Kelelawar Hijau – (Lanjutan Payung Sengkala)

Kelelawar Hijau

(Lanjutan Payung Sengkala)

Saduran : SD LIONG

Ebook oleh : Dewi KZ

Source : Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

DALAM klsah “Payung Sengkala” diceritakan bahwa

dalam suatu perebutan sengit diatas jembatan kota Lok

Yang untuk memperebutkan jinsom sisik naga yang berusia

sepuluh ribu tahun, akhirnya benda mestika itu berakhir

diperoleh Lam-kong Pak sijago kita.

oleh Pek-li Gong sipencuri sakti benda mustika yang

seharusnya menjadi hak miliknya itu diserahkan kepada

Soen Han siang ibu dari Lam-kong Pak sebagai mas kawin.

Dimana kemudian Jinsom itu harus ditelan oleh Lamkong

Pak agar tenaga dalamnya bertambah sehingga

perlawanannya menghadapi Perkumpalan Bulu Hijau yang

ditunjang dua orang gembong iblis sakti bisa berhasil

dengan sukses.

Tapi timbul masalah baru, karena untuk menelan Jinsom

sisik naga berusia sepuluh ribu tahun itu harus dibarengi

pula dengan obat pengiring yang merupakan cairan lendir

dari enam sampai delapan orang gadis perawan.

Untung disamping Pek-li Hiang serta Yoe Tien masih

ada coe Li Yap, cioe cien cien, Liuw Hoei Yan serta cioe Ih

Boen enam orang.

Demikianlah, maka diputuskan keenam orang gadis

perawan itu membantu Lam-kong Pak untuk mencairkan

jinsom yang tak ternilai harganya itu.

Terdengar Pek-li cong berkata: “Dewasa ini dikalangan

kita keparat Cilik she Lamkong inilah merupakan

pemimpin kita, agar pertarungannya memperebutkan

kekuasaan dengan pihak perkumpulan Bulu Hijau berhasil

dengan sukses, kita musti jadikan dirinya sebagai jago kelas

kelas satu, oleh sebab itu didalam melaksanakan tugas yang

amatpenting ini, kita musti mencari suatu tempat yang

tersembunyi letaknya”.

“Eeei pengemis tua” sela siang Hong Tie. “aku lihat

rumah gubukmu terletak disuatu tempat yang terpencil dan

sunyi keadaannya, lebih baik kita berangkat kesitu saja”

Maka berangkatlah beberapa orang itu menuju ketempat

tinggal dari pek-li Gong. Rumah gubuk dengan belasan bilik

serta pemandangan yang indah memang merupakan suatu

tempat yang strategis letaknya.

sepintas lalu rumah itu menyerupai rumah kaum petani

biasa yang dikelilingi sawah dan kebun. serentetan pohon

Liuw tumbuh disisi pagar bambu menutupi pandangan

orang luar terhadap gerak gerik didalam.

Ketika soen Han siang menyampaikan maksud tersebut

kepada kedua orang dara ayu itu, dengan wajah tersipu-sipu

dan kemalu-maluan mereka menganggukan kepalanya,

padahal memang kejadian ini merupakan pucuk dicinta

ulam tiba bagi mereka.

sebab setelah soen Han siang berkata demikian, berarti

pula kejadian itu akan berubah jadi kenyataan dan mereka

tak usah menanti dilamar orang lagi.

sementara itu Pek-li Gong telah membagi jinsom sisik

naga berusia sepuluh ribu tahun itu jadi enam bagian, dua

bagian diberikan lebih dabulu kepada Lam Long Pak untuk

ditelan. kemudian baru memberi kisikan kepada kedua

orang gadis itu untuk masuk kedalam ruangansedangkan

sekalian para jago lihay segera menyebarkan

diri disekeliling rumah gubuk itu untuk menjaga segala

kemungkinan yang tidak diinginkan.

Setelah Lam-kong Pak masuk kedalam kamar,

tampaklah kedua orang dara ayu itu dengan wajah bersemu

merah duduk tersipu di sudut pembaringan.

“Yoe cici” terdengar Pek-li Hiang berbisik lirih. “Kau

duluan aach….”

“Tidak bisa jadi” sahut Yoe Tien sambil gelengkan

kepalanya berulang kali. “Meski pun cici lebih tua beberapa

tahun darimu, tapi kalian berkenalan lebih duluan, tidaklah

pantas kalau cici mendahului dirimu. . . ayolah kau tak

perlu malu2 lagi….,”

“Begini saja bagaimana kalau adik Pak saja yang

memutuskan???”

“Baiklah ” kata Lam-kong Pak. ” Lebih baik enci Yoe

lebih duluan- . . .aaaai kalian rela membantu diriku,

membuat siauw-te merasa amat berterima kasih”.

“Adik Pak kau tak usah mengucapkan kata- kata yang

tak enak didengar lagi, asal kau jangan sampai suka yang

baru melupakan yang lama, kami sudah merasa cukup

puas”. Air muka Lam kong Pak berubah jadi serius.

“Enci Yoe” katanya. “Meskipun siauwte bodoh dan tidak

bisa berpikir, tetapi aku bukan seorang lelaki yang gampang

melupakan yang lama untuk menikmati yang baru, kalian

berdua boleh legakan hati dan tak usah kuatirkan lagi. .

.persoalan itu”.

Dalam pada itu Pek li Hiang telah menyingkir kesamping

dan alihkan sinar matanya memandang keluar jendela.

sedangkan Yoe Tien sambil baringkan tubuhnya diatas

pembaringan. ujarnya dengan mata memancarkan

kelembutan: “Adik Pak ayohlah kita mulai”,

Lam-kong Pak naik keatas pembaringan dan mereka

berdua pun segera saling bertindih-tindihan dan saling

memeluk dengan kencangnya, bibir beradu dengan bibir,

hati bertemu dengan hati. air liur yang berbau wangi setetes

demi setetes mengalir keluar dari bibir Yoe Tien,

membasahi tenggorokan sianak muda itu dan langsung

turun kearah pusar.

Dua buah jantung berdebar dengan kerasnya. empat

mata bersatu padu memancarkan napsu birahi yang amat

tebal, terutama sekali Yoe Tien adalah seorang gadis yang

mulai menanjak dewasa, sepasang payudaranya yang

montok putih dan besar bagaikan sepasang bukit cukup

membuat hati Lam kong pak syurr-syurran, hampir saja

sukmanya terasa melayang meninggaikan raganya.

“Adik pak.jangan terpengaruh oleh napsu birahi. . .cepat

tarik kembali angan2mu yang nyeleweng…”bisik Yoe Tien

memperingatkan.

Lam Kong Pak terperanjat. cepat2 tarik kembali

pikirannya yang mulai terpengaruh oleh napsu birahi dan

salurkan hawa murninya kedalam pusar, dengan cepat air

liur yang mengalir keluar dari bibir Yoe Tien telah

bercampur jadi satu dengan jinsom sisik naga berusia

sepuluh ribu tahun itu ada menyebar keseluruh urat penting

ditubuhnya.

setengah jam sudah lewat, Yoe Tien mendorong tabuh

sianak muda itu kesamping sambil bisiknya:

“sudah selesai, sekarang tiba gilirannya adik Hiang untuk

menggantikan kedudukanku”.

Lam Kong Pak tidak melepaskan dara ayu itu begitu

saja. Ia peluk tubuhnya kencang2 dan mencium bibirnya

dengan penuh kemesraan.

Yoe Tien semakin tersipu sipu, dengan wajah merah

padam ia segera meronta bangun, selesai berpakaian ia

menuju ketepi jendela sambil serunya:

“Adik Hiang, sekarang tiba giliranmu”

Pek-li Hiang, rada sangsi sejenak. tapi ia menurut juga.

setelah melepaskan pakaiannya ia jatuhkan diri berbaring

diatas pembaringan dan membiarkan tubuh pemuda she

Lam-kong itu menindih dirinya.

Entah berapa lama sudah lewat, akhirnya sianak muda

itupun telah menyelesaikan tugasnya. menanti kedua orang

dara ayu itu sudah berlalu. seorang diri Lam-kong pak

duduk bersila mengatur pernapasan, sebab ia harus duduk

sementara di selama tiga hari tiga malam lamanya untuk

menyebarkan penggabungan cairan liur gadis perawan

dengan jinsom berusia sepuluh ribu tahun itu keseluruh

bagian tubuhnya.

Dua hari dua malam dengan cepatnya telah berlalu,

ketika tengah malam kentongan ketiga pada hari ketiga

menjelang tiba, dimana Lam-kong Pak sedang duduk

bersemedi didalam keadaan lupa segala-galanya. tiba-tiba ia

rasakan dari jalan darah Pak Hoei-biat diatas tubuhnya

mengalir masuk segulung hawa panas yang amat deras dan

gencar.

Mula2 dia masih mengira bahwa itulah akibat dari reaksi

jinsom sisik naga berusia sepuluh ribu tahun yang

menunjukkan kasiatnya, hingga tanpa menggubris pemuda

itu maneruskan kembali semedinya, tapi kemudian hawa

panas itu makin lama semakin dahsyat, didalam urat2

penting disekujur tubuhnya serasa ber-gerak2 seperti ada

ber-puluh2 ekor tikus yang berlarian kesana kemari, hatinya

jadi bergerak.

Tetapi pada saat itu ia berada dalam keadaan yang paling

penting. tak mungkin baginya untuk membuka matanya

memeriksa. Menunggu fajar telah menyingsing dan

semedinya telah selesai barulah matanya per-lahan2

direntangkan.

Alangkah terkejutnya sianak muda itu tatkala matanya

sempat menangkap bayangan sesosok tubuh manusia

tembaga sedang bergerak sempoyongan keluar lewat

jendela.

sadariah Lam-kong Pak babwa manusia tembaga itu

telah membantu dirinya dengan salurkan hawa murni yang

sempurna. Tidak sempat memberitahu kepada sekalian

penjaga yang bersiap siaga disekeliling tempat itu lagi, ia

segera enjotkan badandan menyusul dari belakang.

Terlihatlah manusia tembaga itu makin lama berjalan

semakin cepat, gerakan tubuhnya mulai mengambang dan

sukar dilukiskan dengan kata2.

Lam-kong Pak segera mengerahkan segenap kekuatan

yang dimilikinya, dalam waktu singkat ia berhasil menyusul

sampai jarak dua puluh tombak lebih, teriaknya keras2:

“cianpwee tunggu sebentar, boanpwee sudah sepantasnya

kalau mengucapkan rasa terima kasihku atas budi kebaikan

yang telah kau berikan”

Tetapi manusia tembaga itu tetap berlagak pilon dan berpura2

tidak mendengar, bukannya berhenti malahan

gerakan tubuhnya kian lama kian bertambah cepat, se-olah2

dia takut disusul oleh sianak muda itu.

Lam kong Pak enjotkan badannya dua kali, tubuhnya

melesat jauh lebih cepat lagi dari keadaan semula Jarak

diantara mereka berdua pun semakin dekat lagi, kini

mereka hanya terpaut antara tujuh sampai delapan tombak.

sementara ia hendak berteriak lagi, mendadak bayangan

manusia berkelebat lewat, tahu-tahu seorang wanita

berkerudung hitam telah menghadang pergi jalan orang itu.

Lam- Kong Pak mengenali orang itu sebagai “Toa-Pei-

Liong in” atau si wanita pengasingan, sedangkan manusia

tembaga itu kemungkinan besar adalah ayah kandungnya

“Hong Loei Khek” si jago Angin Geledek Lam Kong Liuw,

karena ingin tahu ganjalan serta hubungan apa yang terjalin

diantara kedua orang itu. maka cepat2 ia sembunyikan diri

dibelakang sebuah batu besar.

Dalam pada itu si manusia tembaga tadi sudah

menghentikan langkah kakinya, namun ia tetap

membungkam seribu bahasa.

“siapakah dirimu??” terdengar perempuan pengasingan

menegur dengan suara berat.

“Manusia tembaga”

“omong kosong lebih baik dikurangi ” seru perempuan

pengasingan lagi dengan suara berat. “tentu saja aku tahu

bahwa kau adalah manusia tembaga, yang kutanyakan

adalah nama aslimu serta asal usulmu yang sebenarya”

“Nama asliku pun bernama manusia tembaga.” Toa Pei

Liong in perempuan pengasingan segera tertawa dingin-

“Hmmm…. kau tak usah melebihi diri, aku tahu bahwa

kau adalah “Hong Loei Lhek” Jagoan Angin Geledek Lam

kong Liuw bukankah begitu??”.

“salah besar Poen jien bukankah Lam kiong Liuw. juga

bukan Loe It Beng….”,

“Berbicara tanpa bukti tiada gunanya. bolehkah kau

unjukkan wajah aslimu sehingga loo-soen dapat

menyaksikan raut wajahmu yang sebenarnya?…”.

“Antara Poen-jien dengan dirimu tiada ikatan maupun

hubungan apapun. kenapa musti unjukkan wajah asliku

dihadapanmu??”.

“Lam kong Liuw, kau betul2 berhati kejam… kau tidak

mempunyai perasaan sedikit pun juga ” teriak perempuan

pengasingan dengan setengah menjerit.

Tapi manusia tembaga itu tetap tertawa. “Aku tidak

mengerti apa yang telah kau ucapkan? apakah kau tidak

takut bahwa pengutaraan perasaanmu itu telah keliru

dihadapan orang lain??”.

Ucapan ini manjur sekali, seketika itu juga Toi Pei

Liong-In betul2 tak berani mengutarakan isi hatinya lagi,

hanya ujarnya:

“Bila kau berani berlagak pilon pura-pura bodoh lagi,

Hmmmm jangan salahkan kalau Loo-soen segera akan

turun tangan menyerang dirimu”.

“omong kosong aku justru tidak habis mengerti apa

alasanmu mengejar diriku terus menerus dan menuduh aku

dengan segala tuduhan yang tidak genah.”

Toa Pei Liong in siperempuan pengasingan itu kontan

naik darah, ia menjerit keras lalu menubruk. kedepan, cakar

mautnya langsung meayambar wajah bagian depan

manusia tembaga itu.

Dengan sebat si manusia tembaga berkelit kesamping,

kemudian bergeser dengan sempoyongan seakan-akan

hampir saja ia kena dicengkeram.

kejadian yang sama sekali diluar dugaan ini tentu saja

membuat perempuan pengasingan jadi tertegun, ia tidak

mengerti apa sebabnya manusia tembaga tersebut secara

tiba-tiba berubah jadi begitu tak becus.

Tetapi Lam-kong Pak yang bersembunyi dibalik batu

besar mengerti sedalam-dalamnya. apa yang sebetulnya

telah terjadi, justru disebabkan sebagian besar hawa

murninya sudah tersalur kedalam tubuhnya itulah

mengakibatkan si Maausia Tembaga jadi lemah dan tiada

kekuatan untuk melancarkan serangan balasansementara

itu si-perempuan pengasingan telah tertawa

dingin dengan suara yang menyeramkan.

“Heeeh-heeeh-heeeh… aku mau lihat. dengan cara

apakah kau hendak meloloskan diri dari cengkeraman

telapakku….”.

Jurus2 serangan aneh segera dilancarkan dengan gencar

memaksa manusia tembaga itu terdesak mundur kebelakang

berulang kali, beberapa kali hampir saja badannya kena

cengkeram oleh pihak lawan-

Didalam keadaan demikian Lam-kong Pak justru malah

menaruh rasa simpatik terhadap Manusia Tembaga itu,

walaupun dia sendiripun kepingin tahu siapakah

sebenarnya maausia tembaga itu, tetapi la tidak ingin

memaksa orang dikala orang lain dalam kesusahan, tanpa

berpikir panjang tubuhnya segera melesat kearah depan dan

langsung mengirim satu pukulan dahsyat kearah perempuan

pengasingan-

Jurus serangan yang digunakan saat ini tidak lebih hanya

gerakan permulaan dari ilmu pukulan sam Hoo-It-Ciang-

Hoat, bilamana berada dimasa yang lampau tak nanti

dirinya merupakan tandingan dari si perempuan

pengasingan, siapa tahu ….

ketika dua gulung angin serangan membentur satu sama

lainnya sehingga menimbulkan suara ledakkan yang amat

dahsyat. kedua belah pihak masing2 tergetar mundur tiga

langkah lebar.

Menyaksikan hasil yang sama sekali diluar dugaan ini.

Lam Kong Pak jadi terkejut bercampur girang. Pikirnya^

“Andaikata bukan tenaga dalamnya yang mengalami

kemunduran pesat,pastilah tenaga lwekangku yang

memperoleh kemajuan diluar dugaan- Rupanya inilah hasil

dari khasiat jinsom sisik naga berusia sepuluh ribu tahun

yang tak ternilai harganya itu”. Dalam pada itu perempuan

pengasingan telah membentak dengan suara keras:

“Huuuh…. bajingan lagi2 kau si keparat cilik. . . .”

Blaaam…. sekali lagi terjadi bentrokan keras yang

menimbulkan suara ledakan dahsyat, kedua orang itu

masing2 mundur lagi sejauh satu tindak.

“Bajingan cilik” teriak perempuan pengasingan- “

^Rupanya kalian ayah dan anak dua orang memang sudah

sekongkol sedari tadi. Hmm …hati-hati kau”.

selama pembicaraan berlangsung kedua orang itu

kembali saling menghantam sebanyak tiga jurus, tetapi

siapapun tidak berhasil mendapat keuntungan didalam

bentrokan itu sementara bayangan tubuh si manusia

tembaga dalam sekejap mata telah lenyap tak berbekas.

Kemarahan dari Toa-pei Liong-in semakin memuncak.

sambil mencak2 kegusaran teriaknya:

“Bajingan cilik. kau telah melepaskan si manusia

tembaga itu. Bagus sekarang loo-nio akan mencari

perhitungan dengan dirimu”

“Tahan” hardik Lam kong Pak. “sebelum pertempuran

dilanjutkan, terlebih dahulu aku hendak bikin terang duduk

persoalan, sebenarnya permusuhan apakah yang terikat

antara dirimu dengan keluargaku?”.

Ditanya secara gamblang. Toa-pei Liong-in jadi merasa

sungkan sendiri untuk menjawab, hanya serunya: ” Untuk

mengetahui duduknya perkara lebih baik kau pulang dan

tanyakan sendiri persoalan ini kepada ibumu yang tak tahu

malu itu”.

Habis berkata ia mengirim satu pukulan dahsyat kedepan

dan kemudian putar badan meneruskan pengejarannya

kearah manusia baja itu.

Tanpa terasa Lam-kong Pak jadi gelengkan kepalanya.

terhadap persoalan yang menyangkut antara ibunya dengan

Toa-poe Liong-in dia memang sedikit mengetahuinya,

menurut perkiraannya mungkin dendam kesumat yang

terjadi diantara mereka berdua disebabkan oleh karena

ayahnya seorang,

Rupa2nya sang ayah sudah berkenalan lebih dahulu

dengan Toa poe Liong-in cioe Hong Hong, tetapi kemudian

ia kawin lagi dengan ibunya.

sekarang yang menjadi persoalan, tatkala ibunya mencuri

kitab pusaka dari Payung sengkala tersebut. pernahkah

beliau turun tangan terhadap dirinya? sedangkan kalau

kedua orang manusia tembaga itu yang seorang adalah

‘Hong Loe Kek’ jago Angin Geledek. sedang yang lain

adalah ‘siauw Yauw sianseng’ si sianseng suka pelancongan

maka siapa pula manusia tembaga ketiga yang membawa

payung sengkala tersebut?? Hmmmmm “

Belum habis ia melamun, mendadak dari belakang

tubuhnya berkumandang datang suara dengusan yang amat

dingin.

Dengan cepat ia berpaling, terlihatlah Cien cien serta

Cioe It Boen dengan wajah diliputi kesedihan serta

memakai pakaian berkabung telah berdiri kaku disitu.

Rupanya sejak Cioe hujien menemui ajal diatas telapak

Lam-kong Pak. kedua orang dara ayu itu siang malam

mencari Lam Kong Pak untuk bikin pembalasan.

sadarlah sianak muda itu bahwa kesalah pahaman yang

telah terjadi tidak gampang diselesaikan, sebab walaupun

ketika itu ia ada maksud untuk turun tangan mencabut jiwa

Cioe hujien tetapi tak seorangpun yang akan mempercayai

perkataannya.

Maka dengan wajah serius dan nada bersungguhsungguh

ujarnya: “Nona Cioe atas keteledoran cayhe

sehingga melukai ibumu, harap kau suka memaafkan”

“Hmm enak benar ucapanmu itu,” jengek Cioe Cien cien

dengan suara bengis. “Seandainya aku yang telah

membinasakan ibumu apakah kau dapat berbicara dengan

suara seenteng itu?”.

Lam Kong Pak tidak ingin ribut apalagi cekcok dengan

kedua orang gadis ini lagi, mulutnya segera membungkam

dalam seribu bahasa.

Melihat pemuda itu hanya melulu membungkam, Cioe

Cien cien jadi semakin bertambah sengit, teriaknya sambil

menggertak gigi kencang2:

“Ayahku terikat dendam kesumat sedalam lautan dengan

orang tuamu dan kini ia sudah mati dalam keadaan

mengerikan diujung telapakmu, sebetulnya hubungan sakit

hati diantara kita toh sudah bares? sungguh tak nyana

hatimu kelewat bengis dan keji.jiwa ibukupun sekalian kau

cabut… Hmm Hmm orang she Lam-kong. hari ini aku tak

akan melepaskan dirimu dengan begini saja” .

“Berulang kali siauw-heng toh sudah menerangkan

bahwa aku tidak secara sengaja melukai ibumu.” kata Lamkong

Pak tenang, ” kalau memang kau tidak ingin

memaafkan diriku, nah cepatlah turun tangan-.”

Air mata mengucur keluar dari kelopak mata Cioe Cien

cien kian lama kian bertambah deras, hingga akhirnya

seluruh wajah dan pakaiannya basah kuyup,

“Hubungan jodoh kita telah berakhir dendam kematian

ibuku lebih dalam dari saudara tentu saja aku harus

menuntut balas atas kesedihan hatimu itu….”

“cici. . .” terdengar cioe It Boen yang berdiri disamping

menyela dengan suara terpatah-patah. “Aku lihat…aku lihat

ia memang tidak bermaksud untuk berbuat begitu…”

“omong kosong?” teriak cioe cien- cien dengan suaranya

yang melengking keras.

“Memangnya ia tak pernah membinasakan ibu

kandungmu, maka kau bisa berkata demikian??” Cioe It

Boen jadi membungkam, dengan sedih ia mengundurkan

diri kesamping kalangansementara

itu Cioe Cien- Cien dengan langkah lebar

telah maju kedepan, dengan wajah penuh nafsu membunuh

serunya^ “Lebih baik kaupun tak usah menaruh belas

kasihan terhadap diriku, ini hari kalau kau tidak

membinasakan diriku, maka aku harus

mencabutjiwamu…”.

“silahkan turun tangan aku tidak nanti akan membalas”.

cioe cien- cien membentak keras, telapak tangannya

bagaikan sebilah golok dengan dahsyatnya segera dibabat

keatas batok kepala lawan.

LAM KONG PAK sedikitpun tidak berkutik dari tempat

semula, terlihatlah serangan itu dalam sekejap mata akan

menghajar telak diatas batok kepalanya.

Mendadak terdengat suara bentakan keras disusul

terjadinya ledakan nyaring yang memekakkan telinga.

sambil terhuyung-huyung mucdur tiga langkah

kebelakang, Cioe Cien Cien membentak dengan penuh

kegusaran.

“Budak rendah. perempuan sialan kau berani membantu

pihak lawan??…”

Kiranya disaat yang paling kritis itulah Cioe It Boen

telah melancarkan pukulan sebuah serangan untuk

menyambut babatan itu dari kakak perempuannya, tapi

didalam bentrokan tersebut badannya terpental jauh tujuh

delapan langkah dari tempat semula.

“cici. tenangkan dahulu hatimu” ujar cioe It Boen dengan

suara halus… “Dalam peristiwa ini kedua belah pihak

sama2 ada salahnya, lagipula. …moay-moay pun tahu

bahwa kau sangat mencintai dirinya, kenapa sekarang kau

malah hendak membunuh jiwanya? bukankah dia sendiri

pun tiada maksud untuk berbuat demikian- …”

“Tutup mulut perduli bagaimanapun juga, kedua orang

tuaku telah mati binasa ditangannya seorang semestinya

diapun tahu bahwa dengan matinya ibuku maka aku harus

hidup sebatang kara, tanpa sanak tanpa keluarga. . .

.Hmmmm dasarnya dia memang tidak memiliki

perikemanusiaan- …”

selama ini Lam-kong pak tetap bungkam dalam seribu

bahasa, tak sepatah katapun yang ia ucapkan keluar untuk

menanggapi orang.

Dengan gusar cioe Cien cien menerjang maju lagi

kedepan, teriaknya: “Lam- kong Pak, kalau kau masih tak

mau turun tangan, setelah modar janganlah salah kau kalau

aku berhati kejam”.

cioe It Boen jadi gugup dan semakin gelisah, tiba-tiba ia

bertiak keras: “Kau. ..kau cepatlah melarikan diri”

Dengan pandangan penuh rasa berterima kasih Lamkong

Pak melirik sekejap kearah gdis she cioe itu, kemudian

menggeleng.

“Mati atau hidup telah ditakdirkan oleh yang Maha

Kuasa sekalipun aku harus menemui ajalku ditangannya,

hatikupun merasa rela. sebab ia pernah melepaskan budi

yang tak terhingga kepadaku, satu budi dibalas dengan satu

budi. itulah namanya takdir”

Cioe Cien- Cien sama sekali tak mau mengubris ocehan

orang, pergelangan tangannya segera dijulurkan kedepan,

inilah gerakan pembukaan dari ilmu sakti “Too-Thian Coe-

Hiang”,

“Ibu”serunya dengan penuh rasa dendam. “Ini hari

putrimu akan membinasakan dirinya dengan kepandaian

saktimu,…”.

Habis berkata, desiran angin tajam menderu-deru…

bagaikan gulungan taupan segera mengurung sekujur tubuh

sianak muda itu.

Cioe It Boen tidak ingin menyaksikan sianak muda itu

mati konyol, menyaksikan datangnya angin pukulan yang

begitu dahsyat, tanpa memikirkan keselamatan sendiri lagi

gadis itu menubruk maju kedepan dan menghadang

didepan tubuh Lam kong Pak.

Cioe Cion cien jadi terperanjat. ia ingin menarik kembali

serangan mautnya itu tapi terlambat..^.

Blaaaam ditengah benturan keras, terdengar cioe It Boen

menjerit ngeri. dengan kepala hancur dan otak

berhamburan diatas tanah robohlah gadis itu diatas

genangan darah. selembar jiwanya segera tinggalkan raga

kembali kealam baka.

Kematian yang tanpa disengaja dan tak bisa dihindari

lagi itu menegunkan hati kedua belah pihak. hampir

bersamaan waktunya Lam-kong Pak serta Cioe Cien cien

mengucurkan air mata sedih,

Dengan adanya peristiwa ini kegusaran cioe Cien cien

semakin memuncak sehingga boleh dibilang hampir

mendekati kalap. ia himpun segenap kekuatan yang

dimilikinya dan melancarkan serangan dahsyat kearah si

anak muda itu dengan ilmu sakti Too Thian it coe Hiang.

Lam-kong Pak menghela napas panjang, ia pejamkan

matanya menanti kematian menimpa dirinya.

Tiba tiba… suara bentakan nyaring berkumandang

memenuhi angkasa, diikuti suatu bentrokan keras kembali

terjadi ditengah kalangan-

Terlihatlah tubuh Cioe Cien cien tergetar mundur

kebelakang sejauh satu tombak dengan sempoyongan,

sedangkan dihadapan mukanya telah berdiri tegap seorang

dara ayu yang bukan lain adalah Coe Li Yap.

Perbuatan gadis ayu itu bukan mengundang rasa terima

kasih bagi pemuda itu, malahan sebaliknya Lam kong Pak

menganggap gadis she Coe ini terlalu suka mencampuri

urusan orang lain, tegurnya dengan suara berat:

“Persoalan ini tiada sangkut pautnya dengan dirimu,

ayoh cepat menyingkir dari sini”.

Maksud baik Coe Lie Yap malah mendapat benturan

ketus dari pihak lawan, dari malu dara itu jadi marah,

serunya:

“Kau pingin mati itu memang urusan pribadimu dan tak

usah disayangkan, tapi dengan perbuatanmu itu justru telab

menyia-nyiakan serta mengecewakan tumpukan harapan

yang telah dibebankan para patriot dari kalangan lurus

kepada dirimu”.

Tergetar keras sekujar tubuh badan Lam kong Pak

sehabis mendengar perkataan itu dalam hati berpikir:

“Apabila aku mati maka per-tama2 aku merasa malu dan

menyesal terhadap oei Ci Hoe cianpwee yang telah

menghadiahkan tenaga murni Lak Ing Cong

Khie-nya kepadaku lebih2 merasa malu dan menyesal

terhadap orang tuaku. suhuku serta beberapa orang gadis.

disamping itu malu juga terhadap manusia tembaga

misterius yang beberapa kali telah membantu diriku.”.

sementara itu Cioe Cien- Cien sudab nekad mengambil

keputusan untuk membinasakan Lam kong Pak lebih

dahulu kemadian baru melakukan bunuh diri, tetapi setelah

menyaksikan perbuatannya kembali dihalangi orang. hawa

amarahnya jadi tak terkendalikan lagi.

Ia membentak nyaring, tubuhnya segera menubruk

kearah Coe Lie Yap sambil melancarkan sebuah pukulan

yang maha dahsyat.

Coe Lie Yap mendengus dingin, menghadapi datangnya

ancaman yang mengerikan itu ia segera gunakan salah satu

jurus sakti yang tercantum didalam Payung sengkala.

Blaaam…. ditengah bentrokan dahsyat tubuh Cioe Cien

Cien tergetar mundur lima langkah lebar kebelakang,

setelah sempoyongan akhirnya jatuh duduk diatas tanah.

“Kau cepat menyingkir dari sini” terdengar Lam kong

pak berteriak dengan suara keras. “Persoalan ini tiada

sangkut pautnya dengan dirimu, kau tak usah ikut campur”

“Huuuh siapa yang sudi mencampuri urusanmu, aku

bergebrak melawan dirinya karena hendak membereskan

hutang piutang yang terikat antara perguruanku dengan

ibunya”

“Apa?? kaupun ada ikatan dendam dengan dirinya??”.

“Pada masa berselang ibunya pernah juga mencuri

sejilid salinan kitab pusaka Payung sengkala, ibuku tahu

bahwa ada orang sedang mengincar benda pusakanya maka

jauh sebelumnya terjadi peristiwa pencurian itu beliau telah

melakukan sedikit permainan dengan menyiapkan sebuah

salinan kitab palsu ditempat pusaka tersebut. Tatkala

usahamu untuk mencuri kitab pusaka diperkampungan Toa

Loo san-cung mengalami kegagalan, cioe Ci Kang suami

isteripun menyadari bahwa mereka tertipu, kitab itu

kemudian dimusnahkan dari muka bumi”.

sekarang Lam kong Pak baru mengetahui apa sebabnya

Cioe Ci Kang suami istri tidak melatih isi kitab pusaka

tersebut walaupun benar itu sudah terjatuh ketangan

mereka, rupanya mereka sudah menaruh curiga sejak dulu

kala bahwa kitab yang berbasil mereka dapatkan adalah

sejilid kitab yang palsu.

Dalam keadaan begini, Cioe Cien cien sadar bahwa dia

bukan tandingan lawannya. Tetapi sebagai seorang gadis

yang berwatak keras, sambil mendongak keatas jeritnya

sedih: “oooh ibu, putrimu tidak becus… selama hidupku tak

nanti aku berhasil membalaskan dendam sakit hatimu, lebih

baik aku menyusul engkau menuju kealam baka saja…”.

suaranya lengking bagaikan jeritan kuntilanak begitu

tajam… sedih ..dan putus asa membuat siapa pun yang

mendengar ikut berhiba hati.

selesai mengucapkan kata2 itu, telapak tangannya segera

berkelebat menghajar keatas ubun-ubun sendiri.

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat, dengan cepat ia

berkelebat maju kedepan sambil melancarkan sebuah

cengkeraman mencekal urat nadinya,

Melihat usahanya untuk bunuh diri mengalami

kegagalan, cioe cien cien merasa semakin mendendam,

teriaknya: “Lam kong Pak. aku sangat membenci dirimu

hingga rasa benciku menusuk kedalam tulang sumsum,

sampai matipun aku tak akan mengampuni dirimu, jadi

setan pun aku akan mengejar dirimu dan membetot

nyawamu….”.

sembari berkata ia segera menggigit tangan sianak muda

itu dengan bengis dan buasnya.

Lam-kong Pak sama sekali tidak menghindar atau pun

berkelit, ia biarkan gigi taring gadis itu menggigit dagingnya

hingga darah segar bercucuran membasahi seluruh lantai.

Coe Lie Yap yang menyaksikan kejadian itu tentu saja

merasa sakit hati, badannya dengan cepat maju menerjang

kedepan, ia cengkeram tubuh cioe cien cien lalu dibanting

keluar hingga tubuhnya mencelat sejauh tiga tombak lebih

dari tempat semula,

Didalam peristiwa hari ini, seandainya Lam Kong Pak

bisa memutar-balikan masalahnya dan suka bicara secara

baik2, ditambah pula bantuan dari Cioe It Boen yang

membelai dirinya, Cioe Cien cien tidak nanti akan

bertindak secara senekad dan sekalap ini, sebab

bagaimanapun juga ia merasa amat menciniai diri Lamkong

Pak.

Tetapi sayang seribu kali sayang tabiat sianak muda itu

tidak mengijinkan dia untuk berbuat begitu, sehingga

akhirnya kejadian yang sebenarnya masih bisa diatasi

berubah semakin fatal

Cioe cien cien melototkan sepasang matanya bulat2, titik

darah segar nampak mengucur keluar dari kelopak

matanya, sambil menyeringai seram dia angkat kembali

telapak tangannya untuk dihajarkan keatas batok kepala

sendiri

Kali ini jarak diantara kedua belah pihak agak jauh,

untuk menolong sudah jelas tidak sempat lagi Lam-kong

pak segera membentak keras: “Tunggu sebentar”

Mendengar bentakan itu cioe Cien cien tarik kembali

tangannya dan berpaling.

Coe Lie Yap segera menjengek sambil tertawa dingin:

“Heee heeeh-heeeh… kalau memang tak tega untuk bunuh

diri lebih baik cepat2 enyah dari sini, buat apa berlagak sok

sokan didepan mata orang lain Huuuh… siasat menyiksa

diri yang kau tunjukkan sudah basi… sudah ketinggalan

jaman-”.

Ejekan ini betul2 amat tajam bagi pendengaran siapapun,

cioe Cien cien segera mendongak dan tertawa seram.

setelah itu sambil bangkit berdiri serunya tegas:

“Sedikitpun tidak salah aku tak boleh mati, kalau aku

mati terlalu enakan bagi kalian semua…Heeeh,. heeeh.

..sampaijumpa lagi dilain kesempatan-.”

selesai berkata tanpa berpaling lagi ia segera berlalu dari

tempat itu, dalam sekejap mata bayangan tubuhnya sudah

lenyap dari pandangansepeninggalnya

dari gadis she-cioe itu per-lahan2 Lam

kong Pak berpaling dan menghela napas panjang.

“Aaaai.,. kenapa kau musti terlalu banyak urusan??”.

“Hmm usahaku untuk menyelamatkan selembar jiwamu

apakah keliru?? kau anggap tindakanku ini suatu kekeliruan

besar?” teriak Coe Lie Yap dengan wajah berubah jadi hijau

membesi.

“Aaaaai…. sudah, sudahlah…. aku toh tidak

menyalahkan dirimu”.

“Hmmm” Coe Lie Yap mendengus berat- berat.

“Bagaimana dengan jinsom sisik naga berusia sepuluh ribu

tahun?? apakah sudah kau dapatkan??….”.

“Sudah. sudah kudapatkan- terima kasih atas

perhatianmu”

“sudah kau makan belum?^

“sudah. Tapi baru perenamnya saja”

“Dua perenam?? kenapa tidak sekaligus kau telan semua

mustika yang tak ternilai harganya itu?”.

“Tentang hal ini….eehmm….tentang soal ini…”

Lam-kong Pak tidak ingin mengatakan secara terus

terang bahwa dua orang dara ayu telah menghadiahkan air

liurnya untuk mencairkan jinsom berusia sepuluh ribu

tahun itu. sekali lagi Coe Lie Yap mendengus berat.

“Hmmm. masa hanya mengenai persoalan inipun kau

tidak berani mengatakannya kepadaku?? kau harus tahu

bahwa aku sama sekali tidak menginginkan jinsom sisik

naga tersebut”.

“Eeei…nanti dulu, nanti dulu…kau jangan-salah paham,

aku tidak bermaksud begitu.”

“Lalu apa sebabnya??”.

Didesak terus menerus akhirnya terpaksa Lam kong pak

harus mengakui apa yang sudah terjadi.

Mendengar kisah itu Coe Lie Yap merasa suatu perasaan

yang sangat aneh sekali dalam hati kecilnya, ia tak dapat

menyalahkan sianak muda ini sebab soen Han siang lah

yang berkuasa didalam mengatur segala-galanya. sedangkan

Lam kong Pak bagaimana pun juga harus tunduk dan

patuh terhadap perintah ibunya.

Tetapi tak urung ia mendengus juga, katanya: “Hmm kau

berani tak pandang sebelah matapun terhadap diriku??…”.

“Eeei. kapan sih aku pernah tidak pandang sebelah

matapun terhadap dirimu??.. bantah Lam kong Pak setelah

tertegun beberapa saat lamanya.

Mendadak merah padam selembar wajah Coe Lie Yap

hingga menjalar sampai keujung telinga.

“Kalau bukan begitu mengapa kau tidak mengundang

diriku.” bisiknya lirih.

“Mengundang dirimu??? mengundang dirimu mau

apa??”.

Dengan wajah tersipu Coe Lie Yap berjalan

menghampiri sianak muda itu, kemudian tambahnya: “Kau

harus memberi bagian kepadaku lho masa aku tidak

kebagian??…”.

Habis berkata karena saking malunya. gadis itu segera

menyandarkan diri diatas dada pemuda she Lam kong.

Kini Lam kong Pak baru mengerti apa yang

dimaksudkan, cepat-cepat sahutnya: “Adik Yap terima

kasih atas maksud baikmu itu Tak usah kuatir aku pasti

akan memberi bagian kepadamu”.

setelah merandek beberapa saat lamanya, mendadak dari

sakunya sianak muda itu mengambil sebuah patung

kelelawar hijau. dan katanya lagi: “Adik Yap. masih

ingatkah kau akan benda ini??”.

Begitu melihat benda yang diambil keluar dari saku Lamkong

pak adalah patung Kelelawar Hijau. Coe Lie Yap

segera menyahut: “Darimana siauw-moay bisa melupakan

benda itu?? toh benda itu adalah tanda mata yang siauwmoay

berikan kepadamu.”.

“Betul, dan sekarang siauw-heng berhasil temukan benda

yang lain dari patung kelelawar ini”.

“Dimana?? ” gadis itu buru-buru bertanya.

“Diatas gagang payung sengkala yang dipergunakan oleh

si manusia tembaga tersebut”.

Maka berceritalah sianak muda ini atas kejadian yang

telah dialaminya selama berada dilembah Thian-Kok.

ooooooooooo

SELESAI mendengar kisah cerita itu, tergetarlah hati

Coe Lie Yap. katanya: “Ia bisa membantu dirimu untuk

memukul mundur musuh tangguh, kejadian ini benar2

merupakan suatu peristiwa aneh. orang itu kalau bukan

musuh besar pembunuh orang tuaku, pastilah ia punya

hubungan dengan dendam berdarah ini, sebab Payung

sengkala adalah benda pusaka milik orang tuaku, atau

jangan2 memang dialah yang telah melukai orang tuaku

serta merampas, Payung sengkala tersebut dimasa yang

silam??”,

“Apa sih bubungan antata ibumu dengan sang pangcu

dari perkumpulan Liok Mao Pang? kalau didengar dari

pembicaraan mereka, rupanya sedari dulu mareka sudah

saiing mengenal”

“Aku sendiripun tidak tahu. aku pernah menanya kepada

ibuku tetapi beliau sendiri pun tidak berani memastikan

siapakah sebetulnya dirinya. tetapi ibu percaya babwa tidak

lama kemudian rahasia asal-usulnya pasti akan diketahui

olehnya”.

Berbicara sampai disitu, kedua orang itu pun mulai

bekerja keras untuk mengubur jenazah dari cioe It Boenselesai

bekerja, Lam kong Pak berkata kembali: “Ayoh

berangkat beberapa orang cianpwee tentu sedang merasa

gelisah dan cemas karena lenyapnya diriku secara

mendadak”.

Ketika kedua orang itu kembali kerumah gubuk.

sedikitpun tidak salah. semua orang yang ubek2an

disekeliling tempat itu dengan hati gelisah. Menanti mereka

berdua menceritakan apa yang telah terjadi, soen Han siang

lantas berkata:

“Manusia tembaga itu pasti ayahmu, setelah ia salurkan

hawa murninya kedalam tubuhmu, aku jadi sangat

menguatirkan keselamatan jiwanya entah apa maksud

hatinya yang sebenarnya selama ini terus menerus menyaru

sebagai manusia tembaga???”.

Keesokan harinya, Coe Lie Yap pun menbantu diri Lamkong

Pak untuk menelan sebagian jinsom sisik naga berusia

sepuluh ribu tahun, bahkan soen Han siang pun nampaknya

merasa amat senang dengan diri Coe Lie Yap.

sehabis menelan sebagian jinsom berharga sebagaimana

sebelumnya sianak muda itu harus bersemedi selama sehari

semalam.

Dikala Lam- Kong Pak hampir menyelesaikan

semedinya itulah, malam sebelumnya telah terjadi suatu

peristiwa besar.

Menunggu Lam-kong pak muncul dari balik kamar,

siang Hong Tie serta Pek-li Gong sekalian telah menanti

diluar pintu,jelas mereka sudah menanti lama sekali

ditempat itu, air muka mereka serius dan nampak tegang.

sianak muda itu segera menyadari bahwa suatu peristiwa

yang tak dlinginkan tentu sudah terjadi. buru-buru tegurnya:

“Apakah sudah terjadi suatu peristiwa yang tak

dlinginkan??”

“Benar” jawab siang Hoag Tie. “ibumu secara mendadak

lenyap tak berbekas”

Nguuuung. . . . kontan Lam-kong Pak merasakan

kepalanya pusing tujuh keliling matanya berkunang-kunang

dan pandangannya jadi gelap. hampir saja badannya roboh

terjengkang keatas tanah.

Untung disisi tubuhnya terdapat tiga orang gadis yang

segera memayang tubuhnya, hibur mereka:

” Kau tak usah terlalu gelisah atau berkecil hati,akhirnya

peristiwa ini pasti akan berhasil dibikin terang”.

“secara bagaimanakah ibuku bisa lenyap tak berbekas?”

tanya Lam-kong Pak dengan air mata bercucuran-

“pada malam sebagai mana mestinya kita melakukan

perondaan malam secara bergilir untuk melindungi

keselamatanmu, ibumu bersikeras untuk menjaga dua kali

giliran kerena ia merasa tidak berlega hati, tentu saja kami

tak dapat menghalangi maksud hatinya itu. maka sehabis ia

melakukan giliran perondaan untuk kedua kalinya yaitu

tengah malam kentongan keempat tadi pagi, kami sekalian

pergi tidur betapa tahu setelah fajar menyingsing tadi kami

telah temukan jejaknya lenyap tak berbekas, seandainya

secara tiba-tiba ia hendak tinggalkan tempat ini, tidak

mungkin kalau ia tidak memberi kabar lebih dulu, maka

dari itu. . . .”

” Coba para cianpwee sekalian pikirkan, mungkin ibuku

kena dibokong oleh seseorang?”.

semua orang tidak leluasa untuk menduga secara

sembarangan- mereka membungkam dalam seribu bahasa.

Terdengar Pek-li Gong dengan rada serius berkata.

“Beberapa hari berselang sewaktu masing2 berada diatas

jembatan Lok-Hoo-Kiauw bukankah loohu pernah berkata

kepada kalian semua bahwa “Koen-TOen-sioe” si-kakek

ombak menggulung bukan saja sepasang tangannya sudah

ternoda oleh amis bau darah, bahkan ia mempunyai suatu

kegemaran yang sangat aneh sekali yaitu suka dengan kaum

nenek tua. aku rasa tentu kalian masih ingat bukan akan

perkataanku itu?? Yaaah….^ semoga saja ibumu bukan

terjebak ditangan orang-orang perkumpulan Liok Mao

Pang”.

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, air muka

semua orang berubah hebat, Lam-kong Pak pun teringat

akan perkataan dari sipencuri sakti ini yang mana dikatakan

Toensioe amat gemar menggauli perempuan yang berusia

diatas lima puluh tahunan, hatinya jadi bergetar keras.

Yang pasti. seandainya soen Han siang benar-benar

tertawan oleh pihak musuh maka kemungkinan besar ia

telah terjebak ditangan orang-orang dari perkumpulan Liokmao

Pang

Dan seandainya soen Han siang benar-benar sudah

digauli serta dinodai oleh gembong iblis tua itu, bagaimana

malunya Lam-kong Pak untuk hidup sebagai seorang

manusia???

Berhubung gawatnya situasi, maka pada detik itu juga

kawanan jago lihay ini serentak berangkat menuju

kemarkas besar perkumpulan Liok Mao Pang.

Malam telah menjelang tiba. udara gelap gulita tiada

berbintang, angin berhembus kencang menyapu ranting,

daun serta pasir hingga menimbulkan suara desiran yang

amat keras.

Dibawab pimpinan Lam-kong Pak, berangkatlah

sekawananjago-jago lihay itu memasuki markas besar

perkumpulan Bulu HHijau.

Tampaklah pagoda loteng dimana sang Pang cu berdiam

diterangi oleh cahaya lampu hingga suasana amat

benderang bagaikan siang hari, irama musik yang lembut

dan merdu merayu bergema keluar dari atas loteng

menyebar hingga ketempat kejauhan, sedang disekeliling

bangunan tinggi tadi tersebarlah bayangan manusia yang

melakukan penjagaan amat ketat.

Lam kong Pak ulapkan tangannya memberi tanda agar

para jago menanti disekitar tempat itu. kemudian dengan

membawa Coe Lie Yap. Pek-li Hiang serta Yoe Tien

berkelebat menubruk kearah loteng.

sianak muda ini memilih ketiga orang dara muda

tersebut sebagai temannya, hal ini disebabkan karena

kepandaian yang mereka miliki jauh lebih lihay dari pada

siang Hong Tie sekalian,

Dengan meoggunakan ilmu kepandaian yang paling

sakti, Lam kong Pak berhasil merobohkan “Thiat-sauw-

Cio” si-sapu Baja Kin Kioe serta “Pat-Pit- Loei- Kong”

sidewa geledek berlengan delapan sie Poet dua orang

sementara ketiga orang gadis yang lain dengan

menggunakan kepandaian saktinya masing-masing berhasil

merobohkan pula tiga jago tangguh, gerakan mereka

dilakukan amat cepat, dan dalam sekejap mata beberapa

pos penjagaan yang amat ketat itu berhasil disingkirkanselesai

membereskan jago-jago itu, keempat orang mudamudi

tadi segera menengok kearah dalam ruangan loteng,

tapi dengan cepat hati mereka bergetar keras.

Ternyata didalam ruangan yang terang benderang itu

terdapat empat orang nyonya yang didandani dengan

megahnya, kepala memakai mahkota yang bertaburkan

mutiara sedangkan pakaiannya adalah model pakaian

keraton, masing2 perempuan itu duduk diempat buah kursi.

Perempuan pertama adalah soen Han siang kedua adalah

si-Perempuan Pengasingan. Coe Hong Hong, ketiga adalah

ibu kandung Cioe It Boen dan yang keempat adalah

perempuan yang paling tua diantara mereka, rambutnya

telah beruban semua. pipinya kisut dan peot, usianya

diantara tujuh puluh tahunan tapi mereka tidak mengenali

siapakah nenek tua tersebut,

sinar mata keempat orang itu redup tak bercahaya,

keadaan mereka bagaikan orang bodoh yang kehilangan

ingatan-

Kursi kebesaran dan sang pangcu yang disepuh emas

murni masih berada dalam keadaan kosong, suasana diatas

loteng sunyi senyap tak kedengaran sedikit suara pun-

Lam-kong Pak yang menjumpai keadaan ibunya jadi

naik pitam, begitu berkobar hawa amarah dalam dadanya

sehingga ingin sekali ia mendobrak pintu jendela dan

mengobrak-abrik orang2 itu.

Belum sempat ia bertindak sesuatu, mendadak terlihatlah

Liok Mao Pangcu diiringi sekawanan gembong iblis

munculkan diri didalam ruangan tersebut lewat pintu

belakang.

Mereka semua rata2 memakai pakaian serba baru, seakan2

hendak menghadiri suatu perayaan besar.

setibanya didepan kursi kebesaran yang disepuh dengan

emas murni itu, kawanan gembong iblis tadi menjura

dalam2 untuk memberi hormat, lalu seruaya lantang:

” Keempat orang hujien telah slap menanti, silahkan

Thaysang Pangcu menempati kursi kebesaran”

selesai bicara mereka mengundurkan diri sejauh tiga

tombak dan berdiri menanti dengan sikap yang amat serius,

suara irama musik segera berkumandang memecahkan

kesunyian, horden tersingkap dan muncullah delapan orang

nenek tua yang berdandan amat menyolok. mereka semua

rata- rata berbedak tebal dan bergincu merah hingga

tampangnya bagaikan siluman tua yang amat mengerikan,

diantara kerumunan nenek- nenek tersebut berjalan keluar

seorang kakek tua yarg kecil kurus tinggal kulit dibungkus

tulang yang bermata tikus dan berambut pendek. Melihat

potongan sikakek ceking yang sama sekali tak enak

dipandang itu, Lam-kong pak sekalian jadi tertegun, pikir

mereka hampir berbareng.

“Masa beginikah tampangnya Koen Toen sioe sikakek

ombak Menggulung yang dikatakan sudah pernah

menggetarkan seluruh dunia persilatan??…..”

Diantara kedelapan nenek tua yang berdandan menyolok

itu terdapat pula sijanda kawin Tujuh-kali Poei Koen, meski

pun pipinya sudah peot dan berkeriput tetapi setelah

memakai bedak dan gincu, wajahnya kelihatan rada cantik

dan mengiurkan juga.

Begitulah setelah sikakek tua kurus kecil tadi duduk

diatas kursi kebesaran yang bersepuh emas, Liok Mao

Pangcu segera maju kedepan dan berkata:

“segala sesuatunya telah disiapkan semua, Keempat

orang hujien pun telah tecu loloh dengan arak pemabok

“siauw Yauw Liok “, tecu rasa pada saat ini daya kerja obat

itu sudah mulai menunjukkan reaksinya “.

Ucapan itu sedikitpun tidak salah, pada waktu itu air

muka keempat orang nyonya itu sudah berubah jadi merah

padam, wajah mereka dalam waktu yang amat singkat itu

terlihat jaun lebih muda beberapa bagian.

Dengan sepasang mata tikusnya yang kecil dan tajam.

kakek kurus ceking itu menyapu sekujur tubuh keempat

orang nyonya itu bergantian, lalu tanyanya: “Siapakah

diantara mereka yang paling tua??”

“Lapor yang paling tua adalah ibu dari si “Lak-Gwee

soat” salju bulan keenam Tongi Hoei itu ciangbunjien dari

keluarga Tong yang ada dipropinsi su Cuan”.

Mendengar disebutnya nama itu kembali Lam-kong Pak

berempat merasa tertegun, ternyata nenek tua itu bukan lain

adalah ibu dari Tong Hoe . padahal sang ciangbunjien dari

keluarga Tong dipropinsi su- cuan itu telah berusia empat

puluh tahun, bisa dibayangkan kalau usia ibuny a paling

sedikit diatas enampuluh lima tahun.

“Bagus” seru kakek kecil ceking tadi dengan suara

lantang ” siapkan Ranjang Pembawa nikmat”.

suara sahutan bergeletar memecahkan kesunyian, suara

gemuruh segera bergema diatas loteng dan terlihatlah

delapan orang pria kekar mejinjing sebuah pembaringan

istimewa yang amat besar sekali.

Pada keempat kaki pembaringan tersebut dipasang

dengan empat buah roda kayu, diatas roda terdapat sebuah

palang kayu yang besar danpada keempat penjuru palang

kayu tadi diberi empat buah rantai besi yang berhubungan

dengan pembaringan besar tersebut.

Dengan demikian keadaan dari pembaringan itu jadi bisa

bergoyang kekiri maupun kekanan bagaikan ranjang

bergoyang.

sebuah seprei yang bersulamkan bunga indah menutupi

permukaan pembaringan tadi. kelambu yang tipis

menggantung diatas ranjang dan menyiarkan bau harum

yang semerbak.

Perlahan-lahan Liok Mao Pangcu berjalan mendekati

sinenek tua yang usianya paling tua itu, ia ketuk perlahan

dagunya dan sinenek tua tadi segera bangkit berdiri,

bagaikan orang yang kehilangan ingatan selangkah demi

selangkah langsung berjalan menuju kearah Ranjang

Pembuat Nikmat.

Lam kong Pak siap tunjukkan dirinya untuk

melancarkan serangan. mendadak terdengar suara bentakan

keras bergema diseluruh ruangan- disusul terdengarya suara

desiran angin tajam mendesir diempat penjuru, dalam

sekejap mata seluruh ruangan loteng tadi telah beterbangan

senjata-senjata rahasia yang terdiri dari perbagai macam

ragam, ada panah bulu. ada Piauw pendek, paku Thian

Long Tin- jarum Hang Wie cum dan lain macam senjata

rahasia yang jarang diketahui dikolong langit.Senjata2

rahasia itu ada yang langsung meluncur lurus kedepan, ada

yang berpusing bagaikan gangsingan, ada yang Cepat dan

ada pula yang lambat kesemuanya diarahkan ketubuh

kakek kurus Ceking itu serta pangawal dari perkumpulan

Bulu Hijau,

Selesai hujan senjata rahasia tadi, sesosok bayangan

manusia laksana kilat menerobos masuk keatas loteng.

Sikakek kurus ceking itu tertawa dingin, dengan cepat

tangannya diraup kedepan-seluruh senjata rahasia yang

mengancam dirinya dengan cepat mengumpul jadi satu,

kemudian bagaikan segulung bola hitam meluncur keluar

jendela langsung menyerang Lam-kong Pak yang

mendekam disana.

Dengan hati terkesiap buru2 keempat orang muda mudi

itu mengundurkan diri kebelakang.

Traaang…. gumpalan senjata rahasia tadi menerobos

jendela dan meluncur kedepan sejauh puluhan tombak dari

tempat semula.

Dalam ruangan diatas loteng pun segera terjadi suara

getaran keras, suasana jadi gelap gulita dan sunyi senyap

tak kedengaran sedikit suara pun.

Keempat orang muda mudi itu semakin terkejut, dengan

cepat mereka menengok kedalam loteng. ternyata keadaaa

disitu telah berubah sama sekali, bukan saja Ranjang2

pembuat nikmat sudah lenyap tak berbekas bahkan sikakek

kurus ceking Liok Mao Pangcu serta keempat orang nyonya

itu pun lenyap tak berbekas.

Dalam pada itu siang Hong Tie serta Pek li Gong

sekalian yang mendengar suara gaduh telah menyusul

datang pula kesana.

“Kalian berjaga2lah ditempat ini,” Lam kong pak segera

berseru,”Aku hendak melakukan pemeriksaan kebawah”.

“Bocah cilik. kau harus ber-hati2 “Pek-li Gong

memperingatkan.” Didalam loteng itu telah dipasang alat

jebakan yang ber-lapis2 jelas.

“Lak Gwee soat “sisaiju bulan keenam Tong Hoei sudah

menemui bencana, aku lihat…..”.

Belum habis berkata Lam kong Pak telah enjotkan

badannya melayang turun ditengah loteng tersebut.

sebetulnya beberapa orang gadis itu hendak menyusul

pula kebawah, tetapi dengan sebat Pek li Gong telah

menghalangi jalan pergi mereka. Ujarnya:

“Jangan sembarangan bergerak. ikut sertanya kalian

turun kebawah malah justru akan mencabangkan

pikirannya serta menambah bahaya keadaannya. Dengan

kepandaian silat yang dimiliki dirinya saat ini. asal mau

bertindak lebih berhati-hati saja, tanggung tidak akan

menemui bencana apa pun juga”.

sementara itu Lim kong Pak sudah mengelilingi ruang

loteng itu satu kali, tetapi tiada sesuatu gerakan apapun

yang ditemukan dengan langkah yang ber-hati2 ia mulai

mengetuki dinding ruangan serta papan lantai. Mendadak.

.. .

Blaaam terdengar suara benturan keras, pintu serta

jendela yang ada disekeliling tempat itu merapat sendiri

suasana dalam loteng itu seketika berubah jadi gelap gulita.

Lam- kong pak tetap berdiri tidak berkutik. dengan

telinganya ia menggantikan mata, seluruh perhatian

dipusatkan jadi satu untuk bersiap siaga menngadapi segala

kemungkinan yang tidak diinginkan.

Tiba2 terdengar suara langkah manusia yang lirih

berkumandang didalam loteng. begitu halus dan lembut

suaranya sehingga menyerupai gerakan sukma yang

gentayangan.

Tidak lama kemudian suara langkah kaki itu berhenti.

terdengar Liok Mao Pangcu berkata: “Than-sang Pangcu

harap kau orang tua suka melepaskan diri Coe Hong Hong”

“Kenapa??” tanya sikakek ceking. “sebab dia adalah….”.

Lam kong pak yang bersembunyi didekat tempat itu,

tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia himpun segenap

kekuatan yang dimilikinya dan melancarkan sebuah

pukulan dahsyat kedepan,

siapa tahu walaupun serangan itu mengandung hawa

pukulan yang maha dshsyat, tetapi setelah meluncur

kedalam ruangan loteng segera lenyap tak berbekas

bagaikan batu cadas yang tenggelam didasar samudra.

sedikitpun tiada reaksi apapun.

Terdengar sikakek ceking itu berseru berat setelah hening

beberapa saat lamanya: “Tangkap sikeparat cilik itu dan

belenggu jadi satu dengan bocah keparat she-Tong”

Pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang segera

mengiakan dan suasana didalam ruangan loteng itu pun

segera tercekam dalam ketegangan yang memuncak, setiap

saat mara bahaya kemungkinan akan menimpa siapa pun.

Lam kong Pak tak berani berayal, dengan cepat ia

himpun segenap kekuatannya dan bersiap siaga

menghadapi segala kemungkinan.

Mendadak…. terdengar suara bisikan yang halus dan

lembut berkumandang disisi telinganya. “Berjalanlah tiga

langkah lebar kesebelah samping kiri, lalu mundurlah satu

setengah langkah lebar kebelakang, getarkan lantai loteng

dengan sekuai tenaga, dengan cepat kau akan lolos dari

tempat ini”.

Lam- kong Pak tertegun, ia tidak tahu jago lihay dari

manakah yang telah memberi petunjuk kepadanya lewat

ilmu menyampaikan suara, mungkinkah orang itu adalah

sang pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang?? hampir

saja ia tak berani untuk mempercayainya.

Tanpa berpikir panjang lagi ia menuruti perkataan itu

dan melangkah tiga kali tindak kesamping kiri lalu mundur

satu setengah langkah kebelakang, tatkala dengan sekuat

tenaga ia menjejakkan kakinya keatas lantai loteng,

mendadak ,..

sreeet…. papan loteng tersebut secara otomatis bergerak

naik dan meluncur keatas dengan kecepatan penuh .

“Aduuuh celaka ” seru sianak muda didalam hati, sebab

kalau badannya meluncur keatas dengan kecepatan yang

demikian tingginya, niscaya dia akan remuk dan menjadi

gepeng bila menghantam atap loteng tersebut.

siapa tahu belum babis ingatan itu berkelebat didalam

benaknya. tampaklah atap loteng itu bergeser kesamping

dan muncullah sebuah liang iingkaran yang persis pas

dengan ukuran tubuhnya.

Dengan manis dan tepat badannya terpental keluar dan

liang celah tersebut dan meluncur sejauh sepuluh tombak

lebih diangkasa.

Menanti badannya melayang turun kembali diluar

loteng, ditemuinya bayangan tubuh Pek-li Gong sekalian

sudah lenyap tak berbekas.

Baru saja badannya mencapai permukaan tanah, dari

atap loteng tersebut telah meluncur keluar tiga sosok

bayangan manusia.

orang pertama adalah wakil pangcu dari perkumpulan

Bulu Hijau, Ngo-Hoa-Bak si Daging Lima Bunga oei Hoen,

sedangkan dua orang lainnya adalah “swie-sang-Biauw

melayang diatas air Ma Tie serta Pat-Pit Loei-Kong si

malaikat guntur berlengan delapan sie Poet sioe.

Lam- kong PaK amat menguatirkan keselamatan ketiga

orang gadisnya, ia tidak ingin bertempur terlalu lama,

karena ia menyaksikan datangnya orang2 itu ia segera

mengirim satu pukulan dahsyat dengan ilmu sakti Payung

sengkala.

Blaaam… ditengah ledakan keras. ambil kesempatan baik

itu badannya segera berkelebat kearah depan.

Pemuda itu tidak langsung meninggalkan tempat

tersebut. ia berputar satu kali mengelilingi markas besar

perkumpulan Bulu Hijau itu, tapi bayangan tubuh dari Pek

li Gong sekalian belum juga nampak, maka akhirnya iapun

tinggalkan markas besar perkumpulan itu.

Hatinya jadi sangat kuatir, setelah berlarian beberapa

saat lamanya iapun berhenti dan duduk diatas sebuah batu

besar. pikirnya: “Baiknya aku menanti sejenak lagi didalam

markas besar lawan…”

Belum lama ia duduk. mendadak ditengah hembusan

angin malam yang menderu-deru, secara lapat2 ia

mendengar suara pembicaraan sepasang pria dan wanita.

Mendengar suara itu Lam koog Pak tertegun, sebab

suara sang pria ia dengar mirip sekali dengan suara dari

suma Ing, maka badannyapun segera bergerak mendekati

tempat pembicaraan tersebut.

sedikitpun tidak salah. tampaklah suma Ing masih

diborgol jadi satu dengan ‘Lam-hay Cioe-khek’ sijago arak

dari Lam- hay, keadaan mereka mengenaskan sekali.

Dihadapan kedua orang itu berdirilah seorang dara

muda, dia bukan lain adalah cioe Cien cien.

Ketika itu sidara muda she Cioe itu sedang tundukan

kepalanya dengan sedih, terdengar ia bertanya: “Mengapa

keadaanmu bisa berubah jadi demikian mengenaskan??”.

Kedua orang itu menghela napas panjang. mereka

merasa bahwa wajah mereka tak secerah dahulu lagi,

terutama sekali ‘Lim-hay Cioe-khek’ sijago arak dari Lamhay

It-boen Kao.

Pada masa berselang nama besarnya amat tersohor

diseluruh kolong langit, sungguh tak nyana kemunculannya

pada saat ini berada dalam keadaan yang mengenaskan

sekali, bukaa saja nama besar hancur berantakan bahkan

badanpun jadi runyam.

Tampaklah suma Ing dengan wajah menyeringai seram

dan menggertak gigi kencang menyahut: “Bibit bencana dari

kesemuanya ini bukan lain adalah Lam kong Pak bajingan

keparat itu. gara2 dialah kami jadi tersiksa seperti begini…”.

“Apakah dia yang membelenggu kalian jadi satu??”.

“Hmm dia masih belum pantas untuk berbuat begitu,

dialah hasil karya dari manusia tembaga”.

“Apa manusia tembaga??” seru Cioe Cien cien dengan

hati bergetar keras.” Manusia tembaga yang mana??”

“Akupun tak tahu manusia tembaga yang mana,

pokoknya salah satu diantara ketiga orang manusia

tembaga tersebut??”.

“Apakah rantai baja ini tidak bisa dipatahkan??”.

“Tentu saja bisa, tetapi dikolong langit dewasa ini hanya

beberapa orang saja yang sanggup melakukan itu, orang

pertama adalah Thay sang pangcu serta Pangcu dari

perkumpulan kami, kedua adalah ketiga orang manusia

tembaga itu dan ketiga adalah Lam kong Pak”.

“Apa ? jadi Lam kong Pak pun bisa mematahkan rantai

ini? ” seru Cioe Cien cien terkejut.

“Sedikitpun tidak salah secara beruntun bajingan keparat

itu mengalami penemuan diluar dugaan, bahkan barusan

diapun sudah makan jinsom sisik raga berusia sepuluh ribu

tahun, tenaga lweekangnya telah memperoleh kemajuan

yang amat pesat “.

“Hmmmm kepandaian silat yang dimiliki bajingan ini

makin hari makin bertambah tinggi, dendam berdarah

siauw-moay berarti semakin sulit untuk dituntut balas” seru

Cioe cien cien dengan penuh kebencian.

“Hubungan dendam sakit hati apa sih yang terikat antara

dirimu dengan bajingan keparat itu ??? ” tanya suma Ing.

Maka Cioe Cien cien pun lantas bercerita secara

bagaimana Lam kong Pak telah membinasakan cioe Cie-

Kang suami istri.

Selesai mendengar penuturan tersebut, sepasang biji

mata suma Ing segera berputar, kemudian katanya: “Adik

Cioe. inginkah kau membalas dendam sakit hatimu itu?? “.

“Dendam kematian ayah ibuku lebih dalam dari

samudra. tentu saja siauw-moay harus menuntut balas”

sahut gadis she Cioe itu dengan wajah berubah jadi dingin

menyeramkan.

“Adik cioe, kalau begitu kemarilah dan dekatilah aku,

aku hendak mengucapkan sesuatu kepadamu”.

cioe cien cien tidak menaruh curiga terhadap dirinya,

mendengar perkataan itu dia pun segera maju menghampiri

dan tempelkan telinganya disisi bibir pemuda tersebut,

katanya: “Nah sekarang utarakanlah akalmu itu. siasat

bagus apa yang kau miliki untuk menghadapi dirinya??. . .”.

Belum habis ia berkata, tiba-tiba suma Ing menyeringai

seram, sambil mencengkeram jalan darah Ciao-Cing

Hiatnya ia berseru ketus: “cioe cien cien bukan saja aku

sangat membenci diri Lam kong Pak. aku lebih membenci

dirimu si perempuan binal yang punya angan2 yang muluk.

Bukankah mula2 diantara kita sudah terikat oleh tali

perkawinan yang ditetapkan oleh orang tua kita? tetapi

sungguh tak nyana setelah kau berjumpa dengan Lam kong

Pak. hatimu segera berubah. Hmmm .. sekarang kaupun

sudah merasakan bagaimana tersiksanya seseorang yang

patah hati. Hmm inilah dosa yang harus kau pikul akibat

perbuatanmu itu…”.

saking terkejutnya cioe cien cien berdiri menjublak. lama

sekali ia baru bisa membentak dengan nada gusar: “suma

Ing, kau,..kau,..apa yang hendak kau lakukan??”,

“Hmm. , Hmm. . . kau hendak menggunakan tubuhmu

untuk melampiaskan rasa benci dan dendam yang sudah

merasuk didalam hatiku,” sahut suma Ing dengan suara

mengerikan.

Air muka Cioe Cien Cien berubah hebat menyaksikan

raut wajahnya yang telah dipengaruhi oleh napsu birahi,

sadarlah dara manis ini bahwa dirinya tak akan lolos dari

cengkeraman sianak muda itu.

Dengan penuh kebencian dan rasa mendendam serunya:

“Bajingan anjing busuk, sebetulnya apa yang hendak kau

lakukan terhadap diriku?”

suma Ing tertawa sinis, ia tidak menjawab pertanyaan

orang sebaliknya malah balik bertanya,

“Apakab antara kau dengan Lam- kong Pak benar2

pernah terikat dalam ikatan perkawinan??”

“sedikitpun tidak salah, tetapi sekarang kesemuanya

telah habis, hubungan tersebut sudah putus”

“Heeeh….heeeh….heeeh….bagimu memang sudah habis,

tapi baginya belum habis, dia adalah seorang lelaki yang

amat menyukai gengsi dan sekarang aku orang she suma

akan memaksa dia untuk mengenakan topi berwarna hijau.

Hmm.,..Hmm…. sekaranglah saatnya bagiku untuk

melampiaskan seluruh rasa benci serta dendam yang sudah

lama ketanam didasar hati kecilku”.

Dengan sekuat tenaga cioe cien cien berusaha untuk

melepaskan diri dari cekalan orang, tapi sia2 belaka

usahanya itu.

sementara suma Ing telah berpaling kearah rekannya

sijago arak dari laut selatan, ujarnya:” It boen-heng.

terpaksa siauwte harus bertindak kasar dihadapan matamu.”

“Keadaan kita sudah dibuat jadi demikian mengenaskan,

apakah kau masih punya semangat dan kegembiraan untuk

melupakan perbuatan itu?”.

suma Ing mendongak dan tertawa ter-bahak2. “Haaahhaaah-

haaah… inilah yang dinamakan memetik tali Pie-pa

dibawah pohon Huang-Lian… mencari kesempatan

ditengah kegetiran hidup, sudah lama siauwte tidak pernah

melepaskan hajadku ditubuh perempuan, inilah kesempatan

yang paling baik bagiku”.

PIE PA adalah semacam alat musik kuno di Tiongkok

yang menyerupai kecapi, sedang pohon Huang Lian adalah

sejenis pohon yang buahnya amat pahit sekali melebihi

pahitnya empedu.

Lam- kong Pak yang menyaksikan kecabulan suma Ing,

napsu membunuhnya seketika muncul menyelimuti seluruh

wajahnya, dalam hati ia berpikir: “Bajingan yang tak tahu

diri, rupanya kau telah memilih jalan menuju kearah

kematian- Hmmm jangan salahkan kalau aku tertindak

kejam terhadap dirimu”.

sambil meloncat ketempat persembunyiannya ia tertawa

dingin tiada hentinya, selangkah demi selangkah badannya

perlahan-lahan mendekati tubuh suma Ing.

Ketika meras akan datangnya seseorang ditempat itu,

dengan cepat Cioe cien cien berpaling kesamping. Tetapi

setelah mengetahui bahwa orang yang hadir bukan lain

adalah Lam kong Pak, dalam waktu singkat air mukanya

berubah beberapa kali, ditengah kebencian terselip pula rasa

cinta dan sayang. Begitu kacau perasaan hatinya sehingga ia

sendiripun tak jelas bagaimanakah perasaannya ketika itu.

Tetapi ketika ia teringat kembali kalau ayah serta ibunya

mati ditangan si anak muda ini, bahkan mati dalam

keadaan yang mengerikan. ia segera mengertak gigi

kencang2 dan melengos kesamping.

“suma Ing” seru Lam kong Pak dengan suara keras

“Sungguh tak nyana tabiat jelekmu hingga kini tetap tak

berubah. Hmmm.., Hmm.,. kau inginkan Cara mati yang

bagaimana? katakanlah cepat. aku bisa memenuhi

harapanmu itu”.

suma Ing tertawa dingin. ia tetap mencengkeram jalan

darah Cian Cing Hiat dibahu cioe cien cien dengan

kencang. sementara biji matanya berputar kesana mencari

akal. Ia tahu bahwa Lam-kong Pak adalah seorang koen-cu.

meskicun antara dia dengan gadis she- cioe itu terikat dalam

dendam berdarah, tetapi tak nanti ia biarkan cioe cien cien

menderita kerugian ditangannya.

si jago arak dari Lam-hay malu bertemu dengan orang. ia

tundukkan kepalanya rendah2 dan tak berani memandang

wajah Lam kong Pak secara langsung.

Ketika dilihatnya suma Ing tertawa dingin terus menerus

tanpa menjawab pertanyaannya. Lam kong Pak semakin

gusar. herdiknya: “Bangsat kau masih belum juga mau

melepaskan orang??”.

Cioe cien cien yang selama ini membungkam dalam

seribu bahasa. mendadak entah dari mana datangnya

keberanian tiba2 berteriak keras

“Urusan pribadiku tidak sudi kau ikut campur aku tak

ingin kau ikut Campur didalam persoalan ini”

Lam- kong Pak berdiri melengak. serunya tnpa terasa^

“Apakan kau rela di. . .di. . .”

“Tentu saja rela.” tukas Cioe Cien cien ketus. “Lebih baik

aku bersama dia dari pada bersama kau simanusia berhati

keji yang sama sekali tak berperikemanusiaan”

“Cien-Cien ” ujar Lam-kong Pak sambil menekan hawa

gusar yang telah berkobar didalam hatinya. “Untuk

kesekian kalinya aku minta maaf yang sedalam dalamnya

kepada-uiu, terus terang kuakui bahwa aku memang punya

maksud dalam melakukan pembunuhan terhadap Cioe Ci

Kang, tetapi kematian ibumu sebetulnya jauh diluar

kemauanku “

“Tutup mulutmu” bentak Cioe Cien- Cien dengan keras,

teringat akan kematian ibunya yang mengerikan, bagaikan

kalap gadis itu menjerit lebih jauh.

“Kau anggap setelah dirimu memukul tubuh orang

sampai sakit lalu memberi orang itu sebiji gula2, urusan jadi

beres dengan begitu saja?. . .Hmmm aku Cioe Cien-Cien

begitu benci dan dendamnya kepadamu sehingga ingin

sekali kugigit dagingmu, kuhirup darahmu untuk

melampiaskan rasa sakit hatiku ini”

Lam kong Pak tidak ingin melayani gadis itu untuk

bersilat lidah lebih jauh, sambil tetap bersabar diri ia

berpaling kearah suma Ing dan menegur: “suma Ing, apakan

kau belum juga mau lepaskan gadis itu??”.

“Lebih baik kau bertanya dulu dengan dirinya

Hmm….kenapa kau musti mencampuri urusan peribadi

orang lain???..,., toh orang tidak sudi menerima

kebaikanmu itu. Heee.-eeeh…heee.. kau harus tahu bahwa

dikolong langit bukan kau saja yang menjadi seorang pria,

meskipun wajahku sudah hancur dan rusak. tetapi hatiku

masih…”.

“Tutup mulut anjingmu” hardik Lam- kong Pak keraskeras,

dengan sikap menghina ia meludah keatas tanah lalu

jengeknya sinis: “Kau masih terhitung seorang manusia?

Hmm, delapan keturunan nenek moyang sendiri sudah

lupa, itu masih disebut seorang manusia???… eeei, suma ing

kau lebih pantas jadi seekor anjing yang pintar

menggonggong, . . . ” .

suma Ing tidak memperdulikan ejekan lawan,

Cekalannya pada bahu Cioe Cien cien tetap tidak

dilepaskan bahkan semakin lama semakin kencang.

Perlahan-lahan Lam-kong Pak mendesak lebih maju

kedepan, serunya lagi: “Bajingan anjing kalau aku ingin

membunuh dirimu pekerjaan itu bisa dilakukan dengan

gampang sekali bagaikan membalik telapak tangan sendiri .

. .”

suma Ing tetap tertawa dingin tidak hentinya. tak sepatah

katapun yang diucapkan keluar.

cioe cien cien sebaliknya jadi mendongkol, terdengar ia

membentak keras: “Enyah Enyah dari sini aku takkan sudi

membiarkan urusan pribadiku kau Campuri.”

Lam kong Pak sendiri pun tak dapat menahan sabarnya

lagi, diapun berteriak keras: “Apakah kau mencintai

dirinya???”.

“sedikitpun tidak salah. aku memang amat mencintai

dirinya. Huhhh. kau cemburu?? kau merasa iri dan

dengki??…”.

“Heeeh-heeh-heeeh…omong kosong” sahut Lam kong

Pak sambil tertawa dingin.” Aku Lam kong Pak tidak nanti

bakal dengki. iri atau cemburu terhadap manusia macam

itu. Hmm aku berbuat demikian karena aku tidak ingin

meyaksikan kau tertipu dan terjebak didalam perangkapnya,

tetapi kalau memang kau berharap demikian. Tentu saja

aku tak usah mencampuri urusan pribadimu lagi”.

Walaapun diluar ia berkata demikian tetapi badaanya

sama sekali tak berkutik dari tempat semula, sebab ia

mengetabui dengan pasti. selama cioe cien cien berada disisi

suma Ing, maka delapan puluh persen dia tak akan

memperoleh hasil yang baik,

Melihat sianak muda itu belum juga berlalu dari situ,

cioe cien cien segera tertawa dingin.jenjeknya. “Kau toh

tidak ingin mencampuri urusan pribadiku lagi. kenapa tidak

segera angkat kaki dari sini?? ayoh silahkan pergi”.

Dengan sedih Lam-kong Pak menghela napas panjang,

dengan pcrasaan apa boleh buat ia putar badan dan berlalu

dari situ

Mendadak suma Ing mendongak dan tertawa ter-babak2.

“Haaah…. haaah…. ternyata dikolong langit masin ada

perempuan yang tidak menyukai dirimu haaah….haaah….”.

Mendengar sindiran tersebut Lam kong pak segera

menghentikan langkahnya dan berpaling.

Tetapi sebelum ia mengumbar amarahnya. sambil

tertawa dingin Cioe cien cien telab menyambung:

“Ucapannya sedikitpun tidak salah. meskipun raut

wajahnya sudah hancur dan musnah tetapi aku masih tetap

mencintai dirinya”.

Lam- kong Pak jadi melongo dan merasakan hatinya

sangat tak enak, ia merasa bahwa tindakannya kali ini telah

terbentur kena batunya.

Kendati begitu namun sianak muda itu tetap merasa

tidak tega membiarkan cioe Cien Cien tetap berada

ditangan suma ing, sekali lagi sambil menahan rasa gusar

yang berkobar didalam benaknya ia berkata

“cien cien terhadap persoalan yang menyangkut

kematian ayah dan ibumu perduli maukah kau memaafkan

diriku atau tidak. aku tetap tak akan menyalahkan dirimu,

Tetapi demi kesucianmu serta kehormatanmu aku berharap

agar kau jangan bergaul lagi dengan sampah masyarakat

tersebut . . .”

“Hmmm …ayoh kita pergi saja dari sini”” seru Cioe Cien

Cien sambil menarik tangan suma Ing. “Aku tak sudi

melihat tingkah lakunya yang serba tengik dan memuakkan

itu berlangsung terus dihadapan mataku?”

suma Ing jadi amat gembira. cepat2 ia gandeng tangan

gadis sho-Cioe itu dan berlalu dari sana.

Dengan berlalunya kedua orang itu, mau tak mau si jago

arak dari Lam-hay terpaksa harus mengikuti dibelakangnya.

Lam- kong Pak merasa benar-benar terhina, seluruh

hawa amarah yang berkobar dalam dadanya terkumpul

semua diatas sepasang matanya, dengan pandangan berapiapi

bentaknya keras: ” cien- cien, kau inginkan aku berbuat

apa. sehingga kau sudi memaafkan aku???”. -

Mendadak Cioe cien cien berhenti dan menyahut dengan

suara keras: “selamanya aku tak akan memaafkaa dirimu.

selama aku masih hidup tidak nanti aku sudi melepaskan

dirimu dengan begitu saja. Tetapi kalau kau dapat

mematahkan rantai yang membelenggu tubuh mereka,

maka aku segera akan tinggalkan dirinya.”.

Dengan langkah lebar Lam-kong Pak maju menghampiri

suma Ing. segenap bawa murni yang dimilikinya dihimpun

kedalam telapak, dalam sebuab sentakan dahsyat… “Kraak”

rantai baja yang kuat dan keras itu seketika putus jadi dua

bagian.

Cioe Cien cien berdiri tertegun, mendadak sambil

menutupi wajahnya ia lari tinggalkan tempat itu.

“suma Ing?” hardik Lam kong Pak dengan suara keras

sepeninggalnya gadis she-cioe itu. “Aku Lam kong Pak

terhadap dirimu sudah melebihi batas2 kesabaran

seseorang, kalau moralmu yang bejad tidak berubah juga.

Hmm bila kita simpai bertemu kembali dilain saat, kau

harus tahu bagaimanakah akibatnya.”.

Bicara sampai disitu ia merandek, kemudian bentaknya

kembali: “Ayoh pergi lewat arah situ”.

suma Ing sadar bahwa dirinya bukan tandingan lawan,

dangan pandangan yang benci dan penuh rasa dendam ia

melotot sekejap kearah sianak muda itu dari sorot matanya

jelas menunjukan bahwa ia sama sekali tidak menyesal atas

perbuatannya. Lam kong Pak tidak bisa berbuat lain kecuali

mengbela napas panjang …

Beberapa saat kemudian iapun ber-siap2 untuk

tinggaltkan tempat itu guna menyatroni kembali markas

besar perkumpulan Liok Mao-Pang, belum sampai

badannya bergerak tiba2 tampaklah segumpal bola asap

yang besar dan aneh per-lahan2 membumbung tinggi

keangkaaa ditempat kejauhan.

sekilas pandangan saja Lam kong Pak segera kenali hawa

gumpalan bola asap yang barusan ditemuinya bukan lain

adalah asap khie-kang yang dilancarkan oleh sikakek Im

Yan sioe sikakek asap berawan si-Coe Lok, buru2 ia

momburu kesitu

Terlihatlah Hek Tong Tui Hoen si Lampu Hitam

pengejar nyawa Leng cing cioe beserta Im Yao sioe. sie Coe

Lok. HooBoe siang. sisetan gantung hidup Gouw chiet dan

Hoo Hek Coen Coe. si Rasul hitam tebal Chin Tong empat

orang sedang mengecung Liuw Hauw siang kakak beradik

ditengah kalangansementara

itu sikakek asap berawan sedang

menyemburkan segumpal asap huncwee yang tebal kearah

tubuh Liuw Hauw siang.

Gumpalan bola asap yanp besar dan aneh itu

mengumpul tanpa buyar. tiba2 dengan mengubah diri jadi

sebuah lingkaran asap langsung menjirat leher majikan

muda dari benteng Hoei Him Poo tersebut.

Menyaksikan datangnya serangan Liuw Hauw siang

segera keluarkan jurus Hoei Hi-Pa-sih delapan jurus biruang

terbang untuk memapakinya.

Blaaam gelang asap itu seketika tergetar buyar keempat

penjuru, tetapi tubuh Liuw Hauw siang sendiripun terpukul

mundur satu langkah kebelakang.

“Haaaah.. .haaaaah… haaaaah…. “keempat orang

gembong iblis itu segera tertawa terbahak-bahak. tiga orang

sisanya tetap tak ada maksud untuk turun tangan. rupanya

mereka ada maksud untuk mempermainkan dua bersaudara

she Liuw ini.

Kembali Im-Yan-sioe sikakek asap berawan hisap

hunweenya dalam- dalam, kemudian disemburkan keluar

lewat lubang hidung dengan membentuk dua buah tangan

yang besar langsung mencomot keatas dada dari Liuw Hoei

Yan.

Rupanya ia hendak menggunakan ilmu Liok-san Eng

Jiauw tersebut untuk meraba dan meremas-remas payudara

orang.

Liuw Hoei Yan yang mehghadapi serangan cabul seperti

ini langoung saja naik pitam, tangan kirinya dengan

memakai jurus “Hoei Yan-Pat-sih “Delapan jurus burung

walet terbang melancarkan sebuah serangan dahsyat,

sementara ujung baju kanannya dikibaskan keluar.

sreeeeet sreeeeet sreeeeeet tiga batang senjata garcu ” Coe

Bo Lei Hoen Lok” langsung meluncur keluar.

Im Yan sioe sikakek asap berawan tidak malu jadi

seorang jago kawakan yang mempunyai nama harum,

mangkukan huncwenya segera dikibaskan keluar. sebelum

senjata garpu Coe Bo-Loi Hun- Lok tadi memisahkan diri ia

telah melepaskan pula kantongan tembakau kulit

menjangan. korekan huncwee serta tangkai kumala hijau

untuk memapakinya.

criiing criiing tiga kali suara dentingan yang amat

memekikkan telinga. tiga batang Coe Bo Lie Hun Lok yang

mengancam datang ada dua batang yang berhasil disapu

rontok, sedang sisanya yang sebatang mendadak meluncur

kebawah dan langsung mengancam mata kaki sikakek tua

cabul tadi.

Im Yan Sioe si kakek asap bera wan jadi amat

terperanjat, mangkokan huncweenya segera ditekan

kebawah. dengan jurus “Lok Hoa Hong Kauw” Tenaga

sakti menggurat selokan satu serangan hebat kembali

dilepaskan.

Traaang… gerakan yang amat keras bergeletar diseluruh

bumi, senjata garpu Coe Bo Lie Lok yang terakhir berhasil

dipukul rontok.

“Haa..ha..haaah…” si setan gantung hidup Gouw Chie

tertawa tergelak. “Permainan dari sie-heng barusan betul2

luar biasa nama besarmu ternyata bukanlah nama kosong

belaka.”

Im Yan sioe sikakek asap berawan jadi teramat bangga,

dengan wajah berseri-seri kembali ia maju merangsek

kedepan, dalam hatinya timbul niat untuk

mendemontrasikan kelihayan ilmu silatnya.

Mangkok huncwee. kantongan kulit menjangan, korekan

buncwee serta tangkai kumala hijau yang dilepaskan

ketengah udara tadi kembali digetarkan keras- keras,

bagaikan titiran angin puyuh keempat macam benda tadi

segera meluncur kemuka dan mengancam empat buah jalan

darah diatas dada gadis she Liuw tersebut.

Pada dasarnya kepandaian silat yang dimiliki Liuw Hoei

Yan memang kalah setingkat kalau dibandingkan dengan

dirinya. menyaksikan semua serangan yang dilepaskan

mengarah pada bagian vital yang terlarang dari kaum

wanita, ia jadi naik pitam.

Dengan penuh kegusaran gadis itu membentak keras,

badannya segera menerjang maju kedepan. Tetapi justru

karena disebabkan karena pikiran serta hatinya sedang

diliputi oleh hawa gusar yang meluap-luap. tanpa sadar

gerakan tubuhnya pun jadi kacau balau tidak karuanMenyakaikan

adik perempuan keteter. Liuw Hauw siang

segera membentak keras. badannya bergerak siap

memberikan bala bantuannya.

siapa tahu Im Yan sioe si kakek asap berawan

mempunyai rencana masak didalam hatinya, asap

Khiekang yang telah dipersiapkan sebelumnya didalam

mulut segera disemburkan keluar.

Bluuum… Liuw Hauw siang sama sekali tidak menduga

akan datangnya serangan aneh itu, ditengah bentrokan

keras badannya terpukul mundur sejauh lima langkah lebih,

sedangkan tangkai kumala hijau yang disambit sikakek asap

berawan telah melanjutkan kembali serangannya

menghantam pergelangan tangan Liuw Hoei Yan.

Mendadak terdengar suara gertakan keras berkumandang

datang memecahkan kesunyian, sesosok bayangan manusia

laksana sambaran kilat cepatnya meluncur datang.

Kraaak… tangkai kumala hijau dan sikakek Asap

Berawan yang hampir saja menghantam pergelangan Liuw

Hoei Yan itu mendadak patah jadi beberapa bagian.

Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah Liuw

Hoei Yan segera mundur tiga langkah kebelakang,

sedangkan im Yam sioe sikakek asap berawan dengan

ketakutan mundur pula dua langkah kebelakang.

Terlihatlah Lam- kong Pak dengan wajah penuh napsu

membunuh berdiri seram ditengah-tengah kalangan.

Ditangannya masih mencekal kutungan tangkai kumala

hijau tadi, serunya dengan suara ketus: “Bajingan tua she

sie, hitung2 kau pun termasuk seorang jago lihay kelas satu,

sungguh tak nyana perbuatan yang bisa kau lakukan

hanyalah menganiaya serta mempermainkan kaum wanita

belaka.. .Hmm benar-benar tak tahu malu”

Perlahan-lahan im Yan sioe si kakek berawan berhasil

juga menenangkan hatinya yang kaget dan seram itu,

walaupun ia sadar bahwa kepandaian silatnya masih bukan

tandingan lawan. tetapi dengan hadirnya tiga orang jago

lihay yang lain ditempat itu keberaniannya tanpa terasa

muncul kembali. Mendengar ejekan tersebut. ia tertawa

dingin.

“Bajingan cilik. kau pingin campur tangan dalam

persoalan ini?… ” serunya.

“sie Coe Lok kau tak usah tekabur” sahut Lam kong Pak

dengan suara dingin,”permainan busukmu itu sudah

kuketahui dan kukenal sedari dulu kala…begini saja

andaikata kau dapat menyambut datangnya kutungan

tangkai kumala hijau ini tanpa berhasil menggetar

mundurkan tubuhmu. maka hari ini aku akan mengampuni

dirimu satu kali. sebaliknya kalau badanmu terpakul

mundur… Hmmm ..hmmm…”.

Begitu ucapan tersebut diutarakan. keempat orang

gembong iblis itu serentak tertawa dingin tiada

hentinya,jelas mereka tidak percaya dengan apa yang

dikatakan pemuda itu. “Nah, sambutlah.” hardik Lam kong

pak.

sreeet.. sekilas bayangan hijau yang tajam laksana

sambaran kilat cepatnya langsung menghantam dada sie

Coe Lok.

Walaupun sie Coe Lok tidak begitu percaya akan

kedahsyatan lawannya. tetapi dalam pandangan umum

serta rekan2nya iapun tak berani bertindak gegabah, hawa

murni segera disalurkan kedalam telapak kemudian laksana

kilat menyambar kearah bayangan hijau itu.

Traaang .. ditengah suara dentingan keras, mimik sie

Coe Lok berubah sangat hebat.

Badannya tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang

sementara tangkai kumala hijau tadi menancap diatas

telapak tangannya dalam- dalam.

Darah segar segera mengucur keluar lewat jari2

tangannya. ia berdiri menjublak ditempat semula.

Tiga orang gembong iblis lainnya juga ikut merasa

terkesiap setelah menyaksikan kehebatan lawan. serentak

mereka menyerbu kedepan dan mengeroyok sianak muda

itu.

“sebelum cayhe turun tangan. terlebih dahulu aku

hendak menasehati kalian semua.” seru Lam kong Pak

dengan suara keras .”Dan akupun tahu. menasehati kalian

sama halnya dengan memetik kecapi didepan kerbau, tetapi

aku masih ingin memberikan satu jalan keluar bagi kalian

semua. Bila kalian tahu diri cepat2lah bertobat dan kembali

kejalan benar. sebab itulahh jalan menuju kehidupan yang

langgeng. haruslah kalian tahu…”.

Belum habis sianak mudaitu berkata, keempat orang

gembong iblis itu telah membentak keras, serentak mereka

menyerbu kearah depan-

Melihat perbuatan orang itu Lam kong-pak segera

membentak pula, hawa saktinya segera dihimpun ditelapak.

dengan sorot mata yang menggidikkan hati ia keluarkan

jurus Payung sengkalanya yang hebat untuk menyambut

serangan lawan.

Dalam sekejap mata hawa khi-kang men-deru2 laksana

gulungan ombak ditengah samud ra, seluruh permukaan

bumi bergetar keras.

sreeet…sreeet ..sreeet.. srteei…. Empat kali desiran tajam

menggeletar diangkasa. dengan sempoyoogan keempat

orang itu mengundurkan diri kurang lebih satu tombak

jauhnya dari tempat semula. jubah panjang mereka terpapas

putus semua separuh bagian- bahkan robekan itu rata dan

teratur seolah-olah dibabat dengan senjata tajam.

suasana dikalangan segera berobah jadi sunyi senyap tak

kedengaran sedikit suara pun dengusan napas berat dan terengah2

terdengar memancar dari hidung keempat orang

gembong iblis tadi. bagaikan ayam jago yang kalah

bertarung mereka berdiri menjublak dengan wajah sangat

ketakutan-

” Cepat enyah dari sini” bentak Lam kong Pak sambil

tertawa dingin. “Sebelum Pun-Jien berubah pikiran untuk

menghabisi jiwa kalian, lekaslah tinggalkan tempat ini

hingga nyawa anjing kalian untuk sementara waktu masih

bisa dipertahankan”.

se-konyong2…dari tengah udara berkumandang datang

suara desiran angin tajam, dua sosok bayangan manusia

bagaikan burung elang melayang turun keatas permukaan.

Lam kong Pak tercekat hatinya melihat gerakan tubuh

orang dengan cepat sinar matanya dialihtan kearah raut

wajah kedua orang itu.

Ternyata mereka berdua bukan lain adalah Pangcu dari

perkumpulan Bulu hijau serta sikakek kurus ceking yang

pernah dijumpainya beberapa saat berselang.

= = oooo ooo oooo = =

DUA bersaudara she Liuw itu tak tahu asal usul dari si

kakek kurus ceking tersebut, melihat kehadiran kedua orang

gembong iblis itu mereka segera bersiap sedia untuk

melancarkan serangan.

“Kalian berdua harap segera berlalu dari sini” seru Lam

kong Pak dengan suara berat.

sebagai seorang jago dari kalangan lurus dan patriot

sejati. tentu saja Liuw Hauw siang serta Liuw Hoei Yan tak

sudi tinggalkan dia seorang diri disitu, maka walaupun si

anak muda itu sudah berseru namun tubuh mereka sama

sekali tak berkutik dari tempat semula.

Terdengar sikakek kurus ceking tadi telah menegur:

“Apakah kau adalah Lam kong Pak, si jago muda yang baru

saja muncul didalam dunia persilatan??”.

“Sedikitpun tidak salah, dan aku rasa kau pastilah Koen

Toen sioe si kakek ombak menggulung bukan” sahut Lamkong

Pak lantang.

“Heeeh…heeeh….” kakek ombak menggulung tertawa

seram. “Belum pernah ada orang yang berhasil melanjutkan

hidupnya setelah menyebut langsung julukan loohu”

“sunggub besar bacot anjingmu” Lam-kong Pakpun

tertawa dingin. “Ini hari aku akan suruh kau melek mata

lebar?. iblis tua bagaimanakah dengan keadaan keempat

orang nyonya tua itu saat ini??”

“Bajingan cilik, kau berani memper-olok2 diri loohu??

Heeeh, . . heeebh. . . mereka telah ditolong orang semua.

Bajingan keparat hampir saja kau akan menjadi anakku”.

Mendengar perkataan itu, Lam-kong Pakpun merasa

hatinya jadi lega dan kemurungan serta kekesalan mulai

lenyap dari raut wajahnya, ia tahu babwa ibunya belum

sampai ternoda ditangan iblis ini.

Tanpa terasa keberaniannya muncul kembali, teriaknya

dengan suara keras: “lblis tua ini hari aku akan memukul

tubuhmu hingga kau mencium tanah….akan ku Paksa kau

untuk pulang sambil merangkak bagaikan seekor anjing..

..”.

sepasang biji mata sikakek ombak menggulung yang kecil

bagaikan mata tikus kontan melotot sebesar-besarnya, sinar

mata yang dingin menggidikkan hati memancar keluar dari

kelompak matanya. “Tangkap dia” teriaknya.

Perlahan-lahan pangcu dari perkumpulan Liok Mao

Pang itu maju kedepan, serunya dengan nada keras:

“Kalau sekarang kau ingin melarikan diri mungkin masih

ada waktu bagimu” “.

Ucapan ini kedengarannya seperti lagi menyindir dan

mengolok-olok Lam-kong Pak. tetapi disamping lain

mengandung pula unsur kisikan atau dengan perkataan lain

ia sedang memberitahukan kepadanya, bila ia hendak

mengundurkan diri maka mereka tak akan mengejar.

Tentu saja Lam-kong Pak juga menyelami maksud

hatinya, ia segeru tertawa dingini “Berduel satu la wan satu

membuat orang jadi jemu dan tidak sabar, lebih baik kalian

maju bersama-sama saja”.

Ketua dari perkumpulan bulu hijau itu segera

membentak keras,angin pukulan tajam itu menderu-deru,

daerah seluas sepuluh persegi terbungkus dalam angin

pusaran yang keras, membuat pasir dan debu berterbangan

memenuhi angkasa,

Lam-kong Pak segera menghimpun delapan bagian hawa

murninya kedalam telapak. lalu mendorong tangannya

kedepan melancarkan pukulan dengan jurus ketujuh dari

ilmu sakti payung sengkala.

Blaaam… pasir debu dan batu kerikil berterbangan

memenuhi seluruh angkasa, ditengah ledakan keras yang

memekakan telinga masing-masing pihak mundur tiga

langkah lebar kebelakang, rupanya kesaktian yang dimiliki

kedua orang itu seimbang.

“Heeeh…heeeh..,heeeh.. . Rupanya kau memang

sedikitpunya kehebatan,”jengek Koen Toen-sioe sikakek

ombak Menggulung sambil tertawa seram.

“Tunggu sebentar” sela Lam-komg Pak, “Tenaga

lweekang yang dimiliki kita berdua berdua dalam keadaan

seimbang, beranikah kau adu kekuatan dan kelihayan

dengan diriku didalam hal jurus serangan???”-

“Hiiih…hiiih…hiiih… Pun pangcu dengan senang hati

akan mengiringi kemauanmu itu,” Habis berkata ia

menyingkap jubahnya dan ambil keluar sebuah tongkat

penakluk iblis yang terbuat dari emas murni.

Lam-kong Pak juga tak mau unjukkan kelemahan, ia

cabut keluar tanduk naga saktinya dan pasang kuda-kuda

mempersiapkan serangan.

Tenaga dalam yang dimiliki kedua orang ini seimbang,

lagipula jurus serangan yang mereka milikipun hampir

sama kuatnya, pertarungan antara kedua orang tokoh sakti

dunia persilatan ini bisa dibayangkan sampai dimanakah

kehebatannya. Napsu membunuh, kematian dan maut

mulai menyelimuti seluruh kalangan pertarungan.

Lam-kong Pak tak membuang waktu terlalu lama,

senjata tanduk naganya diayun kedepan, dengan membawa

desiran tajam segera meluncur dari atas menghajar

kebawah, serangan ini telah membuka jurus pembukaan

dari ilmu sakti Payung sengkala.

Traaaaaang. . . . bentrok keras berkumandang memenuhi

angkasa, percikan api memancar keempat penjuru, setelah

mundur kedua orang itu menerjang maju lagi kedepan,

angin desiran tajam merobek setiap udara yang berada

didalam lingkungan jarak setiap sepuluh tombak persegi,

dan membentuk sebuah pusaran angin puyuh yang dahsyat.

Pepohonan siong yang tumbuh diluar jangkauan sepuluh

tombak bergoyang kencang bagaikan tertiup angin taupan,

daun dan ranting berguguran keatas tanah.

Dua bersaudara she Liuw dengan ketakutan dan hati

tercekat buru2 mumdur kebelakang. pakaian mereka

berkibar tajam terhembus angin keras.

Traaang…traaang. . .suara dentingan keras yang

memekakkan telinga bergema tiada hentinya diangkasa.

bagaikan tukang besi yang sedang menempa besi baja.

Terdengar kedua orang itu hampir pada saat yang

bersamaan membentak keras, dua macam senjata mustika

yang tak ternilai harganya itu saling membentur satu sama

lainnya menimbulkan suara pekikan nyaring.

Dari luar kalangan pertarungan bergema datang suara

jeritan kaget, tampaklah dua macam benda mustika itu

mencelat ketengah udara.

Pada saat yang bersamaan pula kedua orang itu enjotkan

badannya melayang ketengah udara dan menyambar

senjata milik masing2.

Pada ketinggian empat puluh tombak kedua orang itu

berhasil menyambret senjata masing2, kemudian dengan

mengeluarkan jurus Heng siuw Lak Hoo atau menyapu

datar enam kelompok kembali terjadi bentrokan keras

ditengah angkasa.

Tubuh kedua orang itu dengan cepat meluncur turun

kembali keatas permukaan bumi. dalam pertarungan ini

pun tak dapat ditentukan siapa menang dan siapa kalah.

Debu, pasir dan batu kerikil berserakan di-mana2,

suasana dalam kalangan tercekat dalam kesunyian yang

luar biasa.

“Kau mundur kembali” bentak si kakek ombak

menggulung dengan suara nyaring.

Dengan mulut membungkam sang ketua dari

perkumpulan Bulu Hijau sepera mengundurkan diri

kebelakang, sementara Koen Toen sioe sikakek ombak

menggulung selangkah demi selangkah masuk kedalam

kalangan.

Gembong iblis ini sejak delapan puluh tahun berselang

telah menjagoi seluruh kolong langit, setelah mengasingkan

diri beberapa tahun lamanya. kehadirannya kali ini didalam

dunia persilatan tentu saja disertai dengan kepandaian yang

lebih dahsyat. Dan bisa dibayangkan pula sampai dimana

kehebatannya dalam melancarkan serangan nanti.

“Bajingan cilik” terdengar Keen Toen sioe si kakek

ombak menggulung berseru dengan suara berat. “Andaikata

kau sanggup menyambut tiga jurus pukulan loohu. maka

kedudukan ketua dari perkumpulan Bulu Hijau segera akan

kuserahkan kepadamu”

“Heeeh . . . heeeh . . .pendapat serta jalan pikiran yang

berbeda tak bisa berjuang bersama, siapa yang sudi

menjabat kedudukan sebagai pangcu??” jengek Lam-kong

pak sambil tertawa dingin.

Air muka Keen Toen sioe si kakek ombak menggulung

segera berubah jadi membesi, terlihatlah tubuhnya yang

kurus ceking tinggal kulit pembungkus tulang itu mendadak

menggelembung dan membesar beberapa kali lipat dari

keadaan semula.

Dalam sekejap mata daerah seluas tiga tombak di

sekeliling tubuhnya tertutup oleh selapis kabut warna hitam

yang tipis,

Lam kong Pak sadar bahwa ilmu tenaga dalam Keen

Toen Kang Khie yang dimiliki gembong iblis itu luar biasa

lihaynya, ia tak berani berayal. segenap tenaga dalam yang

dimilikinya segera dihimpun didalam telapak siap

menghadapi segala kemungkinan.

Mendadak. . .tong . . . tooong .. terdengar suara

dentingan nyaring berkumandang datang, disusul

munculnya dua orang manusia tembaga berjalan secara

berdampingan mendekati tempat itu.

setelah berhenti ditengah kalangan- salah satu diantara

manusia tembaga itu mengulurkan tangannya menunjukan

gaya seperti mempersilahkan. sedangkan manusia yang lain

segera anggukkan kepalanya dan berjalan mendekati Keen

Toen sioe sikakek ombak menggulung.

“Heeeeh-heeeeh-heeeeh” terdengar sikakek kecil Ceking

itu tertawa seram. ” Keempat orang perempuan itu pastilah

kalian yang telah menolongnya, loohu bersumpah hendak

membekuk kalian semua.”

sambil berkata ia segera melancarkan sebuah

cengkeraman menyambar tubuh manusia tembaga itu.

Dengan gesit dan sebat manusia tembaga tadi merangkak

kebawah menghindarkan diri dari datangnya serangan.

siapa tahu Keen Toen sioe si kakek ombak menggulung

bukanlah manusia sembarangan, dengan gerakan yang tak

berubah sedikitpun kembali ia lancarkan sebuah

cengkeraman kedepan.

Didalam posisi yang terdesak. tak mungkin lagi bagi

manusia tembaga itu untuk menghindarkan diri.

Menyaksikan simanusia tembaga itu terancam mara

bahaya, Lam-kong Pak segera mempersiapkan diri untuk

turun tangan.

Blaaam.. . terdengar suara bentrokan keras

berkumandang memecahkan kesunyian, simanusia tembaga

itu tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang, diatas

pakaian tembaganya tertera jelas lima buah bekas telapak

tangan yang berwarna merah. Lam-kong Pak jadi amat

terperanjat, ia segera majukan tubuhnya melancarkan

tubrukan.

Tetapi sebelum ia sempat berbuat sesuatu simanusia

tembaga yang lain telah ulapkan tangannya memberi tanda

kepadanya agar mengundurkan diri, sedangkan ia sendiri

segera maju kedepan mendekali tubuh Keen Toen sioe

sikakek ombak menggulung.

Kedua orang manusia tembaga itu sendiri sejajar dan

berdampingan, tetapi Keen Toen sioe sikakek ombak

Menggulung sama sekali tidak memandang sebelah

matapun terhadap mereka, sekali lagi badannya menerjang

kedepan, daerah seluas tiga lima tombak segera terkurung

kembali didalam angin pukulan yang maha dahsyat.

Udara jadi gelap. desiran tajam men-deru2 begitu seram

dan ngerinya suasana ketika itu sehingga menyerupai

neraka.

Tiba-tiba Keen-Toen sioe si kakek ombak Menggulung

merentangkan sepasang telapaknya kesamping, secara

terpisah ia tekan batok kepala kedua manusia tembaga itu.

Blaaam…. kembali terjadi benturan yang memekakkan

telinga, debu dan pasir berterbangan memenuhi angkasa,

tubuh kedua orang manusia tembaga itu ternyata kena

dihantam sampai menancap di dalam tanah sedalam dua

depa lebih.

Tenaga dalam yang begini dahsyat dan sempurnanya

benar2 luar biasa dan sukar dibayangkan dengan kata2.

tetapi dengan cepat kedua orang manusia tembaga itu pun

memberi reaksinya, serentak mereka lancarkan sebuah

pukulan dahsyat dengan jurus sakti Payung sengkala.

“Blaaaaam…” pasir dan debu beterbangan memenuhi

angkasa, diikuti terdengar suara robekan nyaring menggema

memecahkan Kesunyian, ternyata pakaian tembaga dari

manusia tembaga itu sudah tersambar robek.

Dengan pakaian bagian dada yang robek mencapai

beberapa depa panjangnya, kedua orang manusia tembaga

itu buru-buru mengundurkan diri sejauh satu tombak lebih

dari tempat semula.

Lam-kong Pak membentak keras, senjata tanduk naga

saktinya diiringi desiran angin pukulan yang paling kuat

meluncur keluar menghantam batok kepala kakek ombak

menggulung.

Seluruh bumi dan tanah bergetar keras, seakan-akan

terjadi gempa bumi yang paling dahsyat semuanya goncang

dahsyat. Badan dua bersaudara she-Liuw terlempar keudara

sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan jatuh

terduduk diatas tanah,

Sedangkan Lam-kong Pak sendiri dengan sempoyongan

mundur tujuh delapan langkah dari tempat semula,

persendian tulang lengan kanannya terlepas dari

sambungaan dan tergantung lemas kebawah.. . .

“Heeeh…heeeh…”Koen-Toen Sioe sikakek ombak

menggulung tertawa seram, dengan wajah menyeringai

selangkah demi selangkah ia maju kedepan menubruk

kearah tubuh dua orang manusia tembaga itu.

Disaat yang amat kritis itulah, mendadak dari tempat

kejauhan kembali muncul seorang manusia tembaga yang

diiringi oleh empat orang nyonya tua .

manusia tembaga yang diiringi oleh empat orang nyonya

tua .

begitu sampai ditengah kalangan, dengan nada penuh

kegusaran keempat orang nyonya tua itu segera membentak

keras dan masing2 melancarkan sebuah pukulan dahsyat

kedepan-

Sekali lagi terjadi benturan keras yang memekikkan

telinga, tidak ampun lagi badan keempat orang nyonya tua

itu terpental sejauh satu tombak lebih dari tengah kalangan

dan jatuh terjengkang diatas tanah.

Simanusia tembaga yang datang kemudian ini tanpa

mengucapkan sepatah katapun meneruskan langkahnya

setindak demi setindak mendekati tubuh kakek ombak

menggulung.

Setelah berulang kali berhasil memuKul keok beberapa

orang totoh silat dunia persilatan yang tersohor akan

kelihayannya, Koeo Toen Sioe si kakek ombak

menggulUng semakin takabur lagi. sambil tertawa sombong

lalu balas mendekati tubuh simanusia tembaga itu dua

langkah . . .tiga langkah , . . .

pada saat yang bersamaan kedua orang itu sama2

melancarkan sebuah pukulan kedepan, “Blaaam …” bumi

goyang, gunung bergoyang. empat penjuru bergetar keras

membuatpohon Siong yang tumbuh disekitar situ

bergemencitan dan roboh tumbang keatas tanah.

begitu dahsyat bentrokan itu sehingga debu dan pasir

berterbangan menutupi pemandangan disana, dengan

ketakutan dan sambil men-jerit2 ngeri kawanan iblis itu

melarikan diri ter-birit2 dari situ.

Menanti debu dan pasir telah reda kembali,

pemandangan disekitar sana telah pulih seperti sedia kala.

Terlihatlah ketiga orang manusia tembaga itu telah lenyap

tak berbekas, bahkan sikakek ombak menggulung pangcu

dari perkumpulan bulu hijau serta sekalian kawanan iblis

pun tidak tampak batang hidungnya lagi.. . .

Saat itu disisi kalangan tinggal empat orang nyonya tua

serta Lam-kong Pak lima orang.

Disamping itu pada jarak lima enam tombak dari tengah

kalangan. dua bersaudara she Liuw dengan kepala pecah

darah bercucuran dan badan penuh lumpur menggeletak tak

sadarkan diri,

Suasana ditengah kalangan sunyi dan sepi bagaikan

ditanah pekuburan, didalam sebuah llang yang besar dan

sedalam beberapa tombak hanya tersisa beberapa buah

lempengan tembaga belaka.

Lam-kong Pak segera menubruk kearah sun Han Siang

sambil serunya: “lbu. kau tidak menderita luka bukan?”.

“Masih untung keadaanku baik2 saja.” Jawab perempuan

she Sun itu sambil tersenyum. “Nak. tenaga dalammu telah

memperoleh kemajuan yang sangat pesat, meskipun kau

masih bukan tandingan dari Koen Toen Sioe sikakek

ombak Menggulung, tetapi dengan pangcu dari

perkumpulan Liok-Mao-pang kekuatanmU adalah

seimbang. sejak hari ini kau sudah terhitung sebagai seorang

Tokoh silat yang paling lihay didalam dunia persilatan.”

Saking terharunya titik2 air mata bercucuran membasahi

wajah Soen Han siang, ia segera memeluk tubuh Lam-kong

Pak erat-erat.

Dalampada itu dua bersaudara she Liuw telah

merangkak bangun dari atas tanah, karena merasa malu

untuk berdiam lebih lama lagi disitu. dengan hati sedih

mereka segera berlalu dari situ

Dipihak lain Toa Pei Llong in siperempuan naga

pengasingan telah membentak dengan suara keras:

“Soen Han Siang. kita berhasil meloloskan diri dari

kematian dan memungut kembali jiwa kita, itu berarti

bahwa sudah tiba pula saatnya bagi kita berdua untuk

menyelesaikan dendam sakit hati yang terikat diantara kita

berdua”

“Hmmmrm siapa yang jeri terhadap dirimu????” sahut

Soen Han Siang dengan gusar pula.

Sambil berpandang pandangan dengan penuh

kemarahan, kedua orang itu siap sedia untuk

melangsungkan pertarungan.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera

berteriak dengan suara keras.

“Kalau memang diantara kalian berdua tiada ikatan

dendam sakit hati yang sedalam lautan, berada dalam

keadaan bahaya dan musuh tangguh berada didepan mata.

Seharusnya kita bersatu padu untuk menghimpun tenaga,

perselisihan yang tak ada gunanya kenapa musti dibereskan

dalam keadaan seperti ini…..”.

“Pak-jie, kau tak usah turut campur, berulang kali nenek

pengemis ini mengucapkan kata2 yang tidak senonoh dan

tak enak didengar, ia anggap aku jeri kepadanya.., .IHmm,

persoalan ini memang sudah sepantasnya kalau diselesaikan

hari ini juga “.

“Diantara kita berempat pernah selama beberapa hari

hidup bersama dalam kesengsaraan dan penderitaan,”

Teriak ibu Tong Hoei Si saiju bulan keenam dengan keras.

“Setelah lepas dari bencana, seharusnya kita baik-baik

menjaga sisa hidup kita selanjutnya, Apakah kalian berdua

sudi memandang diatas wajah Cici untuk menyelesaikan

persoalan ini seCara baik2??….”

“Enci Tong. kaU tidak tahu.” teriak Perempuan naga

pengasingan dengan cepat. “Tempo dulu ia telah merampas

kitab pusaka Payung Sengkala dari tangan siauw-moay.

bahkan mendorong pula diri siauw-moay sehingga

terjerumus kedalam jurang yang tak terkirakan dalamnya

dan masuk kedalam mulut naga bertanduk tunggal, karena

kejadian itu aku harus menahan siksaan selama puluhan

tahun lamanya. coba kau bayangkan perempuan semaCam

ini apakah tidak pantas kalau kusingkirkan dari muka bumi.

Terutama sekali dia adalah perempuan Cabul, perempuan

tak tahu malu yang pintarnya merebut orang lelaki”

Mendengar perkataan itu Teng Hujien jadi tertegun.

“coe toa-ci” katanya. “Dapatkah kau menerangkan

dengan, lebih jelas lagi atas persengketaan kalian dimasa

lampau??”

“Tong Toa-ci, kau jangan percaya dengan omongannya”

sela Soen Han siang dengan cepat. “Setelah ditinggalkan

oleh Sian Wan Ping otaknya jadi miring dan jadi gila

bagaikan seekor anjing edan, coba kau tanya kepadanya

siapakah yang sedang berebutan lelaki??”

Kedudukan Tong Hujien dalam tingkatan usia jauh lebih

tinggi dari mereka semua, terhadap persengketaan yang

terjadi diantara mereka pada masa silam pun sedikit banyak

mendengar, karena itu dia pun berkata kembali:

“Kita sudah lanjut usia dan umur kita telah melebihi

setengah abad, sekalipun dimasa yang silam pernah terjadi

persengketaan dan perselisihan. setelah hidup sampai setua

ini sepantasnyalah kalau pandangannya terhadap pelbagai

masalah bisa lebih leluasa. Bukankah begitu cioe temoay??…”

Ia mengangguk kearah ibu dari cioe It Boen dengan

harapan agar siperempuan itu pun suka tampil kedepan

untuk menyelesaikan persoalan ini.

Siapa tahu dimasa yang silam antara ibu dari cioe It

Boen dengan siperempuan naga pengasingan terikat oleh

dendam permusuhan karena itu mendapat pertanyaan

tersebut ia segera tertawa dingin.

“Heeeh-heeeb-heeeh. . menurut apa yang siauw-moay

ketahui, dimasa yang silam Hong Loei-Khek sitamu angin

geledek Lam-kong Liauw memang mempunyai hubungan

dengan, enci Soen, tetapi coe Toa-cie dengan

kedudukannya sebagai seorang perempuan yang bersuami

ternyata mati2an mengejar terus diri Lam-kong Liuw tanpa

ada maksud untuk melepaskannya . . . “-

Merah padam selembar wajah coe Hong Hong setelah

mendengar perkataan itu tanpa terasa hawa gusarnya segera

memuncak.:

“Perempuan Cabul” makinya. “Kau yang sudi dijadikan

isteri kedua dari cioe ci-kang jadi bintang keCilnya. jadi

gundiknya.. jadi isteri mudanya…kaulah yang tidak tahu

malu, mungkin disebabkan permainan diatas ranjang dari

cioe ci-kang paling yahuud….maka kau jadi kepincut…kau

jadi terpikat dan ter-gila2 oleh goyang pinggulnya….”.

Mendengar ocehan yang kotor, rendah dan sangat

rendah itu, cioe Hujien jadi ikut naik pitam, teriaknya :

“coe Hong Hong, janganlah karena malu dan kesal lantas

jadi marah2 sendiri. Peristiwa dirimu dimasa silam yang

telah mencintai serta ter-gila2 dengar Hong Loei-Khek

sudah dijadikan bahan tertawaan oleh umat Bu-lim

dikolong langit, dikalangan angkatan yang lebih tua Siapa

yang tidak tahu bahwa diantara kita berdua mana yang

lebih tak tahu malu”.

coe Hong Hong membentak keras, ia segera menerjang

kearah tubuh cioe Hujien.

“Blaammm ” tubuh cioe Hujien terhajar telak hingga

badannya mencelat sejauh lima tombak dari tempat semula

dan jatuh terjengkang diatas tanah….”.

Dengan terjadinya peristiwa ini maka Soen Han Siang

serta Tong Hujien jadi ikut mendongkol dan naik pitam.

Sambil menubruk kedepan bentak soen Han Siang keraskeras

^

“coe Hong Hong ini hari aku baru tahu kalau kau adalah

seorang perempuan liar yang tak tahu malu, kau tak usah

menganiaya orang yang lemah dan tak bertenaga. Kalau

benar-benar bernyali mari kita saling bergebrak sebanyak

seribu gebrakan”.

“Tak usah banyak cing-cong dan pentang baCot anjing

lagi, kEnapa kau rampas kitab pusaka ilmu silat

milikKu???”. soen Han siang Tertawa dingin,

“berhubung Lam-kong Liuw dihantam orang dan

lukanya baru akan sembuh setelah mempelajari kitab

pusaka Payung sengkala, ditambah pula kitab pusaka

Payung SengkaLa itu bukanlah benda mustika milik nenek

moyangmu maka siapapun berhak untuk mendapatkannya.

Waktu itu pun-jien toh tidak merampasnya dari tanganmu

melainkan mendapatkannya dari tangan Sian Wan Peng”.

“Apa????” Dengan amat terperanjat coe Hong Hong

berseru tertahan. “Kau mendapatkannya dari tangan Sian

Wan Peng??”,

“IHmmm . . . IHmmm. . . boleh bilang tidak

merampasnya tapi memungutnya dari tangan orang itu “.

“ciiisss …” coe Hong Hong meludah diatas tanah.

“Perempuan busuk. kau tak usah ngomong tidak karuan

tanpa dasar yang kuat. kitab pusaka itu selamanya berada di

dalam sakuku, Meskipun dengan Sian Wan Peng kami

adalah suami istri tapi belum pernah kuperlihatkan kitab itu

kepadanya, bahkan dimanakah kitab pusaka itu

kusimpanpun ia tidak tahu”,

“IHiiiih . .IHiiiih . . . IHiiiih. . .nah itulah dia.” jengek

Soen IHan siang sambil tertawa cekikikan- “Justru karena

diantara kalian suami istri berdua saling tidak perCaya

memperCayai maka sejak dulu kala ia sudah mempunyai

rencana untuk mencuri kitab pusakamu itu. Ketika malam

itu aku punya rencana hendak mencuri kitab pusaka,

kebetulan sekali kutemui sian Wan Peng sedang bertarung

melawan seorang manusia berkerudung menggunakan

kesempatan itulah aku menyusup masuk kedalam dimana

kemudian telah berjumpa dengan dirimu dan menghajar

kau masuk kedalam jurang sudah setengah harian lamanya

aku mencari tanpa berhasil menemukan jejak kitab pusaka

itu, menanti aku keluar dari tempat itu maka temukan Sian

Wan Peng sedang bertarung mencapai titik beradu jiwa

dengan manusia berkerudung tadi, tetapi berhubung

kekuatan mereka berimbang maka sulit ditentukan siapa

yang menang dan siapa yang kalah. Kemudian dari saku

Sian Wan Peng tiba2 terjatuh sebuah benda, seCara diam2

aku ambil bendatadi ternyata bukan lain adalah kitab

pusaka Payung sengkala, aku jadi kegirangan setengah

mati, diam2 aku segera ngeloyor pergi dari situ”.

Mendadak terdengar coe Hong Hong berteriak sedih,

sambil menangis ter-sedu2 ia putar badan dan berlalu dari

tempat itu dengan Cepatnya.

Dalam pada itu Lam-kong Pak pun jadi menyadari dan

paham kembali apa yang sebenarnya sudah terjadi antara

ibunya dengan perempuan Naga pengasingan coe Hong

Hong dimasa yang silam.

Tetapi iapun merasa bahwa dipihak ibunya juga ada

kekeliruan- sebab bukan saja ia telah mencuri kitab pusaka

tersebut bahkan menghantamnya pula kedalam jurang

sehingga membuat dia harus menanggung sengsara selama

sepuluh tahun.

Setelah urusan jadi beres, cioe hujien serta Tong Hujien

pun segera mohon diri dan berlalu dari situ.

Sepeninggalnya mereka berdua. Sun Han Siang

menghela napas panjang dan berkata kembali:

“Ibu juga menyadari bahwa didalam persoalan ini

tindakanku agak kelewat batas, seandainya perkataan coe

Hong Hoog setiap kali berjumpa tidak sekotor dan serendah

itu, ibu pun sudah bersiap sedia untuk minta maaf

kepadanya”.

“Mama karena kejadian itu Sin Wan Peng, pasti sudah

ribut dan bentrok dengan Sinaga pengasingan- kemudian

apakah ia telah meninggalkan perempuan itu??”.

“Tidak. ia tidak pergi meninggalkannya. cuma tidak lama

kemudian Sin Wan Peng telah lenyap tak berbekas”.

“Lalu siapa kah manusia berkerudung yang telah

bertarung melawan Sian Wan Peng itu”.

“Pada waktu itu aku tak dapat melihat raut wajahnya

dengan jelas, sudah tentu aku pun tidak tahu siapa kah dia,

tetapi yang pasti ilmu silat yang dimiliki manusia

berkerudung itu sangat lihay dan tidak berada dibawah Sian

wan Peng, aku hanya melihat ia memakai jubah panjang

terbuat dari kain kasar dan berdandan seperti orang

dewasa.”

Satu ingatan dengan cepat berkelebat didalam benak

Lam-kong Pak. ia teringat kembali akan sikakek dusun yang

pernah memberi petunjuk kepadanya sewaktu berada

diloteng rumah makan. Berpikir demikian, diapun segera

menyampaikan apa yang dipikirkannya itu kepada ibunya.

soen Han Siang berpikir sebentar, kemudian menjawab:

“Jago lihay kelas satu yang seringkali suka memakai baju

kasar dan berdandan seperti orang desa pada masa itu

hanyalah Wu-Im-Tui-Gwat atau Siawan hitam mengejar

rembulan oei ci-Hoe seorang, tetapi dia adalah sahabat

karib dari coe Hong Hong suami istri. tentu saja tak

mungkin kalau sampai bentrok dan tarung melawan Sian

Wan Peng “.

“Kalau memang bukan dia yang telah mencelakai coe

Hong Hong suami isteri, kenapa hingga kini ia tak pernah

munculkan diri?? mungkinkah simanusia tembaga yang

membawa senjata payung sengkala itu adalah dia dirinya??”

Lam kong Pak mengmukakan kecurigaannya.

“Aaaah, tidak mungkin teringat bahwa Goan Ing ceng

Khi yang dilatih olehnya telah berhasil kau tiup masuk

kedalam tubuh, tentu saja kepandaian yang dilatih

selanjutnya belum akan mencapai kesempurnaan, lagi pula

kedahsyatan serta kelihayan dari ilmu silat yang dimiliki

manusia tembaga yang membawa senjata payung sengkala

itu mungkin tidak berada dibawah kelihayan dari sikakek

ombak menggulung. lbu rasa mungkin dia adalah siawan

hitam pengejar rembulan oei ci Hoe”.

“Dua orang manusia lembaga yang lain mungkinkah

ayahku serta guruku??”.

“lbu sendiri juga dibikin bingung dan tak habis mengerti

oleh persoolan ini, menurut keadaan yang seharusnya

kedua orang manusia tembaga itu sepantasnya kalau ayah

serta gurumu, tetapi setiap mereka berusaha untuk

menghindari pertemuan dengan kita, entah apa sebabnya?”.

“Andaikata kedua orang manusia tembaga itu adalah

ayah serta suhu, maka kita bisa membuktikan bahwa tenaga

lweekang yang mereka miliki telah mendapat kemajuan

yang amat pes at, lagipula mereka selalu berada bersamasama

simanusia tembaga yang membawa senjata payung

sengkala itu, jangan2 kepandaian mereka adalah didapatkan

dari manusia tembaga tersebut??”

“Akupun berpikir demikian, tetapi entah siapakah

simanusia tembaga itu??” kata soen Han siang.

“Payung Sengkala sebenarnya adalah milik Coe Hong

Hong, kenapa bisa terjatuh ketangannya?. . . .”

“Kalau didengar dari nada suara Coe Hong Hong,

agaknya ia tahu siapakah sang ketua dari perkumpulan Liok

Mao Pang”.

Soen Han Siang termenung dan berpikir sejenak.

kemudian katanya: “Menurut pendapat ibu mungkin dia

adalah Sian Wan Peng yang telah lenyap puluhan tahun

berselang”.

