengan hubungan sehidup semati.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai mengerti Xiao Dai, seperti dia mengerti

dirinya sendiri.

Jika Xiao Dai ingin membunuh seseorang, dia pasti

menyelidiki dulu seluruh keadaan lawannya baru berencana

lalu melakukannya.

Mereka sudah berhubungan bertahun-tahun, terhadap

ditinya mana Xiao Dai tidak mengerti.

Makanya Li Yuan-wai menjadi gelisah, karena dirinya

dengan Xiao Dai tidak ada rahasia sedikitpun.

Li Yuan-wai juga mengerti dirinya bukan lawannya Xiao

Dai.

Dia tahu jika dia datang menepati janji, hasil

pertarungannya dia pasti kalah, namun dia tidak bisa tidak

harus menepati pertemuan itu.

Janji pertemuannya bukan saja terlibat namanya, juga

melibatkan nama baik seluruh Gai-bang.

Karena di Gai-bang tidak ada orang yang takut mati, jadi

pasti menepati janji.

Apa lagi dirinya adalah Ketua Pengawas Honorer, tentu

saja tidak mengizinkan dirinya mundur.

Sehingga dua hari ini Li Yuan-wai tidak pernah tidur

nyenyak tidak pernah makan dengan tenang.

Yang dia pikirkan, semuanya adalah bagaimana supaya

dalam pertarungan ini jangan sampai kalah.

Tentu saja jika bisa menang adalah yang paling baik.

Nona Zhan Feng tentu saja melihat semua ini, karena

hal ini juga dia sendiri yang memberitahukan pada Li

Yuan-wai.

Li Yuan-wai melihat kegelisahan dan kepusingan di

mata Zhan Feng….

Hatinya seperti dipecut dengan keras sekali olehnya.

Tidak perlu dikatakan lagi dia juga mengerti apa arti di

dalam matanya.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng akhirnya tidak tahan, dia membuka mulut.

“Apakah kau jadi pergi?”

“Kau tentu tahu, aku tidak bisa menolak.”

“Apa kau tidak tahu peluangmu hanya ada sepuluh

persen?”

“Aku tahu, tapi walaupun mati, aku juga tidak bisa

membiarkan orang di seluruh dunia mengejek Hartawan Li

adalah pria lemah yang pengecut.”

“Apakah kau bisa menerka apa sebabnya Tangan Cepat

Xiao Dai menantangmu bertarung?”

“Jika ingin membunuh seseorang tidak perlu banyak

alasan, sekarang walau pun dia tidak membunuh aku, aku

juga akan membunuh dia, karena aku adalah Li Yuan-wai,

bukan seorang yang biasa hidup mewah, yang kerjanya

hanya menghitung uang.”

“Apakah kau pernah berpikir jika kau mati, aku

bagaimana?”

Benar, bila dirinya mati, asmara yang baru saja tumbuh

bukankah juga akan habis?

Apakah wanita ini mampu menerima pukulan ini?

Memulai cinta memang sangat sulit, maka dia juga tidak

bisa berlalu begitu saja?

Li Yuan-wai sungguh tidak ingin memikirkan hal ini,

tapi akhirnya terpaksa memikirkannya.

Makin dipikirkan dia makin takut, makin takut dia

makin tidak bisa menambah keberaniannya pergi menepati

pertemuan.

Cinta bisa membuat orang penakut tiba-tiba berubah jadi

pemberani.

Namun cinta juga bisa membuat seorang pahlawanjadi

pengecut.

Apa lagi cinta palsu yang seperti asli, juga bisa merubah

‘hartawan’ terkaya menjadi si miskin.

0ooo(dw)ooo0

Sekarang Li Yuan-wai merasa takut.

Dia takut kehilangan kekasih yang cantiknya seperti

dewi.

Lebih-lebih takut kehilangan cinta ‘kedua’ seumur

hidupnya ini.

Cinta pertamanya mengalami kegagalan, apakah dia

mau membiarkan cinta keduanya mengalami jalan yang

sama?

Zhan Feng tampak sedih karena tidak bisa memberi

bantuan, dia memandang Li Yuan-wai, berharap Li Yuanwai

bisa memberitahukan pada dirinya sebenarnya dia mau

pergi atau tidak?

“Benar, kau harus pergi, seorang laki laki boleh

kehilangan cinta, tapi tidak bisa kehilangan harga diri, apa

lagi namanya bisa lebih besar, lebih menggemparkan.”

Zhan Feng segera memutuskan.

Tidak ada seorang wanita yang mengharapkan

kekasihnya adalah seorang pengecut, apa lagi seorang

wanita yang belum menikah, lebih-lebih mengharapkan

kekasihnya adalah seorang pahlawan.

“Tapi aku tidak berharap kau pergi mengantar kematian,

makanya kau harus mendengar kata-kataku,” kata Zhan

Feng melanjutkan.

Li Yuan-wai dengan sorot mata yang kurang mengerti

memandang pada wajah yang cantik seperti bunga….

“Aku tidak bisa menghalangi kau supaya tidak pergi, tapi

aku tidak ingin kau mati, cara yang paling baik adalah kau

harus mengalahkan Tangan Cepat Xiao Dai, tentu saja kau

dan aku juga tahu dulu kau bukanlah tandingannya, itu

dulu. Ilmu silat seorang kan tidak selalu berhenti disatu

taraf, benar tidak? Jika ilmu silatmu tiba-tiba bertambah

kuat, demikian kuatnya sampai Tangan Cepat Xiao Dai

juga bukan tandinganmu, atau kau tiba-tiba berhasil belajar

cara membunuh yang setiap orang juga tidak bisa

menahannya, maka bukan saja kau boleh pergi, juga tidak

perlu mati, bukankah ini hal yang sempurna?” kata Zhan

Feng dengan tajam menatap Li Yuan-wai.

“Bisakah kau mengatakannya lebih jelas lagi.”

“Ayahku pernah berhasil membuat obat yang bisa

menambah tenaga dalam waktu singkat, obat ini setelah

dimakan bisa membangkitkan energi tubuh yang

tersembunyi, yaitu bisa dengan segera mempertinggi tenaga

dalam, sampai waktunya nanti kau boleh memakan obat

ini, tapi…. tapi obat ini mungkin bisa menimbulkan akibat

yang buruk….”

“Aku tidak takut.” Li Yuan-wai segera memotong, tapi

tidak memikirkan macam apa akibat itu.

“Selain itu, menggunakan beberapa hari ini, aku akan

mengajarkan kau sebuah jurus senjata rahasia, disaat

berbahaya meski tidak tentu bisa mematikan lawan, tapi

untuk melindungi diri lebih dari cukup, kau harus giat

belajar, aku benar-benar tidak ingin kau mati”

0ooo(dw)ooo0

Sungguh tidak terpikirkan oleh Li Yuan-wai bahwa

ayahnya Zhan Feng adalah ketua dunia persilatan pada

masa lalu Tabib Dewa Ahli Silat Zhan Tian Hong.

Ada lagi yang membuat dia terkejut adalah ilmu silat

Zhan Feng ternyata jauh lebih tinggi dari dirinya, selama

tinggal bersama beberapa hari ini, dia hanya tahu ilmu

pengobatannya yang hebat, sama sekali disangka ilmu

silatnya juga sudah mencapai taraf yang sulit dibayangkan.

Keturunan ketua dunia persilatan Tabib Dewa Ahli Silat

mana mungkin tidak bisa silat dan tidak tahu pengobatan?

Mata Li Yuan-wai hanya melihat kecantikannya Zhan

Feng saja, mana dia memikirkan yang lain?

Siapa bilang cinta itu buta?

Sekarang Li Yuan-wai malah ‘buta’ sampai senjata

rahasia apa yang diajarkan oleh Zhan Feng juga tidak tahu.

Apa dia tidak tahu sekarang yang dia pelajari adalah

serangan jarum Hujan Bunga Memenuhi Langit?

Senjata rahasia ini tidak perlu dibuat khusus, asalkan

jarum yang nomornya besar sedikit sudah bisa dipakai.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang pandai, belajar apa pun akan bisa dengan

cepat.

Li Yuan-wai adalah orang yang pandai.

Dia bisa memasak daging anjing yang begitu enak, tentu

saja dia belajar ‘jarum’ juga dengan sendirinya mudah.

Karena dapur dan kerajinan wanita adalah sepertinya

satu kelompok.

Dia sekarang malah bisa melepaskan senjata rahasia

sejauh satu zhang, dengan segenggam besar jarum sulam,

satu persatu dilemparnya, menerobos kertas jendela, dan

lubang kertas yang bolong dijendela hanya satu.

Dia juga sudah bisa melepaskan sejumlah tiga puluh

empat jarum sulam bersamaan waktu, dan membentuk satu

huruf Dai.

Apakah dia begitu benci pada Tangan Cepat Xiao Dai?

Atau dia sedang berpikir siapa sebenarnya yang idiot?

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng sangat puas. Dia puas atas kepintaran dan

ketekunannya.

Dia juga puas pada Li Yuan-wai yang penurut.

Setiap wanita suka pada laki-laki penurut.

Karena laki laki yang penurut tidak akan bertingkah

macam-macam.

Li Yuan-wai adalah laki-laki penurut.

Jadi, dia pasti tidak akan bertingkah macam-macam?

0ooo(dw)ooo0

Ketua cabang Gai-bang di Jiang Nan yang berjumlah

empat puluh dua, Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan

walau tidak bisa mengantarkan surat tantangan itu pada Li

Yuan-wai, tapi pada tanggal empat pagi dia menerima surat

dari Li Yuan-wai, surat itu hanya ada delapan huruf.

Surat untuk ketua cabang Dai Le Shan, berita, ‘Tepat

waktu datang ke pertemuan’

Kepala pengawas Li Yuan-wai.

Dia tidak tahu siapa yang mengantarkan surat ini, karena

saat dia melihat kertas ini, surat itu sudah berada di atas

meja dia.

Tapi dia jakin, itu pasti tulisan asli tangan Li Yuan-wai,

juga dengan cap Tongkat Pemukul Anjing di belakangnya,

siapa pun tidak bisa memalsukannya.

0ooo(dw)ooo0

Para murid Gai-bang yang tadinya sudah gelisah seperti

ayam terbang, anjing meloncat menjadi tidak gelisah lagi.

Dan kota Fu Rong juga bertambah ramai.

Karena orang yang datang kesana bertambah banyak,

semua orang juga sudah tahu pertarungan ini adalah seratus

persen pertarungan hidup mati, pasti jadi bertarung tidak

bisa tidak.

Kasino, dan bank sibuk menerima taruhan.

Orang-orang dunia persilatan sibuk saling memberitahu.

Hingga para gadis dewasa juga sibuk memilih baju

membeli perhiasan, karena mereka semua ingin melihat

penampilannya Tangan Cepat Xiao Dai, dan senyum

‘memikat’ Li Yuan-wai.

Mereka memilih baju, membeli perhiasan untuk pasang

aksi dihari itu, karena mereka semuanya tahu Tangan Cepat

Xiao Dai dan Li Yuan-wai suka makan ‘tahu’ wanita cantik.

Polisi Setan dan Zhan Long setelah diberitahu oleh orang

berbaju pelajar, sudah datang lebih dulu dua hari ke kota Fu

Rong.

Orang lain yang datang lebih pagi, karena takut

terlewatkan keramaian.

Sedang Polisi Setan Tie Cheng Gong dan Zhan Long

datang lebih pagi, untuk mendamaikan, mereka ingin

bertemu dengan Li Yuan-wai atau Tangan Cepat Xiao Dai.

Tapi orang berbaju pelajar bukan saja tidak menemukan

Li Yuan-wai, malah Tangan Cepat Xiao Dai juga tidak

kelihatan jejaknya.

0ooo(dw)ooo0

Ada orang mengatakan Tangan Cepat Xiao Dai

merupakan andalan dari utara, sedangkan Li Yuan-wai

adalah andalan dari Jiang Nan.

Juga ada orang mengatakan dua orang ini adalah orang

yang terhebat dari generasi muda dunia persilatan masa

kini, dan siapapun yang ingin menguasai dunia persilatan

dan memerintah dunia persilatan, harus bisa menarik dua

orang ini dulu.

Orang yang kurang pengetahuannya menganggap

pertarungan ini adalah pertarungan naga dan harimau, jadi

ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Orang yang luas pengetahuannya tentu merasa khawatir,

mereka menganggap akibat pertarungan ini, pasti ada orang

yang mengambil keuntungan.

Polisi Setan dan Zhan Long adalah tergolong yang orang

yang luas pengetahuannya.

Maka setelah mereka tiba di kota Fu Rong, segera

melepaskan barang bawaannya, pergi kejalan besar, gang

kecil, restoran dan warung teh, dengan tujuan mencari dua

orang itu.

Gedung Wang Jiang…. bukan gedung teh, juga bukan

gedung restoran, lebih-lebih bukan gedung jam.

Itu hanyalah satu kebun bunga yang besar, karena besar

maka dinamakan Gedung Wang Jiang.

Sama seperti Li Yuan-wai dipanggil hartawan, tapi

bukan benar-benar hartawan.

Wang Jiang adalah tempat ternama di atas Jin Jiang,

orang yang datang kesana untuk persiar menikmati bunga

tentu saja tidak ada berhentinya.

Polisi Setan dan Zhan Long sekarang berada di sebuah

bangunan sedang melihat sebuah sajak berpasangan.

‘Gedung Wang Jiang melihat air sungai mengalir, gedung

berdiri di atas sungai ribuan tahun, aliran sungainya mengalir

ribuan tahun.

Sebuah sumur Ying Yue (sumur bulan), bayangan Ying Yue, di

dalam sumur Ying Yue ada bayangan Ying Yue, sumur bulan

sudah ribuan tahun, bayangannya juga ribuan tahun’.

Sajak di atas tentu saja mengulas pemandangan, dengan

sajak belakangnya boleh dikatakan sangat cocok.

Zhan Long berkata, “Sajak pasangan yang bagus.”

Polisi Setan seperti terpikir sesuatu, berkata, “Gedung

sungai, aliran sungai ribuan tahun, aku hanya berharap

orang jangan meninggal di sini.”

Zhan Long mengerti apa yang dikatakan Polisi Setan,

wajah Zhan Long yang tampan juga tidak tahan tampak

sedih, “Polisi besar, mempunyai banyak persoalan yang

tidak bisa orang diluar turut campur, semuanya sudah ada

takdirnya, kita hanya bisa melakukan sebatas kemampuan

kita saja.”

Polisi Setan berkata, “Aku hanya berharap bisa

menemukan Tangan Cepat Xiao Dai dulu, mungkin dia

bisa memandang diriku yang pernah menyelamatkan

nyawanya, mau menerima kataku, membatalkan

pertempuran ini.”

Zhan Long berkata, “Kuharap juga begitu, jika tidak

memaksa orang itu muncul, bukan saja semua usaha

menjadi sia-sia, mungkin keluarga Yuan yang

dipersalahkan juga tidak bisa mendapat penjelasan.”

Polisi Setan sungguh tidak terpikir, di tempat seperti ini,

diwaktu seperti ini, bisa melihat orang ini.

Orang ini bertubuh tinggi gagah, sedang memeluk wanita

berbaju putih, menghadap ketengah sungai, membelakangi

jalan kecil, mereka berdua duduk dikursi batu pesegi,

nampak sedang berkata sesuatu dengan mesra kemudian

tampak suara tertawa kecil, kata-katanya berbisik pula.

Di atas jalan kecil banyak orang yang berlalu lalang,

orang-orang hanya melihat aneh pada laki laki dan wanita

ini, menampilkan sorot mata yang kagum.

Wajahnya Polisi Setan sekarang seperti disiang hari

bolong melihat setan.

Seorang yang sampai setanpun bisa ditangkap untuk

diadili, tentu saja mempunyai kelebihan khusus yang dapat

membuat dia sukses.

Kehebatan ingatan Tie Cheng Gong jarang orang bisa

menandinginya, hanya sekali melihat orang, dia tidak bisa

lupa seumur hidupnya, asal bisa melihat dari belakang

orang itu, dia juga bisa mengenalnya.

Sekarang dia sudah bisa memastikan orang itu adalah

Yuan Dashao…. Yuan Di.

Seorang yang dia kira sudah mati tiba-tiba muncul, mana

mungkin tidak membuat dia terkejut.

Walau belum mati! Seorang yang sudah menjadi gila,

mana bisa berlaku seperti orang normal, duduk sambil

memeluk seorang wanita, ‘bermesraan’?

Tentu saja sekarang orang yang tampak dihadapannya,

bukan saja belum mati, juga tidak gila, karena sangat

terkejut dia sampai terus menggosok-gosokkan matanya,

tidak percaya.

Segera dia menarik Zhan Long bersembunyi dipojok

yang cukup jauh.

Dia ingin mencari tahu, sebenarnya apa yang terjadi?

Dia juga tahu jika mereka terlalu dekat pasti akan

diketahui olehnya, jika lawan tidak gila, dia bisa benarbenar

menangkapnya.

Inilah kepintaran Polisi Setan.

Seorang yang otaknya tidak encer, sudah dipastikan

tidak akan bisa menduduki kepala kepolisian Jiang Nan.

Wanita berbaju putih itu ternyata bukan janda Yuan

Dashao.

Dia sangat cantik, tapi sedikit dingin.

Namun sekarang dia bukan saja tidak dingin, malah

sepertinya membuat hati orang merasa berdebar dan telinga

menjadi panas.

Walaupun suara tawanya sangat perlahan, tapi buat

seorang pesilat, dalam jarak cukup jauh masih bisa

mendengarnya dengan jelas.

Suara tertawanya adalah suara tawa yang bisa didengar

dalam keadaan tertentu.

Zhan Long tidak dapat mendengar apa-apa, karena dia

tidak bisa ilmu silat.

Namun dia adalah seorang pintar, maka ketika kata kata

Polisi Setan belum habis, dia sudah sepenuhnya mengerti

apa maksudnya.

Dia seperti seorang pemuda kaya yang kalem, perlahanlahan

menelusuri jalan kecil melangkah mendekat, melihat

kekiri dan kekanan seperti seorang pelancong yang sedang

menikmati pemandangan.

Orang yang terlalu pintar juga, suatu saat bisa berbuat

kesalahan.

Zhan Long dan Polisi Setan semuanya orang pintar.

Zhan Long salah paham, dia tidak mendengar habis

kata-kata Polisi Setan, dia mengira hanya ingin

mendengarkan apa yang dikatakan sepasang kekasih ini.

Sedang kesalahannya Polisi Setan adalah tidak

terpikirkan, Yuan Ershao punya teman bagaimana Yuan

Dashao bisa tidak kenal?

Makanya saat Zhan Long melihat Yuan Dashao

membalikkan kepalanya, diajadi tertegun.

Karena dia sama sekali tidak terbayang orang ini adalah

Yuan Dashao, Yuan Di.

Yuan Di tidak bicara apa-apa, hanya dengan dingin

menatap wajah Zhan Long yang tampan itu.

Zhan Long terpaksa dengan terputus-putus berkata,

“Saudara…. saudara Yuan apa kabar, sungguh…. sungguh

tidak terduga bisa bertemu dengan saudara Yuan di sini.”

Yuan Di tetap tidak bicara, tapi sorot matanya seperti

dua belah pedang tajam, seperti ingin menusuk Zhan Long.

Dengan kaku sambil mengepal tangan memberi hormat,

Zhan Long terpaksa berkata lagi, “Hmm, maaf telah

mengganggu saudara Yuan, aku…. aku sekarang….”

“Tunggu, saudara Zhan, aku mau bicara.” Yuan Di tidak

menunggu Zhan Long habis bicara, sudah bangkit berdiri.

“Tidak…. tidak tahu saudara Yuan ada perlu apa?” kata

Zhan Long terkejut.

Yuan Di dengan tertawa licik berkata, “Saudara Zhan,

sungguh bersemangat, apakah sendirian datang kesini?”

Bagaimana pun Zhan Long kurang pengalaman dalam

dunia persilatannya, mulutnya bicara, tapi sorot matanya

dengan sendirinya melirik kesamping berkata, “Be…. benar,

aku jalan-jalan kesini sendirian.”

Yuan Di adalah orang persilatan yang berpengalaman,

mana bisa begitu gampang ditipu, mulutnya tertawa dingin

berkata, “He he…. saudara Zhan kenapa begitu kikir,

kenapa tidak perkenalkan teman anda?”

Zhan Long menjadi malu berkata, “Ma…. mana, aku

sungguh sendirian datang ke Gedung Wang Jiang ini,

saudara Yuan jika tidak ada urusan lain lagi, aku pamit

sekarang.”

Sekarang pelancong yang datang sudah bertambah

banyak, tapi Yuan Di sudah melihat bayangan Polisi Setan

yang bercampur di antara kerumunan orang, matanya

menjadi terang, karena diajuga telah melihat jelas Polisi

Setan.

Seseorang yang telah melihat, yang tidak seharusnya

dilihat, atau menemukan orang yang tidak seharusnya dia

temukan, sering juga mendatangkan mala petaka.

Apalagi di dalam dunia persilatan.

0ooo(dw)ooo0

Di dalam penginapan, tengah malam.

“Orang yang sudah gila apakah bisa tiba-tiba menjadi

baik?” Polisi Setan seperti berkata pada diri sendiri tapi juga

seperti berkata pada Zhan Long yang sedang minum teh

disampingnya.

“Benar, gila juga satu penyakit, asal penyakit maka bisa

disembuhkan setelah makan obat.”

Kata kata ini sama sekali bukan Zhan Long yang

mengatakannya.

Karena kata-kata ini datang dari luar pintu.

Perkataannya baru saja habis, pintu sudah dipaksa buka

oleh kekuatan tenaga dalam.

“Apa kau sudah datang?” tanya Polisi Setan melihat

keluar pintu.

“Aku harus datang,” kata Yuan Di.

“Aku tahu, tamu yang datang tengah malam,

menganggap teh sebagai arak, jika sudah datang kenapa

tidak masuk duduk sebentar?” kata Polisi Setan.

“Aku datang bukan untuk minum arak.” Yuan Di sudah

masuk ke dalam, sinar lampu menyorot pada wajahnya,

ada sinar kelicikan yang sulit dikatakan, dan rasa dingin

yang membuat hati menjadi dingin.

Disaat ini setiap orang yang mengenal dia, mungkin

semuanya tidak berani percaya, ini adalah Walet Tidak

Kembali Yuan Dashao.

Karena kesan yang diberikan oleh Walet Tidak Kembali

adalah orang dunia persilatan yang ternama, seorang pria

sejati, tidak perduli kapan, kesannya adalah hangat dan

damai.

Tidak Kembali artinya adalah tidak perduli siapa saja

asal buka mulut pada dia, maka selalu tidak pernah pulang

dengan tangan hampa. Tidak perduli kau buka mulut minta

uang atau keperluan lain, dia akan membuat kau puas.

Namun sekarang wajahnya seperti dilapisi salju dingin,

walau kau ada masalah sebesar langit, keperluan yang

membakar alisnya, begitu melihat wajahnya, mungkin kata

kata yang sudah sampai dibibir, juga akan ditelan kembali.

Apa lagi melihat wajah dia sekarang, adalah rupa yang

jika tidak mencapai tujuan tidak akan kembali.

“Apakah maksud kedatanganmu adalah karena curiga

aku telah menemukan sesuatu?”

“Kau harus tahu, masalah ini tidak bisa membiarkan

orang curiga.”

“Aku tahu, hanya aku ingin tahu karena apa?”

“Sekarang ini kau belum mati, tapi setelah kau tahu, kau

harus mati, apakah kau masih ingin tahu?”

Polisi Setan berpikir sebentar, berkata, “Kalau begitu aku

lebih baik tidak mau tahu saja, jadi kau mau berbuat

bagaimana?”

“Membuatmu melupakan semua yang kau ketahui,

kembali ketempat asalmu. Banyak hal yang kau tidak bisa

mengurusnya, ini nasihatku, rasanya tidak enak didengar,

dengar atau tidak dengar itu terserah kau.”

“Kalau begitu aku juga beritahu kau, pergi atau tidak

pergi adalah masalah aku sendiri, masalah ini demi tugas

atau demi pribadi aku juga akan menyelidikinya sampai

tuntas, masalah dunia persilatan, dibereskan didunia

persilatan, aku mengerti, tapi di sini telah melibatkan empat

nyawa yang tidak berdosa, jadi tidak bisa dihitung sebagai

masalah dunia persilatan lagi, jika bukan masalah dunia

persilatan, aku sebagai kepala polisi jadi harus

mengurusnya, terima kasih atas nasihatmu, memang tidak

enak ditelinga.” Jawab Polisi Setan dengan tegas.

Sepasang mata Yuan Di membelalak.

Benar, dia juga sungguh tidak menduga Polisi Setan ini

kepala batu yang tidak bisa dibuat mengerti, biasanya polisi

dan pesuruh kantor berani pada yang lemah takut pada

yang kuat, hanya bisa berlagak di depan umun, teriak sana

teriak sini, hampir tidak ada yang mau terlibat di dalam

perselisihan dunia persilatan.

Menahan amarah yang seperti akan meledak, Yuan Di

berkata, “Polisi Setan, kau betul bersikukuh ingin

mengurus, lebih baik pikir dulu dengan matang, namamu

tidak mudah diperoleh, mungkin sebelum kau berhasil

menyelidik he…. he…. he”

“Yuan Di, tadinya aku hanya curiga, sekarang aku sudah

bisa memastikan, perkara ini, kau pasti ikut terlibat, hanya

aku belum tahu alasan dan tujuanmu. Aku juga kasih satu

nasihat, kertas tidak bisa membungkus api, ini nasihat baik.

Walet Tidak Kembali di dunia persilatan bisa dikatakan

tidak ada orang yang tidak tahu, tidak ada orang yang tidak

kenal, ini juga nama yang tidak mudah didapat, kau jangan

menghancurkannya sendiri, mengenai kau he…. he…. tidak

bisa menakutkan aku, aku juga sudah mengatur….”

Situasi yang bagaimana yang belum pernah Polisi Setan

alami, dengan wajah berani dia menatap tajam wajah Yuan

Di yang tampan tapi licik itu.

“Betulkah? Aku malah ingin melihat kau sudah mengatur

apa?”

Yuan Di maju selangkah demi selangkah mendekat,

hawa membunuh ditubuhnya sudah sampai titik puncak,

sampai api lampu di atas meja juga jadi bergoyang goyang.

Tiba tiba…. Yuan Di berhenti.

Dia melihat kertas jendela yang berada di belakang Polisi

Setan.

Kertas yang ditempel dijendela telah ada tujuh delapan

lubang kecil.

Dan disetiap lubang ada satu mata…. mata manusia.

Setiap mata semuanya terbuka lebar, masih berputarputar

lagi.

Polisi Setan tertawa.

Tentu saja hawa pembunuh ditubuh Yuan Di menjadi

hilang.

“Inilah pengaturanku, aku sudah beritahukan pada

murid-murid dan bawahan di sini, sekarang mereka pasti

telah tahu ini Tuan muda besar Perumahan Hui Yuan,

sedang berniat melakukan kejahatan dengan kekerasan, lalu

akibatnya kau tentu bisa memikirkannya, tidak perduli

selanjutnya kau pergi kemana, pasti akan menjadi buronan

pembunuh, tidak ada tempat untukmu tinggal….”

“Betulkah? Siapa bilang aku ingin membunuhmu? karena

haus aku datang kesini ingin minum teh, malam sudah larut

karena tidak ada arak maka terpaksa seperti yang kau

katakan minum teh sebagai pengganti arak.” Yuan Di tidak

menunggu Polisi Setan, begitu perkataannya habis, sudah

maju ke depan menumpahkan teh dan meminumnya.

Yuan Dashao tidak akan begitu bodoh melakukan

pembunuhan di bawah kesaksian banyak orang, dia tidak

mau mempertaruhkan nama baik dan kekayaannya yang

begitu besar.

Makanya setelah minum teh, pada Polisi Setan dan Zhan

Long dia mengepalkan tangan meninggalkan sepatah kata,

“Didunia ini kalian pasti sudah mendengar, ada semacam

orang yang khusus membunuh orang, mereka tidak akan

mempertimbangkan segala sesuatu hal.”

Yuan Di telah pergi, dia sebenarnya ingin pulang dengan

tangan tidak hampa.

Setelah dia pergi, Polisi Setan baru benar-benar bernafas

lega, juga benar-benar bisa tertawa.

Dia berjalan kebelakang, membuka jendela, tampak

tujuh delapan pengemis kecil dengan baju robek-robek,

satu-satu wajahnya bergambar, membelalakkan mata.

Mengeluarkan beberapa liang perak kecil, Polisi Setan

memberikannya pada pasangan tangan kecil yang kotor itu.

Sekejap saja setelah sekelompok pengemis kecil itu

menerima persenan, semuanya pergi entah kemana.

0ooo(dw)ooo0

Nama Polisi Setan tidak mudah didapat, dia mana mau

kehilangan muka dihadapan para murid dan bawahannya?

Pertarungan otak ini, kelihatannya dia yang menang.

Tapi Zhan Long yang berdiri disampingnya sangat

mengkhawatirkannya dan dia sendiri sampai keluar

keringat dingin?

Nama orang, bayangan pohon.

Polisi Setan tentu tahu dirinya pasti bukan lawannya

Walet Tidak Kembali Yuan Di, walau dibantu oleh Zhan

Long.

Untung dia bisa memikirkan cara ini, tapi berapa lama

berhasil?

0ooo(dw)ooo0

BAB 13

Puncak gunung berputar

Bulan ketujuh tanggal enam.

Hari ini bagus untuk, berdoa, pesta kecil, menjahit baju,

membersihkan, memperbaiki rumah.

Disebuah rumah di dalam kota Fu Rong.

Hari baru saja terang Ouwyang Wu-shuang sudah

menyiapkan tiga macam daging dan buah-buahan, hio dan

lilin uang sembahyang dan lain-lain, di depan pintu stidah

disiapkan meja sembahyang.

Sekarang dia sedang menyatukan tangan bersujud

dengan serius di atas tanah.

Tidak tahu dia sedang berdoa apa?

Siapa pun tidak bisa mendengar bibirnya yang bergerak

gerak. Sedang berkata apa?

Diluar dugaan Tangan Cepat Xiao Dai saat ini tidak

seperti hari-hari biasanya, tetap sedang berselimut seperti

tertidur lelap, mungkin sekarang dia sudah tidak makan

obat lagi!

Xiao Dai sedang bengong sepasang matanya

memandang jauh, berdiri disamping.

Matanya tidak terang lagi, malahan sedikit gelap.

Walau dia masih berpakaian mewah, juga masih tegap

kurus, tapi penampilannya memberi kesan kesedihan pada

orang, kesepian, bingung tidak bisa berbuat apa apa.

Kemanakah tawanya?

Keterbukaan, humor, banyak bicaranya entah semuanya

sudah pergi kemana?

Biasanya penampilannya tidak seperti begitu, biasanya

tidak perduli kapan melihat dia, pasti bisa menemukan tiga

puluh persen rasa geli di matanya.

Apalagi jika melihat dia sedang berkata dengan orang

lain, atau berkata pada dirinya sendiri, yang dibicarakan

kebanyakan melucu, kata-kata melucu yang membuat kau

mau tawa tidak bisa mau nangis pun tidak bisa.

Apa yang membuat dia kehilangan senyumnya?

Orang yang hidup di dalam cinta kenapa tidak bisa

tersenyum?

Apa yang membuat dia kehilangan Keterbukaan, humor,

banyak bicaranya?

Jika orang yang sedang pacaran tidak ada senyum dan

tertawa, pacaran yang begini mana bisa disebut pacaran?

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang memakai tangan menepuk nepuk

debu yang ada di bawah roknya, lalu bangkit berdiri.

Ketika dia melihat wajah Xiao Dai seperti itu, di

matanya terkilas sedikit perasaan tidak tega, tapi setelah itu,

segera berubah lagi menjadi sorot mata yang membuat

orang sulit mengerti.

“XiaoDai, XiaoDai.”

Berturut memanggil dua kali tapi tetap tidak ada reaksi,

dia maju ke depan mendorong sambil menjejakan kaki

berteriak lagi, “Xiao Dai….”

“Ah! Apa?!”

Dengan tertegun dia mengalihkan kembali pandangan ke

tempat jauh, Xiao Dai dengan terkejut berkata, “Kau

kenapa lagi? melihat wajahmu, hatinya seperti dicuri orang

saja? Hayo, beritahu aku, siapa yang mencuri hatimu?”

Ouwyang Wu-shuang malah tertawa dengan genitnya

berkata lagi.

“Tidak…. tidak apa, aku lihat kau sendiri berbicara

ngaco” Xiao Dai menutupi.

Setelah melirik sekali, Ouwyang Wu-shuang berkata,

“Masih bilang tidak, orang sudah berteriak memanggilmu

sampai lima-enam kali. Hayo kau tolong aku bereskan

barang-barang, nanti aku temani kau pergi ke Gedung

Wang Jiang melihat keadaannya, bagus tidak? Aku tahu

sesudah mendekam di kamar ini beberapa hari, kau sudah

tidak sabar lagi, benar tidak? Mumpung masih pagi, aku

pikir di sana tentu tidak akan ketemu siapa-siapa.”

“Ooo, baik, baik.” Xiao Dai tidak tahu apakah dia sudah

mengerti atau tidak, tapi terus saja berkata.

0ooo(dw)ooo0

Gedung Wang Jiang, Sumur Xue Tao, disebut juga Air

Putri Giok.

Menurut cerita pada dinasti Tang penari ternama Bi Tao

menggunakan air disumur ini, membuat sendiri kertas surat

yang warna merah tua, dinamakan kertas surat Huan Hua,

pernah populer dimasyarakat.

Sekarang kecuali sumur kering untuk diperingati orang,

keadaan sudah tidak seramai seperti dulu.

Saat ini tidak jauh dari sumur.

Ouwyang Wu-shuang dan Tangan Cepat Xiao Dai

dikepung dua depan dan dua belakang oleh empat orang

pengemis setengah baya.

Dipagi hari diawal musim rontok hawanya masih terasa

dingin, tapi udara yang mengelilingi enam orang ini selain

orang merasakan dingin, juga ada hawa pembunuhan.

“Gai-bang?” tanya Ouwyang Wu-shuang dengan dingin.

“Tidak salah,” kata seorang pengemis berperawakan

tegap dengan matanya tunggal, wajahnya berewokan

dingin.

Bicaranya dingin, ekspresi orang bicara lebih dingin.

“Boleh tahu nama Tuan,” kata Ouwyang Wu-shuang.

“Pengemis Mata Tunggal, Dai Le Shan.”

“Ada masalah apa?” Ouwyang Wu-shuang berkata lagi.

Pengemis Mata Tunggal setelah melihat Ouwyang Wushuang

sekali, tidak segera menjawabnya, tampak mata

tunggalnya berkilatan sinar pada Tangan Cepat Xiao Dai

bertanya, “Apakah Tangan Cepat Xiao Dai?”

“Benar.” Xiao Dai yang ditanya orang terpaksa

menjawab.

“Bagus sekali, kami menunggu di sini sudah tiga hari,

kami sudah tahu kau pasti akan datang.”

Seorang dunia persilatan yang hati hati, dia ingin

bertahan lama dan tidak kalah, mengerjakan apa pun pasti

mempersiapkan dahulu.

Apa lagi pertarungan hidup dan mati, juga harus hafal

tempat pertarungan, mengerti situasinya. Tangan Cepat

Xiao Dai tidak akan lengah terhadap ini, orang-orang Gaibang

juga sudah menghitung tepat masalah ini.

Makanya Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan berhasil

menemui orang yang dia tunggu.

“Menunggu aku tentu ada alasannya bukan?” kata

Tangan Cepat Xiao Dai sedikit heran.

“Kami hanya ingin bertanya padamu, apa sebabnya kau

ingin melakukan pertarungan?” kata Pengemis Mata

Tunggal dengan kaku.

“Mana Li Yuan-wai? mengapa dia tidak datang?

Mengapa malah kalian yang muncul?” Ouwyang Wushuang

tidak menunggu Xiao Dai menjawab sudah

menyela.

“Kau siapa? Aku pikir kau tidak pantas bicara!” Sudah

dari tadi Pengemis mata tunggal tidak tahan melihat

tingkah laku Ouwyang Wu-shuang yang sombong dan tidak

memandang orang.

“Oh Begitu, kau berkata kerena mengira aku adalah

seorang wanita, jadi tidak pantas ikut campur!” kata

Ouwyang Wu-shuang dengan pelan, tapi siapa pun bisa

mendengar, dia sedang marah dan segera akan bertindak.

Dengan pandangan hina, Pengemis Mata Tunggal malah

hanya memandang pada Tangan Cepat Xiao Dai,

menunggu jawaban Xiao Dai.

Hati seorang wanita memang sangat sempit, kemarahan

Ouwyang Wu-shuang tambah memuncak.

Apalagi jika dia membenci seseorang, apa pun yang ada

hubungannya dengan orang itu akan menjadi sasaran balas

dendamnya.

Li Yuan-wai adalah Ketua Pengawas Honorer Gai-bang,

sekarang ketua cabang keempat puluh dua Gai-bang

Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan menunjukan sikap

begitu, tentu saja menimbulkan rasa tidak senang wanita

cantik ini.

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai tidak kecewa dipanggil tangan

cepat.

Baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang diangkat, dia

sudah memegang pergelangan tangan yang lembut itu, sinar

matanya ada sedikit permohonan berkata, “Xiao Shuang,

tunggu sebentar, biar kami berbicara dulu baik-baik?”

Dengan marah Ouwyang Wu-shuang melepaskan

tangannya, tidak bersuara lagi.

Tadi saat baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang

diangkat, Pengemis Mata Tunggal dan tiga orang murid

Gai-bang juga sudah mengeluarlan senjatanya.

Keadaan yang panas akhirnya bisa diredam oleh Tangan

Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai merasa tidak mengerti, berkata, “Apa Li Yuanwai

yang mengutus kalian?”

“Bukan, kami marah karena setia kawan.”

“Jika kalian besok bisa bertemu dengan Li Yuan-wai

sebelum jam dua belas malam, maka harap kalian

sampaikan pesan, aku akan mengasah belati yang dia

berikan itu tajam-tajam, hari sudah menjadi dingin, sudah

waktunya menyembelih seekor anjing untuk menambah

tenaga.”

Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tawanya seperti

bunga, dia merasa puas Tangan Cepat Xiao Dai

mengibaratkan Li Yuan-wai.

Tapi kata-kata yang sama yang didengar oleh telinganya

Pengemis mata tunggal empat orang malah seperti dipukul

oleh tongkat.

Tawanya Ouwyang Wu-shuang bisa memikat orang, tapi

tawa dia sekarang kesannya, seperti seorang nenek dukun

sedang tertawa, bukan saja menusuk telinga juga menusuk

hati.

0ooo(dw)ooo0

Orang-orang Gai-bang biasanya tidak mau mencari

masalah, tapi juga tidak takut masalah.

Persaudaraan orang-orang Gai-bang, juga tidak bisa

dibandingkan dengan perkumpulan biasa, mungkin karena

rendah hati mereka, orang-orang Gai-bang paling tidak bisa

menerima ejekan dan makian yang menghina.

Apa lagi yang diejek sekarang adalah Li Yuan-wai, yang

merupakan orang penting Gai-bang, hingga kemarahan ini

tidak ada seorang murid Gai-bang, yang bisa menerimanya.

Sehingga….

Disaat baru saja Tangan Cepat Xiao Dai habis berkata….

Disaat tawanya Ouwyang Wu-shuang belum berhenti….

Sepasang mangkuk besi, sepasang tongkat pemukul

anjing, tiga buah pedang kecil di dalam bambu.

Secara bersamaan menusuk Tangan Cepat Xiao Dai dan

Ouwyang Wu-shuang.

Gerakan empat orang Gai-bang ini sudah dilatih entah

berapa puluh kali.

Empat senjata panjang dan satu pendek ini tidak

memberikan sedikit celahpun, juga tidak memberi sedikit

pun jalan mundur.

Tapi Ouwyang Wu-shuang sudah menduganya, dan

Tangan Cepat Xiao Dai adalah ahlinya menyerang musuh

lebih dahulu.

Maka, serangan ini semuanya gagal, tahu-tahu tangan

Ouwyang Wu-shuang sudah menggenggam dua buah

pedang pendek kecil, entah jurus apa yang dia gunakan, dua

murid Gai-bang yang berada di belakang, semuanya sudah

mendapat luka, darah menetes dari tubuh mereka.

Pengemis Mata Tunggal yang berada di depan merasa

tongkat pemukul anjingnya sudah menyentuh baju Tangan

Cepat Xiao Dai, tapi entah tiba-tiba dia memiringkan

kepala, menangkis pedang yang ditusukan ke dada Xiao

Dai, mangkuk besi besar yang berada di tangannya, juga

terasa kesemutan dengan satu suara keras, mangkuk sudah

jatuh ke tanah.

Sekarang Xiao Dai tetap berdiri dalam posisi semula,

tampaknya setengah langkah juga tidak bergeser.

Pengemis Mata Tunggal baru tahu apa sebabnya Xiao

Dai dijuluki Tangan Cepat. Karena dengan adanya kejadian

tadi dia tidak tahu tangan Xiao Dai kapan bergeraknya,

tongkatnya tidak mengenai sasaran dan mangkuknya sudah

jatuh ke bawah, mungkin tangan setan juga tidak secepat ini

gerakannya.

Pengemis Mata Tunggal dan pengemis setengah baya

lainnya dengan sendirinya berhenti menyerang.

Karena hati mereka sudah digetarkan oleh kecepatan

tangan Xiao Dai, mereka juga tahu jika masih tidak tahu

diri, asal orang menginginkan, dengan mudah Xiao Dai

bisa memotong leher mereka.

Orang mengatakan ‘sekali ahli mengulurkan tangan,

sudah tahu hebat tidaknya lawan.’

Lawan mereka bukan hanya ahli saja, malah ahlinya

ahli.

Namun Ouwyang Wu-shuang tidak ada hati sebesar itu.

Walau dengan satu jurus dia sudah berhasil melukai dua

orang, tapi tampak sepasang tangannya masih bergerak

membawa dua sinar biru, dia tidak mau berhenti,

mengambil kesempatan saat serangan lawannya terhenti

sejenak, dengan seperti kupu kupu kembang dia menyerang

musuh, membuat dua orang lawan susah payah mencoba

menyelamatkan diri.

Ternyata dua buah pedang yang berasal dari dalam

bambu tidak dapat menangkis dua buah pedang pendek,

meskipun dalam keadaan dua lawan satu.

Setelah lewat tiga jurus, tubuh dua orang anggota Gaibang

itu, setiap orangnya telah bertambah lagi beberapa

luka, ada daging yang terbuka tampak cukup mengerikan,

yang lebih dalam lagi sampai tampak tulangnya yang putih.

Tidak diragukan dua anggota Gai-bang ini adalah lakilaki

yang keras hati.

Mereka hampir menjadi manusia berdarah, tapi sekali

pun tidak mengeluarkan suara hanya dengan gencar

mengayunkan pedangnya menangkis pedang pendek. Yang

membuat orang khawatir adalah gerakannyas sudah tidak

beraturan, dan juga lemas tidak bertenaga.

Tidak perlu dikatakan, tidak lama lagi mereka berdua

akan mati di bawah pedang Ouwyang Wu-shuang,

tampaknya mereka telah tidak menghiraukan lagi hidup

atau matinya, semuanya telah menjadi nekad, juga sudah

tidak menghiraukan sakit lagi.

Pengemis Mata Tunggal tahu situasi sangat berbahaya,

dia mengangkat tongkat pemukul anjing mencoba melewati

Tangan Cepat Xiao Dai menolong dua orang itu.

Xiao Dai mengeluh perlahan berkata, “Dai Le Shan, jika

kau pergi kesana juga, mungkin situasinya tidak enak

lihatlah!”

Pengemis Mata Tunggal mata tunggalnya sepertinya

akan mengeluarkan api, dia dengan serak berteriak,

“Tangan Cepat Xiao Dai, sekalian saja kami berdua kau

bereskan juga!”

Habis bicara, tongkat pemukul anjingnya langsung

diayunkan, dan pengemis yang satunya lagi juga

mengangkat pedang langsung menusuk.

