Pengobatan Cina

Pengobatan Cina

Untuk memahami sistim penyembuhan – perlu diketahui konteks budaya. Budaya yang terartikulasi dalam falsafah
dan cara pandang, dimana kedua hal ini akan menentukan bagaimana sistim penyembuhan tersebut dipakai. Cara
pandang orang Barat didasarkan pada pandangan reduksiisme – mencoba memahami suatu sistim dengan
memecah menjadi bagian-bagian kecil. Hal ini membuat ilmu pengetahuan dan praktik pengobatan Barat mempunyai
pola reduksionis pula dan mengutamakan aspek analitikal. Sebaliknya, adalah pola pandang holiisme yaitu
pandangan bahwa manusia sebagai sesuatu yang ‘utuh’ dan merupakan kesatuan antara tubuh, pikiran dan roh
(body, mind & spirit) – kurang dihargai.
Pengobatan Cina mempunyai potensi mengubah cara pandang di atas. Dasar pengobatan Cina adalah Taoisme
yang memandang alam semesta dan segala sesuatunya saling berinteraksi dengan prinsip sama-sama
menguntungkan (mutualistis). Tidak ada yang boleh disingkirkan atau ditinggalkan, tidak ada yang dianalisis atau
diinterpretasikan tanpa rujukan secara keseluruhan. Manusia adalah bagian integral dari energi alam semesta
(mikrokosmos dalam makrokosmos).
Perlakuaan-perlakuan yang digunakan pengobatan Cina juga melibatkan energi yang dicari untuk mengembalikan
harmoni dan menyeimbangkan setiap individu ke dalam lingkungan yang sesuai dengan mereka masing-masing.
Para praktisi menggunakan akupunktur, pengobatan herbal, latihan Chi-Kung, melakukan meditasi bahkan
menggunakan feng shui untuk menyeimbangkan kembali energi pada rumah atau kantor pasien. Prinsip pengobatan
Cina tidaklah menunggu sampai penyakit datang. Memahami prinsip-prinsip ini dan menerapkannya pada kehidupan
sehari-hari adalah bagian dari sistim kesehatan Cina.
Perbedaan antara pengobatan Cina dan Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Pengobatan Cina Pengobatan Barat
• Orientasi pada pasien- Energetik
• Penyakit adalah suatu proses
belajar
• Penyakit berasal dari kebiasaan
buruk
• Penyebuhan lambat &
mendalam
• Melihat keseluruhan
• Menganjurkan pola hidup sehat
• Vitalistik
• Aman
• Orientasi pada penyakit
• Psiko-kimiawi
• Penyakit adalah musuh
• Penyakit adalah musuh yang harus
dihancurkan
• Penyembuhan cepat dan tidak tuntas
(superficial)
• Melihat gejala
• Sehat adalah tidak terkena penyakit
• Mekanistik
• Terkadang kurang aman
Yin – Yang
Manusia adalah alam semesta berbentuk mini, sebuah mikrokosmos dalam hubungannya dengan makrokosmos.
Sebagai bagian pelengkap yang penting, manusia tunduk pada hukum-hukum kosmos yang sama. Keseluruhan
susunan alam semesta terbentuk dari keseimbangan yang sempurna antara kekuatan Yang dan Yin.
Konsep Yin dan Yang sangatlah mendasar dalam pengobatan. Hal ini penting untuk menjelaskan interaksi dinamis
yang menjadi pokok semua aspek dalam alam semesta. Karakteristik Yin dapat diartikan sisi gelap, potensi yang
dihadirkan dalam kualitas-kualitas seperti: di dalam, dingin, diam, pasif, kegelapan; karakteristik Yang dapat diartikan
sisi terang, realitas yang dihadirkan dalam kualitas-kualitas seperti: di luar, panas, ekspresi, aktif, terang. Suatu
materi tidak dapat dipisahkan menjadi Yang dan Yin karena keduanya terkandung satu sama lain pada suatu meteri.
Contoh: uap adalah kualitas Yang dari air sedangkan es adalah kualitas Yin dari air.
Keseimbangan Yin dan Yang
Keterhubungan antara Yang dan Yin mengacu pada interaksi diantara keduanya. Perubahan adalah akar segala
sesuatu dan ini dimanifestasikan bilamana Yang berubah menjadi Yin dan sebaliknya, Yin berubah menjadi Yang.
Keseimbangan akan tercapai lewat proses transformasi timbal-balik, meskipun dalam proses ini terkadang terjadi
goncangan. Pengobatan Cina memandang tubuh sebagai aspek Yang dan Yin. Keseimbangan dinamis antara aspek
Yang dan Yin tubuh ditandai dengan badan sehat, dan sebagai implikasinya sakit adalah indikasi adanya
ketidakseimbangan antara Yin dan Yang. Jika Yin mendominasi maka timbul perasaan lemah, lelah; jika Yang
mendominasi timbul perasaan mudah tersinggung dan terbangkit emosinya, karena tubuh panas, pori-pori menutup,
sulit bernafas dan terengah-engah.
Lima Unsur (1)
Konsep lima unsur adalah upaya untuk memilah suatu fenomena ke dalam 5 proses berkesinambungan yang
membentuk suatu siklus atau daur yang diberi label nama: kayu, api, tanah, logam dan air. Konsep ini atau yang
lebih dikenal dengan sebutan Wu Xing digunakan dalam pengobatan Cina dan hal-hal intelektual lainnya. Orang
Barat sulit menerima konsep ini meskipun sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu. Wu artinya lima dan Xing yang
artinya ‘berjalan’ atau ‘bergerak.’ Tahap-tahap dalam konsep ini berhubungan dengan pola suatu peristiwa dan
sesuatu, terutama dalam kaitannya dengan perubahan yang dinamis
Karakteristik
Unsur kayu berhubungan dengan fungsi-fungsi aktif atau sesuatu yang ada pada tahap bertumbuh. Unsur api untuk
menggambarkan fungsi-fungsi dimana aktivitasnya sudah mencapai puncak. Unsur logam memberi indikasi bagi
fungsi-fungsi yang berada dalam tahap penurunan. Unsut air untuk fungsi-fungsi yang sudah mencapai tahap
istirahat yang sudah maksimal untuk kemudian akan mengubah arah aktivitas mereka. Unsur tanah dirancang untuk
menyeimbangkan atau menetralisir semua aktivitas yang terjadi.
Kayu Api Tanah Logam Air
Organ Yang Kandung empedu Usus kecil Lambung Usus besar Kandung
kemih
Organ Yin Hati Jantung Limpa, pankreas Paru-paru Ginjal
Emosi
negatif Kemarahan Rasa senang,
bahagia Kuatir, cemas Kesedihan, putus
asa Takut, tertekan
Emosi positif Kebaikan Cinta, bahagia Keterbukaan,
kejujuran
Kebenaran,
keberanian Keramahan
Pengobatan
Chang Ming
(terapi lewat
makanan)
Penyembuhan
spiritual Terapi jamu Akunpuntur Termogenesis
Chi
Chi menghangatkan tubuh. Menjaga tubuh yang normal, secara keseluruhan, adalah fungsi pemanas tubuh.
Jenis-jenis Chi
Ada 2 pola utama ketidakharmonisan chi, yaitu: kekurangan chi dan chi diam. Masing-masing dapat dirinci sebagai
berikut.
Kekurangan chi (chi-xu)
Hal ini merupakan petunjuk umum bagi pola-pola ketidakharmonisan di dalam tubuh, dimana chi tidaklah mencukupi
untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila kekurangan chi berdampak pada seluruh tubuh, maka akan timbul
gejala-gejala: kelelahan dan tidak mempunyai kemauan untuk bergerak (malas). Kekurangan chi ini juga
menggambarkan keadaan bahwa organ tertentu tidaklah berfungsi dengan benar. Misal: kekurangan chi ginjal, maka
tindak tidak harmonis dalam mengatur air dalam tubuh dan individu akan mengalami gejala seperti: tidak dapat
menahan kencing. Kekurangan chi dapat juga terjadi pada tipe atau jenis chi lain. Kurangnya chi pelindung akan
membuat orang kedinginan atau mendadak berkeringat.
Chi gagal (chi xian)
Adalah salah satu sub-kategori dari kekurangan chi, dimana karena terlalu kekurangan chi maka organ-organ tidak
dapat dijaga pada tempatnya. Chi gagal membuat ketidakteraturan seperti halnya: uterus (peranakan) atau penyakit
Semua chi dalam tubuh menunjuk kepada istilah umum seperti chi normal (zheng chi) atau seringkali disebut dengan
chi asli (zhen chi). Chi normal adalah chi yang belum terdeferensiasi menjadi bentuk-bentuk tertentu atau dikaitkan
dengan fungsi-fungsi spesifik.
Sumber Chi
• Chi asal (yuan chi) seringkali disebut dengan chi bawaan sebelum lahir yang diwarisi dari kedua orang tua
kepada anak-anaknya dan disimpan di ginjal.
• Chi dari makanan (gu chi) yang diambil dari makanan yang sudah dicerna menjadi sari makanan.
• Chi dari udara (kong chi) yang diekstrak oleh paru dari udara yang dihirup.
Ketiga bentuk chi ini bercampur untuk menghasilkan chi normal yang dialirkan keseluruh tubuh sehingga ada
ungkapan “Tak ada bagian tubuh yang tidak mempunyai, dan tak ada suatu tempatpun dimana chi tidak
terpenetrasi.”
Fungsi-fungsi Chi
Chi normal, sekali terbentuk, dapat dibagi menjadi beberapa bagian – secara spesifik, dengan fungsi yang spesifik
pula. Di dalam tubuh Chi mempunyai 5 fungsi utama. Melalui kelima aktivitas ini chi bertanggung jawab terhadap
keintegrasian fisik dan perubahan-perubahan yang terjadi secara menyeluruh di dalam tubuh.
a. Chi sumber segala gerakan di dalam tubuh dan terlibat dalam setiap gerakan. Fungsi ini mencakup gerakan
dalam arti luas seperti gerakan fisik (jalan, dansa), gerakan tanpa sadar (bernafas, jantung berdetak),
kemauan kita (makan, bicara), gerakan normal (berpikir, mimpi), proses kehidupan (lahir, dewasa dan tua)
semua itu bergantung pada chi. Di dalam tubuh, chi mempunyai gerakan teratur dengan 4 arah utama: naik,
turun, masuk dan ke luar. Tanpa masuk tidak ada perkembangan, tanpa naik dan turun tidak ada
penyerapan dan penyimpanan. Jika chi tidak memadai, jika gerakan chi tidak teratur, adalah awal
ketidakharmonisan.
b. Chi melindungi tubuh dari faktor-faktor luar (akan dijelaskan kemudian) dan melawan mereka. Apabila faktor
luar tidak dapat disingkirkan, maka hal ini terjadi karena tubuh kekurangan chi.
c. Chi sumber transformasi harmonis dalam tubuh. Apabila makanan yang dicerna, untuk kemudian diubah
menjadi substansi seperti darah, chi itu sendiri, air mata atau air kencing. Perubahan-perubahan ini
tergantung pada fungsi transformasi chi.
d. Chi mengatur substansi tubuh dan organ-organ tetap pada tempatnya. Dengan kata lain chi menjaga agar
segala tetap pada tempatnya masing-masing – menjaga setiap organ pada tempat yang sesuai, menjaga
darah berada pada salurannya dan melindungi tubuh agar tubuh tidak terlalu banyak mengeluarkan cairan
tubuh seperti liur atau keringat.
wasir, yaitu organ-organ tersebut tidak berada pada tempat semestinya.
Chi diam (chi zhi)
Ini adalah kategori kedua dari ketidakharmonisan chi. Gerakan chi normal terganggu – chi tidak mengalir keseluruhan
tubuh dengan lancar dan sesuai dengan jalurnya. Chi diam pada anggota-anggota tubuh dan meridian-meridian akan
diawali dengan rasa sakit dan ngilu di seluruh tubuh. Chi diam memicu ketidakmampuan organ berfungsi normal. Chi
diam pada paru berarti chi tidak ” masuk dan ke luar dengan benar” dan batuk dan sesak nafas adalah gejala yang
akan dialami.
Chi tidak menurut (chi ni)
Ini adalah bentuk lain dari chi diam, yaitu: chi mengalir ke arah yang salah. Chi lambung, sebagai contoh, harusnya
bergerak ke bawah; apabila chi tidak menurut dan bergerak naik, maka terjadi muntah dan mual-mual.
Semua substansi yang sudah diuraikan di atas dapat didefinisikan sebagai kondisi sangat Yin atau sangat Yang.
Semua mengikuti prinsip Yin-Yang dan Lima Unsur yaitu meskipun mengandung aspek Yin dan Yang, tetapi hanya
satu aspek yang dominan. Semua pola ketidakharmonisan dapat dibagi menjadi 2 kategori: kondisi Yin atau kondisi
Yang. Dalam substansi yang mengandung Yang, kekurangan chi adalah kondisi Yin, suatu kondisi kehabisan chi,
dengan gejala yang mempunyai karakteristik Yin, sulit bergerak. Sebaliknya, chi diam dalam kondisi Yang atau
berlebihan, diasosiasikan dengan karakteristik Yang yaitu: hiperaktif atau menelakukan hal yang tidak perlu (gelisah
sehingga jalan mondar-mandir).
Jing
Jing yang dapat diartikan sebagai pokok, adalah suatu konsep yang relatif sulit dipahami. Jing adalah pokok dari
segala aspek kehidupan. Apabila Jing melimpah atau banyak maka energi kehidupan kuat dan organisme sehat.
Sebaliknya, jika Jing sedikit maka energi kehidupan juga lemah dan organisme mudah terkena penyakit atau
menderita cacat. Jing terbentuk oleh energi seksual pria dan wanita. Jing awal (Zian Tian Zhi Jing) ada sebelum
suatu kelahiran (prenatal) adalah bentuk utama dari embiro dan fetus. Kuantias dan kualitas Jing bagi setiap jenis
kelamin sudah tertentu dan akan berpengaruh sepanjang kehidupan mereka. Bagi wanita, umur 7 tahun, Jing naik
dan gigi berganti dan tumbuh rambut. Pada umur 14 tahun, datang ‘embun langit’ yang membuat wanita mengalami
menstuasi. Pada umur 21 tahun, Jing mencapai puncak, dimana pertumbuhan gigi dan otot mencapai puncaknya.
Bagi pria, umur 8 tahun, gigi berganti dan tumbuh rambut. Umur 16 tahun, Jing melimpah dan pria menjadi subur.
Umur 24 tahun, Jing mencapai puncak, dimana pertumbuhan gigi dan otot mencapai puncak. Setelah mencapai
umur tersebut (wanita 21 tahun dan pria 24 tahun), Jing mulai menurun dengan beberapa tanda-tanda, seperti:
rambut mulai rontok, rambut menjadi putih. Pendek kata, Jing mengatur dari sebelum kelahiran sampai kematian.
Ketidaknormalan Jing menyangkut ketidakdewasaan seseorang, organ seks tidak berfungsi dengan sempurna,
wanita/pria tidak subur, penuaan awal.
Jing berikutnya atau paska-natal (Hou Tian Zhi Jing) adalah maka Jing diperoleh lewat makanan dan minuman yang
diproses oleh limpa dan lambung. Pengobatan Cina mengaitkan Jing dengan fungsi ginjal.