“Apa?? mungkinkah dia?? kenapa rambutnya jadi

hijau??”.

“Inilah persoalan yang tidak dapat dipecahkan olehku,

tetapi kalau dilihat dari peraturan perkumpulan Liok Maopang

yang dapat merubah rambut para anggotanya jadi

berwarna hijau. rasanya kalau Sian Wan Peng bisa memiliki

rambut hijau bukanlah suatu kejadian yang aneh, hanya

saja kenapa ia berbuat jadi begini rupa. Itulah yang

membikin orang tidak habis mengerti”.

“lbu. kali ini siapakah yang telah menolong kalian

berempat?” tiba2 Lam-kong Pak bertanya.

“oooh, itulah hasil perbuatan dari si manusia tembaga,

tetapi sepanjang waktu ia tak pernah mengucapkan sepatah

kata pun,.,, oleh sebab itu ibupun tidak tahu siapakah

dia??”.

“Ditinjau dari lempengan tembaga yang berserakan

didalam liang, aku lihat didalam bentrokan kekerasan

barusan simanusia tembaga itu telah menderita kerugian?”.

“Mungkin kedua belah pihak sama tidak berhasil

memperoleh peruntungan apa2, sebab itu yang kalah adalah

si manusia tembaga si kakek ombak menggulung tidak nanti

akan melarikan diri”.

Demikianlah …. dikota yang terdekat ibu dan anak

berdua tidak berhasil menemukan Pek-li Gong bertiga,

karena itu mereka segera berangkat menuju kekota Lokyang.

Ketika tiba di kota kacil Pek-See disebelah Selatan Lie-

Chiu, tiba-tiba Sun Han Siang berkata:

“Pak-jie. mari kau bermalam disini bagaimana pun juga

beberapa orang gadis itu ditemani oleh Siang Hong Tie

serta Peksli Gong^ rasanya tak mungkin mereka jumpai

mara bahaya.”.

= = ooooooooooo = =

SETIBANYA didalam kota, mereka berdua mencari

sebuah rumah makan dan memesan sayur dan arak serta

bersantap terdengar, Lam-kong Pak berkata:

“Mama, dikolong langit dewasa ini adakah jago lihay

lain yang lebih dahsyat dari pada si kakek ombak

menggulung serta manusia tembaga yang membawa payung

sengkala itu ???”

“Kalau angkatan yang lebih tua aku kurang lebih tahu.”

sahutSoen Han Siang. “Tetapi kalau siawan hitam pengejar

rembulan oei Ci-IHoe masih hidup dikolopg langit,

mungkin saja. . . .”

Berbicara sampai disini, mendadak Soen Han Siang

merandek sejenak. Dengan ilmu menyampaikan suara

ujarnya kepada si anak muda itu “Pak-jie. coba kau lihat

pelayan ini mirip siapa???”.

Lam-kong Pak berpaling dan segera memperhatikan sang

pelayan itu, segera dirasakannya raut wajah orang itu

seperti dikenal olehnya, jantungnya segera berdebar keras,

ia merasa bahwa sipelayan tersebut sangat mirip dengan

“Thiat-Pak-Teng “si-bangku besi oh Boei Kay.

“Cobakau menoleh kesamping dan perhatikan wajah

Ciang-kwee sianseng tersebut, lihatlah dia mirip siapa???”

kembali Soen Han Siang berbisik lirih.

Lam-kong Pak menoleh kearah meja ciangkwee, hatinya

segera bergetar keras, bukankah orang itu adalah “Hek Teng

TUi Toen” silampu hitam pengejar nyawa Leng Cing

cioe??? Sinar mata mereka dengan cepat menyapu sekejap

kesekeliling tempat itu.. . .

“Amboi terlihat “Tiat-Sauw Coe” si sapu baja Kin Kloe,

“Boe-Siang To “si Golok tanpa tandingan Hong Gwan-

“Pat-Pit-Loei Kong” malaikat guntur Sie Poet Sioe serta

“Shian Bin Loo couw “sikakek moyang berwajah kepiting

Pit Hoo sekalian dengan menyaru sebagai pelayan, koki dan

pembantu dapur telah hadir semua disana.

“Pak-jie” kembali Soen Hao Siang berbisik. “Gembong2

iblis itu tak mungkin membuka restoran ditempat ini, jelas

kehadiran mereka ditempat ini mempunyai rencana

tertentu”.

“Jangan2 didalam sayur dan arak telah mereka campuri

dengan racun??…” Lam-kong Pak mengemukakan

kecurigannnya,

“Aku telah memasukkan obat penawar racun didalam

sayur serta arak ini, sekalipun sudah mereka kasih racun

juga tidak mengapa, entah permainan setan apa yang

sedang mereka persiapkan?”,

“Aku rasa didalam sayur tentu sudah dicampuri racun,

mari kita ber-pura2 keracunan hebat dan roboh diatas meja,

coba lihat apa yang hendak mereka lakukan”.

Setelah berkata demikian, kedua orang itu segera pura2

keracunan dan roboh diatas meja, sementara sepasang

matanya diam-diam mengawasi gerak-gerik gembonggembong

iblis itu.

Sedikitpun tidak salah, ketika menjumpai mereka berdua

roboh tak sadarkan diri, kalangan gembong iblis itu segera

meninggalkan tugasnya masing2, melepaskan penyaruan

dan seorang demi seorang lenyap dari tempat itu.

Lama sekali Lam-kong Pak berdua menanti, namun

tiada reaksi atau gerak-gerik apa pun yang terjadi, hal ini

mencengangkan hati mereka. segera pikirnya: “Janganjangan

mereka telah melepaskan kami ibu dan anak dua

orang???…”.

Belum habis ingatan tersebut berkelebat lewat didalam

benaknya, tiba2 dari luar pintu berjalan masuk dua orang.

seorang tersebut perawakan tinggi kurus bagaikan bambU,

berjalan sempoyongan seolah-olah ia bakal roboh kalau

terhembus angin- sebuah kantong uang tergantung diatas

pUnggUngnya.

Sedang orang kedua berperawakan tinggi besar dengan

kepala besar bagaikan bligo, berpinggang kasar, mereka

bukan lain adalah Hay Thian Siang-Sat. sepasang malaikat

dari IHay-Thlan.

“Jie-ya ” terdengar Seng-sie Boh Sicatatan mati hidup

Pek Boh berseru. “Ini hari adalah tanggal ganjil atau tanggal

genap??”.

“Toa-ya” sahut Hek Sim Wangwee cepat. ” Tanggal

genap atau tanggal ganjil adalah sama saja, pokoknya

menurut peraturanmu pada tanggal ganjil tak akan

mengundang orang makan, sedang tanggal genap orang lain

yang mengundang kita”

“Jie-ya. lalu bagaimana dengan peraturanmu. …”

“Bagiku setiap tanggal Cia Gwee cap Go tak pernah

mengundang orang makan, sedang hari-hari yang lain

hanya makan bila dijamU orang lain-. “.

“Waaah. kalau begitu kita setali tiga uang.. …lalu siapa

yang mengundang kita hari ini?”.

“Kali ini seharusnya tiba giliran dari Toa-ya untuk

mengundang makan bukan????” sahut Wangwee berhati

hitam cepat.

“Begitu pun baiklah tempo dulu aku Toa-ya memang ada

maksud menjamu dirimu, tetapi jie-ya telah keburu

membayarnya. maka kalau diingalt-ingat aku si Toa-ya jadi

tak enak hati. terhadap orang lain kita memang memakai

segala macam peraturan busuk. masa terhadap orang

sendiripun juga begitu. . . .malu bukan??”.

“Toa-ya. kau memang berpandangan lebih terbuka,

silahkan pesan sayur” seru Hek Sim Wangwee.

Si Catatan mati hidup ambil keluar pit serta selembar

kertas, kemudian menulis beberapa patah kata diatas kertas

tadi, selesai menulis lantas ujarnya.

“Jie-ya. aku masih teringat selama beberapa hari

belakangan ini kau sakit perut dan berak mencret terus”.

“Tidak salah tempo dulu terlalu banyak makan makanan

yang berminyak. maka perutku rada sakit terus”.

Mendengar perkataan itu wajah Si- Catatan mati hidup

kontan berubah menjadi berseri ?,

“Jie-ya “katanya. “Kita toh mempunyai hubungan yang

sangat erat sekali melebihi hubungan kita terhadap

siapapun, bukan begitu?? Nah unjuk menunjukan perasaan

kuatir serta perhatian dari aku si Toa-ya terhadap diri Jieya,

maka kalau memang selama beberapa hari ini karena

terlalu banyak makan makanan yang berminyak sehingga

membuat Jie-ya sakit perut dan mencret- mencret, lebih

baik kali ini kita ganti macam sayur lain saja. sengaja

kupilihkan yang berjenis ringan begitu….setuju

bukan????…”.

Hek Sim wangwee tahu kalau ia tertipu, kertas catatan

tadi segera direbut dan dibaca isinya:

“Babi panggang memang lezat tapi terlalu banyak lemak.

kepiting dan udang goreng wangi sedap dirasa tapi

berminyak. tahu tempe dan sayur asem memang segar tapi

kurang cocok dilidah, maka lebih baik dikirim semangkok

kuah saja “

Air muka Hekssim Wangwee yang putih seketika

berubah hebat, serunya:

“Toa-ya, kau. . . .”

“Dengarkanlah maksud hati Toa-ya mu, aku bermaksud

baik kepadamu. sebab makanan itu jauh lebih baik dari

pada toa-ya suruh kau makan Yan oh atau Hie-Sit …. nanti

kau bisa mencret lagi. .”.

Bicara sampai disini ia berteriak namun tak seorangpun

yang menyahut, akhirnya habislah sudah kesabaran “Seng

si Boh ” si catatan mati hidup, omelnya: “Sebenarnya apa

yang sudah terjadi ?? coba kutengok kebawah”

Sebentar si catatan Mati Hidup turun ke bawah. kembali

ia naik keloteng sambil membawa selembar kertas, katanya:

“Jie-ya, semua orang yang berada didalam rumah makan

ini telah roboh tak berkutik karena jalan darahnya

tertotok”^

“Siapa yang telah melakukan hal ini?” seru Hek Sim

Wangwee dengan hati bergetar keras.

“Coba kau lih at”seru si- catatan Mati Hidup sambil

angsurkan kertas yang dibawa tadi ketangannya.

Hek Sim Wangwee menerima kertas tadi dan dibaca

isinya, kemudian ia berkata:

“Semua orang yang berada didalam rumah makan ini

telah ditotok jalan darahnya oleh dua orang anggota

perkumpulan Liok Mao pang, semua uang yang ada

dirampok habis2an lalu mereka minum sampai mabok,

kalau begitu orang yang dimaksudkan pastilah pria wanita

yang mendengkur diatas meja itu”,

Si hartawan berhati hitam ini segera tertawa seram,

ujarnya lebih jauh:

“Toa-ya, mari kita jagal dulu kedua orang sampah

masyarakat ini kemadian baru kita bicarakan kembali”

telapak tangannya laksana golok segera dibabat keatas

batok kepala Lam-kong Pak berdua.

“Tunggu sebentar” diiringi suara bentakan keras, kedua

orang itu segera meloncat bangun dari tempat duduknya.

Hay Thian Siang Sat sepasang malaikat dari Hay Thian

tertegun mendengar bentakan itu, tatkala mengetabui

siapakah kedua orang itu segera serunya hampir berbareng:

“oooh kiranya majikan berdua”

Soen Han Siang mengambil kertas tadi untuk dibaca

isinya, kemudian ia berkata: “Kemungkinan besar

gembong2 iblis itu telah melarikan diri semua. hampir saja

kalian berdua digunakan tenaganya orang lain- Begitu

masih tidak mengerti keadaan- Huuuuuh ayoh cepat kejar”

Hay Thian Siang Sat segera membebaskan jalan darah

dari semua orang yang tertotok didalam rumah makan itu,

ksemudian mengundurkan diri.

Terdengarlah jauh beberapa li dari tempat itu

berkumandang datang suara derapan kaki kuda yang amat

santar.

Lam-kong Pak serta Soen Han Siang segera

mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya yang paling top

untuk melakukan pengejaran, tidak lama kemudian

beberapa ekor kuda itu berhasil disusul oleh mereka.

Terlihatlah beberapa orang gembong iblis itu sambil

melarikan kudanya kencang2, dalam gepitan masing2 orang

mencekal seorang korban yang berada dalam keadaan tak

sadarkan diri.

Lam-kong Pak segera enjotkan badannya meluncur

kedepan dengan gerakan yang lebih cepat. sambil

menghadang jalan pergi beberapa orang itu hardiknya

keras- keras^ “Berhenti “

Keenam ekor kuda jempolan itu meringkik panjang

berulang kali, dengan cepat, mereka menghentikan larinya.

Sementara itu tatkala keempat orang gembong iblis yang

berada diatas punggung kuda, setelah melihat orang yang

menghadang ialan pergi mereka bukan lain adalah Lamkong

Pak serta Soen Han Siang, diam2 hati mereka terasa

tercekat.

Kiranya orang-orang yang berada didalam kempitan

mereka bukan lain adalah Peksli Gong, Siang Hong Tie,

Loo Liang Jen- Siang Goo berdarah Yoe Tien, Coe Lie Yap

serta Pek-li Siang.

Menurut keadaan yang semestinya, dengan kepandaian

silat yang dimiliki keenam orang itu tak mungkin kalau

mereka sampai tertawan ditangan gembong2 iblis itu, lalu

apa yang sebenarnya telah terjadi?

Kiranya ketika mereka berenam sedang masuk kelalam

sebuah rumah makan untuk menangsal perut, enam orang

gembong iblis yang telah menguntil diri mereka sejak tadi

segeri menyerbu kedalam rumah makan itu dan

merobohkan seluruh pelayan dan penghuni yang ada

disana, kemudian mereka menyaru sebagai pelayan dan

mencampuri makanan yang dihidangkan dengan obat

pemabok.

Ketika Lam-koag Pak serta ibunya mampir dirumah

makan tadi, keenam orang jago itu telah terbokong dan

keenam orang gembong iblis tadi sudah siap meninggalkan

tempat itu, menyusul Hay Thian Siang Sat pun datang

kesitu, maka muncullah siasat keji meminjam goloK

membunuh orang. untuk melenyapkan Lam-kong Pak

berdua.

Dalam pada itu, meskipun keenam orang gembong iblis

tersebut telah sadar bahwa mereka bukan tandingan sianak

muda itu, tetapi disebabkan dalam kempitan mereka

terdapat sandera yang cukup ampuh, maka tak seorang

diantara mereka yang merasa jeri. Terdengar Soen Han

Siang dengan suara keras membentak.

“Leng cing cioe cepat melepaskan orang itu, loo-soen

dengan mengingat hubungan kita dimasa lampau. untuk

kali ini suka melepaskan sebuah jalan hidup kepadamu.”

Hek Teng Tui Hoen silampu hitam pengejar nyawa Leng

cing cioe tidak menjawab, ia melirik sekejap kearah

rekannya “Shia Bin-Loocouw” sikakek moyang berwajah

kepiting Pit Hoo,

Terdengar gembong iblis itu tertawa seram, ujarnya

dengan nada mengejek.

“Tidak sulit kalau inginkan orang2 ini, silahkan datang

berkunjung kemarkas besar perkumpulan Liok Mao Pang

kami”.

“Apakah kalian semua tidak pingin hidup?” bentak Lamkong

Pak dengan gusar.

“Heeeh..heeeh…selembar nyawa ditukar dengan

selembar nyawa, siapapun tidak merasa dirugikan”

Ancaman ini ternyata cukup ampuh, Lam-kong Pak serta

Soen Han Siang benar2 tak berani bertindak secara

sembarangan lagi.

sementara itu Pek li Gong telah mendusin dari

pingsannya, ia segera berteriak keras:

“Kalian jangan sudi mendengarkan gertak sambal

mereka, silahkan kalian turun tangan selekasnya, aku

tanggung ia tak akan berani mengganggu seujung rambut

kamipun”

“Hmm kau tak usah bermimpi dihari siang belong.”

jengek Hek Teng Tui Hun sambil menotok jalan darahnya.

“Kalau kalian berani turun tangan, maka tak seorangpun

diantara mereka yang bakal hidup,^.

“ENG CING CIOE ” bentak Lam-kong Pak keras-keras.

“Sekalipun kalian membinasakan mereka tidak lebih jiwa

mereka bakal melayang. Tetapi kalian- . .Hmmmm aku

hendak menggunakan cara penyiksaan yang paling kejam

untuk menyiksa dirimu… agar kalian mati secara perlahanlahan

dan merasakan penderitaan yang paling hebat “

Kawanan iblis itu segera tertawa dingin tiada hentinya,

tak seorang pun yang menggubris ancaman tersebut.

“Hmmm pernahkah kalian dengar akan siksaan air

garam dicampur dengan merica??” seru Lam kong Pak

kembali.

“Belum pernah kudengar akan cara penyiksaan semacam

ini”

Shia Bin Loocouw sikakek moyang berwajah kepiting

dengan cepat. berseru.:

“Tunggu sebentar”

Lam-kong Pak segera menyilangkan telapak tangannya

didepan dada, serunya dengan suara berat:

“Apakah kalian siap sedia untuk beradu jiwa dengan

kami??”

“Kecuali kalau kau sudah tidak maui jiwa keenam orang

ini lagi”

Mendadak terdengar suara tertawa cekikikan

berkumandang memenuhi angkasa, sipencuri sakti Pek-li

Gong tahu-tahu sudah membebaskan diri dari pengaruh

totokan dan ngeloyor turun dari kempitan Shia Bin

Loocouw sikakek moyang berwajah kepiting.

“Makhluk jelek tua.” serunya.” Kali ini adalah enam

lawan lima, kami telah untung satu lagi….”

Wajah sikakek moyang berwajah kepiting yang pada

dasarnya sudah merah, kini berubah semakin tak sedap

dipandang lagi.

sementara itu Pek-li Gong telah membisikkan sesuatu

disisi teliaga Lam-kong Pak, setelah mendengar bisikan tadi

air muka si anak muda itu segera berubah jadi berseri-seri.

Sedangkan Pek-li Gong bagaikan tiada suatu persoalan

apapun segera berjalan kearah samping.

Lam-kong Pak pun segera berkata:

“Aku hendak memberitahukan satu persoalan yang maha

besar kepada kalian, harap kalian bisa

mempertimbangkannya sendiri.”

“Sudah. kau tak usah banyak bacot lagi, enam ditukar

dengan lima, itupun tidak terlalu rugi bagi kami”

“Jangan terburu napsu dulu, coba dengarkan dulu

perkataanku”

Bicara sampai disini ia melirik sekejap kearah Pek-li

Gong^ tampaklah sipengemis tua itu sambil bergendong

tangan berjalan pulang pergi disekitar situ, sorot matanya

memandang keatas seakan-akan sedang menikmati

indahnya rembulan.

“Tahukah kalian siapakah sebetulnya pangcu dari

perkumpulan Bulu Hijau kalian???” tanya Lam-kong Pak.

Pertanyaan ini memang mengandung daya tarik yang

sangat kuat, sebab bagi anggota perkumpulan Bulu Hijau

jangan dikata siapakah pangcunya mereka tak tahu,

sekalipun Hoe Pangcu wakil ketua pun tak ada yang tahu.

Shia Bin Loa couw sikakek moyang berwajah kepiting

segera berseru: “ApaKah kau tahu??”

“Pun-jien sudah tentu tahu. andaikata ku-ucapkan keluar

nanti kalian pasti akan merasa amat terperanjat sekali.”

Mendengar perkataan semua gembong iblis tersebut

segera pusatKan seluruh perhatiannya untuk

mendengarkan.

“Sudahlah.. percuma kukatakan keluar.” seru Lam Kongpak.

“Bagi kalian tahu atau tidak adalah sama saja

sedikitpun tak ada artinya…”

Shia Bin Loocouw sikakek moyang berwajah kepiting Pit

Hoo yang dipermainkan oleh sianak muda itu segera

tertawa dingin tiada hentinya.

“Heeh. .heeh-heeh… kau tak usah ngaco belo yang tidak

karuan- siapa yang tidak tahu bahwa kaupun tidak mengerti

siapakah pangcu kami.”

“Harap kalian dangarkan baik-baik. dia adalah salah

seorang jago Bu-lim yang paling lihay dikolong langit

tempo dulu.”

Kawanan iblis itu cepat- cepat pasang telinga dan

mendengarkan dengan penuh seksama.

Dalam pada itu Lam-kong Pak dapat menyaksikan

adanya sesosok bayangan manusia sedang berkelebat turun

dari balik lambung kuda lawan, diam2 ia merasa amat

kagum.

Maka untuk lebih menarik perhatian para gembong iblis

itu, terlaknya keras2: “Sebetulnva kalian mau

mendengarkan atau tidak??? “

“Hmmm” jengek Leng Cing cioe sambil mendengus

dingin. “Kalau kau tahu siapakah pangcu kami, mengapa

tidak kau utarakan sedari tadi??”

Tatkala Lam-kong Pak menyaksikan Pek-li Gong sambil

bergendong tangan telah balik kesisinya, tahulah ia bahwa

permainan setannya sudah selesai dilakukan. segesa

terlaknya:

“Kalian harus mendengarkan dengan jelas dan penuh

perhatian, sebab aku tidak akan mengulangi untuk kedua

kalinya…”

Baru saja perkataan terakhir diucapkan mendadak

terdengar suara benturan keras berkumandang tiada

hentinya.

“BluuukBluuukBluuuk” kawanan iblis itu sama2 roboh

terjengkang dari atas pelana kudanya, sedangkan Siang

Hong Tie, si malaikat raksasa Loo Liang Jen serta ketiga

orang gadis lainnya setelah menghadiahkan sebuah pukulan

dahsyat keatas tubuh beberapa orang iblis itu segera

berkelebat sejauh satu tombak dari tempat semula.

Sedangkan para iblis itu setelah termakan pukulan

dahsyat, pelananya patah dan mereka terpelanting jatuh

keatas tanah.

Kiranya dikala bergendong tengah menikmati rembulan

tadi secara diam2 si-Pencuri sakti Pek-li Gong telah

mengeluarkan kesaktiannya untuk membebaskan jalan

darah mereka.

Sesudah menderita kerugian, kawanan iblis itu tak berani

berayal lagi. sambil meloncat bangun dari atas tanah segera

melarikan diri ter-birit2 dari situ. Menyaksikan kesemuanya

itu sambil tertawa Sun Han Siang lantas berkata.

“Pek-li Gong sungguh tak nyana kepandaian yang maha

sakti itu telah berhasil kau latih hingga mencapai

kesempurnaan, andaikata hari ini tiada kau yang

menggunakan gerak aneh untuk rebut kemenangan, entah

bagaimanakah kita musti membereskan persoalan ini.”

Setelah merandek sejenak, sambungnya, “Eeei, pencuri

tua jinsom sisik naga berusia sepuluh ribu tahun masih ada

separuh, sedangkan disini cuma ada tiga orang gadis

bagaimana baiknya sekarang??”

“Tidak menjadi halangan biarlah mereka kerjakan sekali

lagi, untung bocah2 itu masih perawan semua, walaupun

tenaga dan kekuatannya sudah agak berkurang tapi tak jadi

soaL”

Soen Han siang pun lantas menceritakan pula kehadiran

ketiga orang manusia tembaga itu, selesai bercerita katanya

lebih jauh:

“Selama Koen Toen Sioe sikakek ombak Menggulung

tidak dibasmi, selamanya pula kita tak berhasil mengungkap

wajah yang sebenarnya dari pangcu perkumpulan Bulu

Hijau, aku lihat selama perkumpulan Liok Mao Pang belum

terbasmi ketiga orang manusia tembaga itu pun tak akan

menjumpai kita dengan wajah yang sebenarnya. Kalau

ditinjau dari lempengan tembaga yang berserakan dalam

liang kemungkinan besar manusia tembaga itu telah terluka,

kita harus mencari jejak mereka disekeliling tempat ini. aku

pikir ketiga orang manusia tembaga itu tentu

menyembunyikan diri pula disekitar markas besar

perkumpulan Liok Mao Pang”

“Tentang persoalan itu rasanya tak usah terlalu kita

ributkan,” kata Pek-li Gong.

“Menggunakan kesempatan yang sangat baik ini kita

musti menciptakan suatu kepandaian yang maha sakti bagi

sibocah cilik itu hanya berada dalam keadaan yang ampuh

saja kita baru punya jaminan menang bila berjumpa

kembali dengan beberapa orang gembong iblis itu. soen

Han Siang bukannya aku sipencuri tua sengaja mengganggu

kegembiraanmu, sekarang diantara kita beberapa orang

semestinya bocah cilik itulah yang pantas memimpin kita.”

“Hanya mengandalkan ilmu silat belaka kadangkala

masih bisa menderita kerugian besar, contohnya saja

kejadian yang kalian alami barusan, bukankah karena

kurang cerdik maka kalian jatuh kecudang ditangan orang

lain???…,”

“Sudahlah, kau tak usah memaki orang lagi. kita toh

sudah cukup dibikin menderita karena persoalan itu. Ayoh

berangkat lebih baik kita sempurnakan dahulu putra

mustikamu itu”

Berangkatlah beberapa orang itu memasuki Kota Ik

Chiu. setelah mencari rumah pengicapan ketiga orang gadis

itu segera dikirim masuk kedalam kamar Lam-kong Pak.

Tetapi pada saat itulah dua sosok bayangan manusia lain

telah mendahului mereka masuk kedalam kamar Lam-kong

pak dan menyembunyikan diri sebaik2nya.

“Soen Han siang” terdengar Pek-li Gong

memperingatkan- “Kali ini kau harus bertindak lebih hati2,

jangan sampai ketangkap lagi oleh sikakek ombak

Menggulung sehingga musti menanggung akibat yang

fatal….”

“Eeeei pencuri tua, kau tidak takut lidahmu jadi busuk

karena mengucapkan kata-kata semacam itu??” maki Soen

Han Siang sambil tertawa.

Dalam pada itu suasana dalam kamar Lam-kong Pak

gelap gulita, karena mereka merasa malu maka tak seorang

pun yang berani memasang lampu. Tetapi justru disebabkan

karena persoalan inilah telah mengakibatkan suatu kejadian

yang tragis. Semeatara itu Lam-kong Pak telah naik ke atas

pembaringan, lalu bertanya^ “Siapa duluan???”

“Aku duluan” mendadak terdengar bisikan lirih

berkumandang dari dalam kamar.

Lam-kong Pak segera memeluknya kencang-kencang dan

menempelkan bibirnya keatas bibir lawan, air liur yang

wangipun segera mengalir masuk kedalam mulut sianak

muda itu dan mengirimnya turun kearah dalam pusar.

Setengah perminum teh kemudian pekerjaan telah

selesai, gadis itu pun turun dari atas pembaringan-

“Kedua….”seru Lam-kong Pak.

Belum habis ia berseru kembali seorang gadis telah naik

keatas pembaringan, Lam-kong Pak pun tidak tahu

siapakah dia. tetapi ketika badannya dipeluk segera

terasalah tubuh lawannya padat berisi terutama

payudaranya yang montok dan memantul empuk^

“Aaaah. dia pastilah Yoe Tien” pikir si anak muda itu.

Iapun tempelkan bibirnya keatas bibir lawan, mendadak

sianak muda itu rasakan gadis itu menghantarkan ujung

lidanhya masuk kedalam bibir diikuti suatu cairan yang

wangi dan berbau aneh mengalir masuk kedalam

tenggorokannya.

Seketika itu juga ia rasakan tubuh gadis dalam

pelukannya berubah jadi panas membara, bahkan nampak

agak gemetar.

Lam-kong Pak yang menghadapi kejadian seperri ini jadi

tertegun, pikirnya: “Kenapa keadaan enci Yoe pada hari ini

agak sedikit tidak beres?? apakah ia tak sanggup

memusatkan perhatiannya dan menahan emosi sehingga

terpergaruh oleh napsu birahi ???”

Baru saja ingatan tersebut berkelebat lewat dari

benaknya, tiba2 Lam-kong Pak merasa kan munculnya

segulung hawa panas yang sangat aneh dari dalam Tan

Thian mengalir keseluruh penjuru badan- napsu birahi

segera berkobar memenuhi benaknya dan terasa amat sulit

untuk dikendalikan lagi.

Ia jadi terperanjat. cepat- cepat seluruh perhatiannya

dipusatkan jadi satu dan berusaha keras untuk

memadamkan napsu birahi yang semakin berkobar itu.

Siapa tahu hawa panas yang membakar tubuhnya itu

bukannya berkurang sebaliknya malah semakin bertambah

lipat ganda, seluruh tubuhnya terasa mulai tegang terutama

sekali alat kelaminnya yang terasa aneh sekali. . . .bulu

kuduknya pada bangun berdiri. . . .

Lama kelamaan ia tak kuasa menahan diri, dipeluknya

tubuh lawan yang padat berisi itu se-kencang2nya….napsu

birahi yang berkobar sudah sulit dikendalikan lagi,

pertahanan tubuhnya semakin mengendor dan lemah

sedang kesadaran dan ingatannya makin kabur.

Diam2 mereka sama2 mendengus didalam hati. mereka

tahu kalau seorang diantara mereka sedang bercumbu rayu

dengan Lam-kong Pak diatas ranjang, meskipun dalam hati

merasa tak amat senang hati… tetapi tak seorang pun

diantara mereka yang sudi buka suara lebih dahulu, sebab

mereka takut gengsinya merosot.

Waktu berjalan dengan lambat sekali se-olah2 jalannya

siput yang mendaki gunung, kurang lebih setengah jam

kemudian diatas pembaringan sudah tak kedengaran suara

lagi.

yang tersisa diruangan itu hanya dengusan napas berat

dari Lam-kong Pak yang kehabisan tenaga, dia merasa lelah

sekali.

Akhirnya ketiga orang gadis itu tak bisa menahan sabar

lagi. mereka saling satu sama lainnya, diikuti Cu Li Yap

berseru setelah meraba Pek-li Hiang. “Eeei. kau adalah….”

“Aku addah Hiang-moay, dan kau?”

“Aku adalah Cu Li Yap”

Cu-li Yap segera meraba tubuh Yu Tien, lalu serunya.

“Kalau begitu engkau tentulah enci Yu bukan??”

“Sedikitpun tidak salah, lalu siapakah orang pertama

yang turun tangan lebih dahulu?”

“Kami belum mendapat giliran “jawab Pek-li Hiang

maupUn Cu Li Yap hampir berbareng.

“Belum mendapat giliran?” Yu Tien diam2 tertawa

dingin, pikirnya. “Heeeh heeeh heeeh….rupanya kalian

berdua akan membohongi diriku secara mentah, Huuuh

kalau belum mendapat giliran lalu siapakah yang telah

kekerja lebih dahulu tadi? bukan kamu berdua yang bekerja

lalu siapa lagi?”

Dalam pada itu Cu Li Yap telah bertanya: “Enci Yu.

engkau pasti sudah mendapat giliran bukan??”

“Tidak aku sama sekali belum mendapat giliran” sahut

Yu Tien setengah berteriak. “barusan aku masih mengira

kalian berdua telah menyelesaikan tugas dengan puas”

Dalam hati kedua orang gadis itu pun tertawa dingin

tiada hentinya, pikir mereka didalam hati:

“Huuh… bagaimanapun lagi orang yang usianya lebih

besar sering sekali berlagak sok dan akalnya banyak sekali,

kalau sudah mendapat giliran apa salahnya untuk berterus

terang? buat apa berbohong kepada kami…. sekalipun sudah

bercumbu dan main cinta dengan dirinya juga tak jadi soal

toh, yang penting harus mengaku” Begitulah ketiga orang

itu segera saling menebak dan mencurigai satu sama

lainnya.

Sementara itu Lam-kong Pak yang berbaring diatas

pembaringan telah mendusin tatkala ditemuinya ia berada

dalam keadaan telanjang bulat hatinya jadi terperanjat,

pikirnya:

“Barusan agaknya aku mendapat suatu impian cabul

yang mengerikan sekali…. dalam mimpiku tadi se-akan2

aku sedang bermain cinta dengan seorang gadis,”

Ia segera meraba tubuh bagian bawahnya ketika meraba

suatu lendir yang membasahi seluruh bagian bawahnya, ia

jadi tertegun bukti itu menunjukan kalau ia telah

melakukan hubungan senggama dengan salah seorang

diantara ketiga orang gadis muda itu, tapi ia telah

berhubungan dengan gadis yang mana??

Ia tak ingin berpikir lebih jauh karena kejadian ini bila

tersiar diluaran maka akan mendatangkan ketidak

beruntungan-bagi kedua belah pihak. setelah mengenakan

pakaian teriaknya:

“Enci Yu, adik Yap. adik Hiang”

Ketiga orang gadis itu segera memburu ketepi

pembaringan, tanya mereka dengn cepat: “Siapa sih orang

pertama yang mendapat giliran tadi??”

“Aku tidak tahu”

“Lalu siapakah orang kedua? “tanya Yu Tien.

“Aku tak tahu”

Lam-kong Pak makin kebingungan tapi ia yakin bahwa

barusan dirinya telah melakukan hubungan senggama

dengan salah seorang diantara ketiga orang gadis itu hanya

saja mereka tak ada yang berani mengaku.

Dengan adanya penstiwa itu maka keempat orang itu

sama2 jadi tak senang hati, mereka saling menduga pihak

lain-

“Sekarang mari kita mulai lagi.” seru Yu Tien kemudian,

“adik Yap kau maju lebih dulu “

Cu Li Yap sangat tidak ingin, karena dia mengira dua

orang rekannya telah mendahului dirinya, atau dengan

perkataan lain mereka mendapat giliran lebih banyak dari

dirinya, ternyata yang lainpun mempunyai pikiran yang

sama.

Selesai kesemuanya itu, lampu dipasang dan Lam-kong

Pak menatap wajah ketiga orang gadis itu dengan

pandangantajam, pemuda itu berharap dari perubahan

wajah ketiga orang dara tersebut ia berhasil menebak

siapakah diantara mereka yang telah mengadakan

hubungan kelamin dengan dirinya.

Lama sekali dia mengawasi wajah ketiga orang dara ayu

itu, namun tiada suatu tanda pun yang berhasil ditemukan

olehnya, lama kelamaan Lam-kong Pak jadi kewalahan

juga , sambil geleng kepala pikirnya:

“Pandai amat mereka berpura-pura dan berlagak pilon

dihadapanku….sekalipun hubungan telah dilakukan

bersama aku akan tetapi sikap mereka masih tetap tenangtenang

saja seakan-akan sama sekali tak terjadi sesuatu

apapun….bahkan air muka pun sama sekali tidak berubah

jadi merah…”

Walaupun dalam hati pemuda itu menaruh curiga yang

amat sangat, tetapi tiada bukti yang berhasil didapatnya hal

ini membuat Lam-kong Pak pun tak bisa menentukan

siapakah diantara ketiga orang gadis itu yang sudah

melakukan hubungan dengan dirinya. Yu Tien kah??

atauPek li Hiang?? ataukah mungkin cu Li Yap yang sudah

punya hubungan dengan diriku???

Ia jadi ragu….mungkinkah ia hanya bermimpi saja?? tapi

Cairan seperti lendir yang melekat ditubuh bagian

bawahnya membuktikan kalau ia telah melakukan

hubungan seks dengan seorang gadis…dan bukti itu tak bisa

dibantah lagi.

Setelah putar otak berpikir keras namun tiada hasil

apapun yang berhasil didapat, akhirnya pemuda itu

mendengus dingin dan membatin didalam hati:

“Sungguh tak tahu malu. . . .bukan saja sudah

mengadakan hubungan dengan diriku, bahkan untuk

mengakupun tak mau”

Tentu saja perkataan semaCam itu tak dapat diutarakan

keluar, untuk sementara waktu masalah tadi hanya bisa

disimpan didalam hatinya saja. . . .

- – ooo- -

Tanpa terasa tiga bulan sudah lewat dengan cepat,

selama tiga bulan ini meskipun Lam-kong Pak dan ibunya

sudah beberapa kali mengunjungi markas besar

perkumpulan Liok-mao-pang, tapi mereka tak berani

melakukan bentrokan secara kekerasan karena kepandaian

silat yang dimiliki kakek ombak menggulung masih belum

ada orang yang mampu menandinginya .

Lam-kong Pak masih samar-samar pikirannya terhadap

peristiwa yang telah terjadi tiga bulan berselang, karena

ketiga orang itu sama sekali tidak menunjukan perubahan

apapun.

Suatu hari rombonganpun dibagi menjadi dua bagian

dengan tujuan melakukan pengintaian disekitar gunung Hugou-

san, mereka harus menemukan ketiga orang manusia

tembaga itu untuk kemudian bersama sama menyapU rata

perkumpulan bulu hijau.

= =ooooooooo= =

LAM KONG PAK dengan membawa Toa Lek Sin “Si

malaikat bertangan raksasa” Loo Liang Jan serta Hay Thian

Siang cho. sepasang manusia jelek dari Hay Thian

membentuk satu kelompok.

Sedang Soen Han Siang dengan membawa Pe-li Gong.

Siang Hong Tie serta ketiga orang gadis lainnya membentuk

satu kelompok.

Setelah berpisah, Lam-kong Pak dengan membawa anak

buahnya melakukan pengintaian disekitar gunung Hoa

Gouw-san selama dua hari. suatu malam tibalah mereka

didalam sebUah selat yang terpencil, dan dalam selat itu

mereka temUkan adanya asap yang mengepul keangkasa.

“Sudah kalian lihat asap itu??” seru Lam-kong Pak

segera. “Didalam selat ini pasti ada orang yang tinggal

disini.”

“siauw-ya bagaimana kalau kita periksa kesitu? perutku

sudah terasa amat lapar” seru Simalaikat bertenaga perkasa

cepat,

Keempat orang itu segera meneruskan perjalanannya

memasuki selat itu dengan melewati sebuah jalan kecil yang

membentang diantara jepitan dinding tebing yang curam

dan terjal sampailah mereka didasar selat, tampaklah

gumpalan asap itu bertembus keluar dari dalam sebuah gua.

Dengan gesit dan sebat keempat orang itu segera

menyebarkan diri bersembunyi dibelakang sebuah batu

besar didepan mulut gua lalu melongok kedalam. terlihatlah

tiga orang manusia tembaga sedang duduk berkerumun

didepan seunggokan kayu yang sedang memanggang

kelinci.

Melihat akan hal itu Lam-kong Pak jadi kegirangan

setengah mati, pikirnya: “Huuuh… ini hari akan kulihat

kalian mau lari kemana??”

Suasana hening untuk beberapa saat lamanya. mendadak

salah seorang manusia tembaga munculkan diri dari balik

gua untuk mengumpulkan kayu bakar.

Tiba-tiba… dari balik tumpukan batu cadas disamping

gua mancul kembali seorang manusia tembaga, begitu

kedua orang manusia tembaga itu saling berhadapan muka,

simanusia tembaga yang berusaha munculkan diri dari

dalam gua itu nampak berdiri tertegun.

Terlihatlah manusia tembaga dibalik batu cadas itu

menggapai kearahnya, namun tak sepatah katapun yang

diucapkan keluar,

Melihat gapaian tangan manusia tembaga itu segera

berjalan menghampiri terdepak dan lenyap dibalik batu

cadas.

“Blaaam…” Terdengar suara benturannya ring

berkumandang datang dari balik batu, rupanya salah

seorang manusia tembaga itu telah roboh keatas tanah.

Lam-kong Pakjadi terpanjat, pikirnya:

“Didalam gua itu hanya ada tiga orang manusia

tembaga, setelah satu keluar dari gua kenapa disana muncul

lagi seorang manusia tembaga?? rupanya barusan ada salah

satu manusia tembaga yang roboh, apa yang sebetulnya

telah terjadi??”.

Setelah terjadi suara benturan keras tadi suasana pulih

kembali didalam kesunyian. ketiga orang manusia tembaga

itu sama2 lenyap tak berbekas.

Lam-kong Pak jadi curiga. baru saja ia hendak

melakukan pemeriksaan kebalik batu tersebut, tiba2 dari

dalam gua muncul kembali seorang manusia tembaga.

Terlihatlah manusia tembaga itu memandang sekejap

sekeliling tempat itu lalu berjalan menuju kearah tumpukan

batu cadas.

Mendadak dari tumpukan batu muncul kembali seorang

manusia tembaga yang segera mengapai kearahnya.

Manusia tembaga itu tanpa ragu atausangsi barang

sedikit pun juga segera berjalan menghampiri rekannya itu,

baru saja badannya lenyap dibalik batu cadas itu kembali

terjadi suara benturan keras berkumandang dari situ. . .

.Blaaam se-akan2 ada seseorang yang roboh terjengkang

diatas tanah.

“Aduuh celaka” seru Lam-kong Pak didalam hati, cepat2

ia enjotkan badan dan meluncur kebalik batu cadas tersebut.

Terlihatlah olehnya dua orang manusia tembaga

menggeletak tak berkutik diatas tanah, sedang salah satu

manusia tembaga yang laim berdiri disisi mereka sambil

tertawa dingin tiada hentinya:

“Heeeeh…heeeeh…heeeeeh..,. kalian berani memusuhi

perkumpulan kami…lHmm terpaksa aku harus suruh kalian

tidur satu musiman lagi”

Lam-kong Pak tahu bahwa gelagat tidak

menguntungkan- ia segera membentak keras dan menubruk,

kedepan, dengan kerahkan segenap kekuatan yang

dimilikinya ia melancarkan sebuah serangan dengan jurus

ketujuh dari ilmu sakti Payung sengkala.

Menghadapi datangnya ancaman yang demikian

dahsyatnya itu, simanusia tembaga itu sama sekali tidak

menghindar ataupun berkelit, dengan melancarkan pula

sebuah serangan ia sambut datangnya ancaman itu dengan

keras lawan keras.

“Blaaaaaaaam….” ditengah benturan keras yang

membelah bumi, pasir debu beterbangan memenuhi

angkasa. tubuh kedua orang itu sama-sama tergetar mundur

sejauh tiga langkah kebelakang.

Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah,

mendadak manusia tembaga itu menyambar tubuh kedua

sosok tubuh manusia tembaga yang lain dan kabur dari situ.

Lam-kong Pak tentu saja tidak akan membiarkan

lawannya merat dengan menggondol dua orang manusia

tembaga itu, ia membentak keras dan melakukan tubrukan

kembali kearah depan.

Sementara itu si malaikat bertenaga raksasa Loo Liang

Jen sekalian sudah mendengar suara terjadinya

pertempuran, mereka segera memburu kesitu dan

menghalangi jalan perginya manusia tembaga itu.

Menjumpai datangnya bala bantuan, si manusia tembaga

itu tertawa dingin, ia tangkap kaki kedua orang manusia

tembaga itu kemudian diayunkan kemuka dengan

menimbulkan desiran angin tajam, tubuh Loo Liang Jen

seketika terancam bahaya.

“Loo tua, cepat mundur ” hardik Lam-kong Pak.

Ia menubruk kedepan dengan menggunakan gerakan

tubuh yang lincah hasil pelajaran dari Pek li Gong laksana

kilat badannya menyusup kedepan dan melancarkan tiga

buah serangan berantai.

Tetapi si manusia tembaga itu bukanlah manusia

sembarangan, bukan saja tenaga dalam yang dimilikinya

amat dahsyat bahkan jurus-jurus serangan yang

dipergunakanpun aneh dan maha sakti, ditambah pula

Lam-kong Pak tidak berani menggunakan telapaknya untuk

memukul miring tubuh kedua orang manusia tembaga itu,

maka dalam hal serangan ia sudah menderita kerugian yang

amat besar,

Setelah bergebrak puluhan jurus, Lam-kong Pak telah

didesak mundur sejauh satu tombak lebih.

Rupanya simalaikat bertenaga raksasa Loo Liang Jen

merasa tidak puas dengan kehebatan lawannya, kembali ia

menubruk kedepan dalam hati ia telah mengambil

keputusan, sekalipun badan bakal kena digebuk ia harus

berhasil mencengkeram si-manusia tembaga itu.

“Blaam,..” pantatnya kontan kena dihantam keras2

hingga terasa amat sakit sekali, kepalanya jadi pusing tujuh

keliling dan matanya jadi ber-kunang2, tapi ia cukup

tangguh

sekalipun sudah terhajar namun ia tak gentar, bukannya

mundur dia malah maju kedepan dan mencengkeram

lengan kanan si- manusia tembaga itu.

Kedua orang itu sama2 memiliki tenaga raksasa yang

maha dahsyat, setelah saling membetot keadaan kedua

orang itu tetap berada dalam keadaan seimbang.

Si-Malaikat bertenaga raksasa segera membentak keras,

kedua tangannya mencengkeram tubuh lawan kencang2

kemudian ditarik dengan sekuat tenaga.

“Jangan ditarik” bentak Lam-kong Pak.

Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah

simanusia tembaga itu merampas kembali manusia tembaga

yang jadi rebutan. kemudian putar badan dan kabur lagi.

“Berhenti”

Baru saja simanusia tembaga itu meluncur sejauh tigalima

tombak dari tempat semula. dihadapan mukanya telah

muncul kembali seorang manusia tembaga.

“Lepaskan kedua orang manusia tembaga itu.” terdengar

manusia tembaga yang baru saja muncul itu membentak

keras. “maka aku akan memberi sebuah jalan hidup bagimu.

aku tahu siapakah kau?”.

“Kau tahu siapakah aku???”.

“Hmm pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang.”

Lam-kong Pak segera ulapkan tangannya, Loo Liang Jen

serta Hay Thian Siang cho segera mengiakan dan

mengurung kedua orang manusia tembaga itu ditengah

kalangan.

“Sedikitpun tidak salah” terdengar Liok Mao Pangcu

dengan suara keras. “Tetapi… Hmm sekalipun kau berhasil

merampas kembali kedua orang manusia tembaga ini juga

tiada gunanya. mereka sudah terkena ilmu sihir Tong Bin

Toa hoat dari pun-pangcu, dikolong langit dewasa ini

kecuali pun-jien seorang tak ada orang lain yang sanggup

membebaskan mereka”

“Aku tidak akan memperdulikan apakah mereka bisa

dibebaskan atau tidak dari pengaruh ilmu sihirmu itu, yang

penting lepaskan mereka saat ini juga mari kita bertempur

dengan batas sepuluh gebrakan, siapa menang dia boleh

bawa pergi kedua orang manusia tembaga itu.”

Liok Mao Pang cu segera melepaskan pakaiannya dan

menaruh tubuh kedua orang manusia tembaga itu keatas

lantai.

“Begitupun baik juga.” serunya. “Mari kita tentukan

menang kalah kita dalam sepuluh jurus, lihat serangan-…”

Serangan ilmu telapaknya sepintas lalu mirip sekali

dengan ilmu sakti Payung Sengkala tapi kenyataannya

bukan ilmu ampuh tersebut, menghadapi serangan yang

demikian dahsyatnya itu bukan saja manusia tembaga itu

tidak menghindar bahkan malah menyongsoDg maju

kedepan, ia sambut datangnya serangan itu dengan keras

lawan keras.

“Blaaam…” batu dan pasir beterbangan bagaikan hujan

gerimis. kedua orang itu saling berpisah dan masing2

mundur tiga langkah kebelakang….

Sekali lagi simanusia tembaga itu melancarkan seranganternyata

jurus serangan yang dipergunakan adalah ilmu

sakti Payung Sengkala.

Walaupun menggunakan jurus serangan yang sama tapi

didalam penggunaan orang ini ternyata jauh berbeda sekali,

daerah seluas puluhan tombak disekeliling kalangan

pertempuran segera tertutup oleh desiran angin puyuh yang

men-deru2, pasir dan debu kembali berterbangan diangkasa.

Kali ini tubuh Liok Mao pangcu tergetar mundur satu

langkah lebih banyak dari semula.

Mendadak terdengar suara bentakan keras

berkumandang gegap gempita, kawanan iblis yang

tergabung dalam perkumpulan Bulu Hijau sama2

munculkan diri ditempat itu.

Hoe pangcu atau wakil ketua “Ngo Hoa Bak “si daging

lima warna segera memapak diri Lam-kong Pak.

“Hoo Boe Siang” sisetan gantung hitam GouwJit

menandingi Loo Liang Jen sedang Suma Ing serta Lam-hay

coe Khek segera menghadapi Hay Thian Siang cho.

Blaaam.. Blaaam… benturan2 nyaring berkumandang

tiada hentinya memekikkan telinga, walaupun tenaga

lwekang yang dimiliki Liok Maopangcu masih kalah

setengah tingkat dari manusia tembaga itu. tetapi untuk

beberapa saat lamanya ia tidak sampai menderita kalah,

Sedangkan sidaging lima warna setelah saling beradu

tenaga sebanyak tiga kali dengan Lam-kong Pak. meskipun

tubuhnya bergetar mundur sampai sejauh lima enam

langkah. tapi secara mati2an ia bertahan terus dari

posisinya saat ini.

Sedang sisanya yang lain untuk sementara waktupUn

berada dalam keadaan seimbang, mereka sama2 berusaha

bertahan dan mendesak lawannya,

Luas lapangan dikalangan batu cadas itu tidak terlalu

luas, setelah pertempuran berkobar maka kian lama orang2

yang sedang bertempur itu kian menjauhi tempat dimana

kedua orang manusia tembaga itu menggeletak.

Lam-kong Pak merasa hatinya selalu cemas dan gelisah

memikirkan keselamatan kedua orang manusia tembaga itu.

melihat pihak musuhnya terus menerus mendesak dirinya ia

jadi naik pitam. mendadak sambil membentak keras ia

melancarkan kembali sebuah pukulan dahsyat kearah

lawannya dengan jurus ilmu payung sengkala yang disertai

tenaga lweekang sebesar sepuluh bagian.

Blaam… terjadi ledakan keras ditengah udara, dengan

sempoyongan “Ngo-Hoa-bak”. atau si Daging lima warna

mundur sejauh lima tombak dari posisinya semula, darah

segar muntah keluar tiada hentinya dari mulutnya,jelas

wakil ketua dari perkumpulan Bulu Hijau ini telah

menderita luka dalam yang amat parah.

Lam-kong Pak tidak menggubris keadaan musuhnya

lagi, dia segera enjotkan badannya meluncur kearah balik

batu dimana kedua orang manusia tembaga tadi

menggeletak.

Tapi dengan cepat sianak muda itu berdiri tertegun

dengan hati kaget, kiranya dua orang manusia tembaga

yang semula masih menggeletak ditempat itu kini sudah

lenyap tak berbekas.

Dalam pada itu si- manusia tembaga sedang bertempur

melawan ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang juga

mulai tidak sabaran lagi, ia membentak keras.,. dari

sakunya mendadak dicabutnya senjata tajam payung

sengkala yang di-idam2kan oleh setiap umat Bu-lim itu.

“Blaaam….” payung tersingkap lebar, cahaya merah yang

amat tajam menyilaukan mata diiringi be-ribu2 bayangan

hitam segera mengurung sekeliling tubuh Liok Mao Pang.

Dengusan berat segera terdengar meluncur keluar dari

mulut Liok Mao Pangcu, dengan sempoyongan ia mundur

tiga langkah kebelakang. jelaS jago lihay ini sudah

menderita luka dalam dadanya.

Setelah berhasil melukai musuhnya, simanusia tembaga

itu pun tidak menggubris lawannya lagi. Ia segera kembali

kebelakang batu dimana kedua orang manusia tembaga

yang lain menggeletak. tapi iapun segera dibikin tertegun

oleh kenyataan yang dihadapinya, sambil bersuit nyaring

tubuhnya segera berkelebat meninggalkan tempat ini.

Mengetabui bahwa mangsanya telah hilang, ketua dari

perkumpulan bulu hijau itupun patah semangat, ia segera

kumpulkan seluruh anak buahnya dan mengundurkan diri

dari situ.

Dalam pada itu Lam-kong Pak telah melakukan

pencarian disekitar tempat kejadian itu, tapi bayangan

tubuh kedua orang manusia tembaga itu masih juga tak

ditemukan. Ia jadi sedih dan murung.

Disamping itu iapun merasa amat benci terhadap diri

ketua dari perkumpulan Bulu Hijau, seandainya pada

malam itu ia tidak munculkan diri ditempat itu sambil

menyaru manusia Tembaga itu untuk diajak bekerja sama

menumpas perkumpulan Liok Mao Pang.

Terdengar “Sin-si-Boh” atau si-catatan mati dan hidup

sedang menggerutu:

“Huuuh… aku lihat pada saat ini semua orang sedang

mengincar senjata Payung sengkala yang maha sakti dan

maha berharga itu, jelas siapa yang berhasil memiliki

payung tersebut dialah yang bakal merajai kolong langit

tanpa tandingan”.

“Aaaaaah, belum tentu benar” bantah Hek Sim

Wangwee atau si- Hartawan berhati hitam Cepat.

“Seandainya kita berdua yang mendapatkan senjata

mustika itu, belum tentu kita berdua berhasil menjagoi

dunia kangouw tanpa tandingan”

“Sudahlah, kau tak usah menyangkutkan kita berdua

dalam persoalan ini.” teriak catatan mati hidup,

Lam-kong Pak yang berada disamping mereka segera

melerai sambil ujarnya:

“Kalian jangan ribut melulu karena persoalan yang sama

sekali tak berguna. ayoh kita pisahkan diri jadi dua

kelompok untuk melakukan pencarian disekeliling tempat

ini, aku pikir kedua orang manusia tembaga itu pasti bukan

terjatuh ketengah kawanan perkumpulan Liok Mao Pang,

seandainya terjatuh ketengah orang lain pun kemungkinan

besar belum pergi terlalu jauh”.

“Mungkinkah kedua orang manusia tembaga itu

melarikan diri sendiri??…” tanya Loo Liang Jen

mengemukakan pendapatnya .

“Tidak mungkin bukankah Liok Mao Pang tadi sudah

berkata bahwa ia telah menggunakan ilmu sihir Tong Bin

Toa Hoatnya^ untuk merobohkan mereka?? itu tak bakal

salah lagi, asal orang terkena ilmu sihir Tong Bin Toa Hoat

berarti keadaannya tidak jauh berbeda dengan orang mati,

kecuali ia yang turun tangan membebaskan sendiri dikolong

langit tiada seorang pun yang sanggup menolong mereka “

“Tempo dulu bukankah Liok Mao Pangea pernah

menyerahkan secarik kertas kepada si perempuan naga

pengasingan?? ” seru Loo Liang Jen- “Aku lihat diatas

kertas itu bertuliskan ilmu pemunah pengaruh sihir Tong

Sin Toa- hoat”

“Hmmm masaada urusan yang begitu gampang dan

menguntungkan ?? apa yang ditulis diatas kertas itu adalah

ilmu pemunah pengaruh sihir Tong Bin Toa Hoat yang

palsu. kau anggap ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang

gampang tertipu?? lagi pula pada waktu itu si perempuan

naga pengasingan pun telah menggunakan orang mati

sungguhan untuk menipu dirinya”

Berbicara sampai disitu, Lam-kong Pakpun segera

membawa Loo Liang Jen berangkat menuju kearah Timur.

sadangkan Hay Thian Siang cho berangkatk earah Barat

untuk melakukan pencarian.

Setelah bekerja keras SeDjang sepanjang malaman

suntuk akhirnya sampailah kedua orang itu ditengah sebuah

Celah bukit, tampak sebuah bangunan rumah gubuk keCil

berdiri disitu, Cahaya lampu yang redup memancar keluar

dari balik jendela menyiarkan bayangan manusia yang

berlalu-lalang.

“Loo tua.” Lam-kong Pak segera berbisik, “aku masih

ingat, belum lama berselang bukankah kitapun pernah lewat

ditempat ini? aku masih ingat bahwa rumah gubuk itu tiada

penghuninya?”.

= =oooooooo= =

“SIAUW-ya, aku sudah tidak ingat lagi,” sahut Loo

Liang Jen- “Asal perutku mulai terasa iapar. maka segala

persoalan apapun akujadi lupa sama sekali”

Lam-kong Pak segera tertawa dingin. “Loo tua, seorang

manusia bukan hidup dikolong langit karena makan,

kecuali makan masih ada tujuan yang lebih besar”.

“Tapi kalau perutku iapar tenagaku jadi lemas, apalagi

sekarang… addduh….coba kau dengar? kluk… kluk… kluk…

bunyi terus tiada hentinya, tenggorokan seperti muncul

sebuah tangan keCil yang menggapai-gapai”.

Mendadak pintu depan rumah gubuk itu terbentang lebar

dan muncul seorang gadis muda. Lam-kong Pak yang

berhasil menyakslkan raut wajah orang itu, hatinya jadi

berdetak keras, kiranya dara itu bukan lain adilah Siauw

Hong dayang kepercayaan dari Liuw Hoei Yan”

Sungguh aneh,” sianak muda itu segera berpikir didalam

hatinya^ “Dua bersaudara she Liuw termasuk dalam urutan

kedua diantara empat keluarga Kaya, rumah mereka megah

dan harta melimpah. mengapa sekarang malah pindah

kerumah gubuk yang reyot dan jelek ditengah pegunungan

yang sunyi ini…??”.

“Loo tua, ayoh kita pergi saja” akhirnya Lam-kong Pak

berseru.

Mendadak. pintu rumah gubuk itu kembali terbuka dan

muncul seorang gadis lain, kali ini sianak muda itu merasa

semakin terperanjat, sebab ia kenal gadis ini sebagai Liuw

Hoei Yan sendiri,

Yang membuat ia terkejut bukan hadirnya gadis itu

disitu, sebaliknya adalah terlihat karena perut Liuw Hoei

Yan menggelembung besar se-olah2 seorang gadis yang

sedang bunting lima bulan.

pada waktu itu meskipun Lam-kong Pak berdiri pada

posisi yang bermusuhan dengan gadis itu, tetapi

berhubungan ia pernah menyelamatkan jiwanya satu kali

didalam perkampungan Toa Loo san-cung lagi pula

hubungan mereka cukup akrab. maka pemuda kita segera

tertawa dingin sambil bertanya didalam hati.

“Perut sudah bunting segede itu, entah anak jadah dari

siapa yang dikandungnya itu?”

Sementara itu Liuw Hoei Yan, siauw Hong telah

menyapu sekejap keadaan disekeliling sana kemudian

masuk kedalam ruangan dan tidak lama berjalan keluar

lagi.

Dibawah ketiak masing2 orang mengepit seorang

manusia tembaga, dengan gerakan yang cepat mereka

segera berlalu dari situ.

“Aaah. kiranya kedua orang inilah yang telah mencuri

kedua orang manusia tembaga itu dlkala kami sedang

bertempur.” pikir Lam-kong Pak segera dengan hati

terperanjat, “Entah apa maksud tujuan mereka mencuri

manusia2 tembaga itu???”

“Ayoh kejar” ia segera berseru,

Kedua orang itu segera melakukan pengejaran menguntit

dibelakang dua orang gadis tadi, baru saja keluar dari celah

bukit mendadak dari hadapan mereka muncul seseorang

yang segera menghadang jalan perginya, Terdengar orang

itu sambil tertawa terkekeh-kekeh berseru:

“Heeeh…heeeh…heeeh… susah payah kucari kesana

kemari tanpa berhasil. eeei… tahunya sekarang bertemu

dengan begini gampang, ayoh serahkan mereka kepadaku”.

Menyaksikan jalan pergi mereka terhadang kedua orang

gadis itu merasa amat terperanjat, kiranya orang yang

sedang menghadang jalan pergi mereka bukan lain adalah

“Toa Pei-liong-In” atau si-Perempuan naga pengasingan coe

Hong Hong.

“cianpwee apa maksudmu menghalangi jalan pergi

kami?? “Liuw Hoei Yan segera menegur.

“Serahkan manusia tembaga itu kepadaku” jawab coe

Hong Hong ketus dan singkat.

“Oooh jadi cianpwee hendak mengandalkan ilmu silatmu

yang tinggi untuk menganiaya dan mempermainkan

boanpwee?? Hmm belum tentu segampang apa yang kau

bayangkan”.

“Budak sialan” Coe Hong Hong segera memaki sambil

tertawa dingin, “Loo Nio sudah bersikap teramat sungkan

terhadap kalian berdua lagi pula apa gunanya manusia

tembaga itu bagi kalian??”

Liuw Hoei Yan tak mau kalah, diapun tertawa dingin.

“Lalu cianpwee sendiri. apa gunanya menghendaki

manusia2 tembaga ini??”

coe Hong Hong nampak melengak untuk beberapa saat

lamanya. kemudian dengan suara gusar bentaknya:

“Budak ingusan apakah benar2 kau hendak memaksa

aku untuk turun tangan sendiri???”

“Bilamana cianpwee sudah ambil keputusan untuk

merampas manusia tembaga ini dengan andalkan ilmu silat,

boanpwee pun tiada Cara lain keCuali melakukan

perlawanan bagaimanapun juga kau harus memberikan

alasan yang tepat kepada kami”

“Bagus tahukah kalian siapakah yang berada dibalik

pakaian tembaganya itu??”

“Menurut dugaan siauw-li mereka pastilah Hong-Loei-

Khek sijagoan angin guntur Lam-kong Liuw serta siauw-

Yau-sianseng, si sastrawan yang suka berpelancongan Loe

It Beng dua orang Locianpwe”.

“begini saja kalian bukalah pakaian tembaga yang

dikenakan oleh kedua orang manusia tembaga ini.

seandainya mereka bukanlah kedua orang itu maka loosoenpun

tak sudi merebutnya dari tanganmu”.

“Seandainya mereka adalah kedua orang cianpwee itu,

cianpwee hendak merebutnya dengan kekerasan?” sindir

Siauw Hong.

coe Hong Hongjadi naik pitam, segera hardiknya:

“Ditempat ini tiada hak bagimu untuk ikut berbicara tahu,

budak sialan yang tak tahu diri.”

Siauw Hong menyengir sinis.

“Menurut apa yang boanpwee ketahui.” ujarnya lagi.

“Sijago angin guntur Lam-kong Liuw serta sisastrawan yang

suka berpelancong Loe ItBeng dua orang cianpwee tiada

hubungan apapun dengan dirimu, entah kau.. . .”

“Budak rendah tutup mulut anjingmu yang kotor itu.”

tukas coe Hong Hong semakin gusar. “Loo-soen hanya

ingin menanyakan sepatah dua patah kata saja terhadap diri

Lam-kong Liuw, bila kau budak sialan berani mengolok2

Loo-soen lagi, Nanti kubabat dirimu hingga modar….”.

“Sekalipun dibalik kain tembaga ini adalah kedua orang

cianpwee yang kau maksudkan. merekapun tak akan

sanggup menjawab pertanyaanmu, lalu apa gunanya ??”

ujar Liuw Hoei Yan pula.

“Aku punya cara untuk membuat mereka bicara, cepat

serahkan kepada Loo-soen agar kuperiksa “

Terpaksa Liuw Hoei Yan meletakkan manusia tembaga

itu keatas tanah dan membiarkan coe Hong Hong untuk

melakukan pemeriksaan-

Dalam pada itu si perempuan naga pengasingan maupun

Lam-kong Pak yang bersembunyi ditempat kegelapan

sama2 merasa tegang dan hatinya bergolak keras, dalam

waktu singkat mereka akan segera mengetahui siapakah

sebetulnya manusia tembaga itu.

Perlahan-lahan Liuw Hoei Yan serta Siauw Hong

melepaskan pakaian tembaga yang dikenakan oleh kedua

orang itu, tapi dengan cepat mereka berseru kaget dan

mundur satu langkah kebelakang sambil menutupi mulut

sendiri.

coe Hong Hong segera mendekati manusia tembaga itu

untuk diperiksa sendiri dengan seksama, tetapi dengan

Cepatnya ia temukan dua sosok mayat yang tak dikenal

terbungkus dibalik pakaian tembaga itu.

Hatinya jadi gusar dianggapnya kedua orang gadis itu

sengaja sedang mempermainkan dirinya.

“Perempuan rendah kau berani membohongi Loo-nlo

???” teriaknya setengah melengking.

“Siapa yang membohongi dirimu??” balas Liuw Hoei

Yan dengan nada gusar pula, “Kami berdua sudah setengah

harian lamanya repot sendiri, siapa tabu akhirnya tertipu

oleh perangkap orang.”

“Dari tempat mana kalian berhasil merampas Kedua

orang manusia tembaga ini ??”

“Kami bukan merampas tapi berhasil menemukan

disekitar tempat ini, sebenarnya kami hendak mencari

tempat yang tersembunyi untuk membuka pakaian tembaga

mereka siapa tahu kau sudah keburu datang kemari “.

coe Hong Hong mendengus dingin, tanpa mengucapkan

sepatah katapun ia segera putar badan dan berlalu dari situ.

Dengan termangu-mangu Liuw Hoei Yan serta Siauw

Hong memandang bayangan punggung si perempuan naga

pengasingan lenyap dari pandangan, lama sekali dayang itu

baru berkata:

“Sungguh tak nyana setelah kita bekerja repot setengah

barian lamanya, hasil yang diperolehnya hanya nihil, entah

jenasah siapakah kedua orang ini??”

“Sudah kau lihat belum. Tuh rambut mereka berwarna

hijau, itu tandanya kalau mereka orang perkumpulan Bulu

Hijau, bahkan kematian merekapun belum lama berselang”

Berbicara sampai disitu gadis she- Liuw itu merandek

sejenak dan menghela napas panjang, “Aaaai-.. sebenarnya

aku mengira manusia tembaga itu adalah Lam-kong Liuw

cianpwee tapi sekarang…..apa pun sudah runyam, lagi pula

keadaanku pun sudah berubah jadi begini entah adik Pak

suka mengakui atau tidak??”

“Bocah itu adalah hasil dari bibitnya sekalipun tak mau

mengakui juga tak bisa” sahut Siauw Hong,

Lam-kong Pak yang mendengarkan pembicaraan itu jadi

terperanjat. hatinya jadi sakit seperti terpagut ular berbisa.

segera pikirnya: “oooh. kiranya dialah yang telah. . . .”.

“Tetapi bagaimana caranya aku terangkan persoalan ini

kepadanya??” terdengar Liuw Hoei Yan mengeluh.

“Kalau kau tidak berani menceritakan kepadanya biar

akulah yang menemui Lam-kong Pak. bagaimanapun juga

kalian sudah menjadi suami istri. Dan dia berbuat begitu

pun Karena ingin menyempurnakan dirinya”

“Aaai kesempatannya ini adalah gara-garamu yang bikin

urusan. Siapa Suruh kau mencari akal yang begini

memalukan… .aaai akupun tahu bagaimana tabiatnya, ia

pasti akan memandang rendah diriku.”

Sekarang Lam-kong Pak telah mengetahui duduknya

perkara, tanpa sadar saking gemasnya sepasang gigi jadi

gemerutukan nyaring, ia tahu kembali Siauw Hong yang

telah mengeluarkan siasat busuk itu. Mungkin mereka

berhasil mendengarkan pembicaraan antara soea Han Siang

dengan Pek-li Gong^ maka sebelum urusan dimulai mereka

telah bersembunyi dulu dibawah ranjang dan dengan

menyaru sebagai coe Li Yap sekalian mengadakan

hubungan Cinta dengan dia.

Sekarang diapun membenci pula diri Liuw Hoei Yan,

dalam anggapannya walaupun tempo dulu kejadian

semacam itu hampir saja terjadi tetapi gadis itu masih dapat

dimaafkan karena Siauw Honglah yang telah memasukkan

obat perangsang tanpa sepengetahuan dirinya. Tetapi kali

ini Liuw Hoei Yan telah ikut berkomplot maka dari itu

dosanya tak bisa dimaapkan lagi.

Sebetulnya dia ingin unjukkan diri untuk memaki kedua

orang gadis itu habis2an-bahkan hendak menghajar pula

Siauw Hong yang berbati licik dan banyak akal cabul.

Tetapi setelah dipikir kembali akhirnya ia batalkan niatnya

itu. sebab ia tahu bila sampai bertemu maka dirinya bakal

jadi repot karena itu lebih baik tidak bertemu, sambil

melihat apa yang bakal mereka katakan kepadanya bila

berjumpa lagi nanti.

Beberapa saat kemudian Liuw Hoei Yan serta Siauw

Hong telah berlalu dari situ, Lam-kong Pak serta Loo Liang

Jen pun munculkan diri dari tempat persembunyian, ketika

mereka periksa kedua sosok mayat itu segera ditemuinya

bahwa mayat itu memang mayat dari anggota perkumpulan

Liok Mao Pang.

Kejadian ini semakin mengherankan hati pemuda kita,

segera pikirnya: “Kedua orang manusia tembaga itu

sebetulnya adalah manusia hidup, bahkan mereka sudah

terkena ilmu sihir Tong Bin Toa- hoat dari Liok Mao

Pangcu kenapa sekarang bisa berubah jadi anggota

perkumpulan Bulu hijau ??…. aaah sudah pasti ada orang

yang menukarnya.”.

Tapi siapa yang menukar mereka?? anggota

perkumpulan Liok Mao Pang?? tidak mungkin sebab kalau

ditinjau dari keadaan mayat itu sepantasnya kalau

perbuatan ini dilakukan oleh musuh dari perkumpulan bulu

hijau itu.

Kapankah penggantian itu dilakukan?? Liuw Hoei Yan

mengatakan bahwa ia temukan kedua orang manusia

tembaga itu disekitar sana, hal ini membuktikan bahwa

kedua orang manusia tembaga yang asli telah diculik orang

ketika si manusia tembaga yang ketiga sedang bertempur

melawan ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang, dimana

kemudian orang itu telah membinasakan dua orang anggota

perkumpulan bulu hijau dan menggantikannya.

Lam-kong Pak merasa otaknya jadi tumpul dan kacau

balau, terutama sekali setiap kali teringat akan pembicaraan

antara Liuw Hoei Yan dengan Siauw Hong, hatinya terasa

amat tidak gembira.

Dasarnya ia adalah seorang Koen-cu, walaupun

peristiwa ini terjadi atas dasar Siauw Hong yang bertindak

sebagai sutradara tetapi Lam-kong Pak tak bisa tidak

tersangkut pula dalam hal itu sebab dia adalah pelaku

utamanya. Dalam kekesalannya ia segera mendengus.

Mendadak terdengar perut Loo Liang Jen berbunyi

gemerutukan yang sangat nyaring, suara itu bagaikan

gulungan air bah yang membobol tanggul.

Rupanya Loo Liang Jen sudah salah paham, ia mengira

sianak muda itu mendengus karena perutnya berbunyi

keras. buru-buru ujarnya:

“Sauw ya, kau jangan marah sebetulnya perutku tidak

akan secepat ini menjadi lapar kembali, tetapi barhubung

kemarin hari aku hanya makan sembilan puluh biji bak-pau,

tujuh mangkok mie kuah dimana makanan2 itu banyak

yang tidak pakai minyak babi. maka perutku jadi lapar jauh

lebih cepat dari keadaan sebenarnya…”.

Lam-kong Pak ulapkan tangannya memberi tanda agar ia

jangan ribut, terlihatlah dua sosok bayangan manusia

meluncur datang dengan cepatnya dariarah depan.

Tanpa terasa sianak muda itu mendengus dingin. kiranya

mereka berdua adalah Suma ing serta cioe cien cien dua

orang, tampaknya hubungan mereka akrab dan mesra sekali

sebab sepanjang perjalanan mereka selalu bergandengan

tangan-

“Kalau memang ia sudah terjerumus sejauh ini, kenapa

aku musti banyak mencampuri urusan orang??” guman

sianak muda itu. “Loo-toa mari kita berangkat”

“Siauw-ya nona cioe toh mempunyai hubungan cinta

dengan dirimu??? apakah kau tega melihat gadis itu tertipu

oleh manusia laknat??” seru Loo Liang Jen dengan cepat.

“Lagi pula…. lagi pula”.

“Lagi pula kenapa??”

“Lagi pula kemungkinan besar disaku mereka membawa

rangsum kering…kan kita bisa nunut”.

“Huuh dasar kau memang gentong nasi…” gerutu Lamkong

Pak.

Tetapi tak urung hatinya tergerak juga oleh perkataan

dari Loo Liang Jen- sebab cioe cien cien adalah gadis

pertama yang menaruh cinta kepadanya, kesan itu sudah

terlalu mendalam tergurat dalam hatinya ia tidak rela

membiarkan gadis itu dirusak dan direnggut kegadisannya

oleh Suma ing.

Dengan cepat kedua orang itu mengintil dari belakang

mereka, terdengarlah Suma ing berkata:

“Adik cien, kalau memang kau sudah bersedia untuk

kawin dengan aku, mengapa kau selalu tolak kehendakku

untuk..:”

“Kenapa musti ter-buru2?? pokoknyakan cepat atau

lambat tubuhku bakal kupersembahkan kepadamu.” sahut

cioe cien cieo cepat.

“Hiih-hiih. . .hiih… .betul, cepat atau lambat toh sama

saja apalagi… .” Sambil berkata ia segera mengeluarkan

ilmu cengkeraman Liok-san-eng Jiauwnya untuk mencomot

sepasang payudara dari gadis she cioe itu.

Melihat tingkah lakunya itu cioe cien cien jadi naik

pitam, segera makinya: “Kau …kau masih mempunyai

martabat sebagai seorang manusia atau tidak….”.

Suma ing tertawa seram. “Heeeh-heeeh-heeeh…..aku

tahu dalam hati kecilmu hanya Lam-kong Pak seorang yang

mempunyai martabat tinggi, tapi sayang sekali orang lain

sudah tidak maui dirimu lagi”

Sekilas perasaan dendam dan benci berkelebat diatas

wajah cioe cien caen, segera sambungnya. “Karena itulah

aku baru sudi menikah dengan dirimu”

Lam-kong Pak yang mendengar pembiCaraan tersebut,

dalam hati segera menghela napas panjang, pikirnya. “Siapa

yang berdekatan dengan gincu dia akan jadi merah, siapa

yang berdekatan dengan tinta bak dia akanjadi hitam,

sungguh tak kusangka cioe cien cien dia…..”.

Belum habis ingatan tersebut berkelebat didalam

benaknya, terdengar Suma ing berseru tertahan dan roboh

terjengkang keatas tanah.

Sambil meloncat bangun cioe cien cien segera tertawa

dingin dan memaki kalang kabut.

“Kau anggap aku bisa mencintai dirimu? Hmm aku ingin

hanya menggunakan dirimu saja untuk menjengkelkan hati

Lam-kong Pak..,.heeh. . .heeeh….heeeh… sungguh tak

nyana kau sibajingan tengik sama sekali tidak

berperikemanusiaan?”

Walaupun jalan darahnya tertotok. namun Suma ing

masih sanggup untuk berbicara, sepasang biji matanya

segera berputar dan ujarnya. “Adik cien, kau tidak dapat

memahami perasaan hati siauw- heng.”

“Sekalipun kulit tubuhmu sudah dibeset. aku masih tetap

akan mengenai tulang tenggorokanmU.” maki cioe cien

cien. “kau adalah bajinaan tengik yang paling cabul

dikolong langit dewasa ini.”.

“Adik cien, aku hendak memberitahukan satu kabar

kepadamu, setelah mendengar berita itu kau akan perCaya.

Bahkan didalam kenyataan aku hanya merasa kasihan

terhadap dirimu”.

“Hmm kau tak usah ngaco-belo lagi, aku tak akan

memperCayai segala perkataanmu lagi.” seru gadis itu

sambil tertawa dingin.

“Aku tahu bahwa kau masih ingat dan rindu selalu

terhadap diri Lam-kong Pak, tetapi sedari dulu ia telah

melupakan dirimu sama sekali. kau sudah tak dianggapnya

sama sekali olehnya”.

“omong kosong, akulah yang sudah tak mau dirinya lagi,

beberapa hari berselang dia masih…”.

“Adik cien, tahukah kau bahwa Liau Hoei Yan sudah

bunting beberapa bulan?”.

“Dia bunting apa sangkut pautnya dengan diriku??”

“Tentu saja ada sangkut pautnya, kuberitahukan

kepadamu. jabang bayi yang ia kandung adalah anak Lamkong

Pak”

sekujur tubuh cioe cien cien bergetar keras setelah

mendengar perkataan itu, walau pun ia benci kepada Lamkong

Pak karena pemuda itu membinasakan orang tuanya,

tetapi ia percaya bahwa pembunuhan yang menimpa diri

ibunya adalah suatu kecelakaan yang tak disengaja, maka

dari itu walau pun diluaran ia bersikap keras dan ketus

terhadap Lam-kong Pak. tetapi dalam hatinya sudah lemas

dan lunak sebab cintanya terhadap diri sianak muda itu

sudah terlalu dalam.

Sekarang sesudah ia mendengar berita buruk itu. hatinya

segera terasa amat sakit bagaikan diiris-iris, teriaknya:

“omong kosong antara dia dengan Liuw Hoei Yan tak

pernah terikat tali perkawinan, mana mungkin jabang bayi

yang dikandungi adalah anaknya? darimana kau bisa bual

akan persoalan ini??”

“Aku dengar dari mulut dayangnya Siauw Hong oooh…

adik cien, aku takut merasa sedih bagi kemalangan yang

menimpa dirimu. cinta mu terhadapnya begitu dalam

bagaikan lautan sebaliknya dia…heeeh… heeeh….”.

Saking gusar dan mendongkolnya sekujur badan coei

cien cien gemetar keras, Lam-kong Pak yang menyaksikan

kejadian itu jadi ikut bersedih hati, sekarang ia baru tahu

bahwa coei cien cien benar2 sangat mencintai dirinya.

Terdengar Suma ing menghela napas dan berkata kembali:

“Dalam kenyataan setelah raut wajah siauw-heng rusak

maCam begini, siauw-heng sudah tak punya muka lagi

untuk menjumpai orang, apa lagi mendampingi adik cien

yang begini Cantik jelita bagaikan bidadari hanya saja

siauw-heng sukar untuk memadamkan rasa cinta ku

terhadapmU. sekalipun kau sudah tak mencintai diriku lagi,

selamanya… sepanjang aku masih bernapas, cinta ku

kepadamu tak akan padam.”.

Rupanya hati coei cien cien yang kukuh lama kelamaan

lumar juga setelah mendengar rayuan maut serta

pertanyaan isi hati dari pemuda she Suma ini terdengar ia

tertawa:

“Aaaai..,. andaikata dikolong langit ini tiada seorang

pemuda yang bernama Lam-kong Pak. mungkin aku bisa

mempertimbangkan kembali keputusanku untuk menerima

kau dalam hatiku”

“Adik cien, kalau memang begitu bukankah itu berarti

bahwa harapan siauw-heng sudah punah sama sekali?? lalu

apa senangya melanjutkan hidup dikolong langit dengan

hati merana?? oooh…. adik cien-ku sayang kumohon

kepadamu hadiahkanlah sebuah pukulan keatas tubuhku.

agar aku lebih cepat meninggalkan dunia yang penuh

penderitaan ini”

“Apa gunanya kau mengambil keputusan pendek?? toh

dikolong langit bukan aku seorang yang jadi perempuan” .

“Mengarungi samudra yang terlihat hanya air, mendaki

gunung Wu-san yang terlihat hanya awan, sepanjang

hidupku tak akan kuambil pikiran untuk mencari gadis

kedua”.”

cioe cien cien jadi sangat terharu dibuatnya. tanpa sadar

ia tepuk bebas jalan darah Suma Ing yang tertotok.

Merasakan jalan darahnya telah bebas, Suma Ing segera

bangun duduk. katanya: “cien cien, aku akan pergi sebab

selama aku berada disisimu maka aku merasa malu dan

rendah hati, aku ., . aku . . .”

Belum habis ia berkata, laksana sambaran kilat yang

membelah bumi mendadak ia lancarkan serangan dahsyat

yang seketika berhasil menotok beberapa buah jalan darah

ditubuh cioe cien cien.

Gadis itu mengeluh dan segera roboh terjengkang keatas

tanah, dari balik sorot matanya yang jeli terlintas perasaan

kaget dan ketakutan yang tak terkirakan.

Terdengar Suma Ing tertawa seram, lalu mengejek:

“Hmmmm satu-satunya jalan bagi aku orang she Suma

untuk membalas dendam atas sakit hati yang dilimpahkan

Lam-kong Pak kepadaku hanyalah menggunakan cara ini”.

Sambil berkata tangannya bekerja cepat melepaskan

pakaian yang dikenakan gadis she- cioe itu.

Melihat tingkah pola Suma Ing yang brutal dan Cabul

timbul napsu membunuh dalam benak Lam-kong Pak, ia

sudah mengambil keputusan untuk tidak berlaku sungkansungkan

lagi, sekali bergebrak jiwa orang itu akan dicabut.

Tapi sebelum niatnya dijalankan, mendadak nampaklah

sesosok bayangan manusia melayang turun ditengah

kalangan.

orang itu bukan lain adalah “Lak Giok soat” si Salju

bulan enam Tong Hoei, sejak ibunya diculik oleh Koen

Toen-Sioe sikakek ombak menggulung untuk diperkosa,

walau pun akhirnya berhasil diselamatkan oleh manusia

tembaga. namun ia sangat membenci setiap anggota dari

perkumpulan Liok Mao Pang.

Dalampada itu tatkala Suma Ing menyaksikan orang

yang datang adalah Tong Hoei, ia jadi tenang dan tidak

terlalu memikirkannya didalam hati. malahan sambil

tertawa dingin ejeknya:

“Tong Hoei, cepat- cepatlah pergi mencari ibumu, kalau

terlambat aku takut kalau kau bakal mendapatkan seorang

adik baru”.

“Suma Ing?” seru si “Lak Giok Soat” Salju bulan enam

Tong Hoei dengan ketus^ “Meskipun ilmu silat yang aku

miliki cetek dan tidak sanggup menandingi kepandaian

orang. tapi selama napasku masih jalan maka aku tak akan

melepaskan setiap anggota perkumpulan Liok Mao Pang

yang kujumpai, termasuk juga dirimu”.

“oohoo… jadi kau sudah kepingin modar?” jengek Suma

Ing sambil tertawa dingin. “Bagus kalau begitu janganlah

kau salahkan diriku kalau bertindak kelewatan kejam, lihat

serangan-..”.

Rupanya Tong Hoei sadar bahwa dalam hal ilmu silat

dia masih belum tandingan lawannya, dengan sebat sang

badan mundur lima enam langkah kebelakang, kemudian

sambil membentak keras dari ayunan tangannya,

anggukkan Kepalanya, tekukan pinggangnya serta

tendangan kakinya meluncur keluar lima enam macam

senjata rahasia yang secara cepat bagaikan sambaran kilat

meluncur kemuka

“Huuh kepandaian kucing kaki tiga yang begini jelekpun

akan kau pameran dihadapanku.” jengek Suma Ing tertawa

dingin. “Kalau digunakan untuk menghadapi orang lain

mungkin masih mendingan. kalau bagi aku Suma Ing sih

tidak jeri….”

Telapak tangannya segera menyapu keluar secara

menyilang, senjata rahasia yang berhamburan ditengah

udara itu seketika terpental kocar-kacir kemana-mana. tidak

berhenti sampai disitu saja badannya malah merangsek

maju lebih kedepan-

Siapa tahu Toog Hoei sudah bersiap sedia, tiba2 la

pentangkan mulutnya dan menyembur kedepan, lima biji

bola merah yang besarnya bagaikan buah Tho bagaikan

sambaran kilat segera meluncur kedepan-

Suma Ing sama sekali tidak pikirkan datangnva ancaman

itu didalam hati, telapak kirinya segera diayun kedepan

melancarkan serangan sebuah pukulan. sementara tangan

kanannya mencengkeram kearah bahu orang she Tong itu.

Tong Hoei yang cerdik. ia sama sekali tidak berkelit atau

pun menghindar, ujung bajunya dikebaskan kemuka dan

serentetan semburan cairan berwarna hitam dengan cepat

menyemprot ketubuh pemuda itu.

Mimpipun Suma Ing tak pernah menyangka kalau pihak

musuhnya masih menyembunyikan permainan semacam

ini, untuk berkelit sudah tak sempat lagi… “cruuui” sekujur

badandan kepalanya segera tersemprot telak,

Jeritan ngeri yang menyayatkan hati segera

berkumandang memeCahkan kesuayian, dari atas wajah

Suma Ing segera mengepul keluar segulung asap berwarna

kuning. bau busuk daging yang meleleh serta nanah yang

amis dengan cepat tersiar diangkasa membuat siapapun

yang mencium jadi muak rasanya.

Sambil menutupi wajahnya Suma Ing kabur dari situ,

jeritan2 kesakitan yang mendirikan bulu roma

berkumandang terus membikin hati orang jadi seram dan

ngeri.

Melihat bayangan punggung lawannya yang menjauh,

Tong Hoei tertawa dingin, iapungut kembali senjata rahasia

dan berkata:

“Semburan air keras Sam Moay-cin-swie^ adalah

merupakan senjata rahasia terganas dari perguruan Tong

kami. Bajingan Cabul itu sudah terlalu banyak melakukan

kejahatan. sudah sepantasnya kalau ia memperoleh

ganjaran yang setimpal.”

Selesai berkata. ia bebaskan jalan darah cioe cien cien

yang tertotok dan berkata kembali.

“Antara aku orang she Tong dengan ayahmu masih

mempunyai sedikit ganjalan hati namun setelah ayahmu

meninggal raSanya akupun tak usah mempersoalkan

kejadian itu lagi. Nah sekarang kau telah loloS dari mara

bahaya, bila mau berlalu Silahkan”.

“Siauw- li banyak mengucapkan terima kasih atas budi

pertolongan Tong-tayhiap yang telah menyelamatkan

selembar jiwaku”

“Nona tak usah banyak adat, asal lain kali kau bisa

bertindak lebih hati2 lagi jika bertemu dengan bajingan

cabul itu, rasanya itu sudah cukup,…”

Habis berkata tanpa menanti jawaban lagi ia sudah

segera berlalu.

Menyaksikan urusan semua sudah beres, Lam-kong Pak

serta Loo Liang Jen pun slap hendak berlalu dari situ,

mendadak…. terdengarlah suara gemeratuk yang amat

nyaring. berkumandang keluar dari balik perut Loo- Liang

Jen yang sedang lapar.

cioe cien cien segera menoleh kearah sana tegurnya

dengan suara setengah membentak: “Siapa yang

bersembunyi dibalik batu??”

“Aku “sahut Lam-kong Pak sambil meloncat keluar dari

tempat persembunyiannya.

BEGITU mengetahui siapa yang muncul, hati cioe cien

cien jadi bergetar keras. ia tak bisa merasakan

bagaimanakah perasaannya pada waktu itu. hanya tegurnya

kembali dengan suara berat:

“sudah berapa lama kau datang kemari??”

“Kurang lebih setengah jam berselang.”

“Jadi apa yang telah terjadi barusan telah kau lihat

semua??”

“Sedikitpun tidak salah”.

cioe cien clan kontan mendengus dingin. hatinya yang

sudah bersemi oleh Cinta kini mendingin kembali. ia

mengira Lam-kong Pak telah berpeluk tangan belaka

membiarkan Suma Ing barsikap kurang ajar terhadap

dirinya. Dari keCewa ia jadi gusar. segera bentaknya^

“Lam-kong Pak. tadi Suma Ing mengatakan bahwa kau

telah mempunyai hubungan dengan Liuw Hoei Yan

sehingga mengakibatkan gadis itu hamil, benarkah sudah

terjadi peristiwa ini???”.

Mendapat pertanyaan seperti itu. Lam kong Pak jadi

tertegun. dalam keadaan tidak sabar seCara lapat2 ia

memang pernah teringat bahwa ia sudah melakukan

hubungan seks dengan seorang gadis, tetapi ia tak tahu

siapakah gadis tersebut.

Setelah mendengar pembicaraan antara Siauw Hong

dengan Liuw Hoei Yan tadi. ia baru tahu bahwa

kesemuanya ini adalah hasil rencana dari Siauw Hong

Menurut perkiraannya pada malam itu orang pertama

yang berhubungan dengan dia adalah siauw Hong dan

kedua adalah Liau Hoei Yan, tidak aneh kalau coa Lie Yan

bertiga saling mencurigai rekannya.

Menjumpai air muka sianak muda itu beberapa kali

berubah. cioe cian cien merasakan hatinya amat sakit

bagaikan di-sayat2 dengan pisau, segera bentaknya

kembali:”Sungguhkah telah terjadi peristiwa itu?”.

“Kemungkinan besar benar.”jawab Lam-kong Pak

sejujurnya, sebab ia merasa tak pernah berbohong. “Hanya

saja…..”

Dengan penuh kebenCian cioe cien cien meludah keatas

tanah kemudian putar badan dan kabur dari situ.

Memandang bayangan punggungnya yang menjauh dari

pandangan, Lam-kong Pak menghela napas panjang.

“Aaai.. Sulit amat hidup sebagai seorang manusia, aku jadi

tak tahu apa yang musti kulakukan-”

Tidak lama kemudian Hay Thian siang cho tiba disitu

diikuii Soen Han Siang, Pek-li Gong, Siang Hong Tieserta

beberapa orang gadis itu telah datang semua.

Maka merekapun segera berunding untuk menentukan

langkah2 selanjutnya. setelah berunding beberapa waktu

akhirnya diputuskan untuk melakukan penyelidikan

kembali kemarkas perkumpulan Liok Mao Pang, sebab

kemungkinan besar pihak perkumpulan itulah yang telah

mencuri lari kedua orang manusia tembaga itu dan

menggantikan dengan anggota perkumpulannya .

Keesokan harinya berangkatlah para jago itu menuju

kemarkas besar perkumpulan Liok Mao pang, Lam-kong

Pak. Soen Han Siang serta Loo Liang Jen tiga orang

mendapat tugas menyusup kedalam sedang sisany

amenunggu ditempat luaran.

Dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sempurna

ketiga orang itu meloncat naik keatas atap. dengan

meminjam rapatnya wuwungan sebagai tempat

persembunyian mereka tiba didalam sebuah ruangan yang

besar.

Penjagaan ditempat itu rupanya amat kendor, baru saja

ketiga orang itu melayang turun kebawah, Soen Han Siang

dengan gerakan yang amat cepat tahu-tahu sudah menotok

jalan darah dari “Pat Pit Loei Kong” si malaikat guntur

berlengan delapan.

Sedangkan Lam-kong Pak pun telah berhasil

merobohkan Thiat Sauw chiu sisapu besi Kim Kioe.

Ketiga orang itu segera menyembunyikan diri baik2 dan

melongok kebawah. tampaklah suasana dalam ruangan itu

terang benderang bermandikan Cahaya lampu, Liok Mao

PangCu duduk disisi Koen Toen Sioe. Sedangkan para jago

lainnya sama sama berdiri dikedua belah sisi. sikap mereka

serius dan tenang.

Terdengar pangCu dari perkumpulan Liok Mao Pang itu

berseru dengan suara lantang: “Persembahkan payung “

begitu ucapan tersebut diutarakan keluar wakil ketua

“Ngo-Hok-Bak” si-daging lima warna serta pelindung

hukum Hoo-Hek coan-cu siraCun tebal mengiakan dan

berjalan keluar dari barisan.

Tidak lama kemudian- dari belakang horden munculah

kedua orang itu sambil menggotong Seorang manusia

tembaga. mereka segera berjalan kehadapan kursi kebesaran

berlapiskan emas yang diduduki “Koen Toen Sioe” dan

meletakkannya disana.

Lam-kong Pak serta Soen Han siang yang menyaksikan

akan hal itu segera merasakan hatinya bergetar keras.

mereka tak tahu siapakah si manusia tembaga itu??

mungkinkah Hong Loei Khek sijagoan angin guntur Lamkong

Lauw???

Sekarang mereka berdua malahan tidak mengharapkan

kalau simanusia tembaga itu adalah Hong Loei Khek

sijagoan angin guntur.

Terlihatlah ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang

segera berjalan meninggalkan kursi kebesarannya dan

mendekati manusia tembaga itu, pakaiannya ditarik dari

dalam saku dicabutnya keluar sebilah senjata Payung

Sengkala yang panjangnya mencapai empat depa serta

memancarkan Cahaya ke-merah2an.

Sekali lagi Lam-kong Pak berdua merasakan jantungnya

berdebar keras. hampir saja mereka berseru kaget, pikirnya

hampir berbareng:

“Apakah si manusia tembaga yang memiliki senjata

Payung Sengkala itu sudah terjatuh pula ketangan kawanan

perkumpulan Liok Moa Pang ???….”

Dengan sepasang tangannya pangCu dan perkumpulan

Liok Moa Pang itu mengangsurkan senjata mustika tadi

kehadapan kakek ombak menggulung, sikapnya sangat

menghormat dan munduk-munduk.

Koen Toen Sioe mengambil senjata tersebut lalu dibelai

dengan penuh kasih sayang. lagaknya bagaikan seorang ibu

yang sedang membelai anaknya,

Kawanan iblis lainnya pun sama-sama alihkan sinar

matanya kearah benda mustika Bu-lim yang diidamidamkan

oleh setiap orang itu mata mereka hampir boleh

dikata menatap tanpa berkedip.

Lam-kong Pak segera berbisik kepada soen Han siang

dengan ilmu menyampaikan suaranya:

“ibu kalau dilihat dari senjata mustika itu sudah terjatuh

ketangan pihak Liok Moa Pang, jelas si manusia tembaga

itu pun sudah tertangkap oleh orang-orang perkumpulan

bulu hijau. kita harus berusaha untuk merebutnya kembali.”

“Jangan terburu napsu… kita pertimbangkan dulu

persoalan ini secara baik-baik, kau harus sadar bahwa

seorang “Koen Toen Sioe” saja sudah tiada tandingannya

dikolong langit, apalagi setelah payung sengkala terjatuh

ketangannya, bukankah keadaan orang itu bagaikan

harimau yang tumbuh sayap ?? asalkan kita tunjukkan diri

maka untuk mundur kembali dari situ merupakan suatu

pekerjaan yang amat sulit “

“Seandainya si manusia tembaga yang memiliki senjata

payung sengkala itu sudah tertawan oleh mereka, sudah

pasti dua orang manusia tembaga lainnya pun berada

didalam perkumpulan ini, apakah tanpa bertempur kita

harus mengundurkan diri dari sini ???”.

“Aku tetap beranggapan bahwa urusan ini agak

mencurigakan hati”

“Mungkinkah senjata Payung Sengkala itu adalah sebuah

benda yang palsu?…”

“Kemuagkinan besar memang palsu.”

Dalampada itu “Koen Toen Sioe” sikakek ombak

menggulung sambil mencekal payung sengkala itu telah

bangkit berdiri, dibelainya senjata mustika itu dengan

penuh kasih sayang lalu ujarnya:

“Oooh… sungguh suatu payung yang indah suatu payung

yang bagus sekali”

“Ilmu silat yang dimiliki suhu sudah tiada tandingannya

dikolong langit…” sambung Liok Mao Pang cu, “Setelah

memiliki payung sengkala tersebut kepandaianmu sudah

tanpa tandingan lagi dikolong jagad dewasa ini haaahhahahaaah…..”

Kedua orang itu saling berkata dan saling menimbrung.

se-olah2 dunia persilatan telah berada dibawah telapak kaki

mereka, lagaknya sungguh jumawa dan tekabur.

Mendadak terdengar sikakek ombak Menggulung

membentak dengan suara berat: “Hey bocah keparat,

apakah kau belum puas melihat senjata ini??”

Alangkah terperanjatnya hati Lam-kong Pak berdua

setelah mendengar teguran itu. sadarlah mereka bahwa

jejaknya sudah diketahui oleh gembong iblis tersebut. dalam

keadaan begini tidak unjukkan diri tak mungkin, maka

terpaksa mereka melayang turun ketengah halaman-

Wakil ketua Ngo Hoa Bak atau si-daging lima warna

dengan cepat maju menyongsong sambil siap turun tangan,

tapi Liok Mao Pang sudah keburu mencegah:

“Kau tak akan mampu menghadapi mereka biarlah pun-

Pangcu sendiri yang akan turun tangan sendiri.”

Habis berkata perlahan-lahan ia turuni anaktangga dan

mendekati halaman tersebut, ujarnya, “Seandainya kau

sanggup menerima sepuluh buah serangan dan Pun Pangcu

tanpa menunjukkan gejala kalah. maka Pun Pangcu akan

berbesar hati untuk melepaskan jalan hidup bagi kalian”

Lam-kong Pak jadi tergerak hatinya mendengar

perkataan itu. ia jadi teringat kembali akan perkataan Liok

Mao Pangcu yang menanyakan dirinya apakah suka dengan

coe Lie Yap. apa sebabnya ia mencampuri urusan yang

tiada sangkut paut dengan dirinya itu??? Sedang tenaga

lweekang yang di miliki dirinya pun tidak jauh berbeda

dengan tenaga dalam yang ia miliki, kenapa ia memberi

batas hanya sepuluh jurus saja?? apakah ia sengaja ada

maksud melepaskan diriku untuk pergi??

“Tunggu sebentar” mendadak terdengar sikakek ombak

Menggulung berseru. “Mereka ibu dan anak merupakan

bibit bencana terbesar bagi perkumpulan kita, kali ini tak

bisa kita biarkan mereka untuk meloloskan diri lagi, perduli

menang atau kalah mereka barus kita ringkus”

“Baik”

Liok Mao Pangcu mengiakan, ia segera keluarkan

tongkat penakluk iblisnya yang berwarna keemas-emasan

itu, sedangkan Lam-kong Pak pun meloloskan senjata

tanduk naganya siap menghadapi segala kemungkinan-

Diam2 Lam-kong Pak mengepos tenaganya, ia merasa

setelah makan jinsom kumis naga berusia sepuluh ribu

tahun itu tenaga dalam yang dimilikinya jadi berlipat

ganda, hanya sayang tenaga itu tak bisa melebur jadi satu

dengan tenaga yang sudah berada dalam dirinya, andaikata

bisa bersatu niscaya ia akan ampuh sekali.

Yang dimaksudkan sebagai segulung tenaga lain yang

ada ditubuhnya adalah tenaga hasil dari buah merah serta

tenaga Goan Eng cin Khie, oleh sebab tak dapat bergabung

jadi satu itulah membuat kedua gulung tenaga tadi saling

berseliweran tanpa ujung jantungnya.

Dan kini setelah Lam-kong Pak mengepos tenaganya,

mendadak ia merasa bahwa kedua kelompok tenaga itu

seolah-olah makin lama semakin mendekat untuk melebur

jadi satu, maka dengan Cepat pula ia kerahkan tenaganya

lebih jauh.

Tapi dengan cepat ia mendusin kembali, sadarlah

pemuda itu bahwa menyalurkan tenaga dalam keadaan

begini sangatlah berbahaya, terutama sekali berhadapan

muka dengan musuh tangguh. Terpaksa ia urungkan

maksudnya itu dan berseru dengan suara berat: “Hati

hatilah….”

begitu turun tangan jurus-jurus Serangan yang digunakan

adalah ilmu Sakti dari Payung Sengkala, antara lain terdiri

dari jurus ciong Koei Kay San atau ciong Koei buka

payung, Hwee san Toa Thio atau payung api Mengembang

besar “Ban San Tiauw Thian “atau selaksa payung

menghadap kelangit serta “Loei san Phu ciauw ” atau

payung guntur bersinar kilat, sekalipun empat jurus ampuh

meluncur keluar, seketika itu juga seluruh halaman

terkurung ditengah gulungan angin pUyuh yang menderuderu.

. . .

Ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang ini tahu bahwa

tenaga lwekang yang dimiliki Lam-kong Pak di-hari2

belakang ini memperoleh kemajuan yang sangat pesat. ia

segera mengerahkan delapan bagian tenaga murninya untuk

menyambut datangnya ke-empat buah serangan tersebut.

“Blaaam Blaaam” benturan nyaring yang memekikkan

telinga berkumandang tiada hentinya memenuhi seluruh

angkasa.

Senjata tajam yang dipergunakan kedua orang itu sama2

merupakan beoda mustika dari dunia persilatan,getaran

nyaring dan dengusan keras pun menggema tiada hentinya.

Diam2 Lam-kong Pak salurkan hawa murninya dua

bagian lebih besar, jurus-jurus serangan seperti “San-Kay-

Pat-Hong” atau Payung sakti membelenggu delapan

penjuru, “It San Keng Thian” atau payung tunggal

mengejutkan angkasa serta San Hoen Im Yang atau payung

sakti memisahkan Im dan Yang pun dengan cepat meluncur

keluar….

Getaran demi getaran bentrokan demi bentrokan

berkumandang terus menerus diseluruh angkasa, membuat

bangunan rumah disekeliling tempat itu bergetar dahsyat,

atap beterbangan debu pasir melayang-layang. . . .

“Sreeeet” tiba2 terdengar suara desiran tajam menyambar

lewat, kedua orang itu sama2 meloncat mundur sejauh lima

langkah kebelakang.

Tampaklah pakaian yang dikenakan Liok Mao Pangcu

tahu2 sudah tersambar robek sepanjang satu depa lebih,

kutungan kain tersebut berkibar tertiup angin-

= =000000= =

TENAGA lwekang yang dimiliki Lam-kong Pak

akhirnya berhasil melampaui kelihayan dari Liok Mao

Pangcu, kesempurnaan hawa murninya menang setengah

tingkat dari musuh besarnya itu, Soen Han Siang yang

mengetahui akan hal ini segera mengucurkan air matanya

saking gembira dan terharunya.

Sambil membawa payung sengkala tersebut, perlahan2 si

Kakek ombak Menggulung masuk ketengah kalanganujarnya

kepada sang ketua dari perkumpulan Liok Mao

Pang itu

“Kau boleh segera mengundurkan diri dari sini”

Dengan mulut membungkam Liok Mlo Pangcu

mengundurkan diri dari tengah kalangan-Terdengarlah

kakek ombak Menggulung berseru dengan sesumbar^

“Didalam tiga jurus serangan yang akan loobu lancarkan

sebentar lagi nanti. andaikata senjatamu bisa tak kau

gunakan, maka loohu akan menuruti ucapan dari pangcu

tadi dan melepaskan kalian keluar dari sini dalam keadaan

hidup”.

Lam-kong Pak tidak menggubris ucapan lawannya,

dengan pandangan tak berkedip ia awasi payung sengkala

tersebut, dahulu ia pernah menggunakannya satu kali,

hanya saja waktu itu tidak terlalu ia perhatikan-

Ia mengerti bahwa harapannya pada malam ini untuk

meninggalkan tempat itu dalam keadaan selamat tidaklah

terlalu besar karena itu ia tak mau menggubris ucapan

orang.

Seseorang apa bila sudah berada dalam keadaan seperti

ini, maka dengan hati yang jelas ia dapat menghadapi

kenyataan yang berada didepan mata, ia merasa bahwa

tenaga lweekang yang dimilikinya amat dahsyat sekali

bahkan dirasakannya dalam serangan terakhir yang

dipergunakan untuk menghadapi ketua dari perkumpulan

bulu hijau tadi, agaknya ia tidak menggunakan seluruh

kekuatan yang dimilikinya.

“Kalau memang begitu. maaf kalau aku harus mulai

dulu” terdengar sianak muda itu berseru.

Dengan senjata tanduk menggantikan payung, ia segera

kerahkan hawa murninya kedalam senjata tersebut.

Terlihatlah cahaya kemerah-merahan memancar keluar

dari ujung senjata tanduk naga itu, begitu dahsyat

keadaannya sehingga nampaknya jauh lebih mengejutkan

dari pada pancaran cahaya merah yang dipantulkan oleh

senjata payung sengkala ditangan sikakek ombak

menggulung.

Agaknya siarak muda ini sudah bersiap sedia

melancarkan serangan dengan jurus kelima dari ilmu

Payung sengkala.

Dari ujung senjata tanduk naga meluncur keluar seberkas

desiran tajam yang menggidikkan hati, angin puyuh

menderu-deru bahkan disertai suara suitan yang membetot

hati.

Yang aneh ternyata sikakek ombak menggulung tidak

menyambut datangnya serangan itu dengan senjata payung

sengkalanya, malahan dengan telapak satu serangan

dipunahkan dengan satu serangan,

Tenaga lwekang yang dimiliki Lam-kong Pak benar2

telah mencapai pada puncaknya laksana gulungan ombak

disungai Tiang-kang desiran tajam meluncur kedepan tiada

hentinya.

Lama kelamaan sikakek ombak menggulung merasakan

juga akan kelihayan lawannya, hawa murni segera

disalurkan kedalam senjata payung sengkala itu dan segera

dibabatkan kearah bawah.

Lam-kong Pak membentak keras, ilmu “coan Eng ceng-

Kie” atau hawa murni bayi sakti yang dimilikinya segera

mengunjukkan kedahsyatannya, dari atas ubun2 meluncur

keluar sekilas cahaya putih dan langsung menyumbut

datangnya serangan payung itu,

Bersamaan waktunya pula senjata tanduk naga diiringi

dengan angin tajam menyapu kearah pergelangan tangan

lawannya.

Dengan sebat sikakek ombak menggulung berkelit satu

langkah kesamping, ia tidak menyambut datangnya kilatan

cahaya putih itu dengan senjatanya, malahan dengan

pandas terkejut bercampur kaget ia tatap wajah lawannya

tanpa berkedip.

Jelas ia merasa jeri dan takut terhadap munculnya

kilatan cahaya putih dari atas ubun2 Lam-kong Pak itu

hingga tak berani menyambutnya dengan kekerasan-

Soen Han Siang yang berada disisi kalangan jadi

sedemikian tegangnya sampai telapak tangannya jadi basah

oleh air keringat, perasaan itu dengan jelas tertera diatas

wajahnya,

Hati Lam-kong Pak jadi tergetar, seandainya payung

sengkala yang berada ditangan lawan benar2 adalah sebuah

senjata mustika Bu-lim, kenapa ia tak berani menyambut

datangnya serangan tanduk naga dengan payung

tersebut????

Kepercayaannya pada diri sendiri ketika itu semakin

berlipat ganda, kembali dia melancarkan serangan dengan

jurus ketujuh dari ilmu payung sengkala, disamping itu

hawa murni yang di milikinya pun disalurkan kedalam

senjata tanduk naga,

Dalam waktu singkat suasana disekeliling tempat itu jadi

gelap gulita, seluruh halaman tercekam dalam deruan angin

puyuh yang maha dahsyat.

Rupanya dalam hatinya Lam-kong Pak sudah

mempunyai perhitungan yang masak. ia mengincar

datangnya senjata payung lawan dan dengan cepat senjata

tanduk naganya diayun kemuka menyongsong

kedatangannya.

“Kraaak…” Lempengan baja berhamburan diudara,

tahu2 senjata payung sengkala yang berada dalam

genggaman si-Kakek ombak Menggulung itu telah patah

jadi dua bagian-

Bersamaan itu pula tubuh mereka berdua sama2 tergetar

mundur tiga langkah kebelakang.

Kejadian tersebut sama sekali berada diluar dugaan

siapapun, mimpipun mereka tak pernah menyangka kalau

senjata mustika Payung Sengkala bisa tergetar pecah jadi

dua bagian.

Tentu saja hanya tiga orang yang mengetahui jelas apa

sebetulnya yang telah terjadi, mereka yaitu Soen Han Siang,

si Kakek ombak mensgglung serta Liok Mao Pangcu, sebab

soen Han Sianglah pertama-tama yang menaruh curiga

bahkan kemungkinan besar payung itu adalah sebuah

payung palsu.

Semua orang yang berada disekitar halaman berdiri kaku

bagaikan patung, mereka dibikin tertegun semua oleh

kejadian yang sedang berlangsung didepan mata hingga tak

seorangpun yang tahu apa yang musti mereka lakukan.,.

“Payung itu adalah payung palsu, Pak-jie mari kita pergi

saja ….” seru Soe Han siang kemudian dengan suara berat.

Baru saja perkataan itu diucapkan keluar, sikakek ombak

menggulung sambil tertawa seram telah menjengek:

“Heeeeh… heeeeeh.^.heeeeh kalian mau pergi kemana??

sambutlah kembali sebuah pukulanku…”

sepasang tangan disilangkan dan segera didorong

kemuka sejajar dengan dada.

“Braaaak….” angin puyuh menyambar-nyambar, atap

dan genting berterbangan diangkasa membuat suasanaamat

kacau dan riuh.

Lam-kong Pak himpun tenaga dalamnya dan

melancarkan serangan dengan jurus ketujuh dari ilmu sakti

Payung Sengkala.

“Blaaaaaam…” ditengah benturan dahsyat Lam-kong Pak

muntah darah segar dan tubuhnya mencelat sejauh satu

rombak lebih tujuh delapan depa.

Sebaliknya sikakek ombak menggulung cuma mundur

tiga langkah lebar kebelakang,

Soan Han Siang tanpa mengucapkan sepatah katapun

hampir pada saat yang betsamaan melontarkan pula satu

serangan dahsyat kearah sikakek ombak menggulung.

Loo Liang-jan segera mengempit tubuh Lam-kong Pak

siap loncat keatas wuwungan rumah untuk kabur dari situ,

tapi sikakek ombak menggulung yang senjata payung

sengkalanya dihajar patah sudah bangkit napsu

membunuhnya, melihat orang mau berlalu ia segera

enjotkan badannya menghadang jalan pergi musuhnya.

“Keparat citik” ia berseru. “Kalau kau sanggup menerima

sebuah pukulanku lagi, aku segera akan memberi hidup

bagimu”. Sun Han Siang tertawa dingin.

“Hmmm iblis tua, kau sungguh tak tahu malu..,. ucapan

yang telah kau utarakan tadi masih terhitung atau tidak ??”

“Huuuh… kau anggap aku siorang tua adalah siapa ??

ucapan yang telah kuutarakan tentu saja berlaku “.

“Bukankah tadi kau sudah berkata, bila Lam-kong Pak

sanggup melawan tiga jurus pukulanmu tanpa menderita

kalah, maka kami sekalian diperkenankan keluar dari

tempat ini?? Hmmm dalam tiga jurus gebrakan tersebut,

bukan saja Lam-kong Pak tidak kalah, malah sibaliknya kau

yang sudah kalah… kenapa kau malah halangi jalan pergi

kami??”

“omong kosong. kepandaian sakti yang kumiliki tiada

tandingannya dikolong langit masa aku bisa dikalahkan

oleh seorang bocah cilik yang masih ingusan?? Payung ini

adalah barang palsu, sudah tentu tak bisa menandingi

ketajaman tanduk naga itu.”

“Heeeh-heeeh heee… sekalipun begitu, sebagai seorang

jago lihai yang sedang bertempur seharusnya kau lindungi

senjatamu dengan tenaga dalam.” teriak Sun Han Siang

sambil tertawa dingin.

“Senjata aku patah jadi beberapa bagian- sekalipun benda

itu palsu tapi menurut keadaan yang umum kau sudah

menderita kalah.”

Sikakek ombak menggulung jadi teramat gusar, segenap

tenaga dihimpun dalam telapak kemudian menghajar tubuh

perempuan itu.

Tiba2… ^Ploook^ dari atas atap rumah berkumandang

datang suara bentakan keras: “Tua bangka ombak

menggulung. terimalah sebuah serangan payungku., . .”

Kakek ombak Menggulung terperanjat, ditengah jalan ia

tarik kembali lima bagian hawa murninya lalu berpaling

kebelakang.

Tampaklah seorang manusia tembaga berkelebat lewat

dihadapannya.

Dalampada itu Sun Han siang setelah menyambut

serangan dahsyat itu ia segera menggapai kearah Loo

Liang-jan dan laksana kilat kabur dari situ.

Yang aneh ternyata sikakek ombak menggulung tidak

melakukan pengejaran ia biarkan manusia tembaga itu

kabur dari situ, yang lebih aneh lagi walaupun manusia

tembaga itu mengancam akan menyerang dengan senjata

payung, tetapi ia sama sekali tidak mengeluarkan Payung

Sengkala tersebut.

Sekeluarnya dari markas besar perkumpulan Liok Mao

Pang, mereka bertiga tidak menjumpai jejak Pek-li Gong

sekalian berada disitu, sementara luka dalam yang diderita

Lam-kong Pak amat parah, ia harus segera mendapat

pengobatan.

Dengan cepat ketiga orang itu melakukan perjalanan

sejauh puluhan li, akhirnya mereka temukan sebuah gua

yang tersembunyi letaknya, Sun Han Siang memberi sebutir

pil buah kepada putranya lalu kerahkan pula hawa

murninya untuk membantu sianak muda itu

menyembuhkan luka dalamnya, sedang Loo Liang-jan tetap

berada dimulut gua melakukan perlindungan.

Kurang lebih setengah jam kemudian penyembuhan itu

telah selesai maka Sun Han Siang pun lantas berkata:

“Pak-jie, cobaaturlah dulu pernapasanmu beberapa saat,

aku hendak pergi mencari Pek-li Gong sekalian- aku rasa

seandainya mereka bukan menjumpai musuh yang amat

tangguh tidak nanti meninggalkan tempat itu tanpa pamit”.

“ibu aku sudah sembuh.” jawab Lam-kong Pak. “Mari

kita pergi bersama-sama”

“Luka dalam yang engkau derita tak akan sembuh

didalam setengah jam yang amat singkat, sekarang luka itu

hanya tertutup saja untuk sementara waktu, kau harus

bersemedi dahulu untuk menyembuhkan betul2 luka tadi.

Pak-jie dengarkanlah perkataan ibumu.jaga badanmu baik2

Nah aku pergi dulu…” setiba dimulut gua, kepada Loo

Liang-jen pesannya:

“Loo Liang-jen. Pak-jie sedang bersemedi mengatur

pernapasan, kau harus baik2 melindungi dirinya”

“Majikan tak usah pesan lagi, aku pun sudah tahu

tentang hal ini. kau tak usah kuatir….” Sahut Loo Liang-

Jen.

Sepeninggalnya Sun Han Siang, sianak muda itu pun

pusatkan pikiran untuk bersemedhi, sedang Loo Liang-jan

yang berada dimulut gua mengomel panjang lebar:

“Huuuh… aku sungguh amat bodoh, kenapa sewaktu

berada dimarkas besar perkumpulan Liok-Mao Pang tadi

cuma mencuri seratus dua puluh lembar kue serabi… mana

cukup kue sesedikit itu untuk menggajal perutku yang

gede,…”

Dia ambil keluar kueh serabi itu. lima belas lembar

ditumpuk jadi satu lalu ditekuk jadi bentuk bulan sabit dan

dimasukkan semua kedalam mulutnya.

Tidak sampai tiga lima suap. seratus dua puluh lembar

kueh serabi tadi sudah berpindah tempat semua disikat

habis oleh Loo Liang-jan dalam pada itu Lam-kong Pak

pun telah menyelesaikan semedhinya. Sianak muda itu

segera meloncat bangun dan berseru:

“Loo tua, aku ingin melakukan pencarian disekitar

tempat ini, kautetaplah berada disini menunggu ibuku,

katakanlah kepada beliau bahwa didalam satu jam aku pasti

kembali kesini”

“Aku mengerti sauw-ya seandainya disekitar situ ada

makanan yang enak tolong bawalah pulang untukku”.

“Hmm apakah seratus dua puluh biji kueh serabi tadi

masih belum cukup untuk mengganjal perutmU? “

“ooohh. . .sauw-ya ku yang baik.” rengek Loo Liang-jan

dengan wajah yang patut dikasihani. “Kau musti tahu kueh

serabi tadi kecil dan tipis sekali, sekalipun ada tiga ratus biji

disinipun belum tentu bisa mengenyangkan

perutku….oooh… selama beberapa hari ini perutku selalu

merana menantikan datangnya bantuan….”

Lam-kong Pak mendengus dingin, ia tidak gubris ocehan

orang itu lagi dan segera keluar dari dalam gua, pikirnya:

“ibu berangkat kearah timur, biarlah aku pergi kearah

barat sekalian mencari jejak ketiga orang manusia tembaga

itu. mungkin saja diluar dugaan aku bisa bertemu dengan

mereka”.

Setelah melakukan perjalanan sejauh tiga lima puluh li

dan melewati dua buah bukit masuklah dia disebuah celah

bukit. Tampak dibalik semak belukar yang lebat dua sosok

bayangan manusia sedang bergebrak dan saling menyerang

dengan gencarnya.

Ketika ia lebih mendekati tempat kejadian itu segera

dikenalinya dua orang yang sedang bertempur itu bukan

lain adalah “Lak Giok Soat” si Salju bulan keenam Tong

Hoei serta Suma Ing.

Sejak wajahnya tersembur air keras “Sam Hoei cin Swie”

milik Tong Hoei tempo dulu, wajah Suma Ing yang

sebetulnya sudah jelek dan menyeramkan itu kini kelih atan

semakin mengerikan sekali, tonjolan daging busuk sebesar

buah delima penuh bergelantungan diatas kepala dan

wajahnya, bibir mulut yang tipis sekarang jadi tebal dan

membalik keatas hingga sebaris giginya naik menonjol

keluar.

Dalampada itu posisi Tong Hoei berada dibawah angin

ia keteter hebat dan tak sanggup mempertahankan diri, tapi

Suma Ing sendiripun tak berani mendesak terlalu dekat

sebab ia masih jeri terhadap kelihayan senjata rahasianya.

“Tong Hoei ” terdengar Suma Ing berteriak keras.

“Bukannya aku orang she Suma mengibul atau omong

sombong kau sudah bukan tandinganku lagi, seandainya

kau mau menyanggupi sebuah syaratku maka untuk

sementara waktu aku bisa melepaskan dirimu pergi dari sini

dalam keadaan hidup “

Rupanya Tong Hoei sendiripun menyadari bahwa tenaga

lweekang yang dimiliki pihak lawan jauh lebih lihay dari

pada dirinya. setelah pihak musuh menderita kerugian besar

tempo dalu senjata rahasia yang dilancarkan saat ini sudah

tak mampu untuk melukai dirinya lagi.

Maka mendengar seruan tersebut ia segera bertanya:

“Apa syaratmu itu?? coba katakanlah keluar “

“Asal kau serahkan air keras Sam Hoei ceng Swie itu

kepadaku, maka aku akan melepaskan dirimu berlalu dari

sini dalam keadaan selamat “

“Heeeh…heeeh…heeee,.. apa gunanya benda itu

bagimu?” jengek Tong Hoei sambil tertawa dingin.

“Kau harus tahu bahwa air keras beracun itu tiada

tandingannya dikolong langit, aku sendiripun tak berani

menggunakan seCara sembarangan apa lagi serahkan

kepada dirimu?? Hmm jangan bermimpi disiang hari

belong.”

“Lalu mengapa kau hadapi diriku dengan menggunakan

air racun itu??” bentak Suma Ing.

Kembali Tong Hoei tertawa dingin.

“Heeeeb…heeeh…heeeh…sekalipun air beracun itu tak beleh

digunakan secara sembarangan tetapi lain halnya kalau

orang yang dihadapi itu adalah seorang manusia yang

kebejatan moralnya sudah tak tertolong lagi.”

“Suma Ing kau adalah seorang manusia laknat yang

berhati kejam bagaikan binatang… ..manusia macam kau

sudah tak tertolong lagi….”

“Bangsat sebetulnya kau suka menyerahkan air itu

kepadaku atau tidak…???” hardik Suma Ing lagi.

“Kalau aku serahkan air racun ini kepadamu, maka aku

pasti akan mencelakai orang dimana-mana, bukankah aku

orarg she Tong akan berubah jadi….”

Laksana kilat tubuh Suma Ing secara tiba2 mendesak

maju kedepan dan mencengkeram urat nadi Tong Hoei.

Si Salju bulan keenam jadi terkesiap. buru-buru ia

meloncat mundur kebelakang. bersama itu pula kepalanya

meng-angguk2 pinggangnya mengegol, tangannya

menggapai kakinya menjejak. Ber-puluh2 macam senjata

rahasia beracun serentak meluncur kedepan menghajar

tubuh manusia itu.

Sejak tadi Suma Ing sudah melakukan persiapan,

sepasang tangannya segera disilangkan didepan dada dan

melancarkan satu pukulan dengan jurus ketiga dari ilmu

sakti payung sengkala, angin puyuh menderu-deru menyapu

seluruh jagad, bukan saja semua ancaman senjata rahasia

itu mencelat tak berbekas bahkan tubuh Tong Hoei

sendiripun tergetar mundur sejauh lima langkah lebih dari

tempat semula.

Laksana kilat Suma Ing merangsek kedepan, dengan

suatu gerakan yang sukar dilukiskan dengan kata2 ia

sambar pinggang lawannya.

Tong Hoei terkesiap dan berusaha keras untuk

melindungi diri dari ancaman, sekali lagi badannya

meloncat mundur kebelakang,

“Beeet…” tiba2 pakaiannya tersambar robek, dan tahu2

dalam genggaman Suma Ing telah bertambah dengan

sebuah botol porselen kecil.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu jadi amat

terperanjat. ia tahu andaikata air keras beracun Sam Hoei

ceng Swie itu sampai terjatuh ketangannya, maka jiwa

manusia didalam jagad akan terancam mara bahaya. Ia

segera membentak keras dan meluncur ketengah kalangan.

Sementara itu Suma Ing sedang mempersiapkan satu

serangan mematikan untuk menghabisi jiwa Tong Hoei,

ketika seCara mendadak ia jumpai kehadiran Lam-kong

Pak disitu, ia jadi ketakutan dan segera urungkan niat

tersebut, badannya buru2 diputar dan kabur dari situ.

“ooooh… kiranya Lam-kong sauwhiap yang telah

datang.” seru Tong Hoei dengan tersipu-sipu. “Seandainya

sauwhiap tidak muncul tepat pada waktunya mungkin aku

orang she Tong sudah termakan oleh serangannya yang

mematikan- Air keras beracun Sam Hoei ceng Swie sudah

dirampas olehnya. ia pasti akan gunakan benda itu untuk

meracuni dunia…Aaaai… akulah yang membuat gara2

sehingga terjadinya peristiwa ini….”

“Tong-heng tak usah terlalu bersedih hati” hibur Lamkong

Pak, “meskipun air raCun itu sangat lihay, tetapi asal

kita hadapi seCara hati-hati rasanya masih bisa dihindari.

cuma…entah apa maksudnya merampas air beracun itu??”

“Keg unaan air beracun yang paling terutama adalah

merusak wajah asal tertetes sedikit saja maka seluruh

wajahnya akan hancur berantakan, Suma Ing adalah contoh

yang paling jelas, aku orang she Tong hanya meneteskan

separuh botol kecil saja, ia sudah berubah jadi begitu

mengerikan”

Mendengar penjelasan ini Lam-kong Pakjadi terkesisp.

pikirnya:

“Jangan-jangan ia hendak membalas dendam terhadap

diriku. dan ia hendak menggunakan air beracun itu untuk

merusak wajah Ketiga orang gadis itu???”

Berpikir sampai disini ia lantas bertanya^ “Tong-heng,

apakah kau memiliki obat air yang anti air keras itu??”

“Ada ada kalau sauwhiap membutuhkan aku orang she

Tong akan menghadiahkan sebetol untukmu” Sambil

berkata ia segera merogoh kedalam sakunya dan ambil

keluar sebuah betol kecil, ujarnya lagi. “Air obat didalam

botol ini adalah khusus digunakan untuk memunahkan

daya kerja air keras Sam Hoei ceng Swie tersebut tapi obat

ini harus digosokkan dulu diatas wajah sebelum digunakan”

,

“Terima kasih Tong-heng Siauwte rasa mungkin ia bisa

turun tangan terhadap beberapa orang gadis, maka aku mau

tak mau harus mempersiapkan diri terlebih dahulu”.

“sauwhiap. bila obat itu telah habis kau gunakan,

katakanlah kepada siauwte, setiap saat aku buatkan sebetol

obat air lagi untukmu” .

Lam-kong pak pun segera berpamitan dengan Tong Hoei

dan berlalu dari situ, tidak jauh ia melanjutkan perjalanan

nampaklah dari tempat Kejauhan siperempuan naga

pengasingan coe Hong Hong sedang bergerak datang

dengan Cepatnya. bahkan dibelakang tubuh perempuan itu

seCara lapat2 kelihatan ada seseorang sedang

menguntilnya.

Lam-kong Pak dengan cepat menyembunyikan diri disisi

jalan- terlihatlah gerakan tubuh orang yang ada dibelakang

itu makin lama semakin cepat. dalam sekejap mata ia sudah

berhasil menyusul perempuan itu.

coe Hong Hong mendengar suara langkah dibelakang

tubuhnya segera berpaling. tiba2 dengan hati terkejut

bentaknya^

“Bajingan anjing apakah kau disuruh si kakek ombak

menggulung untuk menangkap aku??”.