Disaat ini…. satu suara jeritan ngeri yang rendah dan

pendek terdengar.

Hanya satu suara itu, semua orang sudah tahu arti suara

itu melambangkan apa.

Benar, suara itu adalah suara tenggorokan yang

terpotong karena suara anehnya terdengar rada aneh.

Suara itu diikuti dengan suara ‘buk!’, satu suara lagi yang

suara tertahan ditenggorokan. “Uuu….”

Mendengar suara itu Pengemis Mata Tunggal mendadak

seperti lupa menyerang, dia membalikkan kepala, di mata

tunggalnya tampak penuh dengan urat darah, wajahnya

mengerikan berteriak, “Zhao Kun, Li Chang….”

Tidak jauh dari situ, Ouwyang Wu-shuang sedang

memakai sepatu kain katun yang disulam sepasang burung,

warnanya hijau terang, dan mengelap dua bilah pedang

pendek itu.

Di atas tanah tampak anak buah Pengemis Mata

Tunggal yang namanya Zhao Kun dan Li Chang, dengan

posisi yang aneh sudah jatuh ke tanah dan mati.

Tangan Cepat Xiao Dai bukan tidak pernah membunuh

orang, tapi ketika melihat adegan ini, tidak tahan hatinya

menjadi dingin, karena orang yang membunuh mayat itu

adalah seorang wanita yang begitu cantik.

Dan disudut mulut wanita itu tampak sedang tersenyum

puas, sambil menundukkan kepala, dengan teliti mengelap

bekas darah, membawa suasana pagi hari diawal musim

rontok ini keadaan yang menyeramkan.

Disaat ini terhadap bayangan orang yang sangat

dikenalnya ini, tiba tiba pada diri Xiao Dai timbul perasaan

asing.

Apa yang membuat wanita ini berubah jadi begitu

kejam? Dan apa lagi yang bisa membuat diri Ouwyang Wushuang

yang dulunya sampai sepasang semut pun tidak

berani diinjak mati, sekarang bisa berubah menjadi

pembunuh orang tanpa mengedipkan mata sekali pun?

Dua nyawa orang ini sudah menjadikan permusuhan

dengan golongan Gai-bang tidak bisa didamaikan lagi.

Keadaan ini sebenarnya Xiao Dai tidak

menghendakinya!

0ooo(dw)ooo0

Masalahnya tentu saja belum selesai.

Pengemis Mata Tunggal dengan sisa seorang pengemis

setengah baya, saat ini seperti menjadi patung, mata mereka

melotot melihat dua orang yang mati di atas tanah.

Ouwyang Wu-shuang menghampiri dengan tertawa genit

berkata, “Xiao Dai, apa kepandaianku cukup lumayan?”

Nada bicaranya seperti seorang gadis besar baru membeli

baju baru, ingin segera memperlihatkan pada kekasihnya.

Siapa yang bisa menyangka dia baru saja membunuh

orang? juga membunuh dua orang?

Juga melihat sorot matanya Xiao Dai memandangnya

dengan begitu aneh.

Ouwyang Wu-shuang dengan sedikit perasaan tidak

tenang menghindar sorot mata Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0

Pengemis Mata Tunggal mendekat dua langkah.

“Sebutkan namamu.” Suaranya tenang, tapi siapa pun

dapat mendengar di belakang ketenangannya, terkandung

banyak kemarahan dan kesedihan.

“Ah…. kenapa? Dai Le Shan, apakah kau masih ingin

membalas dendam!? Kau sekarang harus tahu aku tidak

berhak untuk bicara…. aku bernama Ouwyang Wu-shuang,

apa sudah jelas?” Kemarahan Ouwyang Wu-shuang

kelihatan lagi.

“Bagus sekali, Ouwyang Wu-shuang, bagus sekali….”

Perkataan belum habis, siapa pun tidak tahu apa arti

‘bagus sekali’ nya Pengemis Mata Tunggal? Dia rnaju,

dengan jurus tongkat pemukul anjing yang aneh dia

menyerang Ouwyang Wu-shuang.

Pengemis setengah baya yang satu lagi juga ikut

bergerak, pedang bambu di tangannya berubah menjadi

sinar berkilat, mendadak menyerang bersamaan, rupanya

ingin segera membunuh Ouwyang Wu-shuang.

Mata Ouwyang Wu-shuang melotot sambil memaki

‘budak yang baik, sepasang pedang di tangannya satu

menutup satu menangkis, kakinya berturut turut

menendang.

Tangan Cepat Xiao Dai yang berada dipinggir ingin

mencegah sudah tidak keburu.

Gerakan kedua belah pihak sangat cepat, diiringi suara

‘ting tang’, sepasang pedang Ouwyang Wu-shuang sudah

menangkis pedang bambu dan tongkat pemukul anjing.

Sedangkan lawannya tidak bisa menahan tendangan

beruntun Ouwyang Wu-shuang.

Sehingga, pengemis setengah baya seperti roda kereta

berputar melayang keluar lapangan, pancuran darah

dimuntahkan dari mulutnya, membasahi tanah.

Dan Pengemis Mata Tunggal meskipun ilmu silatnya

lebih tinggi, reaksinya juga tidak lambat, tapi tetap terkena

tendangan dipinggang sebelah kiri, setengah badannya

terasa kesakitan tidak tertahankan.

Setelah serangannya berhasil, Ouwyang Wu-shuang

segera melayangkan pedang menusuk….

“Xiao Shuang!”

Tangan Cepat Xiao Dai memanggil, pandangan matanya

tampak banyak pertanyaan.

Ouwyang Wu-shuang menghentikan gerakan tangannya,

wajahnya tidak senang.

“Xiao Shuang, aku rasa semua sudah cukup, apakah kau

tetap menginginkan mereka semuanya menjadi mayat, baru

puas?” Xiao Dai dengan pelan berkata.

Sambil tertawa dingin Ouwyang Wu-shuang berkata,

“Aku masih belum tahu sejak kapan Tangan Cepat Xiao

Dai mulai berhati welas asih?”

Xiao Dai ingin menjelaskan, tapi tidak ada perkataan

yang keluar dari mulutnya, hanya dengan tidak mengerti

memandangi wajah cantik Ouwyang Wu-shuang yang

diliputi hawa membunuh.

Didunia persilatan Tangan Cepat Xiao ternama karena

kejamnya, tapi yang dia hadapi semuanya adalah penjahat

yang dalam kategori kejahatannya tidak dapat diampuni,

atau musuh yang berhati keji, selamanya tidak pernah

karena masalah kecil membunuh orang.

Sekarang empat orang di depannya, semua adalah

anggota Gai-bang, tentu saja dia sulit melakukan kekerasan,

masalah ini buat Ouwyang Wu-shuang mana bisa

terpikirkan?

0ooo(dw)ooo0

Sesudah lawannya pergi, Tangan Cepat Xiao Dai dan

Ouwyang Wu-shuang bergandengan tangan ikut pergi.

Pengemis Mata Tunggal jatuh terduduk di bawah,

hatinya seperti digencet oleh batu besar, begitu berat, hingga

membuat dia sulit bernafas.

Mereka empat orang, telah menunggu tiga hari, tadinya

mereka berharap bisa mendapat sedikit penjelasan mengapa

Tangan Cepat Xiao Dai menantang bertarung dengan Li

Yuan-wai, sedikitpun tidak menduga kejadiannya bisa

berubah menjadi begini.

Dalam waktu singkat, empat orang yang hidup, hanya

tinggal dirinya yang masih bernafas, sungguh dia berharap

ini adalah mimpi, namun kenyataan yang menyedihkan ini

dengan nyata terpampang di depan mata.

Dia ingin sekali tidak mengaku ini adalah kenyataan!

Didunia ada banyak orang yang setia kawan, jadi juga

banyak masalah mengenai setia kawan.

Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan, adalah seorang

yang setia kawan.

Tapi tidak terpikirkan olehnya setia kawan, adalah satu

hal yang mudah untuk dilakukan, ada kalanya

mengorbankan banyak nyawa orang, malah bisa nyawanya

sendiri.

Karena orang yang setia kawan perlu pengakuan orang

lain, setelah melaksanakannya juga perlu orang lain

melihatnya.

0ooo(dw)ooo0

Sekarang Li Yuan-wai merasakan dirinya lebih bahagia

dibandingkan dengan hartawan sungguhan.

Karena tidak semua hartawan didunia bahagia.

Walau pakaian di tubuhnya masih yang itu, bajunya juga

longgar, tidak pas dengan ukurannya, disaku baju hanya

ada beberapa recehan perak.

Melihat tawanya, orang akan mengira di dalam saku

bajunya mungkin ada balok kecil emas! Paling tidak ada cek

ribuan liang perak.

Seseorang ada atau tidak ada kesusahan, gembira atau

tidak gembira, tidak perlu melihat wajahnya, dari gaya dia

berjalan saja sudah bisa melihatnya.

Seseorang yang sedang kesusahan, atau yang tidak

gembira, cara berjalannya pasti tidak akan meloncat-loncat,

seperti di bawah telapak kakinya dipasang pegas.

Juga jika di tangannya memegang apa saja, juga pasti

sambil jalan tidak akan sambil melempar-lempar.

0ooo(dw)ooo0

Ini adalah jalan untuk pergi kekota Fu Rong.

Tangan Li Yuan-wai menggoyangkan tongkat pemukul

anjing yang setahun empat musim tidak pernah lepas dari

tangannya.

Kakinya melangkah dengan jurus langkah Delapan

Dewa Mabuk, mulutnya malah mendendangkan lagu

Delapan Belas Mengusap.

Dia tidak suka naik kuda, juga tidak suka naik tandu.

Walau dia tidak resmi masuk ke Gai-bang, tapi seluruh

anggota Gai-bang tahu satu kenyataan, yaitu dia adalah

Ketua Pengawas Honorer nya Gai-bang. Kedudukan ini di

dalam Gai-bang sangat tinggi, juga sangat berkuasa.

Walau dia bukan seorang pengemis, tapi ada kalanya

seorang pengemis sungguhan uangnya lebih banyak dari

pada dia.

Karena seorang pengemis sungguhan bisa mengulurkan

tangan meminta uang pada orang, dan untuk urusan ini Li

Yuan-wai masih tidak bisa melakukannya.

Dia sudah bertahun-tahun berkelana didunia persilatan,

yang aneh adalah dia tidak pernah pusing soal uang, lebihlebih

tidak bisa mati kelaparan, inilah yang banyak

pengemis tidak mengerti kenapa bisa begitu.

Tentu saja Li Yuan-wai mempunyai akal.

Seseorang jika punya akal maka tidak akan mati

kelaparan, juga tidak pusing tidak bisa mendapatkan uang.

Akal dia itu ialah bisa membuat ‘pesta besar daging

wangi’ seratus macam lebih dengan rasanya berbeda beda.

Diwaktu punya uang, dia bisa mengundang siapapun

makan daging anjing.

Diwaktu tidak punya uang, dia akan menjual daging

anjing.

Makanya kalau dipikir-pikir, dengan punya akal yang

hebat ini mana bisa dia mati kelaparan? Dan mana dia bisa

pusing karena uang?

Bagaimana pun juga anjing liar didunia ini terlalu

banyak, juga tidak akan habis ditangkap, lebih-lebih tidak

perlu mengeluarkan uang.

Didunia ini orang yang suka makan daging wangi sangat

banyak, apa lagi orang yang suka makan masakan Li Yuanwai,

jumlahnya lebih banyak lagi.

Jika sekarang ditanyakan pada dia, seumur hidupnya hal

apa yang paling membanggakan?

Dia pasti akan memberitahu tiga hal.

Pertama, dia puas terhadap keahlian tangannya, karena

sampai pejabat tinggi utusan raja juga bisa menyamar jadi

orang biasa untuk menikmati Harum Sedap Tiga Li dan

mengikuti Pesta Daging Anjing yang dia selenggarakan.

Kedua, dia sudah menemukan musim semi keduanya,

nona Zhan Feng bukan saja wanita cantik yang jarang ada

didunia, ilmu silat dan ilmu pengobatannya juga termasuk

kelas satu.

Ketiga, dia punya satu teman baik yang orang luar tidak

tahu…. Tangan Cepat Xiao Dai.

Masalahnya dia mungkin akan menyangkal hal yang

ketiga ini, karena tidak ada seorang teman bisa melakukan

hal yang dia tidak tahu, apa sebab temannya membuatnya

marah dan membuat malu.

Jika teringat Zhan Feng, Li Yuan-wai akan tertawa

sampai mulutnya terbuka mencapai kebelakang telinga.

Tapi jika terpikir Tangan Cepat Xiao Dai, maka tongkat

pemukul anjing di tangannya tidak akan bergoyang lagi,

gayajalannya juga berubah.

Apa sebabnya?

Bukan hanya sekali dia bertanya pada diri sendiri, tapi

selalu tidak mendapatkan jawaban.

Karena selain masih hutang lima liang perak pada

Tangan Cepat Xiao Dai, dia sungguh tidak merasa, dimana

dia telah merugikan Xiao Dai.

Dia mengira setelah dia merelakan Ouwyang Wu-shuang

pada Xiao Dai, dia tidak perduli lagi mereka bersatu atau

tidak, dia merasa sudah cukup pengorbanannya untuk

temannya, entah masih ada masalah apalagi Xiao Dai

sampai tidak mau melepas dirinya, dan sampai mengirim

surat tantangan pada dirinya, hingga semua orang didunia

semua menjadi tahu, Apakah karena….? Hanya untuk bisa

ternama? Atau dia takut suatu hari nanti nama besar dirinya

bisa melebihi dia?

Apakah seseorang bisa karena ingin ternama, hingga

teman juga sudah tidak mau lagi?

Tampaknya Xiao Dai bukan begitu orangnya, kecuali

alasan memaksa ini, Li Yuan-wai sungguh tidak bisa

mencari alasan yang lebih bagus untuk menerangkan hal

ini.

Tapi Li Yuan-wai dapat memastikan satu hal.

Yaitu disaat Xiao Dai berpisah dengan dirinya masih

sebagai Tangan Cepat Xiao Dai.

Maka masalahnya pasti muncul setelah berpisah.

Ada masalah apa hingga Xiao Dai bisa tiba-tiba berubah?

Apa saja yang telah dialaminya?

Masalah ini tidak terpikirkan, Li Yuan-wai jarang sekali

menggunakan otaknya berpikir.

Ketika dia sedang bersama Tangan Cepat Xiao Dai,

setiap masalah yang harus menggunakan otak selalu

diserahkan pada Xiao Dai.

Juga karena itulah dia kelihatannya lebih disukai orang

dibandingkan Xia.o Dai, walau uang dia tidak sebanyak

Xiao Dai, juga tidak setinggi Xiao Dai.

Tapi dia berani bertaruh dengan Xiao Dai, jika ada

sepuluh anak gadis disatu tempat, pasti ada enam orang

yang sorot matanya memandang dirinya.

0ooo(dw)ooo0

Jalan ini panjang sekali, waktunya pas ditengahhari.

Musim rontok sudah mengusir orang pergi ke tempat

teduh.

Li Yuan-wai berjalan seorang diri di jalanan, setelah

memikir Xiao Dai, tentu saja dengan otomatis dia terpikir

Zhan Feng.

Di benak setiap laki-laki hanya ada sedikit waktu tidak

memikirkan wanita.

Lebih-lebih laki-laki yang sedang pacaran, walau

kekasihnya berparas buruk, saat terpikir kekasihnya, dia

akan terus he he he tertawa.

Tertawa karena apa? hanya dia sendiri yang tahu.

Tawanya Li Yuan-wai sekarang, tidak diragukan adalah

tawa bodoh, tawa idiot, tawa gila.

Mengatakan sedikit lebih serius, mungkin dengan tawa

seorang penyakit gila tidak ada bedanya.

Disekelilingnya tidak ada orang, dirinya tertawa sendiri,

kalau bukan sakit gila, apalagi.

Tapi tidak, di jalanan ini masih ada orang.

Tepat di depan di bawah pohon besar hampir dibelokan

itu, seseorang dengan tegap berdiri di sana.

Dia menunggu, menunggu Li Yuan-wai yang sedang

melamun datang mendekat.

0ooo(dw)ooo0

Sesudah dekat, mendadak dia mengangkat kepala.

Tawanya Li Yuan-wai seperti membeku.

Tampang seperti ini sungguh sulit digambarkan, seperti

tampang seseorang yang sedang tertawa terbahak-bahak

mendadak ditampar orang dengan keras.

Pelan-pelan, tawanya Li Yuan-wai menjadi hilang.

Lensa matanya juga semakin kecil, tapi matanya

membelalak besar sekali.

Hmm…. tampang dia sekarang seperti telah melihat

setan.

Memang benar, Li Yuan-wai benar telah melihat setan,

diwaktu matahari ada ditengah tengah langit.

“Apa kabar, hartawan besar?.”

Sepatah kata membangunkan Li Yuan-wai.

Setiap orang juga bisa tertawa, juga bisa menangis, ini

sudah biasa.

Tapi seseorang yang bisa membuat tertawa berubah jadi

menangis, itu benar-benar kemampuan hebat.

Apa lagi bagi laki-laki, air mata laki-laki sagat mahal,

apalagi air mata Li Yuan-wai.

“Kau…. kau? Sungguhkah kau? Ershao?” kata Li Yuanwai

dengan suara tersedu.

“Benar aku, hartawan besar,” kata Yuan Ershao

denganjelas dan tertawa hangat.

“Sung…. sungguh kau?”

“Tentu saja aku, hartawan besar, disaat matahari ada

ditengah langit tidak akan ada setan,” kata Yuan Ershao

tertawa sampai tampak gigi putihnya yang rapi.

Li Yuan-wai berlari maju ke depan, sepasang tangannya

dengan kuat menggoyang-goyang bahu temannya,

menangis, berteriak, juga tidak ketinggalan air mata

diwajahnya mengucur, ingusnya mengotori baju putih.

Yuan Ershao juga mengulurkan sepasang tangannya,

memegang bahu Li Yuan-wai, perasaannya tampak jelas,

sama hangat, mengharukan orang.

“Benar kau, sungguh kau waw…. Ershao, sungguh kau

waw….”

“Tidak salah, hartawan besar, benar aku, sungguh ini

aku….”

Li Yuan-wai bertanya terus tidak karuan.

Yuan Ershao juga berturut-turut menjawabnya.

Masih ada hal apa lagi yang bisa lebih mengharukan dari

pada saat ini?

Persahabatan di antara mereka, juga semuanya

tergambar di atas wajah mereka berdua.

Sedikit pun tidak ada kepalsuan, atau dicampur dengan

sandiwara.

Bisa mendapat teman seperti ini, apa lagi yang

diharapkan?

Li Yuan-wai tiba-tiba teringat sesuatu, dia mendorong

Ershao.

Tampangnya berubah lagi, berubah jadi seperti

disalahkan orang, seluruh wajahnya penuh dengan rasa

tidak dipercaya orang dan menjadi marah.

Wajah tampan Yuan Ershao tampak tidak mengerti dan

penuh pertanyaan, dia melihat tampangnya Li Yuan-wai

yang begitu, dia sungguh tidak mengerti.

“Mengapa!? Apa Hartawan besar Li ada masalah dengan

aku?” tanya Yuan Ershao.

“Mengapa….? masih ingin bertanya kau mengapa?

Ershao…. aku, kau…. kau ini bukankah sengaja membunuh

orang karena tersiksa? Kau…. kau jelaskan, sebenarnya apa

yang terjadi?” Li Yuan-wai berteriak aneh.

“A…. apanya apa yang terjadi?” tanya Yuan Ershao

tertawa.

Li Yuan-wai sungguh ingin menggigit putus hidung

temannya.

Terhadap tuan muda yang dunia persilatan menyebutnya

dengan hormat, Li Yuan-wai tidak ingin berbuat

keterlaluan, walau hubungan mereka begitu kental,

bagaimana pun juga di dalam hatinya, Yuan Ershao sudah

hampir seperti dewa membuat dirinya begitu hormat, dan

kagum.

Makanya walau benci sampai gatal gigi, Li Yuan-wai

terpaksa menenangkan hati yang bergejolak, dengan

perlahan-lahan berkata, “Di dalam penjara besar siapa

orang yang mati menabrakan diri pada tembok?”

Tentu saja Yuan Ershao mengerti maksud Li Yuan-wai,

sambil tertawa Yuan Ershao berkata, “Oto, dia adalah

Perampok Hitam Putih Ji Cheng Quan.”

Perampok Hitam Putih, Li Yuan-wai tentu saja Li Yuanwai

pernah mendengarnya, orang itu adalah kepala

penjahat yang sudah ternama, membunuh orang tidak

terhitung banyaknya, dia melakukan kejahatan tidak

pandang bulu, setiap lelaki yang bertemu dengan dia pasti

mati, jika wanita diperkosa dulu lalu dibunuh. Dua aliran

dunia persilatan golongan putih maupun hitam dia tidak

menggubrisnya, makanya julukan dia Perampok Hitam

Putih.

“Tapi itu jelas-jelas dirimu” kata Li Yuan-wai disengaja.

“Jika itu adalah aku, bukankah hidupmu sudah bertemu

setan?” Yuan Ershao ternyata juga suka melucu.

“Yang aku heran mengapa Perampok Hitam Putih bisa

menyamar menjadi dirimu? Dan bagaimana kau bisa

melarikan diri dari penjara besar itu?” tanya Li Yuan-wai

dengan tidak sabar.

“Hartawan besar, maafkan aku, masalah ini telah

dirahasiakan pada kalian, untuk menjaga nama baik

keluarga Yuan kami, aku dijebak orang sampai tidak bisa

mengangkat kepala, makanya hanya melakukan siasat jelek

ini, dan kau berbesar hati dan maafkanlah!” kata Yuan

Ershao menghormat sekali pada Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai buru-buru meloncat kepinggir, mulutnya

terus berkata, “Sudahlah! Sudahlah! Jika kau merasa tidak

enak, katakan saja sudah cukup, kau membungkuk

memberi hormat aku tidak sanggup menerimanya, aku

tidak ingin mengurangi umurku!”

Memang, dengan nama tenar Yuan Ershao didunia

persilatan, sampai ketua Shao-lin juga menyambutnya

diluar kuil, Li Yuan-wai mana berani menerima

penghormatannya?

Di bawah pohon, Yuan Ershao memakai lagi topeng

kulit manusia yang pembuatannya begitu bagus, dan

membuat orang sulit bisa melihat kekurangannya.

Sekarang dia telah menjadi orang berbaju pelajar, Li

Yuan-wai tidak menyangka orang yang membuyarkan

hawa pembunuhan antara dia dan janda Yuan Dashao di

tempat jualan tahu, ternyata adalah Yuan Ershao.

“Kau pasti mempunyai banyak pertanyaan, bukan?” kata

Yuan Ershao yang telah berubah jadi orang lain, juga

merubah suaranya.

Li Yuan-wai menggosok-gosok matanya, dia sungguh

tidak percaya didunia ini bisa ada penyamaran yang begitu

sempurna.

Setelah kembali sadar, Li Yuan-wai berturut-turut

berkata, “Apa? Eee! Tentu, tentu, pertama kau jelaskan

dulu, bagaimana kau mengantikan Perampok Hitam Putih,

dan bagaimana bisa meninggalkan penjara besar?”

“Perampok Hitam Putih ialah Polisi Setan Tie Cheng

Gong membawanya masuk kepenjara, sengaja wajahnya

dirusak hingga tidak bisa dikenali, dan supaya bisa

menyamar menjadi aku, ceritanya juga sangat kebetulan,

dipergelangan Perampok Hitam Putih juga ada satu tahi

lalat merah, hanya saja dia di tangan kiri, dan aku di tangan

kanan. Orang yang sudah mati siapa yang akan

memperhatikan hal ini? Maka siasat menipu langit melintas

laut ini tidak mendapat curiga siapapun. Tentu saja semua

pengaturan ini Polisi Setan sendiri mengerjakannya, karena

aku pernah mendengar di setiap kantor kepolisian

kabupaten, pasti ada muridnya atau orang

kepercayaannya.”

“Sibotak bau yang baik hati, seperti kejadian yang betul

saja, menipu kami berputar-putar.”

Setelah mendengar ceritanya, Li Yuan-wai tidak tahan

diam-diam memaki Polisi Setan bukan orang, tapi tidak

enak mengucapkannya.

“Kalau begitu, apa dakwaan yang ditetapkan oleh

pejabat pemerintah itu juga semuanya hanya pura-pura

saja?” Li Yuan-wai bertanya lagi.

“Kalau menurutmu bagaimana? Hartawan besar,” Yuan

Ershao membalikkan pertanyaan.

Dengan tertawa malu, Li Yuan-wai tentu saja tahu

dirinya mengajukan pertanyaan yang tidak pintar.

“Aku…. maksudku adalah kematiannya keponakan

besar, aku sudah tahu kejadiannya, tapi…. masalah kakak

ipar kau….”

“Dia bukan kakak iparku, dia adalah adiknya kakak

iparku, Xuan Xuan Nu, Zhao Bei Yan, sandiwara ini juga

sudah diatur kami sebelumnya,” kata Yuan Ershao.

Li Yuan-wai berkata, “Tidak aneh, punya penampilan

yang begitu bagus, ternyata dia adalah Xuan Xuan Nu,

tidak usah dikatakan topeng kulit manusia kau yang bagus

ini, tentu juga keluar dari sepasang tangan dia yang lincah

itu bukan?”

Li Yuan-wai tidak menunggu jawaban dari Yuan

Ershao, bertanya lagi, “Itu sungguh membuat aku jadi tidak

mengerti, kenapa kakak ipar ku bisa berubah jadi Xuan

Xuan Nu?”

Di mata Yuan Ershao terkilas perasaan sakit.

Dia dengan pelan berkata, “Disaat kakakku dibunuh, dan

diantar orang kembali ke perumahan, kakak iparku saat itu

berada di rumah orang tuanya di danau Tong Ding gunung

Jun, kakak iparku tidak bisa bersilat, semua orang juga

tahu, tapi adiknya Xuan Xuan Nu malah adalah pendekar

wanita ternama didunia persilatan, mereka berdua juga

saudara kembar, karena orang kedua sejak kecil dibesarkan

oleh orang lain, setelah besar baru mengenal orang tuanya

dan kembali kemarganya….”

Perkataannya berhenti sejenak, Yuan Ershao

melanjutkan, “Saat mayat kakakku yang tidak ada

kepalanya diantar pulang ke perumahan, kebetulan Xuan

Xuan Nu sedang bertamu di rumahku, karena masalah ini

terlalu aneh, sehingga kami tidak menyiarkannya, setelah

cepat-cepat menguburnya, aku keluar mencari

pembunuhnya, siapa tahu aku menyia-nyiakan waktu tiga

bulan, sedikit jejak pun tidak ada, aku kembali ke rumah

dengan Xuan Xuan Nu berunding, kami menduga pelaku

kejahatan sangat mengenal keadaan kami, dan

perbuatannya, selangkah demi selangkah ingin

menghancurkan Perumahan Hui Yuan. Untuk menghindar

orang-orang, makanya kami bersandiwara, siasat

mencelakai diri sendiri ini, tujuannya untuk mengumpan

pelaku kejahatan keluar.”

Sekarang Li Yuan-wai bertanya lagi, “Kenapa sampai

kami juga tidak diberitahu? Jika sudah dijelaskan, bukankah

kami juga bisa menyumbangkan tenaga, banyak orang tentu

lebih mudah mengerjakan”

Yuan Ershao tertawa pahit berkata, “Bukankah tadi

sudah kukatakan? Justru karena aku curiga pelaku

kejahatan ini adalah orang yang sangat tahu keadaan

keluarga Yuan, disaat sebelum masalahnya belum jelas,

siapa saja mungkin adalah pelaku kejahatannya, kau ingin

aku bagaimana mengatakannya pada kalian? ini adalah

siasat mencelakakan diri sendiri, tentu saja harus persis,

baru bagus!”

Li Yuan-wai berkata, “Tapi juga tidak bisa membiarkan

aku dengan Xuan Xuan Nu bertarung! Kau tidak tahu dia

sangat galak, sepertinya ingin sekali menelan aku hiduphidup.”

Yuan ershao tertawa berkata, “Betulkah? Saat itu aku

juga ada di sana, aku lihat sepertinya kau ada maksud ingin

makan ‘tahu’ orang?”

Mengusap-usap kepalanya, Li Yuan-wai dengan malumalu

tertawa berkata, “Ershao, ini…. ini juga tidak bisa

salahkan aku, disaat itu kami semua mengira dia ada

masalah, makanya…. maka…. he…. he….”

Sungguh satu hal yang memalukan, disaat itu bagaimana

pun Li Yuan-wai memang ada sedikit niat ingin makan

‘tahu’ orang.

Yuan Ershao melihat tingkah malu Li Yuan-wai yang

menggaruk-garuk kepala, mengorek-ngorek kuping, dengan

tertawa berkata, “Sudahlah! Hartawan Li, aku tidak

menyalahkanmu, buat apa kau menutupinya!? Lagi pula

bagaimana aku bisa tidak tahu penyakitmu?”

Perkataannya tepat mengenai isi hatinya, dasar Li Yuanwai

yang tebal muka, dia bisa melihat angin membanting

setir bertanya lagi, “Ershao, apa kau tahu kakakmu Walet

Tidak Kembali belum mati?”

Di matanya terkilas rasa sakit, Ershao menganggukkan

kepala, tawa diwajah menjadi hilang.

Li Yuan-wai tidak mengerti berkata, “Benarkah semuaini

adalah….”

Yuan Ershao menggelengkan kepala berkata, “Sekarang

ini aku masih belum berani mengatakannya, hanya saja

semua ini sungguh membuat orang sulit mengerti, apa lagi

ini…. ini sama sekali hal yang tidak ada alasannya….”

“Tapi sekarang semua panah menunjuk padanya!” kata

Li Yuan-wai cepat.

Ershao tidak berkata lagi, karena dia juga mengerti.

Namun apa yang bisa dia katakan, Bagaimana pun,

mana ada yang menjadi kakak bisa dengan sadisnya

mencelakakan adiknya?

Ini bukan saja tidak mungkin, dan lagi orang sulit bisa

percaya.

Terdiam sebentar, Yuan Ershao berkata, “Kau akan pergi

ke Gedung Wang Jiang untuk menepati janji bukan?”

“Apa kau juga tahu akan hal ini? Ershao.” tanya Li

Yuan-wai sedikit heran.

“Hal yang begitu besar, bagaimana aku bisa tidak tahu?”

Yuan Ershao berkata sambil tertawa, “Kalian berdua

sebenarnya sedang main apa? Kenapa bisa sampai

situasinya tidak bisa diselesaikan?”

Li Yuan-wai mengangkat bahu dan tertawa pahit.

Tawanya sungguh membuat hati orang jadi pahit

melihatnya.

Yuan Ershao seperti ingin menembus pandangannya, dia

bertanya lagi, “Hartawan Li, aku tidak percaya ini adalah

sungguhan, tapi semua ini juga tidak seperti bohongan, bisa

beritahu aku sebabnya?”

Disudut bibirnya ada sedikit ragu, Li Yuan-wai berkata,

“Jangan kata kau tidak percaya bahwa ini adalah kejadian

betul, aku sendiri pun tidak percaya ini adalah sungguhan,

namun…. Ershao, aih…. sekarang sungguhan atau

bohongan sudah tidak begitu penting lagi, sebab aku belum

tahu betul, mungkin bisa tanya ‘dia’….”

Ershao sekejap terdiam, tiba-tiba dia berkata, “Aku

pernah melihat Xiao Dai.”

“Dimana!? Kapan?” dengan tegang Li Yuan-wai

bertanya.

“Dikota Xiang Yang, tapi dia tidak melihat aku.”

“Dikota Xiang Yang….?”

“Dengan seorang nyonya muda cantik,” kata Ershao

dengan sorot mata aneh melihat Li Yuan-wai.

“Nyonya muda yang cantik?! Apa mungkin dia….?” Li

Yuan-wai bergumam sambil berpikir.

“Siapa dia? Apakah kau juga kenal dia?” tanya Yuan

Ershao menatap.

Sedikit malu, Li Yuan-wai terpaksa membeberkan

tentang dia dan Xiao Dai yang dulu bersamaan waktu

mencintai Ouwyang Wu-shuang.

Yuan Ershao menepuk-nepuk bahu Li Yuan-wai,

menggelengkan kepala sambil mengeluh.

“Kalian ini sungguh sepasang manusia yang unik,

apakah didunia ini hanya ada satu wanita bernama

Ouwyang Wu-shuang?”

Li Yuan-wai berkata sambil tertawa, “Tentu saja bukan,

jika didunia ini hanya ada satu wanita, bukankah dunia ini

akan menjadi kacau balau?”

“Jika didunia ini tidak hanya ada satu wanita, aku pikir

kalian pasti tidak akan karena wanita menjadi ada salah

paham.” Yuan ershao ingin menjelaskan tapi tidak

mengutarakannya dengan jelas.

“Masalahnya adalah wanita ini dilepas oleh aku dan

Xiao Dai pada saat bersamaan,” kata Li Yuan-wai.

Seorang wanita dilepaskan oleh laki-laki, memang satu

hal yang menyedihkan.

Jika bersamaan waktu dilepas oleh dua laki laki, maka

ini bukan hanya satu hal yang membuat sedih lagi,

sesungguhnya ini hal yang paling sedih yang bisa membuat

orang gantung diri.

“Aku ingin mendamaikan kalian, dan menjadi orang

penengah, apa kau punya pendapat?!” setelah

mempertimbangkan, Yuan Ershao akhirnya mengatakan

juga, dengan mata jujur dia memandang Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai tidak berani memandang, sepertinya tidak

bisa berbuat apa-apa berkata, “Ershao, dengan adanya kau,

kupikir didunia persilatan ini tidak ada siapapun yang

berani menentang keinginanmu, hanya…. hanya…. aku

harap kau tahu aku bukan benar-benar hartawan besar

sudah cukup….”

Yuan Ershao tertawa sambil mengepalkan tangan

berkata, “Terima kasih! Tentu saja aku tahu kau bukan

seorang hartawan, juga pasti tidak akan membandingkan

kau dengan seorang hartawan asli, karena jika seorang

hartawan bertemu dengan hal ini, dia lebih suka

mengeluarkan perak, juga pasti tidak akan berani

menempuh bahaya, mengorbankan nyawa.”

“Jika demikian, yang berterima kasih seharusnya aku!”

“Ini kata-kata yang jujur, aku tidak mau kalian makan

sumpah sendiri ha…. ha…. ha….”

Yuan Ershao teringat, tahun itu dia bertemu dengan Li

Yuan-wai dan Tangan Cepat Xiao Dai, tidak sadar diajadi

tertawa.

Karena dia juga tidak terpikir, dua anak ingusan itu, hari

ini semuanya telah menjadi orang besar yang ternama

didunia persilatan.

“Ershao, besok adalah pertemuan Gedung Wang Jiang,

waktunya sangat sempit mungkin….”

“Tenang, perkelahian ini…. hmmm, sama seperti

menikah, seseorang tidak bisa menikah dengan dirinya

sendiri, tentu saja juga tidak akan bisa diri sendiri berkelahi

dengan diri sendiri, menurutmu betul tidak?” kata Yuan

Ershao tersenyum.

“Hai….! Bertemu denganmu, aku sudah tidak bisa bicara,

Ershao, terserah kau saja, bagaimana pun aku percaya, juga

menyerahkan semuanya padamu.”

Orang yang bisa membuat Li Yuan-wai menyerah,

mungkin hanya Yuan Ershao saja.

Yuan Ershao melihat, berpikir sejenak, tidak sadar dia

memegang lagi bahu Li Yuan-wai, dengan sepenuh hati

berkata, “Hartawan Li, terima kasih, terima kasih, demi

masalahku, kalian tidak kenal lelah….”

Wajah Li Yuan-wai yang agak gemuk, tertawa lugu,

“Er…. ershao, kau berkata begini, sekalian saja…. sekalian

saja…. ambil pisau bunuh aku…. sekalian.”

Apa yang mau Yuan Ershao katakan, jika mempunyai

teman demikian?

Jika kau adalah dia, mempunyai teman seperti ini tentu

akan mengerti di dalam hatinya sekarang.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai melihat bayangan Yuan Ershao yang tegap

dan panjang itu, seperti segumpal asap ringan menghilang

diujung jalan, dia merasa sedikit kehilangan.

Hanya karena dia, terhadap dia selamanya ada rasa

kekaguman seperti pada pahlawan.

Tapi dia tahu, jika dirinya dibandingkan dengari dia,

huruf’pahlawan’ ini, mungkin berjalan sisinya pun tidak

akan pantas, walau orang lain juga menghormati dirinya

sebagai ‘pahlawan’.

Dia mempercayainya, sama seperti dia percaya orang

tidak makan nasi bisa mati.

Dia juga mengambil dirinya sebagai contoh, berharap dia

disuatu hari juga bisa menjadi seorang ‘Li Dashao’ yang

dipuji dan dihormati orang-orang.

0ooo(dw)ooo0

BAB 14

Dipersalahkan

Hujan ini datangnya tidak bisa dimengerti.

Jelas-jelas cuaca sedang terik matahari, titik hujan malah

setitik demi setitik menabur turun.

Seperti air mata kekasih, dia sama sekali tidak tahu

kapan waktunya, juga tidak perduli di tempat apa.

Pokoknya saat dia teringat, dia apa pun tidak perduli

mengucurkannya.

Melihat titik-titik hujan ini, Li Yuan-wai duduk bersila di

depan kuil yang sudah rusak ini, di dalam hatinya tidak

tahu sedang memikirkan apa?

Hujan ini dikatakan besar juga tidak besar, dikatakan

kecil tapi bisa menjadikan basah kurup seluruh tubuh.

Dia ingin sekali pergi ke kota Fu Rong lebih pagi, tapi

justru terhalang hujan ini, terpaksa dia sementara berteduh

dulu, sekarang dia mengeliatkan tubuh, matanya jadi

terang, hampir saja pinggang keseleo.

Dia melihat dalam pandangan yang samar samar oleh

embun hujan di atas jalan tanah kuning di depan kuil, ada

sepuluh lebih pengemis dengan usia yang berbeda-beda,

sedang dalam curahan hujan lari kearahnya.

Mereka seperti terburu-buru, juga tampaknya sudah

memilih kuil rusak yang sudah ditinggalkan banyak tahun

ini, untuk berteduh dari hujan yang mendadak ini.

Disudut mulutnya sudah tampak tertawa, wajah bulat Li

Yuan-wai semakin bulat saja.

“Mmm, bagus sekali, ternyata anggota inti Gai-bang kita

juga banyak yang datang, apa mungkin semuanya karena

masalah aku? Iii?! Ha…. sampai paman Ji juga ikut datang!”

Dari kejauhan di antara sekelompok para pengemis itu,

Li Yuan-wai sekali melihat sudah mengenal seorang tua

yang berperawakan tinggi besar, memakai baju kain

tambalan berwarna merah biru.

Dia bangkit berdiri, menepuk-nepuk tanah yang ada

dipantatnya, beraksi sebagai seorang jagoan, tongkat

pemukul anjing diposisikan sebagai penyangga tubuhnya,

Li Yuan-wai dengan santai menunggu mereka sampai ke

depan.

Semakin dekat, dia semakin terkejut.

Ternyata di dalam kelompok orang itu, dia mengenal

dua orang lagi: “Dua Pengemis Cacat”.

Dua Pengemis Cacat ini kedudukannya di dalam Gaibang,

tidak berlebihan disebut Yang Agung’, karena mereka

berdua sampai sekarang usianya sudah sembilan puluh

tahun, menurut, tingkat generasi adalah kakek gurunya

guru Li Yuan-wai ‘Raja Pengemis’.

Kakek buyut yang sehari-harinya juga jarang tampil, saat

ini tiba-tiba bisa bersamaan tampil, bagaimana bisa tidak

membuat Li Yuan-wai terkejut.

Sekarang tawa diwajahnya tampak semakin kaku, dan

aksinya sebagai seorang jagoan, sudah kehilangan rasanya,

malah sebaliknya membuat orang merasa kasihan.

Karena kedudukan ‘Ketua Pengawas’ itu, di depan dua

orang ini sama sekali tidak bisa dipamerkan, maka dia yang

tadinya santai saja, sekarang berubah menjadi sedikit

ketakutan tidak tenang.

0ooo(dw)ooo0

Orangnya baru saja tiba, hujanpun berhenti, ini juga hal

yang mengherankan.

Dua orang berambut putih itu wajahnya merah,

perawakan tinggi besar, Dua Pengemis Cacat di depan. Satu

cacat telinga kanan, satu cacat mata kiri, tiga mata itu

sedikit pun tidak berkedip memandang Li Yuan-wai yang

bersujud di atas tanah.

Di belakang sepuluh murid Gai-bang yang berpakaian

tambal-tambal baju lama, ditubuhnya setiap orang paling

sedikit ada lima, enam simpul tali berbaris melintang,

wajahnya tidak ada perasaan, melotot memandang pada Li

Yuan-wai yang wajahnya penuh ketakutan itu.

Hartawan Li yang biasanya jika bertemu orang selalu

tertawa, sekarang berganti dengan wajah ketakutan, kerena

dia tidak ada keberanian, tidak berani tidak hormat

terhadap dua orang ini.

“Ka…. kakek buyut, murid Li Yuan-wai memberi….

hormat.”

Li Yuan-wai baru saja bersujud, sesudah perkataannya

habis, di dalam pikirannya dua orang itu pasti dengan

ramah menginginkan dia berdiri.

Siapa tahu sekali mengangkat pandangannya, dia

menemukan dua kakek buyut tiba-tiba menghindar kekiri

dan kekanan, menghindar dua langkah, menghindarkan

penghormatan dirinya.

Masih belum mengerti apa yang terjadi, telinganya sudah

terdengar suara tanpa perasaan Pengemis Tanpa Telinga

Chou Ji yang biasanya sangat menyayangi dia.

“Tidak berani, silahkan kau berdiri.”

Tidak salah, orang menginginkan dia berdiri, tapi

bicaranya seperti serutan es, membuat hati orang menjadi

dingin mulai dari kepala sampai ketelapak kaki. Hatinya

tujuh naik delapan turun, Li Yuan-wai bangkit berdiri,

wajahnya yang pahit susah dilukiskan.

Tidak berani mengangkat kepala, juga tidak berani lagi

buka mulut.

Udara disekeliling, dinginnya membuat Li Yuan-wai

timbul dingin dari dasar hati.

Tangan pengemis Tanpa Telinga Chou Ji mengangkat

tinggi satu plat bambu, belum membuka mulut, Li Yuanwai

begitu melihat, sepasang lutut langsung berlutut.

Karena siapa pun tahu plat bambu itu adalah lambang

tertinggi Gai-bang, juga pertanda ketua Gai-bang datang

sendiri.

Melihat lambang sama seperti melihat orangnya, Li

Yuan-wai sekali melihat lambang bambu itu mana berani

tidak berlutut?

Apa lagi Raja Pengemis adalah gurunya sendiri.

“Li Yuan-wai, kau bukan anggota Gai-bang kami, tidak

perlu berlutut. Sebabnya aku mengeluarkan ‘Perintah

Bambu Api’, hanya untuk menyatakan bahwa kami sedang

melaksanakan perintah.” Wajahnya yang dinggin Pengemis

Tangpa Telinga Chou Ji dengan dingin berkata.

Kata-katanya memang tidak salah, Li Yuan-wai sejak

awal tidak resmi masuk jadi anggota Gai-bang, walau dia

adalah murid ketua Gai-bang masa kini, dan juga satusatunya

murid.

Tapi dia sendiri, hingga seratus tujuh puluh dua cabang

dengan puluhan ribu muridmuridnya Gai-bang, tidak ada

satu orang pun yang mengira dia bukanlah orangnya Gaibang.

Dan juga tidak perduli di dalam Bang atau diluar Bang,

orang-orang dunia persilatan, pesilat dunia persilatan, siapa

pun tahu aset Gai-bang Li Yuan-wai, ini adalah kenyataan

yang tidak bisa dibantah.

Sekarang ini malah bagaimana pun tidak terpikirkan di

‘Dewa Hidup’, bisa mengatakan kata-kata ini walau mati,

dia juga tidak bisa terima kata-kata ini.

“Kakek buyut…. guru, ke…. kenapa….?” tanya Li Yuanwai

membelalakkan sepasang mata, dengan suara

ketakutan.