Fungsi-fungsi Jing:
- Reproduksi dan pertumbuhan anak (misal: gigi, tulang, otak)
- Meningkatkan chi ginjal
- Memproduksi sumsum (yang terkait dengan urat syaraf dan otak)
- Menentukan kesehatan jasmani (bekerja sama dengan Wei Chi melindungi tubuh dari serangan penyakit)
Jing tidak normal menyebabkan:
- Pertumbuhan tidak normal, terutama pada anak (misal: tuli, botak)
- Ginjal tidak berfungsi normal (misal: sakit punggung, mandul)
- Otak kurang berfungsi (misal: lemah ingatan, pikun)
- Badan mudah terserang penyakit (misal: sakit yang tidak sembuh-sembuh, alergi)
Shen
Cairan Tubuh
Chi penting dalam memproduksi dan mengalirkan cairan tubuh dan bertanggung-jawab agar cairan itu tetap pada
tempatnya. Sebaliknya, apabila cairan tubuh berkurang akan merusak Chi; jadi cairan tubuh penting untuk menjaga
Chi agar tetap sehat. Cairan tubuh dan darah saling membantu, dan cairan tubuh menjaga darah agar alirannya
teratur dan tidak terhenti karena hal ini dapat menyebabkan penyakit.
Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan kurang berfungsinya organ. Kurangnya cairan pada usus dapat
menyebabkan sembelit. Kelebihan cairan tubuh menyebabkan eksresi berlebihan (lendir), keputihan, berak tidak
terkendali, gangguan kulit, pembengkakan. Kelebihan cairan tubuh pada limpa membuat tubuh terasa berat.
Organ Yang (Fu)
Seperti sudah dijelaskan pada awal bahwa ada 6 organ yang terkait dengan ‘dunia’ disebut dengan Fu. Masingmasing
dari organ Fu ini mempunyai pasangan dengan organ Zang.
Kantung empedu
Kantung empedu menyimpan cairan empedu, dimana cairan ini akan dikirimkan ke dalam sistem pencernaan untuk
membantu proses pencernaan. Dalam pengobatan Cina, kantung empedu terlibat dalam pengambilan keputusan.
Apabila kantung empedu tidak berfungsi secara sempurna dapat mengakibatkan ketidakmampuan mengambil
keputusan atau membuat keputusan-keputusan di luar nalar umum. Kantung empedu berpasangan dengan hati.
Lambung
Lambung menerima dan menyimpan makanan. Lambung berfungsi memisahkan sari makanan sebelum dikirim ke
limpa, untuk kemudian dimurnikan menjadi Gu Chi dan mengirim sisanya ke usus kecil untuk diproses lebih lanjut.
Fungsi lambung adalah mengirim Chi ke bawah untuk proses selanjutnya. Jika fungsi ini tidak berjalan semestinya,
maka Chi lambung akan ‘memberontak ke atas.’ Gejala ini tampak pada bersendawa, tersedak, memuntahkan
Cairan tubuh (Jin Ye) adalah cairan lain – selain darah, yang memberi kelembaban pada tubuh dan mengalir ke
seluruh tubuh. Cairan tubuh digunakan mengetahui pengaruh makanan dan minuman pada gerakan organ tubuh
baik internal maupun eksternal. Ada 2 tipe cairan tubuh: ringan dan berat, dan kekurangan atau kelebihan cairan
tubuh akan menyebabkan problem.
Proses
Cairan tubuh berasal proses dimana limpa dan lambung menyerap zat dari makanan dan minuman. Limpa akan
memisahkan cairan tubuh tersebut menjadi ‘asli’ dan ‘tidak asli’, dimana yang ‘asli’ dikirim ke paru-paru untuk
kemudian dipilah menjadi cairan ‘encer’ dan cairan ‘kental.’ Cairan ‘encer’ digunakan untuk memberi zat sekaligus
melembabkan kulit dan otot-otot tubuh, sedangkan cairan ‘kental’ dikirim ke ginjal. Selanjutnya ginjal mengolah cairan
itu, dimana setelah dimurnikan dikirim ke paru-paru dan sisanya dibuang sebagai air seni.
Cairan ‘tidak asli’ dikirim limpa ke usus kecil untuk dipisahkan lagi, dimana yang lebih ‘asli’ ke lambung dan yang
paling ‘tidak asli’ ke usus besar untuk kemudian dibuang sebagai kotoran.
Jenis cairan tubuh
Ada 2 jenis cairan tubuh, yaitu:
a. Cairan encer (Jin) yang bersirkulasi bersama Wei Chi ke seluruh permukaan kulit (termasuk rambut) dan
otot (luar) tubuh di bawah kendali paru-paru. Contoh: keringat, air mata dan air liur.
b. Cairan kental yang bersirkulasi ke seluruh bagian dalam tubuh bersama Ying Chi di bawah kendali limpa
dan ginjal. Contoh: cairan pelumas untuk persendian dan otak.
kembali, mual, muntah-muntah. Lambung berpasangan dengan limpa.
Usus kecil
Usus kecil menerima sari makanan dari lambung dan memisahkan sari makanan dan sisanya. Sari makanan diserap
di bawah pengendalian limpa dan sisanya dikirim ke usus besar atau dibuang lewat kantung kemih. Usus kecil
menjalankan fungsi ini bersama-sama dengan cairan tubuh. Usus kecil berpasangan dengan jantung.
Usus besar
Usus besar menyerap sari makanan dan membuang sisanya. Usus besar menerima sisa sari makanan dari usus
kecil untuk diproses lebih lanjut dan kemudian diproses menjadi sari makanan (dalam bentuk cair); sisanya dibuang
dalam bentuk kotoran. Usus besar berpasangan dengan paru.
Kandung kemih
Kandung kemih menyimpan urine dan proses pengeluarannya. Kandung kemih menerima cairan tubuh yang tidak
terpakai dari paru, usus besar dan usus kecil dan di bawah pengaruh ginjal, menyimpan dan mengeluarkannya
sebagai urine. Kandung kemih berpasangan dengan ginjal.
Triple heater (San Jiao)
San Jiao mengkoordinasikan transformasi dan transportasi dari cairan-cairan dalam tubuh, yaitu pada tubuh bagian
atas, tengah dan bawah. San Jiao mengatur fungsi pemanasan tubuh, sesuai dengan namanya. Dengan
menempatkan energi Yang dari ginjal pada tempat semestinya, San Jiao membantu Chi bergerak dan menjaga suhu
tubuh. San Jiao berpasangan dengan perikardium.
Shen yang dapat diartikan sebagai pikiran atau semangat dari seseorang. Pikiran adalah kata yang relatif tepat untuk
memberi pengertian pada Shen yang sulit dipahami oleh orang awam. Meskipun demikian kita tidak boleh
menyederhanakannya sebagai pikiran yang hanya berpikir, mengingat-ingat dan logika. Shen bukanlah kesadaran
tatapi kita dapat mengartikan bahwa keberadaan kesadaran manusia adalah bukti dari olah atau karya dan kehadiran
Shen. Defesiensi Shen secara fisik tidaklah ada, karena ketidakharmonisan Shen bersifat spiritual. Namun karena
prinsip ini digabungkan dengan organ jantung, maka kurangnya Chi atau darah dalam jantung dapat menyebabkan
lemahnya Shen.
Bilamana hubungan antara ketiganya harmonis, maka seseorang akan bahagia dalam kehidupan ini: fisik yang
sehat, mental tajam dan selalu siap
Ketidakhormonisan Shen ditunjukkan dengan daya pikir yang lemah dan kacau, tidak memiliki gairah hidup, berdiam
diri, depresi, tidak bahagia, selalu merasa kuatir atau insomnia. Pada tingkatan yang lebih ektrem,
ketidakharmonisan Shen menyebabkan ketidakteraturan pada personalitas, gangguan kejiwaan, kehilangan vitalitas,
Hubungan Chi, Jing dan Shen
Akan lebih mudah memahami Shen apabila dijelaskan bersama-sama dengan Chi dan Jing. Chi, Jing dan Shen
dalam pengobatan Cina seringkali disebut sebagai ‘tiga harta karun’ dan dipercayai merupakan komponenkomponen
terpenting dalam kehidupan seseorang.
• Jing adalah komponen paling padat yang bertanggung jawab bagi proses perkembangan tubuh.
• Chi bertanggung jawab untuk memberi kehidupan pada tubuh.
• Shen sangat bertanggung jawab bagi kesadaran manusia.
pelupa, perilaku tidak rasional, histeria, berbicara tanpa ujung-pangkal, gila disertai dengan kekerasan, delusi atau
bahkan sering kehilangan kesadaran.
Darah
Konsep tentang Chi dan Jing sulit dipahami oleh pengobatan modern. Begitu pula konsep tentang darah yang sama
sekali berbeda. Darah terkait dengan Chi yang mengalir di dalam tubuh dan Shen (aspek terpenting tentang pikiran
dalam pengobatan Cina). Ada 2 cara untuk menjelaskan bagaimana darah diproduksi dan mengaliri seluruh tubuh,
limpa, lambung, paru-paru, jantung dan ginjal, dimana semuanya mempunyai peran penting bagi pembentukan
darah.
1. Mengubah zat makanan Makanan dan minuman diubah menjadi darah dimulai dari limpa. Limpa mengambil
intisari Gu Chi dan makanan yang dicerna oleh lambung untuk kemudian dikirim ke daerah dada. Chi paruparu
melakukan proses untuk dijadikan darah dan Gu Chi mengangkutnya ke jantung dimana Yuan Chi dan
Jingh memberi ‘sentuhan akhir’ pada proses produksi darah.
2. Dihasilkan oleh sumsum Sumsum juga terkait dalam proses produksi darah. Pada kasus ini, Jing yang
tersimpan pada ginjal memproduksi sumsum, yang disimpan pada tulan belakang. Sumsum ini memberi
kontribusi ptoduksi darah.
Fungsi-fungsi darah
a. Mengaliri seluruh tubuh. Darah secara terus-menerus mengaliri tubuh dengan membawa zat-zat yang
diperlukan oleh organ-organ tubuh. Ingatlah selalu bahwa darah dianggap sebagai aspek Chi dan
membantu membawa nutrisi adalah tugas Chi.
b. Menjaga suhu tubuh. Karena bersifat cair, maka sangat penting dalam proses menjaga kelembaban..
c. Meningkatkan daya-pikir (Shen). Darah dipandang membantu mengarahkan proses berpikir agar jelas dan
stabil. Jika seseorang kurang darah, akan timbul kecenderungan mudah marah dan merasa kuatir karena
darah tidak cukup mengalir ke pikirannya.
Ketidakharmonisan
• Kurang darah (xue-xu) yang terjadi bilamana seluruh tubuh atau organ tertentu atau bagian tubuh tertentu
kurang dialiri darah. Dalam kondisi ini, pasien mukanya akan pucat dan tidak bersinar, pusing dan kulit
kering.
• Darah membeku (xue-yu) yang terjadi bilamana darah terhalang dan tidak dapat mengalir dengan lancar.
Kondisi ini bisanya ditandai dengan rasa sakit menusuk yang mungkin diikuti dengan tumor, kista maupun
pembengkakan organ (biasanya hati).
Cairan Tubuh
Chi penting dalam memproduksi dan mengalirkan cairan tubuh dan bertanggung-jawab agar cairan itu tetap pada
tempatnya. Sebaliknya, apabila cairan tubuh berkurang akan merusak Chi; jadi cairan tubuh penting untuk menjaga
Chi agar tetap sehat. Cairan tubuh dan darah saling membantu, dan cairan tubuh menjaga darah agar alirannya
teratur dan tidak terhenti karena hal ini dapat menyebabkan penyakit.
Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan kurang berfungsinya organ. Kurangnya cairan pada usus dapat
menyebabkan sembelit. Kelebihan cairan tubuh menyebabkan eksresi berlebihan (lendir), keputihan, berak tidak
terkendali, gangguan kulit, pembengkakan. Kelebihan cairan tubuh pada limpa membuat tubuh terasa berat.
Organ Yang & Organ Yin
Fu tambahan
Penjelasan tentang (organ) Fu tambahan ini hanya untuk melengkapi penjelasan tentang organ-organ. Untuk
kemudian tidak akan terlalu banyak disinggung lagi.
Sistem pengobatan Cina membagi organ menjadi 2 kategori, yaitu: organ Yin atau sering disebut Zang dan organ
Yang yang disebur Fu. Keduanya mempunyai fungsi saling melengkapi dan disebut dengan Zangfu. Zangfu adalah
Cairan tubuh (Jin Ye) adalah cairan lain – selain darah, yang memberi kelembaban pada tubuh dan mengalir ke
seluruh tubuh. Cairan tubuh digunakan mengetahui pengaruh makanan dan minuman pada gerakan organ tubuh
baik internal maupun eksternal. Ada 2 tipe cairan tubuh: ringan dan berat, dan kekurangan atau kelebihan cairan
tubuh akan menyebabkan problem.
Proses
Cairan tubuh berasal proses dimana limpa dan lambung menyerap zat dari makanan dan minuman. Limpa akan
memisahkan cairan tubuh tersebut menjadi ‘asli’ dan ‘tidak asli’, dimana yang ‘asli’ dikirim ke paru-paru untuk
kemudian dipilah menjadi cairan ‘encer’ dan cairan ‘kental.’ Cairan ‘encer’ digunakan untuk memberi zat sekaligus
melembabkan kulit dan otot-otot tubuh, sedangkan cairan ‘kental’ dikirim ke ginjal. Selanjutnya ginjal mengolah cairan
itu, dimana setelah dimurnikan dikirim ke paru-paru dan sisanya dibuang sebagai air seni.
Cairan ‘tidak asli’ dikirim limpa ke usus kecil untuk dipisahkan lagi, dimana yang lebih ‘asli’ ke lambung dan yang
paling ‘tidak asli’ ke usus besar untuk kemudian dibuang sebagai kotoran.
Jenis cairan tubuh
Ada 2 jenis cairan tubuh, yaitu:
a. Cairan encer (Jin) yang bersirkulasi bersama Wei Chi ke seluruh permukaan kulit (termasuk rambut) dan
otot (luar) tubuh di bawah kendali paru-paru. Contoh: keringat, air mata dan air liur.
b. Cairan kental yang bersirkulasi ke seluruh bagian dalam tubuh bersama Ying Chi di bawah kendali limpa
dan ginjal. Contoh: cairan pelumas untuk persendian dan otak.
Apabila Zangfu tidak cukup untuk menjelaskan semua fenomena kesehatan, maka ada tambahan organ yang lazim
disebut dengan Fu tambahan (ekstra Fu). Disebut dengan Fu tambahan karena ada beberapa fungsi mirip dengan
Fu yaitu mengurus aktivitas dalam tubuh meskipun mereka juga mempunyai fungsi seperti halnya Zang yaitu: fungsi
menyimpan. Semua organ ekstra Fu ini menyimpan ‘sari’ Yin dari tubuh, seperti: Jing, sumsum dan darah.
• Uterus mengatur mengatur menstuasi dan kesuburan. (Pada kaum adam organ ini equivalen dengan
daerah Dan Tien yang disebut Jing atau tempat sperma).
• Otak menyimpan sumsum – yang lebih dikenal dengan nama ‘lautan sumsum.’
• Tulang menyimpan sumsum tulang.
• Saluran darah yang berisi darah.