Kiranya orang yang menguntit dibelakang siperempuan

naga pangasingan ini bukan lain adalah ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang, padasaat itu wajahnya masih

tertutup oleh rambutnya yang berwarna hijau sehingga tak

dapat dilihat raut wajah yang sebenarnya.

“Heeeh.-.heeeh.. heeeh… anjing menggigit majikan. kau

benar2 tak dapat menghargai kebaikan hati orang lain-” seru

ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu sambil tertawa

dingin- “Disebabkan karena persoalan itu, aku telah

berulang kali mohon kepada Suhuku untuk melepaskan

dirimu, mengertikah kau???”

“Kenapa kau tidak unjukkan ujudmu yang

sebenarnya???” bentak coe Hong Hong.

“Sekarang waktunya belum tiba, sampai saatnya tentu

saja aku akan menemui orang dengan wajahku yang

sebenarnya.”.

“Kau hendak menanti sampai kapan??”.

“Aku harus menunggu sampai ketiga orang manusia

tembaga itu tertangkap semua kemudian membiarkan lelaki

penghianat perempuan Cabul saling berjumpa muka”.

coe Hong Hong tidak tahan mendengar ucapan itu, ia

membentak keras dan segera melancarkan serangan jurus

ketujuh dari ilmu sakti Payung Sengkala,

Angin pukulan men-deru2, rumput dan pasir terCabut

dari tanah dan melayang memenuhi angkasa…

Ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu juga tidak

lemah. menghadapi datangnya ancaman dahsyat itu ia

segera maju ke depan dan menyambutnya dengan keras

lawan keras.

“Blaaam. .” ditengah ledakan dahsyat, tubuh coe Hong

Hong mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat

semula. menggunakan kesempatan itu ia segera putar badan

dan kabur.

Ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu segera

tertawa dingin. sumpahnya: “Suatu hari aku pasti berhasil

membunuh kau siperempuan lonte yang Cabul dan tak tahu

malu” . Habis berkata dengan penuh kebencian ia berlalu

dari situ.

Lam-kong Pak yang bersembunyi disana dan sempat

mengikuti pembicaraan tersebut diam2 jadi bingung dan tak

habis mengerti sebab kalau ditinjau dari nada ucapan ketua

dari perkumpulan Liok Mao Pang itu rupanya ia

mempunyai hubungan yang sangat erat dengan coe Hong

Hong, lalu siapakah yang dimaksudkan suami pengkhianat

dan isteri cabul oleh ketua dari perkumpulan Liok Mao

Pang itu???

Tiba2 ia dengan suara tertawa terkekeh-kekeh yang genit

dan tengik berkumandang datang memecahkan kesunyian,

Lam-kong Pak segera kenali suara tertawa itu sebagai suara

dari sijanda kawin tujuh kali Poei Koen, segera pikirnya:

“Keaapa siperempuan janda sialan ini berada disekitar

sini??? kalau begitu mungkin saja disekeliling tempat ini

masih ada para anggota dari perkumpulan Liok Mao

Pang….”

Perlahan-lahan ia memasuki hutan belantara

dihadapannya, sedikitpun tidak salah disana ia temui

seorang perempuan bermulut lebar berbibir tebal, memakai

celana warna merah dengan tepi warna hijau dan memakai

pupur yang tebal sekali, dia bukan lain adalah sijanda kawin

tujuh kali Poei Koen.

Dihadapannya berdiri seseorang yang bukan lain adalah

Swie Sang-Piauw atau simelayang diatas air Ma Tie.

“Poei Koen” terdengar Ma Tie mengoceh. “Kita berdua

benar-benar sepasang jodoh yang ideal, inilah yang

dinamakan si katak buduk mendapat anjing….”

Poei Koen putar sepasang biji matanya dan mengeriing

sekejap kearah Ma Tie lalu omelnya:

“Huuh sekalipun semua lelaki yang ada dikolong langit

sudah modar semua, aku juga tak sudi kawin dengan

dirimu.”

“Kenapa????”.

“Huh selama hidupmu kau paling suka royal da

npelesiran. menyengat sana mengantup sini bikin semua

perempuan jadi bunting dan cacingan, sedikit tabunganpun

tidak punya IHmm… itulah yang dinamakan tidak takut

dibakar api langit, hanya takut tersandung batu. pakaian

satu2nya yang dimiliki pun sudah dikenakan dibadan- kalau

aku sampai kawin dengan dirimu bukankah aku bakal mati

kelaparan???”.

“Aku sih bukan sungguh2 mau kawin dengan dirimu,

kita… hiiih-hiiih… mari kita indehoy dan main naik

kuda2an, soal harga terserah deh padamu… pokoknya

beres….”

Poei Koen bertambah genit, ia segera pasang aksi dan

goyang2 pinggang jual lagak. Jangan dilihat usianya sudah

melampaui empat kepala ternyata kegenitan dia tidak kalah

dengan perempuan muda.

Ma Tie jadi kesemsem dan semakin terangsang, matanya

terbelalak lebar sementara air liurnya menetes keluar dan

tiada hentinya.

“Memandang diatas uang perak milikmu. belehlah kita

bermain satu babak… ingat? cuma satu kali hajat saja

lhoo…” seru Poei Koen, kemudian sambil menunjuk tiga

jarinya ia menambahkaa. “Soal biaya untuk bermain satu

babak… Hiii…Hiii… tidak mahal, cuma segini saja, murah

toh??” Ma Tie jadi kegirangan.

“Hoooreeee tiga tahil perak untuk bermain satu babak. .

.adduuuh..”

Dengan sempoyongan Ma Tie mundur tiga langkah

kebelakang. bentaknya^ “Hmm, kau jangan salahkan aku

kalau bertindak kejam terhadap dirimu.”

Sambil berkata ia rentangkan senjata garpunya dan

secepat kilat melepaskan tujuh delapan jurus serangan

berantai yang segera memaksa Poei Koen terdesak mundur

lima langkah kebelakang.

Sijanda kawin tujuh kali tak mau unjukkan

kelemahannya, kesepuluh jari tangannya segera

direntangkan- Sreeet Sreeet sreeet ditengah desiran tajam

sepuluh biji Kuku “Liok Eng Ka” telah melancur kedepan

bagaikan sambaran anak panah.

Ma Tie tak berani menghadapi langsung berhadapan

muka, dengan senjata garpunya ia pukul mencelat lima

enam biji kuku tersebut sementara tubuhnya meloncat

mundur tiga langkah kebelakang.

Siapa tahu Poei Koen juga bukan manusia yang

gampang dianiaya, rupanya ia sudah menduga kalau

musuhnya pasti akan mundur kebelakang. tubuhnya

bagaikan bayangan segera mengejar kedepan dan segera

melepaskan tiga belas buah sapuan maut.

Ma Tie jadi kepepet dan kelabakan setengah mati, ia

menjerit kesakitan dan tahu2 sebiji kuku “Liok Eng Ka”

telah bersarang di atas dada kirinya.

Merasakan dirinya terluka Ma Tie jadi gusar, ia maju

sambil mengirim satu serangan balasan-..

“craaaat” Poei Koen menjerit kesakitan dada luarnya

tertusuk pula oleh senjata garpu lawan hingga darah segar

segera meluncur keluar dengan derasnya.

Ma Tie segera mundur kebelakang dan cabul keluar kuku

Liok Eng Ka tadi, ketika dilihatnya diujung kuku itu

mengandung racun ia tak berani berdiam lebih lama lagi

disitu, badannya segera berputar dan kabur dari situ.

Setelah musuhnya berlalu Poei Koen duduk diatas batu

dengan napas tersengkal-sengkal bagaikan kerbau, dua

tulang kiri dadanya terhajar patah membuat keadaannya

jadi amat payah.

Lam-kong Pak mendengus dingin, sementara ia hendak

berlalu dari situ mendadak tampaklah sesosok bayangan

manusia melayang datang, begitu melihat siapakah orang

itu, pemuda Lam-kong ini jadi terkejut, sebab orang itu

bukan lain adalah Suma ing.

Ketika dilihatnya Poei Koen sedang terluka, Suma ing

segera maju menghampirinya sambil berkata:

“Poei Koen sekarang kau sedang menderita luka parah,

kalau aku ingin membunuh dirimu maka pekerjaan ini bisa

aku lakukan dengan sangat gampang sekali bagaikan

membalik telapak sendiri “.

“Akupun merupakan anggota perkumpulan Liok Mao

Pang, apakah kau berani membunuh aku?” seru sijanda

kawin tujah kali.

“Hmmm sekalipun kau sudah menggabungkan diri

menjadi anggota perkumpulan Liok Mao Pang tapi kau

sama sekali tidak punya kedudukan. Sedangkan aku adalah

seorang pelindung hukum, setelah kubunuh dirimu maka

aku bisa mencari alasan saja untuk mempertanggung

jawabkan peristiwa ini….lagi pula kalau kubunuh dirimu

pada saat ini, maka tak seorang manusia pun yang

mengetahui perbuatanku ini”

Sijanda kawin tujuh kali menyadari bahwa dirinya bukan

tandingan, maka dia lantas mengalah dan berseru:

“Kau hendak memerintahkan aku untuk berbuat apa??

cepat katakan, tak usah belok-belok memutar balikkan

urusan lagi “.

“Sebentar lagi bakal ada beberapa orang gadis akan lewat

disini, kau harus berteriak-teriak minta tolong. bila mereka

mendekati dirimu maka totoklah jalan darah mereka hingga

orang-orang itu menggeletak tak berkutik asal tugas ini kau

laksanakan secara baik aku segera akan melepaskan

dirimu.”

“oooh…cuma urusan sekecil ini saja? gampang, aku

segera akan melakukannva untukmu”

Suma Ing pun segera berkelebat dan menyembunyikan

diri dibelakang sebuah batu besar, Sedanpkan Poei Keen

sijanda kawin tujuh kali mulai berteriak keras minta tolong,

suaranya mengalun sampai beberapa li jauhnya.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera

menghela napas panjang untuk menghindari ibunya jadi

susah dan sedih beberapa kali ia sudah lepaskan Suma Ing

dalam keadaan hidup, ia kuatir diejek orang sebagai

pembunuh saudara sendiri, tak nyana kejahatan yang

dilakukan pemuda itu sudah kelewat batas hingga tak

tertolong lagi.

Tidak lama kemudian dari tempat kejauhan benar-benar

muncul beberapa orang. orang pertama adalah Pek-li Gong

serta Siang Hong Tie, sedang dibelakang mereka mengikuti

coe Lie Yap. Yoe Tien serta Pek-li Hiang.

Ketika Pek-li Gong melihat Poei Koen berbaring disitu

dengan dada berpelepotan darah. ia segera tertawa dan

menegur:

“Perempuan tua rupanya napsu jahatmu masih belum

hilang juga hingga dipukul orang sampai terluka ??”.

“ooh. pencuri tua” rintih Poei Koen dengan nada

kesakitan, “Cepatlah datang menolong diriku.”

Pek-li Gong maju menghampiri dan slap ulapkan

tangannya. tiba2 sijanda kawin tujuh kali berseru kembali:

“Walaupun aku sudah berusia melebihi empat puluh

tahun, tapi bagaimanapun juga aku tetap seorang

perempuan antara laki dan perempuan ada batasnya, kau

musti tahu bukan akan tata kesopanan ini”.

“Hiiih. .hiii. .hiiih… perempuan rongsokan, rupanya kau

masih ingat juga akan tata kesopanan segala??? Huuh apa

itu tidak keliru …” jengek Pek-li Gong sambil tertawa

Cekikikan.

“oooh. pencuri sakti, kau musti tahu bahwa nasibku

amat buruk dan selalu dalam keadaan sengsara. sejak tujuh

orang suamiku modar semua hingga detik ini aku selalu

menjaga kesucianku secara baik-baik, belum pernah timbul

pikiran menyeleweng dalam benakku, dan lagi celana

dalamkupun, belum pernah terbuka bagi orang lain-”

Siang Hong Tie serta Pek-li Gong yang mendengar

ocehan orang itu tak bisa menahan gelinya lagi, mereka

tertawa terbahak-bahak.

“Haaaah-haaaah-haaaah bagus sekali, tak nyana siluman

tua ini bisa bicara serius dan genah pada hari ini” .

“Hiang-jie ” si pencuri tua itu segera berseru. “coba

bubuhilah obat diatas lukanya.”

“Tunggu sebentar” mendadak Lam-kong Pak berseru dan

meloncat keluar dari tempat persembunyiannya. “Harap

kalian menyingkir ke belakang”

“Hey kau mau apa???” tegur Pek-li Gong terCengang.

Lam-kong Pak tidak menjawab kembali ia berteriak

keras: “suma Ing. ayoh menggelinding keluar dari tempat

persembunyian ini”

Iaulangi teriakan itu sampai tiga kali namun tiada

jawaban, sianak muda itu segera berkelebat menuju kebalik

batu Cadas tapi bayangan tubuh pemuda she Suma itu

sudah lenyap tak berbekas. jelas ketika menyaksikan

kemunculan musuh bebuyutannya itu Suma telah

mengeloyor pergi dari situ

“Hey bocah keparat, permainan setan apa yang sedang

kau persiapkan buat kami ?” teriak Pek-li Gong keras2.

Lam-kong Pak segera membeberkan siasat busuk yang

direncanakan Suma Ing berserta sijanda kawin tujuh kali.,

Mendengar perkataan itu Pek-li Gong kontan memaki:

“Barang rongsokan rupanya kau sudah bosan hidup

didunia yah?? berani betul punya pikiran jahat terhadap

kami??”.

Sijanda kawin tujuh kali Poei Koen membungkam dalam

seribu bahasa, sambil gertak gigi ia segera merangkak

bangun dan dengan langkah sempoyongan lari dari situ.

= =ooooooooo= =

SEPENINGGALNYA sijanda kawin tujuh kali. Siang

Hong Tie baru berkata:

“Keponakan Lam-kong bagaimana dengan perjalananmu

menyatroni markas besar perkumpulan Liok Mao Pang kali

ini?? Apakah berhasil mendapatkan sesuatu ??”

Lam-kong Pak segera menceritakan kisahnya menghajar

kutung payung sengkala palsu yang dimiliki si kakek ombak

menggulung lalu balik tanyanya: “cianpwee sekalian selama

ini telah pergi kemana ??”.

“Kurang lebih setengah jam setelah kalian ibu dan anak

memasuki markas besar perkumpulan Liok Mao Pang,

kami telah menemukan seorang manusia tembaga meluncur

keluar dari dalam markas, kami segera melakukan

pengejaran, siapa tahu makin dikejar semakin jauh dan

akhirnya jejak orang itu lenyap tak berbekas, ketika kami

mendengar teriakan minta tolong tadi segera memburu

kemari.”.

“Menurut dugaan beanpwee, payung sengkala yang

dimiliki sikakek ombak menggulung pastilah sebuah payung

palsu. tetapi manusia tembaga yang munculkan diri itu pun

tidak mempunyai payung sengkala, hal ini sungguh

membuat orang kebingungan dan tak habis mengerti. …”

“Manusia tembaga toh semuanya berjumlah tiga orang,

darimana kau bisa tahu kalau manusia tembaga itulah yang

memiliki payung sengkala???” seru Pek-li Gong.

Lam-kong Pak berpikir sebentar dan merasa benar juga

ucapan itu, setelah manusia tembaga itu tidak memiliki

payung sengkala. sudah tentu dia bukan tandingan sikakek

Ombak menggulung .Jelas yang diserukan terimalah sebuah

serangan payungku adalah gertak sambal belaka untuk

menolong dirinya berdua lolos dari mara bahaya.

Karena berpkir begitu, maka ia bertanya kembali:

“Apakah kalian tidak berjumpa dengan ibuku??”

“Tidak bahkan si Loo Liang-janpun tidak kelihatan-”

“Kalau begitu mari kita segera berangkat si Loo tua

masih menunggu diriku didalam gua tersebut mungkin

ibuku pun telah berkumpul disitu menantikan

kehadiranku.”..

Berangkatlah beberapa orang itu menuju kearah gua,

setibanya disitu tampak Sun Han Siang serta Loo Liang-jan

sedang melangkah keluar dari dalam gua.

Begitu bertemu muka Sun Han Siang kontan berteriak^

“Hey pencuri tua. kalian sudah pergi kemana??

Huuuh…sungguh membuat aku jadi kelabakan dan mencari

kau di-mana2.”…

Pek-li Gong segera menceritakan kembali

pengalamannya beberapa waktu berselang, lalu kepada

Lam-kong Pak katanya:”Bocah keparat kenapa kau

patahkan rantai yang membelenggu tubuh Suma Ing si

bangsat itu? gara2 perbuatanmu maka sejak kini didalam

dunia persilatan bakal muncul banyak urusan lagi, terutama

sekali yang bakal menimpa kalangan dan kerepotan adalah

ketiga orang budak ini. Aaaaai…, terserah deh pada dirimu

sendiri, pokoknya aku sipencuri tua telah serahkan putriku

kepadamu, kalaU kau tidak mampu melindungi ketiga

orang binimu ini…oohooo… sungguh merupakan suatu

lelucon yang paling menggelikan dikolong langit”

“Ayah kalau bicara dapatkah bernada halus sedikit???

masa omongnya kasar amat” omel Pek-li Hiang.

“Aaai. kenapa kau musti halus2 macam kapas???

pokoknya kalian toh sudah menjadi bininya. apakah ia

bukan kejadian sesungguhnya?? siapa yang bakal tertawain

diriku?”

Tiba2 dari tempat kejauhan muncul seorang gadis muda,

ia berhenti kurang lebih sepuluh tombak jauhnya dari

beberapa orang itu dan berseru kepada Lam-kong Pak.

“Lam-kong Pak Siuwhiap. harap kemarilah sebentar. aku

ada urusan hendak disampaikan kepadamu.”

begitu mengetahui orang yang muncul adalah siauw

Hong. sianak muda itu kontan mendengus dingin.

“Hmm kalau ada urasan cepat katakan kenapa musti

sembunyi2 amat mencurigakan orang..,”

“Kesinilah sebentar, urusan ini rasanya kurang leluasa

kalau dibicarakan secara terbuka” pinta Siauw Hong.

Mendengar sampai disitu ketiga orang gadis itu serentak

segera mendengus, terdengar coe Lie Yap menyindir:

“Sudahlah… tak usah banyak bertingkah kesanalah orang

lain toh ada rahasia penting mau disampaikan kepadamu

secara pribadi… kesanalah nanti kami ikut mengetahui

rahasiamu lhoo”

“Apanya yang leluasa atau tidak. kalau ada urusan ayoh

cepat katakan terus terang” teriak Lam-kong Pak.

“Kalau aku sudah mengatakannya keluar dan sampai

terjadi keonaran, kau jangan salahkan diriku yaah”.

Dengan cepat otak Lam-kong Pak berputar ia tahu yang

hendak dikatakan pastilah hubungan antara dirinya dengan

Liuw Hoei Yan, sekalipun peristiwa itu bukan salah dirinya

tapi mana boleh dikatakan dihadapan umum secara

terbuka?? Akhirnya sianak muda itu maju kedepan dan

menghampiri Siauw Hong.

Pek-li Hiang segera berbisik kepada coe Li Yap. katanya:

“Adik Yap. tahukah kau sedari kapan ia punya hubungan

dengan Siauw Hong??”.

“Mungkin dia punya hubungan dengan Liuw Hwie Yan

siauw Hong paling banter cuma seorang pcrantara yang

menyampaikan berita saja”.

“Adik berdua tak usah menduga dan memikirkan yang

bukan-bukan-” sela Yoe Tien dari samping. “Menurut apa

yang aku ketabui adik Pak sama sekali tidak mempunyai

hubungan yang mendalam dengan nona Liuw, mungkin

saja mereka betul-betul ada urusaa lain”

Sementara itu Lam-kong Pak sudah mendekati Siauw

Hong, segera tegurnya: “Kau ada urusan apa??? cepat

katakan-”

“Lam-kong sauwhiap. tahukah kau bahwa nona kami

telah…..”

“Telah kenapa??” seru Lam-kong Pak pura2 bertanya,

padahal ia sudah tahu apa yang akan dikatakan.

sepasang pipi siauw Kong berubah jadi merah jengah,

dengan tersipu-sipu katanya: “Dia sudah bunting besar”

“Bunting toh sutu kejadian yang lumrah bagi seorang

wanita, kenapa kau musti kaget dan kelabakan tak

karuan???” jengek sianak muda itu sambil tertawa hambar.

siauw Hong jadi gelisah, buru buru ^erunya: “Lam-kong

sauw-ya cabang bayi yang ia kandung adalah anakmu

sendiri”

“Kau jangan ngaco belo tak karuan yaaah, berani ngoceh

yang tidak genah lagijangan salahkan kalau aku tak akan

berlaku sungkan-sungkan lagi terhadap dirimu”

“Lam-kong Sauw-ya kejadian ini adalah sesungguhnya.

kalau kau hendak menyalahkan seharusnya kau salahkan

diriku dan tak usah salahkan nona kami, karena ia tahu

kalau kau hendak menelan jimson naga berusia sepuluh

ribu tahun dan membutuhkan lima enam orang gadis untuk

mewujudkan tenagamu. maka ia ingin menyempurnakan

dirimu. maka akupun mendapatkan satu akal”.

“Apakah nonamu tidak tahu???” jengek Lam-kong Pak

sambil tertawa dingin.

“Dia sudah tentu tidak tahu, akulah orang pertama yang

naik keatas pembaringan waktu itu aku masukkan obat

perangsang kedalam mulutmu lewat bibirku. kemudian

ketika tiba gilirannya untuk naik keatas pembaringan- obat

perangsang yang berada didalam tubuhmu mulai bekerja

tatkala bibir bertemu dengan bibir obat perangsang yang

berada dimulutmu sekarang masuk kedalam mulut nona,

akhirnya kalian berdua sama-sama terpengaruh oleh obat

perangsang hingga tak kuat menahan diri dan terjadilah”.

Lam-kong Pak mendengus, ia putar badan siap berlalu

dari situ.

Buru2 siauw bong berkata kembali: “Nona kami tahu

bahwa perbuatannya ini sangat memalukan sekali, maka ia

hendak bertemu sekali lagi dengan dirimu kemudian

mencukur rambut jadi nikouw”

Lam-kong Pak terkesiap. sebenarnya kesannya terhadap

Liuw Hwie Yan tida kjelek, tetapi sejak ia mengetahui

kejadian didalam benteug Hwie Him Poo tempo dulu,

ditambah pula permusuhan pada generasi yang lalu.

hubungan diantara mereka jadi lebih renggang dan jauh.

Kini setelah mendengar perkataan dari Siauw Hong,

timbullah rasa kasihan didalam hatinya. segera pemuda itu

bertanya: “Sekarang dia berada dimana???”

“la sedang menanti dirimu didalam sebuah selat gunung

kurang lebih tiga empat li dari sini.”

“cepat bawa jalan” kepada Sun Han Siang la berseru.

“ibu, aku ada sedikit urusan hendak kuselesaikan, satu jam

kemudian aku pasti akan menyusul kalian, berangkatlah

kekota Lok-yang lebih dulu dan tunggu aku disitu”.

“Kami akan menunggu disini saja, cepat2lah pergi dan

cepat kembali” ,

Sementara itu tatkala ketika orang itu melihat sianak

muda tersebut telah pergi. Yoe Tien jadi tak kuat menahan

diri. ia melotot sekejap kearah Siauw Hong dan

menyaksikan sepergian mereka dengan hati mendongkol.

Beberapa saat kemudian sampailah Lam-kong Pak serta

Siauw Hong disebuah mulut selat, tiba2 mereka mendengar

suara orang sedang bertempur. Ketika kedua orang itu

menyusul ketempat kejadian, terlihatlah Liuw Hwie Yan

sedang bertempur sengit melawan cioe cien cien.

Liuw Hwie Yan sedang bunting besar gerak geriknya

sangat tidak leuasa dan terganggu sekali, saat itu posisinya

sudah terdesak dibawah angin. sedangkan cioe cien cien

sedikitpun tiada maksud untuk mengendorkan serangannya,

makin lama ia makin meCeCar musuhnya habis2an bahkan

setiap serangan yang dilancarkan semuanya diarahkan

keatas mulut lawan.

Dalampada itu Lam-kong Pak serta siauw Hong sudah

berada seratus tombak dari kalangan pertempuran, dayang

itu segera berteriak keras: “Nona cioe harap tahan, Lamkong

sauw-ya telah datang.”

cioe cien cien berpaling, ketika dilihatnya Lam-kong Pak

berada ber-sama2 Siauw Hong, sadarlah dia bahwa

kehadiran sianak muda itu pastilah atas panggilan dan

Siauw Hong, hawa gusar yang berkobar dalam dadanya

semakin memuncak.

Sejak ia mengetahui bahwa jabang bayi yang dikandung

Liuw Hwie Yan adalah hasil hubungannya dengan Lamkong

Pak. dalam hati perempuan itu sudah timbul niat

jahatnya untuk menghabisi jiwa gadis she Liuw ini.

Seandainya Siauw Hong tidak berteriak tadi mungkin

keadaan masih mendingan, dengan teriaknya itu segera

memancing napsu membunuh dalam benak cioe cien cien

berkobar makin ganas, ilmu Cakar mautnya Boe Khek-HekHongJiauw

segera dikerahkan keluar dengan segenap

tenaga.

“Tahan” bentak Lam-kong Pak. tubuhnya laksana kilat

meluncur ketengah selat.

cioe cien cien mengerti asal sianak muda itu telah tiba

disana maka usahanya akan menemui kegagalan, tanpa

mengucapkan sepatah katapun telapak tangannya segera

berputar dan melancarkan satu serangan dengan ilmu

Thong Thian it coe Hiang.

Begitu serangan tersebut dilancarkan, Liuw Hwie Yan

mundur kebelakang dengan sempoyoogan, ia rasakan

segulung angin puyuh yang amat dahsyat bagaikan timpaan

baja seberat selaksa kati menekan perutnya yang bunting, ia

jadi kaget segenap tenaga dalam yang dimilikinya segera

dihimpun dan balas melancarkan serangan dengan satu

jurus serangan dari ilmu Hwie Him Pat-sih.

“Blaaam,” ditengah benturan dahsyat, tubuh Liuw Hwie

Yan mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula

dan terbanting keras diatas tanah. darah segar

bermuncratan keempat penjuru. perutnya robek dan

ususnya berhamburan diatas tanah.

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat menyaksikan

peristiwa itu, saking tertegunnya ia sampai berdiri

menjublak.

Menanti cioe cien cien telah melarikan diri dari situ, ia

baru mendusin kembali dari impian. Sambil memeluk

jenasah Liuw Hwie Yan menangislah pemuda itu ter-sedu2.

Liuw Hwie Yan yang telah bunting lima enam bulan,

janin bayi yang dikandungnya telah berwujud sebagai

manusia, Kini setelah perutnya robek dan kandungannya

berlubang maka muncullah batok kepala mayat bayi yang

muncul diluar kulit perut, keadaan perempuan itu benarbenar

mengerikan sekali.

Walaupun kesan Lam-kong Pak terhadap diri Liuw

Hwie Yan telah berubah sama sekali, tetapi bagaimana pun

juga bayi yang dikandung perempuan itu adalah darah

dagingnya sendiri, lagi pula kedatangannya ketempat itu

adalah untuk mewujudkan apa yang diinginkan Liuw Hwie

Yanla

tahu bahwa gadis itu sama sekali tidak salah, sebab

Siauw Honglah yang telah menaruh obat perangsang

didalam mulutnya, cinta kasihnya yang begitu mendalam

terhadap dirinya membuat sianak muda itu merasa sangat

terharu.

Air mata telah kering dan yang mengalir keluar dari

kelopak matanya adalah titik darah segar, butiran darah itu

jatuh membasahi jenasah Liuw Hwie Yan yang berbaring

diatas tanah dalam keadaan mengerikan- bisiknya dengan

suara serak:

“Enci Yan siauw-te pasti akan membalaskan dendam

sakit hatimu ini, beristirahat dengan tenang”

Dalam pada itu Siauw Hong telah maju menghampiri

dirinya sambil menghibur.

“Lam-kong sauw-ya kau jangan menangis terus hingga

merusak kesehatan serta badanmu, orang yang telah mati

tak dapat hidup kembali, kau harus. . . .”

Mendadak Lam-kong Pak berpaling, dengan mata merah

berapi-api dan wajah menyeringai seram ia tatap wajah

Siauw Hong tanpa berkedip. sorot matanya tajam bagaikan

pisau.

Siauw Hong jadi terkesiap dan ketakutan ia mundur tiga

langkah kebelakang sambil berbisik: “Lam… Lam-kong

sauw-ya… aku.. .aku…demi nona… aaa…aaaku….”

“Kaulah bibit bencananya….perempuan rendah macam

dirimulah yang sudah menanamkan bibit bencana ini

bagiku maupun baginya….aku hendak membinasakan

dirimu”.

Sekujur tubuh Siauw Hong gemetar keras giginya saling

beradu dengan penuh ketakutan, per-lahan2 ia mundur

kebelakang,

Selangkah demi selangkah Lam-kong Pak mendesak

maju kedepan, teriaknya dengan suara dingin: “Perempuan

rendah beberapa kali kau telah membokong diriku, manusia

semacam kau tak boleh dibiarkan hidup lebih jauh dikolong

langit.”

Telapak tangannya disilangkan didepan dada dan siap

didorong kemuka.

Tiba2 dari mulut selat muncul tiga orang gadis muda.

mereka adalah Yoe Tien, coe Lie Yap serta Pek-li Hiang.

Kiranya mereka bertiga merasa tidak lega hati

membiarkan Lam-kong Pak pergi mengikuti Siauw Hong,

mereka ingin tahu apa yang sedang dilakukan sianak muda

itu bersama dayang genit tadi. maka mereka minta

persetujuan dari Sun Han Siang dan menyusul kesana.

Ketika menyaksikan kemunculan ketiga orang dara ayu

itu biji mata Siauw Hong segera berputar, tiba2 teriaknya.

“Tolong… Tolong ..dia mau memperkosa diriku..

.tolong,…aku mau diperkosa”

Lam-kong Pak jadi kaget mendengar teriakan itu, segera

bentaknya, “Perempuan rendah, apa yang kau teriakan???

jang an ngaco-belo tak karuan-”

Siauw Hong tidak gubris bentakan lawan, kembali ia

berteriak tiada hentinya:

“cici bertiga cepat datang menolong aku karena dia gagal

memperkosa diriku sekarang mau turun tangan

membinasakan diriku.”

Hampir saja Lam Kong Pak tidak mempercayai telinga

sendiri. telapak tangannya laksana kampak segera dibacok

kemuka.

pada saat itu pula coe Lie Yap bertiga telah menyusul

kesitu, mereka mendengus dingin- Yang dua menarik

lengan Lam-kong Pak agar tidak meneruskan serangannya,

sedang yang lain menarik siauw Hong untuk menyingkir

dari situ,

“Siauw Hong, sebenarnya apa yang sudah terjadi??”

herdik coe Lie Yap dengan suara keras.

Siauw Hong tergagap sejenak. kemudian jawabnya^

“Antara nona kami dengan dirinya sudah mempunyai

hubungan suami- istri secara resmi. jadi aku disuruh panggil

dia karena nona kami sudah bunting besar, nona kami

berharap bisa cepat2 melangsungkan perkawinan dengan

dia, siapa tahu Lam-kong Sauw-ya… dia….”.

Dengan pandangan dingin coe Lie Yap melirik sekejap

kearah sianak muda itu, sementara Lam-kong Pak

membungkam dalam seribu bahasa, sebab apa yang

dikatakan siauw Hong memang benar2 terjadi, dan ia

memang sudah mempunyai hubungan dengan Liuw Hwie

Yan

“cepat lanjutkan perkataanmu” bentak coe Lie Yap

kembali.

“cici kalau aku mengatakannya keluar dia pasti akan

mencabut jiwaku. aku tak berani bicara” seru Siauw Hong

berlagak ketakutan-

“Jangan kuatir” sahut coe Lie Yap setengah berteriak.

“Ada kami bertiga disini, tanggung ia tak akan berani

mengganggu seujung rambutmupun.” Siauw Hong raguragu

sejenak kemudian berkata:

“Nona kami berkata kepadanya bahwa ia sudah bunting

lima enam bulan bahkan mendesak dia agar cepat2

meresmikan hubungannya, siapa tahu hati orang ini benar2

terlalu kejam dan telengas, suatu ketika mendadak ia

lancarkan serangan membunuh nona kami. oooh .. cici

bertiga, coba lihatlah nona kami menemui ajalnva dalam

keadaan yang mengerikan sekali….”

Ketiga orang gadis itu sama-sama berpaling menyaksikan

kematian Liuw Hwie Yan yan-begitu mengerikan tanpa

terasa air muka mereka sama2 berubah hebat.

Lam-kong Pak sendiri setelah mendengar ocehan dari

Stauw Hong itu, saking gusarnya sekujur tubuhnya gemetar

keras. teriaknya: “Perempuan lonte kau berani mengoceh

tidak karuan, memfttnah orang lain,., kemanakah liang-sim

mu????….”

“cici coba lihat, setelah dia membunuh orang sekarang

malah tidak mau mengaku.. …Huuuh lelaki apa itu

namanya????” seru Siauw Hong.

coe Lie Yap melirik sekejap kearah sianak muda itu, lalu

katanya: “Siauw Hong. lanjutkan kata-katamu”

“Setelah nona kami menemui ajalnya ditangan bangsat

itu. aku menangis ter-sedu2. siapa tahu dia bukan saja tidak

bersedih hati, malahan-…malahan-…”

“MALAHAN kenapa?” bentak coe Lie Yap.

“Aku…aku merasa malu dan jengah untuk mengatakan

peristiwa ini…” bisik Siauw Hong lirih.

“Apakan dia mempermainkan dirimu?”.

“Kalau Cuma digoda dan dipermainkan sih, budak

anggap se-olah2 tidak mendengar siapa tahu dia memegang

dan mempermainkkan sepasang tetekku sambil berkata. . .”.

“cuuh cuuh” pada saat yang bersamaan ketiga orang itu

segera meludah keatas wajah Lam-kong Pak. serunya

sambil tertawa dingin.

“IHmm kami semua benar2 sudah buta sepasang

matanya. ternyata bisa tertarik dengan srigala maCam kau”.

Sampai disini Lam-kong Pak sudah tak kuasa menahan

diri lagi, otaknya terasa mau meledak dibuatnya, ia segera

berteriak keras: “Kalian tak boleh mendengarkan ocehan

dari sepihak saja..,.”

coe Lie Yap tertawa dingin. katanya: “Sepasang mata

Thian masih belum buta, ia suruh kami menemukan

kejadian ini, kalau kami tidak datang kedua orang majikan

dan pelayan pasti sudah mati ditengah gunung tanpa

diketahui siapakah pembunuhnya. Lam-kong Pak sungguh

tak nyana raut wajahmu yang begitu halus dan sopan

ternyata memiliki hati yang keji bagaikan srigala.”

“Siauw Hong, lanjutkan perkataanmu” ujar Yoe Tien.

Air muka Lam-kong Pak berubah pucat ke-hijau2an- otot

hijau pada keningnya pada menonjol keluar semua,

bentaknya:

“Kalau kau menfitnah diriku lagi. segera kucabut

selembar jiwamu.”

“Heeeh-heeeh-heeeh…apakah kau hendak membunuh

orang untuk melenyapkan saksi??” jengek coe Lie Yap

sambil tertawa dingin.

“Hmm sekarang kalau kau ingin melenyapkan saksi

maka masukkanlah kami bertiga kedalam hitungan. Ayoh

bunuh kami sadar bahwa kami bertiga bukan tandinganmu.

. .”

“Adik Yap…” saking gelisahnya Lam-kong Pak sambil

memukul dada sendiri, “coba kalian pikirlah, mungkinkah

siauw-heng melakukan perbuatan rendah semaCam itu?”

“Aku ingin bertanya,” tukas coe Lie Yap dengan suara

keras^ Jabang bayi yang dikandung dalam perut Liuw Hwie

Yan apakah merupakan hasil hubungan gelap dengan

dirimu??”

Lam-kong Pak tak dapat menjawab pertanyaan ini

karena ia sendiripun tak tahu duduk perkara yang

sebenarnya kalau tidak mengaku ia merasa tidak tega

sebaliknya ingin mengaku namun ia merasa tidak begitu

yakin. sebab siauw Hong dapat membokong dirinya tentu

saja dapat membokong lelaki lain-

“Hmm” akhirnya dia mengaku.

Ketiga orang gadis itu segera mendongak dan tertawa

terbahak-bahak hati mereka telah hancur berantakan, bisa

dibayangkan betapa hancur mumurnya hati mereka setelah

mengetahui bahwa sesuatu yang penting bagi mereka dan

diperjuangkan untuk mendapatkannya dengan susah payah

ternyata adalah suatu benda yang sama sekali tak berharga.

“Siauw Hong, lanjutkan perkataanmu” ujar Pek-li Hiang.

“cici bertiga. setelah aku mengatakannya keluar harap

kalian segera membiarkan aku pergi dari sini. Kalau tidak ia

pasti akan membinasakan diriku.”

“Selesai kau mengatakan kisah itu. aku yang akan

menghantarkan kau untuk keluar dari selat ini, ia tak akan

melukai dirimu” Pek-li Hiang memberikan jaminannya.

“la mempermainkan sepasang buah dadaku sambil

berkata. “siauw Hong buah dadaku… buah dadamu jauh

lebih montok daripada yang dimiliki nonamu, mari…

mari… kita masuk kedalam gua sana untuk bermain satu

babak….”

Saking gusarnya Lam-kong Pak merasakan pandangan

matanya jadi gelap. hampir saja ia jatuh tak sadarkan diri.

la tahu penjelasan dari Siauw Hong makin lama semakin

merunyamkan dirinya, ia cuma bis ageleng kepala sambil

menghela napas tiada hentinya.

Serentak ketiga orang gadis itu berjalan mendekati tubuh

sianak muda itu, wajah mereka begitu ketus. dingin dan

memandang hina.

Didesak secara begitu Lam-kong Pak malahan

melangkah mundur kebelakang.

“cici bertiga kalian harus berhati-hati…..” teriak siauw

Hong memperingatkan- “Dia bisa membinasakan kalian

semua”

Lam-kong Pak benar-benar tak kuasa menahan diri lagi,

ia berputar menghindari ketiga orang itu lalu menubruk

kearah Siauw Hong, hardiknya:

“Perempuan anjing sebenarnya apa maksudmu

memfitnah diriku dengan kata-kata yang tidak senonoh

itu??”

“Tolong….:” jerit Siauw Hong ketakutancoe

Lie Yap segera menubruk kedepan, dengan sekuat

tenaga ia lancarkan sebuah pukulan dengan menggunakan

ilmu sakti Payung Sengkala.

Lam-kong Pak sama sekali tidak menduga akan hal

ini…Blaaam dengan telak serangan tersebut bersarang

ditubuhnya membuat badannya mencelat dua tombak

jauhnja dari tempat semula dan muntah darah segar.

siauw Hong yang melihat kejadian sudah berlangsung

jadi semakin besar, ia sadar bila dirinya berada disitu lebih

lanjut hingga rahasianya terbongkar, jiwanya pasti bakal

terancam bahaya maut, karena itu kepada Pek-li Hiang

serunya: “cici. tolong hantarlah aku pergi dari sini.”

“Ayoh berangkat, aku hantar kau keluar dari selat ini.”

sahut Pek-li Hiang tanpa berpikir panjang.

= =ooocoooQoo= =

LAM KONG PAK merangkak bangun, darah kental

mengucur keluar dari ujung bibirnya. dengan suara keras ia

berterlak:

“Jangan lepaskan perempuan rendah anjing itu, aku…

aku pasti akan membinasakan dirinya”

Sambil berkata kembali ia lancarkan tubrukan kedepan-

Yoe Tien tertawa dingin, jengeknya “Bukankah

disebabkan kedokmu sudah terbongkar maka kau jadi sakit

hati dan akan membinasakan dirinya????”

“Enci Tien” seru Lam-kong Pak dengan hati amat sedih,

“Apakah kaupun tidak percaya dengan siauw-te????”

“Bukti yang nyata sudah tertera didepan mata, apa yang

hendak kau katakan lagi??”.

“Apakah kalian tak mau mendengar penjelasanku

lagi???”

“Tak usah. sekalipun kau hendak memberi penjelasan

sampai lidahmu hancurpun kami tetap tak akan percaya”

sahut coe Lie Yap ketus.

Diam2 Lam-kong Pak menghela napas panjang sekarang

hatinya benar-benar sudah membeku, ia percaya bahwa

perempuan memang merupakan bibit bencana. Karena itu

dari sedih ia malah jauh lebih tenang.

Perlahan-lahan senjata tanduk nagany adiambil keluar,

lalu tanpa mengucapkan sepatah katapun ia menggali liang

kubur disitu.

coe Lie Yap serta Yoe Tien berdiri disisi kalangan sambil

tertawa dingin tiada hentinya, mereka tidak memberi

komentar juga tidak membantu.

Selang tidak lama kemudian Pek-li Hiang pun telah

kembali, ketiga orang gadis itu hanya berpeluk tangan

belaka menyaksikan si anak muda itu bekerja keras.

Ketika Lam-kong Pak menggali liang sampai ditengah

jalan, tiba2 ia berhenti, seakan akan sedang memikirkan

sesuatu urusan yang amat penting, akhirnya ia simpan

kembali senjata tanduk nag anyadan sambil membopong

jenasah Liuw Hwie Yan berlalu dari selat tersebut.

“la hendak pergi kemana?? tanya Yoe Tien-

“Perduli amat” sahut coe Lie Yap tidak senang hati.

“Terhadap manusia yang Cabul dan tidak setia semaCam

dia. aku jadi ogah untuk mencampuri urusannya”

“Tapi aku rasa dia bukanlah manusia maCam itu.” kata

Pek-li Hiang pula, “Mari kita ikutin dirinya dari belakang,

coba kita lihat apa yang hendak dilakukan????”

Demikianlah ketiga orang gadis itu segera membuntuti

dibelakang Lam-kong Pak. setelah keluar dari Selat

terlihatlah sianak muda itu sambil membopong jenasah

Liuw Hwie Yan meluncur kearah Utara, sepanjang

perjalanan air matanya mengucur keluar membasahi

seluruh wajahnya.

Kurang lebih setelah melakukan perjalanan sejauh lima

enam puluh lie. sampailah dia disebuah bukit gunung. Lamkong

Pak berhenti didepan sebuah kuburan baru dan

meletakkan mayat tadi keatas tanah.

la Cabut keluar senjata tanduk naganya, kemudian mulai

menggali kuburan batu itu.

Ketiga orang gadis itu jadi terCengang dan tidak habis

mengerti, berhubung mereka menyembunyikan diri disisi

samping dari kuburan itu. maka siapapun tak sempat

melihat jelas tulisan yang tertera diatas batu nisan tersebut.

Dalam pada itu Lam-kong Pak telah masukkan jenasah

dari Liuw Hwie Yan kedalam liang kubur itu, gumamnya:

“Enci Yan- siauw-te bersumpah akan menuntut balas

bagi sakit hatimu selama aku masih bernapas, niatku ini

selamanya tak akan padam. . . .beristirahatlah kau disini

dengan tenang”

la tutup kembali liang kubur itu dengan tanah, lalu

mencari sebuah batu besar dan meratakan permukaan batu

tadi dengan telapak tangannya.

“Sreeet” permukaan batu yang tidak rata dalam sekali

gosokan segera menjadi rata bagaikan Cermin.

Setelah itu dengan jari telunjuknya menggantikan pit, ia

salurkan tenaga dalamnya dan menulis beberapa huruf

diatas batu nisan tadi.

“Sreeeeeet-sreeeet” beberapa saat kemudian batu nisan

itu telah selesai diukir dengan tulisan dan didirikan didepan

kuburan tersebut, sementara tongkat kayu yang semula

berdiri disana segera dicabut keluar,

Dengan sikap yang serius dan ber-sungguh2 ia berlutut

dihadapan kuburan tadi dan menjalankan penghormatan

sebanyak tiga kali, lalu gumamnya:

“Mulai sekarang aku akan mengakui cioe It Boen sebagai

istri kesayanganku. semoga istriku berdua bisa saling

membantu dan hidup rukun dialam baka, asal kalian bisa

beristirahat dengan hati tenang, akupun ikut berlega hati.”

Habis berdoa ia segera bangkit dan berlalu dari situ.

Sementara itu coe Lie Yap sekalian tiga orang gadis yang

bersembunyi didekat kuburan itu dibuat tidak habis

mengerti apa sebabnya jenasah dari Liuw Hwie Yan

dikubur didalam kuburan tersebut.

Karena diliputi perasaan heran dan ingin tahu, akhirnya

mereka bertiga keluar dari tempat persembunyian dan

mendekati kuburan itu.

Terlihatlah diatas batu nisan terukir beberaapa huruf

yang kira2 berbunyi demikian^ “Pusara dari isteriku

terCinta Cioe It Boen serta Liuw Hwie Yan-”

Disudut bawah batu nisan tadi terukit nama Lam-kong

Pak serta bulan tanggal dan tahun dibuatnya nisan itu.

Ketiga orang gadis itu jadi tertegun dan berdiri melongo,

kemudian tanpa sadar mendengus dingin.

Ujar coe Lie Yap dengan nada tidak senang hati:

“coba lihat bagaimana ini?? Hmm aku sudah tahu kalau

dia memang bukan manusia baik2, dahulu apakah kalian

pernah mendengar bahwa ia mempunyai ikatan perkawinan

dengan cioe It Boen adik perempuan cioe cien cien???”

“Tidak” jawab kedua orang gadis lainnya hampir

berbareng.

“Huuuh pokoknya orang itu memang tidak genah dan

Campur aduk macam sayur asin, ia sudah pergi hal itu

memang jauh lebih baik, yang jelas aku sudah tak sudi

untuk bertemu lagi dengan dirinya”

Kedua orang gadis lainnya membungkam dalam seribu

bahasa. setelah keluar dari tempat itu merekapun segera

berangkat menuju ketempal dimana sun Han Siang berada.

Sementara itu Lam-kong Pak yang berlalu meninggalkan

kuburan Liuw Hwie Yan dengan hati yang sedih berjalan

tanpa ujung pangkal ia mulai merasa membenci setiap

orang terutama kaum wanita ia hendak meninggalkan

semua orang dan hidup sebatang kara.

Pertama-tama ia hendak membinasakan cioe cien cien

lebih dahulu karena itu setelah pikirannya agak tenang

berangkatlah si anak muda itu menuju keperkampungan

Toa Loo San-cung.

Tingkah lakunya pada saat ini sudah mendekati bagaikan

seorang kalap. ia bersumpah hendak membunuh setiap

orang yang dibenci ketika tiba diperkampungan Toa Loo

San cung, ditemuinya cioe cien cien tidak ada, mungkin

gadis itu belum pulang kerumah.

Lebih- lebih ia membeCCi diri Siauw Hong, ia

bersumpah hendak mencabik-cabik tubuhnya hingga hancur

berantakan, maka berangkatlah pemuda itu menuju

kebenteng Hwie Him Poo,

Kedatangannya kali ini dilakukan secara terang-terangan

dan terbuka, ia masuk melalui pintu besar dan hendak

memaksa Liuw Hauw Siang untuk menyerahkan Siauw

Hong kepadanya.

Pintu besar benteng Hwie Him Poo tertutup rapat,

dengan sekuat tenaga ia mengetuk tiga kali, Kurang lebih

setengah harian kemudian baru kelihatan muncul seorang

pria kekar.

Terdengar orang itu dengan suara ketus menegur. “Siapa

yang mengetuk pintu diluar??”

“Aku Lam-kong Pak. datang kemari untuk bertemu

dengan Liuw Poocu…”.

“harap tunggu sebentar. aku segera masuk kedalam

untuk memberi laporan.”

Kurang lebih dua perminum teh setelah pria kekar itu

masuk kedalam untuk memberi laporan- terdengar suara

langkah kaki manusia berkumandang keluar dari balik

benteng.

Menyaksikan kesemuanya itu, Lam-kong Pak segera

mendengus dingin. pikirnya didalam hati: “Gede amat gaya

orang ini…sialan”

Setetah pintu terbuka munculah Liuw Hauw Siang

menyambut kedatangannya terdengar pemuda itu berkata:

“oooh… kiranya Lamkong-heng yang sudah datang…

silahkan masuk… bilamana aku sudah terlambat

menyambut ke datanganmu harap kau suka dimaafkan,

sebab dalam waktu dekat ini pengaruh perkumpulan Liok

Mao Pang terlalu hebat mau tak mau perkampungan kami

harus melakukan persiapan untuk menghadapi segala hal

yang tidak diinginkan-”

Lam-kong Pak merasakan walaupun sikap Liuw Hauw

Siang masih tetap menghormat dan ramah, tapi wajahnya

kelihatan murung dan kusut gerak geriknya jauh berbeda

dengan keadaan tempo dulu.

“Aaaah, mana mana… ini hari sia uw-te kembali datang

untuk mengganggu ketenanganmu “sahut pemuda kita

cepat.

Sambil berkata merekapun segera masuk kedalam ruang

tamu.

“Siauw-te dengarpada waktu akhir2 ini ilmu silat yang

dimiliki Lamkong-heng telah memperoleh kemajuan yang

amat pesat, kejadian ini sungguh mengagumkan hatiku.”

kata Liuw Hauw Siang kemudian-

Senyuman yang menghiasi wajahnya nampak terlalu

dipaksakan Lam-kong Pak mengira hal itu pasti berkenan

atas kematian Liuw Hwie Yan dalam keadaan

mengenaskan, ia anggap kejadian itu sudah jamak. Maka

segera sahutnya:

“Liuw-heng terlalu memuji. dewasa ini dipihak

perkumpulan Hok Mao Pang telah kedapatan seorang jago

lihay yang bernama si kakek ombak menggulung, ilmu silat

yang dimilikinya sangat lihay tiada tandingannya dikolong

langit. kepandaian yang siauw-te miliki masih belum

terhitung seberapa.”

“Lamkong-heng, secara tiba2 kau datang berkunjung

kedalam benteng kami. sudah tentu siauw-te akan

menyambutnya dengan senang hati. tetapi entah ada urusan

apa Lamkong-heng datang kemari??”

sepasang alis Lam-kong Pak berkerut kencang. sahutnya:

“Liuw-heng, terus terang saja kedatangan siauw-te kali

ini bukan lain adalah disebabkan karena persoalan Siauw

Hong..:.”

Liuw Hauw Siang tersenyum ia segera ulapkan

tangannya mencegah sianak muda itu berkata lebih jauh,

selanya:

“Aaaai itu toh cuma suatu urusan kecil, nanti siauw-heng

pasti akan menyerahkannya kepadamu. Lamkong-heng

setelah kau datang kemari sudah sepantasnya kalau siauwte

sebagai tuan rumah harus menjamu dirimu “

Bicara sampai disini, ia segera berterlak keras: “siapkau

meja perjamuan”

Suara sahutan berkumandang nyaring dari balik

ruangan, tidak lama kemudian meja perjamuan telah

disiapkan dan kedua orang itupun segera saling

menghormat arak dan menghabiskan beberapa cawan

besar.

“Lamkong-heng, entah dikarenakan persoalan apa kau

hendak menangkap diri Siauw Hong????” tanya Liuw Hauw

Siang ditengah perjamuan-

Lam-kong Pak mendengus dingin, sementara ia hendak

membeberkan rahasia dimana sebanyak dua kali Siauw

Hong telah menjerumuskan dirinya kedalam lembah

kenistaan, tiba2 ia merasakan matanya berkunang-kunang

dan kepalanya pusing tujuh keliling tetapi ia masih tetap

belum menaruh curiga bahwa Liuw Hauw Siang telah

mencampuri obat racun didalam sayur dan arak itu.

Tapi makin lama rasa pusing yang menyerang kepalanya

makin bertambah hebat sehingga akhirnya ia tak sanggup

mempertahankan diri.

Pada saat itulah Siauw Hong munculkan diri dari balik

pintu belakang. sambil bertolak pinggang katanya :

“Siauw-ya, seandainya aku tidak menggunakan akal ini,

jangan dikata kita berdua. sekalipun ditambah tiga lima

orangpun kita masih bukan merupakan tandingannya.”

Sementara itu kesadaran Lam-kong Pak belum punah,

begitu mendengar ocehan dari Siauw Hong hatinya segera

tertegun keras. ia tidak mengira kalau Liuw Hauw Siang

bisa bersekongkol dengan dayangnya untuk merobohkan

dia dengan cara yang begitu rendah.

Siapa tahu tubuh Liuw Hauw Siang pun mundur dengan

sempoyongan akhirnya ia mendekam diatas meja tak

berkutik lagi.

Tenaga lwekang yang dimiliki Lam-kong Pak amat

sempurna, ia masih sanggup untuk mempertahankan diri,

saat inilah ia barutahu bahwa peristiwa ini adalah hasil

pemikiran dari Siauw Hong, bahkan Liuw Hauw Siang

sendiripun tertipu dan masuk kedalam perangkapnya.

Dengan susah payah ia bangkit berdiri lalu menubruk

kearah tubuh siauw Hong, siapa tahu baru maju tiga

langkah kedepan bumi terasa berputar kencang, ia tak

sanggup menahan diri dan segera roboh keatas tanah.

siauw Hong goyangkan pinggulny aberjalan mendekat

kepada diri Lam-kong Pakjengeknya sambil mendengus:

“Walaupun wajahmu tampan dan menarik hati, tetapi

kau sudah pernah berhubungan dengan beberapa orang

gadis aku tidak sudi mendekati badan bobrok seperti

dirimu. Hmmm aku Siauw Hong sudah banyak tahun

menginginkan jejaka dari Liuw-siauwya malam ini

keinginanku baru terkabulkan…”.

Sambil berkata ia membopong tubuh Liuw Hauw Siang

masuk kedalam kamar, kain horden yang berwarna merah

darah diturunkan menutupi jendela, lampu lenterapun

segera ia dipadamkan-

Maka didalam kamarpun segera terjadi suatu pergulatan

manusia antara sang majikan dengan dayangnya.

Mereka berdua sama2 mengerahkan tenaganya untuk

mencapai KepUasan badaniah bagi diri sendiri. dengusan

napas memburU rintihan kenikmatan bergema menghiasi

sUasana ditengah malam itu,

Lam-kong Pak yang menggeletak diatas tanah

kesadarannya sama sekali belum punah. Sejak ia salah

makan Buah merah serta menghisap hawa murni bayi

“Goan Eng-ceng Khie” didalam tubuhnya sudah terjadi

perubahan besar dan jauh berbeda dengan orang lain,

ditambah pula beberapa saat berselang telah makan sebuah

jimson naga berusia sepuluh ribu tahUn hal ini membUat

daya tahan tubuhnya berlipat ganda lebih hebat dari orang

lain-

= =ooooooooo= =

SEMENTARA itu sambil menggeletak diatas tanah.

dalam hati pikirnya:

“Aku berulang kali telah mendapat penemuan aneh.

pelbagai raCun tidak mempan di tubuhku. asal diam2

kukerahkan hawa murni untuk menolak daya kerja obat

pemabok itu ketepi tubuh. bukankah aku segera bisa

membebaskan diri dari Cengkeraman musuh.”

Karena itu dia menggeletak tak berkutik diatas tanah,

hawa murninya per-lahan2 di salurkan menyelusuri seluruh

bagian tubuh.

Kurang lebih seperminun teh kemudian tenaga dalam

tubuhnya telah pulih kembali sebagian, ia percaya dalam

keadaan seperti ini walaupun bertemu kembali dengan

Siauw Hong ia masih bukan tandingannya.

Suara dengusan napas memburu serta rintihan

kenikmatan masih berkumandang keluar dari dalam kamar,

pemuda itu semakin menyadari asal Siauw Hong telah

menyelesaikan pekerjaannya maka perempuan itu pasti tak

akan melepaskan dirinya begitu saja.

Dengan sekuat tenaga ia meranngkak diatas tanah,

kepalanya terasa berat bagaikan membawa beban seberat

beberapa ratus kati, tetapi ia berusaha terus untuk

menggeserkan badannya keluar dari ruangan itu.,.

Demikianlah dengan susah payah dia mengerahkan

segenap tenaga yang dimilikinya ia merangkak keluar dari

ruangan itu. kurang lebih setengah perminum teh kemudian

akhirnya ia berhasil meninggalkan tempat itu.

la tak berani berhenti sampai disitu saja, sebab ia merasa

andaikata dirinya mati ditangan seorang jago kenamaan

maka kematiannya masih terhitung berharga, sebaliknya

kalau dia harus mati ditangan datang terkutuk ini. sekalipun

mati ia tak akan pejamkan matanya.

Tiba2… dariarah ruang tamu berkumandang datang

suara jeritan kaget. “Aaah… dia sudah lari, sungguh aneh

apakah ia tidak mempan dlobat bius???”

Tiba2 terdengar suara bentakan lagi berkumandang

memecahkan kesunyian: “Siapa yang telah lari??”

begitu mendengar suara gadis itu Lam-kong Pak

merasakan hatinya tergetar keras sebab dia kenali suara itu

sebagai suara dari cioe cien cien .

“Tii. . .tiiidak mee. . .mengapa.” terdengar Siauw Hong

menjawab dengan tergagap.

cioe cien cien tertawa dingin, disusul siauw Hong

menjerit ngeri sambil berteriak: “Lepas tanganmu aku aku

akan beritahukan kepadamu “.

“cepat bicara” hardik cioe cien cien. Rupanya cioe cien

cien merasa agak tertegUn, lalu bertanya^

“Mau apa Lam-kong Pak datang kemari?? kenapa dia

melarikan diri???”

“Nona cioe lepaskan dulu Cekalanmu, aku akan

memberitahukannya kepadamu. aku.,.sejak keCil hidupku

amat sengsara sungguh tak nyana Liuw Sauw-ya menaruh

niat busuk terhadap diriku, ia telah mencampuri obat

perangsang didalam arakku dan memabokkan budak serta

Lam-kong Pak. akhirnya. budak telah diperkosanya secara

brutal…”

“Bajingan terkutuk” maki Lam-kong Pak didalam hati

sambil menggertak gigi, “Pandai bena rperempuan rendah

ini mengarang cerita bohong”

“sekarang Lam-kong Pak berada dimana??” bentak cioe

cien cien.

“Barusan ia masih berbaring diatas lantai ruang tamu,

tapi dalam sekejap mata ia sudah lenyap tak berbekas.”

“Aduh Celaka..,” teriak Lam-kong Pak dalam hati. buru2

ia merangkak kedepan lebih cepat lagi. pikirnya: “Asal aku

dapat merangkak masuk kedalam hutan bambu yang

terbentang didepan mungkin jejakku tidak sampai ketahuan

cioe cien cien.”

Siapa tehu belum habis ingatan tersehut berkelebat dalam

benaknya. tiba2 terdengar jeritan tertahan berkumandang

dari belakang tahu-tahu cioe cien cien sudah berdiri disitu,

hal membuat hatinya jadi gelisah berCampur mendongkol,

ia tak ambil perduli apakah perempuan itu dapat

membinasakan dirinya atau tidak. yang penting ia tak ingin

bertemu dengan dirinya dalam keadaan yang begitu

mengenaskan.

Terdengar cioe cien cien mendengus sambil mengepit

tubuh Lam-kong Pak ia putar badan sembari melancarkan

sebuah pukulan kedepan, jeritan ngeri berkumandang

memeCah kesunylan, tubuh Siau Hong yang berada disitu

segera terhantam sampai mencelat beberapa tombak dari

tempat semula. . . .

Dengan cepat cioe cien cien meluncur keluar dari

benteng Hui Him Poo, larinya semakin lama semakin

kencang hingga akhirnya mereka sudah amatjauh

meninggalkan tempat semula.

Diam2 Lam-kong Pak salurkan hawa murninya untuk

memulihkan kembali kekuatan tubuhnya setelah merasa

keadaan semakin baik ia segera membentak keras: “Hey,

cepat lepaskan aku”

cioe cien cien tidak ambil perduli ia lanjutkan

perjalanannya semakin kencang.

“Eeei. cepat lepaskan aku” sekali lagi Lam-kong Pak

berterlak keras. kali ini suaranya dingin lagi ketus,

Namun perempuan itu tetap bungkam dalam seribu

bahasa.

“sebetulnya apa maksudmu?” maki si anak muda itu

dengan suara yang amat sinis.

“Tidak ada maksud apa2.” sahut cioe cien cien

mendadak sambil menghentikan gerakan tubuhnya, “Aku

merasa kasihan melihat kau merangkak diatas tanah

bagaikan anjing, maka aku hendak menolong dirimu”

Lam-kong Pak membenci perempuan ini karena dia telah

membunuh Liuw Hui Yan yang sedang bunting tua,

sebetulnya pemuda ini memang ada maksud untuk

membalas dendam. sekarang setelah dilihatnya pihak lawan

ada maksud mempermainkan dirinya, ia jadi naik pitam:

Sekuat tanaga ia meronta tapi tak berhasil melepaskan diri.

Akhirnya ia jadi putus asa dan membatin- “Sudah…

sudahlah… anggap saja aku orang she Lam-kong memang

lagi sial, setiap kali harus berjumpa dengan perempuan yang

tak tahu malu macam begini.”

Mendadak satu ingatan berkelebat didalam benaknya, ia

segera berteriak keras:

“Eeei… kalau kau tak mau lepas tangan lagi jangan

salahkan kalau aku akan mulai mencaci maki dirimu “

“Silahkan memaki selamanya belum pernah aku dengar

kau mencaci maki orang lain-.. ayoh cepat lakukan”

Lam-kong Pak jadi kehabisan akal dibuatnya. kembali ia

membentak.

“cepat lepaskan diriku aku hendak melakukan duel

dengan dirimu secara adil. karena aku hendak membunuh

mati kau siperempuan busuk”

cioe cien cien tertawa dingin-..Bruuuk^ ia banting tubuh

sianak muda itu keatas tanah secara keras2, kemudian

sambil bertolak pinggang teriaknya:

“Ayohlah sedari dulu aku memang sudah pingin mati

ditanganmu, ayoh cepat bunuh aku” Bantingan keras itu

bukan saja tidak melukai pemuda itu,justra karena tindakan

tadi maka daya kerja obat pemabok yang masih bersarang

didalam tubuhnya segera terpencar keluar dari dalam

tubuhnya.

Ia segera meloncat bangun. setelah menyalurkan hawa

murninya mengelilingi seluruh badan, serunya penuh rasa

benci: “Mengapa kau membinasakan diri Liuw Hui Yan??”

“Aku??” ejek cioe cien cien sambil tertawa dingin,

“Heeeh…heeeh…heeeh.^. karena aku senang sekali

membinasakan dirinya”

“Aku akan membinasakan dirimu dengan menggunakan

tangan kiri serta lima bagian tenaga dalam. dengan begitu

andaikata kau mati maka tiada perkataan yang bisa kau

ucapkan lagi”

cara membunuh orang semaCam ini belum pernah

kedengar ataupun terjadi dikolong langit. cioe cien ciea

seketika dibikin tertegun untuk beberapa saat lamanya,

kemudian dengan marah ia berteriak:

“Kau tak usah berlagak sok berjiwa besar. aku tak sudi

menerima kebaikan hatimu itu”

“Siapa sih yang pingin memberi hati kepadamu??? aku

berbuat demikian adalah untuk mententeramkan hatiku

sendiri”

“Bagus kalau begitu bersiap siaplah. …” cioe cien cien

masih tetap bertolak pinggang, air mukanya sama sekali

tidak kelihatan jeri atau takut.

Perbuatan gadis itu segera menyentuh hati kecil pemuda

kita, ia jadi tetingat akan kesan pertamanya sewaktu ia

memasuki perkampungan Toa Loo-san- Chung tempo dulu,

ketika itu dia sudah menaruh kesan yang baik terhadap

dirinya bahkan menemukan bahwa gadis itu mempunyai

jiwa jantan yang jarang ditemuipada gadis lainSementara

itu cioe cien cien sambil bertolak pinggang,

mencibirkan bibirnya yang kecil. sikap semaCam ini segera

membuat Lam-kong Pak jadi tertegun dan ragu2.

Dalam hati kecilnya dia mulai berpikir sebenarnya salah

siapakah ini??…tapi sejenak kemudian ia merasa bahwa

perbuatan gadis ini memang terlalu telengas. dengan mata

kepala sendiri ia saksikan pertempuran yang berlangsung

antara dia dengan Liuw IHui Yan, waktu itu ujung

telapaknya tak pernah menjauhi perut gadis she Liuw

tersebut. Berpikir sampai disini, napsu membunuhnya

segera berkobar. teriaknya keras2: “Lihat serangan”

Bersamaan dengan bergemanya teriakan itu sebuah

pukulan dengan menggunakan ilmu Thian So Jiu ajaran

perguruannya telah dilancarkan kedepan, dalam hati

kecilnya ia telah ambil keputusan bahwa gadis itu tak akan

dibunuh dengan menggunakan ilmu sakti Payung Sengkala.

Tetapi…ia telah melupakan sesuatu, tenaga dalam yang

dimilikinya sekarang sudah jauh berbeda dengan keadaan

dahulu, walaupun hanya sebuah serangan yang dilancarkan

dengan gerakan biasa namun daya kekuatannya amat luar

biasa.

cioe cien cien sendiripun tahu bahwa pemuda itu telah

dipengaruhi oleh napsu membunuh yang berkobar-kobar,

mau tak mau dia harus himpun segenap kekuatan yang

dimilikinya untuk menyambut datangnya ancaman

tersebut,

Siapa sangka sewaktu serangannya mencapai tengah

jalan, tiba 2gerakan telapak Lam-kong Pak sama sekali

berubah dari ilmu Thian So Jiu dia berubah memakai ilmu

pukulan “Lian Tiong Sam Goan ciang Hoat”.

“Bluuum Bluuuum Bluuuum “pukulan demi pukulan

dilancarkan dengan hebatnya, tubuh cioe cien cien seketika

terdorong mundur tiga langkah kearah belakang.

Sebenarnya dalam hati kecil dara she cioe itu ada

maksud untuk menyudahi persengketaan diantara mereka

sampai disini saja, ia mengira Lam-kong Pak pasti akan

memaafkan perbuatannya .

Siapa tahu dugaannya sama sekali meleset kematian dari

Liuw Hui Yan terlalu mengenaskan, dalam anggapan

sianak muda itu bila ia tak berhasil membunuh gadis ini

untuk membalas dendam atas kematiannya, maka ia akan

merasa tidak tenang hatinya hingga akhir hayat nanti.

Menyaksikan serangan pemuda itu kian lama kian

bertambah gencar. cioe cien cien dibuat naik pitam juga

oleh perbuatannya itu, ia membentak keras dan segera balas

melancarkan serangan dengan menggunakan ilmu Too

Thian It cu Hiang.

Pada saat itulah Lam-kong Pak sedang melancarkan

serangan dengan menggunakan lima bagian tenaga dalam,

suatu benturan keras tak terelakkan lagi….

“Duuuk…” tubuh cioe cien cien terpukul sempoyongan

tiga langkah lebar kearah belakang.

Lam-kong Pak tidak berhenti sampai disitu saja, sekali

lagi ia membentak keras. jurus “Nu-To-Thian so” atau

Murka melempar senjata langit satu jurus serangan yang

paling ampuh dari ilmu Thian-So Jiu segera dilancarkan

keluar….

Dalam waktu singkat angin desiran tajam bertiup menderu2.

seluruh angkasa jadi gelap tertutup awan hitam.

Tedengar cioe cien cien mendengus berat, badannya segera

terlempar sejauh tiga tombak dari tempat semula….

Meskipun Lam-kong Pak amat membenci dirinya hingga

serangan yang dilancarkan agak berat dan membuat gadis

itujatuh pingsan, tapi dalam hati kecilnya ia merasa tak

tega.

Melihat gadis itu roboh keatas tanah, ia segera memburu

kesisi tubuhnya sambil teriak keras:

“cien cien… cien cien….”

= =ooooooooo= =

PERLAHAN- LAHAN cioe cien cien siuman kembali

dari pingsannya, melihat sianak muda itu berada disisinya,

dengan wajah Cemberut dan sorot mata memancarkan api

dendam yang membara makinya:

“Kau.., kau…anjing keparat.. enyah dari sini,

aku…selama hidup .. aku tak ingin bertemu lagi

de….dengan dirimu…enyah….”

Lam-kong Pak ingin mengucapkan sesuatu tiba2 ia

merasa datangnya desiran angin tajam mengancam batok

kepalanya, disusul seseorang membentak keras: “Lihat

senjata rahasia.”

Lam-kong Pak terkejut. dengan tangkas ia geserkan

badannya tiga langkah dari tempat semula kemudian

melancarkan sebuah babatan, angin pukulan yang maha

dahsyat kebelakang.

“criiit…” bunga air bunga bermuncratan ke empat

penjuru, terdengar cioe cien cien menjerit ngeri.

Lam-kong Pak jadi amat terkejut, untuk beberapa saat

lamanya ia berdiri tertegun dan tak tahu apa yang musti

dilakukanKiranya

yang barusan mengancam tubuhnya bukan lain

adalah air keras beracun Sam Wi ceng Swie, setelah

termakan oleh angin pukulannya yang maha dahsyat itu.

percikan bunga air segera berhamburan keempat penjuru

dan sebagian besar bersarang diatas wajah cioe cien cien.

Asap kuning segera mengepul dari atas wajah gadis itu,

daging dan kulit pipinya jadi membusuk dan hancur

berantakan- jeritan ngeri yang menyayatkan hati bergema

memeCahkan kesunyian- wajah yang semula Cantik jelita

kini berubah jadi jelek melebihi setan atau kuntilanak.

Suma ing dengan wajah menyeringai seram berdiri

kurang lebih lima tombak dari kalangan, saat itu dengan

suaranya yang sinis sedang berkata:

“cioe cien cien, aku sama sekali tiada maksud untuk

mencelakai dirimu, aku berbuat demikian karena ingin

merusak wajahnya yang memuakkan itu, sungguh tak

nyana telah menggetarkan air racun itu hingga mengenai

wajahmu yang halus. . .bisa kau bayangkan sekarang,

betapa kejam dan telengasnya orang itu aku tak usah

kuterangkan lebih jauh”

Mendengar ocehan orang yang tidak karuan, ingin sekali

Lam-kong Pak meludahi mulutnya yang kotor itu. dengan

marah yang meluap-luap ia menubruk kedepan, bentaknya:.

“Berhenti”

“Nanti dulu.., ” tiba2 cioe cien cien menjerit dengan

suara yang tinggi bagaikan lengkingan setan, “Kalau kau

hendak binasakan dirinya. bunuhlah dahulu diriku “

Lam-kong Pak jadi tertegun melihat tindak gadis itu,

serunya dengan Cepat.

“Dia…dia. ..hatinya kejam bagaikan kala wataknya

busuk melebihi binatang, apakah kau. . . .”

“Kau lebih kejam daripadanya kau lebih ganas dan

berutal” jerit cioe cien cien sambil menutupi wajahnya yang

makin membusuk. darah kental mengucur keluar lewat

celah2 jari tangannya, “kalau mau bunuh, bunuhlah kami

berdua seCara berbareng. kalau tidak biarkaniah kami pergi

dari sini…”

Kemudian ia menoleh kearah Suma ing dan

menambahkan. “Engkoh Ing, meskipun air beracun itu

kaulah yang melepaskan tapi dia yang telah menggetarkan

keatas wajahku. Aku tak akan menyalahkan dirimu, setelah

aku berubah jadi begini jelek. kau tentu tak akan menampik

diriku bukan???”

“Ooh adik cien, aku sungguh2 mencintai dirimu

sekalipun wajahmu telah rusak dan musnah, tetapi aku

masih tetap Cinta dan setia kepadamu”

UCapan yang begitu merdu merayu dalam pendengaran

cioe cien cien benar2 mendatangkan kehangatan yang tak

terkirakan, ia berjalan kedepan Suma ing lalu menggandeng

tangannya dan berlalu dari situ,

Memandang bayangan punggung mereka berdua yang

makin menjauh, Lam-kong Pak berdiri ter-mangu2.

seperminum teh lamanya ia berdiri mematung tanpa

mengetahui apa yang musti dilakukan.

dalam hati keCilnya ia merasa benci dan keCewa,

kepada angin malam yang berhembus sepoi2 serunya:

“oooh..,. Thian mengapa kau atur demikian diri kami?

kau terlalu kejam aku mau balas dendam aku mau

bunuh…..”

Suaranya penuh mengandung napsu membunuh yang

ber kobar2, begitu keras suaranya hingga menggema

diseluriih angkasa.

Mendadak sesosok bayangan manusia yang tinggi besar

muncul dari balik kegelapan. dia bukan lain adalah

simalaikat raksasa Lo Liang-jen-

Ketika Loo Liang jen menjumpai Majikan mudanya

berdiri mematung sama sekali tak berkutik, segera maju

menghampiri sambil berkata.

“Lam-kong sauw-ya. aku tahu bahwa kau mendapat

penghinaan serta cercaan. Tetapi Pek li Gong, Siang Hong

Tie serta ibumu dapat memahami watak serta

perbuatanmu, mereka secara berpisah sedang mencari

jejakmu. Ayohlah ikutlah aku pulang kerumah.”

Dengan termangu-mangu Lam-kong Pak menatap wajah

simalaikat raksasa itu tanpa berkedip. sekarang ia merasa

amat mengagumi akan nasib dari Loo Liang-jen, setiap hari

tahunya makan dan berbuat menurut suara hati sendiri,

rasanya tiada kesulitan atau kemurungan apapun yang

pernah dirasakan olehnya.

“Lam-kong sauw-ya, tahukah kau bahwa aku si-Loo tua

tak bisa kau tinggalkan, iKutlah aku pulang kerumah”

kembali malaikat raksasa merengek dengan nada penuh

pengharapan.

Lam-kong Pak jadi amat terharu setelah menyaksikan

kesetiaan rekannya ini. ia merasa andaikata dalam dunia

persilatan terdapat beberapa orang macam Loo Liang-jen

niscaya tiada kelicikan serta kekejaman yang akan terjadi

dikolong langit.

Saat ini hampir saja hatinya jadi lembek dicairkan oleh

kesetiaan orang, rasa setia kawan Loo Liang-jen yang begitu

hangat membuat ia merasa amat terharu.

Tatkala menyaksikan sianak muda itusudah

menunjukkan tanda2 mau pulang kerumah, Loo Liang-jen

segera jatuhkan diri berlutut diatas tanah. dengan air mata

bercucuran ujarnya:

“sauw-ya. tahukah kau meskipun aku si Loo tua adalah

gentongan nasi tetapi aku masih mengetahui cara

seorangjadi manusia yang baik. selama hidup aku belum

pernah berlutut dihadapan siapapunjua. kecuali hari ini…

sauw-ya tak usahlah mendongkol akupun jengkel terhadap

nona bertiga, pulanglah kerumah”

Menyinggung soal ketiga orang gadis itu, Lam-kong Pak

segera merasa kepalanya bagaikan diguyur dengan

sebaskom air dingin, niatnya untuk pulang kontan larut tak

berbekas.

la merasa selama hidupnya belum pernah melakukan

perbuatan yang menyalahi suara hatinya tetapi ketiga orang

gadis itu tanpa menanyakan mana yang merah dan mana

yang hijau telah memandang dirinya begitu rendah dan tak

ada harganya. ia merasa tersinggung perasaannya dan tak

bisa memaafkan perbuatan mereka itu. Air mukanya

seketika berubah jadi ketus, dengan suara hambar segera

ujarnya.

“Loo tua aku telah mengambil keputusan untuk tidak

pulang kerumah, yang paling aku kuatirkan sekarang

adalah nasib dari ibuku serta beberapa orang cianpwee

lainnya. semoga kau bisa baik melindungi mereka. Pergilah

akupun akan melanjutkan perjalanan”

Loo Liang-jen jadi amat gelisah, dengan susah payah ia

baru berhasil menemukan jejak sianak muda ini, tentu saja

dia tak akan melepaskan tenaganya dengan begitu saja.

Sambil mencekat pergelangan kaki orang, terlaknya:

“Sauw-ya, kalau kau tak mau pulang hajarlah aku sampai

mati sebab akupun tak ingin pulang lagi”

Lam-kong Pak benar2 terharu dibUatnya oleh kesetiaan

rekannya ini. air mata tanpa terasa jatuh berlinang

membasahi pipinya, tapi dengan cepat ia keraskan hatinya

sambil berseru dangan suara berat:

“Omong kosong kalau kau tak mau dengarkan

perkataanku lagi, jangan salahkan kalau aku tak akan

berlaku sungkan2 lagi terhadap dirimu….”

Bukannya lepas tangan, Loo Liang-jen malah semakin

kencang mencekal pergelangan kakinya, kembali ia

merintih:

“sauw-ya, daripada aku harus tinggalkan dirimu lebih

baik aku mati saja ditanganmu. kau.. .kabulkahlah

permintaanku ini.”

Lam-kong Pak mendengus dingin. hawa murninya

segera disalurkan kedalam kaki, sambil membentak gusar

satu tendangan segera dilepaskan-

Tubuh Loo Liang-jen yang tinggi besar bagaikan pagoda

segera mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat

semula dan jatuh mencium tanah.

Lam-kong Pak menghela napas panjang, ia putar badan

dan segera berlalu dari situ. Jeritan sedih dari Loo Liang-jen

berkumandang ditengah angkasa bagaikan guntur

membelah bumi, membuat orang yang mendengar ikut

beriba hati karenanya.

Sekuat tenaga Lam-kong Pak lari meninggalkan tempat

itu, seluruh kekesalan serta kemangkelan yang bersarang

dalam dadanya dilampiaskan keluar, pikirnya didalam hati:

“Sejak kini aku mau berkelana didalam dunia persilatan

seorang diri, akan kubasmi semua kaum laknat dan kaum

iblis yang ada didalam sungai telaga untuk itu tenaga

dalamku harus kulatih lebih dahulu agar peroleh kemajuan

yang lebih pesat”

Karena berpikir demikin ia lantas masuk kedalam

gunung yang sunyi. mengunjungi tempat yang jarang

didatangi manusia dan mencari tempat yang tersembunyi

untuk melatih diri secara giat selama satu bulan.

Saat itulah sesosok bayangan manusia diam2 menguntit

terus dibelakang tubuhnya tanpa ia sadari, hingga akhirnya

sampailah mereka disuatu selat yang terpencil.

Diantara celah2 bukit terjal Lam-kong Pak temukan

sebuah goa yang tersembunyi letaknya, suatu tempat yang

paling cocok untuk melatih diri,

Ia masuk kedalam gua itu. suasana gelap gulita tapi tidak

begitu lembab udaranya. setelah mengumpulkan buah2an

sebagai ramsum kembalilah dia kedalam gua itu.

Langkah pertama yang ia harus tempuh adalah

menggabungkan dua kekuatan besar yaag mengalir didalam

tubuhnya hingga mencair dan membaur jadi satu kekuatan

besar.

Ia duduk bersila dan pusatkan semua perhatiannya.

seperminum teh kemudian pemuda ini sudah berada dalam

keadaan lupa segalanya. . . .

Tiga hari kemudian dua kekuatan hawa murni itu sudah

makin mendekat satu lainnya, tetapi untuk mencair dan

membaur jadi satu masih membutuhkan beberapa hari

latihan lagi. pemuda itu segera ambil keputusan untuk

berlatih diri lebih jauh.

Yang aneh. selama dalam latihannya itu ia merasakan

munculnya siau kekuatan lain yang mangalir didalam

tubuhnya, setiap kali ia sedang bersemedi kekuatan itu

segera muncul lewat ubun2nya.

Ia tak tahu dari mana asalnya aliran hawa panas itu?

dalam anggapan Lam-kong Pak pastilah suatu penemuan

aneh lagi yang berhasil ia dapatkan, atau mungkin itulah

hawa murni yang pernah disalurkan Coe Lie Yap kedalam

tubuhnya.

Setengah bulan kemudian kedua kekuatan hawa murni

yang mengalir didalam tubuhnya telah berhasil membaur

jadi satu. ia segera merasakan perubahan yang amat besar

didalam badannya, tiga sampai lima hari tidak makan atau

minum sedikitpun tidak merasa haus atau lapar.

Disamping itu diapun merasakan suatu kesegaran yang

sangat aneh. se-olah2 badannya sedang terbang diudara.

Lewat dua puluh hari kemudian,ia mulai merasa bahwa

hawa aliran hawa panas muncul dari ubun2nya itu makin

lama semakin lemah, kehebatannya tidak menyerupai

keadaan dulu lagi, walaupun merasa heran namun sianak

muda itu tidak sampai memikirkannya didalam hati.

Masa berlatih selama satu bulan akhirnya telah penuh,

dengan hati riang gembira keluarlah sianak muda itu dari

dalam gua dibalik celah bukit, waktu itu bukan saja

ketajaman mata serta pendengarannya bertambah. bahkan

tubuhnya enteng bagaikan kertas, hawa murni yang

mengalir dalam tubuhnya penuh dan segar, sampai suara

lirih yang terjadi ditempat beberapa lie dari tempat dimana

ia beradapun dapat ditangkap dengan jelas.

Setelah kepandaian silatnya mengalami kemajuanpertama-

tama yang hendak ia lakukan adalah mengunjungi

markas besar perkumpulan Liok Mao Pang dan berduel

melawan si Kakek ombak Menggulung, kemudian mencari

jejak ketiga orang manusia tembaga dan secara diam2

menengok ibunya.

Keesokan harinya ia telah tiba dimarkas besar

perkumpulan Liok Mao Pang, tiba2 satu ingatan berkelebat

didalam benak Lam-kong Pak^ pikirnya didalam hati:

“Kemajuan yang berhasil kucapai dalam tenaga dalam

sudah jauh melebihi keadaan dahulu, sekalipun belum tentu

aku bisa menangkan si-kakek ombak menggulung, paling

sedikit perbedaan diantara kami tidaklah terlalu jauh. aku

harus unjukan diri dengan raut wajah yang lain”

Satu ingatan bagus muncul dalam benaknya, maka ia

segera melakukan pencarian didalam markas besar itu.

Dengan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang, ilmu

meringankan tubuh yang ia yakini pun sudah memperoleh

kemajuan yang pesat. datang perginya enteng bagaikan

hembusan angin meskipun penjagaan yang diatur dalam

markas besar perkumpulan Liok Mao Pang itu berlapis,

jago lihaynya amat banyak namun tak seorangpun diantara

mereka yang berhasil mengetahui jejaknya.

Akhirnya ia sampai didalam ruang penyimpanan barang.

disitu ia temukan dua stel pakaian tembaga terletak disitu,

hal ini membuat hatinya jadi sangat girang.

Ia pilih salah satu diantaranya yang sesuai dengan

potongan tubuhnya lalu dikenakan dibadannya.

Setelah mengenakan baju tembaga tersebut ia baru tahu

bahwa pakaian itu bukan terbuat dari baja asli, melainkan

merupakan campuran dengan bahan logam lainnya.

walaupun keras dan kuat tapi empuk dan bisa dilipat-lipat

sekehendak hatinya.

Disamping itu terdapat pula beberapa buah persendian

yang bisa membebaskan gerak-geriknya, walaupun

memakai pakaian itu gerakannya tetap leluasa seperti sedia

kala. ^

Sekarang ia baru sadar dan mengetahui apa sebabnya

ketiga orang manusia tembaga itu bisa datang dan pergi

sekehendak hatinya ketika Liok Mao Pangcu mengadakan

pertemuan besar dibukit Lok Hua-Poo tempo dulu,

seandainya pakaian tembaga itu tidak luas dan bisa

bergerak dengan leluasa mungkin untuk mendaki bukit itu

belum tentu sanggup,

Setelah keluar dari gudang penyimpanan barang. si-anak

muda itu langsung menuju keruang tengah ia masih ingat

ketika tempo dulu mengunjungi tempat itu, kakek ombak

menggulung pernah menggunakan payung sengkala palsu

untuk bergebrak melawan dirinya. tapi senjata itu berhasil

dipukul patah oleh tanduk naganya yang sakti.

Tapi bagaimanapun juga kekuatan tenaga dalam yang

dimiliki Kakek ombak menggulung jauh lebih tinggi

beberapa kali lipat dari pada dirinya, akhirnya ia terpukul

oleh tenaga pukulannya itu hingga melesat sejauh beberapa

tombak dan jatuh tak sadarkan diri.

Dalam pada itu Lam-kong Pak temukan bahwa

penjagaan disekitar ruang tengah amat ketat,pada setiap

sudut bangunan terdapat seorang jago lihay yang

melakukan penjagaan, bahkan mereka semua terdiri dari

jago kelas satu didalam perkumpulan Liok Mao Pang.

Diantaranya terdapat si-Lentera hitam mengejar nyawa

Leng Cing Cioe, sikakek moyang berwajah kepiting, sisetan

gantung hidup GouwJit serta sirasul hitam tebal Chin

Thong.

Lam-kong Pak ada niat untuk menguji ilmu

kepandaiannya, ilmu meringankan tubuhnya segera

dikerahkan hingga mencapai pada puncaknya, cepat

bagaikan hembusan angin ia berkelebat lewat disisi tubuh

Lentera hitam pengejar nyawa, diikuti mengitar pula Sekitar

tubuh kakek moyang berwajah kepiting, sisetan gantung

hidup serta sirasul hitam tebal, sambil berputar jari

tangannya bergerak cepat menotok jalan darah keempat

orang tokoh lihay tersebut.

Kepandaian yang amat mengejutkan ini sangat

menggirangkan hatinya. belum pernah ia merasa seriang

dan gembira seperti ini selama satu bulan terakhir.

Ketika ia melongok keruang dalam, tampaklah kakek

ombak menggulung duduk dikursi kebesaran, pangcu dari

perkumpulan Liok Mao Pang duduk disisi tubuhnya,

sedang dikursi paling bawah duduklah bersanding dua

orang manusia berkerudung hitam satu pria dan satu

wanita.

Para jago lihay lainnya berdiri sejajar di kedua belah

samping. suasana dalam ruangan sunji senyap tak

kedengaran sedikit suarapun, hingga keadaan waktu itu

kelihatan bertambah seram.

Tiba2 kakek ombak menggulung buka suara dan berkata:

“malam ini aku Tay-sang pangcu sekali lagi

mengumumkan bahwa aku terima Suma Ing sebagai

muridku, bahkan mengangkat dia sebagai wakil ketua dari

perkumpulan kita. Ngo Hoa Bak berulang kali gagal

menunjukan prestasinya gemilang. perbuatan itu sudah

mencemarkan nama baik perkumpulan kita dimata umum.

oleh sebab itu kedudukannya aku turunkan jadi seorang

pelindung hukum”

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, sekujur tubuh

Ngo Hoa Bak gemetar keras, wajahnya yang burik nampak

berubah jadi amat jelek. Terdengar kakek ombak

menggulung bicara lebih jauh.

“Sedangkan sisetan gantung hidup Gou Jit sirasul hitam

tebal sekalian tak dapat pula menunjukkan kehebatannya

sebagai pelindung hukum. maka kedudukan mereka aku

turunkan jadi seorang Thiancu, bila dikemudian hari

membuat prestasi yang gemilang kemungkinan naik

pangkat masih terbuka”

Pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang mengiakan

berulang kali, sementara pria berkerudung itu segera

bangkit berdiri dan jatuhkan diri berlutut dihadapan kakek

ombak mengguluag sambil menjalankan penghormatan

besar, kemudian balik lagi ketempat duduknya semula.

Lam-kong Pak tahu bahwa pria berkerudung ini bukan

lain adalah Suma Ing. sedangkan perempuan berkerudung

itu bila dilihat dari potongan badannya, jelas bukan lain

adalah Cioe Cien Cien yang wajahnya telah rusak.

Diam2 ia menghela napas panjang. sikap seseorang

untuk menentukan lurus atau sesatnya hawa telapak pada

perbedaan ingatan disatu detik yang amat singkat, dahulu

Cioe Cien Cien amat lurus dan amat jujur. siapa tahu

setelah berkumpul dengan Suma Ing ia telah berubah jadi

begini rupa.

Terdengar Kakek ombak menggulung berkata lagi.

“Cioe Cien Cien telah tinggalkan rumah bergabung

dengan perkumpulan kita. kejadian inipatut dihargai dan

diberi selamatan untuk itu kuhadiahkan kedudukan

pelindung hukum baginya”

Cioe cien cien bangkit berdiri dan menjura dalam2

sahutnya. “Aku yang rendah banyak2 mengucapkan terima

kasih atas budi pemeliharaan dari Tay-sang Pangcu”

Setelah upacara selesai, ketua dari perkumpulan Liok

Mao Pang tampil kedepan dan berkata^

“Selama satu bulan belakangan ini. bukan saja jejak dari

Lam-kong Pak sudah lenyap tak berbekas. ketiga orang

manusia itupun belum pernah munculkan diri, aku pikir

mereka sedang menyusun rencana busuk untuk menghadapi

ketiga orang bila mana tujuan dari perkumpulan kita adalah

merajai dunia persilatan, aku pikir menghadapi mereka2 itu

kita musti bersikap lebih berhati-hati”

Tiba2 kakek ombik Menggulung mendongak dan tertawa

terbahak-bahak, “Haaaa…ha.,.haaaah….haaaa. . .baru saja

kita bicarakan cho Cho, ternyata Cho Cho sudah datang,

orang yang kau maksudkan sedari tadi sudah muncul

disini.”

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat setelah mendengar

perkataan itu. ia mengira jejaknya sudah ketahuan- Baru

saja tubuhnya akan loncat keluar dari tempat

persembunyian mendadak dari atas wuwungan rumah

dihadapannya melayang turun sesosok bayangan manusia

yang langsung melayang ketengah halaman-

Begitu orang tadi munculkan diri. seluruh ruangan jadi

gempar. sebab orang itu bukan lain adalah seorang manusia

tembaga.

Terdengar manusia tembaga itu dengan suara yang

rendah dan serak berkata:

“Kakek ombak Menggulung andaikata kau sanggup

menyambut tiga buah serangan payungku sejak detik ini

aku tak akan mencampuri urusan dunia persilatan lagi. aku

akan biarkan dirimu malang melintang diseluruh Bu-lim

dan merajai kolong langit”

Kakek ombak Menggulung segera tertawa dingin.

“Heeeeh…heeeeeh…heeeh.,, untuk membereskan

manusia seperti kau, kenapa aku mesti turun tangan

seadiTi?? Pangcu dengarkan perintah”

Ketua diri perkumpulan Bulu Hijau segera mengiakan

dan tampil ketengah gelanggang menunggu perintah . Kata

kakek ombak menggulung lagi.

“Aku beri batas lima puluh jurus kepadamu untuk

mengusir pergi orang ini dari markas besar perkumpulan

kita ini”

“Baik “

Dengan langkah lebar ketua perkumpulan Liok Mao

Pang berjalan keluar dari ruang tengah, turun dari

undak2an batu dan berdiri saling berhadapan dengan

manusia tembaga itu.

“Hiiiih.,. Hiiih…Hiiiih…” ia tertawa cekikikan, “sekarang

kau boleh unjukan kehebatan dari ilmu sakti Payung

Sengkalamu itu”

Tanpa mengucapkan sepatah katapun manusia tembaga

itu melancarkan sebuah babatan kedepan

Dengan wajah tetap tenang bahkan tersungging satu

senyuman mengejek, Liok Mao pangcu mengirim pula satu

pukulan menyambut datangnya ancaman tersebut. . . .

“Blaaam ,.” satu ledakan keras segera bergeletar

diangkasa, kedua orang itu sama terpukul mundur tiga

langkah kebelakang untuk kemudian saling menyerang

kembali dengan serunya.

Lam-kong Pak yang menyaksikan jalannya pertarungan

dari tempat persembunyian dapat melihat dengan jelas

keadaan mereka berdua, ia dapat temui bahwa tenaga

dalam yang dimiliki manusia tembaga itu tidak cukup kuat,

dibawah teteran pukulan Liok Mao Pangcu yang ber-tubi2

ternyata ia terdesak mundur sejauh lima enam langkah dari

tempat semula.

Diam2 Lam kong Pak merasa amat gelisab dia siap

untuk turun tangan membantu. tetapi pemuda itu masih

sangsi ia mengira ada kemungkinan besar manusia tembaga

itu bisa mengeluarkan payung sengkalanya yang maha

dahsyat itu.

Tapi keadaan dari manusia tembaga itu kian lama kian

bertambah payah. ia terdesak hebat dan mundur kebelakang

tiada hentinya. Sementara kedua orang itu baru

melewatkan tiga puluh jurus gebrakan, agaknya tidak

sampai mencapai lima puluh jurus manusia tembaga itu

bakal roboh keatas tanah,

Mendadak manusia tembaga itu membentak keras:

” Lihat payung sengkala “

Ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu jadi

tertegun, ambil kesempaian yang sangat baik itulah manusia

tembaga tadi segara meloncat naik keatas atap rumah.

Liok Mao Pangcu sadar kena tertipu, sambil membentak

keras dia segera menyusul dari belakang.

Diatas rumah atap kedua orang itu kembali

melangsungkan pertempuran sengit, sedang kawanan iblis

lainnya ber-duyun2 ikut meloncat naik keatas atap rumah

dan mengurung kedua orang itu ditengah kalangan.

Empat puluh jurus telah lewat, Liok Mao Pangcu

selangkah demi selangkah maju mendesak lebih kedepan,

keadaan dari manusia tembaga itu kian lama kian

bertambah bahaya. Lam-kong Pak ingin maju membantu

tapi sayang tindakannya itu terlambat.

Terdengar ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu

membentak keras, dia cengkram tubuh manusia tembaga itu

lalu diangkat tinggi2 keatas, kawanan iblis lainnya yang

menyaksikan kejadian itu segera bersorak sorai kegirangan.

Tindakan dari Liok Mao Pangcu ini sangat mengejutkan

sekali. bukan saja ia berhasii memenangkan musuhnya

sebelum batas waktu lima puiuh jurus yang teiah ditetapkan

oieh Tay-sang pangcu. bahkan berhasii pula menawannya

dalam keadian hidup, hidup tanpa terasa ia tertawa aneh.

Sambil melemparkan tubuh manusia tembaga itu

kebawah. terlaknya:

“Kalau kau tidak puas mari kita bertanding satu kali lagi”

belum habis ia berkata…

“Sreeet… ^ tiba2 manusia tembaga itu menyusupkan

batok kepalanya kedalam cerobong asap yang ada ditengah

ruangan hingga yang tertinggal diluar hanya sepasang

kakinya belaka, ia sama sekali tak berkutik,

Lam-kong Pak membentak keras. tubuhnya dengan cepat

berkelebat keluar dari tempat persembunyiannya .

Ketika kawanan iblis itu melihat disitu kembali muncul

seorang manusia tembaga suasana jadi gempar dan mereka

sama mengundurkan diri kebelakang.

Setelah memperoleh kemenangan yang pertama. Liok

Mao Pangcu jadi semakin bersemangat, sambil tertawa

cekikikan serunya:

“Bila kau sanggup menyambut lima puluh Jurus

seranganku, maka aku bertanggung jawab untuk melepasan

kedua orang manusia tembaga itu dalam keadaan hidup,”

Lam-kong Pak tertawa seram. sambil merubah suaranya

hingga tidak dikenal orang ejeknya^

“Jangan dibilang lima puluh jurus andaikata kau

sanggUp menerima tiga bUah pukulanku, maka aku akan

membelenggU sepasang tanganku sendiri untuk menunggu

keputusan hukum darimu.”

Setelah ucapan itu dlutarakan keluar bukan saja sekujur

badan Liok Mao Pangcu bergetar keras, sampai2 kakek

ombak menggulung yang berada ditengah ruangan pun

segera bangkit berdiri.

Ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu mengira

pihak lawan sedang menggertak dirinya dengan ucapan

yang sesumbar sekuat tenaga ia lancarkan sebuah babatan

kemuka. angin puyuh seketika menyapu seluruh permukaan

bumi membuat atap dan debU berterbangan diangkasa.

Lam-kong Pak tertawa dingin. ia himpUn delapan

bagian tenaga murninya lalu melancarkan sebuah pukulan

dengan gunakan jurus ketiga dari ilmu sakti Payung

Sengkala.

“Blaaam.. ” seluruh bangunan rumah itu bergoncang

keras, secara beruntun Liok Mao Pangcu terpukul mundur

sejauh tujuh langkah kebelakang. atap rumah yang

diinjaknya pada hancur berantakan.

Kejadian ini sangat mengejutkan kakek ombak

menggulung, ia percaya bahwa orang ini pastilah manusia

tembaga yang memiliki payung sengkala itu.

Dalam pada itu Liok Mao Pangcu telah himpUn segenap

tenaga dalamnya untuk menerjang kembali kedepan- angin

pukulan men-deru2. yang digunakan dalam jurus ketujuh

dari ilmu sakti payung sengkala.

Angin topan bagaikan sebuah dinding baja yang tak

berWujud menggulung kearah depan. kawanan iblis itu

tergencet diatas atap rumah dan pada menjerit kesakitan.

Kepercayaan Lam-kong pak terhadap diri sendiri semikin

bertambah, ia sambut datangnya serangan itu dengan jurus

keenam dari ilmu payung sengkala tersebut.

Suatu benturan yang maha dahsyat dan menggetarkan

seluruh angkasa kembali meledak memecahkan kesunyian,

sebagian ujung dari bangunan itu segera roboh dan hancur,

sedang tubuh ketua dari perkumpulan bulu hijau itu

terlempar jatuh kedalam halaman-

Lam-kong Pak sangat menguatirkan keselamatan

manusia tembaga itu. apalagi setelah dilihatnya setengah

harian lamanya orang itu sama sekali tak berkutik.

Menurut anggapannya manusia tembaga itu kalau bukan

si tamu angin dan guntur Lam-kong Liuw pastilah sijago

yang suka pelancongan Lu ItBeng, atau kalau tidak dialah

siorang tembaga yang memiliki payung sengkala.

Tetapi kemungkinan terakhir tak mungkin terjadi. sebab

tenaga dalam yang dimiliki orang itu sangat tinggi dan lihay

sedikitpun tak ada dibawah kekuatan kakek ombak

menggulung jadi tak mungkin kalau ia sampai menderita

kekalahan ditangan Liok Mao pangcu.

sementara itu Kakek ombak menggulung sudah bangkit

dari tempat duduknya dan meloncat keatas atap rumah.

Lam-kong Pak tiada kesempatan untuk menemui jago lihay

ini lagi. Ia gerakan tubuhnya mendekati cerobong asap dan

segara cabut keluar manusia tembaga itu lalu dibawa kabur.

Setelah keluar dari markas besar perkumpulan Liok Mao

Pang, ia baru merasakan bahwa manusia tembaga itu

enteng sekali, hatinya jadi amat terperanjat, pikirnya:

“Seseorang bila mengenakan seperangkat pakaian

tembaga. paling sedikit beratnya akan mencapai seratus

lima enam puluh kati, kenapa berat manusia tembaga ini

begitu enteng??”

Ia segera berhenti dan memeriksa manusia tembaga itu

dengan lebih seksama, mendadak ia berseru kaget. ternyata

bagian kepala dari orang tembaga itu sudah retak. sedang

isinya kosong melompong.

Lam-kong Pak jadi terjeblos hatinya. bagaikan diguyur

sebaskom air dingin ia berdiri termangu-mangu. bukankah

manusia tembaga itu telah jatuh tak sadarkan diri ketika

dibanting oleh Liok Mao Pangcu hingga menancap didalam

cerobong asap itu?? kenapa sekarang mendadak bisa lenyap

tak berbekas??

Lagi pula walaupun cerobong asap itu besar, tak

mungkin seseorang bisa melewati tempat itu, lewat

manakah manusia tembaga itu meloloskan diri???? …

Tapi sejenak kemudian Lam-kong Pak telah mengetahui

duduknya perkara. bagi seorang jago lihay yang sudah

tinggi ilmunya kepandaian menyusutkan tulang bukanlah

termasuk suatu hal yang aneh, jelas manusia tembaga itu

sudah menggunakan ilmu menyusut tulang untuk ngeloyor

pergi lewat cerobong asap,

Lalu siapakah manusia tembaga itu?? apakah ayahnya

sitamu angin geledek Lam-kong Liuw? tenaga dalam yang

dimilikinya jelas sudah peroleh kemunduran yang amat

banyak bila dibandingkan dengan keadaan dulu, apa

sebabnya bisa begitu??

Mendadak Lam-kong Pak teringat akan sesuatu. ia masih

ingat ketika untuk pertama kalinya ia menelan jinsom

berusia sepuluh ribu tahun kemudian duduk bersemedi,

mendadak dirasakannya ada segulung aliran hawa panas

menyusup kedalam tubuhnya, ketika ia selesai bersemedi

ditemuinya seorang manusia tembaga sedang melarikan diri

lewat jendela. ia baru tahu kalau manusia tembaga itulah

yang telah menyempurnakan dirinya.

Lagi pula ia temukan langkah kaki manusia tembaga itu

amat gontai seolah-olah tubuhnya akan roboh bila

terhembus angin, tanda itu jelas menunjukkan bila kekuatan

tubuhnya mengalami pengurangan yang amat besar.

Berpikir sampai disini, tanpa terasa ia bergumam seorang

diri,

“Ditinjau dari hal ini. jelaslah sudah bahwa manusia

tembaga itu kalau bukan ayah tentulah guruku “Siau Yau

sianseng” Lu It Beng….,”

MENDADAK terdengar suara hiruk pikuk

berkumandang datang dari tempat kejauhan, disusul

seseorang berteriak keras^

“Cepat lihat manusia tembaga itu berada disini, kita

harus menangkapnya hidup,hidup,”

Lam-kong-Pak terkejut, ketika ia menoleh kearah mana

berasalnya suara itu tampaklah ibunya Sun Han Siang,

Siang Hong Tie, Pek-li Gong^ sepasang manusia jelek dari

Hay-thian, simalaikat raksasa serta ketiga oraog gadis itu

sedang memburu datang.

= =ooooooooo= =

DALAM waktu singkat Lam-kong Pak merasakan

hatinya bergolak keras, ia sudah mengambil keputusan

untuk berkelana seorang diri hingga perkumpulan Liok

Mao-Pang musnah dan ketiga orang manusia tembaga itu

ditemukan, tentu saja ia tak ingin menjumpai beberapa

orang itu dengan wajah aslinya.

Berhadapan muka dengan ibu kandUngnya sendiri tanpa

berani mengakuinya. tanpa terasa ia mengucUrkan air mata

sedih. tapis iapa yang bisa menyelami perasaannya saat

itu???

Terlihatlah ketiga orang dara muda itu sangat gembira,

seakan-akan mereka telah menemUkan sesuatu yang

menyenangkan hati, seru mereka hampir berbareng^ “Kali

ini jangan biarkan dia lolos dari cengkeraman kita”

Diam2 Lam-kong Pak mendengus. walau-pun ia tahu

ketiga orang gadis itu menaruh kesalah pahaman terhadap

dirinya, tapi ia menganggap cinta mereka terhadap dirinya

kurang kokoh, sebab perkenalan diantara mereka toh sudah

cukup mendalam^ mengapa mereka masih percaya dengan

fitnahan orang?

Pokoknya perduli menghadapi kejadian macam apapun

sepantasnya kalau mereka hadapi dan selidiki dengan hati

tenang dan tanpa emosi, bila ternyata ia memang bersalah,

rasanya belum terlambat kalau mereka baru cekcok.

Karena itulah hawa amarahnya segera berkobar. dia

ingin memberi sedikit pelajaran terhadap mereka bertiga.

sementara itu beberapa orang itu telah mengepung

dirinya rapat2, semua orang bersiap sedia menghadapi

segala kemungkinan, rupanya mereka kuatir kalau dirinya

berhasil meloloskan diri.

Terdengar Sun Han Siang menegur:

“Beberapa kali kau telah unjukkan diri, tapi setiap kali

tak berani menemui orang dengan wajah aslimu,

sebenarnya apa sebabnya?”

Lam-kong Pak tak berani menjawab, karena sekalipun ia

sudah ganti suaranya namun ibunya tentu akan kenal

dirinya.

“Menurut dugaan dari aku sipencUri tua.” ujar Pek-li

Gong pula. “Kalau kau bukan Lam-kong Liuw pastilah Lu

ItBeng, apakah kau masih akan meneruskan penyaruanmu

itu???”

Lam-kong Pak ada mulut sukar berbicara ia tetap

membungkam diam seribu bahasa. . . . Siang Hong Tie

menghela napas dan ikut berbicara:

“Lamkong-heng sejak kau menemui bencana banyak

bencana hebat melanda dunia persilatan- perkumpulan

Liok-Mao Pang punya ambisi besar untuk merajai seluruh

kolong langit, dan sekarang muncul pula kakek ombak

menggulung yang hampir boleh dikata tiada tandingannya.

Lamkong-heng dengan cita2mu yang luhur serta budimu

yang tebal, se-tidak2nya kau tentu akan mencampuri urusan

ini bukan agar kaum iblis gagal untuk mewujudkan

harapannya???”

Lam-kong Pak tetap tidak menjawab atau pun bergerak.

tindak tanduknya ini segera menggelikan hati ketiga orang

gadis itu, tanpa terasa mereka tertawa cekikikan.

“Apa yang musti kalian tertawa kan?” tegur Siang Hong

Tie, “Bagaimana yang terjadi hari ini kita harus menahan

dirinya, kita jangan biarkan ia lolos lagi dari tangan kita”

“Sekarang kita kurang orang itu dalam dua lapis

lingkaran, kita harus bekerja secara erat untuk meringkus

dirinya.” kata Sun Han Siang pula.

“Sun Han Siang” seru Pek li Gong “Kalau begitu biarlah

kau yang beri komando. kita akan turun tangan secara

berbareng”

Dalam pada itu Lam-kong Pak sedang mengawasi ketiga

orang dara muda itu. tiba2 ia perdengarkan suara

tertawanya yang aneh dan menyeramkan.

Kawanan jago lihay itu jadi tertegun dan tak habis

mengerti, gelak tertawa orang itu penuh dengan napsu

membunuh, se-olah2 seseorang yang sedang melampiaskan

hawa amarah

“Sebetuinya siapakah kau??” bentak Sun Han Siang

kembali, “jelas kau bukan seorang bisu bukan??”

suasana hening dan sunyi tak kedengaran sedikit

suarapun, Lam-kong Pak tetap membungkam dalam seribu

bahasa. “Serbu” akhirnya perempuan itu memberi

komando.

Sembilan orang jigo lihay berbareng menerjang kedepan,

mereka tidak melanccarkan pukulan udara kosong

sebaliknya melakukan pertarungan jarak cepat, serentak

mereka menerjang kesisi tubuh Lam-kong Pak.

Sedari tadi sianak muda ini sudah bikin persiapan, ia

mendengus dingin, dengan suatu gerakan yang amat cepat

hingga sukar dilukiskan dengan kata-kata ia terobos kemuka

dan mendekati tubuh ketiga orang dara muda itu.

“Ploook Ploook Ploook” tiga buah gaplokan nyaring

dilancarkan, pipi kiri ketiga orang gadis itu seketika

membengkak besar dan mundur kebelakang sejauh tiga

langkah dengan sempoyongan.

Sedang Lam-kong Pak sendiri telah berdiri pada jarak

empat tombaK dari kalanganGerakan

apakah itu??? bukan saja angkatan yang lebih

tua dibikin tertegun, bahkan ketiga orang gadis yang tertera

gaplok-pun sama-sama berdiri terbelalak dengan mulut

melongo, mereka tak habis mengerti dengan cara apakah

dirinya ditampar??

Lam-kong Pak tertawa seram, sehabis memerseni satu

tamparan kepipi tiga orang gadis itu, ia putar badan dan

segera berlalu.

Sembilan orang jago lihay itu hanya bisa saling

berpandangan dengan mulut melongo, begitu lihay ilmu

silat yang dimiliki orang ini sehingga tak seorangpun yang

sempat menyaksikan demgan gerakan apakah ketiga orang

gadis itu diserang.

Jangan dikata menampar. andaikata manusia tembaga

itu ada maksud membunuh mereka bertiga pun bukan suatu

pekerjaan yang terlalu sulit.

Sementara itu setelah Lam-kong Pak menggaplok ketiga

orang gadis itu, dadanya terasa jauh lebih lega. Perjalanan

segera dilakukan dengan sangat cepat.

Suatu ketika mendadak ia temukan sesosok bayangan

manusia yang hitam hangus sedang bergerak dihadapannya.

Satu ingatan segera berkelebat didalam benaknya,

hampir saja ia berseru tertahan, pikirnya:

“orang itu pastilah manusia tembaga yang terjerumus

kedalam cerobong asap, dilihat dari badannya yang hitam

dan hangus, jelas dugaanku tak bakal salah lagi….”

Ia segera percepat larinya mengejar kedepan. tampak

gerakan tubuh orang yang hitam hangus itu makin lama

semakin cepat, sedikitpun tidak menunjukkan tanda kalau

ia sedang terluka.

Tidak lama kemudian sampailah mereka ditepi sebuah

sungai keciL rupanya orang yang hitam hangus itu telah

mengetahui bahwa Lam-kong Pak sedang meng until

dibelakangnya, ia tak pernah berpaling bahkan wajahnya

kelihatan bertambah cemas.

Mendadak dari tengah semak belukar ditepi sungai itu

meluncur keluar sebuah sampan kecil, seorang pria berusia

pertengahan dengan memakai topi yang lebar sambil

mendayung sampannya bersenandung lantang.

“Siang menyeberang sungai. malam menyeberang

sungai. Dua orang menyeberang seorang yang sampai.

Tiga arah menghadap air satu arah menghadap langit.

Raja akhirat diistana lima tertawa terbahak-bahak”

orang yang hangus hitam itu tertegun kemudian

mendengus dan segera loncat naik ke atas sampan tersebut.

Walaupun sungai itu kecil, luasnya mencapai tiga lima

puluh tombak, jago Bu-lim yang bagaimana lihaypun sukar

untuk meloncati tempat itu sekaligus, apalagi airnya dalam

dan alirannya sangat deras.

Dari syair lagu yang dinyanyikan orang dalam sampan

itu Lam-kong Pak merasa suatu gelagat yang tak beres tapi

disebabkan topi lebar yang dikenakan olehnya terlalu

rendah hingga menutupi hampir seluruh wajahnya, sulitlah

bagi pemuda itu untuk melihat jelas raut mukanya.

Kedatangan Lam-kong Pak terlambat satu langkah,

ketika ia tiba disitu tampaklah sampan kecil itu sudah

meluncur ketengah sungai mengikuti aliran yang deras,

terpaksa si anak muda itu harus melakukan pengejaran

disepanjang tepi sungai itu. Terdengar orang yang berada

diatas sampan itu kembali bersenandung:

“malam menyeberangi sungai, siang menyeberangi

sungai. Dua orang menyeberang seorang hidup,

Satu arah menghadap langit tiga penjuru menghadap air.

Raja akhirat mati sekarat karena kegelian” ^

Kembali orang yang hangus hitam itu mendengus seolah2

ia sama sekali tidak ambil perduli atas peringatan dari

orang itu.

Ketika sampan kecil itu mencapai tengah sungai

mendadak pendayung itu berkata: “harap serahkan uang

ongkos perahu ini”

orang hitam hangus itu merogoh sakunya, namun tiada

benda apapun yang dimilikinya maka ia menjawab”

“Lain kali pasti akan kubayar ongkos tersebut tolong

tanya berapa besar ongkosnya?”

“Seratus tahil perak untuk satu kali penyeberangan

setengah pun tak boleh kurang lagi pula tak ada jaman

untuk main hutang. Kalau kau tak ada uang untuk

membayar ongkos dan tiada benda berharga sebagai

tanggungan terpaksa aku persilahkan dirimu untuk

mencebur kesungai “

Bersamaan dengan selesainya ucapan itu. ia segera

mengerahkan tenaga dalamnya dan membalik sampan kecil

tadi sehingga mereka berdua bersama-sama tercebur

kedalam air.

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat menyaksikan

kejadian itu sedari tadi ia sudah kenali pendayung sampan

itu sebagai si Melayang diatas air Ma Tie, sedangkan

siapakah pria hitam hangus itu sama sekali tak terlihat

olehnya.

Tanpa berpikir panjang sianak muda itu segera

menceburkan diri kedalam sungai dan menjelam kedasar

air, tampaklah orang yang hitam hangus itu sedang

melangsungkan pertempuran yang amat sengit melawan

simelayang diatas air Ma Tie.

Posisinya waktu itu sudah jelas terlihat. Ma Tie yang

dipersenjatai senjata garpu berhasil menguasai keadaan dan

duduk diatas angin-

Lam-kong Pak kuatir kalau orang yang hitam hangus itu

terluka. cepat2 ia berenang mendekati kedua orang yang

sedang bertempur itu,

Sungguh hebat kepandaian Ma Tie didasar air, dari

gerakan air yang agak keras ia segera menyadari bahwa ada

seseorang sedang mendekati kearahnja, ia segera berpaling.

Ketika mengetahui bahwa orang yang sedang mendekati

dirinya adalah seorang manusia tembaga. ia jadi amat

terperanjat. buru2 ia lepaskan cairan hitam bagaikan tinta

yang disemburkan ikan cumi2 untuk menutup pandangan

disekeliling sana.

Dalam sekejap mata daerah seluas sepuluh tombak

disekeliling tempat itu berubah jadi hitam pekat, Lam-kong

Pak tahu bahwa orang itu hendak melarikan diri. buru2 ia

menyusup keluar dari permukaan.

Siapa tahu kali ini dia telah tertipu, diatas permukaan

sama sekali tiada bayangan manusia, menanti ia menyelam

lagi kedasar sungai tinta hitam itu telah buyar tapi bayangan

tubuh orang yang hitam hangus serta Ma Tie telah lenyap

tak berbekas.

Apa boleh buat terpaksa Lam-kong Pak munculkan

kembali dari dalam air, ditepi sungai dia mencari suatu

tempat yang tersembunyi dan melepaskan baju tembaga

serta pakaian yang dikenakan olehnya untuk dijemur diatas

batu cadas. Mendadak dari sisi tepi suagai berkumandang

suara pembicaraan manusia:

“Cepat lihat. disitu ada orang sedang mandi, seluruh

pakaiannya telah dilepaskan semua”

“ooh. manusia tembaga” Sambung orang lain sambil

berteriak. “Coba lihat pakaian tembaganya telah dilepaskan-

Dari nada suara itu Lam-kong Pak kenal sebagai suara

dari Pek-li Hiang, ia jadi amat gelisah, tidak sempat

memakai baju lagi dia sambar baju tembaga serta pakaian

sendiri lalu menceburkan diri kedalam sungai dan

menyelam kedasar air.

Kurang lebih satu li ia berenang kemudian baru muncul

kembali diatas permukaan, disitu bayangan ketiga orang

gadis tadi sudah tidak kelihatan lagi, dengan hati kesal

bercampur murung pemuda itu segera berenang ketepi

pantai.

Kali ini ia tak berani telanjang bulat lagi, dengan masih

tetap mengenakan baju tembaga ia jemur pakaiannya diatas

batu.

Mendadak dari sekitar tempat itu berkumandang datang

suara pembicaraan manusia, Lam-kong Pak segera

menyusup kedalam celah-celah batu. Terdengar salah

seorang diantaranya sedang berkata^

“Toa-ya disini masih ada sebuah paha ayam, sekerat

daging panggang serta delapan biji bakpao,entah bagaimana

baiknya untuk dibagi?”

“Jie-ya sakit perut yang baru saja menyerang dirimu

apakah sudah sembuh atau belum?”

Dari pembicaraan tersebut Lam-kong Pak segera kenali

mereka sebagai Hay Thian-siang Cho sepasang manusia

jelek dari Hay Thian.

“Sudah baik…sudah sembuh …terdengar IHek Sim

Wangwee menyahut dengan suara panik, sekarang aku bisa

makan makanan apa pun”

“Kalau memang begitu. paha ayam serta daging

panggang itu biarlah Jie-ya saja yang makan”

“Apa??? jadi Toa-ya cuma mau makan bakpao keras

belaka???”

“Aaai… kita berdua sudah berkumpul hampir setengah

abad lamanya, apakah kau masih tidak jelas dengan

watakku??? selamanya aku selalu mengalah kepada orang

lain, aku lebih rela menyiksa diri sendiri daripada membuat

sahabat jadi menderita”

“oooh toa-ya sungguh tak nyana kalau kau punya hati

welas seperti Buddha, kalau memang kau ada maksud

demikian seandainya kutolak permintaanmu itu, rasanya

tindakanku ini agak kurang hormat terhadap

dirimu….baiklah. biar kuterima saja keinginanmu itu”

Selesai berkata, terdengarlah suara orang mengunyah

makanan dan ditelan kedalam perut.

Suasana heniag untuk beberapa saat lamanya, mendadak

terdengar Wang wee berhati hitam berteriak keras:

“Toa-ya, kau… kau… apa yang kau makan????”

“Bukankah paha ayam serta daging panggang itu telah

aku serahkan kepadamu, tentu saja yang kumakan adalah

bakpao keras”

“Tidak benar. Toa-ya kalau yang kau makan adalah

bakpao keras kenapa didalam ada isi dagingnya????”

“Ehmm tidak salah didalam bakpao keras ini memang

ada isinya, sudah setengah harian aku makan belum

kurasakan juga. Aah … mungkin pelayan rumah makan

sudah salah mengambil”

Mendengar sampai disitu tanpa terasa Lam-kong Pak

gelengkan kepalanya berulang kali, pikirnya:

“Dua orang manusia ini, yang satu lebih lihay daripada

yang lain, sungguh luar biasa” Mendadak terdengar Wang

wee berhati hitam berteriak lagi:

“Aaaah, tidak benar, masa didalam bakpao keras

terdapat daging tiga macam, terdapat daging ayam dan

daging babi. itu toh bukan bakpao keras…waaaah…waaaah

…kau main curang”

“Jie-ya” sahut sicatatan mati dan hidup, “lebih baik kau

terima nasib saja, itu toh atas pilihanmu sendiri karenanya

janganlah kau salahkan diriku…”

Sementara itu Lam-kong Pak sudah ganti pakaian,

diam2 dia naik ketepi sungai. Terdengar suara ribut

sepasang manusia jelek dari Hay thian itu kian lama kian

bertambah ramai. ia angkat bahu dan segera berlalu dari

situ.

Ketika itu diapun merasa agak lapar, sementara pemuda

itu sedang mencari sedikit makanan untuk menangsal

perutnya. mendadak tampak sesosok bayangan manusia

berkelebat lewat dihadapannya.

Ketajaman mata Lam-kong Pakpada saat ini sudah jauh

berbeda dengan keadaan dulu, terutama sekali disiang hari

yang cerah ia sanggup memandang pamandangan yang

berada puluhan lie jauhnya. sekilas memandang ia segera

kenali bayangan kecil itu bukan lain adalah Siauw Hong.

Pemuda itu segera teringat kembali akan nasibnya yang

jadi begini jelek dan musti ter-lunta2 seorang diri dalam Bulim,

kesemuanya ini adalah hadiah dari Siauw Hong,

teringat perbuatan dayang itu, napsu membunuh segera

berkobar didalam dadanya, dengan cepat tubuhnya melesat

kedepan melakukan pengejaran-

Setelah melewati sebuah tikungan bukit, tampakiah

Siauw Hong sedang berdiri dibawah sebuah pohon besar

bersama seorang pria berkerudung kain hitam.

“Lonte yang tak tahu malu” maki Lam-kong Pak didalam

hati.

Rupanya pria berkerudung itu bukan lain adalah Suma

Ing, sekarang ia telah mengadakan hubungan gelap dengan

Siauw Hong.

Menyaksikan tingkah lakunya itu, diam2 Lam-kong Pak

merasa penasaran bagi diri Cioe Cien Cien, ia tahu moral

Suma Ing sudah bejat, apa bila ia sampai bergaul terlalu

dengan Cioe Cien Cien maka akhirnya gadis itupasti akan

mengalami akhir yang tragis. Dalam pada itu terdengar

Siauw Hong sedang berkata:

“Aku….aku…aku telah menyerahkan tubuhku

kepadamu, lagi pula… lagi pula aku masih seorang perawan

suci.,..”

Suma Ing tertawa enteng, sambil angkat bahu selanya:

“Eeei…eeei… tak usah bohong, aku Suma Ing bukanlah

bocah cilik yang barusan muncul didalam dunia persilatan

betulkah kau masih perawan atau tidak rasanya hati

kecilmu jauh lebih jelas daripada aku sendiri”

Siauw Hong ternyata cerdik dan pandai melihat gelagat,

melihat sianak muda itu jauh lebih licik daripada dirinya, ia

segera berseru kembali:

“Apakah…apakah kau tidak melihat darah diatas

pembaringan itu??… aku…aku toh benar- benar masih

perawan”

Berbicara sampai disitu, kepalanya sengaja ditundukkan

dengan tersipu-sipu lagaknya macam gadis perawan yang

merasa amat jengah. Kontan Suma Ing tertawa dingin.

“Huuuh lebih baik kau tak usah mempergunakan siasat

lapuk semacam itu, kau anggap aku tidak mengerti dengan

siasat macam begitu?? cairan darah diatas pembaringan itu

toh hasil dari persiapanmU sebelumnya, bukankah kau

telah sebarkan bubuk warna marah disitu?? Hmmm kau

anggap dengan siasat seperti itu maka aku lantas bisa tertipu

??”

sekujur badan Siauw Hong segara gemetar keras.

“Aku… aku….aku memang sudah di…. diperkosa oleh

Liuw Hauw Siang. …” bisiknya kemudian-

“Liuw Hauw Siang? dia toh seorang pendekar sejati dari

golongan kaum lurus masa dia pun melakukan perbuatan

semacam ini”

“Betul dia telah mencampurkan obat perangsang

kedalam arak yang disuguhkan kepadaku dalam keadaan

tidak sadar aku telah diperkosanya secara brutal. . . .”

Lam-kong Pak jadi teramat gusar mendengar fitnahan

itu, saking tak tahannya ia sampai menggigit bibirnya

kencang-kencang belum sempat ia munculkan diri

mendadak dari balik batu cadas meloncat keluar sesosok

bayangan manusia yang kecil ramping sambil bertolak

pinggang, bentaknya penuh kemarahan: “Suma Ing apa

yang hendak kau katakan sekarang?”

orang itu bukan lain adalah cioe clen clen, wajahnya

masih tertutup oleh kain kerudung.

Sekujur badanSuma ing gemetar keras ketika melihat

kehadiranperempuan itu Cepat katanya^

“Kebetulan saja aku bertemu dengan p^rempuan ini, bermain2

dengan dia toh tak ada salahnya bukan?? apa sih

ruginya bagimu??”

cioe clen clen semakin naik pitam. kembali teriakny a

:”Sumpah setiamu masih mendengung disisi telingaku.

apakah kau telah melupakannya????”

“Heeeh-heeeh-heeeh… akusuka mainp^rempuantetap

mainperempuan, kau ini manusia macam apa?? terus terang

kuberitahukan kepadamu. Karena tertarikoleh

selaputperawanmu itu maka aku suka bermain beberapa

kali dengan dirimu. bicara sesungguhnya. Huuh coba

cermin dulu raut wajahmu yangjelek itu kalau

bukanperawan. IHmmtak usah yaah…”

Berbicara sampai disitu ia segera peluk tubuh Siauw

Hong dan menciumpipinya: “Siauw Hong. ayoh kitapergi.”

dia mengajak.

Sekujur badan cioe clen clen gemetar keras, rasa benci

dan kesalnya berCampur aduk didalam hati. Setelah

gelagapan setengah harian lamanya ia baru memaki:

“Anjing bajingan, aku menyesal tidak mendengarkan

nasehat dari Lam-kong Pak. kau….kau lebih bejad daripada

seekor anjing, aku akan beradu jiwa dengan dirimu..,.”

Sambil berkata tubuhnya segera menerjang kearah Suma

ing.

“Siauw Hong” pemuda itu segera berseru “Hadiahkan

sebuah pukulan baginya, perempuan

semacam ini betul2 tak tahu malu.”

Siauw Hong dalampelukanSuma ing betulbetulsangatpenurut.

telapak tangannya segera berputar

menghajar kearah batok kepala gadis she coe itu.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu jadi amat

terperanjat. untuk turun tangan sudah tak sempat lagi

baginya, kelihatan gadis itu bakal termakan oleh pukulan

orang.

dalam pada itu cioe clen clen sendiri sudah tentu tak sudi

dirinya terhajar oleh siauw Hong, kemudian dengan

menghimpun segenap kekuatannya ia balas melancarkan

sebuah serangan dengan ilmu “Tong-Thian-It ci ciang”.