Sejak dilahirkan dari rahim ibu, Li Yuan-wai tidak

pernah merasa lebih takut dibandingkan pada saat ini.

Sekarang dia bercucuran keringat dingin, diawal musim

rontok ini, dan dihawa sejuk setelah hujan ini, malah

sampai baju dalam pun hampir basah semua.

“Pendekar muda Li, aku baru saja mengatakan, kau

bukan orangnya Gai-bang kami, kakek buyut guru tiga

huruf ini, aku tidak pantas menyandangnya, hari ini

beruntung kita bertemu dengan pendekar muda Li, jadi

sekalian saja minta keadilan untuk Gai-bang pada anda….”

Kata katanya semakin tidak masuk akal, tentu saja Li

Yuan-wai semakin mendengar semakin tidak mengerti.

Dia juga sedikit merasakan pasti ada yang tidak beres.

Dia tidak berani menjawab, juga tidak tahu harus mulai

berkata dari mana. Maka dia hanya membelalakkan mata,

wajahnya penuh pertanyaan memandang pada pemimpin

lima generasi Gai-bang yang biasanya juga sangat dingin

ini, menunggu lanjutan kata-katanya.

0ooo(dw)ooo0

Dua orang murid sekelas ketua cabang yang mempunyai

lima simpul tali, dengan tidak berkata mengikatkan kain

merahnya pada masing-masing tongkat pemukul anjingnya,

dengan cepat lari kearah datangnya.

Hati Li Yuan-wai segera tenggelam kejurang yang tidak

ada dasarnya.

Karena dia tahu arti ini, mereka pasti pergi keluar

setengah li untuk membuat penghalang jalan, untuk

memberitahu teman-teman dunia persilatan, di sini sedang

ada urusan dalam Gai-bang, orang yang tidak

berkepentingan dilarang masuk.

Seriusnya masalah ini, sudah jelas bisa dilihat.

“Anda, tidak sadar masih muda, tapi pikirannya begitu

jahat, perbuatannya juga begitu keji, apakah kau tidak

merasa terlalu terburu-buru? Apakah kau bisa katakan

tujuan dan alasannya?”

Orang yang usia nya besar, bagaimana pun kesabarannya

lebih tinggi, walau di mata Pengemis Tanpa Telinga penuh

dengan kebencian, terus bergerak-gerak, tapi nada

pertanyaannya tidak keterlaluan, hanya sedikit dingin saja.

Sekarang Li Yuan-wai sudah tahu apa yang telah

diperbuatnya adalah salah, seluruhnya seperti dalam lautan,

sampai arahnya juga tidak jelas, apa yang mau dia katakan?

Dan bagaimana bisa menjawabnya?

Dengan ketakutan dia membuka mulut, Li Yuan-wai

berharap dirinya bisu, karena dia tidak pernah tahu

suaranya bisa begitu tidak enak didengar.

“Ka…. murid sungguh…. sungguh tidak tahu telah

berbuat salah apa? Harap kau…. jelaskan.”

Dia memaksa dua huruf belakang ditarik kembali, hanya

belum tersedak saja.

Sepuluh orang, dua puluh mata, semuanya sama

memandang dengan sorot mata menghina.

Sampai-sampai Li Yuan-wai bisa mendengar di

antaranya ada satu orang dengan hina mengeluarkan suara

heng.

“Anda, kau bukan orang yang takut pada masalah, apa

yang diperbuat sendiri, bagaimana kau bisa tidak tahu?

Hanya saja kami tidak bisa menduga alasannya, lebih-lebih

tidak bisa menduga sebabnya, kalau tidak kami juga tidak

akan mengerahkan begitu banyak orang, dengan sembunyisembunyi

tidak mengumumkannya susah payah

mencarimu, sekarang terbukti banyak menimbulkan

masalah, apa tujuan kau sebenarnya itu saja?”

Sesudah mengatakan panjang lebar, tetap saja tidak

mengatakan permasalahannya.

Li Yuan-wai menahan dirinya, dia sudah sampai tidak

tahan ingin sekali maju ke depan mencekek leher ‘Dewa

Hidup’, atau menendang dia dua kali.

Ini hanya dalam pikirannya, berpikir dilubuk hati paling

dalam, hatinya lebih gelisah juga, tapi wajahnya sedikit pun

tidak berani menunjukannya.

Tidak mengeluarkan pertanyaannya, mana bisa

menjawabnya?

Li Yuan-wai bertekat ‘buk!’ satu suara, sepasang lututnya

berlutut di tanah.

Juga tidak perdulikan orang di depan semuanya

menghindar kesisi, dia dengan sedih mengawasi semua

orang, dengan cepat dia berkata, “Kakek buyut guru, paman

Ji, aku mohon pada kalian, beritahu kebenarannya, aku

sungguh tidak tahu kalian sedang membicarakan apa!?”

Walau seorang buta! Tidak dapat melihat ekspresi wajah

Li Yuan-wai, juga bisa mendengarkan suara dia, yang

begitu ketakutan, dan jujur.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji dan Pengemis Mata

Cacad Hua Kai dua orang saling melihat satu setengah

mata tetap Pengemis Tanpa Telinga bicara, tapi nadanya

sudah sedikit rada hangat.

“Anda, benar kau tidak tahu apa yang tujuan kami!?”

“Kakek buyut, murid sungguh tidak tahu.”

Wajah Li Yuan-wai penuh dengan rasa bersalah, malah

membuat semua orang timbul pertanyaan.

“Kau kenal Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wushuang?”

“Kenal.”

“Kau kenal Pecut Terbang Chao Ji dan seorang pelayan

yang bernama Xiao Cui?”

“Kenal.”

“Kau kenal ketua cabang cabang keempat puluh dua Gaibang

kami Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan?”

Tidak menyangka pihak Gai-bang bisa ada pertanyaan

ini, Li Yuan-wai berpikir sebentar, rupanya seperti tidak

bisa mengingatnya, lalu menggelengkan kepala.

“Kau tidak kenal?!” Pengemis Tanpa Telinga sedikit

tidak percaya bertanya.

Anggota Gai-bang banyak sekali, cabangnya tersebar

dikota besar dan kecil, Li Yuan-wai mana bisa….

mengenalnya? Jangan kata dia, mungkin ketua Gai-bang

Raja Pengemis juga tidak bisa mengenal semuanya.

Namun Li Yuan-wai yang sehari-harinya berkelana di

Jiang Nan, walau dia mengatakan tidak kenal, tapi di dalam

pikiran orang lain, malah merasa kata-katanya tidak jujur.

“Baik, baik sekali, anggap saja kau tidak kenal, tapi

pakaian dan dandanan murid Gai-bang, tanda kedudukan,

kau tidak bisa mengatakannya kau tidak kenal!”

Tentu saja kenal, soalnya Li Yuan-wai ilmu silatnya dari

Gai-bang.

Tidak tahu apa tujuannya mengatakan ini, Li Yuan-wai

mengangkat kepala terpaksa mengaku, berkata, “Murid

tentu kenal.”

“Kalau begitu kau membunuh Dai Le Shan dan tiga

murid apakah disengaja?” Pengemis Tanpa Telinga

menatap tajam sekali berkedip juga tidak mendesak

bertanya.

Ini seperti guntur dihari terang, Li Yuan-wai tidak

terpikir bagaimana dirinya bisa jadi seorang pelaku

pembunuhan, dan juga yang dibunuh masih orang

seperguruan sendiri.

Dia cepat-cepat membantah berkata, “Murid tidak tahu,

murid sama sekali tidak pernah berbuat hal ini….”

Tidak membenarkan juga tidak membantah, Pengemis

Tanpa Telinga Chou Ji berkata lagi, “Kau memperkosa lalu

membunuh Xiao Cui, awalnya mempermainkan lalu

meninggalkan Ouwyang Wu-shuang, ini semua tidak

dibicarakan dulu, tapi kau tidak seharusnya demi merebut

kedudukan ketua Gai-bang lalu membunuh orang yang

tidak sependapat dengan dirimu, lebih-lebih menyuruh

Pecut Terbang Chao Ji dalam waktu tiga hari

menghancurkan dua belas cabang yang tidak akur dengan

kau…. kau terlalu sedikit terburu-buru….” Wajah berubah

dengan keras berkata lagi, “Li Yuan-wai, tanganmu kejam,

hatimu teliti, tapi pernahkan terpikir seratus teliti, tetap ada

satu kesalahan? Kau meminjam golok membunuh orang

pernahkah terpikir orang orang itu semuanya adalah murid

murid Gai-bang yang darahnya lebih kental dari pada air?”

Otak seperti disambar lima guntur. Li Yuan-wai

memandang Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji, tapi merasa

yang dilihat hanya kosong belaka, karena pikirannya yang

kalut, dia sudah tidak dapat memfokuskan sorot matanya.

Seseorang tidak pernah mengalami dakwaan tanpa ada

alasannya, tidak akan bisa memahami keadaan hatinya

sekarang.

Sama dengan seseorang tidak pernah mencintai, dan

dicintai, dia mana bisa mengerti huruf ‘cinta’ di antara lakilaki

dan wanita, bisa menghidupkan orang dan juga bisa

mematikan orang?

Mulutnya pahit seperti menggigit buah paria, ruang hati

menjadi kram hampir tidak bisa bernafas.

Beberapa saat, Li Yuan-wai baru dalam pengawasan

banyak orang sadar kembali, tidak perdulikan sepasang

lutut sudah sesemutan karena berlutut, berjalan dengan

lutut beberapa langkah, dia dengan serak berkata, “Apa

ka…. kalian percaya semua hal ini aku yang melakukannya?

Kalian bisa percaya semua hal ini aku yang melaku

kannya?!”

Seorang yang biasanya selalu tertawa, Li Yuan-wai yang

selamanya tidak tahu apa itu kesusahan, jika tidak

menyaksikan sendiri, semua orang tidak akan percaya rupa

dia bisa seperti sekarang ini.

Hanya karena dia mengerti orang orang Gai-bang

bergerak melakukan sesuatu, jika bukan masalahnya besar

dan penting sekali, jika tidak punya bukti sangat kuat, jika

bukan kedudukan dirinya super, pasti tidak akan sampai

dua orang ‘Dewa Hidup’ di Gai-bang melaksanakan sendiri.

Situasi yang serius ini, keadaan yang ‘besar’ ini, dia juga

tahu mungkin sampai mulutnya berkata sampai rusak, juga

sulit membuktikan dirinya tidak berdosa, membersihkan

tuduhan pada diri sendiri.

Tapi dia terpaksa harus bertanya, juga terpaksa membela

diri, bagaimana pun dia tidak tahu kejadiannya bagaimana!

Sehingga dia memohon berkata, “Ma…. maaf kakek

buyut, bisakah beritahukan pada murid seluruh

kejadiannya, bagaimana….”

Sedikit merasa tidak tega, mungkin benar ada sedikit

curiga, Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memandang

langit, pelan berkata, “Ouwyang Wu-shuang mengirim

surat pada Gai-bang, mengatakan mula-mula kau

mempermainkan lalu meninggalkannya, dan memperkosa

lalu membunuh pelayan perempuan dia, dan juga

menyuruh Pecut Terbang Chao Ji, akan masalah ini apa

penjelasan kau?”

Ingin sekali menjelaskan, tapi tidak tahu dari mana awal

menjelaskannya.

Li Yuan-wai sepertinya sudah nekad, dengan keras

berkata, “Apa ada buktinya?”

“Ouwyang Wu-shuang menunjukan dipunggung dekat

pantat kau ada tanda lahir, ini telah dibenarkan oleh ketua

Gai-bang, itulah bukti yang paling bagus.”

Li Yuan-wai tertegun, mulutnya terbuka, lidahnya terasa

kaku tiba-tiba tidak bisa bicara.

Ini masalah yang sedikit pun tidak salah. Seorang lakilaki

jika tidak pernah berhubungan dengan wanita ini,

bagaimana bisa tahu rahasia ini? Apa lagi ini adalah benarbenar

rahasia.

Bagaimana pun tanda lahir itu di atas pantat, bukan di

tempat yang terbuka. Hanya satu hal ini sudah cukup

membuktikan dosanya Li Yuan-wai. Karena dari satu hal

ini bisa menjelaskan masalah lain dan masuk akal.

Walau semua ini tidak pernah terjadi, tapi Li Yuan-wai

justru jadi tidak tahu harus bagaimana membantahnya.

Dia sudah mengerti garis besarnya, juga mengerti

bagaimana Ouwyang Wu-shuang mengirim surat

mendakwanya.

Karena baik laki-laki atau wanita setelah ditinggalkan

kekasihnya, dari cinta bisa menjadi benci.

Sejak dari zaman dahulu kejadian ini sering terjadi,

hanya saja mimpipun Li Yuan-wai tidak terpikirkan

kejadian ini bisa terjadi pada dirinya.

Yang lucu adalah dia sama sekali tidak merasa antara

dirinya dengan Ouwyang Wu-shuang, ada alasan yang

dipakai dia untuk meninggalkannya.

Sekarang jika di tangannya ada sebilah pisau, dia pasti

segera menghunusnya, dengan tanpa ragu-ragu dia akan

membalikkan tubuh Ouwyang Wu-shuang, memotong

setengah pantatnya.

0ooo(dw)ooo0

Tentu saja hanya punya bukti ini rasanya masih sedikit

lemah.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji menyaksikan Li Yuanwai

tidak tahu harus berbuat apa, dia berkata lagi, “Tuan,

untuk membuktikan tidak bersalah, apakah kau bisa

mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam dadamu?”

Walau nadanya bertanya, Li Yuan-wai mengerti jika

tidak menurutinya, mungkin akan lebih membuktikan

dirinya bersalah.

Lagi pula tentu saja dia tahu di dalam dirinya kecuali

beberapa liang recehan perak, dan beberapa barang lain,

tidak ada benda yang menyolok.

Sesudah melihat pandangan lawan yang bersikukuh, juga

untuk menyatakan dirinya terbuka, tanpa ragu-ragu, Li

Yuan-wai mengeluarkan seluruh barang yang ada

didadanya, walau dia tidak mengerti apa maksud mereka

ingin dia melakukan hal ini.

0ooo(dw)ooo0

Begitu barang dikeluarkan semua, tampak dua tiga

recehan perak, satu bungkus kecil Wu Xiangpenyedap

masakan.

Satu kue keras yang telah ada dua gigitan, dua bungkus

seperti bungkusan powder obat.

Masih ada lagi yaitu segenggam jarum sulam…. nomor

yang paling besar.

Jika Li Yuan-wai tahu di antara barang barang yang

kelihatannya tidak menyolok ini, ada satu mainan yang bisa

meminta nyawa, punya seratus mulut pun dia tidak akan

bisa membantahnya, mungkin dipukul sampai mati juga,

dia tidak akan tenang mengeluarkannya.

Ketua bagian pertama di Gai-bang bernama Hao Ren

Jie, Li Yuan-wai memanggilnya paman Hao Bai Ling Gai,

tubuhnya yang tinggi besar tiba-tiba maju berapa langkah,

membungkukan tubuhnya, mengembil sebuah jarum sulam

itu, dengan teliti memperhatikannya sebentar….

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memiringkan kepala

bertanya, “Ketua bagian Hao, apakah sama?”

Kepala bagian Hao pelan menganggukkan kepala, dari

dalam dadanya dengan hati-hati mengeluarkan empat

jarum sulam yang sama ukurannya, diberikan padanya.

Li Yuan-wai tidak mengerti apa maksud di antara

mereka, tapi dia mengerti jarum sulam ini pasti ada apaapanya.

Menerima lima jarum sulam yang diberikan, Pengemis

Tanpa Telinga Chou Ji membandingkannya segentar,

dengan sorot mata yang dingin membalikkan kepala

berkata, “Kami tidak tahu bagaimana kau bisa mempunyai

kerajinan tangan yang bagus, bisa berlatih menggunakan

jarum sulam menjadi senjata gelap yang menakutkan….

bagus sekali, sungguh bagus sekali….”

Ada kalanya arti ‘bagus sekali’ adalah justru tidak bagus,

bukan saja tidak bagus, malah tidak bagus sekali.

“Dai Le Shan berempat orang tidak menyangka, ternyata

benar kau sendiri yang melakukannya, sekarang kau masih

mau bicara apa?”

Ketika Li Yuan-wai tahu empat buah jarum di tangan

Hao Ren Jie diambil dari empat orang yang mati, wajahnya

menjadi putih seputih selembar kertas putih.

Keringat dingin ditubuhnya kembali bercucuran, dia

merasakan langit sedang berputar, bumi sedang bergoyang,

tiba-tiba orang-orang dihadapannya seperti menjadi besar

beberapa kali lipat.

Ini adalah siasat jahat, satu siasat jahat untuk membunuh

orang.

Siasat jahat yang meski membuat dirinya meloncat ke

Huang He, juga tidak akan bisa membersihkannya.

Dia sekarang mengerti, tidak ada orang yang bisa

percaya pada dia, karena mata mereka telah menjelaskan

semuanya.

Dia juga tahu, dia sudah masuk ke dalam satu

perangkap.

Dan perangkap itu sudah semakin lama semakin

kencang menjerat leher dirinya.

0ooo(dw)ooo0

“Selidiki kenyataannya, laksanakan hukuman di tempat.”

Ini adalah perintah lisan dari ketua Gai-bang Raja

Pengemis sendiri, dan juga ‘Lambang Bambu Api’ telah

keluar, asalkan orang tergolong Gai-bang tidak ada orang

yang berani menentangnya, walau dua orang “Dewa

Hidup” di bawah aturan Gai-bang ini, mereka juga tidak

berani menentangnya.

Tidak aneh ketua Gai-bang tidak mau dirinya yang

tampil, bagaimana pun dia mengerti dia tidak akan tahan

menghadapi kenyataan yang kejam ini.

Siapa yang tega mengeksekusi murid kesayangan sendiri?

Li Yuan Wang bersujud di tanah, dengan sedih tertawa.

Dia terpikir, Yuan Ershao yang disalahkan juga tidak

bisa membantahnya, sekarang dia juga merasakan

bagaimana perasaan hati itu.

Namun dia tak bisa melarikan diri dari borgol itu.

Dia menutup sepasang matanya, dia sudah merasakan

bayangan kematian sudah dari segala penjuru menjepitnya.

Dia merasakan ada orang sedang dengan pelan

mengangkat telapaknya, segera akan menimpa pada

kepalanya sendiri.

Dia tidak ingin mati, karena dia baru berusia sembilan

belas tahun.

Dia tidak bisa tidak harus mati, karena dia sudah tidak

ada cara untuk membela diri.

“Mati ada yang seberat gunung Tai, seringan bulu halus.”

Jika sekarang Li Yuan-wai mati, mungkin lebih ringan

dari pada bulu halus, bagaimana pun ini adalah mati tidak

berdosa!

Sembilan belas tahun, usia yang begitu muda, begitu

indah.

Ini adalah usia pacaran, juga adalah usia yang sedang

gembira.

Lebih lebih usia yang tidak boleh mati….

0ooo(dw)ooo0

Telapak tangan kanan Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji

baru saja diangkat, hatinya sakit sekali, dengan tidak tega

menutup sepasang matanya.

Li Yuan-wai yang tubuhnya sedang bersujud, tiba-tiba

seperti sebuah anak panah melesat kebelakang, orang-orang

dilapang semuanya tidak terpikir, karena Li Yuan-wai

rupanya telah menerima kematian, siapa tahu bisa

mendadak berubah pikiran? Saat kembali sadar, Li Yuanwai

sudah berada diluar delapan zhang.

Manusia juga hanya disaat diambang kematian, baru

dapat mengeluarkan tenaga yang tersimpan sampai dia

sendiri pun tidak percaya.

Orang }’ang melarikan diri punya niat, orang yang

mengejar malah sepertinya tidak begitu nafsu.

Bagaimana mengatakannya ‘Aset Gai-bang’ hanya ada

dia satu satunya, apa lagi suaranya Li Yuan-wai

berkumandang di dunia persilatan.

“Kakek buyut, murid tidak ingin mati sia-sia seperti ini,

murid pasti akan menemukan pelaku pembunuhan yang

sebenarnya, nanti pasti menerima dakwaan dan menuruti

hukum….”

Suaranya semakin lama semakin jauh, Sepasang

Pengemis Cacat dua orang menghentikan langkah,

menghalangi para murid mengejarnya.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memandangi bayangan

yang semakin jauh bergumam berkata, “Semoga aku tidak

salah melakukannya….”

0ooo(dw)ooo0

Bulan tujuh tanggal tujuh adalah hari Pertarungan di

Jembatan Burung Gereja.

Cerita Pengembala Sapi dengan Penenun Wanita semua

orang juga tahu.

Setiap tahun pada bulan tujuh tanggal tujuh hari ini

sepertinya selalu turun hujan, menurut cerita hujannya hari

ini, adalah air matanya para kekasih.

Dan setiap tahun di malamnya hari ini, lebih lebih

banyak orang mengangkat kepala, menatap langit malam,

berharap dapat melihat pertemuannya bintang Pengembala

Sapi dengan bintang Penenun Wanita, tapi selalu tidak

dapat melihat bintang, hanya tubuh menjadi basah kuyup

kehujanan.

Hari ini adalah bulan tujuh tanggal tujuh.

Malam ini juga tetap turun hujan rinti-rintik.

Namun diluar kota Fu Rong disisi Gedung Wang Jiang,

di atas pulau pasir yang kosong ditengah-tengah sungai,

tidak tahu siapa orangnya sudah memasang batang bambu

digantungi lentera angin disekelilingnya.

Sinar lampu yang redup, walau di dalam hujan rintikrintik

bergoyang-goyang ditiup angin, tapi juga menerangi

dengan jelas pulau pasir yang luasnya sekitar dua, tiga

zhang.

Disisi sungai terdengar suara orang yang sangat ramai,

pria dunia persilatan, pendekar dunia persilatan, pengemis

pedagang kecil, ramai memenuhi tempat ini.

Di antara puluhan ribu kepala yang bergerak, jika teliti

sedikit tidak sulit menemukan masih ada banyak nona

besar, berpakaian merah berbaju hijau, seperti dikebun

bunga dengan payung kertas minyak di tangannya, juga

sedang mengangkat-angkat kepala menunggu.

Tentu saja orang-orang yang berkumpul ini, tidak lain

adalah untuk menyaksikan pertempurannya Tangan Cepat

Xiao Dai dengan Li Yuan-wai.

Bagaimana pun ini adalah peristiwa besar yang jarang

terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, apa. lagi dua

orang ini adalah pahlawan muda yang sudah ternama.

0ooo(dw)ooo0

Waktu belum sampai jam dua belas malam, orang yang

menonton tentu saja harus menunggu dengan sabar, walau

diguyur hujan, diterpa angin dingin malam.

Hati setiap orang tampak bergolak sampai titik

puncaknya, sampai tubuh para nona besar yang diraba

orang juga tidak terlihat ada reaksi apa-apa, sepertinya

mereka sudah mati rasa, jika hari-hari biasa, sudah dari tadi

mereka akan menjerit-jerit, tapi sekarang sedikit suara juga

tidak ada, membuat orang jadi tidak mengerti.

Semua tidak lain karena mereka menyimpan tenaga,

buat nanti berteriak memberi dukungan pada idolanya.

Maka keadaan ini sangat menggembirakan para tangan

jail, tampak mereka berjongkok di sini, meluncur kesana,

sungguh menyenangkan, walau di antaranya ada yang

mendapat pelototan, atau kena tempeleng, tetap saja merasa

gembira, tidak merasa lelah.

0ooo(dw)ooo0

Nama orang, bayangan pohon.

Jika ditanyakan pada mereka siapa yang benar-benar

pernah melihat Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai,

mungkin tidak ada orang yang mengacungkan jarinya.

Semua tidak lain, karena didunia ini pengangguran

sangat banyak, orang yang senang keramaian lebih banyak

lagi, ditambah gembar-gembor didunia persilatan, baru

dapat menjadikan keadaannya menjadi menggemparkan.

Malam sangat gelap, air sungai dingin, waktu pun sedikit

demi sedikit berlalu.

Jauh dari keramaian orang di kerumunan pohon-pohon,

Tangan Cepat Xiao Dai dengan pakaian mewah, wajah

tidak ada ekspresi sedikit pun sedang memandang sungai,

tidak tahu apa yang sedang dipikirkan?

Ouwyang Wu-shuang menemaninya dengan memegang

payung untuk dia, malah bajunya sudah setengahnya basah

juga tidak dirasakan.

Benar-benar seorang wanita yang sangat perhatian, yang

sulit didapat lagi adalah, dia begitu cantik mempesona.

Asalkan laki-laki, jika ada wanita seperti ini menemani,

maka dalam keadaan mimpi pun, dia juga pasti akan

bangun tertawa.

Namun Tangan Cepat Xiao Dai kenapa malah seperti

kayu, tidak ada perasaan?

Apakah dia tahu sebab Ouwyang Wu-shuang melakukan

ini, takut dia kehujanan, nanti waktu bertarung akan

kehilangan keyakinannya?

Atau dia tahu wanita ini takut dia kehujanan, nanti akan

lebih sadar lagi?

Yang seharusnya datang akhirnya datang juga, Xiao Dai

di dalam hati mengeluh.

Namun dia tahu dia bukan dewa, walau dewa pun tidak

akan bisa menghentikan berjalannya waktu!

Tiba-tiba dia terkejut, mata Xiao Dai terkilas sedikit

ketakutan, dia memandang Ouwyang Wu-shuang, yang

terlihat adalah sepasang mata yang kompleks sulit

dimengerti.

Disudut mulutnya sedikit bergerak, menampilkan

senyum yang lebih tidak enak dilihat dibandingkan

menangis, Xiao Dai dengan suara serak berkata,

“Waktunya sudah hampir tiba betul tidak?”

Ini adalah kata-kata yang tidak ada artinya, tapi disaat

begini malah merupakan kata-kata yang paling baik.

Dengan merasa aneh Ouwyang Wu-shuang balik

memandang Xiao Dai, Ouwyang Wu-shuang dengan tawar

berkata, “Benar, waktunya sudah hampir tiba, kau menyesal

tidak?”

Ada sedikit perasaan sedih diwajahnya Xiao Dai tapi dia

menggeleng gelengkan kepala tidak berkata.

“Aku tahu kau tidak mau melakukan hal ini, tapi ini

adalah satu-satunya permintaan dalam seumur hidupku,

juga satu permintaan terakhir, kau sudah menyanggupinya

padaku, aku tahu kau juga pasti bisa melaksanakannya

betul tidak?”

Ouwyang Wu-shuang menatap tajam sepasang mata

Xiao Dai, ingin membuktikan dan ingin mendapatkan

jaminan.

Dalam sekejap Xiao Dai memikirkan, dia tidak berani

bertatapan dengan sepasang mata itu, sambil memandang

ke langit berkata, “Beritahu aku, Xiao Shuang, kenapa?

Kenapa kau ingin melakukan ini? Aku tahu masalahnya

tidak seperti yang kau katakan itu, tapi aku tidak bisa

memikirkan alasanmu, apakah sampai sekarang kau masih

tidak bisa mengatakan sejujurnya? Kau harus tahu, di

rumahmu aku sudah menerima permintaan itu, aku selalu

memikirkan apa alasannya….”

Ouwyang Wu-shuang mengulurkan tangan lainnya

menutup mulutnya Xiao Dai, mencegah kata-kata

selanjutnya.

Dia menampilkan senyum yang Xiao Dai biasanya tidak

bisa menahan diri, Ouwyang Wu-shuang sengaja seperti

masalah enteng, katanya, “Xiao Dai, anak idiot, aku

berjanji, setelah kau membunuh dia, aku pasti akan

memberitahu alasan sebenarnya, dan alasan ini mempunyai

dasar yang cukup. Percaya pada aku, demi masa depan kita

supaya baik, aku mana bisa membiarkan kau melakukan

hal yang tidak setia kawan?”

Benarkah begitu? Xiao Dai sedikit tidak mengerti.

Namun saat ini seperti panah dipasang di atas busurnya,

semua ini juga tidak bisa disesali, dia masih ingin

mengatakan sesuatu, tapi sesaat dia tidak tahu harus berkata

apa, Xiao Dai terpaksa hanya mengeluh.

Persahabatan, percintaan, dua perasaan ini apakah benar

tidak bisa jalan bersama-sama?

Dia menginginkan dua-duanya, namun dia justru hanya

bisa memilih salah satunya, malahan bukan saja hanya jadi

satu masalah yang menjadi pemikiran, tapi adalah satu

masalah yang membuat sakit kepala.

Sekarang kepala dia benar-benar jadi sakit, penyakit ini

terjadi setelah penyakit bisunya sembuh. Dia menggunakan

sepasang tangan menggosok-gosok pelipisnya, Xiao Dai

kembali terdiam lagi.

Menunggu memang juga satu hal yang menyiksa orang.

Menunggu bukan saja bisa mempercepat orang menjadi

tua, menunggu dalam waktu lama juga bisa membuat orang

jadi gila.

Hanya dalam waktu satu hari, Li Yuan-wai juga seperti

sudah jadi tua banyak.

Walau dia hanya berusia sembilan belas tahun, tapi

situasi hatinya malah seperti berusia sembilan puluh tahun.

Dan lagi menunggu dengan gelisah, sudah membuat dia

mengarah jadi gila.

Sekarang dia sedang duduk bersila dicabang pohon yang

rimbun, matanya sedikit pun tidak berkedip terus

memandang pulau pasir yang jauhnya lebih dari seratus

zhang itu.

Dia sedang menunggu, dia sedang menunggu waktu, dia

sedang menunggu munculnya Tangan Cepat Xiao Dai.

Dahan yang lebih rimbun lagi juga tidak akan bisa

menghalangi rintik-rintik hujan yang kerap.

Seluruh tubuhnya sudah basah kuyup. Air hujan ada

dirambut, di alis sedang menetes ke bawah, menelusuri

wajahnya, leher, mengalir masuk ke dalam kerah bajunya.

Namun dia sedikit pun tidak merasa, sepertinya dia

sudah menjadi satu dengan dahan pohon itu, perasaannya

hilang.

Tidak ada seorang pun tahu di atas pohon ini

bersembunyi satu orang.

Tentu saja juga tidak ada orang yang tahu dia datang

sudah berapa lama? Kapan datangnya?

Walau dia sedikitpun tidak bergerak, duduk bersila di

sana, tapi otak dia semenit pun tidak pernah berhenti

berpikir.

Dia sedang berpikir, tadinya dia bisa dengan terangterangan

tampil di pulau pasir itu, siapa tahu sekarang dia

bisa berubah seperti seorang bangsat yang bersembunyi di

sini.

Dia sedang berpikir, nanti saat Xiao Dai muncul, apakah

orang-orang Gai-bang yang bersembunyi dikerumunan

orang akan bergerak dulu.

Dia memikirkan, dirinya sekarang telah jadi murid

pengkhianat, hari-hari berikutnya dalam pelarian pasti akan

susah.

Dia terpikir Zhan Feng, juga memikirkan Ouwyang Wushuang.

Dua bayangan wanita ini, sama-sama mengukir

dihatinya, tidak perduli dengan cara apapun, dia tidak akan

dapat menghapusnya.

Sekarang dia baru bisa berpikir dengan teliti dan tenang,

juga baru terpikir di antara dua orang wanita ini sepertinya

banyak persamaan.

Begitulah manusia, disaat gembira dan bangga, sering

melewati banyak pertanyaan, juga banyak melupakan

masalah yang tidak boleh dilupakan.

Orang yang dalam keadaan gagal dan marah, baru dapat

berpikir dengan hati tenang menganalisa kesalahan yang

telah diperbuat oleh dirinya, dan beberapa kegagalan kecil

yang sulit diketahuinya.

Semakin berpikir dia semakin takut.

Karena dia tidak tahu kenapa Ouwyang Wu-shuang dan

Zhan Feng sama-sama bisa menggunakan jarum sulam

dengan baik?

Mengapa mereka berdua bisa menjadi teman baik?

Juga Zhan Feng yang tidak keluar rumah bagaimana bisa

tahu perihal Xiao Dai mengirim surat pertemuan

pertarungan dengan dirinya?

Tentu saja dia telah teringat dirinya pernah melupakan

satu hal yang paling tidak boleh dilupakan, yaitu kenapa

Yuan Dashao, Walet Tidak Kembali Yuan Di bisa muncul

di kamarnya Zhan Feng.

Semua pertanyaan ini saat itu dia bukan tidak terpikir,

hanya karena dia terjebak ke dalam jala cinta jadi tidak

terlihat itu, dia sudah jadi mabuk.

Seorang yang telah mabuk, memang juga sangat mudah

melupakan banyak hal.

Apa lagi mabuknya madu cinta, pikirannya menjadi

sedikit tumpul, jadi juga tidak akan memikirkan, tidak mau

memikirkan, lebih-lebih tidak ada waktu memikirkan.

0ooo(dw)ooo0

Tidak bisa melihat bintang, tentu saja juga tidak dapat

melihat Pengembala Sapi dan Wanita Penenun.

Hujan, kelihatannya akan semakin besar.

Diguyur hujan, otaknya Li Yuan-wai juga semakin lama

semakin segar.

Selamanya dia adalah orang yang tidak mau

menggunakan otak untuk memikirkan masalah, hujan ini

telah mengguyur bersih sifat malas dia yang minta nyawa

itu.

Sekarang dia terpaksa sekuatnya berpikir, karena dia

sudah sampai taraf celaka yang sulit dipulihkan.

Setiap orang jika sudah sampai taraf seperti dia,

pikirannya bisa berubah menjadi tajam.

Dia menyadari banyak hal, begitu banyak yang tidak

benar, sepertinya semua ini ada orang sengaja

mengaturnya.

Dia tidak tahu Ouwyang Wu-shuang, mengapa dia ingin

mencelakakan dirinya?

Dia juga menyadari perasaan Zhan Feng pada dirinya,

sepertinya sedikit kurang jujur, dan berubah menjadi

tidakjelas seperti bayangan.

Seseorang jika sekali saja perasaannya merasa curiga,

maka juga akan dapat dengan objektif melihat seluruh

persoalannya dari sisi lain.

Dia dari dalam sepatunya mengeluarkan satu bungkusan

kertas, lalu membukanya.

Empat buah jarum sulam ini adalah pada waktu itu dia

mengeluarkannya dari empat kepala mayat itu, dia selalu

mengira empar buah jarum ini adalah digunakan oleh

Ouwyang Wu-shuang.

Sekarang dia sudah tidak berani memastikannya lagi,

bagaimana pun yang dia ketahui, sampai sekarang dia

sudah menemukan ada tiga orang yang bisa menggunakan

jarum sulam membunuh orang.

Diujung jarum ada warna coklat bekas darah,

setiapjarum telah merampas satu jiwa.

Melihat empat buah jarum yang tidak menyolok mata

ini, dia gelisah, ini juga jadi terpikirkan sekarang, kemarin

ketika bertemu dengan Yuan Ershao karena sangat singkat,

dia lupa memberitahukan masalah keempat jarum ini.

Sekarang hanya dirinya saja yang dapat mengetahui

urusan jarum, dia mengeluh sekali.

Karena didunia ini, tiba-tiba dia melihat kecuali Yuan

Ershao, sudah tidak ada satupun yang dapat dipercaya.

Perguruan, teman, kekasih, tiga macam ini tadinya

merasa setiap orangnya dapat dipercaya dan diandalkan.

Sekarang terhadap tiga macam orang ini, dia sudah

merasa tidak yakin.

Apakah dia tidak mengeluh?

Beberapa kali emosi memuncak, Li Yuan-wai hampir

saja tidak tahan ingin melabrak saja.

Kerena menunggu seperti ini benar-benar adalah satu

siksaan keji.

Namun kesadarannya dengan tepat waktu datang

kembali.

Dia mengerti sekarang dia tidak bisa tampil, dia malah

telah merasakan Gai-bang telah mengatur jaring besar,

menunggu dirinya masuk.

Dia tentu saja mengerti akibat melabrak, mungkin belum

sempat Xiao Dai datang, dirinya telah tergeletak mati

dilapangan.

Peraturan rumah tangga Gai-bang, cara bertindak

terhadap murid yang berkhianat, bagaimana pun dia sangat

jelas sekali.

Apa lagi terhadap seorang murid pengkhianat yang tidak

menerima hukuman, asalkan memungkinkan, setiap

anggota Gai-bang juga tidak akan membiarkannya hidup

lebih lama lagi, walau pun terhadap dirinya yang punya

kedudukan super.

Sebabnya dia menunggu, hanya ingin melihat bagaimana

Gai-bang menangani permasalahan pertemuan pertarungan

dirinya dengan Tangan Cepat Xiao Dai.

Bisa membuat begitu banyak orang tidak tidur dengan

selimut hangat, malah lari kesini melihat keramaian, sudah

membuktikan satu hal, yaitu Gai-bang belum

mengumumkan masalahnya.

Jika berita dicari oleh Gai-bang masih belum

diumumkan, maka tentu ada orang yang diutus oleh Gaibang

menangani masalah ini.

Kekuasaan Gai-bang sangat besar, kemampuan membela

anggotanya sendiri semua orang sudah tahu, mana

mungkin Li Yuan-wai tidak tahu? Walau sekarang dia

dimata Gai-bang sudah jadi seorang murid pengkhianat.

0ooo(dw)ooo0

Bab 15

Bencana kematian

Tidak ada orang yang tahu di atas pulau pasir yang

dikelilingi lentera angin di atas bambu itu, Tangan Cepat

Xiao Dai sejak kapan sudah berdiri di sana.

Juga tidak melihat dengan cara apa dia datangnya.

Rupanya dia di sana sudah lama, atau memang juga

sudah berdiri di sana.

Pulau pasir ini berjarak lima belas zhang dari tepi sungai,

jarak lima belas zhang mungkin hanya seekor burung yang

bisa hinggap, tidak perlu melalui air, terbang sampai di

sana.

Orang yang tidak mengerti silat sungguh mengira

Tangan Cepat Xiao Dai turun dari langit.

Ketika sorot mata penonton melihat Tangan Cepat Xiao

Dai berdiri di bawah hujan, hal ini menimbulkan

kegaduhan dan suara kekaguman.

“Tangan Cepat Xiao Dai?! itulah Tangan Cepat Xiao

Dai?!”

“Lihat! Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang….”

“Hei! Hei…. yang di belakang jangan medorong….”

“Mak…. kau bocah jika ingin meninggikan tubuh

melihatnya, jangan menginjak kaki aku….”

“Sebel, hujan ini membuat pandangan mata jadi kabur,

mana bisa melihatnya dengan jelas….”

Suara laki-laki, suara perempuan, suara kagum, suara

marah terdengar dimana-mana.

Disaat ini mungkin banyak orang yang membenci ayali

ibunya sendiri, kenapa tidak melahirkan dirinya jadi

seorang yang tinggi.

Juga pasti ada banyak orang menginginkan dirinya bisa

tumbuh sepasang sayap, terbang melintasi sungai yang lebar

ini.

“Waktunya sudah tiba, dimana Li Yuan-wai? Kenapa

tidak terlihat Li Yuan-wai?”

Dikerumunan orang sudah ada yang tidak sabar

berteriak.

“Benar, kenapa Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang,

tapi tidak melihat Li Yuan-wai? Apa mungkin dia takut?

Apa tidak berani datang menepati pertemuan ini?”

Lebih-lebih ada orang di dalam kerumunan itu timbul

curiga.

Memang, semua orang melawan hujan, ditengah malam,

yang diharapkan adalah bisa menyaksikan dengan mata

kepala sendiri pertarungan ini.

Sekarang hanya datang satu orang pemeran utamanya,

mana mungkin tidak membuat orang gelisah.

Bagaimana pun perkelahian harus ada dua orang lebih

baru bisa terjadi perkelahiannya!

0ooo(dw)ooo0

Orang lain gelisah, Xiao Dai sedikit pun tidak gelisah.

Dia seperti patung batu, sedikit pun tidak bergerak, dia

berdiri di bawah hujan.

Karena dia tahu Li Yuan-wai pasti akan menepati janji,

kecuali dia telah mati, atau telah menjadi lumpuh.

Dia memang tidak tahu atau dugaannya benar, karena Li

Yuan-wai sekarang benar-benar menjadi lumpuh.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai sudah melihat Xiao Dai berdiri beberapa

saat di bawah guyuran hujan, dari Gai-bang tidak ada orang

yang muncul, dia sudah tidak tahan dan meluncur ke

bawah dahan pohon.

Dia tidak tahu kenapa Gai Bai tidak ada orang yang

mengurus masalah ini.

Tapi dia tahu jika di Gai-bang tidak ada orang yang

muncul, maka walau dia akan mati, dia tetap harus datang

ke pertemuan ini.

Mungkin sebelum sampai ke depan Tangan Cepat Xiao

Dai, jejak dirinya sudah diketahui orang, juga dia mungkin

bisa mati di jalan yang jaraknya hampir seratus zhang ini.

Tapi dia sudah tidak perdulikan lagi semua, karena dia

lebih baik dibunuh orang, dari pada meninggalkan nama

busuk didunia ini.

Ditengah-tengah antara pohoh Li Yuan-wai sampai ke

pulau pasir, juga ada satu pohon.

Li Yuan-wai baru saja lewat di bawah pohon ini, sedikit

pun tidak terpikirkan masih ada orang seperti dirinya, juga

bersembunyi di atas pohon.

Dia tidak bersiap, juga tidak berdaya, karena ilmu silat

orang sudah melebihi dirinya terlalu jauh, terlalu banyak.

Sepasang mata membelalak Li Yuan-wai tidak bisa

berteriak, juga tidak bisa bergerak, dengan begitu saja dia

ditotok jalan darahnya, dan diangkat keatas pohon.

0ooo(dw)ooo0

“Setan apa ini?! Aku lihat Li Yuan-wai delapan puluh

persen takut mati, tidak berani datang menepati

pertemuan….”

“Betul, betul, aku pikir juga pasti begitu, sepertinya

hartawan semuanya takut mati, Hartawan Li pasti ingin

jadi benar-benar hartawan….”

“Mak…. kelihatannya semua orang telah terkena tipu, di

bawah guyuran hujan dan angin dingin ini telah sia-sia

menunggu beberapa jam…. phui! LiYuan-wai kura-kura

ketakutan ini….”

“Sialan, sekarang aku jadi rugi, aku telah pertaruhkan

lima ratus liang perak pada Li Yuan-wai, dia…. kalau dia

sitelur kura-kura ini tidak datang menepati pertemuan, aku

akan kehilangan perak….”

“Permainan apa ini, Li Yuan-wai selanjutnya apakah dia

masih mau bergelut….”

Kasihan Li Yuan-wai, semua kata-kata ini seperti satu

persatu jarum, semua menancap pada hatinya, sia-sia dia

marah sampai berasap, tapi sedikit akalpun tidak ada.

Yang paling menyebalkan adalah perkataan para

wanita….

“Li Yuan-wai sungguh mencelakakan orang, orang jauhjauh

datang kemari, berharap bisa melihat senyum dia,

siapa tahu dia begitu penakut….”

“Betul, aku juga sama…. selanjutnya walau dijemput

pakai tandu penggotong, aku juga tidak akan sudi melihat

dia lagi….”

“Jangan dikatakan lagi, aku juga mengira dia seperti

dikatakan banyak orang, katanya dia pahlawan, juga

katanya bagaimana dia begitu santai, siapa tahu dia bisa

begitu pengecut sampai tampangnya juga tidak berani

muncul, selanjutnya walau lelaki di seluruh dunia mati

semua, aku juga tidak mau melihat dia walau sekali….”

Seorang lelaki tidak dianggap orang sungguh

menyedihkan….

Jika tidak dihargai oleh para wanita, bukan saja hanya

payah….

Apa lagi sampai dihina orang, seperti tidak ada

harganya, lebih baik cepat-cepat cari tali buatkan simpul,

masukan leher ke dalamnya beres.

Karena dari pada hidup dihina dan dimaki orang, lebih

baik mati saja, jadi telinganya bisa lebih bersih.

0ooo(dw)ooo0

Mungkin air matanya Pengembala Sapi dan Penenun

Wanita sudah kering.

Tadinya hujan rintik-rintik sudah tidak turun menetes.

Suara wanita yang ribut, juga semakin jarang.