• Limpa termasuk organ Zang, tetapi juga termasuk Fu tambahan karena mempunyai fungsi menyimpan
yaitu: tempat empedu.
sekelompok sistem organ Yin dan Yang yang dikenal dalam pengobatan Cina. Berbeda dengan pengobatan Barat
yang menentukan organ berdasarkan fungsinya, tapi pengobatan Cina menganggap organ sebagai salah satu
bagian dari suatu proses perubahan energi yang dinamis dalam tubuh.
contoh: jantung dilihat fungsinya sebagai ‘pompa darah’ ke seluruh tubuh. Apabila jantung tidak berfungsi, maka
dilakukan terapi dengan bagaimana mengembalikan kepada fungsinya.
Organ Yin (Zang)
Pengobatan Cina menunjuk bahwa Zang terletak di tubuh bagian dalam dan berfungsi menghasilkan,
mengtransformasikan, mengatur dan menyimpan subsatnsi utama – Chi, darah, Jing, Shen dan cairan tubuh.
Ada 5 organ Yin yang dikenal, yaitu: paru-paru, jantung, limpa, hati dan ginjal. Sebenarnya ada organ ke enam yaitu:
perikardium, dimana mempunyai meridian Chi sendiri dan fungsinya sangat erat berhubungan dengan jantung,
meskipun seringkali tidak disebut secara terpisah dengan jantung.
Organ Yang (Fu)
Berbeda dengan Zang yang terletak di tubuh bagian dalam, Fu lebih mendekati tubuh bagian luar dan mempunyai
fungsi menerima, memisahkan, mendistribusikan dan mengeluarkan substansi-substansi tubuh. Fu bukanlah organorgan
penyimpan tetapi organ-organ yang terkait dalam proses yang mengandung gerakan dan perubahan.
Ada 6 orang Yin, yaitu: kantung empedu, lambung, usus kecil, usus besar, kandung kemih dan triple heater (San-
Jiao). Konsep triple heater ini penting dalam pengobatan Cina, meskipun tidak berbentuk organ tertentu akan tetapi
prosesnya dapat diidentifikasi. Setelah anda memahami konsep triple heater, maka dapat dipastikan anda akan
dapat memahami pengobatan Cina.
Fu tambahan
Sebagai tambahan pada Zangfu, sistem pengobatan Cina juga mengidentifikasikan 6 organ yang kurang dianggap
penting dalam kiatannya dengan proses dalam tubuh. Keenam organ itu adalah: otak, uterus, sumsum, tulang,
saluran darah dan kandung kemih. Kandung kemih masuk ke dalam 2 kategori, makin bingung tentunya. Ikuti terus
uraian berikutnya.
Organ Yang (Fu)
Seperti sudah dijelaskan pada awal bahwa ada 6 organ yang terkait dengan ‘dunia’ disebut dengan Fu. Masingmasing
dari organ Fu ini mempunyai pasangan dengan organ Zang.
Kantung empedu
Kantung empedu menyimpan cairan empedu, dimana cairan ini akan dikirimkan ke dalam sistem pencernaan untuk
membantu proses pencernaan. Dalam pengobatan Cina, kantung empedu terlibat dalam pengambilan keputusan.
Apabila kantung empedu tidak berfungsi secara sempurna dapat mengakibatkan ketidakmampuan mengambil
keputusan atau membuat keputusan-keputusan di luar nalar umum. Kantung empedu berpasangan dengan hati.
Lambung
Lambung menerima dan menyimpan makanan. Lambung berfungsi memisahkan sari makanan sebelum dikirim ke
limpa, untuk kemudian dimurnikan menjadi Gu Chi dan mengirim sisanya ke usus kecil untuk diproses lebih lanjut.
Fungsi lambung adalah mengirim Chi ke bawah untuk proses selanjutnya. Jika fungsi ini tidak berjalan semestinya,
maka Chi lambung akan ‘memberontak ke atas.’ Gejala ini tampak pada bersendawa, tersedak, memuntahkan
kembali, mual, muntah-muntah. Lambung berpasangan dengan limpa.
Usus kecil
Usus kecil menerima sari makanan dari lambung dan memisahkan sari makanan dan sisanya. Sari makanan diserap
di bawah pengendalian limpa dan sisanya dikirim ke usus besar atau dibuang lewat kantung kemih. Usus kecil
menjalankan fungsi ini bersama-sama dengan cairan tubuh. Usus kecil berpasangan dengan jantung.
Usus besar
Usus besar menyerap sari makanan dan membuang sisanya. Usus besar menerima sisa sari makanan dari usus
kecil untuk diproses lebih lanjut dan kemudian diproses menjadi sari makanan (dalam bentuk cair); sisanya dibuang
dalam bentuk kotoran. Usus besar berpasangan dengan paru.
Kandung kemih
Kandung kemih menyimpan urine dan proses pengeluarannya. Kandung kemih menerima cairan tubuh yang tidak
terpakai dari paru, usus besar dan usus kecil dan di bawah pengaruh ginjal, menyimpan dan mengeluarkannya
sebagai urine. Kandung kemih berpasangan dengan ginjal.
Triple heater (San Jiao)
San Jiao mengkoordinasikan transformasi dan transportasi dari cairan-cairan dalam tubuh, yaitu pada tubuh bagian
atas, tengah dan bawah. San Jiao mengatur fungsi pemanasan tubuh, sesuai dengan namanya. Dengan
menempatkan energi Yang dari ginjal pada tempat semestinya, San Jiao membantu Chi bergerak dan menjaga suhu
tubuh. San Jiao berpasangan dengan perikardium.
Memeriksa denyut nadi perlu keterampilan tambahan karena banyak aspek yang terkait dengan denyut nasi, seperti:
kedalaman (depth), kuat-lemahnya (strength), bentuk (shape), tenggang waktu (length), irama, denyut moderat dan
lain-lainnya.
Melihat
Melakukan diagnostik dengan melihat penampilan seorang pasien perlu memperhatikan 4 karakteristik utama yang
dapat terlihat oleh mata. Pertama, adalah penampilan secara umum, termasuk bentuk fisik/tubuh pasien, tingkah laku
pasien dan kelakuannya saat dilakukan diagnostik dan Shen pasien. Kedua, warna atau rona wajah pasien.
Karakteristik ketiga adalah dengan melihat lidah, termasuk di sini adalah bentuk dan gerakan lidah, material yang
terdapat pada lidah atau menutupi lidah. Terakhir, keempat adalah sekresi tubuh, seperti: keringat dan kotoran.
Seorang praktisi pengobatan Cina dapat membuat prioritas berdasarkan pengalamannya, akan tetapi biasanya
dimulai dari melihat lidah, warna rona wajah, sekresi & kotoran dan penampilan fisik.
Penampilan
Bentuk fisik pasien dapat memberi indikasi tentang kondisi kesehatannya. Orang yang kuat dan tegap mempunyai
organ-organ tubuh kuat. Apabila ketidakharmonisan terjadi pada orang ini, maka semua itu terjadi oleh karena
kekuatan orang tersebut. Orang yang tampak lemah cenderung mempunyai organ-organ tubuh yang lemah dan
Pengantar Diagnosis
Praktisi pengobatan Cina dihadapkan dengan problem untuk membuat berbagai macam proses yang terjadi dalam
diri (tubuh) seorang pasien sehingga masuk akal. Diperlukan cara sistimatis guna mengorganisir semua informasi
adalah hal utama apabila rencana-rencana dan strategi-strategi dilakukan agar mampu mengobati pasien. Tanpa
informasi yang lengkap, tidak dimungkinkan membuat atau merumuskan suatu hipotesis, sebelum akhirnya
menentukan cara penyembuhan yang cocok.
Ada 4(empat) cara dalam melakukan diagnosis, di mana masing-masing kemudian dirinci menjadi beberapa teknik
lain.
a. Melihat: Pertama kali, praktisi akan melihat kondisi pasien atau bentuk fisik karena hal ini sangat signifikan.
Semua itu dilakukan hanya dengan mengamati, tanpa keharusan membuat hipotesis.
• Penampilan
• Rona wajah
• Lidah
• Sekresi & kotoran
b. Mendengar & membaui: mendengarkan suara pasien terkadang dapat diketahui penyebab sakit. Suara
keras menunjukkan kondisi kelebihan (ekses) dan suara pelan menunjukkan kondisi kekurangan (defisien).
Bau menyengat menunjukkan pengaruh panas dan tanpa bau biasanya terjadi karena ‘gangguan’ dingin.
c. Bertanya: dengan bertanya dapat diketahui kondisi kesehatan dan penyebab penyakit seorang pasien.
Gejala-gejala terkadang tidak mempunyai kaitan dengan keluhan atau gaya hidup pasien.
• Mengalami rasa dingin/panas
• Keringat
• Sakit kepala atau mual
• Rasa sakit
• Air kencing & kotoran
• Haus, selera makan, perasaan
• Tidur
• Pola-pola lain untuk wanita
• Sejarah medis pasien
d. Diraba: dengan meraba pasien setidak-tidaknya dapat diketahui: getaran tubuh (misal: karena menggigil)
dan denyut nadi.
ketidakharmonisan yang terjadi adalah karena kelemahan organ tersebut.
Orang yang kelebihan berat tubuhnya mudah mengalami kekurangan chi, sehingga dia mudah pucat atau menderita
bengkak. Berat tubuh yang berlebihan juga mempunyai indikasi kelebihan mucus atau lembab. Sebaliknya, orang
kurus dengan dada tipis dan kulit kering mudah kekurangan yin atau darah. Dalam jangka panjang kedua kondisi
sakit di atas dapat membuat Jing terkuras.
Cara yang lebih tepat, barangkali, adalah mengamati tingkah laku dan emosi pasien. Orang aktif, senang keluyuran,
cerewet, agresif dan mudah tersinggung biasanya manifestasi dari Yang. Orang pasif, senang tinggal rumah, tenang
adalah manifestasi dari Yin. Gerakan cepat biasanya mengindikasikan adanya panas; gerakan lambat, berhati-hati
biasanya indikasi dari dingin. Mengamati Shen berarti memperhatikan ekspresi wajah pasien, bentuk tubuh, cara
bicara, daya terima/tanggapan, pandangan dan sinar mata, reaksi, kejernihan pikiran.
Rona wajah
Cara yang paling tepat, menurut pakar kesehatan Cina, adalah dengan melihat lidah dan memeriksa denyut nadi.
Apabila tatapan mata tanpa sinar atau wajah ‘berkabut’ menunjuk bahwa Shen habis atau tubuh dalam keadaan tidak
harmonis. Shen merupakan ‘induk’ dari Chi dan darah, evaluasi terhadap Shen mengacu pada kuat/lemahnya kedua
substansi itu. Dokter Cina seringkali menyebutkan dengan istilah ‘mempunyai Shen’, ‘kekurangan Shen’ dan ‘Shen
salah’. Shen salah biasanya terjadi setelah pasien mengalami sakit berkepanjangan, yaitu pada saat pasien merasa
bahwa dirinya akan meninggal.
Melihat Lidah
Melihat lidah adalah satu satu cara yang paling tepat untuk memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien. Ada cara
lain yaitu memeriksa denyut nadi. (akan dijelaskan kemudian).
Ada yang mengambarkan cara melihat lidah ini seperti halnya kertas litmus yang ditetesi dengan cairan asam atau
cairan basa yaitu akan segera diketahui kualitas-kualitas utama penyebab ketidakharmonisan. Banyak gejala tetapi
baru dapat diartikan apabila semua konfigurasi telah diketahui, akan tetapi melihat lidah adalah suatu interpretasi
yang paling penting.
Dokter Cina membedakan lidah menjadi 2 hal, yaitu: material lidah dan lapisan lidah. Lapisan lidah dapat diartikan
sebagai lapisan yang menyelimuti lidah sehingga dikenal istilah lidah ‘berlumut’ atau lidah ‘berbulu’. Material lidah
dan lumut lidah adalah dua hal yang berbeda dalam melakukan pemeriksaan dengan cara melihat lidah. Material
lidah adalah derajat/rona warna lidah dan kelembaban lidah, di mana hal ini yang membedakan antara lidah orang
sehat dan lidah orang sakit.
Lidah orang sehat atau lidah normal berwarna merah pucat dan lembab. Warna ini terjadi karena darah yang
mengalir ke lidah juga membawa chi yang mengalir pelan. Apabila ada pesien dengan warna lidah normal, tetapi
sakit, maka hal ini dapat diartikan bahwa darah dan chi mengalir lancar, sehingga prognosis akan menjadi lebih
mudah. Lidah berwarna pucat memberi indikasi kekurangan darah atau kekurangan chi atau orang tersebut
kedinginan. Sebaliknya, warna lidah yang terlalu merah menunjukkan panas bersemayam di dalam tubuh.
Lidah berwarna ungu biasanya menunjukkan bahwa darah dan chi tidak bergerak dengan harmonis dan ada
kemungkinan chi mengalami stagnasi atau terjadi pembekuan darah.
Lidah yang mengecil biasanya menunjukkan gejala kekurangan darah atau cairan tubuh. Lidah kaku menunjuk
kepada dampak angin atau ada mucus menutupi aliran chi jantung. Lidah yang tidak dapat diam atau terus bergetar
an pucat menunjuk ketidakcukupan chi pengatur gerakan. Lidah merah menunjuk gejala angin internal bergerak di
dalam lidah.
Lidah berwarna ungu atau pucat dan kaku biasanya karena dingin menyerang tubuh. Lidah yang pecah-pecah
adalah normal jika memang ada sejak lahir. Akan tetapi jika bukan kondisi di atas, lidah pecah menunjuk kepada
penyakit kronis. Lidah merah dan pecah-pecah biasanya merupakan pertanda panas melumpuhkan produksi cairan
tubuh atau kekurangan Yin; Lidah pucat dan pecah-pecah menunjuk kekurangan darah dan chi.
Pori-pori lidah yang membesar atau tampak seperti duri-duri dan merah biasanya terjadi karena panas atau
pembekuan darah. Tanda-tanda di atas biasanya hanya terjadi pada bagian tertentu pada lidah, karena lidah
mempunyai kaitan dengan organ-organ pada tubuh. Misal: ujung lidah berhubungan dengan organ jantung.
Sekresi & kotoran
Dalam hal ini yang sdimaksud adalah dahak, ingus, muntahan, air kencing dan kotoran (faces). Oleh karena dahak,
ingus dan muntahan dapat dilihat, maka semua itu dikategorikan sebagai pemeriksaan dengan cara melihat.
Pemeriksaan air kencing dan kotoran biasanya dilakukan dengan bertanya pada pasien, maka masuk dua hal
terakhir ini masuk kategori pemeriksaan dengan bertanya.
Dahak atau ingus bening dan encer yang keluar dari hidung atau tenggorokan biasanya merupakan bagian dari
(penyebab) dingin. Apabila dahak atau ingus berwarna kuning dan kental, mengindikasikan (penyebab) panas.
Dahak atau ingus dalam jumlah banyak dan keluar bersamaan dengan batuk mengindikasikan pasien terkena
(penyebab) lembab.
Dahak berdarah biasanya menunjukkan panas yang menyerang paru-paru.
Muntahan
Muntahan yang encer, bening dan encer menunjukkan pola (penyebab) dingin dan pasien kekurangan (defisiensi) chi
lambung, yaitu dengan tanda-tanda: makanan masih belum dicerna, bentuk utuh dan pasien tidak mengalami rasa
masam di mulut. Rasa masam di mulut biasanya mengindikasikan adanya panas yang bernaung di lambung.
