Bag. 11 Memancing Jejak Kelompok Bertopeng

“Kita akan berpencar…Jonio, Permana dan Nirmala akan bergerak ke Kotaraja mencari jejak Si Kipas Perak…jika berhasil menemuinya harap menjelaskan hubungan antara orang bertopeng dengan Perkumpulan Rahasia Panji Emas. Perguruan Bulan Bintang memiliki banyak kantor cabang pengawalan barang yang tentunya memiliki jalur informasi. Semoga Perguruan Bulan Bintang menyadari situasi yang kita hadapi. Kemudian kalian akan menyelesaikan masalah di perguruan Pualam Hijau bersama paman Narana. Jika kekuatan pualam hijau bisa di satukan lagi, maka perguruan Pualam Hijau akan berhubungan dengan perguruan Pedang Manunggal yang akan menggalang kekuatan beberapa perguruan di wilayah barat termasuk aliran Wihara Barat”.

“Dari informasi Golongan Pengemis jejak orang bertopeng merah sering berada di wilayah Cimanuk. Saya kwatirkan gerakan kelompok bertopeng merah akan mengacau beberapa perguruan di wilayah Cimanuk. Khususnya Perguruan Langit Biru. 2 bulan lalu aliran wihara telah di serang kelompok bertopeng putih. Bukan tak mungkin mereka merencanakan sesuatu di Cimanuk. saya harap Lamtian dan Andini bergerak ke Cimanuk dan mulai mempersiapkan perguruan Langit Biru”…Ujar Prahara jelas.

“Paman kalia dan paman Kalwa akan menyelidiki tokoh golongan hitam yang bermunculan khususnya yang melakukan hubungan dengan kelompok bertopeng”…

“Saya dan Kelani akan ke Sinai menyelidiki kelompok bertopeng lainnya. Sebulan sebelum pertemuan, kita akan bertemu di Mertapura. Tetapi intinya gerak kita akan disesuaikan dengan keadaan”…ujar Prahara.

“Apa semua paham”…? tanya seraya memandang semua orang dalam ruangan itu.

Nampak semuanya menganggukkan kepala memahami rencana Prahara.

“Bagaimana dengan perkumpulan Teratai”…? tanya ketua Bargawa.

“Saya akan menghubungi ketua saat perguruan utama telah siap bergerak…harap ketua mewaspadai gerakan kelompok bertopeng. Saat ini sudah 2 kelompok bertopeng yang muncul…tidak menutup kemungkinan masih ada kelompok bertopeng lain mengincar perkumpulan ini. sepanjang formasi barisan bunga mendapat penjagaan ketat seperti pola yang telah saya susun, maka perkampungan akan memiliki pertahanan kokoh”…sahut Prahara tegas.

“Baik…saya akan memerintahkan penjagaan barisan bunga sesuai pola”…kata ketua Bargawa merasa tenang dengan adanya formasi barisan kuno yang telah di bentuk Prahara

Tiga hari setelahnya 4 kelompok kecil pendekar meninggalkan perkampungan  teratai dengan arah yang berbeda-beda…Lamtian dan Andini bergerak ke arah utara. Joino, Permana dan Kelani menuju kota raja. Kalia dan Kalwa menyelidiki tokoh golongan hitam yang bermunculan. Sedangkan Prahara dan Kelani yang dikawani Si Putih  bergerak menuju Sinai.

Dalam perjalanannya Prahara dan Kelani berusaha mencari jejak kelompok bertopeng. Hanya saja tidak satupun jejak yang mereka dapatkan. Kehadiran Si Putih yang banyak menarik perhatian pendekar dimanfaatkan oleh Prahara dengan menempuh jalur utama wilayah Sinai. Prahara dan Kelani berharap dengan tersiarnya kabar kehadiran mereka bersama seekor harimau putih akan memancing kelompok orang bertopeng.

Sebelum memasuki kota Sinai Prahara dan Kelani berpisah. Kelani di kawani Si Putih akan memasuki kota Sinai sedangkan Prahara secara diam-diam mengamati kehadiran mereka. Kehadiran Kelani bersama Si Putih tak urung mendapatkan perhatian dari penduduk kota Sinai. Bahkan tak jarang banyak pendekar yang usil mengganggu gadis cantik itu. hanya saja mereka selalu gentar dengan keberadaan Si Putih yang mengawani Kelani.