Suma ing tertawa seram telapaknya mendadak berkelebat

melancarkan sebuah pukulan dengan ilmu sakti Payung

sengkala.

Anginpuyuh menggulung seluruh permukaan, cioe clen

clen mendengus berat dan segera terpental sejauh

tigatombak dari tempat s emu la. untuk kemudian tak

berkutik lagi.

Suma ing segera tertawa ter-baha^2 sambil menurunkan

siauw Hong dari bopongannyaia berkata:

“Siauw Hong. majulah kesitu danperseni sebuah pukulan

lagi keatas tubuhnya?”

“Engkoh ing.” bisik siauw Hong dengan genit, “apakah

kemudian hari kaupun akan menggunakan Cara yang sama

untuk menghadapi diriku???”

“Haaah haaah haaah… Sia uw- hong, janganpikir yang

bukan2, Mana kau bisa dibandingkan dengan dirinya?? kau

Cantik lagipula kepandaianmu bermain diatas ranjang

Sangatpintar. mana aku tegauntuk membinasakan dirimu”

Siauw Hong mencubitperlahan lenganpemuda itu lalu

melangkah maju mend ekati tubuh

perempuan itu.

Lam-kong Pak yang bersembunyi ditempat kegelapan tak

kuasa menahan diri lagi ia segera berkelebat keluar dari

tempatpersembunyiannya dan berdiri dibelakang Suma ing

tanpa diketahui oleh pemuda itu.

B

aru saja siauw Hong ayunkan telapaknya siap mencabut

nyawa cioe cien clen, Lam-kong

Pak telah membentak keras. “Tahan”

Suma ingamat terperanjat, baru saja ia mau meloncat

mundur kebelakang tahu-tahu sebuah lengan tembaga dari

Lam-kong Pak telah mencengkeramjalan darah clan cin-hiat

pada bahunya.

siauw Hong jadi ketakutan setengah mati. terutama

setelah dilihatnya Suma ing jatuh ditangan orang, dia ping

in melarikan diri tapi sianak muda itu sudah keburu

berkata.

“Aku akan biarkan dirimu lari satu li lebih dahulu nanti

aku akan mengejar dirimu dan mencabutjiwa anjingmu

yang kotor”

Grm^etar keras sekujur badan Siauw Hong, serunya terpatah2.

“Aku…aku toh tidak berbuat salah terhadap dirimu,

kenapa kau hendak membunuh aku”

“IHmm apa dosanya Lam-kong Pak???? danpermusuhan

apapula yang terikat antara kau dengan orang itu??

mengapa kau fitnah dirinya dengan kata2 yang tak

senonoh??”

siauw Hong tundukkan kepalanya tidak berb icara.

sekujur badannya gemetar keras sedang Celananya basah

kuyup, Rupanya saking kuat dan ngerinya perempuan ini

sampai ter-kencing2.

“Suma ing” kembali Lam-kong Pak berkata, “untuk

sementara waktu aku tak akan mengungkap kembali

dosa2mu yang telah lampau. berbicara mengenai kejadian

sekarang ini. Bagaimanakah sikap cioe clen clen terhadap

dirimu?? kau toh tidak mencintai dirinya, mengapa kau

nodai kesuciannja sebagai seorang gadis??”

“Siapakah kau??” tegur Suma ing dengan suara berat.

“Kau musti tahu bahwa aku Suma Ing bukanlah seorang

manusia yang bisa diganggu seenaknya”

Lam-kong Pak mengubah suaranya jadi dingin dan berat

hingga Suma ing maupun Siauw Hong berhasil dikelabuhi

olehnya, sambil tertawa seramjengeknya.

“Kau tak usah mengajukanpertanyaan yang begitu

banyak, Cepatjawab dulu perta ny aanku”

“Menangkan dahulu diriku. kemudian baru berbicara”

seru Suma ing sambil mundur tigalangkah kebelakang.

Sekali lagi Lam-kong Pak tertawa seram, gelak tertawa

yang penuh mengandung g eta ran tenaga dalam membuat

semua orang yang hadir disitu jadi terkesiap.

“Bukannya aku mengibul atau bicara besar.” kata sianak

muda itu sambil tertawa dingin, meskipun kau telah

menjadi anak murid kakek ombak menggulung. belum

tentu kau sanggup menyambut setengahjurus

seranganku….”

“Setengah jurus???” Suma ing mendongak dan tertawa

keras, “Andaikata aku sanggup untuk menerima pukulan

itu???”

“Kalau kau mampu berbuat demikian itu, berarti

umurmu masih Cukup panjang untuk hidup dikolong

langit”

Kendati Suma ing dengan mata kepala sendiri telah

menyaksikan bahwa manusia tembaga ini berhasil

mengalahkan ketua dariperkumpulan Liok Mao Pang serta

merampas manusia tembaga yang lain dari cerobong asap.

tapi ia tidakpercaya kalau dirinya tak mampu menerima

setengah jurus pukulan orang.

Segenap tenaga dalam yang dimilikinya segera dihimpun

didalam tangan, kemudian sambil membentak keras ia

lancarkan sebuah pukulan dengan gerakan Koea Tun Kang

Khie.

Lam-kong Pak mendengus dingia dia himpun

kekuatannya mencapai delapan bagian lalu menyerang

dengan jurus kelima dari ilmu sakti payung sengkala.

^Blaaam…” ditengah ledakan dahsyat yang membelah

bUmi, pasir dan debU beterbangan memenuhi angkasa.

tubuh Lam-kong Pak masih tetap berdiri tegak ditempat

semula.

Dalam dUgaan sianak muda itu, tubuh Suma ing pasti

akan terpukul mencelat sejauh satu tombak lebih, siapa tahu

setelah pasir dan debu sirap kembali tampaklah Suma ing

masih tetap berdiri ditempat semula, wajahnya kelihatan

menunjukkan rasa sesakitan, kaget bercampur heran.

Lam-kong Pakjadi melongo dan tak habis mengerti, ia

percaya pukulan yang dilancarkan dengan mengerahkan

tenaga dalam sebesar delapan bagian ini cukup memukul

mundur ketua dari partai Liok Moa Pang hingga sejauh

beberapa langkah. dengan sendirinya bagi Suma ing

sekalipun ia sudah pelajari ilmu Kun-tun- kang- khie selama

beberapa hari belum tentu mampu bertahan.

Sementara itu Suma ing telah tertawa seram. ejeknya.

“Bagaimana?? aku boleh pergi bukan???”

Sekalipun Lam-kong Pak sangat membenci dirinya

hingga merasuk ketulang sumsum, tapi sebagai seorang pria

sejati tentu saia ia tak ingin mengingkarijanji sendiri, segera

bentaknya:

“Suma ing, aku akan memberikan kesempatan yang

terakhir bagimu untuk bertobat, bilamana lain kali kau

berbuat kejahatan lagi.. .I Heeeh.. .heeeh. .tak usah aku

katakan lagi, kau tentu bisamenduga sendiri hukuman apa

yang bakal menimpa dirimu” suma ing tertawa dingin, ia

putar badan dan segera kabur dari situ.

Tiba2 dari balik batu besar berjalan keluar seorang

manusia tembaga, sambil tertawa ter-baha^2 pujinya.

“Haaah-haaah haaah. . janji yang telah diucapkan selalu

ditepati, kau tidak malu d is ebut seorang pria sejati lelaki

gagah. bagus ,.bagus.. .” Habis berkata ia lenyap kembali

dibalik batu.

Lam-kong Pak siap mengejar manusia tembaga itu,

mendadak ia temukan siauw Hong masih berada disekitar

situ, Sambil teetawa seram tubuhnya segera berkelebat

mendekati dirinya.

Pada dasarnya Siauw Hong adalah seorang perempuan

yang bernyali kecil, selama ini nyalinya sudah pecah karena

ketakutan, melihatpemuda itu berjalan mendekati

kearahnya. dengan suara gemetar segera rengeknya,

“Aku mohon kepadamu sudilah kiranya

mengampunijiwaku untuk kali ini saja, dikemudian hari

aku….”

Lam-kong Pak mendengus dingin. Laksana kilat

tangannya berkelebat kedepan “Breeet” terdengar Siauw

Hong menjerit ngeri dan mundur tiga langkah kebelakang

dengan

sempoyongan, bibirnya yang kecil mungil telah

tersambar robek sepanjang tigacoen lebih, hampir saja

robek hingga mencapai kearah telinga.

“Perempuan anjing” maki Lam-kong Pak dengan suara

ketus. Kau anggap hanya begini saja lantas lepaskan

dirimu? Hmmjangan mimpi disiang hari belong, akan

kusuruh kau rasakan matitak bisahid up pun menderita…”

“Sreet” kembali Siauw Hong menjerit ngeri suaranya

bergema memecahkan kesunyian ya mencekam sekeliling

tempat itu, sepasang telinganya kena tersambar dan kutung

jadi dua.

Dalam wakiu singkat ia telah berubah jadi manusia

darah, tubuhnya jatuh terjungkal diatas tanah.

Sekali lagi Lam-kong Pak maju menyerang kedepan baru

saja ia akan turun tangan keji, mendadak terdengar suara

teriakan keras bergema datang: “Tunggu sebentar “

Tampa klah cioe clen clenperlahan-lahan bang kit

berdiri, ujarnya kembali. “Aku sudah tahu siapakah kau”

“Tahu atau tidak sama saja artinya. sekali salah

melangkah selamanya akan menyesal, sekarang kau tentu

sudah menyadari bukan???”.

“Selama aku orang she cioe terikat d end am sakit hati

itupasti akan kubalas.” seru cioe- clen clen sambil

menggertak giginya kencang-kencang, “aku bersumpah tak

akan melepaskan Suma ing bajingan anjing ini kini

akupunya satupermintaan, dapatkah kau

kabulkanpermintaanku itu?…” “Katakanlah “

“Setelah kubunuh mati nonanya dalam hati aku

merasaamat menyesalperduli apa dosa serta kesalahannya

aku berharap agar kau bisa mengampunijiwanya. dan

menganggap sebagai usahaku untuk menebus dosa.”

“Baiklah. tetapi kalau ia masih tetap berbuat kejahatan

dan lain kali sampai bertemu lagi dengan aku. Hmmm

seiembar jiwa anjingnya pasti akan kucabut”

“Terima kasih atas kebaikan hatimu, sekarang aku baru

tahu bahwa Kaulah yang benar, tapi segala sesuatunya

sudah terlambat, Aaaai… aku buKanlah seorang manusia

yang takui mati, aku akan gunakan sisahidupku untuk

membalas d end am atas sakit hati yang telah menimpa

diriku”

“Ing in membalas d end am aku rasa sukar untuk

te^wujud, sebab Suma Ing telah masuk jadi anak murid

kakek ombak menggulung, tenaga dalam yang dimilikinya

telah berlipat ganda, semoga kau bisa baik baik menjaga

diri, selamat tinggal” Habis berkata iaputar badan dan

berlalu.

Dengan mulut membungkam cioe clen clen hanya bisa

melelehkan air mata sambil memandang

bayanganpunggung Lam-kong Pak lenyap dari panda ng an,

hampirsaja ia berteriak keras uutuk melampiaskan hawa

mangkel yang terkumpul dalam dadanya.

sementara itu Lam-kong Pak setelah tinggalkan cioe cien

cien sambil melanjutkan perjalanan, otaknya berputar terus.

tiba2 satu ingatan berkelebat dalam benaknya, ia merasa

kemunculan simanusia tembaga itu agak mencurigakan,

jangan2 dia…. Lam-kong Pak segera menyadari apa yang

telah terjadi, pikirnya:

“Aaah benar, tadiSuma ing sanggup menyambut delapan

bagianpukulan dahsyatku, hal

inipastilah manusia tembaga itu yang sudah membantu

dirinya secara diam-diam^ dari balik batu, kalau tidak

darimana ia mampu untuk mempertahankan diri??”

Tapi Lam-kong Pak ma rasa tidak habis mengerti,

mengapa manusia tembaga itu membantu Suma Ing????

apakah manusia tembaga itu adalah ayahnya Lam-kong

Liuw kalau benar dia, orang tua itu tentulah merasa tidak

tegamelihat kedua orang putranya saling membunuh.

Tapi tahukah ayahnya bahwa watak Suma Ing sudah

bejad dan terlalu serius melakukan kejahatan dikolong

langit????

Sudah lama Lam-kong Paktak pernah bersantap

kenyang. setelah melepaskan baju tembaganya ia masuk

kekota Lim-tay dan menuju kesebuah rumah makan kecil.

Dalam keadaan begini ia berusaha keras untuk

menghindaripertemuannva dengan ketiga orang gadis,

karena itu ia tak berani memasuki rumah makan yang agak

besar,

Baru saja tubuhnya melangkah masuk ke dalam rumah

makan itu, mendadak sorot matanya terbentur dengan

seseorang, ia jadi kaget buru2 tubuhnya berputar dan

berusaha keluar dari situ.

Tapi orang itu sudah keburu menemukanjejaknya, ia

segera bang kit berdiri dan mendekati kearahnya sambil

berkata:

“Siau-te tidak panda i mencaripembantusehingga

membuat Lamkong-heng hampirsaja kena dicelakai oleh

Siau Hong harap saudara suka ^^^^^ kepergianku dari

benteng kami inipun bermaksud untuk menangkap Siauw

Hong dayangjahanam itu agar bisa dijatuhi hukuman yang

setimpal”

Lam-kong Pak telah mengetahui bahwa Liuw Hauw

Siang telah tertipu oleh akal licik

^iau Hong segera tanyanya: “Waktu itu setelah Liuwheng

dibikin mabuk olehnya entah apa yang kemudian

terjadi

Merah padam selembar wajah Liuw Hauw Siang setelah

sangsi sebentarjawabnya:

“Sungguh tak nyana dayang jahanam itu adalah seorang

perempuan cabul yang tak tahu diri, apa yang kemudian

terjadi aku rasa Lamkong-heng tentu bisa menebak sendiri

bukan ??”

Lam-kong Pak terkesiap. dengan cepat dia pun

menceritakan tentang kisah pertemuannya dengan Siau

Hong yang berkumpal ber-sama2 Suma Ing. Mendengar

cerita itu Liuw Hauw Siang segera berkata^

“Lamkong-heng sepantasnya kalau kau bunuh b udak

cabul yang tak tahu malu itu, selama dia berada ber-sama2

Suma Ing tak akan ada perbuatan baik yang bakal dia

kerjakan.”

“Siau-te sudah memberikan sebuah jalan kehidupan baru

bagi dirinya, jika dia tidak menyesal dan tetap

melakukanperbuatan2 yang terkutuk. bila sampaijatuh

kembali ke tanganku. akupastitak akan melepaskan dirinya

dengan begitusaja”

Suasana hening untuk beberapa saat lamanya, mendadak

Liuw Hauw Siang buka suara dan berkata kembali.

“Baru2 ini aku dengar berita yang mengatakan dalam

waktu dekat pihakperkumpulan Liok Mao Pang akan

membuka sebuah pertemuan besar manusia2 tembaga,

apakah kau sudah mendengar tentang berita tersebut??”

“Pertemuan besar manusia tembaga??” seru Lam-kong

Pak tertegun, “Siau-te belum

pernah mendengar ada orang yang membicarakan

tentang persoalan itu, apakah yang disebut sebagai

pertemuan besar manusia tembaga itu?? apakah kau tahu??”

“Bukankah belakangan ini telah muncultiga orang

manusia tembaga?? Lagipula ketiga orang manusia tembaga

itu merupakan musuh-musuh besar serta bib it bencana

bagipihak perkumpulan Bulu IHijau? Nah itulah sebabnya

pihak mereka segera berpikir untuk menyelenggarakansuatu

pertemuan besar antara manusia tembaga yang katanya

akan dia d akan ditebing Toan ciang Gak digunung IHu

Gou-san, akupikir kemungkinan besar ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang serta sikakek ombak

menggulung akan menyarupula sebagai manusia tembaga

untuk menghadiri pertemuan tersebut. Bila waktunya sudah

tiba dan lima orang manusia tembaga muncul ber-sama2,

siapapun tak akan tahu siapakah pihak lawannya, sampai

waktunya terpaksa masing2 pihak harus mengandaikan

keCerdasan serta ilmu silat masing2 untuk

mempertahankan diri.”

Satu ingatan dengan Cepat berkelebat dalam benak Lamkong

Pak, pikirnva didalam hati:

“Seandainya apa yang dia katakan bukan berita

isapanjempol belaka. maka aku rasa sesungguhnya bukan

ketiga orang manusia tembaga itu yang dituju, melainkan

kemungkinan besar tujuannya adalah untuk menghadapi

aku simanusia tembaga gadungan.” Karena berpikir

demikian, dia lantas berkata:

“Kapan pertemuan besar manusia tembaga itu akan d is

elenggarakan??”

“Tehgah malam bulan tigatanggal lima belas. katanya

keCuali manusia tembaga, siapapun tidak diperkenankan

ikut serta didalam pertemuan besar itu, barang siapa yang

berani melanggar ancamannya adalah hukuman mati

akupikir pertemuan itu d is elenggarakan

bukan lain adalah bermaksud untuk. membengkar

rahasia yang sesungguhnya dan asal-usul ketiga orang

manusia tembaga itu, jika pihak perkumpulan Liok Mao

Pang tidak menyembunyiKan kekuatan disekeliling tempat

itu dan melakukanpengeroyokan di saat yang penting.

pertemuan yang ters elenggara kali inipastisemarak dan ra

ma i sekali, lagipula kemungkinan besar satu atau dua

orang manusia tembaga diantaranya akan ketahuan rahasia

asal-usulnya.”

Lam-kong Pak mengangguk tanda membenarkan ucapan

tersebut, sedang dalam hati pikirnya,

“Tujuan yang terutama dari kakek ombak menggulung

meny elenggarakan pertemuan besar manusia tembaga kali

ini, bukan lain adalah untuk menghadapi aku si manusia

tembaga gadungan serta manusia tembaga yang memiliki

senjata Payung sengkala tersebut, dengan diberikannya

tantangan secara terbuka inijelas dibalik kesemuanya itu

nanti sudah tersusun suatu rencana busuk, aku harus

berjaga-jaga terhadap intrikjahatnya”

“Lamkong-heng, apakah kau ada minat untnk ikutpula

didalam pertemuan besar itu??? tanya Liuw Hau Siang.

“Sampai waktunya kita bica rakan lagi toh kalau dihitung

mulai sekarang waktunya masih ada satu bulan lebih.

“Lamkong-heng tahukah kau sebetulnya

adikperempuanku menemui ajalnya ditangan siapa?? aku

tidak berani mempercayaiperkataan dari siauw Hong…”

Mendengar pertanyaan itu Lam-kong Pak segera

menceritakan kisah kejadian yaag sebenarnya ketika itu.

Mendengar cerita tersebut, denganpenuh kebencian Liuw

Hauw Siang segera berkata kembali^

“Selama masih hidup adikku tak dapat hidup sebagai sua

mi isteri dengan Lamkong-heng, setelah mati ia bisa

mendapat kehormatan tersebut anggaplah kematiannya

tidak sia-sia belaka, cuma saja kata-kata bohong yang di

ucapkansiau Hong sehingga menyebabkan Lamkong-heng

bentrok muka dengan ketiga orang nona lainnya, hal ini

sungguh membuat hati orang jadi panas dan benci…. “

Lam-kong Pak menghela napas panjang.

“Yang sudah lewat biarkanlah berlalu, aku sudah

memandang enteng persoalan macam itu, terutama sekali

terhadap kaum wanita dalam hatiku sudah timbulperasaan

was- was dan ngeri, mulai sekarang aku hendak

menghimpun segenap kekuatan serta pikiran yang kumiliki

untuk berusaha menemukanjejak ketiga orang manusia

tembaga itu serta berusaha untuk membengkar rahasia asalusul

mereka, setelah itu akan kuajak mereka bekerja sama

untuk ber-sama2 menyapu bersih perkumpulan Liok Mao

Pang dari muka bumi…”

“Dengan andaikan kecerdasan serta kepandaian yang

dimiliki saudara, aku rasa semua persoalan bisa berjalan

dengan la near.” kata Liuw Hauw Siang kemudian, “Aku

ucapkan selamat kepadamu semoga kau sukses selalu. Nah

sampai disini saja perjumpaan kita kali ini, aku ada maksud

untuk mohon diri terlebih dahulu”

I Habis berkata pemuda itu berebut membayar rekening.

kemudian berpisahlah kedua orang pemuda tadi.

Sebenarnya Lam-kong Pak ada maksud menjumpai

ibunya secara diam2 agar rasa kang en

orang tua itu terhadap dirinya bisa sedikit terhibur. tetapi

setelah mendengar kabar

berita penting dari mulut Liuw Hauw Siang barusan ia

ambil keputusm untuk mencarijejak

ketiga orang manusia tembaga itu terlebih dahulu.

Sebab secara lapat2 ia telah merasakan bahwa tenaga

dalamnya dua kaliperoleh kemajuanpesatsecara misterius ia

merasa ada kemungkinan besar hal itu disebabkan dua

orang manusia tembaga telah menyumbangkan tenaga

dalamnya kepada dia, dalam keadaan begini tenaga dalam

yang dimiliki kedua orang manusia tembaga tersebut pasti

akan peroleh kerusakan hebat, dan kemungkinan pula

mereka berdua adalah ayahnya serta gurunya.

Beberapa waktu kemudian tibalah pemuda itu ditengah

gurung Hu Gou-san setelah tiba disuatu bukit yang sunyi

danterpencil. dia segera tukarpakaiannya dengan baju

tembaga.

Suasana disekitar tebing tersebut sunyi senyap tak

nampak sesosok bayangan manusia pun, batu cad as

berserakan dimana-mana pikirnya didalam hati:

“Aku sudah hampir beberapa bulan lamanya berputar

dan berkeliaran disekitar gunung IHu Gou-san, tetapi tebing

ini baru kudatangi untuk pertama kalinya… hal ini

bukankah menunjukkanpula bahwa luas bukit IHu gou-san

sebenarnya luar biasasekali?”

Sementara dia masih termenung, tiba2 tigasosok cahaya

merah yang amat menyilaukan mata berkelebat

membungbung diangkasa dibawah sorot cahaya sang surya

tampaklah cahaya merah tersebutamat menusukpandangan.

Lam-kong Pakjadi kegirangan bercampur terkejut,

rupanya tanpa sengaja ia telah jumpai tigaorang manusia

tembaga dengan masing2 mencekal sebuah rpayung

sengkala sedang berdiri tegak dalam posisi segi tiga tidak

jauh dari tempat itu.

Tiba2 terdengar salabhseorang diantara manusia

tembaga itu membentak keras, “Berubah “

Ketiga orang manusia tembaga itu segera menggerakkan

tubuhnya, dalam waktu singkat

mereka telah berubah tempit kedudukan walaupun masih

berada dalamposisisegitiga,

^ ^J

Sekilas memandang Lam-kong Pak segera mengetahui

bahwa ketiga orang g manusia misterius itu sedang berlatih

semacam ilmu barisan yang ampuh. ia heran dan

tercengang. tercengang karena ketiga orang itu ^^^^^^

mencekal sebuah payung sengkala. payung yang manakah

yang asli??

Mendadak manusia tembaga tadi membentak kembali

dengan suara keras: “Berubah”

Dengan suatu gerakan yang cepat dan sukar dilukiskan

dengan kata-kata ketiga orang itu kembali bertukar tempat

kedudukan mas ing- mas ing, kali iniarah perputaran

mereka merupakan kebalikan daripada perputaran yang

pertama kali tadi. Dalam hati sianak muda itu kembali

berpikir.

“Mungkinkah mereka bertiga sudah mengetahui kalau

kakek ombak menggulung hendak membuka suatu

pertemuan besar manusia tembaga satu bulan mendatang?

dansekarang mereka berkumpul disini untuk berlatih

semacam ilmu barisan untuk menyongsong kedatangan

musuh tangguh???”

Dalampada itu setelah ketiga orang manusia tembaga

tadi berdiri kaku kurang lebih eperminum teh lamanya,

manusia tembaga yang memberi komando tadi kembali

berkata.

“harap kalian berdua suka memperhatikan dengan

seksama. pertukaran yang bakal

terjadi kali ini adalah pihak kiri dan pihak kanan

masing2 mengitari titikpusat satu kali, terutama sekali

disaatpertukaransenjata tajam gerakan itu harus dilakukan

dengan cepat dan rapat sekali.”

Selesai berkata ia lantas membentak: “Berubah lagi”

Dalam waktu singkat tigasosok bayangan kuning

berkelebat dan saling berg era k kesamping kiri dan kanan

dengan gerakan yang cepat, begitu cepat gerakannya s eh

ing gasepintas lalu seakan-akanporos kiri dan kanan

masing2 hanya berputarsatu kali.

Tetapi Lam-kong Pak yang memiliki ketajaman mata

yang luar biasasempat menyaksikan gerakan itu dengan

jelas sekali, ia saksikanpada putaran yang terakhir tadi

bukan saja ketiga orang manusia tembaga itu mas ing- mas

ing sudah bertukar tempat kedudukan bahkan senjata

Payung sengkala yang berada didalam genggaman

merekapun sudah bertukar satu sama lainnya, andaikata

manusia tembaga tadi tidak memberi keterangan terlebih

dahulu mungkin pemuda Lam-kong tidak sampai menaruh

perhatianpada pertukaran senjata tersebut.

“Ehmm. latihan kita kali ini sudah cukup lumayan.” kata

manusia tembaga yang memberi komando itu, cuma

perubahan yang dilakukan masih kurang hapal dan matang.

akupikir rencana busuk yang disusun oleh pihak lawan kali

inipastijahat dan hebat karena itu kita musti

menghadapinya secara hati2. Marilah kita berlatih sebanyak

beberapa kali lagi

Lam-kong Pak yang selama ini menontonjalannya

latihan itu dari tempat kesunyian, dalam hati segera

berpikir. “Kemungkinan besar manusia tembaga yang

memberi komando itu adalah manusia yang memiliki

senjata payung sengkala tersebut, diantata ketiga orang

manusia tembaga itu tenaga dalamnya yang paling tinggi

dan sempurna meskipun sekarang mereka berhasil

menciptakan ilmu barisan semacam ini sampai waktunva

mampukah mereka rebut kemenangan dari tangan kakek

ombak menggulung serta membongkar asal-usul yang

sebenarnya dari ketua perkumpulan Liok-Mao Pang masih

merupakan suatu tanda tanya besar.. ..sebaliknya jika aku

bisa pula ikut serta dalam barisan itu siapa tahu kalau daya

kekuatannya malah berlipat ganda??…,”

Berpikir demikian ia segera menyapu sekejap keadaan

disekeliling tempat itu, setelah temukan suatu tempat yang

agak datar ia turuni tebing curam itu dan meluncur kearah

ketiga orang manusia tembaga itu.

Dengan sangat hati2 ia mengepos tenaga agar

gerakannya tidak sampai menimbulkan sedikit suarapun

tetapi ketika tubuhnya tiba pada jarak lima sampai tujuh

tombak dari permukaan tanah tiba2 manusia tembaga yang

memberi komando itu telah merasakan akan kehadirannya,

terdengar ia mendengus dan menegur^ “Siapa yang berani

menyusup datang kemari?”

Lam-kong Pak menyusup keluar dari balik semak

belukar, tatkala ketiga orang manusia tembaga itu melihat

dihadapan mereka muncul kembali seorang manusia

tembaga macam mereka. jelas terlihat hati ketiga orang itu

terkejut keras. salah satu diantara mereka segera berseru:

“Kau kalau bukan ketua perkumpulan dari Liok Mao

Pang pastilah kakek ombak menggulung. terimalah sebuah

pukulanku…”

“Weees. ..” sebuah angin pukulan yang maha dahsyat

segera meluncur kedepan dan

mendekati tubuh sianak muda itu, dalam keadaan

demikian Lam-kong Pak tidak ing in menunjukkan asal

usulnya, dengan ilmupukulanSam-Ho It-ciang-hoat ia

sambut datangnya ancaman tersebut.

“Blaaam…” ditengah bentrokan yang amat keras,

masing2 pihak tergetar mundur satu langkah lebar

kebelakang, dengan cepat Lam-kong Pak merasakan bahwa

manusia tembaga yang sedang bertarung melawan dirinya

ini bukanlah manusia tembaga yang memiliki senjata

payung sengkala tersebut.

Tetapi pihak lawanpun rupanya sudah merasakan pula

bahwa Lam-kong Pak bukanlah kakek ombak menggulung

ataupun ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang yang

mereka benci. Salah seorang manusia tembaga diantara

ketiga orang itu segera menegur kembali. “sebenarnya siapa

kah kau??”^

Lam-kong Pak tidak berani buka suara, sebab ia

menduga kemungkinan besar gurunya bisa mengenali

suaranya, karena itu ia membungkam dalam seribu bahasa.

dengan ilmu pukulan Sam Ho It ciang-hoat kembali dia

lancarkan sebuah pukulan dahsyat kedepan. Manusia

tembaga yang lain dengan cepat berkelebat maju kedepan,

serunya: “Biar aku yang sambut datangnya serangan ini….”

“Blaaam…” benturan nyaring yang memekakkan telinga

kembali berkumandang diangkasa, pasir dan batu

beterbangan memenuni udara, mas ing- mas ing pihak

tergetar mundur satu langkah kebelakang akibat benturan

keras itu.

Lam-kong Pak yang hanya menggunakan tenaganya

sebesar tujuh delapan bagian saja itu, dengan cepat dapat

mengenali kembali bahwa manusia tembaga inipun bukan

manusia tembaga

yang memiliki senjata payung sengkala tersebut.

Manusia tembaga yang lain dengan cepat berg era k maju

Kedepan, sementara ia siap untuk turun tangan mendadak

terdengar desiran angin tajam berkumandang datang dari

tempat kejauhan.

Dengan cepat Lam-kong Pak berpaling kebelakang dia

lihat dari situ muncul kembali dua orang manusia tembaga.

Menyaksikan kehadiran dua orang manusia tembaga

yang terakhir itu ketiga orang manusia tembaga pertama

sama2 tertegun, kemudian tanpa mengucapkan sepatah

katapun mereka putar badandankabur masuk kebalik batu2

cad as yang berserakan disekitar tempat itu.

Dalam hati kecilnya Lam-kong Pak mengetahui bahwa

dua orang manusia tembaga, yang muncul belakangan ini

kemungkman besar adalah Kakek ombak menggulung,

serta ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Dalam hati timbullah ingatan untuk menjajal kekuatan

tenaga dalam dari kakek ombak menggulung, tanpa

menimbulkan sedikit suarapun ia segera menerjang

kedepan- Dengan meng g una kan jurus kelima dari ilmu

sakti payung sengkala ia la ncarkan sebuah pukulan dahsyat

kearah salah satu diantara dua orang manusia tembaga itu.

“Blaaam.,.” ditengah benturan keras, pihak lawan

tergetar muadur tiga langkah kebelakang, melihat hal itu

dalam hati kecilnya Lam-kong Pak segera mengetahui

bahwa orang itupastilah ketua dari perkumpulan Liok Mao

Pang….

Sekali lagi Lam-kong Pak menghimpun tenaga dalamnya

sebesar delapan bagian kemudian

mengirimpula satu pukulan dahsyat kearah manusia

tembaga yang lain-

“Blaam ..” Termakan oleh pukulannya yang maha

dahysat itu pihak lawan segera tergetar mundur pula

tigalangkah kebelakang.

Menyaksikan hal itu Lam-kong Pak tak bisa menahan

rasa tertegunnya lagi, dalam hati segera pikirnya:

“Masakekuatan tenaga dalam dari kakek ombak

menggulung begitu tak becus. . .?? atau tenaga

dalamkutelah memperoleh kemajuan yang

sangatpesatsehingga berhasil melampaui dirinya???”

Tetapi Lam-kong Pakpercaya, sekalipun tenaga

dalamnya memperoleh kemajuan yang amat pes at. tak

mungkin ia sanggup mengalahkan kakek ombak

menggulung dalam masawaktu ya demikian pendek.

Kalau b eg itu siapa kah kedua orang manusia tembaga

itu?? pemuda itupercaya kecuali tigaorang manusia tembaga

yang lain hanya kakek ombak menggulung serta ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang saja yang sanggup menerima

pukulan dengan tenaga sebesar delapan bagian itu, atau

lebih tegasnya saja Sun Han Siang ibu kandungnya pun tak

mampu menerima datangnya serangan tersebut.

Jika dua orang manusia tembaga yang datang terakhir ini

benar2 adalah Kakek ombak menggulung mungkinkah dia

menyembunyikan kepandaiannya dan sengaja hendak

membikin dirinya jadi kebingungan ? ataukah ia takut

dirinya berhasil menebak asal usulnya itu maka sengaja ia

sambut serangan tersebut dengan tidak sepenuh tenaga ??

Pada saatpikirannya sedang berputar dengan penuh

kebingungan dua orang manusia

tembaga tadi dengan cepat menyusup pula ke balik batu

cadas dan lenyap disana.

Lam-kong Pak segera melakukanpencarian yang

seksama disekeliiing tempat itu namun tiada hasil yang

didapatkan- akhirnya dengan perasaan murung ia mendaki

kembali keatas tebing.

Tibatiba… jeritan ngeri yang menyayatkan hati dari

seorang gadis berkumandang datang dari tempat kejauhan,

Lam-kong Pak terkejut dan cepat-cepat ia memburu

ketempat berasalnya suara tadi.

Tampa klah Yu Tien dengan sepasang tangan

memegangi muka sendiri berdiri dengan badan gemetar,

jeritan yang memilukan hati tadi berkumandang keluar dari

mulutnya.

coe Li Yap serta Peksli Hiang dengan mata terbelalak

dan mulut melongo berdiri menjublak disisi kalangan,

tampak sekali kedua orang gadis itu dibikin gugup dan

kelabakan setengah mati.

Tepat dihadapan ketiga orang gadis tadi berdirilah

seorang manusia berkerudung. dia bukan lain adalah Suma

ing, ditangannya mencekal sebuah botol keCil terbuat dari

porselen. sambil tertawa seram ujarnya:

“Siapa yang berani merusakorang lain harus b era ni pula

menanggung pembalasan yang setimpal, sejakjaman dahulu

kala hukuman itu selalu berlaku terus. Aku Suma ing bisa

berubah jadi sedemikian mengenaskan kesemuanya adalah

berkat perb uatan dari Lam-kong Pak Hmm…I

Hmm….karena itulah dari tubuh kalian akan kutatik

kembali uang modalku”

Hampirsaja Lam-kong Pak jatuh pingsan karena gusar

serta mendongkolnya ia tahu manusia tembaga yang

berulang kali menyelamatkanjiwa Suma ing kemungkinan

besar adalah

ayahnya Lam-kong Liuw, sungguh tak nyana

pengharapan orang tua selama ini ternyata hanya sia-sia

belaka, tabiat busuk dari pemuda itu sudah mengakar

daging dalam tubuh ny, bukannya bertobat kelakuan serta

perbuatannya klan lama klan bertambah nekat.

Da rah kental mengucur keluar lewat celah-celah jari

tangan Yu Tien, dengan menahan rasa sakit yang tak

terhingga perempuan itu duduk diatas tanah sambil

menjeritjerit dengan suara yang memilukan hati, membuat

siapapun yang ikut mendengar tanpa terasa bulu kuduk

akan bangun berdiri semua.

Lam-kong Pak tahu bahwa kecantikan wajah Yu Tien

sudah musnah dan tak tertolong lagi, ia segera mengambil

keputusan dalam hati kecilnya. hari ini dia akan

membinasakan pemuda laknat itu dengan cara yang paling

keji serta hukuman yang diluarperikemanusiaan-Dalam

pada itu Suma ing sambil tertawa s era m telah berkata

kembali:

“Isi dari botol porselen ini adalah air keras Sam Wi ceng

Swi milik Lak-gwee-soat si saiju bulan keenamTong IHui,

asalterkena sedikitsaja maka raut wajahnya akan hancur

berantakan, kini isi botol ini masih ada separuh lebih,

Cukuppersediaan untuk merubah wajah kalian berdua

menjadi buruk seperti keadaan Yu Tien…haaah..haaah

haaah. .mulai hari ini kalian bertiga akan berubah jadi setan

iblis yang paling jelek danpaling mengerikan wajahnya

dikolong langit”

Dengan hati berdebar keras kedua orang gadis itu ambil

keluar bubuk obat dan ditaburkan Keatas wajah Yu Tien

yang hancur, sementara Suma ing telah maju dua langkah

kedepan, terdengar ia membentak keras:

“Aku memberi batas waktu selama setengah perminum

teh kepada kalian, kalau kalian

berdua tak mau datang kesisiku, IHmm., …IHmm…”

“Anjing laknat” teriak cu Li Yap dengan wajah

menyeramkan. kalau punya kepandaian ayoh tunjukkan

keluar. suatu hari kau akan berjumpa kembali dengan Lamkong

Pak. dan waktu itu dia akan suruh kau merasakan

siksaan hidup yang paling hebat, dia akan membuat kau

mati tak bisa hiduppun tak dapat…” Suma ing angkat

kepala dan tertawa lebih seram lagi.

“Heeeh heeeh heeeh… menurut apa yang kuketahui.

Lam-kong Pak sudah bertengkar dengan kalian bertiga. dia

sih tak akan mencampuri urusan kalian lagi… bocah manis,

sedikitlah tahu diri…mari kesini, temanilah Siau-ya mU

bermain-main, aku tanggUng kalianpasti akan merasakan

kenikmatan yang tak terhingga…”

“Setelah wajah Cici hancur seperti itu, kamipun tidak

ingin hidup lebih lanjut,” seru Peksli Hiang dengan suara

keras, “anjing laknat ayoh lekas turun tangan-”

“Hmm,.. janganlah bermimpi disiang hari belong. terus

terang kuberitahukan kepada kalian, sekalipun aku telah

merusak wajah kalian semua, tak nantt kalian kulepaskan

dengan begitu saja. , haaah., haaaah,..haaaah… seCara

bergilir aku hendak menikmati kehangatan tubuh kalian

serta mencicipi keperawanan kalian-…”

Terkesiaplah hati kedua orang gadis itu setelah

mendengar ancaman tersebutjika wajah mereka saja yang

hancur itu masih agak mend ing an, sebaliknya bila wajah

mereka telah rusak harus merasakan pula perkosaan yang

berutal dari lawannya sekalipun mati jadi setanpun mereka

akan merasa tidak tenang…

Dengan hati terCekat dan mata terbelalak lebar kedua

orang gadis itu menatap botol

kecil ditangan lawannya tanpa berkedip. otak mereka

bekerja cepat untuk mercari akal guna melepaskan diri dari

tersebut. Suma ing tertawa seram, kembali serunya,

“Siauw-ya akan memberi bukti kepada kalian bahwa apa

yang kuucapkan bukan hanya main2 saja… lihatlah

kejantananku “

I Habis berkata ia cabut lepas tutup botol porselen itu

dan menuang sedikit keatas tanah

“Bess…” asap kuning segera mengepul keluar dari atas

permukaan tanah, rumput yang tumbuh disekitar tempat itu

seketika hangus dan musnah tak ada bekasnya.

Air muka kedua orang gadis itu seketika berubuh hebat,

meskipun mereka tidak takut menghadapi kematian, tetapi

siksaan hidup yang melebihi kematian itu cukup

menggetarkan hati mereka berdua,

“Bagaimana ?” jengek Suma ing sambil tertawa seram

berulang kali. “Kalian lebih suka menemani siau-ya untuk

bermain cinta ataukah lebih suka wajah kalian kuhancurkan

dengan air keras ini??”

Tiba2 Yu Tien bang kit berdiri, dengan kedua belah

tangannya masih menutupi wajah ia berseru.

“Suma ing, biar aku yang melayani kebutuhanmu itu,

harap lepas kanlah mereka berdua”

“Kau???? haaah haaah haaah….” Suma ing mengejek

sambil tertawa dingin, “wajahmU sudah rusak dan tak

berwujUd lagi, meskipun kau masih perawan dan belum

dijamah lelaki tetapi siau-ya sudah tidak berminat lagi

terhadap dirimu”

Yu Tien membentak keras, sambil meraung kalap ia

menerjang kedepan dengan hebatnya. “Tahan”

Bentakan keras yang memekikkan telinga berkumandang

memecahkan kesunyian, semua orang yang hadir dalam

kalangantidakterkecualipula Suma ing amattercekat hatinya

mendengar bentakan tersebut, tatkala mereka berpaling

tampaklah pada jarak kurang lebih dua tombak dari sisi

kalangan berdiri tegak seorang manusia tembaga.

“IHmmm. . .IHmmm. setiap gelak tertawa manusia

tembaga itu memaksa Suma ing tanpa sadar mundur satu

langkah kebelakang.

Sementara itu cu Li Yap bertiga jadi kegirangan setengah

mati ketika melihat munculnya bintang penolong ditempat

itu, mereka segera berteriak keras:

“Lociaopwee, jangan biarkan sekali-kali bajingan anjing

laknat itu terlepas diri tempat ini dalam keadaan hidup”

Lam-kong Pak mendengus dingin, begitu ketus suaranya

membuat cu Li Yap sekalian seketika membungkam dalam

seribu bahasa.

“Suma ing” kembali Lam-kong Pak berseru dengan nada

menyeramkan- “Tahukah kau aku hendak membinasakan

dirimu dengan Cara apa??”

Rupanya Suma Ing tahu bahwa dia masih bukan

tandingan lawannya, tetapi berada dihadapan ketiga orang

dara muda itu ia tak mau unjukkan kelemahannya, dengan

suara keras ia berseru:

“Saudara kau tidak merasa tekebur dengan perkataanmu

itu??” Sembari berkata perlahan-lahan ia mundur terus

kebelakang.

“Aku akan membiarkan kau melarikan diri terlebih

dahulu sejauh setengah li.” ujar Lam-kong Pak sinis.

“sekalipun begitu kau tak akan mampu melepaskan diri dari

cengkeramanku, percaya tidak? cuma kalau sampai

demikian keadaannya. maka kau akan merasakan siksaan

yang jauh lebih hebat…”

Suma ing segera menghentikan gerakan tubuhnya setelah

mendengar ucapan itu dia tahu bahwa manusia tembaga

tersebut bukan sedang bicara bohong, sekalipun melarikan

diri ia tak akan lolos dari cengkeramannya.

“Aku hendak membinasakan dirimu.” seru Lam-kong

Pak kembali. “akupun hendak membinasakan dirimu s eh

ing gakau mati dengan hatipuas, kau harus berhati-hati….

dikala kuhitung sampaipada hitungan ketiga maka akan

kupatahkan sebuah tulang igamu teriebih dahulu….”

Suma ing tercekat hatinya mendengarkan ancaman itu,

diam2 dia himpun segeoap kekuatannya didalam tubuh

untuk bersiap-siap menjaga diri. “Satu…. “

Lam-kong Pak tidak berg era k dari tempat semula,

sedang tigaorang gadis muda itu karena tegang tanpa terasa

mundur beberapa langkah kebelakang, enam buah biji mata

yang jeli menatap kearah kalangan tanpa berkedip. mereka

ing in menyaksikan manusia tembaga tersebut akan turun

tangan dengan cara apa??? “Dua…”

Sekujur badan Suma ing gemetar keras. dengan sekuat

tenaga ia berusaba untuk menahan rasa tegang serta rasa

ngeri yang mulai mencekam seluruh pikiran serta

perasaannya.

“Tiga…”

Bersamaan dengan selesainya ucapan tersebut, sekilas

cahaya kuning segera meluncur kedepan dengan kecepatan

bagaikan sambaran kilat. sebelum Suma Ing sempat berbuat

sesuatu tahu2 pihak lawan telah berada disisi tubuhnya.

“Kraaak…” Suma Ing menjarit kesakitan, tahu2 manusia

tembaga itu sudah mundur kebelakang dengan didalam

genggamannya telah bertambah dengan sekerat tulang iga

yang belumuran darah.

Suma Ing mundur kebelakang dengan sempoyongan,

darah segar mengucur keluar dari dadanya yang

terluka….air mukanya pucat pas i sedang badannya

menggigil keras.

Dalam pada itu ketiga orang gadis muda tersebut dibUat

amat kagUm dengan kelihayan manusia tembaga itu, Pek-li

Hiang yang tak dapat mengendalikan emosinya segera

berteriak keras^

“Locianpwee, patahkan lagi sebuah lengannya….”

Dengan mata melotot Lam-kong Pak mendengus berat,

dengusan yang begitu mantap membuat gadis she Pek-li itu

menjulurkan lidahnya dan tak berani berbicara lagi.

“Kali ini aku hendak menggunakan tulang anjing ini

untuk mematahkan lengan kirimu seperti juga semula akan

kuhitung sampai angkka yang ketiga…” kata Lam-kong Pak

kemudianselesai

berkata ia segera mulai menghitung: “Satu,.”

Suma Ing kesakitan setengah mati, peluh dingin telah

mengucur keluar membasahi

seluruh tubuhnya, dia himpun sisatenaganya dan

berusaha untuk mempertahankan diri, “Dua…”

Ketika Lam-kong Pak menghitung sampai angka kedua.

Suma Ing sudah tak dapat menahan diri lagi. ia membentak

keras dan mendahului menerjang maju kedepan sambil

melancarkan sebuah pukulan dahsyat dengan jurus ketujuh

dari ilmu sakti payung sengkala.

Anginpuyuh yang amat dahsyat berh embus men-deru2.

rumput tercabut lepas dari permukaan bumi dansekilas

cahaya kuning serta terkepung ditengah h embusan

anginpuyuh tadi. “Tiga….”

Kembali terdengar suara gemeratukan nyaring, untuk

kesekian kalinya Suma Ing menjerit kesakitan- dengan

sempoyongan dia mundur tujuh delapan langkah

kebelakang, tangan kirinya terhajar sampai hancur dan

remuk sama sekali…

Sebaliknya Lam-kong Pak masih tetap berdiri pada jarak

satu tombak dari sisi kalangan.

Ketiga orang gadis muda itu sama2 bersorak kegirangan,

mereka merasa gembira sekali menyaksikan musuh yang

paling dibenci itu disiksa dan dihajar setengah mati oleh

manusia tembaga tersebut.

“Tutup mulut” bentak Lam-kong Pak dengan suara

keras.

Bentakan itu mengejutkan hati ketiga orang gadis tadi,

dengan ketakutan mereka berhenti tertawa, pikirnyadidalam

hati dengan perasaaan tercengang:

“Sungguh aneh manusia ini?? apa sih salahnya kalau

orang lain tertawa kegirangan??

kenapa dia musti turut campur dalam masala h ini?”

Sementara mereka masih membatin dengan perasaan

bingung Lam-kong Pak telah berkata kembali:

“Kali ini aku harus menghajarpula kaki kirimu biar

kutung…”

Suma Ing gemetar keras.., ia ngeri juga menyaksikan

cara lawannya menjatuhkan hukuman yang begitu keji

terhadap dirinya. meskipun sebuah tulang iganya sudah

patah serta lengan kirinya telah hancur namun ia tetap

nekad dan keras kepala, walaupun kesakitan ia tak mau

merintih ataupun menjerit kesakitan-..

Tiba2 sekilas cahaya kuning muncul ditengah kalangan.

kembali seorang manusia tembaga muncul disitu.

Mendengar manusia tembaga yang baru muncul itu

berkata:

“Saudara. aku harap kau suka bermurah hati. ampunilah

jiwanya untuk terakhir kali ini.”

“Bila kau suka memperlihatkan raut wajahmu terlebih

dahulu, akan kupertimbangkan permintaanmu itu,

sebaliknya kalau kau menolak. maaf terpaksa aku tak dapat

menuruti kehendakmu itu…”

“Thian mengharapkan umat manusia bisa hidup dengan

cinta damai dan tidak saling membunuh, terutama sekali

dia adalahsaudarasedarah sedaging dengan dirimu, berilah

kesempatan yang terakhir baginya untuk bertobat. aku rasa

kaupasti bisa memberikan kepadanya satujalan kehidupan

baru.”

Selesai berkata tanpa manantijawaban lagi, laksana kilat

manusia tembaga itu

berlalu dari sana.

UNTUK beberapa saat lamanya Lam-kong Pak berdiri

dengan hati sangsi akhirnya sambil menggertak gigi ia

berseru: “cepat enyah dari sini “

Suma Ing membungkam dalam seribu bahasa, dengan

tubuh sempoyongan ia segera berlalu dari tempat itu.

Sepeninggalnya Suma Ing, Lam-kong Pak baru berpaling

dan menatap wajah ketiga orang gadis muda itu diamZ ia

menghela napas panjang pikirnya didalam hati: “Selama

hidup mungkin aku tak dapat hidup bersama dengan kalian

lag …..mungkin aku tak bisa mengawini kalian semua…

sebab….”

Ketika menyaksikaa raut wajah Yu Tien yang sudah

hancur dan tidak berwujud muka lagi itu. diam2 ia

merasakan hatinya pedih tetapi apa yang harus dikatakan

lagi?? nasi telah berubah jadi bubur.

Maka sambil ambil keluar botol porselen yang berisikan

obat anti air keras yang dihadiahkan Lak -gwe-soat

kepadanya itu, ia berkata:

“Isi botol ini merupakan air anti racun air keras. “Sam

Wi ceng Swie” tersebut ambilah lain kalijika bertemu lagi

dengan Suma Ing bubuhkan lebih dahulu obat tersebut

diatas wajahmu, maka kalian tidak akan terluka oleh

semburan air keras” Selesai berkata ia serahkan botol

porselen itu ketangan cu Li Yap. kemudian putar badan

berlalu dari situ.

“LoCianpwe seru cu Li Yap dengan cepat,

“budipertolongan yang telah Locianpwee

berikan kepada kami semua, suatu ketika boanpwee

semua akan berusaha untuk membalas^ dapatkah kami

mengetahui nama dari cianpwee??”

“Aku adalah kakek bersedih hati. nama serta she-ku

sudah lama kulupakan disamping itu akupun tidak

mengharapkan balasan dari kalian-

“Locianpwee seru Pek-li Hiang pula, jika kudengar dari

suaramu yang serak agaknya kau tidak terlalu tua.”

“Tahun ini aku telah berusia delapan puluh sembilan

tanun, cucu serta buyutkupun jauh lebih tua dari kalian

semua, HHmmm berani benar kau mengatakan aku belum

tua “

“Loocianpwee, ilmu silat yang kau miliki toh sudah

mencapaipada puncak yang tiada taranya, persoalan apa

yang tidak berkenan dihatimu s eh ing gakau menyebut diri

sebagai kakek bersedih hati??”

“Tempo dulu aku telah ditipu cinta kasih serta rasa

sayangku oleh tiga orang gadis muda. dalam gusarnya aku

segera berlalu tanpa pamit sehingga berakhir dengan

keadaan yang tragis. dalam sedihnya aku lantas menyebut

diriku sebagai kakek bersedih hati sebelum aku pergi dari

sini ada sepatah dua patah kata hendak kusampaikan

kepada kalian semua. cinta Kasih antara pria dan wanita

bisa berlangsung dengan langgeng jika kedua belah pihak

menaruh perasaan saling percaya mempercayai saling

hormat menghormati, janganlah dikarenakan suatu

persoalan yang kecil segera menaruh curiga terhadap tabiat

dari lawan jenisnya, seringkali karena persoalan ini

hubungan cinta yang murni bisa rusak dan hancur

berantakan-..”

Ketiga orang gadis itu tertegun mendengar ucapan dari

manusia tembaga itu, sebelum mereka sempat menyaksikan

sesuatu Lam-kong Pak telah berlalu dari sana.

Meskipun pemuda itu tidak berhasil membinasakan diri

Suma ing, namun boleh dibilang ia berhasil memberi

peringatan yang paling berat terhadap dirinya rasa

mendongkol dan gusar yang berkecambuk dalam hatinya

sedikit banyak jauh telah berkurang.

Tanpa terasa ia teringat kembali akan diri Yu Tien serta

ciu cien cien, meskipun mereka telah menaruh perasaan

salah paham terhadap dirinya, bagaimanapun juga antara

mereka pernah terjalin hubungan cinta, Lam-kong Pak

merasa sedih dan simpatik terhadap nasib buruk yang telah

menimpa mereka berdua.

Tetapi apa gunanya merasa simpatik? seseorang yang

wajahnya telah hancur berantakan tak berwujud lagi mana

dapat ditolong lagi?? Sekalipun ada obat mujarab pun

belum tentu bisa memulihkan kembali kecantikan wajah

mereka berdua.

“Berhenti “

Ketika Lam-kong Pak sedang berjalan sambil melamun.

mendadak terdengar suara bentakan keras berkumandang

datang, dengan hati terkesiap ia segera menghentikan

langkah kakinya.

Si-Naga pengasingan cu Hong Hong dengan sorot mata

memancarkan Cahaya tajam telah berdiri ditengah jalan

menghadang jalan perginya, terdengar perempuan itu

menegur: “Kau adalah Lam-kong Liu atau Lu-It Beng???”

“Kedua-duanya bukan, aku adalah Kakek bersedih hati”

jawab Lam-kong Pak Cepat.

“Kakek bersedih hati???” cu Hong Hong berdiri tertegun.

“Kau jangan ngaco belo tak karuan, dikolong langit dewasa

ini hanya ada tiga orang manusia tembaga belaka. yang satu

adalah Lam-kong Liu. yang kedua adalah Lu-It Beng

sedang yang ketiga adalah manusia bersenjatakan payung

sengkala tersebut, tetapi diapun tidak bernama kakek

bersedih hati.,..”

“Antara aku dengan ketiga orang itu sama sekali tiada

hubungan ataupun sangkut paut apapun juga , kakek

bersedih hati adalah aku dan aku adalah kakek bersedih

hati”

cu Hong Hong mendengus dingin, tanpa mengucapkan

sepatah katapun ia menerjang lalu mencengkeram urat nadi

dari pemuda itu.

Lam-kong Pak tertawa dingin, ia kebaskan tangannya

kebawah, setelah memukul mundur cu Hong Hong

sehingga tersurut dua langkah kebelakang ujarnya kembali,

“Kalau kau berani turun tangan maka itu berarti kamu

hendak mencari penyakit buat diri sendiri”

cu Hong Hong terkejut, ia perCaya tenaga dalam yang

dimiliki manusia tembaga ini sama sekali tidak berada

dibawah Lam-kong Liu ataupun Lu-It Beng, sedangkan bila

dibandingkan dengan manusia yang memiliki senjata

payung sengkala itu, maka kekuatannya adalah seimbang.

karena itu kembali dia menegur,

“Sebenarnya siapakah kau?? kenapa kau menyaru

sebagai manusia tembaga?? apakah kau juga bersiap-siap

untuk ikut serta menghadiri pertemuan besar manusia

tembaga?”

“Mau ikut atau tidak itu urusan pribadiku sendiri dan

sama sekali tiada hubungannya dengan dirimu, sedangkan

siapakah aku yang sebenarnya kau lebih lebih tak usah

tahu. karena urusan ini tiada berkepentingan dengan

dirimu”

Pemuda itu berhenti sebentar untuk tukar napas, setelah

itu lanjutnya kembali:

“Menurut apa yang kuketahui, sebetulnya antara kau

dengan Sun Han Siang sebenarnya sama sekali tidak terikat

dendam sakit hati yang terlatu mendalam, kesalahan paham

yang terjadi dimasa lampau seharusnya dibikin beres seCara

damai dengan jalan berunding”

“Hmmm Apa urusannya persoalan ini dengan dirimu?”

dengus cu Hong Hong tidak senang hati.

“Badai pembunuhan yang mengerikan sudah menjelang

tiba dalam dunia persilatan, seandainya didalam pertemuan

para manusia tembaga itu pihak perkumpulan Liok Mao

Pang tidak berhasil mendapatkan sesuatu mereka pasti akan

mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya untuk

melakukan pembunuhan seCara besar-besaran terhadap

seluruh umat Bu-lim setiap manusia yang tidak termasuk

perkumpulannya tak akan terhindar dari pembunuhan

tersebut. kau berdiri sebagai seorang jago kalangan lurus

masa tega hanya berpeluk tangan belaKa menyaksikan

badai pembunuhan ini melanda kolong langit???”

“Kalau memang kau memiliki perasaan welas asih

terhadap sesama umat manusia lagi pula memiliki ilmu silat

yang begitu lihay apa sebabnya kau tidak secara resmi

unjukkan diri didalam dunia persilatan untuk memimpin

para jago dari golongan lurus guna melakukan pertarungan

yang menentukan dengan pihak PerkumPulan Liok Mao

Pang??”

“Waktu masih belum tiba, sampai saatnya aku pasti akan

turun tangan dengan sendirinya. Sekarang aku ingin

bertanya kepadamu bukankah payung sengkala adalah

benda mustika yang berhasil kau temukan dimasa yang

lampau??”

“Sedikitpun tidak salah.”

“Masih ingatkah bagaimana bentuk dari senjata mustika

tersebut???”

“Tentu saja masih ingat… panjangnya kurang lebih

empat depa dengan cahaya merah darah, bisa dibuka dan

bisa ditutup dengan gampang dan leluasa. Bagi mereka

yang memiliki ilmu meringankan tubuh dapat membantu

seseorang untuk melayang diangkasa, pada gagang payung

terdapat sebuah lambang yang berbentuk Kelelawar hijau,

inilah ciri2 yang kuingat?”

“Kitab ilmu silat Payung sengkala telah hilang dari saku

suamimu Sian Yang Ping dimasa yang telah silam, dimana

secara kebetulan telah ditemukan oleh Sun Han Siang

sedangkan payung sengkala itu sendiri sama sekali tidak

lenyap. tetapi yang aneh secara bagaimana bisa terjatuh

ketangan manusia tembaga itu??”

“Siapa bilang kalau payung sengkala itu tidak lenyap dari

tanganku??? tempo dulu senjata mustika itulah yang lenyap

terlebih dahulu, kemudian baru kuketahui bahwa kitab

pusaka payung sengkala pun ikut lenyap tak berbekas,

sedangkan mengetahui bagaimana keadaan selanjutnya

sehingga bisa terjatuh ketangan manusia tembaga itu, aku

sendiripun tidak tahu”

“Bagus, terima kasih atas keteranganmu itu. putrimu

berada tidak jauh dari sini, kurasa lebih baik cepat2lah pergi

kesitu untuk melindungi keselamatannya. jangan sampai

membuat dia menderita kerugian besar seandainya sampai

berjumpa dengan Suma ing”

Habis berkata tanpa menanti jawaban lagi ia loncat tiga

puluh tombak jauhnya dari tempat itu. dengan gerakan

kuda langit melayang diawan ia meluncur kedepan dan

lenyap dari pandangan.

cu Hong Hong menjerit kaget, uotuk beberapa saat

lamanya ia berdiri menjublak ditempat semula karena

terkejut menyaksikan kelihayan lawannya.

Sementara itu dengan Cepatnya Lam-kong Pak telah

jauh meninggalkan cu Hong Hong ya masih berdiri

menjublak ditempat semula, sambil melanjutkan perjalanan

dalam hati ia berpikir keras.

Dahulu ia pernah menaruh Curiga bahwa manusia

tembaga yang memiliki senjata payung sengkala itu adalah

si-Awan hitam mengejar rembulan oei ci Hu yaitu jago sakti

yang hawa murni bayinya dipeCahkan olehnya itu. tetapi

setelah mengetahui akan hubungan persahabatan antara oei

ci Hu Yang Peng serta cu Hong Hong ia merasa tak

mungkin jago tua itu mencuri payung sengkala tersebut.

Lalu siapakah kakek tua yang pernah dijumpai sewaktu dia

dirumah makan tempo dulu??

mungkinkah kakek desa itu adalah manusia tembaga

yang memiliki senjata payung sengkala???

Secara beruntun puluhan hari sudah lewat tanpa

terasa,jarak dengan disenggarakannya pertemuan besar

antara manusia tembaga sudah tinggal setengah bulan lagi,

Lam-kong Pak segera mencari bahan makanan Sebagai

rangSum. dan mencari Sebuah gua yang tersembunyi

letaknya untuk berlatih ilmu silat dengan tekun.

Suatu hari ketika ia telah menyelesaikan latihannya.

kentongan ketiga baru saja menjelang tiba, rembulan

bersinar terang dan cuaca bersih sekali, Lam-kong Pak yang

berdiri dibawah keheningan malam tanpa terasa terbayang

kembali akan beberapa orang gadis muda kekasihnya,

pada waktu itulah tiba2 ia menemukan dua sosok

bayangan manusia muncul dibalik jeram yang terdapat

didekat tempat itu,

Angin malam berhembus lewat mengibarkan ujung baju

sang perempuan, sedang ujung baju yang lelaki sama sekali

tidak bergoyang suatu kejadian yang aneh sekali.

Siapakah mereka?? dan apa yang hendak mereka

lakukan? ingatan tersebut dengan cepat berkelebat didalam

benaknya.

= =oo^^o^^= =

DIAM-DIAM pemuda itu telah menyusup maju

kedepan dan bersembunyi dibelakang sebuah batu cadas

yang besar.

Ketika sinar matanya dialihkan kearah sepasang lelaki

perempuan itu, seketika hatinya terasa bergetar keras,

tampaklah olehnya ditepi jeram berdiri seorang manusia

tembaga, sedang perempuan yang berada dihadapan

manusia tembaga itu bukan lain adalah ibunya Sun Han

Siang.

Satu ingatan dengan cepat berkelebat di dalam benaknya.

ia membatin. “Aaah benar rupanya manusia tembaga itu

adalah ayahku Lam-kong Liu, tetapi kenapa mereka saling

berhadapan muka tanpa bergerak ataupun berbicara??”

Jarak diantara kedua orang itu hanya terpaut tiga empat

tombak. namun sekalipun saling berhadapan muka tak

seorangpun yang berkutik atau buka suara terlebih dahulu.

Kurang lebih seperminum teh kemudian dengan sedih

Sun Han Siang menghela napas panjang dan berkata:

“Karena kau aku telah dicaci-maki oleh seluruh umat Bulim

yang ada dikolong langit bahkan ada orang yang

menuduh aku telah meracuni suami sendiri sampai mati,

namun kau harus mengetahui bahwa tempo dulu andaikata

aku tidak pergunakan ilmu hipnotis Tong-bian-tai-hoat

mungkin jiwamu sukar untuk dipertahankan hingga saat

ini”

Manusia tembaga yang berada dihadapannya tetap

membungkam dan sama sekali tak berkutik, seolah-olah dia

sama sekali tidak tergerak hatinya oleh keluhan tersebut.

Terdengar Sun Han Siang melanjutkan kembali kata

katanya:

“Sekarang kedua orang bocah itu sudah berdiri pada

posisi yang saling bermusuhan mereka sama2 bersumpah

tak mau berdiri dan hidup bersama dikolong langit, coba

bayangkanlah apa yang harus kulakukan dalam keadaan

begini?? Sejak Suma Ing masuk menjadi anggota

perkUmpulan Liok Mao Pang kejahatan yang dilakukan

olehnya bukan saja tidak mereda bahkan jauh lebih gencar

lagi. aku rasa kau pasti sudah mendengar atau mengetahui

sendiri bukan akan kejadian ini”

Manusia tembaga itu tetap membungkam dalam seribu

bahasa. tingkah lakunya yang aneh itu diam-diam membuat

Lam-kong Pakjadi teramat gelisah.

“Tempo dulu demi menyelamatkan jiwamu aku telah

mencuri kitab pusaka payung sengkala dan harus bertempur

melawan cu Hong Hong.” ujar Sun Han Siang lebih jauh,

“tidak sampai sepuluh jurus aku telah memukulnya hingga

jatuh kedalam Celah batu besar didekat puncak Beng-gwathong

digunung Thay-san, waktu itu aku merasaamat

menyesal sekali dengan terjadinya peristiwa tersebut, tetapi

setelah kupikir lebih lanjut timbul kecurigaan dalam hatiku,

sebab waktu itu ia telah berhasil menguasahi ilmu silat

payung sengkala meskipun jauh dari kesempurnaan namun

kepandaiannya jauh diatas ilmu silatku. bagaimana aku

mampu menjatuhkan dirinya kedalam celah batu? kejadian

mencurigakan sekali, siapa tahu secara diam2 ada orang

yang telah turun tangan terhadap dirinya….”

Manusia tembaga itu tetap membungkam dan tidak

menunjukkan suatu reaksi apapun juga , sekali pun Sun

Han Siang telah berbicara setengah harian lamanya tetppi ia

hanya mendengarkan saja tanpa memberi komentar.

Lama kelamaan perempuan she Sun itu jadi naik pitam

juga , segera tegurnya: “Kenapa tidak berbicara? kau bisu

??”

Sekujur badan manusia tembaga itu gemetar keras

namun dia masih tetap membungkam dalam seribu bahasa.

“sebenarnya kau adalah Lam-kong Liu atau bukan ??”

bentak Sun Han Siang keras- keras.

Manusia tembaga itu tidak mengaku pun tidak

membantah ia tidak berbicara dan tetap berdiri kaku

ditempat semula.

Lama kelamaan Sun Han Siang kehabisan akal juga

dengan suara keras teriaknya:

“Jika kau mempunyai kesulitan yang tak bisa dikatakan

sehingga untuk sementara waktu tak dapat unjukkan wajah

aslimu, kaupun bisa memakluminya. Masa terhadap isteri

sendiripun kau tidak percaya? sebenarnya kau adalah Lamkong

Liu atau bukan??”

Manusia tembaga itu masih tetap membungkam.

Sun Han Siang segera tertawa dingin, teriaknya.

“Baiklah. kalau kau membungkam terus aku akan

menanggap dahulu dirimu.” Sembari berkata ia segera

menerjang kedepan.

Lam-kong Pak ketika itu masih mengenakan pakaian

tembaganya, segera berpikir didalam hati:

“Kenapa aku tidak membantu ibu untuk menangkap

dirinya? aku ingin tahu siapakah sebenarnja orang itu??”

Sementara itu manusia tembaga tadi dengan gerakan

yang manis telah berhasil meloloskan diri dari cengkeraman

Sun Han siang, ketika Lam-kong Pak menerjang datang

dariarah belakang dengan gerakan secepat kilat manusia

tembaga itu terperanjat.

Sebenarnya dia mau mundur kebelakang untuk

menghindar, tetapi dengan datangnya terjangan tersebut

jalan mundurnya segera tersumbat.

Sun Han Siang sendiri seketika berdiri tertegun ketika

dilihatnya dari arah depan muncul kembali seorang

manusia tembaga, karena rasa tertegun itulah gerakan

tubuhnya jadi agak terlambat.

Manusia tembaga itu tak mau membuang kesempatan

baik itu dengan begitu saja. secepat kilat ia loncat masuk

kedalam jeram dan lenyap didasar air….

Lam-kong Pak serta Sun Han Siang jadi melotot melihat

tindakan manusia tembaga tadi, mereka tidak mengira

kalau orang itu akan bertindak secerdik ini. Beberapa waktu

kemudian Sun Han Siang buka suara dan menegur:

“Siapakah kau??? ^

Lam-kong Pak merasa amat sedih. sebenarnya dia tidak

ingin membohongi ibunya sendiri. tetapi sekarang diapun

tidak ingin rahasianya ketahuan orang, sebab bila ibunya

tahu siapakah dia maka gerak-geriknya pasti akan dikekang

dan ia tak akan diijinkan untuk berlalu lalang seorang diri.

Kesalahan pahamnya dengan beberapa orang gadis itu

belum lenyap. hidup bersama beberapa orang itu

merupakan sesuatu siksaan yang berat bagi dirinya. Karena

itu setelah termenung sebentar akhirnya dengan suara serak

sahutnya: “Aku adalah kakek bersedih hati.”

“Apa??? siapakah kau??”

“Kakek bersedih hati.”

“oooh.Jadi kau yang telah menolong ketiga orang budak

itu pagi tadi??”

“Sedikitpun tidak salah.”

“Menurut apa yang kuketahUi. dikolong langit tiada

seorang jago yang mempergUnakan julukan sebagai kakek

bersedih hati?”

“SesUai dengan nama julukanku sikakek bersedih hati.

aku tiada berambisi dan tidak menginginkan nama besar,

hidupku terasing dari keramaian dunia, tentu saja tak ada

yang mengetahui siapakah aku.”

“Apakah payung sengkala berada didalam sakumu???”

“Tidak kau salah paham, aku bukan manusia tembaga

yang mempunyai payung sengkala tersebut.”

Sun Han Siang tertawa dingin.

“Kalau memang kau tiada bermaksud untuk mencari

nama dan hidupmu menjauhkan diri dari keramaian dunia.

mengapa tindakanmu terhadap Suma ing begitu kejam tak

berperikemanusiaan???? “

“Sampah masyarakat adalah musuh umum setiap

manusia. siapapun pantas untuk untuk melenyapkan

dirinya dari muka bumi”

“Sreeeeet… sreeeet… sreeeet…” secara beruntun ditengah

kalangan telah muncul sembilan sosok banyangan manusia.

mereka adalah Pek-li Hiang. cu Li Yap. YuTien, Pek-li

Gong, Siang Hong Tie, Loo Liang-jan, Hay Thian-siangcho

serta naga pengasingan cu Hong Hong.

Yu Tien mengenakan kain kerudung diatas wajahnya,

jelas raut mukanya yang rusak masih belum sembuh.

Ketika itu Lam-kong Pak serta Sun Han Siang berdiri

ditepi jeram, kesembilan orang itu dengan Cepat

mengepung sekeliling tempat itu dengan ketat dan rapat.

“Kali ini jangan biarkan dia lolos lagi dari Cengkeraman

kita” teriak Pek-li Gong.

“Bila kau adalah seorang jago dari kalangan lurus, maka

kau tidak akan turun tangan terhadap orang2 ini” seru Sun

Han Siang kemudian terhadap diri Lam-kong Pak. “Mereka

tidak lebih hanya ingin menyaksikan raut wajahmu yang

sebenarnya, kami sama sekali tidak mengandung rasa

permusuhan terhadap dirimu”

Lam-kong Pak merasa benar juga perkataan itu, tentu

saja ia tidak ingin rahasia asal usulnya diketahui mereka.

tetapi posisinya ketika itu sudah terkepung. walahpun dia

tidak mau turun tanganpun rasanya sudah tak mungkin

lagi.

“Aku adalah kakek bersedih hati.” kembali Lam-kong

Pak berseru dengan suara mendalam. “Aku tidak berambisi

untuk merebut kedudukan atau nama besar, akupun tidak

ingin ribut dengan orang lain, aku harap kalian jangan

memaksa diriku keterlaluan-”

“Bibi Lam-kong.” cu Li Yap segera berseru. “Dia adalah

kakek bersedih hati dia pernah menyelamatkan jiwa kami

semua.”

“Aku sudah dibikin bingung dan tidak habis mengerti

oleh tingkah laku beberapa orang manusia tembaga ini.

malam ini aku bersumpah ingin melihat raut wajah yang

sebenarnya.”

“Kakek bersedih hati.” teriak Pek-li Hiang, “biarkanlah

kami menyaksikan raut wajahmu….”

Lam-kong Pak segera mendengus dingin. “Hmm

janganlah membuat kegusaranku. berkobar, andaikata aku

sampai marah maka terhadap kalian aku tak akan sungkan2

lagi, kamu semua haruslah sedikit tahu diri…”

Sun Han Siang sama sekali tidak menggubris perkataan

orang, dia ulapkan tangannya, kesembilan orang jago lihay

itu per-lahan2 segera maju kedepan, termasuk juga naga

pengasingan, mereka siap2 menangkap manusia tembaga

dihadapannya.

Lam-kong Pakjadi mengeluh menyaksikan kejadian ini,

ia tak mungkin melukai orang orang itu maka terpaksa

hanya melarikan diri dari tempat itu secepat-cepatnya.

Berpikir demikian, tanpa banyak bicara lagi tubuhnya

laksana kilat segera terjun kedalam jeram.

Tiba-tiba air didasar jeram beriak keras, dari balik

permukaan air munculpula sesosok batok kepala manusia

tembaga, yang mana segera membentak keras: “Manusia

laknat, kali ini kau hendak lari kemana….”

Lam-kong Pak terkejut dia himpun tenaga dalamnya

sebesar delapan bagian dan mengirim satu pukulan dahsyat

keatas permukaan air, pukulan itu sama sekali tidak

ditujukan kearah tubuh mnnusia tembaga didalam air itu

sebaliknya mengancam permukaan air tepat di hadapannya.

Sungguh dahsyat angin pukulan yang diterbitkan oleh

serangannya tersebut “Blaaaam” suatu gulungan air yang

menyembur tinggi keangkasa muncul didepan mata,

semburan air tadi membentuk sebuah jalur setinggi dua tiga

puluh tombak yang memecah ditepian dan seketika

menimbulkan gulungan ombak yang amat dahsyat.

Jeritan kaget bergema dari tepi jeram, menggunakan

kesempatan baik itulah Lam-kong Pak segera menyelam

kedasar air.

Pemuda itu menyadari bahwa manusia tembaga tadi

sama sekali tidak mengetahui asal-usulnya. tetapi pukulan

yang baru dilancarkan dengan dahsyatnya itu mungkin

telah melukai dirinya,

Denggn cepat dia menyelam kedasar air dan berenang

menuju kearah mana manusia tembaga tadi berada. tetapi

jejak dari manusia tersebut sudah lenyap tak berbekas.

Demikianlah dengan berenang didasar air pemuda itu

berlalu dari tempat kejadian beberapa li kemudian ia baru

mendarat dan melepaskan pakaiannya yang basah untuk di

jemur.

Sementara menunggu pakaiannya kering permuda itu

mencari tempat yang tersembunyi untuk beristirahat serta

memulihkan kembali tenaganja.

Tiba-tiba….

Sultan nyaring yang aneh dan memekik di telinga

bergema memecahkan kesunyian yang mencekam seluruh

jagad, suara itu begitu lengking dan memilukan hati seolah2

ada binatang sebangsa gorilla yang sedang

melangsungkan pertarungan seru.

Buru2 sianak muda itu mengenakan pakaiannya dan

segera memburu kearah mana datangnya suara tadi, belum

sempat ia mencapai tempat tujuan mendadak terdengar

kembali suara benturan keras, seolah-olah ada suatu benda

yang berat jatuh keatas tanah.

Dengan cepat Lam-kong Pak menyusup kebalik sebuah

tebing, disitu ia saksikan seekor gorilla yang amat besar

telah menggeletak mampus dibawah sebuah pohon besar,

begitu besar binatang itu sehingga cukup mengejutkan hati

orang.

Tinggi gorilla tadi mencapai tujuh delapan depa seluruh

tubuhnya berbulu emas, lengan kirinya telah dipotong

orang sebatas bahu sedang bagian dadanya termakan

sebuah pukulan keras, begitu dalam bekas telapak itu

terbenam didalam tubuhnya sehingga nampak amat nyata.

Ditinjau dari dalamnya bekas telapak yang tertera diatas

dada binatang itu bisalah ditarik kesimpulan bahwa

pukulan itu dilancarkan oleh seseorang yang berkepandaian

sangat lihay, kecuali kakek ombak menggulung serta

manusia tembaga yang memiliki senjata payung sengkala,

mungkin tak ada orang lain yang mampu untuk

melakukannya.

Yang aneh lengan kiri gorilla yang terpapas kutung itu

tidak nampak disekitar tempat itu, kemana perginya lengan

tersebut??? atau mungkin telah dilalap oleh binatang lain????

Kalau tidak jelas orang yang telah membinasakan gorilla

itulah jang telah mengambil pergi lengan tersebut, tetapi apa

gunanya orang itu mengambil lengan kirinya ??

Kenapa tidak berhasil memecahkan itu akhirnya Lamkong

Pak menuruni tebing-tebing tadi.

Dari jarak seratus tombak ia lihat pada sebuah kalangan

berdiri beberapa orang jago lihay dari perkumpulan Liok

Mao-pang yang sedang mengerubuti seorang padri dan

seorang toosu.

Para jago lihay itu bukan lain adalah “Ngo-hoa-bak”

daging lima warna oei Hun sirasul hitam tebal chin Tong.

sisetan gantung hidup Gau Jit sikakek asap berawan Si cu

Lok sijago arak dari Lam-hay It-bun Ko serta janda kawin

tujuh kali Poei Kun.

Sedangkan sang padri serta sang toosu yang dikerubuti

bukan lain adalah saksi dalam pertemuan urutan nama

yakni padri naga serta toosu harimau dua orang.

Diam-diam Lam-kong Pak merara terCenggang

menyaksikan peristiwa itu ia tahu bahwa kedua orang tokoh

sakti itu selamanya tak pernah memperebutkan nama serta

kedudukan dengan orang bu-lim, bahkan sejak pertamuan

besar para jago tempo dahulu belum pernah mereka

munculkan diri didalam dunia persilatan, apa sebabnya

pihak perkumpulan Liok Mao Pang hendak melenyapkan

kedua orang itu???

Sementara itu terdengar sidaging lima warna telah

berseru:

“Aku mendapat perintah dari Thay-sangpangcu

perkumpulan kami untuk menyampaikan kartu undangan

kepada kalian berdua, Thay-sang pangcu kami berharap

agar kalian berdua suka hadir ditebing Toa-ciang-gay

digunung Hoa-goan-sanpada bulan ini tanggal lima belas

guna bertindak sebagai saksi didalam pertemuan besar

manusia tembaga.

Sambil berkata dia ambil keluar dua lembar kartu

undangan berwarna merah dan segera diangsurkan

kedepan.

“omitohud” padri naga berseru memuji keagungan

buddha, “aku merasa tidak berkemampuan untuk memikul

tugas berat tersebut, dan takut menyia2kan harapan dari

Thay-sang pangcu perkumpulan kalian, dari pada merasa

malu, tolong sampaikanlah permintaan maaf kami yang

mana tak dapat menerima tawaran tersebut”

Daging lima warna segera tertawa dingin.

“Thay-sang pangcu dari perkumpulan kami bisa

mengirim kartu undangan kepada kalian berdua, itu berarti

bahwa dia memandang tinggi kalian berdua. apakah kalian

berani mela wn perintahnya?? “

“Bu-liang-so-hud” seru toosu harimau dengan suara

lantang. “Ketika diadakan pertemuan puncak para jago

untuk menentukan urutan nama tempo dulu secara paksa

akan diri kami masih mampu untuk bertugas sebagai saksi,

tetapi dalam pertemuan yang diadakan kali ini yang hadir

hanyalah beberapa gelintir mauusia tembaga yang tidak

berani unjukkan diri dengan wajah aslinya, lagipula tidak

disaksikan oleh seluruh umat Bu-lim yang ada dikoloog

langit, terhadap pertemuan rahasia semacam ini kami

merasa tidak pantas untuk bertindak sebagai saksi.

karenanya maafkanlah kami jika kami berdua tak dapat

menerima undangan tersebut”

Habis berkata ia menganggukkan kepalanya terhadap

padri naga, kemudian mereka berdua putar badan dan siap

berlalu dari sana.

“Hey toosu hidung kerbau,” bentak janda kawin tujuh

kali Pui Kun dengan suara melengking, “rupanya kalian

diberi arak kehormatan tak mau menerima sebaliknya

malah memilih arak hukuman. Hmm tak mau

menerimapun harus diterima, kalau tidak terimalah lebih

dahulu sebuah tendangan mautku…” -

Sembari berseru kakinya segera mengirim satu tendangan

kuat kedepan- celananya yang memang sengaja berlubang

segera mempertontonkan gumpalan daging hitam yang

muncul dari balik celana tersebut…

Padri naga serta toosu harimau adalah dua orang

beribadah yang tebal imannya, menyaksikan pemandangan

seram itu. mereka berdua segera berseru memuji keagungan

Buddha. secara beruntun tubuh mereka mundur beberapa

langkah kebelakang untuk meloloskan diri dari tendangan

tersebut.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun mengira pihak lawan jeri

terhadap dirinya, melihat pihak musuh mundur kebelakang

ia segera mendesak lebih jauh kedepan, pada saat yang

bersamaan tendangan berantai penggaet sukma serta

ilmujari Liok-eng-kanya dilancarkan secara gencar.

Pertama-tama padri naga yang tak kuat menaban diri,

rmenyaksikan datangnya ancaman tersebut ujung bajunya

segera dikebaskan kedepan, bagaikan ular yang cerdik

dengan cepat

ia membelenggu kaki Pui Kun yang sedang melancarkan

tendangan itu.

“Blaaaam” dalam sebuah kebasan dahsyat tubuh Pui

Kun mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula,

tubuhnya segera terbanting keras-keras diatas tanah dengan

badan menghadap kebawah, seluruh wajahnya kontanjadi

kotor oleh tanah .

Serangan itu dilakukan dengan cekatan dan manis sekali,

bukan saja kawanan iblis itu tidak menyangka bahkan Lamkong

Pak yang ikut menyaksikan peristiwa itupun merasa

amat kagum.

Dalam perkiraan sementara orang, ilmu silat yang

dimiliki padri naga serta toosu harimau paling banter hanya

seimbang dengan kekuatann dari tiga miskin empat kaya.

tetapi setelah meninjau dari kelihayannya didalam

melemparkan tubuh Pui Kun sejauh satu tombak lebih ini

bisa di tarik kesimpulan bahwa kepandaian silat yang

dimiliki kedua orang itu sebetulnya sangat luar biasa.

“Heeeh heeeh heeeh… ternyata luar biasa juga ,” seru

daging lima warna sambil tertawa seram, “tidak aneh kalau

pangcu bisa tertarik kepada kalian berdua. It Bun Ko.

dimana kau???”

Jago arak dari Lam-hay, It-bun Ko segera mengiakan

dan loncat keluar dari barisan, “Hamba menanti perintah

dari Ho-hoat” serunya.

“Bagus. temanilah liong taysu untuk bermain beberapa

jurus,”

Dalam hati It- bun Ko bisa menyadari sampai

dimanakah taraf kepandaian silat yang dimilikinya, kalau

dibandingkan dengan Pui Kun sebenarnya ia tidak selisih

seberapa. janda kawin tujuh kalipun dibikin keok dalam

satu jurus apa lagi dirinya.

Tetapi diapun tak dapat mengundurkan diri dengan

begitu saja, terpaksa sambil melepaskan cupu2 araknya

untuk meneguk setegukan ia segera maju kedepan-

“Tunggu sebentar,” tiba2 padri naga membentak keras,

“It-bun tayhiap. selamanya kau selalu bertindak jujur dan

ksatria. sudah lama aku mendengar tentang kegagahanmu

itu… jika kau sekarang dapat cepat bertobat dan

mengundurkan diri. maka.. . .”

It-bun Ko tidak tahu mendengar perkataan semacam itu,

belum sampai padri itu menyelesaikan kata2nya dia sudah

membentak keras. dengan menggunakan cupu2 tersebut dia

hantam batok kepala padri naga, sedang pada waktu yang

bersamaan arak dalam mulutnya segera disemburkan

kedepan-

Lam-kong Pak baru untuk pertama kali ini menyaksikan

It-bun Ko turun tangan. tampaklah padri naga

mengebaSkan ujung bajunya kedepan, Semburan arak yang

gencar dan tajam iiu Setelah termakan oleh tangkisan angin

pukulannya itu segera berbelok arah dan meluncur kearah

kakekawan berasap Si cu Lok yang berada disisi kalangan-

Seandainya It-bun Ko tahu diri dan segera

mengundurkan diri. mungkin dia tak akan sampai perasaan

lupa dan menerima keadaan yang begitu mengenaskan,

tetapi berada didalam keadaan demikian sulit baginya

untuk mengendalikan emosi yang telah berkobar, bukannya

mundur dia malah semakin maju kedepan, sebab dengan

hadirnya daging lima warna disitu tak mungkin lagi baginya

untuk menyusut kebelakang.

It-bun Ko segera membentak keras, laksana kilat cupu2

araknya melancarkan belasan jurus serangan tajam, sedang

pada saat yang bersamaan semburan arak diri mulutnya

kembali meluncur kearah tubuh bagian bawah dari padri

Naga.

Hweeslo itu mendengus dingin, ujung jubahnya kembali

dikebaskan kedepan, sambil meloncattiga tombak ketengah

udara dia mengirim pula satu pukulan gencar kebawah.

“Krarak…” termakan oleh pukulan yang maha dabsyat

itu, cupu2 arak dalam genggaman It-bun Ko hancur

berantakan jadi berkeping-keping. cairan arak menyembur

keluar membasahi seluruh wajah dan tubuhnya, dengan

perasaan kaget ia meloncat mundur tiga langkah

kebelakang.

Sekarang Lam-kong Pak baru menyadari bahwa ilmu

silat yang dimiliki dua orang tokoh Bu-lim itu sebenarnya

sangat lihay, ditinjau dari hal ini bisa ditarik kesimpulan

bahwa para iblis itu tak mungkin bisa mengalahkan mereka

berdua walaupun beberapa orang jago lihay dari

perkumpulan Liok Mao pang itu maju secara berbareng,

Daging lima Warna tertawa mengekeh dengan suara

yang aneh, rupanya ia sudah dibikin gusar oleh kenyataan

yang ada didepan mata, sambil melangkab maju dengan

tindakan lebar serunya:

“Pu Hu-hoat akan menyambut sebuah pukulanmu”

sepasang telapak bekerja cepat dan serentak melancarkan

pukulan dahsyat kearah depan,

Agaknya padri naga sudah tahu, bila mereka ingin

meloloskan diri dari tempat itu dalam keadaan selamat

maka satu-satunya jalan adalah mengalahkan orang ini

terlebih dahulu, hawa murninya segera dihimpun dan

sepasang ujung baju dikebaskan secara berbareng.

“Blaaam,..” ditengah bentrokan keras, pasir dan debu

beterbangan memenuhi seluruh angkasa, mereka berdua

sama2 tergetar mundur tiga langkah kebelakang.

Sekali lagi Daging lima warna menghimpun tenaga

dalamnya sebesar sepuluh bagian, secara beruntun ia

lancarkan tiga buah pukulan secara berantai.

Padri Naga dengan cepat merangkap sepasang

telapaknya didepan dada, ketika direntangkan kesamping

seketika itu juga terdengarlah suara pekikan guntur yang

menggeletar membelah bumi,

Daging lima warna tersurut mundur kebelakang sejauh

satu tombak dengan ketakutan, pasir dan debu dalam waktu

singkat menyelimuti seluruh udara dan membuat

pemandangan jadi kabur.

Ditengah jeritan kaget yang amat nyaring padri naga

serta toosu harimau tiba2 lenyap tak berbekas dari tempat

itu.

Kawanan iblis itu jadi tertegun dan berdiri dengan mata

terbelalak. terutama sekali daging lima warna yang

bertindak sebagai pelindung hukum, wajahnya nampak

jengah dan sukar dilukiskan dengan kata2.

Tetapi Lam-kong Pak dapat menyaksikan kesemuanya

itu dengan jelas, kiranya dikala Padri naga merentangkan

sepasang telapaknya tadi dan pasir serta debu mengepul

memenuhi angkasa, dia telah menarik tangan toosu

harimau untuk berkelebat pergi dari situ lewat sisi tubuh

Janda kawin tujuh kali Pui Kun.

Buru2 Lam-kong Pak mengejar dari belakang, terdengar

toosu harimau bertanya: “Apakah kita akan menghadiri

pertemuan besar manusia tembaga atau tidak????”

“Tentu saja harus hadir cuma caranya harus kita ganti…”

Kedua orang itu tertawa terbahak-bahak. gerakan tubuh

mereka semakin cepat dan segera lenyap dibalik

pepohonan.

Suatu ingatan segera berkelebat dalam benak Lam-kong

Pak setelah mendengar pembicaraan itu, pikirnya:

“Apakah yang dimaksudkan dengan kedua orang itu

sebagai tukar cara???? cara apa yang hendak dipergunakan

oleh mereka???”

Tanpa terasa Lam-kong Pak membayangkan kembali

tentang manusia tembaga yang ditemuinya didepan gua

kemarin malam, siapa dia? benarkah orang itu adalah

manusia tembaga yang memiliki payung sengkala????

Demikianlah, sejak itu haripemuda Lam-kong masih

tetap menyembunyikan diri disekitar tebing tersebut untuk

melatih ilmu silatnya dengan lebih tekun, tanpa terasa lima

enam hari kembali sudah lewat dan ilmu silatnya pun

memperoleh kemajuan kembali, terutama sekaii didalam

hal tenaga dalam serta ilmu meringankan tubuh.

malam itu ketika kentongan ketiga baru saja belangsung,

ia berjalan keluar dari gua-nya untuk menikmati keindahan

malam.

Ketika itu malam tak berbintang dan angin gunung

berhembus kencang, ia bersuit nyaring dan meloncat

ketengah udara dengan ilmu meringankan tubuhnya yang

lihay, sekali meleset ternyata dua puluh tujuh delapan

tombak lebih dilewatkan tanpa terasa.

Kejadian ini sangat mengejutkan hatinya, ia tahu kedua

gumpal hawa murni yang terdapat dalam tubuhnya telah

bersatu padu. atau dengan perkataan lain tenaga dalamnya

telah memperoleh kemajuan pesat.

Ia jadi sangat kegirangan, sambil mengempos tenaga

tubuhnya segera melesat ketengah udara dan meluncur

kedepan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat.

Tidak sampai seperminun teh lamanya dan dua tiga buah

puncak telah dilalui tanpa terasa akhirnya Sampailah dia

didalam sebuah selat sempit.

Andaikata ilmu meringankan tubuhnya tidak peroleh

kemajuan yarg pesat ia percaya tak mungkin dirinya bisa

tiba didalam selat ini, sebab sekeliling selat tersebut

merupakan tebing curam yang tingginya mencapai ratusan

tombak. lagi pula licin dan tiada bersemak, bukan saja tak

bisa dijamah dengan tangan- Bahkan untuk didakipun tak

mungkin-

Setibanya didasar selat pemuda itu sekali lagi merasa

keheranan bercampur kagum, ternyata rumput yang

tumbuh ditempat itu subur sekali, bunga beraneka warna

menyiarkan bau harum, kicauan burung serta aliran air

membuat suasana disekeliling tempat itu terasa nyaman.

Dengan perasaan yang kagum dan tenang Lam-kong Pak

segera melanjutkan perjalanannya menuju kedepan,

Tiba-tiba ia berseru kaget dan menghentikan langkah

kakinya bahkan ia merasa ragu-ragu dengan pandangan

mata dihadapannya..-,

Tampak olehnya dua orang bayi bertubuh telanjang yang

berbadan putih lagi gemuk sambil bergandengan tangan

sedang berjalan mondar-mandir disekitar bebungaan

dihadapannya, bayi itu kira2 berusia empat bulan dan

semuanya merupakan bocah pria.

Dengan cepat Lam-kong Pak menyusup masuk kebalik

tumbuhan bebungahan sambil menyembunyikan diri

gumamnya^

“Aaaaah … rupanya bayi hawa murni sedikitpun tidaK

salah, pastilah bayi hawa murni tokoh silat darimanakah

yang sedang berlatih kepandaiannya ditempat ini?? kalau

ditinjau dari keadaan dua sosok bayi hawa murni itu

rupanya jauh lebih besar dan segar jika dibandingkan

dengan bayi hawa murni dari awan hitam pengejar

rembulan oei ci Hu “

Kiranya bayi hawa murni dari oei ci Hu tempo dahulu

meskipun dapat meloncat dan lari tetapi belum bisa

berbicara, sebaliknya kedua orang bayi tersebut dapat

bercakap-cakap hanya saja suaranya lirih dan perlahan

sekali dan menyerupai suara nyamuk.

Lam-kong Pak amat terkesiap. ia tak berani bergerak

secara sembarangan lagi, sebab bisa untuk melatih bayi

hawa murni maka seorang paling sedikit harus memiliki

tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan, lagi

pula jika dasarnya kurang kuat maka akan mengakibatkan

hal2 yang tidak diinginkan.

Dalam pada itu kedua orang bayi hawa murni tersebut

telah berjalan kebawah pohon yang pendek dan rindang,

mereka berbicara lirih sekali dan entah apa saja yang sedang

dibicarakan, setelah itu memanjat keatas pohon dan duduk

dirantingnya.

Pohon kecil itu luar biasa sekali bentuknya, dahan

berwarna putih dengan daun berwarna merah lagi pula

bentuk daun itu aneh sekali bersusun-susun bagaikan buah

anggur.

Tampaklah kedua orang bayi hawa murni itu sambil

memetik daun segera memasukkannya kedalam mulut.

dengan nikmat mereka kunyah dan makan daun- daun tadi.

Tidak sampai seperminum teh kemudian, sebagian besar

daun-daun pohon itu sudah habis termakan oleh mereka

berdua, perutnya yang kecil nampak menggunung besar.

keadaannya semakin menarik hati.

Makin melihat Lam-kong Pak merasa semakin tertarik,

ingin sekali ia tangkap kedua orang bocah itu dan dicium

dengan penuh kasih sayang, tetapi dia tak berani berkutik

secara sembarangan- sebab pengalaman yang lampau

membuat tindak tanduknya kali ini bertambah waspada.

Setelah turun dari atas pohon, kedua orang bayi hawa

murni itu berjalan menuju ketepi sungai disitu mereka

minum air dengan riang gembira.

“Belum pernah kujumpai pohon kecil yang begini aneh

bentuknya ” pikir Lam-kong Pak didalam hati, “pastilah

pohon itu termasuk benda mustika yang langka sekali

dikolong langit, sedang air itu kemungkinan besar adalah

air inti bumi yang luar biasa… sungguh tak nyana ditempat

seperti ini terdapat aneka ragam benda yang aneh2..,.”

Ketika itulah Lam-kong Pak baru sempat melihat jelas

bentuk wajah dari bayi hawa murni tersebut, rupanya bayi

yang satu berkepala gundul seperti padri dan yang lain

punya rambut yang digulung keatas menyerupai toosu

hanya gulungan rambut itu jarang sekali.

“Mungkinkah orang yang sedang menjalankan latihan

bayi hawa murni ini adalab seorang padri dan seorang

toosu??” pikir pemuda itu didalam hati kecilnya. Mendadak

satu ingatan berkelebat dalam benaknya, ia membatin lebih

jauh. “Jangan2 mereka adalah padri naga serta Toosu

harimau???”

Tetapi pendapat tersebut dengan cepat dibantah kembali

olehnya, ia merasa walaupan tenaga dalam yang dimiliki

Padri Naga serta Toosu harimau sudah mencapai pada

puncak kesempurnaan, namun kepandaian itu masih belum

mencapai pada taraf untuk berlatih bayi hawa murni.

Lalu siapakah mereka??? mungkin dua orang diantara

tiga orang manusia tembaga itu????

Dikala ia masih termenung dengan pelbagai pikirannya,

kedua orang bayi hawa murni itu sambil bergandengan

tangan telah masuk kebalik taman bunga yang lebat….

Lam-kong Pak mengetahui bahwa disekitar selat itu

terdapat dua orang tokoh maha sakti sedang berlatih ilmu

tenaga dalamnya, ia segera berhenti sebentar dengan hati

ragu-ragu, ketika dilihatnya suasana disekeliling tempat itu

tetap sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun, ia baru

berjalan keluar.

Per-tama2 ia mendekati lebih dahulu tepi pohon yang

pendek dan bentuknya sangat aneh itu, ia merasa tercium

bau harum yang semerbak tersiar keluar dari pohon aneh

tersebut, segera pikirnya didalam hati:

“Kalau kulihat cara kedua orang bayi hawa murni itu

menikmati daun hasil dari pohon ini yang demikian nikmat,

mungkin daun dari pohon ini memang enak sekali

dimakan….”

Sebagai pemuda yang belum hilang sifat kekanakkanakannya.

setetah timbul rasa ingin tahu serta keheranan

dalam hatinya ia segera memetik beberapa lembar daun

tersebut dan segera dimasukan kedalam mulut,

Semula dia mengira daun pohon yang begitu harum

semerbak pasti akan menghasilkan rasa yang manis dan

enak dimakan, siapa tabu setelah masuk kedalam mulutnya

ternyata rasa yang didapatkan justru kebalikan dari apa

yang didUga semula, kalau dikatakan kecut tidak kecut.

pedas tidak pedas pokoknya sangat tak sedap dan

memuakkan sekali.

Pemuda itu mengira dirinya tertipu, dengan cepat ia

berusaha untuk memuntahkannya kembali siapa sangka

ketika daun aneh itu bercampur dengan air liurnya segera

membuih dan cair jadi air yang dengan cepat mengalir

masuk kedalam tenggorokannya. Lam-kong Pak jadi amat

terperanjat, pikirnya didalam hati:

“Seandainya daun pohon itu beracun… waah bukankah

aku bakal mati secara penasaran “

Tetapi nasi sudah menjadi bubur, daun tadi telah

mencair dan mengalir masuk kedalam perut sekali pun dia

merasa gelisah juga tak ada gunanya dalam hati dia lantas

berpikir:

“Sungguh pahit dan memuakkan sekali rasa mulutku…

kenapa aku tidak meneguk sedikit air selokan itu untuk

menghilangkan perasaan tersebut ??….”

Ia segera berjalan mendekati selokan tersebut, kali ini

pemuda itu tak berani bertindak secara gegabah lagi, ia

jongkok dan mencium dahulu air selokan tadi, setelah

merasa tiada bau apapun ia meneguk sedikit dicicipinya

lebih dahulu.

Dugaannya kali ini ternyata jauh diluar dugaan, air

selokan itu terasa manis segar dan nikmat sekali bahkan

terasa nyaman disekitar badan, secara beruntun ia segera

meneguk puluhan tegukan setelah itu baru bangkit berdiri.

Tidak lama kemudian perutnya terus mual dan bergolak

keras sekali, ia terperanjat dan buru2 mencari sebuah gua

kecil untuk duduk mengatur pernapasan.

Tidak sampai seperminum teh kemudian- bunyi

gemerutukan didalam perutnya telah berhenti. hanya saja

dari antara kelangkangannya timbul suatu perasaan yang

sangat aneh.

Seperminum teh kembali sudah lewat tanpa terasa, kali

ini dia merasa ubun2 diantara kepalanya se-akan2 terbuka

sebuah lubang, ketika ia membuka matanya rasa terkesiap

seketika menyelimuti benaknya, rupanya tepat dihadapan

tubuhnya berdiri pula seorang bayi hawa murni yang

nampak montok dan segar sekali.

Lam-kong Pak jadi terkejut bercampur girang. buru2 ia

pusatkan perhatiannya dan menekan golakan perasaan yang

berkecamuk didalam dada, ia tak menyangka secara

kebetulan berhasil melatih ilmu bayi hawa murni tetapi

pemuda itu sadar keberhasilannya ini pasti ada

hubungannya dengan daun pohon pendek serta air selokan

tersebut.

Setelah golakan perasaan dalam hatinya berbasil

dikuasai, Lam-kong Pak membuka matanya kembali

danperhatikan bayi hawa murni dihadapannya itu, ia lihat

bentuk bsaan dari bayi hawa murni tersebut dua kali lipat

lebih besar dari bayi hawa murni semula, bahkan berwajah

bagaikan pinang di belah dua dengan dirinya, waktu itu

sambil berloncatan dengan riang gembira bayi hawa murni

itu berlarian keluar dari gua,

Didepan mulut gua bayi hawa murni itu berdiri sambil

bertolak pinggang, sejenak kemudian ia angkat kepala seakan2

sedang berteriak keras, hanya suaranya kedengaran

lirih sekali.

Tidak lama kemudian dua orang bayi hawa murni yang

pertama tadi sambil bergandengan tangan telah muncul

disekitar sana, sewaktu menyaksikan kehadiran bayi hawa

murni lainnya mereka kelihatan agak tertegun, tapi

akhirnya dihampiri juga bagi hawa murni tersebut.

Bayi hawa murni yang keluar dari tubuh Lam-kong Pak

itu masih tetap berdiri sambil bertolak pinggang, sikapnya

sangat jumawa dan memandang rendah lawannya, suatu

ketika mendadak dia ayun kepalanya yang kecil dan

menjotos dada salah seorang bayi hawa murni yang berada

dihadapannya,

Walaupun Lam-kong Pak merasa amat gelisah sekali

menyaksikan peristiwa tersebut, namun ia tak mampu buka

suara ataupun berkutik dari tempat semula, terpaksa

dilihatnya bayi hawa murni dirinya itu mengirim satu

pukulan keras kedada lawan-

“Buuuuk….” benturan keras terjadi dan tubuh bayi hawa

murni yang termakan oleh jotosan tersebut tergetar mundur

satu langkah kearah belakang….

Rupanya bayi hawa murni yang lain merasa tidak puas

setelah melihat rekannya termakan oleh pukulan lawan,

diapun ayunkan kepalan kecilnya untuk menjotos bayi

hawa murni dari Lam-kong Pak.

“Bruuuk…” benturan keras kembali berkumandang

ditengah udara, bayi hawa murni dari Lam-kong Pak hanya

bergoncang sebentar tubuhnya oleh pukulan itu, sebaliknya

bayi hawa murni yang melancarkan serangan tadi tergetar

mundur satu langkah kebelakang.

Peristiwa ini segera membangkitkan hawa amarah dari

dua orang bayi hawa murni itu, mereka serentak ayunkan

kepalannya dan melancarkan pukulan gencar kearah bayi

hawa murni dari Lam-kong Pak.

Rupanya bayi hawa murni milik pemuda tersebut tidak

bodoh, menyaksikan datangnya ancaman ia segera pasang

kuda2 sambil membacokkan telapaknya kesamping. bukan

begitu saja bahwa diantara pukulannya disertaipula

denganang in tajam.

“Bruuuk… Brauck” dua kali benturan keras memaksa

tubuh kedua orang bayi hawa murni itu mundur tiga

langkah kebelakang dengan sempoyongan.

Rupanya mereka tahu akan kelihayan lawannya. tanpa

banyak bicara mereka putar badan dan kabur dari situ

dalam sekejap mata bayangan tubuh mereka sudah lenyap

tak berbekas.

Satu ingatan segera berkelebat dalam benak Lam-kong

Pak. ia merasa bayi hawa murni sama artinya dengan

nyawa kedua dari kehidupan seorang manusia, bukan saja

raut mukanya bagaikan pinang dibelah dua bahkan

tabiatnya setali tiga uang.

contohnya perangai yang diperlihatkan bayi hawa

murninya tadi, bukan saja menunjukkan rasa ingin menang

sesuai dengan Wataknya, bahkan diapun tidak jeri

menghadapi kerubutan lawan yang jumlahnya jauh lebih

banyak.

Dalam pada itu setelah menyaksikan kedua orang

musuhnya kabur, bayi hawa murni itu segera berlarian dan

berlompatan masuk kedalam gua. Kemudian lenyap tak

berbekas. Lam-kong Pak merasa bayi hawa murni tadi

menerobos masuk lewat ubun-ubun dikepalanya dan

terbenam diantara selangkangannya, dimana perasaan aneh

tersebut seketika lenyap tak berbekas.

Lam-kong Pak segera meloncat bangun dan berjalan

keluar dari gua itu, rasa girang yang berkeCambuk didalam

dadanya ketika itu sukar dilukiskan dengan kata-kata, ia tak

pernah menyangka kalau ilmu sakti yang paling sukar untuk

dilatih itu berhasil dikuasai olehnya tanpa sengaja.

Mendadak.. . .

dari balikpohon2 bunga kurang lebih puluhan tombak

disisi gua berjalan ke luar seorang padri dan seorang toosu,

Lam-kong Pak terkesiap.

Ternyata dugaannya sedikitpun tidak salah, mereka

adalah Padri Naga serta Toosu Harimau.

Sementara itu Padri Naga serta Toosu Harimaupun

berseru kaget ketika dilihatnya dihadapan mereka berdiri

seorang manusia tembaga dan bayi hawa murni yang

dijumpainya tadi, mereka sadar bahwa kepandaian silat

yang dimiliki orang itu sangat lihay dan sudah mencapai

pada puncak kesempurnaan. Padri Naga segera maju

kedepan dan berseru dengan suara lantang:

“Keberhasilan yang dicapai sicujauh diatas

kemampuanku serta Hau Too-yu, hal ini merupakan suatu

kejadian yang sangat menggembirakan dan patut diucapkan

selamat, dapatkah kami mengelahui nama besar dari sicu

??”

“Taysu terlalu memuji.” jawab Lam-kong PaK. “untuk

menyelidiki kepandaian tersebut aku telah mengorbankan

waktu selama hampir enam puluh tahun lamanya, tetapi

hasil yang berhasil kucapai masih terbatas sekali, hal ini

membuat diriku merasa amat kecewa dan menyesal,

sebaliknya kalian berdua dalam waktu yang singkat telah

berhasil mencapai tingkat setinggi itu, itulah baru

merupakan suatu kejadian yang patut dikagumi, sedang

mengenai siapakah namaku, untuk sementara waktu tak

dapat kuberitahukan kepadamu harap kalian suka memberi

maaf”

“Kalau memang begitu aku sekalian akan mohon diri

terlebih dahulu.” kata Padri Naga kemudian. “cuma

sebelum itu ada sepatah dua patah kata hendak kukatakan

kepadamu, selat ini merupakan suatu daerah rimba

belantara yang jarang sekali disinggahi manusia, banyak

tumbuhan mujijad yang tumbuh disekitar tempat ini. Sicu

dapat menemukannya berarti kaupun berjodoh dengan

tempat ini. aku harap kau suka memegang rahasia untuk

sementara waktu, janganlah biarkan orang lain tahu sebab

untuk melatih bayi hawa murni seseorang harus seringkali

makan daun dari pohon itu serta minum air dari selokan

itu, dengan demikian ilmunya baru bisa cepat memperoleh

kemajuan”

“Sampai kapan bayi hawa murni baru bisa dilatih hingga

sempurna?? dan setelah sempurna bagaimana jadinya???”

Pertanyaan ini membuat Padri Naga serta Toosu

harimau jadi melengak. sebenarnya mereka mengira Lamkong

Pak adalah seorang tokoh silat yang maha sakti, tetapi

setelah mengutarakan pertanyaan semacam itu timbullah

rasa curiga didalam hatinya.

Tetapi kenyataan membuktikan bahwa pihak lawan telah

berhasil melatih ilmu bayi hawa murni, keberhasilannya itu

menunjukkan pula bahwa tenaga dalam yang ia miliki

paling sedikit sudah mencapai enam puluh tahun hasil

latihan, bila dikatakan ia tak tahu bagaimana caranya

melatih kepandaian hebat itu tentu saja hal tersebut

merupakan suatu lelucon yang aneh sekali.

Sekalipun curiga baik Padri Naga maupun Toosu

harimau sama2 tak berani memandang rendah pihak

lawannya. apalagi mereka semua merupakan tokoh silat

yang bersifat terbuka, terhadap pertanyaan itu tanpa

berpikir panjang mereka segera menjawab.

“Dengan hasil yang berhasil dicapai sicu pada saat ini.

kurang lebih satu tahun kemudian bayi hawa murni itu pasti

akan sudah berhasil bersatup adu dengan tub uhmu.” kata

Padri Naga. “Waktu itu asal pikiranmu bergerak maka

pihak lawan segera akan terluka oleh serangannya, bila kau

tekun berlatih sepuluh tahun lagi, maka kau akan berhasil

melatih tubuhmu jadi kebal dan kuat terhadap segala

serangan penyakit ataupun senjata tajam….”

Lam-kong Pak banyak mengucapkan terima kasih atas

penjelasan itu, maka mereka pun lantas saling berpisah.

= =oodoooowo= =

SEJAK itulah Lam-kong Pak selama tiga hari berlatih

tekun dalam selat yang terpencil dan jauh dari keramaian

dunia itu, kemudian ia bersuit nyaring dan meluncur keluar

dari tempat itu.

Setelah berada diatas tebing, pemuda itu baru teringat

bahwa pertemuan besar manusia tembaga akan

diselenggarakan esok pagi, ia segera berangkat menuju

ketebing pemutus usus.

Kentongan pertama keesokan harinya Lam-kong Pak

telah tiba ditempat pertemuan itu diselenggarakan, yang

dimaksudkan sebagai tebing pemutus usus sama sekali tiada

keistimewaan apapun kecuali tempatnya curam berbahaya,

lagipula disekelilingnya menjulang tinggi batu tebing yang

tingginya mencapai puluhan tombak.

Diantara tebing2 batu curam itu terdapat sebuah tanah

datar yang sepintas lalu nampak merupakan tanah

berumput biasa. namun dalam kenyataan tempat itu

merupakan rawa2 yang bertanah lunak. siapapun yang

berdiri ditempat itu seketika akan tenggelam dan terhisap

oleh bumi.

Dengan tindakan yang enteng dan hati2 Lam-kong Pak

bersembunyi dibalik tebing batu itu, perhatiannya

dicurahkan kearah rawa2 bertanah lunak tadi,

Suasana disekeliling sana sunyi senyap tak nampak

sesosok bayangan manusiapun. tetapi tidak jauh dari tebing

batu secara lapat2 pemuda itu dapat menangkap bayangan

manusia yang bergerak….

Haruslah diketahui malam itu adalah malam bulan tiga

tanggal lima belas, Rembulan bersinar dengan terangnya

diatas awang2 membuat suasana disekitar tebing batu itu

terang benderang bagaikan disiang hari saja, bila bayangan

manusia yang bergerak maka Lam-kong Pak segera akan

mengetahuinya,

Waktu berlalu bagaikan siput yang merangkak,

kentongan kedua sudah lama lewat dan Lam-kong Pak

sudah ber-jam2 lamanya mengawasi kearah sekitar tempat

itu namun tak nampak seorang manusia tembaga pun yang

munculkan diri ditempat itu.

Kentongan ketiga sudah hampir menjelang tiba, sang

rembulan sudah bergeser dari tempat kedudukannya dan

bayangan yang tertera dibumipun semakin menyusut kecil.

Tiba2 berkumandang datang suara gemuruh yang

nyaring dan tempat kejauhan tampaklah dua orang manusia

tembaga muncul ditempat itu dengan kecepatan bagaikan

kilat.

Lam-kong Pak segera menduga bahwa kedua orang

manusia tembaga yang barusan munculkan diri ini pastilah

Kakek ombak menggulung serta pangcu dari perkumpulan

Liok Mao Pang.

Dengan mulut membungkam dan tidak menunjukkan

suatu tindakan apapun, dua orang manusia tembaga tadi

berdiri ditepi rawa2 berpasir itu, se-akan2 mereka sedang

menantikan sesuatu.

Seperminum teh kembali sudah lewat tanpa terasa. Dari

kejauhan meluncur datang kembali tiga orang manusia

tembaga.

Kedua orang manusia tembaga yang datang duluan itu

dengan cepat meloncat keatas rawa-rawa berpasir tadi,

tubuh mereka enteng sekali dan bagaikan berdiri ditempat

datar saja.

Tiga orang manusia tembaga yang datang terakhir itu

segera memberi tanda dan mereka pun menerjunkan diri

kedalam rawa-rawa berpasir tadi, dalam posisi mengepung

dengan rapat dua orang manusia tembaga yang pertama

tadi dikurung ditengah kalangan.

Lam-kong Pak yang menyembunyikan diri dengan cepat

mengenali kembali ketiga orang manusia tembaga itu

sebagai tiga orang manusia tembaga yang masing-masing

membawa sebuah senjata payung sangkala serta

mempelajari suatu ilmu barisan ketika berada diselat

terpencil itu

Sedang dua orang manusia tembaga yang terkurung

kemungkinan besar adalah kakek ombak menggulung serta

ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Suasana hening untuk beberapa saat lamanya, kemudian

dua orang manusia tembaga yang terkepung itu turun

tangan lebih dahulu, mereka membentak kemudian masingmaking

orang melancarkan tiga buah pukulan dahsyat.

Menyaksikan datangnya ancaman, salah satu diantara

tiga orang manusia tembaga itu segera membentak keras:

“Berubah”

Bayangan manusia saling berseliweran, dalam sekejap

mata ketiga orang manusia itu sudah saling bertukar tempat

kedudukan.

Tiga gulung angin pukulan yang maha dahsyat

berhembus lewat dan mengena ditempat kosong…

BlaaamBlaaam.,. Blaaam… pasir dan debu berterbangan

memenuhi seluruh angkasa. bagaikan hujan gerimis pasir

tadi berhamburan diudara dan rontok kembali kebumi.

Manusia tembaga yang berdiri diposisi tengah itu

kelihatan agak tertegun, dengan cepat ia memberi tanda

kepada rekannya, dua orang itu bersamaan waktunya

segera melancarkan serangan, masing2 mengirim satu

pukulan dahsyat menghajar ruang kosong diantara ketiga

manusia tembaga tadi.

Melihat datangnya ancaman yang demikian dahsyat, tiga

orang manusia tembaga itu segera manghentikan gerakan

tubuhnya dan bersiap siaga menghadapi segala

kemungkinan yang tidak diinginkan.

Siapa sangka serangan yang dilancarkan kedua orang

manusia tembaga itu cuma serangan kosong belaka, ketika

mencapai tengah jalan setelah ditarik kembali dan sekuat

tenaga mereka kirim tiga buah pukulan berantai yang amat

dahsyat.

“Berubah” bentakan keras kembali berkumandang

memecahkan kesunyian yang mencekam seluruh jagad.

Dengan menuju kearah yang saling berlawanan

porosnya, tiga orang manusia tembaga itu saling bertukar

tempat kedudukan. dalam waktu yang bersamaan

merekapun mengirim satu pukulan gencar.

“Blaaam.,. Blaaam… Blaaam…” tiga benturan keras

memaksa tiga orang manusia tembaga itu tergetar mundur

satu langkah kebelakang,

Dua orang manusia tembaga itu segera tertawa seram,

jurus2 serangan yang aneh dan Sakti segera bermunculan.

mereka tidak beri peluang bagi lawannya untuk merubah

posisi barisannya, serangan kiri suara kanan yang

dipergunakan dua orang manusia tembaga itu dalam taktik

serangannya seketika itu juga membuat tiga orang manusia

tembaga itu jadi kelabakan dan bingung dengan sendirinya.

“Berubah lagi … mendadak salah seorang diantata tiga

manusia tembaga itu membentak keras bersamaan

waktunya pula payung sengkala yang memancarkan cahaya

merah darah bermunculan diudara.

Poros sebelah kiri serta poros sebelah kanan berputar

kencang gerakan ini memaksa dua orang manusia tembaga

itu jadi silau dan pening kepalanya….

“Traang.. Traarg… Traaang …” tiga batang senjata

payung sengkala bersama-sama menghajar telak ditubuh

dua orang manusia tembaga itu membuat lempengan baju

tembaga mereka hancur dan berserakan ditanah.

Kiranya pakaian tembaga bagian celana yang dikenakan

dua orang manusia tembaga itu sudah terhajar hancur dan

robek sehingga kelihatan pakaian dalam mereka,

keberhasilan yang dicapai ini seketika mempertebal

kepercayaan tiga orang manusia tembaga itu terhadap

kekuatan sendiri, payung sengkala disebelah kiri serta

payung sengkala disebelah kanan dengan cepatnya

memaksa dua orang manusia tembaga itu terjebak dan

sama sekali terkurung.

“Traang… Traaang….” benturan nyaring tiada hentinya,

lempengan tembaga berhamburan diatas bumi rawa

berpasir jadi bergolak keras membuat suasana nampak

mengerikan sekali.

Dibawah kepungan ilmu barisan yang amat sakti dan

kuat itu, dalam waktu singkat dua orang manusia tembaga

tadi sudah dipaksa berada dibawah angin.

Tidak sampai lima enam puluh jurus kemudian seluruh

lempengan tembaga ditubuh bagian bawah kedua orang itu

sudah terpukul hancur sama sekali, bahkan pakaian dalam

mereka penuh berpelepotan lumpur dan pasir, keadaan

mereka mengenaskan sekali,…

Dalam pada itu bayangan manusia nampak bermunculan

dari balik tebing batu disekeliling tempat itu, rupanya

disekitar sana telah hadir jago-jago Bu-lim yang amat

banyak sekali sedang mengikuti jalannya pertarungan itu

secara diam2.

Suasana ditengah kalangan dengan cepat terjadi kembali

perubahan besar tampaklah salah seorang manusia tembaga

itu mendadak merubah gerakan tubuhnya dengan gerakan

yang cepat bagaikan hembusan angin, ia sambar payung

sengkala ditangan orang,

Serangan yang dilancarkan sangat mendadak dan sama

sekali berada diluar dugaan ini sangat mengejutkan manusia

tembaga yang mencekal senjata tersebut, untuk menghindar

sudah tak sempat lagi terpaksa ia kerahkan tenaganya untuk

membetot kembali.

“Kraak…” dalam perebutan senjata itu tiba-tiba terdengar

bunyi nyaring menggema di angkasa, payung sengkala yang

dibuat perebutan tadi mendadak patah jadi dua bagian.

Rupanya orang yang merampas payung itu menyadari

bahwa dirinya tertipu dan payung tersebut bukaniah payung

sengkala yang asli, dengan cepat ia tinggalkan lawannya

untuk menubruk kearah manusia tembaga yang lain-

Lam-kong Pak menduga manusia tembaga yang turun

tangan merampas payung sengkala itu pastilah kakek

ombak menggulung, keadaannya yang mengenaskan

sewaktu kena dihajar tadi bukan lain adalah siasat untuk

mengelabuhi pandangan musuh, dan bukannya kepandaian

yang ia miliki tidak becus.

Dalam pada itu manusia tembaga tersebut telah berganti

menubruk kearah manusia tembaga lain- dengan suatu

serangan yang jitu payung sengkala milik orang itupun kena

dicengkeram dengan telak.

Manusia tembaga itu tidak melawan, tiba2 ia lepas

tangan dan mendorong sang perampas itu hingga tergetar

mundur kebelakang.

Kebetulan sekali ketika itu manusia tembaga yang ketiga

telah berputar kearah situ, payung sengkala dalam

genggamannya segera diayun kearah depan-

“Traaang….” sebuah benturan keras berkumandang

keangkasa, sang perampas menangkis datangnya ancaman

itu dengan payung sengkala hasil rampasannya….

Lempengan tembaga kembali berhamburan diangkasa,

payung yang berhasil dirampas tadi kembali terpukul

hancur jadi berapa bagian termakan oleh getaran keras

tersebut yang tersisa hanyalah sebuah pegangan payung

yang kecil sekali.

DENGAN demikian maka tinggal sisa sebuah payung

sengkala belaka dan payung itulah merupakan payung

sengkala yang asli, bahkan orang yang memegang payung

tersebut kemungkinan besar adalah manusia tembaga yang

memiliki ilmu silat paling tinggi.

Dua orang manusia tembaga itu segera tertawa seram.

dengan gerakan yang ganas mereka segera menerjang

kedepan.

“Berubah” bentak manusia tembaga yang memegang

senjata payung tersebut.

Tiga orang manusia tembaga bersamaan waktunya

segera berubah tempat kedudukan, payung sengkala itupun

pada saat yang berbareng sudah berpindah tangan kearah

manusia tembaga lainnya.

Dengan terjadinya perubahan ini maka tubrukan dari

dua orang manusia tembaga itu mengenai sasaran yang

kosong.

Tiga orang manusia tembaga itu kembali merubah posisi

barisan mereka, bahkan payung sengkala itupun untuk

kesekian kalinya berganti tangan-

Sekali lagi tubrukan kedua orang manusia tembaga itu

mengenai sasaran yang kosong. tatkala tubuh mereka

bergerak agak lambat itulah manusia tembaga yang

memegang payung sengkala itu membentak keras. serangan

segera dilancarkan dan cahaya merah berhamburan

diangkasa, hembusan angin puyuh menderu2 menebarkan

lumpur dan pasir, suasana seketika berubah jadi mengerikan

sekali.

“BlaamBlaam..” secara beruntun dua orang manusia

tembaga itu termakan oleh dua pukulan dahsyat.

lempengan tembaga berhamburan dan tubuh mereka

terpukul mundur lima enam langkah kebelakang dengan

langkah sempoyongan.

Setelah terjadinya benturan keras ini, boleh dibilang

hampir seluruh pakaian tembaga yang dikenakan oleh dua

orang manusia tembaga itu hancur berantakan, yang

tertinggal hanya topi tembaga yang menutupi raut wajah

mereka belaka.

oleh karena itulah semua orang masih tetap tidak tahu

siapakah mereka?? kecuali topi tembaga terpukul hancur

pula sulit rasanya untuk mengetahui siapakah mereka,

Diam-diam Lam-kong Pak terkesiap juga menyaksikan

kejadian tersebut, ia mengetahui sampai dimanakah

kedahsyatan payung sengkala itu, bagi orang yang memiliki

tenaga dalam agak lumayan, asal memegang senjata itu saja

niscaya sudah cukup baginya untuk merajai seluruh kolong

langit.

Kedua orang manusia tembaga itu segera memberi tanda

dan bersama-sama menerjang kearah manusia tembaga

yang memegang payung sengkala itu, ilmu barisan dari tiga

orang manusia tembaga tersebut segera berubah kembali

dan payung sengkala tadi berpindah tangan lagi kearah

orang lain-

Tetapi rupanya kedua orang manusia tembaga itu sudah

dapat meraba perubahan gerak dari barisan tersebut, salah

satu diantaranya segera tertawa seram dan laksana kilat

menerjang kedepan sambil menyambar ujung payung itu.

Lam-kong Pak merasa amat terperanjat. andaikata

payung sengkala yang ma ha dahsyat itu sampai terjatuh

ketangan pihak perkumpulan Liok-Mao-pang maka bisa

dibayangkan akibatnya pasti mengerikan sekali.

Terdengar suara bentakan keras berkumandang

memecahkan kesunyian, ketika dua orang manusia tembaga

itu membetot dengan sepenuh tenaga, tahu2 payung

sengkala tersebut sudah berpindah tangan-

“Adu….h. ..celaka” seru Lam-kong Pak dalam hati, ia

siap unjukkan diri untuk menolong situasi tersebut, tetapi

sebelum ia sempat berbuat sesuatu kembali terdengar

desiran angin tajam menyambar lewat, tahu-tahu diatas

rawa-rawa berpasir itu telah bertambah pula dengan dua

orang manusia tembaga.

Tatkala menyaksikan senjata payung sengkalanya kena

dirampas orang, ketiga orang manusia tembaga itu slap

melancarkan terjangan kedepan untuk merampasnya

kembali, siapa tahu ternyata dua orang manusia tembaga

yang datang terakhir rupanya satu komplotan dengan dua

orang manusia tembaga yang pertama tadi, terdengar

mereka berseru dengan suara berat :

“Bukankah kalian berdua telah berhasil?? ayoh cepat

mundur kebelakang.^..”

Dua orang manusia tembaga itu tertegun karena rupanya

mereka sendiripun tidak tahu siapakah dua orang manusia

tembaga yang datang terakhir itu, disaat mereka masih

berdiri dengan wajah tertegun itulah salah seorang diantara

dua manusia tembaga itu merentangkan sepasang

telapaknya kearah samping, dua pukulan angin puyuh yang

dahsyat seketika meluncur kearah depan.

“Blaaaam ombak dahsyat terjadi diatas rawa berpasir itu,

ditengah jeritan kaget payung sengkala tersebut kembali

kena dirampas oleh manusia tembaga yang datang terakhir

itu.

Sekali lagi Lam-kong Pak tercengang di-buatnya oleh

peristiwa itu, sekarang dia baru tahu bahwa dua orang

manusia tembaga yang datang terakhir itu sebenarnya

bukan satu komplotan dengan dua manusia tembaga yang

pertama, rupanya apa yang dilakukan oleh mereka hanya

suatu tipu muslihat belaka…,

Tetapi siapa pula dua orang manusia tembaga itu?? jika

panyung sengkala sampai kena dirampas oleh mereka. apa

akibatnya sukar dibayangkan mulai sekarang.

Begitulah tujuh orang manusia tembaga berdiri pada

posisi yang saling berbeda, bersiap sedia untuk turun tangan

secara berbareng….

Manusia tembaga yang saat itu berbasil mencekal senjata

payung sengkala sama sekali tidak kelihatan jeri

menahadapi musuh musuhnya itu. karena ia tahu babwa

lima orang manusia tembaga yang datang itu tak mungkin

akan bekerja sama untuk menghadapi dirinya.

Tiba2 manusia tembaga yang barusan kehilangan senjata

payung itu membantak keras dan segera menerjang maju

kedepan. sedang tiga orang manusia tembaga yang lain

tanpa mengucapkan sepatah katapun juga bergerak maju

kedepan sambil mencengkeram kepada dua orang manusia

tembaga itu.

Jelas tujuan dan ketiga orang manusia tembaga itu

adalah untuk mengetahui raut wajah yang sebenarnya dari

dua orang manusia tembaga itu, sedang merebut kembali

payung tersebut merupakan tujuan yang kedua.