Muntahan berwarna kuning dan terasa pahit adalah pertanda adanya panas pada hati atau pada kantung empedu.
Mendengarkan & membaui
Cara pemeriksaan ini terkait dengan berbagai gejala umum, dimana semua itu mempunyai peran yang sama
pentingnya untuk melakukan suatu diagnosis.
Suara yang keluar dari pernafasan adalah indikasi utama. Suara serak dan nafas keras menunjuk terjadi kelebihan
(ekses). Nafas lemah dan terputus-putus menunjuk kekurangan (defisiensi), suara pelan dan sulit bicara terjadi
karena (penyebab) kering. Suara yang tiba-tiba menghilang disebabkan oleh faktor lain, dimana kehilangan suara
kronis juga menunjuk kekurangan. Suara mendesah seringkali menunjuk adanya dahak.
Bertanya 1
Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, seorang ‘Dokter’ Cina dapat mengetahui data kesehatan pasien
meskipun belum merupakan informasi siap saji yang digunakan sebagai dasar acuan pengambilan keputusan.
Beberapa hal penting yang dapat dijadikan sebagai dasar diagnosis biasanya diajukan lewat pertanyaan-pertanyan
yang menyangkut topik: sensasi panas atau dingin; keringat; sakit kepala atau pening; lokasi dan intensitas rasa
sakit; air kencing dan kotoran; rasa haus; nafsu makan dan rasa yang ada pada mulut; tidur; hal-hal yang terkait
dengan jenis kelamin tertentu seperti: haid; riwayat medis adalah beberapa hal yang paling penting.
Dengan bertanya dapat diketahui hal-hal yang sebelumnya masih hanya prakiraan, sehingga belum dapat digunakan
sebagai dasar penentuan penyakit.
Di bawah ini secara sekilas akan diuraikan beberapa hal yang sudah disebutkan di atas.
Sensasi panas atau dingin
Sensasi dingin mengacu pada Yin dan panas mengacu pada Yang, yang terjadi karena ketidakharmonisan internal.
Gejala panas dengan indikasi badan panas, penderita tidak menyukai udara panas atau tempat panas. Gejala dingin,
sebaliknya, dengan indikasi badan menggigil dan menyukai udara panas.
Bila lasien tiba-tiba demam dibarengi dengan menggigil, hal ini mengidikasikan bahwa Chi tubuh berusaha
mengeluarkan pengaruh berbahaya yang berasal dari luar tubuh; hal ini belum tentu karena dingin. Jika pasien
demam tapi tidak menggigil, dikatakan bahwa penyakit menyerang bagian dalam tubuh dan demam adalah pertanda
dari panas. Bila pasien tidak demam tetapi takut akan dingin, pasien ini biasanya menderita kekurangan Yang atau
mengalami kekurangan Chi yang kronis. Terkadang memakai selimut juga tidak membantu. Jika dengan berselimut
tubuh pasien menghangat, ketidakharmonisan ini terjadi karena kekurangan internal Yang atau masuknya pengaruh
buruk dingin.
Keringat
Keringat terjadi apabila pori-pori terbuka. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai ketidakharmonisan.
Apabila pasien mengeluarkan keringat pada saat dia tidak melakukan aktivitas fisik, hal ini mengindikasikan bahwa
Chi pelindung tidak dapat mengatur pori-pori dengan benar, di mana hal ini menunjukkan pola kekurangan Yang atau
kekurangan Yin. Keringat banyak keluar saat tidur menunjukkan kekurangan Yin – kelebihan panas pada tubuh
membuat pori-pori terbuka.
Jika pasien tidak mengeluarkan keringat selama sakit dan pasien menderita demam, banyak kemungkinan hal ini
disebabkan oleh (pengaruh) dingin menutup pori-pori. Apabila berkeringat pada saat sakit, maka panas yang dari
luar tubuh membuka pori-pori atau mungkin kekurangan Chi pada pori-pori sehingga tidak berfungsi normal. Jika
pasien demam setelah berkeringat, menunjuk bahwa pengaruh buruk sudah dapat dikeluarkan.
Bertanya 2
Sakit kepala & pusing
Sakit kepala terkait dengan pola-pola ketidakharmonisan, akan tetapi apabila pasien dapat merasakan atau
mengetahui perbedaan sakit kepala akan sangat membantu diagnosis. Sakit kepala yang datang tiba-tiba terkait
dengan dampak luar tubuh yang mengganggu Yang atau Chi kepala. Sakit kepala berkepanjangan (kronis) terkait
dengan ketidakharmonisan internal. Beberapa sakit kepala adalah pertanda kondisi kelebihan, tetapi sakit kepala
ringan, yang terus mengganggu adalah pertanda kekurangan. Organ tubuh yang terkait dengan sakit kepala adalah
hati, kerena chi hati seringkali naik pada saat hati mengalami ketidakharmonisan. Tempat sakit kepala juga sangat
penting karena langsung dapat disembuhkan dengan mengetahui meridian organ terkait. Pusing, sama halnya sakit
kepala, dapat disebut bagian dari suatu ketidakharmonisan. Biasanya terkait dengan pola kekurangan Yin atau
kekurangan darah, di mana semua itu tergantung pada cara-cara diagnosis lainnya sebelum diinterpretasikan atau
disimpulkan.
Rasa sakit
Rasa sakit adalah keluhan pertama pasien, yang membuat mereka datang. Rasa sakit pada daerah tertentu
mencerminkan ketidakharmonisan pada organ yang terletak di situ.
Contoh: sakit di dada memberi indikasi ketidakharmonisan pada jantung atau paru-paru; sakit di tubuh bagian
samping atau rusuk memberi indikasi ketidakharmonisan pada hati dan kantung empedu; sakit di solar plexus
memberi indikasi ketidakharmonisan pada lambung dan limpa; sakit pada daerah sekitar abdomen di atas pusar
memberi indikasi ketidakharmonisan pada limpa dan usus besar; sakit di sekitar daerah abdomen di bawah pusar
memberi indikasi ketidakharmonisan pada usus besar, kandung kemih, uterus atau ginjal; Sakit pada selangkangan,
daerah sekitar kelamin, dan hipogastrium (abdomen bawah) memberi indikasi ketidakharmonisan meridian hati; dan
sakit punggung pertanda ketidakharmonisan pada ginjal.
Beberapa kualitas rasa sakit juga mendapat perhatian seperti dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Mengalami panas/dingin Kedinginan/kepanasan
Membaik/memburuk dengan sentuhan atau ditekan Defisiensi/berlebihan (ekses)
Membaik/memburuk setelah makan Defisiensi/berlebihan (ekses)
Makin parah pada udara lembab / badan terasa berat Lembab
Dibarengi dengan bengkak atau merasa ‘penuh’ Chi berhenti (stagnasi)
Rasa menusuk pada lokasi tertentu Pembekuan darah
Rasa sakit berpindah-pindah Angin atau Chi berhenti
Sakit kecil tapi disusul dengan lelah Kurang Chi atau lembab
Bertanya 3
Air kencing dan kotoran
Air kencing dan kotoran tidaklah diambil untuk dianalisis, seperti halnya pengobatan Barat, tetapi mereka
memperoleh informasi dengan cara bertanya. Pasien dengan air kencing bening menunjukkan pola dingin. Air
kencing berwarna kuning gelap atau kemerah-merahan menunjuk panas. Seringkali kencing dan mengompol pada
waktu malam menunjuk bahwa ginjal tidak dapat mengolah dan menunjuk bahwa Chi ginjal kurang. Air kencing yang
berbau menusuk menunjuk pada pola kelebihan (ekses) seperti lembab atau panas menyerang Chi kandung kemih,
meskipun dapat pula karena kekurangan air. Sering kencing dan kencing berbau menusuk, warna gelap dan sakit
pada saat kencing menunjuk lembab dan panas menyerang kandung kemih. Air kencing tidak tuntas keluar, terputusputus
atau kekurangan energi saat kencing menunjuk kekurangan chi, atau serangan dingin atau lembab.
Sulit buang air atau kotoran keras biasanya adalah ekses panas, meskipun perlu tambahan gejala seperti:
kekurangan cairan atau kekurangan Chi. Kotoran berbentuk cair atau tidak berbentuk biasanya merupakan gejala
kekurangan Yang, kekurangan Chi atau lembab. Sering buang air dengan warna kekuningan dan diiringi dengan
panas di anus adalah gejala panas. Kotoran kering disusul kotoran basah menunjuk pola kekurangan. Kotoran yang
mengandung makanan yang belum tercerna menunjuk kekurangan Yang pada limpa.
Rasa haus, rasa lapar, kehilangan rasa
Seringkali pertanyaan pertama yang diajukan, apakah pasien merasa haus. Rasa haus menunjuk pada panas, dan
tidak merasa haus menunjuk pada dingin. Haus tetapi tidak mempunyai nafsu minum adalah gejala kekurangan Yin
atau lembab. Kurang selera makan mengacu pada ketidakharmonisan pada lambung dan limpa yang mengalami
kekurangan Chi atau lembab. Nafsu makan besar menunjuk kelebihan api lambung.
Mulut berasa tidak enak merupakan petunjuk ketidakharmonisan. Rasa pahit (pada mulut) menunjuk gejala panas
menyerang hati dan kantung empedu. Rasa manis menunjuk panas mlembab bersemayam pada limpa. Lidah tidak
dapat merasakan adalah gejala ketidakharmonisan pada hati atau panas menyerang lambung, sedangkan rasa asin
pada mulut adalah indikasi ketidakharmonisan pada ginjal. Tidak mampu membedakan rasa biasanya terjadi karena
pasien kekurangan chi limpa.
Meraba
Meraba, barangkali, adalah cara diagnosis adalah yang paling penting. Cara ini termasuk meraba bagian-bagian
tubuh tertentu dan berbagai titik-titik akupunktur. Meraba seringkali digunakan untuk melengkapi informasi yang
diperoleh dengan bertanya seperti: apakah tubuh dingin, panas, berkeringat atau kering ? Apakah rasa sakit akan
berkurang atau menjadi-jadi apabila bagian tersebut ditekan ? Terlebih penting dari semua itu adalah merasakan
denyut nadi, di mana cara ini lebih kompleks dibandingkan dengan apa yang kita ketahui lewat pengobatan modern.
Diagnosis lewat denyut nadi membutuhkan latihan panjang, pengalaman dan (bakat) kepekaan tangan. Sulit dan
kompleksnya cara ini sehingga seringkali dikatakan bahwa memahami denyut nadi adalah suatu seni. Meskipun
meraba dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh akan tetapi tidak ada yang lebih penting dibanding dengan
memegang pergelangan tangan untuk memeriksa denyut nadi pada arteri yang terletak di bawahnya.
Denyut nadi diperiksa dengan cara meletakkan tiga jari di tengah (kelingking dan ibu jari tidak ikut memegang) nadi
tangan yang terletak di bawah ibu jari tangan kanan atau tangan kiri. Dihitung dari ujung pergelangan tangan, maka
dapat diraba 3 organ yang terkait, di mana ada perbedaan untuk tangan kiri atau tangan kanan.
Kaitan denyut nadi dengan organ
Posisi jari (dari ujung pergelangan tangan/ibu jari) Tangan Kanan Tangan Kiri
Pertama Jantung Paru Paru
Kedua Hati Limpa
Ketiga Ginjal (Yin) Ginjal (Yang)
Ketiga posisi jari tangan ini dibedakan menjadi 3 jenjang, yaitu: paling luar, tengah dan paling dalam. Pada jenjang
pertama, kulit disentuh pelah; pada jenjang kedua, diberi tekanan dengan kekuatan sedang dan pada jenjang ketiga
harus ditekan dengan keras. Denyut nadi yang normal atau harmonis dirasakan pada jenjang kedua. Kecepatan
normal adalah antara 4 – 5 ketukan untuk satu daur pernafasan (1 tarikan nafas dan 1 mengeluarkan nafas) atau 70 -
75 ketukan per menit. Seorang pakar dapat segera mengetahui denyut normal, yaitu: mempunyai ‘semangat’. Denyut
nadi normal berbeda untuk beberapa orang tertentu. Para atlit mempunyai denyut nadi yang lambat; wanita
mempunyai denyut nadi lembut dan relatif lebih cepat dibanding lelaki; denyut nadi anak-anak lebih cepat dibanding
denyut nadi orang dewasa; orang gemuk mempunyai denyut nadi lambat, sebaliknya, denyut nadi orang kurus lebih
ringan. Ketidakharmonisan pada tubuh paling jelas tercermin pada denyut nadi. Ada bermacam-macam denyut nadi,
di mana semua itu dapat digunakan sebagai cara untuk melakukan diagnosis.
Denyut Nadi I
Guna mempermudah dalam membedakan berbagai jenis denyut nadi, maka denyut nadi dibagi menjadi: kedalaman
(depth, pada tingkatan mana denyut masih terasa, kecepatan (speed), lebar (width), kekuatan (strength), panjang
(length), bentuk (shape) & kualitas (quality), irama (rhythm), moderat (moderate) dan denyut-denyut nadi lainnya.
Kedalaman denyut nadi (terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu: luar: kulit, menengah: otot/daging dan dalam: tulang).
Denyut nadi mengambang (floating pulse) ‘lebih tinggi’ dari denyut normal, meskipun perbedaannya tidak terlalu
terasa di kulit, di mana akan lebih terasa pada tingkat menengah atau tingkat dalam. Denyut ini merupakan pertanda
adanya dampak kuat menyerang organ tubuh tertentu dan chi pelindung berupaya melawan dampak buruk tersebut.
Denyut nadi mengambang masuk dalam kategori Yang karena terkait dengan luar tubuh dan karakteristik Yang.
Denyut nadi mengambang juga pertanda pasien kekurangan Yin. Hal ini ditunjukkan dengan denyut aktif atau
‘menari’, yang menunjuk kelebihan Yang atau kekurangan Yin. Apabila denyut nadi mengambang tetapi mempunyai
tekanan kuat, dan tidak ada serangan dari dampak luar, besar kemungkinan gejala angin dalam (tubuh).
Denyut nadi tenggelam (sinking atau deep pulse) hanya terjadi pada tingkat dalam, yaitu pada saat nadi ditekan
dengan kuat. Hal ini menunjuk ketidakharmonisan internal atau ada hambatan dalam tubuh dan masuk kategori Yin.
Kecepatan denyut nadi
Denyut nadi lambat (slow pulse) terjadi apabila denyut nadi kurang dari 4 ketukan (denyut) setiap tarikan dan
mengeluarkan nafas. Hal ini merupakan pertanda bahwa dingin menghambat gerakan atau ada kekurangan Chi
untuk menggerakkannya dan masuk kategori Yin.
Denyut nadi cepat (rapid pulse) terjadi apabila denyut nadi lebih dari 5 ketukan (denyut) setiap tarikan dan
mengeluarkan nafas. Hal ini merupakan pertanda bahwa panas mempercepat gerakan darah dan masuk kategori
Yang.
Lebar denyut nadi
Denyut nadi tipis (thin pulse) tangan terasa seperti menyentuh benang tipis. Denyut nadi terasa beda tetapi jelas. Hal
ini menunjuk pasien kekurangan darah dan darah tidak mampu mengisi nadi dengan sempurna. Gejala ini biasanya
diiringi dengan kekurangan Chi. Denyut ini masuk kategori Yin.
Denyut nadi besar (big pulse) disebut besar karena diameternya lebar yang merupakan pertanda terjadi kelebihan.