Saat malam hari Prahara dengan memakai kedok melakukan pengintaian pada penginapan tempat Kelani dan Si Putih menginap.

Dua malam pertama tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Tetapi saat memasuki malam ke tiga Prahara melihat 2 orang berkedok menyatroni kamar Kelani.2 orang itu melayang naik ke atas atap kamar Kelani. Hanya saja kehadiran mereka terendus oleh Si Putih sehingga membuat 2 orang berkedok meninggalkan penginapan. Tak lama berselang tampak seorang berpakain ringkas dengan tampang bengis merayap dekat jendela kamar Kelani. Sesaat orang itu memeriksa sekeliling penginapan kemudian mengintip ke dalam kamar. Tetapi orang bertampang bengis lagi-lagi melarikan diri setelah Kelani menimpuknya dengan sumpit. Prahara mengenali orang bertampang bengis adalah orang yang sehari sebelumnya menggoda Kelani di kedai dekat penginapan. sudah 2 penguntit yang Prahara lihat jejaknya tetapi tak satupun yang ia curigai sebagai kaki tangan kelompok bertopeng.

Esok harinya Prahara dengan menyamar menggunakan kedok kulit berkeliling kota Sinai. Letak kota Sinai yang merupakan kota perairan menjadi daerah transit para pendekar kelana. Tak jarang Prahara banyak menemui keributan sesama tokoh pesilat. Sore harinya Prahara kemudian memasuki kedai dekat penginapan Kelani. nampak kedai itu ramai oleh pengunjung.

Di sudut ruangan Prahara melihat seorang gadis cantik yang mengundang banyak perhatian para pendekar muda untuk menggodanya. Hanya saja gadis cantik itu terlihat acuh menikmati minumannya dikawani seekor harimau putih. gadis cantik yang tak lain adalah Kelani juga melihat kehadiran Prahara hanya saja Kelani tetap tenang duduk di kursinya.

Prahara yang melihat pengunjung kedai kebanyakan adalah pesilat memilih meja di pojok ruanagan. Dari tempatnya Prahara dapat melihat semua pengunjung dalam kedai itu. di samping meja Kelani, Prahara melihat 2 orang berusia baya sering melirikkan matanya pada Kelani. Prahara melihat postur tubuh 2 orang itu cocok dengan penguntit kamar Kelani malam sebelumnya. Sedangkan di meja yang lain nampak pula orang bertampang genit dengan pakaian ringkas yang juga pernah menguntit kamar Kelani.

“Hem…ternyata mereka selalu mengamati Kelani dan Si Putih”…batin Prahara.

“2 orang di sebelahmu dan orang bertampan genit, penguntit kamarmu”…bisik Prahara pada Kelani menggunakan ilmu pengirim suara.

Kelani mengangguk lemah mendengar bisikan Prahara. Ia memandang si muka genit dan 2 orang berusia baya di sebelahnya sambil memberikan kode khusus yang telah di ajarkan Prahara. Si Putih kemudian menghadap kearah 2 orang berusia baya dan mengeram keras…2 orang berusia baya itu terkejut dan meloncat mundur dari mejanya. Si Putih kemudian berlalu ke arah orang bertampan genit kemudian mengeram keras dengan tatapan buas…dua kali geraman buas Si Putih membuat pengunjung bergidik. sedangkan 3 penguntit kamar Kelani terlihat tegang dengan wajah miris.

“Berani menguntitku lagi…akan kuperintahkan harimauku menerkam kalian”…sahut Kelani tersenyum geli seraya meninggalkan kedai itu.

3 penguntit masih berdiri tegang dengan wajah memerah kedok mereka ketahuan…tak luput Prahara merasa geli dengan kejahilan Kelani

“Benar kata paman Narana… lani seorang gadis yang sangat manja dan keras hati”…batin Prahara geli..

Malam harinya Prahara tetap melakukan pengintaian di penginapan Kelani. ternyata usahanya tidak sia-sia…saat tengah malam Prahara melihat 3 bayangan melayang ringan memasuki halaman penginapan yang terlihat sepi.