Menghadapi ancaman yang seperti ini mau tak mau

kedua orang manusia tembaga itu terpaksa harus

mengundurkan diri kebelakang. mereka takut topi tembaga

yang menutupi raut wajah mereka itu terlepas sehingga

muka mereka ketahuan.

Posisi seperti inipun segera berlarut lebih Jauh, andai

kata ketiga orang manusia tembaga itu berusaha merampas

payung sengkala itu maka dua orang manusia tembaga yang

pertama tentu akan berusaha untuk merebutnya kembali.

dengan demikian posisi dari manusia tembaga yang

memegang payung sengkala kokoh bagaikan batu karang,

telapi bila dia ingin berlalu sambil membawa benda itu

tentu saja urusan jadi tidak mudah. Tiba2 terdengar

manusia tembaga yang memegang payung sengkala itu

berkata:

“Payung ini merupakan benda mustika dari partai kami,

be-ratus2 tahun lamanya turun temurun dalam partai kami,

tiba2 puluhan tahun berselang benda ini lenyap tak berbekas

dan hingga malam ini baru jatuh kembali ketanganku,

itulah yang dikatakan sebagai barang kembali pada pemilik

semula. Andaikata Naga pengasingan hadir ditempat ini

maka dia akan bertindak sebagai saksi untuk ucapanku itu.”

begitu ucapan tersebut diutarakan keluar lima orang

manusia tembaga yang lain jadi tertegun, sedangkan Lamkong

Pak segera menyadari akan sesuatu, ia teringat

kembali akan perkataan dari ibunya Sun Han Siang

terhadap diri Naga Pengasingan yang dikatakan payung

sengkala itupun bukan benda milik nenek moyangnya.

Tiba2 dari balik tebing batu melayang keluar sesosok

bayangan manusia, dia adalah Naga Pengasingan cu Hong

Hong. Sambil berdiri tegak ditepi rawa berpasir serunya

dengan suara keras:

“Aku tidak akan membantah kebenaran dari ucapanmu

itu. tetapi yang kuketahui payung sengkala berasal dari

partai Gobie. andaikata kau mengatakan bahwa benda itu

kembali pada pemilik yang sebenarnya maka aku berharap

agar kau suka menemui kami dengan wajah aslimu. agar

kami semua bisa membuktikan benar atau tidak ucapanmu

itu”

Dua orang manusia tembaga tersebut jadi merasa serba

salah tetelah mendengar ucapan itu, mereka berdiri termangu2

untuk beberapa saat lamanya, tentu saja mereka

tak dapat unjukkan diri didepan umum dengan wajah

aslinya. cu Hong Hong segera tertawa dingin, ujarnya

kembali:

“Kalau kau tidak mau unjukkan raut wajahmu yang

sebenarnya, itu berarti bahwa perkataanmu adalah bohoog.

Malam ini setiap orang yang hadir disini berhak untuk ikut

serta dalam perebutan ini”

Bersamaan dengan selesainya perkataan itu dari balik

tebing batu segera bermunculan bayangan manusia.

sembilan sosok manusia dengan cepat munculkan diri

dibelakang perempuan Naga pengasingan itu.

Orang pertama yang munculkan diri adalah Sun Han

Siang, berikutnya adalah tiga orang gadis. Loo Liang-jan,

sepasang manusia jelek dari Hay-thian, Siang Hong Tie

serta Pek li Gong.

Ditambah cu Hong Hong berarti ada empat belas orang

jago yang sangat lihay mengurung sekeliling tempat itu.

Suasana berubah jadi tegang dan keritis sekali, setiap saat

suatu pertarungan sengit bakal berlangsung… pada saat

itulah dari balik tebing batu kembali nampak bayangan

manusia bermunculan, puluhan jago lihay dari

perkumpulan Liok Mao-pang hampir pada saat yang

bersamaan pada menampakkan diri ditempat itu.

Dengan kemunculan para jago sakti itu maka keadaaa

posisi ketika itupun segera berubah, kali ini rombongan dari

Sun Han Siang sekalianlah yang malahan kena terkepung.

Nafsu membunuh menyelimuti seluruh daerah rawa2

berpasir itu. pertarungan sengit setiap saat bakal meletus

ditempat itu.

“Siapa yang tidak puas silahkan turun tangan untuk coba

merampas sendiri benda ini.” seru manusia tembaga yang

mencekal senjata payung sengkala itu. “Karena benda ini

aku telah berkelana selama puluhan tahun lamanya dalam

dunia persilatan, setelah ini hari aku berbasil

mendapatkannya kembali. tentu saja tak akan kuberikan

lagi kepada orang lain dengan demikian mudah kecuali

kalau orang itu memang punya kemampuan untuk merebut

sendiri dari tanganku….”

Dua orang manusia tembaga yang tinggal mengenakan

tutup tembaga diatas kepalanya itu membentak keras,

serentak mereka terjang kedepan- yang satu menerjang

kearah manusia tembaga yang memegang payung sedang

yang lain menerjang kearah tiga orang manusia tembaga

lainnya, ia takut mereka turun tangan untuk menghalangi

niatnya tersebut.

Manusia tembaga yang mencekal payung itu sama sekali

tidak turun tangan, rekannya yang berdiri disamping

dengan cepat berkelebat kedepan dan menyambut

datangnya serangan itu….

“Blaaaam.-” ditengah benturan keras, tubuh manusia

tembaga itu terpukul mundur satu langkah kebelakang.

Sedang manusia tembaga lain yang menerjang kearah

tiga orang manusia tembaga itu. tidak sampai lima jurus

serangan dia sudah kena didesak mundur sejauh tiga empat

langkah lebih, posisinya kritis dan sangat berbahaya

sekali….

“Aku rasa kalian semua tak usah membuang tenaga serta

pikiran dengan sia2.” teriak manusia tembaga yang

mencekal senjata payung itu, “Kecuali kalian berlima turun

tangan secara berbareng, aku rasa benda ini dengan mudah

akan kubawa pergi dari sini”

“Tunggu sebentar …..” mendadak terdengar bentakan

keras bergema diseluruh angkasa, dari balik tebing batu

yang tingginya mencapai dua puluh tombak itu kembali

meluncur datang seorung manusia tembaga, gerakan

tubuhnya cepat dan luar biasa sekali.

Ketika hampir tiba diatas rawa-rawa berpasir tadi.

manusia tembaga itu kembali mendorong telapaknya

mengirim satu pukulan keras.

Getaran keras bagaikan guntur membelah bumi hampir

saja menggoncangKan seluruh permukaan rawa itu. suatu

gusuran angin bercampur pasir yang mencapai ketinggian

puluhan tombak terjadi ditengah rawa itu.

Pada waktu itulah tampak sekilas cahaya putih meluncur

keluar dari atas batok kepala manusia tembaga itu, diikuti

jeritan kaget bergema diangkasa.

Menanti pasir dan lumpur sudah reda, terlihatlah payung

sengkala tadi sudah terjatuh ketangan manusia tembaga

yang datang terakhir.

Sedangkan manusia tembaga yang lain serta para jago

baik dari kalangan lurus mau-pun dari kalangan sesat yang

mengepung disekitar tempat itu telah berubah jadi manusia

berlumpur,

Angin malam berhembus kencang, keheningan serta

kesunyian mencekam seluruh jagad, sebagian besar para

jago yang hadir ditempat itu tidak sempat melihat jelas

dengan cara apakah manusia tembaga itu merampas

payung sengkala tadi dari tangan lawannya.

orang yang terakhir munculkan diri itu bukan lain adalah

Lam-kong Pak, sedangkan cahaya putih yang terlintas

keluar dari batok kepalanya adalah bayi hawa murni, ketika

ingatan untuk merebut payung sakti itu terlintas dalam

benaknya, bayi hawa murni langsung menerobos keluar

dari selangkangan dan menyambar payung sengkala itu.

Meskipun sebagian besarjago-jago lihay itu berhasil

dikelabuhi oleh gerakannya yang maha sakti itu, dua orang

manusia tembaga yang ketika itu sedang mencekal payung

tersebut dapat mengikuti semua peristiwa itu dengan jelas,

mereka tahu bahwa Lam-kong Pak adalah manusia

tembaga yang telah munculkan diri dilembah terpencil itu.

Dengan adanya dugaan ini maka kitapun segera bisa

menebak siapakah gerangan dua orang manusia tembaga

ini, mereka bukan lain adalah Padri Naga serta toosu

harimau.

Dengan payung sengkala ditangan semangat Lam-kong

Pak semakin berkobar, pertama-tama ia hendak

membongkar lebih dahulu raut wajah dari ketua

perkumpulan Liok Mao-pang, dengan gerakan yang cepat

bagaikan sukma gentayangan ia segera menerjang kedepan-

“Blaaam….” payung sengkala terbentang lebar, tubuhnya

menyusup diudara dan meluncur kedepan dengan suatu

gerakan aneh tangannya langsung mencengkeram batok

kepala manusia tembaga itu.

Melihat begitu hebat datangnya ancaman, tentu saja

manusia tembaga itu tak berani menyambut datangnya

ancaman payung sengkala dengan keras lawan keras,

tubuhnya buru2 berkelit tiga langkah kesamping dan segera

melancarkan satu babatan kedepan-

“Blaaaam.. ” tubuh orang itu bergetar keras, dengan

sempoyongan ia terpukul mundur tiga langkah kebelakang.

Lam-kong Pak tidak menghentikan gerakannyaa sampai

disitu saja, ia menerjang kembali kedepan dan tiba-tiba

berbelok kearah lain, sewaktu mencapai tengah jalan kali ini

ia menerjang manusia tembaga ke-dua.

“Traaang….” pukulan yang jitu bersarang telak diatas

batok kepala manusia tembaga tadi, lempengan tembaga

segera hancur berkeping-keping dan rontok keatas tanah,

raut wajah aslinyapun nampak dengan jelas.

Kiranya orang itu bukan lain adalah ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang, dan dengan sendirinya

manusia tembaga yang lain bukan lain adalah kakek ombak

mengggulung. Dalam hati kecilnya Lam-kong Pak segera

berpikir:

“Setelah aku mengetabui bahwa manusia tembaga ini

adalah ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang, maka tak

usah diragukan lagi manusia tembaga yang satu ini adalah

kakek ombak Menggulung, aku tak usah menggubris

dirinya lagi …..sekarang yang penting adalah membongkar

rahasia dari tiga manusia tembaga itu serta mencari tahu

siapakah sebenarnya ketua dari perkumpulan Liok Mao

pang itu itu??”. . .

Ia segera pura2 menerjang kearah tiga orang manusia

tembaga itu, cahaya merah yang amat menyilaukan mata

memancar keluar dari senjata payung itu. membuat

pandangan mata setiap orang jadi silau.

Ketika tubuhnya mencapai tengah jalan. ia segera

berbalik dan menyambar keatas batok kepala dari ketua

perkumpulan Liok Mao-pang itu.

Nampaknya cengkeraman itu segera akan mengenai

sasaran, pada saat yang keritis itulah sekuat tenaga Kakek

ombak menggulung melancarkan sebuah pukulan dahsyat.

Lam-kong Pak segera tarik kembali cengkeceramannya

dan mendorong senjata payung kedepan untuk

menyongsong datangnya ancaman itu.

“Bruuuk..” benturan keras terjadi dan kedua belah pihak

sama2 terpukul mundur sejauh satu langkah kebelakang.

Melihat kehebatan musuhnya Lam-kong Pakamat

terperanjat, ia tak mengira kalau tenaga dalam yang dimiliki

Kakek ombak menggulung telah mencapai tingkat yang

sedemikian sempurna, andaikata ia tidak peroleh penemuan

aneh Secara berkali kali, niscaya Sulit baginya untuk

menundukkan muSuh tangguhnya ini.

Kakek ombak menggulung Sendiri walaupun dalam hati

meraSa terkejut, tetapi ia sama sekali tidak merasa gentar.

ia menganggap pihak lawan berhasil merebut diatas angin

karena ditangannya membawa senjata mustika, andaikata

tidak maka keadaan pastilah merupakan kebalikan-

“Sebenarnya siapa kau??” terdengar kakek ombak

menggulung menegur dengan suara berat

“Aku adalah kakek bersedih hati”

“Apa?? Kakek bersedih hati?? belum pernah aku dengar

tentang nama ini”

“sekarang bukankah sudah kau dengar?? Nah terimalah

kembali sebuah pukulanku….”

Laksana kilat dia himpun tenaga dalamnya dan

mengirim satu pukulan kedepan, pada saat yang bersamaan

tubuhnya mendadak meluncur kedepan tiga manusia

tembaga itu serta melancarkan sebuah cengkeraman-

“criiing..” seorang manusia tembaga berhasil

ditangkapnya dengan jitu, dalam hati segera pikirnya:

“Kali ini aku ingin melihat siapa kah sebenarnya dirimu

itu.”

Siapa tahu belum sempat ingatan tadi berkelebat dalam

benaknya, manusia tembaga yang lain telah menerjang

maju kebelakang tubuhnya. dia tidak ingin rahasia tentang

dirinya ketahuan orang, terancam oleh bahaya terpaksa ia

lepaskan mangsanya dan mengundurkan diri tiga langkah

kebelakang.

Dengan demikian maka dirinya segera terkepung oleh

tujuh orang manusia tembaga, sekalipun begitu ketujuh

orang tadi sama sekali tiada bermaksud untuk turun tangan

berr-sama2.

“Kakek bersedih hati.” tiba2 cu Lie Yap berteriak keras,

“bukankah kau telah berhasil mendapatkan payung

sengkala, kenapa tidak cepat2 berlalu darisinit, apakah

kau….”

“Hmm” Lam-kong Pak mendengus dingin, “tujuanku

menghadiri pertemuan pada malam ini bukanlah untuk

merebut payung sengkala, kecuali Kakek ombak

menggulung serta dua orang manusia tembaga yang

memegang payung sengkala tadi, sisanya empat orang

manusia tembaga bila berani unjukan raut wajah aslinya

maka akan kuserahkan payung sengkala ini kepadanya, aku

pasti tak akan mengingkari janji”

Beberapa orang manusia tembaga itu tetap

membungkam dalam seribu bahasa, mereka saling bertukar

pandangan namun tak seorang manusiapun yang

menanggapi tawa ran tersebut. jelas mereka merasa rahasia

asal-usul mereka jauh lebih penting daripada paayung

tersebut.

Tiba2 terdengar tiga manusia tembaga itu berseru

berbareng: “Kalau. memang begitu. kami tak mau ikut

perebutan ini lagi….”

Sambil berkata mereka segera mengundurkan diri dari

situ dan berlalu…. Manusia tembaga yang barusan

kehilangan payung sengkala itupun berkata.

“Setelah payung sengkala itu terjatuh ketanganmu,

kamipun merasa berlega hati. Nah. Sampai jumpa . “

Habis berkata kedua orang itupun segera putar badan

dan berlalu dari situ.

Sekarang yang tertinggal hanya Kakek ombak

menggulung serta ketua dari perkumpulan Liok Mao-pang

saja, terdengar orang itu dengan suara menyeramkan

berseru: “Sebenarnya kau hendak serahkan payung sengkala

itu kepadaku atau tidak.. ,?”

“Bukankah payung sengkala berada disini??” sahut Lamkong

Pak, “kalaupunya kepandaian, silahkan untuk

merampasnya sendiri. “

“Hmm kau anggap aku tak mampu untuk merebutnya

dari tanganmu??”

“Sahabat. lebih baik kurangilah ulahmu itu, hanya bicara

kosong sama sekali tak ada gunanya. yang penting dicoba

dulu.”

Kakek ombak menggulung segera angkat kepala dan

tertawa ter-bahak2.

“Haaah haah-haabh… kalau kutinjau dari kepandaian

silat yang kau miliki, rupanya tidak berada dibawah

kepandaian silat kelima orang manusia tembaga itu, tetapi

sayang sekali kau tak punya otak dan kurang cerdas, bila

kau sanggup mempertahankan jiwamu pada malam ini, hal

itu sudah merupakan suatu keberuntungan bagimu “

Sambil berkata bersama-sama dengan ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang satu dari arah kiri yang lain

dari sebelah kanan perlahan-lahan menerjang maju

kedepan-

Kawanan jago dari kalangan lurus yang menyaksikan

kejadian itu segera ikut maju pula kedepan untuk

menghadapi segala kemungkinan, tetapi para jago lihay dari

perkumpulan Liok Mao Pang yang mengetahui akan hal itu

segera membentak dan menyerang kedepan-suatu

pertarungan sengit pun segera berkobar dengan ramainya.

Dengan senjata payung sengkala ditangan, keberanlan

serta semangat bertempur dari Lam-kong Pak seketika

berkobar, ia membentak keras dan mengayun senjatanya

menghantam batok kepala Kakek ombak menggulung.

Desiran angin puyuh menderu-deru, cahaya merah

berhamburan diudara… suasana jadi tegang dan

mengerikan sekali.

Kakek ombak menggulung tidak berani menyambut

dengan keras lawan keras, sambil melancarkan sebuah

pukulan buru-buru dia mengundurkan diri kebelakang.

“Blummm…. pasir dan lumpur beterbangan diempat

penjuru, Lam-kong Pak segera menyusul maju kedepantetapi

Kakek ombak menggulung serta ketua dari

perkumpulan Liok Mao Pang segera mengundurkan diri

sejauh satu tombak lebih dari tempat semula.

Lam-kong Pak mengira mereka jeri dan tak berani

melanjutkan pertandingan- ia tutup kembali payung

sengkala itu kemudian menghimpun tenaga dalamnya

sebesar delapan bagian dan melancarkan sebuah pukulan

dengan ilmu Sam Hoo It-ciang-hoat.

= =ooooooooooo= =

SIAPA TAHU baru saja angin pukulannya dilancarkan

kedepan, tiba2 permukaan bumi yang diinjaknya

bergoncang keras. “Aduuuuh celaka….” serunya didalam

hati.

Sebelum dia sempat membuyarkan pukulan untuk

mengundurkan diri, tiba2 dari balik rawa yang berlumpur

muncul sebuah tangan berbulu yang mengerikan sekali,

tangan berbulu itu dengan cepat dan hebat langsung

menyambar payung sengkala yang berada digenggamannya.

Lam-kong Pakamat terperanjat, dengan cepat ia kirim

satu pukulan dahsyat kearah munculnya tangan berbulu itu.

“Bruuuuk….” lumpar dan air kembali beterbangan

memenuhi angkasa.

Melihat payung sengkala tersebut telah berhasil dirampas

oleh tangan berbulu aneh itu, Kakek ombak menggulung

serta ketua dari perkumpulan Liok Mao-pang sama2

tertawa keras. mereka melayang mundur kebelakang sambil

bentakan keras-keras: “Mundur semua”

Dengan cepat kawanan jago lihay dari perkumpulan

Liok Mao-pang sama2 menarik diri dan mundur

kebelakang, tidak selang beberapa saat kemudian ditempat

itu hanya tertinggal Lam-kong Pak serta Sun Han Siang

sekalian belasan jago.

Payung sengkala yang berhasil didapatkan ternyata

lenyap kembali, Lam-kong pak merasa murung bercampur

kesaL yang paling menyedihkan hatinya adalah payung itu

sebetulnya milik salah seorang diantara tiga manusia

tembaga itu, sedang manusia tembaga tersebut berulang kali

telah memberi pertolongan kepadanya, kini bukan saja budi

kebaikannya belum dibalas malahan payung sengkalanya

dihilangkan-

Untuk beberapa saat lamanya karena merasa dongkol dia

hanya bisa berdiri ditepi rawa dengan menjublak kedepan

dan berkata

“cianpwee bersedih hati, menurut dugaanku lengan

berbulu yang muncul dari balik rawa berlumpur itupastilah

merupakan salah satu siasat busuk yang dipersiapkan

sebelumnya oleh Kakek ombak menggulung serta ketua dari

perkumpulan LiokMao-pang. sekarang tentulah payung

sengkala itu sudah jatuh kembali ketangan pihak mereka.”

Lam-kong Pak pun mengetahui babwa dugaan gadis

tersebut tidak salah, walaupun begitu dia menaruh curiga

yang besar terhadap lengan berbulu itu, dia teringat kembali

akan gorilla yang mati terbunuh beberapa waktu berselang.

ketika itu diapun merasa heran

kenapa justru bhnya tangan kirinya saja yang hilang,

mungkinkah tangan berbulu yang berusaha munculkan diri

itu adalah lengan kiri gorilla tersebut??

Tapi apa gunanya lengan binatang berbulu itu?? kalau

ditinjau dari kekuatan lengan berbulu itu jelas kelihatan

bahwa tenaganya sangat luar biasa sekali, walaupun

perampasan terhadap payung sengkala dilakukan dikala

pikirannya bercabang, namun kekuatan yang dipergunakan

lengan berbulu itu memang sangat hebat.

Lalu bagaimana caranya lengan berbulu itu

menyembunyikan diri dibalik rawa2 berlumpur??

Lam-kong Pak merasa tidak habis mengerti, disamping

itu rasa benci seketika menyelimuti benaknya, sambil

meloncat kedepan secara beruntun dia lancarkan tiga

pukulan dahsyat keatas rawa2 itu.

Serangan yang dilancarkan dalam keadaan gusar ini

boleh dibilang telah menggunakan segenap kekuatan

tubuhnya. bisa dibayangkan betapa dahsyatnya serangan

itu.

Lumpur dan pasir seketika muncrat setinggi puluhan

tombak dari atas permukaan, laksana ombak dahsyat

seluruh bumi bergetar, andaikata dibalik lumpur ada

manusia yang menyembunyikan diri, maka orang itu pasti

akan ketahuan tempat persembunyiannya.

Tetapi ketika lumpur telah mereda tiada sesuatu apapun

yang kelihatan, rupanya lengan berbulu itu sudah pergi

jauh, hanya tidak diketahui dari mana ia pergi dan

bagaimana caranya….

Lam-kong Pak jadi gemas sekali, ia loncat naik keatas

daratan dan siap berlalu dari sana. Sun Han Siang serta cu

Hong Hong dengan cepat meloncat kedepan dan

menghadang jalan perginya.

“Tolong tanya siapakah kau??” tanya mereka hampir

berbareng.

“Kakek bersedih hati”

“Apa kah kau mempunyai suatu pengalaman yang

menyedihkan hati sehingga bernama demikian??” tanya cu

Hong Hong.

“sedikitpun tidak salah, kesedihan yang sudah mendarah

daging, seperti pula keadaanmu aku hampir saja rusak

nama hancur badan hanya dikarenakan soal Cinta”

“Nada pembicaraanmu membawa nada anak kecil,

kaupasti bukan seorang kakek yang telah berusia delapan

puluh tahunan” seru Sun Han siang dengan nada curiga.

“oooh… kau keliru besar, tahun ini usia-ku telah

mencapai delapan puluh sembilan tahun, sedang nada

suaraku yang membawa nada kekanak-kanakan hal itu

disebabkan aku sudah melatih ilmuku hingga mencapai

pada puncaknya, maka suara yang tua berubah jadi muda

kembali.”

Habis berkata ia segera meloncat keudara setinggi dua

puluh tombak lebih, ditengah jeritan kaget yang

menyelimuti angkasa tubuhnya tahu-tahu sudah lenyap dari

pandangan-

Dengan tanpa tujuan Lam-kong Pak berlarlan sepanjang

jalan- ia merasa murung dan kesal sekali andaikata ketika

itu ia cepat-cepat berlalu niscaya terhindarlah dirinya dari

musibah tersebut.

Bila payung sengkala yang maha sakti sampai terjatuh

ketangan Kakek ombak menggulung, itu berarti

pembantaian besar dalam dunia persilatan sudah hampir

menjelang tiba.

Ia merasa amat bersalah sekali terhadap ketiga orang

manusia tembaga itu, perduli mereka adalah ayahnya atau

gurunya, paling sedikit mereka semua pernah melepaskan

hudi serta memberi pertolongan kepadanya..

Didalam sedihnya tanpa terasa ia teringat kembali akan

ciu It Boen serta Liu Hui Yan yang mati seCara

mengenaskan, tanpa terasa ia bergerak menuju kearah

tanah pekuburan mereka,

Ketika ia mencapai jarak kurang lebih satu lie dari

termpat tujuan- tiba2 dari atah kuburan berkumandang

datang jeritan ngeri yang menyayatkan hati. suara itu

muncul dari mulut seorang gadis yang rupanya sudah

berada diambang kematian.

Lam-kong Pak merasa amat terkejut. buru2 ia meluncur

kearah mana berasalnya suara

Tampaklah didepan kuburan berbaringlah seorang gadis

muda yang raut wajahnya telah hancur sama sekali, gadis

itu bukan lain adalah ciu cien cien yang mukanya sudah

rusak oleh air keras.

Pada waktu itu ia menggeletak dalam keadaan telanjang

bulat, bagian alat kelaminnya sudah hancur sama sekali,

dadanya terbekas sebuah Cakar kuku yang besar dan

panjang sekali, tulang dadanya hancur dan nyawanya sudah

melayang.

Jelas sebelum menemui ajalnya gadis she- ciu itu telah

diperkosa lebih dahulu kemudian baru dicakar sampai mati,

ditinjau dari cakar yang ditinggalkan tidak mungkin kalau

perbuatan itu dilakukan oleh tangan manusia.

Mungkinkah ia diperkosa oleh binatang buas kemudian

dicakar sampai mati? tapi tak mungkin hal itu bisa terjadi,

peristiwa itu tak masuk diakaL… binatang buas hanya tahu

menerkam mangsanya untuk dilahap dan tiada binatang

buas yang pandai memperkosa manusia kecuaii binatang itu

adalah sebangsa monyet atau gorilla yang sudah mengerti

akan sifat kemanusiaanTanpa

terasa Lam-kong pak terbayang kembali akan

tangan berbulu yang muncul dari balik rawa berlumpur, ia

mulai termenung dan berpikir mungkinkah bekas cakar

yang besar dan memanjang ini ada hubungannya deengan

tangan berbulu itu??

Menyaksikan kematian dari gadis itu tanpa terasa air

mata jatuh bercucuran membasahi wajah pemuda itu. ciu

cien Cien adalah gadis yang pertama-tama dicintai olehnya,

sungguh tak njana semasa hidupnya banyak kejadian

mengenaskan yang diaalami dan akhirnya mati pula dalam

keadaan yang mengerikan-

Tiba2. ia temukan beberapa buah bekas telapak kaki

yang samar, telapak itu ditinggalkan belum lama berselang

dan ternyata telapak kaki manusia, bukan monyet sebangsa

gorilla seperti apa yang dibayangkan semula.

Lam-kong Pakjadi tidak habis mengerti, bila perbuatan

itu dilakukan oleh manusia kenapa dia memiliki cakar yang

begitu besar?? mungkinkah setelah manusia itu melakukan

perkosaan, kemudian ia memerintahkan sebangsa monyet

untuk membinasakan dirinya??

Tetapi dikolong langit dewasa ini, ia tidak pernah

mendengar ada orang yang lihay dengan memelihara

sebangsa monyet.

Dengan perasaan sedih Lam-kong Pak segera menggali

kuburan dan mengebumikan jenasah dari ciu cien cien satu

liang dengan dua orang gadis pertama, disana dia mengukir

nama pula dibatu nisan.

Rasa malu, menyesaL dendam, benci danama rah

berkecamuk dalam hati pemuda ini, dia bersumpah hendak

menuntut balas, dia hendak menemukan jejak pembunuh

itu serta membalas dendam bagi kematian ciu cien- cien

yang mengenaskan itu.

Tujuannya sekarang adalah berangkat menuju kemarkas

besar perkumpulan Liok Mao-pang, ia menduga

kemungkinan besar senjata payung sengkala itu berada

ditangan gembong2 iblis dari perkumpulan itu. ia berusaha

hendak mencurinya kembali agar tidak sampai me-nyia2kan

pengharapan bagi ketiga orang manusia tembaga.

Hari kedua ketika kentongan keempat baru menjelang

tiba. ia telah tiba disekitar markas besar perkumpulan Liok

Mao-pang, diam2 pemuda itu merasa terperanjat setelah

memeriksa sejenak keadaan disekeliling tempat itu. dia lihat

penjagaan disitu ketat sekali, dan sebelumnya belum pernah

dijumpai,jelas bila dia ingin menyusup masuk kedalam

maka satu2nya jalan adalah membinasakan lebih dahulu

beberapa orang penjaga.

Disuatu tempat yang sunyi dan tersembunyi. sianak

mudaitu melepaskan pakaian tembaganya dan dibungkus

kemudian diikat diatas punggung, dengan keadaan

demikian ia merasa gerak-geriknya jauh lebih leluasa,

lagipula dalam melakukan perjalanan sama sekali tidak

menimbulkan sedikit suara pun-

Dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya yang

amat sempurna, bagaikan sukma gentayangan ia berkelebat

maju kedepan dalam sekali gebrakan pemuda itu berhasil

meringkus sibangku besi oh Sak Kay serta Golok tanpa

tandingan Hong Gan-

Setelah melepaskan pakaian tembaganya. ia merasa

seluruh tubuh jadi enteng seperti kapas, pergi datangnya

ringan melebihi hembusan angin- Setelah berhasil

meringkus dua orang jago lihay itu dia langsung berkelebat

menuju kearah bangunan loteng di tengah markas.

Ditempat itu dia tidak temukan jejak dari Kakek ombak

menggulung maupUn ketua dari perkumpulan Liok Maopang,

maka dengan cepat ia bergerak menuju Keruang besar

ditengah markas besar.

Dalam ruang besar itupun ia tidak menemukan sesosok

bayangan manusiapun kecuali penjagaan disana yang amat

ketat.

Tidak lama kemudian sampailah Lam-kong Pak ditengah

sebuah hutan bambu yang lebat, dibalik pepohonan tadi

tampak tiga buah bangunan berdiri dengan megahnya

diantara tiga bangunan tadi sorot cahaya lampu memancar

keluar dari bangunan sebelah tengah.

Dengan suatu gerakan yang manis ia berhasil menyusup

kebawah jendela bangunan tersebut, setelah melubangi

kertas jendela pemuda itu mengintip kedalam.

Bila tidak melihat mungkin keadaan masih mendingan,

dengan cepat pemuda itu berseru keheranan, bulu kuduknya

tampak pada bangun berdiri semua…..

Kiranya ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang sedang

duduk didepan meja sedang menyisiri rambut hijaunya

yang panjang, setelah itu dengan pergunakan sepasang

tangannya ia memegang kepala sendiri lalu dicopot dari

atas tenggorokan dan diletakkan diatas meja.

Hampir saja Lam-kong Pak menjerit kaget karena tak

kuat menahan diri. sudah banyak cerita setan yang pernah

didengar olehnya tetapi sebagai orang Bu-lim ia tak mau

mempercayainya. Tetapi apa yang terlihat didepan mata

merupakan suatu kenyataan yang tak bisa di bantah, ketua

dari perkumpulan Liok mao-pang benar2 telah mencopot

batok kepala sendiri dan kemungkinan meletakkannya di

atas meja, sementara sisirnya masih menyisiri rambutnya

dengan tenang.

Darah dan daging bekas bacokan nampak mengerikan

sekali diantara bekas lukanya di atas tenggorokan, namun

luka itu rata bagaikan dibacok dengan pisau.

Ditengah malam buta ditengah hutan bambu yang sunyi

dengan mata kepala sendiri melihat seorang manusia tanpa

kepala menyisir rambut, bagi orang yang bernyali kecil

tentu akan mati karena ketakutan.

Mungkinkah ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang

adalah setan?? kalau tidak kenapa rambut hijaunya

mencapai kepanjangan beberapa depa?? kalau dia bukan

setan, kenapa batok kepalanya bisa dicopot dan diletakkan

di meja?? yang paling mengerikan bagi Lam-kong Pak

adalah sepasang biji matanya masih tetap mengerling

kesana kemari dengan sorot mata tajam itu,…benar2

membuat orang hampir semaput.

Mungkinkah dia memiliki ilmu hitam, kalau benar

demikian mengapa selama ini tak pernah ia pergunakan

ilmu sihirnya itu.

Sementara pemuda Lam-kong masih tercekam oleh

ketakutan dan peluh dingin membasahi seluruh tubuhnya,

Liok Mao Pangcu sudah bangkit berdiri dan berjalan hilir

mudik dalam ruangan itu.

Manusia tanpa kepala bisa berjalan hilir mudik dalam

kamar, peristiwa ini benar- benar luar biasa sekali.

Tiba-tiba ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu

menghentikan langkahnya seakan- akan teringat akan suatu

masalah besar cepat-cepat ia sembunyikan batok kepalanya

kemudian membuka jendela dan melayang keluar.

Lam-kong Pak ada maksud untuk melakukan

pengejaran, mendadak satu ingatan berkelebat dalam

benaknya, ia berpikir :

“Kenapa aku tidak curi saja batok kepalanya?? akan

kulihat sebenarnya dia adalah seorang manusia atau setan

??”

Pertama-tama ia melayang lebih dahulu kebelakang

bangunan itu, setelah melihat ketua dari perkumpulan Liok

Mao-pang meloncat keluar dari tembok pekarangan dan

berlalu dari markas, tanpa ragu2 lagi pemuda itu segera

meloncat masuk kedalam ruangan, dari bawah

pembaringan dia ambil batok kepala tadi, sementara

jantungnya merasa berdebar keras.

Tanpa diperhatikan lagi dia meluncur keluar dari markas

besar perkumpulan Bulu hijau dan menuju kearah utara, dia

ingin menyaksikan lebih jauh kemana perginya ketua dari

perkumpulan Liok-mao-pang itu.

Tetapi walaupun sudah dikejar sejauh puluhan li

bayangan tubuhnya belum nampak juga, akhirnya dia

berhenti dan memperhatikan batok kepala itu dengan

seksama. Dengan cepat pemuda itu tertawa terbahak-bahak

karena kegelian.

Ternyata batok kepala itu adalah sebuah batok kepala

palsu, bukan saja rambut hijaunya palsu sepasang biji mata

itupun palsu. rupanya biji mata itu bisa bergoyang karena

dihubungkan satu sama lainnya dengan kawat besi.

Sekarang Lam-kong Pak baru memahami apa yang

sebetulnya telah terjadi, rupanya batok kepala dari ketua

perkumpulan Liok-mao-pang itu disembunyikan dibalik

bajunya, atau dengan perkataan lain bekas bacokan diatas

lehernya itu bukan lain adalah barang bikinan belaka.

Ditinjau dari hal ini bisa ditarik kesimpulan bahwa

Kakek ombak menggulung sendiripun belum tentu pernah

menyaksikan raut wajah yang sebenarnya dari Liok Maopangcu

itu.

Ketua dari perkumpulan Liok Mao-pang itu saling

menyebut guru dan murid dengan Kakek ombak

menggulung, tetapi Naga pengasingan cu Hong Hong serta

Sun Han Siang sekalian jago lihay tak seorangpun yang

mengetahui asal-usul sebenarnya dari Liok Mao-pangcu itu,

sekalipun mengetahui sedikit itupun tidak pasti. hal ini jelas

merupakan suatu hal yang tidak mungkin terjadi.

Dalam hati Lam-kong Pak merasa yakin bahwa

pengangkatan guru oleh Liok Mao-pangcu terhadap Kakek

ombak menggulung pasti dilakukan pada saat belakangan

ini, tidak mungkin pengangkatan guru itu dilakukan sejak

dahulu kala, atau dengan perkataan lain seharusnya para

jago dari kalangan Putih mengetahui siapakah sebenarnya

ketua dari perkumpulan bulu hijau itu.

Lam-kong Pak tertawa dingin, ia hendak

menghancurkan batok kepala palsu itu tiba2 satu ingatan

berkelebat dalam benaknya.

Kenapa tidak kuserahkan saja batok kepala palsu ini

untuk cu Hong Hong…? mungkin Sekali dengan

perbuatanku ini malah membantu dirinya untuk

mengetahui siapakah dia sebenarnya? karena dia toh pernah

berkata kepada ketua dari perkumpulan Liok Mao-pang itu

bahwa dia mengetahui siapakah dirinya.

la segera bertukar pakaian tembaga dan membungkus

batok kepala palsu itu didalam buntalannya.

Setelah melakukan perjalanan sejauh beberapa puluh li,

fajar telah menyingsing, ia segera berhenti untuk

beristirahat sambil mengisi perut.

Tiba2 terdengar suara langkah kaki manusia

berkumandang datang, tampaklah Sun Han siang sekalian

bermunculan dari kejauhan dan bergerak menuju

kearahnya.

Dalam rombongan itu tampak cu Hong Hong serta cu Li

Yap melakukan perjalanan bersama, sedang sisanya

mengikuti dibelakang Sun Han Siang. Ketika tiba disuatu

tempat datar terdengar Sun Han Siang berkata

“Mari kita bersantapan dahulu ditempat ini selama

beberapa hari ini kita terus menerus mencari jejak beberapa

orang manusia tembaga itu, aku rasa kalian semua tentu

sudah Cukup lelah bukan…”,

Maka para jagopun duduk sambil mengelilingi Sun Han

siang, hanya cu Hong Hong serta cu Li Yap dua orang yang

memisahkan diri dari rombongan dan duduk disudut yang

lain-

“lbu” terdengar cu Li Yap berkata, ” mari kita duduk

kesana, sekarang seharusnya kita bersatu padu untuk

menghadapi musuh tangguh dari dunia persilatan”

“Hmm” cu Hong Hong mendengus, kepada Sun Han

Siang dia berseru, “Sun Han siang, budi dan dendam

lampau tak usah kita bicarakan, setelah putramu lenyap tak

berbekas bagaimana tindakanmu terhadap putriku ini??..”

“Putraku lenyap toh bukan berarti dia sudah mati,

putrimu saja tidak gelisah kenapa kau gelisah lebih dahulu?

tidak aneh kalau kau tidak mampu menjaga suami

sendiri….”

cu Hong Hong jadi naik pitam setelah mendengar

perkataan itu, dia loncat bangun sambil teriaknya:

“Sun Han Siang, kau perempuan lonte yang pandainya

merebut lelaki orang, ayoh enyah dari sini”

Sejak Lam-kong Pak lenyap tak berbekas, tabiat Sun Han

Siang boleh dibilang berubah jadi jelek sekali, Iapun ikut

bangkit berdiri. serunya dengan suara dingin:

“Siapakah yang suka merebut lelaki orang, setiap

manusia dikolong langit telah mengetahuinya, kau ucapkan

kata2 semaCam itu bukankah berarti ditujukan pada diri

sendiri?? haaah…haaah…haaah…. suatu lelucon yang

menggelikan sekali”

cu Hong Hong semakin gusar, sambil membentak keras

ia segera menerjang kedepan.

“Blaaam…” kedua belah pihak saling beradu pukulan

satu kali dan masing2 orang terpukul mundur satu langkah

kebelakang,

Menyaksikan dua orang jago itu saling bertempur, Pek-li

Gong segera meloncat maju kedepan dan terjun kedalam

gelanggang, sambil berdiri diantara kedua orang itu

serunya:

“Kalian semua tidak ada yang rebut lelaki orang,

bagaimana kalau aku Pek-li Gong yang suka rebut lelaki

orang?? sekarang kita sedang menghadapi musuh yang amat

tangguh, kenapa kalian musti saling bunuh membunuh

hanya disebabkan urusan kecil yang telah berlalu?

tindakanmu semacam ini dihadapan kaum muda apakah

tidak merasa memalukan sekali??”

Mendengar perkataan itu, beberapa orang gadis muda

tadi segera tertawa ter-bahak2.

cu Hong Hong jadi makin kalap. bentaknya: “Pek-li

Gong, kau Cepat menyingkir dari sini”

“Kalau aku tidak menyingkir??”

“Jangan salahkan kalau aku akan berbuat keji dan

melakukan serangan maut terhadap dirimu”

“Baiklah. aku memang sudah bosan hid up,

hadiahkanlah sebuah pukulan untukku”

“sebetulnya kau hendak menyingkir tidak??”

Menyaksikan keadaan yang begitu kritis. Lam-kong Pak

dirinya harus segera munculkan diri.

Sambil meloncat keluar dari tempat persembunyiam ia

berseru dengan suara berat:

“Sejak perkumpulan Liok Mao Pang berhasil merebut

payung sengkala. bencana besar telah mengancam seluruh

dUnia persilatan- kalian berdUa bukannya bekerja sama

untuk menghadapi musuh, kenapa karena urusan kecil yang

sepele harus bertengkar sendiri? apakah kalian tidak merasa

bahwa perbuatanmu itu menggelikan??”

“Siapakah kau??” tegur cu Hong Hong.

“Kakek bersedih hati”

Kembali kakek bersedih hati, para jago berdiri tertegun

dan memperhatikan manusia tembaga itu lebih tajam.

“Apakah kau adalah manusia tembaga yang berhasil

merampas payung sengkala kemudian kehilangan kembali

itu?” tanya cu Hong Hong.

“sedikitpun tidak salah”

“Dari mana kau bisa tahu kalau pihak perkumpulan

Liok-mao-pang yang berhasil merampas benda mustika

itu?”

“Itu hari seCara beruntun kakek ombak menggulung

tidak berani menerima seranganku dan mundur seCara

berulang kali, ketika aku berhenti tepat diatas tangan

berbulu itu ia tidak mundur lagi dan disitulah payung

sengkala itu kena dirampas, hal ini jelas sekali

menunjukkan bahwa peristiwa itu merupakan siasat busuk

dari kakek ombak menggulung, lagi pula mereka segera

melarikan diri tanpa ada maksud untuk memeriksa tangan

berbulu dalam lumpur, hal ini semakin membuktikan

bahwa tangan berbulu merupakan satu komplotan dengan

dirinya”

“Dugaanmu itu memang masuk diakal, tetapi apakah

kau mengetahui siapakah dua orang manusia tembaga yang

lain ??”

“Maaf bila aku tak dapat menjawab pertanyaan ini, tetapi

aku dapat beritahu kepada kalian bahwa kedua orang

manusia tembaga itu juga merupakan jago-jago lihay dari

golongan putih, siapapun tak akan menduga kedudukan

mereka yang sebenarnya. . . .”

Pemuda itu berhenti sebentar, setelah tarik napas

panjang-panjang katanya kembali, “Saudara cu, aku lihat

rupanya kau mengetabui akan asal-usul yang sebenarnya

dari Liok Mao Pangcu, dapatkah kau memberi keterangan

kepadaku??”

“Aaaah itu hanya suatu dugaan belaka, sekarang rasanya

terlalu pagi untuk diucapkan keluar….”

“Baiklah aku hendak memperingatkan akan sesuatu yang

penting kepada kalian semua, mulai sekarang terutama

sekali para gadis muda harus waspada dan lebih berhati-hati

dalam setiap tindakan, baru ini didalam dunia persilatan

telah muncul seorang mahluk aneh yang misterius sekali,

perbuatannya amat keji… sering kali dia memperkosa kaum

gadis muda kemudian membunuhnya seCara kejam. aku

harap kalian semua lebih waspada dalam tindak tanduk….”

Habis berkata dia melemparkan batok kepala palsu itu

kearah cu Hong Hong sambil serunya:

“Mungkin benda ini bisa membantu dirimu untuk

menduga kedudukan serta asal-usul yang sebenarnya dari

ketua perkumpulan Liok Mao Pang. Nah sampai jumpa….”

Habis berkata dia segera berkelebat dan berlalu dari tempat

itu.

Dari arah belakang terdengar jeritan kaget

berkumandang memeCahkan kesunyian, rupanya cu Hong

Hong telah membuka buntalan itu serta menemukan kalau

isinya merupakan kepala palsu.

Beberapa lie sudah dilewatkan dengan Cepat, tiba2

jeritan ngeri yang menyayatkan hati berkumandang dari

seratus tombak dihadapannya. suara itu jelas berasal dari

mulut seorang gadis.

Lam-kong Pak mengira suara jeritan itu berasal dari Yu

Tien- cu Li Yap atau Pek-li Hiang, tetapi setelah

membedakan arah berasalnya suara itu dia merasa suara itu

muncul dari arah depan, bukan begitu saja dia pun merasa

ketiga orang gadis itu tak mungkin akan menjumpai mara

bahaya, sebab mereka berada bersama Sun Han Siang

sekalian para jago.

Dengan Cepat dia memburu kearah berasalnya suara itu,

tampaklah Siauw Hong dalam keadaan telanjang bulat

menggeletak di atas batu, alat kelaminnya robekk dan

hancur darah kental masih mengucur keluar tiada hentinya

dari tempat itu. tulang dadanya hancur dan sebuah bekas

Cakar yang besar dan panjang membekas diatas dadanya.

Siauw Hong sudah seringkali melakukan kejahatan,

sekali pun mati boleh dibilang itulah hukuman yang

setimpal baginya, tetapi Cara sang pembunuh membereskan

jiwanya betul-betul kejam dan tiada berperikemanusiaan,

bukan saja diperkosa lebih dulu bahkan tulang dadanya

hancur dan meninggalkan bekas cakar yang panjang.

Manusia atau binatangkah pembunuh itu ??

Lam-kong Pak melocat naik sebuah pohon dan

melakukan pemeriksaan disekeliling tempat itu, tetapi

apapun tak terlihat olehnya kecuali kesunyian serta

keheningan yang mencekam seluruh jagat.

Hatinya terasa semakin terkejut bercampur tercekat,

seandainya Perbuatan itu dilakukan oleh manusia maka

bisa ditarik kesimpulan ilmu meringankan tubuh yang

dimiliki orang ini lihay sekali, sebaliknya kalau di-akukan

binatang buas maka binatang itu pastilah binatang ajaib

yang langka sekali.

Setelah meloncat turun dari atas pohon, ia menggali

sebuah liang dan mengubur jenasah Siau Hong yang

mengerikan itu. kemudian sambil duduk diatas sebuah batu

ia termanggu-manggu, sekarang ia tak dapat bertemu

dengan ibunya walaupun telah saling berjumpa, ia

membayangkan kembali ayahnya yang telah lenyap dan

tidak diketahui jejaknya itu. terbayang pula kesalahan

paham yang sudah terjadi antara dia dengan tiga orang

gadis yang telah mengikat janji sehidup semati dengan

dirinya.,..

Tetapi kesemuanya itu peristiwa lenyapnya payung

sengkala merupakan persoalan yang paling menggemaskan

hatinya. karena masalah itu hatinya jadi tak tenang walau

hanya sedetikpun.

Mendadak selembar kertas melayang jatuh dari atas

angkasa, bagaikan kupu2 yang amat besar kertas tadi

kebetulan sekali terjatuh tepat dihadapan Lam-kong Pak.

Pemuda itu segera memungut kertas tadi dan membaca

isinya, terbaca olehnya surat itu berbunyi demikian.

“Atas berkah Thian serta firman dari Pangcu, mulai saat

ini perkumpulan Liok-Mao Pang dirubah namanya menjadi

perkumpulan “Kun-Tun-Kau” atau ombak menggulung,

dan akan diresmikan pembukaannya pada tanggal lima

bulan lima pada tengah hari, barang siapa yang merasa satu

golongan serta satu tujuan dengan kita dipersilahkan ikut

serta didalam upacara peresmian itu bagi mereka yang tak

mau menggabungkan diri dengan perkumpulan kami

semuanya akan diusir keluar dari wilayah Tlong-goan,

perkumpulan kami telah menyiapkan be-ratus2 meja

perjamuan serta atraksi untuk dinikmati bersama dengan

kalian kawan setujuan, jika ada pengacau yang hendak

bikin keonaran ketika itu, kamipun telah menyiapkan beratus2

liang kubur siap untuk mengebumikan

jenasahnya…harap yang mengetahui maklum adanya….”

Membaca tulisan itu tanpa terasa Lam-kong Pak angkat

kepala dan tertawa ter-bahak2.

“Haaah…haaah…haaah-.. lagaknya sungguh besar sekali

macam surat firman dari kaisar saja .. sungguh menggelikan

sekali….”

Meskipun nada surat itu terlalu jumawa dan tekebur,

namun Lam-kong Pak mengagumi juga akan kelihayan

gerakan tubuh yang dimiliki sang penyebar surat undangan

itu.

Lagipula Payung sengkala telah terjatuh ke tangan Kakek

ombak Menggulung, kalau ditinjau keadaan sesungguhnya

sampai detik itu boleh dibilang ia memang lihay sekali dan

sukar dicarikan tandingannya.

Tiga hari kemudian Lam-kong Pak telah datang kembali

kepusara ciu It Bun, Liu Hui Yan dan ciu cien cien untuk

bersiarah menghadapi gundukan tanah liar yang penuh

dengan rumput, sianak muda itu hanya bisa memandang

awan diangkasa sambil merenungkan kembali semua

kenangan yang pernah berlangsung dimasa lampau.

Ia menghela napas panjang. terasa olehnya bahwa

kematian gadis-gadis itu sebagian besar adalah karena

perbuatannya. meskipun Pak-jin bukan aku yang bunuh,

tapi Pak-jin mati lantaranaku.

Dari tempat kejauhan terdengar suara hiruk pikuk

berkumandang memeCahkan kesunyian, salah seorang

yang sedang berbicara ternyata adalah ciu Li Yap.

“Enci berdua, mari kita Cari tempat untuk beristirahat,

bagaimana kalau kita sekalian makan rangsum?”.

“Adik Yap. apakah engkau ingin makan rangsum yang

kita bawa?” suara Pek-li Hiang berkumandang .

“Masa sudah tidak ada lagi?”

“Heeeehh-heeeeh-heeehh.,… coba bayangkan saja siapa

yang membawa kantong rangsum kering itu….?” jengek

Pek-li Hiang sambil tertawa dingin tiada hentinya.

Lam-kong Pak segera berkelebat menyembunyikan diri

keatas sebuah pohon besar, ketika ia menengok kebawah

tampaklah kantong rangsum yang dibawa Malaikat raksasa

Loo Liang-jen telah kosong melompong, sementara tiga

orang dara cantik mengikuti dibelakangnya.

Sementara itu, ketika cu Li-yap melihat kantong

rangsumnya telah kosong, dengan gusar ia segera menegur:

“Loo tua, kemana larinya rangsum kering itu?”

“Aduuuh…maaf nona…. rangsum…. rangsum kering itu

sudah berpindah semua kedalam perutku, padahal…paa…

padahal…” rengek Loo Liang-jan dengan muka masam.

“Padahal kenapa? engkau memang dasarnya gentong

nasi… sekali gentong nasi selamanya tetap gentong nasi”

“Padahal aku cuma setengah kenyang belaka, waah ..

selama aku Loo-tua mengikuti nona bertiga, setiap hari

musti menahan lapar.. belum pernah aku merasa kenyang

barang satu haripun. . . aaai teringat ketika Lam-kong sauya

masih berada bersama aku, oooh betapa nikmatnya aku

Loo-tua, setiap hari aku selalu kenyang dan puas.., aku

masih ingat ada satu kali dia pernah mencukongi aku

makan Liang-jen Loo ..nyaamm…nyaaamm,..aduuuh

lezatnya”

“Hmm kenapa engkau ungkap tentang dirinya lagi?”

tegur cu Li Yap dengan suara dalam. ” kami sudi bertemu

dengan dirinya lagi?”

Lam-kong Pak yang mendengar pembicaraan itu diam2

menghela napas sedih, sementara ia hendak berlalu

mendadak terdengar Yu Tien berkata:

“Adik berdua tak usah menyalahkan dirinya, ia memang

berkekuatan besar dengan daya makanan yang

mengejutkan, tentu saja tak bisa dibandingkan dengan

keadaan kita, selama dia ikut Lam-kong Pak memang tak

pernah menderita, tentang soal ini aku tahu jelas,

sedangkan mengenai adik Pak…dia….”

Berbicara sampai disini ia berhenti sebentar, lalu dengan

terbata2 sambungnya lebih jauh: “Aku perCaya ia tak akan

melakukan perbuatan terkutuk yang memalukan seperti itu”

cu Li Yap segera mendengus dingin.

“Hmmm lalu apakah kita yang memfitnah dirinya?” ia

berseru, “Siau-hong toh tiada hubungan sakit hati apapun

dengan dirinya”

“Berdiri sebagai seorang perempuan- sebenarnya tidaklah

pantas bagi enci untuk merendahkan derajat kaum wanita.

tapipada umumnya perkataan seorang wanita memang tak

boleh diperCaya dengan begitu saja, oleh sebab itulah para

pujangga pernah berkata: ^wanita dan manusia rendahlah

yang sukar diperCayai. siapa tahu kalau siau-hong memang

sengaja mengaco-belo serta menfitnah diri adik Pak?”

= =000000= =

PEK LI HIANG membungkam dalam seribu bahasa.

SedangKan cu Li Yap kembali mendengus dingin dan

berkata:

“Dugaan semacam itu sama sekali tak ada dasarnya, kita

tak boleh menilai atau menodai akhlak siau-hong secara

sembarangan, kita tak boleh menduga yang bukan2

terhadap perbuatan gadis itu dan sebaliknya malah

mempercayai perkataan dari Lam-kong Pak?”

Mendadak sesosok bayangan manusia berkelebat lewat.,

setibanya ditengah kalangan orang itu segera berkata:

“Kalian keliru besar didalam kenyataan dalam peristiwa

tersebut memang Siau-hong lah yang sudah berbicara tidak

karuan serta menodai nama baik Lam-kong Pak. dalam hal

ini siau-te bersedia menjadi saksi”

orang yang baru datang bukan lain adalah Liu Hau

Siang, ia merasa berterima kasih kepada Lam-kong Pak

karena beberapa kali jiwanya diselamatkan. karena itu

sesudah mengetahui tentang pembicaraan beberapa orang

gadis itu secara kebetulan. ia segera menampilkan diri

untuk mencuci bersih fitnahan yang dilontarkan keatas

tubuh Lam-kong Pak itu.

“Oooh…. kiranya Liu tayhiap yang datang.” kata cu Li

Yap. “apakah perkataan dari Liu tayhiap itu didasarkan

bukti-bukti yang sangat kuat ?”

Dengan wajah tersipu-sipu karena malu, Liu Hau Siang

menhela napas panjang.

“Aaaii didalam kenyataan bukan saja Lam-kong pak

menjadi korbannya, aku orang she liupun sudah merasakan

akibat dari perbuatan yang terkutuk itu”

Maka sianak muda itupun segera berCerita bagaimana

ciu cien cien membinasakan Liu Hui Yan dan secara

kebetulan diketahui oleh Lam-kong pak dengan

memperhubungi siau Hong berulang kali mencelakai

pemuda Lam-kong dengan mencekoki obat pemabuk dan

obat perangsang kepadanya, maka sesudah bertemu muka

pemuda itu berhasrat membinasakan dirinya,

Siapa tahu gadis itu berteriak minta tolong, kebetulan

tiga nona lewat disana, maka Siau Hong segera berfitnah

Lam-kong Pak dengan mengatakanya hendak memperkosa

dirinya hingga akhirnya terjadilah kesalah pahaman itu.

Mendengar penjelasan tersebut. ketiga orang gadis itu

merasa amat terperanjat, paras muka mereka berubah hebat

dan air mata bercucuran membasahi pipinya.

Sekarang mereka baru menyesal atas perbuatan mereka

yang sudah dilakukan atas diri Lam-kong Pak, sikap yang

sangat keterlaluan itu sudah tentu tak dapat diterima oleh

sang pemuda yang berwatak keras itu.

Akhirnya ketiga orang dara muda itu menangis terisak

karena sedihnya yang bukan kepalang….

“Nona bertiga tak usah bersedih hati.” hibur Liu Hau

Siang, “beberapa hari berselang aku orang she Liu pernah

berjumpa muka dengan Lam kong-heng, bukan saja ia sehat

wal’afiat bahkan tenaga dalamnya telah memperoleh

kemajuan yang amat pesat”

“Bolehkah aku mengetahui dengan cara apakah Liu

tayhiap bisa terperangkap. dan apa pula yang terjadi atas

dirimu?” tanya Yu Tien beberapa saat kemudian.

“Ini…ini… aku sudah dicekoki obat perangsang

sehingga…sehingga….”

Tiga orang gadis muda itu bukan gadis yang bodoh,

tentu saja mereka tahu apa yang dimaksudkan, sesudah

dipikir kembali mereka segera menyadari bahwa Siau Hong

benar2 bukan seorang manusia baik, gadis2 itu jadi

mendongkol dan menggertak gigi tiada hentinya karena

marah bercampur benci.

Setelah Liu Hau Siang berpamitan dan berlalu dari sana,

tiga orang gadis itu saling menggerutu dan mengeluh tiada

hentinya. Beberapa saat kemudian, Yu Tien berkata:

“Sekarang kita tak usah saling menggerutu dan

menyalahkan, siapapun diantara kita tak ada yang salah,

kalau mau mencari yang salah maka orang itu bukan lain

adalah Siau Hong perempuan rendah itu, satu2nya

perbuatan yang harus segera kita lakukan adalah mencari

jejak adik Pak”

“Beberapa hari terakhir ini dalam dunia persilatan secara

beruntun telah terjadi beberapa kali peristiwa besar, tapi ia

tak pernah memunculkan diri….” kata Pek-li Hiang, “aku

rasa mungkin perasaan hatinya sudah tawar dan mulai

sekarang sulitlah bagi kita untuk berjumpa kembali dengan

dirinya”

“Begini saja” kata cu Li Yap kemudian, “kita berempat

dibagi menjadi dua rombong an, aku dan adik Hiang satu

rombongan melakukan pengusutan kearah timur menuju ke

selatan, sedang enci Yu dan Loo-tua mencari dari arah

barat menuju keutara, perduli ada atau tidak jejaknya besok

malam kita harus mengumpulkan kembali disini,

bagaimana pendapat kalian?”

Lam-kong Pak yang mendengar pembicaraan itu merasa

sangat terharu, tapi ketika ia terbayang kembali peristiwa

yang terjadi hari itu, dalam hati segera berpikir:

“Akan kusuruh kalian ribut dan kepayahan lebih dahulu,

daripada lain kali sedikit2 lantas ngambek dan marah”

Empat orang itu telah terbagi jadi dua rombongan dan

berlalu dari situ, Lam-kong Pak segera loncat turun dari

atas pohon, sementara ia masih mempertimbangkan akan

mengejar rombongan yang mana, mendadak terdengar

suara bentakan keras berkumandang tidak jauh dari sana.

jelas suara bentakan itu berasal dari Loo Liang-jen-

Sianak muda itu sadar bahwa mereka pasti telah bertemu

dengan musuh tangguh. ia tak berani berayal lagi, sambil

enjotnya badan laksaca kilat ia meluncur kearah mana

berasalnya suara tadi.

Jeritan ngeri yang memilukan hati bergema kembali

diangkasa, memecahkan kesunyian yang mencekam hutan

belantara itu, Lam-kong Pak tercekat hatinya, ia percepat

gerakan tubuhnya menyusul kearah mana terjadinya

peristiwa itu.

Sesosok manusia berbentuk aneh sedang menghajar Loo

Liang-jan hingga tergetar mundur tujuh delapan langkah

kebelakang, kemudian dengan suatu gerakan yang terkutuk

mencengkeram dada Yu Tien-

Sekarang Lam-kong Pak dapat melihat jelas bentuk

badan manusia itu dari atas kepala sampai kekaki, orang itu

membungkus tubuhnya dengan kain hijau, dari balik ujUng

baju sebelah kirinya muncul suatu cakar berbulu yang besar

dan mengerikan.

pemuda itu segera sadar babwa makhluk aneh inilah

yang secara beruntun telah memperkosa dan membunuh

beberapa orang gadis muda, ia segera membentak keras dan

menerjang kedepan-

Rupanya makhluk aneh itu merasa segan dan takut

terhadap Lam-kong Pak, ketika menyaksikan datangnya

terjangan itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia putar

badan dan melenyapkan diri dibalikpepokonan yang lebat.

Terihatlah tulang dada Yu Tien remuk dan hancur tak

keruan, kematiannya mengenaskan sekali, Loo Liang-jan

berdiri menjublak ditempat semula, air mata sebesar kacang

kedelai mengalir keluar tiada hentinya membasahi pipi dan

bajunya.

Lam-kong Pak menggertak gigi menahan golakan hawa

amarah dalam dadanya, sepasang mata berubah merah

membara, tubuhnya sedikit gemetar dan napsu membunuh

menyelimuti seluruh wajahnya, ia tak menyangka kalau

kehidupan Yu Tien bakal diakhiri dengan keadaan yang

demikian mengerikan.

“Sreeet.. Sreeet…” dua sosok bayangan manusia

meluncur masuk kedalam gelanggang, mereka adalah Pek-li

Hiang dan cu Li Yap yang berlalu jauh, ketika mendengar

jeritan ngeri itu mereka segera menyusul kembali.

Ketika dua orang gadis itu menyaksikan seorang

manusia tembaga berdiri disamping Yu Tien dan melihat

pula gadis she Yu itu mati dalam keadaan mengenaskan,

mereka segera mengira manusia tembaga itulah yang sudab

turun tangan, hawa amarah berkobar dalam benaknya.

Dua orang gadis itu membentak keras, mereka ber-sama2

melancarkan satu pukulan dahsyat kearah dada Lam-kong

Pak.

Tenaga dalam yang dimiliki dua orang gadis itu luar

biasa sekali, Pek-li Hiang pernah salah makan buah merah,

sedang cu Li Yap menguasai ilmu sakti dari Payung

sengkala. gabungan tenaga dari kedua orang ini bisa

dibayangkan betapa dahsyatnya.

Lam-kong Pak mendengus dingin, dengan mengerahkan

tujuh bagian tenaga dalamnya ia dorong telapaknya

kemuka untuk menyambut datangnya ancaman tersebut.

“Blaaam…” benturan keras mengakibatkan suara ledakan

yang memekikkan telinga, dua orang gadis itu terdorong

mundur sejauh lima langkah dari tempat semula. hal ini

semakin mengobarkan hawa amarah dalam dada dua orang

gadis itu.

“Bangsat bajingan sialan…. sesudah membunuh orang.

engkau masih berani mengumbar napsu?” hardiknya keras2.

“Eeeei… kalian keliru… kamu berdua keliru besar” teriak

Loo Liang-jan, “nona Yu bukan mati ditangannya….”

Dua orang gadis itu terperangah. “Kalau bukan dia yang

membunuh, siapa yang melakukan pembunuhan

tersebut..?” tanya mereka hampir berbareng.

“seorang manusia aneh.. ooh, bukan seekor makhluk

aneh yang sangat mengerikan”

“Macam apakah makhluk aneh itu? mengapa engkau

tidak berusaha untuk melindungi dirinya?” bentak cu Li

Yap gusar.

“Ketika aku Loo-tua menyambut serangan yang

dilancarkan makhluk aneh itu, badanku terpental hingga

sejauh beberapa tombak. pada waktu itulah makhluk aneh

itu menjulurkan cakar bulunya yang besar dan mencekeram

nooa Yu sampai mati”

“Apa? tangan berbulu ?” jerit dua orang gadis itu dengan

hati terperanjat.

“TIDAK salah, tangan berbulu itu panjang dan besar

sekali, lagi pula memiliki kekuatan yang besarnya luar

biasa, tatkala ia lihat kehadiran manusia tembaga itu segera

melarikan diri ter-birit2″

Lam kong Pak tertawa dingin dengan seramnya.

“Heeeh.. heeehhh…heeh… kalian tak bisa menghadapi

setiap persoalan dengan hati yang tenang. tapi mengikuti

emosi dan angkara murka. sedikit lantas turun tangan

melukai orang… Hemm kamu berdua sungguh tolol dan tak

berguna. Huuh kalau aku tidak memandang diatas wajah

Pek-li Gong dan cu Hong Hong, pasti akan kuberi pelajaran

setimpal kepada kalian berdua”

Dua orang gadis itu tahu bahwa mereka telah salah

menuduh orang, maka walaupun ditegur mulutnya tetap

membungkam dalam seribu bahasa, menyaksikan keadaan

Yu Tien yang mengerikan, mereka menangis ter-sedu2.

Dalam kenyataan pada waktu itu pakaian yang

dikenakan Lam-kong Pak sudah basah oleh air mata, hanya

saja orang lain tidak melihat keadaannya.

Dengan suara berat Lam-kong Pak berkata, “Boponglah

jenasah gadis itu, ikutilah aku”

Pek-li Hiang segera membopong tubuh Yu Tien, tiga

orang itu berlalu mengikuti dibelakang Lam-kong Pak.

Setibanya didepan pusara ciu cien cien sekalian, pemuda

itu berkata kembali. “Kebumikan tubuhnya jadi satu dengan

mereka”

“Apa maksud cianpwe dengan perbuatan itu?” seru cu Li

Yap agak terCengang-

“Aku tahu kalau kalian semua adalah calon-calon istri

dari Lam-kong Pak bukankah begitu?”

“Darimana cianpwe bisa tahu dengan begitu jelas?”

“Aku adalah kakek bersedih hati. terhadap semua

kejadian yang menyedihkan hati dari orang yang sedang

bersedih hati mengetahui bagaikan melihat jari tangan

sendiri, tentu saja kalau cuma persoalan itu saja aku lebih

dari tahu”

“coba tebaklah cianpwee, apakah kami mempunyai

persoalan yang menyedihkan hati?” tanya Pek-li Hiang.

“menurut air muka kalian berdua, bintang bencana

sedang bersinar terang, kesialan sudah diambang pintu,

tentu saja ada persoalan yang menyedihkan hati kamu

sekalian. bahkan dalam seratus hari mendatang kalian harus

lebih ber-hati2″

Dua orang gadis itu merasa amat terperanjat, seru

mereka hampir berbareng: “Bencana apa yang hendak kami

hadapi? harap cianpwee suka memberi keterangan”

“Bocah perempuan yang mati sekarang dan ciu cien cien

adalah contoh yang paling jelas. makhluk aneh itu khusus

merusak kaum wanita, lagipula diperkosa lebih dulu

sebelum dibunuh, masa ia mau lepaskan kalian dengan

begitu saja?”

Dua orang gadis itu semakin ketakutan. cu Li Yap

berseru: “cianpwee, dapatkah engkau tebak kesedihan

apakah yang sedang kami alami??”

“Menurut penglihatanku. kesedihan yang kalian alami

sekarang adalah hasil dari-pada mencari penyakit buat diri

sendiri, sekalipun aku tidak terangkan rasanya dalam hati

kalian jauh lebih jelas”

Dua orang gadis itu merasa batinnya terpukul, untuk

beberapa saat lamanya mereka tak mampu mengucapkan

sepatah katapun”

Kuburlah bocah perempuan itu jadi satu dengan yang

sudah ada.” perintah Lam-kong Pak lebih jauh. “tulis pula

kata-kata diatas batu nisan, terangkan kalau dia adalah istri

dari Lam-kong Pak”

“Hmm kalau cianpwee mengetahui dengan jelas semua

orang yang sedang bersedih hati dikolong langit, tolong

tanya Lam-kong Pak adalah seorang baik2 atau seorang

jahat?”

“Dia orang baik atau jahat mestinya kalian lebih tahu

hubungan antara pria dan wanita baru bisa harmonis jika

mereka saling percaya mempercayai dan saling menyelami

perasaan masing2… Hmmm kalau rasa cinta kalian kurang

teguh dan tidak kokoh, masa depan kalian boleh dikata

terlalu berbahaya.”

Sesudah berhenti sebentar, sambungnya lebih jauh:

“Mulai sekarang kalian tak boleh saling berpisah lagi, paling

sedikit harus berkumpul tiga sampai empat orang. lagipula

sikap kalian harus lebih waspada dan hati2, Nah nasehatku

hanya sampai disini, selamat tinggal…”

Selesai berkata dengan cepat ia meluncur keudara dan

berlalu dari sana, dikarenakan usia Yu Tien lebih besar.

lebih tahu urusan dan lagi rasa cintanya jauh lebih

mendalam daripada cintanya terhadap gadis manapun. oleh

sebab itu sianak muda itu segera ambil keputusan untuk

mencari makhluk aneh itu sampai dapat.

Setelah berlarian beberapa lijauhnya dan melewati

sebuah bukit yang tinggi, mendadak ia temukan ada tiga

orang sedang berdiri saling berhadapan ditepi hutan,

rupanya mereka siap bertarung.

Lam-kong Pak terkejut. sebab ketiga orang itu adalah

dua orang manusia tembaga dan kakek ombak menggulung,

ketika itu kakek ombak meuggulung tidak mengenakan

pakaian tembaga.

Terdengar gembong iblis itu sedang berkata:

“Meskipun aku tidak tahu siapakah kalian- tapi setelah

perkumpulan ombak menggulung berdiri, semua jago silat

baik dari golongan putih maupun dari golongan hitam

harus menggabungkan diri dengan kami, jika kalian tak

suka mendengarkan nasehatku. janganlah menyesal

dikemudian hari”

“cita-cita yang berbeda tidak akan saling berkomplot.”

seru salah seorang diantara dua manusia tembaga itu. “iblis

sesat tidak akan berhasil menguassi seluruh jagad” Kakek

ombak menggulung jadi amat gusar terlaknya:

“Kalau aku hendak membereskan kalian berdua,

sekalipuntak usah mengandalkan payung sengkala juga

dapat, mari-mari, mari….sambutlah dahulu tiga buah

pukulanku” Sambil berkata dua telapak dirapatkan, lalu

didoreng kedepan sejajar dada.

Dari nada pembicaraan itu Lam-kong Pak sudah dapat

mengenali bahwa dua orang manusia tembaga itu bukan

lain adalah Padri Naga dan imam Harimau, dalam hati

segera pikirnya:

“Dengan tenaga gabungan dari kedua orang ini rasanya

untuk menyambut serangan dari kakek ombak mengulung

masih bukan merupakan satu persoalan-…”

Siapa tahu, baru saja ingatan tersebut lewat

mendadak…”Blaaam” pasir dan debu beterbangan

diangkasa, dua orang manusia tembaga itu terpental

mundur satu langkah kebelakang.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu jadi amat

terperanjat, ia tak menyangka kalau tenaga gabungan dua

orang manusia tembaga itu ternyata masih kalah setingkat

dari lawannya. tidak aneh kalau iblis tua itu lagaknya sok

sekali.-

Rupanya dua orang manusia tembaga itu tidak puas

dengan hasil serangan tersebut kembali mereka membentak

keras dan melancarkan satu pukulan-

Dalam serangannya kali ini mereka telah mengerahkan

segenap kekuatan yang dimilikinya, deruan angi npukulan

mengibarkan ranting dan daun-..”Blaaaam”. ditengah

benturan keras, kembali dua orang manusia tembaga itu

terdorong mundur satu langkah kebelakang.

Dengan terjadinya bentrokan kedua masing-masing

pihak telah mempunyai gambaran atas kekuatan masing2,

kenyataan membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki

iblis tua itu betul2 hebat.

“Kalau kalian berdua bersedia masuk kedalam

perkumpulan kami, akan kuberi kedudukan yang tinggi

kepada kalian-” kembali kakek ombak menggulung berkata,

“aku tak akan memendam bakat bagus, aku harap kalian

suka berpikir tiga kali sebelum ambil keputusan”

Dua orang manusia tembaga itu tertawa terbahak-bahak.

mendadak mereka enjotkan badannya dan berlalu dari situ.

Kakek ombak menggulung siap menghadang jalan

perginya. tiba2 sesosok bayangan manusia melayang turun

ketengah gelanggang, gerakan tubuhnya sama sekali tidak

menimbulkan suara se-akan2 sukma gentayangan.

Kakek ombak menggulung merasa terperanjat. ia lihat

pendatang berperawakan tinggi berjubah merah api dan

memakai kain kerudung merah diatas kepalanya sehingga

yang kelihatan hanya sepasang matanya belaka.

“Siapa engkau ???” bentak kakek ombak menggulung.

“apakah engkau datang karena mencari aku??”

ManuSia aneh baju merah itu hanya mengangguk dan

sama sekali tidak berbicara.

Kakek ombak menggulung tertawa dingin, kembali

ujarnya: “Bag us, kalau engkau tak mau bicara, sambutlah

dahulu sebuah pukulanku ini….”

Dengan menghimpun tenaga dalamnya sebesar delapan

bagian ia lancarkan sebuah pukulan kedepan,

Manusia baju merah itu sama sekali tidak

menghindarkan, diapun dorong telapaknya menyambut

ancaman tersebut dengan keras lawan keras.

“Blaaam…” bumi menggoncang pasir beterbangan,

manusia aneh baju merah itu hanya tergetar mundur sejauh

setengah langkah sebaliknya kakek ombak menggulung

terdorong sampai satu langkah setengah.

Hampir saja Lam-kong Pak menjerit tertahan saking

kagetnya, ia tak mengira kalau tenaga dalam yang dimiliki

orang itu satu tingkat lebih tinggi daripada kakek ombak

menggulung, pemuda itu mulai men-duga2 siapakah

gerangan orang itu?

Kakek ombak menggulung tak kalah kagetnya

menghadapi kenyataan tersebut, sebenarnya dia hendak

mengandalkan kehebatan payung sengkala untuk merajai

kolong langit dan perkumpulan ombak menggulung akan

memimpin umat persilatan.

Siapa sangka mendadak muncul seorang manusia aneh

baju merah yang memiliki tenaga dalam sangat tinggi,

bahkan ilmu meringankan tubuhnya jauh diatas kepandaian

sendiri, sudah tentu rasa kaget yang dialaminya pada saat

ini sukar dilukiskan dengan kata-kata.

“Bukankah kedatanganmu kemari adalah karena payung

sengkala?” hardik kakek ombak menggulung.

Manusia aneh baju merah itu tetap membungkan dalam

seribu bahasa, ia cuma gelengkan kepalanya sebagai tanda

bahwa ia tidak berambisi terhadap senjata mustika itu.

Kalau tujuan kedatangannya bukan karena payung

sengKala maka sekarang dapat dibuktikan bahwa

kedatangannya adalah untuk mencari satori.

Sekali lagi kakek ombak menggulung menghimpun

sepuluh bagian tenaga murninya dan mengirim satu

pukulan lagi.

Dalam sekejap mata puluhan tombak disekitar tempat

itupenuh diliputi oleh debu dan pasir yang beterbangan

diangkasa, hawa hitam meng-gulung2 bagaikan hembusan

taupan, pohon dan tumbuh2an berguguran ke atas tanah.

Manusia aneh baju merah itu sama sekali tidak berkelit,

diapun mendorong telapaknya untuk menerima serangan

itu.

“B la a am…” laksana guntur yang

menyambarpermukaan bumi, ledakan dahsyat bergelegar

diangkasa, kakek ombak menggulung terdorong mundur

sejauh tiga langkah kebelakang. ementara manusia aneh

baju merah hanya mundur satu langkah setengah.

s

= =ooooooo= =

KENYATAAN sekarang membuktikan bahwa tenaga

dalam yang dimiliki manusia aneh baju merah itu jauh lebih

tinggi satu tingkatjika dibandingkan dengan kakek ombak

menggulung.

Kun Tun-siu merasa amat terperanjat, ia segera merogoh

kesakunya dan ambil keluar payung Sengkala yang

memancarkan cahaya ke-merah2an- teriaknya dengan

geram: “Sambut lagi seranganku ini”

Manusia aneh baju merah itu hanya tertawa dingin,

seperti selambar kertas yang enteng sekali enjot badan ia

sudah melenyapkan diri daripandangan mata.

Kakek ombak menggulung merasa tercengang, ia

tahupihak lawan bukan kabur karena takut dengan payung

Sengkalanya, sebab orang itu memiliki g era kan tub uh

yang sang at aneh.

Lam-kong Pak tak mau membuang kesempatan yang

sangat baik ini, mengunakan kesempatan ketika kakek

ombak menggulung sedang tertegun- ia salurkan ilmu

meringankan tubuhnya hingga titik tertinggi, sekali

berkelebat ia sambar payung sengkala tersebut.

Gerakan tubuhnya ini bukan saja sangat cepat bahkan

sukar dilukiskan dengan kata2, tetapi kakek ombak

menggulung bagaimana pun juga merupakan seorang

gembong iblis yang luar biasa, ia segera menyadari akan

bahaya dan sembari putar badan melepaskan satu babatan

kilat.

“Bluuum.,,” masing2 pihak tergetar mundur satu langkah

kebelakang.

Lam-kong Pak merasa kan tenaga dalamnya masih kalah

setingkatjika dibandingkan dengan musuhnya. ia merasa

terperanjat .sebab hal ini menunjukkan bahwa ia masih

selilih jauh kalau dibandingkan dengan manusia aneh baju

merah.

Kakek ombak menggulung tertawa seram. diaangkat

payung sengkalanya tinggi2, dan selangkah demi selangkah

majU mendekati sianak muda itu.

Lam-kong Pak sadar bahwa tenaga dalamnya masih

kalah setingkat jika dibandingkan dengan lawannya, apa

lagi sekarang ia membawa payung sengkala bisa

dibayangkan sampai dimanakah dahsyatnya serangan

orang.

Tapi ia adalah seorang pemuda keras kepala. baginya

hanya ada maju dan tiada mundur. tentu saja ia tak sudi

melarikan diri karena tahu bukan tandingan.

Kakek ombak menggulung tertawa seram tiada hentinya.

sambil mendesak kedepan serunya berulahg kali:

“Heeeh-heeeh-heeehh… aku akan memaksa engkau

untuk memperlihatkan wajah aslimu”

Payung sengkala itu memancarkan cahaya merah yang

amat menyilaukan mata. membuat siapapun yang

memandang terasa ber-kunang2 dan pusing tujuh keliling.

benda tersebut benar- benar suatu benda mustika yang

langka dari dunia persilatan , Lima langkah…. Tiga

langkah….

Mendadak kakek ombak menggulung membentak keras.

Payung sengkala direntangkan lebar-lebar…. diiringi

ledakan dahsyat senjata mustika itu menekan batok kepala

pemuda itu.

Disaat yang amat kritis itulah. tiba-tiba serentetan cahaya

merah laksana kilat meluncur kedalam gelanggang. Kakek

ombak Menggulung terperanjat buru-buru ia melancarkan

satu pululan-

Ledakan dahsyat kembali bergeletar diangkasa,

bayangan manusia saling berpisah dan tahu-tahu kakek

ombak menggulung sudah terlempar hingga sejauh tujuh

langkah dari tempat semula.

Ternyata manusia aneh baju merah yang telah pergi telah

muncul kembali disitu,

Lam-kong Pak amat terperanjat, ia bukan kaget karena

tenaga dalam yang dimiliki manusia baju merah itu terlalu

tinggi, tapi disebabkan karena jurus serangan yang barusan

dia pergunakan ternyata adalah jurus ampuh dari ilmu

payung sengkala, dan jurus tersebut belum pernah dilihat

olehnya sebelum ini.

Sementara pemuda itu masih berdiri tertegun manusia

aneh baju merah itu sudah lenyap dari pandangan,

sedangkan kakek ombak menggulung membentak keras dan

segera mengejar lawannya.

Lam-kong Pak benar- benar amat terperanjat, ia heran

dan kagum atas kedahsyatan ilmu silat yang dimiliki

manusia baju merah itu, jelas tenaga gabungan beberapa

orang manusia tembaga masih bukan apa-apa jika

dibandingkan dengan orang itu.

Lagipula rupanya manusia aneh baju merah itu sengaja

memancing pergi iblis tua itu sehingga ia bisa lolos dari

bahaya kematian-

Jarak hari itu sampai bulan lima tanggal lima masih ada

satu bulan lamanya. teringat akan kematian dari Yu Tien,

ciu It Bun dan ciu clen clen tanpa terasa Lam-kong Pak

menghela napas sedih.

Tiba-tiba segulung desiran angin dingin berhembus

lewat, seorang kakek desa berbaju biru tahu-tahu sudah

berdiri dibelakang tubuhnya. Lam-kong Pak segera

memberi hormat dan berkata.

“Jejak cianpwee amat rahasia bagaikan naga sakti yang

kelihatan kepala tidak nampak ekornya, bolehkah aku

mengetahui siapa nama besarmu?”

“Bukankah engkau adalah kakek bersedih hati? menurut

apa yang kudengar kakek bersedih hati sudah tersohor sejak

puluhan tahun berselang, kalau dihitung dari usianya jelas

tidak berada dibawahku, kenapa engkau malah sebut aku

sebagai cianpwee?”

“Karena pelbagai alasan, mau tak mau terpaksa

boanpwee harus menyaru sebagai manusia tembaga, aku

harap cianpwee bersedia merahasiakan persoalan ini”

“Apakah sedang menghindarkan diri dari keributan

dengan bocab2 parempuan itu?”

“Tidak yang paling penting boanpwee ingin tahu

siapakah ketiga orang manusia tembaga itu? siapakah

pangcu dan perkumpulan bulu hijau? serta siapakah….”

“Siapakah aku? bukan begitu?”

“Sedikitpun tidak salah menurut dugaan boanpwee,

kemungkinan besar cianpwae adalah salah seorang diantara

tiga manusia tembaga itu”

“Sekarang engkau tak usah ter-buru2 untuk menyelidiki

asal usul dari beberapa orang itu, yang paling penting

adalah terlatih ilmu silat dengan lebih tekun dan rajin-

Ketahuilah selewatnya bulan lima tanggal lima kakek

ombak menggulung akan melakukan pembantaian secara

besar2an, apa yang kuucapkan bukan gertak sambal atau

sengaja hendak menakut-menakuti dirimu, payung sengkala

sudah terjatuh ketangannya dan tiada seorang manusia pun

yang bisa menandingi dirinya lagi”

“cianpwee. aku lihat engkau menguasahi sepenuhnya

urusan2 yang menyangkut dunia persilatan, aku rasa

engkau pasti mengetahui bukan akan jejak dari ayah dan

guruku?”

“Tentu saja tahu. Mereka berada dalam keadaan baik

dan engkau tak usah menguatirkan keselamatan mereka,

sekarang mereka sedang berlatih ilmu silat dengan tekun

dan rajin untuk sementara waktu tak bisa bertemu dahulu

dengan kalian ibu dan anak”

“Tolong tanya apakah ajahku dan guruku termasuk dua

diantara tiga manusia tembaga itu?”

“Benar atau tidak tak lama lagi engkau akan tahu dan

sekarang aku hendak memberitahukan satu rahasia besar

kepadamu, yakni ilmu silat yang dimiliki pangcu

perkumpulan bulu hijau tidaklah berada dibawah

kepandaian silat dari kakek ombak menggulung.”

“Aah hal ini tidak mungkin bisa terjadi?” seru Lam Kong

Pak dengan hati bergetar keras, “kakek ombak menggulung

adilah gurunya ketua perkumpulan bulu hijau, masa ada

murid mempunyai ilmu silat yang jauh lebih tinggi dari

gurunya?”

“Kalau tidak begitu, mana bisa dikatakan sebagai suatu

rahasia besar….? asal engkau suka memperhatikan dengan

lebih seksama maka hal ini akan segera kau temukan, hanya

saja sampai sekarang kakek ombak menggulUng masih

tetap tidak tahU”

“Kenapa ia musti mengelabuhi kakek ombak

Menggulung? apakah ia mempunyai maksud2 tertentu atas

diri kakek ombak menggulung?” tanya sang pemuda dengan

wajah terperanjat.

“Tentang soal itu sih aku kurang jelas Pokoknya diantara

ketua perkumpulan bulu hijau dengan kakek ombak

menggulung terdapat perselisihan juga, mungkinkah

diantara mereka terikat dendam sakit hati? hal ini masih

merupakan suatu tanda tanya besar”

Tiba-tiba dari tempat kejauhan berkelebat datang tiga

sosok bayangan manusia, orang berjalan dipaling depan

adalah malaikat raksasa Loo Liang-jan, dibelakangnya

mengikuti dua orang gadis yakni cu Li Yap serta Pek li

Hiang.

“cianpwee” seru Lam-kong Pak dengan Cepat. “aku

harap engkau suka menjaga rahasia ku,…”

Belum habis ia berkata, kakek desa itu sudah tertawa

teirgelak2 sambil berkata:

“Haaah,..haaah…haah.. .Lebih baik aku pergi saja jadi

engkau pun punya kesempatan untuk bermesraan dengan

mereka”

Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban lagi laksana

kilat ia berlalu dari situ. Satu ingatan berkelebat dalam

benak Lam-kong Pak, dia ambil keputusan hendak

menghindari kedua orang gadis itu, dengan cepat tubuhnya

menyembunyikan diri dibelakang batu.

dalam waktu singkat ketiga sosok bayangan manusia itu

sudah tiba ditengah kalangan, terdengar cu Li Yap berseru

keras:

“Sungguh heran barusan seperti melihat ada dua sosok

bayangan manusia berdiri disini, kenapa sebentar saja

sudah lenyap? aku lihat salah satu diantaranya adalah

manusia tembaga”

“Akupun seperti melihat seorang manusia tembaga

berada disini” sambung Pek-li Hiang, “kenapa bisa lenyap

tak berbekas? Mari kita cari disekitar tempat ini, mungkin

saja ia menyembunyikan diri dibalik semak belukar atau

batu karang tersebut.”

“ooh… sudah tengah harian lamanya kita berlarian

terus.” keluh Loo Liang-jan, “sekarang sudah tiba waktunya

kita menyembah dewa isi perut…waduuh perutku lapar

kembali,..”

cu Li Yap segera tertawa dingin. “Engkau benar2

gentong nasi satu bungkus rangsum kering sudah kau

habiskan seorang diri, sekarang masih mengomel terus

kalau perutnya lapar… sialan benar”

“Aah makanan sedikit seperti itu paling banter hanya

bisa mencuci bibir saja, mana mungkin perutku bisa

kenyang? kalau dilihat begini Lam-kong sau-ya jauh lebih

baik daripada kalian, melakukan perjalanan bersama

dirinya makan minumku terjamin, aku tak usah pusing

kepala karena harus menderita kelaparan”

Tiga orang itu segera memasuki sebuah hutan batu yang

tinggi, tidak lama kemudian terdengar jeritan kaget

berkumandarg memecahkan kesunyian, Lam-kong Pak

merasa amat terperanjat, dengan cepat ia menyusul

ketempat berasal jeritan tadi.

Tampaklah pakaian yang dikenakan Pek li Hiang telah

tersambar robek. belahan dadanya dan gumpalan bola

dagingnya nampak menongol separuh dari balik robekan.

Sesosok makhluk aneh berkain hitam berkerudung hitam

dan memiliki ujung baju kiri yang lebar dan panjang berdiri

disamping Pek li Hiang, tangan berbulunya secara lapatlapat

tersembul keluar dari balik bajunya.

“Aah-. ” Lam-kong Pak berseru kaget dia masih ingat

makhluk aneh inilah yang pernah membinasakan ciu cien

cien, Yu Tien serta Siau Hong.

Makhluk aneh itu bersuit aneh dengan suatu gerakan

tubuh yang aneh dan sukar dilukiskan dengan kata-kata, ia

Cengkeram tubuh cu Li Yap.

“Breeet.,.” pakaian bagian dada gadis she-cu itu

tersambar robek pula hingga kelihatan sepasang

payudaranya yang putih bersih.

Loo Liang-jan membentak gusar, ia menubruk maju

kedepan sambil melancarkan pukulan… “Bluum ia tergetar

mundur satu langkah lebar kebelakang…

Tangan berbulu yang amat besar dari makhluk aneh itu

seakan-akan jepitan baja yang kuat, ketika menghajar diatas

dada Loo Liang-jan, pakaian yang dikenakan segera koyak

dan kulitnya robek.

Namun ia sama sekali tidak memperdulikan lukanya,

dengan menggunakan telapaknya yang besar ia balas

mencengkeram Cakar bulu dari makhluk aneh itu.

Menghadapi datangnya ancaman semaCam ini, makhluk

aneh itu tak berani menyambut dengan kekerasan ia berkelit

kesamping dan melancarkan satu babatan maut disertai

pukulan hawa khikang.

Lam-kong Pak tertegun menyaksikan peristiwa itu,

Pukulan tersebut jelas merupakan satu pukulan yang

ampuh, mana mungkin seekor binatang mampu

menggunakan ilmu silat yang begitu tingginya?

Sementara ia masih termenung, dua orang gadis itu

sudah membentak keras dan ber-sama2 menubruk kedepan.

cu Li Yap menggunakan ilmu sakti payung sengkaia,

sedangkan Pek-li Hiang menggunakan ilmu pukulan Samho-

it-ciang-hoat… “Ploook Ploook” dua orang gadis itu

tergetar mundur sejauh lima enam langkah dari tempat

semula dengan sempoyongan.

Lam-kong Pak makin terkesiap. ibunya sendiri Sun Han

siang pun tak berani menghadapi serangan gabungan dari

ketiga orang itu seCara sembarangan tak nyana makhluk

aneh itu ternyata dapat mengatasi seCara mudah, ini

menunjukan bahwa kepandaian silatnya betul2 lihay sekali.

cakar bulunya yang besar dan luar biaSa panjangnya itu

dengan membawa hawa khikang dan desiran angin tajam,

menguaSahi daerah SeluaS empat tombak. memaksa ketiga

orang itu terdesak hebat dan kaCau tak karuan.

Kendatipun begitu. makhluk aneh itupun tak mungkin

bisa melukai tiga orang tersebut dalam waktu singkat.

Mendadak… ,makhluk aneh itu merogoh kedalam

sakunya dan ambil keluar sebuah botol porselen. kemudian

diguyurkan kearah wajah dua orang gadis tersebut.

Lam-kong Pak tercekat hatinya untuk turun tangan

sudah tak sempat lagi, “cesss” sekujur badan Loo Liang-jan

mengepulkan asap kuning, sambil menjerit kesakitan ia

mundur tiga langkah kebelakang.

Lam-kong Pak terperangah menyaksikan kejadian itu.

tapi ia segera mengerti, rupanya dua orang gadis itu sudah

memoleskan air penawar raCun diatas wajah dan tubuhnya,

maka dari itu tidak sampai menderita luka bakar yang

hebat.

Makhluk aneh itupun kelihatan agak tertegun sewaktu

dilihatnya air raCun itu bukannya berhasil melukai dua

orang gadis itu, sebaliknya malah melukai Loo Liang-jan,

ketika itulah Lam-kong Pak telah munculkan diri dari

tempat persembunyiannya.

Sekujur badan makhluk aneh itu gemetar keras, ia tak

tahu slapakah manusia tembaga itu? karena beberapa waktu

berselang telah muncul kembali dua orang manusia

tembaga, satu diantaranya ada seorang yang memiliki ilmu

silat paling dahsyat, ia tak berani mendekati lawannya

seCara gegabah…

Melihat kemunculan Lam-kong Pak. dua orang gadis itu

segera berteriak kegirangan dan lari menghampirinya

sambil berseru:

“LoCianpwee, untung engkau berikan obat penawar

raCun kepada kami, kalau tidak wajah kami sudah hancur

berantakan”

“Berhenti” bentak Lam-kong Pak.

Dua orang gadis itu berhenti dengan hati ketakutan,

katanya kembali:

“LoCianpwee, tangkap saja binatang itu, coba kita lihat

dia adalah manusia atau binatang?”

Lam-kong Pak mendengus dingin, selangkah demi

selangkah ia maju kedepan menghampiri makhluk aneh itu.

Makhluk aneh itu sama sekali tidak berhenti, terlihatlah

dia rentangkan cakar bulunya siap melakukan tubrukan-

“Binatang” hardik Lam-kong Pak dengan suara berat,

“secara beruntun eogkau telah membinasakan Yu Tien, cu

cien cien, Siau Hong, sebenarnya apa tujuanmu?”

Makhluk aneh itu tidak bicara maupun berkutik, ia

hanya menatap tajam sepasang bahu Lam-kong Pak,

seorang jago yang berpengalaman, cukup memperhatikan

bahu lawan sudah dapat meraba apakah ia akan di serang

atau tidak

Lam-kong Pak berpaling memandang sekejap kearah

tubuh Loo Liang-jan yang hangus, hawa amarahnya

berkobar hebat karena hUbungannya dengan malaikat

raksasa erat sekali bagaikan terhadap saudara sendiri.

Diam2 bayi hawa murninya dihimpun, tiba2 sesosok

bayi hawa murni yang kekar sehat muncul dari

selangkangan dan menampakkan diri melalui ubun2.

Makhluk aneh itu menjerit kaget, ia enjotkan badan dan

melarikan diri ter-birit2.

Bayi hawa murni itu sama sekali tidak mengejar lebih

jauh. sebab Lam-kong Pak tahu bahwa bayi hawa murninya

belum berhasil dilatihnya hingga sempurna, ia tak berani

menempuh bahaya, Karena ingatan itu bayi hawa

murninya segera masuk kembali kedalam selangkangan-

Loo Liang-jen sendiri walaupun sudah terbakar dengan

hebatnya, namun ia sama sekali tidak ambil perduli

terhadap lukanya itu, sambil menghampiri sianak muda itu

serunya:

“Lociaopwee, aku dengar nada suaramu se-olah2 sangat

kukenal sekali….”

Sebenarnya Lam-kong Pak hendak mengejar makhluk

aneh itu. tapi setelah mendengar pertanyaan dari Loo

Liang-jan itu, ia jadi terperanjat. buru? menjawabnya,

“Aku belum pernah saling mengenal dengan dirimu,

darimana engkau bisa kenal dengan aku?”

“Aah tidak salah.” sambung dua orang gadis itu pula seakan2

berhasil menemukan sesuatu, “nada suara canpwee

tidak terlalu tua, aku merasa pernah mendengarnya disuatu

tempat”

“Ketika aku serahkan obat penawar racun kepada kalian

tempo hari, bukankah kita pernah berbicara satu kali?”

Dua orang gadis itu merasa benar juga perkataan

tersebut, mereka pun tidak mendesak lebih jauh.

“cianpwee. tahukah engkau akan asal usul dari makhluk

aneh itu?” tanya Pek-li Hiang kemudian-

“Sewaktu diadakannya pertemuan manusia tembaga

tempo hari, dari dasar telaga pasir mendadak muncul

sebuah tangan berbulu yang merampas payung sengkala,

kemungkinan besar perbuatan itu dilakukan oleh makhluk

aneh ini, dari sini dapat diketahui bahwa dia adalah

anggota perkumpulan bulu hijau.”

“Sebenarnya dia manusia atau binatang ?” tanya cu Li

Yap pula.

“Tentu saja manusia, cuma saja aku tak habis mengerti

dari mana ia bisa memiliki sebuah tangan berbulu yang

begitu besar dan aneh ??”

Mendadak satu ingatan berkelebat dalam benak Lamkong

Pak seakan-akan menyadari akan sesuatu ia berseru

tertahan dan berguman seorang diri

“oooh.,.. mungkin ada orang yang membinasakan seekor

monyet raksasa, memotong lengannya dan disambungkan

pada lengannya?”

Ketika dua orang gadis itu melihat bahwa manusia

tembaga tersebut agaknya sudah menyadari akan sesuatu

dengan cepat mereka bertanya: “Menurut dugaan cianpwee.

siapakah dia?”

“Walaupun aku tak dapat menebak siapakah dia tapi aku

berhasil menemukan suatu kejadian yang mencurigakan.”

“Apakah cianpwee dapat beritahu kepada kami,

kecurigaan apa yang berhasil kau dapatkan?”

“Tidak lama berselang ketika aku berada di sebuah bukit

yang terpencil. kudengar ada pekikan monyet yang sedang

kesakitan, aku segera memburu kesana dan kutemukan ada

seekor monyet raksasa terkapar ditengah selokan dengan

lengan kirinya putus dan diatas dadanya tertera bekas

telapak tangan, bulu dada yang terpukul itu pada rontok

semua, ini membuktikan bahwa ia terkena pukulan udara

kosong dari seorang jago lihay, pada waktu itu aku merasa

curiga, monyet raksasa memiliki kekuatan tubuh yang luar

biasa, kawanan binatang buas biasa tak mungkin dapat

melukai dirinya, kalau tak dibunuh jago lihay kenapa

lengan kirinya dikutungi?? sekarang kalau dipikir kembali,

pastilah ada orang yang kehilangan tangan kiri dan hendak

disambung kembali dengan memakai lengan monyet”

“Lengan monyet diatas badan manusia, jadi macam

apakah manusia itu?” ujar dua orang gadis tersebut sambil

gelengkan kepalanya berulang kali.

“kejadian kemungkinan besar dapat terjadi, tabib

kenamaan dimasa lampau Hoa To dapat membelah otak

untuk mengambil tumor masa untuk menyambung sebuah

lenganpun tak bisa?”

Gadis itu berpikir sebentar, mereka merasa benar juga

perkataan tersebut, kalau makhuk itu adalah monyet atau

gorilla maka tak mungkin ia bisa main silat selihay itu,

apalagi sewaktu manusia tembaga itu mengeluarkan bayi

hawa murninya, jeritan kaget yang diperdengarkan adalah

suara manusia…

“cianpwee, siapakah orang itu?” tanya cu Yap. “tak

nyana ia mampu menghadapi serangan gabungan kami

bertiga tanpa menunjukan tanda-tanda kalah”

“Sebenarnya kamu bertiga masih mampu untuk

menangkan dirinya tapi berhubung pakaian kalian berdua

telah robek hingga perhatiannya peCah maka tenaga murni

yang kalian miliki tak dapat dihimpun sebagaimana

mestinya. sedangkan mengenai siapakah dia, asal kalian

berpikir dengan seksama maka akan segera

mengetahuinya..”

Dua orang gadis itu berpikir sebentar ketika mereka gagal

untuk menemukan siapakah orang itu Pek-li Hiang segera

bertanya: “cianpwee, katakanlah siapakah dia?”

Lam-kong Pak tertawa dingin. “Kalian toh dikenal orang

karena Cerdas dan banyak akal? sungguh tak nyana ketika

hendak dipergunakan keCerdikannya, ternyata kalian sama

sekali tidak becus”

Merah padam paras muka dua orang gadis itu karena

jengah, mereka mendengus dingin dan tidak bicara.

Sesudah hening beberapa saat, Lam-kong Pak berkata

kembali:

“Kalau kalian hendak menebak masalah aneh ini maka

per-tama2 harus berpikir dahulu baru2 ini jago silat

manakah yang baru saja kehilangan tangan kirinya….”

Sepasang mata gadis itu terbelalak lebar, mereka menjerit

kaget dan serunya tak tahan:

“Apakah dia adalah Suma Ing?” Lam-kong Pak kembali

tertawa dingin.

“Heeehh ..heehh…heehh… coba bayangkansaja kalau

bukan dia siapa lagi? pertama, belum lama berselang dia

kehilangan tangan kirinya. kedua ia telah merampas air

keras beracun milik salju bulan keenam Tong Hui dan

ketiga kecuali dia siapa lagi yang gemar turun tangan

terhadap kaum wanita, bahkan dengan tindakan yang

begitu brutal ?” Mendengar penjelasan tersebut dua orang

gadis itu merasa kagum dan takluk sekali. “cianpwee benarbenar

sangat itihay boanpwee sekalian merasa amat

kagum…..”

“Aku hanya seorang lelaki biasa yang pernah menderita

kheki karena ulah beberapa orang gadis bau yang ada

sekarang hanya seorang kakek bersedih hati “

Dua orang gadis itu tertegun, pikirnya: ^cianpwee ini

pasti pernah dihina oleh kaum wanita kalau tidak mengapa

ia begitu benci terhadap perempuan?”

“ciaepwee ” cu Li Yap segera berkata, “Engkau pasti

pernah menderita kerugian ditangan kaum wanita,

bolehkah boanpwee sekalian mengetahui kisahnya ?”

Sejak dahulu Lam-kong Pak sudah ingin melampiaskan

rasa dongkol dalam dadanya ia segera tertawa dingin dan

berkata:

“Hanya perempuan dan manusia rendah yang paling

susah dilayani begitu. ujar pujangga lama itu mengartikan

perempuan itu hatinya gampang berubah menghadap

persoalan tak mau membedakan dulu mana benar mana

salah tapi main pukul dulu dengan emosi,… Hmm

perempuan memang menyebalkan sekali “

“Hmm perkataan dari pujangga besar itu hanya

merupakan suatu perumpamaan belaka toh tidak

mengartikan seluruh perempuan yang ada dikolong langit ?”

“Ketika pujangga itu mengatakan kata-kata tersebut ia

tidak memberi keterangan lebih jauh meskipun tidak

termasuk seluruh perempuan dikolong langit dalam

kenyataan jumlahnya besar sekali “

cu Li Yap segera tertawa dingin.

“Kalau apa yang dikatakan cianpwee benar, boanpwee

jadi menaruh curiga atas pendapat dari pujangga tersebut”

“Apa ? engkau berani menghina pujangga?” seru Lamkong

Pak dengan hati bergetar.

“IHehhh….heehhh….heehhh…jangan salahkan aku

dalam kenyataan dialah yang menghina kaum wanita lebih

dahulu “

“Bagian manakah dari kata-kata Pujangga itu patut

dicurigai?”

Wajah cu Li Yap Cemberut. ia Cibirkan bibirnya yang

kecil dan berkata: “Tolong tanya bagaimana tabiat dari Yau

Sun?”

“Yau Sun adalah Kaisar suci jaman dahulu kala, Para

pujangga memuji akan pahala yang mereka lakukan, nama

besarnya harum dan diketahui setiap masyarakat, mereka

adalah orang2 besar yang terpuji”

cu Li Yap mendengus dingin, kembali ia bertanya:

“Bagimanakah dengan tabiat dari Toa-gi?”

“Toa Gi mengatasi banjir dan menolong rakyat jelata,

walaupun tiga kali dia lewat pintu rumahnya tapi sama

sekali tidak masuk untuk menjenguk keluarnya, ia dianggap

sebagai orang bijaksana yang mementingkan umum

daripada kepentingan pribadi”

“Bagaimana dengan Sian-yang Bun-Bu?”

“Mereka adalah kaisar2 bijaksana dari jaman kuno, tentu

saja tak usah dikatakan lagi”

“Masih ada lagi ciu-kong, apakah engkau katakan dia

adalah seorang suci yang bijaksana?”

“Apa yang musti kukatakan lagi? “jawab Lam-kong Pak,

“para kaisar suci dan pujangga kenamaan itu dikenal oleh

setiap orang, anak keCilpun mengetahuinya, masa engkau

tidak mengakui?”

Kembali cu Li Yap tertawa dingin.

“Hehh ,.heeeh…heehhh… dengarlah orang sekarang

sering berkata bahwa makin hari watak manusia makin

rusak, sekarang banyak orang berwatak rendah dan tidak

ada orang jujur dan polos seperti dulu, dari sini bisa ditarik

kesimpulan bahwa banyak orang mengeluh karena tak bisa

kembali seperti jaman dulu. kalau kita amati seCara

seksama, yang dimaksudkan oleh sementara orang

bukankah perbuatan beberapa orang dijaman dulu bukan?”

“Banyak benar yang kau ketahui, tidak salah, yang

dimaksudkan orang-orang yang berwatak rendah adalah

sesudah Yau. Sun, sian-yang Bun-bu serta ciu kong…”

Tiba-tiba cu Li Yap tertawa Cekikikan.

“Hiiihh…hiihh…hiihh… cianpwee, berbicara tentang

ilmu silat, engkau memang jauh tinggi dari aku, tapi kalau

bicara tentang berdebat rasanya….”

“Rasanya tak bisa menangkan engkau?” sambung sang

pemuda sambil tertawa dingin.

“Boanpwee tidak berani mengatakan begitu. setiap

persoalan harus didasarkan pada alasan tertentu, berdebat

seCara paksa juga tak ada gunanya, aku bukan bicara

seCara sembarangan tapi seCara tiba2 telah menemukan

bahwa para pujangga yang dipuja sebagai orang suci

sebenarnya tidak suci dan patut dihormati cianpwee tak

usah gelisah dulu, dengarkan penjelasanku sebelum

mengumbar hawa amarah”

Setelah berhenti sebentar, gadis itu melanjutkan- “Kaisar

Yau merebut kekuasaan kakaknya, Kaisar Sun merebut

kekuasaan mertuanya, benarkah kejadian ini?”

“Tidak salah, memang begitulah kaisar yang bijaksana

merasa tak puas dengan kelaliman kaisar tak becus, karena

itu mereka rebut kekuasaan untuk kepentingan dan keadilan

umat manusia…”

cu Li Yap tertawa dingin, ujarnya lagi,

“Menurut buku Cerita, gadis dari bukit To-san yang

dipersunting Toa Gi adalah siluman rase, ia melukiskan

dirinya se-akan2 seorang sastrawan dalam cerita Liau-cay.

ia mengatakan dirinya sudah menciptakan keharmonisan

hidup dibukit To-san kemudian mengatakan sewaktu

mengatasi air bah ia telah membohongi siluman, ceritanya

macam Kau Tee Thian dalam cerita see-yu, atau Kiang cu

Gi yang sakti. ia selalu mengingat dendamnya dimana ia

rampas kekuasaan musuhnya dan memaksa musuhnya mati

di pegunungan terpencil, Huuh… perbuatannya itu benar2

tingkah laku seorang manusia rendah yang pintar bohong

dan kibulin orang.”

Diam2 Lam-kong Pak gelengkan kepalanya sambil

berpikir: “Tak nyana ia begitu hapal diluar kepala dengan

sejarah….” Sambil tertawa dingin segera ujarnya:

“Apa yang kau ketahui toh dari buku cerita, isinya tak

bisa dipercayai dengan begitu saja”

“Syair yang Bun-bu sebagai pembesar menghianati

kaisarnya, ciu-kong sebagai adik membunuh kakaknya,

apakah perbuatan itu mulia? apakah mereka termasuk

pujangga dan kaisar suci?”

“Ehmm…,”

“Horee…” teriak Pek-li Hiang sambil bertepuk tangan,

“kali ini cianpwee tak bisa menjawab lagi”

Lam-kong Pak benar2 tak bisa bicara lagi, terpaksa ia

mendengus dingin dan berseru:

“Berani bicara sembarangan didepan orang tua, tahukah

kalian bahwa perbuatan itu berdosa?”

cu Li Yap tertawa dingin.

“Heeh.. hehh..,heeh…,rupanya cianpwee karena malu

jadi gusar ya,..?”

“Hmm kalian musti hati2 gerak-gerik makhluk aneh itu

tidak menentu, kalau sampai bertemu lagi dengan dirinya

maka lebih banyak bencana daripada untungnya”

Berbicara sampai disitu, ia melirik sekejap kearah Loo

Liang-jan kemudian menurunkan kantong rangsumnya dan

dilemparkan kepadanya.

Pada waktu itu Loo Liang-jan sedang kelaparan setengah

mati, mencium bau makanan ia segera berteriak.

“Loocianpwee. engkau mirip dengan Lam-kong sau-ya

ku itu, aku mau ikuti dirimu sebab kalau tidak maka aku

bisa mati kelaparan “

“Tidak bisa, dua orang gadis itu perlu perawatanmu, Nah

selamat tinggal” Tanpa banyak bicara lagi ia putar badan

dan berlalu.

= =ooooooooo= =

Lam KONG tak bergerak meninggalkan tempat itu,

belum jauh ia berlalu tiba2 terdengar olehnya bahwa dua

orang gadis itu sedang berbicara dengaa seorang asing,

hatinya agak bergerak dan cepat ia berjalan balik ketempat

semula. dari situ ia mengintip keluar lewat celah batu.

Tampaklah Lak-gwee Soat salju bulan keenam Tong-hui

sedang berdiri dihadapan dua orang gadis itu, sambil

memandang kearah Loo Liang-jan ujarnya:

“Saudara Loo, aku lihat badanmu dilukai oleh air keras

beracun Sam-wi ceng-sui dari perguruan kami, siapa yang

telah turun tangan sekeji itu terhadap dirimu?”

Loo Liang-jen sedang makan bak-pao, mulutnya penuh

dengan makanan- mendapat pertanyaan tersebut dia cuma

bisa aah…Uuh … uh.,.belaka.

“Seekor mahkluk aneh berlengan monyet telah

mengguyurkan air racun keatas tubuhnya” ujar Pek li Hiang

menerangkan-

“Aaah…” salju bulan keenam berseru kaget, “air racun

Sam wi-ceng-sui dari perguruanku belum pernah digunakan

orang luar”

Berbicara sampai disini. mendadak hatinya bergetar

keras, katanya lebih jauh:

“oooh… benar, beberapa waktu berselang air racun samwi

ceng-siu milik aku orang she Tong sudah dirampas

sebotol oleh Suma Ing, mungKin bangsat itulah yang telah

melakukan perbuatan terkutuk ini”

“Tapi… bagaimana dengan lengan berbulunya itu?

begaimana dengan penjelasanmu tentang soal ini?” kata cu

Li Yap coba membantah,

“masa lengan manusia yang sudah kuntung bisa

disambung dengan lengan dari monyet….??”

“Hal ini kemungkinan juga dapat terjadi.” sahut salju

bulan keenam Tong Hui, “ketua dari perkumpulan bulu

hijau serta kakek ombak menggulung sama2 merupakan

manusia aneh yang berkepandaian sangat tinggi, aku rasa

untuk menyambung lengan yang buntung bukan suatu

kesulitan bagi mereka”

“Kalau memang begitu perbuatan terkutuk tersebut

sudah pasti merupakan perbuatan dari Suma Ing bangsat

manusia latnat itu. sebab hanya manusia jadah macam dia

yang dapat melakukan perbuatan yang rendah dan hina

seperti itu.” seru gadis-gadis dengan marah,

“heran, mengapa ia selalu mengganggu kami dan

berusaha membinasakan kami berdua entah apa tujuannya

?”

“Kemungkinan besar hal ini dikarenakan Lam-kong

sauhiap aaai…sungguh tak kusangka Suma Ing bisa begitu

bejad moralnya hingga terhadap ibunya sendirinyapun

berani melawan dan terhadap saudara sendiri pun tega

bertindak kejam …. moral bajingan sialan itu sudah hancur

dan tak bisa dlobati, manusia seperti itu harus segera

dilenyapkan dari muka bumi daripada selalu mengacau saja

“Tong-tayhiap pernah kah engkau bertemu dengan Lamkong

Pak?” tiba-tiba Pek li Hiang bertanya.

“Sudah lama tak pernah bersua tapi dulu pernah bertemu

satu kali dengan dirinya…..”

Bicara sampai disitu ia berhenti sebentar kemudian

sambungnya lebih jauh: “Tujuan Suma Ing merampas botol

air keras beracun Sam wi-ceng-sui milikku adalah untuk

menghadapi Lam-kong Pak serta nona sekalian- ia berbuat

begitu untuk melampiaskan rasa benci dan mendongkolnya,

tapi. ..aneh sekali kenapa ia tidak turun tangan terhadap

nona berdua. sebaliknya malah membuat Loo-tayhiap jadi

hancur badannya dan berada dalam keadaan mengerikan?”

“Tong-tayhiap. engkau tidak tahu,” cu Li Yap

menerangkan, “beberapa hari berselang kami telah bertemu

dengan seorang manusia tembaga, ia telah serahkan satu

botol air penawar racun kepada kami menurut

keterangannya air penawar tersebut bisa musnahkan

pengaruh air racun Sam-wi-ceng-siu. ketika kami bertemu

dengan musuh, air penawar itu kami poles kan dulu dimuka

dan badan Kami, oleh sebab itulah kami sama sekali tidak

terluka”

sekali lagi salju bulan keenam Tong Hui berdiri

terperangah.

“Seorang manusia tembaga yang serahkan obat penawar

tersebut kepada nona berdua? aah tidak mungkin, aku orang

she Tong belum pernah memberikan obat penawar racun

kepada manasia tembaga”

“Apakah dalam dunja persilatan dewasa ini kecuali

keluarga Tong dari propinsi Sucuan sudah tak ada orang

lagi yang mampu membuat obat penawar racun?” tanya Pek

li Hiang.

“Sedikitpun tidak salah air penawar racun merupakan

resep rahasia perguruan kami yang tidak diwariskan kepada

orang lain, aku she-Tong berani menyatakan bahwa di

kolong langit tak ada manusia lain yang mampu membuat

air penawar itu,.., heran,.. peristiwa ini benar- benar

mencengangkan hati?”

“Apakah Tong-tayhiap tidak pernah memberikan obat

penawar air racun itu kepada orang lain?” tanya cu Li Yap.

“Tidak lama berselang aku pernah menghadiahkan satu

botol untuk Lam-kong tayhiap.,..” Begitu ucapan tersebut

diutarakan keluar. dua orang gadis itu menjerit kaget

mereka saling bertukar pandangan dan duduknya

perkarapun segera mereka pahami.

“Adik Yap. mungkinkah manusia tembaga yang kita

jumpai tadi adalah dia…?” seru Pek-li Hiang dengan Cepat.

“Sejak dahulu aku sudah curiga karena nada suaranya

membawa suara bocah, sekarang setelah dipikir lebih jauh

tak bakal salah lagi, orang itu pastilah dia “

“Rupanya ia telah tukar nama menjadi kakek bersedih

hati, hal ini pastilah dikarenakan kesalah pahamnya dengan

kita- kita sudah salah menuduh dirinya dengan tuduhan

yang bukan-bukan dalam sedihnya ia telah ganti nama

menjadi kakek bersedih hati ?”

Dalam pada itu Lak-gwee-soat salju bulan enam Tong

Hui telah ambil keluar sebungkus bubuk obat sambil

diserahkan ketangan Loo Liang-jan, pesannya^

“Loo-tayhiap obat ini merupakan obat yang paling

mujarab dari perguruan kami untuk menyembuhkan lukaluka

bakar, obat itu manjur sekali Cepatlah digosokkan

keatas tubuhmu “

Kemudian sambil mengambil keluar sebotol obat

penawar air racun, ujarnya kembali kepada dua orang gadis

itu:

“Mungkin sebotol air penawar obat racun yang nona

berdua miliki sudah hampir habis dipakai, terimalah sebotol

obat penawar ini lagi untuk dipakai”

Dua orang gadis Itu menyatakan terima kasih dan

menerima pemberian tersebut. Lak-gwee-soat salju bulan

keenam Tong Huipun mohon diri dari ketiga orang itu ia

berlalu dari sana.

Dua orang gadis itu berdiri membungkam setelah

kepergian Tong Hui mereka tahu bahwa Lam-kong Pak

merasa sedih sekali mungkin ia sudah tak mau memaafkan

diri mereka lagi.

“Adik Yap mari kita pergi mencari dirinya” ajak Pek li

Hiang kemudian. “Kita tak akan menemukan dirinya aku

rasa dia paling benci terhadap diriku “

“Apakah dia tidak membenci aku ?”

“Kalau keadaanku dibandingkan keadaanmu jauh lebih

baikan, aku masih ingat sekali ketika siau Hong menfitnah

tempo dulu aku pernah menempeleng wajahnya beberapa

kali bahkan mengucapkan pula kata-kata yang tak enak

didengar dia….. dia pasti sangat membenci diriku”

Berbicara sampai disitu tak tahan lagi air mata jatuh

bercucuran membasahi pipinya.

Pek-li Hiang pun menangis karena sedih ia berkata^

“Tidak aneh kalau nada perkataannya kasar sekali, sayang

aku tidak sampai teringat kepadanya pada waktu itu”

“Aku Loo-tua juga sudah mendengar bahwa nada suara

itu adalah nada suara dari Lam-kong sau-ya.” teriak Loo

Liang-jen dengan suara lantang, “cuma… pada waktu itu

aku tak berani bicara apa2.., aku kuatir kesalahan”

cu Li Yap yang mendengar perkataan itu kontan saja

tertawa dingin tiada hentinya.

“Hehhh…hehh…hehhh… engkau Cuma tahu makan.

kenapa pada waktu itu tak mau bicara kalau benar2 tahu?

kamu memang sialan…Huuh”

Lam-kong Pak yang mengikuti pembicaraan tersebut dari

tempat persembunyiannya hanya bisa menghela napas

panjang pikirnya:

“Aaai… kalau toh mereka masih menyayangi aku,

akupun tak usah terlalu menyusahkan mereka lagi. biarlah

lain kali kalau mau unjukan diri, aku muncul dengan paras

muka yang asli saja…”

Sekalipun hubungan mereka pernah retak karena salah

paham, namun antara kedua belah pihak masih cinta

mencintai karena itulah setelah ada perjelasan mengenai

persoalan itu dan duduknya perkara sudah menjadi terang,

hubungan yang retak pun bisa dipulihkan kembali seperti

sedia kala.

Diam-diam Lam-kong Pak berlalu dari tempat itu,

ditengah jalan sambil melakukan perjalanan jelas ia

berpikir.

“Rambut hijau milik ketua perkumpulan bulu hijau

adalah rambut yang palsu, lagi pula aku pernah lihat bahwa

gayanya tempo hari luar biasa sekali… asal usulnya

memang sangat mencurigakan, tak nyana sampai kakek

ombak menggulung pun berhasil dibohongi olehnya….”

Sesudah berhenti sebentar. ia berpikir lebih jauh:

“Pada bulan lima tanggal lima kakek ombak menggulung

akan menyelenggarakan pertemuan besar, dalam pertemuan

itu entah mereka sudah manyiapkan rencana busuk atau

tidak? apa salahnya kalau aku gunakan kesempatan yang

sangat baik ini untuk melakukan penyelidikan?”

Setelah ambil keputusan pemuda itu berangkat kemarkas

besar perkumpulan bulu hijau, karena kantong rangsumnya

sudah diberikan Loo Liang-jen maka sesudah isi perut

dikota terdekat, ia langsung berangkat menuju kekota Kayhong.

Dikota tersebut kembali pemuda itu isi perut dan

membeli rangsum kering, kemudian baru berangkat

kemarkas besar perkumpulan bulu hijau.

Suatu bari sampailah pemuda itu disekitar bukit Hu Gousan,

mendadak ia dengar dalam hutan ada suata perempuan

sedang saling membentak. ia memburu kesana…

Ternyata perempuan naga pengasingan cu Hong Hong

sedang ribut dengan Sun Han Siang. Karena masalah yang

terjadi dahulu kala, dua orang itu setingkali cekcok satu

sama lain-

Siang Hong Ti. Pek-li Gong dan Hay-thian siang cho

duduk disamping kalangan, rupanya mereka tak suka

mencampuri urusan orang, berhubung cekcok itu sudah

sering terjadi maka mereka tahu dinasehati juga tak ada

gunanya. Terdengar cu Hong Hong berseru:

“Sun Han Siang, bocah mustikamu sudah lenyap

bagaimana tanggung jawabmu atas keadaan dari putriku?”

Sun Han Siang sedang gelisah karena putra

kesayangannya lenyap tak berbekas dan sampai saat itu

belum ada kabar beritanya, mendengar teguran tersebut

dengan gusar ia menjawab:

“cu Hong Hong karena persoalan ini aku merasa gelisah

sekali, rasa gelisahku mungkin melebihi siapapun- Putrimu

saja tidak Cemas kenapa sih engkau ribut terus kalau

engkau takut putrimu jadi janda kembang lebih baik mulai

sekarang carikan jodoh lagi, aku Han Siang bukan manusia

picik aku takkan mempersoalan hal itu..,..”

cu Hong Hong loncat bangun sambil berkacak pinggang,

bentaknya:

“Putriku tak akan mencari lelaki lain di tempat luaran,

tapi putramu justru sudah terlalu sering mempermainkan

putriku. sesudah dicipipi maka mau dibatalkan? Huuuh…

jangan mimpi urusan bisa segampang itu.”

“Kalau putraku masih hendak ia nantikan maka dia

harus sabar menunggu tok sampai sekarang ia masih belum

ketemu “

“Kalau putramu sudah modar??” bentak cu Hong Hong

dengan marah.

“Hmmm.. putrimu mungkin yang sudah modar

selamanya dimoncong anjing memang tak bisa keluar

gadingnya.. .. kalau mulut sudah menyerupai mulut gombal

perkataan apapun langsung meluncur keluar…..”

cu Hong Hong teramat gusar ia membentak keras dan

melancarkan sebuah pukulan kearah depan,

Sun Han Siang tak mau unjukkan kelemahannya ia balas

melancarkan pula satu pukulan untuk menyambut

datangnya ancaman tersebut… “Blaaam” ledakan dahsyat

menggeletar diangkasa membuat batang pohon

disekelilingnya pada tumbang dan pasir serta debu

beterbangan memenuhi seluruh angkasa.

Pek-li Gong yang menyaksikan jalannya prrtarungan itu

segera tertawa terbahak-bahak.

“Haaahh ..haaahh, .haahh.. sebenarnya apa yang sedang

kalian lakukan??jika kamu berdua merasa sudah bosan

hidup sebenarnya gampang sekali penyelesaiannya tunggu

saja sampai bulan lima tanggal lima nanti dan pergilah bikin

kekacauan didalam perkumpulan ombak menggulung aku

percaya kakek ombak menggulung pasti akan

menyempurnakan keinginan kalian itu, apa sih gunanya

saling membunuh?”

Dua orang perempuan itu sama sekali tidak ambil gubris,

mereka lanjutkan terus pertarungannya yang berlangsung

kian bertambah seru.

“Enso Lam-kong” teriak Siang Hong Ti pula dengan

suara lantang, “mundur selangkah kebelakang, buat apa sih

ribut2 dengan dirinya??”

cu Hong Hong yang mendengar perkataan itu jadi amat

gusar, ia tarik kembali serangannya dan membentak kepada

diri orang she Siang itu: “Siang Hong Ti, apa yang kau

katakan barusan?”

“Dewasa ini dunia persilatan sedang diliputi kekalutan,

golongan lurus dan golongan sesat sudah saling

bertentangan seCara tajam, siapa kuat dia akan tetap hidup

siapa lemah dia akan musnah dari muka bumi, kalian

berdua toh sama2 merupakan manusia yang punya nama

dan kedudukan, buat apa sih ribut2 sendiri karena persoalan

yang tak jelas? apakah tak malu ditertawakan orang?”

“Kalau memang begitu, kenapa engkau hanya menyindir

aku seorang??…” bentak cu Hong Hong penuh kegusaran-

“Setiap kali timbul percekcokan tentu kau yang bikin

gara2, aku orang she Siang tak akan membelai siapapUn,

aku bicara menurut keadaan yang sebenarnya,”

cu Hong Hong marah sekali, kembali dia ayun telapak

tangannya melancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah

Siang Hong Ti,

“Blaaaam” ledakan dahsyat menggetar diangkasa. jago

she Siang itu segera terdorong mundur sejauh lima langkah

dari tempat semula. Pek-li Gong melototkan mata

monyetnya lalu menggembor keras: “cu Hong Hong, kalau

engkau berani main kasar disini??”

“Pencuri tua. kalau engkau tidak puas silahkan turun

tangan-” teriak cu Hong Hong dengan gusar, “aku tak takut

menghadapi kalian bertiga, aku tahu bahwa kalian semua

pada membela Sun Han Siang?”

“cu Hong Hong engkau jangan mengira setelah

menguasai ilmu sakti Payung sengkala maka kau jadi luar

biasa sekali, aku Pek li Gong akan suruh engkau jadi melek

dan tahu diri”

cu Hong Hong tertawa dingin,

“Heeh…heeehh…heehh… bukannya aku pandang rendah

dirimu, engkau masih terpaut jauh kalau dibandingkan

dengan diriku” serunya.

“Hiihhi..hiiih.. .hiiih…. rupanya sebelum

kudemostrasikan kepandaian sakti yang kumiliki engkau tak

akan tahu tingginya langit dan tebalnya bumi

mari..,mari…mari akan kusambut lima jurus serangmu ….”

“Kenapa musti harus menunggu sampai lima jurus??

dalam dua jurus saja aku sudah dapat menyuruh engkau

terkapar diatas tanah “

“Saudara-saudara sekalian aku minta kalian suka

bertindak sebagai saksi.” teriak Pe-li Gong dengan keras,

“seandainya aku sampai turun tangan mempermainkan

dirinya harap saudara-saudara sekalian suka memberi maaf

karena kepandaian yang kumiliki hanya kepandaian

semacam itu bukannya berarti bahwa aku sengaja hendak

mencari untung pun tak ada gunanya….”

Perlahan-lahan Pek-li Gong mendesak maju kedepan

sambil tertawa haha-hihi ujarnya kembali.

“cu Hong Hong kau adalah seorang janda semestinya

aku tak pantas untuk mempermainkan dirimu akan tetapi

kau terlalu sombong, mau tak mau aku harus memberi

sedikit pelajaran pahit kepadamu agar kesombonganmu itu

bisa sedikit dikurangi, Cuma sebelum itu aku hendak

menerangkan lebih dahulu, andai kata engkau mendapat

malu karena kelihayanku maka janganlah kau salahkan aku

terlalu genit, sebab usiamu jauh lebih tua dari aku

sedangkan Sian Yan Peng sendiri jauh lebih tua pula dari

pada diriku, kalau dihitung maka sepantasnya aku jadi adik

iparmu, kalau adik ipar mencari keuntungan dari ensonya

sudah jamak dan umum bukan??”