Siapa yang setelah makan kenyang tidak bekerja terus

bertahan, karena jika terus menunggunya akibatnya hari

sudah terang.

Maka orang-orang pada bubar, karena semua orang juga

tahu repot-repot semalaman, kecuali basah kuyup terkena

hujan, mungkin saja masih bisa terkena flu atau masuk

angin dan lain lain.

Tentu saja setiap orang yang meninggalkan tempat

duluan, semuanya memaki-maki Li Yuan-wai busuk, Li

Yuan-wai mati, malah Li Yuan-wai yang takut mati dan Li

Yuan-wai yang takut malu.

Li Yuan-wai sejak kecil sampai dewasa, dari sekarang

sampai mati, mungkin seumur hidup menerima makian,

tidak akan sebanyak malam ini.

Seseorang tidak mencuri, tidak merampok, tidak

membunuh orang, tidak membakar, bisa dimaki oleh sekian

banyak orang, ini benar-benar satu hal yang tidak gampang.

0ooo(dw)ooo0

Langit sudah sedikit terang, lentera angin di atas pulau

pasir dipinggir Gedung Wang Jiang, hanya tinggal satu

lentera yang masih menyorotkan sinar lampu yang lemah,

yang lainnya sudah lama habis minyaknya dan padam.

Masih ada orang yang belum meninggalkan tempat,

hanya karena mereka masih penasaran.

Mungkin dalam perkiraan mereka pertarungan ini, sama

sekali tidak mungkin berakhir tanpa ada apa-apanya, dan

tidak ada pertarungannya, makanya mereka tidak

meninggalkan tempat.

Apa lagi Tangan Cepat Xiao Dai masih tetap tidak

berubah posisinya berdirinya.

Sampai Xiao Dai juga sudah tidak tahan….

Di atas aliran Jin Jiang mengikuti arus, satu perahu kecil

yang bertutup pelan-pelan mendekat kepulau pasir ini.

Mata Xiao Dai menjadi terang, tapi hatinya menjadi

kram.

Sebab dia tidak pergi, karena dia tahu Li Yuan-wai pasti

akan datang, bagaimana pun didunia ini hanya dia yang

paling mengertinya.

Namun dia sungguh tidak berharap dia datang, karena

sekali dia datang, satu pertarungan pasti akan terjadi.

Perasaan yang saling bertentangan ini, harusnya tidak

seorang pun yang dapat merasakannya.

0ooo(dw)ooo0

Sudah dekat.

Di atas perahu kecil yang bertutup itu bersamaan muncul

empat orang….

Empat orang yang berdandan anggota Gai-bang,

berturut-turut turun di depan Tangan Cepat Xiao Dai.

Yang seharusnya datang bagaimanapun juga akan

datang.

Xiao Dai perlahan mengeluh, dia dari tadi sudah tahu,

jika Li Yuan-wai tidak dapat datang menepati janji, Gaibang

juga tidak akan diam tidak mengurus masalah ini.

Tapi dia tidak mengira orang Gai-bang yang datang

adalah empat orang ini.

Karena empat orang ini walau Tangan Cepat Xiao Dai

semuanya belum pernah bertemu, tapi tidak pernah makan

daging babi, tapi pasti pernah lihat babi berjalan.

Apa lagi setiap orang yang pernah berkelana dua hari

didunia persilatan, melihat empat orang ini, berpikir

memakai mata pusar pun, juga dapat memikirkan siapa

empat orang ini?

Juga akan tidak dingin tapi gemetar, hati ketakutan.

Dua orang tua yang ditubuhnya tidak ada simpul tali,

satu tidak ada satu telinga, satu matanya cacad, itulah

sesepuh lima generasi Gai-bang, masih ada Dua Pengemis

Cacad.

Dua orang lainnya pengemis berusia setengah baya

wajahnya mirip bersaudara, simpul tali yang ada

dibadannya malah ada enam buah, dan warnanya merah

lagi. Mereka adalah penguasa bagian hukum Gai-bang

bersaudara, Pengemis Bersaudara Yao Bo-nan dan Yao

Zhong Bei dua orang.

Tidak usah dikatakan lagi Dua Pengemis Cacad, hanya

Pengemis Bersaudara dua orang saja, sudah cukup

membuat kepalajadi besar.

Kerena mereka berdua sudah ternama yang sulit

menemui tandingannya, kecuali ada satu pihak telah mati,

atau sudah tidak bisa bergerak lagi baru bisa berhenti.

Tentu saja mereka dua bersaudara bisa hidup sampai hari

ini, jumlah pertarungan dengan orang tidak kurang dari

tiga, empat ratus kali.

Makanya Xiao Dai jadi tertegun, kepala pun jadi besar,

dan juga dalam sekejap kepalanya berubah menjadi besar

empat kali.

Bagaimana pun empat orang ini, ketenarannya yang

mana, tidak ada yang di bawah dirinya.

Maka bagaimana dia bisa tidak tertegun, atau kepalanya

tidak membesar?

XiaoDai tertawa sedih sekali, dia tahu wajahnya

sekarang tidak lebih bagus dari pada sebuah buah paria.

Aturan bagaimana pun harus dilakukan.

Xiao Dai sudah membuka mulut, suaranya tentu saja

pahit sekali.

“Aku Tangan Cepat Xiao Dai memberi hormat pada

Chou qianbei, Hua qianbei, dan dua kepala bagian Yao

bersaudara.”

“Tidak berani, saudara kecil telah membuat kau lama

menunggu.”kata Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji dengan

sorot mata dingin.

Orang dulu berkata memukul yang kecil, mendatangkan

yang tua.

Xiao Dai tidak terpikir yang kecil tidak saja tidak

terpukul, yang tua malah datangnya begitu cepat, dan juga

sekaligus datang empat, dan cukup tua lagi.

“Aku tidak berani omong besar, silahkan kalian katakan

aku harus bagaimana, aku pasti akan memberikan tanggung

jawab yang memuaskan.” Xiao Dai tahu Gai-bang

melindungi anggotanya sendiri, makanya dia berkata terus

terang saja.

“Ha ha ha,” tertawa sekali, Pengemis Tanpa Telinga

Chou Ji berkata, “Bagus, bagus, Tangan Cepat Xiao Dai

sungguh jujur, aku sungguh suka melihat kejujuranmu,

benar nama tenar yang tidak salah, benar benar nama tenar

yang tidak bohong….”

Jika bukan dalam keadaan berlawanan, Xiao Dai

sungguh ingin mendekati orang tua yang kelihatannya

ramah ini.

Tertawa sebentar, Pengemis Tanpa Telinga melanjutkan

berkata, “Bisa beritahu kami, saudara kecil kenapa mau

menantang pertarungan dengan Li Yuan-wai?”

Walau Xiao Dai benar-benar idiot, dia juga malu

mengatakannya dengan jujur, dia terbata-bata menjawab,

“Ini…. ini maaf aku tidak bisa mengatakannya….”

“Kenapa?” tanya Pengemis Tanpa Telinga menghentikan

tawanya.

“Ha…. hanya karena masalah pribadi, maafkan aku

karena ada alasannya jadi tidak bisa mengatakannya.”

“Masalah pribadi!?”

“Benar.”

“Bagus sekali, jika masalah pribadi, aku merasa aku

masih cukup bersyarat untuk mewakili dia menerimanya,

apa rencana semulamu? Kami berempat semuanya dapat

mewakili dia.”

Diam diam berkata ‘payah’, Xiao Dai berkata di dalam

hati sekarang sudah dimulai.

Tidak menjawab pertanyaan lawan, Xiao Dai berkata,

“Qianbei, bisakah beritahu dimana Li Yuan-wai sekarang

berada?”

Hal mengatur kata-kata bagi Xiao Dai, repotnya sama

dengan menyuruh dia tidak mandi.

Tapi menghadapi orang tua yang menurut generasi, usia

sudah sangat tinggi, dia juga merasa aneh sendiri, dirinya

tiba-tiba seperti berubah menjadi seorang sastrawan, kata

kata yang keluar dari mulut dengan sendirinya seperti

berbau buku.

“Dia ada urusan, tidak dapat datang, saudara kecil, Gaibang

ku sangat tahu aturan, masalah yang kau harapkan,

tidak tahu apakah bisa diwakili oleh orang lain?”

Sialan, jika masalah ini bisa diwakilkan pada orang lain,

aku Xiao Dai walau ada sepuluh batok kepala juga tidak

cukup untuk bermain dengan Gai-bang….

Xiao Dai di dalam hatinya berpikir demikian, tentu saja

tidak berani memaki keluar.

Dia bisa berpikir demikian, juga karena nada bicara

lawan sudah dengan jelas memberi tahukan pada dirinya,

yaitu lawan akan mewakili pertemuan pertarungan ini.

“Tahu aturan? Tahu aturan kentut, kalian empat bocah

tua, hanya usianya dijumlahkan saja sudah cukup membuat

mulutku luka menghitungnya….”

Xiao Dai tidak terasa memaki lagi di dalam hati.

Setelah beberapa saat, semua makian di dalam hati

sudah habis semua, Xiao Dai baru dengan wajah

kehilangan berkata, “Qianbei, jika Li Yuan-wai tidak bisa

datang menepati janji, aku pikir masalah ini dianggap batal

saja bagaimana?”

“Batal?! Teman kecil, dengan demikian bukankah orangorang

akan mentertawakan kami Gai-bang semuanya orang

yang mudah dihina?…. hmmm, tidak bagus, tidak bagus,

melakukan demikian sungguh tidak bagus….” kata

Pengemis Mata Cacad sudah lama menahan tiba-tiba

menyela.

Ada sedikit merasa tidak bisa berbuat apa apa, Xiao Dai

melihat pada Pengemis Mata Cacad Hua Kai berkata,

“Kalau begitu maksud Laoqianbei adalah….”

“Maksud ku adalah teman kecil bisakah kau memilih lagi

satu orang lain di Gai-bang kami, untuk menyelesaikan

pertemuan pertarungan yang telah diketahui oleh semua

orang ini? Atau kau umumkan pada semua pesilat didunia

persilatan, selanjutnya tidak akan melakukan tindakan yang

kurang ajar terhadap Gai-bang kami,” kata Pengemis Mata

Cacad Hua Kai sambil membelalakkan satu matanya

dengan sombong.

Bicara setengah hari, akhirnya lawan mengatakan apa

yang ada dalam pikirannya.

Xiao Dai sekali mendengar hampir saja tersedak, purapura

batuk beberapa kali.

Xiao Dai tidak terpikir para Laoqianbei yang sudah

ternama banyak tahun ini, maksud awalnya juga ingin

mengambil alih masalah.

Xiao Dai bisa ternama tentu saja punya syaratnya,

karena orang yang bermusuhan dengan dia semuanya telah

mati.

Dia juga tahu seseorang setelah menjadi orang ternama,

maka dia harus mengeluarkan lebih banyak lagi

pengorbanan untuk mempertahankan namanya supaya

tidak jatuh ke bawah.

Sekarang dia tahu dirinya tidak dapat lagi berpura pura

bodoh, jika tidak Tangan Cepat Xiao Dai bisa dirubah

orang jadi Kaki Cepat Xiao Dai…. kaki yang cepat untuk

melarikan diri.

Dia mengeluh sekali dengan pelan, wajah yang

memangnya juga pintar, juga dengan penuh rasa terpaksa

berkata, “Qianbei, aku mengerti maksud kalian, nama Gaibang

kalian penting, aku juga sama tidak dapat menghina

Tangan Cepat Xiao Dai empat huruf ini, kalian siapa yang

mau mewakili Li Yuan-wai?”

Juga tidak terpikirkan Xiao Dai bisa berkata begitu terus

terang, sekejap empat wajah tua yang jika dijumlahkan

umurnya hampir ada tiga ratus tahun, tiba-tiba terlihat

sedikit bengong.

Tetapi kulit Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji lebih tebal

sedikit, dengan sedikit kaku berkata, “Begini saja saudara

kecil, aku lihat dari dua orang ketua bagian Yao bersaudara

kau pilih salah satunya, bagaimana?”

“Ya terpaksa begitu, aku baru sembilan belas tahun, tidak

baik suruh aku bertarung dengan orang tua berusia sembilan

puluh tahun!”

Sekali Xiao Dai tahu saat pertarungan ini tidak bisa

dihindarkan, dia sudah melepas rasa sungkannya.

Tadinya dia juga orang yang sudah terbiasa tertawa,

memaki, demi untuk meredakan masalah, dia sudah

menahan diri lama, jika sudah terbuka, penyakit lamanya

tentu saja kambuh lagi, kata kata yang dikeluarkannya tentu

saja sudah ada sedikit rasa mempermainkan orang.

Usia empat orang ini sudah lumayan tua, mana mungkin

tidak mengerti kata-kata Xiao Dai?

Tapi memang empat orang ini tidak bisa berbuat apa-apa

juga! Lawan bagaimana pun juga adalah hanya seorang

‘anak’.

Walau mereka semua juga tahu ‘anak ini walau seorang

dewasa juga belum tentu bisa melawannya.

Makanya semua amarah terpaksa mereka menelannya ke

dalam perut, tidak baik, lebih-lebih tidak bisa

melampiaskannya.

Namun empat pasang mata, tujuh bola mata, semua

orang bisa melihat bagaimana mereka menahan rasa tidak

senangnya.

0ooo(dw)ooo0

Dengan sembarangan Xiao Dai berdiri, juga

sembarangan melipatkan tangannya didada.

Tingkah Xiao Dai walau ada sedikit tidak serius, tapi

Yao Bo-nan yang menghadapi dia, merasakan sedikit pun,

anak yang tidak lebih besar banyak dari anaknya sendiri ini,

dalam situasi begini masih bertindak sembarangan.

Tapi disamping itu dia malah merasa ada satu tekanan,

satu tekanan yang tidak berbentuk, dari segala penjuru

sedang mengurung dirinya.

Baru saja berhadapan, dia baru tahu Tangan Cepat Xiao

Dai memang adalah lawan yang menakutkan, dia baru

mengerti satu hal….

Seseorang sama sekali tidak boleh mengukur penampilan

luar dan usia orang.

Dia tidak tahu Tangan Cepat Xiao Dai memilih dirinya,

adalah beruntung atau tidak beruntung.

Memang kalau bisa meraih kemenangan bisa

meningkatkan namanya didunia persilatan, namun jika

kalah?

Yao Bo-nan tidak meneruskan pikirannya, dia melihat

sekali pada saudaranya yang mundur kepojok dengan dua

orang tetua, dia pelan-pelan mengeluarkan satu jaring,

jaring yang tidak tahu terbuat dari bahan apa, bersamaan

tangan kanannya juga mengeluarkan satu pahat yang

depannya tajam belakangnya.

Dua senjata yang satu lembut yang satu keras ini, adalah

semacam senjata yang bagi orang melihatnya menimbulkan

rasa ketakutan.

Tapi Xiao Dai tahu dua macam senjata ini, walau tidak

begitu menyolok mata, tapi pasti adalah semacam senjata

yang bisa merengut nyawa orang.

“Pertarungannya akan dimulai! Jebakan Sepuluh Arah!

Orang yang diutus Gai-bang ternyata adalah Yao Bonan….”

Orang-orang didaratan yang matanya beruntung melihat,

walau tidak tahu apa yang terjadi, tapi melihat ada orang

sudah mengeluarkan senjata, tidak tahan jadi berteriak.

Segera sepuluh orang lebih pesilat dunia persilatan yang

belum pergi, semuanya membelalakkan mata, menahan

nafas tidak bersuara, bersamaan masuk ke dalam situasi

menegangkan.

Semua orang tahu, keramaian ini sulit dapat disaksikan.

Bagaimana pun Tangan Cepat Xiao Dai mempunyai

sebutan ‘Sekali pisau telapak keluar, tidak ada nyawa tidak

kembali’, namun ‘Jebakan sepuluh arah, Jaring menutup

langit dan bumi’ Pengemis Bersaudara juga pernah

mengalahkan pesilat ternama yang tidak terhitung

jumlahnya.

0ooo(dw)ooo0

Sampai saat sekarang, Xiao Dai masih belum mendengar

Yao Bo-nan bersaudara berkata satu patah katapun.

Orang yang sedikit bicara membuat orang merasa susah,

apa lagi musuh yang sedikit bicara, lebih lebih membuat

orang yang mempunyai perasaan entah harus bagaimana

menghadapinya.

Dan sekarang Yao Bo-nan bukan saja tidak berkata satu

kata, sampai satu huruf pun belum pernah mengeluarkan

suara, sehingga Xiao Dai sulit menduga ketinggian

ilmunya.

Melihat lawannya berdiri teguh seperti sebuah gunung,

diluar Xiao Dai tampak santai di dalam hati tegang, seluruh

tubuh dari atas sampai ke bawah, setiap cun daging, setiap

lembar syaraf sudah dalam keadaan siaga penuh.

Dimana-mana adalah kekosongan, dimana mana juga

bukan kekosongan, Xiao Dai juga baru merasakan

kelihayan lawannya.

Dia ingin menyerang lebih dulu, mendadak menyerang,

namun itu cuma keinginan saja, kenyataan tetap kenyataan.

Xiao Dai mengeluh di dalam hati, karena tiba-tiba dia

tidak tahu harus menyerang lawan dari arah mana.

Di dalam situasi yang menegangkan, semua keadaan

seperti berhenti….

“Ketua bagian Yao, perkelahian ini, bisa dibagi dalam

beberapa macam, misalkan asal menyentuh lawan sudah

cukup, satu sampai mati baru berhenti, ada satu lawan satu,

tentu ada pertarungan bergiliran, tidak tahu….”

Tidak ada orang yang berpikir, disaat tegang ini Xiao

Dai masih bisa membuka mulut, juga kata-katanya seperti

tidak berarti apa apa, tapi di dalamnya mengandung

kebenaran.

Kata-katanya tidak enak didengar, tentu saja reaksi

pendengarnya pun jadi tidak baik.

Dengan sedikit marah, Yao Bo-nan berteriak, “Kau

tenang saja, walau aku sampai dibagi delapan bagian

olehmu, di sini tidak akan ada orang yang akan melakukan

pertarungan secara bergiliran.”

Benar, empat orang ini semuanya adalah para petinggi

Gai-bang, walau didunia persilatan mereka adalah orang

yang ternama, sekarang ini mana bisa menerima ucapan

dingin Xiao Dai?

Xiao Dai melirik tiga orang yang menonton

dipinggirnya, wajahnya menampilkan tawa yang penuh

arti, dengan keras berkata, “Betulkah? Aku pikir memang

seharusnya demikian, Gai-bang adalah perkumpulan paling

besar nomor satu didunia! Pasti tidak akan melakukan hal

yang akan ditertawakan orang….”

“Omong kosong, bocah kau tunggu apa….” Yao Bo-nan

dengan marah berteriak, di matanya seperti akan

mengeluarkan api.

Tentu saja kata-kata Xiao Dai itu, sungguh tidak enak

didengar.

“Hi, kalau begini aku jadi tenang, jadi tenang….”

Xiao Dai baru saja habis mengatakan kata jadi tenang

pertama, orangnya sudah seperti anak panah menerjang ke

depan, bersamaan dengan dua sinar seperti kilat

membentuk huruf x bersilang menyerang lawannya.

Mmm, ini adalah penyakit lamanya, lebih dulu

menyerang, menyerang saat lawan tidak siap.

Kali ini, hati Yao Bo-nan ‘hut! Hut!’ loncat dua kali,

tubuh sebisanya dimiringkan, menghindari serangan yang

mendadak ini, sambil berteriak, “Bocah, kau sungguh pintar

mengambil kesempatan….”

“Maaf, maaf, sudah menjadi penyakit lama, sungguh

sulit merubahnya….” sepasang telapak tangan seperti dua

buah senjata tajam, dengan kuat membacok dan membelah,

mengendalikan keunggulan serangan pertama, sambil

menyerang sambil berkata.

Kata-katanya hampir saja membuat Yao Bo-nan pingsan

karena marahnya, dia sekarang hanya bisa menangkis dan

menghindar, tidak ada kesempatan untuk menjawab.

0ooo(dw)ooo0

Akalnya Xiao Dai sangat banyak, Yao Bo-nan mana bisa

menduganya.

Tadi sewaktu semangat, nafas, syaraf nya Yao Bo-nan

sudah siap dipuncaknya, justru Xiao Dai tidak menyerang.

Xiao Dai mencoba membuat Yao Bo-nan menjadi marah

dan membuka mulut, disaat persiapannya mengendur,

bayangan telapak tangannya Xiao Dai sudah memenuhi

langit datang menyerang, Yao Bo-nan mencoba

mengumpulkan tenaganya lagi, tapi insiatif penyerangan

sudah diambil lawannya, menjadikan dia hanya dapat

bertahan saja.

Tujuannya Xiao Dai telah tercapai, sebaliknya wajahnya

Yao Bo-nan menjadi berwarna hati babi karena marahnya,

keringatnya bercucuran karena menghindar gelombang

tenaga telapak yang tidak ada hentinya itu.

Hati Yao Bo-nan gelisah, orang yang menonton juga

merasa gelisah.

Karena dalam perkelahian pesilat tinggi, sedikit selisih

saja sudah cukup melayang jiwanya, apa lagi kehilangan

kesempatan menyerang duluan, keadaannya hanya

menerima serangan dan menangkis saja tidak bisa balas

menyerang.

Yao Zhong Bei sebagai adik, yang hubungannya seperti

tangan dengan kaki, bukan saja keringat dinginnya juga

bercucuran, wajahnya juga menjadi merah karena gelisah,

cukup bisa dibandingkan dengan pantat kera.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai tertawa di dalam hati, tapi tangannya sedikit

pun tidak berani lengah dan tidak mengendur, bagaimana

pun dia tahu jika dia tidak menggunakan kesempatan

menyerang duluan, perkelahian ini mungkin harus

memerlukan waktu yang sangat lama.

Telapak pisau membentuk lengkungan tidak terputusputus

dan kerap, cepat laksana kilat, laksana meteor, juga

seperti sepasang cakar setan dari neraka, sedikit pun tidak

memberi peluang, seperti berbilah-bilah kapak tajam yang

mengeluarkan sinar dingin.

Arah serangan yang dituju semuanya di atas tubuh Yao

Bo-nan, yang harus dihindar, juga titik bahaya yang dapat

merengut nyawa.

Yao Bo-nan dengan sebelah tangan memegang pahat,

mengerakan sebentar di depan sebentar di belakang,

bergulung ke bawah bergulung keatas, dengan susah payah

sekuatnya menangkis.

Dalam perkelahian jarak dekat macam ini, ‘Jebakan

Sepuluh Arah’ tangan kirinya seperti jadi tidak berguna.

Bagaimana pun itu adalah senjata jarak jauh, baru bisa

efektif!

Menggunakan sebelah tangan menghadapi dua tangan,

dua tangan yang kecepatannya juga sampai mata orang juga

sulit mengikutinya, dan mereka sering tiba-tiba menyerang

dan bertahan dari sudut yang tidak mungkin dan tidak

diduga.

Pertahanannya yang susah payah, orang yang menonton

juga bisa merasakannya.

0ooo(dw)ooo0

Biasanya Xiao Dai tidak mau bertarung jika tidak yakin,

tapi hari ini dia tidak bisa memilih, lebih-lebih tidak ada

waktu untuk mempelajari dulu keadaan musuh, makanya

dia dengan sepenuh tenaga, memanfaatkan setiap peluang

dan waktu yang dalam sekejap bisa hilang.

Karena dia belum pernah kalah, maka juga tidak boleh

kalah.

Karena jika dia sampai kalah, akibat kekalahan itu,

selain merosotkan namanya sendiri, mungkin harus

ditambah apa lagi.

Ada banyak begitu alasan dan kemungkinan, apakah

Xiao Dai tidak akan dengan menyerang dengan seluruh

kemampuannya?

Apa lagi dia selamanya mempunyai satu keyakinan,

yaitu ‘Dari pada kasihan pada musuh, lebih baik diri sendiri

menabrakan kepala mati duluan’.

Pikirannya demikian.

Lawan dia Yao Bo-nan juga berpikir demikian?

Ini adalah persoalan hati dibandingkan dengan hati pula,

semua orang punya hati sama, semua hati dan pikiran yang

sama.

Xiao Dai tidak bisa kalah, lawannya juga tidak ingin

kalah.

Tekanan semakin lama semakin besar, Yao Bo-nan yang

sudah sering kali pas-pasan menghindar dari serangan

mendadak, pelan-pelan merubah taktik perkelahiannya, dia

tidak lagi menghindar, juga tidak lagi menolong diri sendiri.

Setiap Xiao Dai yang melakukan serangan membunuh,

dia sudah tidak perdulikan keselamatan dirinya sendiri,

sama-sama mengeluarkan pahatnya atau menusuk, atau

memukul, atau mendongkel.

Titik sasarannya juga tempat Xiao Dai yang harus

melindunginya.

Ini adalah cara bertempur mengadu nyawa, juga

semacam pertempuran mati bersama, atau kedua-duanya

terluka.

Tentu saja ini adalah cara bertempur gila-gilaan.

Seseorang jika bertempur habis-habisan, puluhan ribu

musuh juga susah melawannya.

Xiao Dai bukan orang yang benar-benar idiot, dia sudah

mengerti tujuan lawannya.

Tentu saja dia tidak akan bertindak idiot, mau mengadu

nyawa dengan lawan.

Usia sembilan belas tahun, tidak perduli bagi laki-laki

atau wanita, adalah usia yang seperti bunga, juga bukan

usia yang dengan mudahnya mencari mati.

Maka orang yang berumur sembilan belas tahun,

mengadu nyawa dengan orang yang berusia lima puluh

sembilan tahun, walau bagaimana pun juga adalah satu hal

yang tidak menguntungkan.

0ooo(dw)ooo0

Perkelahian ini, adalah perkelahian yang sangat sengit.

Pertarungannya walau tidak sampai merubah warna

angin dan awan, tapi juga mendebarkan hati orang yang

melihat.

Namun, keadaan yang tadinya berat kesebelah, karena

Yao Bo-nan sudah menganut keyakinan pasti mati,

sedangkan Xiao Dai sudah memutuskan tidak mau mati,

pelan-pelan keadaannya menjadi berubah.

Selain itu keadaan fisik Xiao Dai juga sudah ada

perubahan yang mendadak, dia sudah merasakan setiap kali

dia memusatkan qi dan mengumpulkan tenaga, sepertinya

aliran qi murni di dalam tubuhnya dirasakan tidak bisa

lancar.

Sehingga tekanan yang diterima Yao Bo-nan sedikit

demi sedikit melemah, walau jurusnya Xiao Dai tetap

cukup cepat, cukup tajam, tapi tenaganya terus berkurang.

Sehingga situasi pertempurannya dari berat kesebelah

pelan-pelan menjadi seimbang, malah Yao Bo-nan sudah

ada kelebihan selain bertahan, bisa balik menyerang.

Bukan saja Yao Bo-nan sendiri merasa aneh, sampai

penontonpun bisa melihat perubahan yang tidak diduga ini.

Orang yang menonton diseberang sungai, karena

jaraknya sedikit jauh, tentu saja tidak tahu apa sebabnya.

Dengan lewatnya waktu, setiap orang membelalakkan

mata, mulut menganga.

Mereka tidak bisa percaya pada matanya sendiri. Karena

Tangan Cepat Xiao Dai sudah menjadi Tangan Lambat

Xiao Dai, bukan saja tangannya Xiao Dai menjadi lambat,

dan juga lambatnya aneh, lambatnya tidak masuk akal.

Ini sungguh pas dengan kata-kata lama ‘Keadaan

dimedan pertempuran dalam sekejap bisa terjadi perubahan

berpuluh ribu macam’.

Xiao Dai yang tadinya seperti Guan Yin seribu tangan,

bagaimana bisa berubah menjadi Raja Golok Tangan

Tunggal?

Dan lagi tangan tunggal itu malah seperti sangat tidak

lincah. Hanya Xiao Dai sendiri mengerti keadaan dia

sekarang, sudah sampai seburuk apa dirinya.

Karena tangan kirinya sudah sama sekali tidak bisa

dikendalikan, tangan kanan sedikit mendingan, tapi

perasaan kesemutan tidak bertenaga itu semakin lama

semakin parah.

Sudah dari tadi dia merasakan keadaan yang tidak

sewajarnya, dia mengeluarkan sebilah pisau.

Dia terpaksa melakukan ini, karena telapak tangannya

sudah tidak bertenaga, telapak tangan yang tidak bertenaga

mana bisa membunuh orang?

Makanya dia mengeluarkan pisau, pisau ini adalah

perberian dari Li Yuan-wai untuk dia.

Dengan pisau melawan pahat di tangan Yao Bo-nan,

tampaknya masih bisa memperpanjang waktu beberapa

saat, tapi dia sendiri pun sungguh tidak tahu masih bisa

memperpanjang berapa jurus lagi.

Tiga jurus? Atau lima jurus.

Wajahnya Xiao Dai sudah kehilangan keyakinannya,

lebih-lebih sudah kehilangan kepercayaan diri yang selalu

ada disaat kapan pun.

Keringat diwajahnya lebih-lebih sudah seperti kacang

kuning, sebutir demi sebutir menetes ke bawah.

Di atas pulau pasir tiga orang menonton keadaan itu,

wajahnya sudah tertawa.

Orang diseberang sungai, malah sudah ada yang

berkata….

“Hai! Tangan Cepat Xiao Dai pertempurannya hari ini,

mungkin sudah tidak bisa berakhir dengan selamat….”

Semuanya menyayangkan, mengeluh.

Menyayangkan Tangan Cepat Xiao Dai diusia muda

mungkin akan tewas di sisi Gedung Wang Jiang….

Mengeluh bintang dunia persilatan dimasa mendatang

ini, akan layu sebelum tumbuh besar….

0ooo(dw)ooo0

Sepasang mata Xiao Dai menatap tajam pahat di tangan

musuhnya.

Pahat tajam walau setiap jurusnya perubahannya

berpuluh ribu macam, namun dia tahu di dalamnya hanya

ada satu gerakan yang nyata, dan juga bisa menusuk di atas

tubuhnya.

Makanya dia harus bisa melihatnya dengan tepat dan

juga menentukan pukulan itu kapan munculnya, karena dia

sudah tidak mempunyai banyak tenaga lagi untuk

menangkis jurus variasi yang lain yang tidak nyata.

Dia tidak ingin mati, lebih-lebih tidak mau mati, apa lagi

mati di sini.

Mati di tangan orang tua yang sebenarnya tidak bisa

memenangkan dirinya.

Dia lebih baik mati karena mabuk, atau mati dalam

pelukan wanita, dia justru tidak ingin mati karena tidak

jelas dan tidak mengerti.

Yang aneh adalah disaat seperti ini, otaknya masih bisa

memikirkan hal lain.

Dia terpikir di antara setiap kelompok serigala, raja

serigalanya, disaat akan mati karena usianya yang terlalu

tua, selalu akan mati di tempat yang tidak bisa ditemukan

oleh kawan sejenisnya, karena dia lebih baik mati

menyendiri, juga tidak mau merusak penampilan paling

tinggi yang baru dapat diperoleh setelah dengan perebutan

tidak terhitung itu.

Dia berpikir masih banyak orang-orang dunia persilatan

menyaksikan diseberang sungai, dan masih menyayangkan

dan mengeluh di dalam kata-katanya.

Tentu saja dia juga terpikir kenapa mendadak dia bisa

kehilangan tenaga….

Dia tidak mengerti kenapa Ouwyang Wu-shuang mau Li

Yuan-wai mati bersama dirinya?

Apakah ini satu siasat busuk? Walau dia sudah tahu ada

yang tidak beres, tapi bagaimana pun tidak terpikirkan

Ouwyang Wu-shuang bisa melakukan hal ini.

Apakah semua air mata itu palsu. Apakah semua katakata

rayuan itu sedikit pun tidak ada yang jujur?

Dia tertawa, tertawa di dalam hati, namun tawa yang

pahit.

Dia mentertawakan dirinya dengan segala upaya ingin

membongkar jebakan itu untuk menolong orang, tapi tidak

terpikir jebakannya tidak terbongkar, malah dia terjebak ke

dalam jebakan itu.

Dia lebih mentertawakan dirinya setiap kali ‘Menyamar

jadi babi memakan harimau‘ yang tidak pernah gagal, bisa

juga menjadi tidak ampuh, dan juga harimau tidak

tertangkap, dirinya malah menjadi babi dimulutnya

harimau.

Babi, Xiao Dai, kau sungguh seekor babi, kau idiotnya

sampai babi juga lebih pintar darimu.

Di dalam hatinya dia memaki dirinya sendiri, pahat

tajam di tangan Yao Bo-nan malah dengan tidak terduga

sedikit pun tidak ada variasinya dan pura pura, dengan

begitu saja langsung datang menusuk….

Bersamaan itu jaring hitam di tangan kirinya, entah

bagaimana tiba-tiba turun dari langit….

Hatinya Xiao Dai hancur berkeping keping….

Kesedihannya, tidak dapat berbuat apa apa semua sudah

tertulis diwajahnya.

Dia mengangkat sepasang matanya yang abu-abu tidak

bersinar, sulit mengatakan, itu adalah melambangkan

perasaan apa, dengan cepat mencari ketepian sungai.

Padahal tadinya adalah sepasang mata yang indah dan

jernih, kenapa sekarang bisa berubah menjadi begitu marah

dan keji?

Padahal tadinya adalah sepasang mata yang penuh

sayang, kenapa semuanya sekarang diganti dengan

kelicikan dan hina?

Xiao Dai telah melihat Ouwyang Wu-shuang, dia tetap

begitu menarik, tetap begitu cantik.

Dia berdiri di matahari fajar, angin sepoi melambaikan

roknya yang lebar itu, menampilkan kaki kecilnya yang

cantik tidak bercacad itu, sepertinya sedang tersenyum, satu

senyum yang membuat Xiao Dai sampai mati pun tidak

bisa lepas darinya.

Dia berdiri disisi sebuah pohon bunga Ju liar, sedikit pun

tidak bergerak dan sedikit agak jauh dari kerumunan orang,

menyambut sorot mata Xiao Dai yang tanpa reaksi, tentu

saja seharusnya dia mengerti sorot mata itu melambangkan

rasa putus asa.

Dia malah sedikit pun tidak ada perasaan?

Dia malah seperti melihat orang asing?

Ini, ini wanita macam apa ini!?

Ini, masalah apa ini?!

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai mengeluarkan tenaga terakhir, gerakannya saat

ini cepat laksana kilat.

Terdengar ‘trang!’ satu suara, satu percikan api saat

logam beradu meletus. Walau di bawah sinar matahari,

setiap orang sudah bisa dengan jelas melihat kembang api

itu, dan semua hatinya bergetar.

Siapa pun tadi mengira Xiao Dai tidak akan bisa

menghindar pahat tajam yang menusuk padanya.

Karena walau pahat tajam itu tidak sangat cepat, tapi

sangat bertenaga.

Xiao Dai saat ini tidak bisa menangkisnya, apa lagi

tusukan satu pahat itu hanya berjarak tidak sampai satu cun

dari hati Xiao Dai.

Walau Xiao Dai bisa menghindar dari satu tusukan

pahat tajam itu! Tapi pasti tidak akan bisa menghindar jala

hitam yang turun dari langit.

Semua orang juga berpikir demikian, namun semua

orang salah menerkanya.

Tidak salah, Xiao Dai tidak dapat menangkis pahat yang

meminta nyawa itu.

Tidak salah, Xiao Dai telah dikurung seperti bacang oleh

jala hitam yang dari langit itu.

Namun tidak menunggu pahat Yao Bo-nan kedua turun,

pisau di tangan Xiao Dai seperti satu sinar dingin yang

datang dari langit barat, sudah masuk ke dalam dada

lawannya….

Darah mengucur keluar dari dadanya Yao Bo-nan, dia

membelalakkan mata, seperti tidak percaya melihat Xiao

Dai yang ada di dalam jala.

Sepertinya sekarang ini dia baru tahu Tangan Cepat Xiao

Dai mengapa disebut orang ‘Tangan cepat’.

Karena dia sungguh tidak mengerti Xiao Dai bagaimana

bisa menangkis tusukan pahatnya.

Dan pisau di tangan Xiao Dai, juga bagaimana tiba-tiba

bisa menancap ditubuhnya.

0ooo(dw)ooo0

“Kakak, oh….”

“Kepala bagian Yao….”

“Yao Bo-nan….”

Tiga teriakan keras yang mengerikan bersamaan

terdengar.

Tiga macam senjata secara bersamaan dihantamkan

pada Xiao Dai yang masih ada di dalamjala.

Sepasang tongkat Ji Mei yang berkarat, sebilah golok

pincang, dan satu martir meteor rantai kecil, semuanya

bertekad menghabisi Xiao Dai.

Semua kejadian ini terjadi dalam waktu sekejap dan

bersamaan.

Meminjam kata sastra, benar-benar dikatakan lambat,

saat itu cepat.

“Kepala bagian Yao dia tidak….”

Kata kata Xiao Dai belum habis, tentu saja dia juga tidak

sempat menghabiskan kata katanya.

Karena siapa pun orangnya, disaat menerima gempuran

dari tiga orang pesilat tinggi dunia persilatan, tapi masih

ada waktu bicara, itu baru namanya hal yang aneh!

Seseorang yang terkurung di dalam jala, gerakannya

tentu saja sulit, jika bersamaan waktu bertemu dengan tiga

macam serangan yang meminta nyawa, dan secara

bersamaan menggempur laksana gugur gunung, untuk

menghindar, rasanya hal itu sama sekali hal yang tidak

mungkin.

Xiao Dai jika dalam keadaan biasanya mungkin bisa

menghindarkan, tapi itu juga hanya terbatas pada satu

gempuran, gempuran yang selanjutnya, mungkin dewa pun

tidak bisa menghindar.

Namun sekarang, bagaimana dia bisa menghindarnya?

Bisa menghindarkan tongkat Ji Mei, mana bisa

menghindar pisau sipincang?

Bisa menghindarkan pisau sipincang, mana bisa

menghindar martir meteor rantai?

Makanya Xiao Dai yang berada di dalam jala

mengucurkan darah segar cukup banyak, seperti sebaskom

air bunga Feng Xian yang merah api, oleh orang disebarkan

ke langit.

Itu semburan darah segar, di bawah sorot matahari

membentuk warna yang aneh menyeramkan, membuat hati

menjadi dingin, membuat hati gemetar, juga ada semacam

perasaan emosi.

Xiao Dai tentu saja tidak bisa menghindar semuanya,

walau dia sudah menghabiskan seluruh tenaga berguling di

tanah.

Tidak ada orang yang tahu seberapa parah luka dia?

Apakah dia sudah tewas?

Karena gulingan dia terakhir, malah berguling masuk

kegulungan air sungai.

Hanya sekali tampak timbul, yang bisa dilihat orang, dia

masih tetap terbungkus oleh jala hitam itu.

Permukaan sungai lebar dan dalam, alirannya deras dan

besar.

Walau di dalam air ada tampak sedikit warna merah,

tapi itu juga dalam sekejap sudah menghilang.

Seperti gelombang memukul batu menyemburkan

gelombang air kecil, mengalir tidak jauh sudah bergabung

lagi dengan aliran air sungai.

0ooo(dw)ooo0

Sudah bubar, semua orang telah bubar.

Pulau pasir setelah orang-orang bubar, kembali keasalnya

menjadi tenang lagi.

Dari sejak malam hingga fajar hari, dari hujan rintikrintik

sampai matahari yang terik, di sini sepertinya tidak

pernah terjadi apa-apa.

Jin Jiang tetap saja Jin Jiang, Gedung Wang Jiang juga

tetap saja Gedung Wang Jiang.

Tidak ada orang yang bisa merubahnya, seperti tidak ada

orang yang bisa meru bah hal yang kenyataannya telah

terjadi.

Walau ada orang yang bisa meninggalkan sesuatu di sini!

Tapi dengari berjalannya waktu, ingatan akan semakin

memudar, akhirnya juga akan terhapus dan melupakannya.

Seperti jejak darah yang ada di atas pulau pasir itu, yang

tadinya lengket dan kental yang sulit menghilang, sekarang

ini karena dihisap oleh tanah pasir, hanya tinggal bekas

yang tipis saja, tidak perlu lama lagi, darah itu juga akan

hilang tidak berbekas.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang menyaksikan sendiri pertempuran ini, tidak

ada seorang pun yang bisa menduga Tangan Cepat Xiao

Dai tidak mati.

Apa lagi dua sesepuh lima generasi Gai-bang, dan Yao

Zhong Bei menceritakan setelah kejadianku.

Karena menurut cerita mereka, paling sedikit Tangan

Cepat Xiao Dai tulang iganya patah tiga batang, dan

pinggangnya terkena satu pukulan martir meteor mungkin

sudah terluka dalam, yang paling dapat merengut

nyawanya seharusnya pisau si pincang hampir menembus

ke punggung sebelah kanannya.

Mereka mengatakan Xiao Dai sudah mati, maka Xiao

Dai pasti tidak bisa hidup.

Apa lagi setiap orang juga tahu Xiao Dai tergulung oleh

jala, jatuh ke dalam air sungai yang mengalir deras, walau

seorang yang sehat pun! Dalam keadaan begini, mungkin

juga tidak bisa melepaskan diri, apa lagi orang yang

mendapat luka berat ditiga tempat dan nyawanya tinggal

sisa setengah.

Tidak ada orang yang pergi membuktikan Tangan Cepat

Xiao Dai sebenarnya sudah mati atau belum, karena tidak

ada yang mengeluarkan mayat dia dari dalam sungai,

kenyataannya juga tidak bisa mengeluarkannya dari dalam

sungai.

Maka kesimpulan akhir adalah Tangan Cepat Xiao Dai

sudah mati, dan juga tidak meninggalkan mayat.

Sehingga nama Tangan Cepat Xiao Dai dengan

demikian terhapuslah.

Mungkin selanjutnya tetap ada orang yang ‘Tangan

Cepat’ nya muncul, tapi dia pasti tidak akan bernama Xiao

Dai, bagaimana pun didunia ini mana ada orang yang

dinamakan dirinya Wang Xiao Dai? kecuali Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0

‘Kalah menang menentukan pahlawan’, kenyataannya

begitu, apalagi didunia persilatan.

Karena pahlawan mati sungguh tidak untuk dibicarakan,

jika masih dibicarakan juga hanya seorang pahlawan yang

telah mati.

Jika pahlawan yang telah mati tidak ada yang untuk

dibicarakan, maka yang bisa dibicarakan tentu saja semua

adalah pahlawan yang hidup.

Makanya orang yang bisa membunuh Tangan Cepat

Xiao Dai, tentu saja adalah pahlawan, dan juga benar-benar

pahlawan.

Lihat saja! Sekarang disetiap sudut, setiap waktu, yang

dibicarakan orang-orang semuanya mengenai Dua

Pengemis Cacad dari Gai-bang bagaimana sangat

perkasanya, dan bagaimana ilmu silatnya yang sangat tinggi

sekali, sampai….

‘Sekali Telapak Pisau Keluar, Nyawa Tidak Kembali’

Tangan Cepat Xiao Dai begitu bertemu mereka, juga

menjadikan dirinya ‘Nyawa Tidak Kembali’, malah ‘Mayat

pun tidak kembali’.

Yang disayangkan adalah justru tidak ada yang

mengatakan Tangan Cepat Xiao Dai baru berusia sembilas

tahun, dan juga matinya di bawah tangan tiga orang pesilat

tinggi dunia persilatan yang berusia sembilan puluh tahun.

Juga sepertinya setiap orang telah lupa, lupa Dua

Pengemis Cacat yang tadinya telah menjamin pada Xiao

Dai ‘Pasti tidak akan mengeroyoknya, pasti tidak akan

menggunakan pertempuran secara bergiliran’.

Bagi orang dunia persilatan, yang paling penting

menepati janji, apa lagi namanya sudah terkenal, Cjianbei

yang usia lebih tua juga begitu, apakah tidak ada erang yang

berani mengungkitnya, Dua Pengemis Cacat sendiri apa

juga telah lupa?

Mereka adalah tetua generasi kelima dari perkumpulan

nomor satu terbesar didunia!

Siapa pun yang menggantikan Tangan Cepat Xiao Dai,

ketemu hal yang begini, kecuali dia meloncat masuk ke

dalam sungai, maka mau pergi kemana meminta keadilan?