Biasanya dirasakan apabila panas menyerang lambung, usus atau kedua-duanya. Denyut ini masuk kategori Yang.
Denyut Nadi II
Kekuatan denyut nadi
Denyut nadi kosong (empty pulse) adalah denyut nadi besar tetapi tanpa kekuatan. Terasa lemah dan ringan seperti
balon yang sebagian terisi air. Biasanya terjadi pada permukaan kulit dengan denyut nadi lambat dibanding keadaan
normal. Hal ini menunjuk bahwa pasien kekurangan Chi dan darah, dan termasuk kategori Yin.
Denyut nadi penuh (full pulse) adalah denyut nadi besar dan kuat, terasa keras mengetuk ketiga jari yang
menekannya. Denyut nadi ini merupakan pertanda terjadi kelebihan dan masuk kategori Yang.
Bentuk
Denyut nadi tergelincir (slippery pulse) karena terasa seperti ada cairan. Terasa lunak seperti bola bergulir di atas
bantalan air. Denyut nadi ini menunjukkan kondisi kelebihan, biasanya terjadi karena ‘serangan’ lembab atau
terdapat dahak. Denyut nadi ini biasanya dialami oleh wanita hamil – karena perlu tambahan darah guna menunjang
pertumbuhan janin.
Denyut nadi terputus-putus (choppy pulse) berlawanan dengan denyut nadi tergelincir. Denyut nadi ini tidak teratur
dan terasa kasar, dan terkadang kuat dan kesempurnaannya (fullness) tidak menentu. Bila denyut ini juga ‘tipis’
menunjukkan pasien kekurangan darah atau kekurangan Jing. Hal ini mungkin juga merupakan pertanda terjadi
pembekuan darah. Seringkali denyut nadi terputus-putus juga tidak teratur iramanya.
Denyut nadi liat (wiry pulse) terasa kuat tetapi mengambang, seperti halnya senar gitar atau senar biola. Denyut nadi
kuat, dan melawan apabila ditekan pada kulit tunuh, menengah (otot/daging) atau dalam (tulang) dan akan terasa
pada jari tangan yang menekannya. Denyut ini memberi indikasi adanya stagnasi dalam tubuh yang biasanya terkait
dengan ketidakharmonisan organ-organ tubuh yang berfungsi mengalirkan dan menyebarkan seperti: hati dan
kantung empedu.
Denyut nadi ketat (tight pulse) adalah denyut yang kuat dan terasa sering memantul dari satu sisi ke sisi lain seperti
bentangan tali yang diayun. Denyut ini terasa penuh dan lebih elastis dibandingkan dengsn denyut nadi liat. Denyut
ini bergetar keras dan lebih cepat dari denyut dalam keadaan normal. Denyut ini memberi indikasi pada pola
kelebihan, dingin dan stagnasi.
Denyut Nadi III
Panjang denyut nadi
Istilah panjang digunakan untuk menjelaskan bahwa denyut nadi tipe ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: bagian
pertama adalah awal denyut, bagian kedua adalah puncak denyut dan bagian ketiga adalah akhir denyut.
Denyut nadi pendek (short pulse) apabila denyut tidak mampu mengisi ruangan di bawah tiga jari yang digunakan
untuk memeriksa dan biasanya terasa hanya pada satu posisi jari saja. Denyut ini seringkali menunjukkan
kekurangan Chi.
Denyut nadi panjang (long pulse) adalah lawan dari denyut nadi pendek. Denyut ini terasa pada posisi bagian
pertama dan bagian ketiga; di mana hal itu, apabila terjadi terus-menerus dan terasa makin dekat dengan tangan
atau akan naik ke siku. Apabila denyut ini mempunyai kecepatan dan kekuatan normal, maka hal ini menunjukkan
bahwa pasien sehat. Akan tetapi jika disertai dengan denyut nadi liat dan denyut nadi ketat maka menunjukkan
kondisi kelebihan.
Irama denyut nadi
Istilah irama digunakan untuk menjelaskan bahwa denyut nadi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: bagian pertama adalah
tarik nafas dan buang nafas yang pertama kali, bagian kedua adalah tarik nafas dan buang nafas yang kedua kali
dan bagian ketiga adalah tarik nafas dan buang nafas yang ketiga kali.
Denyut nadi tersimpul (knotted pulse) adalah lambat, denyut tidak teratur dan ketukannya terputus-putus. Denyut ini
menunjukkan bahwa dingin menghambat chi dan darah, yang mungkin memberi indikasi kekurangan chi, kurang
darah, atau Jing. Denyut ini seringkali menunjuk bahwa jantung tidak mampu mengatur darah dengan baik, dan
makin banyak interupsi pada irama, menunjuk makin parah kondisi.
Denyut nadi terburu-buru (hurried pulse) adalah denyut cepat dengan irama yang meloncat-loncat tidak teratur. Hal
ini merupakan pertanda bahwa panas menyerang chi dan darah.
Denyut terputus-putus (intermittent pulse) biasanya mempunyai irama meloncat lebih dari dua kali denyut, tetapi
mempunyai pola tetap dan diasosiasikan dengan organ jantung, yang mengalami ketidakharmonisan, atau dapat
juga menunjukkan organ-organ lain yang terlalu lelah.
Denyut nadi tersimpul, denyut nadi terburu-buru dan denyut nadi terputus-putus seringkali terkait dengan jenis
kelamin, dan dalam banyak kasus tidak berhubungan dengan ketidakharmonisan dalam tubuh.
Denyut nadi moderat Denyut nadi moderat (moderate pulse) adalah suatu denyut nadi yang bagus atau sempurna,
kondisi badan sehat dan terjadi keseimbangan yang sempurna – normal pada kedalaman, kecepatan, kekuatan dan
lebar denyut nadi. Kondisi ini sangat jarang terjadi, karena dalam banyak hal, denyut nadi juga dipengaruh oleh faktor
usia dan kondisi ketidakharmonisan yang terjadi apakah ketidakharmonisan Yin atau ketidakharmonisan Yang.
Denyut Nadi IV
Denyut-denyut nadi lain Masih ada perbagai jenis denyut nadi lain di luar yang sudah disebutkan di atas, tetapi
kurang begitu penting. Jenis-jenis denyut nadi ini hanya dapat diketahui oleh mereka yang sudah berpengalaman
dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan diagnosis.
Denyut nadi berlebih (flooding pulse) adalah denyut nadi kuat dan mampu ‘memukul’ jari yang mengukurnya, tetapi
kemudian denyut itu kehilangan tenaganya, seperti ombak yang memecah di pantai. Hal ini menunjukkan panas
‘melukai’ cairan-cairan dan Yin dalam tubuh.
Denyut nadi semenit (minute pulse) adalah denyut nadi yang teratur dan lembut, tetapi kurang nyata seperti halnya
denyut tipis. Sangat sulit dideteksi dan tampaknya tidak ada denyut. Hal ini menunjukkan pasien menderita
kekurangan akut.
Denyut nadi lemah (frail pulse) adalah denyut nadi yang lembut, di mana dalam beberapa kasus juga tipis. Denyut ini
biasanya terasa pada tingkatan paling dalam (dekat tulang). Denyut ini menunjukkan kondisi kekurangan chi yang
akut karena chi tidak mampu menaikkan denyut.
Denyut nadi basah (soggy pulse) adalah kombinasi antara denyut tipis, kosong dan mengambang. Denyut ini sangat
lemah, dan kurang terasa dibandingkan dengan denyut tipis, dan terjadi pada posisi di dekat kulit. Tekanan keras
akan membuat denyut ini hilang, Denyut nadi basah terasa seperti gelembung air mengambang di atas air. Hal ini
menunjukkan kekurangan darah atau Jing dan terkadang lembab.
Denyut nadi berkulit (leather pulse) adalah kombinasi antara denyut nadi liat dan denyut nadi mengambang, dengan
aspek denyut kosong. Denyut ini terasa seperti kulit gendang atau drum. Denyut ini menunjukkan kekurangan darah
atau Jing.
Denyut nadi tersembunyi (hidden pulse) adalah adalah bentuk ekstrem dari denyut nadi tenggelam. Perlu tekanan
keras ke (urat) nadi untuk merasakannya. Jika denyut nadi tersembunyi keras adalah indikasi bahwa dingin
menyerang Meridian. Apabila lemah menunjuk kekurangan Yang.
Denyut nadi terikat (confined pulse) adalah lawan dari denyut nadi berkulit dan merupakan salah satu bentuk denyut
nadi tersembunyi. Denyut nadi ini sangat dalam dan liat, biasanya panjang dan kuat. Ini menunjukkan serangan
Dingin.
Denyut nadi bergerak (spinning or moving pulse) adalah kombinasi denyut nadi pendek, ketat, licin dan cepat.
Denyut ini hanya terasa pada satu posisi (tangan) dan disebut dengan “tidak lengkap, tanpa kepala dan tanpa ekor,
seperti kacang” Hal ini menunjukkan kondisi ekstrim dan jarang terjadi. Biasanya terjadi dalam kasus gagal jantung,
kondisi sangat ketakutan, demam atau kesakitan
Denyut nadi bergema (hollow pulse) terasa seperti kulit kacang tanah yang busuk – padat di luar tapi dalamnya
kosong. Sering terasa seperti denyut mengambang. Denyut nadi bergema menunjuk pasien kekurangan darah dan
sering kali terdeteksi setelah seseorang kehilangan banyak darah.
Denyut terpencar (scattered pulse) mirip dengan denyut kosong karena sama-sama mengambang, besar dan lemah.
Jika denyut besar maka sulit dibedakan dengan denyut kosong, meskipun cenderung mempunyai karakteristik utama
seperti mundur atau surut. Hal ini menunjukkan ketidakharmonisan – ginjal Yang, dimana denyut kehilangan tenaga
dan “mengambang.”
Faktor-Faktor Eksternal
Lainnya, yaitu selain faktor internal (tujuh emosi) dan 6 faktor eksternal
Tujuh Emosi (penyebab internal)
Faktor-Faktor Eksternal
Penyebab penyakit dari eksternal adalah 6 faktor, yaitu: angin, dingin, api atau panas, lembab, kering dan panas dari
musim panas (summer heat) atau juga dikenal dengan nama 6 pengaruh buruk. Disebut dari luar karena asalnya dari
luar tubuh. Faktor luar ini dimasukkan karena, berdasarkan pengamatan, bahwa perubahan lingkungan memberi
dampak langsung maupun tidak langsung terhadap tubuh manusia., mengubah keseimbangan Yin dan Yang, darah
dan chi, jalur-jalur dan organ
Hal ini berarti bahwa aktivitas tubuh saling terkait, saling mendukung dan saling melengkapi satu dengan lainnya. Chi
mengalirkan darah tapi juga menjaga agar darah tetap pada tempatnya; Jantung menyimpan Shen (roh) dan juga
mengalirkan darah; Limpa mengatur aliran darah ke bagian atas tubuh dan lambung ke tubuh bagian bawah; Hati
mengatur penyebarkan dan ginjal mengatur penyimpanan; Paru-paru mengatur sirkulasi dan mengembalikan Chi
begitu pula ginjal memberi mengendalikan Chi. Bilamana keseimbangan itu terganggu, Yin dan Yang kehilangan
keseimbangannya, tubuh mudah terkena penyakit.
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh dampak buruk biasanya memasuki tubuh secara tiba-tiba, tanpa gejala
awal. Saat penyakit-penyakit itu memasuki tubuh, maka orang tersebut akan memperlihatkan karakteristik khusus
seperti: takut kedinginan, tidak menyukai angin, demam, menggigil, badan sakit-sakit atau kelelahan luar biasa.
Gejala-gejala ini dapat dipahami bahwa normal Chi dan Chi pelindung berusaha menyingkirkan dampak buruk.
Pengobatan Cina tidak membahas teori tentang sebab-sebab penyakit. Mereka berpedoman pada faktor-faktor yang
mempengaruhi tubuh, dimana dalam pengobatan Barat disebut dengan penyebab penyakit. Mereka melihat penyakit
dalam kaitannya dengan suatu keterhubungan, dengan melihat pola berbagai peristiwa. Para praktisi medikal Cina
akan selalu bertanya “Mengapa terjadi ketidakharmonisan?”, dimana disebutkan bahwa ada 3 faktor penyebab sakit,
yaitu: lingkungan (eksternal), keadaan emosional (internal) dan kehidupan (way of life) seseorang.
Penyebab penyakit dapat dipilah menjadi 2 kelompok, yaitu:
a. Eksternal yang terdiri dari 6 faktor, yaitu: angin, dingin, api atau panas, lembab, kering dan panas dari
musim panas (summer heat). Pada badan yang sehat terjadi keseimbangan Yin dan Yang. Apabila
kemudian tubuh melemah karena ketidakseimbangan Yin dan Yang, fenomena iklim atau cuaca dapat
memasuki tubuh dan memberi dampak buruk. Dampak itu akan dilawan oleh Chi pelindung. Jika Chi ini kuat
maka dampak buruk dapat disingkirkan, tetapi jika Chi lemah atau dampak itu terlalu kuat, maka penyakit
akan masuk tubuh dan menyerang organ-organ internal.
b. Internal yang terdiri dari 7 emosi, yaitu: rasa senang, kemarahan, kesedihan, putus asa, suka merenung,
rasa takut, ketakutan. Perbedaan antara kesedihan dan suka merenung atau rasa takut dan ketakutan
terletak pada intensitasnya. Kualitas-kualitas emosional tidak semuanya membahayakan/membawa
penyakit dan semua emosi itu ‘melekat’ pada setiap individu. Jika emosi berlebihan atau terlalu sedikit
muncul dalam jangka waktu lama atau muncul secara mendadak maka akan membuat ketidakharmonisan
dan penyakit. Dapat juga terjadi sebaliknya, ketidakharmonisan di dalam tubuh akan memicu
ketidakseimbangan emosional. Ketujuh emosi dapat dikategorikan dalam 5 unsur. Perlu kita ingat bahwa
tujuh emosi ini tidak dapat disebut “baik” atau “buruk”; Keseimbangan emosi adalah hal utama. Terlalu
senang menciptakan ketidakseimbangan sama halnya terlalu bersedih. Manusia mengalami tujuh emosi itu
dengan intensitas yang berbeda. Beberapa dapat menyesuaikan diri dibanding lainnya. Yang perlu
diperhatikan adalah bagaimana emosi mempengaruhi keseimbangan Chi tubuh dan bagaimana hal itu
menjadi suatu ketidakseimbangan.
Emosi Zang Fu
Kemarahan Hati Kantung Empedu
Rasa senang, bahagia Jantung Usus Kecil
Kesedihan, putus asa Paru paru Usus besar
Benci, tidak sabaran Limpa Lambung
Ketakutan, tertekan Ginjal Kandung kemih
Konsep enam faktor luar terus diperbarui sejalan dengan pengalaman praktek selama periode yang relatif lama
dalam upaya penyembuhan. Perlakuan seperti: mengusir angin, membuang dingin, mengubah lembab,
menghilangkan panas, melembabkan kering dan mendinginkan panas adalah resepnya. Proses ini dikenal sebagai
“mengidentifikasi pola, menentukan penyebabnya dan memberi pengobatan sesuai dengan penyebabnya.”
Cara ini tidak dikenal di pengobatan modern, dimana penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
Terkadang ada penyebab internal yang mempunyai kaitan dengan penyebab luar, tetapi pengobatannya digolongkan
sebagai penyakit dengan penyebab dari luar tubuh.