Diam-diam Sun Han Siang tertawa geli setelah

mendengar pembicaraan tersebut, ia tahu pencuri sakti ini

mempunyai kepandaian menjawil yang sangat lihay dan

tiada tandingannya dikolong langit, dalam pertarungan ini

kemungkinan besar cu Hong Hong akan menderita

kerugian besar.

Dengan suara serius Siang Hong Ti berseru:

“Tua bangka she Pek li, aku harap engkau suka berpikir

tiga kali lebih dahulu sebelum bertindak, ketahuilah bahwa

wataknya berangasan sekali, seandainya ia sampai

mendapat malu didepan umum bagaimana kalau sampai ia

melakukan bunuh diri?”

“Siang Hong Ti ” teriak cu Hong Hong denganpenuh

kegusaran, “kalau engkau berani mempermainkan diriku

lagi, jangan salahkan kalau kubunuh dirimu”

Siang Hong Ti gelengkan kepalanya. “Waah…waaah..

.aku bersusah payah bicara banyak dengan maksud baik,

siapa tahu sebagai pembalasannya menerima caci maki

yang pedas, yaa sudahlah…kalian boleh bertempur”

Lam-kong Pak yang bersembunyi didekat tempat itu

diam2 merasa amat gelisah, ia tahu bahwa watak cu Hong

Hong beranggasan sekali, andai kata Pek-li Gong sampai

mempermainkan dirinya maka akibat yang mungkin terjadi

sukar dibayangkan mulai dari sekarang, kendatipun begitu

iapun merasa tidak leluasa untuk munculkan diri pada saat

seperti ini. karena itu kecuali gelisah ia tak dapat berbuat

yang lainPada

saat itulah sicaCatan mati hidup Loo-toa dari

sepasang manusia jelek dari Hay-thian berkata:

“Jie-ya, bagaimana kalau kita bertaruh??”

“oooh .. aku Ji-ya memang mempunyai maksud untuk

berbuat demikian, katakanlah Toa-ya” sahut Wang wee

berhati hitam dengan Cepat.

“Aku bertaruh pencuri tua itu pasti akan berhasil

mendapatkan keuntungan “

“Aku bertaruh cu Hong Hong berhasil pula mendapat

keuntungan sedang pencuri tua itupun tidak akan menderita

kerugian “

Tertegun hati catatan mati hidup sesudah

mendengarperkataan itu. “Ji-ya apa maksudmu bertaruh

demikian ??” tegurnya.

“oooh tidak apa- apa aku hanya maksudkan mereka

berdua sama-sama berhasil mendapat keuntungan dan

kedua belah pihakpun akan sama-sama menderita kerugian”

Lam-kong Pak yang menyembunyikan diri ditempat itu

diam-diam menganggukkan kepala, dia mengetahui bahwa

kecerdasan Wan-gwee berhati hitam masih lebih tinggi satu

tingkat jika dibandingkan dengan catatan mati hidup,

didalam kenyataan pencuri tua itu memang tak mungkin

bisa berhasil merebut kemenangan mutlak. sebab

kepandaian silat yang dimiliki cu Hong Hong terlalu lihay

kalau dibandingkan dengan dirinya sekalipun gerakan

tubuh pencuri tua dengan ilmu copetnya luar biasa dan

tiada tandingannya dikolong langit, akan tetapi ia tak

mungkin bisa menangkan pertarungan ini dengan gampang.

Air muka catalan mati hidup berubah sesaat, terdengar dia

mengomel:

“Ji-ya. bukankah kau Curang?? dengan bertaruh beg ini

bukankah sama artinya engkau memegang kedua belah

pihak?? Huuh apanya kau hendak meCari keuntungan dari

diriku??”

“Toa-ya, sudahlah… engkau tak usah mengatakan apa2

lagi, dalam pertaruhan ini aku Ji-ya sudah pasti akan

menderita kekalahan total”

Lam kong Pak yang sempat mendengarkan pembicaraan

itu, kembali berpikir didalam hatinya:

“Ia pandai dan licik, rupanya Wang we berhati hitam

memang lebih jauh licik daripada catatan mati hidup”

Sementara itu catatan mati hidup sudah bertanya: “Apa

yang akan kita pertaruhkan?”

“Satu meja hidangan yang paling lezat, barang siapa

menderita kalah maka dia diwajibkan membayar rekening”

“Baik. kita tetapkan begitu”

sementara itu Pek-li Gong serta cu Hong Hong telah

berdiri saling berhadapan-sedangkan Sun Han Siang serta

Siang Hong Ti bertindak sebagai saksi.

“Bersedialah” bentak cu Hong Hong dengan suara keras,

dengan Cepat ia lancarkan sebuah pukulan dahsyat dengan

ilmu sakti payung sengkala,

Pek-li Gong tak berani menerima serangan tersebut

dengan keras lawan keras. dengan gesit ia ngeloyor

kebelakang dan muncul dibalik punggung perempuan itu.

cu Hong Hong amat terperanjat, sekarang ia barusadar

hawa ilmu kepandaian yang dimiliki pencuri tua itu luar

biasa sekali. dengan cepat ia kirim satu babatan mendatar

kearah depan, angin pukulan yang maha dahsyat segera

memancar keempat penjuru membuat pepohonan yang

berada disekeliling tempat itu tersapu dan roboh keatas

tanah.

Pek-li Gong sendiri pun merasa amat terkesiap melihat

kelihayan musuhnya, sejak permulaan ia telah mengambii

keputusan untuk tidak terlalu jauh meninggalkan dirinya ia

harus melakukan pertarungan jarak dekat dan selalu

menempel ditubuhnya.

Tetapi gerakan tubuh cu Hong Hong luar biasa sekali.

rupanya diapun sudah mengetahui maksud hati Pek-li Gong

untuk sementara waktu ia tidak turun tangan melainkan

dengan gerakan tubuh yang sangat cepat dalam waktu

singkat telah berganti delapan belas buah tempat kedudukan

yang berbeda..,,

Dalam keadaan begini kendatipun ilmu kepandaian yang

dimiliki Pek-li Gong lebih baik pun belum tentu bisa

berbuat apa- apa, dalam waktu singkat ia telah tertinggal

sejauh lima enam langkah dibelakang, suatu ketika tiba-tiba

cu Hong Hong membentak keras dan melancarkan sebuah

serangan dengan sepenuh tenaga.

“Blaaam… ” ledakan dahsyat mengakibatkan pasir dan

debu beterbangan menyelimuti daerah seluas beberapa

puluh tombak namun bayangan tubuh dan Pek-li Gong

telah lenyap tak berbekas sedangkan diatas tanah muncul

sebuah liang besar segumpal ujung baju tertinggal dalam

liang tersebut.

Gelak tertawa bergema memecahkan kesunyian dari para

jago yang menyaksikan pertarungan itu, cu Hong Hong

loncat masuk kedalam liang dan menjemput ujung baju itu

ternyata kain itu bukan lain adalah sebuah jubah panjang.

Perempuan itu segera sadar bahwa dirinya tertipu, baru

saja tubuhnya hendak berputar kebelakang, tahu2 pencuri

sakti yang telah berhasil menyelinap kebelakang

punggungnya itu dengan cepat sudah menggerayangi

kearah tali ikat pinggangnya.

cu Hong Hong menjerit kaget, sambil memegangi

Celananya yang terlepas karena ikat pinggangnya sudah

dicopot oleh pencuri sakti itu ia loncat mundur tiga langkah

kebelakang.

Kiranya Pek-li Gong dengan ilmu “Melepaskan jubah”

yang menjagoi kolong langit dalam sekejap mata ia telah

melepaskan jubah tuanya, ketika sang badan tergetar masuk

kedalam liang oleh pukulan dahsyat dari cu Hong Hong,

menggunakan kesempatan itulah ia loncat keluar dari tanah

dan menyelinap kebelakang tubuh cu Hong Hong, dimana

ia copot tali pinggang perempuan itu.

SUN HAN Siang dengan cepat melengos kearah lain,

karena gelinya ia sampai mengucurkan air mata. Siang

Hong Ti sendiri sesudah memaki “Konyol”

Dia pun pura2 tidak melihat, hanya sepasang manusia

jelek dari Hay-thian saja demi semeja hidangan lezat, mau

tak mau mereka harus memperhatikan dengan Seksama

pantat perempuan itu.

Merah padam Selembar wajah cu Hong Hong Saking

malunya, sambil memegang Celananya yang kedodoran

karena talinya putus ia berdiri menjublak ditempat semula.

Pek-li Gong dengan Cepat jatuhkan diri berlutut dihadapan

cu Hong Hong, serunya,

“Enso Sianyan. aku harap engkau jangan marah, dalam

kenyataan aku sipencuri tua pun tidak berhasil mendapat

keuntungan apa- apa. Nih lihatlah bahuku…..”

“Rupanya diatas bahu sang pencuri sakti yang telanjang

terlihatlah muncul sebuah bisul yang bengkak besar dan

berwarna merah kehijau-hijauan, agaknya hal itu sebagai

akibat dari sapuan ujung telaPak cu Hong Hong yang

sangat lihay itu.

Dari malunya cu Hong Hong jadi teramat gusar, ia

membentak keras dan segera melancarkan sebuah

tendangan kilat kearah depan,…

“Blaaang….” tubuh pencuri itu terlempar sejauh tiga

tombak lebih dari tempat semula dan roboh terjengkang

keatas tanah^

“Toa-ya” terdengar wangwee berhati hitam berseru keras.

“pertaruhan kita sudah nampak hasilnya.”

“Ji-ya” seru catatan mati hidup dengan wajah berubah

“dalam kenyataan Pencuri tua telah beroleh kemenangan

total, aku lihat pertaruhan kita ini….”

Dalam pada itu Cu Hong Hong telah mengenakan

kembali celananya yang merosot kebawah itu, mendengar

ucapan tersebut ia jadi teramat gusar sambil memaki kalang

kabut ia lancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah catatan

mati hidup,

Melihat betapa dahsyatnysa serangan yang meluncur

datang, sepasang manusia jelek dari Hay-thian segera

mendorong pula sepasang telapak untuk menyambut

datangnya serangan tersebut, “Blaaaam” ditengah benturan

dahsyat tubuh mereka terpental sejauh satu tombak lebih

dari tempat semula.

Dengan badan atas telanjang dantubuhnya terbungkus

oleh debu dan pasir. kembali pencuri tua Pek-li Gong

berseru sambil memberi hormat:

“Enso Sian Yan, harap engkau jangan marah tiada

dasarnya, aku pencuri tua memang mempunyai watak

konyol seperti ini, kau tentu tak akan merasa gusar

bukan??”

Cu Hong Hong melirik sekejap kearah Sun Han siang

dengan wajah amat jengah, tanpa mengucapkan sepatah

katapun ia putar badan dan segera kabur dari tempat itu.

Pencuri tua jadi amat gugup teriaknya keras- keras:

“Enso Sian Yan, enso Sian Yan aku toh hanya

menggoda enso …kenapa engkau jadi marah dan tidak

menggubris diriku lagi??? eeeei..-,enso Sian Yan,..apa

kau……”

Cu Hong Hong sama sekali tidak menjawab, dalam

waktu singkat ia sudah lenyap dari pandangan.

Dengan perasaan apa boleh buat pencuri tua angkat

bahunya sambil bergumam seorang diri:

“Waaaah….waaaah… celaka tiga belas, rupanya godaan kali

ini sudah rada keterlaluan-., waah ia tentu membenci

setengah mati terhadap diriku”

“SEKARANG kau baru tahu bukan?” seru Siang Hong

Ti sambil tertawa dingin, “^ Heeeehh… heeehhh…

heeehhh…dengan wataknya yang beranggasan setelah

terjadi peristiwa ini maka tak mungkin lagi ia bersedia

kembali kesini”

Lam-kong Pak ada maksud menanyakan hubungan

antara cu Hong Hong dengan pangcu dari perkumpulan

Liok Mao-pang, ia segera menguntil dibelakang tubuhnya.

Setelah melakukan perjalanan beberapa saat lamanya. cu

Hong Hong berhenti dan duduk diatas batu besar. makin

berpikir ia merasa semakin sedih meskipun wataknya keras

kepala tapi bagaimanapun juga dia adalah seorang wanita.

setelah disekelilingnya tiada orang, maka tak dapat

dibendung lagi menangislah perempuan itu dengan

sedihnya.

Lam-kong Pak yang bersembunyi dibelakang pohon

diam-diam simpatik terhadap dirinya, tempo dulu mungkin

disebabkan hubungannya dengan Sian yang paling kurang

serasi atau mungkin karena seCara diam-diam ia mencintai

ayahnya Lam-Kong Liu maka hubungan suami isteri jadi

makin retak sehingga akhirnya mengakibatkan hal-hal yang

tidak diinginkan, tentu saja dalam hal ini tak dapat salahkan

dirinya saja.

Setelah menjanda belasan tahun. kembali ia dilukai oleh

ibunya sehingga terCebur Kedalam jurang dan masuk

keperut naga bertanduk tunggal, disana ia harus menahan

Penderitaan selama belasan tahun, kalau dipikir lagi nasib

perempuan ini memang patut dikasihani.

Setelah menangis beberapa saat lamanya, cu Hong Hong

menyeka air mata dengan ujung bajunya, lalu dengan

gemas serunya:

“semua ini adalah Sun Han siang perempuan rendah itu

yang mencelakai diriku…, aku tak akan melepaskan dirinya

dengan begitu saja”

pada saat itulah Lam-kong pak munculkan diri dari

tempat persembunyiannya, melihat kemunculan manusia

tembaga ditempat itu cu Hong Hong merasa amat

terperanjat, sambil bertolak pinggang segera teriaknya:

“Kau siapakah?? Hmm rupanya sengaja datang untuk

melihat aku sedang menangis.”

“Aku adalah kakek bersedih hati, aku bukan bermaksud

menyaksikan engkau menangis, melainkan hendak

menanyakan suatu persoalan kepadamu.”

“Maaf” tegas cu Hong Hong dengan keras, “perasaan

hatiku kurang begitu baik,lebih baik tak usah kita bicarakan

tentang masalah apa pun”

“Urusan ini menyangkut masalah dunia persilatan serta

kepentingan umat Bu-lim yang ada dikolong langit, aku

harap engkau jangan bertindak menuruti emosi”

cu Hong Hong yang sedarg gusar jadi semakin naik

pitam. bentaknya: “siapa yang suruh engkau nasehati

diriku?? enyah kamu dari tempat ini. …”

“Aku hendak menanyakan masalah mengenai pangcu

dari perkumpulan Liok-mao-pang serta ada urusan banyak

disampaikan kepadamu “

Begitu Lam-kong Pak mengungkap tentang ketua dari

perkumpulan Liok-mao-pang itu, kegusaran cu Hong Hong

segera berkurang, serunya: “Kalau engkau ada perkataan,

Cepat utarakan keluar..”

“Aku masih teringat ketika tempo hari secara kebetulan

aku berhasil melihat raut wajah asli dari pangcu

perkumpulan Liok mao-pang, ternyata ia mempunyai raut

muka yang ganteng juga ….”

“Engkau melihatnya dimana??” tanya cu Hong Hong

dengan hati terperanjat.

“Tempo hari ketika Lam-kong Pak dan ibunya

terjerumus dalam markas besar Perkumpulan Liok-maopang,

waktu itu Loo Liang-jan telah beradu kepandaian

dengan ketua dari perkumpulan Liok-mao-pang itu,

dandanan rambut hijaunya yang panjang ia berhasil

melemparkan tubuh Loo Liang-jen sampai beberapa depa

jauhnya, aku yang bersembunyi disamping dapat

menyaksikan raut muka aslinya” Sekali lagi cu Hong Hong

merasakan hatinya bergetar keras.

“coba katakaniah, bagaimana macam mukanya??”

“Mata jeli hidung mancung, bibir tipis dan muka putih

bersih, alisnya melengkung keatas”

sekujur badan cu Hong Hong gemetar keras, katanya

kemudian:

“Antara dia dengan diriku sama sekali tak ada

hubungannya, apa yang hendak kau tanyakan lagi??”

Tempo hari aku toh pernah menyerahkan rambut palsu

warna hijau kepadamu apakah engkau berhasil menebak

siapakah orang itu ??”

“Antara diriku dengan dia sama sekali tak ada

hubungannya. buat apa aku mesti menebaknya ??” Lamkong

Pak tertawa dingin.

“Heehh.,.heeh ….menurut apa yang kuketahui, antara

engkau dengan ketua dari perkumpulan Liok-mao Pang

mempunyai hubungan yang sangat erat, masih ingatkah

akan perkataanmu yang kau sampaikan kepadanya, ‘aku tau

siapakah dirimu ..??’”

“Tau sih tau, cuman untuk sementara waktu belum dapat

kuberitahukan kepadamu”

Rupanya Lam-kong Pak tahu kalau pertanyaannya tak

akan mendatangkan hasil. setelah mendengus ia putar

badan dan segera berlalu dari situ.

“Bagaimana caramu mendapatkan rambut palsu itu ??”

seru cu Hoag Hong seCara tiba-tiba.

Lam-kong Pak segera menceritakan kisah pengalaman

ketika mencuri rambut palsu itu, mendengar kisah tadi cu

Hong Hong mengangguk tidak hentinya.

“Baiklah.” serunya, “tidak lama kemudian- aku pasti

akan memberitahukan rahasia ini kepadamu, akan

kuberitahukan siapakah dia?”

“Sudahkah, tak perlu.. aku perCaya tidak lama kemudian

akupun sanggup untuk menyelidiki sendiri tentang

persoalan ini.”

Habis berkata ia segera tinggalkan tempat itu dan

langsung berangkat menuju kemarkas besar perkumpulan

Liok- mao-pang .

Ketika ia tiba ditempat tujuan. waktu menunjukan sudah

hampir mendekati kentongan keempat, Lam-kong Pak

segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya hingga

mencapai pada puncaknya meskipun la memakai baju

tembaga namun sedikitpun tidak mengeluarkan sedikit

suarapun.

Dia langsung menuju keruang dimana ia pernah

melakukan pengintaian, ketika jendela didekati dan mau

melongok kedalam, tampaklah ruangan itu gelap dan tiada

cahaya penerangan, sesorok bayangan manusia sedang

duduk bersila diatas pembaringan, rupanya orang itu sedang

berlatih ilmu.

Dengan seksama Lam-kong Pak memperhatikan orang

itu, ternyata dia bukan lain adalah ketua dari perkumpulan

Liok mao-pang, entah sejak kapan kepalanya sudah tertutup

kembali oleh rambut palsu warna hijau, seluruh wajahnya

sama sekali tertutup rapat.

Lam-kong Pak mengira latihannya itu akan berlangsung

agak lama, baru saja dia akan berlalu dari tempat itu, tibatiba

ia lihat ketua dari perkumpulan Liok-mao-pang itu

bangkit berdiri setelah mengencangkan tali pinggangnya, ia

membuka pintu dan keluar dari ruangan dengan ilmu

meringankan tubuhnya yang amat sempurna, ia berkelebat

menuju keatas sebuah gunung-gunungan.

Diam-diam Lam-kong Pek merasa keheranan, ia tak tahu

apa yang hendak dilakukan ketua dari perkumpulan Liokmao-

pang itu diatas gunung-gunungan tersebut.

Sekali kelebat ia sudah masuk kedalam sebuah gua

dibalik gunung-gunungan itu, Lam-kong Pak segera

menyembunyikan diri dibawah jembatan kecil tidak jauh

dari tempat itu.

Kurang lebih setengah perminum teh kemudian,

tampaklah sesosok bayangan merah munculkan diri dari

balik gua itu, Kemudian sekali enjotkan badan bayangan

tubuhnya sudah lenyap dari pandangan.

Saking terkejutnya Lam-kong Pak sampai berdiri

termangu dan untuk beberapa saat lamanya ia tak mampu

mengucapkan sepatah katapun, pikirnya didalam hati:

“Bukankah dia adalah manusia aneh baju merah yang

kutemui tempo hari …. aaah. . . sungguh tak kusangka

kalau manusia lihay itu bukan lain adalah hasil penyaruan

dari ketua perkumpulan Liok-mao Pang . ..”

Yang paling mengejutkan hati sianak muda itu adalah

kelihanyan ilmu silat yang dimiliki manusia aneh baju

merah itu ternyata jauh melebihi kakek ombak menggulung

beberapa kali lipat,

Diam-diam Lam-kong Pak gelengkan kepalanya dan

berpikir didalam hati:

“Asal-usul ketua dari perkumpulan Liok-mao Pang pada

dasarnya sudah merupakan suatu teka-teki, sekarang ia

menyaru kembali sebagai manusia aneh baiu merah,

sebenarnya apa tujuannya?? dan sungguh heran, kenapa ia

justru turun tangan terhadap kakek ombak menggulung ??”

Timbullah rasa ingin tahu dalam hati kecil pemuda She

Lam-kong ini setelah menyaksikan bayangan tubuh dari

manusia aneh baju merah itu lenyap dari -pandangan, ia

segera menerobos masuk kedalam gunung-gunungan

tersebut.

Suasana dalam gua gunung-gunungan itu gelap gulita,

dimanapun terdengar suara gemericikan air. tetapi tidak

nampak ada air yang mengalir disana. pada dinding gua

terdapat banyak sekali gua- gua kecil sebesar batang pohon.

begitu banyak sehingga mirip sarang lebah.

Ketika ia melongok kedalam gua itu maka tampaklah

satu stel baju dan sebuah rambut palsu warna hijau

tersimpan disana.

Lam-kong Pak segera menyadari apa yang telah terjadi,

ia tahu ketua dari perkumpulan Liok-mao Pang akan

munculkan diri dengan raut wajah yang lain dan rupanya

setiap kali dia berusaha untuk mengelabui mata kakek

ombak menggulung entah apa tujuannya.??

Setelah membungkus kembali buntelan itu dan

kembalikan ketempat semula kembali, pemuda itu berputar

dalam markas besar perkumpulan Liok-mao pang itu

sehingga akhirnya sampailah didepan sebuah bangunan

loteng yang amal tinggi.

Da lam ruangan terlihatlah kakek ombak menggulung

sedang mempermainkan payung sengkala tersebut sambil

bergumam seorang diri:

“Dengan payung sengkala ini dalam genggamanku.

seluruh dunia persilatan akan kutundukan dan semua orang

akan tunduk dibawah perintahku—”

“Sreeeei.. ” ia membuka payung sengkala tadi dalam

sekejap mata cahaya merah yang amat menyilaukan mata

segera memancar keempat penjuru.

Sekarang Lam-kong Pak baru sempat melihat jelas

keadaan serta bentuk dari payung sengkala tersebut. iaj

umpai payung mustika panjangnya mencapai empat depa

dengan cahaya tajam memancar keluar keempat panjuru

entah terbuat dari apakah berda itu, nampaklah halus dan

lunak akan tetapi kuatnya bukan kepalang.

Sebuah patung kelelawar hijau yang mungil dan persis

apa yang diberikan cu Li Yap kepadanya yang tertera pada

gagang payung itu.

Lam-kong Pak segera membayangkan kembali kejadian

yang berlangsung belum lama berselang, dimana payung

tersebut sebenernya sudah terjatuh ketangannya. tapi karena

keteledoran sendiri payung itu kembali dirampas oleh

mahluk bertangan bulu, dan kemungkinan besar makhluk

bertangan bulu itu bukan lain adalah Suma Ing yang sudah

kehilangan tangan kiri dan mukanya hancur itu.

Ia mengerti sampai dimana sempurnanya tenaga dalam

yang dimiliki iblis ini dalam keadan biasa pun ia sudah

bukan tandingannya apa lagi setelah payung sengkala

berada ditangannya kelihatannya orang itu pasti bertambah

hebat, merampas payung itu secara gegabah belum tentu

akan mendatangkan hasil apa- apa.

“Heeeh,…heeehh….heeeeh. ..” kakek ombak menggulung

tertawa seram. “aku akan menguasai dunia persilatan.

kekuasaan yang paling besar dikolong langit akan terjatuh

ditanganku…oooh betapa gembira hatiku….”

Belum habis ia tertawa, tiba-tiba diatas loteng menggema

benturan keras disusul meja kursi mencelat keudara dan

hancur berantakan- sedangkan seluruh bangunan loteng

bergetar keras.

Sesosok bayangan merah berkelabat masuk kedalam

ruangan tersebut. dan langsung menyambar kearah payung

sengkala itu.

Rupanya Kakek ombak menggulung sudah bikin

persiapan, menyaksikan datangnya ancaman tersebut. . .

.”Bluum” ia pentang payung mustika lebar-lebar kemudian

dibacokkan ketubuh bayangan baju merah tadi.

“Bluuum. ..” bayangan manusia berpisah sama lainnya

ditengah bentrokan yang amat nyaring, bayangan merah itu

mencelat kebelakang dan sekali berkelebat lenyap dari

pandangan Lam-kong Pak yang berada disekitar situ pun

tak berani berhenti terlalu lama, ia segera kabur pula dari

markas besar perkumpulan Liok-mao-pang itu.

Ia yakin seyakin yakinnya bahwa bayangan merah yang

menyambar payung sengkala tadi pasti adalah ketua dari

perkumpulan Liok-mao-pang, hanya saja ia tak menyangka

kalau orang itu ada maksud-maksud lain sehingga tidak

segan untuk bentrok dengan orang sendiri.

Sebenarnya siapakah pang cu dari perkumpulan Lokmao-

pang ini?? kenapa ia memusuhi kakek ombak

menggulung?? dan apa pula hubunganya dengan cu Hong

Hong?? apa sebabnya cu Hong Hong tak mau menyebutkan

asal-usulnya yang sebenarnya??

Lam-kong Pak merasa kepalanya pusing tujuh keliling

dan tidak habis mengerti, pikirnya kemudian:

“Aaaai,. . jaraknya sampai bulan lima tanggal lima masih

amat lama,apa salahnya kalau masih menggunakan

kesempatan yang amat baik ini kulatih kembali bayi sakti

hawa murniku agar lebih sempurna??” berpikir demikian,

berangkatlah dia menuju kearah lembah yang letaknya amat

terahasia itu.

Setibanya dilembah rahasia. keadaan disitu tampak

seperti sedia kala. hanya saja daun aneh telah tumbuh

kembali diatas pohon aneh, rumput ditanah tumbuh

bagaikan sebuah permadani hijau, air mengalir dengan

tenangnya membuat suasana ditempat itu tidak jauh

berbeda dengan sorga loka,

Lam-kong pak menghela napas panjang pikirnya:

“Dalam dunia persilatan bunuh membunuh terjadi

sepanjang tahun. Pertikaian dan persengketaan terjadi tiada

hentinya, andaikata aku dapat menghilangkan semua

pikiran itu dan selamanya berdiam dalam tembah ini… ooh

hidupku pasti bahagia bagaikan kaum dewa.”

Dipetiknya daun-daun pohon yang muda dan dimakan

dengan penuh kenikmatan, kemudian diapun pergi kemata

air untuk minum dengan kenyang.

Lembah itu bening seperti dunia lain, begitu sepinya

sehingga yang terdengar hanya hembusan angin gunung

serta gemerisiknya daun serta rumput…. Lam-kong Pak

masuk kedalam gua karang disana ia duduk bersila dan

mulai melatih ilmu bayi sakti hawa murninya.

Tidak lama kemudian, bayi sakti telah tercipta dan ia

menerobos keluar dari selangkangan melewati ubun-ubun

dan muncul di depan mata.

Sekarang Lam-kong Pak dapat membuka matanya untuk

menyaksikan wujud bayi saktinya itu tampak bayi tadi

meloncat-loncat dan berlari menuju keluar gua. dimana ia

pentang mulutnya dan menjerit-jerit.

Meskipun suaranya tidak begitu keras tetapi ditengah

lembah yang hening dan sunyi itu, suara teriakan tadi dapat

terdengar amat jelas sekali.

Tidak lama kemudian muncul kembali dua orang bayi

sakti, sekilas memandang Lam-kong Pak segera mengetahui

bahwa mereka adalah bayi-bayi sakti dari Padri naga serta

Imam harimau.

Dalam hati sianak muda itu segera berpikir,

“Ketika terjadi pertarungan antara bayi saktiku melawan

bayi sakti dari padri naga serta Imam harimau. bayi saktiku

berhasil duduk diatas angin, hal ini menandakan bahwa

tenaga dalamku jauh lebih sempurna dari pada mereka

entah bagaimana dengan kesempurnaan tenaga dalamku

akhir-akhir ini. …”

Siapa tahu karena terpengaruh oleh daya ingatan itu.

bayi sakti tersebut mendapat firasat dan segera menunjukan

reaksinya, sambil bertolak pinggang dengan sikap yang

gagah, ia melotot kearah dua orang bayi sakti lainnya.

Dua orang bayi sakti itu segera berjalan kehadapannya

kemudian mereka memisahkan diri dan satu dari kiri yang

lain dari kanan mereka melakukan pengepungan terhadap

bayi sakti lawannya.

Bayi sakti dari Lam-kong Pak segera mementangkan

sepasang telapaknya dengan jurus “Ji-be-hun si” atau kuda

liar memisahkan mayat, ia serang dua orang bayi sakti

tersebut.

siapa tahu kedua orang bayi sakti itu sama sekali tidak

menghindar atau berkelit, yang satu dari kiri yang lain dan

kanan mereka peluk bayi sakti dari Lam-kong pak itu eraterat

dan sampai matipun tidak dilepaskan kembali.

Lam-kong pak jadi sangat gelisah, sebab bayi sakti tak

mampu meronta kembali sedangkan pukulan dua orang

hayi sakti lainnya kian lama kian bertambah kencang dan

kuatnya….

Lam- Kong pak seketika merasakan napasnya jadi sesak

sekali sebab bayi sakti itu adalah hasil ciptaannya, jika bayi

itu terpeluk kencang dengan sendirinya dia sendirinya pun

merasakan napasnya jadi susah^

Tiba-tiba kejadian aneh muncul didepan mata,

tampaklah dua orang bayi sakti itu dari gumpalan asap yang

tebal kian berubah jadi tawar sehingga akhirnya beruhah

jadi dua gulung hawa putih yang kecil dan menerobos

masuk lewat kedua lobang hidung bayi sakti dari Lam-kong

pak tadi.

Dalam waktu singkat Lam-kong pak merasakan segenap

tubuhnya jadi mengelembung besar seakan-akan mau

meledak. segera pikirannya kembali kedalam hati,

“Aaaah,…” tanpa sengaja aku telah melakukan suatu

perbuatan yang akan membuat hatiku menyesal untuk

selamanya.”

pada saat itulah tidak jauh dari tempat itu berkumandang

datang suara helaan napas panjang yang amat berat, suara

itu begitu tua dan mengenaskan, membuat siapapun yang

mendengar akan ikut merasa beriba hati.

Buru2 Lam-kong Pak tarik kembali bayi saktinya dan

siap memeriksa suara dari siapakah itu. belum Sempat ia

bangun berdiri terlihatlah dua sosok bayangan manusia

telah berdiri didepan mulut guanya.

Mereka bukan lain adalah Padri naga serta Imam

harimau, air muka kedua orarg jago lihay itu pucat pias

bagaikan mayat, tubuhnya gontai sedang sepasang matanya

sayutak bersinar. se-akan2 baru saja sembuh dari sakit

parah. Terdengar Padri naga berkata:

“Siau-hiap engkau tak usah bersedih hati aku serta

Hautooyu memang sengaja hendak menyempurnakan

dirimu. cepatlah salurkan hawa murnimu untuk membawa

dua gulung hawa murni bayi sakti itu menuju jalan besar.

engkau membutuhkan waktu selama tiga hari tiga malam

lamanya untuk bersemedi serta mempersatukan kedua

gulung tenaga itu dengan tenaga murnimu seodiri….”

Lam-kong Pak mengangguk tanda mengerti, ia segera

pejamkan mata dan bersemedi, dalam waktu singkat

pemuda itu sudah berada dalam keadaan lupa akan segala2nya.

Dibawah perlindungan Padri naga dan harimau, Lamkong

Pak dapat bersemedi selama tiga hari tiga malam

tanpa terjadi suatu apapun, ketika ia telah menyelesaikan

latihannya pemuda itu segera loncat bangun dari atas tanah,

ditemuinya kedua orang tokoh sakti itu sudah berada dalam

keadaan yang gawat dengan muka putih ke-kuning2an-

Dengan cepat ia jatuhkan diri berlutut diatas tanah, ujarnya:

“Selama hidup boanpwee akan merasa hatinya tak

tenang karena peristiwi ini, jika ada cara untuk

mengembalikan hawa murni bayi sakti itu kepada cianpwee

sekalian, boanpwee bersedia untuk menyerahkan kembali

kepada kalian-..”

“Siauhiap tak usah pikirkan yang bukan2.” jawab padri

naga dengan suara lirih, “kami adalah orang beribadah yang

sudah menjadi kewajiban untuk mementingkan

keselamatan umat manusia dikolong langit dan pada

kepentingan pribadi, sekarang dunia persilatan sedang

terancam malapetaka dan setiap saat badai pembunuhan

dapat melanda seluruh permukaan bumi, bila kami dapat

mengorbankan diri untuk menolong umat sesamanya, hati

kami akan lega dan girang sebab dapat menjalankan

harapan Buddha yang maha pengasih….omitohud”

“Usia pinto dan Llong taysu memang tak lama lagi akan

berakhir, keadaan ini boleh dibilang ibaratnya menjalankan

perahu mengikuti hembusan angin- bila kami sudah mati

maka harap Lam- Kong siauhiap suka mengubur jenasah

kami berdua ditempat ini saja, setelah ituu setiap bulan

engkau harus datang kemari untuk makan daun pohon serta

air jernih itu sambil berlatih diri lebih giat lagi, jika engkau

dapat berlatih giat selama setengah tahun lagi maka Siauhiap

akan berhasil melatih ilmu bayi sakti berbadan kebal,

pada taraf seperti itu jarakmu untuk mewujudkan badan

yang kebal dan usia yang panjang sudah tak terlalu jauh

lagi.”

Lam-kong pak jatuhkan diri berlutut diatas tanah,

dengan air mata bercucuran serunya:

“cianpwee berdua, seandainya kalian berdua tiada

maksud untuk menyempurnakan diriku, mungkin usia

kalian berdua akan mencapai seratus tahun lebih. selama

hidup aku akan merasa tidak tenteram—”

“Tidak sala”h sahut padri naga…. “seandainya kami

berdua tidak terlalu mementingkan kehidupan keduniawian

mungkin aku bisa hidup puluhan tahun lagi dalam dunia

Persilatan. tetapi engkau pun harus tahu bahwa kematian

manusia ada yang berat bagaikan bukit Tay-san ada pula

yang ringan bagaikan bulu, kami bersedia memilih jalan

yang terakhir….Siauhiap aku rasa saat kami sudah hampir

tiba. . . .selamat tinggal.. . .”

Mendadak kedua orang jago lihay merapatkan matanya

dan kepala mereka terkulai lemas kebawah. Lam-kong Pak

merasa amat terperanjat segera terlaknya: “cianpweee,…

cianpwee … kalian tak boleh mati…..”

Tetapi kepala padri naga dan Iman harimau telah

terlukai lemas dan kedua orang jago sakti itu telah

menghembuskan napas terakhir dalam sekejap mata saja air

muka mereka sudah berobah menjadi kuning pucat.

Air mata jatuh bercucuran membasahi seluruh wajahh

Lam-kong Pak, ia merasa amat benci terhadap beberapg

orang gembong iblis yang ada dikolong langit. seandainya

dunia persilatan tidak terancam oleh badai pembunuhan,

kedua orang jago lihay inipun tak akan mempunyai ingatan

seperti itu… kalau dipikirkan kembali maka kesalahan serta

dosa ini adalah akibat dari tingkah laku kakek ombak

menggulung serta ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang.

ia bersumpah akan menuntut balas bagi kematian dua orang

jago lihay ini.

Setelah memberi hormat kepada jenasah itu. Lam-kong

Pak segera mengubur mayat dari Padri naga dan imam

harimau dalam lembah tersebut, menanti semua pekerjaan

telah selesai dengan wajah sedih ia baru berangkat

tinggalkan lembah itu.

Meskipun kepandaian silat yang dimiliki Lam-kong Pak

telah mendapat kemajuan yang amat pesat, tetapi cara yang

dilakukan sehingga kepandaiannya mendapat kemajuan ini

membuat hatinya selalu murung dan merasa tidak gembira.

= =000000000= =

SEKARANG pemuda itu teringat kembali akan kedua

orang manusia tembaga yang lenyap tak berbekas, ia mulai

menduga bahwa kemungkinan besar mereka adalah suhu

serta ayahnya, menurut perkataan kakek desa katanya

mereka berada dalam keadaan baik2, tapi siapakah

sebenarnya kakek desa itu? darimana ia bisa tahu akan

persoalan ini?? apakah dia adalah salah satu diantara tiga

orang manusia tembaga itu?? atau dengan perkataan lain

orang yang memiliki payung sengkala tersebut??

Tidak lama kemudian sampailah pemuda itu ditepi

sungai, ia dengar suara tertawa gadis yang riuh rendah

berkumandang datang, Lam-kong Pak segera berjalan

menuju kearah mana berasalnya suara tadi, ternyata mereka

bukan lain adalah Pek li Hiang serta cu Li Yap. hal ini

membuat hatinya merasa amat terperanjat.

Malaikat raksasa Loo Liang-jan duduk bersandar

dibawah sebuah pohon besar, tangannya meng-gurat2

diatas tanah entah apa yang sedang ditulis olehnya??

Dengan gerakan yang enteng Lam-kong Pak berkelebat

keatas pohon, dari situ ia melongok kebawah, tampaklah

Loo Liang-jan termenung beberapa saat lamanya,

kemudian diatas tanah ditulisnya kata “Kueh kering”

Diikuti ia menelan air liur dan menulis pula kata “bakpao”

diatas tanah. mulutnya yang besar mengunyah seolah2

sedang melahap makanan-

Akhirnya ia menulis sebuah huruf “Besar” kemudian

berpikir lama sekali. rupanya tulisan selanjutnya tak dapat

ditulis olehnya karena tak tahu bagaimana cara menulisnya.

dalam keadaan begitu ia pun melukis sebuah mangkok

besar yang diberi garis2 panjang seperti benang dan

diatasnya diberi garis kembali seperti uap panas.

Lam-kong Pak tahu bahwa Loo Liang-jan adalah

seorang manusia kasar yang tidak mengerti tulisan, setelah

lukiskan itu diamati iapun segera mengerti apa yang

dituliskan oleh lelaki tersebut, pikirnya^

“oooh….. rupanya ia mau menulis semangkok besar Mi

kuah, tapi karena tak dapat menulis hurupnya maka ia

menulis mangkoK dengan garis-garis sebagai tanda

bakmi….. konyol benar orang ini.”

Diam diam sianak muda itu merasa geli, ia merasa

saudaranya ini hanya tahu memikirkan soal makanan

belaka, dalam otaknya cuma tahu bagaimana makan

dengan kenya dan sama sekali tak ambil peduli terhadap

bencana yang melanda dunia persilatan.

Tiba-tiba dari arah depan berkumandang datang suara

jeritan kaget yang amat nyaring, Lam-kong Pak amat

terperanjat. dengan cepat ia berkelebat menuju kearah

sungai.

Tampakah olehnya Pek-li Hiang sedang ditarik oleh

seekor mahkluk berwarna hitam menyelam kedasar sungai

sedangkan cu Li Yap dengan tubuh telanjang bulat ikut

menyelam pula kedasar air.

Dengan cepat Lam-kong Pak terjun pula kedalam sungai

ia lihat Pek li Hiang dalam keadaan telanjang bulat sedang

ditarik kaki kanannya oleh seekor mahkluk aneh menuju

ketengah sungai.

Sekilas memandang Lam-kong Pak segera kenali kembali

bahwa mahkluk yang dikira sebagai binatang tadi ternyata

bukan lain adalah Melayang diatas air Ma Tie, hanya saja

tubuhnya memakai baju berenang yang berwarna hitam

pekat.

Yang paling menyusahkan Lam-kong Pak adalah kedua

orang gadis itu berada dalam keadaan telanjang bulat tanpa

mengenakan sehelai benangpun, apa lagi disiang hari

bolong, semua lekukan badan gadis itu nampak dengan

begitu nyata sekali.

cu Li Yap sendiri walaupun mengerti ilmu dalam air,

tetapi berhubung tangannya yang satu dipergunakan untuk

menutupi alat vitalnya dibagian bawah, dengan sendirinya

gerakan jadi agak terlambat.

Lam-kong Pak tahu bahwa kepandaian Ma Tie didalam

air sangat lihay sekali, andainya ia sampai berhasil

meloloskan diri maka Pek-li Hiang tentu akan mengalami

nasib Celaka. dengan cepat ia muncul kembali diatas

pemukaan air.

Dari atas permukaan air dia meluncur sejauh dua tiga

puluh tombak kearah depan, kemudian menyelam kembali

kedalam air dan menghadang jalan pergi dari Melayang

diatas air Ma Tie.

Dalam pada itu dua orang gadis tersebut-pun sudah

mengetahui akan munculnya seorang manusia tembaga

ditempat itu, tetapi karena mereka tak tahu manusia

tembaga ini adalah manusia tembaga yang mana, saking

malunya buru-buru mereka menutupi alat vitalnya dibawah

badan-

Melayang diatas air Ma Tie merasa yakin bahwa ilmu

dalam airnya sangat lihay. ia tiada maksud untuk melarikan

diri. sambil putar senjata garpunya dengan cepat ia

menyusup kemuka mengirim satu tusukan kilat. Sejak

memperoleh bantuan dari orang bayi sakti, Lam-kong Pak

belum pernah mencoba kepandaian silatnya. sekarang ia

berdiri tepat dihadapan Ma Tie pada jarak tiga tombak

lebih.

Baru saja sianak muda itu hendak turun tangan. tiba-tiba

Ma Tie melepaskan cairan tinta hitamnya untuk

menyelimuti pandangan musuh, dalam waktu singkat air

sungai disekitar sana telah berubah jadi hitam gelap. Lamkong

pak hendak melarikan diri. ia berseru tertahan:

“Aduuhh celaka….”

Belum sempat ingatan tersebut berkelebat lewat tiba-tiba

desiran tajam terasa mengancam batok kepalanya.

Dengan munculnya kejadian itu ia jadi girang, pikirnya:

“Ini hari siau-ya akan suruh engkau merasakan

kelihayanku”

Pemuda itu tidak menghindar ataupun berkelit, ia purapura

berlagak seolah-olah sama sekali tidak merasa ada

datangnya ancaman tersebut, sementara hawa murni bayi

saktinya secara diam-diam dikerahkan keluar.

“Kraaak….” senjata garpu milik Ma Tie seketika patah

jadi dua bagian, sementara tubuhnya tersusut mundur

kebelakang.

Siapapun tahu bahwa pakaian tembaga yang dikenakan

manusia tembaga tipis sekali jangan dibilang serangan dari

Ma Tie dilakukan dengan mengerahkan segenap tenaga

dalam yang dimilikinya, sekalipun orang biasa pun yang

melakukan pakaian itupun akan tembus.,

Dengan terjadinya peristiwa ini, bukan saja Ma Tie jadi

amat terkesiap. bahkan dua orang gadis sama-sama tertegun

dibuatnya.

Lam-kong Pak memberi tanda kepada Ma Tie untuk

melepaskan cekalannya pada diri Pek-li Hiang, tentu saja

orang she-ma itu tak sudi melepaskannya, karena dia tau

andaikata tawanannya dilepaskan maka hal ini akan

mendatangkan mara bahaya bagi dirinya, dengan gadis itu

sebagai sandera malah kemungkinan besar ia dapat

meloloskan diri dari ancaman maut,

Dengan senjata garpunya diarahkan keatas alat vital Pekli

Hiang dibagian bawah tubuhnya ia menunjukan gerakan

seakan- akan hendak melakukan penusukan.

Napsu membunuh dengan cepat menyelimuti wajah

Lam-kong Pak. jari tangannya disertai hawa murni yang

amat dahsyat segera disentilkan kearah urat nadi Ma Tie.

Serangan tersebut sangat aneh dan luar biasa sekali,

segumpal cahaya putih yang amat menyilaukan mata

memisahkan air dan meluncur kedepan bagaikan sambaran

petir.

Sekujur badan Ma Tie gemetar keras, darah mengalir

keluar dari urat nadinya, ia segera lepas tangan dan

mengeluarkn cairan hitam penyelimut mata untuk

menyelamatkan diri.

Lam-kong pak tahu bahwa Ma Tie ber-siap2 untuk

melarikan diri meskipun rasa dongkolnya terhadap kedua

orang gadis itu masih belum hilang. akan tetapi pemuda

itupun merasa tak tega untuk tinggalkan mereka dalam

keadaan telanjang bulat. Setelah berpikir sebentar. ia

lepaskan pakaian tembaganya dan menarik tubuh dua orang

gadis itu kedalam pakaian tembaga tapi kemudian

mengepitnya menuju kearah sungai.

Loo Liang-jan tidak mengenal ilmu dalam air ia sedang

menanti ditepi sungai dengan hati gelisah. ketika dilihatnya

Lam-kong Pak muncul dari air sambil menghimpit seorang

manusia tembaga, ia terkejut bercampur girang sehingga

untuk beberapa saat lamanya berdiri menjublak setengah

harian- kemudian ia baru berteriak dengan suara keras:

“Lam-kong siau-ya,aku tak akan tinggalkan dirimu lagi.

aku….selama beberapa hari ini selalu makan tak kenyang…,

oooh aku menderita sekali..,.”

“Blaaaam” Lam-kong Pak membanting baju tembaga itu

keatas tanah. dari balik pakaian segera berkumandang suara

jeritan tertahan dari dua orang gadis itu. Kepada Loo

Liang-jan pemuda itu segera berseru:

“Loo-tua coba pergilah kesekitar tempat sini dan cari

pakaian mereka …..”

Setengah harian lamanya Loo Liang-jan mencari

disekeliling tempat itu akan tetapi tidak berhasil juga

ditemukan, Lam-kong Pak segera memaki: “Huuuh….dasar

gentong nasi….kamu memang bedoh sekali “

Lam-kong Pak mengira pakaian mereka tentu

disembunyikan disamping sungai ia segera melakukan

pencarian sendiri tetapi setengah harian lamanya ia mencari

tak ada pula hasilnya, dalam hati segera pikirnva:

“Aaah…. kalau begitu pastilah melayang diatas air Ma

Tie telah sembunyikan lebih dahulu pakaian mereka….”

Tiba-tiba….terdengar bentakan keras berkumandang

datang. Lam-kong Pak segera berpaling ia lihat makhluk

aneh bertangan bulu itu muncul kembali disana sambil

menubruk kearah msnusia tembaga, sedangkan Loo Liangjen

melancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah makhluk

aneh itu.

Sambil berpaling makhluk aneh itu kebaskan telapaknya

melancarkan sebuah pukulan dahsyat, tubuh Loo Liang-jan

seketika tergetar mundur lima langkah kebelakang ia segera

menyambar kearah manusia tembaga itu.

“Berhenti ” bentak Lam-kong Pak dengan hati

terperanjat.

Makhluk aneh itu berpaling ketika dilihatnya Lam-kong

Pak muncul disana sambil mengempit manusia tembaga itu

ia putar badan dan segera terbirit-birit lari dari sana.

Dengan kencang Lam-kong Pak mengejar dari belakang,

berhubung makhluk aneh itu harus mengempit dua orang

gerakan tubuhnya jadi makin lambat sedangkan tenaga

dalam yang dimiliki Lam-kong Pak sudah mendapat

kenaikan yang amat pesat. tidak sampai satu li ia sudah

kena dikejar oleh sianak muda itu.

“Suma Ing anjing bangsat ” bentak Lam-kong Pak

dengan amat gusar, “Ayoh lepaskan mereka “

Makhluk aneh itu sama sekali tidak mengambil gubris, ia

tetap kabur dengan cepatnya dari tempat itu.

Lam-kong Pak segera menghimpun tenaga dalamnya

keujung jari lalu dari tempat kejauhan melancarkan satu

totokan kilat kearah punggung makhluk aneh itu.

Sungguh lihay mahkluk aneh itu ia tahu kalao serangan

jari itu dilancarkan dengan kekuatan yang luar biasa, buruburu

badannya mengengos kesamping …. “Kraaak”

sebatang pohon besar beberapa tombak jauhnya dari tempat

itu segera tumbang terhajar oleh serangan tersebut.

Lam-kong Pak maju menghalangi jalan perginya, dengan

suara kers ia membentak:

“Aku tahu bahwa engkau adalah Suma Ing, ayoh

lepaskan manusia tembaga itu, sekali lagi aku akan

mengampuni jiwa anjingmu….”

Mahkluk aneh itu masih membungkam dalam seribu

bahasa, tubuhnya sama sekali tak berkutik dari tempat

semula, Lam-kong Pak menggeretak gigi kencang- kencang

selangkah demi selangkah ia maju kedepan.

Mahkluk aneh itu segera angkat tubuh manusia tembaga

keudara rupanya dia akan turun tangan memusnahkan dua

orang tersebut.

Lam-kong Pak terkesiap dan menghentikan langkahnya

dengan suara keras ia berteriak.

“Suma Ing, perbuatanmu begitu keji dan hatimu begitu

hitam, apakah engkau tidak takut pembalasan dikemudian

hari??” Mahkluk aneh itu tetap membungkam.

“Hmmm.. jangan kau anggap aku belum tahu siapakah

dirimu itu?” seru Lam-kong pak kembali, “Hmmm.. Hmmm

^ tempo hari kau telah merampas sebotol air racun Sam Wicheng-

sui dari tangan Tong Hui, dengan air racun itu kau

rusak wajah Yu Tien kemudian turun tangan pula terhadap

beberapa orang gadis lain- Heemm . heehmm.. kau anggap

perbuatanmu bisa mengelabui aku….” ^

Mahkluk aneh terap saja membungkam dalam serihu

bahasa.

Lam-kong pak jadi mendongkol sekali, sambil menghela

napas panjang katanya:

“Suma Ing. sampai sekarang ibu masih tidak

mempersoalkan kelakuan busukmu dimasa-dimasa yang

lampau masih bersedia mengampuni jiwamu asal kau mau

bertobat dan kembali kejalan yang benar.”

Belum habis ia berpikir. . . .tiba-tiba. . .^ciit ditengah

desiran angin tajam yang menggeletar diudara mahkluk

aneh itu menjerit ngeri, manusia tembaga itu segera terlepas

dari genggamannya.

Tam-kong Pak tak mau membuang kesempatan yang

sangat baik ini dengan menghimpun delapan bagian tenaga

dalamnya ia lancarkan sebuah babatan dahsyat kedepan-

Dalam waktu singkat seluruh bumi bergetar keras, tubuh

makhluk aneh itu mencelat sejauh dua tombak lebih dari

tempat semula dan robeh terjengkang diatas tanah.

Lam-kong Pak tak tahu apa yang telah terjadi, ketika ia

menengok kearah manusia tembaga itu maka terlihatlah

sebuah lubang muncul diatas pakaian manusia tembaga itu

segera pikirnya:

“Dua orang gadis itu tentu sudah melancarkan sebuah

totokan lewat dibalik baju tembaga itu karena makhluk

aneh itu terluka maka ia baru melepaskan sanderanya….”

Sementara ingatan tersebut berkelebat dalam henaknya

makhluk aneh tadi sudah kabur dari tempat itu dan entah

kemana perginya, tapi jelas isi perutnya suah menderita

luka yang cukup parah.

Lam-kong Pak mendengus dingin serunya dengan suara

keras:

“Hmmm kalian mencari penyakit buat diri sendiri….

kemana kalian simpan pakaianmu itu ??”

“Engkoh Pak. ampunilah kami” seru dua orang gadis

dalam baju tembaga itu.

“Hmmm…. cara kalian menggaplok orang sekali

memberi gula2 sepotong benar2 tak berani kuterima. …”

“Engkoh Pak. kami toh sudah mengaku salah kenapa

engkau mesti mendesak kami terus menerus??” seru Pek-li

Hiang.

“Kami mengaku salah…. engkau boleh memaki kami

sepuas hati.” sambung cu Li Yap pula, “pakaian kami sudah

dicuri oleh Ma Tie bangsat itu sekarang apa daya kita??”

“Hmmm… apa daya kita?? tentu saja kita harus lanjutkan

perjalanan dengan mempersilahkan memamerkan pantat2

kamu itu.”

“Bagus, bagus engkau ingin menganiaya kami… aku tak

mau ambil peduli. kau harus Carikan akal bagi Kami.

bagaimana pun juga kami sudah tunjukan kejelekan,

kalau….kalau kami malu maka engkaupun akan malu..”

Dalam pada itu Loo Liang-jan telah menyusul datang

dengan suara keras ia berteriak: “Lam-kong sauya. apakah

didalamnya berisikan makanan yang lezat??”

“Hmmm sedikitpun tidak salah memang ada makanan

enak, cepat kempit dibawah ketiak dan kita menuju kekota”

Begitu mendengar ada makanan enak. Loo Liang-jan

segera berseru dengan keras “Sau-ya kalau mau makan mari

kita makan disini saja kenapa musti pergi kekota??”

“Tolol, kecuali makan nasi rupanya kau tak akan tahu

urusan lain ??” bentak Lam-kong Pak dengan gusar.

“Sau-ya, engkau jangan menyalahkan diriku, selama

beberapa hari ini aku selalu tersiksa karena kekurangan

makanan-…”

Tiba-tiba Loo Liang jan menjerit keras dan membuang

manusia tembaga itu keatas tanah lalu loncat mundur tiga

langkah kebelakang teriaknya:

“Sau-ya bukankah engkau bilang isinya makanan enak.

kenapa bisa menggigit orang?”

“Loo Liang-jen.” terdengar cu Li Yap membentak keras

“kalau engkau berani bicara tak genah lagi jangan salahkan

kalau aku tak akan mengampuni dirimu lagi” Loo Liang-jan

tertegun kemudian serunya.

“oooh…..rupanya nona yang bersembunyi didalam,

harap engkau jangan marah, tadi… heeh…heeehh…. aku

masih mengira makanan yang enak …..”

Begitulah dengan Loo Liang-jan yang mengempit

manusia tembaga itu berangkatlah Lam-kong Pak menuju

kesebuah kota keCii menurut maksud sianak muda itu

mereka Cari pakaian dulu dan mempersilahkan dua orang

gadis itu berpakaian kemudian baru besantap.

Kebetulan pada saat itu cu Li Yap pun sedang berkata:

“Engkoh Pak belikan dulu dua pakaian wanita,

kemudian dari rumah penginapan untuk berpakaian lebih

dahulu setelah itu baru urus pekerjaan lain …”

“Engkau sudah menyiksa aku sampai hidup merana ini

haripun aku akan suruh kalian rasakan siksaan yang paling

bernilai”

Buru2 jerit Pek-li Hiang serta cu Li Yap dengan suara

keras, ” Engkau jahat sekali kami tak akan mengampuni

dirimu”.

“Mau mengampuni atau tidak itu toh urusan dikemudian

hari, sekarang kalau kau merasa punya kepandaian silahkan

dikeluarkan aku ingin lihat apakah kalian berani muncul

dari dalam pakaian tembaga untuk memamerkan pantatpantat

kalian yang mungil itU?”.

“Duuuk Duuuk Duuuk” dua orang gadis menggedorgedor

kain tembaga namun Lam-kong Pak sama sekali

tidak menggubris mereka, disebuah toko pakaian ia

membeli dua perangkat pakaian nenek-nenek kemudian

menuju kesebuah rumah makan-

“Siau-ya, manusia tembaga ini diletakkan dimana ??”

terdengar Loo Liang-jen bertanya.

“Letakkan saja dibawah meja “

setelah meletakkan manusia tembaga itu dibawah meja,

Loo Liang-jan berteriak keras: “Hey pelayan,…pelayan….”

Pelayan rumah makan itu segera lari menghampiri

dengan ketakutan, dari bentuk badan Loo Liang-jan yang

mengerikan serta gerak gerik kedua orang itu yang aneh,

rupanya sang pelayan sudah tahu bahwa mereka bukan

manusia sembarangan.

“Toa-ya….aku sudah datang ” serunya dengan gelagapan.

Loo Liang-jan melengak sejenak kemadian serunya:

“Keparat engkau berani menghina aku?”

“Hamba mana berani menghina toa-ya. harap engkau

jangan marah….Toa-ya. mau pesan apa ??”

“Bawa kemari daftar makanannya .. ..”

Buru-buru pelayan berikan daftar makanan itu kepada

Loo Liang-jan- setelah memandang daftar itu sebentar ia

serahkan ketangan Lam-kong Pak. sebab ia tak dapat

membaca, ujarnya:

“Sau-ya silahkan engkau saja yang milih sayur” Lamkong

Pak tertegun.

“Loo-toa, setiap kali masuk kerumah makan, engkau

tentu berteriak lapar dan pasti pesan beberapa puluh bakpao

untuk cuci mulut lebih dahulu, ini hari mengapa

sikapmu berubah??”

“oooh .. Sau-ya. aku sudah belajar tindak sopan, apa lagi

setelah bergaul dengan Sau-ya aku merasa bahwa banyak

makan sebenarnya sama sekali tidak berarti, lebih baik

makan hidangan lezat saja sambil perlahan-lahan

mencicipinya, dengan begitu terasa kenikmatannya

….bukan begitu ??”

“Kalau begitu. engkau saja yang pesan sayur “

Loo Liang jan menerima kembali daftar makanan itu dan

diserahkan ketangan sang pelayan- katanya:

“coba aku saja yang membaCa daftar makanan itu”

“Meletus tiga macam. mendayung air di Tong-teng, satu

bebek dimakan tiga, putar-putar kayun…..”

“Apa yang disebut putar-putar kayun??” sela Loo Liangjan

tercengang.

“Putar-putar kayun adalah usus yang dimasak saus…..”

“Baiklah. kalau begitu buatkan empat macam sayur itu

ditambah lima kati arak wangi, seratus lima puluh biji

lumpiyah. delapan mangkok bakmi kuah serta semangkok

besar kuah bak-so……”

Pelayan itu tertegun dalam hati pikirnya,

“Gentong nasi orang ini.. masa pesan sayur begitu

banyak?? gila benar orang ini….”

Sementara itu Lam-kong Pak sudah berkata,

“Loo-tua engkau dapat empat macam sayur itu

menandakan bahwa engkau sudab mendapat kemajuan

rupanya sudah banyak yang kau pelajari ini hari kita harus

baik-baik bersantap sampai kenyang”

“Bagaimana dengan kedua orang gadis itu……..”

“Mereka sedang beristirahat dibawah, bagaimanapun

makan atau tidak makan tak jadi soal buat mereka…..”

Ucapan tadi membuat mendongkol dua orang gadis itu,

mata mereka langsung melotot besar namun tak sepatah

katapun dapat diucapkan.

Tidak lama kemudian, sayur dan arak telah dihidangkan

dua orang itu segera menyikat semua makanan itu dengan

lahapnya bahkan Lam-kong Pak tiada hentinya memuji “Eh

mm, lezat sekali sayur ini.,.. arak wangi rupanya”

ia sengaja hendak menggoda gadis-gadis itu.

Menunggu santapan telah habis dan Lam-kong Pak telah

membayar rekening, ia jadi kaget ketika diketahuinya

manusia tembaga dibawah meja itu lenyap tak berbekas,

bahkan pakaiannya yang baru saja dibelipun lenyap tak

berbekas.

Dikolong langit dewasa ini hanya percuri sakti Pek-li

Gong seorang memiliki ilmu pencuri lihay itu tak mungkin

ia bergurau dengan dirinya, lalu siapakah yang telah

mencuri manusia tembaga itu tanpa diketahui oleh mereka

berdua??

Sekarang Lam-kong pak baru menyesal, seandainya tadi

ia mendengarkan perkataan gadis itu dan membiarkan

mereka tukar pakaian lebih dahulu maka takkan terjadi

peristiwa semacam itu

“cepat kejar” bentak Lam-kong Pak dengan keras,

mereka berdua segera mengejar keluar dari rumah makan

itu dan menuju keluar kota.

Tapi empat penjuru sunyi senyap. kemanakah ia harus

melakukan pengejaran?? ketimur, barat, utara atau selatan?

pencarian semacam ini ibaratnya mencari jarum didalam

samudra.

Lam-kong pakjadi amat gelisah, tiba-tiba ia temukan

pada punggung Loo Liang-jan tertempel secarik kertas

ketika kertas itu diambil maka terbacalah diatas kertas itu

bertulisan beberapa huruf:

“Untuk mencari orang yang sedang kau cari,

berangkatlah kekuil Shia-hong-blo diutara kota tertanda.

kakek bersedih hati”

Sekali lagi Lam-kong pak merasa terperanjat, ia berseru

tertahan dan gumamnya seorang diri.

“Kakek bersedih hati ?? apakah benar dikolong langit

terdapat seorang manusia bernama kakek bersedih hati ??”

Dengan suara dalam ia segera berseru:

“Ayoh berangkat, kita tengok kekuil shia-hong-blo

diutara kota “

Jarak dari situ diutara kota terpaut lima enam belas li

jauhnya ketika mereka tiba di luar kuil itu masih setengah li,

terdengarlah suara bentakan keras bergema memecahkan

kesunyian.

Lam-kong Pakjadi amat terperanjat. sekuat tenaga ia

berkelebat maju kedepan pada jarak dua puluh tombak dari

kuil itu ia menerobos naik keatas tembok pekarangan-

Ketika ia melongok kebawah hatinya kontan tercekat,

ternyata Sun Han siang, siang Hong Ti. Pek-li Gong ayah

dan anak. cu Li Yap serta sepasang manusia jelek dari Haythian

telah terluka parah semua hanya tiga orang manusia

tembaga masih melangsungkan pertarungannya melawan

orang-orang dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Pihak lawan dipimpin oleh kakek ombak menggulung,

dengan senjata payung sengkala ditangan ia nampak begitu

tangguh sehingga kendatipun harus menahan serangan

gabungan dari dua orang manusia tembaga, akan tetapi ia

masih tetap duduk diatas angin-

Sedangkan manusia tembaga yang lain melayani

kerubutan dari “Ngo-hoa-bak daging lima warna oei Hun.

Hek teng toi-hun lampu hitam pengejar nyawa Leng ciang

ciu, HanBu Siang setan gantung hidup Gou Jit serta Pat-pit

Lui-kong dewa geledek berlengan delapan Si-put-siu jelas

sekali manusia tembaga itu terdesak dibawah angin-

Lam-kong pak membentak keras, dengan cepat ia

menerjang kearah kakek ombak menggulung sambil

melancarkan sebuah pukulan dengan ilmu sakti payung

sengkala.

“Blaaam. .” sepasang telapak saling membentur dengan

payung sengkala menimbulkan ledakan yang amat dahsyat.

Lam-kong Pak segera merasakan darah panas dalam rongga

dadanya bergolak kencang. bahwa cahaya merah yang

memancar keluar dari atas payung itu amat menyilaukan

matanya dengan cepat pemuda itu tergetar mundur kembali

sejauh tiga langkah lebar kearah belakang.

Dalam pada itu Loo Liang-jen telah menyusul datang.

sambil membentak keras dia hajar tubuh setan gantung

hidup Gou Jit sehingga terpental sejauh lima langkah lebih

dari tempat semula.

Kakek ombak menggulung menyeringai seram ejeknya

sambil tertawa sinis:

“Keparat cilik. rupanya dikolong langit hanya engkau

yang mampu melayani aku untuk bergebrak sebanyak

beberapa jurus. Hehhmm….hehbmm…..akan kukirim

engkau untuk melakukan perjalanan lebih dahulu. …”

Belum habis dia berkata cahaya merah memancar keluar

dari balik senjata payung Sengkala itu, hawa tekanan yang

maha dahsyat seketika mengurung sekujur tubuhnya.

Lam-kong Pak tahu bahwa tekanan yang maha dahsyat

itu adalah hasil dari hawa murninya yang disalurkan

kedalam senjata payung itu, tentu saja akibatnya luar biasa.

Begitu ingatan berkelebat dalam benaknya sekilas cahaya

putih memancar keluar dari atas ubun2nya. ternyata bayi

sakti hawa murninya telah muncul dari dalam selangkangan

dan menyongsong datangnya serangan maut itu.

“BLAAAM ….” ledakan dahsyat menggeletar diseluruh

udara, sebagian besar bangunan kuil itu roboh jadi puing2

yang berserakan, desingan angin puyuh melanda seluruh

permukaan bumi membuat keadaan tersebut benar2

mengerikan sekali.

Pertarungan semacam ini boleh dikata merupakan suatu

pertarungan yang sadis sekali, Kakek ombak menggulung

telah mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya

ditambah ia membawa payung sengkala, bisa dibayangkan

kekuatan badannya sukar dilukiskan dengn

kata2.Sebaliknya bayi sakti milik Lam-kong Pak baru saja

terwujud dan ketangguhannya belum matang, setelah

termakan oleh getaran hawa khiekang yang maha dahsyat

itu, hampir saja bayi sakti tadi buyar jadi beberapa bagian-

…untung dengan cepat bayi sakti tadi menyusup kembali

kedalam selangkangan kendati begitu tubuh pemuda tesebut

mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan

jatuh tak sadarkan diri.

Kakek ombak menggulung sendiripun menderita

kerugian besar ia muntah darah segar tapi payung mautnya

masih sempat menyapu kembali kearah

samping……Bruuuk^ ditengah benturan keras pakaian

tembaga dari ke dua orang manusia tembaga itu hancur berkeping2

dan merekapun roboh tak sadarkan diri.

Dipihak lain Loo Liang-jen serta manusia tembaga yang

bekerja sama melayani empat tokoh sakti dari perkumpulan

Liok-mao-pang berlangSung seimbang tetapi kakek ombak

menggulung sudah kalap ia bermaksud membasmi segenap

jago kalangan putih yang hadir ditempat itu, sambil

menahan luka parah dalam isi perutnya ia terjun kembali

kedalam gelanggang.

“Blaaam…. blaaam…” dua benturan keras yang

menggeletar diangkasa membuat Loo Liang-jan serta

manusia tembaga itu roboh terjengkang diatas tanah dan

tidak bangun lagi.

Sedangkan kakek ombak menggulung sendiri keadaanya

sudah bagaikan lampu tak berminyak dengan badan

sempoyongan ia memperdengarkan suara tertawanya yang

menyeramkan

Halaman depan kuil Shia-hong-bio tidak terlalu luas

sekarang setelah dipenuhi oleh jago-jago lihay yang

menggeletak diatas tanah, hampir saja tiada tempat untuk

menancapkan kakinya lagi, kakek ombak menggulung

segera membentak keras dan membawa empat orang jago

lihaynya kabur dari kuil tersebut.

Suasana sekitar kuil itupun pulih kembali daam

kesunyian dan keheningan, diatas tanah banyak

menggeletak tubuh-tubuh manusia yang sama sekali tak

berKutik. Tiba-tiba, sesosok bayangan manusia berkelebat

lewat dengan pandangan yang tajam ia menyapu sekejap

kearah tubuh manusia yang bergelimpangan diatas tanah

nampa kjelas orang itu amat terkejut,

orang itu adalah seorang manusia aneh baju merah

dengan pandangan yang seksama ia memeriksa semua

orang yang menggeletak disana, akhirnya ia berhenti disisi

tubuh Sun Han Siang dan memperdengar helaan napas

panjang.,^.

Perlahan-lahan ia membalik tubuh Sun Han siang

sehingga menghadap keatas nampaklah air mukanya pucat

pias bagaikan mayat sedang matanya terpejam rapat,

namun kecantikannya masih tertera nyata.

Lama sekali manusia aneh baju merah itu berdiri

tertegun disana, akhirnya ia bergumam seorang diri,

“Sun Han Siang kau …kau memang terlalu menarik

sekali sampai detik ini juga aku tetap tak dapat

menyalahkan dirimu, kalian sepasang suami isteri memang

merupakan pasangan yang paling cocok… Aaa aku keliru. .

. cu Hong Hong pun keliru. tapi siapa yang bisa

disalahKan?? akan tetapi aku tak akan melepaskan Lamkong

Liu”

Kembali ia menghela napas panjang, lalu sambungnya:

“Pejamkanlah matamu kematianmu Cukup berharga

sebab pada akhirnya engkau telah mendapatkan Cinta yang

sejati serta akhir yang tenang, Lam-kong Liu memang

pantas kau Cintai. tetapi aku harus membinasakan

dirinya….”

Tiba-tiba, kembali terengar desiran angin berhembus

lewat dari luar kuil, manusia aneh baju merah itu segera

menyembunyikan diri kebalik reruntuhan kuil.

Tidak lama kemudian muncul sesosok bayangan hitam

ditengah halaman kuil sambil menyapu sekejap tubuhtubuh

yang terkapar ditanah ia menyeringai seram katanya:

” Heehh…heeehh….heeehh… akhirnya kalian pun

mengalami nasib seperti ini rupanya Thian memang belum

buta matanya…I Hmmm …IHmmm… untuk melampiaskan

rasa dendam dalam hati serta rasa benci yang sudah

merasuk ketulang sumsum aku akan ….”

la tidak melanjutkan kata- katanya tapi mengangkat

Cakar mautnya dan dikebas-kebaskan diudara menyatakan

betapa gusar dan tekadnya yang meluap-luap….

Dengan pandangan yang tajam ia memeriksa setiap

tubuh yang menggeletak diatas tanah dan akhirnya tiba

disisi tubuh cu Li Yap serta Pek-li Hiang.

Tetapi karena kedua orang gadis itu mengenakan

pakaian nenek-nenek dan terlalu longgar lagi mereka

ditambah pula tubuhnya menghadap kebawah maka raut

wajah mereka tidak nampak jelas.

Makhluk aneh itu nampak tertegun lalu bergumam

seorang diri:

“Rupanya dua orang bocah perempuan itu tak berada

disini, aaai…:.dendam berdarah ini terpaksa harus dituntut

balas pada lain kesempatan.”

Maka ia segera berjalan mendekati Sun- Han siang,

setelah mengawasi raut wajah serta tubuhnya, sambil

menggertak gigi ia berseru:

“Sun Han Siang, putramu yang telah menyiksa aku jadi

begini rupa, putramu yang membuat ku cacad. aku hendak

menyiksa dirimu.. agar setelah matipun kau tak akan tenang

didalam baka….”

Bicara sampai disitu, sorot matanya menyapu sekejap

kearah tubuh Sun Han Siang terutama bagian payudara

serta alat vital bagian bawahnya. setelah itu ia perdengarkan

gelaK tertawanya yang amat cabul.

Perlahan-lahan ia berjalan mendekati tiga orang manusia

tembaga itu, ditemuinya pakaian tembaga yang mereka

kenakan telah bancur berkeping-keping, yang tersisa tinggal

bagian-bagian yang menutupi raut wajahnya belaka.

Darah berceceran diatas tanah. keadaan mengerikan

sekali, namun mahluk aneh itu sama sekali tidak

memperhatikan, ia bongkokan dadanya mencengkeram

salah seorang diantara manusia tembaga itu sambil

gumamnya seorang diri^ “Akan kulihat siapakah

sebenarnya mereka- mereka itu?”

Tetapi ketika tangannya yang berbulu itu bampir

menempel diatas wajah manusia tembaga tadi tiba-tiba ia

menarik kembali tangannya sambil bergumam kembali:

“Aaah… lebih baik nanti saja untuk sementara waktu tak

usah kulihat dulu siapakah ketiga orang manusia tembaga

ini, toh aku hendak memperkosa mayat dari Sun Han

Siang…. andaikata salah satu diantaranya adalah Lam-kong

Liu, bukankah aku…..”

la segera tinggalkan manusia tembaga itu dan kembali

kesisi Sun Han Siang sambil katanya:

“Aaah… sekarang aku baru tahu bahwa dahulu kau

bersikap baik kepadaku karena engkau hendak

menggunakan tenagaku untuk memperkokoh serta

memperkuat kedudukanmu sebagai pemilik pegadaian Bulim

rupanya semua sikap baikmu itu hanya palsu..-.. setelah

bertemu dengan Lam-kong Pak engkau segera menyuruh

putramu untuk mencelakai aku membuat wajahku rusak

dan hancur sama sekali, membuat aku ingin hidup tak bisa

ingin matipun tak dapat…..”

la tertawa seram setelah berhenti sebentar lanjutnya:

“Aku tak dapat melukiskan betapa sakit hati dan

dendamnya aku terhadap kalian semua. aku telah

bersumpah akan merusak kehormatanmu serta beberapa

orang gadis itu kemudian memusnahkan kalian dari muka

bumi…. heehh. . heeeh^… meskipun engkau sudah mati

ditangan anggota perkumpulan kami tapi kematianmu ini

masih belum dapat menebus dosa serta kesalahan yang

pernah kau lakukan terhadap diriku. aku hendak

menggagahi mayatmu. menodai tubuhmu agar setelah

menjadi setanpun engkau tak dapat mempertahankan

kebersihanmu. . . .”

Bicara sampai disini, ia segera membopong tubuh Sun

Han siang dan menuju ke ruang kuil.

“Berhenti” tiba-tiba bentakan keras berkumandang

memecahkan kesunyian yang mencekam seluruh jagad.

Mengikuti menggemanya suara bentakan itu terlihatlah

perempuan naga pengasingan cu Hong Hong melayang

masuk kedalam kuil, kembali bentaknya dengan suara

dalam: “Makhluk jelek. siapa yang kau bopong itu??”

Mengetahui orang yang datang itu adalah cu Hong

Hong, legalah hati Suma Ing sebab ia tidak pandang sebelah

matapun terhadap perempuan tersebut, sambil tertawa

seram jawabnya: “Siapa lagi? heehh…heebhh…heehhh ..dia

adalah Sun Han Siang .,..”

cu Hong Hong tertegun kemudian tegurnya: Apa yang

bendak kau lakukan ?”

“HaahIH…haaahh… haaahhh.. . engkau ingin lihat apa

yang hendak kulakukan terhadap dirinya ?” ejek Suma ing

sambil perdengarkan gelak tertawanya yang cabul.

cu Hong Hong bukan seorang perempuan ingusan yang

bodoh, dari nada ucapan itu segera diketahui olehnya apa

yang hendak dilakukan pemuda itu, sekujur badannya

gemetar keras dengan wajah berubah sangat hebat

bentaknya keras- keras: “Apakah engkau hendak….”

“heehh…heeehh…heehh, meskipun kata-katamu

selanjutnya belum kau lanjutkan tetapi aku sudah tahu apa

yang hendak kau ucapkan sedikitpun tidak salah akan

kusuruh dia mati tidak meram karena penasaran.. ..akan

kusuruh dia menjadi setan penasaran”

Sebenarnya perempuan Naga pengasingan cu Hong

Hong menaruh rasa benci yang amat sangat terhadap Sun

Han Siang ia selalu tak dapat memaafkan perempuan itu,

sebab Sun Han Siang Pernah mendorong tubuhnya hingga

terperangkap dalam lambung naga dan menderita selama

belasan tahun lamanya, tetapi alasan yang terpenting bukan

demikian, alasan yang terutama adalah karena ia tak dapat

melupakan Lam-kong Liu.

Inilah yang dikatakan orang dendam karena cinta

kadangkala jauh lebih mendalam dari pada dendam pribadi,

hanya dendam akibat Cintalah yang bisa membuat orang

jadi lupa segala-galanya.

Kita mendengar perkataan dari Suma Ing barusan,

Perempuan tersebut merasa girang sekali, jadi ingatan tadi

hanya berkelebat sebentar saja dalam benaknya, sebab

bagaimana juga dia bukan seorang manusia berhati jahat.

akibat cinta butalah selama beberapa tahun belakangan ini

wataknva berubah jadi buruk, kendatipun begitu sebagai

seorang perempuan ia tak sudi menyaksikan terjadinya

peristiwa brutal semacam itu.

“Bukankah engkau adalah Suma ing??” bentak cu Hong

Hong dengan suara keras.

“Sedikitpun tidak salah aku adalah Suma Ing engkau

mau apa ?”

“Kalau tingkah laku dan perbuatan seorang manusia

tidak sesuai dengan moral seorang manusia. dia adalah

seekor binatang yang tak berotak. Suma Ing terus terang

kuberitahukan kepadamu, sekalipun aku mempunyai

dendam sedalam lautan dengan Sun Han Siang dan aku

sangat mengharapkan Kematiannya dalam keadaan

mengerikan tetapi dengariah baik- baik selama aku cu Hong

Hong masih bisa bernapas tidak nanti aku perkenankan

engkau melakukan perbuatan brutal seperti binatang

maCam itu “

Suma Ing segera tertawa setan.

“Haahh…haaahh…haaahh cu Hong Hong, bukannya aku

orang she Suma sengaja bicara mengibul, terus terang saja

Kukatakan bahwa engkau masih bukan tandinganku.”

serunya, “hmmm kalau engkau sampai terjatuh ketanganku

maka akan kupersembahkan tubuhmu buat guruku karena

dia orang tua paling gemar bermain cinta dengan wanita

setengah baya atau nenek tua “

Mendengar perkataan itu, cu Hong Hong segera teringat

kembali pengalamannya ketika terjatuh ketangan ombak

menggulung tempo hari dimana hampir saja tubuhnya dan

dirinya hampir saja ternoda, hawa amarahnya seketika

memuncak dalam benaknya, dengan suara keras ia

membentak:

“Bajingan anjing busuk serahkan nyawamu” bersamaan

dengan menggeletaknya suara bentakan tersebut dengan

sepenuh tenega ia lancarkan sebuah pukulan dengan jurus

ilmu sakti payung sengkala.

Suma Ing memindahkan tubuh Sun Hang Siang

ketangan kiri, sedang tangan kanannya yang berupa Cakar

berbulu yang amat besar dengan ancaman hawa pukulan

yang maha dahsyat menyongsong datangnya ancaman itu

“Blaaam” ditengah benturan keras yang menggeletar

diangkasa, tubuh cu Hong Hong tergentar mundur satu

langkah lebar kebelakang hal ini membuat hatinya amat

terperanjat.

Perempuan itu lebih rela dirinya menemui ajal ditangan

Suma Ing daripada membiarkan pemuda itu melakukan

penggagahan secara brutal terhadap sesama kaum wanita,

ia berteriak keras dan sekali lagi menubruk kedepan-

Sekali lagi Suma Ing mengerahkan segenap kekuatan

yang dimilikinya melakukan sapuan tajam kedepan. jeritan

ngeri yang menyayatkan hati segera bergema memecahkan

kesunyian, tubuh cu Hong Hong terpental sejauh satu

tombak lebih dari tempat semula dan roboh terkapar dikaki

tembok kuil, badannya menggeletak dan tak berkutik lagi.

suma Ing tertawa seram ejeknya:

“hmmn itu namanya mencari penyakit buat diri sendiri

sesudah kuselesaikan pekerjaanku akan kubawa pulang

dirimu kerumah dan persembahkan kepada suhu “

Habis berkata ia naik ketangga batu dan masuk kedalam

ruangan untuk melaksanakan perbuatan yang terkutuk itu.

Tiba-tiba…. gelak tertawa yang berat dan rendah

berkumandang keluar dari balik kuil bobrok tersebut, diikuti

berhembusnya segulung angin dingin yang membuat bulu

kuduk. pada bangun berdiri.

DENGAN hati terperanjat Suma Ing menghentikan

langkah kakinya, ia membentak dengan suara keras.

“Siapa yang bersembunyi didalam kuil? ayoh Cepat

gelindingkan keluar dari tempat persembunyianmu”

Sesosok bayangan hitam berkelebat lewat dari balik

kegelapan. sambil berdiri tegak dihadapan Suma Ing

serunya:

“Suma Ing. aku perintahkan engkau untuk segera

malepaskan Sun Han Siang dari pondonganmu, dengan

memandang diatas wajah Sun Han Siang aku bersedia

untuk mengampuni jiwamu”

Suma Ing tidak mengetahui sampai dimanakah

kelihayan dari manusia aneh baju merah ini, dia mengira

setelah dikolong langit dewasa ini tiga orang manusia

tembaga dan Lam-kong Pak saja bukan tandingan dari

kakek ombak menggulung, apalagi orang yang lain lebih tak

usah dikatakan lagi. Ia segera menengadah keatas dan

tertawa seram.

“Haaah…haaahh…haaah ..haaahh…. sungguh besar

bacot anjingmu itu kalau tidak kau ungkap tentang Sun Han

Siang mungkin keadaannya masih mendingan, sekarang

setelah kau mohonkan pelepasan baginya itu berarti engkau

punya hubungan pula dengan dirinya, baiklah akan siau-ya

kirim pula dirimu untuk pulang kesorga”

cakar berbulunya menyambar kedepan, diiringi desingan

angin pukulan ombak menggulung yang maha dahsyat

segera menekan kedada orang aneh baju merah itu.

Terdapat datangnya ancaman tersebut, orang aneh baju

merah itu sama sekali tidak berkutik, dengan telapaknya ia

menggulung kearah angin serangan lawan kemudian

menekan kedepan-.. “Blaaam” undakan batu itu seketika

tergetar sampai retak beberapa bagian, sementara Suma Ing

sendiripun terlempar jatuh dari tempat semula.

Kejadian ini sangat mengejutkan hati pemuda she-Suma

itu, untuk beberapa saat ia berdiri tertegun dengan hati tidak

puas, dia mengira dalam bentrokan barusan dirinya kurang

pusatkan pikiran sehingga digunakan kesempatan baik itu

oleh lawannya.

Sekali lagi dia membentak keras. dengan tenaga pukulan

sebesar sepuluh bagian sebuah serangan maut kembali

dilancarkan.

Seperti juga pada serangan yang pertama tadi, manusia

aneh baju merah itu masih tetap tidak menghindar ataupun

berkelit ia sambut datangnya ancaman tersebut dengan

keras lawan keras.

“Blaaam” kembali terjadi gempuran dahsyat yang

mengakibatkan sudut kuil gumpil sedikit. debu beterbangan

diangkasa dan asap berguguran keatas tanah. sekali lagi

Suma Ing terpukul mundur dua langkah lebar kebelakang,

membuat ia tertegun dan berdiri menjublak.

“Engkau masih belum puas?” tegur manusia aneh baju

merah itu dengan suara dingin.

Suma Ing tabu bahwa dia masih bukan tandingan

lawannya, tetapi diapun merasa tidak rela untuk

melepaskan Sun Han Siang dan pergi dengan tangan

kosong, biji matanya berputar mencari akaL. tiba2 dia

ambil keluar sebuah botol kecil kemudian tanpa

mengeluarkan sedikit suarapun mengguyurkan botol tadi

keatas badan orang aneh baju merah tadi.

Rupanya maausia aneh itu sudah mengetahul akan siasat

bUsUk lawannya, dengan cepat dia berkelebat menyingkir

lima langkah kesamping, bersamaan itu pula telapaknya

didorong kedepan melancarkan sebuah pukulan dahsyat.

Menghadapi keadaan yang begitu mendesak. terpaksa

Suma Ing mengendorkan tangannya dan melepaskan Sun

Han Siang dari bopongannya.

“Pyraaang …” Air keras Sam-kui-ceng-swie menghantam

diatas dinding kuil dan mengepulkan segulung asap kuning.

“Sebenarnya siapa kah engkau?” bentak Suma Ing

dengan suara keras. Manusia aneh baju merah itu tertawa

dingin.

“HHeehh- heehh -heehh . . . dengan memandang

kedudukanmu yang rendah, engkau masih belum berhak

untuK mengetahui siapa kah diriku”

Suma Ing tidak mau tunjukkan kelemahannya. sekali lagi

dia melancarkan sebuah pukulan dengan sepenuh tenaga.

Kali ini manusia aneh baju merah benar2 sudah

dipengaruhi oleh hawa amarah, sepasang telapaknya segera

kembali mengirim satu pukulan dengan sejajar dada.

“Duuuk” jeritan ngeri yang menyayatkan hati

berkumandang memecahkan kesunyian. tubuh Suma Ing

terpental sejauh satu tombak lebih dari tempat semula,

hampir saja ia roboh terjengkang keatas tanah.

Se-konyong2 gelak tertawa aneh berkumandang datang

dari kejauhan. Kakek ombak Menggulung muncul ditengah

halaman kuil dan berseru lantang:

“Dalam kolong langit dewasa ini hanya engkau seorang

yang pantas untuk beradu kekuatan dengan diriku. Mari . ,

.mari . . .sambutlah dahulu beberapa buah pukulan”

Dalam benturan yang terjadi belum lama berselang,

Suma Ing sama sekali tidak menderita luka. ia segera maju

kedepan dan memberi hormat kepada Kakek ombak

Menggulung. ujarnya:

“Suhu orang ini mempunyai tenaga dalam yang luar

biasa hebatnya, dia merupakan bibit bencana paling besar

buat kejayaan perkumpulan kita, orang semacam ini sudah

sepantasnya kalau segera dilenyapkan dari muka bumi”

Kakek ombak Menggulung tertawa seram-

“heehhh…heeehh,..heeehh ..bukannya aku sengaja

omong besar dan mengibul.” katanya,

“dikolong langit dewasa ini belum ada orang yang

mampu menandingi kepandaian silatku. Kendatipun orang

baju merah ini hebat sekali, tetapi bila dibandingkan dengan

diriku maka keadaannya ibarat kunang2 dengan cahaya

rembulan”

“oooh.. .sudah tentu saja suhu lebih hebat” seru Suma

Ing sambil tertawa licik. “Tidak lama kemudian, bukankah

suhu akan diangkatjadi Bu-lim Bengcu yang menguasai

seluruh persilatan dikolong langit? siap lagi yang mampu

menghadapi engkau orang tua?”

Tanya jawab dua orang guru dan murid yang mengibul

setinggi langit ini dengan cepat menjengkelkan hati orang

berbaju merah itu, dengan hati mendongkol ia tertawa

dingin tiada hentinya.

Per-lahan2 Kakek ombak Menggulung mencabut keluar

senjata mustika payung sengkalanya dari dalam sakunya,

cahaya merah yang menyilaukan mata segera menyebar

keempat penjuru, tegurnya:

“Sebenarnya siapakah engkau??”

“Seumur hidup engkau tak mungkin dapat menduga”

Kakek ombak menggulung jadi gusar ia membentak

keras dan payung mustikanya segara dikembangkan

lebar2….”Blaaaam” cahaya merah darah yang amat

menyilaukan mata segera mengurung sekujur badan orang

aneh baju merah itu.

Sedangkan Suma Ing sendiripun telah melupakan

perkataan sendiri yang begitu tekebur dengan sepenuh

tenaga dia segera lancarkan pukulan maut untuk

mengerubuti orang baju merah itu.

Bisa dibayangkan berapa dahsyatnya tenaga gabungan

yang datang oleh dua orang jago lihay itu, walaupun

manusia aneh baju merah sangat lihay tetapi ia tak berani

menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras

lawan keras cepat2 badanya menyingkir tiga langkah

kesamping.

“Blaaaam” dentuman keras bergelegar di-angkasa,

dinding tembok kuil itu kena hajar sampai hancur dan

roboh berserakan di ataS tanah.

Manusia baju merah itu amat terparanjat namun kakek

ombak mengulung tidak sudi memberi kesempatan kepada

lawannya untuk ambil napas, sekali lagi ia menerjang

kedepan, denganpayung sengkala dia lancarkan sebuah

serangan.

pada saat yang hampir bersamaan Suma Ing

melancarkan pula serangan dengan menggunakan ilmu

sakti payung sengkala, arah yang diserang adalah bagian

batok kepala musuhnya membuat orang baju merah itu tak

mungkin bisa menghindarkan diri lagi.

Menghadapi keadaan yang amat kritis dan berbahaya itu.

tiada jalan lain bagi orang baju merah itu untuk manerima

datangnya ancaman . tubuhnya segera merendah kemudian

dengan sepenuh tenaga menyambut datangnya ancaman

dari payung sengkala, dua telapak itu diadu dengan keras

lawan keras.

“Blaaaaam ..” dentuman keras kembali menggeletar

diangkasa diikuti dengusan berat memecahkan kesepian,

tubuh Suma Ing tergetar hingga mencelat sejauh satu

tombak lebih dari tempat semula dan roboh di sisi Lamkong

Pak. sedang orang aneh baju merah itu sendiri tergetar

hingga mundur sejauh lima langkah dari kedudukan

semula.

Walaupun didalam bentrokan ini Kakek ombak

Menggulung berhasil menempati posisi atas angin. namun

tak urung hatinya merasa terperanjat juga . dalam hati ia

mengatahui, jika payung mustika itu tidak berada

ditangannya dan andaikata Suma Ing tidak membantu

dirinya. dia masih bukan tandingan dari orang aneh baju

merah itu.

Kakek ombak Menggulung tertawa seram dengan wajah

menyeringai selangkah demi selangkah ia maju mendekat

kedepan, sedangkan orang baju merah itu perlahan2

mundur terus kebelakang.

Suma Ing yang kena dibanting diatas tanah merasakan

kepalanya pusing tujuh kaliling dan matanya ber-kunang2.

namun isi perutnya sama sekali tidak terluka, ketika ia

membuka mata dan melihat Lam-kong Pak berbaring tepat

dihadapannya, timbullah napsu membunuh dalam benak

pemuda itu.

Ada dua alasan mengapa dia begitu membenci terhadap

Lam-kong Pak, pertama karena beberapa orang gadis cantik

itu terjatuh semua ketangannya, dan kedua Lam-kong Pak

telah merusak wajahnya sehingga hancur dan jeleknya luar

biasa.

Tetapi yang aneh. walaupun Lam-kong Pak masih tetap

menggeletak tak berkutik namun paras mukanya merah

bercahaya. sedikitpun tidak menunjukkan tanda bahwa dia

sudah mati.

Memandang paras muka lawannya yang begitu gagah

dan tampan, Suma Ing merasa semakin mendendam, niat

jahat muncul dalam benaknya, ia berpikir:

“Engkau telah membuat aku jadi sengsara dan hidup

menderita, sekarang akupun hendak merusak wajahmu

hingga hancur, jelek dan menyeramkan seperti setan,

nyawamu untuk sementara waktu tak akan kubereskan

dahulu, aku akan suruh engkau rasakan bagaimana

beratnya hidup dengan wajah yang porak poranda”

Karena punya pikiran begitu, maka diapun berbaring tak

berkutik diatas tanah, ditunggunya Lam-kong Pak sampai

mendusin dari pingsannya, apabila pemuda itu tunjukkan

gejala telah sadar maka dia akan segera turun tangan.

Dipihak lain, orang aneh baju merah itu sudah

bertempur kembali dengan Kakek ombak Menggulung, tiga

lima puluh gebrakan kemudian orang aneh baju merah itu

kembali sudah dipaksa berada dibawah angin- Karena

bagaimanapun juga payung sengkala adalah sebuah senjata

mustika yang sangat ampuh.

Setelah bayi hawa murninya tergetar sehingga mencelat

kembali kedalam tubuhnya, Lam-kong Pak jatuh tak

sadarkan diri namun jiwanya tidak melayang, karena itulah

ia sama sekali tidak mengetahui kalau Suma ing sudah

bersiap sedia mengagahi ibunya.

Disamping itu, dia merasakan hawa murni dalam

tubuhnya bergolak kencang dan se-akan2 hendak buyar,

karena itulah ia tak berani bicara maupun bergerak diam2

hawa murninya mulai diatur kembali.

Menanti Suma Ing sudab roboh terkapar disamping

tubuhnya, ia baru per-lahan2 membuka matanya, pada saat

itu hawa murninya sudah banyak yang telah pulih kembali.

ia yakni dengan kemampuannya masih mampu untuk

mengatasi Suma Ing.

Tetapi la tak tahu apa maksud dan tujuan Suma Ing ada

dihadapannya. ia ingin mengetahuinya lebih dahulu

kemudian baru mengambil keputusan apakah

membinasakan dirinya atau tidak.

Suma Ing sendiri dengan tenang dan sabar menanti terus

sebab dipihak lain Kakek ombak Menggulung telah berhasil

menduduki posisi diatas angin-

Kurang lebih seperminum teh lamanya sudah lewat.

tetapi Lam-kong Pak masih tetap berbaing diatas tanah

tanpa berkutik, bahkan senyuman tersungging diujung

bibirnya, Dalam hati Suma Ing mendengus dingin,

pikirnya:

“hmm sekarang gembiralah sampai puas….sebentar lagi

akan kubuat dirimu manusia tidak mirip manusia, setan

tidak mirip setan. …”

Tiba2 cu Li- yap bangkit berdiri. dengan pakaiannya

yang longgarseperti nenek2 serta darah yang ternoda

tubuhnya, gadis itu tampak lucu dan menggelikan-

Dia menengoK kekiri kekanan, ketika menjumpai cu

Hong Hong menggeletak pula disampingnya ia segera

memburu kedepan. “lbu . .. ibu . . .” teriaknya, “Cepatlah

mendusin . . .?”

Suma Ing masih tetap tidak bergerak dari tempat semula,

sebab ia perCaya dengan keadaan cu Li-yap yang rapuh

pada saat ini, dalam sekali gebrakan saja dia sudah mampu

untuk merobohKannya-

Tiba2 dengan badan sempoyongan Pe-li Hiang juga

bangkit berdiri, Ketika sinar matanya yang jeli menemukan

Lam-kong Pak, terkapar disamping tubuhnya. Ia berseru

tertahan.

Rupanya gadis itu menemukan pula sesosok aneh

dengan tangan yang berbulu menggeletak pula disamping

Lam-kong pak, ia segera maju kedepan dan siap memayang

bangun pemuda tadi.

Pada saat itulah Suma Ing menyeringai dan tertawa

seram sambil mencengkeram kakinya, ia menghardik:

“hmm…. kali ini engkau akan lari kemana?”

Ketika kakinya kena ditangkap Pek li Hiang merasakan

hatinya tergetar keras, ia segera berteriak:

“Aku tahu engkau adalah Suma Ing, bangsat terkutuk

apa yang hendak kau lakukan?”

“Apa yang hendak kulakukan?? akan kugagahi dirimu

leoih dahulu kemudian baru di bunuh”

cu Li yap yang menyaksikan kejadian itu segera

menerjang datang untuk melancarkan serangan tetapi

Sebelum Serangannya Sempat dilancarkan lengan

kanannya sudah keburu kena ditangkap oleh tangan berbulu

dan Suma Ing. Pemuda itu segera tertawa seram serunya,

“heehhh,..heeehhh..,heehhh rupanya kalian sudah

memakai pakaian kedodoran dari nenek tua. Hmm kalau

tidak begitu, sedari tadi Siau-ya pasti sudah lalap kalian

seCara bergantian”

Terkesiap hati gadis-gadis tersebut mendengar perkataan

itu, mimpipun mereka tak pernah menyangka kalau dua stel

pakaian nenek yang dibeli Lam-kong pak dalam

mendongkolnya justru telah selamatkan mereka dari

bencana perkosaan, mungkin inilah yang dinamakan takdir.

Suma Ing turun tangan dengan keCepatan sebagai

sambaran kilat, setelah berhasil menotok roboh dua orang

gadis itu, serunya kembali tertawa seram

“heeehh.. heeehh ..heehh … akan kuperiksa dahulu

orang-orang yang ini apakah sudah mati atau belum,

kemudian baru akan kuperankan sandiwara hidup untuk

kalian lihat”

Dua orang gadis muda itu menyangka bahwa Suma Ing

akan menggagahi tubuh mereka, karena takutnya wajah

mereka berdua. berubah hebat.

Namun pemuda She Suma itu tidak berbuat demikiansambil

membopong tubuh Sun Han Siang serunya:

“Sudah kalian lihat? aku akan mengetahui dahulu

mayatnya…, agar dia mati dengan mata tidak meram”

Dua orang itu jadi amat terperanjat hingga matanya

terbelalak dan mulutnya melongo, mimpipun mereka tak

menyangka kalau perkataan itu diucapkan oleh seorang

manusia, karena bagaimanapun juga Sun Han Siang adalah

ibunya sekalipun bukan ibu kandungnya, tapi semenjak

kecil sudah dirawat olehnya.

Lam-kong Pak yang pura2 pingsan tak dapat menahan

hawa amarahnya lagi, sambil menggertakkan giginya,

tubuhnya meluncur kedepan sambil melepaskan serangan-

Suma Ing hanya merasakan pandangannya kabur dan

tahu2 jalan darah coan-sim-hiat dibawah ketiaknya sudah

kena dicengkeram oleh lawannya membuat ia kesakitan

hingga sekujur badanya gemeter keras.

Setelah jalan darahnya tertotok tadi Cu Li-yap berdua

mengira kali ini jiwa mereka tak dapat diselamatkan lagi,

kini menyaksikan kemunculan Lam-kong Pak bagaikan

malaikat yang turun dari kahyangan kedua orang segera

menghembuskan napas lega.

Dalam pada itu seorang manusia tembaga yang

menggeletak diatas tanah itu loncat bangun kemudian

sambil menggepit dua orang manusia tembaga lainnya

segera melayang tinggalkan tempat itu

Lam-kong Pak sendiri telah pusatkan semua

perhatiannya pada Suma Ing, karena gusar berCampur

mendongkol sepasang matanya telah berubah jadi merah

membara. dengan penuh kebencian teriaknya:

“Anjing yang tak tahu diri, akan kuhancur lumatkan

tubuhmu untuk melampiaskan rasa benci dan marahku

terhadap dirimu.”

Waktu itu Cu Hong Hong telah bangkit pula dari atas

tanah. melihat Suma Ing sudah ditangkap oleh Lam-kong

Pak, ia jadi kegirangan, teriaknya:

“Bocah engkau harus selesaikan binatang itu sehingga tak

bisa berbuat jahat lagi di kolong langit, ketahuilah barusan

dia akan , . ..”

“Boanpwee sudah tahu, harap cianpwee suka

membebaskan jalan darah dua orang gadis itu, kemudian

sadarkan pula orang-orang yang lain”

Mula pertama Cu Hong Hong membebaskan jalan darah

dari Cu Li yap lebih dahulu, sesudah saling berpelukan

mereka baru membebaskan jalan darah dari Pek li Hiang.

Setelah mendapatkan siksaan dan penghinaan, kedua

orang gadis itu menaruh penasaran yang amat membenci

terhadap Suma Ing. terdengar Cu Li- yap berseru:

“Enci Hiang, mari kita siksa dirinya agar ia tahu

bagaimanakah enaknya hidup menderita dikolong langit”

“Tentu saja harus disiksa.”jawab Pek-li Hiang, “apakah

engkau mempunyai cara yang baik?”

“Coba lihatlah kelihayanku ini”

Gadis she-cu itu segera masuk kedalam kuil, mencari

segenggam hio dan dipasang, kemudian hio yang menyala

dan sedang terbakar itu ditusukan keatas dada Suma Ing…

^Ciiiiss…^ asapputih segera mengempul disertai bau daging

yang hangus.

Namun Suma Ing tidak mendengus. ia tetap menggertak

gigi menahan siksaan tersebut.

“Adik Yap” sela Pek li Hiang dengan cepat, “caramu itu

memang bagus sekali, sekarang coba lihatlah kelihayanku”

Ia terima hio itu kemadian ditusukkan kebawah perut

diantara selangkangan pemuda itu.

“Ciiis…” kembali tercium bau hangus daging yang

terbakar, kali ini Suma ing tak dapat menahan diri lagi, ia

menjerit kesakitan.

Haruslah diketahui alat kelamin adalah bagian tubuh

yang paling lemah,jangan dibilang dibakar dengan api,

dibetot keras2-pun sudah sakitnya luar biasa, dapat

dibayangkan betapa sakitnya kalau benda itu ditusuk

dengan hio yang menyala. Cu Li- yap tertawa cekikikan.

serunya:

“Enci Hiang, engkau memang hebat sekali, bagian itu

memang harus dibakar sampai hangus sering kali dia

menggagahi dan menodai kaum wanita. memang

sepantasnya kalau kita bakar anunya …”

Sementara itu ketika Lam-kong Pak melihat orang aneh

baju merah itu sudah terdesak dibawah angin, ia segera

menotok jalan darah Suma Ing dan menerjang maju ke

depan-sebuab pukulan dahsyat dilepaskan-

Kakek ombak Menggulung sendiri yang sudah berempur

setengah harian lamanya melawan orang baju merah itu.

meskipun dengan andalkan payung sengkala ia berhasil

merebut posisi diatas angin. tetapi itupun dilakukan dengan

susah payah.

Seketika Lam-kong pak menyerang dengan tenaga

sebesar delapan bagian, dalam suatu bentrokan yang sangat

keras, tubuh Kakek ombak menggulung seketika terpental

sejauh dua langkah lebar kebelakang,

Dalam pada itu Sun Han Siang, Loo Liang-jan- Siang

Hong Ti, Pek-li Gong dan sepasang manusia jelek dari Ha

y-thian telah mendusin semua dari pingsannya.

Melihat gelagat tidak menguntungkan Kakek ombak

menggulung jadi terperanjat, kendatipun ia punya payung

sengkala namun tak mungkin baginya untuk sekaligus

menghadapi belasan orang jago lihay secara berbareng. apa

lagi cukup orang baju merah dan Lam-kong Pak pun sudah

bikin pusing kepalanya.

= =000000000= =

IA BERSUIT nyaring. payung sengkalanya

direntangKan lebar2. .Bluuumm tiba2 bayangannya

meluncur lima enam puluh tombak ke angkasa, melayang

ikuti hembusan angin dan sekejap kemudian sudah

lenyapkan diri. . . .

pandangan mata kawanan jago persilatan yang hadir

ditengah kalangan jadi terperanjat, setelah melihat

kemampuan payung sakti itu mereka semakin menyadari

bahwa siapa pun yang berhasil mendapatkan payung

sengkala berarti itu juga orang yang tanpa tandingan

dikolong langit.

“Siapa engkau?” terdengar Lam-kong Pak menegur

manusia baju merah itu dengan suara lantang.

Manusia aneh baju merah itu tidak mengucapkan

sepatah katapun dengan mulut membungkam ia loncat

keudara dan berlalu dari situ.

Andaikata Lam-kong Pak sadar lebih pagian dan bisa

mendengar suara gumamam dari orang baju merah itu,

mungkin ia bisa menduga siapakah orang baju merah itu,

namun ada satu yang paSti yakni orang itu bukan lain

adalah penyaruan dari ketua perkumpulan Liok- mao-pang

.

Dipihak lain Cu Li- yap dan Pek li Hiang tiada hentinya

membakar tubuh Suma Ing. jetitan-jeritan ngeri yang

menyayatkan hati bergema tiada hentinya memecahkan

kesunyian, namun tak seorang manusiapun yang buka

suara untuk menghalangi perbuatan mereka.

Asap hijau mengepul dari seluruh tubuh Suma Ing, bau

daging hangus amat menusuk penciuman. kawanan japo

dari kalangan putih yang menyaksikan penyiksaan itu

hanya geleng kepala sambil menghela napas, karena

pemuda itu terlalu jahat bahkan melebihi tingkah laku

binatang, maka walaupun mereka tidak tega, tak

seorangpUn yang mencegah.

“Pleetaak… pieetaak..,” bUnyi gemerutuk menggema

tiada hentinya, seperti babi hendak disembelih Suma Ing

menjerit-jerit karena kesakitan. suaranya amat memilukan

hati. Tiba-tiba Sun Han Siang. membentak dengan suara

dalam: “Tahan”

Cu Hong Hong segera tertawa dingin. ejeknya,

“Kenapa? perasaan halus wanita mu sudah tergetar dan

ingin melepaskan dirinya lagi?”

Sun Han Siang menghela napas panjang. “Aaai… Aku

tidak menghalangi kalian, jika kamu semua hendak

membereskan jiwanya. sebab bagaimana pun juga ia

memang jahat, tapi aku minta berilah penyelesaian secara

cepat. janganlah disiksa lagi….”

“heeehhh…heeehh…heeehhh… Perempuan rendah,

sudah sembuh dari koreng lantas melupakan sakitnya” seru

Cu Hong Hong, sambil tertawa seram, “bajingan cilik ini

sudah tak tertolong lagi, moralnya sudah terlalu bejad…

melepaskan dia sama artinya mencari kesulitan buat diri

sendiri….Tahukah engkau apa yang hendak dilakukan

olehnya atas dirimu?”

Sun Han siang menggeleng.

“Aku tahu ia tak dapat memaafkan diriku adalah karena

anak Pak…”

“Ciss… enak benar kalau bicara.” terlak Cu Hong Hong

sambil bertolak pinggang, “terus terang kuberitahukan

padamu, tadi ia mengira engkau sudah mati, ia telah

bersiap-siap untuk menggagahi mayatmu….mengerti?”

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar air muka Sun

Han Siang berubah hebat, benar demi Lam-kong Liu

berulang kali telah mengampuni jiwa Suma Ing tapi dalam

kenyataan orang itu bukan saja tidak menyadari akan belas

kasihannya bahkan membuat lebih gila.

Mendengar ucapan itu saking mendongkol dan gusarnya

pandangan mata perempuan itu jadi gelap tubuhnya

sempoyongan dan hampir saja roboh terjungkal diatas

tanah.

“Bunuh saja” teriak Catatan mati hidup dengan suara

dingin,

“Benar bunuh saja” sambuag Wang we berhati hitam

dengan muka serius.

“Bunuh.-.” semua orang menyatakan pendapatnya.

Suasana jadi ramai dengan para jago sama2 menunjukan

wajah penuh napsu membunuh terhadap pemuda she suma

itu.

Lam-kong Pak berjalan mendekati Sun Han Siang sambil

memayang tubuhnya sambil berkata:

“lbu, jangan gusar hingga merusak kesehatanmu, perduli

bagaimanapun juga engkau sudah cukup memperlihatkan

kebijaksanaanmu sebagai seorang perempuan, lain kali jika

bertemu dengan ayah, engkau mempunyai alasan yang

cukup kuat untuk bertanggung jawab atas terjadinya

peristiwa ini…”

Sun Han siang membungkam dalam seribu bahasa,

karena bagaimanapun juga ia tak tega menyaksikan

putranya yang dipelihara hingga dewasa ita menemui

ajalnya dihadapan mata sendiri.

Tetapi ketika teringat akan perkataan dari Cu Hong

Hong tadi, rasa malu dan gusar bercampur aduk. tanpa

terasa napsu membunuhpun berkobar dalam benaknya.

Sesudah sangsi beberapa saat, akhirnya dia mengambil

keputusan untuk membiarkan orang lain yang membunuh

pemuda itu, namun dia sendiri tak akan mengikuti sendiri

peristiwa tersebut,

Dengan suara berat dia lantas berkata:

“Kalau kalian ingin membinasakan dirinya. lakukanlah

dengan cepat sebab dia memang patut dijatuhi hukuman

mati. tetapi aku tetap merasa menyiksa badannya bukan

suatu tindakan yang terpuji…”

Cu Hong Hong yang mendengar perkataan itu tertawa

seram, serunya dengan lantangnya.

“Sun Han Siang sewaktu mengUcapkan kata-kata

tersebut apakah tidak melihat wajahmU jadi panas dan

memerah? coba pikirkanlah dengan baik-baik ketika engkau

jadi pemilik pegadaian Bu-lim tempo duu sudah barapa

ratus orang yang menemui ajalnya ditanganmu.. cctt cctt.

tak kusangka hari ini engkau malah menunjukan hati yang

saleh dan welas, terus terang kuberitahu padamu sekalipun

engkau tidak akan membinasakan dirinya aku tetap akan

membunuh dirinya siapa berani menghalangi niatku ini

maka atu akan mengadu jiwa dengan dirinya”

Perkataannya itu diucapkan dengan tegas dan bertenaga

sedikitpun tidak manutup,nutupi, membuat orang segera

dapat menangkap maksud hatinya,

Dalam kenyataan diantara para jago yang hadir dalam

gelanggang ketika itu kecuali Sun Hiang Siang seorang

boleh dibilang semua orang mengharapkan kematian dari

Suma Ing termasuk juga Lam-kong Pak sendiri.

Cu Hong Hong berjalan mendekati kesisi tubuh Suma

Ing, lalu bertanya:

“hey budak kalian setengah harian sudah Kalian

membakar tubuhnya, apakah masih ada bagian lain dari

badannya yang belum sempat dibakar?”

sekujur badan Sun Han Siang gemetar keras, meskipun

perkataan dari Cu Hong Hong itu amat sederhana dan

biasa, tetapi kedengarannya ganas dan telengas sekali.

Setelah hidup menjanda selama sebelas tahun lamanya,

sejak dahulu perempuan naga pengasingan sudah ingin

melampiaskan rasa mendongkolnya, dahulu ia selalu

berharap untuk melampiaskan diatas tubuh Sun Han Siang,

dan kini setelah ada Suma Ing maka semua rasa

dongkolnya disalurkan kearas tubuh pemuda itu, siapa

berani menghalangi niatnya berarti dialah musuh umum.

cu Li Yap berdua segera menjawab: “hampir seluruh

badannya telah terbakar hangus”

Bau hangus daging dan kulit manusia tersebar kesetiap

sudut kuil tersebut, Sikujur badan Suma Ing gemetar keras,

dari tenggorokannya memperdengarkan rintihan yang aneh.

“Sun Han Siang, coba lihatlah . , ..”

“Kraaak . . .” lengan berbulu yang amat besar itu segera

patah jadi dua bagian, terusnya: “Lengan ini adalah lengan

seekor binatang. tidak termasuk miliknya, aku harus

mematahkan pula anggaota badan miliknya sendiri . , .”

Sambil berkata kembali ia cengkeram lengan kanan

Suma Ing. jelas perempuan itu bermaksud untuk

mematahkannya.

Andaikata lengan Suma Ing kena dipatahkan juga , itu

berarti kehidupan selanjutnya sudah habis, kendatipun

mendapat petunjuk suhu yang kenamaan pun tak ada

gunanya.

“Tunggu sebentar” seru Sun Han Siang dengan air mata

bercucuran. “Cu Hong Hong, selama hidup belum pernah

aku mohon kepada orang, kali ini aku akan memohonkan

pengampunan bagi binatang ini, aku harap engkau bersedia

untuk melepaskan dirinya, lain kali kalau dia sampai

terjatuh kembali ketanganmu, saat itulah terserah hukuman

apa yang hendak kau limpahkan terhadap dirinya”

Cu Hong Hong tertawa seram,

“Gampang benar perkataanmu itu, sejak binatang ini

menjadi anak murid kakek ombak menggulung, ilmu

silatnya telah memperoleh kemajuan yang amat pesat,

sampai-sampai akupun bukan tandingannya, kalau sampai

kulepaskan kembali dirinya maka dikemudian hari akan

susah untuk menguasai kembali. disamping itu keselamatan

diri beberapa orang gadis itupun sangat menguatirkan sekali

salah bertindak maka,…”

“Sesudah menderita kekalahan yang hebat pada saat ini,

ia tentu bisa bertobat dan merubah wataknya, aku mohon

kepada saudara sekalian sudilah kiranya untuk

mengampuni jiwanya untuk kali ini saja”

Cu Hong Hong segera berpaling kearah para jago lainnya

dan berseru dengan suara lantang,

“Saudara-saudara sekalian, siapa kah yang setuju

mengampuni jiwanya ??”

Pertanyaan itu diulangi sampai tiga kali namun tak

seorangpun yang buka suara, jelas kesalahan dan kejahatan

yang dilakukan Suma Ing sudah kelewat batas sehingga

amat menyakitkan hati orang lain, oleh sebab itu siapapun

tidak bersedia untuk menyelamatkan jiwanya.

Sun Han Siang mundur kebelakang dengan

sempoyongan, sambil menangis tersedu-sedu katanya:

“Aku sendiri pun ingin sekali membinasakan dirinya,

tetapi nasib ayahnya hingga sekarang masih belum

diketahui… aku, aku rasa sepantasnya kalau kejahatan yang

dia lakukan-.. . dihukum sendiri oleh ayahnya.”

Lam-kong pak adalah seorang anak yang berbakti kepada

orang tuanya, rasa bencinya terhadap Suma Ing jauh lebih

mendalam kalau dibandingkan dengan siapapun juga ,

tetapi ia dapat memahami keadaan dari ibunya, dan

persoalan tersebut hanya dia seorang yang dapat

mengatasinya .

Namun untUk menyelesaikan Persoalan itu dia bakal

menyalahi Cu Hong Hong atau paling sedikit akan

menyakitkan hatinya, sedang para jago lainnya pun tentu

akan merasa tidak senang hati.

Tetapi setelah melihat kesedihan yang menyelimuti

wajah ibunya, pemuda itu segera mengambil keputusan.

laksana kilat ia menolak jalan darah Ji-pit-hiat ditubuh Cu

Hong Hong membuat perempuan itu tergetar mundur tiga

langkah kebelakang.

Lam-kong Pak segera melancarkan satu tendangan kilat

kedepan menghajar tubuh Suma Ing sehingga mencelat

keluar dari dinding halaman, serunya.

“Bajingan terkutuk kalau engkau masih juga tidak

bertobat, maka engkau malu hidup sebagai manusia …”

“Blaaam . . .” benturan keras bergema diluar tembok

pekarangan- dengan hati gusar bercampur tertegun Cu

Hong Hong segera menyusul kedepan, tapi bayangan tubuh

Suma Ing sudah lenyap tak berbekas.

Rupanya dalam tendangannya tadi, Lam-kong Pak

dengan tepat telah menghajar jalan darahnya hingga

totokannya bebas, dalam keadaan demikian sudah tentu

Suma Ing melarikan diri sambil menahan sakit.

Ketika Cu Hong Hong melayang kembali kedalam

gelanggang, semua oraog segera mengetahui apa yang bakal

terjadi, tampaklah perempuan naga pengasingan bagaikan

setan yang meringis seram langsung menerjang ke arah

Lam-kong Pak.

Pemuda itu pejamkan matanya sekali tidak berkutik. Cu

Hong Hong langsung mencengkeram bahunya sambil

berseru: “Keparat cilik, engkau berani memusuhi diriku??”

“Boanpwee berbuat demikian hanya karena ingin

memenuhi harapan ibuku dan semua perbuatanku ini akan

kutanggung sendiri apa bila cianpwee masih tidak puas

silahkan bunuh saja diri boanpwee.”

Cu Hong Hong jadi semakin gusar sehingga mencak2

teriaknya dengan wajah menyeringai seram:

“Bocah keparat engkau anggap aku tidak berani

membinasakan dirimu….??”

“Berani atau tidak adalah urusan dari cianpwee sendiri,

boanpwee melepaskan Suma Ing sama artinya melepaskan

musuh besarnya dari kalangan lurus, perbuatanku itu

memang berdosa dansalah besar, karena itu aku slap

menantikan hukuman mati bagi diriku”

“Keparat, apakah angkau akan tinggalkan pesan

terakhir??” teriak Cu Hong Hong dengan napsu membunuh

menyelimuti seluruh wajahnya. cu Li yap menjerit keras

sambil menubruk ibunya, dia berteriak:

“lbu engkau tak boleh membinasakan dirinya, kalau dia

sampai mati bagaimani dengan diriku??”

Pada saat ini Cu Hong Hong benar2 sudah diliputi hawa

gusar yang meluap-luap. dia kebaskan ujung bajunya

menggetar mundur putrinya sehingga terdorong tiga

langkah kebelakang dengan sempoyongan, kemudian

sahutnya dengan tajam:

“Setelah dia mati maka engkau akan kehilangan

kekasihmu, engkau akan tetap menjanda sepanjang hidup

seperti diriku, kalau engkau tak bersedia menjadi perawan

tua. cari saja pasangan yang lain”

Pek-li Hiang sadar bahwa perempuan itu sudah diliputi

oleh hawa napsu membunuh, ia pun berteriak keras:

“Bibi, sekalipun engkau tidak memikirkan bagi putrimu,

semestinya memikirkan bagi keponakan, sekalipun jalan

pikiran orang persilatan jauh lebih terbuka namun kitapun

tak mau membuat secara sembarangan-jikalau engkau

membinasakan dirinya maka keponakan pun akan mati

pula dihadapanmu”

Pada dasarnya cu Hong Hong adalah seorang

perempuan yang berwatak berangasan dan gampang gusar,

apalagi sekarang sering diliputi kemarahan, mendengar

ucapan Pek-li Hiang yang jelas merupakan ancaman itu, ia

jadi tak tahan- dengan lebih gusar teriaknya:

“Ayoh matilah akan kusaksikan dengan mata kepalaku

sendiri akan kematianmu itu, kemudian akan kusuruh Pekli

Gong untuk mendirikan batu nisan bagimu”

Pek-li Hiang tertegun sedang semua jagopun mulai

menyadari bahwa persoalan telah berubah jadi serius. apa

yang diucapkan cu Hong Hong bisa benar2 dilakukan,

andaikata ia benar2 membinasakan Lam-kong Pak maka

pihak perkumpulan ombak menggulung tanpa turun tangan

sendiripun, para jago kalangan lurus akan saling bertempur

sendiri.

Selain itu, diantara jago2 kalangan putih yang ada saat

ini ilmu silat Lam-kong Pak yang paling lihay. dalam

upacara pembukaan perkumpulan ombak menggulung

nanti semua orang masih mengandalkan kekuatannya

untuk mengatasi pelbagai kesulitan, maka kehilangan

sianak muda itu berarti suatu kehilangan yang besar sekali.

Dengan langkah lebar Pek-li Gong segera maju kedepan,

wajahnya saat ini serius sekali, ujarnya dengan nada

sungguh2.”cu Hong Hong, janganlah karena pengaruh

emosi maka engkau akan melakukan perbuatan yang akan

kausesali dikemudian hari, pepatah kuno bukankah pernah

mengatakan siapa yang bisa diampuni, ampunilah jiwanya

walaupun dosa dan kejahatan yang dilakulan Suma Ing

sudah terlalu besar dan tak bisa diampuni lagi tetapi

andaikata ia bisa bertobat dan merobah sikapnya itu

bukankah hal ini lebih baik dari pada membinasakan diri?

coba bayangkan seandainya kau bunuh Lam-kong Pak….”

“Kalau kubunuh dirinya lantas kenapa?” tukas cu Hong

Hong dengan nada amat gusar, “paling2 semua orang akan

mengadu jiwa dengan diriku”

“Dua lembar jiwa kalian masih belum memadahi untuk

ditukar oleh selembar jiwanya aku harap kau suka berpikir

tiga kali lebih dahulu sebelum bertindak”

“Bajingan tua Cukup dengan andalan perkataanmu itu

aku semakin berhasrat uatuk membinasakan dirinya kau

mau apa?^”

Diam2 Siang Hong Tie merasa gelisih juga , dengan

langkah lebar ia maju kedepan serunya:

“Enso Sian Yen bagaimana kalau engkau dengarkan

dahulu sepatah dua patah kataku?”

Siang Hong Tie amat serius dan menaruh hormat

terhadap dirinya, cu Hong Hong tidak tega untuk

menghadapinya dengan kasar, maka ia lantas berseru:

“Kalau ada perkataan, katakan saja dengan Cepat”

“Lam-kong Pak adalah seorang anak yang berbakti,

perbuatannya barusan tidak lebih hanya ingin mnghibur

hati ibunya belaka, tindakannya itu bakan berarti dia tidak

membenci terhadap Suma ing, terhadap dirimu sendiripun

dia menaruh rasa hormat dan berbakti, Cuma sayang kau

berada dalam keadaan gusar dan tak dapat meresapi

maksud baiknya itu. ..”

Tertegun hati cu Hong Hong mendengar perkataan itu.

“Antara aku dengan dirinya toh tidak pernah tersangkut

hubungan apapun juga . kenapa dia musti menaruh rasa

berbakti terhadap diriku??”

“Engkau adalah bakal mertuanya, dan semua orang yang

hadir didalam kalangan mengetahui akan hal ini, masa

engkau tidak bersedia untuk mengakuinya??” cu Hong

Hong tertawa dingin tiada hentinya.

“Persoalan telah berubah jadi begini rupa, apa itu mertua

atau tidak…tadi engkau mengatakan bahwa dia menaruh

rasa bakti hormat dan kagum terhadap diriku. kapankah dia

..?”

Siang Hong Tie tersenyum, jawabnya:

“Tenaga dalam yang dimiliki Lam-kong Pak baru2 ini

telah memperoleh kemajuan yang sangat pesat, bicara yang

lebih tak aneh didengar lagi setiap orang yang hadir dalam

gelanggang pada saat ini sudah bukan tandingannya lagi,

tentu saja termasuk pula diri enso Sian yan, disamping itu

malindungi keselamatan sendiri adalah suatu kemampuan

yang dimiliki setiap manusia, perduli dalam keadaan

apapun semua orang pasti akan berusaha untuk selamatkan

diri sendiri lebih dahulu, tetapi Lam-kong Pak sendiri

setelah mendepak pergi Suma ing, ternyata ia pejamkan

mata menunggu hukuman darimu. bukankah itu berarti

bahwa sikapnya amat menghormati dirimu? rasa hormat

tersebut merupakan suatu ledakan perasaan yang muncul

akibat rasa baktinya kepadamu, karena engkau adalah bakal

ibu mertuanya, dia tidak ingin melihat ibunya bersedih hati

tetapi rasa tak tega pula melihat engkau kecewa karena

Suma ing telah dilepaskan. kerena itulah ia pasrah untuk

dijatuhi hukuman, ketulusan hatinya ini sangat

mengagUmkan, tapi sayang engkau tak dapat menerima

cinta kasihnya itu. bukankah kejadian ini patut

disayangkan?”

cu Hong Hong berdiri tertegun, kembali ia lirik sekejap

kearah Lam-kong Pak. dalam waktu yang singkat itulah ia

dapat merasakan bahwa pandangan putrinva sedikit pun

tidak salah. walaupun dikolong langit terdapat banyak

sekali pria, namun untuk menemukan seorang pria

semaCam Lam-kong pak boleh dibilang susah sekali.

Makin dilihat ia makin tertarik sehingga akhirnya

perempuan itu menghela napas dan berpikir:

“Aaai… sudahlah. memang terlalu sayang kalau bocah

itu dibinasakan . , ,”

Pek-li Gong tak mau melepaskan kesempatan baik ini. ia

segera berteriak keras:

“Eeei . . , kalian sudah melihat semua? ibu mertua

melihat sang menantu. makin dilihat makin tertarik. Haahhhaahh

haah….”

cu Hong Hong mencibirkan pipinya, sedang cu Li-yap

segera jatuhkan diri kedalam pelukan ibunya sambil

berseru^ “Oooh… ibu, engkau sangat baik”

Sun Han Siang pun merasa terharu, per-lahan2 ia maju

kehahadapan cu Hong Hong dan berkata:

“Enso, tempo hari siau-moay telah salah mengusik

dirimu, harap engkau suka memberi maaf biarlah siaumoay

memberi hormat kepadamu”

Sambil berkata ia segera menjura dalam2.

Meskipun cu Hong Hong telah mengampuni Lam-kong

Pak. akan tetapi ia tidak bersedia memaafkan Sun Han

Siang, perempuan itu segera mendengus dan melengos

kearah lain-”hmm tidak segampang itu…” serunya,

Dengan wajah tersipu Sun Han Siang berdiri menjublak

ditempat semula. Pek-li Gong yang melihat situasi tersebut

segera mengetahui bahwa rasa gusar cu Hong Hong sudah

mereda, ia segera memberi tanda kepada Lam-kong Pak

serta kedua orang gadis itu.

Pemuda Lam-kong gelengkan kepalanya tanda tidak

mau, Pek-li Gong dengan suara keras segera berseru: “Sun

Han Siang, bagaimana dengan persoalan perkawinan antara

kalian dua keluarga?”

“Pihakku sini sih tiada soal lagi “

“cu Hong Hong, bagaimana dengan engkau sendiri?”

teriak Pek-li Gong kembali.

“Urusan kami lebih baik tak usah dicampur oleh engkau

pencuri tua…”

Melihat kesempatan baik, pencuri she Pek-li itu segera

berseru kepada Lam-kong pak dengan suara dalam:

“hey bocah, kenapa engkau tidak memberi hormat

kepada ibu mertua muu…,”

Lam-kong pak jadi serba salah dibuatnya, meskipun

dalam urusan itu sudah tiada persoalan lagi, tetapi ia kuatir

apabila ia berlutut dihadapan orang dan cu Hong Hong

tidak menggubris dirinya, bukankah dia bakal kehilangan

muka?

Dengan perasaan susah dia berpaling kearah cu Li-yap.

tampaklah gadis itu dalam pakaian nenek2 yang kedodoran

kelihatan lucu sekali, ketika itu gadis tersebut sedang

memberi kerlingan kearahnya agar dia berlutut.

Lam-kong pak segera berpaling pula kearah Siang Hong

Tie, ketika jago tua mengangguk dan semua orang

menyetujui Caranya itu, maka tanpa ragu-ragu lagi ia

jatuhkan diri berlutut dihadapan cu Hong Hong sambil

berseru.