Siapa yang pahlawan?

Dan siapa yang menjadi seekor raja serigala yang

menyendiri dan sombong?

0ooo(dw)ooo0

BAB 16

Jembatan Wan Li

Arak, araknya adalah arak Bi Lei Cun. Masakan,

masakannya adalah Shang Bing Pan.

Orang, orangnya ingin menangis tapi tidak ada air mata.

Ini adalah satu restoran, restoran yang sangat kecil, kecil

sekali.

Bukan saja tidak menyolok mata, sehingga satu pelayan

pun tidak ada.

Restorannya berada disamping jembatan Wan Li,

jembatan Wan Li berada diluar gerbang selatan kota Cheng

Du.

Ada jembatan tentu saja ada sungai, makanya jembatan

Wan Li melintang di atas Jin Jiang.

Restoran ini yang tidak ada namanya, di dalamnya

hanya ada empat buah meja.

Sekarang ini hanya dua meja yang diduduki orang.

Disalah satu meja, di atasnya sedang tengkurap seorang

pria mabuk, dia sepertinya sedang tertidur, bajunya

menutupi kepala, wajahnya tidak terlihat, dua buah teko

timah juga sama terjatuh di atas meja.

Benar seperti perkataan ‘Dunia terasa besar di dalam

mabuk, hari dan bulan panjang ada di dalam mimpi’.

Hanya saja tidak tahu dia mabuk sudah berapa lama, dan

tidur berapa lama.

Di meja lain tampak dua orang duduk disisi jendela

menghadap kesungai, tampak seperti baru saja datang,

araknya hanya ada satu teko, masakannya belum dimakan.

Di atas teko tertempel kertas merah dengari tulisan hitam

Bi Lei Cun tiga kata.

Masakannya empat piring masakan dingin kecil.

Ada arak enak bernyanyi, ada masakan juga harus

makan sepuas puasnya itu baru benar.

‘Minum arak dijembatan Wan Li, sambil mabuk

memandang gedung Wang Jiang’.

Wajah Li Yuan-wai rusak sama seperti setumpuk ‘tai

anjing’, dengan perlahan dia sedang membaca sajak

ditembok yang entah ditulis oleh sastrawan mana.

Gedung Wang Jiang, puihhh! Sialan, gila, aku baru pergi

ke gedung Wang jiang itu.

Dia memaki di dalam hatinya, lalu mengangkat kepala

melihat Ershao yang ada dihadapannya, dia ingin

mengatakan sesuatu, melihat orangnya seperti sedang

memikirkan apa, dia jadi tidak enak bicara, terpaksa

pandangannya ditujukan kembali kesungai yang mengalir

tidak ada putusnya.

Dalam lima hari ini, dia dengan Yuan Ershao sudah

mengunjungi restoran kecil ini delapan kali, setiap kali

berkunjung, hampir setiap kali dia pulang dibopong oleh

Yuan Ershao.

Dia adalah orang yang biasa minum, minum ribuan

cangkir juga tidak akan mabuk, tapi mengapa beberapa kali

berkunjung kesini, dia malah bisa mabuk?

Mabuknya juga tidak ringan, malah harus dibopong

orang supaya bisa pulang.

Sekarang baru saja dia mengulurkan tangan ingin

menambah arak lagi, wajah Ershao yang bertopeng kulit

manusia tiba-tiba tampak seperti tidak mengerti, katanya,

“Hartawan besar, kau sudah lupa.”

“Lupa?! Lupa apa?!” kata Li Yuan-wai bengong.

Wajah yang tadinya kelihatan susah, tampak ada sedikit

senyum, walau senyum itu bercampur rasa sedih, Yuan

Ershao berkata, “Kau lupa apa yang telah kau katakan.”

“Kata-kata apa? Aku pernah mengatakan apa?!”

Pandangannya sedikit aneh melihat pada Yuan Ershao.

“Kau sepertinya sudah lupa, pada saat sakit kepala tidak

tahan karena mabuk jadi mengatakan….”

Wajahnya menjadi panas, tapi tangan Li Yuan-wai tidak

ditarik kembali, tetap saja menumpahkan arak sampai

penuh satu cangkir, dengan pelan mengangkatnya sambil

mengeluh berkata, “Xiao Dai selamanya tidak mau

kutemani minum arak, karena dia kata aku selamanya tidak

bisa mabuk, aku…. aku hanya ingin buktikan pada dia, aku

juga bisa mabuk, sama bisa mabuk….”

Habis bicara, arak sepenuh cangkir itu sudah dituangkan

semuanya ke dalam tenggorokannya, namun karena

minumnya tergesa-gesa, dan juga sambil bicara, makanya

dia jadi tersedak.

Sekarang dia tidak henti-hentinya batuk sampai seluruh

wajahnya menjadi merah, malah sampai air mata juga

mengucur.

Siapa yang pernah berkata pria tidak bisa mengucurkan

air mata? siapa lagi yang pernah berkata pahlawan tidak

berair mata?

Li Yuan-wai adalah seorang pria, juga seorang

pahlawan, mengapa sekarang air matanya bisa mengucur?

Yuan Ershao dengan iba memandang Li Yuan-wai,

setelah beberapa saat menunggu, akhirnya batuknya

berhenti, baru dia berkata, “Bagaimana? Apa sudah baikkan

belum? Minumlah sedikit air teh, basahi tenggorokanmu,

jika orang tidak tahu masalahnya, dan tidak jelas apa yang

terjadi, tentu merasa aneh, seorang pria sebesar ini mengapa

bisa menangis sampai tersedu sedan.”

Dengan tertawa malu, Li Yang Wai berkata, “Kenapa?

Siapa yang menentukan pria tidak boleh menangis? Kau

salah, pria yang bisa menangis baru benar-benar pria

berwatak, orang yang mempunyai perasaan….”

“Benarkah? aku pernah mendengar, laki-laki yang gagal

baru bisa menangis” dengan menahan tawa Yuan Ershao

membantahnya.

Dengan aneh Li Yuan-wai melihat Yuan Ershao sekali,

tiba-tiba bertanya, “Apa kau tahu Liu Bei?”

“Liu Bei?! tentu saja aku tahu, oh…. tidak, tidak, aku

tidak tahu, hanya pernah mendengarnya, lalu kenapa?”

jawab Yuan Ershao tanpa merasa Li Yuan-wai bisa

mengajukan pertanyaan ini, dalam waktu singkat dia tidak

bisa berpikir tenang dan langsung saja mengeluarkan

perkataan, setelah sadar kata-katanya ada kesalahan, maka

buru-buru diralatnya.

Memang jika Yuan Ershao benar tahu Liu Bei, baru satu

hal yang aneh.

Tapi, jika mau menyalahkan juga hanya bisa salahkan Li

Yuan-wai, mana ada aturan bertanya yang demikian.

Namun, jika Li Yuan-wai tidak bertanya demikian mana

bisa disebut Li Yuan-wai lagi?

Karena dia memang orangnya begitu, setiap saat dia bisa

melakukan kelakuan aneh-aneh dan juga kata yang anehaneh.

Li Yuan-wai memain-mainkan cangkir yang sudah

kosong di tangannya.

Tentu saja dia juga dengan sengaja tidak mau melihat

wajah Yuan Ershao yang menunggu lanjutan kata-katanya.

Semua orang juga tidak akan tahan mendapat masalah

demikian.

Jika orang yang suka terburu-buru, bertemu dengan

orang yang bicara setengah-setengah, mungkin meja sudah

diacak-acak.

Yuan Ershao adalah orang yang normal, tentu saja

sifatnyajuga ada sedikit terburu-buru.

Tapi ketika dia melihat tingkah dan ekspresi kawannya

begitu, dia malah juga tidak berbicara, setelah meminum

habis arak yang ada di depannya, dia juga mulai

memainkan cangkir araknya.

Mmm, tingkahnya tampaknya lebih santai dari pada Li

Yuan-wai.

Pelan-pelan Li Yuan-wai malah mulai tidak tahan, dia

melirik Yuan Ershao sekali, tampak dirinya seperti sudah

melupakan hal itu.

“Kau…. kau tidak menanyakan aku?” kata Li Yuan-wai.

“Tanya?! Tanya apa?!” Yuan Ershao sepertinya tidak

mengerti apa maksud kata katanya.

“Tentu saja bertanya pada aku, tadi apa yang aku

katakan!”

“Oww, aku lupa bertanya, apa kau mau aku tanya?”

Kata-kata apa ini, Li Yuan-wai hampir saja batuk

kembali.

“Kau…. kau tidak ingin tahu?” kata Li Yuan-wai dengan

heran.

Yuan Ershao menggerakkan bibirnya sambil tertawa

berkata, “Aku rasa menghadapi orang yang seperti kau

tidak boleh terburu-buru, jika kau ingin mengatakannya,

tidak perlu aku tanya kau juga pasti akan mengatakannya,

apa lagi aku tahu kau pasti tidak tahan, mendengar kata

kata yang disampaikan hanya setengah, memang hal yang

menyusahkan hati, tapi orang yang berkata setengah pasti

lebih susah hati, kemungkinan malah karena menahan jadi

menimbulkan penyakit, benar tidak?”

Perutnya Li Yuan-wai seperti terkena tinju orang, dia

sedikit bengong, beberapa saat tidak bisa menutupnya

kembali.

“Mmm, sekarang apakah kau sudah mau

mengatakannya? Hartawan Li,” kata Yuan Ershao setelah

melirik dia sekali lagi.

“Mengatakan, mengatakan, aku tentu mau mengatakan,

jika tidak mengatakan lagi, aku pasti mati dulu karena tidak

tahan.” Li Yuan-wai mau menangis tidak bisa, mau tertawa

juga tidak bisa, “Aku…. maksudku adalah Liu Bei suka

menangis, dia bukan saja mempunyai dua pahlawannya

yang bernama Guan dan Zhang, juga menangis karena

urusan negara, makanya…. makanya seorang pria menangis

apa jeleknya….”

Ternyata ini maksudnya, Li Yuan-wai mengambil

contoh-contoh sejarah sembarangan membandingkannya.

Wajah Yuan Ershao menjadi serius, dengan perlahan

berkata, “Orang menangis karena urusan negara, hartawan

Li, tidak tahu apakah kau juga punya kemampuan itu?

Jangan lupa kau sekarang sudah menjadi buronannya Gaibang.”

Kata-kata ini sungguh manjur, hatinya Li Yuan-wai

segera tenggelam kedasar jurang.

Setelah dia minum habis satu cangkir arak, lama dia

tidak bicara lagi.

“Aku sangat menyesal, disaat kau bisa bergurau, aku

mengeluarkan kata-kata yang tidak enak,” kata Yuan

Ershao sambil berdiri menghampirinya, menepuk perlahan

bahunya, memandang sungai diluar jendela.

“Tidak apa-apa, masalahnya nanti pasti akan jelas….

seperti halnya antara aku dan Xiao Dai, suatu hari nanti

kami pasti akan menangkap orang di belakang layar ini,”

kata Li Yuan-wai.

Begitu mengatakan Xiao Dai, sinar mata Yuan Ershao

juga tampak sedih katanya, “Apakah kau memastikan kita

telah salah paham pada dia?”

“Tentu saja, hari itu aku dengan jelas melihatnya, pisau

di tangannya itu jelas-jelas pisau aku yang diberikan pada

dia, pisau itu memang tidak bisa digunakan untuk

membunuh orang, dia sudah tahu, makanya kata-kata

terakhir yang belum sempat dia katakan seharusnya adalah

‘Ketua bagian Yao tidak mati’.”

“Mengapa bisa ada pisau yang tidak bisa membunuh

orang?”

“Itu hanya sebuah peralatan saja, satu kali aku

menggeladah seorang penipu, dari dia aku mendapatkan

pisau itu, tahun lalu ketika Xiao Dai ulang tahun, aku

memberikan pisau itu pada dia sebagai kado ulang tahun,”

kata Li Yuan-wai mengingatnya.

“Siapa lagi yang tahu rahasia ini?”

“Rahasia…. Ouwyang Wu-shuang!” Li Yuan-wai tibatiba

tersadarkan.

“Bukankah dia wanita yang dicintai dirimu dan Xiao Dai

secara bersamaan?” tanya Yuan Ershao.

“Betul, tahun itu saat Xiao Dai berulang tahun dia juga

ada di tempat…. pasti dia, pasti dia…. ini semua pasti dia

biang keladinya.”

Li Yuan-wai teringat sesuatu berkata lagi, “Ershao,

bukankah kau mengatakan pernah melihat Xiao Dai

dengan seorang wanita dikota Xiang Yang? Rumah

Ouwyang Wu-shuang aku pernah mengunjunginya,

letaknya juga dikota Xiang Yang…. sekarang aku sudah

memastikan dia…. jika dia bisa mengirim surat pada Gaibang

mengatakan aku ini pengkhianat perkumpulannya,

dan masalah Xiao Dai mengirim surat menantang aku,

pasti dia yang mengaturnya.”

Kelihatan masalahnya sudah ada titik terang.

“Apakah dia punya alasan berbuat demikian?” tanya

Yuan Ershao dengan curiga.

“Alasan?” Li Yuan-wai berpikir keras.

Dia sungguh tidak terpikirkan apa alasan Ouwyang Wushuang

mau mencelakakan dirinya.

Apakah hanya karena dia dan Xiao Dai meninggalkan

dia?

“Hartawan Li, apakah kau pernah menghina orang?”

tanya Yuan Ershao.

“Ah?! Oww, tidak, tidak, aku berani menjamin, aku

dengan Xiao Dai tidak pernah menyentuh dia.” Li Yuanwai

terus-terusan berkata sambil menggelengkan kepala.

“Kalau begitu jadi aneh sekali, walau benar dia ada

sedikit membenci kalian! Tapi tidak akan sampai benci

seperti ini….”

Yuan Ershao berkata sendiri.

Sungguh persoalan yang membuat sakit otaknya.

Jika semua persoalan karena hal ini, maka wanita ini

sungguh sangat menakutkan.

“Perasaan Xiao Dai dan dirimu aku mengerti, dulu aku

juga mengira demi wanita ini sungguh-sungguh ingin

membunuhmu, tapi jika dia menyiapkan pisau yang kau

berikan datang menepati janji, sudah membuktikan alasan

dia tidak ingin membunuhmu, tapi kenapa dia

menantangmu?” tanya Yuan Ershao tidak mengerti.

“Aku…. aku pikir dia pasti menemukan sesuatu, atau ada

alasan lain yang tidak bisa di atasinya, juga bisa saja dia

mencari kita untuk melakukan rencana ini…. mungkin

jawabannya harus bertanya pada dia….”

Ini adalah persoalan yang semua orang tidak bisa

menjawabnya, Li Yuan-wai juga memandang aliran sungai

diluar jendela.

Dia dengan Yuan Ershao sudah lima hari penuh mencari

Xiao Dai dialiran bawah Jin Jiang, mereka berharap bisa

menemukan apa saja, walau satu sobekan baju juga

bolehlah.

Namun mereka tidak menemukan apapun.

Di atas sungai ada perahu, perahu besar, perahu kecil,

perahu nelayan.

Tapi tidak ada satupun perahu dan satu orang pun

nelayan bisa menemukan Xiao Dai.

Kelihatannya Li Yuan-wai hari ini juga akan mabuk

sebelum meninggalkan tempat ini.

0ooo(dw)ooo0

Senja semakin gelap, sinar mentari terakhir pun segera

akan menghilang.

Bos restoran selama lima hari ini sudah terbiasa dengan

dua orang tamu ini, sedikit pun dia tidak bicara, dia

langsung menyalakan lampu, sambil menghampiri tamu

lainnya dengan pelan menggoyang-goyangnya.

“Tuan, anda…. anda apa masih perlu apa lagi?”

Orang itu benar-benar mabuk, juga benar-benar tertidur,

untungnya restoran ini tidak begitu ramai, jika tidak, hanya

tiga orang saja sudah menduduki setengah kapasitas

restoran, mau berdagang bagaimana?.

Orang yang menutupi kepalanya itu tidak bangun, tapi

mengeluarkan satu perak menaruhnya di atas meja,

mulutnya dengan tidak jelas berkata, “Pergi…. pergi sana,

jangan…. jangan ganggu aku….”

Jika uang yang dibayarkan berlebih, bos itu mau bicara

apa lagi?

Mungkin malah dia mengharapkan lebih banyak lagi

tamu yang seperti ini?

Bagaimana pun masakan harus pakai modal, orang

tengkurap di atas meja dan tidur, itu tidak akan merusak

meja dan kursi.

Melihat hari sudah malam, Yuan Ershao memandang Li

Yuan-wai yang sudah hampir mabuk berkata, “Aku lihat

kita sudah harus pergi.”

Li Yuan-wai mulai mabuk, berkata, “Pergi…. benar

memang sudah harus pergi…. Xiao Dai, kau pergi terlalu

cepat…. kami dari Gai-bang sungguh minta maaf….”

Begitu mendengar kata Gai-bang, Yuan Ershao terpikir

sesuatu, tiba-tiba dia bertanya, “Hartawan Li, Gai-bang

kalian kenapa bisa begitu gampangnya percaya pada katakata

Ouwyang Wu-shuang?”

Li Yuan-wai dengan sedih berkata, “Kenapa…. kenapa

tidak bisa? Sampai jelas-jelas pisau tidak bisa membunuh

orang, juga…. juga bisa…. bisa membunuh orang, apa….

apa lagi yang tidak bisa?”

Benar, walau Li Yuan-wai disalahkan, tapi terhadap

kematian Yao Bo-nan tidak bisa begitu saja dia lepas

tangan, bagaimana pun juga terhadap Gai-bang dia masih

ada perasaan yang dalam!

Yuan Ershao masih ingin mengatakan apa, tapi ketika

melihat wajah Li Yuan-wai, kata-kata yang akan diucapkan

akhirnya ditelannya kembali.

Setelah melemparkan beberapa recehan perak, dia

membopong Li Yuan-wai yang sedikit limbung, Mereka

keluar dari restoran yang sangat kecil ini. Baru saja mereka

pergi, orang yang mabuk sampai pingsan yang menutupi

kepalanya itu, tiba-tiba bangun.

Ternyata dia adalah Yuan Di, Yuan Dashao!

Bagaimana bisa dia?!

Sekarang bukan saja dia tidak mabuk, mungkin tidak ada

orang yang lebih sadar dari pada dia.

“Ershao, kau adik yang hebat, kau tidak mati?…. Apa

kau sungguh bisa tidak mati?”

Dia bergumam, matanya menyorotkan sinar yang

menakutkan.

Dia telah pergi, perginya sangat cepat sekali.

Dia pergi karena dia masih mempunyai banyak hal yang

harus segera dikerjakan.

0ooo(dw)ooo0

‘Bunuh di tempat tidak ada perkara’.

Setiap orang juga mengerti apa arti kata ini.

Begitu bangun pagi, Li Yuan-wai masih menggunakan

tangan memukul-mukul kepalanya yang sakit, dia langsung

mendengar berita yang disampaikan oleh Yuan Ershao,

berita yang menyakitkan hatinya.

Walau dia sudah tahu akibatnya akan begini, tapi tetap

saja dia terkejut.

“Aku lihat kali ini kau sungguh-sungguh akan mati dan

berkelana keseluruh dunia,” kata Yuan Ershao, walau katakatanya

sedikit mempermainkan, tapi wajahnya

memperlihatkan rasa khawatirnya.

Li Yuan-wai mengambil teh dingin di atas meja, dia

menenggak sampai setengah teko teh, dia menggunakan

belakang tangannya mengelap bekas teh dimulut, sambil

memaki, “Brengsek, penginapan burung ini juga sangat pelit

pada tamu penginapan, menyeduh teh tidak enak untuk

melayani tamu.”

Walau sudah terbiasa dengan kelakuan Li Yuan-wai,

menjawab yang bukan ditanyakan Yuan Ershao tetap saja

tidak tahan menanyakan lagi, “Kau tidak perduli?”

“Perduli apa? Buat apa perduli dengannya?” kata Li

Yuan-wai malah tertawa.

Dengan pandangan aneh, Yuan Ershao tidak mengerti

kenapa hanya dalam waktu semalam, orang ini seperti

sudah berubah menjadi orang yang berbeda.

“Apakah kau belum sadar? Apakah kau masih mabuk?”

tanya Yuan Ershao dengan penuh keheranan.

Dengan tingkah yang serius, Li Yuan-wai menjawab,

“Aku sudah sadar sekarang, orang sudah mati tidak bisa

hidup kembali, orang yang masih hidup tetap harus

melanjutkan hidupnya benar tidak? jika benar Xiao Dai

sudah mati, aku telah bersedih selama lima hari, mabuk

sembilan kali, aku pikir jika di dalam baka sana dia tahu,

dia juga akan tersenyum, makanya mulai dari sekarang aku

tetap aku, aku pikir kau juga pasti tidak mengharapkan

melihat aku seharian bermuram durja, benar tidak?

Mengenai apa yang baru saja kau katakan, asalkan aku

tidak bertemu dengan mereka, dan berharap bisa

menghindar hari demi hari. tentu saja aku mengharapkan

bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang kacau

balau ini, sehingga namaku kembali bersih.”

Tingkah Li Yuan-wai sudah berubah, hatinya sekarang

bisa terbuka, Yuan Ershao, sungguh sedikitpun tidak

menyangka.

Karena dalam beberapa hari ini, dia sudah cukup sadar

melihat tingkah laku Li Yuan-wai yang seperti tidak mau

hidup dan ingin mati itu, seperti setiap orang yang kenal

dan punya hutang pada dia, semua tidak mau membayar.

Langit tahu Li Yuan-wai tidak meminjam uang pada

siapapun, sebaliknya siapa yang mau meminjam uang pada

dirinya?

Bagaimana pun semua orang tahu daripada meminjam

uang pada Li Yuan-wai, lebih baik menggadaikan saja

celana sendiri, tentu lebih gampang, karena dia adalah

hartawan miskin, dan karena miskinnya setiap hari sering

makan tidak teratur.

0ooo(dw)ooo0

Tertawalah Yuan Ershao.

Bagaimana dia bisa tidak tertawa?

Dia tertawa karena Li Yuan-wai telah sadar, benar-benar

sadar.

“Bagus, bagus, kau bisa sadar sungguh tidak percuma

menjadi temanku, ha…. ha…. jika sekarang bukan pagi hari

dan baru sadar dari mabuk, aku sungguh ingin menarikmu

minum arak lagi!” kata Yuan Ershao dengan gembira.

“Jangan, jangan, Tuanku, sekarang aku sungguh sudah

takut minum arak, dulu aku tidak pernah benar-benar

mabuk, sekarang aku sudah merasakan bagaimana rasanya

mabuk, aku pikir aku lebih baik pergi mandi, aku juga tidak

akan pergi minum arak lagi.”

Li Yuan-wai benar-benar sudah sadar, perkataan

‘humornya’ sudah mulai tampak.

Bisa membuat Li Yuan-wai pergi mandi dan tidak

mengerjakan urusan lain, itu pasti adalah hal yang sangat

serius dan menakutkan orang.

Dia bisa berkata demikian, terbukti dia sudah benarbenar

kapok minum arak.

“Hartawan Li, rupanya sekarang kau telah menjadi Li

Yuan-wai yang aku kenal, jika kau sudah sadar, maka kita

harus membicarakan masalah serius ini….”

“Hai, sudah setengah harian berbicara, aku baru tahu

ternyata aku tidak disukai olehmu! Sekarang kau baru mau

membicarakan hal serius denganku,” kata Li Yuan-wai

sambil memalingkan mata, “Baiklah, bagaimana pun

diluaran namaku sudah busuk, dulu para gadis berebut

untuk bisa melihat aku, sekarang jika aku mengatakan aku

adalah Li Yuan-wai, mungkin orang hanya melihat dengan

putih matanya…. katakanlah! Aku akan membuka telinga

dan dengan hormat mendengarkan.”

Yuan Ershao melihat tingkahnya yang mulai

menyebalkan, tidak tahan dengan tertawa memakinya,

“Pusaka hidup!”

0ooo(dw)ooo0

Airnya panas sekali, panasnya cukup bisa mengupas

kulit orang.

Kolam airnya juga cukup besar, besarnya cukup untuk

orang bisa berenang.

‘Kolam Qing Hua’ melihat nama dan hurufnya saja

berartinya rumah untuk mandi.

Sekarang Li Yuan-wai sedang berendam dengan mulut

cemberut sambil menggigit gigi di dalam ‘kolam umum’ ini.

Tampak kepalanya menyandar kesisi kolam, seperti

tersiksa saja kelakuannya, dia menggosok daki

ditubuhnyayang seperti mie itu.

Untung saja ini adalah pagi hari, orang yang datang ke

rumah mandi ini tidak banyak, hanya tiga orang, mandi

disudutnya masing-masing.

Jika tidak, kalau orang melihat air disekelilingnya

menjadi berubah warna, mungkin sudah dari tadi mereka

bergotong royong mengangkatnya dan melempar keluar.

Li Yuan-wai dipaksa oleh Yuan Ershao masuk ke rumah

mandi ini, karena Yuan Ershao ingin dia berubah

keseluruhannya.

Dia terpaksa menurut, makanya sekarang wajahnyajuga

seperti ingin menangis.

Mandi bisa mengurangi hawa murni, ini adalah kata-kata

yang sering dia ucapkan.

Apa lagi air yang begitu panas, dia seperti sudah

kehabisan tenaga.

Dia menutupkan matanya, otaknya berpikir, berpikir

tentang perkataan yang tadi Yuan Ershao ucapkan.

Tie Cheng Gong, Polisi Setan yang sampai setan pun

bisa ditangkapnya dan diadili dipengadilan, kenapa sedikit

pun tidak ada beritanya, apakah dia bisa menghilang?

Zhan Long yang dikatakan oleh Yuan Ershao kenapa

bisa menjadi kakaknya Zhan Feng? Kenapa dia tidak

pernah mendengar Zhan Feng membicarakannya?

Dia tidak berani memberitahukan pada Yuan Ershao dia

kenal dengan Zhan Feng, tentu saja dia juga tidak berani

memberitahukan pada Yuan Ershao bahwa dia pernah

jatuh ke dalam sumur asmaranya.

Dia takut jika mengatakan dia bisa menjadi olokan

temannya, atau mungkin memandang hina padanya.

Karena dia begitu menghormati dan menyayangi

pendekar hebat didunia persilatan ini, dia tentu saja takut

pandangan bagus tentang dirinya yang dibangun sejak lama

menjadi rusak.

Dia sekarang sudah mengerti wanita yang cantik

menggetarkan hati itu, perasaannya hanya untuk menipu

dia saja.

Maka bagaimana dia berani menceritakan cerita cinta

yang bohongan ini?

Dia mempunyai harga diri, dan harga dirinya sangat

kuat.

Makanya persoalan ini mungkin akan disembunyikan di

dasar hatinya selama hidup.

Dia merasa beruntung, pikirannya telah terbuka, hingga

dia bisa segera melupakan wanita itu.

‘Hanya pahlawan saja, yang dapat dengan pedang memutus

tali asmara.’ Dia tertawa dan menyadarinya.

Tentu saja dia juga mengerti yang diputuskan adalah

cinta sepihak, hanya keinginan dia sendiri.

Anggap sajalah setengah pahlawan,1 Dia menghibur

dirinya didalan hati.

Setelah hatinya terbuka, Li Yuan-wai sudah berubah jadi

gembira lagi.

Dia sudah tidak memikirkan Xiao Dai lagi, tidak

memikirkan Zhan Feng lagi, Ouwyang Wu-shuang, jika

‘dbunuh juga tidak ada perkara’nya, Gai-bang juga sudah

tidak dipikirkan.

Dia memang juga tidak suka menggunakan otak.

Orang yang tidak suka menggunakan otak, juga orang

yang senang, walau hal yang dia temukan semuanya adalah

hal yang kurang menyenangkan, tapi dia juga akan cepat

melupakannya.

Sekarang yang dipikirkan Li Yuan-wai, hanya

bagaimana nanti memakai baju yang baru dibeli itu, dan

mencari satu restoran yang besar, memesan satu meja

penuh bermacam masakan, dengan gembira makan

sepuasnya.

Dia sendiri tidak tahu sudah berapa tahun dia tidak

pernah memakai baju baru?

Juga sudah berapa hari tidak pernah makan dengan

enak?

Uang tentu saja Yuan Ershao yang memberikan

padanya, bagaimana pun Li Yuan-wai adalah hartawan

yang termiskin didunia.

Alasan Yuan Ershao ingin Li Yuan-wai berubah dari

dalam sampai keluar, tujuannya juga ingin dia merubah

penampilannya, menghindari perhatian orang dan kejaran

dari golongan Gai-bang.

Walau dia telah menghalangi Li Yuan-wai mengantar

nyawa dipinggir Gedung Wang Jiang, tentu saja dia tidak

ingin ada hal yang demikian terjadi.

Penampilan Li Yuan-wai sama saja dengan iklan hidup,

makanya ketika Yuan Ershao meninggalkan dia untuk

mencari Polisi Setan dan Zhan Long, dia terus-terusan

berpesan supaya Li Yuan-wai berbuat ini.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai bernyanyi, terpikir dirinya sudah punya

baju baru dan uang lima ribu liang, tidak terasa dia

tersenyum.

“Sialan, ternyata Ershao menginginkan aku menjadi

seorang hartawan.”

Kata-kata ini dia ucapkan pada diri sendiri, walau hanya

baru menggumannya saja.

Dia sudah berubah dari asap ke air, tiba-tiba menemukan

satu hal yang tidak masuk akal.

Li Yuan-wai walau percaya matahari bisa terbit dari

barat, dia juga tidak berani percaya hal yang menakutkan

ini.

Karena samar-samar dia melihat ada enam orang wanita,

yang tubuhnya langsing, pasti semuanya adalah wanita

yang cantik.

“Hey, hey, hey, kalian…. kalian bisa baca tidak? Apa

tidak salah? Ini adalah ramah mandi hanya untuk pria,

kalian…. kenapa kalian bicara juga tidak langsung saja

masuk….” teriak pelayan rumah mandi mengejar dari luar.

Gorden yang tebal baru saja dibuka oleh pelayan, tapi

kata-katanya juga hanya sampai di sini, kemudian sudah

tidak ada suara lagi.

Karena orang mati tidak bisa bicara.

Darahnya menyembur tinggi, dalam sekejap pelayan itu

jatuh, tampak bagian tenggorokannya telah berlubang.

Ada satu saja wanita yang berani masuk ke rumah mandi

khusus pria, sudah cukup mengejutkan orang, hampir saja

menggigit putus lidahnya.

Sekarang ada enam orang wanita melabrak masuk, lakilaki

yang sedang mandi di dalam kolam hampir saja

matanya buta digosok gosok.

Uap air memenuhi ruangan.

Tiga orang pria yang sedang berendam di dalam kolam

air walau tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah

tiga orang wanita yang datang itu, tapi mereka semuanya

juga tahu apa yang telah terjadi, karena mereka samarsamar

melihat pelayan yang jatuh itu, posisinya tidak

seperti kelakuan seorang yang masih hidup.

Mereka tadinya berpikir, wanita yang berani melabrak

masuk ke rumah mandi khusus pria pasti adalah wanita

gila, kalau tidak pasti nenek-nenek tua.

Karena hanya ada dua macam wanita ini baru ada

keberanian melakukan hal semacam ini.

Tapi mereka semua salah, bagaimana pun mereka

semuanya telah melihat enam orang wanita ini bukan saja

tidak tua, dan juga semuanya masih sangat muda, juga

cantik sekali.

Kalau begitu apakah mereka semua orang gila?

Apakah orang gila bisa bicara dengan lancar dan

beraturan begini?

Apa lagi dihari-hari biasa, bisa melihat satu orang gila

saja sudah sulit sekali, sekarang ada enam orang wanita gila

bersamaan waktu muncul, itu sungguh satu hal yang tidak

mungkin.

“Aku tahu di antara kalian ada satu orang bernama Li

Yuan-wai, paling bagus dia baik-baik berdiri keluar.”

Nadanya dingin, tapi tidak tahu wanita yang mana yang

bicara.

Disaat bagini, bertemu dengan wanita semacam ini,

sungguh satu hal yang membuat orang sakit kepala.

Tiga orang itu sepertinya ketakutan, mereka menjadi

bengong, semuanya berkumpul jadi satu, tidak menjawab.

Tentu saja tidak ada satu orang pun yang ‘baik-baik

berdiri, karena bagaimana mereka bisa berdiri?

Suasana sunyi, suara yang dingin itu terdengar lagi,

“Kalian tidak berani mengaku?”

Tiga orang itu membalikkan kepala saling memandang

sekali, tetap tidak menjawab.

“Bagus sekali, kalau begitu jangan salahkan aku, jika

tidak mau mengatakannya, mayat di lantai ini adalah

contoh kalian….”

Wanita itu seperti akan membunuh orang lagi, hal ini

menjadi sangat serius.

Sehingga dua tamu yang sedang mandi berteriak seperti

babi disembelih, “Jangan, jangan bunuh, tolong! Aku bukan

Li Yuan-wai….”

Keadaannya jadi jelas, yang tidak membuka mulut tentu

adalah Li Yuan-wai.

“Kalian berdua enyah sekarang juga….” kata salah

seorang wanita dengan kesal sambil melemparkan dua buah

handuk di tangannya.

Seperti menerima perintah raja saja, dua orang tamu ini

menggulung bagian bawah tubuhnya dengan handuk,

dengan ketakutan mereka berlari keluar.

Mereka dengan selamat keluar dari rumah mandi ini,

hanya saja wajahnya kurang enak dilihat saja.

Li Yuan-wai mengeluh di dalam hatinya, melihat dua

bayangan punggung yang lari meninggalkan tempat, jika

tadi tahu seharusnya dia merebut dulu salah satu handuk

itu.

0ooo(dw)ooo0

“Kau Li Yuan-wai betul tidak?” tanya salah satu suara

wanita itu.

Dengan wajah pahit, Li Yuan-wai dengan sedih berkata,

“Aku berharap aku bukan….”

Uap air sedikit menipis.

Kata orang melihat bunga dibalik embun, melihat wanita

cantik adalah suatu hal yang nikmat, seperti membaca

sajak.

Tapi sekarang Li Yuan-wai bukan saja tidak bersemangat

membaca sajak, malah sebaliknya di dalam hati sangat

kesulitan.

Karena dia tahu semua wanita ini walau cantik-cantik,

tapi semuanya adalah wanita yang menginginkan

nyawanya.

Dia ingin membuka mulut, sedikit makan ‘tahu’, yang

merupakan penyakit lamanya, namun tiba-tiba dia teringat

waktu kejadian dipenjara air, maka dia jadi tidak berani

sembarangan membuka mulut.

“Bagus sekali, sekarang paling bagus kau baik-baik

keluar.” Suara dingin wanita itu seperti keluar dari neraka.

Air di dalam kolam sudah cukup panas, tapi kata-kata ini

membuat Li Yuan-wai gemetar kedinginan.

“Aku…. apa aku bisa keluar….?” Li Yuan-wai berkata

seperti menangis saja.

Memang, disaat dihadapan wanita, mana bisa dia

keluar? Apa lagi bukan hanya satu wanita saja, tapi ada

enam orang.

Mungkin lebih baik dia mandi di sini empat tahun tidak

keluar-keluar.

“Jika kau tidak keluar, kami akan membuat kau

selamanya tidur di sini.”

“Kalian…. kalian tidak takut?!”

“Takut?! Kenapa kami harus takut?”

Bertemu dengan wanita yang senang melihat laki-laki

mandi, Li Yuan-wai lebih senang bertemu dengan enam

setan.

“Kalian…. kalian tidak takut, aku…. tapi aku takut

sekali,” kata Li Yuan-wai bersungguhsungguh seperti

bertemu dengan enam setan. Mulutnya gemetaran.

“Jangan banyak omong kosong, kau keluar atau tidak? Li

Yuan-wai, aku akan menghitung sampai tiga jika kau masih

belum keluar, maka kau akan tahu bahwa kau telah

melakukan kesalahan sebesar apa…. satu….” Wanita itu

seperti sedang menatap tajam Li Yuan-wai di dalam uap

air, dengan marah berteriak mulai menghitung.

Li Yuan-wai tentu saja tahu lawan tidak berkata mainmain,

mendengar nada kata-katanya, sangat mungkin tidak

perdulikan apa-apa, semuanya bisa meloncat masuk ke

dalam kolam, menangkap hidup-hidup dirinya.

“Dua….” Suara yang menginginkan nyawa itu terdengar

lagi.

Walau dia juga orang yang berani melakukan apa saja,

tapi bila sungguh-sungguh menyuruh dia dengan telanjang

menghadapi enam nona besar, buat dia mungkin hanya

dalam mimpi dia baru bisa melakukannya.

Ini adalah saat-saat yang paling sulit seumur hidupnya,

juga adalah saat yang paling sulit untuk mengambil

keputusan.

Dia sungguh sulit membayangkan dirinya dengan

telanjang bulat keluar, di kemudian hari bagaimana dia bisa

jadi orang, dan juga bagaimana menghadapi semua

pahlawan didunia dan berkelana bebas didunia persilatan.

Keluar membunuh mereka semua? lebih lebih hal yang

tidak mungkin.

Tidak perlu katakan yang lainnya, tadi saja sekali orang

membalikkan tubuh dan menyabetkan pedang, pelayan itu

sampai menjerit ngeri pun tidak sempat, tahu-tahu sudah

menghembuskan nafas terakhirnya, kecepatannya, keji, jitu,

dirinya tidak yakin bisa membunuhnya, lima orang lainnya

juga kelihatan tidak lemah.

Selain itu, yang terpenting, jika tidak bisa membunuh

lawan….

Dari dasar hatinya mulai timbul rasa gemetar

kedinginan, dia terpikir satu hal….

Karena seorang laki-laki bertelanjang bertarung dengan

seorang wanita sudah cukup membuat orang

menyemburkan nasi dari mulutnya, apalagi bertarung

dengan enam orang wanita, di kemudian hari jika tersebar

keluar, bukankah akan membuat orang tertawa sampai di

bawah kemana-mana mencari gigi?

Hal yang demikian kacaunya jangan kata tidak pernah

terjadi sebelumnya, mungkin juga tidak akan terjadi lagi

selanjutnya.

Dia tidak berani melanjutkan pikirannya lagi….

0ooo(dw)ooo0

“Tiga….”

Huruf ‘tiga’ yang minta ampun itu sudah keluar dari

mulut, enam buah senjata rahasia sudah terbang mengarah

Li Yuan-wai.

Enam buah senjata rahasia, salah satu saja sudah cukup

membunuh orang.

Semua orang tentu mempunyai satu kemampuan yang

tersembunyi, juga mempunyai satu macam reflek untuk

menyelamatkan nyawa.

Li Yuan-wai di antara hidup dan matinya, sudah tidak

terpikirkan apa akibat selanjutnya.

“Buaaar….” satu suara.

Jipratan air muncrat kemana-mana, Li Yuan-wai sudah

meloncat keluar dari kolam air.

Wow! tentu saja dia telanjang bulat, seperti seekor ayam

yang baru dikeluarkan dari air mendidih dan bulunya telah

dicabut habis.

Hanya saja dia adalah manusia, bukan seekor ayam

mati.

0ooo(dw)ooo0

Tempat untuk bergerak di dalam rumah mandi

memangnya juga tidak luas, kecuali satu kolam besar

ditengah-tengah, sisanya hanya tempat untuk berjalan yang

sempit.

Bukan saja tangan Li Yuan-wai tidak ada satu cun besi,

lebih-lebih ditubuhnya tidak menempel seutas benang pun.

Enam orang wanita, enam bilah pedang.

Kecuali Li Yuan-wai lari mengelilingi kolam, dia tidak

tahu bagaimana caranya menghindar kilatan sinar pedang

di belakangnya.

Keadaan ini seperti seorang anak kecil lari di depan,

yang menjadi ibu di belakang mengejar akan memukulnya.

Yang kasihan adalah anak ini bertelanjang bulat, dan

yang menjadi ibu malah ada enam banyaknya.

Li Yuan-wai mempunyai mata yang bisa tersenyum,

mata tersenyumnya tentu saja sangat lincah, juga sangat

teliti melihat orang.

Setelah beberapa kali membalikkan kepala, dan beberapa

kali menghindar, tiba-tiba dia menghentikan larinya, dan

tanpa mengeluarkan suara menempelkan tubuhnya

kedinding, sampai nafas pun dihentikan.

Sehingga dia bisa melihat enam orang wanita itu juga

merasa kehilangan sasarannya, semuanya menjadi berhenti

tidak bergerak.

Pelan-pelan wajah Li Yuan-wai yang bulatnya seperti

kue tampak sedikit tersenyum….

Dengan perlahan tangannya menutup mulutnya, dia

sungguh takut dirinya tidak tahan tertawa hingga

mengeluarkan suara karena gembiranya.

Sekarang dia sudah bisa dengan jelas memperhatikan

enam orang wanita yang berdiri di sana, mereka sama sekali

tidak bergerak.

Wajah enam wanita ini cukup menarik, memakai baju

yang sama, menyisir rambut dengan model yang sama,

memegang pedang yang sama, walau semuanya

mempunyai mata yang cantik, tapi semuanya adalah mata

yang tidak dapat melihat.

Karena sorot mata mereka tidak saja tidak bersinar, juga

kaku tidak berputar.

“Buta?! Mereka semuanya buta!?”

Li Yuan-wai hampir saja berteriak mengeluarkan suara.

‘Sungguh sayang!’ setelah tahu lawannya semua buta, Li

Yuan-wai menyayangkan di dalam hati.

Dia sudah lupa tadi ketika didesak hampir saja jiwanya

melayang, sekarang dia malah menyayangkan lawannya.

Hati yang terancam terasa terlepas, tidak usah dikatakan

bagaimana riang gembiranya.

“Sialan, jika dari tadi tahu kalian adalah orang buta, buat

apa aku ketakutan? Lihatlah! Kalian lihatlah! Aku sekarang

berdiri di sini dengan telanjang bulat, kenapa kalian tidak

melihatnya? Apa kubilang, didunia ini dimana ada wanita

yang suka melihat laki laki sedang mandi….”

Di dalam hati Li Yuan-wai sambil bergumam, sambil

memperhatikan keadaan sekelilingnya, dia tahu tidak

mungkin terus begini tidak bergerak, dia harus memikirkan

cara untuk melepaskan dirinya, jika terus bertelanjang,

tentu saja tidak enak, jika sampai masuk angin itu baru hal

yang tidak diinginkan.

Akhirnya lawannya tidak tahan, salah seorang wanita

membuka mulut, “Li Yuan-wai kenapa kau tidak bicara?”

“Bicara? Sialan, aku kan bukan idiot.” Li Yuan-wai

memaki di dalam hati, tapi dia tidak berani membuka

suara.

Wanita yang lain bicara lagi, “Heng! Li Yuan-wai, jika

kau sudah tahu kami tidak bisa melihat, buat apa kau takut?

Apakah kau sudah menjadi gagu?”

“Takut!? Aku tentu saja takut, kalian semua kan

memegang senjata, jangan gelisah, adik besar, tunggu

sampai aku mendapatkan akal baru nanti aku bertindak

bagaimana memperlakukan kalian.”

Setelah enam orang wanita itu memiringkan kepala, teliti

mendengarkan, Li Yuan-wai mengerti, dia pasti tidak akan

mengeluarkan suara, tapi sesaat dia juga tidak tahu harus

bertindak bagaimana baiknya.

Tapi mereka semua tahu Li Yuan-wai masih berada di

dalam rumah ini, hanya tidak tahu dia bersembunyi disudut

mana.

Li Yuan-wai mengangkat kepala melihat jendela langit

langit, di dalam hatinya mengeluh berkata, “Hai! Mandi

kali ini benar-benar sial delapan turunan, melihat keadaan

begini selanjutnya jangan mandi lagi lebih bagus….”

Tiba tiba dia melihat seutas tali tergantung melintang

didinding, itu sebenarnya tali untuk tamu menggantungkan

handuk. Otaknya terkilas satu ilham, dengan perlahan

sekali dia bergerak.

Seperti sudah satu tahun saja lamanya, dengan

bercucuran keringat, akhirnya Li Yuan-wai bisa mencapai

tali.

Juga bersamaan waktu dia mengambil dua buah batu

untuk tamu menggosok telapak kaki.