Angin
Angin dalam tubuh mempunyai karakteristik sama dengan angin yang kita sehari-hari. Tidak ada yang dapat
menghindari tiupan angin. Angin menghasilkan perubahan-perubahan dan dalam kasus tertentu membuat lambat
atau membuat sesuatu muncul atau menghilang secara tiba-tiba. Angin memberi dampak pada tubuh seperti halnya
angin meniup cabang-cabang dan daun-daun pada pohon. Angin adalah fenomena Yang dengan beberapa sifat:
Angin menyebabkan pergerakan; angin memicu perubahan secara mendadak dan angin membuat goncangan dan
gerakan mengayun.
Angin terkait dengan musim semi tetapi
Angin dalam tubuh mempunyai karakteristik sama dengan angin yang kita sehari-hari. Tidak ada yang dapat
menghindari tiupan angin. Angin menghasilkan perubahan-perubahan dan dalam kasus tertentu membuat lambat
atau membuat sesuatu muncul atau menghilang secara tiba-tiba. Angin memberi dampak pada tubuh seperti halnya
angin meniup cabang-cabang dan daun-daun pada pohon. Angin adalah fenomena Yang dengan beberapa sifat:
Angin menyebabkan pergerakan; angin memicu perubahan secara mendadak dan angin membuat goncangan dan
gerakan mengayun.
Angin terkait dengan musim semi tetapi ketidakharmonisan karena angin dapat terjadi setiap saat atau pada musim
apapun. Tubuh rentan terhadap angin pada waktu musim semi. Pernyataan ini tampaknya seperti sebuah puisi,
tetapi ini mengandung makna bahwa mikrokosmos (manusia) ikut mengambil bagian dalam kehidupan makrokosmos
(alam semesta). Angin adalah satu faktor yang jarang ‘muncul’ sendirian. Biasanya bersama dengan faktor lain
seperti: dingin atau lembab. Kehadiran angin akan diikuti atau menyebabkan tubuh dimasuki pengaruh lain, sehingga
sering dikatakan “angin adalah penyebab ratusan penyakit.”
Karena angin mempunyai sifat “ringan dan ringan”, maka ‘serangan’ angin pertama kali akan terasa pada tubuh
bagian atas dan luar, terutama pada wajah, kulit, kelenjar keringat dan paru-paru. Begitu pula, angin mengacu pada
perpindahan, maka dapat dikenali tanda-tanda sakit yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain seperti: kaku,
tremor, kedinginan.
Angin yang bertiup disebut dengan angin luar. Organ yang paling terpengaruh dengan angin adalah organ paling luar
(Zang) yaitu: paru-paru. Gejala seperti: bersin, menggigil dan keluarnya riak (mucus). Sering angin – yang mestinya
dingin – membuat ketidakharmonisan, tetapi dalam jangka waktu tertentu dapat berubah menjadi gejala panas – Yin
berubah menjadi Yang.
Angin ini mempunyai karakteristik datang tiba-tiba. Dampak dari angin ini ditandai dengan gejala demam (konflik
antara faktor luar dengan Chi normal), takut akan tiupan, berkeringat, sakit kepala yang datang secara mendadak,
sesak nafas, tenggorok sakit atau gatal.
Angin yang berasal dari dalam tubuh biasanya terkait dengan ketidakharmonisan kronis, biasanya, berhubungan
dengan organ hati. Hati bertanggung jawab terhadap semua pergerakan yang terjadi dalam tubuh secara teratur dan
perlahan, dan apabila terjadi gerakan yang datang mendadak dan tidak teratur, maka kondisi ini disebut juga dengan
dampak angin.
Gejala andanya angin dalam tubuh seperti: pusing, tinnitus, tungkai semutan, tremor, kejang, apoplexy
Lembab
Lembab sama seperti lembab yang kita kenal. Basah, berat dan lambat adalah kategori Yin. Lembab dapat terjadi
pada segala musim. Hidup dan bekerja pada lingkungan lembab atau memakai pakaian lembab adalah salah satu
cara bagaimana lembab memasuki tubuh. Karena sifatnya yang ‘berat’ maka lembab pertama kali akan menyerang
tubuh
bagian bawah. Dampak lembab berbeda dengan dingin. Sakit karena dingin efeknya tajam, intensif dan umumnya
menyebabkan kaku atau kejang, sedangkan sakit karena lembab akan berlarut-larut dan terasa berat. Gejala lain
adalah ‘kepala terasa sakit, tungkai rasanya berat dan sakit, kotoran keras, buang air besar, proses menstuasi pada
wanita sakit. Begitu pula air kencing warnanya keruh dan kulit terus berkeringat. Penderita tidak suka pada
lingkungan yang lembab. Limpa adalah organ yang paling terpengaruh karena fungsi pengangkutan dan mengubah
(transformasi). .
Lembab dapat berakibat juga pada sendi-sendi, membuat kejang atau kaku – terutama pada waktu pagi hari – dan
sendi-sendi menjadi sakit dan membengkak, seperti pada penderita encok atau rematik. Lembab terkadang
merupakan kombinasi antara dingin dan panas. Apabila limpa rusak karena ‘serangan’ lembab yang berasal dari luar
tubuh atau karena memakan makanan yang salah, hal ini dapat menyebabkan kondisi lembab dalam tubuh makin
kronis dan akhirnya terjadi akumulasi cairan tubuh (phlegm). Lendir atau dahak dalam tubuh ‘kasat mata’ ini dalam
pengobatan Cina adalah problem yang dapat mengarah menjadi penyakit pusing terus menerus atau tekanan darah
tinggi. Lembab biasanya berhubungan dengan akhir musim semi, yang lembab. Lembab memang tidak terpengaruh
oleh musim dan dapat terjadi setiap saat, yaitu: tergantung pada kondisi-kondisi cuaca setempat.
Beberapa karakteristik penyakit yang terkait lembab mempunyai manifestasi klinik seperti:
• Lembab adalah melekat dan tahan lama. Penyakit-penyakit yang terkait dengan lembab bertahan lama dan
sulit disembuhkan.
• Lembab cenderung diam. Jika lembab memasuki tubuh, pasien mengeluh kelelahan fisik, badan terasa
berat, tungkai terasa berat, kepala terasa berat. Encok dan rematik masuk kategori ini.
• Limpa relatif rentan terhdap lembab dengan gejala-gejala seperti: nafsu makan hilang, pencernaan kurang
berfungsi dengan baik, dada terasa sesak, mual dan muntah-muntah, sering kencing dalam jumlah tidak
banyak.
• Dalam kasus tertentu, terjadi akumulasi ‘kelembaban air’ seperti: vaginal discharge, rasa sakit yang
menusuk
Ada perbedaan antara lembab internal dan lembab eksternal. Lembab internal terjadi bilamana limpa tidak berfungsi
dan tidak mampu mengaliran dan mengubah cairan. Kedua jenis lembab itu saling menguatkan. Jika
limpa tidak berfungsi dengan baik, maka tubuh mudah dimasuki lembab eksternal dan akhirnya meningkatkan
intensitas lembab internal.
Kering & Panas musim panas
Kering adalah gejala lanjutan dari panas dengan gejala yang hampir sama; akan tetapi penekanan di sini lebih pada
dampaknya pada cairan tubuh. Hal ini dapat membuat kulit pecah-pecah, bibir dan hidung kering, batuk kering
dengan sedikit atau tanpa dahak sama sekali. Paru-paru juga terpengaruh terlebih jika panas berkombinasi dengan
angin kering. Kering diasosiasikan dengan musim gugur, tapi juga dapat berarti menunjuk pada cuaca daerah
tertentu. Panas musim panas diasosiasikan dengan puncak musim panas dan sekali lagi merupakan gejala lanjutan
dari panas dan api. Ini juga diasosiasikan dengan sangat panas dan iklim lembab. Semua itu menghabiskan Chi dan
cairan tubuh, diawali dengan kondisi badan sangat kelelahan dan terjadi dehidrasi.
Semua pengaruh eksternal terkait dengan lingkungan tempat kita tinggal, tetapi bagaimanapun juga pengaruh itu
melebar dan dapat memicu ketidakharmonisan Chi pada tubuh yang kuat sekalipun dan pola hidup orang tersebut.
Tidak seorangpun dari kita mampu melepaskan diri dari pengaruh-pengaruh tersebut, tapi bagaimana kita melihat diri
kita untuk menghadapi pengaruh-pengaruh itu. Kering memasuki tubuh kita dengan gejala seperti: cuping hidung
kering, mimisan, mulut kering, bibir pecah-pecah, tenggorok sakit, batuk kering dengan sedikit atau tidak ada dahak
sama sekali, kulit kering dan kasar, lidah terasa kering. Oleh karena habisnya cairan tubuh dan adanya darah
berkualitas Yin mempunyai gejala yang mirip dengan yang diakibatkan oleh kering, maka seringkali disebut dengan
kering internal. Hal ini bukan dipicu oleh penyebab eksternal ataupun penyebab internal tetapi karena
ketidakcukupan darah dan cairan tubuh. Kondisi ini seringkali disebut dengan kehancuran cairan tubuh, merusak Yin
atau ‘keletihan’ darah dan cairan tubuh.
Panas musim panas
Panas musim panas muncul pada saat musim panas. Panas ini adalah ungkapan untuk menggambarkan serangan
panas (heat stroke) atau panasnya matahari (sun stroke). Panas ini diasosiasikan dengan teriknya matahari pada
musim panas (kemarau). Gejala serangan ini ditandai dengan: demam dengan suhu badan tinggi, selalu haus,
mudah marah tidak berketentuan, tidak bekeringat dan denyut nadi naik dan turun secara drastis. Demam dengan
panas tinggi dapat dengan mudah merusah chi dan cairan tubuh, membuat stamina menurun, nafas pendek dan
tersengal-sengal, lidah kering
Meredian
Meridian adalah jalur atau tempat mengalirnya chi dan darah dan merupakan titik-titik akupresur atau akupunktur,
dimana anda dapat masuk ke dalam aliran chi tersebut. Meridian berbeda dengan salurah darah. Sistem meridian
menyatukan semua bagian tubuh, hal utama untuk menjaga agar tercapai keseimbangan yang harmonis. Ada
ungkapan yang menyatakan,”Meridian-meridian mengggerakkan chi dan darah, mengatur Yin dan Yang,
melemaskan otot dan tulang, bermanfaat bagi sendi-sendi.”
Pengobatan Cina memandang meridian sebagai suatu jaringan yang menghubungkan interior dan eksterior: organ
dalam dengan permukaan tubuh, jaringan dengan jiwa (Shen). Alasan inilah yang mendasari teori akupunktur, titiktitik
pada permukaan tubuh akan memberi dampak pada dalam tubuh, karena dampak itu akan mengalir melalui
meridian-meridian. Menurut naskah kuno disebutkan di dalam tubuh terdapat 360 titik akupunktur pada 12 saluran
dikendalikan oleh 66 titik-titik utama, di mana 66 titik itu diatur oleh 8 titik pusat. Delapan titik pusat ini dapat
dipergunakan untuk menyembuhkan 243 macam gejala penyakit. Pemahaman akan 8 titik pusat ini adalah kunci
utama untuk memahami pengobatan Cina.
Meridian merupakan sistem jalur energi yang terangkai sepanjang sumbu panjang tubuh dengan perkecualian
pembuluh Luo dan Dai Nai, dua jalur luar biasa (ada 12 pembuluh luar biasa) yang melingkari pinggang seperti
halnya sebuah ikat pinggang.
Ada 12 meridian yang diberi nama sesuai dengan masing-masing nama organ Zang dan organ Fu. Organ meridian
adalah jalur utama energi yang menghubungkan organ tertentu dengan organ lain dan permukaan tubuh.
Setiap meridian Yin mempunyai padanan pada meridian Yang. Penggunaan meridian ini disambungkan oleh
pembuluh Luo – berarti menghubungkan/mengkaitkan, yang menjadi gerbang ‘pintu air’ untuk menjaga atau
mengurangi risiko terjadi kelebihan atau kekurangan chi pada organ-organ terkait.
Pasangan organ-organ Yin dan organ-organ Yang
Organ Yin Organ Yang
Jantung Usus kecil
Limpa Lambung
Hati Kantung Empedu
Ginjal Kantung kemih
Perikardium Triple heater
Seperti sudah diketahui sebelumnya bahwa terdapat berbagai jenis meridian. Untuk memperjelas maka meridian
dipilah menurut letak dan fungsinya. Dengan kedua kriteria ini dikenal 5(lima) jenis meridian seperti yang dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.
Seperti sudah disebutkan pada topik sebelumnya (minggu lalu) telah diketahui bahwa setiap meridian organ Yang
mempunyai pasangan dengan meridian organ Yin, di mana semuanya tetap dapat dikategorikan ke dalam lima
unsure
Tipe Meridian
(Jumlah)
Uraian/Keterangan
Meridian Utama
(12)
Meridian utama terhubung langsung dengan nama organ-organ tubuh yang sesuai.
Mempunyai jalur-jalur dekat permukaan kulit dan titik-titik akupunktur yang sensitif.
Meridian tambahan
(8)
Meridian tambahan mempunyai fungsi sebagai penyangga meridian utama. Masing-masing
meridian hanya mempunyai 2 titik akupuntur.
Meridian ‘Lo’ atau
meridian
penghubung
Meridian ini menghubungkan atau mengkaitkan setiap meridian utama dengan meridian
pasangannya (organ Yang dan Organ Yin).
Meridian otot Meridian otot terletak lebih dekat dengan permukaan kulit dibandingkan dengan meridian
utama. Fungsi meridian ini adalah memberi ‘makan’ pada otot-otot dan persendian.
Meridian lainnya Meridian-meridian yang tidak termasuk ke dalam 4 kategori di atas, masuk dalam kategori ini.
Meridian ini sedikit berbeda dengan meridian utama. Fungsi meridian ini adalah membawa
energi untuk membantu masing-masing organ menangkal dampak buruk yang menyerang
organ-organ tersebut.
Sebagai tambahan, pada pasangan meridian yang sudah disebutkan pada artikel sebelumnya, meridian juga dapat
diklasifikasikan menurut kualitas energi yang mereka bawa. Semua meridian utama berawal dari ujung jari tangan
atau telapak kaki, di mana 6 meridian berawal dari ujung jari tangan (jantung, perikardium, paru-paru, usus kecil,
triple heater dan usus besar) dan 6 meridian berawal dari telapak kaki (hati, limpa, ginjal, kantung empedu, lambung,
kandung kemih).
Dalam pengobatan Cina, fungsi organ lebih penting dibanding dengan bentuk anatomi maupun letak organ tersebut.
Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada pengobatan Cina ada larangan untuk melakukan operasi
(membedah tubuh) dan mereka akan mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan metafisik – berlainan
dengan pengobatan Barat yang menitikberatkan pada pendekatan material atau tubuh secara fisik.
Meridian Paru /LU (1)
1 cun (ukuran yang dipakai bangsa Cina) = 3,33 cm
Penulis tidak memberikan teknik pengobatan dengan tusuk jarum atau moksibasi karena kedua teknik pengobatan
itu harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman.