“Menantu memberi hormat untuk Gak-bo” Habis

berkata. ia benar-benar menjalankan pengbormatan besar

sebanyak tiga kali.

“Eei bocah, apakah engkau masih akui diriku sebagai ibu

mertua? “

“Gak-bo apa maksud ucapanmu? menantu sama sekali

tidak maksud memandang rendah dirimu “

“ibu cepatlah bimbing dia bangun”

“Engkau saja yang membangunkan, setiap kali melihat

tampang ibu dan anaknya aku jadi mendengkol”

Merah padam selembar wajah cu Li-yap karena jengah.

sambl menyandarkan kepalanya dalam pelukan ibunya

kembali ia berkata:

“ibu, jangan gusar lagi cepat bangunkan dirinya ” cu

Hong Hong tertawa dingin.

“heehh.heehh heehh… bocah. ayoh bangun aku hendak

perintahkan dirimu, kalau engkau berani bersikap kasar

terhadap putriku, aku tidak akan mengampuni dirimu^”

Dengan wajah ter-sipu2 Lam-kong Pak bangkit berdiri.

Pek-li Hiang yang ada disampingnya tiba-tiba jatuhkan

diri kedalam pelukan Pek li-Gong sambil berseru.

“Ayoh dia belum memberi hormat kepadamu, aku … aku

tak mau…. “

Mendengar perkataan putrinya Pek-li Gong segera

berteriak keras.

“Eeei bocah bagus sekali yaa… bagus atau jelek aku juga

merupakan bapak mertuamu, masa engkau pilih kasih?

Kalau kaya dikasih hormat kalau miskin ogah mengakui??”

Terpaksa Lam-kong pakjatuhkan diri memberi hormat

kembali sambil berkata^

“Menantu sama sekali tidak bermaksud demikian, harap

Gak-hu jangan berpikir yang bukan2″

Pek-li Gong segera membangunkan sianak muda itu lalu

sambil tertawa ter-bahak2 serunya:

“haahh haahh-haahh… sungguh tak kusangka aku

beruntung sekali hingga sempat jadi bapak mertua orang,

bagus . . . kalau kalian ingin minta arak kegirangan,

silahkan saja mencari cu Hong Hong”

“IHuuuh engkau akan mengawinkan putriku, kenapa

semua orang kau suruh minum arak kegiranganku belaka?”

omel cu Hong Hong.

“Aduuh siapa sih yang tidak tahu kalau engkau punya

uang banyak” seru Pek-li Gong “engkau dan Sun Han Siang

sama2 punya uang banyak. yang satu membuka pegadaian

Bu-lim dan yang lain adalah orang kaya dalam persilatansemuanya

jauh lebih mampu daripada diriku sendiri.”

“Pencuri tua, engkau tak usah ribut.” sela Sun Han Siang

dengan cepat. “Perjamuan ini akan kubiayai semua….”

Mendengar perjamuan, perut Loo Liang-jan langsung

saja berbunyi gemerutuk keras. sambil menggigit jari tangan

air liurnya mengalir keluar terus menerus. catatan mati

hiduppun putar biji matanya lalu kepada Wang wee berhati

hitam katanya.

“Ji-ya tadi bukankah aku sudah kalah bertaruh satu meja

perjamuan? aku toa-ya yang merasa berhutang ogah untuk

hutang terlalu lama aku telah bersiap sedia untuk

membayar kekalahanku itu sekalian dengan perjamuan

yang akan diadakan oleh majikan Sun”

Wangwee berhati hitam segera mendengus,

“hmm Toa-ya lebih baik jangan kau gunakan Cara

macam itu, majikan mengadakan perjamuan lantaran

hendak merayakan hari perkawinan dari siau-ya tentu ada

makanan dan minuman buat kita, lebih baik pertaruhan

satu meja perjamuan itujangan dicampur adukan menjadi

satu, kalau mau dibayar maka bayarlah dilain hari.”

“Jie-ya aku toh sudah berkata lebih dahulu babwa hutang

pertaruhan akan kuadakan berbareng dengan diadakan

perjamuan untuk merayakan perkawinan sau-ya kalau ingin

makan pada waktu itulah makan sampai sekenyangnya, aku

rasa engkau kan tau tentang pertaruhanku?”

“Menurut apa yang aku ketahui. peraturan dari toa-ya

adalah: hari ganjil tidak menjamu orang. hari genap hanya

menerima dijamu orang, itu berarti selama hidup engkau

tidak akan menjamu orang”

“Justru karena itulah maka kubayar kekalahan

pertaruhan itu bersamaan dengan diselenggaranya pesta

perkawinan Sau-ya, dengan begitu akupun tak usah

merusak peratiranku sendiri”

“Toa-ya, engkau hendak mengingkari janji?” teriak

wangwee berhati hitam.

“Ji-ya, kalau toh engkau sudah tahu akan peraturan

busukku. tidak seharusnya engkau ajak diriku untuk

bertaruh.”

Dalam pada itu Lam-kong Pak segera berkata:

“cianpwee sekalian- tahukah kalian semua siapa

sebenarnya manusia aneh baju merah itu??”

semua orang segera menggeleng.

“Bocah engkau pasti tahu bukan?” sela Pek-li Gong

dengan cepat.

“Benar, rahasia itu baru kuketahui belum lama berselang,

ternyata manusia aneh baju merah itu bukan lain adalah

pangcu dari perkumpulan Liok-mao-pang”

begitu ucapan tersebut diutarakan keluar semua orang

berdiri tertegun terutama sekali cu Hong Hong merasakan

hatinya tergetar keras, teriaknya dengan cepat: “hey bocah

engkau tak usah ngaco belo yang tidak karuan”

“ibu mertua dengarkan dulu penjelasanku.” Maka

berceritalah pemuda itu apa yang berhasil dilihatnya dalam

gua dibalik gunung-gunungan…..

Mendengar kisah tersebut. air muka kawanan jago dari

kalangan lurus itu sama-sama berubah jadi serius, sedang cu

Hong Hong pun sangat dipengaruhi oleh emosi.

Disamping itu Lam-kong Pak juga memberitahukan

kepada Sun Han Siang bahwa ia telah berhasil melatih ilmu

bayi hawa murni, asal tekun setengah tahun lagi nisCaya

dia akan berhasil menciptakan bayi ampuh yang kebal.

Sun Han Siang sangat gembira, namun dia pun merasa

kagum berCampur sedih atas pengorbanan yang telah

dilakukan padri naga dan imam harimau demi

mensukseskan kepandaian dari putranya.

Beberapa saat kemudian. terdengar perempuan she-Sun

itu berkata:

“Sekarang kita harus beehasil temukan ketiga orang

manusia tembaga itu sebelum bulan lima tanggal lima belas.

kemudian dengan kekuatan yang bersatu kita hancur

ratakan perkumpulan ombak Menggulung. Sekarang lebih

baik, kita membagi diri jadi tiga rombongan saja dan

berusaha mencari disekitar seratus li dari sini, kemudian

kita tentukan waktu dan berkumpul kembali disini, entah

bagaimanakah pendapat kalian semua?”

= =ocoooooo= =

SEMUA orang menyatakan setuju, bahkan cu Hong

Hong pun tidak menyatakan keberatan karena panggilan

“ibu mertua” dari Lam-kong Pak telah menggirangkan

hatinya, disamping itu diapun dapat melihat bahwa Lamkong

Pak jauh lebih mencintai putrinya. Terdengar Pek-li

Gong berseru

“Ketiga rombongan ini biar akulah yang membagi.

rombongan pertama adalah Lam-kong Pak dengan

membawa dua orang gadisnya. rombongan kedua adalah

Sun Han Siang dan cu Hong Hong,”

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, cu Hong Hong

kontan melotot sekejap kearah Pek-li Gong, tetapi ia tahu

bahwa pencuri itu ada maksud tertentu dan sengaja

menggabungkan mereka jadi satu, karena itu perempuan itu

tidak menyatakan keberatannya. Terdengar Pek-li Gong

melanjutkan kembali kata2nya:

“Rombongan ketiga akan dipimpin oleh Siang Hong Tie

dan aku dengan membawa serta Loo Liang-jen dan

sepasang manusia Cantik dari Hay-thian-”

Gelak tertawa bergetar memeCahkan kesunyian.

sepasang manusia jelek dari Hay-thian segera mendengus.

serunya:

Pencuri tua. bagaimana sih tampangmu sendiri, aku lihat

tampangmu juga lucu dan jelek seperti kunyuk”

“Eeei. jangan marah dulu, dalam kenyataan kalian toh

tidak kekurangan hidung atau telinga, cantik atau jelek

perbedaan cuma selisih sedikit saja. apalagi kalian berdua

yang satu seperti bambu persis menyerupai ular panjang

memakai topi.- .tinggi tapi gagah. sedang yang lain

berwajah hok-ki. siapa pun tahu bahwa kalian

mendatangkan banyak rejeki… apakah aku pencuri tua

salah berbicara?”

Sepasang manusia jelek dari Hay-thian saling bertukar

pandangan sekejap. kemadian terdengar catatan mati hidup

berkata:

“Ji-ya benar juga perkataannya kita memang bertampang

bagus dan menarik”,,

“Siapa bilang tidak?” sambung Wang wee berhati hitam

dengan cepat, “aku masih ingat tempo dulu sijanda kawin

tujuh kali Pui Kun perempuan murahan itu sering lirik-lirik

main mata dengan aku.”

“haahh..haaahh..haaahh…” gelak tertawa kembali

meledak memecahkan kesunyian. Pek-li Gong segera

berkata kembali:

“Bagaimana pendapat kalian semua tentang pembagian

regu ini? apa ada yang tidak setuju??”

“Aku tidak setuju” teriak Loo Liang-jan dengan cepat,

“aku ingin mengikuti Lam-kong sauya saja”

“Tidak mau tidak mau kita tak mau jadi satu rombongan

dengan perut karet itu.” teriak cu Li-yap dan Pek-li Hiang

hampir bersamaan waktunya,

“kalau kamu merasa lapar karung isi ransum pasti sudah

kosong melompong.”

“Toh ada Lam-kong sauya?” seru Loo Liang-jen dengan

keCut, “Dia tidak akan pelit seperti kalian dan Selama

mengikuti dia, maka perut aku Loo-tua pun paSti akan

terjamin”

Maka Sesudah beberapa regu sudah ditetapkan maka

semua orangpun segera berangkat tinggalkan tempat itu,

Lam-kong Pak sendiri dengan membawa dua orang gadis

dan Loo Liang-jan berangkat menuju kegunung Bong-san-

Ditengah jalan terdengar cu Li Yap berkata: “Engkoh Pak

coba Lihat bagaimana macam kita berdua ini??”

Melihat nadanya kedua orang gadis itu Lam-kong Pak

tak dapat menahan gelinya lagi ia lantas menjawab:

“Ditengah pegunungan yang terpencil jauh dari

keramaian kan tak ada orang yang melihat kalian, nanti saja

setelah tiba dikota baru kita beli pakaian lain-”

Setelah hening baberapa waktu lamanya mendadak Lamkong

Pak seperti sudah teringat akan sesuatu persoalan

kepada cu Li yap segera ujarnya dengan cepat:

“Adik Yap. ada suatu persoalan aku merasa kurang

begitu mengerti dan sudah lama ingin kutanyakan padamu,

cuma sayang tempo hari tak ada kesempatan untuk

menanyakan kepadamu”

“Kalau begitu tanyalah, apakah persoalan itu mengenai

kesalah paham yang terjadi tempo hari sehingga aku

menampar dirimu beberapa kali…?”

“oooh bukan- walaupun tempo hari kalian telah

menghina diriku serta menghantam pipiku. tetapi dari situ

pula dapat dibuktikan bahwa cinta kalian terhadap diriku

amat mendalam, sebab semakin mendalam cinta kalian

terhadap diriku, semakin besar pula kemarahan yang

dilimpahkan terhadap diriku…”

Mendengar perkataan itu, dua orang gadis tersebut

segera mendengus dan mengomel: “Hmmm tak tahu malu.

perkataan semacam itupUn bisa2nya diutarakan keluar….”

“Aku ingin menanyakan bagaimana caramU menjadi

anggota perkumpulan Liok-mao-pang pada beberapa bulan

berselang?? dan ketua dari perkumpulan Liok-mao-pang

agaknya menaruh sikap yang lUar biasa terhadap dirimu,

apa sebabnya bisa begitu??”

“ibu yang suruh aku menyusup kedalam perkumpulan

Liok-mao-pang, tujuannya adalah secara diam2 menyelidiki

siapa kah ketua perkumpulan Liok-mao-pang itu?”

“Apa engkau berhasil menyelidikinya?”

“Pangcu dari perkumpulan Lio-mao-pang amat licin dan

selalu waspada, walaupun aku sudah menggunakan

pelbagai macam cara untuk melakukan penyelidikan, sama

sekali tidak mendatangkan hasil kendati begitu sikapnya

terhadap diriku baik sekali dan akupun tak dapat

mengatakan apa sebabnya”

“Kemudian engkau menceritakan kejadian itu kepada

Gak-bo, bagaimana pernyataan dari Gak-bo?”

“Rupanya ibu sudah mempunyai pendapatnya sendiri.

dia hanya tertawa tawa belaka, aku rasa kemungkinan besar

ibu sudah mengetahui tentang asal usul dari Pangcu Liokmao-

pang itu”

“Akupun mempunyai pendapat yang sama, aku masih

ingat ada suatu ketika ibu mertua pernah berkata kepada

ketua dari perkumpulan Liok-mao-pang itu. Aku tahu siapa

kah engkau”

“Benar.” sambung cu Li Yap pula, “akupun masih ingat

belum lama berselang ibu pernah bergumam seorang diri:

pasti dia, pasti dia ketika aku bertanya kepada ibu siapakah

“dia” itu? ibu tidak bersedia memberi keterangan-”

Tiba tiba…. serenteran suara tertawa yang Cabul dan

jalang berkumandang datang. Lam-kong Pak segera

mengenali sebagai suara jago arak Lam-hay-ciu-kek It-tun

Ko dan janda kawin tujuh kali pui Kun.

Pada waktu itu jago arak dari Lam-hay sedang berkata:

“Pui Kun, baik engkau maupun aku sama-sama tidak

dihargai dalam perkumpulan Liok Mao-pang. kemudian

hari setelah perkumpulan ombak menggulung telah

diresmikan kitapun belum tentu mendapat kebaikan apaapa.

aku lihat lebih baik kita mulai bikin rencana mulai

sekarang”

“Sedari permulaan aku sudah mengetahui akan hal ini.

tetapi dewasa ini pengaruh perkumpulan Liok-mao-pang

sedang mencapai pada saat jaya-jayanya. kita tidak berani

membangkang ataupun melawan kehendak mereka…..”

“Pui Kun, aku punya satu cara cuma tidak kuketahui

apakah engkau bersedia atau tidak: “coba katakanlah”

“Tempo dulu setelah aku dilepaskan seCara diam2 oleh

Suma ing dari pegadaian Bu-lim aku telah berhasil

mengumpulkan sedikit harta. jika engkau ada niat mari kita

Cari suatu tempat yang terpencil dan hidup bergembira

sepanjing masa tanpa harus kekurangan uang. sebab aku

rasa bergaul terus dalam perkumpulan Liok-mao-pang toh

akhirnya tidak akan memperoleh hasil apa2.”

Janda kawintujuh kali segera menggoyang pinggul

pasang gaya, ternyata setelah termenung sejenak.

“Berapa banyak sih harta yang kau miliki ?”

“Berlian mata kucing ada lima butir harganya ditaksir

melebihi ratusan, tiga emas murni. mutiara asli satu untai

dan tiap bijinya sebesar buah lengkeng harganya kira2

ratusan tahil emas murni. selain itu masih ada uang kontan

sebesar tiga puluh tahil lebih”

Janda kawin tujuh kali adalah manusia dari golongan

miskin, sepanjang hidupnya tidak pernah punya tabungan,

ketika mendengar Jago arak dari Lam-hay mempunyai

kekayaan sebesar itu, hatinya kontan saja bergerak. sambil

mengerling sekejap kearah pria itu serunya:

“It- bun Ko, kalau memang engkau mempunyai selera

terhadap diriku. mengapa kalau bicara buru-buru dan putar

balik tidak karuan? katakan saja secara terus terang, apakah

engkau hendak ajak aku untuk hidup bersama…..??”

“Engkau tohjauh lebih mengerti dari pada diriku, kenapa

aku mesti mengatakannya lagi? manusia setua kita ini.

sekalipun bergaul lebih jauh juga tak akan menghasilkan

apa- apa, dari pada begitu toh lebih baik segera

mengundurkan diri dan hidup dengan gembira ?”

“sekarang, hartamu berada dimana??”

“Asal engkau bersedia untuk hidup bersama aku, akupun

akan segera mengajak engkau pergi mengambil”

Kembali janda kawin tujuh kali melemparkan kerlingan

mautnya kearah pria tersebut, kemudian sambil duduk

diatas sebuah batu besar. dia goyangkan pahanya sengaja

memamerkan celananya yang berlubang dengan

pemandangan hutan belukar lebat dibaliknya.

jago arak dari Lam-hay menurunkan cupu-cupu araknya

dan mereguk arak satu tegukan, kemudian sambil picingkan

matanya ia berkata: “Pui Kun, bagaimana pendapatmu??”

“Setan tua “seru Janda kawin tujuh kali sambil tertawa

jalang, “dengan usiamu yang setua itu, masa masih mampu

untuk,,..?”

“Pui Kun, engkau tak usah kuatir.” sahut jago arak dari

Lam-hay sambil menepuk dada, “bukannya aku It-bun Ko

sengaja mengibul atau bicara besar. walaupun sudah tua

satu malam tiga lima kali masih mampu, kalau tidak

percaya kita segera buktikan-”

cu Li-yap berdua yang mendengar perkataan itu air

mukanya segera berubah jadi merah padam karena jengah.

sambil mencibir mereka berpaling kearah lain-

“Baiklah,” terdengar janda kawin tujuh kali menjawab,

“kukabulkan permintaanmu itu, tapi kita harus lihat dahulu

harta kekayaan itu, kemudian kita baru berangkat.”

Kedua orang itu segera berangkat menuju keatas sebuah

puncak bukit yang tinggi, Lam-kong Pak sekalian dengan

cepat mengikuti dibelakangnya.

Setibanya diatas puncak bukit itu.Jago arak dari Lamhay

segera memandang sebuah pohon besar sambil berkata.

“harta itu berada disini”

Janda kawin tujuh kali menengok kearah pohon besar

itu, pohon tersebut besar sekali tapi daun dan rantingnya

telah mengering. sekali tidak terlihat tanda2 kalau di tempat

itu terdapat harta.

Perempuan jalang itu segera tertawa dingin serunya,

“Engkau hendak membohongi diriku?” Jago arak dari Lamhay

tersenyum.

“Buat apa aku membohongi dirimu? coba lancarkan

sebuah pukulan kearah pohon itu.”

Lam-kong Pak yang mendengar perkataan itu segera

merasakan hatinya agak bergerak. dia tahu harta kekayaan

tersebut tentu disembunyikan dibalik pohon besar tersebut,

dan pohon itu sudah pasti kosong.

Dengan tendangan pembetot sukma Janda kawin tujuh

kali melancarkan sebuah sapuan keatas pohon yang layu

itu, “Blaaam” dahan pohon terhajar sampai hancur, dan

dari balik dahan itu tumpahlah satu bungkosan besar emas

murni, berlian dan permata….

Melihat harta banyak itu sepasang mata janda kawin

tujuh kali berubah jadi merah tiada hentinya dia mengirim

kerlingan maut kearah jago arak dari Lam-hay. IT- bun Ko

tertawa ter-bahak2, serunya:

“Haaahh…haaahh…haaahh… Pui Kun, harta sebanyak

itu rasanya cukup bukan untuk hidup kita sepanjang

masa…??”

“cukup, ..cukup sekali, It- bun Ko, kemarilah. …”

Melihat tingkah lakunya yang begitu merangsang bahkan

boleh dibilang setiap bagian tubuhnya menyiarkan daya

rangsangan yang luar biasa, terutama sepasang matanya

yang jalang, seketika membuat jantung pria itu berdebar

keras.

Bagaikan mendapat rejeki besar dengan cepat ia maju

kedepan. tampaklah Janda kawin tujuh kali pejamkan

matanya rapat2 dan mempersiapkan bibirnya yang lebar

kearah depan.

Napsu birahi segera berkobar dalam dada jago arak dari

Lam-hay. bagaikan harimau lapar menubruk kambing ia

peluk tubuh perempuan itu erat2, serunya: “Engkau benar2

seorang perempuan yang merangsang ….”

Belum habis ucapan tersebut meluncur keluar dari

mulutnya, mendadak jago dari Lam-hay itu berseru

tertahan, kemudian tubuhnya roboh terkulai diatas tanah

dengan lemas, dari balik sorot matanya memancar keluar

sinar penuh rasa kaget dan terkesiap. Terdengar Janda

kawin tujuh kali tertawa dingin tiada hentinya.

“heeehh,..heeehh..^heehh.. jangan kau anggap setelah

melihat hartamu maka aku lantas mandah diapakan saja

oleh siapapun. ketahuilah aku harus melihat dulu

bagaimanakah pasanganku itu, cocok dengan seleraku atau

tidak, huuh… kalau cuma bertampang seperti engkau, akusih

belum punya minat”

Lam-kong Pak dan kedua orang gadis mengikuti

jalannya peristiwa itu, diam2 menghela napas panjang

mereka menyadari betapa bahayanya dunia persilatan

ternyata jago kawakan seperti It- bun Kopun akhirnya kena

tipu juga .

Mula pertama janda kawin tujuh kali mengambil dahulu

Intan mata kucing dan mutiara sebesar kelengkeng itu

kemudian sambil ctt.,cctt.. memuji tiada hentinya ia

berkata.

“Dengan harta sebanyak ini kalau aku bisa mencari

pemuda tampan untuk menemani diriku ooh…betapa

bahagianya hidupku selanjutnya.”

“coba lihatlah bagaimana dengan aku??” suara itu tiba2

berkumandang memeCahkan kesunyian.

Janda kawin tujuh kali merasa amat terperanjat dengan

cepat ia putar badandan alihkan pandangan matanya

kearah mana berasalnya suara itu, tampaklah melayang

diatas air Ma Tie sudah berdiri dihadapan mukanya.

Dalam perkumpulan Liok-mao-pang kedudukan

melayang diatas airjauh lebih tinggi daripada dirinya Janda

kawin tujuh kali segera mengerlingkan matanya sambil

menjawab:

“Sebenarnya sudah lama aku menaruh maksud terhadap

dirimu, asal engkau tidak memandang usiaku terlalu tua.

tentu saja kita dapat hidup berdampingan”^

Lam-kong Pak yang mengikuti peristiwa itu hanya bisa

gelengkan kepalanya sambil berpikir:

“Sungguh cepat gembong iblis ini mengikuti gelagat.

sayang sekali keadaan dari jago arak she It- bun tersebut,

dia terlalu penasaran-..”

Dalam pada itu Melayang diatas air Ma Tie sudah

tertawa aneh sambil meremas payudara perempuan itu.

serunya,

“Waaduuh …sUngguh tak kusangka dengan usiamU

yang telah lanjUt, ternyata sepasang bola dagingmU ini

masih keras dan kencang… benar2 luar biasa”

Janda kawin tujuh kali segera goyang pa ha mengirim

kerlingan maUt, serunya:

“Ma Tie, engkau masih belum pernah merasakan sorga

dunia milikku…wah kalau engkau sudah mencicipinya, aku

tanggung engkau akan kenikmatan sehingga minta diulang

terus”

Ma Tie menowel pipi perempuan itu dan menanggapi:

“Aku rasa bakal tidak salah lagi kenapa mahkluk tua itu

selalu punya ingatan untuk mengincar sorga dunia milikmu

itu”

“Ma siau-te mari…mari…mari.. biar cici beri gula2 lebih

dahulu untukmu.” sambil berkata ia pejamkan mata dan

mendorong bibirnya yang lebar kearah depan-

Sedari permulaan tadi Ma Tie sudah melihat bahwa

disamping menggeletakjago arak dari Lam-hay, meskipun

ia cabul dan tingkah laku konyol akan tetapi secara diamdiam

hawa murni disiapkan juga untuk menghadapi segala

kemungkinan yang tidak diinginkan.

KETIKA Janda kawin tujuh kali memberikan bibirnya

yang lebar, ia maju menghampiri namun langkahnya sangat

ber-hati2.

Janda kawin tujuh kali segera mendemontrasikan

kepandaiannya lagi. dengan kuku Liok ia totok jalan darah

Ma Tie yang ada dipinggang Melayang diatas air segera

mendengus berat dan roboh terkapar diatas tanah.

“Haahhaahhaah…” perempuan itu tertawa jalang,

“jangan mengira usiamu masih muda maka aku lantas suka

kepadamu. kalau aku mau cari pemuda tampan maka akan

kucari mereka yang tak bisa bersilat, engkau masih belum

masuk hitungan”

Siapa tahu, baru saja perempuan ituputar badan- tiba2

Ma Tie melancarkan sebuah sapuan membuat ia roboh

bagaikan anjing mencium air kencing, Ma Tie segera loncat

bangun dan menginjak ubun2nya sambil berkata diiringi

tertawa:

“heeehh…heeehh…heeehh…Pui Kun, engkau tahu aku

Ma Tie berasal dari mana? Hmm permainan semacam ini

hanyalah permainan dari seorang bocah cilik”

Diam2 janda kawin tujuh kali mengeluh dalam hatinya,

ia berpikir didalam hati:

“Sepanjang hari berburu burung. akhirnya mataku kena

dipatuk juga oleh burung . . .sialan”

Biji matanya berputar, ia lantas berkata: “Ma Tie, kalau

otakmu bisa berputar lebih gesit, maka akupun bersedia

uatuk memberikan suatu rahasia yang jauh lebih besar

kepadamu”

Ma Tie tertawa dingin-

“hmm perempuan jalang, setelah engkau terjatuh

ditanganku, walaupun aku mau gagahi tubuhmu sampai

berapa kalipun bisa, kenapa musti tertipu oleh siasatmu?”

“Kalau engkau tangkap aku sehingga aku sama sekaii tak

berkutik, kendatipun kau gauli diriku juga rasanya tak

sedap.” kata Janda kawin tujuh kali dengan sungguhsungguh,

“kalau aku tidak pertunjukkan kebolehanku

goyang pinggul dan gesek “bawah” engkau tak bisa nikmati

puncak kenikmatan dari sorga dunia, lebih baik lepaskan

saja diriku kalau engkau bersedia maka bukan saja kau bisa

miliki tubuhku secara komplit, bahkan akan kuberitahukan

pula satu rahasia yang lebih besar kepadamu.”

“coba katakan dulu. rahasia apa yang hendak kau

beritahukan kepadaku?” kata Ma Tie.

“Tentu saja rahasia mengenai emas perak dan intan

permata, tahukah engkau bahwa harta kekayaan yang dia

miliki bukan cuma sebagian ini saja, tapi masih ada separuh

bagian yang masih disembunyikan ditempat lain

bagaimana? ada minat tidak??”

“Harta itu disembunyikan dimana?”

“Lepaskan aku dulu dong pasti aku akan beritahukan

kepadamu,…”

Ma Tie segera melepaskan injakan kakinya dan Janda

kawin tujuh kali loncat bangun dari atas, katanya kembali.

“Sebagian dari harta kekayaan itu masih berada didalam

sebuah lembah yang terpencil, mari ikut aku akan kubawa

englau kesana….”

Bersamaan dengan selesainya perkataan itu mendadak

kuku Liok-eng-ka miliknya meluncur ketengah udara dan

menghajar jalan darah cian-keng-hiat diatas bahu Ma Tie,

kemudian sebuah tendangan kilat yang maha dahsyat

menghajar tubuh orang itu sehingga mencelat sejauh satu

tombak lebih dari tempat semula.

“hmm sekarang. lihatlah siapa yang jauh lebih lihay”

Janda kawin tujuh kali segera turun tangan menelanjangi

pakaian yang dikenakan dua orang itu, Celananya diikat

kencang2 dan digunakan untuk mengisi uang perak.

kemudian diikatkan pada pinggangnya sesudah itu

diapergunakan pula jubah lebar dua orang itu untuk

menbungkus harta kekayaan lainnya.

Namun untuk membawa pergi empat buntalan besar

bukanlah suatu pekerjaan yang terlalu gampang. Janda

kawin tujuh kali segera putar biji matanya dan kemudian

mengambil senjata garpu milik Ma Tie. dengan ujung

senjata tadi ia bebaskan jalan darah jago arak dari Lam-hay

yang tertotok. katanya dengan suara dalam:

“It- bun Ko. setelah aku pikir pulang pergi, terasa olehku

bahwa engkau jauh lebih jujur dari pada orang itu, maka

aku telah ambil keputusan untuk membawa serta dirimu.

Mari kau panggullah bungkusan tersebut dan cepat berlalu

dari sini”

Lam-hay ciu-kek jago arak dari Lam-hay mengetahui

bahwa perempuan jalang itu sedang mempergunakan

tenaganya untuk membawa buntalan, namun rahasia

tersebut tidak sampai diungkapkan maka berangkatlah

kedua orang itu untuk meninggalkan tempat tersebut. cu Li

Yap yang bersembunyi disekitar situ segera berbisik:

“Engkoh Pak, apakah kita perlu untuk turun tangan

menghadapi jalan perginya?”

“Tentu saja harus dihadang.” jawab Lam-kong Pak,

“cuma sayang tindakan kita terlambat satu langkah”

Baru saja ucapan sianak muda itu selesai di utarakan

keluar, tiba-tiba dari sisi alangan berkelebat lewat sesosok

bayangan manusia, begitu mencapai gelanggang dia segera

tertawa seram tiada hentinya.

“heehh…heehh heehh… Hiangcu berdUa ada maksud

hendak pergi kemana?” orang itu menegur.

Ternyata orang yang barusan munculkan diri itu bukan

lain adalah Ngo-hoa-bak atau Daging lima warna oei Hun-

Menyaksikan kehadiran jago tersebut. dua orang itu

merasa amat terperanjat, untuk beberapa saat lamanya

mereka tak mampu mengucapkan sepatah katapun.

= =000000000= =

BAGAIMANAPUN juga Janda kawin tujuh kali Pai

Kun adalah seorang kawakan yang banyak pengalaman,

sesudah termenung sebentar ia lantas tertawa jalang,

sahutnya:

“Lapor wakil ketua. kami berdua baru saja menemukan

ada dua orang menyembunyikan sejumlah harta

kekayaannya didalam sebatang pohon yang telah

mengering, sebenarnya kami hendak bawa harta kekayaan

tersebut untuk kembali kemarkas dan diserahkan kepada

perkumpulan sebagai ongkos pengeluaran, siapa tahu

Melayang diatas air Ma Tie bermaksud merampas dengan

kekerasan, oleh karena itulah terpaksa kami harus bertindak

untuk merobohkan dirinya”

Ngo-hoa-bak daging lima warna oei Hun tertawa dingin-

“heeehh…heehhh ..heeehh… aku rasa bukan begitu

bukan kenyataannya…” ia mengejek. “andaikata memang

terjadi peristiwa seperti itu sudah sepantasnya kalau kalian

seret orang itu kembali kemarkas untuk dijatuh hukuman

oleh pangcu, bukanlah berusaha kalian hendak pergi tanpa

menggubris dirinya lagi?? Hmm lantas anggap aku tak bisa

menebak maksud tujuan kalian yang sebenarnya?”

Bicara sampai disini dia segera bertepuk tangan tiga

kali…

“Sreet Sreet Sreet” ujung baju tersampok angin secara

beruntun munculah beberapa orang jago lihay ditengah

gelanggang mereka adalah Sia-bin Lucou atau Kakek

moyang bermuka kepiting Pit Hoo, Tiat-pan-teng bangku

baja ou-put Kay serta Pat-pit-lui-kong Dewa guntur

berlengan delapan Si Put Sin-

“Tangkap dua orang bangsat itu dan gusur kedalam

markas, biar mereka dijatuhi hukuman yang setimpal oleh

pangcu” perintah Daging lima warna oei Hun dengan ketus.

Sebelum para gembong iblis itu sempat bertindak Lamkong

Pak munculkan diri dari tempat persembunyiannya,

sambil tertawa dingin ia berkata.

“heehh…heehh heehh… mau pergi boleh saja, tapi

tinggalkan dahulu harta kekayaan tersebut ditempat ini.”

Beberapa orang gembong iblis itu mengetahui sampai

dimanakah kelihayan dari Lam-kong Pak, apalagi disitu

masih ada Loo Liang-jen serta dua orang gadis lainnya,

kemunculan mereka sangat menggidikkan hati orang2 itu..,

Melihat gelagat tidak menguntungkan pihaknya, dengan

cepat Daging lima warna oei Hun menyepak tubuh Ma Tie

serta membebaskan jalan darahnya yang tertotok. teriaknya

dengan keras:

“Kalian berdua cepatlah kabur dari sini dengan

membawa buntalan itu. sisanya tetap tinggal disini untuk

menghadapi musuh.”

Janda kawin tujuh kali dan jago arak dari Lam-hay

mengiakan, dengan cepat mereka kabur dari tempat itu.

sedangkan beberepa orang gembong iblis lainnya perlahan2

maju mendekati tempat orang musuhnya.

Dengan suara dingin Lam-kong Pak berseru: “oei Hun

dalam tiga jurus sau-yamu akan suruh kalian pulang

kerumah dengan jalan merangkak…”

Belum habis ia berkata dengan menggunakan tenaga

sebesar enam bagian ia lancarkan sebuah sapuan kedepan.

“Weess..” jeritan kaget bergema memecahkan kesunyian

kecuali Daging lima warna oei Hun seorang para gembong

iblis lainnya rata2 tersapu oleh angin pukulan tersebut

sehingga mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat

semula.

Daging lima warna oei Hun sendiripun tersurut mundur

sejauh tiga langkah, melihat kelihayan musuhnya ia tak

berani bertindak lebih jauh. segera bentaknya keras2: “cepat

mundur kebelakang”

Ia putar badan kabur lebih dahulu menuruni bukit

tersebut sambil melarikan diri serunya:

“Lam-kong Pak dalam pertemuan yang akan

diselenggarakanpada bulan lima tanggal lima nanti,

perkumpulan kami pasti akan menyambut baik2

kehadiranmu”

“huuuh manusia berhati srigala bernyali kelinci, benar2

memalukan nama besar perkumpulan ombak menggulung”

hina sang pemuda sambil angkat bahu.

Tiba2 cu Li Yap berkata:

“Janda kawin tujuh kali dan jago arak Lam-hay tentu

belum pergi terlalu jauh, mari kita kejar mereka berdua”

Empat orang itu segera berangkat menuju kearah dimana

dua orang tadi kabur, namun kendatipun sudah melalui

belasan li belum nampak juga jejak kedua orang itu.

padahal mereka membawa dua buntalan besar emas dan

perak yang sangat berattak mungkin perjalanan bisa

dilakukan dengan begitu Cepatnya. Lam-kong Pak segera

berkata:

“Menurut dugaanku, delapan bagian dua orang keparat

itu pasti sudah melarikan diri kearah lain”

Berbicara sampai disini, dia segera loncat naik keatas

puncak sebuah pohon besar dan mengamati keadaan

disekelilingnya. sebentar kemudian katanya,

“oh sedikitpurn tidak salah, arah yang mereka tuju justru

merupakan jalan yang bertolak belakang dengan arah

markas besar perkumpulan bulu hijau, ayoh cepat kita

kejar”

Tidak selang seperminuman teh kemudian mereka telah

berhasil menyusul dua orang itu. Lam-kong Pak segera

membentak keras: “hey berhenti”

Dua orang itu merasa sangat terperanjat dan segera

berhenti. Lam-kong Pak berkata kembali:

“Loo-tua aku utus dirimu untuk menggusur kedua orang

ini kembali kekuil Shia-hong-bio, serahkan harta kekayaan

tersebut kepada beberapa orang cianpwee”

“Setelah selesai menjalankan tugas kemana aku harus

pergi mencari diri sau-ya?” tanya Loo Liang-jan-

“Engkau tak usah mencari diriku lagi, tidak lama

kemudian kami pasti akan berkumpul kesitu dan ber-sama2

mengikuti pertemuan besar perkumpulan ombak

menggulung”

Loo Liang-jan tidak banyak bicara lagi dengan

membawa dua orang tawanannya berangkatlah dia

tinggalkan tempat itu.

sepeninggalnya ketiga orang itu, Lam-kong pak kembali

berkata:

“Pui Kun adalah gembong iblis perempuan yang paling

jahat. aku takut Loo-tua tertipu olehnya, mari secara diam2

kita ikuti jejaknya dan coba lihat apa yang hendak mereka

lakukan”

Berangkatlah ketiga orang itu secara diam2 untuk

mengikuti kepergian Loo Liang-jan-

Tampaklah Janda kawin tujuh kali dan jago arak dari

Lam-hay berjalan didepan sedang Loo Liang-jen mengikuti

dibelakangnya, suatu ketika tiba2 Pui Kun berkata:

“Aku sudah tak kuat berjalan lagi, bagaimana Kalau kita

menangsal perut lebih dahulu??”

Jago arak dari Lam-hay mengetahui kalau rekannya

sedang bermain gila, ia segera menyambung :

“Benar, mari kita bersantap dulu sebelum melanjutkan

perjalanan”

Dua orang itu segera menurunkan buntalan besarnya dan

masing2 mengambil keluar kantong rangsum kering

mereka,

Ketika Janda kawin tujuh kali membuka kantong

rangsumnya, ternyata isinya adalah Bakpao, kueh kering,

daging panggang. ayam goreng dan macam2 makanan lezat

lainnya yang menyiarkan bau harum semerbak.

Loo Liang-jen yang menyaksikan makanan- makanan

lezat itu segera menelan air liur dan berpaling kearah lain-

Janda kawin tujuh kali melirik sekejap kearah jago arak

dari Lam-hay kemudian sambil tertawa katanya:

“Kalau seseorang sedang lapar perutnya makan

hindangan apapun rasanya tentu lezat dan nikmat sekali,

apa lagi ayam goreng ku ini adalah ayam goreng dari rumah

makan Ki-eng-loo dikota Lok yang.-”

Kembali Loo Liang-jan merasakan perutnya

keroncongan, namun ia tak sudi berpaling barang

sekejappun.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera

berpikir didalam hatinya: “Emm ternyata Loo-tua masih

mempunyai semangat dan gengsi juga .”

“Loo Liang-jan- terdengar Pui Kun berseru, “bantulah

aku membopong buntalan ini nanti kuhadiahkan separoh

bagian rangsum kering ku ini kepadamu bagaimana?”

“Setelah aku Loo-tua mengikuti Lam-kong sauya sudah

banyak yang telah kupelajari,” teriak Loo Liang-jan dengan

suara keras, “seseorang yang bijaksana akan mengutamakan

gengsi dan semangat daripada perut, aku tidak sudi makan

makananmu itu, Ayoh cepat sedikit kita harus melanjutkan

perjalanan lagi, kuperintahkan kepadamu janganlah

bermain setan lagi dihadapanku, ketahuilah bahwa aku

Loo-tua tak bisa dipermainkan dengan begitu saja”

Diam2 Lam-kong Pak anggukkan kepalanya, ia lihat

Loo Liang-jen telah menggusur dua orang tawanannya

untuk melanjutkan perjalanan kembali. cu Li Yap yang

menyaksikan kejadian itu diam2 berbisik:

“Sungguh tak nyana Loo-tua begitu bersemangat dan

tahan uji. dia memang benar2 sangat hebat”

“Itulah yang dinamakan dekat dengan gincu badan jadi

merah, dekat dengan tinta bak badan jadi hitam.”

Pek-li Hiang manambahkan, “ia selalu memuji

kehebatan Lam-kong sauyanya itu berarti sama sekali tak

pandang sebelah matapun kepada kita….”

Mendadak…

terdengar suara gemerincing yang amat nyaring

berkumandang datang, tampaklah tiga orang manusia aneh

yang memakai baju bersisik tembaga berkelebat masuk

kedalam sebuah hutan pohon siong.

Diikuti sesosok bayangan merah ikut menerobos pula

kedalam hutan tersebut.

Lam-kong Pak yang menyaksikan hal itu jadi sangat

kegirangan, sebab dilihat dari manusia berbaju sisik

tembaga itu jelas mereka adalah tiga orang manusia

tembaga itu, sesudah pakaian mereka dihancurkan oleh

kakek ombak menggulung tempo hari, sekarang mereka

telah merubah pakaiannya jadi sisik tembaga.

Dengan cepat ketiga orang itu menyembunyikan diri

kebalik semak belukar dipinggir jalan dan mengawasi gerak

gerik beberapa orang itu.

Tampaklah manusia baju merah itu bukan lain adalah

ketua dari perkumpulan bulu hijau. ia sedang berdiri saling

berhadapan dengan tiga orang manusia bersisik tembaga.

Terdengar orang baju merah itu berkata:

“Kalian bertiga mengundang kehadiranku kesini entah

disebabkan karena urusan apa?” Salah seorang manusia

berbaju sisik tembaga itu menjawab:

“Ketika engkau menyerahkan ilmU Tong-bin-tai-goantoa-

hoat kepada naga pengasingan cu Hong Hong tempo

hari apakah sengaja telah meninggalkan sebagian dari ilmU

tersebut?”

“SedikitpUn tidak salah. kalau aku menulis ilmu tersebut

seCara komplit bukankah semua orang yang ada dikolong

langit bakal mengUasai pula ilmu Tong- bin-tai- goan-toahoat

tersebut?? “

“Apa yang engkau kehendaki sehingga bersedia

menyerahkan ilmu Tong-bin-tai-goan-toa-hoat tersebut

secara lengkap dan asli kepada kami?”

kembali manusia berbaju sisik tembaga itu bertanya.

“hmm” manusia kain merah itu mendengus dingin,

“kalau kamu sekalian barsedia menyanggupi sebuah

syaratku, maka aku pasti akan berikan ilmu tadi kepada

kalian secara komplit dan asli, aku tak akan mengingkari

janjiku ini” , , .

“Tolong tanya apakah syarat yang hendak kau ajukan

itu?? bolehkah kami mengetahui lebih dahulu?”

Sekujur badan tiga orang manusia berbaju sisik tembaga

itu bergetar keras, tanya mereka hampir berbareng:

“Engkau mempunyai hubungan dendam dan sakit hati

dengan Lam kong Liu. …??”

“Maaf, pertanyaan itu tak dapat kujawab. kalau kalian

bertiga ada hasrat untuk menukar orang itu dengan ilmuku,

setiap saat akan kulayani barter ini”

Lam-kong Pak sendiri diam2 merasa terperanjat, dia

tahu bahwa ketiga orang manusia tembaga itu sudah

mengetahui bahwa manusia aneh baju merah itu adalah

ketua dari perkumpulan bulu hijau, dan diapun menyadari

bahwa diantara tiga orang manusia berbaju sisik tembaga

itu terdapat pula ayahnya Lam-kong Liu.

Kendatipun begitu ada satu hal yang belum dipahami

oleh Lam-kong Pak, dia masih ingat ketiga tempo hari cu

Hong Hong membawa dua orang manusia tembaga untuk

ditukarkan kepada ketua perkumpulan bulu hijau dilembah

yang sepi, ketika itu untuk membuktikan ilmu Tong-bin-taigoan-

toa-hoat yang diberikan adalah aslinya, ketua

perkumpulan Bulu Hijau telah melakukan demontrasi

dihadapannya dan akhirnya seorang manusia tembaga yang

lain ternyata isinya adalah sesosok mayat.

Kalau sebelum peristiwa itu cu Hong Hong telah

melakukan persiapan, lalu kemana perginya manusia

tembaga yang lain? apakah orang itu berada dalam keadaan

tak sadarkan diri?? ataukah orang yang lennyap tak

berbekas itu tak mampu memulihkan kembali ilmu silatnya

karena ilmu hipnotis tersebut hanya digunakan separuh

bagian??

Lalu siapakah tiga orang manusia tembaga yang

seringkali munculkan diri pada belakangan ini?? kenapa

merekapun masih membutuhkan ilmu Tong-bin-hu-goantoa-

hoat??

Dalam pada itu tiga orang manusia berbaju sisik tembaga

itu sambil bertukar pandangan sekejap. kemudian salah

seorang diantaranya siap maju kedepan, tapi dua orang

manusia tembaga lainnya menarik orang itu kembali.

“Jangan tertipu oleh siasatnya” seru mereka hampir

berbareng, “marilah kita mencari akal lain untuk

memeCahkan persoalan ini”

Lam-kong pak merasakan hatinya bergetar keras, dia

tahu bahwa manusia berbaju sisik tembaga yang barusan

munculkan diri itu pastilah ayahnya Hong-lui-kek jago

geledek dan angin Lam-kong Liu.

Tentu saja manusia aneh baja merah itu pun dapat

mengetahui juga akan hal itu, dia tertawa seram dan

tubuhnya laksana sambaran kilat menyerang manusia

tambaga tersebut.

Menyaksikan datangnya ancaman tersebut pada saat

yang bersamaan tiga orang manusia bersisik tembaga itu

melancarkan sebuah pukulan dahsyat…

“Blaamm” debu dan pasir beterbangan memenuhi

angkasa, ditengah benturan keras yang memekikkan telinga

kedua belah pihak sama2 tergetar mundur tiga langkah

lebar kebelakang.

Lam-kong pak tahu bahwa ketua dari perkumpulan bulu

hijau itu sengaja menyembunyikan kepandaian silatnya,

pada saat ini walaupun dia sangat berharap bisa melihat

paras muka asli dari ayahnya, namua dia-pun tidak ingin

membiarkan ayahnya tertangkap oleh ketua perkumpulan

bulu hijau tersebut.

Sementara dia masih berpikir, kedua belah pihak telah

saling bertempur belasan jurus banyaknya.

Selama pertarungan berlangsung beberapa kali ketua dari

perkumpulan bulu hijau itu mengeluarkan jurus2 serangan

anehnya untuk merobohkan pihak lawan, begitu dahsyat

dan ampuhnya serangan tersebut memaksa ketiga orang

manusia bersisik tembaga itu setiap kali terdesak mundur

beberapa langkah kebelakang.

Terdengar manusia aneh baju merah itu berkata: “Salah

satu diantara kalian bertiga ada yang terpengaruh separoh

bagian ilmu hipnotis Tong-bin-tai-goan-toa-hoat dari tenaga

cu Hong Hong karena kurang komplitnya ilmu itu maka

tenata dalamnya tak dapat dipergunakan pula sebagai mana

mestinya, Heehhmm…heehmm… selama hidup jangan

harap kalian bisa pulihkan kembali tenaga dalam kalian

sebagaimana mestinya”

Selesai berkata ia lancarkan kembali sebuah pukulan

dengan suatu jurus serangan yang sangat aneh laksana

sambaran petir tangannya menyengkeram salah seorang

manusia berbaju sisik tembaga itu.

Sekarang Lam-kong Pak sudah tak dapat mengenali

kembali siapakah diantara mereka bertiga yang barusan

munculkan diri kedepan. sebab perawakan badan ketiga

orang manusia bersisik tembaga itu satu sama lainnya. akan

tetapi berhubung manusia baju merah itu hanya khusus

menyerang salah seorang saja diantaranya, maka Lam-kong

Pak segera menyadari bahwa orang itulah pasti adalah

ayahnya.

Serangan dari manusia baju merah itu cepat laksana

sambaran kilat. kelihatan ujung telapaknya sudah hampir

mencengkeram bahunya, dalam keadaan begini tak

mungkin bagi dua orang rekannya untuk memberikan

bantuannya,..

“Tahan” Lam-kong Pak membentak keras, laksana kilat

ia munculkan diri dari tempat persembunyiannya, tanduk

naga saksinya di lepaskan dan langsung menusuk jalan

darah ki-bun-hiat ditubuh manusia baju merah itu.

Namun.. bagaimanapun juga gerakan tubuh manusia

baju merah itu jauh lebih cepat setindak daripada gerakan

tubuhnya.,.”Blaaaamm” sisik tembaga bagian bahu yang

dikenakan orang itu tercengkeram hingga hancur. tubuhnya

tergetar mundur dua langkah lebar kebelakang,

dalam keadaan begitu, manusia baju merah itu tak berani

meneruskan kembali serangannya sebab serangan Lamkong

Pak yang maha dahsyat telah meluncur datang, buru2

ia berkelit dua langkah kesamping.

Tiga orang manusia berbaju sisik tembaga itu saling

berpandangan sekejap sesudah melirik kearah sianak muda

itu mereka segera putar badan dan kabur dari situ.

“Ayoh cepat kejar” seru Lam-kong Pak

Namun manusia baju merah itu tidak melakukan

pengejaran, sebaliknya sambil tertawa dingin ia berkata:

“Tak usan dikejar lagi.. engkau telah merusak rencana

bagus diriku, sekarang aku hendak memberi pelajaran yang

setimpal kepadamu… ber-siap2lah menerima pelajaranku

ini.”

Lam-kong Pak balas tertawa dingin.

“Heehhh .heehh ..heehh.. engkau tak usah berlagak sok

rahasia ketahuilah bahwa aku tahu siapa engkau?”

“coba katakan siapakah aku?”

“Engkau adalah ketua dari perkumpulan Bulu Hijau”

Manusia baju merah itu bergetar keras sesudah

mendengar jawaban tersebut. teriaknya: “Keparat Cilik,

engkau berani bicara sembarangan?”

“Haahh haahh haahh…,” Lam-kong Pak menengadah

keatas dan tertawa ter-bahak2, “engkau anggap tindak

tandukmu itu cukup rahasia dan misterius?? Haah-haah . . .

aku mengetahui akan rahasiamu itu “

“Aku punya rahasia apa???”

“Suatu kali ketika engkau berada dipesanggrahanmu

dalam markas besar perkumpulan bulu hijau. kulihat

engkau lepaskan batok kepalamu dan meletakkannya diatas

meja lalu sisiri rambutnya yang panjang, padahal batok

kepalamu yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik

bajumu. kalau orang yang bernyali keCil pasti akan

ketakutan setengah mati dan mengira engkau adalah

setan….”

Sekali lagi sekujur badan manusia baju merah itu

gemetar keras, ia tertawa dingin tiada hentinya dan tetap

membungkam dalam seribu bahasa. Terdengar Lam-kong

Pak melanjutkan kembali kata2nya:

“Ada suatu kali aku melihat engkau masuk kedalam

sebuah goa ditengah gunung2an menanti engkau telah pergi

aku masuk kedalam goa itu, dari sana kutemukan pakaian

serta rambut palsu.”

Manusia baju merah itu menjerit dan mundur satu

langkah kebelakang, teriaknya: “Keparat cilik,jadi rambut

palsu yang hilang tempo hari adalah dicuri olehmu?”

“Sedikitpun tidak salah, untuk mengetahui siapakah

engkau yang sebenarnya, aku telah membawa lari rambut

palsu itu”

“sekarang dimanakah rambut palsu itu??”

Telah kuserahkan kepada seseorang yang kemungkinan

besar mempunyai hubungan yang erat sekali dengan

dirimu.”

“Siapakah orang itu???

“Perempuan naga pengasingan cu Hong Hong.”

“Aai..” manusia baju merah itu menjerit tertahan karena

kagetnya yang bukan kepalang. “apa maksudmu

menyerahkan rambut itu kepadanya….??^

“Aku rasa diantara kalian berdua tentu mempunyai

hubungan yang erat sekali karena itu aku serahkan

kepadanya untuk diselidiki dengan saksama”

“Dan hasilnya?”

“la tak bersedia berbicara. tetapi aku perCaya ia telah

mengetahui siapakah dirimu ini”

“Dari mana engkau bisa tahu?” Lam-kong Pak tertawa

dingin.

“IHehhh heeehhh heeehhh aku tidak habis mengerti

kenapa sampai sekarang engkau belum juga bersedia untuk

ngaku? aku masih ingat ada satu kali cu Hong Hong pernah

berkata padamu: “aku tahu engkau?” masih ada satu

kejadian lagi yang cukup membuktikan bahwa engkau

mempunyai hubungan yang sangat erat dengan cu Hong

Hong”

“coba katakanlah aku lihat permainan setanmu cukup

banyak juga ..”

“Ketika nona cu menyusup kedalam perkumpulan bulu

hijau untuk menjadi mata2 dengan pengalamanmu rasanya

engkau pasti akan mengetahui kejadian ini tapi engkau

bukan saja bersikap sangat baik kepadanya bahkan

memandang dirinya seCara luar biasa sehingga wakil ketua

Daging lima warna pun harus mengalah tiga bagian

kepadanya, tolong tanya apa sebabnya bisa begitu?”

Manusia baju merah itu tertawa dingin tiada hentinya, ia

tetap membungkam dalam seribu bahasa.

“Saudara. aku ingin tahu sebenarnya sakit hati apakah

yang sudah terjalin antara engkau dengan jago guntur dan

angin Lam-kong Liu?” hardik Lam-kong Pak dengan suara

keras, “mengapa engkau ajukan syarat tersebut untuk

menukar rahasia ilmumu??”

Sambil menggigit bibir menahan rasa benci dan

geramnya, manusia baju merah itu berkata dengan nada

seram:

“Terus terang kukatakan kepadamu aku mendirikan

perkumpulan bulu hijau tujuannya tidak lain adalah untuk

menghadapi dirinya, suatu saat Lam-kong Liu terjatuh ke

tanganku, pada saat2 itu juga engkau akan mengetahui

siapakah aku”

Perkataan dari manusia baju merah itupenuh

mengandung napsu membunuh, membuat Lam-kong

Pakjadi amat tercekat hatinya. Beberapa saat kemudian

sianak muda itu bertanya kembali:

“Kalau begitu, bolehkah aku mengetahui lebih dahulu

siapakah engkau yang sebenarnya?”

Manusia baju merah itu sama sekali tidak mengucapkan

sepatah katapun. mendadak ia melirik sekejap kearah cu Li

Yap kemudian putar badan dan berlalu dari sana.

cu Li Yap yang menyaksikan peristiwa itu jadi melongo.

ia segera bertanya dengan keheranan:

“sebenarnya apa sih yang telah terjadi?”

“Barusan ia memandang sekejap kearahmu.” kata Pek-li

Hiang, “sorot matanya memancarkan Cahaya yang penuh

rasa Kasih dan sayang, entah apa arti kesemuanya itu??”

“Akupun mempunyai perasaan seperti itu tapi aku tidak

tahu apa sebabnya bisa begitu “

Lam-kong Pak yang ada disisinya segera menyela:

“Kalau engkau ingin mengetahui duduk perkara yang

sebenarnya, pulanglah kerumah dan tanyakan kepada

ibumu, aku perCaya ibumu pasti mengetahui asal usulnya^”

= =ooooooooo= =

“KETIKA tiga orang manusia tembaga itu melihat

kedatangan kita, mereka segera kabur.” kata Pek-li Hiang.

“aku rasa tak ada faedahnya kita Cari jejak orang2 itu,

kecuali kalau kita mampu membekuk mereka, kalau tidak

rasanya sepanjang hidup jangan harap kita dapat

menemukan jejaknya”

“Tidak salah” ujar Lam-kong Pak sambil tertawa,

“rupanya untuk sementara waktu mereka belum bersedia

untuk bertemu dengan kita, begitu berjumpa muka segera

kabur secepatnya. tapi aku yakin salah satu diantara mereka

pasti terdapat ayahku Lam-kong Liu…”

Selama hampir lima hari lamanya ketiga orang itu

melakukan pencarian jejak disekitar gunung Bong-san,

namun bukan saja jejak ketiga orang manusia tembaga itu

tak berhasil ditemukan bahkan rangsum kering merekapun

telah habis dimakan-Akhirnya sianak muda itu

mengusulkan

“Lebih baik kita kembali saja kekuil Shia-hong-bio, aku

merasa kuatir atas keselamatan dari Loo-tua yang

menggusur dua orang tawanannya”

“Betul sambung cu Li Yap. sekarang jarak dengan bulan

lima tanggal lima sudah tinggal sepuluh hari, kita harus

menemukan para Cianpwee dan berangkat ber-sama2″

Ketika mereka bertiga hampir mencapai kuil shia-hongbio

kurapg sepuluh li, mendadak terdengarlah suara

rintihan lirih berkumandang datang dari atas sebuah pohon.

cu Li Yap yang mendengar suara rintihan tersebut jadi

amat terperanjat, ia segera berseru:

“coba dengar, bukankah suara rintihan itu adalah suara

dari ibuku. . . .?”

“Mari kita tengok kesitu, mungkin mereka sudah terluka

parah karena berjumpa dengan musuh tangguh” sambung

Pek-li Hiang.

“Enci.. .enci suara panggilan dari Sun Han Siang yang

lirih dan menyeramkan berkumandang mengikuti

hembusan angin malam, ketika Lam-kong Pak berpaling

kearah berasalnya suara itu maka tampaklah Sun Han Siang

dengan sekujur badan basah oleh darah sedang lari menuju

kebawah pohon besar itu dengan sempoyongan.

Suara rintihan tadi berkumandang kembali dari atas

pohon besar itu, Sun Han Siang kelihatan bergetar keras

dan segera menengok keatas pohon.

Dia lihat cu Hong Hong sudah berubah jadi manusia

darah, badannya tergantung di atas dahan pohon dan

nampaknya menderita luka dalam yang cukup parah.

Menyaksikan keadaan dari rekannya itu ia berseru sedih

dan segera loncat naik keatas pohon, serunya dengan

perasaan amat terperanjat.

“Enci, kau… kau..: siapa yang telah melukai dirimu

hingga jadi begini??” tegurnya.

“Kaa…kaa… kaakeeK.,. kakek ombak menggulung…

dan..kau… sii.,. siapa yang teee ,,,tee… telah mee… melukai

diiri,,, dirimu?”

“Aa,., aku terluka juga di.,. ditangan kakek ombak

menggulung,,,.”

“Enci,., bii…biarlah a a,.. aku mee,.. me..nyem„,

menyembuhkan dahulu luu…lukamu.”

“Tidak… aku harus mengobati dirimu lee.,.lebih

dahulu…aku…kaa…kalau engkau membenci diriku…

bee.,.bencilah aku..aku..taa.. tak akan menyalahkan

engkau….”

Sambil berkata ia tempelkan sepasang telapaknya diatas

jalan darah Leng-tay-hiat dibelakang punggung cu Hong

Hong.

Tiga muda mudi yang menyaksikan hal itu hanya bisa

saling bertukar pandangan sekejap dengan air mata

berCucuran membasahi wajah mereka, pemandangan

seperti itu memang mengharukan sekali, terutama sekali cu

Li Yap dia segera menjatuhkan diri kedalam pelukan Lamkong

Pak dan menangis dengan sedihnya.

Kendatipun Sun Han Siang berusaha untuk

menyembuhkan luka yang diderita cu Hong Hong, tapi

disebabkan dia sendiripun terluka parah, hanya sedikit lebih

ringan jika di bandingkan dengan luka yang diderita oleh cu

Hong Hong, maka sesudah mengerahkan sedikit tenaganya

ia sudah tak tahan dan tubuhnya goncang keras. Dengan

suara dalam Lam-kong Pak segera berkata:

“Harap kalian berdua berjaga dibawah pohon, aku akan

naik keatas untuk menyembuhkan luka yang diderita

mereka berdua….”

Tanpa banyak bicara lagi dia segera meloncat naik keatas

pobon besar.

Dalam pada itu Sun Han Siang telah bersandar diatas

dahan pohon dan sudah mulai tak mampu

mempertahankan diri lagi.

Sianak muda itu segera mengeluarkan sepasang

telapaknya dan ditempelkan diatas jalan darah Leng-tayhiat

kedua orang itu, hawa murni yang segar dan kuat

dengan Cepatnya mengalir masuk kedalam tubuh dua

orang perempuan yang terluka parah itu.

Dengan kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki Lamkong

Pak, tidak selang setengah jam kemudian keadaan

luka dari dua orang itu sudah berangsur sembuh kembali.

Pada saat itulah mara bahaya sudah menghilang dari

empat penjuru…ditengah kesunyian yang mencekam

seluruh jagad, mendadak dari balik semak belukar yang

lebat mengepul keluar segumpal asap rokok yang besar dan

tebal langsung meluncur keatas pohon-

Menyaksikan kemunculan gumpalan asap itu, dua orang

gadis berjaga dibawah pohon jadi amat terperanjat mereka

tahu bahwa Im-Yang-siu atau kakek asap berawan Si cu

Lok berada disekitar situ, gumpalan asap tebal itu bukan

lain adalah asap berhawa Kie-kang yang dipancarkan

olehnya.

Walaupun tahu bahaya dua orang gadis itu tak berani

bersuara secara sembarangan. cu Li Yap segera enjotkan

badannya meluncur kedepan dan melancarkan satu pukulan

untuk membuyarkan serangan asap hawa kie-kang yang

maha dahsyat tersebut.

Sedangkan Pek-li Hiang sendiri menubruk kedalam

semak belukar sekalian tangannya mencabut keluar tanduk

naga sakti.

Walaupun gumpalan asap hawa kie-kang tersebut

berhasil dipukul buyar oleh serangan cu Li Yap namun

segera muncul kembali lima buah gumpalan bola hawa

tebal yang besar dan aneh meluncur tiba.

cu Li Yap takut terjadi hal2 yang tidak diinginkan atas

diri kekasihnya, ia segera berdiri diatas pohon dan

melancarkan pukulan kembali untuk membuyarkan

serangan kelima gumpalan bola asap yang tebal dan besar

itu.

Lima buah gumpalan asap tadi segera terhajar telak tiga

buah diantaranya dan buyar sementara dua buah gumpalan

lainnya tetap meluncur kedepan mengancam punggung

Lam-kong Pak,

cu Li Yap yang menyaksikan kejadian itu jadi amat

terperanjat ia tahu jika pemuda itu sampai terhajar telak

oleh gumpalan asap tersebut bukan saja Lam-kong Pak

akan menemui ajalnya seketika itu juga bahkan Sun Han

Siang dan cu Hong Hong pun akan mengalami keadaan

jalan api menuju neraka.

Dalam gelisah dan Cemasnya dia lupakan bahaya yang

bakal mengancam dirinya sambil melancarkan pukulan

dahsyat ia terjang kearah datangnya dua gumpalan bola

asap itu.

“ciiiiss…” bola asap itu terhantam hingga buyar,

sementara tubuh gadis itu terpental dan roboh dari atas

dahan pohon.

Dipihak lain baru saja Pek-li Hiang menerjang masuk

ketepi semak belukar tiba-tiba mendengar suara dingin

berkumandang memecahkan kesunyian, dua belas buah

lentera berwarna hitam laksana sambaran petir meluncur

kearahnya dengan amat dahsyat.

Dari senjata yang mengancam datang itu, Pek-li Hiang

tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan Hek teng-tuihun

atau lampu hitam mengejar nyawa Leng cing cui.

Senjata tanduk naga saktinya langsung disodok kedepan,

ditengah desiran angin tajam diantara dua belah lampu

lentera hitam itu ada tujuh delapan buah diantaranya

tergetar dan hancur berantakan- sisanya lima enam buah

lentera hitam yang masih utuh dengan tajam meneruskan

ancamannya menyambar tubuh bagian bawah.

Telapak kiri Pek-li Hiang segera bertindak cepat. ia

lancarkan satu pukulan dengan ilmu telapak Sim-hoo-itciang-

hoat.

“Blaamm-..” ditengah benturan keras yang memekikkan

telinga, lima buah lentera hitam yang tersisa berhasil

dipunahkan juga hingga hancur berantakan-

Baru saja gadis itu bisa berlega hati karena berhasil

memusnahkan serangan musuh, mendadak… dua rentet

semburan darah dengan cepatnya meluncur datang.

Inilah “Gumpalan darah menyembur orang” suatu ilmu

ampuh yang dipergunakan Lentera hitam pengejar nyawa

untuk menolong diri sendiri, serangan tersebut luar biasa

sekali akibatnya.

Pek-li Hiang sama sekali tidak menduga sampai kesitu,

dengan cepat ia menyambut datangnya ancaman tersebut

dengan senjata tanduk naga saktinya…^sreet^ walaupun

serangan itu berhasil menolong diri dari bahaya total

namun masih ada sebagian kecil dari semburan itu yang

bersarang diatas bahu kirinya.

“Blaaam…” pakaian yang dikenakan gadis itu bancur

berantakan dan kulitnya terluka dengan sempoyongan ia

mundur tiga langkah kebelakang….

Daripada itu pertarungan yang sedang berlangsung

antara cu Li Yap melawan kakek asap berawanpun berjalan

seimbang mereka saling menyerang dan bertahan…

Kakek asap berawan mempunyai pengalaman luas ia

selalu berusaha menghindar dari yang berat mendahulukan

yang ringan sebentar dengan mangkok bunoweenya

mengetuk batok kepala sebentar menggunakan buntalan

tembakaunya menyambar dada sebentar lagi menotok

sepasang mata dengan gagang huncwee membuat gadis shecu

jadi repot dan harus menghadapinya dengan bersungguh2.

Bicara sesungguhnya, ilmu silat yang dimiliki cu Li Yap

masih jauh lebih tinggi daripada orang ini. tetapi berbubung

gadis itu sedang menguatirkan keselamatan tiga orang yang

berada diatas pohon- perhatiannya tak bisa dipusatkan jadi

satu, ia dipaksa berada diatas angin.

Dipihak lain Pek-li Hiang yang terhajar lengan kirinya

oleh semburan darah musuhnya. seketika merasakan

tulangnya sakit hingga sukar ditahan, namun ia tak berani

mengendorkan perhatiannya dengan begitu saja, sambil

menggertak gigi serangan berikutnva dilancarkan seCara

ber-tubi2…

Hek teng-tui-bun lentera hitam pengejar nyawa tertawa

seram tiada hentinya, kembali ia lancarkan tujuh delapan

buah lampu lentera hitam dan mengepung sekitar tubuh

Pek-li Hiang rapat2.

“Ploook Ploook Ploook” Pek-li Hiang mengengos napas

dan mengeluarkan ilmu pukulan Sam-tiam-sip-sam-sih atau

tiga belas pukulan berantai, dalam waktu singkat seluruh

lampu lentera berwarna hitam itu berhasil dirontokkan

semua.

Sejak salah makan buah merah padam lembah yang

terpencil, tenaga dalam yang dimiliki gadis ini telah peroleh

kemajuan yang sangat pesat, kalau tidak begitu semburan

darah yang mengena ditubuhnya tadi sudah cukup untuk

merobohkan dirinya.

Tiga belas buah pukulan berantai dari pencuri tua ini

semuanya merupakan gerakan yang menggunakan

kelincahan tubuh, banyak gerakan yang bertahan jadi

menyerang semuanya diluar dugaan dansukar diduga oleh

musuhnya…

Menghadapi serangan yang begitu ampuh kali ini Lampu

Hitam Pengejar nyawa yang sebaliknya kena didesak

sehingga kalang kabut dan tak mampu menguasai diri.

Dilain pihak. cu Li Yap berhasil memusatkan

perhatiannya untuk bertempur, daya serangannya semakin

meningkat dan pukulan dari ilmu payung sengkala yang dia

lancarkan berhasil mendesak mundur kakek awan berasap

sehingga satu tombak jauhnya dari tempat semula.

Tiba2 terdengar Heksteng-tui-hun lentera hitam pengejar

nyawa Leng ceng ciu membentak keras:

“Pui Kun, It-bun Ko ayoh cepat keluar dan bantu kami”

cu Li Yap sangat terperanjat dia segera menengok

kesamping tampaklah Janda kawin tujuh kali Pui Kun dan

jago arak dari Lam-hay It-bun Ko sambil membawa dua

buah bungkusan besar sedang munculkan diri dari tepi

hutan.

Dua orang gadis itu amat terperanjat mereka menyadari

bahwa nasib Loo Liang-jan tak bisa menangkan akal

muslihat dari Pui Kun.

Sementara itu Janda kawin tujuh kali saling bertukar

pandangan sekejap dengan jago arak dari Lam-hay

kemudian tanpa menggubris atau mengucapkan sepatah

katapun kedua orang itu siap berlalu dari sana….

Kakek awan berasap Si cu Lok yang menyaksikan

tingkah polah kedua orang itu segera membentak keras:

“Sekalipun kamu berdua berhasil kabur sejauh satu li

tidak mungkin kalian akan mampu melepaskan diri dari

Cengkeramanku kalau tahu gelagat Cepatlah bantu diriku

bila urusan disini telah beres kamipun pasti tak akan

menyusahkan kalian”

Dua orang itu kembali saling bertukar pandangan

sekejap. akhirnya Janda kawin tujuh kali berkata:

“Mari kita sembunyikan dahulu barang2 milik kita ini,

kemudian baru ikut serta dalam pertarungan itu, tapi

engkau musti ingat bilamana perlu kita harus turun tangan

untuk lenyapkan kakek awan berasap dan lentera hitam

pengejar sukma dari muka bumi lebih baik lagi kalau kita

bisa lukai mereka dengan senjata rahasia”

“Aku mengerti” sahut It-bun Ko.

Mereka berdua segera berpisah untuk menyembunyikan

barang bawaan mereka itu, kemudian muncul kembali

digelanggang dan terjunkan diri dalam pertarungan

tersebut.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun menyerang cu Li Yap

sedang kan It-bun Ko menubruk Pek-li Hiang.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun Pui Kun

melancarkan tiga tendangan berantai menggaet nyawa

kearah cu Li Yap…BluuumBluum bluum seCara beruntun

gadis itu menyambut datangnya tendangan tadi memaksa

Pui Kun tergetar mundur tiga langkah kebelakang.

Dipihak lain It-bun Ko yang melancarkan tujuh delapan

buah pukulan dahsyat segera berhasil mendesak mundur

Pek-li Hiang sejauh tiga langkah kebelakang karena gadis

itu sedang menderita luka pada bahunya.

Ditengah pertarungan tiba2 It-bun Ko melepaskan cupu2

araknya dan meneguk araknya dengan la hap. sementara

lentera hitam pengejar nyawa sedang bertempur dengan

sengitnya.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun orang she It-bun

itu menyemburkan panah araknya langsung mengancam

jalan darah glok-seng-hiat pada otak belakang lentera hitam

pengejar nyawa.

Leng cing ciu sama sekali tak menduga kalau dalam

keadaan begitu, rekan sekomplotannya bisa turun tangan

keji kearahnya, untuk menghindarkan diri sudah tak sempat

lagi, terpaksa ia mengepos tenaga dan menyemburkan pula

panah darahnya yang dahsyat kearah pihak lawan-

“criit…criiit…” panah arak yang disemburkan oleh It-bun

Ko dengan telak bersarang diatas jalan darah tay-yang-hiat

dikedua belah kening Lentera hitam pengejar nyawa Leng

cin ciu,jeritan ngeri yang menyayat hati berkumandang

memeCahkan kesunyian gembong iblis itu terkapar diatas

tanah tak berkutik lagi untuk selamanya.

In-bun Ko sendiri karena sudah melakukan persiapan

lebih dahulu dengan mudah ia berhasil melepaskan diri dari

semburan panah darah pihak lawan.

Pek-li Hiang tertegun menyaksikan kejadian itu sebelum

gadis itu sempat memikirkan sesuatu It-bun Ko telah

menyerbu kembali sambil melancarkan sebuah serangan

berantai, bersamaan itu pula sisa arak yang masih berada

didalam mulutnya disemburkan keluar juga dengan

hebatnya.

“criiit ” bahu Pek-li Hiang Kembali terhajar kembali oleh

semburan arak itu hingga roboh terjengkang diatas tanah.

Jago arak dari Lam-hay It-bun Ko tidak melanjutkan

serangan berikutnya kearah gadis itu ia putar badan dan

balik menerjang kakek asap berawan Si cu Lok

Rupanya kakek asap berawan telah mengetahui apa yang

telah terjadi dipihak lain, dengan suara berat ia menegur:

“It-bun Ko rupanya engkau adalah pagar makan

tanaman,… berani melukai rekan sendiri”…

Belum habis dia berkata. janda kawin tujuh kali Pui Kun

tanpa mengucapkan sepatah-kata ia melepaskan kesepuluh

buah kuku Liok-eng-kanya sepuluh desiran angin tajam

serentan meluncur kedepan dan mengancam jalan darah

penting disekujur badan kakek asap berawan-

Si cu Lok gembong iblis yang gemar menghisap

huancwee ini jadi sangat terperanjat buru2 dia

menyemburkan segumpal asap berhawa kie-kang,

sementara mangkok huncweenya dengan membawa desiran

angin tajam memukul rontok kuku2 Liok-eng-ka yang

sedang mengancam jalan darah diatas tubuhnya

It-bun Ko yang sudah menanti sejak tadi tentu saja tak

mau membuang kesempatan yang sangat baik itu dengan

begitu saja. sejak pemulaan tadi ia sudah menghisap

araknya kedalam mulut ketika dilihatnya kakek awan

berasap sudah dibuat kalang kabut dan kebingungan

setengah mati pada saat itulah arak yang sudah

dipersiapkan tadi disemburkan kedepan-

Kakek asap berawan Si cu Lok mendengus berat karena

kesakitan semburan arak itu dengan tepat bersarang diatas

wajahnya membuat luka yang besar muncul diatas

keningnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun gembong

iblis itu roboh terjengkang keatas tanah.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun tidak berhenti sampai

disitu saja, pada saat cu Li Yap masih berdiri tertegun

kembali sepuluh desiran angin tajam meluncur kedepan

menyambar tubuh bagian bawah dari gadis itu

Dengan cepat cu Li Yap meloncat naik ke tas udara

untuk menghindarkan diri dari ancaman tersebut namun Itbun

To yang sudah siap dengan cupu2 araknya dengan

cepat menggetarkan cupu2 tadi sekuat tenaga segumpal

semburan arak yang maha dahsyat seketika itu juga

meluncur kearah depan.

cu Li Yap yang masih berada ditengah udara sama sekali

tak menyangka kalaupihak musuh bakal melancarkan

serangan dengan Cara begitu, tak sempat untuk menghindar

lagi tubuhnya tersembur telak oleh arak berhawa dalam tadi

dan tidak ampun badannya segera terjungkal keatas tanah.

“cepat kabur^ bentak It-bun Ko cepat2.

“Tunggu sebentar. akan kujagal dulu mereka itu…” jawab

Janda kawin tujuh kali.

“Heehh..heeehh..heehh….”

Mendadak serentak suara tertawa seram berkumandang

datang dari arah belakang Pui Kun, dua orang ituputar

badan dengan cepat dan terlihatlah Ngo-hoa-bak daging

lima warna oei Hun, Melayang diatas air Ma Tie. sapu baja

Kim Kiu, Golok tanpa tandingan Hong Gwat serta dewa

guntur berlengan delapan Si Put Siu sekalian gembong iblis

telah berdiri kurang lebih tiga tombak dihadapan mereka.

Empat buntelan besar yang mereka sembunyikan

sebelum melakukan pertarungan tadi, Kini sudah

ditemukan oleh kawanan gembong iblis itu dan berada

disisi tubuh mereka.

Paras muka Janda kawin tujuh kali Pai Kun dan Jago

arak dari Lam-hay It-bun Ko berubah sangat hebat, mereka

tahu bahwa keadaan sangat berbahaya, mereka sudah di

kepung dan kendatipun punya sayap juga tak mungkin bisa

melepaskan diri lagi.

Sepasang biji mata Janda kawin tujuh kali berputar

kencang, mendadak ia maju kedepan menghampiri Daging

lima warna dan berkata^

“oei Hukaucu. aku Pui Kun sudah lama sangat

mengagumi dirimu. cuma sayang selama ini tak ada

kesempatan baik…”

Daging lima warna oei Hun adalah seorang gembong

iblis yang sudah banyak melakukan kejahatan. namun

paling benci main perempuan. melihat tingkah pola

perempuan dihadapannya itu ia segera membentak keras:

“Bekuk mereka”

Melayang diatas air Ma Tie segera tampil kedepan,

sesudah memberi hormat kepada Daging lima warna Oei

Hun, katanya:

“Hu pangcu, menurut apa yang aku orang she-Ma

ketahui, diantara harta kekayaan yang berhasil mereka

temukan itu separuh diantaranya berupa intan permata dan

beberapa biji mata kucing yang tak ternilai harganya. nilai

tersebut bisa mencapai beberapa ratus laksa lahil perak, aku

rasa benda2 yang berharga itu masih disembunyikan dalam

saku mereka….”

“Heeehhh- heeehhh- heeehhh.” Daging lima warna oei

Hun tertawa dingin, “Geledah”

Sambil menyeringai seram Ma Tie maju kedepan dan

mula pertama mendekati It-bun Ko lebih dulu katanya:

“orang she It-bun, apakah engkau hendak paksa aku

untuk turun tangan sendiri??”

“Barang itu tidak berada didalam sakuku, kalau ingin

geledah silahkan menggeledah sendiri”

“Lepaskan pakaianmu lepas semua sampai telanjang

bulat” hardik Ma Tie.

It-bun Ko tahu bahwa dalam keadaan Seperti ini tidak

mau buka baju juga tak bisa terpaksa sambil menahan malu

ia lepaskan baju luarnya sehingga tinggal pakaian dalam

dan celana dalam saja yang masih melekat dibadan,

ujarnya:

“Ma Tongkee silahkan kau raba saja tubuhku, tanggung

benda itu tak akan kau temukan pada diriku”

Ma Tie segera tertawa dingin.

“Heeehhh-heeehhh-heeehhh.. engkau toh bukan nona

gede atau menantu cilik yang menyenangkan hati? Huh aku

tidak punya napsu untuk meraba tubuh bangkotanmu itu

lebih baik lepas sendiri saja”

“Ma tongkee, apakah engkau suka berbaik hati dan

melakukan pemeriksaan sendiri atas diriku?? kalau suruh

aku telanjang bulat aku benar2 merasa sangat malu”

“Ploook” sebuah tempelengan yang sangat keras

bersarang diatas wajah It-bun Ko membuat hidungnya jadi

bengkak hijau dan matanya biru, dalam keadaan begini

terpaksa ta melepaskan celana dalam dan pakaian

dalamnya hingga berada dalam keadaan telanjang bulat.

“Totok jalan darah dua orang gadis itu” perintah Daging

lima warna oei Hun.

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu terima

perintah dan segera menotok jalan darah dari cu Li Yap dan

Pek-li Hiang namun kawanan gembong iblis itu masih

belum tahu kalau diatas pohon masih ada orang Lain-

Setelah It-bun Ko melepaskan seluruh pakaiannya

sehingga berada dalam keadaan telanjang bulat keadaan

jago tua itu jadi mengenaskan sekali hingga sukar

dilukiskan dengan kata2.

Kawanan gembong iblis lainnya sama2 tertawa tergelak

menyaksikan rekannya ditelanjangi, hal ini membuat paras

muka It-bun Ko berubah makin memerah hingga

menyerupai kepiting rebus, seandainya diatas tanah ada gua

mungkin ia sudah menerobos masuk kedalam gua tersebut.

. . .

Dalam pada itu Ma Tie sudah menghampiri kehadapan

Janda kawin tujuh kali, ujarnya:

“Pui Kun- pekerjaan yang paling kau gemari sepanjang

hidupmu adalah melepaskan celana dalam, aku rasa

melepaskan celana dihadapan umum mungkin baru kau

lakukan untuk pertama kali ini bukan??”

Janda kawin tujuh kali mengerling cabul kearah

lawannya, kemudian berseru:

“Eeei.. engkau jangan berani2 sembarangan bicara…

sekarang aku sudah menjadi miliknya oei Hu-pangcu. Ma

Tie engkau berani….”

Daging lima Warna oei Hun yang mendengar perkataan

tersebut segera menengadah keatas dan tertawa seram.

“Haaahh..haaahhh..haaahhh…perempuan lonte, berani

sembarangan bicara? hadiahkan sebuah tamparan yang

keras keatas wajahnya….”

Ma Tie yang mengandalkan kekuasaan atasannya segera

bertindak kasar. telapak tangannya diayun secara beruntun

dan-, “plook..plookplookplook” empat buah tempelengan

membuat sepasang pipi Pui Kun jadi merah membengkak,

darah segar menetes keluar dari ujung bibirnya.

“Perempuan lonte. ayoh cepat lepas kan pakaianmu”

perintah Ma Tie dengan kasar.

Janda kawin tujuh kali bukan seorang perempuan yang

takut malu, ia punya rahasia dalam tubuhnya karena itu

jikalau pakaiannya dilepaskan semua hingga telanjang bulat

maka rahasia tersebut akan ketahuan.

oleh sebab itulah sambil meliuk-liukkan pinggulnya

seperti ular ia berkata kembali^

“oei Hu-pangcu. dapiakah engkau membuka jaring dan

melepaskan taliku untuk kali ini saja? bagaimana pun juga

aku toh anggota perkumpulan, jikalau rahasia ini sampai

terbongkar bukankah nama baik perkumpulan kitapun akan

ternoda??”

sekali lagi Daging Lima warna oei Hun menengadah

keatas dan tertawa seram.

“Haahhh,. haahh.. haahhh,. perempuan lonte yang tak

tahu diri masa engkau juga mengetahui akan nama baik???

Hmm orang she-Ma ayoh cepat geledah tubuhnya”

Ma Tie menyahut, dengan gerakan tubuh yang cepat

laksana sambaran kilat ia bertindak. tangannya menyambar

kemuka dan . . . “Breeet” pakaian luar yang dikenakan Pui

Kun segera terlepas sehingga nampaklah pakaian dalamnya

yang be^warna merah. “Breet. . .”

Pakaian dalam yang dikenakan perempuan itu kembali

tersambar hingga robek. kali ini kelihatanlah kutangnya

yang berwarna merah membungkus dua gumpalan bola

daging yang padat berisi dan masih montok sekali.

sorot mata kawanan iblis itu sama2 tertuju pada sepasang

payudara sang perempuan binal tadi tanpa berkedip. semua

orang mengecap tiada hentinya sementara air liur ibarat

ditelan berulang kali. “Breet…”

Kutang berwarna merah yang sudah minim sekali itu

kembali tersambar robek hingga terlepas dari badan, kini

separuh bagian tubuh Janda kawin tujuh kali sudah berada

dalam keadaan telanjang bulat, kulihatnya yang putih

bersih dengan sepasang gundukan bola daging yang besar

padat dan kencang benar2 mempesonakan hati.

Kedatipun usia perempuan itu sudah mencapai empat

puluh tahunan, namun wajahnya sama sekali belum

berkerut, tubuhnya masih tetap mulus. halus dan

menggairahkan sekali, bila dilihat dari tubuhnya saja maka

orang pasti akan mengira dia masih berusia belasan tahun.

Janda kawin tujuh kali melemparkan kerlingan mautnya

keempat penjuru. ia tahu kawanan iblis itu rata2 sudah

terikat oleh keindahan dan kemontokan tubuhnya, asal

pakai siasat maka ia pasti dapat meloloskan dari jeratan

lawan”

Pui Kun” terdengar Ma Tie berseru dengan suara

dalam.” celana dalam itu lebih baik kau lepaskan sendiri”

Janda kawin tujuh kali memutar sepasang biji matanya,

perempuan ini sedang peras otak untuk mencari siasat guna

meloloskan diri dari ancaman tersebut, ketika ia

menengadah keatas mendadak sbrot matanya berhasil

menemukan adanya tiga sosok bayangao manusia yang

sedang bersembunyi dibalik kerimbunan daun pohon, ia

segera menyadari bahwa ketiga orang itu pastilah jago2

lihay dari dunia persiliatan.

Satu ingatan deangan cepat berkelebat dalam benaknya,

ia mendapat akaL Namun perasaan tesebut tidak sampai

diutarakan keluar, ujarnya dengan suara jalang:

“Ma Tie, engkau tak usah memaksa terus-menerus,

biarlah kulepaskan sendiri celana dalamku ini tapi engkau

harus mundur dulu.^”

Ma Tie mundur tiga langkah kebelakang, sorot mata

kawanan iblis itu ber-sama2 ditujukan keatas tubuhnya,

tampaklah perempuan itu melepaskan tali celananya

dan…Sreeet^ celana berwarna merah itu meluncur lepas

dari tubuhnya….

“Aaah …” kawanan iblis itu menjerit kaget.

Terlihatlah sepasang pahanya yang putih, mulus dan

halus….begitu montok dan menawan hingga

menggairahkan siapapun yang memandang.

Dibalik celana merah tadi ternyata masih ada selembar

celana dalam lagi yang jauh lebih kecil dan tipis, sambil

bergoyang pinggul dan memperlihatkan gerakan2 yang

merangsang, Janda kawin tujuh kali berseru kepada Daging

Lima warna:

“oei Hu-pangcu, masa aku harus lepaskan semua celana

dalamku hingga telanjang bulat?”

“Tentu saja ” jawab Ma Tie dengan cepat.

“Begini saja ” kata janda kawin tujuh kali kemudian,

“aku akan memberi kesempatan kepada kalian untuk

meraba tubuh bagian bawahku, seandainya dibalik celana

dalamku ada benda yang kusembunyikan, bukankah asal

diraba lantas tahu?”

Mendengar usul yang sangat luar biasa dan sangat

menguntungkan dirinya itu. buru2 Ma Tie ingin

menyetujuinya.

Tetapi sebelum dia sempat berbicara. Daging lima warna

oei Hun sudah keburu berkata lebih dahulu:

“Bagi mereka yang ditunjuk untuk melakukan merabaan

tersebut, maka orang itu harus dipilih dari mereka2 yang

dihari biasa memperlihatkan tingkah laku serta perbuatan

yang baik, dengan begitu aku baru dapat mempercayainya”

Setelah ucapan tersebut diutarakan keluar, maka sama

artinya wakil ketua ini merasa curiga bahwa Ma Tie tak

dapat dipercaya. seandainya ia mempunyai maksud2

tertentu, walaupun sudah diraba dan ada barangnya namun

dia mengatakan tak ada, bukankah dialah yang bakal

dirugikan?

“Apakah wakil ketua tidak percaya dengan aku?” bentak

Ma Tie dengan nada tidak puas.

“Hmm karena engkau pernah bergelumut dengan

perempuan itu maka itu berarti engkau sudah mempunyai

rasa yang lain dari-pada yang lain dengan dirinya,

perbuatanmu susah untuk dipercayai”

Bicara sampai disini sorot mata Daging lima warna yang

tajam per-lahan2 menyapu keatas wajah kawanan iblis

lainnya.

Kawanan iblis itu rata2 segera menunjukkan wajah yang

serius dan jujur, semua orang menunjukkan se-olah2 dialah

yang paling bisa di percaya sehingga dapat dipilih oleh

daging lima Warna oei-Hun untuk meraba tubuh dibalik

celana dalam perempuan binal tersebut.

Lama sekali Daging lima warna oei Hun mengamatamati

anak buahnya, namun tak seorangpun yang penuju

dengan hatinya sementara ia masih bingucg karena tak tahu

siapakah yang bakal dipilih mendadak Tiat-sau-co sapu baja

Kim Kiu berkata dengan serius.

“Wakil ketua, sejak dilahirkan aku mempunyai suatu

keburukan yaitu paling takut mendekati kaum wanita, aku

harap wakil ketua jangan sekali mengutus diriku”

“Kalau begitu engkau saja yang melaksanakan tugas ini”

seru Daging lima warna dengan cepat.

Dalam hati kecilnya sapu baja Kim Kiu merasa sangat

kegirangan, namun diluaran ia ber-pura2 takut sehingga

mengucurkan keringat dingin kembali serunya:

“oooh .. wakil ketua… aku harap engkau berpikir sekali

lagi… aku takut dengan perempuan”

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siau yang melihat

siasat tersebut rupanya manjur sekali dengan cepat

terlintaslah satu akal dalam benaknya. agar ia bisa dipilih

untuk meraba benda yang paling menyenangkan dikolong

langit itu. tiba2 dengan tubuh gemetar ia jatuhkan diri

keatas tanah dan duduk tak berkutik. ,

Daging lima warna yang menyaksikan kejadian itu

nampak terperangah. lalu menegur, “Hey orang she-Si,

kenapa engkau? pennyakit apa pula yang kau derita…??”

“Wakil ketua..” jawab dewa guntur berlengan delapan

dengan suara ter-bata2, “Urrusan ini… sebenarnya

memalukan sekali. lebih baik tak usah kukatakan saja”

“cepat katakan” hardik Daging lima warna.

“Sejak kecil aku sudah mempunyai satu penyakit, yaitu

jika menyentuh kaum wanita maka badanku akan gemetar

dan bulu kudukku pada bangun berdiri, barusan aku

mengira engkau memerintahkan akulah yang meraba

daging dibalik celana dalamnya, maka…maka… penyakitku

itu kontan saja kambuh kembali.”

Ketika kawanan iblis itu ber-sama2 alihkan sorot

matanya kearah orang itu, maka tampaklah bulu kuduknya

pada bangun berdiri, bahkan sekujur badannya masih

gemetar keras. Daging lima warna Oei Hun tertawa dingin

katanya:

“Heehh. .heeehh..heeehh.. bagi seorang pria yang tidak

suka bermain perempuan, hal ini merupakan salah satu

kebaikan yang terpuji, tapi keadaanmu itu terlalu kelewat

batas, aku tetah berubah ingatan, sekarang juga akan kuutus

dirimu untuk meraba tubuhnya. engkau harus belajar

meraba perempuan sebelum dikemudian bari bisa cari bini

dan punya anak”

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu merasa sangat

kegirangan, dengan cepat dia bangkit berdiri, ujarnya

kembali:

“Wakil ketua…tangan-tanganku masih gemetar terus

tiada hentinya….”

Golok tanpa tandingan Hong Gwan jadi mendongkol

sekali menyaksikan ulah rekan2nya, ia berpikir dalam

hatinya:

“Hmm permainan keparat in ijauh lebih hebat, aku tak

boleh memberi kesempatan kepadanya untuk mendapat

keuntungan tersebut….”

Berpikir sampai disini, sepasang biji matanya segera

berputar, kemudian sambil berteriak ia melarikan diri

terbirit-birit. “Aduuuh tolong . . . tolong.. . .”

Kejadian yang timbul sangat mendadak ini segera

membuat kawanan ibhs itu jadi tertegun.

Daging lima warna oei Hun segera membentak keras:

“Berhenti “

Dengan ketakutan Golok tanpa tandingan Hong Gwan

berhenti larinya, lalu serunya: “oooh wakil Ketua. engkau

sangat mengejutkan hatiku”

= -^^^^^-^ =

“APA YANG kau takuti??” hardik Daging lima warna

sambil tertawa dingin tiada hentinya.

Dengan tubuh bergetar karena ketakutan golok tanpa

tandingan Hong Gwan menjawab:

“Aku…jika aku mencium bau perempuan-..maka…

rasanya perutku lantas jadi mual dan ingin muntah..

bahkan-. kalau sudah muntah maka aku akan muntah

selama tiga hari tiga malam”

Daging lima warna oei Hun kembali tertawa dingin,

“Heehh…heehh..heeehh..sungguh tak kusangka kalian

memiliki penyakit aneh sebanyak itu, baiklah begini saja,

kalian bertiga boleh maju bersama dan meraba tubuhnya

ber-sama2″

Mendengar perintah tersebut, ketiga orang jago itu

merasa sangat kegirangan, sedangkan Janda kawin tujuh

kali sendiri sedikit pun tidak menunjukKan keberatannya

malahan melemparkan kerlingan2nya kearah tiga orang itu.

Kejadian itu sangat menggusarkan hati Melayang diatas

air Ma Tie, ia tahu ketiga orang itu sedang ber-pura2 main

sandiwara, dikolong langit tak mungkin terdapat penyakit

aneh seperti itu maka dengan hati yang mendongkol

seruoya dengan suara berat:

“Wakil ketua engkau jangan percaya dengan obrolan

mereka, dikolong langit tak mungkin ada…..”

Belum habis ia berkata tiga orang sampah masyarakat itu

sudah menerjang kedepan “Breeet” tiga buah tangan bersama2

menerobos masuk kebalik celana dalam dari Janda

kawin tujuh kali.

TAPI… pada saat itu juga terdengarlah jeritan kesakitan

yang melengking berkumandang memecahkan kesunyian.

Kawanan iblis lainnya sama2 berdiri tertegun, ketika

mereka menengok kearah tiga orang rekannya, tampaklah

tiga buah tangan yang menerobos masuk kedalam celana

dalamnya Janda kawin tujuh kali sudah kutung jadi dua

bagian, masing2 pihak sambil membawa lengannya yang

cacad sedang mundur kebelakang dengan sempoyongan.

Tiga buah kutungan lengan itu terjatuh ke atas tanah

lewat lubang dibawah celana dalamnya, darah segar

mengucur keluar membasahi lantai, keadaan benar2

mengerikan sekali.

Saking terperanjatnya kawanan iblis itu jadi tertegun dan

berdiri melongo mereka tak menyangka kalau dalam celana

perempuan itu bukan saja tak ada hartanya malahan ada

pisaunya, hal ini sama sekali diluar dugaan siapa pun-

Siapa pun tak ada yang tahu sampai dimanakah

kelihayan dari Janda kawin tujuh kali, meskipun ia cabul

dan jalang sekali namun ia tak sudi dirugikan oleh siapapun

juga kecuali kalau ia sudah penujui maka jangan harap ada

orang bisa menikmati tubuhnya secara gratis.

Untuk menghindari perbuatan2 jahil orang lain terhadap

dirinya sengaja ia telah membuat sebuah gunting otomatis

yang amat tajan yang dipasang pada pinggangnya dan

mulut gunting tersebut berada diantara kedua pahanya jika

sepasang kaki dijepitkan satu sama lain maka gunting tajam

itu segera akan mengatup dan menguntungi benda apapun

yang berani berbuat jahil kepadanya.

Daging lima warna oei Hun makin bertambah gusar

hardiknya:

“Ma Tie, ajoh maju dan periksa sekujur badannya

dengan teliti… bilamana perlu telanjangi seluruh tubuh

perempuan itu”

Dengan langkah lebar Ma Tie maju mendekati

perempuan tersebut tangannya bertindak secepat kilat.

Breeet^ sisa celana dalam yang masih melekat ditubuh

Janda kawin tujuh kali tersambar robek dan terlepas dari

tubuhnya.

Kini perempuan binal yang bernama Janda kawin tujuh

kali tersebut berada dalam keadaan polos alias telanjang

bulat.

“Waeduuuh…cctt..crtt…cctt…” seruan kaget dan kagum

berkumandang dari mulut kawanan iblis itu.

Ternyata gunting istimewanya itu berbentuk lingkaran

yang dihubungkan dengan sebuah lingkaran bulat yang

melekat pada pinggangnya mulut gunting tersebut persis

berada didepan alat kelaminnya dan kelihatan tajam sekali.

Bukan begitu saja bahkan beberapa butir mata kucing

dan intan permata itu tergantung pula bisa putar lingkaran

baja pada pinggangnya tersebut.

“Tangkap perempuan itu” bentak Daging lima warna oei

Hun dengan sangat marahnya.

Kawanan iblis ber-sama2 maju kedepan dan mengurung

perempuan itu rapat2 Janda kawin tujuh kali tetap bersikap

tenang, mendadak ia menuding keatas pohon sambil

berseru: “cepat lihat keatas”

Tatkala semua orang menengadah keatas, tampakiah tiga

sosok bayangan manusia sedang melayang turun dengan

Cepatnya mereka bukan lain adalah Lam-kong Pak. Sun

Han Siang serta cu Hong Hong.

Dengan gerakan tubuh yang cepat bagaikan kilat pemuda

Lam-kong melayang kesamping tubuh dua orang gadis itu

dan turun tangan membebaskan jalan darah mereka yang

tertutuk.

Menggunakan kesempatan dikala perhatian semua orang

ditujukan pada kemunculan tiga orang itu. Janda kawin

tujuh kali dengan badan telanjng bulat segera melarikan diri

ter-birit2 dari situ.

Untaian berlian intan permata dan mata kucing yang

tergantung pada selangkangannya saling beradu dengan

gunting bajanya tadi hingga menyiarkan bunyi ting tang

ting tang yang amat merdu.

Daging Lima warna oei Hun mengetahui bahwa

kemampuan yang mereka miliki masih belum sanggup

menandingi kelihayan musuhnya, sementara mereka siap2

hendak melarikan diri, mendadak Lam-kong Pak berkelebat

kedepan dan menghadang jalan perginya:

“oei Hun- ia membentak keras, “engkau anggap bisa

melarikan diri dari sini dengan mudah?”

Sapu baja Kim Kiu membentak keras, dengan

menggunakan senjata sapunya yang berat segera

melancarkan satu babatan kearah batok kepala sianak muda

itu.

Lam-kong Pak sama sekali tidak menghindar ataupun

berkelit, ia putar telapaknya dan mencengkeram senjata

lawan, kemudian merebutnya dengan kekerasan-

Termakan tenaga betotan yang maha besar itu, tubuh

Kim Kiu mencelat sejauh satu tombak dari tempat semula.

tangannya bergetar keras dan robek^ darah segar mengucur

keluar tiada hentinya.

Lam-kong Pak mendengus dingin, serunya:

“Kakek ombak menggulung punya ambisi yang sangat

besar dan ada cita-cita ingin menjadi dunia persilatan

memimpin kolong langit ini, tapi aku Lam-kong Pak akan

suruh kalian buka mata lebar2 dan melihat siapakah yang

lebih lihay diantara kami berdua.Jika kalian bersedia

mengundurkan diri dari perkumpulan ombak menggulung

mulai sekarang juga , itu berarti pikiran kalian masih benar

dan tak malu disebut manusia bijaksana yang pandai

melihat gelagat. sebaliknya kalau kalian belum juga

sadarkan diri dan mengekor terus dibelakang jahanam

tersebut. IHmm aku rasa nasib yang akan kalian alami

mungkin jauh lebih mengenaskan daripada pemimpin

kalian sendiri”

Berbicara sampai disitu, diam2 hawa murni bayi sakti

telah disalurkan kedalam telapak terlihatlah sapu baja itu

dari warna hitam telah berubah jadi abu2, kemudian dari

warna abu2 berubah jadi warna merah membara.

“Aaaah…” para iblis dengan ketakutan berseru keras,

mereka semua mundur tiga langkah kebelakang tanpa

sadar.

Lam-kong Pak tidak berdiam sampai disitu saja,

tangannya membetot dengan sepenuh tenaga dan sapu baja

yang sudah berubah jadi merah membara itu segera terbetot

menjadi sebuah pentungan yang panjang kemudian

pentungan baja itu diputusnya jadi empat belas bagian, tiap

bagian dari Keempat belas bagian itu dipencet pula jadi dua

batang pipa kecil serunya:

“Ayoh silahkan kalian maju ber-sama2 seorangpun

diantara kalian jangan harap bisa lolos dari tempat ini?^

Begitu ucapan ladi diutarakan keluar cu Hong Hong

dengan Cepat menghadang jalan pergi Daging lima warna

oei Hun. Sun Han siang menghadang melayang diatas air

Ma Tie dan dewa guntur berlengan delapan Si-Put Siu

sedangkan cu Li Yap dan Pek Li Hiang masing2

menghadapi golok tanpa tandingan Hong Gwan sapu baja

Kim Kiu danjago arak dari Lam-hay It- bun ko.

Tidak sampai belasan jurus Daging lima warna oei Hun

sudah kena dipukul oleh cu Hong Hong.

Lam-kong Pak segera berkelebat maju kedepan

tangannya laksana kilat menyambar rambutnya yang

panjang.

Daging warna oei Hun sebagai wakil ketua perkumpulan

Bulu hijau, sewaktu menyaksikan rambutnya dicengkeram

oleh seorang pemuda yang masih muda belia, paras

mukanya kontan berubah hebat, sekuat tenaga ia berusaha

melepaskan diri dari cengkeraman pemuda tersebut,

membuat rambutnya yang berwarna hijau sama2 rontok

ketanah,

la rela mengorbankan rambutnya yang berwarna hijau

daripada tetap dicengkeram rambutnya oleh pihak musuh.

Siapa tahu Lam-kong Pak sudah mempunyai rencana

lain- pipa besi yang telah berubah jadi merah membara dan

berada dalam cekalan tangan kirinya itu tiba2 dimasukkan

keatas tulang Phi-pa-kut pada tubuh Daging lima warna.

“ceeesss…” asap hijau mengempul keangkasa, setelah

pipa besi itu berbasil menembusi phi-pa-kut lawan- degsan

cepat pipa tadi ditekuknya menjadi satu lingkaran gelang.

dengan begitu pipa tersebut tak dapat terlepas lagi.

Dipihak lain- Sun Han Siang telah berhasil memukul

keok Melayang diatas air Ma Tie serta dewa guntur

berlengan delapan Si Put Siu. Lam kong Pak segera

menggunakan bara yang sama menembusi tulang phi-pa-kut

mereka dengan pipa baja dan kemudian ditekuknga pipa itu

menjadi gelang.

Beberapa orarg jago itu termasuk tokoh2 inti kekuatan

dari perkumpulan bulu hijau, namun kali ini mereka harus

menelan kekalahan yang mengenaskan sekali membuat

semua orang harus menggigit bibir menahan rasa dongkol.

Terdengar Daging lima warna oei Hun dengan gemas

dan marah berteriak keras.

“Keparat cilik engkau tak usah sombong lebih dahulu

Hmm kalau hari ini kamu tidak sekalian membinasakan

kami, dalam pertemuan bulan lima tanggal lima nanti kami

akan suruh kalian mati secara mengenaskan semua dalam

kerubutan anggota ombak menggulung”

“Justru karena bulan lima tanggal lima nanti kami akan

menghadiri pertemuan besar yang diselenggarakan

perkumpulan ombak menggulung maka kali ini aku sengaja

mengampuni jiwa anjing kalian semua.” kata Lam-kong

Pak dengan ketus, “aku akan suruh kalian semua mampus

tanpa mampu mengucaptan kata2 lagi”

Dia layangkan tendangannya…”Plook” pantat daging

lima warna kena disepak hingga tubahnya mencelat sejauh

beberapa tombak dari tempat semula….

Kawanan iblis lainnya jadi ketakutan setengah mati.

karena tulang phi-pa-kut mereka sudah ditembusi oleh pipa

besi maka sewaktu melarikan diri ter-birit2, dari tubuh

mereka berkumandanglah suara dentingan yang amat

nyaring.

cu Li Yap dan Pek-li Hiang yang menyaksiken kejadian

iiu, segera bertepuk tangan sambil bersorak sorai:

“Puas… sungguh puas. serangan kita kali ini pasti Cukup

membuat kawanan iblis dari perkumpulan bulu hijau sama2

keder dan bergidik…”

dalam pada itu Lam-kong Pak telah bertanya kepada dua

orang perempuan itu .

“lbu, cu-cianpwee, bagaimana Ceritanya sehingga kalian

bisa menderita luka dalam yang sedemikian parahnya? apa

sih yang telah terjadi?”

“lbumu yang kau sayangi itulah yang bikin gara2.” omel

cu Hong Hong dangan Cepat,

dia mengusulkan agar kita berdua melakukan pencarian

secara terpisah, akhirnya kami ditemukan oleh kakek

ombak menggulung dan dirobohkan satu persatu akibatnya

kami berdua menderita luka parah”

“Setelah Kakek ombak menggulung berhasil melukai

kalian berdua maka ia melepasan kalian dengan begitu saja

tanpa bertindak lebih jauh?”

“Setelah aku terluka parah sebenarnya kakek ombak

menggulung akan melakukgn tindak kekerasan lebih

lanjut.” Sun Han Siang menerangkan, “tapi entah apa

sebabnya tiba2 dia meraung kesakitan dan melarikan diri

ter-birit2 se-akan2 ada orang yang secara diam-diam

melukai tubuhnya”

“Tidak salah” ujar cu Hong Hong membenarkan,

“akupun mengalami keadaan yang sama, mungkin ada

orang yang telah memancing kepergiannya dan orang yang

berhasil memancing pergi dirinya pasti memiliki ilmu silat

yang amat lihay.”

Mendengar keterangan tersebut Lam-kong Pak segera

berpikir dalam hati kecilnya:

“orang yang mampu memancing pergi kakek ombak

menggulung tanpa diketahui jejaknya. Kemungkinan besar

orang itu adalah ketua dari perkumpulan bulu hijau, tapi

apa sebabnya ia menolong ibuku…? apa yang sebenarnya

telah terjadi??”

Sementara itu Sun Han Siang telah berkata,

“Ayoh kita berangkat kita harus seCepatnya kembali

kekuil shia-hong-blo, aku merasa sangat khawatir atas

keselamatan beberapa orang rekan kita”

“Loo Liang-jen yang mendapat tugas untuk menggusur

Janda kawin tujuh kali serta jago arak dari Lam-hay

rupanya sudah kena dilukai oleh kedua orang itu,” kata

Lam-kong Pak,

“aku harus segera pergi mencari jejaknya, ibu berdua

harap berangkat lebih dahulu selesai menemukan jejaknya

Loo-tua kami akan menyusul kesana”

Dimikianlah setelah perpisah dengan cu Hong Hong

serta Sun Han Siang berangkatlah Lam-kong Pak dengan

membawa kedua orang gadis itu menuju kearah depan.

Setelah melewati tiga buah bukit mendadak dari hadapan

mereka muncul sesosok bayangan tubuh yang tinggi besar

sedang berjalan dengan sempoyongan, jelas orang itu sudah

menderita luka parah.

Dengan ketajaman mata Lam-kong Pak yang luar biasa

meskipun ditengah malam buta pun masih terpaut jarak

yang cukup jauh namun ia dapat melihat bahwa orang itu

bukan lain adalah Loo Liang-jan, dengan gelisah segera

serunya:

“Ayoh Cepat, didepan situ ada sesosok bayangan

manusia dan dia bukan lain adalah Loo-tua, rupanya ia

sudah menderita luka yang cukup parah…”

Tiga orang itu segera memperCepat gerakan tubuh

mereka dan laksana sambaran petir menyusul kedepan.

sementara itu Loo Liang-jan sudah masuk kedalam

sebuah hutan yang lebat dan lenyap dibalik kegelapan.

Sementara Lam-kong Pak bertiga mencari di tepi hutantiba2

terdenaar Loo Liang-jan yang berada dalam hutan

sedang berteriak keras: “Aduh mak…ada siluman”

Lam-kong Pak bertiga kelih atan tertegun. cepat2 mereka

sembunyikan diri dibalik sebuah pohon yang besar dan

melongok kearah mana berasalnya suara itu.

Setelah mengetahui apa yang telah terjadi. mereka cuma

bisa gelengkan kepalanya ambil berpikir:

“Kalau sudah digariskan oleh takdir. kemanapun

akhirnya berjumpa kembali…”

Tampaklah Janda kawin tujuh kali Pui Kun dengan

tubuh polos alias telanjang bulat sedang berdiri dengan

sikap yang genit dihadapan Loo Liang-jan- diatas wajah

perempuan itu sedikitpun tidak mengunjukkan rasa malu

atau jengah.

Sebaliknya Loo Liang-jan sendiri dengan

membelalakkan sepasang matanja lebar2 berdiri menjublak

disitu. paras mukanya berubah hebat dengan suara tergagap

ia sedang berseru :

“Siluman perempuan tua, kau .. sebenarnya engkau

orang aa…atau setan?”

Janda kawin tujuh kali tertawa jalang.

“Hiiihh…hiiih…hiiihh…aku adalah seorang perempuan

asli, siapa bilang aku adalah siluman?”

“Aaah tidak benar.” seru Loo Liang-jan sambil berteriak

keras, “aku pernah dengar orang berkata bahwa perempuan

bukan begitu bentuknya….”

Janda kawin tujah kali tahu bahwa lelaki yang sedang

dihidapi sekaraag ini adalah seorang pemuda tolol. ia ingin

memancing daya rangsangnya atas diri sendiri maka segera

bertanya kembali:

“Lalu bagaimana macamnya perempuan itu?”

“Menurut keterangan dari Wangwee berhati hitam,

perempuan katanya memiliki dua lembar mulut, mulut

yang ada dibawah ada giginya dan bisa menggigit orang

kenapa mulutmu cuma satu dan diatas saja?? aku tidak

terlihat mulutmu yang ada dibawah”

“Hiihhh… hiihhh .. hiihhh… tolol” Janda kawin tujuh

kali tertawa semakin jalang, “ia sengaja membohongi

dirimu perempuan itu beginilah macamnya, kau ingin lihat

mulut yang ada dibawah? Nah lihatlah sepdiri inilah yang

dinamakan mulut sebelah bawah”

Seraya berkata perempuan binal itu rentangkan sepasang

pahanya sehingga nampaklah bagian “Rahasia” nya yang

tertutup oleh hutan bakau yang sangat lebat itu.

Akan tetapi Loo Liang-jan tidak memberi reaksi apapun

juga dia hanya berdiri melongo dengan mata terbelalak

besar se-olah2 sedang melihat sesuatu yang sangat aneh,

Perempuan binal tersebut mengetahui bahwa Loo Liangjan

adalah seorang jejaka tulen yang bodoh dan tidak

mengerti urusan diantara muda mudi, napsu birahinya

segera berkobar menguasahi seluruh kesadarannya ia segera

berseru dengan lirih: “Loo Liang-jan aku rasa engkau pasti

belum pernah mendekati kaum wanita bukan?”

“Selama hidup aku tak akan mendekati wanita” teriak

Loo Liang-jan dengan suara keras, “barusan engkau dan

jago arak dari Lam-hay telah menyergap diriku, kalian

masing2 orang menghadiahkan satu pukulan membuat aku

roboh karena mengira aku sudah mampus maka kalian

lantas kabur ter-birit2. Hm, tapi sayang aku Loo-tua belum

mampus aku cuma semaput saja. memandang engkau

adalah seorang perempuan biarlah kuampuni selembar

jiwamu, ayoh cepat pergi dari sini… aku tidak suka melihat

wajahmu lagi”

Sesudah napsu birahi menguasai seluruh pikiran dan

perasaan Janda kawin tujuh kali tentu saja perempvan itu

tak mau melepas korbannya dengan begitu saja dengan

cepat ia memperlih atkan gerakan-gerakan erotis yang

paling cabul danpaling mesum untuk merangsang

bangkitnya birahi Loo Liang-jen, dari gerakan yang konyol

sampdi gerakan bersetubuh semuanya diperlihatkan dengan

gerak-gerik yang merangsang, berulang kali ia melebarkan

sepasang pahanya untuk memperlihatkan bagian “rahasia”

kaum wanita, bahkan menggosok2kan pula sepasang

payudara dan hutan bakau diantara kedua belah pahanya

diatas badan Loo Liang-jan-

Pemandangan semacam ini tentu saja membuat

terperangah cu Li Yap berdua yang mengintip dari tempat

persembunyian, dengan ter-sipu2 mereka berpaling kearah

lain dan tidak berani memandang lebih jauh.

Loo Liang-jan adalah seorang pemuda kasar yang tidak

terpengaruh, perlahan sambil melototkan matanya bulat2 ia

berteriak keras .

“Hey siluman tua, apa sih maksudmu goyang2 pinggul

terus tiada hentinya?? benar2 tak habis mengerti? eei…

apakah kamu sudah edan atau sinting?”

Mendengar tegutan itu Janda kawin tujuh kali Pui Kun

jadi tertegun ia segera berpikir lebih jauh:

“Manusia ini benar2 berperasaan keras bagaikan baja,

aku tidak perCaya kalau engsau tak bakal lumer dan

terpengaruh oleh daya rangsanganku ini…”

Setelah napsu birahi mengUasai seluruh benaknya,

perempuan itu merasa tak puas jika apa yang diinginkan

tidak berhasil diperoleh maka ia maju kembali beberapa

langkah kedepan tubuhnya bergerak makin erotis, sepasang

bola dagingnya yang padat besar dan montok itu bergetar2

tiada hentinya penuh daya rangsangan, sepasang pahanya

direntangkan makin lebar alat Rahasia nya dinaik turunkan

dengan daya rangsangan yang hebat membuat setiap bagian

organ tubuhnya yang paling rahasia itu tertera nyata dan

dapat dilihat dengan amat jelas.

Bila orang lain yang menghadapi keadaan seperti ini

kendatipun orang itu bukan seorang pria yang gemar berma

in perempuan tak urung akan terpengaruh juga oleh

rangsargan yang liar binal itu.

Tetapi Loo Liang-jan masih tetap sama sekali tak

terpengaruh, sesudah memandang setengah harian

lamanya, ia gelengkan kepala sambil bertanya:

“Eei… siluman tua, engkau sudah goyang pinggul

setengah harian lamanya, apakah tak merasa capai atau

tidak lelah?? heran apa sih artinya semua goyangan itu? aku

tak mengerti “

Lam-kong Pak yang melihat sampai situ benar2 tak

dapat menahan rasa gelinya ia hampir saja ia tertawa

tergelak. pikirnya:

“Hahhh…haah…haahh…usaha yang susah payah selama

ini akhirnya kandas juga ditengah jalan tanpa memperoleh

hasil apa2. betul2 mengenaskan”

Tiba2 janda kawin tujuh kali menghentikan gerakan

tubuhnya, sepanjang hidupnya entah sudah berapa banyak

pemuda ingusan yang telah jatuh ketangannya, tapi baru

pertama kali ini dia gagal untuk merangsang perasaan

seorang pria.

makin Loo Liang-jan tidak tertarik, minat perempuan

jalang ini terhadap dirinya makin besar, ia lantas berseru:

“Loo Liang-jan apakah engkau tidak ingin mencicipi

bagaimana nikmatnya rasa seorang perempuan?”

“Hey perempuan siluman tua. engkau punya rangsum

kering atau tidak…?” tiba-tiba Loo Liang-jan berseru.

Janda kawin tujuh kali menghela napas panjang, ia

menjawab.

“Aaai . asal aku punya kesabaran. aku tidak percaya

Kalau tak mampu menggerakan hatimu”

Dari dalam buntalan perempuan itu ambil keluar sebuah

kantongan berisi rangsum lalu dilemparkan kearah Loo

Liang-jan-

Ketika buntalan itu dibuka ternyata isinya adalah

separuh potong ayam goreng dua potong daging masak

kecap serta dua puluh biji bak-pao yang besar.

Loo Liang-jan jadi amat kegirangan bagaikan hembusan

angin puyuh yang menerbangkan semua benda

dipermukaan bumi dalam sekejap mata semua makanan itu

sudah disikat sampai ludas, katanya:

“Meskipan tidak terlalu kenyang, rasanya masih caKup

untuk mangganjal perut Eh mm …lumayan juga “

kepada Janda kawin tujuh kali teriaknya dengan suara

keras: “Aku telah menghabiskan sekantong rangsum

keringmu lain kaii kalau bertemu kembali pasti akan

kubayar kembali, cepatlah pergi dari sini aku tak ingin

menyusahkan dirimu, sekarang aku ingin tidur dengan

nyenyak…”

Habis berkata ia membaringkan tubuhnya diatas tanah

tidak selang beberapa saat kemudian ia sudah terlelap tidur.

Sekarang Janda kawin tujuh kali baru percaya kalau

dikolong langit benar2 ada pria yang sama sekali tidak

tertarik hatinya oleh gaya rangsangannya, dia menghela

nafas panjang dan bergumam seorana diri:

“Walaupun uang perak dan uang mas itu susah dirampas

oleh mereka aku masih sempat melarikan seuntai mutiara,

intan permata dan beberapa biji mata kucing, benda2

berharga ini cukup untuk membiayai separuh hidupku. aai

sayang bocah ini tidak mengerti soal cinta, kalau tidak…ooh

betapa bahagianya hidupku”

Dengan uring2an perempuan itu mengenakan kembali

pakaiannya kemudian berlalu dari sana.

Sepeninggalnya perempuan binal tadi, cu Li Yap dengan

Pek-li Hiang segera munculkan diri dari tempat

persembunyiannya, sambil menyepak tubuh Loo Liang-jan

mereka berseru : “Hei, sesudah perut kenyang lantas tidur

nyenyak…ayoh cepat bangun”

Loo Liang-jan menggeliat, memudian menggerutu:

“Siluman perempuan tua, cepat pergi dari sini. aku…aku

sama sekali tidak tertarik kepadamu”

cu Li Yap kontan ayunkan telapaknnya menghadiahkan

sebuah tempelengan keatas pipi lelaki raksasa itu.

“Ploook. ” Loo Liang-jan loncat bangun dari atas tanah,

tetapi sesudah mengetahui kalau orang yang menggaplok

dirinya adalah cu Li Yap. ia segera berseru: “ooooh.. aku

mengira perempuan siluman tua itu belum pergi dan sedang

mengganggu aku”

“Loo-tua ” ujar Lam-kong Pak dengan suara dalam, “aku

merasa sangat kagum kepadamu karena engkau sama sekali

tidak terpengaruh oleh rangsangan kaum wanita, tapi

hatimu terlalu jujur dan polos. ketahuilah Janda kawin

tujuh kali adalah seorang perempuan licik yang berhati

kejam, mengapa sebelum ia pergi dari sini engkau sudah

tertidur dengan nyenyaknya?”

“Aku lihat perempuan itu tidak terlalu jahat.”jawab Loo

Liang-jan, “ia mengira aku Suka sekali melihat goyang

pinggulnya itu hingga makin lama gerakannya makin

menggila dan makin seperti orang sinting, padahal aku

sama sekali tidak tertarik.”

“Huuh apa yang kau ketahui? dia ingin memperkosa

dirimu, tahu?” teriak Lam-kong Pak dengan suara keras.

“Aaah sau-ya, engkau jangan menakut2i diriku, masa

ada perempuan hendak memperkosa orang laki? kan aneh

aku cuma tahu ada lelaki mau perkosa perempuan…”

“Aaaih… kamu ini.. benar2 sudah tak dapat dlobati lagi..

kamu sudah keterlaluan” kata sang pemuda Lam-kong

sambil gelengkan kepalanya berulang kali.

“Kita tak usah membuang waktu lagi dengan si tolol ini.”

sela cu Li Yap dari samping, “ayoh kita segera pulang”

Berangkatlah empat orang itu melanjutkan

perjalanannya menuju kekuil Shia-hong-bio

Malam bulan lima tanggal lima akhirnya telah tiba,

malam itu ketika kentongan pertama barusaja lewat,

suasana dalam markas besar perkumpulan bulu hijau

digunung Hu-hou-san amat ramai sekali. papan nama

didepan pintu gerbang telah diubah menjadi papan nama

emas yang bertulisan: “perkumpulan ombak Menggulung”.

Sesudah memasuki pintu gerbang, meskipun persiapan

dan penjagaan dilakukan sangat ketat, namun jelas terlihat

bahwa dalam ucapan peresmian perkumpulan ombak

menggulung pada hari itu, mereka sama sekali tidak

pandang sebelah matapun terhadap orang-orang dari

golongan putih.

Diujung iapangan yang luas terlihatlah sebuah liang

tanah yang amat besar sekali dengan luas beberapa tombak

persegi, ditepi itu berdiri sebuah papan nama dan tertera

huruf-huruf besar yang berwarna merah darah, tulisan itu

berbunyi: “Liang selaksa orang”

Ditepi liang besar itu terdapat sebuah alat penggilingan

batu yang sangat besar dengan tingginya satu tombak batu.

penggiling yang ada ditengah mempunyai dua buah iubang

besar yang dapat dimasuki tubuh dua orang manusia, gigi

alat penggiling maupun tempat penggiling yang ada

disebelah bawah penuh berpelopotan darah yang tebalnya

mencapai beberapa cun dapat diketahui entah sudah berapa

banyak manusia yang menemui ajalnya dalam alat

penggilingan tersebut.

Dibawah alat penggilingan diatas tiang besi terdapat pula

sebuah papan nama, diatas papan nama itu tertera tiga

huruf besar berwarna merah darah yang berbunyi: “cu si

Mo” atau alat penggiling penghancur mayat.

Disamping alat penggiling tadi terdapat pula sebuah meja

besar yang terbuat dari kayu, diatas meja terdapat sebuah

bangku panjang, didepan bangku terdapat sebuah tiang

kayu dan diatas tiang kayu itu merupakan sebuah pisau

besar yang bersinar tajam, pada papan nama yang tertera

disampingnya tertera tiga huruf merah darah yang berbunyi:

“Tam Wa-cha” atau pisau pembasmi korupsi dan keCa

bulan.

= =oooooooo= =

DITENGAH iapangan yang sangat luas berdirilah

sebuah panggung kehormatan yang megah dan indah.

ditengah panggung terdapat dua buah kursi kebesaran yang

disepuh emas, tepi kursi kebesaran itu masih kosoog.

Dikedua belah sisi panggung kehormatan berjejerlah

beberapa ratus kursi yang telah diisi penuh oleh manusia,

mereka dipimpin oleh Daging lima warna oei IHun.

Sementara para jago dari kalangan putih delapan buah kursi

yang masih kosong, Lam-kong Pak tahu bahwa tempat itu

disediakan beberapa orang manusia tembaga.

Tiba2 desiran angin tajam bergema memecahkan

kesunyian ^sreet. ^ Sreet./ tampak tiga orang manusia

berbaju hitam berpakaian kerudung hitam menempati kursi

yang kosong itu. .

Lam-kong Pak menyaksikan hal itu segera berbisik

kepada ibunya Sun Han Siang:

“lbu ketiga orang itu mungkin tiga orang manusia

tembaga, karena pakaian tembaga yang mereka miliki

sudah hancur dan pakaian bersisik tembaga yang mereka

kenakanpun sudah hancur oleh payung sengkala dari kakek

ombak menggulung maka mereka gunakan lagi bahan

pakaian yang sama warnanya untuk mengaburkan

pandangan kita”

Baru saja perkataan itu selesai diucapkan suara tambur

dan gembrengan dibunyikan ber-talu2, kawanan iblis yang

duduk disisi mimbar kehormatan ber-sama2 bangkit berdiri

sikap mereka sangat hormat dan suasana sunyi senyap tak

kedengaran suara sedikitpun.

Terlihatlah empat orang pria menggotong sebuah kursi

lemas yang bersepuh emas muncul ditengah iapangan,

diatas kursi lemas itu duduklah Kakek ombak menggulung

mengenakan pakaian perlente yang memancarkan sinar

gemerlapan payung sengkala berada dipelukannya mulut

dimoncongkan seperti monyet.

Disisi kursi lemas tersebut berdirilah seorang manusia

berkerudung yang berlengan buntung dia bukan lain adalah

Suma ing yang tangan bulunya dipatahkan oleh cu Hong

Hong.

Dibelakang kursi lemas itu mengikuti dua orang pria

yang menggotong sebuah kursi emas diatas kursi itu

duduklah ketua dari perkumpulan bulu hijau.

Empat orang berpakaian ketat lainnya membawa

gembrengan berjalan dipaling depan dibawah tetabuhan

yang sangat ramai mereka berjalan mendekati mimbar

kehormatan tersebut.

Kakek ombak menggulung turun dari kursi emasnya.

sedang ketua perkumpulan Bulu hijau juga turun dari kursi

kebesarannya mereka seCara beruntun naik keatas mimbar

kehormatan dan ambil tempat dikursi masing-masing

sementara Suma ing berdiri dibelakang dua orang

Suasana dalam kalangan sunyi senyap tak kedengaran

sedikit suarapun. begitu sepi suaranya hingga jarum yang

jatuhpun dapat kedengaran dengan nyata.

Perlahan2 Kakek ombak menggulung bangkit berdiri. dia

ulapkan ujung bajunya dan sreCet…^ dari sekeliling

gelangang muncullah be-ratus2 orang pria kekar yang

masing2 orang membawa senjata terhunus dan anak panah

siap diatas busurnya. seluruh kalangan terkepung rapat

membuat siapapun jangan harap bisa lolos dari situ dalam

keadaan selamat. Sun Han Siang yang menyaksikan

kejadian itu segera mendengus dingin, ujarnya:

“Ini hari ia sudah bersiap sedia menjaring seluruh jago

dari kalangan putih untuk dibinasakan ditempat ini. tentu

saja tiada sisa kekuatan yang dibiarkan menganggur.

lihatlah permainan setan lainnya bakal menyusul

dibelakang Pencuri tua dan sepasang manusia jelek dari

Hay thian segera jalankan perintahku dan perhatikan siasat

busuk pihak lawan secara seksama”

Tanpa mengucapkan sepatah katapun pencuri sakti Pekli

Gong dan sepasang manusia jelek dari Hay-thian diam2

ngeloyor pergi dari tempat duduknya dan menghilang entah

kemana.