“Akhirnya 3 iblis pulau bangkai muncul juga”…batin Prahara gembira. Maklum saja Prahara mencurigai 3 iblis pulau bangkai sebagai kaki tangan Perkumpulan Rahasia Panji Emas.

Prahara kemudian melihat 2 Iblis Pulau Bangkai melayang naik ke atap kamar Kelani. Seorang lagi meloncat masuk kedalam kamar Kelani. Hanya saja perempuan Iblis Pulau Bangkai itu di sambut dengan bentakan Kelani. Terdengar suara geraman Si Putih yang sepertinya sedang menyerang si penyusup…tubuh si penyusup merobohkan jendela kamar. Nampaknya si penyusup telah terluka. Dua kawannya bergerak cepat menyambar tubuh kawannya kemudian melayang meninggalkan penginapan.

Prahara yang melihat kepergian penyusup melayang cepat ke dalam kamar Kelani.

“Kalian tidak apa-apa”…? Tanya Prahara khawatir…

“Kami baik saja kakang…cepatlah mengikuti jejak mereka”…!! sahut Kelani lirih.

Prahara kemudian melayang keluar mengikuti jejak 3 Iblis Pulau Bangkai. Tidak mau kehilangan jejak Prahara merafalkan gerak bayangan cahaya sampai tingkat tertinggi. Puluhan tonggak didepan Prahara melihat bayangan 3 iblis pulau bangakai. Dengan meningkatkan kewaspadaannya Prahara menguntit 3 bayangan itu secara ketat memasuki hutan lebat di pinggiran kota Sinai.

Tak lama kemudian 3 bayangan itu berhenti di bawah sebuah pohon besar tengah hutan. Prhara mengambil posisi yang terlindung puluhan tombak dari 3 iblis itu.

“Bagaimana lukamu”…? tanya si pemimpin Iblis Pulau Bangkai.

“Bantu aku mengalirkan hawa murni ke dalam tubuhku”…sahut perempuan Iblis Pulau Bangkai duduk mengatur pernafasannya.

Si pemimpin membantu mengalirkan hawa murni mengobati luka di pundak perempuan itu.

Seperempat jam lamanya baru perempuan itu mendusin.

“Bangsat…ilmu silat gadis itu maju pesat…serangannya sangat mematikan…harimau itupun tak kalah lihaynya”…dengus perempuan Iblis Pulau Bangkai.

“Entah siapa gurunya…saya ragu Narana bisa melatih anaknya selihay itu”…sahut si pemimpin iblis pulau bangkai.

“Mungkin pemuda majikan harimau putih itu…sewaktu kita bentrok di perguruan Pedang Manunggal ilmu silat pemuda itu sangat lihay”…sahut si kulit hitam.

Prahara yang berlindung di balik pohon melihat sebuah bayangan bertopeng merah melayang ke depan 3 Iblis Pulau Bangkai.

“Orang bertopeng merah”….batin Prahara seraya mengatur nafasnya sehalus mungkin agar tidak ketahuan.

“Bagaimana tugas kalian”…? tanya orang bertopeng merah dingin.

“Gadis itu semakin lihay…seorang dari kami terluka akibat serangannya”…sahut si pemimpin.

“Hem…ternyata nama 3 Iblis Pulau Bangkai hanya nama kosong”…dengus orang bertopeng.

“Benar tuan…ilmu gadis itu maju pesat…jurusnya sangat mematikan…mungkin setara dengan tokoh kelas I”…sahut perempuan Iblis Pulau Bangkai.

“Hemm…bagaimana dengan pemuda pemilik harimau putih itu”…? tanya orang bertopeng.

“Pemuda itu tidak berada di penginapan”…jawab si kulit hitam.

“Hemm…baiklah kalian boleh pergi…3 pekan lagi kita bertemu di Cimanuk”…sahut orang bertopeng.

3 Iblis Pulau Bangkai kemudian meninggalkan tempat itu. sedangkan orang bertopeng tetap berdiri tenang.

Prahara yang melihat peringan tubuh orang bertopeng tidak mau berlaku ayal…sebisa mungkin Prahara tidak bergerak dan menghaluskan tarikan nafasnya.