Alur : Berawal dari dada, berhubungan dengan meridian usus besar (LI) menuju ke muara jantung, kemudian kembali
dan melewati diafragma. Masuk ke organ paru, naik ke arah tenggorokan dan muncul di titik LU-1. Terus mengalir ke
bawah sepanjang permukaan dalam lengan bagian atas sampai lengan bagian dalam lengan bawah. Masuk ke arteri
radialis di bagian pergelangan tangan dan berakhir, LU-11 pada ujung ibu jari (juga berhubungan dengan meridian
usus besar LI-1).
LU-1 (zhong fu, harta utama)
Letak : terletak di garis luar dada ketiga, setinggi antar tulang rusuk 1 dan 2
Tindakan & indikasi: Membersihkan dan menyebarkan upper burner (ingat triple burner terdapat di atas, tengah dan
bawah) dan melancarkan chi paru. Terkait dengan gejala batuk/asma; susah bernafas; nyeri dada, pundak,
punggung; rongga dada terasa penuh
LU-2 (yun men, gerbang langit)
Letak : di luar garis dada ke-3, di atas titik LU-1, di bawah persendian tulang selangka, di dalam lekukan otot
pectoral.
Tindakan & Indikasi: membersihkan panas pada paru; menghilangkan panas pada lengan dan persendian. Batuk;
susah bernafas; nyeri pada dada, pundak dan lengan; rongga dada terasa penuh.
LU-3 (tian fu, istana surga)
Letak : sisi radial otot biseps, kira-kira 3 cun di bawah garis lurus yang ditarik dari sudut ketiak bagian depan
Meridian paru mempunyai 11 titik akupunktur.
Penyakit terkait dengan meridian paru:
• Sakit/radang tenggorokan dan faring
• Batuk (termasuk batuk) darah, asma
• Sulit bernafas, rongga dada terasa penuh
• Nyeri pada dada/pundah/punggung
• Mimisan, amandel
• Kejang/kaku pada siku
• Kejang/kaku pada jari tangan
• Suhu tubuh (kepanasan atau kedinginan)
Tindakan & indikasi: membersihkan panas pada paru dan mengatur chi paru. Sesak nafas; mimisan; nyeri pada
lengan atas bagian dalam.
Meridian Paru /LU (2)
LU-4 (xia bai, penjaga berbaju putih)
Letak : 1 cun di bawah titik LU-3 pada sisi radial otot biseps
Tindakan & indikasi: Mengatur chi dan darah; mengurangi rasa sakit. Menyembuhkan batuk; rongga dada rasanya
penuh; sakit pada bagian tengah lengan
LU-5 (chi ze, langkah satu kaki)
Letak : daerah lipatan siku, sisi radial dari tendon otot biseps
Tindakan & indikasi : Mengusir api pada paru; downbears kembali aliran chi yang membalik; membersihkan panas
upper burner. Menyembuhkan batuk; batuk darah; demam sporadis; nafas tersengal-sengal atau sesak nafas;
rongga dada terasa penuh; sakit tenggorokan; sakit pada siku dan lengan dengan gejala sulit dilipat atau
direnggangkan.
LU-6 (kong zui, lubang pilihan)
Letak : sisi radial lengan bawah, 7 cun di atas pergelangan tangan
Tindakan & indikasi: Melembabkan paru dan mengatur apabila terjadi pendarahan; membersihkan panas upper
burner. Menyembuhkan batuk; rongga dada terasa penuh; sakit pada bagian tengah lengan; sulit bernafas; sakit
tenggorokan; sakit pada siku dan lengan dengan gejala sulit dilipat atau direnggangkan.
LU-7 (lie que, garis terputus)
Letak : bagian atas tonjolan tulang hasta, 1,5 cun di atas pergelangan tangan antara dua tendon
Tindakan & indikasi: mengatur fungsi paru dan mengusir dingin; membersihkan meridian dan jaringan aliran darah.
Menyembuhkan sakit kepala dan kaku pada leher; batuk dan sulit bernafas; sakit tenggorokan; mata dan mulut
terasa tidak nyaman; radang faring; rahang susah digerakkan; pergelangan tangan kurang bertenaga.
LU-8 (jing qu, saluran meridian)
Letak : sisi dalam tonjolan tulang batalan ibu jari, 1 cun di atas pergelangan tangan.
Tindakan & indikasi: Menyebarkan dan mengalirkan chi paru ke organ bagian bawah; mengusir angin dan
menghangatkan tubuh bagian luar. Batuk; asma dan nafas tersengal-sengal; dada sakit; sakit tenggorokan;
pergelangan tangan sakit, radang faring.
LU-9 (tai yuan, sumur tanpa dasar)
Letak : pada lekukan lipatan pergelangan tangan, bagian luar persendian radialis.
Tindakan & indikasi: Mengusir angin dan mengubah riak; menyelaraskan fungsi paru dan menekan batuk;
membersihan dan memperlancar upper burner dan chi paru. Menyembuhkan nafas tersengal-sengal; batuk;
memperlancar aliran darah; sakit tenggorokan; nafas memburu; sakit pada dada dan bagian tengah lengan.
LU-10 (yu ji, sirip ikan)
Letak : pertengahan tulang metacarpal bagian radial dan batas perubahan warna telapak tangan.
Tindakan & indikasi: Melancarkan fungsi paru dan mengharmoniskan fungsi lambung; melancarkan tenggorokan;
menghilangkan panas pada darah (batuk darah); mengusir demam. Menyembuhkan batuk; memperlancar aliran
darah; sakit tenggorokan; demam; radang faring.
LU-11 (shao shang, penguasa kecil)
Letak : radial ibu jari 0,1 cun, di atas dan di belakang sudut kuku.
Tindakan & indikasi: batuk sesak nafas, radang faring, mimisan, radang amandel, jari-jari kaku, gangguan mental
Meridian Limpa (1)
1 cun (ukuran yang dipakai bangsa Cina) = 3,33 cm
Penulis tidak memberikan teknik pengobatan dengan tusuk jarum atau moksibasi karena kedua teknik pengobatan
itu harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman.
Alur : Meridian limpa berpangkal pada bagian dalam ibu jari kaki, naik melalui kulit kaki bagian dalam dan paha.
Menyeberang di bagian depan tulang tumit. Dari situ naik melalui bagian depan kaki dan pertengahan dari lutut dan
paha memasuki abdomen bawah terus masuk ke limpa yang berhubungan dengan lambung. Aliran utama lewat di
permukaan kulit abdomen, naik menuju dada yang kembali masuk untuk mengikuti aliran tenggorokan sampai akar
lidah, untuk menyebarkan chi dan darah. Cabang lain yang di dalam meninggalkan lambung ke atas melalui
diafragma, masuk ke jantung dan berhubungan dengan meridian jantung (HT).
SP-1 (yin bai, putih yang tersembunyi)
Lokasi : 0,1 cun di bawah kuku di tengah ibu jari kaki.
Indikasi : menyembuhkan pendarahan uterus; nyeri dan kaku pada abdomen; sering mimpi; takut dingin; histeris.
Meridian limpa mempunyai 21 titik akupunktur.
Penyakit terkait dengan meridian limpa:
• Kaku/bengkak pada abdomen/selangkangan
• Histeri, sering mimpi
• Demam
• Sakit perut, perut kembung, diare, disentri, sembelit
• Kejang/kaku pada daerah sekitar perut
• Mati rasa pada pergelangan kaki & lutut
• Sakit/nyeri pada daerah dada dan rusuk
• Sulit kencing atau enuresis
• Mandul, ASI tidak keluar atau sedikit, radang uterus, sperma sedikit
• Muntaber (muntah & berak)
• Alat kelamin sakit, haid tidak teratur
SP-2 (da du, ibukota yang megah)
Lokasi : Depan persendian, pada daerah perubahan warna kulit kaki
Indikasi : Menyembuhkan kaku pada abdomen; sakit perut; demam panas tapi tidak mengeluarkan berkeringat.
SP-3 (tai bai, putih bersih)
Lokasi : sisi belakang dan sebelah atas persendian
Indikasi : Menyembuhan sakit perut; abdomen bengkak; disentri; sembelit; muntah dan berak; kaki kaku (chi tidak
mengalir).
SP-4 (gong sun, kaisar kuning)
Lokasi : lekukan sisi depan dan dalam basis tulang
Indikasi : Menyembuhkan sakit perut; muntah-muntah; perut kembung; abdomen sakit; diare; disentri.
SP-5 (shang qiu, bukit penguasa)
Lokasi : lekukan sisi depan dalam tulang mata kaki bagian dalam
Indikasi: Menyembuhkan perut kembung; abdomen bengkak; ujung lidah sakit atau kaku; perut terasa kaku; diare;
sakit pada pengelangan kaki.
Meridian Limpa (II)
SP-7 (lou gu, jurang)
Lokasi : dua jari di atas SP-6
Indikasi : Menyembuhkan abdomen bengkak; perut kembung; menghilangkan dingin dan mati rasa pada kaki dan
lutut.
SP-8 (di ji, benda asal tanah)
Lokasi : terletak di tengah kaki (telapak), 3 cun di bawah SP-9
Indikasi : Menyembuhkan abdomen bengkak; nafsu makan hilang; abdomen sakit; disentri; haid tidak teratur; sulit
kencing; kencing terputus-putus; bengkak berisi air.
SP-9 (yin ling quan, telaga Yin)
Lokasi : di tengah kaki bagian bawah, pada lekukan sisi bagian dalam pertautan otot
Indikasi : Menyembuhkan abdomen bengkak; bengkak berisi air; penyakit kuning; diare; sulit kencing atau kencing
terputus-putus; kelamin sakit; keluarnya sperma; sakit lutut.
SP-10 (xue hai, lautan darah)
Lokasi : 2 cun di atas petella, pada bagian yang menonjol dari otot paha
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; kencing darah; sakit di dalam paha; kulit gatal-gatal yang seringkali
terkait dengan asma atau alergi (ezcema).
SP-11 (ji men, gerbang pemisah)
Lokasi : 1 cun di bawah titik tengah jarak antara symphilis pubis dan patella.
Indikasi : Menyembuhkan kencing sulit dihentikan; enuresis (ngompol); bengkak atau sakit pada selangkangan.
SP-12 (chong men, pintu utama)
Lokasi : bagian sisi luar pembuluh darah paha
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; chi mengumpul/diam; menyembuhkan kencing sulit dihentikan.
SP-13 (fu she, tempat usus)
Lokasi : garis sisi luar perut, 0,7 cun di atas SP-12
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; chi mengumpul/diam; glomus.
SP-14 (fu jie, pelindung perut)
Lokasi : garis sisi luar perut, 1,3 cun di bawah pusar
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada saluran rahim; chi mengumpul/diam; diare.
SP-15 (da heng, cakrawala)
Lokasi : garis sisi luar perut, setinggi pusar
Indikasi : Menyembuhkan disentri; sulit buang air besar atau mencret-mencret; sakit pada bagian abdomen.
SP-16 (fu ai, gangguan perut)
Lokasi : garis sisi luar perut, setinggi CV-11
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; usus tidak mampu mencerna makanan; sulit buang air besar atau
mencret-mencret; diare.
SP-17 (shi dou, lubang makanan)
Lokasi : garis sisi luar dada, di sela-sela rusuk ke-5
Idikasi : Menyembuhkan sakit pada tulang rusuk samping dan perut kembung.
SP-18 (tian xi, telaga surga)
Lokasi : garis sisi luar dada, di antara rusuk ke-4
Idikasi : Menyembuhkan sakit dan rasa tidak enak pada dada; batuk; pusat produksi air susu (bagi ibu yang
melahirkan); asi tidak keluar atau jumlah sedikit.
SP-19 (xiong xiang, dada)
Lokasi : garis sisi luar dada, di antara rusuk ke-3
Idikasi : Menyembuhkan sakit pada tulang rusuk samping; sesak nafas dan perut kembung.
SP-20 (zhou rong, semua berlimpah)
Lokasi : garis sisi lateral dada, di natara rusuk ke-2
Indikasi : Menyembuhkan sakit dada dan sakit pada tulang rusuk; batuk; sesak nafas.
SP-21 (da bao, pelindung besar)
Lokasi : totok tengah penghubung antara lekukan dalam ketiak dan ujung rusuk ke-12 serta antara rusuk ke-6
Indikasi : Menyembuhkan sakit dada dan sakit pada tulang rusuk; sesak nafas; tungkai kaki lemah.
Meridian Hati (I)
LR-4 (zhong fen, batas tengah)
Lokasi : terletak pada persendian di mata kaki bagian depan sebelah dalam pertengahan antara SP-14 dan ST-41.
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada alat kelamin; kencing terputus-putus; susah kencing; chi mengumpul; nyeri dan
tegang daerah sekitar pusar.
LR-5 (li gou, jalan serangga)
Lokasi : 5 cun di atas ujung bagian dalam mata kaki, sisi bagian dalam tibia
Indikasi : Menyembuhkan haid yang tidak teratur; radang dalam pelvic; ereksi penis berkepanjangan; memperlancar
kencing; chi tidak menyebar; sakit pada kaki bagian bawah.
LR-6 (zhong du, ibukota utama)
Lokasi : 7 cun fi atas ujung mata kaki bagain dalam dan 2 cun di atas LR-5
Indikasi : Menyembuhkan saluran kencing berdarah; chi tidak menyebar.
LR-7 (xi guan, sendi lutut)
Lokasi : 1 cun di sisi bagian belakang di atas SP-6
Indikasi : Menyembuhkan sakit di tengah-tengah lutut (sendi).
LR-8 (qu quan, musim semi bergulir)
Lokasi : daerah atas bagian dalam garis transversal poplitea
Indikasi : Menyembuhkan uterus yang tidak berfungsi; sakit pada obdomen bawah; infeksi
saliran kencing; alat kelamin gatal (khususnya wanita); kencing terputus-putus; nyeri haid; alat
kelamin sakit; sakit pada lutut dan tengah-tengah kaki bagian atas; ketakutan.
LR-9 (yin bao, wadah Yin)
Lokasi : 4 cun di atas bagian dalam epicondyle tulang femur
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; enuresis (ngompol); melancarkan buang air; sakit
pada tulang belakang biasanya terjadi pada abdomen paling bawah (lumbo-sakral).
LR-10 (zu wu li, ukuran lima)
Lokasi : 3 cun di bawah ST-30, pada sisi bagian dalam pembuluh darah (arteria) femoralis.
Indikasi : Menyembuhkan bengkak pada abdomen paling bawah; memperlancar kencing; enuresis; ngantuk terus
menerus.
LR-11 (yin lian, tepian Yin)
Lokasi : 2 cun di atas ST-30, bagian dalam arteri femoralis
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; sakit pada paha.
LR-12 (ji mai, nadi utama)
Lokasi : di bawah sisi luar tulang kemaluan, pada 2,5 cun sisi luar meridian CV
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada bagian luar alat kelamin; chi tidak menyebar.
LR-13 (zhang men, pintu terang)
Lokasi : di bagian bawah ujung bebas rusuk ke-11
Indikasi : Menyembuhkan muntah-muntah; abdomen bengkak; limpa bengkak; diare; penyakit kuning (bukan karena
virus); makan tidak dapat dicerna lambung; sakit pada tulang belakang bagian bawah; sakit pada rusuk.
LR-14 (qi men, pintu putar)
Lokasi : di bawah putting susu antar rusuk ke-6
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada dada/payudara dan rusuk samping; abdomen bengkak; dada terasa penuh;
muntah-muntah; tersedak.