Sekarang dia bisa menampilkan senyum yang ‘penuh

arti’.

Dengan perlaha dian berdiri bersiap, melemparkan batu.

Terdengar suara batu memecah udara, hampir

berbareng….

Enam bayangan orang, enam bilah pedang semuanya

bergerak kearah jatuhnya batu.

Pedang cepat, orangnya lebih cepat.

Disaat enam gadis besar itu menabrak tali, semuanya

jadi berjatuhan, Li Yuan-wai sudah menaklukan wanita

yang jatuh bertumpuk yang tadi hampir saja membuat

diamati.

0ooo(dw)ooo0

Ketika Li Yuan-wai keluar dari rumah mandi ini,

bagaimana pun tidak menyangka diluar sudah berkumpul

begitu banyak orang.

Dia benar benar merasa beruntung, yang diikat bukan

dirinya, jika tidak, bisa saja dia bertelanjang bulat jalanjalan

di jalan raya, kalau sudah itu dia sungguh tidak tahu

apakah dirinya masih sanggup hidup terus.

Dia mengepalkan tangan dan menggoyanggoyangkannya,

Li Yuan-wai berkata pada kumpulan orangorang,

“Siapa yang mau menyewakan kereta, aku mau

mengantarkan enam pembunuh ini ke kantor pemerintah

untuk diadili.”

Kereta sewaan datangnya sungguh cepat, mungkin

semua orang sangat kesal terhadap wanita-wanita itu yang

membunuh orang dengan mata tidak berkedip!

Li Yuan-wai cukup royal, dengan seratus liang perak dia

membeli kereta ini bersama kudanya, majikan kereta

merasa gembira mendapat keuntungan.

Hanya saja semua orang tidak mengerti kenapa tuan

muda ‘agung’ yang berpakaian menyolok ini, bisa berbuat

demikian.

0ooo(dw)ooo0

Tidak disangka dalam keadaan begini, disaat begini, Li

Yuan-wai bisa bertemu dengan Ouwyang Wu-shuang….

Li Yuan-wai yang duduk di atas kereta, dua tangan yang

memegang tali kuda sedikit gemetar.

Dia sulit percaya, tapi terpaksa percaya kenyataan ini.

Sekarang walau hari sudah senja, tapi matahari senja

yang menyorot wajahnya begitu jelas dan begitu nyata.

Dia berdiri ditengah jalan raya seorang diri, sepertinya

sudah menunggu lama sekali.

Dua orang yang terdiam akhirnya saling menatap,

sepertinya sahabat yang lama berpisah dan menanyakan

bagaimana kabar selama ini?’

Pelan-pelan sinar mata Ouwyang Wu-shuang berubah

seperti kehilangan perasaan, digantikan dengan sinar

kemarahan, semakin lama tampak semakin membara.

Mulut Li Yuan-wai seperti penuh dengan pasir,

tubuhnya tidak tahan bergetar, dia tertawa pahit.

“Li Yuan-wai….” Disaat ini Ouwyang Wu-shuang tibatiba

dengan keras berteriak.

“Xiao Shuang, aku….” Li Yuan-wai tergagap.

“Kau tidak perlu banyak bicara, sekarang kau lepaskan

dulu enam orang di belakangmu itu.”

“Ke…. kenapa?” tanya Li Yuan-wai dengan tidak

mengerti.

“Karena mereka semua adalah wanita yang patut

dikasihani, juga adalah orang-orangku.”

“Orang-orangmu?!” Tanya Li Yuan-wai merasa terkejut.

“Benar, orang-orangku.” Jawab Ouwyang Wu-shuang

dengan pasti.

Menandakan apakah ini?

Apakah benar, sebelum Ouwyang Wu-shuang berhasil

membunuh Li Yuan-wai, dia tidak akan berhenti?

Apakah dia masih kurang cukup telah mencelakakan

dia?

Ada dendam apa yang memaksa dia bisa melakukan

semua ini?

Orang luar tidak mengerti, Li Yuan-wai juga tidak

mengerti.

“Karena apa mereka datang ingin membunuh aku….”

“Tidak salah, aku yang mengutus mereka.”

Tadinya dia berharap ini adalah salah paham.

Li Yuan-wai bukan sekali saja memberitahu alasannya,

bahwa semua adalah salah paham, Xiao Shuang pasti tidak

mempunyai alasan bisa membenci dirinya sampai taraf

demikian.

Sekarang mendengar nada lawan bicaranya yang begitu

teguh, sikapnya sedikit pun tidak disembunyikan, ekspresi

yang begitu pasti, seketika membuat kepala Li Yuan-wai

sampai membesar.

Dengan hati yang sakit dia memandang wanita cantik di

depannya, wanita yang pernah dicintainya, Li Yuan-wai

dengah sedih berkata, “Mengapa? mengapa?”

“Mengapa?! Seharusnya aku yang menanyaimu baru

betul,” kata Ouwyang Wu-shuang dengan benci.

“Bertanya padaku?!” tanya Li Yuan-wai lebih banyak

lagi.

“Kau mau melepaskan orang tidak?” Ouwyang Wushuang

bertanya lagi.

Li Yuan-wai sudah tahu setelah membebaskan orang,

mungkin dia akan mendapat masalah yang lebih besar, tapi

dia tetap membebaskannya, karena dia tidak pernah

menolak permintaan Ouwyang Wu-shuang.

Ouwyang Wu-shuang menunggu sampai enam orang

wanita buta itu dibebaskan semuanya, sesudah berada

disisinya baru dia berkata, “Bagus sekali, terima kasih.”

“Tidak perlu terima kasih,” kata Li Yuan-wai yang

berdiri disisi kereta dan tidak bisa berbuat apa apa.

“Sekarang kita bisa membuat perhitungan, Li Yuan-wai,

aku tidak akan merasa berterima kasih karena kau sudah

melepaskan mereka karena dosa-dosamu tidak cukup

menebus masalahnya….” kata Ouwyang Wu-shuang sambil

mengeluarkan pedang pendeknya.

Melihat keadaannya tidak beres, Li Yuan-wai buru-buru

berkata, “Tunggu, Xiao Shuang, aku pikir di antara kita

mungkin ada sedikit salah pahaman….”

“Salah paham?! Ha ha…. salah paham? Lihat mereka, Li

Yuan-wai, kau lihat mereka, mereka satu pun tidak ada

salah paham terhadap laki laki….”

Ouwyang Wu-shuang menggunakan tangan menunjuk

enam wanita disisinya.

“Menurutmu bagaimana mereka bisa menjadi buta?

Mereka semua menggunakan tangannya sendiri

membutakan mata, karena mereka semua pernah ditipu

laki-laki, juga semua telah salah melihat laki-laki, tentu saja

mereka semua sudah membalaskan dendamnya, hanya aku

yang masih belum membalas dendam denganmu, jika tidak

aku juga akan sama seperti mereka, jadi seorang buta….

ha…. ha…. ha,” kata Ouwyang Wu-shuang seperti orang

gila tertawa.

Li Yuan-wai melihat tingkahnya yang seperti gila,

hatinya terkejut sulit dibayangkan.

Bagaimana pun dia tidak bisa terpikir, bagaimana bisa

ada orang yang mau membutakan sepasang mata sendiri.

“Kau…. kau marah padaku?”

Tiba-tiba Ouwyang Wu-shuang dengan tenang berkata,

“Marah? Tidak, aku tidak marah padamu, aku hanya ingin

kau mati.”

“Sekarang aku mengerti, Xiao Dai ingin membunuhku….

Gai-bang mau menangkapku…. semua ini adalah…. adalah

kau yang mengaturnya betul tidak?” kata Li Yuan-wai

dengah sedih.

“Benar, semua ini memang aku yang mengaturnya,

bagaimana? Apakah kau sudah jelas? Aku ingin selangkah

demi selangkah mendesakmu, semua orang

menghianatimu, saudaramu meninggalkanmu, lalu melihat

kau tidak mempunyai jalan lagi, terakhir sedikit demi

sedikit membunuhnmu, hanya saja kau sekarang hidupnya

seperti sedang senang sekali, ini malah diluar dugaanku,”

kata Ouwyang Wu-shuang dengan bengis.

Seorang wanita bisa membenci orang sampai demikian,

walau dia adalah wanita yang sangat menarik, sekarang

mana bisa dia masih menarik, sebaliknya malah jadi sedikit

menakutkan orang.

Li Yuan-wai dengan hati sakit melihat pada wanita yang

menjadi cinta pertamanya, di dasar hatinya timbul

semacam ketakutan.

Dia tidak tahu apa yang membuat wanita ini bisa

berubah begitu besar?

Dia juga tidak tahu kesalahan apa yang pernah diperbuat

dirinya?

Maka dia berkata, “Bisakah kau katakan, apa sebabnya

semua?”

Dengan tertawa tajam, Ouwyang Wu-shuang seperti

melihat setan pada Li Yuan-wai.

Beberapa saat baru dia menghentikan tawa yang

menusuk telinga itu, dengan pelan berkata, “Apa yang telah

kau perbuat, bagaimana kau bisa lupa? Kau bisa melupakan

segalanya, tapi mana bisa melupakan tanda lahir yang ada

di atas pantatmu?”

Seorang wanita yang seharusnya jangan sampai

kehilangan kesopanan, karena di dalam memilih kata dia

sudah tidak mempertimbangkan lagi kesopanan.

Kata-kata ini sebenarnya bisa membuat orang tertawa,

tapi nyatanya tidak ada orang yang bisa tertawa.

Ouwyang Wu-shuang tidak tertawa.

Bagaimana Li Yuan-wai bisa tertawa?

Enam orang wanita yang matanya buta, mungkin ingin

membunuh habis semua laki-laki didunia, tentu saja mereka

juga tidak tertawa.

Perkataan lucu yang tidak bisa membuat orang tertawa

mana bisa disebut perkataan lucu?

Buat Li Yuan-wai, perkataan ini mungkin sudah menjadi

perkataan yang menginginkan nyawa orang.

“Kau…. kau bagaimana bisa tahu di…. ditubuhku ada

tanda lahir?” tanya Li Yuan-wai dengan heran, karena

rahasia ini sekarang sudah menjadi rahasia yang telah

diketahui semua orang, untuk apa dia bertanya?

Mengandalkan tanda lahir Ouwyang Wu-shuang bisa

membuat Gai-bang tidak bisa membantahnya, jadi dia

seperti menangguk dosa yang tidak pernah ada.

“Jika ingin orang tidak tahu, jangan dia melakukannya.”

Ini adalah satu pepatah, juga satu kata-kata tua.

Pepatah dan kata-kata tua yang bisa turun temurun

digunakan, tentu saja merupakan satu kebenaran yang

walau sepuluh ribu tahun pun tidak akan salah.

Jelas-jelas dirinya tidak pernah melakukan hal itu, dan

orang lain semuanya tahu, jadi ini termasuk kebenaran yang

bagaimana?

Maka ketika Li Yuan-wai mendengar Ouwyang Wushuang

mengatakan dengan sinis dua kata ini, kemarahan

dihatinya seperti qi melabrak banteng adu.

“Perkataan apa ini?”

“Apa kau tidak mengerti?” kata Ouwyang Wu-shuang

tampaknya juga marah sekali.

“Kau…. kau tahu apa maksudku….”

“Aku tidak tahu apa maksudmu, aku hanya tahu jika kau

ada keberanian melakukan hal yang tidak ingin diketahui

orang, kenapa tidak berani mengakuinya.”

“Aku…. aku, sebenarnya apa yang telah kulakukan? Xiao

Shuang, anggap aku memohon, tolong jelaskan saja ok?”

kata Li Yuan-wai pahit hampir menangis.

Ouwyang Wu-shuang sekuatnya menahan emosi yang

bergejolak, tapi tidak mampu menahan kebencian di dalam

matanya, “Aku sudah melihat tanda lahir itu, juga pernah

mengusap tanda lahir itu.”

“Pernah melihat?! Pernah mengusap?!” Li Yuan-wai

sudah mengerti.

Jika seorang wanita bisa melihat tempat dimana dirinya

sendiri pun tidak bisa melihatnya, itu menandakan apa?

Jika dirinya sendiri tidak telanjang bulat, dan juga tidak

pernah naik ranjang bersama dia, bagaimana dia bisa tahu?

Seorang wanita sampai harga dirinya juga tidak

diperdulikan lagi, apalagi berani mengumumkan pada

dunia, apa Li Yuan-wai bisa tidak mengakuinya? Apa Li

Yuan-wai bisa mengakuinya? Hal yang tidak pernah

dilakukannya mana bisa dia mengakuinya?

0ooo(dw)ooo0

BAB 17

Kebencian di antara saudara

“Kau masih tidak mengaku?”kata Yuan Di, Yuan

Dashao yang wajahnya seperti setan mengerikan itu,

melotot pada Polisi Setan di depannya.

Kepala Polisi Setan yang sedikit botak itu, mengeluarkan

tetes-tetes keringat sebesar kacang kedele, dia sedang

menahan kesakitan yang seperti puluhan ribu semut

menggigit hati.

Zhan Long yang berada disisinya juga diikat dengan tali

bergulung.

Ini adalah sebuah kamar batu yang menyeramkan seperti

di dalam neraka.

Di lantai berserakan bermacam-macam alat untuk

menyiksa orang, sampai-sampai dinding, diatap rumah juga

tergantung ring untuk menggantung, katel minyak, dan

beberapa permainan aneh yang tidak pernah dilihatnya.

Setiap hari Polisi Setan sudah sering keluar masuk

penjara, dia pernah melihat bermacam-macam alat

penyiksa, juga mengerti kegunaannya.

Tapi dia tidak terpikir di tempat ini, dia bisa melihat alatalat

itu, hatinya terkejut dan bergetar.

Sekarang dia sedang digantung, paku-paku dipapan

terpasang di belakang punggungnya dan sudah menusuk

sedalam setengah nun, jari kakinya juga sudah tertancap

tiga tusukan bambu.

‘Sepuluh jari itu berhubungan langsung kehati’, ditambah

paku papan dipunggung, cara penyiksaan ini, siapa yang

bisa menahannya?

Polisi Setan mengangkat kepalanya yang pucat abu-abu,

wajah Polisi Setan yang sedikit pun tidak ada warna

manusia, sudah tidak berbentuk karena menahan sakit.

“Kau…. kau ingin aku kata…. katakan apa lagi?” katanya

dengan lemah.

“Hem!” Yuan Di dengan keras berkata, “Katakan kenapa

sibelasteran itu tidak mati, katakan sejak kapan kalian

mengetahui masalahnya ada yang tidak beres?”

“Kau…. kau seharusnya sudah tahu, dia adalah

seorang…. laki-laki yang dapat menahan langit, berdiri

tegak dibumi, mana bisa begitu gampang mati, kau saja

tidak mati, dia mana…. bagaimana dia bisa mati? Aku

sungguh tidak mengerti, ken…. kenapa kau bisa berbuat hal

yang begitu…. kejam dan keji? Dia…. dia adalah saudara

kandungmu sendiri….”

Setelah Polisi Setan selesai berkata, dia jadi gemetar terus

karena sakitnya.

“Puih! Saudara? Saudara apa? sudah kukatakan aku tidak

mempunyai saudara seperti dia, tidak tahu ujung

pangkalnya tiba-tiba dia datang kekeluarga Yuan kami,

makan di rumah kami, memakai barang kepunyaan kami,

sampai akhirnya dia mau membagi harta warisan keluarga

Yuan kami, mengandalkan apa dia ingin melangkahi aku

disegala bidang? ‘Naga Giok Yuan Ershao’, mengapa orang

hanya tahu Yuan Ershao saja, apakah aku yang menjadi

tuan muda besar asli, harus kalah dengan dia di segala

bidang? Dia hanyalah blasteran, blasteran yang sumbernya

tidak jelas! Kalian tahu tidak….” Yuan Di berteriak marah

marah, sepasang matanya seperti ingin memancarkan api.

Blasteran?

Seketika Polisi Setan dan Zhan Long yang bergulung di

tanah merekajadi mengerti semuanya.

Hanya mereka tidak tahu mengapa dengkinya hati

seseorang bisa sebesar ini, menakutkan sekali?

Walau benar Yuan Ershao bukan saudara, kandungnya,

tapi bagaimana pun mereka telah hidup bersama banyak

tahun!

Harta, nama, apa benar sepenting itu, saking pentingnya

sampai mendesak Walet Tidak Kembali yang cukup

ternama melakukan hal yang tidak berperasaan?

Walet Tidak Kembali, Walet Tidak Kembali jika ada

permintaan pasti dikabulkan benar bukan?

Terhadap orang luar saja, bila ada permintaan pasti

dikabulkan, kenapa terhadap orang yang tumbuh besar

bersama tidak bisa menerimanya?

Polisi Setan mengeluh, di dalam hatinya berpikir, dia

sebenarnya orang macam apa?

Apakah….

Apakah perbuatannya hanya untuk menutup telinga dan

mata orang?

Apakah sifat dia semuanya palsu belaka?

“Kau…. kau apa gunanya melakukan perbuatan

demikian?” tanya Polisi Setan mengeluh pelan.

Yuan Di tertawa, tawanya terasa sangat dingin.

Tiba-tiba dengan perlahan dia berkata, “Satu gunung

tidak bisa ada dua harimau, Perumahan Hui Yuan hanya

ada satu majikan, satu majikan asli, apakah kau tahu? Di

rumahku aku malah sepertinya seorang tamu, Sepertinya

seluruh penghuni perumahan menganggap aku sebagai

tamu, tingkah setiap orang terhadap aku bagaimana aku

masih bisa menerimanya, disisi tempat tidurku, mana boleh

ada orang lain bisa tidur nyenyak? Semua adalah milikku,

semua milikku, kaumengerti tidak….?”

Ketika baru mulai bicara, suaranya masih tenang,

akhirnya makin bicara makin emosi.

Sekarang Polisi Setan sudah mengerti semuanya,

seseorang jika kelakuannya sudah sampai demikian, ini

adalah perbuatan gila.

Keadaan hatinya sekarang sudah tidak ada satu orang

pun bisa merubahnya.

“Kau…. kau apakah sungguh ingin dia mati baru hatimu

merasa puas?”

“Benar, aku ingin dia segera mati, karena setelah dia

mati, orang lain baru bisa melihat aku, juga aku bisa

menonjolkan bahwa aku tidak kalah hebat dari dia…. sehari

dia tidak mati, sehari aku tidak bisa tampil ke muka. Aku

pernah menggunakan segala cara, mengadakan pendekatan

pada seluruh pelayan rumah dan orang-orang dunia

persilatan, tapi bukan saja aku gagal, aku juga putus

harapan, kenapa? Kenapa? Kenapa di mata setiap orang

hanya ada dia saja seorang? mengapa semua pembicaraan

juga hanya ada dia? mengapa….”

Apakah wajah Yuan Dashao sekarang seperti seorang

manusia?

Jika seorang manusia bagaimana bisa bertingkah begini

menakutkan, memilih orang dan ingin menggigitnya.

Dia menggerak-gerakan sepasang kepalannya, matanya

merah penuh dengan urat darah, wajahnya menyeramkan,

gigi putih, dan mulutnya meraung-raung.

Banyak sebab yang terus menerus melanda, malah

membuat Polisi Setan jadi bengong ketika ditanya.

Memang benar, didunia persilatan begitu menyebut

Perumahan Hui Yuan, pertama-tama yang ada diingatan

orang adalah Yuan Ershao yang termasyur di seluruh

dunia, sesudah itu baru orang bisa teringat orang yang

paling baik adalah Yuan Dashao.

Bicara dengan jujur Yuan Dashao juga bukan orang

sembarangan, ilmu silatnya, kepandaian lainnya,

perbuatannya juga lebih dari pada orang lain, tapi kenapa

orang-orang malah lebih banyak membicarakan Yuan

Ershao, jarang menyebut Yuan Dashao?

Polisi Setan tentu saja tidak bisa menjawab masalah ini,

dan juga tidak tahu harus dari mana menjawab

pertanyaannya.

Didunia memang juga banyak hal yang tidak perlu

alasannya.

Ada orang beruntung, tentu saja ada orang tidak

beruntung.

Ada orang ternamanya lebih cepat, tapi ada orang sudah

berusaha seumur hidupnya, tetap saja tidak ternama.

Contoh, seperti ada orang telah melakukan satu hal yang

kentut anjing juga tidak berhubungan, hal yang tidak begitu

menggegerkan, tapi namanya jadi terkenal dan

menggemparkan dunia. Ada orang melakukan kebaikan

seumur hidupnya, tapi akhirnya tidak mendapat apa pun

juga.

Bukankah ini sangat bertentangan dan sangat tidak adil,

juga tidak bisa berbuat apa apa?

0ooo(dw)ooo0

“Kau…. kau terlalu ekstrim, juga…. terlalu ambisius….”

Polisi Setan cuma bisa mengatakan begini.

Dengan aneh dia melotot, Yuan Di tidak marah lagi

katanya, “Aku ambisius? Benar, aku memang ambisius,

coba aku tanya padamu, siapa yang tidak ambisius? Kau,

kau tidak ambisius? Kau seharian lari ketimur, lari ke barat,

menangkap buronan, membekuk penjahat, tujuan akhir

bukankah juga naik pangkat dan jadi kaya, bukankah itu

ambisius? Ershao, dia mendongkel Qing Cheng, melabrak

Wu Dang, naik ke Shao-lin yang mana yang bukan

ambisius? Sudahlah, kau tidak perlu bicara tentang

kehidupan, bicara kebenaran, tidak ada orang yang

percaymu….”

Benar, orang-orang didunia ini siapa yang tidak

ambisius?

Orang memang biasa begitu, yang dikejar orang didunia

persilatan malah lebih banyak?

“Yuan Dashao, aku…. aku pikir caramu salah….”

Polisi Setan sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana

menyadarkan batu bandel ini.

“Aku tidak merasa aku salah, walau salah, aku juga akan

meneruskannya, dulu aku pura-pura mati, hanya ingin dia

terjerumus ke dalam jala yang telah aku siapkan, lalu tiba

tiba saat dia tidak perhatian aku akan menghabisi dia, siapa

tahu dia lebih licik, lebih licin dari pada aku, malah bisa

membiarkan dirinya menerima nama yang busuk, membuat

semua rencanaku gagal, aku juga tidak menduga wanita

hina itu malah membantunya bersandiwara? Aku sangat

membenci, benci pada mereka berdua sepasang binatang

ini, aku menyayangkan, menyayangkan anakku Yuan Xing

yang baru berusia empat tahun, aku juga memalukan,

memalukan kau Polisi Jiang Nan yang ternama masih bisa

percaya kata kata setan mereka? Apakah kau masih tidak

mengerti apa tujuan mereka? Aku sudah mati, mereka

mana mungkin membiarkan anakku, permainan ini anak

tiga tahun pun tidak akan tertipu, hanya kalian yang

percaya, benar, aku ingin membunuhnya, tapi diapun ingin

menghilangkan aku? Sampai anak berusia empat tahun pun

tidak bisa diampuni, malah kalian menghormatinya seperti

menghormati dewa saja, melindungi dia, kalian…. kalian

sungguh malah membantu kejahatan.”

Masalah ini mengapa tiba-tiba bisa berubah jadi begitu

kompleks? Membingungkan?

Setelah Polisi Setan mendengar ceritanya Yuan Di,

sungguh dia jadi tidak tahu harus percaya pada siapa?

Walau Yuan Di tidak dibenarka tindakannya, tapi

bukankah Yuan Ershao juga banyak perbuatannya yang

sulit dipercaya?

Apa lagi munculnya Xian Xian Nu, dan juga matinya

anak berusia empat tahun itu, bukankah juga mengandung

rahasia? Katakanlah kebetulan, bagaimana bisa ada

kejadian yang begitu banyak kebetulannya?

Wajah Polisi Setan sudah berkeringat dingin, sama sekali

bukan kesakitan karena disiksa oleh alat penyiksa itu, tapi

rasa dingin yang timbul di dasar hati.

Keringat dingin timbul karena sudah mencurigai teman

baiknya, kehilangan kepercayaan.

Jika kau punya pengalaman, pernah dihianati oleh teman

baik, kau tentu akan bisa merasakan perasaan hati dia

sekarang.

Dia adalah polisi ternama yang pernah membongkar

bermacam-macam perkara yang tidak terhitung banyaknya.

Dia tentu saja tahu, tidak ada satu hal yang selamanya

tidak berubah, dan seseorang tidak pernah berubah

selamanya.

Dia tentu saja juga tahu banyak hal yang jelas-jelas tidak

mungkin terjadi atau bisa membuat orang tidak percaya tapi

hal itu terjadi juga.

…. ‘Hati orang sulit ditebak’, terhadap segala hal memang

selalu ada curiga.

Ini adalah satu kepercayaan yang setiap penyidik harus

menepatinya, maka di dalam hati Polisi Setan mulai ada

satu ketakutan yang sulit dijelaskan.

Sekarang semua yang di depan mata, dia sedikit pun

tidak merasa takut lagi, terpikir jika kenyataannya seperti

yang dikatakan Yuan Di, dia sudah ketakutan, dan juga

sangat takut.

0ooo(dw)ooo0

Dia tidak ingin bertanya, tidak berani bertanya, tapi

terpaksa bertanya.

Polisi Setan dengan ragu-ragu akhirnya membuka mulut,

“Kau…. kau sudah tahu ada orang yang menyamar sebagai

janda Yuan Dashao….”

Sepasang tangan Yuan Di mengepal erat sambil

menggigit gigi berkata, “Aku tentu saja tahu, aku juga tahu

adik istri ku sejak dulu sudah menaruh hati pada dia,

seorang yang tidak tahu malu, hal apa yang tidak bisa

dilakukan? Aku hanya berharap hati kejamnya tidak sampai

berani membunuh kakaknya sendiri….”

Seperti telah lupa akan sakitnya, Polisi Setan mendesak,

“Bagaimana ceritanya!?”

Yuan Di dengan sakit hati berkata, “Dimana ada seorang

istri pulang ke orang tuanya selama setengah tahun? Dan

dimana ada seorang istri tega meninggalkan anak yang

masih kecil dan suaminya? Dan siapa yang bisa

membungkam berita kematianku? Mengapa dia tidak

kembali lagi ke rumah?”

Polisi Setan seperti terjerumus ke dalam goa es, tidak

tahan dia gemetar kedinginan.

Ini memang hal yang tidak masuk akal.

Keluarga Zhao di Jun Shan juga keluarga persilatan, jika

terjadi hal yang sebesar ini, mana mungkin mereka tidak

tahu? mana bisa tidak mendengar dan tidak bertanya?

“Aku dengar istrimu tidak bisa silat?” Polisi Setan

bertanya lagi.

“Benar, keluarga Zhao di Jun Shan hanya dia sendiri

yang tidak bisa silat, makanya Xian Xian Nu Zhao Pei Yan

wanita hina itu menyamar sebagai dia, sungguh sangat kaku

penanpilannya, orang yang matanya jeli bagaimana tidak

tahu?” kata Yuan Di dengan kosong.

Polisi Setan jadi berpikir keras, apa yang sedang

memikirkan?

Yuan Di juga seperti sedang mengingat, apa yang dia

sedang pikirkan?

Dari sorot matanya yang kesakitan sepertinya bisa

melihat emosi di dalam hatinya, apakah dia benar sedang

teringat istri tercinta dan anak tersayang?

Atau terpikir semua kejadian yang mencelakakan

dirinya, sebenarnya siapa yang memulai?

Zhan Long…. yang hanya tahu menolong orang, tidak

tahu membunuh orang, keturunan ‘Dewa Tabib Ahli Silat’,

saat ini entah sedang melamun apa.

Walau dia bergulung disudut, diikat seperti bacang, tapi

sedikit rupa ketakutan pun tidak ada.

Apakah dia juga terjerumus ke dalam perkara yang

kompleks ini?

Atau apakah dia juga terpikir dirinya, terpikir adik

kandungnya…. Zhan Feng yang seperti orang asing?

0ooo(dw)ooo0

Sadar dari keadaan melamun, Yuan Di Yuan Dashao

kembali kealam kenyataan.

Dia dengan dingin bertanya, “Siapa yang mengatur

pengganti yang mati itu?”

Disaat begini sepertinya sudah tidak ada kepengtingan

menyembunyikan apa-apa.

Makanya Polisi Setan mengatakannya, sedikit pun tidak

ada yang disisakan, juga tidak ada yang disembunyikan,

semua dikatakannya.

Setelah mendengar kata-kata Polisi Setan, diluar dugaan

Yuan Di tidak marah, dia dengan tawar berkata, “Aku

sudah tahu dia tidak akan begitu gampang mati, hanya

tidak terpikirkan kau dan wanita hina itu bekerja sama….

tapi begini juga bagus, kita semua bisa secara terbuka

bertarung, siapa pun tidak perlu ada kekhawatiran lagi, dan

lagi didunia ini memangnya juga ‘Yang sukses jadi raja,

yang kalah jadi penjahat’…. tidak kuduga blasteran ini

punya begitu banyak orang yang membantu….”

“Kau…. kau tahu?”

“Jika aku tidak tahu, apa aku masih bisa hidup sampai

sekarang? Tapi ini juga tidak apa-apa, sekarang Tangan

Cepat Xiao Dai sudah menjadi arwah di Jin Jiang, Li Yuanwai

juga telah menjadi anjing di rumah duka, bukan hanya

Gai-bang saja, semua orang-orang dunia persilatan juga

akan memandang dia sebagai tikus menyeberangi jalan

raya, kau sudah menjadi tawananku, mengenai tuan muda

Zhan, sama sekali tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak

perlu takut karenanya? Tunggu sampai segalanya beres, aku

akan melepas kalian….”

Polisi Setan dan Zhan Long berdua sungguh tidak

menduga setelah mereka ditangkap oleh orang-orang Yuan

Di, masalah diluar bisa terjadi perubahan yang begitu besar.

Namun mereka selain hanya bisa gelisah saja, sekarang

bisa apa lagi?

Bagaimana pun mereka sendiri sekarang adalah dalam

keadaan ‘Budha tanah liat menyeberang sungai, melindungi

diri sendiri juga susah’.

0ooo(dw)ooo0

Masalah yang ingin diketahui sudah didapatkan, tidak

ada lagi yang mau ditanyakan, Yuan Di sudah tidak perlu

lagi memakai alat penyiksa.

Makanya dia menurunkan Polisi Setan dan juga melepas

tali yang mengikat Zhan Long, hanya meninggalkan

perkataan yang membuat orang mau tawa susah menangis

pun tidak bisa.

“Jaga dirimu.”

Polisi Setan tidak tahu bagaimana menjaga dirinya, tapi

dia tahu walau disisinya ada tabib yang telah menolong

orang tidak terhitung banyaknya, tapi tetap tidak ada

gunanya.

‘Nyonya yang bagaimana pintar juga tidak dapat berbuat

apa-apa jika tidak ada beras’, di dalam rumah, di seluruh

ruangannya kecuali alat penyiksa, tidak ada apa-apanya

lagi, bagaimana menyuruh Zhan Long mengembangkan

tangan ajaibnya itu?

Tentu saja, wajah putih abu-abu Polisi Setan dengan luka

di seluruh tubuhnya, Zhan Long juga melihatnya, selain

hanya bisa menghibur dengan tertawa pahit, dia sungguh

tidak bisa berbuat apa-apa untuk meringankan sakitnya.

Pintu besi yang tebal dan berat sudah terbuka, Polisi

Setan baru terpikir masih ada banyak pertanyaan yang

belum jelas….

Yuan Ershao apakah dia tahu masalah kelahirannya?

Jika tidak tahu, bagaimana Yuan Dashao bisa tahu?

Ketika Yuan Dashao pura-pura mati, kemana saja dia

pergi? Apa yang dilakukannya?

Empat saksi yang tidak berdosa itu bagaimana matinya?

Dimana Ershao sekarang? bagaimana dia harus bersikap

terhadapnya?

Tentu saja dia juga tidak tahu mengapa dia bisa muncul

di kamarnya Zhan Feng? Dan juga tidak tahu dunia

persilatan akan segera terjadi pertumpahan darah.

0ooo(dw)ooo0

“Kepala bagian Yao tidak akan mati, pisau itu tidak bisa

membunuh orang.”

Perkataan Tangan Cepat Xiao Dai belum lagi habis, dia

merasakan pisau sipincang seperti ingin merobek dirinya

dan telah memotong punggung sebelah kanan dirinya.

Seharusnya dia merasa sakit yang amat sangat, dan saat

kesakitan itu mulai dirasakan, dia sudah mendengar suara

patah tulang iga dirinya, disusul dengan pukulan keras di

belakang pinggang membuat seluruh tubuhnya sepertinya

hancur berantakan.

Dia telah melihat darah, darah dirinya sendiri.

Dan darah itu seperti sebaskom air merah api bunga

Feng Xian, disemburkan orang keudara.

Dia lupa akan sakit, lupa akan luka, lebih lebih lupa

segala sesuatu didunia ini.

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia

melupakan sepasang mata yang membuat dirinya seperti

mandi angin musim semi, seperti minum air madu,

mengapa sekarang semua bisa berubah dalam sekejap?

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia

melupakan pertarungan yang sangat tidak adil?

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia

melupakan janji yang dibuat oleh tiga orang yang usianya

lebih besar lima kali lipat dari dirinya?

…. Aku tidak boleh mati, aku ingin membalasnya.

…. Aku ingin membuka kedok palsunya.

…. Aku ingin membunuh laki-laki sejati yang tidak

menepati janji ini.

Seperti ada tenaga yang datang dari alam gaib. Yang

mempunyai kemampuan tersembunyi untuk terus hidup.

Xiao Dai mengikuti tenaga pukulan yang terakhir

menimpa dirinya, dia mengangkat tangannya menutup

jalan darah dipunggungnya, menghentikan aliran darah di

tempat yang terluka, dan juga meminjam tenaga dorong

yang besar itu berguling masuk ke dalam sungai.

Sekali masuk ke dalam air dia baru merasakan sakitnya

yang tidak bisa ditahan, dalam bantingan yang seketika

terjadi itu membuat dia mengerti satu hal.

Dia menahan nafas, sepertinya dia telah kembali kepada

waktu yang dulu.

‘Cara Nafas Kura-kura,’ Xiao Dai pernah berlatih

mengubur dirinya di dalam pasir.

0ooo(dw)ooo0

Jika seseorang kehilangan semangat untuk hidup, walau

mendapat sedikit luka juga akan berubah menjadi luka

besar malah bisa kehilangan nyawanya.

Sebaliknya, jika seseorang yang semangat hidupnya

sangat kuat, di mata orang lain jelas sudah tidak ada

harapan untuk hidup, tapi bisa dengan ajaibnya hidup

kembali.

Dan lagi hidupnya sangat baik, hidupnya masih panjang.

Xiao Dai hanya berusia sembilan belas tahun.

Usia sembilan belas adalah usia yang seperti bunga, juga

adalah usia dalam pertumbuhan.

Bagaimana dia bisa mati? juga mana boleh dia mati?

Bagaimana pun di dalam keseluruhan cerita ini, dia

adalah pemeran yang sangat penting, juga adalah pemeran

yang disukai.

Orang baik tidak mati, orang yang disukai tentu saja

lebih-lebih tidak boleh mati.

Maka dia tidak mati, tapi juga dengan mati tidak

berbedajauh.

Karena dia hanya punya lebih satu nafas saja

dibandingkan orang mati.

0ooo(dw)ooo0

Sinar matahari menyilaukan mata.

Bunga Ju memenuhi ruangan.

Saat Xiao Dai membuka mata, pandangan pertama yang

dia lihat adalah bunga Ju yang memenuhi ruangan.

Yang besar, yang kecil, yang kuning, yang putih, yang

ungu.

Yang kuncup, yang mekar, yang bergulung, yang seperti

kepiting jalan.

Dia tidak tahu mengapa di rumah ini bisa begitu banyak

bunga Ju?

Mungkin sinar matahari telah menyilaukan matanya!

Juga mungkin dia ingin tahu benarkah di sini adalah tanah

nirmala, dia menutup kembali matanya.

Dia takut dirinya benar-benar telah mati, dia lebih takut

pada bunga yang besar dan kecil, bentuknya tidak sama,

warnanya juga berbeda, mungkin teman-teman dan sanak

famili yang membawanya untuk menandakan ikut bela

sungkawa.

Karena bunga Ju menandakan hilangnya roh.

Pelan-pelan mata yang tertutup dibukanya lagi, dengan

susah payah dia tersenyum.

…. Dia menemukan dirinya masih tetap hidup, bukan

dialam mimpi, juga bukan alamnya dewa.

Sekarang masih ada hal apa lagi yang lebih

menggembirakan dari pada membuktikan bahwa dirinya

masih hidup?

Maka tertawalah dia, walau sakit di seluruh tubuhnya

hampir saja membuat dia mengucurkan air mata.

Bisa sakit tentu ada perasaan, ada perasaan tentu saja

tidak mati, sehingga dia tahu dia masih hidup.

Dia kembali menutup matanya lagi, dia ingin dengan

teliti, dan pelan-pelan merasakan apa perasaannya setelah

dapat hidup kembali.

Tentu saja dia juga ingin mencium harumnya bunga

yang memenuhi ruangan ini.

Dia merasa aneh mengapa dirinya selama ini tidak

pernah merasakan bunga itu sangat menyenangkan dan

begitu harum, Xiao Dai sudah mendengar suara tawa yang

sudah hafal….

“Jika kau masih tidak ingin bangun, aku bisa

membiarkan kau tidur panjang tidak bangun lagi, kau ingin

memilih yang mana?”

…. mendengar suara ini, Xiao Dai sudah mengerti

mengapa dirinya bisa tidak mati.

Dia mengeluh perlahan, pelan-pelan membuka matanya,

terlihat wajah cantik yang bisa membuat hati orang sakit,

juga sepertinya dia semakin cantik, saking cantiknya seperti

akan menjadi dewi.

“Sobat, kau kan tidak bisu, kenapa tidak bicara?

Hmm….” Wajah Zhan Feng yang cantik, yang jaraknya

cuma satu che, dengan nafas harum anggrek tertawa.

Seketika bunga Ju yang memenuhi ruangan seperti

meredup banyak, baru saja Xiao Dai menggerakkan bibir

ingin bicara.

“Aduh ibu….” dia berteriak, karena sakit yang amat

sangat di seluruh tubuhnya.

Zhan Feng tertawa seperti ratusan bunga mekar yang

begitu cantik, sangat cantik….

Xiao Dai kesakitan sampai keningnya bercucuran

keringat dingin, tapi dia melihatnya sampai bengong, sangat

tertegun….

Setelah beberapa saat, Zhan Feng dengan susah payah

baru menghentikan tawa yang seperti bel perak itu, dengan

terengah-engah berkata, “Terima kasih, aku tidak punya

anak baik sebesarmu….”

Orangnya cantik, kata-katanya nakal, walau ini hanya

satu kata humor, tapi bukan kata humor yang setiap orang

boleh mengatakannya.

Setelah Xiao Dai mendengarnya, bukan saja sedikit pun

tidak marah, malah dengan bengong melihat orang di

depannya sambil tertawa bodoh.

Memang benar, jika ada seorang gadis yang begitu cantik

bisa berkelakar dengan dirinya, orang idiot mana yang bisa

sungguh-sungguh marah? bagaimana tega marah?

“Ma…. maaf, maaf, Xiao Dai, kau tidak marah kan….”

kata Zhan Feng sedikit malu, seperti merasa gurauannya

rada keterlaluan.

Xiao Dai ingin sekali makan ‘tahu’, tapi apa boleh buat

sakitnya Xiao Dai sekarang hampir tidak tertahankan,

terpaksa mulutnya berkata, “Tidak, walau aku ingin marah

juga sudah tidak ada tenaga….”

“Kenapa setiap kali bertemu denganmu, kata-kata

pertamamu selalu membuat orang tidak berani

menerimanya?” kata Zhan Feng, terpikir waktu dulu katakata

pertama yang diucapkan Xiao Dai, tidak sadar dia

tertawa sambil menutup mulut dengan tangan.

“Benarkah? Apa yang pernah kukatakan, kenapa aku

tidak ingat lagi?”

Tentu saja dia tidak ingat lagi, walau dapat

mengingatnya, Xiao Dai juga akan pura pura tidak ingat!

Ilmu pengobatan Zhan Feng sangat hebat, tapi Xiao Dai

tidak terpikir bagaimana hebatnya sampai sedemikian,

ajaibnya membuat orang melongo.

Dia tahu jika tidak ada Zhan Feng, nyawanya mungkin

sudah melapor ke raja neraka, dia merasa berterima kasih

dalam hati.

Perasaan terima kasih semacam ini sulit dirasakan orang,

malah sudah sampai taraf seperti ‘menghormati dewa’,

walau diluarnya dia masih tampak seperti biasa.

Walau dia tetap bebas tidak terikat, tapi dia tahu didunia

ini tidak ada orang yang bisa mencelakai dirinya.

Tapi dia sekarang sedang berbaring, anggota tubuhnya

susah digerakan, walau ada golok menekan lehernya juga

dia tidak bisa mengadakan perlawanan.

Tapi jika golok ini menekan dileher Zhan Feng, Xiao

Dai pasti bisa bergerak, dan juga gerakannya akan sangat

cepat, gerakannya bisa membuat terkejut siapapun.

…. Melenggang didunia persilatan, dengan senang

menyelesaikan budi dan dendam.

…. bagi laki-laki sejati budi dan dendam harus jelas, ada

dendam harus dibereskan, ada budi juga mana bisa tidak

mau membalasnya?

Tangan Cepat Xiao Dai tidak berani menyebut diri

sebagai laki-laki sejati, namun dia pasti adalah orang yang

menerima budi setitik, akan membalas dengan sebesar mata

air.

Apa lagi dia sekarang bukan hanya menerima budi

setitik.

Karena telah menyembuhkan penyakit bisunya, sudah

cukup membuatnya membalas sebesar mata air.

Sekarang budinya bertambah dengan menyelamatkan

nyawanya kembali, budi seperti ini mana bisa Xiao Dai

membalasnya seumur hidup?

0ooo(dw)ooo0

Hari kesepuluh, Xiao Dai sudah sadar sepenuhnya

selama sepuluh hari, dia masih tidak bisa bergerak, lebih

lebih tidak bisa turun kelantai.

Maka dia juga sepuluh hari penuh berbaring di atas

ranjang.

Tidurnya malah merupakan satu kenikmatan, tapi jika

seorang tidur di atas ranjang selama sepuluh hari, itu bukan

saja tidak nikmat, malah sebaliknya adalah hukuman,

hidup menerima siksaan.

Karena luka ditubuhnya, membuat dia harus menahan

rasa sakitnya, tapi dia merasa lebih baik lebih sakit lagi,

seluruh tubuhnya seperti papan pintu kaku.

Begitulah manusia, saat tidak bisa bicara baru mengerti

bisa bicara adalah hal yang begitu menyenangkan, dan

ketika seluruh tubuh kaku seperti lumpuh, begitu bisa

meloncat-loncat dan berlari-lari, baru merasakan bahwa itu

satu kenikmatan, semacam kenikmatan yang menghabiskan

uang pun tidak bisa membelinya.

Seperti kata-kata lama, seseorang yang kehilangan

kesehatannya, baru mengerti mahalnya kesehatan, betul

tidak?

0ooo(dw)ooo0

Ketika pagi, sinar pertama matahari sudah menyorot ke

dalam rumah, Xiao Dai sudah bangun.

Dia membuka matanya melihat pelayan yang bernama

Yi Hong membawa baskom dan alat pembersih lain masuk

ke dalam.

Yi Hong, mungkin usianya sudah tiga puluh tahun lebih.

Walau dia sudah hampir mencapai wanita setengah tua,

namun hatinya masih seperti gadis…. hatinya yang seperti

mengerti, tapi juga seperti tidak mengerti.

Dia masih kelihatan cantik, wanita yang sudah matang,

tapi malah seperti gadis besar berusia lima, enam belasan,

terhadap apa pun merasa aneh, apa lagi terhadap laki-laki.

Dia menundukkan kepala, dia menaruh perhatian pada

pot-pot bunga Ju yang bermacam ragam, yang ditaruh di

lantai, sedangkan Xiao Dai terus memperhatikan dirinya.