Setengah jam berlalu orang bertopeng hitam masih berada di tempat itu.

“Nampaknya orang bertopeng ini menunggu seseorang”…batin Prahara.

Benar saja tak lama kemudian 3 bayangan manusia bertopeng merah dengan peringan tubuh kelas II menghadap pada orang bertopeng merah yang telah menunggu.

“Hormat pada Utusan Api…sahut 3 orang itu.

“Bagaimana tugas kalian”…? tanya orang bertopeng.

“Semuanya siap tuan…seratusan lebih Pengawal Api telah bergerak ke Cimanuk…yang lain masih di markas cabang”…sahut seorang bertopeng merah.

“Apa ada kabar dari 3 utusan lainnya”…? tanya orang bertopeng yang menjadi pemimpin kelompok utusan api.

“Tidak ada tuan…3 utusan lainnya mendapat tugas khusus dari Pelindung Emas…jawab seorang pengawal api.

“Hemm…biarkan 3 utusan lain mengerjakan tugasnya…kita akan bergerak sesuai rencana”…sahut Utusan Api.

“Tuan…kami menemukan jejak kelompok berpakaian kuning yang bergerak rahasia”…kata pengawal api.

“Apa kalian sudah mengetahui asal usul kelompok kunig itu”…? tanya Utusan Api.

“Belum tuan…markas cabang telah mengirimkan informasi pada 3 utusan lain untuk menyelidiki kelompok ini”…jawab pengawal api.

“Baiklah…bergerak sesuai rencana. Printahkan pengawal api yang berada di markas untuk mencari jejak kelompok kuning itu…sedangkan kalian bersiap di Cimanuk dalam 3 pekan ini. jangan lakukan gerakan apapun, jangan memancing tokoh lihay yang banyak berkeliaran. Biarlah kita gunakan tokoh-tokoh yang telah kita kuasai untuk menundukkan Perguruan Langit Biru”…perintah Utusan Api jelas.

“Baik tuan…kami akan bergerak sesuai rencana”…sahut pengawal api.

4 orang bertopeng ini kemudian meninggalkan tempat pertemuan itu. Utusan Api bergerak ke selatan sedangkan pengawal api bergerak ke utara.

Prahara yang telah keluar dari persembunyiannya nampak berpikir keras

“Organisasi yang lihay…saya mesti ke Cimanuk”…batin Prahara.

Prahara kemudian kembali ke kota. Kali ini Prahara langsung menemui Kelani di penginapannya.

 

About these ads

4 thoughts on “Bag. 11 Memancing Jejak Kelompok Bertopeng

  1. tok.tok…

    kunjungan balik nih…., wah blognya unik, banyak kategorinya dan yang jelas empunya blog ini luar biasa dalam proses mengetik ulangnya…salut, dan cerita2 yang dipilih juga oke punya…., sedikit saran kalau bisa disetiap postingan, perlu tambahahin gambar lagi.Dan permintaan bugiskha tentang permintaan postingan pengaturan blog, saya juga newbi yang lain masih ada pakarnya…misal blog Irfan Handi, Abed saragih, Onestia, bosgentongs dan masih banyak yang jago2 dalam oatak-atik tentang blog, Tapi kalau saya nilai blog bigiskha sekarang saja yang newbi sudah bagus, malah ada sub pages segala….udah bagus tuh…..tinggal bogwalking supaya isi bacaaanya bisa dinikmati para bloger WordPress….
    Maaf jadi menggurui….maaf…., sekali lagi salut dengan isinya….saya sudah folllow blog ini.

    salam silaturahim
    blognoerhikmat

    • kang budi…
      tq sarannya.. cuman aku bingung gmn cara atur kategorynya yah..
      katgory blogku ngga bisa teratur.. dah berapa kali aku set ngga bagus juga..
      umpamanya aku mau kelompokin untuk cerita silat dalam 1 kategory, koq di tampilan malah nyebar yah..

      tq

~Semoga Postingannya Bermanfaat. Silahkan meninggalkan komentar walaupun hanya sepatah kata~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s