Kalek ombak menggulung sambil membopong senjata

payung sengkalanya menyapu sekejap sekitar tempat itu

dengan sorot mata tajam, sikapnya se-akan2 dunia

persilatan sudah berada dalam kekuassaanya, dengan

sombong ujarnya:

“Mulai detik ini perkumpulan ombak menggulung

diresmikan, kami mengutamakan kebajikan untuk

kesejahteraan masyarakat dan kesamaan bagi umat

persilaian beramal didunia, oleh karena itu mau tak mau

kami harus memperingatkan kepada semua umat persilatan

yang ada dikolong langit agar bersatu padu dan

menghimpun kekuatan disuatu wadah. Teringat kata2

Kwan Kong dalam kitab Kak-si-cin-liok nya, dia

mengatakan: Kalau sukar ditaklukkan dengan pelajaran,

terpaksa harus dicoba dengan kekerasan. berdasarkan

ajaran itulah maka dalam mendirikan perkumpulan ini,

kami akan lebih mengutamakan kekuatan badan daripada

kekuatan ajaran, oleh sebab itu bagi mereka yang dak

bersedia mengikuti parkum pulan kami ini, dipersilahkan

segera angkat kaki daratan Tionggoan, kalau berani

melanggar akan kami bunuh tanpa pilih bulu. Dari ucapan

pembukaan nanti, kalau ada orang yang berani menolak

untuk melakukan persembahan kepada kami akan kami

ceburkan pula dalam liang selaksa orang”

Berbicara sampai disini ujung bajunya segera dikebaskan,

beratus-ratus orang pria yang ada diempat penjuru segera

menyebarkan diri dan anak panah dilepaskan sementara

golok dimasukkan kembali kedalam sarungnya semua

berjalan dengan tertib tapi penuh kewibawaancukup

ditinjau dari kemampuannya itu dapat diketahui

bahwa kakek ombak menggulung adalah seorang manusia

yang luar biasa dengan bakat memimpin yang sangat hebat.

Beberapa saat suasana kembali diliputi oleh keheningan.

tiba2 kakek ombak menggulung berkata dengan suara berat:

“Ajukan para tawanan”

Setelah perintah itu dikeluarkan, para pria kekar yang

ada diempat penjuru ber-sama2 menyingkir kesamping,

delapan oraBg pria kekar sambil menggusur Janda kawin

tujuh kali Pui Kun dan jago arak dari Lam-hay It-bun Ko

masuk kedalam gelanggang dan mendekati mimbar

kehormatan-

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu diam2

mendengus dingin, pikirnya:

“Dua orang sampah masyarakat itu sudah amat banyak

dosa yang dilakukan, inilah yang dinamakan dengan racun

dibalas raCun, orang jahat sudah sepantasnya mendapat

ganjaran yang setimpal, akhirnya toh mereka tak dapat

lolos dari hukuman orang2 perkumpulan ombak

menggulung …”

Kendatipun Janda kawin tujuh kali Pui Kun adalah

seorang jago kawakan yang banyak pengalamannya, tapi

menghadapi keadaan seperti ini tak urung gemetar juga

sekujur badannya, saking ketakutannya sampai perempuan

itu ter-kencing2.

Jago arak dari Lam-hay sendiripun berubah hebat paras

mukanya menghadapi keadaan tersebut, ia lepaskan cupu2

araknya dan meneguk isinya beberapa tegukan.

Per-lahan2 Kakek ombak menggulung duduk kembali

kekursi kebesarannya, kepada Suma Ing yang berada

dibelakang ia titahkan:

“Umumkan dosa dan kesalahan yang telah mereka

mereka lakukan”

Suma Ing berjalan ketepi mimbar sambil mengeluarkan

secarik kertas, katanya dengan suara dalam:

“Mula pertama jago arak dari Lam-hay It-bun Ko adalah

korban yang hampir saja mampus ditangan pemilik

pegadaian Bu-lim Sun Han Siang, kemudian ditolong oleh

Suma Ing dan masuk jadi anggota perkumpulan Bulu Hijau.

tak nyana bukan saja ia tidak membalas budi pertolongan

yang telah diberikan sebaliknya malah bersiap2 akan

melarikan diri, tindakannya ini telah melanggar peraturan

baru dari perkumpulan kita nomor seratus tiga puluh lima

ayat tujuh ia harus menerima hukum siksa diatas alat

penggiling penghancur mayat… “

begitu kata2 itu diutmumkan udara diseluruh kalangan

jadi beku dan sepi Jago arak dari Lam-hay ketakutan

setengah mati kakinya jadi lemas dan ia jatuh terduduk

diatas tanah.

Kawanan jago kalangan putih yang mendengar

perkataan itupun merasakan hatinya bergetar keras, mereka

tahu bahwa alat siksa penggiling penghancur mayat adalah

suatu alat siksa yang paling keji dikolong langit. Terdengar

Suma Ing melanjutkan kembali pembacaannya:

“Janda kawin tujuh kali Pui Kun pernah mendapat budi

pertolongan pula dari kami, ia bisa terhindar dari siksaan

dimana badannya akan diguyur oleh cairan tembaga, tapi

bukan membalas budi dia sebaliknya secara diam2 akan

menghianati perkumpulan dan mengajak It- bun Ko

melarikan diri dari kewajiban dan mencari kesenangan

pribadi, perbuatannya itu telah melanggar peraturan dari

perkumpulan kami nomor seratus tiga puluh lima ayat

enam, dia harus menerima hukuman diujung, pisau

pembasmi korupsi dan kecabulan”

Sesudah pengumuman itu diutarakan keluar perasaan

hati ratusan orang yang hadir dalam kalangan sama2

terjeblos, terutama sekali Janda kawin tujuh kali. ia

terkencing2 sampai celananya baSah kuyup,

“Siksaan dimulai ” bentak Suma Ing dengan suara berat.

Dua orang pria kekar keluar yang tujuh bagiannya

atasnya telanjang munculkan diri ketengah gelanggang dan

menghampiri jago arak dari Lam-hay, sekali bekuk ia

cengkeram tengkuk lawan kemudian menyeretnya kesisi

alat penggiling penghancur mayat.

Salah seorang diantara dua pria kekar itu mencekal

sebuah kaju besar disisi alat penggiling itu. kemudian

memutarnya sebanyaK tiga Kali, gilingan batu itu seketika

itu juga memperdengarkan suara gemuruh yang amat

memekakkan telinga.

Tiba2 jago arak dari Lam-hay jatuhkan diri berlutut

diatas tanah, sambil anggukkan kepalanya ia berseru

dengan suara yang amat memilukan hati:

“Aku tahu bahwa kesalahan yang telah kulakukan adalah

suatu dosa yang besar, harap kaucu bersedia mengampuni

selembar jiwaku. aku bersedia membuat pahala untuk

menebus kesalahanku ini”

Sebenarnya kawanan jago kalangan pUtih sudah

menaruh rasa simpatik terhadap dirinya, tapi menyaksikan

sikap tengik yang diperlihatkan jago dari Lam-hay tersebut

tak kuasa lagi mereka semua sama2 tertawa dingin-Siang

Hong Tie segera berkata,

“Sungguh tak kusangka, seorang tayhiap yang dahulu

dihormati orang ternyata memiliki watak rendah yang

begitu memalukan, benar2 suatu kejadian yang

memuakkan”

Dalam pada itu kakek ombak menggulung mendengus

dingin. ia tetap membungkam dalam seribu bahasa. Suma

ing yang berada disisinya segera berkata:

“Dalam upacara peresmian hari ini tiada ampunan bagi

setiap hukuman yang telah dijatuhkan untuk menunjukan

betapa kerasnya peratursn kami hukum harus segera

dilaksanakan penyiksaan dimulai. . . . “

Dua orang kekar mencengkeram tubuh jago arak dari

Lam-hay dengan kepala dibawah kaki diatas mereka

masukan jago tua itu kedalam sebuah lubang batu diatas

alat gilingan tersebut, jago arak dari Lam-hay segera

menjejakkan kakinya sekuat mungkin melolong dan

menjerit dengan penuh kepedihan.

Dua orang kekar itu bertindak cepat seorang memegang

ujung kayu pemutar yang ada disudut alat pengiling itu

mereka segera memutar alat tadi sekuat tenaga.

Alat penggiling mulai berputar,jeritan yang menyayatkan

hati berkumandang memecahkan kesunyian, suara

kemerutuknya tulang yang hancur dan daging yang remuk

bergema tiada hentinya tidak lama kemudian dari balik

gigi2 alat penggiling itu mengalirlah cairan darah dan

hancurnya daging.

“Gluuduuk…Gluuduuk…” bunyi tajam yang sangat

membetot sukma bergema tiada hentinya membuat setiap

orang yang hadir dalam kalangan secara lapat2 merasakan

telinganya jadi sakit.

Terlihatlah mayat dari It- bun Koperlahan-lahan makin

merendah kebawah, darah dan hancuran daging yang

mengalir keluar makin lama semakin banyak. bau amis

tersebar memenuhi seluruh angkasa.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun yang menyaksikan

peristiwa itu memperdengarkan jeritan lengking yang

menyayat hati, pepatah kuno mengatakan- Semutpun ingin

melanjutkan hidup apa lagi manusia? perempuan itu sadar

bahwa saat kematiannya sudah hampir tiba.

Bukan kematian yang biasa, kematian yang harus

dihadapi adalah kematian yang benar2 mengerikan kalau

ada orang mengatakan bahwa ia tidak takut dengan alat

siksa tersebut, ucapan itu sudah pasti adalah kosong belaka,

Tetapi seseorang yang punya semangat dan gengsi dia

tak akan berlutut dihadapan lawannya ia akan memandang

kematiannya hanya pulang kerumah, sekalipun harus mati

secara mengenaskan tidak akan memperlihat kejelekan

dihadapan umum.

Dalam pada itu dua orang manusia kekar masih

melanjutkan pekerjaannya memutar alat penggiling yang

satu memasukan air kedalam lobang penggilingan, sedang

yang lain melanjutkan penggilingan tersebut tidak selang

seperminum teh kemudian selurub mayat itu sudah berubah

jadi cairan darah dan hancuran daging kesemuanya itu

mengalir keluar dan ditampung dalam sebuah jambangan

dibawah alat penggilangan tadi.

Seorang jago lihay yang pernah dihormati dan disegani

oleh umat persilatan karena tindak tanduknya yang salah

dimasa tuanya. akhirnya dia harus menerima nasib yang

mengenaskan sekali, kejadian ini benar2 merupakan suatu

peristiwa yang membuat hati orang jadi sedih bercampur

kasihan-

Dua orang pria tadi menghentikan gerakan mereka untuk

menggiling mayat tersebut. Suma Ing dengan suara berat

segera berseru: “Bersihkan alat penggiling itu”

Setelah perintah tersebut diutarakan keluar suara

gonggongan anjing berkumandang datang dari luar

halaman tampaklah para pria yang berkumpul disekeliling

kalangan pada menyingkir kesamping, seorang pria kekar

sambil membawa lima ekor anjing raksasa yang berasal dari

Tibet masuk kedalam gelanggang dan mendekati alat

penggiling tersebut.

Terdengar pria itu bersiul nyaring, lima ekor anjing

raksasa itu bagaikan srigala yang kelaparan segera

menubruk kearah alat penggiling itu, kaki didepan diangkat

keatas alat penggiling dan moncong mereka yang panjang

dengan lahapnya menyikat daging dan cairan darah yang

bertumpukan dibawah alat penggiling tersebut.

Rupanya kelima ekor anjing raksasa itu memang

dibesarkan dengan makan daging manusia, keganasan

mereka jauh melebih srigala dengan mata merah berapi

sambil melahap daging dan darah manusia kawanan ajing

tersebut melolong tiada hentinya, membuat siapapun yang

mendengar merasakan bulu kuduknya pada bangun berdiri.

Tidak sampai setengah jam kemudian, cairan darah dan

hancuran daging yang bertumpuk dibawah alat penggiling

itu sudah disantap habis hingga sedikitpun tak tersisa,

bahkan sisa kulit manusia dan darah diatas gigi alat

penggiling itupun dijilat sampai benar2 bersih.

Melihat hancuran daging manusia dan cairan darah yang

ada diatas alat penggiling sudah habis ludas, pria kekar tadi

bersiul kembali, lima ekor anjing raksasa itu segera loncat

turun dan sambil melonglong panjang binatang2 bengis itu

dibawa keluar dari gelanggang.

Lam-kong Pak merasa amat gusar menyaksikan

peristiwa berdarah itu, ujarnya dengan suara dalam:

“Penyiksaan semacam ini benar2 mengerikan sekali dan

sama sekali tidak berperikemanusiaan, lbu mari kita

musnahkan saja alat siksaan tersebut”

“Tak usah” jawab Sun Han Siang, “Manusia semacam

janda kawin tujuh kali Pui Kun memang sudah sepantasnya

kalau dibereskan oleh manusia bengis dengan cara yang

bengis pula, untuk memunahkan alat siksaan itu ada

baiknya kita lakukan setelah terjadinya pertarungan sengit

nanti…”

Selama ini ketua perkumpulan bulu hijau yang duduk

disisi kakek ombak menggulung sama sekali tidak

mengucapkan sepatah katapun, se-akan2 ia tak mau turut

campur dalam persoalan tersebut.

Terdengar Suma Ing berseru kembali dengan suara

bengis: “siksaan kedua segera dimulai”

Sambil terkencing2 janda kawin tujuh kali jatuhkan diri

berlutut diatas tanah, serunya dengan suara menyedihkan:

“ooh… Kaucu Aku mohon kepadamu sudilah kiranya

melepaskan aku. aku masih ingat bahwa engkau paling suka

bermain dengan perempuan yang usianya rada tua-an- aku

adalah perempuan tua yang berbadan muda, keadaanku

jauh berbeda dengan perempuan-perempuan yang lain, aku

tidak akan berani membohongi diri kaucu, harap kaucu

mencoba lebih dahulu serta memberi komentar,.,”

Tertarik juga kakek ombak menggalung mendengar

ucapan itupikirnya dihati:

“Benar juga perkataan itu meskipun sudah tua tapi

perempuan ini jauh berbeda dengan keadaan perempuan

yang lain terlalu sayang kalau sampai dibunuh dengan

begitu saja apa lagi meskipun ia sudah melanggar peraturan

toh pelanggaran itu dilakukan selama dalam kekuasaan

perkumpulan bulu hijau apa sangkut pautnya dengan

perkumpulan ombak menggulung …”

Walaupun didalam hatinya sudah timbul perasaan untuk

melepaskan perempuan itu dari hukuman sudah tentu

Kakek ombak munggulung tak dapat begitu saja tanpa

mengajukan alasan2 yang dirasakan cukup kuat.

Dengan suara dalam ia berkata: “Tunda dahulu

pelaksanaan hukuman ini”

Janda kawin tujuh kali yang melihat siasatnya

mendatangkan hasil dan kesempatan hidupnya muncul

kembali ia jadi sangat kegirangan, pinggulnya bagaikan

seekor ular ber-liuk2 dengan cabulnya payudara dibalik

bajunya bergoncang keras memantulkan daya rangsangan

yang amat besar, sementara muiutnya memperdengarkan

suara desahan yang merangsang dengan meongan kucing

yang sedang birahi.

Sepasang biji mata tikus dari kakek ombak menggulung

menatap goyangan pantat janda kawin tujuh kali tanpa

berkedip. ia memperdengarkan suara tertawa cabul yang

menunjukkan perasaan bangga. sambil berpaling kearah

ketua perkumpulan bulu hijau katanya,

“Hu-pangcu, apa pendapatmu mengenai persoalan ini?

apakah engKau ada usul2 lain? aku menganggap bahwa

kesalahan yang telah dilakukan sebelum peresmian

perkumpulan kita ini sudah sepantasnya kalau menerima

hukuman sesuai dengan peraturan dari perkumpulan bulu

hijau”

“Keputusan yang jelas diambil kaucu tak akan aku rubah

atau ganggu gUgat lagi.” jawab ketua perkumpulan bulu

hijau, “kalau kaucu mengharapkan juga pendapatku

mengenai masalah ini. maka menurut pengalamanku orang

ini memang masih ada manfaatnya terhadap perkumpulan

kita. kalau dibunuh rasa nya terlalu sayang, lebih baik

hukuman tersebut diwakilkan kepada wakilnya saja”

Mendengar perkataan itu Kakek ombak menggulung

merasa amat girang segera ujarnya^

“Perkataan wakil ketua sedikitpun tidak salah,

selanjutnya peraturan dari perkumpulan kita harus

dijalanKan dengan tegas dan keras dengan begitu wibawa

kita baru dapat diangkat bagus sekali…bagus sekali…”

Terdapat ucapan dari kakek ombak menggulung itu

ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak bersuara

lagi, ia biarkan ketua itu bicara sesuka hatinya.

“Suma Ing” dengan suara keras kakek ombak

menggulung berteriak. “cepat umumkan maksud hatiku ini”

Dengan suara lantang Suma Ing berteriak,

“Meskipun Janda kawin tujuh kali telah melanggar

peraturan besar tetapi kesalahan itu tidak melangar

peraturan dari perkumpulan ombak menggulung tak

seharus dihukum menurut peraturan perkumpulan bulu

hijau, tapi atas usul dari ketua perkumpulan tersebut,

menurut peraturan perkumpulan bulu hijau, tapi atas usul

dari ketua perkumpulan tersebut dan berhubung Janda

kawin tujuh kali Pui Kun masih ada gunanya hingga terlalu

sayang kalau sampai dibUnuh maka hukuman itu

diwakilkan muridnya untuk dilaksanakan”

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar para jago dari

kalangan putih segera tertawa dingin tiada hentinya, cu

Hong Hong mendengus dengan mendongkol omelnya:

“Baik Janda kawin tujuh kali maupun jago arak dari

Lam-hay telah mati secara mengenaskan dibawah gilingan

alat penggiling sebaliknya Janda kawin tujuh kali

dibebaskan sama sekali dari tuduhan Hmm… keputusan ini

benar2 suatu lelucon yang tak lucu dikolong langit…”

Para jago dari perkumpulan ombak menggulung pun

sama2 mengetahui bahwa keputusan itu sangat tidak adil

tetapi siapapun tidak berani memperlihatkan perasaan tak

puas itu.

Sesaat kemudian muncullah seorang pria kekar

menggusur seorang gadis muda tawanannya itu langsung

dibawah kesisi pisau pembasmi korupsi dan kecabulan itu.

Melihat pisau yang tajam dan besar gadis itu jadi

ketakutan setengah mati hingga sukma serasa melayang

tinggalkan raganya ia menjerit: “Suhu, apa salahnya diriku

sehingga harus menjalankan siksaan?”

Janda kawin tujuh kali adalah seorang perempuan yang

sama sekali tak berperasaan, ia dapat lolos dari kematian

maka ia tak akan memperdulikan keselamatan orang lain-

Mendengar pertanyaan itu, jawabnya:

“Inilah kesempatan yang paling bagus dari kaucu untuk

mewujudkan rasa baktimu bagi demi perkumpulan,

perbuatan merupakan suatu kebanggaan bagimu. Nah

terimalah kebaikan kaucu itu dengan- tangan terbuka”

Ucapan itu diutarakan secara mudah dan gampang, seakan2

suatu perbuatan yang sederhana dan tidak ganas,

sebaliknya suatu permainan yang menarik hati.

pada dasarnya gadis itupun bukan manusia baik2, seperti

juga gurunya sang muridpun merupakan seorang

perempuan binal yang kecabulannya tidak kalah dengan

sang guru, melihat sang suhu tetap menghendaki

kematiannya, ia segera menjerit keras dan menangis tersedu2.

Terdengar Suma Ing berkata dengan suara dalam:

“Waktu sudah tidak pagi, siksaan segera dimulai….”

Dua orang pria kekar segera mencengkeram tubuh gadis

itu dan ditidurkan diatas papan siksaan, kedua belah

tangannya diikat persis diatas pisau tajam tersebut

sementara pria yang lain mencengkeram gagang pedang

dan memotongnya kebawah.

Gadis itu memperdengarkan jeritan ngeri yang

memilukan hati, kelihayan dari alat siksaan ini justru

terletak pada cara penyiksaan yang dilakukan secara

lambat…

“Kraak kraak kraak” bunyi suara pisau yang memotong

benda berkumandang tiada hentinya, dibawah potongan

pisau, alat siksa tersebut mulai dari ujung jari gadis itu

hingga batas lengannya segera tersayat tipis2 bagaikan

kertas

Tidak selang seperminum teh kemudian, ujung telapak

gadis itu sudah dicincang jadi lapisan2 yang tipis. karena

kesakitan gadis itu jatuh tak sadarkan diri.

Siang Hong Tie yang menyaksikan kejadian itu, segera

menghela napas panjang dan berkata:

“Kalau menggunakan alat siksaan semacam ini untuk

menghukum kaum pembesar korup rasa nya hukuman

tersebut tidak terlalu berlebihan, tapi kalau digunakan

seorang gadis muda cara ini benar2 terkeji dan tidak

berperikemanusiaan”

Dalam pada itu pria tadi mencincang tubuh gadis

tersebut makin cepat tapi cincangan pun dilakukan lebih

tipis seakan-akan seorang koki yang berpengalaman sedang

memotong sayuran.

Meskipun cincangan dilakukan lambat tapi darah yang

mengalir keluar banyak sekali ketika cincangan mencapai

seluruh telapak gadis itu sudah tak sadarkan diri lagi.

Tapi pria yang satunva tidak membiarkan gadis itu jatuh

tak sadarkan diri dengan segayung air dingin ia membasahi

wajah gadis itu sehingga sadar kembali dari pingsannya dan

memperdengarkan jeritan2 lengking serta rintihan2

kesakitan yang mendirikan bulu roma.

pada saat itu Janda kawin tujuh kali yang diatas mimbar

kehormatan sama sekali tidak ambil perduli dengan apa

yang dialami oleh muridnya, kerlingan2 maut dan goyang

pinggul yang memuakkan dilontarkan terus guna

merangsang birahi kakek ombak menggulung.

Para jago kalangan lurus yang menyaksikan kejadian itu

segera menggertak gigi saking gusarnya. cu Hong Hong tak

kuat menahan diri lagi ia seeera meludah kearah janda

kawin tujuh kali.

Ketika pencingCangan itu dilaksanakan hingga batas

pergelangan tangan, paras muka sang gadis yang sudah

berubah jadi kuning, sekarang berubah jadi hijau

menyeramkan, napasnya sudah lemas sekali dan jiwanya

berada diambang kematian-

Dengan suara keras Loo Liang-jan segera membentak

keras: “Perempuan siluman tua, apakah engkau tega

menyaksikan muridmu mampus karena disiksa?”

“Perbuatan ini merupakan suatu kebanggaan dan

kehormatan bagi dirinya, sekalipun mati juga tak usah

disesalkan, untuk bergembira saja aku tak sempat, kenapa

musti bingung2 mengurusi dirinya???”

Akhirnya karena terlalu banyak mengucurkan darah,

gadis itu menemui ajalnya secara mengenaskan.

Melihat korbannya sudah binasa, Suma Ing segera

membentak keras. “Hentikan siksaan bersihkan alat siksa”

Lima ekor anjing raksasa kembali muncul ditengah

gelang gang, binatang2 buas itu langsung menerjang keatas

mayat gadis itu dan “breet…breet…” dua buah bola daging

diatas dada gadis itu disambar lebih dahulu hingga robek

dan tertelan kedalam mulut anjing2 tersebut.

Dalam waktu singkat mayat itu sudah dikoyak dan

disayat oleh terkaman binatang hingga hancur berantakan

seperminum teh kemudian hancuran daging dan tulang

mayat tadi sudah disikat sampai ludas dan pria kekar itupun

membawa anjing2 tersebut berlalu dari situ.

Selesai melakukan perbuatan sadis yang sangat brutal

tadi dengan suara berat Suma Ing berkata:

“Janda kawin tujuh kali dengarkan perintah”

Janda kawin tujuh kali menghentikan goyang pinggulnya

dan berdiri dengan muka serius. Terdengar suma Ing

melanjutkan kembali kata2nya dengan serius:

“Engkau segera menuju istana Siau-yau kiong untuk

mandi dan ganti pakaian, selesai upacara pembukaan nanti

kaucu akan memberi kesenangan kepadamu”

Wajah Janda kawin tujuh kali berseri-seri ia memberi

hormat kepada sang ketua sambil melemparkan satu

Kerlingan maut kemudian putar badan dan menuju keistana

belakang. Sepeninggal perempuan janda itu dengan suara

keras Suma Ing berteriak:

“Upacara pembukaan dimulai, harap kaucu pasang hio

untuk bersembahyang tambur dibunyikan”

Bersamaan dengan diucapkannya kata2 itu suara tambur

dan gembrengan segera dibunyikan bertalu2. Kakek ombak

menggulung bangkit berdiri dan pasang hio sesudah

menancapkan hio ia tadi diatas hiolo ia berdiri kaku tanpa

berkutik.

Suma Ing berjalan menuruni mimbar kehormatan,

sesudah berdiri tegak didepan meja sembahyang ia segera

jatuhkan diri berlutut dan menjalankan penghormatan

besar.

Setelah itu diikuti para jago lainnya yang dipimpin

daging lima warna oei Hun melakukan penghormatan besar

pula dengan jatuhkan diri berlutut didepan mimbar.

Selesai para gembong ibkis itu menjalankan

penghormatan dengan suara lantang Suma Ing berseru^

“sekarang adalah tiba gilirannya bagi para tanu untuk

menyatakan sikap. bagi mereka yang bersedia tunduk dan

setia kepada perkumpulan kami. maka dipersilahkan maju

kedepan mimbar dan melakukan penghormatan, bagi

mereka yang tidak bersedia tunduk kepada kami,

perkumpulan kamipun tak memaksa”

Lam-kong Pak dengan sorot mata yang tajam mengawasi

sekejap sekeliling tempat itu, sewaktu dilihatnya tak

seorangpun diantara mereka bangkit berdiri. pemuda itu

segera tertawa dingin dan berkata:

“Apa gunanya berbuat demikian? lebih baik kita segera

langsungkan pertarungan untuk adu Kekuatan-…”

Belum habis ia berkata, mendadak tiga manusia baju

hitam berkerudung kain hitam yang duduk ditepi mimbar

bangkit berdiri, kemudian bersama2 maju kedepan

mimbar.Kawanan iblis dari perkumpulan ombak

menggulung yang menyaksikan kejadian itu segera bersorak

sorai tanda kegirangan, karena mereka mengira ketiga

orang itu adalah tiga orangg manusia tembaga, dengan

kedudukan dan ilmu silat yang mereka miliki jika sampai

tunduk kepada perkumpulan mereka itu berarti tindakan

tersebut akan mendatangkan pengaruh yang sangat besar

bagi para jago kalangan putih.

Sun Han Siang sekalian yang melihat hal itupun jadi

tertegun dan berdiri melongo.

Cu Hong Hong pertama2 yang berseru lebih dahulu:

“Eei… apa yang sebenarnya sudah terjadi?”

“Apakah ketiga orang itu bukan tiga orang manusia

tembaga?” sambung Sun Han Siang keheranan.

“Mungkin bukan” sahut Siang Hong Tie pula,

“seandainya mereka benar adalah tiga manusia tembaga

maka sudah pasti mereka punya permainan setan dibalik

perbuatannya itu, yang jelas ketiga orang itu tidak akan

menyerah dengan begitu saja”

Suara tambur dan gembrengan telah berhenti berlalu,

tiga orang manusia aneh baju hitam bersama2 Jatuhkan diri

keatas tanah dan menjalankan penghormatan besar.

Siapa tahupada saat tiga oraag manusia aneh itu

jatuhkan diri untuk memberi hormat itulah tiba2 mereka

ayunkan tangan kirinya secara bersama dalam anggukan

kepala dan goyangan pinggul dalam sekejap mata suara

desingan angin tajam men-deru2.

Beratus2 jenis senjata rahasia dari arah berbeda sama2

meluncur kearah mimbar kehormatan diantaranya terdiri

dari peluru cabang tiga, piau besi, panah tak berbulu, paku

pek kut-ting, jarum Hong-wi-ciam, mata uang che-liang-cu

dan Kim-che-kiau…

Sekarang para jago dari goloogan putih tahu bahwa tiga

orang manusia aneh itu bukan tiga orang manusia tembaga

seperti yang mereka duga, sebaliknya mereka para jago dari

keluarga Tong dipropinsi Sucuan diantara ketiga orang itu

pasti terdapat salju bulan keenam Tong Hui.

Kakek ombak menggulung dan ketua perkumpulan bulu

hijau bukanlah manusia sembarangan mereka segera

ayunkan bajunya secara berbareng, seluruh senjata rahasia

yang ditujukan kepada mereka sama2 terpukul rontok

keatas tanah.

Salah seorang diantara tiga manusia aneh itu mendadak

ayunkan sepasang telapaknya, dua bulatan hitam dengan

cepat meluncur ke muka.

“Blaamm…” dentuman dan ledakan dahsyat bergelegar

diudara, panggung kehormatan itu terhajar hancur sampai

berantakan dan asap hitam mengepul menutupi angkasa.

Para jago dari golongan putih segara bangkit berdiri dan

turun tangan, suara bentakan dan kilauan senjata

bercampur aduk membuat suasana jadi tegang dan ramai…

Ketika asap mulai menipis tampakiah kakek ombak

menggulung ketua perkumpulan bulu hijau dan Suma Ing

berdiri dalam keadaan segar bugar kurang lebih sepuluh

tombak dihadapan mereka, pada beberapa saat itu beberapa

orang tersebut sedang tertawa dingin tiada hentinya.

“Aduh celaka…” mendadak kakek ombak menggulung

berteriak keras dengan nada amat terperanjat.

Para jago segera berpaling dan menatap kearahnya

tampakiah payung sengkala yang emula berada dalam

pelukannya kini sudah lenyap tak berbekas…

= =0000000= =

SAKING terkejutnya kakek ombak menggulung sampai

berdiri tertegun, para jago lainnya yang sedang

melangsungkan pertarunganpun segera berhenti bertempur

dan saling berpandangan.

Siapakah yang memiliki kemampuan selihay itu?

siapakah yang mampu mencuri payung sengkala dari badan

kakek ombak menggulung dikala terjadi ledakan tersebut

tanpa dirasakan olehnya?

Jika kakek ombak menggulung benar2 kehilangan

payung sengkalanya, maka ia tidak berhak untuk merajai

kolong langit dan memimpin dunia persilatan lagi.

Ditengah keheningan yang mencekam seluruh jagad,

tiba2 terdengar suara bentakan bergema memecahkan

kesunyian, tiga orang manusia aneh itu melancarkan

tubrukan lebih dahulu.

Setelah benda mustika miliknya hilang kakek ombak

menggulung merasa amat gusar sekali, sekarang melihat

datangnya terjangan tersebut. dengan marah ia membentak

keras, sekuat tenaga telapaknya disapu kedepan

melancarkan satu pukulan dahsyat.

Tiga kali dengusan berat bergema diudara. tiga orang

manusia aneh yang melakukan tubrukan itu segera terpental

sejauh tiga tombak dari tempat semula dan masing2

muntahkan darah segar.

Lam-kong Pak membentak keras menubruk kedepan, Cu

Hong Hong menahan Suma ing, sedangkan Sun Han Siang

dan Siang Hong Tie sekalian para jago menghadapi sisa

jago lainnya dari perkumpulan ombak menggulung.

Loo Liang-jan sendiri langsung menghampiri ketua

perkumpulan bulu hijau, sambil membentak keras ia

lancarkan satu pukulan kedepan.

Ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin.

dengan meminjam kekuatan lawan ia kirim balik pukulan

tersebut kearah musuhnya. Loo Liang-jan segera terpental

sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan hampir

saja roboh terjengkang.

Loo Liang-jan tidak puas berdiam diri sampai disitu saja,

walaupun ia kena dipukul mundur tapi dengan nekad

tubuhnya menerjang lagi kedepan, dalam sekejap mata ia

melepaskan belasan jurus pukulan.

Dalam pada itu Lam-kong Pak sendiri dengan

menghimpun tenaga sebesar delapan melancurkan satu

pukulan dengan ilmu payung sengkala kearah Kakek

ombak menggulung.

“Bluumm.. ” dalam benturan yang melibatkan suara

ledakan dahsyat. kakek ombak menggulung terdorong

mundur setengah langkah kebelakang. kepercayaan pada

kemampuan sendiri timbul dalam benak Lam-kong Pak.

jurus2 serangan ampuh dilancarkan secara berantai. dalam

waktu singkat ia sudah melepaskan delapan buah pukulan

yang memaksa kakek ombak menggulung terdesak hebat

hingga mundur sejauh delapan langkah dari tempat semula.

Setelah benda mustikanya dirampas orang. pikiran dan

perasaan hati kakek ombak menggulung jadi tak tenang,

karena itu ia keteter hebat, tapi sekarang setelah dirinya

didesak habis-habisan oleh Lam-kong Pak. hawa gusarnya

kontan berkobar. Hawa kie-kangnya disalurkan keseluruh

tubuhnya membuat keadaan kakek ombak menggulung ini

nampak sangat mengerikan.

“Anak Pak, hati2 ” teriak Sun Han siang dengan suara

keras.

Lam-kong Pak sendiri secara diam2 mengerahkan pula

hawa murni bayi saktinya. sekilas cahaya putih meluncur

ketengah angkasa dan langsung menubruk kearah kakek

ombak menggulung.

Inilah hawa murni bayi saktinya yang munculkan diri,

ketika dua gumpal kekuatan saling bertemu satu sama

lainnya terjadilah suatu ledakan dahsyat yang

menggetarkan seluruh permukaan bumi, dalam bentrokan

itu masing2 pihak tergetar mundur sejauh lima langkah

kebelasang, siapapun tidak berhasil merebut kemenangan-

Lam-kong Pak sendiri diam2 merasakan hatinya

bergidik, ia segera tarik kembali bayi saktinya, sebab ia tahu

bahwa hawa murni bayi saktinya belum sempurna, jika

sampai tergetar buyar maka usahanya selama ini akan sia2

belaka.

Dipihak lain Kakek ombak menggulung sendiripun

merasa amat terperanjat, napsu membunuh seketika

menyelimuti seluruh benaknya, ia tahujika pemuda itu

dibiarkan lebih jauh maka beberapa waktu kemudian sudah

jelas ia tak akan mampu menandingi kelihayan sianak

muda itu.

Yang lebih aneh lagi setelah payung sengkala itu dicuri

orang ternyata sampai detik ini orang tersebut belum juga

munculkan diri.

Kakek ombak megggulung tertawa seram tiada hentinya,

sekali lagi ia menubruk kedepan dua orang itu segera

mengeluarkan segenap kepandaian ampuhnya Untuk

melangsUngkan pertarungan sengit, hawa pukulan

bergabung menciptakan angin puyuh, keadaan benar-benar

mengerikan sekali.

Dipihak lain cu Hong Hong yang menghapi Suma Ing

telah berhasil menduduki posisi diatas angin setelah tangan

bulunya dipatahkan oleh perempuan itu Suma Ing yang

menghadapi lawan dengan telapak tunggal benar2 dibikin

kewalahan.

“Serbu semuanya” mendadak kakek ombak menggulung

membentak keras.

Dalam waktu singkat ratusan orang pria berada

disekeliling tempat itu sama-sama tarik gendewa dan cabut

pedang, desiran benda tajam memenuhi angkasa dan

memekikan telinga.

Kawanan jago dari golongan putih sama2 putar senjata

dan ayun telapak tangan untuk memukul rontok anak

panah yang ditujukan kearahnya disamping itu merekapun

harus mendapat serangan2 para gembong iblis membuat

keadaan jadi sangat bahaya dan repot sekali.

Tiba2.. para pria kekar yang berada disekitar kalangan

jadi kacau balau tak karuan jeritan ngeri bergema susul

menyusul beberapa orang diantaranya roboh terjengkang

dalam keadaan terluka dan binasa.

Cahaya merah, yang berbentuk sebuah payung

mengembang diantara gerombolan manusia, tiada orang

yang mampu menentang kekuatan itu, siapa yang mendekat

segera tersapu rontok ketanah.

“Aduh mak… payung sengkala” tiba2 terdengar

seseorang berteriak keras.

KAWANAN iblis yang mendengar seruan itu buru2 lari

kesamping suasana jadi kacau dan tidak karuan-

“Blaaamm…” payung sengkala itu mengembang lebar

diikuti melayang keangkasa lagi beberapa puluh tombak

lalu melayang turun ditengah kalangan.

“Aaahh.. ” baik jago dari kalangan hitam maupun para

jago dari golongan putih sama2 memperdengarkan jeritan

kaget yang sangat, kiranya orang yang mencekal payung

sengkala tersebut bukan lain adalah pencuri sakti Pek-li

Gong.

Rupanya sejak permulaan tadi ia sudah mengetahui

kalau tiga orang manusia itu bukanlah tiga orang manusia

tembaga ia segera bertanya kepada mereka dan diketahuilah

bahwa ketiga orang itu bukan lain adalah salju bulan

keenam Tong Hui beserta kedua orang anak muridnya.

Maka secara diam2 pencuri itu segera merunding suatu

siasat dengan mereka bertiga mereka berjanji Setelah

melepaskan senjata rahasia nanti Tong Hui akan

melepaskan sebuah peluru Ngo-lui-hwee tan menanti asap

tebal menyelimuti seluruh kalangan menggunakan

kesempatan baik itulah Pencuri tua tersebut akan mencuri

payung sengkala tersebut.

salju bulan keenam Tong Hui pun memberitahukan

kepada pencuri tua ini kendati-pun peluru sakti itu memiliki

daya penghancur yang luar biasa asal menempel diatas

tanah maka ia akan terhindar dari mara bahaya.

Beginilah disaat ratusan jenis senjata rahasia

berterbangan diangkasa dan kakek ombak menggulung

sekalian dibikin kalang kabut tak karuan salju bulan keenam

Tong Hui melepaskan peluru Ngo-lui-hweetannya.

Kakek ombak menggulung bukan manusia bodoh ia

berpengalaman luas sekali maka sewaktu ledakan tadi

buru2 badannya menempel diatas tanah hingga lolos dari

bahaya.

Tapi karena tindakannya ini maka payung sengkala yang

berada dipunggungnya jadi terbuka tanpa lindungan,

menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah pencuri

sakti segera menyerobot senjata mustika kemudian

menyembunyikan diri dibawah panggung penghormatan

tanpa diketahui oleh siapa pun.

Sementara itu Pek li Gong sambil memegang payung

sengkala tersebut perlahan2. melayang turun keatas tanah

setelah berdiri berhadapan Kakek ombak menggulung

sambil tertawa haha-hihi ejeknya:

“Hey, mahluk tua kali ini akulah yang berhasil

mendapatkan payung mustika ini aku pun akan segera

mendirikan perkumpulan untuk merajai seluruh kolong

langit”

Sepasang mata Kakek ombak menggulung berubah jadi

merah darah dengan penuh kemarahan ia menubruk kearah

pencuri tua itu sambil melancarkan satu pukulan dahsyat.

Pek-li Gong pencuri tua itu sadar bahwa kepandaian

silatnya bukan tandingan lawan, dengan menggunakan

gerakan yang lincah dan manis ia menyingkir kesamping

dan sambut datangnya serangan tersebut dengan

menggunakan payung sengkalanya.

“Blaamm” dalam benturan keras yang kemudian terjadi

Kakek ombak menggulung kena didorong sampai mundur

tiga langlah kebelakang, sedangkan pencuri tua Pek li Gong

merasa telapaknya jadi panas dan sakit sekali, pikirnya

dalam hati:

“Sekalipun ia sudah memiliki payung sengkala yang

maha luar biasa itu seseorang masih membutuhkan ilmu

silat yang luar biasa pula, sebab kalau tidak maka akhirnya

toh ia harus mengorbankan diri karena mempunyai benda

mustika tersebut . . .bukan begitu saja, selembar jiwapun

akan ikut melayang – . . “

Sementara itu, kawanan iblis dari golongan hitam sudah

melakukan terjangan lagi kearah depan dibntu oleh

beberapa ratus orang pria kekar. serbuan itu benar2 luar

biasa sekali, pihak jago dari kalangan lurus terpaksa harus

menghadapi serbuan itu dengan mengerahkan segenap

kemampuan yang dimilikinya.

Dengan wajah menyeringai seram kakek ombak

menggulung mengincar terus pada payung sengkala dalam

genggaman pencuri tua. selangkah demi selangkah ia maju

kedepan, jago tua itu bersumpah dalam hatinya untuk

merampas kembali payung sengkala tersebut, sebab kalau

tidak maka dalam peresmian pembukaan perkumpulan

ombak menggulung ini ia bakal kehilangan muka.

Sekali lagi kakek ombak menggulung melancarkan

tubrukan kearah depan, ia menghimpun tenaga dalamnya

sebesar dua belas bagian, menyaksikan betapa dahsyatnya

serangan itu, pencuri tua Pek li Gong jadi sangat

terperanjat, meskipun sudah menghindar kesamping

namun tak urung badannya dibikin sempoyongan juga

oleh hembusan angin pukulan yang maha dahsyst itu.

“Blaamm..” sekali lagi pencuri tua Pek li Gong

menyambut datangnya serangan tersebut dengan payung

sengkalanya, ia merasakan telapak tangannya jadi pecah

dan sakit sekali begitu sakitnya sampai mata jadi melotot

besar.

Lam-kong Pak yang sedang bertempur sengit melawan

ketua perkumpulan bulu hijau dipihak lain sangat

memperhatikan keadaan Pek-li Gong yang sedang

bertempur melawan kakek ombak menggulung, ia kuatir

pencuri tua itu terluka ditangan lawan-

Sun Han Siang sekalian jago2 kalangan lurus yang harus

bertempur melawan ratusan orang jago musuh kelihatan

mulai keteter dan terdesak hebat. namun para pria kekar

dari perkumpulan ombak menggulung banyak sudah yang

jatuh korban, mayat mereka bergelimpangan diatas tanah

dalam keadaan yang sangat mengerikan.

Diam2 Lam-kong pak merasa keheranan tak mungkin

tiga orang manusia tembaga itu tidak tahu kalau pada hari

ini perkumpulan ombak menggulung akan didirikan secara

resmi kalau mereka sudah tahu mengapa hingga sekarang

belum juga munculkan diri??

Karena pikiran bercabang ia segera kena didesak oleh

ketua perkumpulan bulu hijau sehingga mundur tiga

langkah kebelakang.

Dalam pada itu Pek-li Gong yang bersenjatakan payung

sengkala harus mengandalkan gerakan2kan yang lincah dan

gesit untuk menghindar dan berkelit dari serangan2 lawan

sekali pun Kakek ombak menggulung sendiri tidak dapat

menghadapi serangannya dengan berhadapan muka namun

pencuri tua itu sendiripun tidak berhaisil mendapatkan

keuntungan apa2 keadaan untuk sementara waktu tetap

berjalan keadaan seimbang.

Tiba2 terdengar Cu Li Yap menjerit keras hampir saja

bahunya dicengkeram oleh daging lima warna oei Hun,

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat dan cepat2 ia

berpaling.

Melihat kesempatan yang sangat baik ini ketua

perkumpulan bulu hijau tak mau sia2kan- jurus2 serangan

aneh dilancarkan dan seketika itu juga Lam-kong Pak dan

Loo Liang-jan kena didesak sehingga harus mundur tujuh

delapan langKah dari tempat semua gerakan tubuhnya yang

cepat segera meluncur kedepan, sebelum tiba pada sasaran

jari tangannya langsung meluncur mengirim sebuah totokan

keatas sikut pencuri tua itu.

Pek-li Gong merasakan lengan kanannya jadi lemas dan

kehilangan seluruh tenaganya, sementara ia maSih tertegun

ketua perkumpulan bulu hijau sudah tiba dihadapannya dan

merampas payung sengkala dari genggamannya .. Kakek

ombak menggulung jadi sangat girang, serunya:

“Hu kaucu pahalamu sangat besar sekali, aku akan

segera mengumumkan kepada seluruh anggota

perkumpulan agar mentaati semua perintah dari Hu-pangcu

tanpa melalui persetujuan diriku lagi”

Ketua perkumpulan bulu hijau tertawa dingin tiada

hentinya. gelak tertawa itu se-akan2 sedang menyindir

ucapan dari Kakek ombak menggulung, tapi menyerupai

pula sedang tertawa gembira karena berhasil mendapatkan

benda mustika tersebut.

Tercekatlah hati para jago dari kalangan lurus

menyaksikan peristiwa itu, mereka tahu seandainya payung

sengkala tersebut sampai terjatuh ketangan ketua

perkumpulan bulu hijau maka untuk merampas kembali

akan mengalami kesulitan besar.

“IHu kaucu” seru kakek ombak menggulung dengan

cepat, “bawa kemari payung sengkala tersebut malam ini

aku akan melaksanakan janjiku untuk membasmi mereka

semua dan menguburnya didalam liang selaksa orang”

ketua perkumpulan bulu hijau sangsi sebentar, tiba2 ia

menuding kearah ujung lapangan sambil berseru:

“Barusan disitu ada tiga sosok bayangan manusia sedang

berkelebat lewat rupanya mareka adalah tiga orang manusia

tembaga biar kuperiksa dulu kesana…”

Bukannya serahkan payung sengkala itu kepada kakek

ombak menggulung dia malahan lari menuju kesudut

lapangan-

Padahal pada saat itu baik para jago dari golongan putih

ataupun para iblis dari golongan hitam sama sekali tidak

lihat sesosok bayangan manusiapun, tapi mereka

mempercayai perkataan dari ketua perkumpulan bulu hijau

sebab bagaimanapun juga tiga orang manusia tembaga itu

pasti akan berkunjung kesana.

Sepeninggalnya ketua perkumpulan bulu hijau Lam-kong

Pak segera berkata kepada kakek ombak menggulung

dengan suara keras:

“iblis tua beranikah engkau berduel satu lawan satu

dengan aku?”

“Huuh. . .. engkau anggap aku bisa jeri terhadap seorang

bocah cecunguk yang usianya bau ingusan??”

“Bagaimana kalau pertarungan ini kita sertakan juga

sedikit barang taruhan?”

“Bagus sekali jika aku sampai menderita kalah

ditanganmu maka mulai detik ini juga perkumpulan ombak

menggulung akan kububarkan, bagaimana kalau engkau

yang kalah?”

“Kalau aku yang kalah maka batok kepadaku ini boleh

kau petik sekehendak hatimu,” teriak Lam-kong Pak dengan

suara keras.

“Anak Pak, kau…. ” teriak Sun Han Siang dengan suara

keras.

“Aku rasa pertarungan ini cukup adil.” kata Lam-kong

Pak dengan wajah serius, “dengan begitu kitapun tidak usah

selalu bertempur terus tiada habisnya, ibu legakan hatimu.”

“Heeeh…heeehh…heeahh… bocah kamu sudah edan??”

bentak Cu Hong Hong pula sambil tertawa dingin, “ayoh

cepat mengundurkan diri kebelakang. .”

“ibu mertua, legakan hatimu aku memiliki…”

“Bocah keparat engkau berani membangkang

perkataanku??” kembali Cu Hong Hong membentak.

“ibu mertua, keputusan yang menantu ambil sudah bulat,

maafkanlah mantumu jika tidak dapat menuruti nasehatmu

lagi ” seru Lam-kong Pak tegas dangagah.

“Engkoh Pak” kata Cu Li Yap berusaha menasehati pula

sianak muda itu, “ibu bermaksud baik kepadamu ayoh cepat

mundur kebelakang”

“Keputusanku sudah tetap. silahkan kalian semua

mundur sejauh satu tombak kebelakang.”

Cu Hong Hong gusar sekali tanpa mengeluarkan suara

barang sedikitpun juga ia menerjang kemuka sambil

melepaskan satu cengkeraman maut kearah sianak muda

itu, katanya

“Keparat cilik, kalau engkau ingin mampus maka hal itu

merupakan urusan pribadimu, tapi bagaimana dengan

putriku?? bagaimanakah pertanggungan jawabmu atas

dirinya??”

Lam-kong Pak berkelit kesamping. kemudian serunya:

“ibu mertua. jika engkau tak mau hentikan seranganmu

lagi, jingan salahkan kalau aku akan bertindak kasar”

“Kurang ajar, engkau hendak memberontak?” jerit Cu

Hong Hong semakin gusar, “bagus sekali kali ini harus

baik2 menghajar dirimu hingga tahu rasa”

Dalam pada itu para jago baik dari golongan putih

maupun anak buah dari perkumpulan ombak menggulung

sama2 telah menghentikan pertarungan- mereka semua slap

menonton jalannya pertarungan seru antara Lam-kong Pak

melawan kakek ombak menggulung. Kakek ombak

menggulung tertawa seram,

“Heehh…heehh,.heehh.. .keparat cilik, masih bisa

dihitung tidak perkataanmu tadi? ” ejeknya.

“Setiap patah kata yang telah kuucapkan tak akan

kuingkari kembali. tentu saja perkataanku itu masih

berlaku….”

Dalampada itu Cu Hong Hong telah menubruk kembali

kedepan- hal ini membuat Lam-kong Pak naik darah,

dengan menghimpun tenaga dalamnya sebesar enam bagian

ia lepaskan satu sapuan tajam kedepan-

“Blamm ….” dalam benturan keras yang kemudian

terjadi. Cu Hong Hong tergetar mundur sejauh tiga langkah

kebelakang sementara ia hendak melakukan tubrukan lagi,

pencuri tua Pek li Gong telah keburu membentak Keras:

“Cu Hong Hong engkau sudah edan?”

“Engkau sendiri yang sudah edan “

Pencuri tua Pek-li Gong tertawa dingin- “Heehh. . .heehh

. . heehh . . aku ingin bertanya kepadamu, engkau

menginginkan menantumu adalah seorang pria sejati

seorang lelaki yang gagah perkasa ataukah seorang manusia

rendah yang tak dapat dipercaya perkataannya ?”

Cu Hong Hong balas tertawa dingin.

“Heh..heh..heh, berhubungan dengan gembong iblis

semacam itu, tak perlu kita menuruti peraturan atau

percaya tidaknya perkataan. pencuri tua engkau tak usah

turut campur “

“ibu mertua, saat ini adalah saat yang bagaimana,

keadaan pada saat ini adalah keadaan yang bagaimana ?

masa engkau masih akan melanjutkan percekcokan yang

sama sekali tak ada gunanya ini?”

Mendengar perkataan itu diucapkan dengan kata2 yang

tegas dan serius, Cu Hong IHoog tidak berani melakukan

tubrukan lagi, ia segera menghentikan gerakan tubuhnya

dan berdiri membungkam.

setelah suasana reda, Sun Han siang pun berkata.

“Pak-ji. apakab engkau merasa punya keyakinan untuk

menangkan pertarungan ini?”

“Bagi diriku hanya tahu kaUm lurus tak bisa hidup

berdampingan dengan kaUm sesat, siapa menang siapa

kalah hanya bisa ditentukan dalam suatu pertarungan, aku

tak berani mengatakan yakin atau tidak”

Malaikat raksasa Loo-liang-jen selamanya makin kagum

dan tunduk kepada Lam-kong Pak, pada waktu itu dia

segera berpikir dalam hatinya:

“Perduli apakah sau-ya dapat menangkan pertarungan ini

atau tidak. yang jelas gembong iblis tua bangka ini bukanlah

manusia sembarangan, apa salahnya kalau aku peras dulu

tenaganya sehingga kemampuannya dalam pertempuran

nanti jauh berkurang?”

Apa yang dipikirkan segera dilakukan, habis berpikir

sampai disitu oraog she Loo ini segera membentak keras.

“Hey iblis tua sambutlah dahulu seratus buah pukulan

dahsyat dari aku Loo-tua”

Belum habis dia berkata dengan menghimpun segenap

kekuatan tubuh yang dimilikinya ia lancarkan satu pukulan

dahsyat kearah depan-Kakek ombak menggulung tertawa

dingin, ejeknya:

“IHeeeh… heehh.. heeehh kendatipun kalian hendak

melakukan sistim roda berputar untuk menghadapi kami,

aku tak akan ambil perduli. .. Hmm akan kulihat sampai

dimanakah kemampuan yang kau miliki”

“Blaamm. .” benturan keras terjadi diangkasa, tubuh Loo

Liang-jan yang tinggi besar terdorong mundur sejauh lima

langkah lebar kebelakang, sebaliknya kakeK ombak

menggulung sendiri terdorong mundur sejauh satu langkah.

“Loo-tua cepat mundur kebelakang” bentak Lam-kong

Pak dengan nada keras.

Loo Liang-jan tidak mau mendengarkan seruan itu,

sekali lagi badan-nya menerjang maju kedepan-..

“Bluum bluum, bluum” secara beruntun ia lancarkan tiga

pukulan berantai, debu dan pasir beterbangan bumi

bergoyang keras, badannya terdorong mundur sejauh enam

langkah sebelakang dengan sempoyongan.

Loo Liang-jan sudah tersohor memiliki watak seperti

kerbau sebelum mampus ia tak tahu apa artinya jera, sekali

lagi tubuhnya menerjang kedepan dan secara beruntun

melepaskan pukulan berantai.

Kakek ombak menggulung yang menghadapi keadaan

tersebut lama kelamaan jadi naik pitam juga dia himpun

tenaga dalamnya hingga mencapai sepuluh bagian,

kemudian sambil membentak keras telapaknya didorang

kemuka melepaskan satu pukulan yang dahsyat.

“Blaaamm…. Duuk” ditengah benturan keras yang

menggelegar diangkasa tubuh Loo Ling-jan terpental sejauh

satu tombak lebih dari tempat semula dan hampir saja

roboh terjungkal keatas tanah.

Dari kesempurnaan dan keampuhan tenaga dalam yang

diperlihatkan pihak lawan itu dengan cepat semua jago dari

kalangan putih telah menyadari bahwa selain Lam-kong

Pak seorang Siapapun yang ada dalam gelanggang pada

saat ini tidak akan mampu menghadapi Kakek ombak

menggulung.

Dengan satu lompatan lebar Lam-kong Pak meluncur

kedepan dan berdiri tegak tepat dihadapan Kakek ombak

menggulung, serunya:

“Hey iblis tua, kalau engkau menganggap kemunculanku

pada saat ini akan merugikan dirimu. maka aku akan

memberi kesempatan bagimu untuk beristirahat serta

memulihkan dahulu tenaga dalammu. aku tak sudi mencari

keuntungan dengan cara semacam ini”

Ucapan tersebut betul2 sangat tajam dan lihay, harus

diketahui bahwa belakangan ini Lam-kong Pak sudah

banyak belajar menggunakan akal untuk mengibuli

lawannya, pemuda sadar selama Seseorang masih

melakukan perjalanan dalam dunia persilatan- maka sering

kali disamping menggunakan tenaga, otakpun harus

digunakan pula, sebab seringkali hanya mengadalkan ilmu

silat belaka hanya akan merugikan diri sendiri, apa lagi

menghadapi manusia sebangsa sampah masyarakat yang

tidak mau tahu akan peraturan, sama halnya dengan

memetik khiem dihadapan kerbau dungu.

Kakek ombak menggulung sendiri. kendatipun ia tahu

bahwa posisi lawan jauh lebih menguntungkan daripada

keadaannya, namun bagaimana pun juga dia harus berlagak

jadi seorang pria sejati, mendengar perkataan itu sambil

tertawa dingin segera ujarnya:

“Heeeh… heeeh… heeehh… sekalipun posisimu jauh

lebih menguntungkan daripada diriku, akupun masih

mampu untuk menjagal dirimu,.. Hem. kalau tidak percaya

silahkan saja untuk mencoba”

“Kalau memang begitu andaikata engkau sudah

menderita kekalahan nanti janganlah mengatakan kalau

kemenangan yang kuperoleh tidak adil ” ejek Lam-kong Pak

sambil tertawa dingin-

Kakek ombak Menggulung teramat gusar. dengan

menghimpun segenap tenaga dalam yang dimilikinya dia

lepaskan satu babatan dahsyat kearah depan, angin pukulan

bagaikan ombak dahsyat yang menggulung setinggi bukit

menggulung kedepan dan menekan batok kepala sianak

muda itu.

Lam-kong Pak sama sekali tidak berani bertindak ayal

menghadapi serangan pihak lawan yang begitu dahsyat,

dengan cepat ia menggerakkan hawa murni bayi saktinya

keseluruh badan tanpa menyemburkan bayi saktinya keluar

dari ubun2nya ia balas menyerang dengan sebuah jurus

serangan dari ilmu Payung sengkala.

Dalam melepaskan pukulan yang maha dahsyat kali ini

tenaga dalam yang dipergunakan sama sekalijauh berbeda

dengan keadaan pada umumnya begitu hebat dan

mengerikan pukulan itu ibaratnya terjadi gempa bumi yang

amat dahsyat diatas permukaan tanah.

“Duuk… Blaammmmm…” benturan yang

mengakibatkan suara menggelegar kembali menggema

diangkasa kedua belah pihak sama-sama terdorong mundur

beberapa langkah kebelakang atau dengan perkataan lain

kekuatan mereka adalah seimbang.

Menyaksikan jalannya pertarungan yang sedang

berlangsung ditengah gelanggang para jago dari golongan

putih sama2 merasakan jantungnya berdebar keras sebab

mereka sangat memahami tabiat dari Lam-kong Pak,

andaikata dalam pertarungan itu ia benar2 menderita

kekalahan maka apa yang telah dijanjikan olehnya pasti

akan dilaksanakan.

oleh sebab itulah dalam pertarungan yang sedang

berlangsung pada saat ini dia hanya boleh menang dan tak

boleh kalah.

Dua orang gadis itu lebih-lebih gelisah daripada yang

lain, keringat dingin mengucur keluar membasahi seluruh

tubuh mereka, sepasang tangan dikepalkan kencang

sehingga kesepuluh jarinya menghujam telapak sendiri

dalam2, tapi mereka sama sekali tidak merasakannya .

Ratusan jurus sudah lewat tanpa terasa, namun kedua

belah pihak masih tetap bertempur dalam keadaan

seimbang, bahkan makin bertempur makin seru dan ramai.

ditengah hembusan angin puyuh hancuran kain

beterbangan memenuhi angkasa. rupanya pakaian luar yang

dikenakan kedua orang itu sudah tercabik dan terbang

mengikuti hembusan angin puyuh….

Setelah dua ratus jurus lewat, pakaian bagian atas yang

dikenakan kedua orang itu sudah hancur berantakan dan

sama sekali terlepas, sedang baju bagian bawah yang

dikenakanpun tinggal pakaian dalam belaka^

Pertarungan yang sedang berlangsung pada saat ini

benar2 merupakan suatu pertarungan sengit yang belum

pernah ditemui sepanjang masa, saking teganya kesepUluh

buah buku pada jari tangannya telah mulukai telapak dua

orang gadis itu hingga darah mengalir keluar dengan

derasnya. tapi mereka sama sekali tidak merasakannya.

Andaikata pertarungan itu tidak disertai dengan taruhan,

mungkin kedua orang gadis itu sudah tertawa geli

menyaksikan jalannya pertarungan yang dilangsungkan

dalam keadaan setengah telanjang itu, tapi sekarang.

mereka sama sekali tak mampu untuk tertawa.

Diam2 Pek-li Goog melirik sekejap kearah Sun Han

Siang, ia temukan sekujur badan perempuan itu gemetar

keras hal ini membuat hatinya sangat gelisah, tapi pencuri

sakti inipun mengerti bukan watak dari Lam-kong Pak, ia

sadar pemuda itu telah memberikan janjinya maka tak

mungkin ia bersedia mengingkarinya ditengah jalan-

Dengan suara lantang ia segera berteriak keras:

“Tua bangka yang tak tahu malu, mata keranjang kalau

sekarang juga kau sudahi pertarungan ini, mungkin

selembar jiwamu masih bisa diselamatkan, lebih baik

cepat2lah pulang kerumah sebab mumpung masih

bernyawa engkau bisa pulang membopong cucu””

Kakek ombak menggulung bukan seorang manusia yang

bodoh, dia tahu bahwa tujuan si pencuri tua itu ber-teriak2

sambil mengejek bukan lain adalah untuk mengacaukan

perhatian serta pikirannya, ia sama sekali tak ambil perduli

bahkan pura2 berlagak pilon. Melihat teriakannya tidak

manjur sekali lagi Pek-li Gong berteriak keras:

“Tua bangka yang tak tahu malu, janda kawin tujuh kali

sedang menantikan dirimu sekarang tentunya engkau sudah

tahu bukan bagaimana nikmatnya mengawini perempuan

jalang itu??”

Kakek ombak menggulung berpengalaman sangat luas ia

tak sudi mendengarkan ejekan yang sedang ditujukan

kepadanya itu sambil memusatkan perhatiannya menjadi

satu dia malah semakin mempergencar seranganserangannya.

Melihat ejekannya tetap tidak mendatangkan hasil

pencuri tua itu jadi gelisah sekali sehingga ia garuk2

kepalanya yang tidak gatal, walaupun di-hari2 biasa dia

punya banyak akal tapi sekarang dia benar2 kewalahan dan

kehabisan akaL. Akhirnya setelah ter-mangu2 beberapa

waktu lamanya ia berteriak kembali:

“Tua bangka mata keranjang Bukankah engkau paling

suka bermain cinta dengan sebangsa nenek2 tua? beberapa

hari lagi aku pasti akan mengirimkan beberapa orang nenek

tua yang sudah keriputan, berbadan bongkok dan berjalan

tertitah2 untuk suguhanmu, bagaimana setuju? setuju

bukan??….”

Kakek ombak menggulung tetap berlagak tidak

mendengar, sementara itu serangan2 yang dilancarkan

olehnya kian lama makin bertambah gencar, suatu ketika

bahkan ia berhasil mendesak Lam-kong Pak sehingga

mundur satu langkah kebelakang,

Sianak muda itu dengan cepat berusaha untuk

melancarkan dua pukulan dahsyat guna mengembalikan

posisinya itu. tapi ia gagal untuk mencapai maksudnya itu,

“Blaaamm.. blaaamm..” kecuali benturan2 dahsyat yang

menggelegar diangkasa, tidak terdengar suara pembicaraan

lagi. semua oraog berdiri dengan perasaan tegang, sebab

kian lama pertempuran berjalan makin seru,

Tiba2… Ketua perkumpulan Bulu hijau yang telah pergi

tadi kini muncul kembali membawa senjata payung

sengkala, begitu tiba ditengah gelanggang dia segera

berseru^ “Kaucu harap mundur dari sini biarlah aku yang

akan meringkus bocah muda itu.”

Bersamaan dengan meluncurnya kata2 itu senjata

payung sengkalanya dengan menggunakan satu jurus yang

aneh tiba2 meluncur kedepan dan-….

“Blaamm” pukulan yang maha dahsyat itu dengan telak

bersarang diatas bahu Kakek ombak menggulung.

Peristiwa ini benar2 ada diluar dugaan orang, suasana

jadi amat gempar dan para jago dari kalangan lurus

maupun sesat sama2 berdiri terbelalak dengan perasaan tak

habis mengerti.

Tubuh Kakek ombak menggulung yang kena dihantam

segera mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat

semula hampir saja ia jatuh tersungkur keatas tanah, darah

segar segera memancar keluar dari mulutnya. . . .

Dalam pada itu kawanan jago lihay dari kalangan hitam

maupun putih telah berdiri menjublak dengan wajah

tegang, pengkianatan memang bukan Suatu peristiwa yang

mengherankan tapi yang membuat mereka kaget dan

tercengang adalah kedua orang itu mempunyai hubungan

sebagai guru dan murid.

Sejak dahulu kala, yang muda berani melawan yang tua

merupakan perbuatan yang terkutuk. apalagi pengkhianatan

terhadap guru, perbuatan itu sama dosanya dengan anak

yang mendurhakai orang tuanya.

Kendatipun begitu. bagi Lam-kong Pak, Cu Hong Hong

sekalipun peristiwa ini bukanlah satu kejadian yang sama

sekali ada diluar dugaan, sebab mereka telah mengetahui

bahwa hubungan antara ketua perkumpulan bulu hijau

dengan kakek ombak menggulung, meskipun diluar baik

dalam kenyataan mereka tidak memiliki kesan yang baik

dalam hati masing2.

Dengan perasaan terperanjat kakek ombak menggulung

membelalakan matanya lebar2. dengan suara dalam ia

berseru^ “Kau… kau berani mengkhianati gurumu sendiri?”

Dengan suara dingin dan ketus ketua perkumm pulan

bulu hijau menjawab:

“Aku memerintahkan kepadamu untuk segera enyah dari

sini kalau tidak maka untuk selamanya engkau akan

kehilangan kesempatan untuk membalas dendam.

Heehh…heehh.,. heehh.., dengan andalkan kedudukanmu

sebagai seorang sampah masyarakat berani benar mengaku

sebagai guruku. Hmm sayang sekali engkau belum berhak

sebagai suhuku mengerti ?”

Saking gusar dan mendongkolnya paras muka Kakek

ombak menggulung berubah jadi merah membara, matanya

melotot besar bagaikanjengkol dengan suara berat

bentaknya.

“Baik, kukagumi akan kelihayanmu tunggu saja sampai

kemunculanku kembali untuk membalas dendam sakit hati

yang kuterima pada saat ini, aku bersumpah akan

mencingcang tubuhmu jadi ber-keping2″

Kepada kawanan jago lihay dari golongan sesat kembali

ia berteriak lantang: “Siapakah diantara kalian yang

bersedia mengikuti diriku untuk mundur dari sini?”

Para jago diri golongan sesat saling berpandangan tanpa

seorangpun yang buka suara, untuk beberapa saat suasana

jadi hening dan sepi, ternyata tak seorangpun yang

mengajukan diri untuk ikut Kakek ombak menggulung

mengundurkan diri dari situ.

“Haahhh…haaahhh…haahhh…” ketua perkumpulan bulu

hijau tertawa ter-bahak2,

“iblis tua, dari kejadian ini sudah cukup membuktikan

bahwa Caramu hidup sebagai manusia masih terlalu Cetek

karena keCabulanmu yang berlebih2an, tindakanmU yang

kelewat kejam dan Cara hidupmu yang kurang benar

engkau telah kehilangan simpatik dari seluruh anak buahmu

dengan keadaan SemaCam ini mana mungkin engkau bisa

memimpin orang lain-…”

Belum habis perkataan itu diselesaikan tiba2 Suma ing

tampil kedepan dan mendekati kakek ombak menggulung

dengan langkah lebar serunya dengan keras:

“Suhu, engkau tak usah putus asa, teCu bersedia

mengikuti dirimu untuk selamanya, aku tetap berpihak

kepada engkau orang tua…..”

“Baik… baik….” seru Kakek ombak menggulung dengan

suara amat terharu. “bagaimanapun juga aku memang tak

salah menyayangi dirimu, anak ing pergilah mencari Janda

kawin tujuh kali Pui Kun dan mari kita perg bersama dari

sini”

“Suhu, Pui Kun adalah sebangsa manusia yang tidak

mempunyai perasaan-..” ujar Suma Ing, “dia adalah

manusia sebangsa bunglon yang pandai memutar kemudi

menurut hembusan angin, buat apa kita menggubris

manusia semaCam itu??”

“orang itu masih berguna bagi kita, engkau harus

mendengarkan perkataanku. anak Carilah dia dan kita

harus berlalu dari sini”

Baru saja Kakek ombak menggulung menyelesaikan

kata2nya mendadak terdengarlah Janda kawin tujuh kali

Pui Kun tertawa jalang dari satu tempat kurang lebih

belasan tombak dihadapannya.

Sambil tertawa terkekeh dengan nyaring perempuan itu

mengejek dengan nada sinis.

“Hiiihh..hiihhh…hiiihh.. tua bangka bermuka tebal,

kenapa engkau tidak kencing dulu disini kemudian

memakai air kencing mu itu untuk bercermin? sekalipun

semua pria yang ada dikolong langit sudah pada mampus

tidak nanti aku bisa tertarik dan jatuh hati kepadamu,

haahh.. haaah..haaah, apa lagi kamu sudah tua dan loyo

itupun paling sudah keriputan.. Huuh tidak bisa tahan

lama….”

Paras muka Kakek ombak menggulung berubah merah

padam bagaikan kepiting rebus, untuk beberapa saat

lamanya ia berdiri menjublak dan tak tahu apa yang musti

dikatakan.

Ditengah gelak tertawa yang riuh rendah dari semua jago

yang hadir ditempat itu, Pek-li Gong berteriak pula dengan

suara tinggi melengking .

“Tua bangka yang tak laku perempuan- keadaanmu pada

saat ini ibaratnya raja babi? Ti Pat Kay sedang bercermin…

orang luar orang dalam semuanya memusuhi dirimu…

Hmm mimpipun engkau tak akan pernah menyangka

bukan?”

Lam-kong Pak gelengkan kepalanja berulang kali,

terlepas dari keadaan kekek ombak menggulong yang

mendapat hinaan dan cemoohan dihadapan umum

memang sudah pantas diterima sesuai dengan dosa dan

kcsalahan yang pernah dilakukan olehnya, tapi

bagaimanapun juga Janda kawin tujuh kali benar2

merupakan seorang perempuan yang tak tahu malu.

Barusan saja ia masih berlutut sambil minta ampun

bahkan menggunakan semua keahliannya yang jalang

untuk memikat hati orang. tapi hanya beberapa saat

kemudian ia sudah berubah pikiran. bukan begitu saja

bahkan bisa2nya mengejek orang yang pernah menolong

jiwanya belum lama berselang. manusia semacam itu

memang tidak sepantasnya dibiarkan hidup dikolong langit,

sebab akhirnya toh hanya akan mendatangkan bencana

belaka bagi umat manusia.

Sementara itu janda kawin tujuh kali sambil tertawa

dingin telah mengejek kembali:

“Hey ikan kakap tua tak enak dimakan kenapa engkau

belum juga enyah dari sini? Apakah hendak menunggu

sampai pangcu yang mengusir dirimu dari tempat ini???”

Dengan penasaran dan hati mendongkol Kakek ombak

menggulung menengadah keatas lalu tertawa seram

teriaknya.

“Didalam tiga bulan mendatang aku akan suruh kalian

semua merasakan kelihayanku”

Sehabis berseru bersama Suma Ing dia segera berlalu dari

sana.

Kawanan iblis dari golongan sesat yang hadir dalam

kalangan tak seorangpun yang menghalangi jalan perginya

mereka hanya mengiringi perginya itu sambil tertawa

mencemooh.

Sepeninggalnya kakek ombak menggulung serta Suma

Ing tiba2 terdengar ketua perkumpulan bulu hijau

membentak keras: “Bekuk perempuan cabul Pui Kun”

Rupanya Janda kawin tujuh kali sudah menduga sampai

kesitu dengan cepat ia menerobos masuk diantara

kerumunan orang banyak membuat suasana jadi amat

gaduh.

Perempuan binal ini merupakan incaran dari setiap

orang, para gemboag iblis yang ada disitu sebagian besar

sudah lama mengincar perempuan tersebut. dengan

keadaan seperti itu setiap orang berusaha mendekati

perempuan itu bukan dengan maksud untuk

menangkapnya. melainkan berusaha untuk meraba dan

menggerayangi tubuhnya.

Janda kawin tujuh kali sama sekali tidak ambil perduli

akan perbuatan jahil orang banyak. justru menggunakan

kerakusan dan kelemahan tersebut ia menyusup ketengah

kerumunan orang banyak dan kabur keluar dari

perkumpulan bulu hijau.

Setelah suasana jadi reda kembali dan bayangan tubuh

janda kawin tujuh kali telah lenyap dari pandangan, ketua

perkumpulan bulu hijau alihkan sorot matanya kearah

kawanan para jago dari golongan putih, tegurnya dengan

suara keras: “Kenapa kalian masih belum juga

mengundurkan diri dari tempat ini…?”

Cu Hong Hong tertawa dingin,

“Heehh..heehh,.heehh.. dan engkau. mengapa kau belum

juga memperlihatkan paras aslimu?”

Ketua perkumpulan bulu hijau mengejek sinis.

“Huuh.. kalau kalian belum juga pergi dari sini, aku akan

segera turun perintah untuk membekuk kalian semua”

“Saudara, sebenarnya engkau ada kesulitan apa?” seru

Lam-kong Pak dengan suara lantang, “kenapa eagkau

menyaru jadi macam begitu? bukankah diantara kita tak

pernah terikat berselisihan atau dendam sakit hati, kenapa

engkau….”

Ketua perkumpulan bulu hijau menengadah keatas dan

tertawa seram, tukasnya sambil menggigit bibir.

“Dendam sakit hati diantara kita dalamnya melebihi

samudra, penghinaan dan rasa malu yang kualami selama

ini tak akan terlupakan walau sudah menurun lima

generasipun”

Setelah berhenti sebentar, bentaknya keras2. “Saudara2

sekalian, ayoh maju dan bekuk mereka”

Dalam waktu singkat be-ratus2 orang jago lihay dari

golongan sesat bersama2 menerjang maju kedepan, mereka

menyebarkan diri dan mengepung para jago kalangan lurus

dengan rapat.

Sementara itu ketua perkumpulan bulu hijau telah

mengundurkan diri kesamping. cu Hong Hong sambil

menggertuk gigi bentaknya:

“Perempuan binal, kukirim dahulu dirimu untuk pulang

keakhirat”.

Dengan suatu jurus serangan yang sangat aneh dia

lepaskan satu pukulan dahsyst kedepan-

“Duukk” pukulan tersebut dengan telak bersarang didada

perempuan itu, cu Hong Hong menjerit kesakitan tubuhnya

mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan

jatuh tersungkur diatas tanah.

Cu Li Yap yang melihat ibunya dilukai musuh jadi amat

gusar, tanpa memperdulikan keselamatan jiwa sendiri ia

menerjang maju kedepan, jeritnya: “iblis tua, aku akan

beradu jiwa dengan dirimu”

Ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak

melayani datangnya serangan tersebut, dia mengebaskan

ujung bajunya kedepan membuat tubuh cu Li Yap terpental

sejauh lima enam langkah kebelakang, jelas ia sudah

mengampuni jiwa gadis itu.

Lam-kong Pak yang Kebetulan berada didekatnya segera

berkelebat maju kedepan dengan sepenuh tenaga dia lepas

Kan satu pukulan dahsyat kearah tubuh lawan-

Menyaksikan datangnya ancaman tersebut ketua

perkumpulan bulu hijau segera berkata,

“Memandang diatas wajah Sun Han Siang aku telah

berulang kali mengampuni jiwamu, ini hari jangan salahkan

kalau aku akan membuka pantangan membunuh”

“Blaammm” benturan nyaring terjadi diangkasa, tubuh

Lam-kong Pak terdorong mundur sejauh tiga langkah lebar

kebelakang sedangkan ketua perkumpulan bulu hijau sama

sekali tidak mempergunakan payung sengkalanya.

Sun Han Siang sangat menguatirkan keselamatan

putranya, dia meloncat maju kedepan dan berseru: “Engkau

adalah…”

= =000000000= =

” CEPAT pergi diri sini” bentak ketua perkumpulan bulu

hijau, “kalau sampai menunggu aku berubah pikiran, Hmm

jangan harap kalian bisa lolos dari sini barang seorangpun”

Mendadak dari tempat kejauhan berkumandang suara

gemerincingan yang amat nyaring dan tahu2 dihadapan

ketua perkumpulan bulu hijau telah muncul seorang

manusia berbaju tembaga, kepada ketua itu ujarnya:

“Jika engkau menyetujuinya aku bersedia untuk

menemani engkau dalam bertemu dengan semua orang

dalam paras muka yang asli”

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar semua orang

segera sorot matanya kearah ketua perkumpulan bulu hijau,

haruslah diketahui bahwa asal-usul dari manusia tembaga

ini pun merupakan teka-teki, jika mereka bersama dia

menjumpai orang dengan paras muka aslinya maka

kejadian itu dengan tepat akan memenuhi harapan dari Sun

Han Siang serta Lam-kong Pak.

Terdengar ketua perkumpulan bulu hijau tertawa dingin

lalu berkata:

“Ehmm… pandai benar engkau bertindak sebagai

perantara. asal engkau bersedia menyerahkan jago angin

dan guntur Lam-kong Liu kepadaku. maka detik itu juga

aku akan memperlihatkan paras wajah asliku dihadapan

semua orang.”

sekujur badan manusia tembaga itu nampak gemetar

keras dengan cepat ia bertanya:

“Apakah engkau mempunyai dendam sakit hati dengan

Lam-kong Liu?? boleh kah aku tahu dendam sakit hati

apakah yang sudah terikat diantara kalian berdua??”

“Maaf soal ini tak bisa kuterangkan kepadamu. tapi aku

percaya engkau bukan jago angin dan guntur Lam-kong

Liu, juga bukan Siau-yau sianseng Lu It Beng.”

“sedikitpun tidak salah dan aku percaya engkaupun tak

akan mampu menebak siapakah aku?”

“Cianpwee bersedia kah engkau menunjukkan paras

muka aslimu agar bisa dikenali oleh kita semua?” teriak

Lam kong pak dengan suara lantang.

“Tak bisa.” sahut manusia tembaga itu sambil

menggeleng. “kecuali ketua perkumpulan bulu hijau

bersedia memperlihatkan paras muka aslinya. kalau tidak

maka aku akan mudah tertipu.”

Lam-kong pak segera enjotkan badan dan laksana

sambaran kilat menyambar topi baja yang menutupi wajah

orang itu.

Manusia tembaga itu sama sekali tak menduga kalau

Lam-kong Pak bakal melancarkan serangan secara tiba2,

untuk berkelit sudah tak sempat lagi dan nampaknya kedok

orang itu bakal segera terbongkar.

Siapa tahu disaat yang paling kritis itulah tiba2 ketua

perkumpulan bulu hijau dengan gerakan tubuh bagaikan

sambaran kilat telah menerjang maju pula kedepan dengan

satu jurus serangan yang sangat aneh ia ancam tekukan

sikut pemuda itu.

Lam-kong Pak merasa terperanjat bercampur heran- ia

tak berani menyambut cengkeraman tersebut, dengan

cekatan badannya mundur tiga langkah kebelakang untuk

menghindarkan diri.

Tindakan dari ketua perkumpulan bulu hijau itu sama

sekali diluar dugaan semua orang dan membuat para jago

berdiri terperangah, dari tindakan tersebut sudah jelas

terihat bahwa ketua perkumpulan bulu hijau tidak ingin

kalau sampai kedok manusia tembaga itu ketahuan, sebab

dengan diketahuinya jejak orang itu kemungkikan besar

diapun akan membongkar rahasia asal usul dari ketua

perkumpulan bulu hijau.

Rupanya teka-teki yang menyelubungi asal usul mereka

berdua saling berhubungan satu sama lainnya, asal salah

seorang diantara meteka ketahuan jejaknya maka tidak

susah untuk menebak yang lain-Sementara itu ketua

perkumpulan bulu hijau sambil tertawa dingin telah

mengancam kembali:

“Heeeh heeeh heeeh… sebenarnya kalian mau pergi dari

sini atau tidak??” Sambil mengancam senjata payung

sengkalanya direntangkan dan siap untuk turun tangan.

“Bukankah engkau bersikeras hendak mendapatkan jago

angin dan guntur Lam-kong Liu?” bentak Lam-kong pak

dengan keras, “Aku adalah putranya. kalau kau bisa

mendapatkan diriku maka sama artinya telah mendapatkan

ayahku. tunjukkan dahulu Wajah aslimu, kemudian aku

akan pergi mengikuti dirimu tanpa membantah.”

“Tidak orang yang kuinginkan bukan engkau tapi Lamkong

Liu pribadi, sekarang kalian tak usah banyak bicara

lagi. jika masih membandel dan tidak mau mengundurkan

diri dari sini maka jangan salahkan kalau aku akan

melakukan pembantaian secara besar2an-”

Sementara para jago masih berdiri dengan perasaan

ragu2 untuk kesekian kalinya. Ketua perkumpulan bulu

hijau telah membentak keras: “Serbu”

Ratusan orang pria kekar dan jago lihay golongan sesat

ber-sama2 gerakkan senjata dan menerjang kedepan-

Kali ini Lam-kong Pak benar2 sudah dipengaruhi hawa

amarah, diam2 dia salurkan hawa murni bayi saktinya

kedalam seluruh tubuh, kemudian senjata tanduk naga

saktinya diloloskan dari dalam sakunya.

Terdengar Sun Han Siang dengan nada sedih telah

berkata:

“Secara lapat2 aku sudah dapat menduga siapakah

engkau yang sebenarnya dapatkah kau memandang diatas

wajahku dan lepaskan anak Pak..,.??”

cu Hong Hong yang berada disampingnya sambil ketawa

segera mengejek:

“Heeeh hh..heeehh..heeehh…tentu saja ia bersedia

melepaskan bocah Pak dengan begitu saja demi engkau

bagaimana beratpun syarat yang kau ajukan pasti akan

disetujui olehnya…”

Ketua perkumpulan bulu hijau terpengaruh, untuk

beberapa saat lamanya ia tak tahu apa yang musti dilakukan

olehnya.

Lam-kong Pak sendiri tak ingin terlalu banyak

membuang waktu, dengan suara dalam ia berseru,

“Lebih baik persoalan yang tak ada gunanya tak perlu

dibicarakan labih dahulu. ayoh kita adu kepandaian dan

coba lihat siapakah yang lebih unggul diantara kita berdua.”

Sambil berkata senjata tanduk naga saktinya dibabat

kemuka diiringi deruan angin puyuh yang memekikkan

telinga, begitu cepat dan dahsyatnya serangan tadi, dalam

waktu singkat seluruh batok kepala musuhnya sudah berada

dalam kurungannya.

Ketua perkumpulan bulu hijau merentangkan senjata

payung sengKalanya, dengan gerakan Tiang-hong-koan-jit

atau bianglala menutupi sang surya, ia sambut datangnya

ancaman tersebut.

“Taaggg…” letusan bunga api berhamburan diangkasa,

kedua belah pihak sama2 tergetar mundar dua langkah

Kebelakang. ini membuktikan bahwa posisi Lam-kong Pak

sama sekali tidak berada dibawah angin.

kendatipun begitu, ketua perkumpulan bulu hijau sendiri

tidak menggunakan seluruh tenaganya dalam bentrokan

tersebut. rupanya ia masih ada perasaan belas kasihan

terhadap lawannya ini.

Setelah terjadinya bentrokan tersebut, kepercayaan Lamkong

Pak pada kekuatan sendiri semakin berlipat ganda. ia

segera mengembangkan permainan ilmu dari payung

sengkala untuk saling berebut menyerang dengan pihak

lawan, ia berusaha melontarkan serangan2nya yang paling

ampuh untuk melumpuhkan pertahanan lawan-

Sementara itu para jago lainnya dari kalangan lurus telah

terlibat dalam pertarungan sengit melawan para jago lihay

dari perkumpulan bulu hijau, hanya manusia baju tembaga

seorang yang tetap berpeluk tangan sambil menonton

jalannya pertarungan itu dari sisi kalanganRatusan

jurus kemudian, posisi Lam-kong Pak mulai

terdesak dibawah angin. itupun disebabkan perasaan belas

kasihan dari ketua perkumpulan bulu hijau yang tidak

menyerang dengan sepenuh tenaga, kalau tidak niscaya

sejak tadi pemuda itu sudah keok. Sambil bertempur sengit.

dalam hati kecilnya Lam-kong Pak berpikir:

“Untuk membuka kedoknya serta melihat wajah aslinya.

aku harus menempuh mara bahaya, kalau tidak maka

keinginanku ini tak akan terpenuhi untuk selamanya…”

Diam2 hawa murni bayi saktinya disalurkan keluar,

tatkala ingatan tersebut melintas dalam benaknya, bayi

hawa murni itu segera menorobos keluar dari

selangkangannya dan langsung menyambar batok kepala

ketua perkumpulan bulu hijau.

Ketika menyaksikan kemunculannya bayi hawa murni

tersebut, manusia tembaga yang berada disisi kalangan

menjarit kaget, agaknya ia tak menyangka kalau sianak

muda itu sudah berhasil melatih ilmu silatnya hingga

mencapai taraf sehebat itu.

Dengan suatu luncuran yang sangat cepat bayi hawa

murni itu meleset keudara dan menyambar rambut palsu

diatas kepala Ketua perkumpulan bulu hijau, tapi serangan

bayi hawa murni itu tak bisa dilanjutkan, sebab sekeliling

tubuh ketua perkumpulan bulu hijau dilindungi oleh selapis

hawa khi-kang yang amat kuat dan tebal.

Dalam pada itu, ketua perkumpulan bulu hijau telah

mendengus dingin, hawa murninya disalurkan kedalam

senjata payung sengkalanya kemudian dibabat keatas bayi

hawa murni tersebut.

Lam-kong Pak sendiri menyadari bahwa pertarungan ini

merupakan suatu pertarungan adu jiwa yang akan

menentukan mati hidup mereka, ia tidak menarik kembali

bayi hawa murni tapi sambil menggigit bibir siap menanti

datangnya serangan tersebut.

“Blaaamm…” Benturan keras menggelegar diangkasa,

daerah disekitar gelanggang terbungkus dalam suatu

pusaran angin pUyuh yang menjangkau wilayah seluas

puluhan tombak

Tubuh bayi hawa murni itu tergetar keras dan akhirnya

meleset kembali kedalam selangkangan Lam-kong Pak.

Sebaliknya pemuda itu sendiri dengan sempoyongan

tergetar mundar sejauh tujuh delapan langkah, tubuhnya

terjengkang keatas tanah dan muntah darah segar. paras

mukanya pucat pias bagaikan mayat.

Ketua perkumpulan bula hijau sendiripun tidak

memperoleh keuntungan apa2, secara beruntun ia mundur

lima langkah kebelakang, lengan kanannya hampir saja tak

dapat diangkat,

Napsu membunuh yang amat tebal melintas diatas

wajahnya, sambil menahan rasa sakit ia meleset kehadapan

lam-kong Pak. rupanya sang ketua ini sudah dibikin marah

oleh perbuatan sianak muda itu dan siap membereskan

jiwanya,

“Tahan-..” bentak manusia tembaga itu dengan suara

keras,

Tapi napsu membunuh yang ber-kobar2 telah

menyelimuti seluruh benak Ketua perkumpulan bulu hijau.

segumpal cahaya merah yang amat menyilaukan mata

segera mengurung batok kepala pemuda itu

Manusia berbaju tembaga itu membentak keras. sekuat

tenaga dia lancarkan satu pukulan kedepan.

Ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak

merubah gerakan serangannya dengan payung sengkala,

telapak kiri dengan tenaga yang tak kalah besarnya

melepaskan pula satu pukulan.

“Blaamm..” dalam benturan keras yang kemudian

manggema diudara tubuh manusia tembaga itu tergetar

mundur sejauh dua langkah kebelakang sementara serangan

dari payung sengkala itu sudah hampir mencapai batok

kepala Lam-kong Pak.

Disaat yang kritis dan gawat itulah tiba2 terdengar suara

gemerincingan nyaring berkumandang datang disusul

munculnya dua orang manusia tembaga yang ber-sama2

menyambar kearah payung sengkala itu.

Sekali lagi terjadi benturan keras yang memekikan

telinga. ditengah gelanggang dua kali dengusan berat

mengiringi robohnya dua orang manusia tembaga itu keatas

tanah, sekalipun tenaga gabungan kedua orang itu cukup

ampuh namun mereka masih tak mampu untuk

menghadapi serangan payung lawan, setelah tebanting

keatas tanah. badan mereka masih harus bergelinding

sejauh dua tombak lebih dahulu sebelum akhirnya jatuh tak

sadarkan diri.

Lam-kong Pak sendiri walaupun nyaris menemui ajalnya

diujung senjata lawan, rasa kaget yang dialaminya pada

saat itu sukar dilukiskan lagi dengan kata2, tanpa

menggubris diri ketua perkumpalan bulu hijau lagi ia

langsung mendekati dua orang manusia tembaga yang

terpental jauh itu.

Siapa tahu cepat gerakan tubuhnya ketua perkumpulan

bulu hijau lebih cepat lagi bahkan sampai manusia tembaga

yang lain-pun masih terlambat setindak. dalam sekali

enjotan badan ketua perkumpulan bulu hijau telah

meluncur kesamping dua orang manusia tembaga itu dan

siap mencengkaram tubuh mereka.

“Tahan…” bentak Sun Han siang sambil melancarkan

beberapa pukulan dan meluncur kemuka.

Sementara Ketua perkumpulan bulu hijau masih berdiri

terperangah, manusia tembaga yang lain telah

menggunakan kesempatan baik itu sebaik2nya, ia

menyambar kemuka dan sambil menghimpit dua orang

rekannya dengan cepat kabur dari situ. “cepat kejar” bentak

Sun Han Siang.

Dia segera mengajak cu Hong Hong untuk mengejar

manusia tembaga itu dan lari keluar dari ruangan markas

besar perkumpulan bulu hijau.

Tampaklah manusia tembaga itu sambil mengempit dua

orang rekannya sedang kabur dengan Cepatnya ditempat

kejauhan-

“cianpweee, engkau hendak kabur kemana…?” teriak

Lam-kong Pak dengan suara keras, “pada saat ini kaum iblis

dan manusia sesat malang melintang dikolong langit,

sedang kaum pendekar dan golongan putih terdesak dan

selalu terdesak bahaya. Kita sudah sepantasnya bersatu

padu untuk menumpas bibit bencana bagi umat persilatancianpwee

kenapa engkau masih terus menerus

menyembunyikan diri??”

Manusia tembaga yang kabur didepan tetap tidak

menggubris ucapan tersebut, bahkan larinya semakin cepat

lagi.

Sun Han Siang dengan suara keras segera berteriak:

“Lam-kong Liu… Lam-kong Liu… benarkah engkau

begitu tega hati.–?? mengapa engkau tidaK memperdulikan

kami berdua??”

orang itu masih tetap membungkam dalam seribu

bahasa, ia tidak menggubris teriakan orang2 dibelakangnya,

sambil mengempit dua oraag rekannya ia kabur terus

kedepan.

Lam-kong Pak segera mengerahkan segenap kekuatan

yang dimilikinya untuk melakukan pengejaran, dalam

beberapa kali loncatan saja dia berhasil melampaui

manUsia tembaga itu dan menghadang jalan perginya.

“cianpwee engkau hendak lari kemana lagi?” bentaknya.

Dengan hati terperanjat orang itu menghentikan gerakan

tubuhnya, tiba2 ia membentak keras:

“Lihat senjata rahasia…”

Lam-kong Pak terkecoh oleh bentakan itu, dia tidak

sempat berpikir bahwa orang itu sedang mengempit dua

orang rekannya dalam setiap tangannya dalam keadaan

demikian mana mungkin ia bisa melepaskan senjata

rahasia?

Ketika mendengar bentakan tersebut dengan cepat

tubuhnya berkelit lima langkah kesamping, menggunakan

kesempatan yang sangat baik itu dengan cepat manusia

tembaga tersebut kabur masuk kedalam hutan belantara.

Lam-kong Pak ikut menyusul kedalam hutan, tapi hutan

itu sangat lebat dan banyak semak2nya bahkan setiap

batang pohon mempunyai dahan yang besarnya bukan

kepalang, dalam waktu singkat ia sudah kehilangan jejak

orang itu.

Sun Han Siang telah menyusul kesana pula, tapi

bayangan tubuh manusia tembaga itu sudah tak tampak

dalam penglihatan.

“lbu.” kata Lam-kong pak kemudian. “mari kita berpisah

dan mencari jejaknya disekitar tempat ini, aku rasa mereka

pasti belum meninggalkan hutan ini, kita harus berhasil

menemukan mereka bertiga, sebab dua orang manusia

tembaga yang lain telah menderita luka dalam yang sangat

parah…”

“Baik mari kita memisahkan diri….”

Dalam keadaan terburu2, Lam-kong Pak tidak sempat

menyapa kedua orang gadis itu lagi, ia segera menyusup

kedalam hutan dengan cepatnya, ketika mengejar sejauh

setengah li tampaklah hutan itu kian lama kianjadi gelap

dan tak nampak sesosok bayangan manusiapun disana.

Akhirnya sianak muda itu menghentikan langkah

kakinya dan kerahkan tenaga untuk memeriksa gerak gerik

disekitar tempat itu.

Secara lapat2 ia mendengar ada suara orang sedang

berbicara, namun ia tak sempat menangkap apa yang

sedang mereka bicarakan sebab jaraknya terlampau jauh.

Dengan langkah yang sangat berhati2 ia meneruskan

perjalanannya mendekati asal suara tadi, kurang lebih dua li

sudah dilewati namun hutan tersebut belum juga sampai

ujungnya, sementara suara pembicaraan kian lama

terdengar kian jelas.

Saat ini ia dapat mengenali salah satu suara pembicara

sebagai suara dari ketua perkumpulan bulu hijau sedang

yang lain mirip sekali dengan suara manusia tembaga yang

membawa kabur dua orang rekannya tadi.

Satu ingatan berkekebat dalam benak Lam-kong Pak ia

semakin ber-hati2 lagi mendekati tempat pembicaraan itu

dan sekarang secara lapat2 ia dapat melihat dua sosok

bayangan tubuh yang sedang berdiri saling berhadapan

pada jarak beberapa tombak dihadapannya. Terdengar

manusia tembaga itu sedang berkata:

“Mengenai soal perselisian dan sengketa yang terjadi

dimasa lampau aku mengetahuinya paling jelas dalam

peristiwa ini engkau tak dapat menyalahkan Lam-kong Liu”

“Hmm.. jadi kalau begitu engkaupun bukan orang luar”

seru ketua perkumpulan bulu hijau dengan suara dingin.

“sebenarnya siapakah engkau?? darimana kau bisa tahu

akan perselisihan yang terjadi diantara kami dimasa silam?”

Sambil tetap mengempit dua orang rekannya, manusia

tembaga itu menjawab dengan suara dalam:

“Tentang soal ini maaftah jika aku tak bisa menerangkan,

tapi aku benar2 bermaksud baik, apabila engkau bisa

berpikiran lebih terbuka, marilah kita berempat sama2

melepaskan kedok masing2 dan bertemu dengan muka

aslinya, dari peperangan kita beralih menjadi perdamaian”

“Tutup mulut” bentak ketua perkumpulan bulu hijau

dengan suara keras, “karena peristiwa ini aku telah

menderita selama puluhan tnhun lamanya, aku baru puas

jika telah membinasakan Lam-kong Liu dengan tanganku

sendiri usahamu yang licin dan pakai akal2an itu bakal siasia

belaka….”

Sambil berkata per-lahan2 dia maju kedepan, ia sudah

siap untuk melepaskan serangannya.

Manusia tembaga itu tampak terkesiap dan mundur

kebelakang dengan perasaan kaget.

Lam-kong Pak yang bersembunyi disekitar tempat itu tak

dapat berdiam diri lebih jauh, sambil tertawa dingin ia

segera melayang keluar dari tempat persembunyiannya.

“Saudara?” serunya dengan suara lantang, “engkau selalu

mengatakan tak akan melepaskan ayahku sebenarnya apa

sebabnya?? kalau engkau tidak mau menerangkan lebih baik

kita langsungkan pertarungan sengit ditempat ini”

Ketua perkumpulan bulu hijau tertawa dingin,

“Heehhh… heeehh… heehhh… kalau aku ada niat untuk

membinasakan dirimu, engkau sibocah cilik tak akan bisa

hidup sampai ini hari… mengerti?”

“Aku tak sudi menerima kebaikanmu itu, kalau engkau

tidak bersedia melepaskan sikapmu yang bermusuhan

dengan ayahku lebih baik kita adu kekuatan untuk

menentukan siapa yang lebih unggul diantara kita “

Ketua perkumpulan bulu hijau tertawa seram^.

“Haaahh-haaahh-haaahhh… jika engkau bisa mati tanpa

penasaran aku akan memenuhi keinginanmu itu”

Sambil berkata ia menggantungkan kembali senjata

payung sengkalanya keatas pundak lalu pasang kuda2 siap

bertempur, rupanya ia tidak ingin mencari kemenangan

dengan andalkan benda mustika dari dunia persitatan itu.

Lam-kong Pak sendiripun segera menyimpan kembali

senjata tanduk naganya. lalu pasang kuda2 siap menerima

serangan-

Pertarungan sengit bakal berlangsung, nafsu mensbunuh

yang amat tebal menyelumuti seluruh hutan tersebut.

Disaat suasana jadi tegang dan pertarungan hampir

berlangsung tiba2 manusia tembaga itu berseru keras.

“Eeei bocah cilik, engkau tak usah begitu tahu diri, lebih

baik jangan engkau campuri urusan ini “

“Maksud baik cianpwee biarlah kuterima didalam hati

asal engsku bersedia memperiihatkan paras aslimu. maka

akupun akan sudahi persoalan sampai disini.

orang itu merasa serba salah, untuk beberapa saat

lamanya ia membungkam dalam serlou bahasa,

Melihat orang itu berdiam diri, Lam-kong Pak berkata

lagi:

“Kalau memang engkau merasa keberatan, lebih baik

jadilah saksi bagi pertarungan kami berdua”

Lam-kong Pak telah bertekad untuk membongkar kedok

yang menyelubungi paras muka ketua perkumpulan bulu

hijau itu, dia tak ambil perduli resiko yang harus dipikul

olehnya, setelah mengucapkan kata2 tersebut ia bersiap

siaga melakukan serangan-Tiba2 ujarnya lagi kepada

manusia tembaaga itu:

“cianpwee, menggunakan kesempatan yang sangat baik

ini sembuhkanlah luka dalam yang diderita dua orang

rekanmu aku perCaya masih mampu untuk bertahan

sampai lima ratus gebrakan”

“Tak usah, aku sudah memberi obat kepadanya. dalam

tiga lima jam mendatang lukanya tak akan memburuk. aku

harus bertindak sebagai saksi dalam pertarungan yang akan

kalian langsungkan”

Lam-kong Pak tidak banyak bicara lagi.. sepasang

telapaknya disilangkan didepan dada dengan ilmu Sanghao-

it-ciang-hoat laksana kilat dia lepaskan tiga buah

pukulan berantai dengan dasar tenaga dalam yang

sempurna dalam tubuh pemuda itu ditambah kasiat dari

buah merah yang dia salah makan cairan empedu dari naga

sakti yang dia minum serta peroleh tambahan tenaga dari

tiga sosok bayi hawa murni, bukan saja kekuatan tubuhnya

telah mencapai seperti enam puluh tahun hasil latihan

bahKan tanpa sadar semua kekuatan itu telah membentuk

suatu semangat juang yang luar biasa.

= OOOO^^OOOO= =

MESKI pun ilmu pukulan Sam-hao-it ciang- hoat yang

berhasil diciptakan olehnya tidak termasuk suatu

kepandaian yang sangat ampuh dikolong langit tapi setelah

dimainkan sendiri olehnya bukan saja kekuatan tenaganya

maha dahsyat bahkan memancarkan suatu wibawa yang

membuat orang jadi segan.

Ratusan jurus kemudian kedua orang itu mulai

bertempur sambil bergerak kian kemari, sekilas pandangan

tampaklah serangan yang dilancarkan kedua orang itu seolah2

tidak bersungguh hati bahkan mendatangkan

perasaan yang melihat, walaupun begitu manusia tembaga

itu adalah seorang ahli silat paras mukanya tampaklah kian

lama kian bertambah serius.

Walaupun pertarungan itu tidak mengejutkan hati

bahkan nampak enteng dan ringan, namun daun2 pohon

Siong yang ada disekitar gelanggang pertarungan ternyata

pada berguguran keatas tanah, dalam waktu singkat diatas

permukaan tanah telah tertumpuk daun pohon Siong

sampai beberapa cun tebalnya.

Lam-kong Pak dengan mainkan serangkaian ilmu

pukulan Sam-hao-it- ciang- hoat, walau pun berhasil

mempertahankan diri sampai dua ratus gebrakan lebih, tapi

selewatnya itu ia mulai terdesak di bawah angin memaksa

sianak muda itu mau tak mau terpaksa harus mengeluarkan

ilmu sakti payung sengkala.

Ketua perkumpulan bulu hijau sendiripun

menggunakanjurus2 serangan aneh untuk melayani

pertarungan itu.jurus serang yang dipergunakan olehnya

mirip sekali dengan jurus pukulan dari ilmu payung

sengkala. tapi dalam kenyataan mempunyai gerakan yang

lain dari pada yang lain, membuat orang sukar untuk

meraba arah tujuannya.

Kedua orang itu sama2 mengutamakan kecepatan dan

kemantapan untuk mengimbangi kecepatan lain, kedua

belah pihak sama2 bertempur tanpa menimbulkan desingan

suara, mereka sama2 mempunyai jalan pikiran yang sama

yakni tidak mengharapkan kedatangan Sun Han Siang

ditempat itu sehingga mengganggu jalannya pertarungan

tersebut.

oleh sebab itulah, lima ratus gebrakan kemudian kedua

belah pihak mulai penat dan napasnya mulai ter-sengkal2,

mereka telah mengerahkan sisa tenaga yang dimilikinya

untuk meneruskan pertarungan tersebut.

Sementara itu. walaupun manusia tembaga yang

bertindak sebagai saksi merasa sangat gelisah. namun tidak

leluasa baginya untuk turut serta dalam pertarungan ini,

sebab ke dua belah pihak sedang melangsungkan suatu

pertarungan yang adil dan seimbang, jika ia sampai turut

campur maka salah satu pihak pastt akan merasa tak senang

hati.

Tujuh ratus jurus sudah lewat tanpa terasa, kedua belah

pihak telah saling bertempur hingga hampir dua jam

lamanya, dengusan napas yang memburu kedengaran

makin lama semakin keras. bahkan keringat sebesar kacang

kedelai mulai membisahi jidat masing2.

Hal itu menunjukkan bahwa pertempuran sudah

mencapai pada puncaknya. siapa menang siapa kalah siapa

mati siapa hidup akan segera ditentukan dalam dua ratus

gebrakan berikut ini.

Kedua belah pihak sama2 berusaha untuk mencapai

kemenangan bagi pihaknya sendiri, semua sisa tenaga yang

dimilikinya dikerahkan keluar… bentrokan2 nyaring

berkumandang tiada hentinya..

Kedua orang sama2 membentak keras. sekuat tenaga

mereka lepaskan satu pukulan dengan tenaga penuh.,.

“Blaaamm… ” desingan nyaring menggelegar diangkasa.

pusaran angin berpusing menggulung diseluruh gelanggang

beberapa batang pohon besar yang tumbuh disekitar tempat

itu pada tumbang keatas tanah dengan menerbitkan suara

keras, dalam benturan itu kedua belah pihak terdorong

mundur sampai satu tombak lebih dengan tubuh

sempoyongan. Manusia tembaga itu segera berseru dengan

suara dalam:

“Aku rasa pertarungan sudah cukup berlangsung seru.

sekarang kalian boleh berhenti bertempur”

Tapi kedua orang itu sama-sama tak mau mengalah

ataupun menyudahi pertarungan itu. dalam hati masing2

mempunyai suatu kepercayaan yang meyakinkan hati

mereka. siapapun diantara mereka berdua tak ada yang

memiliki kepandaian lebih lihay, atau dengan perkataan

lain mereka berdua sama mempunyai harapan untuk

mengalahkan lawan.

Sekali lagi kedua orang itu maju mendekat dengan

langkah yang amat lambat, kemudian sambil membentak

keras kedua belah pihak saling melepasksn ber-puluh2 buah

pukulan berantai dengan menggunakan segenap kekuatan

yang mereka miliki…

“Blaaamm… blaaamm..” benturan keras bergetar

memekikkan telinga, kedua orang itu mundur lima enam

langkah kebelakang dengan sempoyongan, paras muka

mereka berubah jadi merah darah dan wajahnya nampak

menyeramkan sekali-

Melihat keadaan yang semakin parah dari kedua orang

itu. manusia tembaga tersebut segera letakkan kedua orang

rekannya keatas tanah, kemudian cdengan wajah serius

katanya: “Hey. kenapa kalian berdua masih juga tidak

hentikan pertarungan ini…??”

Sebelum ada jawaban yang diberikan tiba2 salah seorang

manusia tembaga yang berbaring diatas tanah telah

menyela:

“Pertarungan yang sedang berlangsung pada saat ini

adalah suatu pertarungan yang seimbang dan adil

biarkanlah mereka bertempur sampai selesai”

Satu ingatan berkelebat dalam benak Lam-kong Pak ia

merasa nada ucapan orang itu penuh mengandung anjuran

dan membangkitkan semangat dalam keadaan yang payah

dan kehabisan tenaga ucapan tersebut segera mendorong

kembali semangatnya untuk bertempur, sekali lagi ia

menerjang maju kedepan.

“Blaam… B la a mm… Blaammm..” benturan demi

benturan berlangsung memecahkan kesunyian tubuh kedua

orang itu bergetar keras dan mundur empat lima langkah

kebelakang akhirnya mereka sama2 roboh terjengkang

diatas tanah.

Manusia tembaga yang berdiri berpaling kearah

rekannya yang berbaring diatas tanah kemudian serunya:

“Loo-te kau.”

“Engkau tak usah kuatir.” jawab manusia yang ada diatas

tanah dengan nada serius, “mati hidup sudah digariskan

oleh takdir engkau gelisah tak ada gunanya”

Sementara itu mereka berdua sudah sama-sama duduk

diatas tanah, badan bagian keatas terjengkaDg kebelakang

sepasang tangan menahan diatas permukaan dan kepalanya

berputar lemas diatas bahu nafas mereka memburu

bagaikan kerbau andaikata tidak memikirkan nama baik

mungkin mereka sudah merebahkan diri untuk tidur, sebab

kedua orang itu sama2 sudah terlampau lelah

Sementara itu Lam-kong Pak dan ketua perkumpulan

bulu hijau dengan susah payah telah bangkit kembali dari

atas tanah dengan sempoyongan mereka maju saling

mendekat lalu melancarkan satu serangan-

Pukulan yang dilepaskan kali ini merupakan serangan

yang dilancarkan bersama dengan majunya sang badan

karena itu setelah kedua belah telapak saling menempel

siapa pun tak berhasil mendorong lawannya, telapak

mereka se-olah2 menempel jadi satu dan tak bisa

dipisahkan lagi.

Pertarungan semacam ini mirip sekali dengan pertarungn

tanpa aturan yang sering dilakukan oleh orang2 yang tak

mengerti akan ilmu silat bukan saja tidak pakai aturan

bahkan sangat menggelikan sekali tapi dalam kenyataan

kedua orang itu sudah mengerahkan sisa tenaganya yang

dimilikinya untuk melakukan pertarungan terakhir.

Meski pun kedua belah pihak sama2 sudah kehabisan

tenaga tapi dorongan terakhir yang dipancarkan olehnya

benar2 luar biasa angin pukulan yang tajam memancar

keluar dari balik telapak mereka begitu bebatnya pusingan

angin puyuh membuat tiga orang manusia tembaga yang

berada disisi kalangan pun tergetar mundur sejauh beberapa

langkah kebelakang…

Tapi setelah terjadi benturan yang keras tubuh mereka

berdua sama2 mencelat sejauh satu tombak lebih tujuh

delapan depa, badan mereka terbanting keatas tanah dan

roboh terkapar, siapapun tidak menggerakan tubuh lagi

bahkan napaspun bampir saja ikut berhenti.

MANUSIA tembaga yang berdiri disisi kalangan itu

menjerit kaget dan siap maju kedepan, tapi sebelum

perbuatan itu dilakukan tiba2 manusia tembaga yang duduk

diatas tanah itu berkata:

“Saudara, aku minta engkau menahan diri dan jangan

melakukan suatu apapun terhadap diri mereka, sekarang

engkau tak boleh maju kedepan-”

“Apakah engkau tega menyaksikan ia mati dalam

keadaan yang mengenaskan..?” tanya orang itu dengan

wajah serius.

“Sekalipun mati diapun akan mati dengan gagah dan

terhormat, kematiannya pasti akan menggemparkan seluruh

kolong langit, kenapa engkau musti gelisah??”

Meskipun diluaran ia berkata begitu, namun kain hijau

yang menutupi wajahnya telah basah oleh air mata.

suarapun bertambah jadi agak parau.

Kemurungan dan kesedihan yang tebal menyelimuti

seluruh hutan, membuat suasana yang sunyi terasa semakin

menyeramkan.

Tiba2 dua orang yang berbaring diatas tanah mulai

merangkak bangun dengan susah payah, Dengan suara

kagum manusia tembaga yang berdiri itu segera berseru:

“Loo-te. ketajaman matamu benar2 mengagumkan….”

“Heng-tay tak usah memuji diriku” sahut manusia

tembaga yang duduk ditanah. “bila tiada perubahan yang

lain dalam bentrokan yang terakhir itu kedua orang tersebut

pasti sudah menggunakan tenaga kelewat bataS jika begitu

maka mereka akan mati karena kehabisan tenaga..,.”

Dalam pada itu ketua perkumpulan bulu hijau maupun

Lam-kong Pak telah bangkit kembali, tubuh mereka

sempoyongan tiada hentinya darah kental mengalir keluar

dari mulut dan hidung, bahkan telinga pun basah oleh

darah yang mengucur keluar.

Menyaksikan keadaan yang sangat mengerikan itu,

manusia tembaga yang berdiri segera berseru dengan nada

terperanjat,

“Saudara, apa gunanya engkau adu jiwa tanpa

mendatangkan hasil apa2?? lebih baik sudahilah

pertarungan itu sampai disini saja….”

Lam-kong Pak terengah-engah, tiba2 serunya:

“barang siapa berani mencampuri urusan ini. aku akan

segera memukul ubun2ku sendiri untuk bunuh diri….”

Sementara berbicara, buih bercampur darah telah

memancar Keluar dari lubang hidung dan mulutnya,

keadaan benar2 mengerikan sekali.

orang itu saking terperanjat sampai berdiri tertegun,

sudah sekian puluh tahun lamanya ia hidup dikolong langit.

tapi belum pernah menyaksikan pertarungan yang

berlangsung begitu sengitnya.

Tiba2.. terdengar suara ujung baju tersampok angn

berkumandang datang, disusul munculnya beberapa sosok

bayangan manusia yang dipimpin oleh Sun Han Siang.

Ketika perempuan itu menyaksikan keadaan dari

putranya, paras mukanya kontan berubah jadi pucat pias

bagaikan mayat, air mata jatuh berlinang membasahi

seluruh tubuhnya.

Untuk beberapa saat ia berdiri menjublak karena

kejutnya, kemudian sambil berseru sedih ia menerjang

kearah Lam-kong Pak.

Manusia tembaga yang duduk diatas tanah itu mendadak

berseru dengan suara kera:

“Kalau engkau tak ingin menyaksikan putramu dituduh

sebagai manusia pengecut yang tak berani menghadapi

kenyataan, lebih baik cepatlah mundur dari situ”

Dengan hati terkesiap Sun Han Siang menghentikan

langkan kakinya, lama sekali dia mengamati orang itu,

kemudian baru menegur: “Siapa engkau?”

“Tak usah banyak bertanya.” jawab orang itu dengan

hambar. “yang penting engkau harus segera mengundurkan

diri, jika engkau tak bersedia mendengarkan nasehatku

maka putramu akan mati dengan mata yang tidak

meram…^”

“Apakah engkau adalah Lam-kong Liu?” bentak Sun

Han Siang.

“Bukan-”

“Kalau engkau bukan Lam-kong Liu^ dengan hak dan

kedudukan apakah engkau melarang gerak gerikku??”

orang itu tertawa dingin-”Aku tidak melarang tapi

memperingatkan….”

Belum habis orang itu berbicara, tiba2 Lam-kong Pak

menempelkan telapaknya keatas ubun2 sendiri dan

mengancam.

“Ibu, aku harap engKkau bersedia memenuhi harapanku.

jika aku mati maka diapun tak akan hidup lebih jauh.

setelah kematian ini maka kakek ombak menggulung sudah

bukan merupakan suatu ancaman lagi, biarlah aku berada

dalam keadaan begini. sebab pertarungan kami berjalan adil

sekali, sekali-pun aku harus mengorbankan jiwaku demi

keamanan dunia persilatan, kematianku ini berharga sekali”

Setelah perkataan itu diutarakan keluar, semua orang

tertunduk dengan parasaan hormat dan kagum, tapi

menghadapi masalah besar yang mempengaruhi mati hidup

seseorang ini siapapun merasa tidak leluasa untuk buka

suara secara sembarangan. Hanya cu Hong Hong seorang

yang tidak mau tahu akan keadaan tersebut, lalu serunya .

“Huuh.. apa itu keadilan atau kebenaran, aku tidak

perCaya dengan kesemuanya itu.. bagaimanapun juga

mereka berdua tak boleh melanjutkan lagi pertarungan

ini….”

Sambil berseru ia segera maju kedepan dan

mencengkeram tubuh Lam-kong Pak.

Pencuri tua Pek-li Gong yang menyaksikan tindakan

perempuan itu jadi amat gelisah, dengan andaikan gerakan

yang lincah ia lompat kedepan dan segera mencubit

pantatnya keras2.

cu Hong Hong menjerit kesakitan ia segera putar badan

dan menerjang kearah pengemis tua.

“cu Hong Hong” seru Pek Li Gong cepat “Engkau tak

boleh marah kepadaku, tahukah engkau jika

cengkeramanmu itu dilanjutkan maka bagaimanakah

akibatnya?”

“Hmm engkau si tua bangka sialan benar2 membuat

hatiku jadi gemas.” seru cu Hong Hong gemas, “bukan

mencubit tempat lain kenapa engkau justru mengarah

pantatku??”

“Huuh… jangan mengira pantatmu wangi, apa lagi

dihadapan banyak orang mereka akan menjadi saksi bagiku

bahwasanya aku sama sekali tak bermaksud untuk

mempermainkan dirimu…”

Bicara sampai disini pencuri tua itu segera mencium jari

tangannya yang barusan digunakan untuk mencubit lalu

sambungnya kembali:

“Waduuh… .Sudah bau belum? aku rasakan jari

tanganku berbau sebangsa belirang dan bau minyak2kan

bau sekali”

“Bajingan tua jangan mencari kata2 yang tak sedap

didengar untuk menggoda aku, hati2 aku tak akan

melepaskan dirimu begitu saja.” Pek-li Gong tertawa dingin.

“IHeehhh…heeehhh..,heeehh…cu Hong Hong engkau

benar2 sudah makan nasi dengan perCuma selama puluhan

tahun. pepatah mengatakan: Kalau punya otak tidak pernah

digunakan maka apa artinya hidup seratus tahun? coba

bayangkan setelah terjadi bentrokan yang terakhir keadaan

dari Lam-kong Pak dan ketua perkumpulan bulu hijau

sama2 gawat dan kritisnya tapi itu bukan berarti bahwa

mereka sudah tak ada harapan untuk hidup. jika engkau

bersikeras mencampuri urusan ini, Hooohh-hooohhh. .

.apakah engkau masih belum paham dengan tabiat bocah

muda itu…..”

“orang lain tak akan kugubris tapi bagaimanapun juga

aku tak bisa menyaksikan putriku hidup menjanda”

Begitu perkataan tersebut diutarakan keluar ketua

perkumpulan bulu hijau segera mendengus dingin tubuhnya

kelihatan gemetar agak keras.

Tingkah lakunya itu bisa diketahui oleh siapapun yang

ada didalam kalangan terutama sekali Sun Han Siang dan

ketiga orang manusia tembaga itu, mereka hanya bisa

menggeleng sambil menghela napaS panjang tiada

hentinya.

JelaS perkataan yang diucapkanoleh cu Hong Hong telah

melukai halus ketua perkumpulan bulu hijau.

“Kii… kita. kita a… boleh.. ber…bertempur lagi.”

terdengar Lam-kong Pak berbisik

Hampir saja perkataan itu tak mampu diutarakan keluar

sebab buih berCampur darah mengalir keluar terus dari

mulutnya.

cu Li Yap dan Pek li Hiang jadi kalap. mereka menjerit

Sedih dan segera menerjang kedepan-

Melihat perbuatan dua orang gadis itu malaikat raksasa

Loo Liang-jan jadi amat gusar, dia rentangkan sepasang

tangannya yang lebar untuk mendesak mundur gadis itu

sampai beberapa langkah kemudian Serunya lantang:

“Jangan mengira aku Loo-tua adalah Seorang manusia

dungu, lebih baik aku berbuat salah kepada nona berdua

dari pada membuatkan kalian berdua menjerumuskan Lamkong

sau-ya sebagai seorang manusia yang tidak berbudi….”

Dua orang gadis itu sudah kehilangan pikiran warasnya

mereka menerjang tubuh Loo Liang-jan secara kalap dan

masing2 melepaskan pukulan dahsyat kearah depan.

Namun Loo Liang jan sama sekali tidak melepaskan

serangan balasan- Blaaaammm Blaamm dua pukulan amat

dahysat dengan telak bersarang diatas dada Loo Liang-jan

yang tinggi besar, tubuhnya kontan mencelat sejauh satu

tombak lebih dan muntahkan darah segar.

Dua orang gadis itu berdiri tertegun, sementara hendak

menerjang kembali kearah Lam-kong Pak terlihatlah sianak

muda itu serta ketua perkumpulan bulu Hijau sedang

menghimpun sisa tenaganya yang dimilikinya untuk saling

menyerang kembali dengan hebatnya.

“Ploookk” dalam benturan yang kemudian terjadi dua

orang jago itu sama muntahkan darah segar yang

membasahi wajah masing2, dalam waktu singkat kedua

orang itu sudah terubah jadi manusia berdarah tubuhnya

roboh terkapar diatas tanah, mereka sama sekali tak

berkutik lagi keadaannya bagaikan orang mati.

Payung sengkala yang tergantung diatas punggung ketua

perkumpulan bulu hijau terjatuh diatas tanah ditengah

hutan belantara yang gelap. benda itu memancarkan sinar

merah yang menyilaukan mata.

Suasana berubah Jadi sunyi sepi dan tak kedengaran

sedikit suarapun yang kedengaran kecuali hembusan angin

yang mengoncangkan pohon hanya dengusan napas para

jago yang bergema diatas udara, keadaan pada waktu itu

betul2 mengenaskan.

Kecuali tiga orang manusia tembaga yang masih tetap

tenang dan tidak menunjukan perubahan apapun para jago

lainnya sama2 berdiri menjublak dengan perasaan kaget

siapapun tidak berani maju kedepan untuk melihat keadaan

yang sebenarnya.

Sun Han siang berteriak sedih, meskipun tidak sampai

bersuara tapi kelihatan sekali akan kesedihan hatinya dan

kesedihan tersebut dengan cepat merambat kepada yang

lain sampai2 Pek li Gong yang dihari biasa selalu tersenyum

simpulpun tak kuat untuk menahan diri dan akhirnya ikut

mengucurkan air mata.

Dengan sempoyongan dua orang gadis itu maju kedepan

akhirnya mereka roboh keatas tanah.

Suasana ditengah gelanggang jadi amat kalut, Pek-li

Gong lari menghampiri Pek-li Hiang sedang cu Hong Hong

lari kesamping cu Li Yap. sebaliknya Sun Han Siang

lambat2 dan sangat berhati2 sekali mendekati Lam-kong

Pak.

Sambil maju kedepan diam2 ia berdoa dalam hatinya,

meskipun ia tak perCaya akan malaikat atau setan tapi

dikala seseorang sedang dirundung susah dan putus asa

maka satu2nya yang diharapkan bantuannya adalah Yang

Kuasa, dia berharap agar Thian- menaruh kasihan

kepadanya hingga satu2nya sanak yang dimilikinya itu

masih tetap hidup didunia.

Disamping itu, diapun amat membenci manusia tembaga

yang telah menghalangi jalan perginya. ia menganggap

orang itu pastilah Lam-kong Liu, ia membenci dirinya

dalam anggapan Lam-kong Liu terlalu mementingkan diri

sendiri, terlalu kejam karena ingin menjaga nama baiknya

maka dari itu ia tidak merasa sayang putranya tersiksa dan

menderita.

“Berhenti” manusia tembaga itu membentak lagi, dia

bukan lain adalah manusia tembaga yang telah

menghalangi Sun Han Siang tadi.

Kali ini Sun Han Siang tak mau mendengarkan lagi,

sekalipun andaikata ada orang yang hendak membinasakan

dirinya pada saat itu diapun tak mau mengundurkan diri.

Lam-kong pak terkapar diatas tanah secara lapat2 ia

saksikan percikan darah menodai seluruh wajahnya ia

merasakan sakit hati dan perasaannya bagaikan di-iris2

pisau.

“Berhenti…”

Bentakan orang itu dingin tegas dan nyaring jelas itu

diutarakan keluar setelah mengambil keputusan yang amat

berat.

Sun Han Siang masih tetap tidak menggubris ucapan

orang itu, namun langkah kakinya pada saat ini kian lama

kian bertambah lambat, hampir saja ia kehilangan

keberanian untuk maju kedepan-

Tapi.. bagaimanapun juga dia harus membuat terang

keadaan yang sebenarnya, dia ingin tahu apakah putranya

yang hanya satu itu masih hidup dikolong langit, ia

berharap dalam waktu yang amat singkat itu Thian- telah

bermurah hati dan tidak mengambil jiwa putranya.

“Berhenti engkau dengar tidak ucapanku itu?” bentakan

nyaring untuk kesekian kalinya bergema diangkasa.

Entah darimana munculnya hawa amarah. tiba2 sun

Han Siang meludah kearah orang itu. Manusia tembaga

tersebut sama sekali tidak menghindarkan diri, dengan

cepat ludah tersebut mampir kebawah dagunya, namun ia

tidak berusaha untuk membersihkannya. Sun Han Siang

mendengus dingin, katanya:

“Hmm engkau punya hak apa untuk mengurusi tingkah

laku dan gerak-gerikku?”

“Putramu sama sekali belum mati tapi jika engkau maju

untuk mengganggu dirinya. maka jiwanya tak ketolongan

lagi^..”

sekujur badan Sun Han Siang gemetar keras. ia segera

bertanya dengan suara dalam: “Sungguhkah perkataanmu

itu?”

“Hmmm kalau tidak percaya majulah kedepan dan

cobalah sendiri.”

Tindakan tersebut ternyata manjur sekali, sekalipun Sua

Han Siang bernyali besar namun ia tak akan berani

menempuh bahaya untuk mempermainkan jiwa putranya,

untuK beberapa saat lamanya ia berdiri menjublak ditempat

semula.

Dengan suara dingin manusia tembaga itu berseru

kembali.

“Aku harap engkau segera mengundurkan diri dan

tunggu ditempat semula”

“Sampai berapa lama ia baru sadar dari pingsannya?”

“Aku bukan malaikat penolong darimana bisa tahu kalau

dia akan sadar sampai kapan?”

Sun Han Siang jadi gusar sekali. “Hmmm jadi engkau

hanya bicara secara ngawur?”

orang itu tertawa dingin.

“Heehh-heeehh-heehh… apakah aku sedang bicara ngaco

belo atau tidak tak lama kemudian engkau akan tahu sendiri

boleh kau tak mau dengarkan nasehatku berarti kamu akan

menyesal untuk selamanya “

Selama hidupnya Sun Han Siang hanya bertindak

menurut suara hati sendiri, tak sekalipun ia suka diperintah

orang, meskipun wataknya tidak sampai berangasan seperti

watak cu Hong Hong, namun diapun tak sudi bertekuk

lutut dengan begitu saja.

Tapi sekarang, demi putranya mau tak mau dia harus

bertekuk lutut, hal ini membuat perempuan itu sambil

menggigit bibir segera mengundurkan diri.

Suasana ditengah gelanggang kembali berubah jadi

hening dan sepi, dua orang gadis itu sudah disadarkan dari

pingsannya, tapi seperti orang kehilangan pikiran mereka

hanya duduk ter-manggu2 sambil memandang kearah Sun

Han Siang.

Setengah perminum teh sudah lewat, namun ketua

perkumpulan bulu hijau maupun Lam-kong Pak yang ada

digelanggang masih menggeletak tak berkutik, bahkan sama

sekali tiada tanda yang menunjukkan bahwa mereka masih

hidup,

Lama kelamaan cu Hong Hong tak kuat menahan sabar

lagi, dengan suara keras ia segera berteriak:

“Payung sengkala itu adalah benda milikku, perduli

bagaimanakah nasib kedua orang itu. pusaka dari dunia

persilatan itu sudah sepantasnya kalau diserahkan kembali

kepada pemiliknya”

Manusia tembaga itu mendengus dingin.

“Hmm engkau tak usah terburu napsu mereka masih

akan melangsung kan satu pertarungan lagi sebelum

menang kalah bisa ditetapkan..”

“Apa? mereka akan langsungkan satu pertarungan lagi?”

saking terperanjatnya Sun Han Siang sampai berdiri termagu2.

kawanan jago dari golongan putih lainnya pun tertegun,

hampir boleh dikata mereka tak perCaya dengan perka