Xiao Dai sudah banyak berhubungan dengan wanita,

tapi tidak pernah bertemu dengan wanita yang seperti ini,

seorang wanita walau memakai kaca pembesar juga tidak

akan bisa melihatnya dengan jelas.

Dia hanya tahu dia dipanggil Yi Hong, memanggil Zhan

Feng, Nona, kenyataannya apakah benar hubungan mereka

adalah majikan dengan pelayan, Xiao Dai sangat curiga

akan hal itu.

Tapi dia malas memikirkannya, juga tidak ingin

memikirkannya, karena terhadap wanita, bukan saja

hatinya sudah dingin, hatinya juga sudah sakit sekali.

Namun terhadap wanita, dia sungguh tidak tahu harus

bagaimana menghadapinya, bagaimana pun seorang wanita

telah hampir merengut nyawanya, sedangkan seorang

wanita yang lain malah memberikan dia satu nyawa baru.

“Ah?! Tuan muda Dai kau sudah bangun?”

Menaruh baskomnya, Yi Hong mulai dengan pekerjaan

beberapa hari ini, dia memeras handuk, melayani Xiao Dai

membersihkan wajah.

Setelah semuanya beres, dengan pelan Xiao Dai berkata,

“Terima kasih, kak Yi Hong.”

“Tidak apa, kau sungguh sungkan…. oh benar, kau lapar

tidak? Mau tidak aku ambilkan makanan?”

“Nanti saja, sekarang aku masih belum merasa lapar,

apakah nona Zhan Feng sudah kembali?”

“Masih belum, tapi aku pikir tidak lama lagi dia akan

datang, kali ini air bah sudah menghancurkan banyak

rumah orang, juga melukai banyak orang, hai! Nonaku

sungguh akan sibuk sekali….” kata Yi Hong sambil

membereskan barang-barangnya, sambil menjawab

pertanyaan Xiao Dai.

Xiao Dai sangat tidak biasa dipanggil orang ‘Tuan muda

Dai’ tapi wanita ini malah senang memanggilnya begini,

Xiao Dai terpaksa membiarkannya, siapa suruh ayah

ibunya memberi nama ini pada dia?

Xiao Dai diam-diam menghitung hari, dia menemukan

Zhan Feng telah meninggalkan rumah selama delapan hari,

dan dia hanya bertemu dengannya cuma dua kali saja.

Tentu saja dia tahu nona Zhan Feng sekarang sedang

sibuk menolong orang, bagaimana pun dia punya hati

emas.

“Tuan…. tuan muda Dai, Tuan muda Dai….” Yi Hong

melihat Xiao Dai yang tiba-tiba tidak buka suara, maka

dengan pelan memanggil dua kali.

“Ah?! Apa?! Kau memanggilku?” kata Xiao Dai kembali

sadar.

Yi Hong tertawa dengan malu berkata, “Tuan muda Dai,

nona kami menitip pesan, katanya obatmu harus diminum

menurut jadwal, dan juga kau sama sekali tidak boleh

sembarangan menggerakkan hawa murni, jika tidak tiga

bulan bisa menyembuhkan luka, tapi tiga tahun baru bisa

sembuh seluruhnya.”

Xiao Dai terharu, orang ada diluar masih mengingat

keadaan di sini, Xiao Dai berkata, “Kak Yi Hong, aku tahu,

kau tenang saja, nyawa aku adalah pemberian nona kalian,

aku mana berani tidak menurutnya? Dan pula aku sungguh

takut harus berbaring diranjang selama tiga tahun.”

“Baguslah jika kau tahu, dirimu harus kau yang

merawatnya.” Yi Hong setelah melirik sekali dengan

pandangan aneh, mengambil lagi baskom lalu pergi keluar.

0ooo(dw)ooo0

Dia mengira tempatnya seharusnya Perumahan Zhan

Bao, Xiao Dai tidak terpikir bahwa tempatnya dengan

Perumahan Zhan Bao jauhnya ada ratusan li, dia sekarang

berada di gunung E Mei.

Disenja hari keenam belas, Zhan Feng sudah kembali,

dia terlihat kotor dan penuh debu dan sedikit kelelahan, tapi

tetap dengan teliti memeriksa lukanya Xiao Dai.

Dia lalu membuat penyangga dengan kayu kecil, lalu

mengikatkan dari pinggang sampai leher Xiao Dai supaya

tidak bisa berobah, dan mengeluarkan kata-kata yang Xiao

Dai merasa gembira.

“Kau sekarang sudah boleh turun dari ranjang, juga

boleh jalan-jalan, tentu saja harus hati-hati sekali, jika

lukanya terusik, sakitnya bisa membuat kau berteriak minta

tolong!”

Seseorang yang sudah berbaring di dalam rumah selama

sepuluh hari lebih, sekali dibolehkan turun ranjang, yang

paling dia harapkan tentu saja melihat-lihat keluar.

“Di…. ini bukan rumahmu?” tanya Xiao Dai sedikit

terkejut.

“Ini kenapa harus aneh? Ini tentu saja rumahku.”

“Tapi rumahmu tidak seperti ini….”

Zhan Feng mengerti maksud Xiao Dai, dia tertawa

sampai membungkuk berkata, “Tidak ada orang yang

menentukan, seorang hanya boleh mempunyai satu rumah,

benar tidak? Kelinci juga punya tiga goa, apa lagi orang….”

Xiao Dai tidak mengerti mengapa manusia dibandingkan

dengan kelinci.

“Melihat wajahmu yang terkejut, sepertinya kau

menemukan hal yang sangat luar biasa…. kuberi! Aku

punya banyak tempat, di sini hanya salah satunya saja, lagi

pula hari itu ketika aku menemukanmu, aku tidak tahu kau

sudah berapa lama berendam di dalam air, tempat ini paling

dekat, makanya aku terpaksa membawamu kesini.”kata

Zhan Feng menerangkan.

“Kalau begitu, dimana ini?”

“Pegunungan E Mei.”

Wajah Xiao Dai sekarang tampak sangat lucu,

bayangkan saja, tubuhnya dipasang penyangga kayu yang

bentuknya aneh, mana bisa terlihat bagus?

Melihat gunung yang samar-samar, Xiao Dai dengan

wajah pahit berkata, “Ini…. ini barang yang rupanya jelek

ini, sampai kapan baru dapat dilepaskan?”

“Aku tidak berani mengatakannya, harus melihat

kesembuhanmu baru bisa ditetapkan, Menapa? Kau baru

saja bisa berjalan, apa kau sudah ingin ‘lari’?” kata Zhan

Feng tidak tahu dengan sengaja atau tidak sengaja berkata

itu.

“Tidak, tidak, kau salah paham, aku…. aku hanya tidak

biasa tersiksa seperti ini….”

“Apa boleh buat, kalau mau menyalahkan salahkanlah

dirimu kenapa tidak bisa menghadapi lawanmu.”

Mendengar kata kata ini, wajah Xiao Dai menjadi

muram.

“Kuberitahu satu berita buruk buatmu, sekarang orang

diluar semua sudah mengatakan kau sudah mati, dan Li

Yuan-wai juga sudah jadi pengkhianat Gai-bang, dia jadi

buronan….” kata Zhan Feng sambil memperhatikan wajah

Xiao Dai.

“Pengkhianat? Li Yuan-wai jadi pengkhianat Gai-bang?

apa sebenarnya yang terjadi?”

Terhadap kematian dirinya, Xiao Dai sepertinya tidak

perhatian, tapi terhadap Li Yuan-wai yang menjadi

pengkhianat Gai-bang dia terkejut.

Zhan Feng tentu saja telah memperhatikan reaksinya

Xiao Dai, namun dia malah berkata, “Sepertinya Li Yuanwai

telah masuk satu organisasi yang disebut…. disebut Ju

Men.”

“Ju Men? (Perkumpulan Bunga Ju)” Xiao Dai menyebut

dengan pelan nama organisasi yang tidak pernah

mendengarnya ini.

Dengan ekspresi yang penuh pertanyaan, Xiao Dai

berkata, “Organisasi macam apa ini? Sepertinya tidak

pernah ada orang menyebutnya.”

“Tentu saja kau tidak pernah mendengar, organisasi ini

baru muncul setelah pertempuran di Gedung Wang Jiang,

tapi akhir-akhir ini didunia persilatan sepertinya sedang

membicarakan hal ini, karena organisasi ini bukan saja

sangat misterius, juga samar-samar telah menguasai Jiang

Nan dan Jiang Bei, hingga sudah banyak orang-orang dunia

persilatan yang ternama bergabung dengan dia….”

“Lalu bagaimana cara kerja mereka? Dan apa tujuannya?

Apa hanya karena ingin mendirikan perkumpulan saja?”

Orang dunia persilatan, masalah dunia persilatan,

tadinya Xiao Dai juga orang dunia persilatan, terhadap

masalah dunia persilatan mana bisa dia tidak perhatian?

Apa lagi ketika dia tahu Li Yuan-wai juga telah bergabung

dengan organisasi misterius ini, dia tentu saja akan

bertanya.

“Rincinya aku juga tidak tahu, tapi yang mereka terima

semuanya adalah orang-orang dunia persilatan yang pernah

terluka perasaannya,” kata Zhan Feng.

“Ooo, sungguh sebuah organisasi aneh, aku lihat aku

sekarang ini juga adalah orang yang akan mereka terima.”

Xiao Dai seperti sembarangan saja berkata, apakah dia

teringat sesuatu lagi?

Zhan Feng membalikkan tubuhnya, mungkin sekarang

keadaan Xiao Dai adalah saat yang paling serius seumur

hidupnya.

“Tidak, mulai sekarang aku harus berpikir dan

selanjutnya aku tidak akan memikirkan dia lagi, disaat aku

bertarung dengan Yao Bo-nan, aku tiba-tiba merasakan aku

kehilangan tenaga, mulai dari saat itu aku sudah mengerti

semuanya. Terhadap dia aku tidak membenci, bagaimana

pun aku pernah mencintai dia sangat dalam; hanya aku

tidak mengerti mengapa dia ingin aku dengan Li Yuan-wai

mati bersamaan? Kau adalah wanita, juga teman baik dia,

apakah kau bisa beritahu aku?”

Tidak diduga wajah Xiao Dai bisa begitu serius, juga

tidak diduga Xiao Dai bisa menanyakan pertanyaan ini

pada dirinya, Zhan Feng sesaat terbengong.

“Kau sudah tidak mencintai dia?”

“Cinta?” Xiao Dai tertawa tidak bersuara berkata,

“Apakah kau bisa mencintai seseorang yang berupaya

dengan segala cara ingin membunuhmu dan orang itu

adalah teman yang paling baik?”

Mata Zhan Feng tiba-tiba terkilas sedikit rasa tidak

tenang, dia dengan gagap berkata, “Kau…. cerita hubungan

kalian aku tidak begitu jelas, makanya aku juga tidak tahu

kenapa dia bisa berbuat demikian…. dan juga, dia bukan

temanku.”

Kali ini Xiao Dai benar-benar seperti bodoh, dia melotot

dengan mata aneh berkata, “Dia bukan temanmu? Tapi aku

jelas-jelas melihat kau dengan dia begitu akrab….”

“Kalau akrab apa bisa dikatakan teman? Apalagi teman

bisa dibagi banyak macam, aku kenal dia, hanya karena aku

pernah mengobatinya, walau dia dimana-mana berbohong

aku adalah teman baiknya, jujur saja, selain hanya tahu dia

dipanggil Ouwyang Wu-shuang yang mempunyai suami

kaya, yang lainnya aku sama sekali tidak tahu. Dan lagi

setiap kali, dia yang mencari aku, sampai dia tinggal

dimana akupun tidak tahu, jika ini juga bisa dianggap

teman, mungkin teman semacam ini dihitung pun tidak

akan ada habisnya, karena setiap yang pernah aku obati

banyaknya sampai aku sendiri pun tidak tahu sudah ada

seberapa?”

Tidak diduga Zhan Feng dengan Ouwyang Wu-shuang

adalah ‘teman’ semacam ini.

Benar, teman bisa dibagi banyak macam, ada teman

sehidup semati, adajuga teman yang hanya menganggukkan

kepala, ada teman baik, ada juga teman jelek; ada teman

senasib sepenanggungan, tentu saja juga ada teman makan

daging dan arak.

Makanya orang yang berhubungan bisnis bisa disebut

teman, jadi antara tabib dengan pasien kenapa tidak bisa

disebut teman?

0ooo(dw)ooo0

Matahari senja sangat indah, tapi jika ada seorang wanita

cantik berdiri di bawah matahari senja, matanya orangorang

pasti yang terlihat hanya wanita cantiknya.

Seorang cantik yang berbohong, tentu saja kata-kata

bohongnya cantik.

Dan kata-kata bohong yang cantik ada kalanya malah

membuat orang tidak tega membongkarnya.

Apa lagi Xiao Dai, sekarang dia hanya ingin melupakan,

maka mana mungkin dia bertanya terus?

Perkataannya Zhan Feng, tentu saja Xiao Dai percaya

dan patuh, bahkan jika Zhan Feng mau dia sekarang mati,

Xiao Dai mungkin tidak akan ragu-ragu melaksanakan

keinginannya.

Karena sekarang dia masih bisa hidup semua adalah

pemberian Zhan Feng.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng sudah pergi lagi, dia kembali dengan terburuburu

pergi, meskipun dia sebenarnya tidak bisa pergi

meninggalkan Xiao Dai begitu saja.

Bagaimana pun korban air bah Sungai Jia Ling, ada

ribuan orang bahkan puluhan ribu orang, mereka

menunggu pertolongannya, makanya dia kembali hanya

makan satu kali, dan meninggalkan penyangga yang

rupanya aneh ini.

Untungnya sebelum dia pergi, pada Xiao Dai dia berkata

penyangga ini boleh dilepaskan saat tidur, jika tidak Xiao

Dai sungguh tidak tahu bagaimana caranya berbaring di

atas ranjang.

0ooo(dw)ooo0

BAB 18

Pedang wanita buta

Enam buah pedang.

Walau enam buah pedang ini ada di tangan enam wanita

yang matanya telah buta, tapi Li Yuan-wai tahu enam buah

pedang ini seperti mempunyai mata.

Dia pernah menghadapinya, malah dalam keadaan

telanjang bulat dia berlari mengelilingi kolam dikejar oleh

mereka.

Pedangnya dingin, tapi masih tidak seberapa dibanding

salju dingin diwajarinya.

Sekarang enam orang buta itu telah mengurung Li Yuanwai,

tinggal menunggu perintah.

Walau orang buta itu wajahnya tidak berekspresi, tapi Li

Yuan-wai bisa merasakan enam orang buta ini semuanya

seperti ingin membunuh orang.

Jika ada satu saja perkataan yang tidak enak terucapkan,

tentu akan terjadi….

Pada saat ini mau tidak mau Li Yuan-wai harus

bertanya, karena jika dia tidak bertanya mungkin dia sudah

tidak ada kesempatan untuk bertanya lagi.

“Xiao…. Xiao Shuang, dimana…. dimana kau pernah

melihat aku…. di atas tubuhku….” perkataan Li Yuan-wai

tampak gugup sekali sampai satu kalimat pun dia tidak bisa

mengucapkan dengan jelas.

“Saat diranjang, apa kau kira seorang wanita gampang

melihat ciri laki-laki yang berada di atas pantatnya?”

Ouwyang Wu-shuang langsung menjawab, malah dalam

perkataannya mengandung ejekan.

“Kau…. maukah…. melihat sekali lagi?!” kata Li Yuanwai

tampak seperti dicekik lehernya, wajah dan telinga

menjadi merah.

Perkataan apa ini?!

Tentu saja Li Yuan-wai sedikit pun tidak mempunyai

pikiran tidak sopan pada lawan bicaranya, dia hanya ingin

memastikan apakah dirinya betul-betul jahanam itu.

Namun perkataan yang pantas, jika diucapkan oleh

seorang tolol, biasanya malah sering menjadi perkataan

yang tidak pantas.

Li Yuan-wai tidak tolol, tapi justru tidak tahu mengapa

dia bisa mengucapkan perkataan ini.

Mungkin karena keadaannya mendesak! Maka diajadi

tidak lancar memilih perkataannya.

Setiap wanita yang mendengar perkataan tidak pantas

ini, tentu saja akan menjadi marah.

“Li…. Li Yuan-wai, kau anggap apa aku ini?! Kau kira

yang tumbuh di tempat itu bunga?” teriak Ouwyang Wushuang

dengan marah.

Li Yuan-wai mengerti lawan bicaranya salah mengerti,

Li Yuan-wai sungguh ingin sekali menggigit putus lidah

sendiri, dia semakin gagap, juga semakin gelisah katanya,

“Xiao…. Xiao Shuang, aku…. aku ingin…. aku ingin….”

“Ingin?! Li Yuan-wai, aku beritahu, seumur hidupmu

jangan harap bisa mendapatkan diriku. Aku bisa

mengijinkan semua laki-laki didunia jika ingin bermain….

justru kau yang tidak boleh, aku…. aku bisa begini

semuanya karena dirimu, semua karena kau, babi, yang

mengakibatkannya, ha…. ha…. Tahan!”

Kau buka mata lihat, lihat bagaimana aku mencincang

tubuh binatang ini.

Sepasang matanya sudah menjadi semerah darah, dia

sudah seperti gila berteriak-teriak.

Untung Li Yuan-wai tidak terpikir lebih jelek, dia masih

ingin menjelaskan, tapi sudah tidak keburu.

“Bunuh….!”

Tiba-tiba Ouwyang Wu-shuang berteriak keras.

Segera enam buah pedang membentuk satu sinar dingin

menyerang depan belakang kiri kanannya Li Yuan-wai.

Kasihan Li Yuan-wai, di tangannya tidak ada besi satu

cun juga, dia hanya bisa menghindar kekiri berkelit

kekanan.

Karena terlalu menyolok mata tongkat pemukul anjing

yang bertahun-tahun tidak pernah ditinggalkan sudah dia

sembunyikan, dia masih belum sempat membeli sebuah

senjata yang cocok untuknya, sampai dia bertemu keadaan

yang demikian.

Untung jurus satu-satunya dia…. Delapan Belas Langkah

Gila, sudah matang dilatihnya, jika tidak, mungkin sudah

dari tadi dia tidak bisa ‘menutup’ enam orang wanita buta

ini.

0ooo(dw)ooo0

Jika seseorang berbuat nekad membutakan matanya

sendiri, terhadap hidup atau mati pasti sudah tawar.

Jika seorang yang tidak ingin mati bertemu enam orang

yang setiap saat tidak perduli mati, mana bisa

menghadapinya?

Di dalam hati Li Yuan-wai mengeluh, sungguh dia

bernasib tidak baik, baru saja dia bisa mengenakan baju

baru, baju barunya sekarang sudah hampir menjadi baju

hancur.

“Ssst!” terdengar suara kain robek, sebuah lagi pedang

tajam telah merobek baju bagian bawahnya.

Situasi pertempuran semakin seru, dan Li Yuan-wai

semakin lama semakin terdesak.

Sekarang bukan saja bajunya sudah compang-camping,

lengannya juga sudah mendapat luka dan darah mulai

menetes keluar.

Ketika Ouwyang Wu-shuang melihat Li Yuan-wai sudah

mengeluarkan darah, hatinya menjadi kram.

Wanita macam apa ini?

Mengapa begitu melihat darah, dia jadi begitu gembira?

Li Yuan-wai bukan tidak pernah berkelahi dengan

wanita.

Dia pernah bertarung dengan wanita yang hebat ilmu

silatnya.

Terhadap enam wanita yang matanya buta, dia malah

merasa sedikit tidak tega.

Tapi ketika dia merasa enam orang wanita ini ingin

mengambil nyawanya, dia mulai mengadakan perlawanan.

Tapi dia tidak ingin membunuh orang, apa lagi

membunuh wanita yang telah buta.

Makanya….

Hampir dalam waktu bersamaan, satu jeritan ngeri

terdengar.

Enam buah pedang semuanya sudah jatuh di atas tanah,

tangan yang tadinya memegang pedang semuanya telah

ditusuk oleh sebuah jarum…. sebuah jarum sulam nomor

besar.

Enam buah jarum ini adalah satu-satunya senjata Li

Yuan-wai, tidak diragukan lagi adalah senjata penolong

nyawanya.

Jarum sulam memang bisa membelah udara tanpa

bersuara, pendengaran seorang buta biasanya lebih tajam

dan refleknya lebih cepat, tetap tidak bisa menghindar

serangan Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang bisa memukul anjing, kemampuan

melarikan dirinya pasti tidakjelek.

Karena sekali waktu jika anjingnya tidak kena dipukul

dan lari, maka anjingnya harus dikejar.

Li Yuan-wai telah lari, seperti mengejar anjing lari.

Orang bilang jika bertemu wanita yang sembarangan

bicara dan tidak menurut aturan, cara yang paling baik

adalah menghindarinya, lebih jauh lebih baik.

Li Yuan-wai telah bertemu dengan wanita itu, bukankah

lebih baik dia menghindarinya?

Karena bukan saja dia tidak sopan, juga telah berbicara

sembarangan.

Seorang laki-laki jika sampai mau menanggalkan

celananya, untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, tentu

saja tidak akan diterima oleh lawannya, jika dia tidak lari

masih mau menunggu apalagi?

Sambil berlari Li Yuan-wai berpikir, urusan pertama

yang akan dilakukannya sekarang adalah segera membeli

sebuah pedang atau golok.

Jika tidak dalam situasi tikus menyeberang jalan, orangorang

berteriak sambil memukul, siapa yang bisa menjamin,

dia bisa bertemu lagi persoalan yang tidak tahu ujung

pangkalnya dan bertemu orang yang juga tidak tahu ujung

pangkalnya terus menyerangnya.

Selain itu di dalam hati dia sudah mengerti, mengapa

Xiao Shuang membenci dirinya sampai sedalam itu.

Ternyata ada orang yang menyamar sebagai dirinya

untuk mendapatkan keuntungan, dan meninggalkan

kesalahan pada dirinya.

Dia tidak tahu siapa orangnya itu?

Lebih-lebih tidak tahu bagaimana sampai dia tidak

mengenal orang itu?

Tapi dia sudah memastikan satu hal, orang yang sedang

menikmati hasil perbuatannya, menunggu dirinya

membayar, pasti adalah temannya, juga teman yang tahu

dipantatnya ada apa saja.

Diam-diam dia bersumpah, dia harus menemukan

pelakunya, jika tidak, tidak mencium bau panggang daging

kambing, tubuhnya malah bau kambing.

Tapi dia tidak bisa menduga siapa yang begitu bejat

moralnya? Dan tahu tanda rahasia di atas pantatnya?

Tiba-tiba Li Yuan-wai menghentikan langkahnya.

Apa mungkin dia?!

Jika bukan dia, mengapa dirinya begitu penurut? Sampai

jika dia menginginkan dirinya bunuh diri, dia akan

melakukannya.

Apakah dia yang melakukan ini?

Satu yang paling penting adalah tanda ditubuhnya

kecuali ayah dan ibunya, hanya dia seorang yang tahu.

Li Yuan-wai berdiri di bawah sinar matahari, keringat

yang mengucur malah keringat dingin.

Jika seseorang mempunyai teman yang baik,

kemungkinan teman baiknya yang bisa menjerumuskan

dirinya; yang tidak setia kawan, bagaimana bisa dia tidak

mengucurkan keringat dingin?

Pisau itu, pisau yang membunuh Kepala bagian Yao….

Ditumpukan benang yang kusut, jika bisa menemukan

kepala benangnya tentu akan mudah membereskan benang

kusutnya.

Li Yuan-wai terpikir kenapa pisau yang tidak bisa

membunuh orang, bisa berubah jadi bisa membunuh orang.

Tentu Xiao Dai sengaja, dia ingin membuat dirinya

lengah, rupanya dia sudah berniat untuk membunuh

dirinya.

“Bagus, bagus, Tangan Cepat Xiao Dai, anggap saja

kucuran air mataku yang begitu banyak adalah sia-sia, aku

sungguh tidak mengira kau adalah orang yang berhati

serigala, berparu-paru anjing….” Li Yuan-wai menatap

keujung langit dengan kesal memaki.

“Sialan, ini baru betul, melakukan kejahatan mendapat

balasan kejahatan, tapi kematianmu terlalu enak, malah

telah mencelakakan aku, hingga selamanya aku tidak bisa

membersihkan nama baikku, kau…. kau anak sialan, kau

sungguh pintar, walau sudah mati juga tidak membiarkan

aku hidup senang didunia, sungguh kejam, kau sialan

sungguh kejam….”

Kebencian Li Yuan-wai terhadap Xiao Dai sekarang,

mungkin jika dia bisa menemukan kuburannya Xiao Dai,

dia akan mengeluarkannya dari kuburan dan menampar dia

beberapa kali.

0ooo(dw)ooo0

Tahukah maksudnya ‘Rumah bocor justru bertemu hujan

semalaman’?

Li Yuan-wai sekarang sudah mengalaminya, juga bukan

hujan kecil, tapi hujan yang lebat sekali.

Li Yuan-wai tidak mengerti mengapa setiap dirinya

berteduh dari hujan selalu bertemu dengan orang, orang

yang justru dia tidak ingin bertemu.

Walau sekarang hari sudah hampir malam, dan juga

sedang hujan lebat, ketika berdiri di dalam bangunan ini, Li

Yuan-wai melihat orang yang berbaju hitam bercadar

sedang berlari menuju kepadanya, orang ini sepertinya juga

telah melihat dirinya.

“Sangat kebetulan bukan?” kata Li Yuan-wai tertawa,

sambil menyapa orang yang datang ini.

“Orang dimana saja bisa bertemu, Hartawan Li,

kelihatannya persoalan kita siapa pun tidak bisa

menghindar,” kata Orang bercadar dengan tawar sambil

masuk ke dalam bangunan.

“Aku rada ingat orang pernah memanggil kau Qin Shao

Fei, Apakah benar jika kau melakukan pekerjaan, selalu

tidak ingin dilihat orang? apa harus selalu memakai cadar?”

“Hartawan Li, aku harap ilmu silatmu sama lihaynya

seperti mulutmu.”

“Iri! Kenapa! Dulu aku pernah bertarung denganmu

tanpa alasan yang jelas, mengapa sesudah lewat begitu

lama, kau masih marah juga?”

Setelah “Hem!” yang dingin sekali, orang bercadar itu

berkata, “Sebenarnya masalahnya sudah lewat dan sudah

tidak ada apa-apa, tapi mulutmu menyebalkan, hingga aku

sulit menekan amarahku, selain itu aku ingin membuktikan,

sebenarnya siapa yang bakal dipukul sampai harus mencari

kemana-mana giginya di tanah.”

Ternyata dia masih ingat kata-kata ejekan Li Yuan-wai.

Saat ini Li Yuan-wai sungguh tidak ingin bertarung

dengannya, tapi melihat lagaknya, mau tidak mau dia harus

melayani.

“Hai! Aku sungguh kagum padamu, mengapa kau

seorang pria besar tapi hatinya begitu kecil?” kata Li Yuanwai

mengeluh.

“Jangan banyak omong kosong, Hartawan Li, hari ini

aku mau lihat siapa lagi yang akan membantumu.”

“Bu…. buat apa? saat hujan ini, hanya ada kita berdua,

bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol saja bukankah lebih

baik? mengapa harus mengadu senjata? Lagi pula aku kan

tidak mencuri istrimu, mengapa kita harus bermusuhan?”

Makin Li Yuan-wai berkata, penyakit lamanya menjadi

kambuh lagi, tampaknya sebelum mendapat keuntungan

dari lawannya, dia belum puas.

“Hartawan Li, mulutmu penuh kotoran….”

Begitu orang bercadar berkata habis, pedang di tangan

kirinya sudah seperti sinar kilat, datang menyerang.

Li Yuan-wai mendadak berteriak aneh sambil

menghindar kesamping, mulutnya berteriak-teriak, “Hey,

hey, kau ini mengapa baru saja berkata pukul langsung

memukul….”

Gerakan tangan orang bercadar itu tidak melambat,

sambil tertawa berkata, “Aku belajar darimu, anak

kesayanganku, kau terima saja!”

“Sialan, Qin Shao Fei, kau sungguh kejam….”

Dalam sehari ini Li Yuan-wai sudah mengalami dua

perkelahian, dia belum sempat makan dan minum,

tubuhnya terasa lemas, lagi pula orang bercadar yang

dipanggil Qin Shao Fei ini memang juga tidak lemah,

pedang di tangannya pada malam hari dalam hujan ini lebih

mirip kilatan petir, sedikit pun tidak memberi ampun, terus

menyerangnya.

Tentu saja siapa kalah siapa menang segera terlihat, baju

baru Li Yuan-wai yang sudah sobek dimana-mana,

sekarang jadi lebih bagus lagi, walau seorang pengemis!

Paling sedikit juga tidak seperti dia yang begitu berantakan.

“Pen…. pendekar besar…. bercadar, kau…. kau sungguh

ingin…. ingin membunuh…. sampai habis?”

Li Yuan-wai terengah-engah, meloncat kekiri

menghindar kekanan, malah sudah menyebut lawan sebagai

pendekar besar bercadar.

Tapi apa boleh buat, Qin Shao Fei tidak menggubrisnya,

dia terus menyerang.

“Tunggu, tunggu, Qin Shao Fei, walau ingin berkelahi

juga harus jelas dulu, sialan, begini tidak jelas, kaya apa

ini….” teriak Li Yuan-wai yang terdesak sampai jadi

gelisah, dia bersalto kebelakang, tidak memperdulikan

sedang hujan lebat, dia menghindar keluar bangunan.

Qin Shao Fei tampak tidak mau basah, jadi dia tidak

keluar mengejarnya, menggunakan pedang menunjuk pada

Li Yuan-wai dia berkata, “Hem! kukira kau setengah

pengemis ini punya kehebatan apa, ternyata juga hanya

begini saja, kelihatannya berita di dunia persilatan terlalu

membesar-besarkan dirimu, katakan! Hartawan Li, jika kau

ingin kentut cepat keluarkan.”

Keadaan Li Yuan-wai dari kepala sampai kaki sudah

basah kuyup, dia seperti ayam di dalam kuah, berdiri di

dalam hujan, katanya, “Aku pikir aku pernah bertemu

denganmu.”

Perkataannya seperti tidak ada artinya, Li Yuan-wai

tentu saja pernah melihat lawannya.

Tapi perkataannya membuat orang bercadar terkejut.

Orang sengaja menutup wajahnya tentu tidak berani

bertemu orang secara terbuka, kecuali wajahnya buruk,

alasan yang lain adalah takut orang mengenal dirinya.

Orang bercadar itu mengerti maksud Li Yuan-wai,

makanya dia sedikit terkejut.

“Kau tahu siapa aku?”

“Aku pikir aku sudah bisa menebaknya.”

“Kau…. kau bagaimana bisa tahu?”

Li Yuan-wai menggelengkan kepala malah berkata, “Kau

tidak perlu bertanya, aku juga tidak akan mengatakannya.”

“Kau takut apa?!”

Dengan tertawa, Li Yuan-wai berkata, “Aku tentu saja

takut, karena sekali aku mengatakannya, mungkin kau

selamanya tidak akan melepaskan aku.”

“Tapi kau harus tahu, meski kau tidak mengatakannya,

aku tetap tidak akan melepaskanmu.”

“Itu tidak sama.”

“Mengapa tidak sama?”

“Karena sebelum aku mengatakannya, di dalam hatimu

masih ada kesangsian, curiga sebenarnya aku tahu atau

tidak siapa sebenarnya dirimu, tapi sekali aku

mengatakannya, mulai dari sekarang mungkin kau akan

terus mengikuti aku dari belakang, seperti bayangan, mau

dibuang juga tidak bisa.”

Orang bercadar seperti tidak mengerti apa maksud

perkataan Li Yuan-wai, sorot matanya menunjukan tanda

pertanyaan.

“Kau dan aku pernah berhubungan, kau seharusnya tahu

ilmu silat kita tidak berbeda terlalu jauh, barusan karena di

tanganku tidak ada satu cun besi, dan di dalam bangunan

juga terlalu sempit, makanya aku hanya bisa menghindar,

sekarang posisi sudah berbeda, aku diluar, kau di dalam, di

antara kita ada jarak, jika aku ingin lari, jarak ini harus kau

kejar sampai tiga hari tiga malam.”

Orang bercadar itu terkejut, dia maju selangkah berkata,

“Bagaimana?”

Li Yuan-wai tersenyum, tapi mundur dulu tiga langkah

berkata, “Kau harus tahu, tidak ada orang yang mau

menggunakan waktu tiga hari, tanpa istirahat untuk

mengejar jawaban yang belum diketahui, apalagi setelah

dapat mengejar, belum tentu kau bisa membunuh lawanmu,

ini adalah alasan mengapa aku tidak mengatakannya, jika

aku telah mengatakannya, dan beruntung tepat, jangan kata

tiga hari, tiga tahun pun kau pasti akan terus mengejar

untuk mendapatkan aku, jadi bukankah aku mencari

kesulitan sendiri?”

Orang bercadar itu maju lagi selangkah, “Li Yuan-wai

yang sangat nakal.”

“Hei, hei, kau jangan maju lagi! mengapa? Apakah kau

benar-benar ingin kehujanan? Baju sutra hitammu tidak

sebanding dengan baju sobekku ini….”

Mulutnya berkata, Li Yuan-wai mundur lagi tiga

langkah.

Maksud Li Yuan-wai sudah sangat jelas, dia sudah

bersiap-siap melarikan diri.

Orang bercadar tentu saja tahu apa yang dikatakan Li

Yuan-wai adalah kenyataan.

“Aku tidak percaya kau tahu aku siapa.”

“Mengapa tidak taruhan saja?”

Melihat jarak antara dirinya dengan Li Yuan-wai

semakin lama semakin jauh, orang bercadar dengan kesal

berkata, “Hartawan Li, apakah kau begitu tidak tahu malu?

Bisanya hanya melarikan diri?”

“Melarikan diri?! Lucu, kakak bercadar, ini namanya bisa

melihat keadaan, hebat bukan? Baik, kau berikan pedang di

tangan itu padaku, kita bertarung sekali lagi, jika kau tidak

melarikan diri, aku akan bersujud memanggilmu kakek.”

Sungguh tingkah Li Yuan-wai yang seperti preman ini

membuat marahnya seperti ban yang akan meletus.

Tapi perkataannya juga bukan tidak masuk akal,

sehingga membuat orang bercadar itu bengong di sana,

beberapa saat, justru tidak terpikirkan harus mengatakan

apa.

“Kenapa? Apa perkataanku tepat mengenai hatimu, betul

tidak? Jika kau tidak ingin bertarung ulang, maka aku

seperti bertemu raja gunung, tidak bisa berbuat apa apa,

siapa suruh aku miskin? Lebih baik, aku pergi saja,

Bangunan rusak ini aku serahkan saja padamu!”

Orang bercadar itu tidak sudi menerima celaan ini, tapi

dia hanya bisa melihat bayangan Li Yuan-wai yang

semakin lama semakin menghilang di dalam hujan ini.

Dia tentu saja mengerti walau dia sekarang mengejarnya,

mungkin harus lima hari, malah mungkin sepuluh hari baru

dapat mengejar preman yang dikakinya tumbuh bulu ini.

Dia tidak ada waktu untuk itu, apalagi dia pikir Li Yuanwai

belum tentu tahu siapa dirinya?

0ooo(dw)ooo0

Di dalam hujan Li Yuan-wai berjalan dengan cepat.

Dia terpaksa buru-buru menghindar ‘dewa penyakit

menular ini’, karena dia sangat takut orang bercadar tanpa

memperdulikan apa-apa langsung mengejarnya.

Dia sendiri tahu, seorang yang kelaparan seharian mana

ada kekuatan berlari selama tiga hari? Mungkin baru berlari

tiga li sudah harus berjalan merangkak.

Tentu saja dia sendiri kesal dengan dirinya yang sedang

bernasib sial, berteduh hujan dibangunan rusak juga bisa

ada orang yang mengusirnya.

Benarkah dia tahu siapa orang yang bercadar itu?

Dia bukan dewa mana bisa tembus melihat orang?

Tapi dia percaya dia bisa mengenali orang itu.

Karena walaupun orang bercadar itu menutup wajahnya,

tapi tidak bisa menutup mata dan alisnya.

Dan dia telah menemukan di alis orang bercadar itu ada

satu helai rambut alis yang agak panjang dan warnanya

putih.

Walau hanya satu helai, tapi tidak diragukan itu adalah

penemuan besar.

Dia sekarang hanya bisa berdoa, jangan sampai tanpa

sebab alis putih itu terlepas, jika tidak di kemudian hari

walau orang itu berada dihadapannya, dia tidak akan bisa

mengenal orang itu adalah orang bercadar.

0ooo(dw)ooo0

BAB 19

Keluarnya bunga Ju

Perkumpulan Bunga Ju, nama ini sangat aneh.

Anehnya seperti sebutan Wang Xiao Dai, dan Li Yuanwai.

Tapi sekarang ketenarannya telah melebihi Tangan

Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai, juga telah menggetarkan

hati orang.

Bagaimana juga Tangan Cepat Xiao Dai sudah mati, dan

Li Yuan-wai telah menjadi pengkhianat Gai-bang, dan

jejaknya juga sudah menghilang.

Perkumpulan Bunga Ju, perkumpulan misterius ini

mendadak muncul, dan banyak dibicarakan oleh orangorang.

Tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju itu

perkumpulan apa, namun hal yang dilakukan Perkumpulan

Bunga Ju, orang yang dibunuh oleh Perkumpulan Bunga

Ju, membuat orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah

perkumpulan yang menakutkan.

Tentu saja perkumpulan yang bisa membunuh, membuat

orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah perkumpulan

kuat yang menyeramkan.

Dia kuat karena dia tidak takut pada yang berwajib,

sampai banyak orang dari aliran besar dan perguruan besar

dia pun berani membunuhnya.

Dia menyeramkan, karena dia membunuh orang tanpa

pandang bulu, dan orang yang dibunuh, disisi mayatnya

selalu ditinggalkan lambang sekuntum bunga Ju supaya

orang yang melihat…. tahu orang ini dibunuh oleh

Perkumpulan Bunga Ju.

Lambang bunga Ju banyak macamnya, ada yang terbuat

dari kain perak, terbuat dari besi, malah ada yang dari

sekuntum bunga Ju asli.

Jika dihitung-hitung selama setengah bulan ini

Perkumpulan Bunga Ju sudah membunuh banyak orang

juga telah melakukan beberapa gerakan, antara lain,

…. Dari Wu Dang murid nomor satunya Pedang Qing Ji

Xiao Qing, ditemukan telah mati. Ditinggalkan sebuah

bunga Ju besi.

…. Perkumpulan Perairan Chang Jiang putra ketuanya

Ba Jiao Lin Wei Min, ditemukan telah mati. Ditinggalkan

sekuntum bunga Ju perak.

…. Kupu-Kupu Bunga Shi Tu Lang, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju besi.

…. Serigala Wajah Putih Chen Ji Ping, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju putih.

…. Yang paling menggemparkan adalah kematian

seorang yang disebut Laki-Laki Besi, karena Laki-Laki Besi

Zhou Lian Shan adalah kepala pelatih tujuh provinsi

diselatan, ditemukan mati, Ditinggalkan juga sekuntum

bunga Ju putih.

Semua orang yang mati ini ada perompak besar disungai,

ada pemerkosa, malah ada orang orang golongan putih,

semua membuat orang jadi tidak mengerti.

Jadi tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju

adalah aliran putih atau aliran hitam.

Hanya ada satu ciri yang dapat dipastikan yaitu di antara

orang-orang yang mati, ilmu silat orang-orang itu termasuk

pesilat tinggi, dan malah pesilat tinggi kelas satu.

Perkumpulan Bunga Ju bisa membunuh pesilat tinggi

seperti ini, tentu saja adalah perkumpulan yang kuat.

Mengenai pekerjaan yang telah dilakukan perkumpulan

ini, malah membuat orang tidak mengerti, karena yang dia

lakukan semuanya adalah pekerjaan sosial.

…. dalam musibah air bah Jiang Xi, Perkumpulan Bunga

Ju menyumbang perak, tiga puluh ribu liang.

…. dalam musibah kekeringan di An Hui, Perkumpulan

Bunga Ju menyumbang perak tiga puluh ribu liang.

…. pada musim gugur digunung Wu Tai Perkumpulan

Bunga Ju membagi-bagikan beras putih dua puluh ribu shi.

…. di residen Qing Ping menyumbang pada fakir miskin

perak putih sepuluh ribu liang.

…. Dan juga banyak lagi memperbaiki jembatan,

menambal jalan raya, membangun tanggul dan lain-lain,

uang yang disumbangkan juga sulit dihitung banyaknya.

Semua uang yang disumbangkan tertanda Perkumpulan

Bunga Ju.

Ada perkumpulan yang membunuh orang baik dan

orang jahat, ada perkumpulan yang kekayaannya begitu

besar dan melakukan pekerjaan sosial, apakah Perkumpulan

Bunga Ju bisa tidak dibicarakan, disebarkan orang?

Ada orang yang memuji-muji Perkumpulan Bunga Ju,

karena dia menolong orang tidak terhitung banyaknya.

Ada juga orang yang ketakutan terhadap Perkumpulan

Bunga Ju, karena takut dirinya adalah sasaran pembunuhan

berikutnya.

Juga ada orang yang sangat memikirkan bagaimana

membalas dendam pada Perkumpulan Bunga Ju, karena dia

telah membunuh familinya.

Namun tidak ada orang yang tahu sebenarnya

Perkumpulan Bunga Ju itu terdiri dari siapa saja? Dan siapa

pemimpinnya? Dimana pusat perkumpulannya?

Sehingga Perkumpulan Bunga Ju jadi seperti roh yang

gentayangan, setiap waktu bisa ada dimana saja.

Perkumpulan Bunga Ju juga membuat dunia persilatan

bergolak, orang-orang dunia persilatan tergoncang.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai kembali berdandan lagi.

Dia sekarang kelihatan seperti hartawan yang jika palsu

dijamin boleh ditukar.

Topi hartawan, sepatu sol tebal dengan tulisan Fu,

ditambah mantel kain sutra berwarna blue safir, tangannya

mengipaskan kipas gagang giok beranyam emas, lalu

supaya dirinya lebih tampak seperti hartawan, tangannya

yang lain malah menggenggam bola besi, sambil jalan,

sambil tidak berhentinya memutar-mutar bola besi.

Dari sepuluh jarinya, sudah ada delapan jari memakai

cincin batu pusaka yang rupanya berbeda-beda, dan besar

kecilnya juga berbeda-beda.

Hanya untuk dandanan ini saja, cek lima ribu perak yang

ditinggalkan oleh Yuan Ershao untuk dia, sudah habis lebih

dari setengahnya.

Hatinya sakit karena telah menghabiskan uang cukup

banyak untuk merobah penampilannya, namun dia terpaksa

melakukannya.

Karena disetiap kota pasti ada pengemis, malah ada

cabangnya Gai-bang, dia ingin menghindar dari incaran

Gai-bang, maka dengan berdandan sebagai seorang

hartawan dia tentu bisa mengelabui orang.

0ooo(dw)ooo0

Dia menelusuri jalan raya, tujuannya ke Jun Shan di

telaga Tong Ding.

Hanya karena dia semenjak kecil tidak pernah naik

tandu, tidak naik kereta, juga tidak naik kuda. Makanya dia

jadi tidak tahu berjalan dari sini sampai ke Jun Shan

memerlukan waktu berapa lama baru bisa sampai.

Bagusnya Yuan Ershao tidak berpesan pada dia harus

cepat-cepat sampai, juga tidak dibatasi waktunya, asalkan

dia pergi ke Jun Shan, dia harus melihat rumah orang

tuanya dan nyonya Yuan Dashao, dan ada perubahan apa

saja di sana.

Maka dia mengipas-ngipas dan berjalan kaki sebagai

pengganti kereta, juga supaya pantas kelihatannya dia

menengok kekiri melihat kekanan.

Tentu saja semua orang ingin dipuji, tapi semuanya takut

memakai baju mewah berjalan di malam hari.

Mungkin buat seumur hidup Li Yuan-wai, hanya

sekarang dia bisa berpakaian paling mewah, dan

mempunyai uang emas paling banyak, maka dia mencoba

memamerkan dan membanggakan.

