HAMUKTI PALAPA

HAMUKTI PALAPA

Karya : Langit Kresna Hariadi

Sepuluh bulan sudah waktu berlalu dari hujan terakhir, menjadikan udara demikian kering dan sengsara. Itu berlangsung sejak Kasanga (bulan ke sembilan tahun Icaka), terus merayap ke bulan Kasapuluh, Hapit Lemah, Hapit Kayu, Kasa, Karwa, melewati bulan Katelu. Namun, ketika bulan Kapat dan Kalima langit masih saja bersih tanpa selembar pun mendung, keadaan yang demikian sungguh sangat mencemaskan. Baca lebih lanjut

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Karya : Langit Kresna Hariadi

Source : http://lontaremas.blogspot.com/

Sekar Kedaton, sangatlah sesuai dengan wujudnya yang memang cantik. Itulah Dyah Wiyat yang punya alasan untuk gelisah. Benda bernama cermin yang mampu memantulkan wujudnya lebih nyata dan lebih sempurna daripada permukaan jambangan yang penuh air membuat hatinya gelisah. Bukan cermin itu yang membuatnya resah, tetapi orang yang menghadiahi benda itu. Dan, emban yang bersimpuh di depannya menatap Sekar Kedaton dengan cemas. Ia layak cemas karena telah menyembunyikan sebuah keterangan yang penting. Emban itu tidak mengatakan siapa pemberi cermin itu sebenarnya. Baca lebih lanjut

Gajahmada

Gajahmada

Karya : Langit Kresna Hariadi

Source: http://lontaremas.blogspot.com/

Perjalanan sejarah berlangsung sangat panjang dan tak diketahui di mana ujungnya. Ada dua wangsa yang tercatat dan keberadaan mereka ditandai dengan megah dalam wujud candi Borobudur di arah barat Gunung Merapi dan candi Jonggrang di Prambanan di arah selatan gunung itu pula. Garis keturunan Syailendra dan garis keturunan Sanjaya silih berganti menyelenggarakan pemerintahan. Agama Hindu dan Buddha marak mewarnai kehidupan segenap rakyatnya. Hukum ditegakkan, negara dalam keadaan gemah ripah loh jinawi. Baca lebih lanjut