Meridian Ginjal (I)
1 cun (ukuran yang dipakai bangsa Cina) = 3,33 cm
Penulis tidak memberikan teknik pengobatan dengan tusuk jarum atau moksibasi karena kedua teknik pengobatan
itu harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman.
Alur : Meridian ginjal berpangkal pada bagian inferior kelingking kaki, menuju telapak kaki. Muncul dari aspek inferior
dari tonjolan tulang novikularis mengalir ke belekang bagian dalam malleolus, kemudian masuk ke tumit. Naik
sepanjang sisi dalam kaki, naik lewat paha dan berpusat pada tulang belakang. Satu cabang masuk organ ginjal dan
berhubungan dengan organ BL, sebelum muncul kembali ke permukaan abdomen di atas tulang kemaluan terus naik
dari abdomen menuju dada. Cabang lainnya (kedua) mengalir dari ginjal, naik melewati hati dan diafragma dan
akhirnya masuk ke paru. Cabang kedua ini terus mengalir sepanjang tenggorokan dan berakhir pada ujung lidah.
Cabang pertama yang lebih kecil meninggalkan paru bergabung dengan (meridian) jantung, dan mengalir ke dada
untuk bergabung dengan meridian perikardium.
Gambar: Meridian Ginjal
Meridian ginjalmempunyai 27 titik akupunktur.
Penyakit terkait dengan meridian ginjal:
• Batuk; sesak nafas
• Gangguan pada reproduksi (misal: vagina gatal, impotensi, haid tidak teratur)
• Sembelit; diare; makanan tidak dapat dicerna oleh lambung
• Muntah-muntah; perut kembung
• Kencing terputus-putus; sulit kencing; enuresis (ngompol)
• Pandangan mata kabur, sakit mata
• Insomnia, histeris, ketakutan
• Sakit pada saluran kencing
• Sakit/kejang pada abdomen
• Sakit pada rusuk samping, rongga dada
KI-1 (yong quan, telaga yang bergejolak)
Lokasi : di tengah-tengah telapak kaki, 1/3 panjang kaki ke arah jari-jari kaki
Indikasi : Menyembuhkan sakit kepala membandel; pandangan mata kabur atau berkunang-kunang; pusing; sakit
tenggorokan; lidah kering; hilang suara; sulit kencing; anak takut angin; sakit pada telapak kaki.
KI-2 (ran gu, bukit membara)
Lokasi : lekukan di bawah tulang naviculare, 1 cun dari titik SP
Indikasi : Menyembuhkan vagina gatal; gangguan reproduksi; haid tidak teratur; kencing terputus-putus; enuresis;
batuk darah; diare; bagian belakang telapak kaki bengkak.
KI-3 (tai xi, sungai besar)
Lokasi : antara mata kaki bagian dalam dan tendon achilus, setinggi bagian tertinggi mata kaki bagian dalam
Indikasi : Menyembuhkan sakit tenggorokan; sakit gigi; ketulian; batuk darah; sesak nafas; haid tidak teratur;
insomnia; kencing terputus-putus; impotensi; sering kencing; sakit pinggang; lumpuh kaki; telapak kaki terasa nyeri.
Meridian Ginjal (II)
KI-4 (da zhong, cawan besar)
Lokasi : di bawah KI-3, di depan melekatnya tendon achilus
Indikasi : Menyembuhkan batuk darah; sesak nafas; kejang/kaku pada tulang ekor; sembelit; buang air kecil tertahan;
sakit pada tumit.
KI-5 (shui quan, sumber air)
Lokasi : 1 cun di bawah KI-3, pada lekukan tepi calcaneus bagian dalam
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; sakit saat haid; gangguan reproduksi; buang air tertahan; pandangan
kabur atau berkunang-kunang.
KI-6 (zhao hai, lautan bersinar)
Lokasi : daerah lekukan, tepat di bawah mata kaki bagian dalam
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; gangguan reproduksi; vagina gatal; membuat chi naik ke tubuh bagian
atas; sering kencing; buang air kecil tertahan; epilepsi; mulut kering; sakit tenggorokan; insomnia.
KI-7 (fu liu, aliran penyembuh)
Lokasi : 2 cun di atas titik KI-3
Indikasi : Menyembuhkan diare; perut melilit; bengkak karena air; abdomen bengkak; paha bengkak; tungkai bagian
bawah lumpuh; mendadak berkeringat atau malam hari berkeringat.
KI-8 (jiao xin, sampai pada persimpangan)
Lokasi : setinggi titik KI-7, 0,5 cun didepannya
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; saluran kencing berdarah; gangguan reproduksi; diare; sulit kencing;
testikel bengkak dan sakit.
KI-9 (zhu bin, rumah tamu)
Lokasi : 5 cun di atas titik KI-3
Indikasi : Menyembuhkan ketakutan (mania); sakit pada bagian tengah tungkai bawah.
KI-10 (yin gu, jurang Yin)
Lokasi : sisi dalam, setinggi BL-40
Indikasi : Menyembuhkan impotensi; chi tidak naik ke bagian atas tubuh; saluran kencing berdarah; sakit di tengah
antara lutut sampai pangkal paha.
KI-11 (heng gu, tulang panggul)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi batas tulang kemaluan
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada alat kelamin; kencing terputus-putus; impotensi; sulit kencing; enuresis.
KI-12 (da he, manifestasi terbesar)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, 1 cun di atas KI-11
Indikasi: Menyembuhkan sakit pada alat kelamin; kencing terputus-putus; vagina sakit; sekresi rahim berlebihan.
KI-13 (qi xue, pusat chi)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, 3 cun di atas KI-11
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak-teratur; diare.
KI-14 (si man, empat sempurna)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, 2 cun di atas KI-11
Indikasi : Menyembuhkan saluran kencing berdarah; haid tidak teratur; lambung terasa sakit.
KI-15 (zhong zhu, aliran di tengah)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, 1 cun di bawah pusar
Indikasi : Menyembuhkan haid tidak teratur; sakit pada abdomen paling bawah; kejang/kaku abdomen; mata merah
yang berasal dari dalam tubuh.
Meridian Ginjal (III)
KI-16 (huang shu, pengangkut huang)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi pusar
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; muntah-muntah; kaku/kejang pada abdomen; sembelit.
KI-17 (shang qu, lengkungan shang)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi 2 cun di atas pusar
Indikasi : Menyembuhkan abdomen terasa penuh; kejang/kaku pada abdomen; diare, sembelit.
KI-18 (shi guan, gerbang batu)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi 3 cun di atas pusar
Indikasi : Menyembuhkan muntah-muntah; sakit pada lambung; sakit pada abdomen; kejang/kaku pada abdomen.
KI-19 (yin du, ibukota Yin)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-12
Indikasi : Menyembuhkan perut kembung; kejang/kaku pada
abdomen; sakit pada abdomen.
KI-20 (tong gu, bukit terbuka)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-13
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; abdomen bengkak; muntah; makanan ke luar (menjadi) kotoran
tanpa dicerna.
KI-21 (you men, gerbang kegelapan)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-14
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; muntah; diare.
KI-22 (bu lang, jalan setapak)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-4
Indikasi : Menyembuhkan batuk dan sesak nafas.
KI-23 (shen feng, lindungan roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-3
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada dada dan rusuk samping; abses pada payudara yang
mengganggu produksi ASI.
KI-24 (ling xu, runtuhnya roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela tulang rusuk ke-4
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada dada dan rusuk samping; abses pada payudara yang
mengganggu produksi ASI.
KI-25 (shen cang, sumber roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela tulang rusuk ke-3
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada.
KI-26 (yu zhong, inti kehidupan)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-2
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada dan rusuk samping.
KI-27 (shu fu, rumah pengangkut)
Lokasi : garis luar dada I, diantara tulang rusuk ke-1 dan tulang clavicula
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada.
abdomen; sakit pada abdomen.
KI-20 (tong gu, bukit terbuka)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-13
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; abdomen bengkak; muntah; makanan ke luar (menjadi) kotoran
tanpa dicerna.
KI-21 (you men, gerbang kegelapan)
Lokasi : ½ cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-14
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada abdomen; muntah; diare.
KI-22 (bu lang, jalan setapak)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-4
Indikasi : Menyembuhkan batuk dan sesak nafas.
KI-23 (shen feng, lindungan roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-3
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada dada dan rusuk samping; abses pada payudara yang
mengganggu produksi ASI.
KI-24 (ling xu, runtuhnya roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela tulang rusuk ke-4
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada dada dan rusuk samping; abses pada payudara yang
mengganggu produksi ASI.
KI-25 (shen cang, sumber roh)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela tulang rusuk ke-3
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada.
KI-26 (yu zhong, inti kehidupan)
Lokasi : garis luar dada I, di sela-sela rusuk ke-2
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada dan rusuk samping.
KI-27 (shu fu, rumah pengangkut)
Lokasi : garis luar dada I, diantara tulang rusuk ke-1 dan tulang clavicula
Indikasi : Menyembuhkan batuk; sesak nafas; sakit pada daerah dada.
Meridian jantung mempunyai 9 titik akupunktur.
1 cun (ukuran yang dipakai bangsa Cina) = 3,33 cm Penulis tidak memberikan teknik pengobatan dengan tusuk
jarum atau moksibasi karena kedua teknik itu harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman.
Penyakit terkait dengan meridian jantung:
• Sakit jantung, jantung berdebar
• Sulit tidur
• Kejang/kaku pundak, jari-jari, lengan
• Jantung berdebar-debar
• Sakit pada rusuk samping
• Mata kuning
Alur : Meridian jantung mempunyai 3 cabang, di mana ketiganya berawal dari jantung. Cabang pertama turun menuju
diafragma. Cabang kedua mempunyai hubungan dengan usus kecil. Cabang kedua ini naik dari jantung menyusur ke
tenggorokan menuju mata.
Cabang ketiga terdapat di dada dengan saluran melintang bermula dari jantung menuju paru, kemudian turun dan
muncul pada pangkal tangan dalam (ketiak), melewati siku bagian dalam, terus ke nadi tangan sebelah dalam,
melintasi pengelangan tangan dan bermuara pada ujung jari kelingking, di mana cabang ini kemudian bergabung
dengan meridian usus kecil.
• Mudah lupa
• Suara hilang
• Ketakutan, Shen terganggu
• Demam, sakit panas
Gambar: Meridian Jantung
HT-1 (ji quan, danau di puncak tertinggi)
Letak : Di tengah-tengah ketiak dan sisi bagian dalam pembuluh darah axillaris
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada rusuk; scrofula; sakit jantung; dingin menusuk pada siku dan lengan.
HT-2 (qing ling, roh hijau kebiruan)
Letak : 3 cun di atas lipatan siku
Indikasi : Menyembuhkan mata kuning; sakit pada rusuk; sakit pada pundak dan lengan.
HT-3 (shao hai, lautan kecil)
Letak : lipatan siku sisi bagian dalam
Indikasi : Menyembuhkan sakit jantung; tangan kaku dan susah digerakkan; tangan gemetar (tremor); sakit pada
ketiak dan rusuk; sakit pada uluhati; scrofula.
HT-4 (ling dao, jalan roh)
Letak : 1½ cun di atas lipatan pergelangan tangan pada sisi radial tendon otot
Indikasi : Menyembuhkan sakit pada jantung; mendadak suara hilang; mata kuning; siku dan lengan kaku; mendadak
kejang.
HT-5 (tong li, menembus ke dalam)
Letak : ½ cun di bawah titik HT-4
Indikasi : Menyembuhkan jantung berdebar-debar atau karena ketakutan; vertigo; pusing; sakit tenggorokan;
mendadak suara hilang; suara parau; lidah kaku; sakit pada pergelangan tangan dan lengan.
HT-6 (yin xi, Yin yang terpisah)
Letak : ½ cun di atas lipatan pergelangan tangan
Indikasi : Menyembuhkan sakit jantung; jantung berdebar-debar karena ketakutan; berkeringat pada malam hari.
HT-7 (shen men, gerbang roh)
Letak : sisi ulnar lipatan pergelangan tangan
Indikasi : Menyembuhkan sakit jantung; menenangkan kemarahan luar biasa; ketakutan (mania); mudah lupa;
jantung berdebar-debar karena ketakutan; susah tidur (insomnia); mata kuning; sakit pada rusuk; telapak tangan
panas.
HT-8 (shao fu, istana kecil)
Letak : telapak tangan antara tulang metacarpal ke-4 dan ke-5
Indikasi : Menyembuhkan jantung berdebar-debar; sakit di dada; jari-jari tangan kaku/mati rasa; telapak tangan
panas; kulit gatal-gatal; sulit kencing; enuresis.
HT-9 (shao chong, gejolak kecil)
Letak : sisi ulnar jari ke-5 dan 0,1 cun di bagian belakang sisi luar basis kuku
Indikasi : menyembuhkan nyeri jantung; demam; ketakutan (mania) atau histeris; sakit panas.
Meridian Kantung Empedu (1)
Meridian kantung empedu mempunyai 44 titik akupunktur. Penyakit terkait dengan meridian kantung empedu:
• Sakit kepala; migrane
• Penyakit mata; mata merah; terus keluar air mata; pandangan kabur
• Radang telinga bagian dalam; tuli
• Sakit gigi
• Tungkai bawah; lutut; sendi lutut lumpuh/kaku
• Gangguan pada vagina; haid tidak teratur
• Sakit telinga, tuli
• Lumpuh; tungkai bawah tidak berasa; sakit lutut/sendi lutut
• Bengkak/sakit pada wajah di atas tulang pipi
• Dada/payudara sakit/bengkak
• Muntah; mulut berasa asam; bersendawa
• Mimisan
• Sesak nafas
• Diare; lambung berbunyi
• Demam; kedinginan; malaria
• Rongga dada terasa penuh
• Sering bermimpi
1 cun (ukuran yang dipakai bangsa Cina) = 3,33 cm
Penulis tidak memberikan teknik pengobatan dengan tusuk jarum atau moksibasi karena kedua teknik pengobatan
itu harus dilakukan oleh ahli yang berpengalaman.
Alur : Meridian kantung empedu berpangkal pada ujung pelupuk mata dan bercabang dua. Cabang pertama tetap
pada permukaan (kulit) naik melintasi dahi dan menuju titik tengah kepala sebelum melingkar di belakang kepala dan
kemudian menuju pundak bagian atas. Terus turun melewati lengan bawah dan sepanjang rusuk samping menuju
pangkal paha. Cabang kedua mengalir di dalam (kulit) melewati pipi dan menuju leher, dada dan hati terus ke (organ)
kantung empedu Terus menurun dan muncul pada abdomen paling bawah untuk bergabung dengan cabang
pertama. Meridian turun sepanjang sisi luar paha dan lutut, sisi luar tumit. Dari situ terus melintas atas telapak kaki
menuju jari kaki. Meridian kembali bercabang, cabang pertama terus menuju jari kaki ke empat – nomor 1 adalah ibu
jari kaki, sedang cabang kedua berakhir pada ibu jari kaki, dimana pada titik ini bergabung dengan meridian hati.
Gambar : meridian kantung empedu
GB-1 (tong zi liao, tulang pupil)
Lokasi : ½ cun dari canthus mata luar
Indikasi : Menyembuhkan sakit kepala; sakit mata; pandangan kabur; mata merah dan terus mengeluarkan air mata.

About these ads

~Semoga Postingannya Bermanfaat. Silahkan meninggalkan komentar walaupun hanya sepatah kata~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s