Tampaknya jika bisa dia ingin memberi tahu semua

orang bahwa dialah Li Yuan-wai….!

Disepanjang perjalanan dia sudah melihat banyak muridmurid

Gai-bang, malah dia juga pernah melemparkan

beberapa uang receh pada mangkuk mereka.

Sampai dia sendiri juga merasa geli, karena tidak ada

satu pun pengemis yang melihat dia dua kali, tentu saja

tidak ada orang yang mengenal dia ‘Pusaka Gai-bang’,

‘Ketua Pengawas Honorer’ yang sekarang jadi buronan.

Angin cepat, tapi tidak secepat berita di dunia persilatan.

Angin dingin, tapi tidak membuat orang lebih dingin dari

pada dua orang gila yang berkata-kata gila.

Li Yuan-wai telah lelah berjalan tentu saja dia harus

istirahat, memang dia juga suka makan, apalagi ketika

membaca merk restoran ‘Gedung Memuaskan’.

Masakan ‘Gedung Memuaskan’ memang memuaskan

orang.

Hanya sayang, saat Li Yuan-wai mendengar percakapan

dua orang ini dia merasa tidak puas.

Bukan saja tidak puas, malah ada sedikit perasaan seperti

makan tapi tidak tahu rasanya dan sulit menelannya.

“Kabarnya Gai-bang menghadiahkan uang sepuluh ribu

liang untuk kepalanya Li Yuan-wai.”

“Itu apa anehnya, aku masih mendengar Perkumpulan

Bunga Ju menghadiahkan uang sepuluh ribu liang untuk

jejaknya!”

“Ooo…. Ini adalah kesempatan untuk jadi kaya, sialan,

tidak tahu anak kura-kura itu bersembunyi di goa mana….”

“Coba pikir, jika aku tahu ada orang mau mengeluarkan

hadiah sebesar itu untuk nyawaku, apalagi itu adalah

‘Perkumpulan Bunga Ju’ dan ‘Gai-bang’, aku sudah dari

dulu mencari pohon yang miring, menggantung diri saja,

menghindar nanti hidup tersiksa….”

“Kau tidak mengerti, Gai-bang ingin membunuhnya

karena dia melakukan perkosaan, dan juga mencelakai

sesama anggota, berniat merebut kekuasaan, mengenai

Perkumpulan Bunga Ju! He…. he…. aku juga tidak tahu.”

“Kau ini sialan, ini kan omong kosong?! Gai-bang ingin

membunuhnya itu sih semua orang juga tahu, yang ingin

aku tahu tentu saja kenapa Perkumpulan Bunga Ju juga

mencari dia….”

“Aku kan bukan orang dari Perkumpulan Bunga Ju,

mana aku bisa tahu mengapa Perkumpulan Bunga Ju

mencari dia?”

“Kabarnya Perkumpulan Bunga Ju sangat misterius,

ini…. ini jika ada orang bisa mendapatkan dia lalu kemana

mengambil hadiahnya?!”

“Kau tenang saja, asal kau bisa menemukan bocah yang

berdosa pada leluhur, pemerkosa yang tidak bisa diampuni

dalam sepuluh dosa itu, asal menggantungkan tiga lentera

merah di sembarang tempat dibenteng gerbang kota,

dijamin tidak lewat dua jam, tentu akan ada orang yang

menghubungimu, kenapa?! Kau bocah, jika punya kabar

jangan dimakan sendiri!”

“Aku mana ada keberuntungan seperti itu? Tapi

selanjutnya aku akan lebih memperhatikan pengemis yang

pendek dan gemuk, siapa tahu keberuntunganku berubah,

bisa menemukannya, siapa yang tahu….”

“Benar juga kata-katamu, Li Yuan-wai sekarang sudah

berubah menjadi balok emas, setiap orang berebut

menginginkannya….”

Percakapan selanjutnya sudah tidak ada yang harus

didengar lagi.

Tapi Li Yuan-wai jadi mendapat lebih banyak berita

mengenai munculnya Perkumpulan Bunga Ju di dunia

persilatan.

Sambil mengusap-usap belakang kepalanya, Li Yuan-wai

sungguh tidak mengerti kepalanya ini yang dikatakan bulat

ya tidak bulat dikatakan pesegi ya tidak pesegi, masih bisa

begitu berharga.

Gai-bang menginginkan dirinya dan memberi hadiah

masih bisa masuk akal, Perkumpulan Bunga Ju, mainan

apa lagi? bagaimana ceritanya?

Dia tidak terima sejak kapan ada orang dari belakang

berani memaki dirinya adalah pemerkosa, ditambah anak

kura-kura.

Siapa pun orangnya jika mendengar ada orang

dihadapan dirinya mengkritik dirinya demikian, walau yang

ada di depan dirinya ada ati naga empedu Feng mungkin

tidak akan timbul selera makan sedikit juga.

Menatap dua orang itu yang preman kelas sembilan,

hanya cukup menggunakan dua jari saja dia sudah cukup

bisa membunuhnya, tapi Li Yuan-wai sedikit emosi juga

tidak ada.

Walau di dalam hatinya dia sudah memaki-maki dua

orang itu, dari atas kepala sampai kekaki lebih dari sepuluh

kali, tapi begitu bertatapan, Li Yuan-wai menampilkan

tawa yang bersahabat.

Disaat begini dia mana mungkin bisa mengaku bahwa

dirinya adalah anak kura-kura seperti yang dikatakan

mereka?

Setiap orang pasti punya satu refleksi, ketika melihat ada

orang tersenyum pada dirinya, pasti akan melihat dua kali

padanya.

Makanya dua orang preman kelas sembilan itu, terusterusan

melihat Li Yuan-wai yang terhalang dua meja,

dengan tanpa tahu sebabnya tertawa bengong kearahnya,

mereka melihat dia dua kali, lalu bersama-sama bangkit

berdiri, juga bersamaan berjalan menuju Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0

Mungkin dua orang itu telah melihat Li Yuan-wai yang

berpakaian mewah dan banyak perhiasannya.

Mungkin senyumnya Li Yuan-wai membuat dua orang

itu menanggalkan permusuhan.

Pokoknya wajah yang tadinya penuh dengan

permusuhan, sekarang sudah berubah menjadi wajah yang

tersenyum.

“Tuan, apakah kita sudah pernah kenal?” kata Pria kurus

kecil yang disebelah kiri.

Kenal? Telur kura-kura baru kenal kalian.” Pikir Li

Yuan-wai di dalam hati, tapi dirnulutnya tidak mengatakan

demikian.

“Oww, anda ini…. anda ini aku rasanya pernah bertemu

entah dimana, wajahnya sangat hafal, hanya dalam sesaat

tidak bisa mengingatnya, kau marga….”

“Aku marga Huo, Huo Huai, Tuan ini, aku…. aku juga

merasa wajahnya hafal sekali.” Yang dipanggil Huo Huai

sambil berkata, sepasang mata tikusnya melihat delapan

cincin batu pusaka di tangannya Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai berpikir di dalam hati, ‘nenekmu, sungguh

telah melihat setan, hafal wajahnya kentut, aku lihat kau

mungkin hafal terhadap cincinku.’

Sengaja menggoyangkan jarinya, Li Yuan-wai

bertingkah seperti sangat akrab berkata, “Ah! Aku ingat

sekarang, saudara Huo, betul, betul, kau marga Huo, tidak

salah, tidak salah, kalau yang ini adalah….”

Seorang lagi laki-laki yang bermata segi tiga, begitu

mendengar Li Yuan-wai menanyakan dirinya, buru-buru

dia memperkenalkan diri berkata, “Aku marga Li, Li huruf

delapan belas, Li Gui-qiu.”

“Saudara Li, sudah lama dengar, sudah lama dengar.”

Li Yuan-wai mulutnya tertawa, tapi dihatinya berkata,

“Li Gui-qiu, sialan, nanti kau baru tahu kau akan bersujud

minta ampun pada aku.”

Merasa dihormati, dua orang bersama sama berkata,

“Kalau anda….”

“Oww, kalian lihat, aku malah lupa memperkenalkan

diri sendiri, he he…. maaf, maaf, aku marga Zheng, Zheng

yang artinya rapih, Zheng Yuan Wang…. he he…. Zheng

Yuan Wang, kalian berdua silahkan duduk, silahkan

duduk….”

Tentu saja harus duduk, masa tidak melihat bola mata

dua orang itu sepertinya hampir saja tertempel pada

delapan cincin batu pusaka di jari itu.

Huo Huai sambil duduk, sambil mencoba mempererat

hubungan berkata, “Saudara Zheng, margamu sungguh

jarang sekali!”

“Anakku, mempermainkanmu, apa salah? Bagaimana

bisa tidak jarang?” Li Yuan-wai berpikir sampai di sini

hampir saja tidak tahan tertawa keluar.

Orang bilang jika arak bertemu dengan peminum, seribu

cangkir juga masih merasa kurang, ada juga yang

mengatakan dirantau orang ketemu kenalan lama.

Juga tidak tahu tiga orang ini bagaimana bisa jadi

berhubungan, jadi orang satu kampung.

Juga tidak tahu apakah mereka kesal karena bertemunya

terlambat.

Pokoknya teko arak sudah bertumpuk di meja,

percakapannya juga sudah banyak.

Sekarang Li Yuan-wai sudah tahu tidak sedikit apa yang

terjadi di dunia persilatan dari mulut kedua orang ini.

Melihat sudah waktunya jadi mabuk, dengan beralasan

pergi ketoilet, Li Yuan-wai memuntahkan seluruh arak

yang tadi diminum setetes pun tidak disisakan.

Setelah kembali ketempat duduk, Li Yuan-wai tengkurap

di atas meja, mmm, tampangnya itu sungguh persis seperti

mabuk tidak alang kepalang.

“Saudara…. saudara Zheng, hari ini bisa…. bisa

berkenalan dengan anda adalah…. adalah

keberuntunganku, biar…. biar aku saja…. saja aku yang

traktir.” Huo Huai walau lidahnya sudah jadi besar, tapi dia

tetap melihat terus jari orang.

“Betul…. betul…. biar kami…. bayar dulu bonnya lalu….

lalu antar saudara…. saudara Zheng pu…. pulang….”

Ternyata Li Gui-qiu tidak berbeda jauh, hanya tidak tahu

dia siap mengantarkan Li Yuan-wai pulang kemana? Apa

kota mati tidak berdosa? Atau kuburan umum?”

“Jika ada orang mengundang, Li Yuan-wai pasti hadir.”

Ini adalah satu hal yang semua orang tahu.

Apalagi semula Li Yuan-wai sudah mempersiapkan,

membiarkan dua orang ini membayarnya.

0ooo(dw)ooo0

Malam dingin seperti air, angin dingin menusuk kulit

orang.

Huo Huai dan Li Gui-qiu dua orang begitu keluar dari

‘Gedung Memuaskan’, segera ditiup angin dingin, sudah

lebih sadar.

Mereka sekarang sedang membopong Li Yuan-wai dikiri

kanan berjalan menuju karah tempat yang orangnya sedikit

dan sepi.

Ketika Huo Huai diam-diam beberapa kali mencubit Li

Yuan-wai, tidak melihat dia bereaksi, maka tertawalah dia,

tertawanya begitu dingin sekali.

Diluar kota di dalam sebuah hutan pohon Bai Yang

besar dan gelap….

“Aku lihat di tempat ini saja, bagaimana?” kata Li Guiqiu

sambil melihat kesekelilingnya.

“Baik, aku lihat di tempat ini sungguh tepat, sialan bocah

ini sungguh berat, dia menindih aku sampai susah

bernafas….”

Melepaskan Li Yuan-wai, Huo Huai sambil menggosokgosok

pinggang, sambil memaki lagi, “Sialan, kau lihat

bocah ini sungguh seperti seekor babi mati, he…. he…. he….

didunia ini dimana ada makanan yang gratis.”

Li Gui-qiu saat ini juga dengan bangga tertawa memaki,

“Memang, bocah ini sungguh bisa minum, makan, sekali

makan sudah menghabiskan kita sepuluh liang perak,

sialan, dengan uang sepuluh liang perak orang bisa cukup

membiayai hidup selama sepuluh hari, dia malah sekali

makan menghabiskan semua….”

“Lao Li, kau tidak perlu menyebutnya lagi, nanti kau

akan mendapat ganti.”

Huo Huai dikiri, Li Gui-qiu dikanan. Mereka berdua

masing-masing memegang sebelah tangan Li Yuan-wai

sedang dengan sekuat tenaganya hendak melepas cincin di

jarinya.

“Sialan, gemuk mati ini jarinya begitu besar, ini…. ini

bagaimana melepasnya….”

“Kau benar mengatakannya, Lao Li, kau keluarkan belati

disepatu itu, langsung potong saja mungkin akan lebih

mudah….”

Huo Huai juga sudah mencoba memaksa melepaskan

cincin di jari selama setengah harian, keningnya sudah

tampak berkeringat, tapi satu cincin pun belum bisa

tercabut, sehingga dengan kesal berkata begitu.

Sebuahh pisau yang berkilau, sepasang mata yang

berkilau.

Pisau yang berkilau tapi tidak seterang sepasang mata

yang seperti air dimusim gugur.

Sorot matanya seperti pisau, di dalam tawan ya juga

seperti tersembunyi pisau yang tidak terhitung banyaknya.

Pisau yang tidak berbentuk, malah lebih menakutkan

dari pada yang benar-benar pisau, Trang terdengar suara

pisau jatuh ke tanah.

Seperti melihat setan, tangan Li Gui-qiu yang memegang

pisau sudah kosong, dan dengan suara gemetar berkata,

“Kau…. kau….”

Huo Huai yang menundukkan kepala sedang berusaha

melepaskan cincin, mendengar suara Li Gui-qiu yang tidak

normal, hatinya merasa aneh tapi matanya tidak diangkat

hanya berkata, “Apa kau sudah melihat setan? Cepat

pungut pisaunya….”

Li Yuan-wai menarik tangannya, sambil mengeluh

berkata, “Hai! Budaya sudah merosot, hati orang sudah

seperti dulu….”

Ketika tangan lawan terlepas dari pegangannya, semula

Huo Huai masih mengira orang hanya membalikkan

tubuhnya dalam mabuk, tapi ketika dia mendengar ucapan

Li Yuan-wai, dia jadi seperti ditusuk jarum, mendadak

mundur beberapa langkah.

Dia seperti melihat setan, membelalakkan mata tikusnya,

dengan tergagap-gagap berkata, “Kau…. kau tidak….

mabuk?! Atau…. atau kau sudah sadar?!”

Li Yuan-wai menggeliat sekali, dengan malas berkata,

“Aku tidak minum arak mana bisa aku mabuk? Jika aku

mabuk mungkin tidak akan bisa sadar lagi!”

“Ba…. bagaimana bisa?! Kami jelas jelas…. jelas jelas….”

kata Huo Huai dengan serak.

“Jelas-jelas melihat aku minum arak betul tidak? Dan

melihat aku banyak minumnya benar tidak?” kata Li Yuanwai

hi hi tertawa.

Dua orang itu bersamaan menganggukkan kepala,

karena mereka sungguh tidak mengerti sebenarnya apa yang

terjadi, dan juga ingin tahu sebabnya.

“Sudah dimuntahkan, aku memuntahkan arak yang telah

aku minum, hanya itu.”

“Kalau…. kalau begitu kau pura-pura mabuk….” kata

Huo Huai walau terkejut, tapi tidak hilang ketenangannya.

“Jangan berkata begitu tidak enak didengar, boleh tidak?

Pura-pura mabuk bagaimana pun jauh lebih baik dari pada

kalian tukang merampok dan membunuh….”

“Kau sudah tahu siasat kami?!” kata Li Gui-qiu

ketakutan.

“Hai! jujur saja kukatakan kau tadi meraba-raba juga

memencet dan mencubit setengah harian, diawalnya, aku

masih tidak tahu maksud kalian, tapi begitu melihat kau

mengeluarkan pisau ingin memotong tanganku baru aku

mengerti maksud kalian sebenarnya….” kata Li Yuan-wai

mengeluh, sedikit rada ‘edan’.

Huo Huai, Li Gui-qiu tidak berpenyakit, mana mungkin

tidak mengerti arti perkataan Li Yuan-wai?

Mungkin mereka mengira Li Yuan-wai adalah hartawan

muda, dan kambing yang gemuk, sama sekali tidak

terpikirkan yang lain, juga tidak menganggap lawan berat.

Huo Huai dengan dingin berkata, “He…. he…. jika kau

sudah tahu maksud kami, mengapa tidak langsung saja?”

Li Yuan-wai dengan wajah aneh melihat mereka,

mendadak dia berteriak, “Huo Huai, aku lihat kau sungguh

telah melihat setan, berniat melakukan kejahatan pada aku

Li Yuan-wai, kalian tidak mencoba cari tahu….”

Li Yuan-wai?! Jika dia adalah Li Yuan-wai, buat apa

mencoba mencari tahu?

“Li Yuan-wai?! Kau ini Li Yuan-wai yang mana? Kau….

kau ini bukan dipanggil Zheng Yuan Wang….” Li Gui-qiu

kali ini jadi ketakutan.

“Anakku, sampai kata Zheng Yuan Wang juga kau tidak

mengerti? Bodoh, sungguh bodoh….” kata Li Yuan-wai

sampai tertawa.

Dua orang itu bersama-sama membacanya dua kali,

benar…. Orang sungguh-sungguh datang untuk Zheng Yuan

Wang.

Nama orang, bayangan pohon.

Namun di bawah keserakahan dan mendapat untung

besar dua orang seperti sudah lupa lawan mereka adalah Li

Yuan-wai.

Melihat tingkahnya, mereka malah memandang Li

Yuan-wai sebagai ‘hartawan kambing gemuk’ yang

menunggu disembelih.

0ooo(dw)ooo0

Wajah dua orang itu gembira dan sorot matanya bersinar

melihat Li Yuan-wai, mmm, seperti menemukan balok

emas.

Li Yuan-wai bukan seorang idiot, mana mungkin tidak

melihatnya?

“Anakku, kalian…. tampang kalian sekarang sepertinya

anjing menemukan tulang, sungguh menakutkan orang….”

“He he…. Li Yuan-wai, betul, betul, kau adalah Li Yuanwai,

sedikit pun tidak salah, teman, bagaimana kalau kita

berdamai….” kata Huo Huai dengan licik tertawa.

Li Yuan-wai memiringkan kepala, berpikir apa orang ini

punya penyakit atau tidak?

Di dalam hatinya dia juga merasa sial, karena kejadian

ini, jika diwaktu dulu tidak mungkin akan terjadi keadaan

seperti sekarang.

Apakah sekali orang mengalami kesialan maka sampai

satu preman kelas sembilan pun berani menganggap enteng

dirinya?

Apakah dirinya benar-benar telah menjadi anjing di

rumah duka, hingga setiap orang bisa menghinanya?

Begitu terpikir kesialan yang diterimanya beberapa bulan

ini, Li Yuan-wai menjadi marah sekali sampai tertawa keras

berkata, “Ha ha…. ha! bagus, bagus, hebat, hebat, boleh,

tentu saja boleh, katakan saja! Mau bagaimana

berdamainya?”

Li Yuan-wai yang marah besar sampai tertawa, malah

membuat hati dua orang itu bergetar, sepertinya baru sadar

lawannya orang yang bagaimana.

Sehingga dua orang tidak berani menjawab.

Seperti angin ribut, empat tinju, dua kaki, sekaligus

dalam waktu bersamaan, semua dipukulkan pada Li Yuanwai,

juga ditendangkan pada Li Yuan-wai, pada permulaan

serangan mereka.

Penyerangan datangnya cepat, selesainya pun cepat.

Setelah sekian lama, akhirnya Li Yuan-wai bertemu

lawan yang bisa dikalahkannya, bukan satu orang, malah

dua orang sekaligus.

Tapi di dalam hati Li Yuan-wai sedikit pun tidak

gembira, malah sebaliknya merasa sedih.

Bagaimana dia tidak sedih?

Dua orang ini hanyalah preman kelas sembilan, paling

banter hanya mengerti sedikit tinju dan tendangan.

Dua orang itu setelah mendapat dua sampai tiga puluh

tamparan keras, wajahnya pasti jadi seperti roti.

Setelah Li Yuan-wai memukul, Li Gui-qiu bersujud

minta ampun, Huo Huai mencari giginya kemana mana

dan melarikan diri.

Sepatah kata pun dia tidak mengatakan apa-apa, terus

saja kabur.

Kerena dia sudah kehilangan selera mempermainkan

mereka lagi.

Dua orang yang tidak bisa membuka mata ini, tidak tahu

dan tidak mengerti mereka sudah diambil kembali dari

pintu neraka?

Tampak mereka memegang wajahnya sambil melihat

bayangan Li Yuan-wai yang menghilang, sorot matanya

tetap masih tidak bisa ditarik kembali.

Untuk berterima kasih? Atau menyesal?

Menyesal perak yang putih-putih itu, mengikuti

bayangan Li Yuan-wai, hilang dikegelapan malam.

0ooo(dw)ooo0

Seorang bisu boleh tidak bicara.

Tapi menginginkan seorang yang biasa bicara seharian,

tidak boleh bicara adalah satu hal yang menyusahkan.

Buat Xiao Dai yang biasanya banyak bicara, orang yang

banyak bicara ini, bisa bertahan berapa lama menahan tidak

bicara?

Hari ini baru saja habis makan, Xiao Dai sudah tidak

tahan, dia memanggil Qi Hong dan berkata, “Kak Qi Hong,

bolehkah kau temani aku ngobrol?”

Qi Hong tertawalah, tertawanya seperti gadis besar

berusia tujuh, delapan belas.

“Boleh! Kau ingin bicara apa?”

“Bicara apa saja juga boleh. Aku sudah hampir jadi gila

menahannya.”

“Betulkah? Beberapa hari ini aku lihat kau kurang

memperhatikan orang, tadinya aku mengira kecuali dengan

nona kami dengan siapa pun kau malas bicara!”

Xiao Dai tertawa pahit berkata, “Aku…. aku minta maaf,

karena…. karena….”

“Aku tahu, karena terhadap wanita kau sudah merasa

putus asa dan tidak gairah betul tidak?”

“Kau…. kau, bagaimana bisa tahu?!”

“Kau sendiri yang mengatakannya!”

“Aku yang mengatakannya?!” Xiao Dai sungguh tidak

ingat kapan dia pernah mengatakannya.

“Disaat kau baru saja datang kesini terus dalam keadaan

tidak sadar, tapi kau terus mengigau ‘aku benci kau, kau

telah membohongi aku’ dua kata ini,” kata Qi Hong sambil

tertawa.

Perkataan dalam mabuk dan perkataan dalam mimpi

memang adalah perkataan yang orang lain bisa mendengar,

diri sendiri tidak bisa mendengar.

Jika ingin memahami pikiran seseorang, hanya dalam

keadaan mabuk dan mimpi baru dapat memastikan bahwa

perkataannya jujur.

Wajah Xiao Dai menjadi merah.

Bagaimana pun perkataannya sewaktu mimpi jika

seseorang mengatakan dihadapannya sendiri, sedikit sekali

orang yang wajahnya tidak merah, apa lagi dua perkataan

ini memang bisa membuat wajah menjadi merah.

“Dai…. Tuan muda Dai.” Qi Hong melirik sekali pada

Xiao Dai berkata, “Dia…. dia itu wanita macam apa?!”

Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh Xiao Dai,

mana bisa dirasakan oleh Qi Hong.

Sepertinya terjatuh ke dalam nostalgia, wajah Xiao Dai

tampak berubah-rubah dengan cepat, ada gembira, ada

sedih, ada kebengongan lebih-lebih ada rasa putus asa.

Pelan-pelan, dengan kaku, Xiao Dai berjalan ke depan

jendela.

Qi Hong mendadak sadar dirinya telah mengajukan satu

pertanyaan yang tidak seharusnya ditanyakan, tapi ini juga

satu hal yang dia sangat ingin tahu, mana bisa dia menahan

diri tidak menanyakannya?

Tidak tahu sudah lewat berapa lama, tahu-tahu di dalam

rumah sudah bertambah gelap, baru saja Qi Hong

menyalakan lampu….

“Dia adalah seorang wanita, seorang yang bisa membuat

aku gila, dan bersedia mati demi dia…. bersamaan itu dia

juga setan, setan yang siapa pun tidak akan bisa

menyadarkannya….” kata Xiao Dai dengan berat.

Qi Hong dengan tidak mengerti berkata “Iii” sekali,

dengan perlahan berkata, “Ma…. maaf, aku pikir aku telah

salah bertanya, pasti membuat kau se…. sedih.”

“Aku yang menahanmu, aku yang ingin bicara

denganmu….” kata Xiao Dai tetap tidak membalikkan

tubuhnya, juga sepertinya sedang mengingat-ingat.

“Apa dia…. dia telah membohongimu, sampai kau begitu

membenci dia?”

Qi Hong kelihatannya ingin sekali mengetahui

segalanya.

Bukankah setiap wanita suka sekali menanyakan

perasaan orang lain?

Atau memang dia tidak mempunyai bahan percakapan

lain?

0ooo(dw)ooo0

Mungkin karena Xiao Dai tidak dapat mencari orang

untuk diajak bicara.

Atau mungkin juga dia hanya bermaksud melampiaskan

kekesalan yang sudah menumpuk di dalam hatinya.

Atau mungkin dia sudah lupa dia itu siapa.

Dia sudah menceritakan hubungan antara dia dan

Ouwyang Wu-shuang dan Li Yuan-wai, juga di antaranya

hubungan yang rumit itu.

Dia menceritakannya dengan tenang, sepertinya sedang

menceritakan hal yang semua orang sudah tahu.

Tapi Qi Hong dengan tekun mendengarkan, saking

asyiknya sampai satu kata, satu huruf pun tidak dilewatkan.

Xiao Dai dengan Qi Hong sudah melupakan segalanya,

melupakan kedudukan, melupakan hubungan antara wanita

dan laki-laki, lebih-lebih melupakan jarak usia masingmasing,

malah lupa akan waktu yang terus berjalan.

Tidak tahu kapan, tahu-tahu Xiao Dai sudah

membalikkan tubuh dan duduk.

Dan kapan Qi Hong menahan dagunya dengan sepasang

tangan, di dalam matanya berlinang air mata.

Didunia banyak cerita yang mengharukan dan bagus.

Tidak diragukan lagi, cerita cinta adalah cerita yang

paling menarik semua orang, juga cerita yang paling

menggetarkan hati.

Malam ini malam yang gelap, ada angin tidak ada bulan.

Cerita apa yang disebut cerita bagus? Dan cerita apa

yang disebut cerita tidak bagus?

Yang paling penting semua ditentukan oleh orang yang

mendengarkannya, perasaan yang dia terima, dan bisa tidak

mendapat simpatiknya.

Qi Hong tidak diragukan adalah pendengar yang baik,

juga adalah pendengar yang paling tidak bersuara.

Ketika Xiao Dai mengatakan kata terakhir, dia baru

menyadari wanita ini dari awal sampai akhir tidak pernah

mengucapkan satu kata pun, diam di sana mendengarkan,

mendengarkan cerita yang dirinya juga tidak bisa

membedakan cerita cintanya.

Xiao Dai mengeluarkan suara Iii…. yang panjang,

perasaan dia sekarang seperti telah berjalan ribuan li dan

akhirnya sampai ketempat tujuan, dia sekarang merasa

enteng seperti telah melepaskan beban yang sangat berat.

Juga seperti baru sembuh dari sakit berat, lega setelah

melepas beban berat.

“Bagaimana pendapatmu?” tanya Xiao Dai, dia ingin

mendengar kritikan Qi Hong terhadap dirinya, juga ingin

mendengar pendapatnya.

“Aku?! Pendapat aku?” Qi Hong seperti tidak menduga

ada pertanyaan ini.

Xiao Dai tidak bicara, dia hanya menatap lawan

bicaranya.

Dari sorot mata Xiao Dai yang teguh Qi Hong tahu jika

tidak menjawab pertanyaannya, dia mungkin akan

mengambil pisau dan membunuh dirinya.

Jadi dia berkata, “Aku tidak berani berpikir.”

“Tidak berani berpikir?! mengapa?!”

“Karena itu bukan cinta, antara kau dengan dia tidak ada

cinta, asmara yang tidak ada cinta bisa saja terjadi, tentu

saja aku tidak berani berpikir.”

Xiao Dai tidak mengerti dengan pandangan penuh

pertanyaan menatap Qi Hong.

“Apa kau ingin aku mengatakan?! Apakah sungguh ingin

aku katakan?!”

“Betul, aku ingin kau beritahu aku, dan juga harus

mengatakan sejujurnya.”

Wanita lebih mudah mengerti perasaan wanita, wanita

yang sudah matang, mengartikan cinta pasti mempunyai

pengertian sendiri.

Qi Hong adalah wanita, juga wanita yang sangat

matang.

Jadi Xiao Dai tentu saja ingin tahu jalan pikirannya,

apalagi dia telah mengatakan pendapat yang sulit

dimengerti itu.

“Sejak dari dulu dia tidak pernah mencintaimu,” kata Qi

Hong.

“Aku tahu, walau orang idiot juga tahu, jika tidak, dia

pasti tidak akan mencelakakanku.”

“Sejak dari dulu kau juga tidak pernah mencintai dia,”

kata Qi Hong lagi.

Xiao Dai tidak berkata, tapi semua orang tahu

pandangan mata dia sedang berkata, “Kau kan bukan aku,

kenapa bisa begitu yakin aku tidak pernah mencintainya?”

Qi Hong tertawa, “Itu bukan cinta, hanya semacam suka

saja.”

Xiao Dai masih tidak bicara. “Kalian bertiga saat itu

bermain bersama, usianya sama-sama masih sangat kecil,

juga sangat muda. Sekarang coba tinggalkan semuanya,

tidak bicarakan ketenaran nama, tidak bicarakan kepintaran

atau bakat, aku hanya bicara usia, dengan serius kukatakan,

waktu itu kalian masih anak setengah besar tidak bisa

dihitung besar, seorang anak mana bisa mengerti cinta

antara laki-laki dan perempuan? Jangan menyangkal, juga

tidak boleh membela, tunggu sampai aku habis

mengatakannya, boleh tidak?”

Qi Hong menghentikan Xiao Dai yang ingin bicara tapi

tidak jadi, dia lalu melanjutkan, “Aku adalah wanita, aku

tahu wanita lebih cepat matang, tapi aku juga tahu keadaan

hati seorang anak laki-laki besar. Mungkin waktu itu

Ouwyang Wu-shuang sudah mengerti cinta, tapi aku berani

memastikan, kau dan Li Yuan-wai pasti tidak mengerti.

Tentu, kau mengira jika bersama dengan dia, kau merasa

sangat gembira, malah merasakan semacam perasaan tidak

bisa meninggalkan dia, tapi itu hanyalah semacam suka,

satu sifat alami, semacam sifat alami manusia berlainan

jenis yang tentu saling tertarik…. kau sekarang bayangkan

dengan teliti kembali, betul tidak seperti yang aku

katakan?!”

Xiao Dai terdiam.

Artinya terdiam, biasanya juga berarti apa yang

dikatakan orang memang masuk akal.

“Tapi….” Xiao Dai baru saja ingin berkata, tapi dicegah

Qi Hong dengan mengangkat tangan.

“Aku mengerti maksudmu, kau sekarang sudah besar,

tapi aku tetap ingin beritahu, itu juga pasti bukan cinta. Saat

setelah kau bertemu kembali dengan Ouwyang Wu-shuang,

kau ingin menebus dosamu, karena kau mengira, kau

dengan Li Yuan-wai telah membuang dirinya, sampai dia

terburu-buru menikah, semuanya dikarenakan oleh kalian,

jadi kau di dalam situasi begini mengaburkan ‘cinta’, yang

lama, kau semakin tidak bisa membedakan apakah kau

mencintai dia atau tidak, Sampai akhirnya berubah menjadi

sesuatu kenyataan, yaitu sebenarnya kau sama sekali tidak

memikirkannya, kau hanya mengira ketika kau bersama

dengan dia maka kau harus mencintai dia….”

Xiao Dai jadi tertegun, sekarang diwajahnya yang kurus

tampak satu ekspresi yang tidak pernah ada, itu adalah

semacam sadar, terbebas, mengerti, dan wajah yang sedikit

pahit.

Tiba-tiba dia seperti ditampar keras beberapa puluh kali,

ada sedikit tidak percaya, ada sedikit marah, malah ada

sedikit perasaan terbebas.

“Kau…. kau baru kenal aku beberapa hari, mana bisa….

mana bisa….”

“Mana bisa begitu mengerti akan dirimu betul tidak?”

kata Qi Hong diwajahnya menjadi merah, tapi dia dengan

tenang berkata, “Ada orang sudah kenal banyak tahun,

malah ada suami istri sudah bersama seumur hidup, tapi

tidak bisa memahami diri pasangannya, namun ada orang

yang baru kenal satu hari, malah hanya bertemu muka satu

kali, dia sudah bisa tahu apa yang dipikirkannya. Lagi pula

aku sudah kenal kau sepuluh hari lebih, juga mungkin

karena aku teliti, ditambah usia…. aku, yang penting aku

juga pernah muda, aku tentu saja tahu perasaan anak

muda….”

Xiao Dai melihat pada Qi Hong, melihatnya sampai

sedikit bengong.

…. Dia sedang berpikir, dia sungguh seperti seorang

kakak, malah seperti seorang ibu.

…. Dia sedang berpikir, dia juga wanita yang sulit

dimengerti.

Dia sungguh tidak mengerti mengapa dirinya hari ini

bisa begitu banyak bicara dengan dia, dan juga yang

dibicarakan malah semua masalah perasaan pibadi dirinya.

Dia juga tidak mengerti seorang pelayan wanita bisa

mengerti begitu banyak hal, dan setiap kata yang

dikatakannya juga menggetarkan dirinya.

Xiao Dai selamanya tidak pernah menganggap enteng

orang, terhadap Qi Hong dia sungguh berterima kasih,

bukan karena dia hanya seorang pelayan wanita yang biasa

melayani orang, lalu merasa dirinya lebih tinggi darinya.

Dia jadi sangat serius, dengan hormat berkata, “Terima

kasih, kak Qi Hong, hari ini aku baru tahu ‘sekali bercakap

denganmu, lebih bermanfaat dari pada membaca buku

sepuluh tahun’ kata-kata ini memang benar.”

Qi Hong tertawa, cara dia tertawa siapa pun tidak akan

mengira dia adalah wanita yang sudah berusia tiga puluh

tahun lebih.

“Harap kau tidak menganggap aku sedang berkhotbah,

karena dengan kedudukanku….”

“Tidak, tidak, kau jangan salah paham, tiba-tiba aku

merasakan aku sangat senang berbicara denganmu, karena

kata-katamu sungguh membuat aku jadi mengerti banyak

hal, walau aku adalah teman nona kalian, tapi aku ini orang

yang selamanya tidak pernah merendahkan orang lain, kau

juga jangan merendahkan dirimu, apalagi kau sangat dalam

pengetahuannya….”

“Betulkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih

padamu tidak menganggap aku sebagai orang rendahan….

semua yang aku katakan tadi hanyalah perasaan pribadiku

saja, harap kau jangan merasa terganggu, bagaimana pun

aku bukan kau, aku tidak bisa merasakan perasaan diwaktu

itu di dalam hatimu….”

Xiao Dai mengeluh katanya, “Tidak, kau benar

mengatakannya, perasaan diwaktu itu memang perasaan

yang tidak berani kupikirkan, setelah kau mengatakannya,

aku jadi sadar, aku memang merasa pada awalnya hanyalah

perasaan suka saja, dan selanjutnya juga benar hanya

perasaan harus menebus dosa. Aku pikir, aku sekarang

sudah mengerti rasa cinta dan suka tidak bisa dicampur

adukan…. tapi, apa ‘cinta’ itu sebenarnya? apa yang disebut

‘cinta’….?”

Qi Hong tidak berkata lagi. Apa betul dia juga sedang

memikirkan pertanyaan ini?

“Kak Qi Hong, aku pikir kau juga pasti pernah mencintai

seseorang, bisakah kau beritahukan padaku?” Xiao Dai

seperti anak kecil yang kehausan mendapatkan jawaban.

Wajah Qi Hong menjadi merah, bukan hanya wajahnya

saja, sampai lehernya juga menjadi merah.

Wanita yang seusia dia, wajahnya bisa merah dan malu

seperti seorang gadis remaja, tentu saja membuat Xiao Dai

jadi merasa aneh.

Mungkin dia sudah menganggap dirinya sebagai

kakaknya, walau pertanyaan dia membuat orang sulit

menjawabnya, tapi tidak akan sampai membuat diajadi

begini!

“Sejak kecil sampai besar aku belum pernah

meninggalkan tempat ini, selain ayahku, dirimu adalah lakilaki

yang pertama aku kenal, aku…. bagaimana aku bisa

memberitahu?,” kata Qi Hong dengan terus terang sambil

mengangkat kepala.

Ini adalah perkataan yang tidak masuk akal yang seumur

hidup Xiao Dai baru dengar.

Dia tidak tahu harus percaya dari mana, karena memang

dia tidak percaya.

Dia bukan saja jadi bengong, mulutnya juga menganga

besar, mungkin karena besar, satu pot bunga Ju juga bisa

masuk.

Dia seperti melihat wajah setan, juga seperti kehilangan

rohnya, dengan tanpa sadar melongo melihat Qi Hong.

Tentu saja dia tahu yang dikatakan adalah kata-kata

yang sebenarnya, dia tidak perlu membohongi, dari

wajahnya saat dia berkata-kata, sudah memberitahukan

orang bahwa dia berkata jujur.

Qi Hong sangat gelisah, juga sangatmenyesal….

Kenapa orang tidak bisa mendengar dan menerima

perkataan yang jujur?

Jika dia tahu sejak awal perkataan yang jujur bisa

menjadikan wajah orang menjadi aneh begini, lebih baik dia

berkata bohong saja.

Tapi seumur hidup satu perkataan bohong pun belum

pernah dia mengatakannya?

Jika wajah seseorang seperti wajah setan melihat dirinya,

perasaan macam apa yang akan timbul?

Wajah Qi Hong yang tadinya merah sekali, sekarang

pelan-pelan mulai memudar, kemudian yang terjadi adalah

pucat pasi.

Dia mulai gemetar, bersamaan itu air matanya juga

sudah mulai mengucur….

Dari tadi Xiao Dai sudah merasa aneh.

Karena sejak semula dia susah mengatakannya, keadaan

Qi Hong berbeda dengan orang biasa, akhirnya dia

mengerti.

Xiao Dai sulit menyalahkan dan bisa mengerti, wanita

ini tidak bisa disalahkan, dia kelihatannya seperti wanita

yang matang tapi hatinya seperti hati gadis remaja…. hati

yang ingin banyak tahu.

Tidak aneh, terhadap segala hal dia juga ingin tahu, apa

lagi terhadap urusan laki-laki.

Seorang wanita jika seumur hidupnya hanya

berhubungan dengan ayahnya saja, ketika ada laki laki lain

muncul, apakah dia tidak ingin tahu mengenai laki-laki itu?

Dia bisa menahan diri tidak sampai menelanjangi Xiao

Dai, melihatnya dengan teliti, seperti melihat sesuatu yang

aneh!

Air mata wanita adalah satu alat ampuh untuk

menyerang, juga adalah senjata pertahanan yang paling

ampuh.

Tidak perduli wanita itu berusia berapa tua, jika air

matanya mudah dikeluarkan tentu juga mudah

menghentikannya.

Xiao Dai pernah melihat banyak wanita menangis, juga

pernah melihat air mata banyak wanita.

Tapi tidak pernah melihat air mata wanita yang

membuat dia begitu ketakutan, dia sungguh tidak tahu

harus berbuat apa.

Apa lagi dia hanya mengucurkan air mata, tapi tidak

menangis.

Xiao Dai ketakutan, di dalam hatinya timbul rasa

penyesalan yang mendalam, bagaimana pun dia sadar

kelakuannya dan ekspresi wajahnya tidak bisa dimaafkan

orang.

Maka….

“Qi…. kak Qi Hong, aku minta maaf, aku sungguh harus

mati, aku…. hai! entah harus mulai dari mana

mengatakannya…. aku tidak sengaja, sungguh, aku tidak

bermaksud mentertawakan, aku bisa bersumpah pada

langit….”

Xiao Dai ketakutan sampai mengucurkan keringat

dingin.

Qi Hong tidak bicara, tapi menghentikan air matanya.

Sekarang dia menempelkan lengan bajunya, mengusap

bekas air mata.

“Aku…. kau…. kau bisa beri tahukan padaku sebenarnya

ada masalah apa?” kata Xiao Dai yang tentu saja ingin tahu.

Karena seorang manusia, mana mungkin tinggal di

dalam gunung sendirian tidak berhubungan dengan orang

lain?

Yang sulit dimengerti adalah dia tidak pernah

berhubungan dengan laki-laki, tapi bisa dengan lancarnya

membicarakan hubungan antara wanita dan laki laki?

0ooo(dw)ooo0

Setelah melihat kejujurannya Xiao Dai, dia mengerti

Xiao Dai sungguh tidak bermaksud lain.

Wajah Qi Hong yang sulit diduga berapa usianya itu,

akhirnya tampak tersenyum.

Senyumnya memberikan kesan pada Xiao Dai seperti

senyum anak kecil, begitu cantik, begitu polos.

Dia mengedipkan mata, seperti sedang mengingat, juga

seperti sedang menenangkan pikirannya.

“Ayah dan ibuku adalah pelayannya ayahnya nona, sejak

aku ingat aku terus ada di sini, sampai usia aku delapan

belas tahun ayah dan ibu ku berturut-turut meninggal dunia,

selanjutnya aku jadi sudah terbiasa seorang diri di dalam

gunung ini, biasanya nona adalah satu satunya orang lain

yang ada di sini, dia juga tidak sering datang, tapi setiap kali

dia datang pasti membawakan beras satu perahu penuh,

bermacam-macam barang keperluan sehari hari, cukup

kebutuhan aku satu tahun….”

“Kau…. kau apa selama ini tidak pernah ada keinginan

untuk melihat dunia diluar?”

Qi Hong menggelengkan kepala, berkata, “Dulu ingin,

tapi tidak ada kesempatan, sekarang usia sudah bertambah,

malah jadi takut ke dunia luar, lebih-lebih nona tidak

pernah membicarakannya, mana aku berani buka mulut

memintanya? Bagaimana pun aku orang rendahan, lagi

pula kami sekeluarga berhutang budi pada tuan besar,

mungkin seumur hidupku, tidak akan bisa membalas

budinya….”

“Kalau begitu ketika setiap kali perahunya datang, pasti

ada nelayannya, kenapa kau bisa mengatakan tidak pernah

melihat laki laki lain?”

“Nelayan?! Apakah wanita tidak bisa menjadi nelayan?”

Sungguh Xiao Dai tidak terpikir, tentu saja wanitajuga

bisajadi nelayan.

Jadi apa yang dia ingin tahu? Mengapa dia bisa

menanyakan masalah ini?

Atau apakah dia ingin membuktikan?

“Kau bisa bersilat tidak? bagaimana caranya kau tahu

masalah diluar?” tanya Xiao Dai merasa aneh.

“Aku bisa bersilat, ayah dan ibuku yang

mengajarkannya, apakah kau pernah dengar sebuah

perkataan?”

“Perkataan apa?”

Sastrawan tidak keluar rumah, bisa tahu masalah di seluruh

dunia.”

Xiao Dai tentu saja mengerti, tapi dia tidak mengerti

seorang sastrawan yang tidak membaca buku, mana

mungkin bisa tahu masalah di seluruh dunia?

Melihat kecurigaan Xiao Dai, Qi Hong berkata, “Mari,

aku antar kau melihat-lihat ‘gudang buku’ aku.”

“Apakah jauh?”

“Tidak jauh, oya, betul, aku hampir saja lupa. Saat mau

pergi nona berpesan, penyangga ditubuhmu hari ini sudah

boleh dilepaskan.”

“Haya! Nenek besarku, mengapa kau bukan katakan dari

tadi….”

Jelas Xiao Dai sudah amat tersiksa oleh ‘borgol’ ini,

dengan dua tiga kali gerak saja dia sudah melepaskan

penyangga ini.

Qi Hong melihat gerakan dia yang lucu, tidak tahan jadi

tersenyum.